Agenda Kegiatan

There are no events.

Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31
« Apr   Jun »

Tweets

REMAJA CERDAS MENUJU GENERASI EMAS

Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak ke masa dewasa. Kehidupan remaja merupakan kehidupan yang sangat menentukan bagi kehidupan masa depan mereka selanjutnya. Pada tahun 2010 jumlah remaja umur 10-24 tahun sangat besar yaitu sekitar 64 juta atau 27,6% dari jumlah Penduduk Indonesia sebanyak 237,6 juta jiwa (Sensus Penduduk,2010). Melihat jumlahnya yang sangat besar, maka remaja sebagai generasi penerus bangsa perlu dipersiapkan menjadi manusia yang sehat secara jasmani, rohani, mental dan spiritual. Faktanya, berbagai penelitian menunjukkan bahwa remaja mempunyai permasalahan yang sangat kompleks seiring dengan masa transisi yang dialami remaja. Masalah yang menonjol dikalangan remaja yaitu permasalahan seputar TRIAD KRR (Seksualitas, HIV dan AIDS serta Napza), rendahnya pengetahuan remaja tentang Kesehatan Reproduksi Remaja dan median usia kawin pertama perempuan relatif masih rendah yaitu 19,8 tahun (SDKI 2007).

Peningkatan pengetahuan mengenai hal-hal mengenai kesehatan reproduksi remaja dirasa perlu untuk terus membetengi remaja agar dapat mencapai masa depannya. Penduduk kota dan penduduk desa kadang memiliki faktornya tersendiri dalam pendapatan informasi tersebut, khususnya masyarakat desa masih susah dalam mengakses beberapa media informasi. Desa gogik merupakan desa didaerah Ungaran barat yang memiliki cukup banyak remaja dan seperti kurva yang digambarkan bahwa dalam waktu sebentar generasi tua didesa ini akan digantikan.

Maka kami berusaha untuk mencari solusi agar walaupun desa masyarakat khususnya remaja masih dapat mendapatkan informasi kesehatan remaja yang cukup. Dicobalah PIK KRR dengan basis remaja tiap RT yang dioptimalkan untuk dapat menjadi kader di RT nya dan dapat diaplikasikan setiap kali ada rapat reamaja. Murah dan mudah adalah kata yang tepat untuk program ini hanya saja mungkin kesabaran kader dan dedikasi dalam keinginan untuk terdepan dalam mengakses informasi menjadi tantangan tersendiri untuk kader remaja tersebut.

Menanam Generasi Cerdas di Taman Belajar

DSC_0313

Mahasiswa KKN Undip membentuk taman belajar di desa binaannya, yaitu di Desa Gogik, tepatnya di Dusun Gintungan. Program ini merupakan salah satu program multi yang bergerak dalam pilar pendidikan.  Pada tanggal 15 Mei 2016, akhirnya taman baca ini telah diresmikan oleh bapak kepala Desa Gogik. Taman belajar ini berlokasi di kediaman Bapak Nasihun, selaku tokoh agama yang ada di dusun gintungan. Di lantai dua rumah Pak Nasihun setiap ba’da maghrib dimanfaatkan untuk tempat mengaji. Tempatnya kecil, namun cukup kondusif, meskipun aksesnya harus menaiki anak tangga. Ruang yang kecil ini kemudian disulaplah sebagai tempat belajar yang nyaman, sesuai dengan namanya “Taman Belajar”. Dalam taman ini berisi perpustakaan, yang mana pengadaan buku – bukunya berasal dari donatur baik dari masyarakat desa, lingkungan kampus, maupun dari mahasiswa KKN sendiri. Kemudian ada mading, poster, white board, dan aksesoris yang memperindah tampilan taman belajar.

