Agenda Kegiatan

There are no events.

Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30
« May   Jul »

Tweets

Acara Perpisahan KKN Tematik Posdaya 1 Sebagai Ajang Silaturahim Dengan Warga Desa

a11

Tidak terasa selama 7 minggu, tim KKN Tematik Posdaya 1 Universitas Diponegoro di desa Tlompakan, kecamatan Tuntang, kabupaten Semarang, telah mengabdi secara langsung kepada masyarakat melalui program monodisiplin dan multidisplin yang telah dirancang sebelumnya selama pembekalan KKN. Memasuki minggu kedelapan sebagai minggu terakhir jadwal kegiatan KKN Tematik Posdaya 1, mahasiswa KKN berinisiatif untuk mengadakan rangkaian acara perpisahan yang disemarakkan oleh warga RW 04. Dengan menjalin koordinasi antara warga RW 04 dan mahasiswa KKN, acara perpisahan diawali dengan akhirussanah, yaitu acara yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 28 Mei 2016, berlokasi di TPA Al-Hikmah Dusun Krajan Barat dan diakhiri oleh silaturahim dan tasyakuran bersama pengurus Posdaya Tunas Manunggal yang dilaksanakan pada hari Minggu, 29 Mei 2016, berlokasi di Posko KKN Tematik Posdaya 1 Universitas Diponegoro.

a12

a13

Sebagai acara pembuka dalam rangkaian event perpisahan mahasiswa KKN dengan masyarakat RW 04, telah berlangsung akhirussanah wisuda Al-Qur’an (atau yang lebih dikenal dengan istilah khataman Al-Qur’an) keempat. Acara dihadiri sebanyak kurang lebih 200 orang. Dalam acara tersebut, tampak adik-adik yang telah tergabung dalam pendidikan dan kegiatan di TPA Al-Hikmah ikut meramaikan suasana. Walaupun usia tergolong belia, namun adik-adik TPA sudah fasih membaca Al-Qur’an, terbukti dengan adanya penyerahan sertifikat kepada 20 anak yang menyatakan bahwa anak tersebut telah khatam Al-Qur’an. Selain itu, panitia juga menyelenggarakan berbagai macam lomba dalam rangka menyambut bulan Ramadhan, diantaranya lomba membaca puisi, mewarnai gambar, tartil Al-Qur’an, dan masih banyak lagi. Keramaian semakin terasa ketika beberapa pemenang dari lomba tersebut diumumkan, terlebih lagi adik-adik yang berusia 4 sampai 7 tahun berebut menuju panggung untuk mengambil hadiah yang telah disediakan oleh panitia acara. Setelah pembagian hadiah usai, acara akhirusannah kemudian dilanjutkan dengan sambutan ketua panitia, Bapak Tulabi, sekaligus membuka rangkaian acara akhirusannah. Acara kemudian diisi dengan tausiyah yang diisi oleh Bapak Taufik selaku ustadz yang secara langsung didatangkan dari Semarang. Saat tausiyah berlangsung, warga sempat dikejutkan dengan aksi multitalenta dari Bapak Taufik karena pemaparan yang diberikan disampaikan melalui lantunan lagu, dan terkadang ditambah dengan candaan sehingga mengundang gelak tawa dari seluruh hadirin. Acara akhirusannah berakhir pada pukul 23:00 WIB. Meski beberapa hadirin terlihat kelelahan, namun mereka mengaku senang lantaran acara berlangsung sangat meriah sekaligus sebagai siraman qalbu dengan adanya tausiyah.

a14

a15

            Keesokan harinya, tepat pukul 15:30 WIB, rangkaian acara perpisahan kembali dilanjutkan dengan silaturahim antara pengurus Posdaya dengan tim KKN Tematik Posdaya 1 Universitas Diponegoro. Acara diawali dengan sambutan oleh Bapak Sunardi selaku Kepala Desa Tlompakan, dilanjutkan dengan sambutan oleh Ibu Dwi Kadarwati selaku Ketua Posdaya Tunas Manunggal serta Lutfi Yulmiftiyanto Nurhamzah selaku Koordinator Desa Tlompakan. Sambutan yang disampaikan mayoritas mengungkapkan ucapan terima kasih dan permohonan maaf selama berlangsungnya kegiatan KKN di desa Tlompakan. Acara berlangsung dengan lancar dan penuh dengan rasa haru, sebab warga merasa sangat berkesan dengan adanya program yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN, ditambah dengan keakraban yang terjalin antara mahasiswa KKN khususnya dengan warga RW 04 dan masyarakat desa Tlompakan pada umumnya, menjadi kesan tersendiri yang akan selalu diingat oleh seluruh pihak yang ada di desa Tlompakan. Meski beberapa pengurus nampak mengusap air mata, namun perpisahan tersebut berlangsung dengan haru bahagia. Tak lupa, acara perpisahan yang dibungkus dengan konsep silaturahim tersebut ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan dari mahasiswa KKN kepada Bapak Sunardi dan Ibu Kadarwati, sekaligus dilangsungkan peresmian beberapa program monodisiplin yang bergerak dalam pilar kesehatan, program bank sampah, serta peresmian Posko Posdaya Tunas Manunggal yang ditempatkan pada rumah Ibu Dwi Kadarwati.

