Agenda Kegiatan

There are no events.

Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31
« Jul   Sep »

Tweets

REPORTASE MINGGU 5

Lomba Cerdas Cermat Tingkat SD/MI Sederajat

DSC_0544_COMPRESS

Pendidikan merupakan kebutuhan mendasar bagi pembangunan bangsa. Maju tidaknya suatu bangsa tergantung pada kualitas pendidikan yang ada pada bangsa tersebut. Potensi dan antusias yang tinggi dari masyarakat desa Gondoharum terhadap pendidikan diapresiasi dengan terselenggaranya lomba cerdas cermat (LCC) tingkat SD/MI sederajat di desa Gondoharum. LCC diadakan pada kamis, 11 Agustus 2016 di balai desa Gondoharum dan diramaikan oleh supporter dari masing-masing sekolah. Tujuan diadakannya LCC tersebut adalah untuk meningkatkan semangat belajar siswa/i, mengajarkan cara bersaing yang baik dan sehat sejak dini, mewadahi siswa/i untuk mengaplikasikan potensi yang dimiliki dan memberikan apresiasi. Tiga skor tertinggi pun diraih oleh SDN 1 Gondoharum, SDN 7 Gondoharum dan SDN 4 Gondoharum sebagai juara 1, 2 dan 3. Kegiatan LCC diakhiri dengan pengumuman juara dan pembagian hadiah yang diberikan oleh Pak Puspito selaku sekretaris Desa setempat.

 

Pembuatan Nugget Ayam sebagai Pilihan Produk UMKM

DSC_0305_COMPRESS

DSC_0256_COMPRESS

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) adalah salah satu motor penggerak perekonomian di Indonesia. Keberadaan UMKM di desa Gondoharum yang masih minim, diantaranya hanya ada UMKM Susu Kedelai, Gergaji, Meubeler, dan sebagainya, membuat mahasiswa KKN berpikir untuk mengembangkan UMKM baru di bidang kuliner yaitu pembuatan nugget ayam dengan produk yang dinamai “NUGO” atau Nugget Gondoharum. Terlaksananya program multidisiplin pembuatan nugget ayam diharapkan dapat mendukung perekonomian di Desa Gondoharum. Pembuatan Nugo dilaksanakan pada Rabu, 10 Agustus 2016 di Balai Desa Gondoharum pada pukul 15.30 WIB dengan sasarannya adalah ibu-ibu PKK. Respon yang diberikan cukup positif dan menarik sehingga cukup besar kemungkinan ibu-ibu PKK tersebut akan mengembangkan produk Nugo.

Pelatihan Pembuatan Biskuit Gadung untuk Pemberantasan Hama Tikus

DSC_0554_COMPRESS

Padi merupakan tanaman pangan utama yang menjadi sumber makanan pokok bagi sebagian masyarakat Indonesia. Sulitnya mengendalikan hama tikus tersebut menjadi kendala petani di Indonesia, khususnya di Desa Gondoharum. Pelatihan pembuatan biskuit gadung tersebut diadakan di salah satu rumah warga di dusun Tampung, Desa Gondoharum pada Selasa, 2 Agustus 2016 dengan sasaran gabungan kelompok tani. Respon yang diberikan cukup baik dan antusias. Kelompok tani tersebut juga baru mendengar bahwa umbi gadung memiliki potensi untuk memberantas hama tikus di sawah, sehingga dapat dijadikan alternatif untuk para petani yang selain biayanya terjangkau, juga mudah dibuat.

 

Lomba Microsoft Office Word Perangkat Desa Kecamatan Bansari 2016

Kamis (4/8/16) telah dilaksanakan salah satu program kerja tingkat kecamatan yaitu Lomba Microsoft Office Word.

Kegiatan ini diprakarsai oleh 6 orang mahasiswa Tim II KKN UNDIP 2016 yaitu Daniel (Sistem Komputer), Naufal Miftahul Afif (Sistem Komputer), Darmawan Nur Kusuma (Teknik Informatika), Dzulfikar Fauzi (Teknik Informatika), Clara Dini Ayunita (Teknik Informatika), dan Dimas Dwi Prasetya (Teknik Informatika).

