What’s Perimeter In Math?

What’s the perimeter in math? Can you do something with it?

It’s a very important number. If you think about it, in case you’ve got a room that’s 30 feet long, then walk through that area from end to end, and then you walk across the edge of the room, and if you put a door at one side of the space, then it will be entirely blocked by the doorway at the other side of the space. So, that’s a good illustration of exactly what perimeter in mathematics is. Let us move onto another example.

Suppose https://paramountessays.com – help with my dissertation you suppose you stepped out to the center, and walked across a narrow parcel of land’s edge. You are right alongside your residence, and there are just a couple feet of open space between you and your residence. What is the longest line of distance from your home to that open space that is wide?

Then it’s considerably longer than the one that is on the other side if you have a high angle on one side. If you’re walking along the top of a mountain, and the side of the mountain is walking up and you step onto a level surface, then it’s a distance. When you look at the first example, then there is a question mark in the middle of the line. But if you examine the second paramountessays.com instance, it’s quite possible that the line goes higher. I’m sure that you can see how that can be a problem.

Do you know that every single time you use this term, it means something different from what it means in the US? If you hear’perimeter’ in English, it means something such as: perimeter is a issue, perimeter is inside of a circle, perimeter is the distance, perimeter is a line that is straight.

In fact, it. And the main reason why they only use it in the united states is. The place in Europe called it a field, or the location in Japan called it a grass.

No one is really talking about the term , although these were the uses that are original. They’re using it to mean’the space that you get on the edge of the amounts’. I’m confident because that’s exactly what it means that we’ll get used to it eventually.

Maybe you have heard of the old William Shakespeare play called”The Tempest”, and you also know what happens there. The island of La Vanna has seven seas, eight times, and they each have. The shortest day of each sea, is called. As the story goes, a terrible cyclone and it is hurricane http://biology.kenyon.edu/BMB/jmodel/index.htm is attacking La Vanna.

They don’t have any clue how they are going to escape, and they want to escape, although La Vanna’s people are terrified. La Vanna includes seven seas, and the day of each sea is seven. So that they chose to call it a seabed, but the title La Vanna is a bastardization of the real name of this island.

But when they walked out of those seas, they discover that there are seven times in between every sea. That’s what perimeter in math is.

If you put that together with the fact that perimeter is inside of a circle, and there are seven seas in between each sea, it creates a great deal of sense. Let us look at exactly what perimeter in math is utilized for. Think about perimeter for a issue. If we believe the roots of this word, you can begin to see how it evolved into the technical significance that we know.

Mahasiswa KKN Undip Menumbuhkan Semangat Usaha Masyarakat Desa Gunungtiga

Jumat,17 Januari 2020 telah berlangsung pemaparan pengenalan program multidisiplin yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Undip Tim I yang berada di Desa Gunungtiga.

Acara tersebut juga sekaligus sebagai penyambutan dari pihak desa terhadap Tim KKN I Undip. Acara ini dihadiri oleh 19 masyarakat desa yang merupakan perwakilan RT dan RW. Dari hasil pemaparan program tersebut, menghasilkan lima orang pendaftar yang mengajukan usaha nya agar dapat mengikuti program pengajuan PIRT.

Acara ini dilakukan guna memajukan UMKM di Gunungtiga, mengingat Desa Gunungtiga memiliki potensi-potensi yang harusnya mampu mendongkrak perekonomian warga setempat. Akan tetapi masih ada kendala dalam hal branding dan belum mendapat sertifikat PIRT.