Di akhir acara, suasana semakin akrab dengan adanya pemotongan tumpeng dan makan bersama. Hidangan yang disajikan merupakan nasi tumpeng dan lauk pauk yang dibuat sendiri oleh Ibu Puji dan Ibu Windu dengan bantuan mahasiswa KKN. Meski acara telah berakhir seiring denga berakhirnya pula pengabdian mahasiswa KKN, Bapak Sunardi berpesan agar silaturahim dan rasa kekeluargaan tetap terjalin meski mahasiswa KKN sudah kembali ke Tembalang untuk melanjutkan kegiatan akademik lainnya. “Saya atas nama seluruh masyarakat di desa Tlompakan, khususnya warga yang berada di RW 04 Dusun Krajan Barat, berterimakasih kepada adik-adik mahasiswa atas seluruh ilmu dan pelatihan yang telah diberikan. Saya berpesan semoga adik-adik kelak menjadi mahasiswa yang sukses, dan jangan lupa bahwa silaturahim ini harus tetap terjalin, rasa kekeluargaan yang telah kita bangun bersama tidak akan hilang sampai kapanpun. Selamat dan semoga berhasil saya ucapkan kepada adik-adik mahasiswa, doa kami selalu menyertai kalian”, pungkas Bapak Sunardi.

Handicraft Kresek: Mengolah Limbah Menjadi Berkah

a5

Kresek sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Mulai dari kegiatan berbelanja sampai dengan membungkus sampah mayoritas masyarakat menggunakan kresek. Selama ini, kresek hanya dibuang begitu saja, padahal limbah kresek mengancam kesehatan dan kebersihan lingkungan. Oleh karena itu, perlu adanya pengelolaan limbah kresek dengan baik, sehingga limbah kresek benar-benar mendukung kehidupan masyarakat. Tidak hanya ketika kita gunakan, namun juga setelah kita gunakan.

Tidak dipungkiri bahwa kresek dapat mudah ditemukan di segala aktivitas masyarakat, mulai dari berbelanja sampai dengan membungkus sampah rumah tangga. Sifat kresek yang tahan air dan ringan membuat masyarakat selalu menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Sayangnya, kresek yang tidak terpakai langsung dibuang tanpa adanya pengolahan terlebih dahulu. Hal ini menyebabkan jumlah limbah kresek mengalami peningkatan yang tajam setiap tahunnya. Terlebih lagi, limbah kresek memiliki sifat tidak mudah terurai dalam waktu singkat, sehingga penumpukan limbah kresek selalu tergambar nyata di sejumlah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tanpa ada solusi untuk mengurangi jumlah limbah kresek tersebut.

a6

Dengan berlandaskan pada kenyataan di atas, timbul upaya untuk mengurangi jumlah limbah kresek yang menumpuk pada skala rumah tangga di desa Tlompakan, kecamatan Tuntang, sehingga tim KKN Tematik Posdaya 1 Universitas Diponegoro berinisiatif menggalakkan program monodisiplin yang digagas oleh Agritia Amana, mahasiswa jurusan Matematika, Fakultas Sains dan Matematika. Program tersebut berupa sosialisasi dan pelatihan pengolahan limbah kresek menjadi kerajinan tangan, atau yang lebih dikenal dengan istilah handicraft. Bermodalkan pada pengalamannya sebagai grand finalis kedua pada lomba pembuatan handicraft November 2015 lalu di ajang Pekan Inovasi LPP (Lembaga Penyiaran Publik) RRI (Radio Republik Indonesia) tingkat Nasional, Agritia memberikan pelatihan pembuatan handicraft dari limbah kresek kepada ibu-ibu PKK RW 04 beserta kader Posdaya Tunas Manunggal desa Tlompakan.

Pelatihan pengolahan limbah kresek menjadi handicraft berlangsung 2 kali. Pelatihan pertama berlangsung pada hari Minggu, 16 April 2016, berlokasi di rumah ibu Sri Purwati, dengan sasaran pelatihan yaitu ibu-ibu PKK RT 04 RW 04 desa Tlompakan. Sedangkan pelatihan kedua berlangsung pada hari Sabtu, 30 April 2016, berlokasi di Posko KKN Tematik Posdaya 1 RT 03 RW 04 desa Tlompakan. Pelatihan yang merupakan bagian dari kegiatan program monodisiplin KKN Tematik Posdaya 1 ini disambut baik oleh seluruh pihak, khususnya ibu-ibu PKK RT 04 dan RW 04 sekaligus kader Posdaya Tunas Manunggal. Nampak bahwa dalam pelatihan tersebut, ibu-ibu memiliki semangat belajar serta tingkat antuisiasme yang tinggi.