Pelaksana Tugas Kecamatan Bansari,  memang secara langsung meminta untuk diadakan pelatihan dan lomba mengenai komputer untuk perangkat desa/ kecamatan. Selain karena dari Pemerintah Daerah yang telah menuntut agar perangkat desa/ kecamatan dapat mengoperasikan komputer, tapi juga karena saat ini sebagian besar kegiatan surat menyurat, pendataan, dan pengarsipan menggunakan aplikasi berbasis desktop maupun web.

Sebelum pelaksanaan Lomba Microsoft Office Word, telah dilaksanakan pelatihan kepada kader perangkat dari setiap desa yang ada di Kecamatan Bansari. Masing-masing koordinator dari 13 desa bertanggung jawab untuk melatih kader perangkat perwakilan desanya. Pelaksanaan pelatihan mengacu kepada modul yang telah disusun oleh 6 mahasiswa pemrakarsa kegiatan.

Lomba Microsoft Office Word dilaksanakan di aula Kecamatan Bansari. Dari 13 kader perwakilan desa yang diundang, hanya 1 kader yang tidak bisa hadir, karena memang waktu pelaksaan lomba sebenarnya bertepatan dengan musim panen tembakau.

Lomba dimulai pukul 09.30 WIB diawali dengan sambutan oleh Koordinator Kecamatan Bansari TIM II KKN UNDIP 2016, Ahmad Farras Faza dan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Didik selaku Sekretaris Kecamatan Bansari yang sekaligus membuka acara.

Peserta lomba diminta untuk membuat sebuah surat undangan formal dalam waktu 90 menit. Konten dari surat undangan sudah disesuaikan dengan modul yang digunakan sebagai acuan pengajaran.

1471305489228

1471305489175

1471305489110

 

 

 

 

 

 

Lomba dimenangkan oleh kader perwakilan Desa Candisari dan diumumkan saat Expo Kecamatan Bansari Tim II KKN UNDIP 2016 yang dilaksanakan Sabtu (13/8/16).

10 Dokter Kecil Siap Menjadi Agen Kesehatan SDN Soneyan 03

Pada tanggal 29 Juli 2016 kemarin, tim KKN II Undip Desa Soneyan Kab.Pati melakukan penyuluhan serta pelatihan Dokter Kecil di SDN Soneyan 03. Dokter Kecil terdiri atas 10 orang yang telah melalui seleksi oleh gurunya.

Sebelum memulai pelatihan, tim KKN terlebih dahulu melakukan perizinan ke sekolah. Sambutan dari guru di SDN Soneyan 03 begitu baik, bahkan beliau meminta tim KKN sekaligus melatih dokter kecil untuk persiapan perlombaan dokter kecil tingkat kab. Pati.IMG_8612_800x533

Pelatihan dilakukan di Ruang Serba Guna SDN Soneyan 03. Dalam pelatihan tersebut, para siswa diajarkan mengenai bagaimana pertolongan pertama pada kegawatdaruratan sederhana seperti saat mimisan, jatuh dan luka bahkan hingga luka bakar. Selain itu, para siswa juga dipahamkan mengenai poses imun dalam tubuh, kaitannya dengan mekanisme pertahanan tubuh.

Pada sesi terakhir, siswa diminta untuk praktik bagaimana cuci tangan yang baik dan benar dengan 7 langkah WHO.IMG_8715_800x533

Seminggu kemudian, Dokter Kecil ini diminta langsung bertugas mengajarkan hal-hal sederhana ke teman sekelasnya. Antusias dari murid kelas 4 dan 5 begitu baik. Mereka bahkan menantikan kedatangan tim KKN lagi.   IMG_8818_800x533

TIM KKN Desa Pucungrejo Meriahkan Perayaan Hari Kemerdekaan Dusun Growong

Muntilan – Menyambut peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-71 Dusun Gerowong mengadakan berbagi lomba. Salah satu lomba yang menarik adalah lomba cerdas cermat antar anak SD kelas 3,4,5, dan 6. Lomba yang diusung dari sebuah acara televisi “Ranking 1” ini sangat menarik minat anak-anak Desa Growong. Tak hanya anak-anak, namun para orang tua dan rema juga berkumpul untuk menyaksikan acara tersebut. Acara yang bertempatkan di lapangan Dusun Growong ini berlangsung pukul 16.00 WIB hingga 18.00 WIB dan dipimpin langsung oleh mahasiswa KKN yang diberi kesemoatan untuk menjadi MC. Acara ini sangat menyedot perhatian masyarakat, karena merupakan lombacerdas cermat pertama di Dusun Growong yang di prakarsai oleh Mahasiswa KKN Undip.