Dengan adanya pemaparan program multidisiplin dari Tim I KKN Undip ,diharapkan dapat membantu dalam pendampingan dan pemberdayaan UMKM yang ada di Desa Gunungtiga.IMG-20200117-WA0009

Editor :

Ir. Sulistyo, MT, PhD

Naintina Lisnawati, S.K.M., M.Gizi

Jazzimatul Husna, S.IP, M.IP

Mengangkat Potensi Desa Sikasur di Obyek wisata Telaga Silating

Rabu (15/1) Mahasiswa Tim 1 KKN Undip mengunjungi Telaga Silating  yang  merupakan salah satu obyek wisata alam yang berada di Desa Sikasur.  Telaga ini merupakan kolam penampungan mata air yang dijadikan sebagai alternatif kegiatan rekreasi bagi masyarakat sekitar maupun pendatang. Kawasan wisata ini juga dilengkapi dengan arena bermain untuk anak-anak dan kolam renang. Bahkan sarana kegiatan outbound seperti flying fox pun telah tersedia. Sayangnya, pengelolaan yang belum maksimal menyebabkan fasilitas dan potensi yang telah ada justru tak terawat dan rusak.

Masalah pengelolaan pada awalnya dikarenakan kewenangan kawasan wisata tersebut sebelumnya merupakan milik Pemerintah Daerah Kabupaten Malang, sehingga pemerintah desa tidak dapat bertindak terlalu banyak meskipun kawasan tersebut secara geografis termasuk dalam wilayah Desa Sikasur. Hal tersebut yang kemudian mendorong pemerintah desa mengajukan alih wewenang pengelolaan kawasan dari Pemda ke pemerintah desa. Pengajuan tersebut ditindaklanjuti hingga resmi kewenangan atas pengelolaan Telaga Silating menjadi milik desa sejak awal Januari 2020.

Mempertimbangkan kondisi tersebut, mahasiswa Tim 1 KKN UNDIP Semarang akan  menjadikan Telaga Silating sebagai salah satu bagian dari fokus kegiatan program multidisiplin maupun monodisiplin yaitu mengenai pengembangan desa wisata. Sebagai salah satu obyek wisata yang berada di Desa Sikasur, penataan maupun pengelolaan kawasan wisata tersebut akan termasuk dalam rencana pengembangan desa wisata yang diwujudkan dalam dokumen masterplan . Selain itu juga terdapat  program pengembangan promosi dan pemasaran wisata Telaga Silating melalui website dan media sosial . Kegiatan promosi ini memiliki tujuan yaitu meningkatkan minat masyarakat terutama warga pemalang dan sekitarnya untuk berkunjung ke wisata desa Sikasur dan memperkenalkan wisata Telaga Silating kepada masyarakat luas. Meskipun berada di lokasi yang mudah dijangkau, namun  masih banyak warga pemalang yang belum begitu tahu dengan adanya wisata Telaga Silating ini. Kurangnya daya tarik dan promosi yang kurang masif. Langkah promosi secara masif juga masih menjadi pertimbangan bagi pengelola dikarenakan kondisi Telaga Silating saat ini dirasa belum layak dan mampu untuk menerima pengunjung secara besar dan luas. Oleh karena itu, penataan kawasan dan pembenahan masalah pengelolaan masih menjadi fokus pemerintah desa agar Telaga Silating yang merupakan  potensi Desa Sikasur itu dapat terangkat secara maksimal dan menjadi salah satu pendukung wisata unggulan Desa Sikasur yang masih dalam tahap pengembangan menuju desa wisata.

telaga silating

Editor :