a7

Pengolahan limbah kresek menjadi handicraft terbilang mudah. Limbah kresek yang diperoleh dari kegiatan berbelanja awalnya dipotong ujung atas dan bawahnya, kemudian limbah kresek tersebut dipotong dengan teknik tertentu sedemikian hingga menghasilkan benang/tali dari limbah kresek. Benang dari limbah kresek tersebut digulung pada potongan berbentuk stick dari kardus bekas, kemudian benang limbah kresek siap untuk dikepang layaknya mengepang tali pada umumnya. Kepangan dari limbah kresek tersebut dapat diaplikasikan sebagai penghias atau aksen pada barang bekas, layaknya toples bekas yang sudah kusam, maupun barang bekas seperti kardus bekas dan kaleng bekas yang dapat dikreasikan sesuai dengan keinginan.

a8

Beberapa handicraft yang dihasilkan dari pelatihan pengolahan limbah kresek ini meliputi: tempat tissue, dompet, celengan (tabungan koin), tempat air mineral gelas, stationery organizer, dan accessories organizer. “Dengan adanya pelaksanaan program (re:pelatihan pengolahan limbah kresek menjadi handicraft) ini, kedepannya, saya berharap agar masyarakat dapat melanjutkan pembuatan handicraft ini sebagai kegiatan rutin. Selain mengisi waktu luang dan memanfaatkan limbah kresek yang terbuang atau hanya menumpuk sia-sia di dalam rumah, handicraft yang dihasilkan dari kepangan limbah kresek tersebut juga dapat membawa berkah dengan adanya bentuk kewirausahaan dari penjualan handicraft. Handicraft dari limbah kresek masih jarang di pasaran, dengan demikian terdapat peluang yang terbuka lebar bagi masyarakat untuk menjual produk handicraft kepada khalayak umum”, ujar Agritia. Ibu Kadarwati, selaku Ketua Posdaya Tunas Manunggal, juga sangat mengapreasiasi dengan adanya pelatihan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Tematik Posdaya 1 Universitas Diponegoro. “Kami sangat beruntung sekali, karena dengan adanya pelatihan membuat handicraft dari limbah kresek, masyarakat menjadi lebih bijak dalam mengolah limbah kresek. Ditambah dengan peluang berwirausaha melalui produksi handicraft dari limbah kresek, saya menginginkan agar produk ini dapat dipasarkan melalui warung Posdaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa Tlompakan, khususnya warga yang ada di wilayah RW 04”, imbuh beliau.

Tingkatkan Minat Panganan Lokal Melalui Bazaar Desa

r2

Panganan lokal menjadi salah satu makanan legendaris bagi sebagian masyarakat. Selain harganya yang mudah terjangkau, citarasanya yang khas membuat kesan tersendiri bagi pemburu kuliner. Namun, di era modernisasi saat ini, banyak masyarakat yang mulai meninggalkan makanan berlabel lokal tersebut. Bahkan masyarakat rela membayar lebih demi makanan ala luar negeri. Perlu disadari bahwa tak selamanya makanan berharga ‘selangit’ memiliki kandungan gizi yang baik bagi tubuh, salah satu contohnya adalah junk food yang sayangnya masih digandrungi oleh mayoritas masyarakat. Ditambah dengan gengsi sosial masyarakat yang memiliki persepsi bahwa makanan lokal adalah makanan wong ndeso, membuat makanan ini semakin miris keberadaannya. Padahal makanan lokal tak selalu identik dengan makanan orang desa, justru makanan lokal sesungguhnya memiliki nilai gizi serta citarasa yang khas bila dibandingkan dengan makanan olahan serba luar negeri.

r1

Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk memperkenalkan makanan lokal dengan harapan masyarakat dapat mengenal sekaligus mulai membudayakan konsumsi makanan lokal dibandingkan dengan junk food. Tim KKN Tematik Posdaya 1 Undip Desa Tlompakan bekerja sama dengan ibu-ibu PKK RW 04 kemudian berinisiatif untuk menggelar bazaar seiring dengan adanya problematika tersebut. Olahan pangan yang telah dibuat oleh warga setempat kemudian dijajakan sebagai barang dagangan dalam bazaar tersebut. Adapun panganan lokal tersebut meliputi kripik talas, kripik pisang, bothok sayur, oseng kangkung, serta abon lele. Bazaar kemudian diselenggarakan pada hari Sabtu, 21 Mei 2016, bertepatan dengan pertemuan ibu-ibu RW 04 Desa Tlompakan, berlokasi di TPA Al-Hikmah Dusun Krajan Barat.