Sebelum taman belajar ini terbentuk, aktivitas yang ada di tempat tersebut adalah mengaji Qur’an setiap malam, atau TPQ. Sesuai dengan survey pra pelaksanaan KKN, memberikan hasil bahwa banyak anak – anak usia SD yang minat belajarnya tinggi. Untuk itu dibentuklah taman belajar, yang bertujuan untuk memfasilitasi anak – anak dalam belajar. Karena buku – buku yang disediakannya pun bervariatif dan menyenangkan untuk dibaca. Dengan dibentuknya taman belajar, semoga bisa memerikan manfaat kepada masyarakat, khusunya anak – anak. Karena anak adalah generasi penerus bangsa yang harus mendapat pendidikan sejak dini.  TIM KKN pun juga berharap struktur kepengurusan yang mengelola taman belajar dapat berfungsi dengan baik.

 

WARUNG POSDAYA KARYA GUNA

PACKING RENGGINANG rev

Dusun Gintungan memiliki keindahan alam menawan. Selain memiliki potensi alam yang indah, dusun ini juga memiliki UMKM yang berpotensi dalam bidang ekonomi. UMKM yang terkenal adalah rengginang. Tim KKN Undip membentuk warung posdaya. Sistem kerja warung posdaya ini mengumpulkan produk – produk masyarakat dan dijual melalui satu pintu.  Adapun produk unggulan yang sudah ada di dusun ini adalah rengginang, dan pakaian (produk tailor). Selain itu ibu – ibu di dusun gintungan pandai dalam membuat jajanan tradisional, maupun modern yang mana bisa dijadikan sebagai produk dari warung posdaya.

Dengan adanya warung posdaya, diharapkan ekonomi masyarakat dapat meningkat. Sistem yang diterapkan dalam warung posdaya ini berjualan dengan satu pintu. Maksudnya ada yang disebut dengan warung posdaya, dimana warung tersebut menjual produk – produk masyarakat, kemudian apabila ada pembeli, harus melalui warung posdaya. Meskipun pembeli mengetahui siapa penjual produk tersebut, harus tetap membeli melalui warung posdaya.

IMG-20160521-WA0004

Sistem ini bertujuan untuk menyamarataakan kedudukan produk, sehingga antara produsen satu dengan produsen lainnya berkesempatan yang sama dalam mendapatkan pembeli. Tim KKN juga memberikan pengarahan dalam meengurus PIRT produk warung posdaya. Yang tidak kalah penting, Tim KKN juga telah memberikan inovasi, berupa desain kemasan untuk produk unggulan dusun ini, yaitu rengginang. Selain itu, pemasaran online dalam mempromosikan produkk UMKM dusun ini juga telah dilakukan.

MANFAATKAN PEKARANGANMU DENGAN TOGA

TO

Saat  ini pengobatan   secara   alami   menggunakan   tanaman   obat   sudah jarang ditemui, padahal penanaman tanaman obat memberikan banyak manfaat.  Selain  lingkungan  menjadi  hijau, tanaman obat bisa  membantu  kebutuhan  ekonomi  keluarga. Tidak  hanya  untuk  tanaman  obat,  tapi juga  untuk  tanaman  hias,  bunga  atau  buah-buahan.  Bahkan  beberapa  dari  warga di tempat tersebut mulai mengolah tanaman obat menjadi jamu. Mulai jamu dalam bentuk  cairan  dan  langsung  minum  atau  dikemas  dalam  bentuk  bubuk.  Inilah  yang  dimaksud mempunyai manfaat ganda. Karena hasilnya dapat menambah ekonomi keluarga. Pemanfaatan pekarangan rumah sebagai taman obat keluarga dapat menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat di Dusun Gogik yang rata-rata memiliki pekarangan yang cukum untuk menanam tanaman obat. Tidak hanya itu, kondisi lingkungan yang berada di kaki pegungan menjadikan daerah tersebut cocok untuk dijadikan lahan taman obat keluarga. Untuk mengoptimalkan program tersebut, diperlukan upaya dalam menarik minat masyarakat salah satunya melalu TOGA Percontohan.