Ir. Sulistyo, MT, PhD

Naintina Lisnawati, S.K.M., M.Gizi

Jazzimatul Husna, S.IP, M.IP

Produk Olahan yang Menggugah Selera

IMG_3140

PEMALANG (16/1) – KKN TIM I UNDIP melakukan survei produk olahan yang dihasilkan oleh warga Desa Gunungjaya. Sebagian besar masyarakat Gunungjaya bekerja sebagai petani, sehingga hasil panen yang mereka dapat kemudian diolah menjadi makanan ringan. Olahan-olahan tersebut kemudian dipasarkan dilingkungan sekitar saja, belum di pasarkan secara luas karena hasil panen yang belum terlalu banyak, sehingga produk olahan yang dihasilkan terbatas. Padahal, rasa yang dihasilkan dari produk olahan tersebut sangat menggugah selera dan tidak kalah dengan produk-produk yang sudah ada dipasar. Produk olahan yang dihasilkan oleh masyarakat Desa Gunungjaya seperti sale pisang. Sale pisang yang dibuat tidak bisa menggunakan sembarang pisang. Harus menggunakan pisang khusus dan pisang tersebut sulit untuk didapatkan. Jenis pisang yang digunakan adalah pisang Raja Siyem. Kemudian ada kerupuk rambak udang, keripik pisang, keripik singkong, rengginang, opak singkong, dan sebagainya. Semua jenis makanan itu di produksi sendiri olah warga Desa Gunungjaya dan kemudian dipasarkan ke warung-warung terdekat.

Editor :

Ir. Sulistyo, MT, PhD

Naintina Lisnawati, S.K.M., M.Gizi

Jazzimatul Husna, S.IP., M.IP

Cegah PTM, Warga Gombong Cek Kesehatan Berkala

Pengecekan Tekanan Darah di Posbindu Desa Gombong

PEMALANG (10/1/2020). Posbindu (Pos Binaan Terpadu) merupakan kegiatan pengecekan kesehatan yang dilaksanakan secara rutin di Balai Desa Gombong. Kegiatan Posbindu ini dilakukan guna mengecek, mengontrol, dan mendata kesehatan masyarakat Desa Gombong terutama dalam pencegahan PTM (Penyakit Tidak Menular). Jumat (10/01/2020) ibu-ibu PKK Desa Gombong yang tergabung juga dalam kader kesehatan menjadi petugas pelaksanaan kegiatan Posbindu. Kegiatan diawali dengan senam bersama, kemudian dilanjutkan dengan pengecekan kesehatan. Layanan pengecekan kesehatan yang dilakukan diantaranya yaitu pengecekan tekanan darah, asam urat, kolesterol, gula darah, serta tinggi dan berat badan.

Masyarakat yang berpartisipasi dalam kegiatan didominasi kalangan lansia yang rentan terkena PTM. Penyakit yang termasuk dalam jenis PTM adalah hipertensi, stroke, gagal jantung, diabetes dan sebagainya. Pengecekan tinggi badan, berat badan dan hipertensi tidak dipungut biaya. Kegiatan Posbindu dilakukan secara berkala selama satu bulan sekali.

Editor :

Ir. Sulistyo, MT, PhD

Naintina Lisnawati, S.K.M., M.Gizi

Jazzimatul Husna, S.IP, M.IP

Temukan Sisi Lain Dari Jerami

Pagerbarang – Tim II KKN 2019 telah melaksanakan kegiatan pelatihan pada tanggal 13 Agustus 2019. Bertempat di rumah Ketua Kelompok Tani dan Ternak di desa Kedungsugih Kecamatan Pagerbarang Kabupaten Tegal. Program ini terdiri dari dua rangkaian kegiatan. Pertama, pelatihan pengolahan jerami sebagai pakan ternak. Dalam kegiatan ini dipaparkan materi cara pembuatan pakan ternak dengan jerami secara langsung. Kegiatan ini dimaksudkan agar para peternak terutama peternak sapi memiliki alternatif pakan ketika menghadapi masa kemarau melanda. Pada saat kemarau hijauan pakan tidak tersedia sehingga perlu adanya pengolahan pakan untuk menanggulangi permasalah tersebut.

Kegiatan kedua adalah pelatihan pengolahan pupuk organik cair. Program ini didasarkan permasalahan yang terjadi pada petani dan peternak di Desa Kedungsugih yang kesulitan mendapatkan pupuk subsidi dari pemerintah akibat sulitnya akses transportasi pengangkut pupuk.  Produk pupuk cair ini diharapkan menjadi alternatif bagi petani dalam kegiatan bercocok tanam dengan memanfaatkan limbah hewan ternak berupa urine. Melalui kegiatan yang telah dilakukan  diharapkan petani dan peternak meminimalisir penggunaan pupuk kimia serta petani dan peternak di Desa Kedungsugih menjadi mandiri dan lebih maju lagi.