Antusias anak-anak terlihat ketika lomba akan dimulai, seluruh anak yang merasa siswa kelas 3,4,5,dan 6 langsung mendaftar untuk mengikuti lomba ini. Setelah mendaftar mereka pun segera duduk rapi dan kemudian dibagikan kertas sebagai alat bantu jawab. Perlombaan Ranking 1 ini menggunakan sistem gugur, yaitu apabila setelah diberi pertanyaan dan ada peserta yang salah menjawab maka ia akan dikeluarkan dari arena perlombaan. Jumlah peserta yang mencapai kurang lebih 50 anak membuat suasana perlombaan semakin ramai. Diringi pula dengan suara-suara pendukung dari keluarga mereka yang datang untuk menonton perlombaan.

Setelah smua peserta siap, perlombaanpun segera dimulai. Perlombaan ini dipimpin oleh mahasiswa KKN yaitu Gita dan Audy. Mereka merupakan MC yang sekaligus mengatur jalannya acara. Selain itu, mahasiswa lainnya bertugas sebagai juri dimana mereka yang mengawasi apabila ada peserta yang jawabannya salah atau curang untuk dikeluarkan dari arena.

Lomba pun dimulai dengan pertanyaan-pertanyaan yang cukup mudah. Satu-per satu peserta gugur dalam lima pertanyaan pertama. Sekita 25 anak perlahan-lahan meninggalkan arena. Kemeriahan lomba juga ikut mengiringi berjalannya acara, semua orang tua peserta berlomba-lomba menyemangati anak-anaknya. Tak kalah seru, peserta yang tadinya gugur ikut menyoraki peserta yang bertahan dan terkadang suka mengganggu agar peserta di arena kalah. Hal itu menambah seru dan membuat persaingan semakin sengit. Kemudian lomba terus bergulir dan gugur kembali satu per satu peserta Hingga akhirnya pertanyaan ke 7 yaitu tentang ibukota dari Amerika Serikat, membuat 19 peserta gugur seketika. 19 peserta tersebut menjawab New York, padahal seharusnya adalah Washington D C. Kemeriahan semakin bertambah, karena banyak peserta yang merasa gagal dan mengeluh.

Kemudian sisa peserta adalah 6 peserta. Dari 6 peserta ini kemudian diberikan pertanyaan lagi hingga disisihkan 3 untuk final. Ketiga peserta ini adalah Anas kelas 3, Dava kelas 5, dan ibnu kelas 6. Ketiga peserta ini merupakan peserta tertangguh dari Dusun Growong yang berhasil bertahan. Mereka merupakan bibit-bibit siswa yang cerdas karena berhasil menyingkirkan 47 temannya.

Persaingan di final ini juga tak kalah menarik. Yang awalnya panitia mengira bahwa dapat memutuskan juara dengan 3 pertanyaan saja, namun smua anak berhasil menjawab hingga 5 pertanyaan. Hasil seri didapat setelah 5 pertanyaan yang cukup sulit terjawab, hingga akhirnya di pertanyaan ke 6 munculah anak dengan skor tertinggi yaitu Ibnu. Setelah itu tinggal 2 peserta lagi dan akhirnya panita kembal melanjutkan lomba hingga mendapatkan juara ke 2 dan 3. Hasil seri selalu ditunjukan oleh mereka. Hingga akhirnya pada 5 pertanyaan terakhir setelah diakumulasi hasilnya terlihatlah sang juara ke 2 yaitu anas, dan juara ke 3 yaitu dava. Pengumuman juara tak langsung diberikan kepada peserta itu, karena akan jadi kejutan pada puncak acara Hari Kemerdekaan di tanggal 17 Agustus 2016 nanti

 

Desa Pucungrejo Selenggarakan Forum Group Discustion Pupera

Muntilan – Sabtu (6/8), bertempatan di Balai Desa Pucungrejo diselenggarakan Forum Group Discustion Pupera II (FGD Pupera II). Acara ini dihadiri oleh 11 kepala Dusun di Desa Pucungrejo. FGD kali ini bertujuan untuk menjabarkan hasil-hasil survei dan penilaian terhadap kawasan pemukiman kumuh dari mahasiswa KKN. Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Kepala Desa Pucungrejo dan Koor Pupera dari Tim KKN Undip ini berlangsung dari pukul 10.00 WIB hingga 12.00 WIB.