r3

Untuk menambah variasi komoditas bazaar, ibu-ibu PKK juga menyelenggarakan sembako murah diantaranya mie instan, gula, dan minyak goreng. Dengan harga terjangkau, ibu-ibu dapat membeli sembako tanpa harus bersusah payah pergi ke pasar, sebab pasar terdekat dari desa Tlompakan yaitu pasar Bringin yang berjarak 4 kilometer. Antusiasme warga juga terlihat dengan adanya transaksi jual beli selama bazaar diselenggarakan. Harga olahan panganan lokal yang dijual berkisar antara Rp 3.500,00 hingga Rp 20.000,00. Di lain pihak, keuntungan yang diperoleh dari penjualan barang pada bazaar tersebut akan dimasukkan ke dalam uang kas warung Posdaya Tunas Manunggal, dimana warung Posdaya tersebut nantinya menjadi rintisan koperasi Posdaya. Kas tersebut akan dikelola oleh pengurus warung Posdaya supaya kegiatan yang berkaitan dengan Posdaya Tunas Manunggal memiliki anggaran dana tersendiri. Kedepannya, kegiatan bazaar akan dilaksanakan secara rutin sebagai pemasukan bagi kas warung Posdaya. Selain itu, bazaar tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat warga terhadap panganan lokal sekaligus memberdayakan kreatifitas masyarakat dalam mengolah bahan baku setempat untuk mengolah panganan yang sehat dan bergizi tinggi.

Pembentukan Rintisan Koperasi Posdaya Tunas Manunggal

a9

Untuk menjawab permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat desa Tlompakan mengenai peminjaman dana UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), tim KKN Tematik Posdaya 1 Universitas Diponegoro melakukan rapat dengan pengurus Posdaya Tunas Manunggal guna membentuk pengurus koperasi Posdaya. Rapat yang dihadiri oleh seluruh pengurus Posdaya beserta kepala desa Tlompakan, Bapak Sunardi, berlangsung pada hari Minggu, 24 April 2016, bertempat di posko KKN Tematik Posdaya 1 Desa Tlompakan. Rapat perdana yang dihadiri oleh mahasiswa KKN Universitas Diponegoro ini menjadi suatu kesan tersendiri bagi pengurus Posdaya Tunas Manunggal. Rapat bersama pengurus Posdaya dilaksanakan dalam 2 periode. Untuk periode pertama, rapat berlangsung pada hari Minggu, 24 April 2016, pukul 15:00 WIB, berlokasi di Posko KKN Tematik Posdaya 1 Desa Tlompakan, sedangkan untuk periode kedua, rapat berlangsung pada hari dan jam yang sama di tanggal 15 Mei 2016, berlokasi di TPA Al-Hikmah Dusun Krajan Barat.

            Hal yang dibahas selama berlangsungnya rapat periode pertama yaitu kendala yang ditemui pengurus Posdaya Tunas Manunggal terkait dengan adanya pembentukan rintisan koperasi Posdaya. Kendala tersebut diantaranya adalah adanya macet usaha yang dialami oleh warga yang disebabkan oleh kekurangan pasokan bahan baku. Untuk solusi dari permasalahan tersebut, berlangsung musyawarah antara mahasiswa KKN dengan pengurus Posdaya, salah satunya yaitu Ibu Dwi Kadarwati selaku ketua Posdaya Tunas Manunggal. Beliau menuturkan, bahwasannya warga desa Tlompakan, khususnya warga yang berada di wilayah RW 04 kembali diberdayakan dan diberikan pelatihan untuk mengolah jenis produk lain, dengan syarat bahan baku yang mudah ditemui dan jumlahnya tidak tergantung pada cuaca (tidak bersifat musiman). Selain itu, pengurus Posdaya Tunas Manunggal juga mengeluhkan teknik pemasaran yang belum dikuasai oleh masyarakat, menyebabkan barang yang telah diproduksi tidak dapat terjual secara optimal. Dengan adanya problema tersebut, mahasiswa KKN berupaya untuk melakukan pelabelan produk yang bertujuan agar produk memiliki identitas sehingga konsumen diharapkan lebih mengenal produk tersebut, serta pendistribusian produk di berbagai tempat wisata di kota Salatiga. Upaya tersebut juga ditambah dengan adanya pelatihan pemasaran produk secara online yang akan diajarkan oleh mahasiswa KKN. Selain permasalahan di atas, kegiatan administrasi tak luput dibahas pada rapat periode pertama, yaitu adanya usulan mengenai sistem simpan pinjam pada rintisan koperasi Posdaya yang berfungsi sebagai modal awal dari Posdaya Tunas Manunggal, dimana kegiatan tersebut akan dimulai pada bulan Mei 2016, dengan simpanan wajib sebesar Rp 5.000,00 dan simpanan pokok sebesar Rp 25.000,00. Kegiatan simpan pinjam akan diawali oleh pengurus Posdaya, kemudian baru diterapkan kepada masyarakat RW 04 desa Tlompakan. Rapat periode pertama kemudian ditutup dengan kesepakatan mengenai pembentukan rintisan koperasi Posdaya berupa warung Posdaya, dengan kepengurusan sebagai berikut: Pak Gus Danial sebagai ketua, Ibu Sri Kadarwati sebagai sekretaris, Ibu Yuliani dan Ibu Riswiketi (Ibu Riris) sebagai bendahara warung Posdaya.

