Materi Pembekalan KKN Tim II 2017

Materi KKN dapat didownload pada tautan berikut

  1. Reportase 2017
  2. soft-skill-kkn-tim-i-2016-2017
  3. teknik-penyusunan-lrk-lpk
  4. panduan-survey-kkn-tim-i-2016-2017
  5. pembekalan-dan-pengorganisasian-kkn-tot-7-okt-2016
  6. ppt-kkn-permasalahan
  7. Tatatertib pelaksanaan KKN
  8. compelet-kkn-tim-i-2016-2017
  9. materi-participatory-rural-appraisal
  10. Evaluasi KKN 

Perpisahan Warga Desa Wonosari dan Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro

Wonosari, Sabtu (18/02/2017) – Setelah selama kurang lebih 42 hari di Desa Wonosari kegiatan KKN diakhiri acara perpisahan yang diselenggarakan di rumah Kepala Desa. Acara diawali dengan sambutan dari Koordinator Desa, Yevi Dirar Arjuno, dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Desa Wonosari, Slamet Haryanto.

Inti acara perpisahan adalah pemaparan pelaksanaan program KKN, penyampaian kesan pesan dari  masyarakat, dan penyerahan plakat. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai tanda perpisahaan sementara antara Tim 1 KKN Undip dengan warga Desa Wonosari. Acara ditutup dengan do’a dan makan bersama.

Acara Perpisahan Kegiatan KKN di Desa WonosariAcara Perpisahan Kegiatan KKN di Desa Wonosari

 

Editor : Ir. Bambang Sulistiyanto, M.Agr.Sc., Ph.D.

Tanggal review : 2 Maret 2017

Reportase Minggu ke-6 Desa Rembun Kec. Siwalan

Peresmian POSDAYA Payung Hati Desa Rembun

Rembun, 17 Februari 2017

1

POSDAYA, Pos pemberdayaan keluarga di desa Rembun diaktifkan kembali dengan nama Payung Hati. Peresmian Posdaya dilakukan pada balai desa pukul 09 pagi.

2

Peresmian posdaya dilakukan dengan simbolis pemotongan pita sebagai peresmian. Pemotongan pita dilakukan oleh bapak kepala desa rembun, Bapak Faturohman. Acara peresmian tersebut mengundang masyarakat dan kader kader posdaya.

Perpisahan Mahasiswa KKN Desa Rembun

Rembun, 17 Februari 2017

3

Setelah hampir 42 hari mahasiswa melakukan kkn di desa Rembun. Mahasiswa kkn melakukan perpisahan dengan masyarakat. Mengundang masyarakat desa rembun, acara dilakukan di balai desa Rembun. Perpisahan diisi dengan acara makan bersama dengan menu jajanan, gorengan, dan soto bening.

4

Selain makan makan penyerahan kenang kenangan berupa plakat dan foto kenang kenangan diserahkan ke bapak kepala desa rembun. Walaupun sederhana acara berlangsung meriah.

5

Editor : Ir. Bambang Sulistiyanto, M.Agr.Sc., Ph.D.

Tanggal review : 2 Maret 2017

REPORTASE MINGGU KE 6 DESA TUNJUNGSARI, KEC. SIWALAN

TIM 1 KKN UNDIP : MASYARAKAT DESA TUNJUNGSARI, KAMI PAMIT !!!

TUMPENGPemotongan tumpeng oleh koordinator TIM 1 KKN UNDIP desa Tunjungsari

Minggu (19/02/2017). Malam ini, kami Mahasiswa KKN Tim 1 UNDIP Desa Tunjungsari, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan mengadakan acara perpisahan dengan warga desa. Acara diadakan di Balai Desa Tunjungsari setelah shalat isya. Acara dihadiri oleh para undangan seperti para perangkat desa, beberapa perwakilan kader dan warga desa.