Dalam kesempatan ini diawali oleh sambutan Koordinator Desa Pucungrejo, kemudian sambutan oleh Kepala Desa Pucungrejo dan pemaparan hasil survei oleh TIM KKN II Undip. Dalam survei tersebut, mahasiswa mensurvei wilayah Dusun Pandansari. Dusun ini masih tergolong dalam Dusun yang memiliki lingkungan kumuh. Terdapat tujuh indikator yang disurvei dan dinilai oleh mahasiswa. Yaitu mengenai bangunan gedung, jalan lingkungan, drainase, air minum, pengolahan sampah, pengolahan air limbah, dan proteksi kebakaran. Dari ketujuh indikator tersebut, wilayah Dusun Pandansari masih kurang memenuhi syarat sehingga masih tergolog lingkungan kumuh. Misalkan dari indikator jalan lingkungan, di Dusun Pandansari memiliki jalan yang relatif sempit dan tidak bisa dilewati oleh kendaraan bermotor. Selain itu dari segi air minum, banyak sumur-sumur sumber air minum terletak berdekatan dengan WC, atau dengan pembuangan limbah sehingga kualitas dari air tersebut menjadi buruk dan kurang layak minum, dan hal tersebut juga berlaku di indikator-indikator lain.

Setelah dijabarkan semua hasil survei dan penilaian dari TIM II KKN Undip tersebut, digelarlah sesi diskusi dan tanya jawab antar Kepala Desa, Kepala Dusun, dan Mahasiswa. Dalam kesempatan ini semua peserta ikut aktif dalam berdiskusi, mereka mendiskusikan bagaimana solusi yang terbaik untuk menanggulangi permasalahan-permasalahan tersebut.

Dengan dilakukannya FGD PUPERA yang kedua ini membantu warga desa khususnya Kepala Desa dan para Kepala Dusun untuk mengetahui bagaimana keadaan Dusun yang tergolong kumuh di desa mereka. Dan diharapkan pula masalah ini bisa segera teselesaikan, serta diharapkan agar pemerintah dapat membantu menangani permasalahan tersebut.

 

1

SD Berkarya, SMP Berjaya, Masyarakat Bersahaja (Minggu ke III)-Desa Donorojo-Kecamatan Mertoyudan-Kabupaten Magelang

Bangsa yang baik ditentukan oleh bagaimana penerus bangsa tersebut dapat membangun dan memberikan kontribusi aktif dan nyata untuk Bangsanya. penerus-penerus inilah yang akan menjadi penentu bagus atau rusaknya suatu Bangsa. Oleh karena itu, bibit-bibit penerus itu sepatutnya dappat membangun bangsanya dengan bekal yag ia dapatkan.

Tim II KKN Desa Donorojo menggebrak penerus itu dari usia dini, yaitu usia SD dimana masa-masa ia mulai mengenal dan memahami lebih banyak dari hanya sekedar bermain. sehingga Tim Donorojo memilih siswa/i SD untuk mendapatkan sosialisasi yang tentunya bemanfaat dan meningkatkan kreatifitas mereka. Dimulai oleh sosialisasi mengenai cerdas memilih program televisi yang mana inti dari sosialisasi ini adalah pengenalan tentang simbol-simbol pada televisi sehingga anak-anak dapat memilih program televisi yang sesuai oleh umurnya. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 26 Juli 2016.