GA

Pembuatan TOGA percontohan di salah satu RT dengan tujuan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat dalam pengobatan mandiri dengan cara memanfaatkan lahan di sekitar rumah. Penanaman TOGA melibatkan ibu PKK RT dengan harapan masing-masing ibu dapat menerapkannya di rumah masing-masing dan menggerakkan masyarakat lainnya untuk menanam TOGA. Tidak hanya kemandirian dalam pengobatan mandiri, diharapkan masyarakat nantinya dapat meningkatkan ekonomi melalui pemanfaatan tanaman obat tersebut. Program dilaksanakan pada tanggal 1 mei di rumah ibu Sriyatun yang merupakan ibu PKK RT 3.

Senam lansia. Sehat bukan untuk yang muda saja

senam

Salah satu permasalahan yang sering dialami oleh lansia adalah masalah mental dan kesehatan. Masalah kesehatan mental pada lansia berasal dari 4 aspek yaitu fisik, psikologik, sosial dan ekonomi. Secara biologis atau fisik, usia tua merupakan saat penurunan fungsi organ tubuh dimana mengalami penurunan daya tahan tubuh. Dampak dari permasalahan tersebut menjadi faktor kesehatan sebagai permasalahan utama bagi lansia. Secara psikis  atau mental, masa tua akan mengalami perubahan aspek psikososial dan emosional yang tidak stabil seperti kecewa, mudah tersinggung dan rasa takut yang berlebihan. Begitu pula yang terjadi di Dukuh Gintungan Desa Gogik Ungaran Barat dimana masih sangat banyak jumlah lansia. Dari 7 RT terdapat sebanyak 85 lansia yang kurang produktif.  Sehingga perlu penanganan segera dalam menghadapi berbagai masalah kesehatan salah satunya lewat Inisiasi Posyandu Lansia Guna Meningkatkan Lansia yang Sehat dan Bugar di Dukuh Gintungan Desa Gogik Ungaran Barat.

lansiaKegiatan dilakukan mengikuti jadwal pertemuan kader posyandu disalah satu rumah pengurus. Minggu selanjutnya adalah kegiatan senam lansia. Kegiatan ini ditunjukkan kepada kader kesehatan daerah setempat sebagai tim penggerak sekaligus pengurus posyandu lansia dan  lansia usia 50 sampai 60 keatas. Program dilaksanakan di dua tempat pada hari yang sama yaitu pada hari Minggu tanggal 24 April 2016 bertempat di untuk RT 1,2,3 tempat dirumah Ibu Minah dan untuk RT 4,5,6,7 di rumah Ibu Zulfa. Semoga kedepannya program ini dapat terus berlanjut secara terpadu dan mampu meningkatkan kesehatan dari lansia di Dusun Gintungan Desa Gogik.

Tingkatkan Minat Panganan Lokal Melalui Bazaar Desa

r2

Panganan lokal menjadi salah satu makanan legendaris bagi sebagian masyarakat. Selain harganya yang mudah terjangkau, citarasanya yang khas membuat kesan tersendiri bagi pemburu kuliner. Namun, di era modernisasi saat ini, banyak masyarakat yang mulai meninggalkan makanan berlabel lokal tersebut. Bahkan masyarakat rela membayar lebih demi makanan ala luar negeri. Perlu disadari bahwa tak selamanya makanan berharga ‘selangit’ memiliki kandungan gizi yang baik bagi tubuh, salah satu contohnya adalah junk food yang sayangnya masih digandrungi oleh mayoritas masyarakat. Ditambah dengan gengsi sosial masyarakat yang memiliki persepsi bahwa makanan lokal adalah makanan wong ndeso, membuat makanan ini semakin miris keberadaannya. Padahal makanan lokal tak selalu identik dengan makanan orang desa, justru makanan lokal sesungguhnya memiliki nilai gizi serta citarasa yang khas bila dibandingkan dengan makanan olahan serba luar negeri.