PETA TUMPENGPenyerahan peta desa Tunjungsari dan plakat dari perwakilan mahasiswa KKN kepada perangkat desa Tunjungsari

Acara perpisahan diisi dengan sambutan-sambutan dari koordinator desa, kepala desa, serta perwakilan dari warga desa dan dilanjutkan dengan acara pemotongan tumpeng olehr Koordinator Desa Tunjungsari, Satria Mahardika S.P yang diberikan kepada Kepala Desa Tunjungsari, Bapak M. Iskandar. Setelah pemotongan tumpeng, dilanjutkan dengan penyerahan beberapa hasil dari program KKN Tim Tunjungsari, seperti Peta Desa Tunjungsari dari Wahyu Darmawan kepada Bapak Budiman, penyerahan Sejarah Desa Tunjungsari dari Dwi Nur Luthfiana kepada Bapak Masrur selaku Sekretaris Desa. Setelah itu ada penyerahan kenang-kenangan dari Mahasiswa KKN Tim 1 UNDIP Desa Tunjungsari kepada desa berupa plakat dan foto oleh Satria Mahardika S.P dan Fadli Oktarius.

PAMITTFoto bersama Tim 1 KKN Undip desa Tunjungsari dengan masyarakat desa Tunjungsari

Acara ditutup dengan acara ramah tamah atau makan bersama di Balai Desa Tunjungsari. Makanan yang dijadikan santapan dalam acara ini merupakan hasil buatan mahasiswa sendiri yang kemudian dinikmati bersama seluruh tamu yang datang. serta persembahan nyanyian dari Tim 1 KKN UNDIP Desa Tunjungsari dan dilanjutkan dengan salaman dengan seluruh tamu yang hadir.

DESIGN PENGEMASAN PRODUK SEBAGAI UPAYA PENIGKATAN PEMASARAN PRODUK RENGGINANG

Senin (13/2/2017) satu program monodisiplin mahasiswa KKN Tim I UNDIP yang berada di desa Tunjungsari terlaksana. Program yang diberikan oleh mahasiswa dari jurusan Teknik Industri yakni mengenai desain pengemasan produk rengginang yang menarik. Program ini bertujuan untuk menciptakan kemasan produk rengginang yang menarik dengan kemasan kedap udara dan labeling yang baru. Banyak UMKM rengginang di desa Tunjungsari, namun UMKM ini tidak memiliki labeling dan pengemasan yang menarik. Produk dikemas sederhana hanya dengan kemasan plastik yang polos. Sehingga perlu dibuat kemasan yang baru untuk meningkatkan daya jual produk .RENGGINANGFoto pemilik usaha rengginang dengan mahasiswa KKN dan design produk rengginang yang siap dipasarkan

Kegiatan ini ditujukan pada pemilik UMKM Rengginang di desa Tunjungsari. Hal ini dikarenakan pemilik UMKM ini kurang memiliki kreativitas dalam hal pengemasan produk. Kegiatan ini dimulai dengan survey ke lokasi UMKM dan mengamati proses produksi rengginang. Kemudian dilanjutkan dengan membuat labeling yang menarik. Setelah label tercetak, kemudian melakukan pengemasan produk menggunakan plastik kedap udara dan menempel label pada kemasan. Kegiatan ini dilakukan bersama pemilik UMKM rengginang. Setelah berjalannya program ini diharapkan dapat mengenalkan produk rengginang ini ke masyarakat yang lebih luas dan dapat meningkatkan daya jual produk.

Editor : Ir. Bambang Sulistiyanto, M.Agr.Sc., Ph.D.

Tanggal review : 21 Februari 2017

LEZATNYA SUSU KEDELAI ALA IBU-IBU WULED

Wuled, Tirto (27/1)  Tim I Kuliah Kerja Nyata Universitas Diponegoro Kab. Pekalongan Kec. Tirto desa Wuled mengajak ibu-ibu rumah tangga khususnya di kawasan RW 01 untuk membuat susu kedelai. Tim KKN mengajarkan bagaimana proses pembuatan susu kedelai, mulai dari menyiapkan kedelai mentah sampai menjadi susu kedelai dengan varian rasa. Pelatihan pembuatan susu kedelai ini diikuti oleh kurang lebih 15 orang ibu rumah tangga. Pelatihan berlangsung kurang lebih selama 4 jam di rumah Ibu Lismaya, salah satu warga RT 05 RW 01 desa Wuled.

