Home » Articles posted by Kabupate Magelang

Author Archives: Kabupate Magelang

Warga Antusias Pendataan RTLH

Magelang – Program Kerja mahasiswa KKN sudah berjalan kurang lebih 3 minggu, jangka waktu tersebut memungkinkan banyak program kerja yang terlaksana. Program kerja baik monodisiplin maupun multidisiplin sebisa mungkin dilaksanakan secara maksimal untuk memberikan yang terbaik bagi warga desa.

Tim II KKN Undip Ds. Bondowoso Kec. Mertoyudan melaksanakan program monodisiplin dan multidisiplin secara bergatian untuk dapat memberikan hasil maksimal. Kegiatan monodisiplin yang dilaksanakan adapun diantaranya pemeriksaan kesehatan berupa cek tensi dan gula darah oleh mahasiswa pendidikan dokter, serta diadakannya pertemuan untuk membahas tata cara  pendaftaran tanah oleh mahasiswa hukum.

Program multidisiplin Ds. Bondowoso yakni pendataan UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) dan Pendataan RTLH (rumah tidak layak huni). RTLH sendiri adalah program yang diusulkan oleh BAPPEDA Kab. Magelang untuk mendata rumah yang tidak layak huni. Jumat (29/08) Pendataan RTLH Ds. Bondowoso telah dimulai dan mendapatkan respon positif dari warga desa.

 

RTLH

Dirgahayu RI, Warga Antusias Berlomba

 

Reportase Dirgahayu RI

 

 

Magelang – Memasuki minggu terakhir penerjunan KKN TIM II Undip dan juga memasuki peringatan Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71 banyak acara yang terselenggara.

Kemeriahan Kemerdekaan RI tersebar keseluruh Nusantara, bentuk acara untuk memperingati kemerdekaanpun sangat beragam, mulai dari gerak jalan, jalan santai, sepeda santai, lomba tradisional, dst.

Seperti di Ds. Bondowoso Kec. Mertoyudan (7/8) banyak acara yang diselenggarakan guna memperingati Dirgahayu Kemerdekaan RI ini. Bersamaan dengan partisipasi TIM II KKN Undip disetiap acara, antusias warga sangat tinggi untuk ikut serta.

TIM KKN Desa Pucungrejo Meriahkan Perayaan Hari Kemerdekaan Dusun Growong

Muntilan – Menyambut peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-71 Dusun Gerowong mengadakan berbagi lomba. Salah satu lomba yang menarik adalah lomba cerdas cermat antar anak SD kelas 3,4,5, dan 6. Lomba yang diusung dari sebuah acara televisi “Ranking 1” ini sangat menarik minat anak-anak Desa Growong. Tak hanya anak-anak, namun para orang tua dan rema juga berkumpul untuk menyaksikan acara tersebut. Acara yang bertempatkan di lapangan Dusun Growong ini berlangsung pukul 16.00 WIB hingga 18.00 WIB dan dipimpin langsung oleh mahasiswa KKN yang diberi kesemoatan untuk menjadi MC. Acara ini sangat menyedot perhatian masyarakat, karena merupakan lombacerdas cermat pertama di Dusun Growong yang di prakarsai oleh Mahasiswa KKN Undip.

Antusias anak-anak terlihat ketika lomba akan dimulai, seluruh anak yang merasa siswa kelas 3,4,5,dan 6 langsung mendaftar untuk mengikuti lomba ini. Setelah mendaftar mereka pun segera duduk rapi dan kemudian dibagikan kertas sebagai alat bantu jawab. Perlombaan Ranking 1 ini menggunakan sistem gugur, yaitu apabila setelah diberi pertanyaan dan ada peserta yang salah menjawab maka ia akan dikeluarkan dari arena perlombaan. Jumlah peserta yang mencapai kurang lebih 50 anak membuat suasana perlombaan semakin ramai. Diringi pula dengan suara-suara pendukung dari keluarga mereka yang datang untuk menonton perlombaan.

Setelah smua peserta siap, perlombaanpun segera dimulai. Perlombaan ini dipimpin oleh mahasiswa KKN yaitu Gita dan Audy. Mereka merupakan MC yang sekaligus mengatur jalannya acara. Selain itu, mahasiswa lainnya bertugas sebagai juri dimana mereka yang mengawasi apabila ada peserta yang jawabannya salah atau curang untuk dikeluarkan dari arena.