r1

Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk memperkenalkan makanan lokal dengan harapan masyarakat dapat mengenal sekaligus mulai membudayakan konsumsi makanan lokal dibandingkan dengan junk food. Tim KKN Tematik Posdaya 1 Undip Desa Tlompakan bekerja sama dengan ibu-ibu PKK RW 04 kemudian berinisiatif untuk menggelar bazaar seiring dengan adanya problematika tersebut. Olahan pangan yang telah dibuat oleh warga setempat kemudian dijajakan sebagai barang dagangan dalam bazaar tersebut. Adapun panganan lokal tersebut meliputi kripik talas, kripik pisang, bothok sayur, oseng kangkung, serta abon lele. Bazaar kemudian diselenggarakan pada hari Sabtu, 21 Mei 2016, bertepatan dengan pertemuan ibu-ibu RW 04 Desa Tlompakan, berlokasi di TPA Al-Hikmah Dusun Krajan Barat.

r3

Untuk menambah variasi komoditas bazaar, ibu-ibu PKK juga menyelenggarakan sembako murah diantaranya mie instan, gula, dan minyak goreng. Dengan harga terjangkau, ibu-ibu dapat membeli sembako tanpa harus bersusah payah pergi ke pasar, sebab pasar terdekat dari desa Tlompakan yaitu pasar Bringin yang berjarak 4 kilometer. Antusiasme warga juga terlihat dengan adanya transaksi jual beli selama bazaar diselenggarakan. Harga olahan panganan lokal yang dijual berkisar antara Rp 3.500,00 hingga Rp 20.000,00. Di lain pihak, keuntungan yang diperoleh dari penjualan barang pada bazaar tersebut akan dimasukkan ke dalam uang kas warung Posdaya Tunas Manunggal, dimana warung Posdaya tersebut nantinya menjadi rintisan koperasi Posdaya. Kas tersebut akan dikelola oleh pengurus warung Posdaya supaya kegiatan yang berkaitan dengan Posdaya Tunas Manunggal memiliki anggaran dana tersendiri. Kedepannya, kegiatan bazaar akan dilaksanakan secara rutin sebagai pemasukan bagi kas warung Posdaya. Selain itu, bazaar tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat warga terhadap panganan lokal sekaligus memberdayakan kreatifitas masyarakat dalam mengolah bahan baku setempat untuk mengolah panganan yang sehat dan bergizi tinggi.

Bugar dan Segar Bersama Gebyar Tlompakan

P5080491

Pagi itu menjadi pagi yang tak biasa bagi masyarakat Tlompakan. Lapangan yang sepi tiba-tiba dikerumuni oleh masyarakat dari berbagai kalangan maupun usia. Pada hari itu, Minggu, 8 Mei 2016, remaja yang tergabung dalam Karang Taruna Desa Tlompakan menyelenggarakan Gebyar Tlompakan sebagai ajang silaturahmi warga Tlompakan RW 03 dan RW 04 sekaligus pelaksanaan senam untuk kebugaran jasmani. Dengan koordinasi antara Karang Taruna dan tim KKN Tematik Posdaya 1 Undip Desa Tlompakan, acara tersebut berlangsung sangat meriah. Banyak warga yang antusias dan mulai berdatangan ke lapangan meski terik matahari mulai menyengat.

P5080488

Acara pada pagi itu diawali oleh senam aerobik yang langsung dipandu oleh instruktur senam aerobik setempat. Meski beberapa warga terengah-engah saat mengikuti gerakan senam, namun mayoritas dari ibu-ibu dan remaja serta anak-anak desa Tlompakan tetap bersemangat dalam mengikuti acara tersebut. Pukul 07:30 WIB, musik senam aerobik mulai terdengar, sontak warga sekaligus instruktur senam beraksi dengan gerakan dasar dari senam aerobik. Walaupun gerakan senam bertempo cepat, namun masyarakat tidak mengeluh, justru mereka semakin bersemangat. Acara senam berakhir pukul 09:00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan sarapan bersama yang telah disediakan oleh panitia. Tak lupa panitia juga membagikan kupon doorprize yang nantinya akan diumumkan di akhir acara.