Bahan yang dibutuhkan untuk membuat susu kedelai yaitu kedelai mentah, gula pasir, daun pandan, garam, jahe bila diperlukan, perisa makanan (sesuai selera). Alat yang digunakan juga cukup sederhana, hanya perlu menyiapkan blender, baskom, panci untuk merebus, sendok besar untuk mengaduk, gelas dan selembar kain tipis untuk menyaring ampas kedelai. Proses pembuatan susu kedelai diawali dengan merendam kedelai mentah selama ­+ 10 jam. Kedelai yang sudah direndam kemudian dicuci hingga bersih dan ditiriskan. Langkah selanjutnya adalah menghaluskan kedelai dengan blender. Untuk 1 gelas kedelai dihaluskan bersama 3 gelas air. Selesai diblender, kemudian kedelai yang sudah dihaluskan sehingga berupa jus ini langsung dimasukan kedalam panci untuk direbus. Kedelai diaduk-aduk terus sampai mendidih kemudian angkat dan biarkan selama beberapa menit supaya panasnya berkurang. Selanjutnya yaitu tahap penyaringan kedelai. Hasil rebusan tadi disaring menggunakan kain tipis sehingga sari kedelai dan ampasnya terpisah. Sari kedelai yang telah disaring kemudian ditambahkan gula pasir dan garam secukupnya, maka jadilah susu kedelai original. Apabila ingin menambah aroma jahe, maka pada saat merebus tadi, jahe dimasukan kedalam rebusan kedelai bersama pandan. Jika ingin menambahkan rasa yang bervariasi, maka dapat ditambahkan perisa makanan setelah ditambah gula pasir dan garam. Kali ini Tim KKN melakukan pelatihan susu kedelai dengan bahan 2 kg kedelai, dan hasilnya cukup banyak yaitu mencapai 5 liter lebih.

 

POSDAYA “TUNAS MELATI” DESA WULED

Wuled, Tirto (24/1)  Tim I Kuliah Kerja Nyata Universitas Diponegoro Kab. Pekalongan Kec. Tirto desa Wuled telah melakukan sarasehan bersama ketua RW 02, ketua RT 01-05 RW 02 dan beberapa perwakilan warga RW 02 untuk membahas pembentukan Posdaya. Sarasehan dilaksanakan pada malam hari mulai pukul 20.00 WIB sampai dengan 22.30 WIB di rumah Bapak M. Sakheh (Ketua RW 02). Kegiatan sarasehan ini turut dihadiri oleh Kepala Desa dan segenap jajaran perangkat desa Wuled.

Acara di buka oleh Bapak M. Sakheh, dilanjutkan sambutan oleh Bapak Wasduki Djazuli selaku kepala desa. Selanjutnya ada sepatah dua patah kata dari Koordinator Desa Tim KKN desa Wuled, disambung langsung penyampaian materi mengenai Posdaya. Materi yang disampaikan berisi mengenai gambaran umum Posdaya itu seperti apa, fungsi dan tujuan adanya Posdaya, dan bagaimana kedudukan Posdaya di tengah-tengah kelembagaan yang sudah ada di masyarakat sebelumnya.

Usai materi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi. Beberapa warga menanyakan bagaimana keberlanjutan program yang harus dilaksanakan dengan adanya Posdaya ini. Beberapa warga mengutarakan permasalahan yang ada di masyarakat dan harapan-harapan yang ingin diwujudkan dengan adanya Posdaya nantinya.

Setelah sesi diskusi dan tanya jawab, dilanjutkan dengan pembentukan struktur kepengurusan Posdaya. Pembentukan struktur dimulai dari pemilihan Ketua Pengurus Posdaya, dan Bapak Subkhan terpilih menjadi ketua Posdaya RW 02 atas usulan Kepala Desa dan disetujui oleh hadirin yang hadir pada malam hari itu. Dilanjutkan dengan pemilihan sekretaris, bendahara dan koordinator di bidang pendidikan, kesehatan, kewirausahaan dan lingkungan. Dengan terbentuknya susunan pengurus Posdaya di RW 02, selanjutnya adalah tahap pembuatan SK Posdaya sebagai peresmian terbentuknya Posdaya di RW 02 Desa Wuled.