Direview Oleh : Nurhadi Bashit

PENDIDIKAN ANAK – ANAK HARAPAN MASA DEPAN BANGSA

20200108_094603PhotoGrid_1578542819705

Srengseng, 9 Januari 2020.  Pendidikan itu sangat penting bagi kita, karena tidak hanya memberi kita pengetahuan akan tetapi mengajarkan kita pada sopan santun dan hal- hal yang benar . Pendidikan memupuk kita menjadi individu dewasa ; individu yang mampu merencanakan masa depan dan mengambil keputusan yang tepat dalam hidup. Pendidikan bisa diperoleh melalui banyak hal. Termaksud belajar bersama dengan  Paud Arafah adalah salah satu cara dalam mendapatkan pendidikan. Pendidikan yang di tempuh atau diperoleh sejak kecil akan menambah pengalaman untuk kedepannya.

Desa Srengseng sendiripun menyadari akan pentingnya pendidikan bagi anak – anak mereka sehingga pada Desa Srengseng juga menyediakan sarana pendidikan seperti 2 PAUD/TPQ, 2 SD/Sederajat, dan 3 MDA. Sarana pendidikan ini disediakan untuk menyediakan tempat belajar dan bermain anak dengan tempat yang aman dan nyaman. Paud Arafah adalah salah satu PAUD/TPQ yang ada di Desa Srengseng. Paud ini teridiri anak berusia 3 – 6 tahun  yang menerima pendidikan dengan bermain dan belajar bersama dengan guru – guru yang ada di Paud Arafah. Kegiatan mereka adalah belajar menulis, membaca, menyanyi, dan tidak lupa juga belajar tentang agama.

Hari kamis 9 Januari 2020, kami mahasiswa KKN TIM 1 UNDIP 2020 di Desa Srengseng bekerjasama dengan guru – guru Paud Arafah untuk membantu proses belajar dan bermain pada anak – anak di Paud Afarah sebagai salah satu bentuk pengabdian di Desa Srengseng di bidang pendidikan. Pengabdian masyarakat pada bidang pendidikan ini diharapkan meningkatkan semangat bagi anak – anak di Desa Srengseng untuk semangat dalam menimbah ilmu dan pendidikan serta juga mampu membantu guru – guru yang mengajar di Paud Arafah ini sehingga apa yang di lakukan ini juga mampu berdampak positif bagi semua dan bagi lingkungan sekitar.

Direview Oleh : Nurhadi Bashit

Pelayanan Kebutuhan Masyarakat Dengan Kegiatan

IMG-20200109-WA0003

Pengurus Desa Kedungsugih dan Perwakilan Kecamatan Pagerbarang

Kedungsugih – Pagerbarang,Tegal (2020) Desa Kedungsugih telah berhasil melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbang Desa) pada Rabu (8/1) di Balai Desa Kedungsugih. Musrenbang dilaksanakan secara bergiliran di Kecamatan Pagerbarang. Hal ini dimaksudkan agar dapat menampung aspirasi seluruh warga masyarakat di tiap desa. Pada musrenbang Kedungsugih peserta datang dari berbagai kalangan mulai dari perwakilan RT, anggota PKK, pengurus BUMDes, tokoh masyarakat dan tentunya mahasiswa KKN.

Kegiatan berlangsung meriah semenjak dimulai pukul 9 pagi, pengurus desa yang diwakili Kepala Desa, Sumitro membuka acara dan langsung memberikan kesempatan kepada sekretaris desa untuk memaparkan laporan terkait rencana pendanaan desa tahun 2021. Pemaparan selesai langsung disambung dengan penerimaan aspirasi dari warga. Kebanyakan warga mengajukan aspirasi terkait infrastruktur desa baik berupa gorong-gorong, drainase, dan fasilitas rekreasi/olahraga. Terdapat pula usulan terkait pemberdayaan masyarakat melalui program pelatihan skill menjahit untuk kalangan ibu rumah tangga. Hal ini dijawab oleh perwakilan pengurus Kecamatan Pagerbarang yang juga hadir pada kegiatan tersebut menjelaskan program pelatihan pekerjaan sulit untuk diajukan ke pemerintah daerah mengingat berbagai riwayat dari program sebelumnya.