a10

           Selanjutnya, hal yang dibahas pada rapat periode kedua yaitu penyusunan konsep warung Posdaya dan rancangan pelaksanaan bazaar Tlompakan yang akan diadakan pada tanggal 22 Mei 2016 mulai pukul 16:00 WIB hingga pukul 18:00 WIB. Warga nantinya akan diundang dalam acara bazaar Tlompakan sekaligus pameran produk berlabel warung Posdaya, dengan tujuan agar masyarakat sekitar mengenal terlebih dahulu aktivitas dan produk yang dihasilkan dari warung Posdaya sebagai bentuk rintisan koperasi Posdaya. Dengan adanya bazaar tersebut, diharapkan dapat menjadi batu loncatan dari kegiatan administrasi Posdaya Tunas Manunggal, sekaligus sebagai modal awal dari Posdaya Tunas Manunggal. Selain itu, berkaitan dengan dibentuknya rintisan koperasi Posdaya, Ibu Dwi Kadarwati mengutarakan tentang keanggotaan koperasi Posdaya beserta laporan keuangan simpan pinjam. Anggota tetap koperasi Posdaya yaitu pengurus Posdaya Tunas Manunggal sebanyak 17 orang, kemudian warga RW 04 berinisiatif untuk ikut andil dalam kegiatan koperasi Posdaya, diantaranya 3 orang warga RT 01. Di lain pihak, mengenai laporan keuangan simpan pinjam, seperti yang disampaikan oleh Ibu Riris dan Ibu Yuliani, pencairan dana dilakukan dengan tempo 1 bulan dan diangsur 15 kali dengan bunga sebesar 2%, dengan jumlah uang yang terkumpul pada saat itu sebesar Rp 510.000,00. Nantinya, jumlah uang yang terkumpul diharapkan dapat meningkat seiring dengan adanya pelaksanaan bazaar Tlompakan mendatang.

AKSI TALAS: Say No To Hipertensi

a1

Salah satu mahasiswa yang tergabung dalam Tim KKN Tematik Posdaya 1 Undip berhasil mendapat dukungan dan mengundang antusis warga Tlompakan untuk ikut berpartisipasi aktif dalam progam pecegahan tekanan darah tinggi (hipertensi). Progam tersebut adalah Aktifitas Fisik Senam Lansia dan Terapi Labu Siam atau yang sering dikenal dengan sebutan AKSI TALAS. Penanggung jawab dari program AKSI TALAS yaitu Hafidzoh Najwati, atau  lebih akrab disapa Hafi, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro.

a2

Gagasan adanya program ini berangkat dari keprihatianan terhadap Desa Tlompakan yang sebagian besar warga lansianya menderita hipertensi dan belum adanya progam khusus dari Posyandu yang serius untuk memperhatikan masalah ini. Apabila hipertensi tidak serius diperhatikan untuk segera ditangani, maka dapat mengakibatkan kompikasi stroke, Penyakit Jantung Koroner (PJK), dan gangguan ginjal berakibat kelemahan fungsi otak, kecacatan bahkan sampai kematian.

a3

Serangkaian progam ini terdiri dari pengadaan senam rutin setiap minggu, Membuat Jus Labu siam untuk Hipertensi , dan edukasi cara pencegahan hipertensi kepada masyarakat yang dilaksanakan selama masa bakti KKN 9 mei-29 April 2016 di Rumah Ibu Rusmiyati, selaku salah salah satu kader Kesehatan. Menurut Hafi, AKSI TALAS turut membantu pemerintah Indonesia dalam menurunkan prevalensi Kejadian Penyakit Tidak Menular, yaitu hipertensi yang menempati urutan pertama pada rawatan jalan dan peringkat kedua pada layanan rawat inap berdasarkan data yang dirilis Kemenkes tahun 2012 lalu, dan melalui progam ini diharapkan dapat mengoptimalkan peran Posyandu, khususnya dalam menangani masalah hipertensi pada Lansia di Desa Tlompakan.

a4

“Dengan adanya pelatihan intensif kepada kader, pelatihan senam rutin kepada masyarakat, Buku panduan dan CD-AKSI TALAS yang telah diberikan selama masa bakti Tim KKN diharapkan progam ini dapat dilaksanakan secara kontinyu kedepannya” ujar Pak Firman selaku Pelatih (Kader) Kesehatan, yang sekaligus menjadi Ketua dalam Senam Sehat Indonesia (SSI) Desa Tlompakan.