Kegiatan berikutnya adalah pengenalan mengenai wirausaha dini dan latihan untuk menabung sejak dini yang disosialisasikan oleh mahasiswi dari fakultas ekonomi. Kegiatan ini dilakukan di lokasi SD yang sama yaitu SDN Donorojo dan berlangsung selama 3 hari, dimulai dari sosialisasi materi wirausaha dini pada tanggal 28 Juli pada siswa/i kelas 5 SD, penyampaian mengenai kiat-kiat dan manfaat menabung pada tanggal 29 Juli pada siswa/i kelas 6 SD hingga praktik membuat kerajian tangan dan membuat celengan dari bahan bakas pada tanggal 30 Juli 2016. kegiatan ini dilaksanakan berkelanjutan agar adannya praktik langsung yang dapat memotivasi mereka untuk mengaplikasikan materi yang disosialiasikan.

pada hari yang sama pula, pda tanggal 30 Juli ini, mahasiswa dari fakultas hukum mlakukan sosialisasi di SMP N 3 Mertoyudan mengenai Bela Negara, Anti Narkoba, PerUUan ITE, dan mengenai Peraturan Lalu Lintas. sosialisasi ini ditutup dengan penyerahan stiker yang telah disiapkan untuk dibagikan.

Tidak ketinggalan, bukan hanya siswa/i SD dan SMP saja yang mendapatkan penyuluhan, melainkan warga sekitar Donorojo juga mendapatkan sosialisasi mengenai Pelatihan Usia Reproduksi & Bahaya Narkoba pada tanggal 27 Juli dan pada tanggal 28 Juli 2016 dilaksanakan sosialisasi mengenai Pengolahan Lahan Cabe yang dilaksanakan di Balai Desa Donorojo

20160730_100841_resized 1470355829889_resized

Pelepasan mahasiswa KKN tim II Undip oleh Pemerintah Kecamatan Keling

Senin, 7 Agustus 2016 telah dilaksanakan kegiatan pelepasan tim II KKN kecamatan Keling oleh pemerintah kecamatan Keling. Bertempat di pendopo kecamatan Keling, acara berlangsung pada pukul10.00 WIB. Acara dihadiri oleh pihak pemerintah kecamatan Keling dan para dosen pembimbing lapangan serta para mahasiswa KKN dari 12 desa di kecamatan Keling.

Acara diisi dengan presentasi mahasiwa KKN dari tiap desa yang diwakili oleh tiap koordinator desa. Mahasiswa memaparkan program unggulan yang telah dilaksanakan di tiap desa. Mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan program yang positif dan berdampak bagi desa. Setelah pemaparan dilangsungkan Tanya jawab antara pihak pemerintah kecamatan Keling dan mahasiswa KKN. Pemerintah kecamatan Keling memuji dan sangat mengapresiasi program unggulan yang telah dilakukan di tiap desa. Pihak pemerintah kecamatan Keling berharap agar mahasiswa KKN Undip dapat mempertahankan hasil positif ini untuk kedepannya.

Mahasiswa Tim II KKN Undip 2016 mengadakan Expo UMKM Se-Kabupaten Jepara

Kamis, 11 Agustus 2016. Mahasiswa tim II KKN Undip se-kabupaten Jepara yang meliputi 4 kecamatan yaitu Bangsri, Kembang, Keling, dan Donorojo telah melaksanakan pergelaran Expo UMKM Kabupaten Jepara. Pergelaran menampilkan berbagai macam produk UMKM dari 4 kecamatan terkait. Mahasiswa mengumpulkan produk-produk unggulan dari desa masing-masing untuk dipamerkan dan dijual dalam pergelaran tersebut. Produk yang dijual juga tidak lepas dari peran mahasiwa KKN Undip selama 1 bulan dalam keterlibatannya mengembangkan produk UMKM tersebut. Acara ini sendiri bertempat di lapangan panggung republic Kelet, Desa Kelet, Kecamatan Keling.

Expo UMKM ini dihadiri oleh beberapa tamu undangan seperti camat dari 4 kecamatan terkait, dinas terkait, para petinggi desa se-kecamatan Keling, dan dosen coordinator kabupaten Jepara serta para dosen pembimbing lapangan. Selain expo UMKM, mahasiswa KKN Jepara juga mengadakan lomba menggambar dan mewarnai bagi siswa-siswi PAUD dan SD, serta menyediakan posko cek kesehatan gratis. Acara ini dimeriahkan oleh penampilan mahasiswa KKN Jepara dari tiap kecamatan dan ditutup dengan penampilan bintang tamu Kerah Putih.P_20160811_104610_HDRP_20160811_104610_HDR

Eksekusi FGD yang ke Dua

Kegiatan minggu ke tiga yang kami lakukan terkait dengan program multi PU PR antara lain adalah mendapat pengarahan mengenai program “Kotaku” dari Bapeda pada hari Senin. Pada kesempatan itu yang mewakili dari kami adalah Mas Panggih dan Kiki. Program “Kotaku” sebenarnya fokus utamanya sama seperti tujuh aspek dari program multi PU PR BangKim. Oleh karena itu, dengan adanya pemaparan dari Bapeda kami menjadi semakin paham dengan program multi kami.