Lomba pun dimulai dengan pertanyaan-pertanyaan yang cukup mudah. Satu-per satu peserta gugur dalam lima pertanyaan pertama. Sekita 25 anak perlahan-lahan meninggalkan arena. Kemeriahan lomba juga ikut mengiringi berjalannya acara, semua orang tua peserta berlomba-lomba menyemangati anak-anaknya. Tak kalah seru, peserta yang tadinya gugur ikut menyoraki peserta yang bertahan dan terkadang suka mengganggu agar peserta di arena kalah. Hal itu menambah seru dan membuat persaingan semakin sengit. Kemudian lomba terus bergulir dan gugur kembali satu per satu peserta Hingga akhirnya pertanyaan ke 7 yaitu tentang ibukota dari Amerika Serikat, membuat 19 peserta gugur seketika. 19 peserta tersebut menjawab New York, padahal seharusnya adalah Washington D C. Kemeriahan semakin bertambah, karena banyak peserta yang merasa gagal dan mengeluh.

Kemudian sisa peserta adalah 6 peserta. Dari 6 peserta ini kemudian diberikan pertanyaan lagi hingga disisihkan 3 untuk final. Ketiga peserta ini adalah Anas kelas 3, Dava kelas 5, dan ibnu kelas 6. Ketiga peserta ini merupakan peserta tertangguh dari Dusun Growong yang berhasil bertahan. Mereka merupakan bibit-bibit siswa yang cerdas karena berhasil menyingkirkan 47 temannya.

Persaingan di final ini juga tak kalah menarik. Yang awalnya panitia mengira bahwa dapat memutuskan juara dengan 3 pertanyaan saja, namun smua anak berhasil menjawab hingga 5 pertanyaan. Hasil seri didapat setelah 5 pertanyaan yang cukup sulit terjawab, hingga akhirnya di pertanyaan ke 6 munculah anak dengan skor tertinggi yaitu Ibnu. Setelah itu tinggal 2 peserta lagi dan akhirnya panita kembal melanjutkan lomba hingga mendapatkan juara ke 2 dan 3. Hasil seri selalu ditunjukan oleh mereka. Hingga akhirnya pada 5 pertanyaan terakhir setelah diakumulasi hasilnya terlihatlah sang juara ke 2 yaitu anas, dan juara ke 3 yaitu dava. Pengumuman juara tak langsung diberikan kepada peserta itu, karena akan jadi kejutan pada puncak acara Hari Kemerdekaan di tanggal 17 Agustus 2016 nanti

 

Desa Pucungrejo Selenggarakan Forum Group Discustion Pupera

Muntilan – Sabtu (6/8), bertempatan di Balai Desa Pucungrejo diselenggarakan Forum Group Discustion Pupera II (FGD Pupera II). Acara ini dihadiri oleh 11 kepala Dusun di Desa Pucungrejo. FGD kali ini bertujuan untuk menjabarkan hasil-hasil survei dan penilaian terhadap kawasan pemukiman kumuh dari mahasiswa KKN. Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Kepala Desa Pucungrejo dan Koor Pupera dari Tim KKN Undip ini berlangsung dari pukul 10.00 WIB hingga 12.00 WIB.

Dalam kesempatan ini diawali oleh sambutan Koordinator Desa Pucungrejo, kemudian sambutan oleh Kepala Desa Pucungrejo dan pemaparan hasil survei oleh TIM KKN II Undip. Dalam survei tersebut, mahasiswa mensurvei wilayah Dusun Pandansari. Dusun ini masih tergolong dalam Dusun yang memiliki lingkungan kumuh. Terdapat tujuh indikator yang disurvei dan dinilai oleh mahasiswa. Yaitu mengenai bangunan gedung, jalan lingkungan, drainase, air minum, pengolahan sampah, pengolahan air limbah, dan proteksi kebakaran. Dari ketujuh indikator tersebut, wilayah Dusun Pandansari masih kurang memenuhi syarat sehingga masih tergolog lingkungan kumuh. Misalkan dari indikator jalan lingkungan, di Dusun Pandansari memiliki jalan yang relatif sempit dan tidak bisa dilewati oleh kendaraan bermotor. Selain itu dari segi air minum, banyak sumur-sumur sumber air minum terletak berdekatan dengan WC, atau dengan pembuangan limbah sehingga kualitas dari air tersebut menjadi buruk dan kurang layak minum, dan hal tersebut juga berlaku di indikator-indikator lain.