Bugar dan Segar Bersama Gebyar Tlompakan

P5080491

Pagi itu menjadi pagi yang tak biasa bagi masyarakat Tlompakan. Lapangan yang sepi tiba-tiba dikerumuni oleh masyarakat dari berbagai kalangan maupun usia. Pada hari itu, Minggu, 8 Mei 2016, remaja yang tergabung dalam Karang Taruna Desa Tlompakan menyelenggarakan Gebyar Tlompakan sebagai ajang silaturahmi warga Tlompakan RW 03 dan RW 04 sekaligus pelaksanaan senam untuk kebugaran jasmani. Dengan koordinasi antara Karang Taruna dan tim KKN Tematik Posdaya 1 Universitas Diponegoro di desa Tlompakan, acara tersebut berlangsung sangat meriah. Banyak warga yang antusias dan mulai berdatangan ke lapangan meski terik matahari mulai menyengat.

P5080488

Acara pada pagi itu diawali oleh senam aerobik yang langsung dipandu oleh instruktur senam aerobik setempat. Meski beberapa warga terengah-engah saat mengikuti gerakan senam, namun mayoritas dari ibu-ibu dan remaja serta anak-anak desa Tlompakan tetap bersemangat dalam mengikuti acara tersebut. Pukul 07:30 WIB, musik senam aerobik mulai terdengar, sontak warga sekaligus instruktur senam beraksi dengan gerakan dasar dari senam aerobik. Walaupun gerakan senam bertempo cepat, namun masyarakat tidak mengeluh, justru mereka semakin bersemangat. Acara senam berakhir pukul 09:00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan sarapan bersama yang telah disediakan oleh panitia. Tak lupa panitia juga membagikan kupon doorprize yang nantinya akan diumumkan di akhir acara.

P5080546

Tidak hanya senam aerobik, panitia juga menyelenggarakan games bagi ibu-ibu dan anak-anak untuk menambah keseruan acara. Games tersebut dibagi menjadi 2 sesi, dimana sesi awal akan diisi dengan games khusus ibu-ibu. Games pertama yaitu games melatih kekompakan dan koordinasi, dimana setiap kelompok ibu-ibu terdiri dari 4 orang, dan salah satu kaki diikat dengan kaki orang lain menggunakan tali rafia, kemudian ibu-ibu ditantang untuk berjalan sampai ke garis finish. Aksi ini mengundang gelak tawa dari seluruh khalayak, karena beberapa diantaranya kebingungan untuk melangkahkan kaki satu dengan yang lain. Kemeriahan acara tersebut kemudian ditutup oleh games anak-anak yaitu games goyang pinguin dan lomba makan kerupuk serta pembagian hadiah kepada pemenang games. Tak lupa, di akhir acara, panitia mengumumkan doorprize berdasarkan kupon yang dipilih secara acak.

Seluruh rangkaian acara tersebut usai tepat pukul 12:00 WIB. Meski warga terlihat lelah dan berkeringat, namun warga merasa terhibur dengan terselenggaranya acara tersebut. Acara juga berlangsung lancar dan meriah. “Saya salut kepada Karang Taruna dan tim KKN Undip, sebab jarang generasi mudah yang ingin memperhatikan kami (re:warga Tlompakan), niat kalian luar biasa walau usia masih muda tapi sudah punya kesadaran untuk membangun kerukunan warga, tak semua generasi muda mau berkorban waktu dan tenaga, apalagi hari ini bertepatan dengan rangkaian long weekend, di saat yang lain sibuk berlibur dan plesir, ternyata para remaja dan mahasiswa berusaha mengumpulkan warga untuk meningkatkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan. Saya harap acara ini bisa dijadikan kegiatan rutin di desa Tlompakan, karena acara ini mengemas hiburan sekaligus kebugaran dengan adanya games dan senam seperti ini, “ tutur Ibu Nik, warga RT 04 desa Tlompakan.

Damandiri Lakukan Kunjungan ke Desa Tlompakan

Kunjungan dan Diskusi Pengurus DAMANDIRI Jakarta dengan Perangkat Desa Tlompakan

Demi meningkatkan informasi kepada khalayak mengenai program Damandiri yang berupa program pinjaman untuk UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) Desa ber-Posdaya (Pos Pemberdayaan Keluarga), Damandiri melakukan kunjungan serta sosialisasi ke beberapa daerah, salah satunya yaitu Desa Tlompakan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Dengan didampingi oleh salah satu dosen KKN Universitas Diponegoro, Ibu dr. Sri Winarni, M.Kes, perwakilan dari pengurus Damandiri Pusat tiba di balai desa Tlompakan pada hari Selasa, 5 April 2016,tepat pukul 11:00 WIB. Acara diawali oleh sambutan dari Bapak Sunardi, selaku kepala desa Tlompakan, kemudian dilanjutkan oleh sambutan dari Ibu Dwi Kadarwati, selaku ketua Posdaya Tunas Manunggal. Adapun yang hadir dan ikut berpartisipasi dalam acara tersebut yaitu kader Posdaya dari desa Tlompakan serta beberapa mahasiswa KKN Tematik periode April 2016 Universitas Diponegoro. Setelah sambutan usai, acara inti dari kunjungan tersebut adalah pemaparan dan diskusi oleh Bapak Firdaus selaku sekretaris Damadiri Pusat, dengan moderator Ibu dr. Sri Winarni, M.Kes.