P5080546

Tidak hanya senam aerobik, panitia juga menyelenggarakan games bagi ibu-ibu dan anak-anak untuk menambah keseruan acara. Games tersebut dibagi menjadi 2 sesi, dimana sesi awal akan diisi dengan games khusus ibu-ibu. Games pertama yaitu games melatih kekompakan dan koordinasi, dimana setiap kelompok ibu-ibu terdiri dari 4 orang, dan salah satu kaki diikat dengan kaki orang lain menggunakan tali rafia, kemudian ibu-ibu ditantang untuk berjalan sampai ke garis finish. Aksi ini mengundang gelak tawa dari seluruh khalayak, karena beberapa diantaranya kebingungan untuk melangkahkan kaki satu dengan yang lain. Kemeriahan acara tersebut kemudian ditutup oleh games anak-anak yaitu games goyang pinguin dan lomba makan kerupuk serta pembagian hadiah kepada pemenang games. Tak lupa, di akhir acara, panitia mengumumkan doorprize berdasarkan kupon yang dipilih secara acak.

Seluruh rangkaian acara tersebut usai tepat pukul 12:00 WIB. Meski warga terlihat lelah dan berkeringat, namun warga merasa terhibur dengan terselenggaranya acara tersebut. Acara juga berlangsung lancar dan meriah. “Saya salut kepada Karang Taruna dan tim KKN Undip, sebab jarang generasi mudah yang ingin memperhatikan kami (re:warga Tlompakan), niat kalian luar biasa walau usia masih muda tapi sudah punya kesadaran untuk membangun kerukunan warga, tak semua generasi muda mau berkorban waktu dan tenaga, apalagi hari ini bertepatan dengan rangkaian long weekend, di saat yang lain sibuk berlibur dan plesir, ternyata para remaja dan mahasiswa berusaha mengumpulkan warga untuk meningkatkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan. Saya harap acara ini bisa dijadikan kegiatan rutin di desa Tlompakan, karena acara ini mengemas hiburan sekaligus kebugaran dengan adanya games dan senam seperti ini, “ tutur Ibu Nik, warga RT 04 desa Tlompakan.

Damandiri Lakukan Kunjungan ke Desa Tlompakan

Kunjungan dan Diskusi Pengurus DAMANDIRI Jakarta dengan Perangkat Desa Tlompakan

Demi meningkatkan informasi kepada khalayak mengenai program Damandiri yang berupa program pinjaman untuk UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) Desa ber-Posdaya (Pos Pemberdayaan Keluarga), Damandiri melakukan kunjungan serta sosialisasi ke beberapa daerah, salah satunya yaitu Desa Tlompakan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Dengan didampingi oleh salah satu dosen KKN Universitas Diponegoro, Ibu dr. Sri Winarni, M.Kes, perwakilan dari pengurus Damandiri Pusat tiba di balai desa Tlompakan pada hari Selasa, 5 April 2016,tepat pukul 11:00 WIB. Acara diawali oleh sambutan dari Bapak Sunardi, selaku kepala desa Tlompakan, kemudian dilanjutkan oleh sambutan dari Ibu Dwi Kadarwati, selaku ketua Posdaya Tunas Manunggal. Adapun yang hadir dan ikut berpartisipasi dalam acara tersebut yaitu kader Posdaya dari desa Tlompakan serta beberapa mahasiswa KKN Tematik periode April 2016 Universitas Diponegoro. Setelah sambutan usai, acara inti dari kunjungan tersebut adalah pemaparan dan diskusi oleh Bapak Firdaus selaku sekretaris Damadiri Pusat, dengan moderator Ibu dr. Sri Winarni, M.Kes.

Suasana Diskusi dan Kunjungan dari Pengurus DAMANDIRI ke Desa Tlompakan

Dalam diskusi tersebut, beberapa kader posdaya dari keempat pilar menyampaikan kendala yang terjadi di Desa Tlompakan terkait dengan pelaksanaan Posdaya Tunas Manunggal, khususnya kendala yang terjadi dalam pemasaran UMKM. Kendala tersebut berupa ketiadaan sumber modal untuk pemasaran produk UMKM, dimana warga belum memahami teknik pemasaran produk sehingga produk yang dihasilkan oleh masyarakat hanya ditawarkan kepada orang-orang terdekat. Selain itu, warga juga terkendala pada alur rancangan biaya untuk mengurus pencairan modal UMKM pada suatu instansi atau bank tertentu.