Hari berikutnya, kami melaksanakan survey-survey seperti biasa guna melengkapi data-data sebelumnya. Pada hari itu juga kami melakukan diskusi dengan Faskel mengenai rencana pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) yang ke dua. Dari diskusi tersebut kami mendapatkan informasi mengenai RT dan RW yang menjadi fokus utama Pengembangan Permukiman (BangKim) di wilayah Widuri. RT dan RW tersebut adalah RT 2 dan 3 RW 5, RT 4 RW 6, dan RT 4 RW 1. Alasan mengapa lebih fokus kepada RT dan RW tersebut karena di dalamnya paling kompleks permasalahannya. Oleh karena itu,  kami berencana mengundang ketua RW dan RT tersebut dalam FGD yang ke dua kami.

Pada hari Rabu kami melakukan survey-survey di RT dan RW yang akan kami undang dalam FGD yang ke dua. Kami menemui pak RW dahulu, kemudian kami diantar ke rumah pak RT. Setelah itu kami didampingi oleh pak RT ke rumah-rumah warga untuk pendataan jamban yang ada di wilayah tersebut. Selain itu, survey ini kami fokuskan kepada permasalahan yang ada di masyarakat sekitar. Keluh kesah yang dirasakan oleh masyarakat dan penjelasan dari Pak RW mengenai hal yang telah dilakukan. Akan tetapi, kami melakukan survey ini hanya setengah hari saja karena sorenya ada perkumpulan dengan umkm yang ada di wilayah widuri.

Hari kamis kami mulai menyiapkan kebutuhan yang diperlukan untuk melaksanakan FGD ke dua. Dimulai dari pembuatan surat udangan untuk pihak Kelurahan, RT dan RW. Akan tetapi ada kendala yang kami alami, yaitu Pak Lurah sedang tidak ada di Kelurahan. Pak Lurah sedang ada perjalanan dinas ke Semarang. Sehingga kami harus menunggu hari berikutnya untuk meminta tanda tangan. Akhirnya kami melakukan penyampaian undangan secara door to door kepada pak RW dan RT. Hal ini kami lakukan untuk menghindari ketidak hadiran para tamu undangan. Alhamdulilah respon dari pak RT dan RW sangat baik. Sebagian besar dari mereka menyatakan akan menghadiri undangan kami.

Setelah itu kami pulang ke posko untuk mempersiapkan materi dan peta yang akan ditampilkan buat esok hari. Data-data hasil survey diolah semuanya. Titik-titik yang sudah ditandai kami sambung jadi satu. Foto bukti lapangan juga kami kumpulkan guna mendukung pembuatan peta kelurahan Widuri.

Hari jumat paginya, kami sudah membagi tugas untuk persiapan FGD siangnya. Ada yang membeli snack dan mengambil surat di kelurahan kemudian membagi ke setiap tamu undangan. Akhirnya semuanya selesai sebelum sholat jumat. Kami pun berangkat menuju ke kelurahan Widuri jam setengah dua. Tepat jam tiga FGD pun dimulai, dari semua undangan yang kami sebar hanya ada beberapa saja yang tidak datang. Akan tetapi sudah memenuhi minimal quorum, sehingga kami tetap bisa melaksanakan FGD ke dua kami.

Proses FGD dimulai dari sambutan perwakilan Faskel, Kelurahan dan mahasiswa Kkn. Setelah sambutan, dilanjutkan pemaparan oleh mahasiswa mengenai peta yang telah dibuat berdasarkan hasil survey sebelumnya. Ke tujuh aspek kami jelaskan semuanya di masing-masing wilayah. Kemudian dilanjutkan sesi diskusi bersama membahas peta yang telah dijelaskan tadi. Dari masing-masing RT dan RW dihimbau untuk memberikan tanggapan mengenai penjelasan peta tadi. Diskusi ini sangat menarik sekali, hal ini terlihat dari antusiasme pak RT dan RW dalam memberikan tanggapan dan penjelasan tentang peta tadi.