IMG-20200109-WA0004

Perwakilan Warga yang hadir dalam Musrenbang

Namun begitu pengurus desa menegaskan menerima semua usulan warga “Silakan bapak ibu usul sebanyak-banyaknya, karena usul banyak belum tentu didengar oleh pemerintah (Kabupaten, Provinsi, Pusat) apalagi kalau usulannya hanya sedikit”. Dari berbagai usulan masyarakat disetujui ada tiga hal pokok yaitu, perbaikan drainase desa, peningkatan kualitas Pamsimas, dan penyediaan program pemberdayaan masyarakat. Usulan ini nantinya akan diajukan pada saat Musrenbang tingkat kecamatan.

Hadir pula pada kegiatan ini Komandan Koramil Kecamatan Pagerbarang, dan Ketua Badan Permusyawaratan Desa Kedungsugih. Komandan koramil sempat memberikan sambutan kepada warga dengan menjelaskan bahwa tantara telah banyak terlibat dalam kegiatan masyarakat dan telah sering turun ke sawah bersama masyarakat. Komandan juga menjelaskan telah menemukan solusi tepat terkait pupuk untuk masyarakat petani dengan mengembangkan pupuk organik. Salah satu warga bertanya setelah selesai sambutan “warga telah bertahun-tahun membutuhkan pupuk untuk sawah kami, namun pemerintah belum mampu memenuhi kebutuhan pupuk bagi warga Kedungsugih ini, apakah bapak punya solusinya?” lantas Komandan koramil menjawab dengan tegas “kami tidak paham permasalahan tersebut”. Diskusi berlangsung menarik hingga acara selesai pukul 11 siang.

Di akhir kegiatan mahasiswa KKN berkesempatan menyerahkan topi KKN Undip kepada Kepala Desa Kedungsugih, Sumitro. Tampak raut kebahagiaan dari kepala desa setelah topi tersebut diserahkan.

IMG-20200109-WA0005

Penyerahan Topi kepada Kepala Desa

Direview Oleh : Nurhadi Bashit

Antusias Warga Membangun Desa

MUSRENBANGDESSurokidul, (09/01/2020). Kegiatan minggu pertama Mahasiswa KKN UNDIP TIM 1 2020 diisi dengan mengikuti Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (MUSRENBANGDES) untuk tahun 2021. Musyawarah Rencana Pembangunan Desa merupakan kegiatan tahunan yang biasa dilaksanakan pada awal tahun dengan tujuan memusyawarahkan pembangunan desa untuk tahun selanjutnya. MUSRENBANGDES Desa Surokidul dilaksanakan pada pukul 09.00 WIB bertempat di Balai Desa Surokidul. Kegiatan ini dihadiri oleh Perangkat Desa, BPD (Badan Permusyawaratan Desa), Sekretaris Kecamatan, Tokoh Masyarakat, Ketua ketua RT dan RW, Para Pendidik Sekolah Dasar, PKK, serta mengikutsertakan Mahasiswa KKN TIM I Universitas Diponegoro 2020.

Musyawarah berjalan dengan antusiasme tinggi dari masyarakat. Setiap perwakilan RW mengusulkan wilayah desa yang membutuhkan pembangunan lebih lanjut. Mayoritas masyarakat menginginkan pembangunan infrastuktur desa seperti paving, rehabilitasi bangunan sekolah, dan pengadaan marka jalan. Pelayanan masyarakat juga tidak luput dari pembahasan musyawarah, seperti pelayanan terhadap lansia yang hanya tinggal seorang diri.