Suasana Diskusi dan Kunjungan dari Pengurus DAMANDIRI ke Desa Tlompakan

Dalam diskusi tersebut, beberapa kader posdaya dari keempat pilar menyampaikan kendala yang terjadi di Desa Tlompakan terkait dengan pelaksanaan Posdaya Tunas Manunggal, khususnya kendala yang terjadi dalam pemasaran UMKM. Kendala tersebut berupa ketiadaan sumber modal untuk pemasaran produk UMKM, dimana warga belum memahami teknik pemasaran produk sehingga produk yang dihasilkan oleh masyarakat hanya ditawarkan kepada orang-orang terdekat. Selain itu, warga juga terkendala pada alur rancangan biaya untuk mengurus pencairan modal UMKM pada suatu instansi atau bank tertentu.

Berdasarkan hal tersebut, Bapak Firdaus selaku sekretaris dari Damandiri Pusat menjawab kendala warga dengan memperkenalkan program pinjaman dana pada UMKM. Program dari Damandiri tersebut merupakan suatu bentuk bantuan untuk memajukan UMKM Posdaya Tunas Manunggal agar warga tidak mengalami kendala pada modal serta pemasaran produk UMKM. Damandiri akan mencairkan bantuan sebesar Rp 300.000.000,00 dengan bantuan koordinator sebagai pihak ketiga yaitu Bank Perkreditan Rakyat dan Bank Pembangunan Daerah yang sebelumnya telah ditunjuk oleh pihak Damandiri. Salah satu BPD yang ditunjuk oleh Damandiri yaitu BPD Jateng, sedangkan BPR yang ditunjuk yaitu BPR Nusamba. Kedepannya, BPR Nusamba maupun BPD Jateng akan menyalurkan dana pinjaman kepada warga desa Tlompakan melalui koperasi Posdaya Tunas Manunggal sebagai wadah dari seluruh hasil produksi UMKM Desa, sehingga Damandiri tidak secara langsung memberikan biaya kepada masyarakat, melainkan melalui BPD dan BPR setempat yang bertugas untuk menyalurkan kepada masyarakat melalui koperasi Posdaya. Untuk membantu pembentukan koperasi Posdaya Tunas Manunggal, kader Posdaya Tunas Manunggal akan didampingi oleh Dinas Koperasi Kabupaten Semarang.

Di akhir acara, Bapak Sunardi menyampaikan ungkapan tentang kunjungan dan diskusi yang dihadiri oleh pengurus Damandiri Pusat. “Saya berterimakasih kepada pengurus Damandiri Pusat yang sudah hadir ke desa Tlompakan, serta saya juga sangat antusias dengan adanya program dari Damandiri yang telah dipaparkan oleh pengurus sewaktu berjalannya diskusi. Kami (re: warga desa Tlompakan) sangat berharap pada program Damandiri sebab kami hanya sebagai wong cilik yang tidak dapat berbuat banyak jika harus mengurus Posdaya tanpa adanya bantuan dari beberapa pihak”. Di lain pihak, Bapak Firdaus menyatakan bahwa pengurus Damandiri Pusat akan membantu semaksimal mungkin untuk memajukan Posdaya Tunas Manunggal Desa Tlompakan. “Semoga dengan adanya koperasi Posdaya Tunas Manunggal, Damandiri dapat memajukan kehidupan serta kesejahteraan keluarga di desa Tlompakan, karena Damandiri bekerja dalam bidang sosial (berupa pencairan modal pinjaman) dan dalam bidang bisnis (pemasaran UMKM Desa), “ imbuh Pak Firdaus.

REMAJA CERDAS MENUJU GENERASI EMAS

Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak ke masa dewasa. Kehidupan remaja merupakan kehidupan yang sangat menentukan bagi kehidupan masa depan mereka selanjutnya. Pada tahun 2010 jumlah remaja umur 10-24 tahun sangat besar yaitu sekitar 64 juta atau 27,6% dari jumlah Penduduk Indonesia sebanyak 237,6 juta jiwa (Sensus Penduduk,2010). Melihat jumlahnya yang sangat besar, maka remaja sebagai generasi penerus bangsa perlu dipersiapkan menjadi manusia yang sehat secara jasmani, rohani, mental dan spiritual. Faktanya, berbagai penelitian menunjukkan bahwa remaja mempunyai permasalahan yang sangat kompleks seiring dengan masa transisi yang dialami remaja. Masalah yang menonjol dikalangan remaja yaitu permasalahan seputar TRIAD KRR (Seksualitas, HIV dan AIDS serta Napza), rendahnya pengetahuan remaja tentang Kesehatan Reproduksi Remaja dan median usia kawin pertama perempuan relatif masih rendah yaitu 19,8 tahun (SDKI 2007).