Berdasarkan hal tersebut, Bapak Firdaus selaku sekretaris dari Damandiri Pusat menjawab kendala warga dengan memperkenalkan program pinjaman dana pada UMKM. Program dari Damandiri tersebut merupakan suatu bentuk bantuan untuk memajukan UMKM Posdaya Tunas Manunggal agar warga tidak mengalami kendala pada modal serta pemasaran produk UMKM. Damandiri akan mencairkan bantuan sebesar Rp 300.000.000,00 dengan bantuan koordinator sebagai pihak ketiga yaitu Bank Perkreditan Rakyat dan Bank Pembangunan Daerah yang sebelumnya telah ditunjuk oleh pihak Damandiri. Salah satu BPD yang ditunjuk oleh Damandiri yaitu BPD Jateng, sedangkan BPR yang ditunjuk yaitu BPR Nusamba. Kedepannya, BPR Nusamba maupun BPD Jateng akan menyalurkan dana pinjaman kepada warga desa Tlompakan melalui koperasi Posdaya Tunas Manunggal sebagai wadah dari seluruh hasil produksi UMKM Desa, sehingga Damandiri tidak secara langsung memberikan biaya kepada masyarakat, melainkan melalui BPD dan BPR setempat yang bertugas untuk menyalurkan kepada masyarakat melalui koperasi Posdaya. Untuk membantu pembentukan koperasi Posdaya Tunas Manunggal, kader Posdaya Tunas Manunggal akan didampingi oleh Dinas Koperasi Kabupaten Semarang.

Di akhir acara, Bapak Sunardi menyampaikan ungkapan tentang kunjungan dan diskusi yang dihadiri oleh pengurus Damandiri Pusat. “Saya berterimakasih kepada pengurus Damandiri Pusat yang sudah hadir ke desa Tlompakan, serta saya juga sangat antusias dengan adanya program dari Damandiri yang telah dipaparkan oleh pengurus sewaktu berjalannya diskusi. Kami (re: warga desa Tlompakan) sangat berharap pada program Damandiri sebab kami hanya sebagai wong cilik yang tidak dapat berbuat banyak jika harus mengurus Posdaya tanpa adanya bantuan dari beberapa pihak”. Di lain pihak, Bapak Firdaus menyatakan bahwa pengurus Damandiri Pusat akan membantu semaksimal mungkin untuk memajukan Posdaya Tunas Manunggal Desa Tlompakan. “Semoga dengan adanya koperasi Posdaya Tunas Manunggal, Damandiri dapat memajukan kehidupan serta kesejahteraan keluarga di desa Tlompakan, karena Damandiri bekerja dalam bidang sosial (berupa pencairan modal pinjaman) dan dalam bidang bisnis (pemasaran UMKM Desa), “ imbuh Pak Firdaus.

Jajanan Sehat, Harga Bersahabat

1463808410324

Penyakit dapat menerang siapa saja melalui media apapun. Salah satu sumber penularan penyakit yaitu melalui makanan. Anak sekolah menjadi sasaran empuk bagi kuman dan bakteri penyebab penyakit untuk berkembang biak. Makanan menjadi media penularan penyakit yang nantinya akan menyerang manusia. Seperti yang kita tahu, di era global ini sesuatu yang berbau konvensional sudah banyak yang ditinggalkan. Hal – hal praktis dianggap modern dan dianut oleh siapapun, termasuk anak–anak sejak usia dini. Salah satu ciri khas modernisasi adalah dari segi makanan. Jajanan tradisional sudah banyak yang digantikan dengan makanan siap saji. Dari penampilannya sudah sangat berbeda, makanan modern lebih banyak diminati oleh anak – anak sekarang.