PUPR1

Salah satu ketua RW dan RT ada yang maju ke depan dan menunjuk bagian-bagian yang masih kurang lengkap. Hal yang membuat kami tertawa dan kaget adalah ketika salah satu RW dan RT maju ke depan dengan membawa besi potongan untuk memasang gorden. Besi tersebut digunakan untuk menunjuk dan menjelaskan bagian-bagian di peta. Setelah semua ketua RT dan RW memberikan penjelasan dan tanggapan mengenai peta, acara pun selesai. Kesimpulan dari FGD dua adalah peta sudah cukup menggambarkan wilayah kelurahan Widuri. Akan tetapi masih ada bagian-bagian yang masih perlu disempurnakan lagi.

PUPR2 PUPR3

Kondisi Lingkungan Kelurahan Widuri

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat adalah satu departemen negara yang mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. Dalam pelaksanaan tugasnya sesuai dengan Peraturan Menteri PUPR Nomor 15/PRT/M/2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat berfungsi sebagai perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan sumber daya air, penyelenggaraan jalan, peyediaan perumahan dan pengembangan kawasan pemukiman, pembiayaan perumahan, penataan bangunan gedung, sistem penyediaan air minum, sistem pengolahan air limbah dan drainase lingkungan serta persampahan, dan pembinaan jasa konstruksi.

Kuliah Kerja Nyata Tim II Universitas Diponegoro kali ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bekerja sama dengan Universitas Diponegoro menyelenggarakan kegiatan sektor Bangkim di beberapa wilayah di Jawa Tengah, salah satunya di Kecamatan Pemalang, dimana kegiatan tersebut dapat dipahami dengan prinsip dasar peningkatan kualitas pemukiman kumuh perkotaan, proses penetapan kualitas lokasi pemukiman kumuh, menyusun Profil Pemukiman Kumuh, menyusun Peta Permasalahan, dan menyusun Rencana Peningkatan Kualitas Pemukiman Kumuh. Kegiatan ini difokuskan pada tujuh masalah inti pemukiman kumuh, yaitu kondisi bangunan, kondisi jalan lingkungan, kondisi penyediaan air bersih, kondisi drainase lingkungan, kondisi pengelolaan air limbah, kondisi pengelolaan sampah dan kondisi proteksi kebakaran.

Hasil survey ketujuh masalah pokok yang telah dilakukan oleh peserta Kuliah Kerja Nyata Tim II Universitas Diponegoro untuk wilayah Kelurahan Widuri, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang adalah sebagai berikut. Pertama, permasalahan kondisi bangunan. Wilayah Kelurahan Widuri memiliki daerah perumahan yang dianggap layak sesuai dengan Rencana Detail Tata Ruang dan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan. Bangunan rumahnya tersusun rapi, dengan memiliki cukup lahan untuk taman kecil di bagian depan dan akses jalan yang baik. Wilayah perumahan ini dapat dijumpai salah satunya RW 7. Namun kedua daerah ini hanyalah sebagian kecil dari wilayah Kelurahan Widuri. Di beberapa daerah lain terdapat bangunan perumahan yang terlihat proses pembangunannya hanyalah untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal masyarakat, dengan arti lain bangunannya tidak sesuai dengan aturan perumahan yang layak huni. Akses jalannya hanya bisa dilalui oleh sepeda motor satu arah dan masih berupa tanah. Perumahan kurang layak ini bisa ditemukan di daerah RW 5.