 

MILAD SD MUHAMMADIYAH 01 WULED

Wuled, Tirto (5/2)  Tim I Kuliah Kerja Nyata Universitas Diponegoro Kab. Pekalongan Kec. Tirto desa Wuled akhirnya sampai pada hari H pelaksanaan kegiatan peringatan Milad SD Muhammadiyah 01 desa Wuled. Acara ini diadakan untuk memperingati hari jadi SD Muhammadiyah 01 Wuled yang ke-61. SD Muhammadiyah 01 Wuled ini didirikan pada tahun 1936, dimana Indonesia masih dalam masa penjajahan Belanda. SD Muhammadiyah 01 Wuled didirikan atas usulan-usulan tokoh masyarakat dan tokoh agama di desa Wuled, serta atas perizinan dari pimpinan kepala cabang Muhammadiyah, khususnya di desa Wuled.

Milad SD kali ini diadakan pada hari Sabtu, 04 Februari 2017 bertempat di SD Muhammadiyah 01. Acara milad SD tersusun dari beberapa rangkaian kegiatan, antara lain : khitanan masal, qirab, lomba mewarnai untuk anak TK dan turut dimeriahkan pentas seni oleh siswa-siswi SD Muhammadiyah 01 Wuled.

Khitanan massal diikuti oleh 7 orang anak laki-laki yang berasal darr i desa Wuled sendiri. Lomba mewarnai diikuti oleh 150 murid TK dari desa Wuled sendiri dan desa-desa lain. Acara milad SD tersebut mendapatkan dukungan dari banyak pihak, salah satu yang paling berperan yaitu Komunitas Peduli Pekalongan, dimana tim dokter yang menangani pasien khitan pun berasal dari Komunitas tersebut.

Acara milad berlangsung sangat meriah, dan antusiasme masyarakat pun cukup tinggi dengan adanya acara ini. Milad tidak hanya sebatas untuk dilakukan dan ditargetkan  setiap tahunnya ada, melainkan untuk menggali potensi.

TERBESIT KESEDIHAN DI DESA PACAR

PEKALONGAN – Kecamatan Tirto Desa Pacar, Jumat (13/1) pukul 08.30 WIB mahasiswa KKN Tim 1 Undip mengikuti kerja bakti lingkungan yang diadakan setiap hari Jumat. Kerja bakti kali ini dilakukan untuk memperbaiki rumah Ibu Ruminah RT 002 RW 001. Dengan didampingi oleh Pak Khaerudin (Perangkat Desa Pacar) dan bantuan dari para tetangga, nampak dengan semangat memperbaiki genteng atap rumah yang sudah rusak.

Ada perasaan sedih dan haru pada acara kerja bakti kali ini. Selain melepas, memasang, dan melapisi atap rumah dengan plastik agar tidak bocor, mahasiswa KKN Undip Desa Pacar juga mendapati si pemilik rumah (Ibu Ruminah-red) terkena penyakit kanker payudara yang cukup parah, karena kebiasaannya menyimpan uang di payudara. Sebenarnya pihak desa sudah menawarkan bantuan berupa akomodasi dan biaya operasi untuk mengangkat kanker dari payudaranya. Tapi sungguh miris, sampai saat ini Ibu Ruminah tidak bersedia dioperasi walau tetangga sudah kerap kali membujuknya.

R1-2

Foto: Mahasiswa KKN Undip Desa Pacar menjenguk keadaan Ibu Ruminah didampingi Pamong Tani (Khaerudin)

 

Saat Mahasiswa KKN Undip Desa Pacar menanyakan, ada hal yang membuat Ibu Ruminah enggan dioperasi, yaitu keraguan dia akan keberhasilan operasi pengangkatan kanker payudara. Karena terdapat kasus yang serupa pada RT 002 RW 001, 3 orang menderita kanker payudara. 2 orang telah meninggal, satu orang meninggal karena kanker yang sudah menjalar ke seluruh tubuh, dan yang satunya meninggal setelah dilakukan operasi. Hal itu menandakan bahwa masih kurangnya wawasan terutama untuk orang desa mengenai penyakit kanker dan solusi penyembuhannya.