1463808409110

Tidak lain halnya dengan makanan yang dijual di kantin sekolah. Beberapa makanan yang dijual adalah makanan yang praktis. Misalnya permen, snack kemasan, dll. Adapun yang dari proses pemasakan yaitu nasi goreng, nasi rames, mi instan, dll. Upayakan kesehatan anak sekolah, tim KKN ajarkan pelatihan membuat jajanan sehat bagi pemilik kantin di SD Gogik. Ide ini dapat terwujud karena pemilik kantin di SD Gogik merupakan warga RW 2 yang menjadi RW binaan KKN Posdaya. Program yang diadakan yaitu pelatihan pembuatan jajanan sehat. Jajanan yang dibuat ini memiliki nilai jual Rp 1.000,00 menyesuikan dengan uang saku anak SD. Jajanan yang dibuat antara lain cireng isi brokoli, dan pudding. Selain berbahan baku yang mudah didapat dan bergizi, jajanan ini memiliki bentuk yang tidak kalah menarik dengan makanan junk food.

Vertikultur, Paru – Paru Mini Untuk Rumah Tangga

DSC_0112Vertikultur merupakan sistem budidaya pertanian yang dilakukan secara vertikal atau bertingkat. Konsep vertikultur ini diterapkan untuk memanfaatkan batang pohon di pekarangan rumah warga. Vertikultur tidak sekadar menanam tanaman secara vertical, namun dapat memberikan keindahan suasana hijau di rumah. Selian itu hasil tanamannya dapat dimanfaatkan oleh keluarga.

Cara membuat vertikultur yang diadakan oleh Tim KKN Posdaya Desa Gogik tidaklah rumit. Alat dan bahan yang dibutuhkan mudah diperoleh, bahkan bisa memanfaatkan barang bekas. Media yang digunakan adalah botol bekas air mineral yang ukurannya 1,5 liter, tanah, bibit tanaman, dan tali untuk mengikat. Cara membuatnya juga sederhana. Botol diposisikan vertical, dan dipotong persegi panjang di atasnya, sedangkan pada bagian bawah diberi lubang kecil untuk sirkulasi penyiraman. Kemudian pada bagian pinggir botol dilubangi untuk jalannya tali. Tali digantungkkan pada dahan pohon. Satu tali bisa terdiri atas 3 sampai 5 botol dengan jarak yang disesuaikan.

Manfaat???

Tujuan mahasiswa mencetuskan pelatihan vertikultur ini karena di desa masih banyak warga yang memellihara binatang ternak. Ayam mencari makan secara liar, dan memungkinkan untuk merusak tanaman – tanaman kecil. Oleh karena itu  dibentuklah tanaman yang menggantung supaya terhindar dari incaran ayam. Selain itu, mahasiswa Tim KKN Posdaya Desa Gogik juga mengajarkan kepada warga supaya  dapat memaksimalkan pekarangan yang dimiliki. Hasil dari vertikultur tersebut tentu memliki manfaat bagi warga, yaitu untuk dikonsumsi sendiri. Karena jenis tanaman yang ditanam tak lain adalah tanaman sayur – sayuran kecil, seperti kangkung, bayam, cabai, dan lain – lain.

Kapan Pelatihannya, Sasaran, Kelanjutan Program ini Kedepannya???

DSC_0286

Ide untuk memilih program pelatihan vertikultur ini berdasarkan observasi desa pada survey pendahuluan. Banyaknya pohon pada pekarangan menjadi latar belakang diadakannya vertikultur. Pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 1 Mei 2016 di kediaman Ibu Sriyatun, salah satu warga di RT 03 RW 02 Dusun Gintungan, Desa Gogik. Pelatihan ini ditujukan kepada rumah tangga. Pada pelaksanaannya, tim KKN memberikan contoh pembuatan vertikultur pada satu rumah. Diharapkan melalui penanaman tersebut, warga lain dapat mencontoh dan mempraktekkan sendiri di rumah masing-masing.