Tingginya permintaan masyarakat tidak sebanding dengan terbatasnya dana yang akan diberikan, maka dari itu, sebagian dari permasalahan yang ada dilimpahkan kepada Perangkat Desa, sedangkan yang membutuhkan pendanaan cukup banyak seperti rehabilitasi bangunan sekolah serta pelayanan lansia, akan diajukan ke Pemerintah Kabupaten.

Musyawarah berjalan dengan baik dan masyarakat merasakan kepuasan karena aspirasi mereka telah tersampaikan. Dengan diadakannya MUSRENBANGDES untuk tahun 2021 ini diharapkan adanya peningkatan dari kesejahteraan masyarakat Desa Surokidul. Setiap masyarakat Desa Surokidul juga diharapkan turut berperan aktif dalam mendukung setiap kebijakan yang ditentukan oleh Perangkat Desa dan pihak berwenah lainnya untuk Surokidul yang lebih makmur!

Direview Oleh : Nurhadi Bashit

Partisipatif Warga Menyongsong Kemajuan Desa

Kegiatan Musrenbang Desa Sidomulyo di Balai Desa
Kegiatan Musrenbang Desa Sidomulyo di Balai Desa

Sidomulyo-Pagerbarang, Tegal (3/1) – Musyawarah Rencana Pembangunan Desa atau yang lebih dikenal dengan Musrenbangdes merupakan suatu forum musyawarah tahunan di tingkat desa yang diikuti oleh para pemangku kepentingan desa untuk menyepakati bersama Rencanan  Kerja Pembangunan (RKP) desa tahun anggaran yang direncanakan.

Desa Sidomulyo melaksanakan kegiatan musrenbangdes pada minggu pertama awal tahun yakni pada hari Jum’at, 3 Januari 2020 pukul 08.30-10.30 WIB yang bertempat di Balai Desa Sidomulyo. Acara ini dihadiri oleh BPD (Badan Permusyawaratan Desa), perangkat desa, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, dan LPMD (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa serta mahasiswa KKN Tim I Undip Desa Sidomulyo. Musyawarah ini diselenggarakan sabagai upaya perbaikan pembangunan Desa Sidomulyo yang lebih baik di tahun yang akan datang.

Musyawarah dipandu oleh Bapak Erwin selaku Sekretaris Desa Sidomulyo yang dibuka dengan sambutan oleh Bapak Camat Pagerbarang, dan Kepala Desa Sidomulyo. Kemudian acara dilanjutkan dengan pemaparan anggaran dana desa oleh sekretaris desa dan pengusulan anggaran dana yang telah ditetapkan dalam kamus usulan musrenbang oleh peserta forum. Pada sesi ini partisipasi peserta forum cukup aktif dalam menyampaikan pendapat dan menerangkan kebutuhan masing-masing sesuai dengan bidangnya dimulai dari bidang kesehatan, sosial, pendidikan, perindustrian, pariwisata, dan perkimtaru. Kemudian dari hasil usulan tersebut setiap bidang diambil dua prioritas anggaran dana kegiatan yang nantinya akan diajukan ke pemerintah. Antusiasme peserta semakin meningkat ketika memasuki sesi diskusi dimana terjadi perdebatan antara peserta forum dengan perangkat desa saat membahas mengenai dana sosial. Hasil musyawarah diperoleh kesepakatan bahwa sebagian besar anggaran dana perlu difokuskan untuk pengadaan dan perbaikan sarana prasarana desa dalam berbagai kegiatan serta pengalihan dana pembinaan menjadi dana sosial.

Acara ditutup dengan pembacaan kesepakatan hasil usulan-usulan anggaran dana oleh sekretaris desa. Dari kegiatan ini peserta forum menyampaikan harapan supaya semua hal yang telah disampaikan dan diusulkan dapat ditindaklanjuti  dengan baik oleh perangkat desa maupun pemerintah.

Direview Oleh: Nurhadi Bashit