R1-1

Foto: Mahasiswa KKN Undip Desa Pacar sedang memperbaiki atap Ibu Ruminah

 

Acara kerja bakti tersebut diakhiri dengan selesainya perbaikan atap rumah Ibu Ruminah. Anggota kelompok KKN Desa Pacar mengikuti kegiatan tersebut dengan maksud untuk memperkenalkan diri dan membuka tali silaturahmi kepada warga Desa Pacar, dengan harapan dapat berpartisipasi dalam kegiatan desa. (Hasan)

KEMERIAHAN BERBAGI ILMU DI SD NEGERI PACAR

 

PEKALONGAN – Kecamatan Tirto Desa Pacar, Rabu (18/1) pukul 12.30 WIB mahasiswa KKN Tim 1 Undip mengadakan salah satu program monodisiplin untuk berbagi ilmu ke anak-anak SD Negeri Pacar. Kedatangan tim KKN Ke SD Negeri Pacar disambut baik oleh kepala sekolah, dengan menyediakan tempat dan fasilitas bagi mahasiswa KKN untuk berbagi ilmu pada anak-anak SD. Tujuan mahasiswa KKN pada kali ini untuk pengenalan sastra Indonesia, matematika, dan kekerasan (bullying) yang sering terjadi pada anak-anak SD, serta pihak sekolah meminta bantuan bimbingan untuk siswa OSN Matematika.

R2-1

Foto: Antusiasme siswa-siswi SD N Pacar belajar Matematika

 

Antusiasme anak-anak SD sungguh terasa. Dari anak kelas 3, 4, dan 5 memberikan respon yang meriah. Dari bermain angka, membaca puisi, hingga penyuluhan kekerasan, anak-anak mengikuti dengan senang hati. Salah satu dari anak kelas 3, yait bernama Cahyo dengan tubuh gempalnya, terlihat semangat dalam mengikuti permainan “Bermain dalam Matematika”. Celoteh mereka yang lucu dan menggemaskan sering keluar membalas pertanyaan-pertanyaan dari kakak-kakak mahasiswa.

R2-2

Foto: Mahasiswa KKN Undip memberikan penyuluhan bahaya kekerasan pada anak usia dini

 

Mahasiswa KKN Undip selain menyampaikan materi sesuai dengan keahliannya, juga mengemasnya dalam bentuk hiburan agar siswa SD sedikit terhibur dari kepatan akan mata pelajaran. Pesan moral serta semangat juga tidak lupa kakak-kakak mahasiswa sampaikan kepada anak-anak SD agar tetap rajin belajar, dan bisa terus belajar untuk menggapai cita-cita, sebagai generasi penerus bangsa. (Hasan)

 

Berani Kotor! Mahasiswa KKN UNDIP Terjun Langsung Membersihkan Saluran Drainase.

Fungsi drainase yang ada di Desa Dadirejo, terutama di Dukuh Suro masih belum maksimal. Hal ini membuat genangan disekitar jalan Dukuh Suro terutama saat hujan lebat. Dan sisa genangan masih muncul di tepi jalan selang beberapa hari kemudian.

“Kalau setelah hujan disitu masih muncul genangan,” ujar Amat Saerun, salah satu warga Desa Dadirejo

Dia mengatakan, sebenarnya sudah ada saluran pembuangan dan dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Hanya saja fungsi Drainase tersebut tidak berfungsi secara maksimal dikarenakan pada Dukuh Suro ini daerahnya lebih rendah dibandingkan daerah-daerah lainnya sehingga semua aliran menuju Dukuh Suro.

Jum’at (20/1), Mahasiswa KKN UNDIP terjun langsung bersama masyarakat sekitar Dukuh Suro membersihkan saluran drainase yang mampet. Saluran drainase mampet diakibatkan karena banyaknya sampah-sampah yang berada dalam saluran drainase. Selain sampah, masyarakat jarang membersihkan saluran drainase tersebut. Setelah dibersihkan, saluran drainase tersebut kembali berfungsi bagaimana semestinya.

Menurut Amat Saerun, “dibutuhkan peran aktif masyarakat dalam mengelola saluran drainase. Kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup bersih seperti tidak membuang sampah di saluran drainase akan sangat membantu,”

Setelah melakukan kegiatan membersihkan saluran drainase, Mahasiswa KKN UNDIP juga memberikan sosialisasi tentang pentingnya pencegahan timbulnya jentik nyamuk dengan membagikan ikan hias air tawar mengingat banyaknya terdapat genangan, terutama di musim hujan di Desa Dadirejo.