Peningkatan pengetahuan mengenai hal-hal mengenai kesehatan reproduksi remaja dirasa perlu untuk terus membetengi remaja agar dapat mencapai masa depannya. Penduduk kota dan penduduk desa kadang memiliki faktornya tersendiri dalam pendapatan informasi tersebut, khususnya masyarakat desa masih susah dalam mengakses beberapa media informasi. Desa gogik merupakan desa didaerah Ungaran barat yang memiliki cukup banyak remaja dan seperti kurva yang digambarkan bahwa dalam waktu sebentar generasi tua didesa ini akan digantikan.

Maka kami berusaha untuk mencari solusi agar walaupun desa masyarakat khususnya remaja masih dapat mendapatkan informasi kesehatan remaja yang cukup. Dicobalah PIK KRR dengan basis remaja tiap RT yang dioptimalkan untuk dapat menjadi kader di RT nya dan dapat diaplikasikan setiap kali ada rapat reamaja. Murah dan mudah adalah kata yang tepat untuk program ini hanya saja mungkin kesabaran kader dan dedikasi dalam keinginan untuk terdepan dalam mengakses informasi menjadi tantangan tersendiri untuk kader remaja tersebut.

Menanam Generasi Cerdas di Taman Belajar

DSC_0313

Mahasiswa KKN Undip membentuk taman belajar di desa binaannya, yaitu di Desa Gogik, tepatnya di Dusun Gintungan. Program ini merupakan salah satu program multi yang bergerak dalam pilar pendidikan.  Pada tanggal 15 Mei 2016, akhirnya taman baca ini telah diresmikan oleh bapak kepala Desa Gogik. Taman belajar ini berlokasi di kediaman Bapak Nasihun, selaku tokoh agama yang ada di dusun gintungan. Di lantai dua rumah Pak Nasihun setiap ba’da maghrib dimanfaatkan untuk tempat mengaji. Tempatnya kecil, namun cukup kondusif, meskipun aksesnya harus menaiki anak tangga. Ruang yang kecil ini kemudian disulaplah sebagai tempat belajar yang nyaman, sesuai dengan namanya “Taman Belajar”. Dalam taman ini berisi perpustakaan, yang mana pengadaan buku – bukunya berasal dari donatur baik dari masyarakat desa, lingkungan kampus, maupun dari mahasiswa KKN sendiri. Kemudian ada mading, poster, white board, dan aksesoris yang memperindah tampilan taman belajar.

Sebelum taman belajar ini terbentuk, aktivitas yang ada di tempat tersebut adalah mengaji Qur’an setiap malam, atau TPQ. Sesuai dengan survey pra pelaksanaan KKN, memberikan hasil bahwa banyak anak – anak usia SD yang minat belajarnya tinggi. Untuk itu dibentuklah taman belajar, yang bertujuan untuk memfasilitasi anak – anak dalam belajar. Karena buku – buku yang disediakannya pun bervariatif dan menyenangkan untuk dibaca. Dengan dibentuknya taman belajar, semoga bisa memerikan manfaat kepada masyarakat, khusunya anak – anak. Karena anak adalah generasi penerus bangsa yang harus mendapat pendidikan sejak dini.  TIM KKN pun juga berharap struktur kepengurusan yang mengelola taman belajar dapat berfungsi dengan baik.

 

WARUNG POSDAYA KARYA GUNA

PACKING RENGGINANG rev

Dusun Gintungan memiliki keindahan alam menawan. Selain memiliki potensi alam yang indah, dusun ini juga memiliki UMKM yang berpotensi dalam bidang ekonomi. UMKM yang terkenal adalah rengginang. Tim KKN Undip membentuk warung posdaya. Sistem kerja warung posdaya ini mengumpulkan produk – produk masyarakat dan dijual melalui satu pintu.  Adapun produk unggulan yang sudah ada di dusun ini adalah rengginang, dan pakaian (produk tailor). Selain itu ibu – ibu di dusun gintungan pandai dalam membuat jajanan tradisional, maupun modern yang mana bisa dijadikan sebagai produk dari warung posdaya.

Dengan adanya warung posdaya, diharapkan ekonomi masyarakat dapat meningkat. Sistem yang diterapkan dalam warung posdaya ini berjualan dengan satu pintu. Maksudnya ada yang disebut dengan warung posdaya, dimana warung tersebut menjual produk – produk masyarakat, kemudian apabila ada pembeli, harus melalui warung posdaya. Meskipun pembeli mengetahui siapa penjual produk tersebut, harus tetap membeli melalui warung posdaya.

IMG-20160521-WA0004

Sistem ini bertujuan untuk menyamarataakan kedudukan produk, sehingga antara produsen satu dengan produsen lainnya berkesempatan yang sama dalam mendapatkan pembeli. Tim KKN juga memberikan pengarahan dalam meengurus PIRT produk warung posdaya. Yang tidak kalah penting, Tim KKN juga telah memberikan inovasi, berupa desain kemasan untuk produk unggulan dusun ini, yaitu rengginang. Selain itu, pemasaran online dalam mempromosikan produkk UMKM dusun ini juga telah dilakukan.