PUPR1 PUPR2

Kedua, permasalahan kondisi jalan lingkungan. Bisa dikatakan hampir 75% kondisi jalan di wilayah Kelurahan Widuri mengalami kerusakan seperti berlubang dan tidak rata. Berdasarkan hasil wawancara dengan Ketua RW 7, pemerintah sudah melakukan perbaikan jalan setidaknya satu kali dalam setahun terutama pada masa menjelang hari raya Idul Fitri, namun perbaikan jalan ini hanyalah menggunakan sistem tambal. Ramainya aktivitas jalan raya di Kelurahan Widuri membuat hasil perbaikan jalan tidak maksimal karena tambalan yang belum kering sudah buru-buru digunakan oleh pengguna jalan raya. Kerusakan juga disebabkan oleh kondisi alam seperti hujan deras atau hujan yang berkepanjangan. Untuk wilayah perumahan, daerah perumahan di RW dan RW 7 adalah bagian Kelurahan Widuri yang paling sedikit mengalami kerusakan jalan. Sedangkan di daerah perumahan lain, seperti di daerah RW 4, ditemukan kerusakan jalan yang sangat parah. Jalan berlubang yang ditemukan dalam hasil survei berukuran besar dan tersebar, sehingga sangat membahayakan bagi pengguna jalan.

PUPR3

Ketiga, permasalahan kondisi penyediaan air bersih dan air minum. Untuk kondisi penyediaan air bersih dan air minum Kelurahan Widuri tidak ada kendala berarti. Rata-rata sumber air bersih dan air minum berasal dari PAM dan sebagian kecil menggunakan sumur yang digali secara pribadi. Sumber air dapat diakses dengan mudah dan cukup untuk pemenuhan kebutuhan air bersih dan air minum di Kelurahan Widuri.

PUPR4

Keempat, permasalahan kondisi drainase lingkungan. Hanya dengan pertama kali memasuki wilayah ini kita dapat menilai bahwa Kelurahan Widuri memiliki drainase yang buruk. Hasil survey menunjukkan bahwa di wilayah perumahan layak huni sekalipun, saluran selokan tersumbat oleh sampah dan tanaman yang tumbuh. Bahkan di beberapa tempat selokan sudah tidak bisa lagi mengalirkan air buangan karena sampah yang padat menumpuk didalamnya. Air dalam selokan tersebut terlihat menghitam dan sedikit menimbulkan bau tidak sedap. Beberapa RW menyatakan bahwa mereka sudah melakukan kegiatan kerja bakti rutin, namun memang dari masyarakat dalam kesehariannya kurang menyadari arti penting kebersihan lingkungan. Hal ini mengakibatkan terjadinya banjir di musim hujan di beberapa daerah dengan permukaan tanah rendah.

PUPR5 PUPR6

Kelima, permasalahan kondisi pengelolaan air limbah. Di beberapa daerah, masing-masing rumah memiliki kamar mandi. Untuk daerah pemukiman kumuh, mereka masih menggunakan sistem kamar mandi umum. Namun masih ada saja masyarakat Kelurahan Widuri yang buang air di sembarang tempat, seperti di kawasan pinggir sungai atau persawahan.

Keenam, permasalahan kondisi pengelolaan sampah. Masalah sampah merupakan masalah besar kedua setelah drainase yang buruk di Kelurahan Widuri. Hampir di sepanjang jalan raya besar dapat ditemui titik pembuangan sampah yang terbengkalai, sehingga sampah hanya dibiarkan menumpuk dalam waktu yang lama. Jarang sekali terlihat fasilitas tempat sampah untuk jalan dan TPS di sana, atau jika ada tempat tersebut sudah tidak layak pakai. Masyarakat pun tampaknya belum sadar akan pentingnya pemilahan sampah (organik dan non-organik serta sampah plastik), sehingga semua sampah bercampur aduk.

PUPRSAMPAH2 PUPRSAMPAH1

PUPRSAMPAH3 PUPRSAMPAH4

Terakhir namun bukan yang paling akhir, permasalahan kondisi proteksi kebakaran. Di Kelurahan Widuri, baik di perumahan maupun pemukiman kumuh, kelemahan dari kondisi perumahannya adalah bangunannya yang saling berdempetan sehingga besar kemungkinan api akan mudah menjalar ke bangunan rumah lain jika terjadi kebakaran. Sumber air umum yang bisa digunakan untuk memadamkan api pun tidak ada, dan tidak setiap rumah mempunyai tabung pemadam kebakaran. Survey keliling Kelurahan Widuri juga menunjukkan tidak ada pusat pemadam kebakaran terdekat sehingga dikhawatirkan kedatangan petugas pemadam kebakaran terlambat dalam menangani bencana kebakaran. Akses jalan yang kecil pun menjadi kendala lain karena mobil pemadam tidak bisa mendekati titik api.