Setelah dijabarkan semua hasil survei dan penilaian dari TIM II KKN Undip tersebut, digelarlah sesi diskusi dan tanya jawab antar Kepala Desa, Kepala Dusun, dan Mahasiswa. Dalam kesempatan ini semua peserta ikut aktif dalam berdiskusi, mereka mendiskusikan bagaimana solusi yang terbaik untuk menanggulangi permasalahan-permasalahan tersebut.

Dengan dilakukannya FGD PUPERA yang kedua ini membantu warga desa khususnya Kepala Desa dan para Kepala Dusun untuk mengetahui bagaimana keadaan Dusun yang tergolong kumuh di desa mereka. Dan diharapkan pula masalah ini bisa segera teselesaikan, serta diharapkan agar pemerintah dapat membantu menangani permasalahan tersebut.

 

1

SD Berkarya, SMP Berjaya, Masyarakat Bersahaja (Minggu ke III)-Desa Donorojo-Kecamatan Mertoyudan-Kabupaten Magelang

Bangsa yang baik ditentukan oleh bagaimana penerus bangsa tersebut dapat membangun dan memberikan kontribusi aktif dan nyata untuk Bangsanya. penerus-penerus inilah yang akan menjadi penentu bagus atau rusaknya suatu Bangsa. Oleh karena itu, bibit-bibit penerus itu sepatutnya dappat membangun bangsanya dengan bekal yag ia dapatkan.

Tim II KKN Desa Donorojo menggebrak penerus itu dari usia dini, yaitu usia SD dimana masa-masa ia mulai mengenal dan memahami lebih banyak dari hanya sekedar bermain. sehingga Tim Donorojo memilih siswa/i SD untuk mendapatkan sosialisasi yang tentunya bemanfaat dan meningkatkan kreatifitas mereka. Dimulai oleh sosialisasi mengenai cerdas memilih program televisi yang mana inti dari sosialisasi ini adalah pengenalan tentang simbol-simbol pada televisi sehingga anak-anak dapat memilih program televisi yang sesuai oleh umurnya. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 26 Juli 2016.

Kegiatan berikutnya adalah pengenalan mengenai wirausaha dini dan latihan untuk menabung sejak dini yang disosialisasikan oleh mahasiswi dari fakultas ekonomi. Kegiatan ini dilakukan di lokasi SD yang sama yaitu SDN Donorojo dan berlangsung selama 3 hari, dimulai dari sosialisasi materi wirausaha dini pada tanggal 28 Juli pada siswa/i kelas 5 SD, penyampaian mengenai kiat-kiat dan manfaat menabung pada tanggal 29 Juli pada siswa/i kelas 6 SD hingga praktik membuat kerajian tangan dan membuat celengan dari bahan bakas pada tanggal 30 Juli 2016. kegiatan ini dilaksanakan berkelanjutan agar adannya praktik langsung yang dapat memotivasi mereka untuk mengaplikasikan materi yang disosialiasikan.

pada hari yang sama pula, pda tanggal 30 Juli ini, mahasiswa dari fakultas hukum mlakukan sosialisasi di SMP N 3 Mertoyudan mengenai Bela Negara, Anti Narkoba, PerUUan ITE, dan mengenai Peraturan Lalu Lintas. sosialisasi ini ditutup dengan penyerahan stiker yang telah disiapkan untuk dibagikan.

Tidak ketinggalan, bukan hanya siswa/i SD dan SMP saja yang mendapatkan penyuluhan, melainkan warga sekitar Donorojo juga mendapatkan sosialisasi mengenai Pelatihan Usia Reproduksi & Bahaya Narkoba pada tanggal 27 Juli dan pada tanggal 28 Juli 2016 dilaksanakan sosialisasi mengenai Pengolahan Lahan Cabe yang dilaksanakan di Balai Desa Donorojo

20160730_100841_resized 1470355829889_resized

DETIK-DETIK TERAKHIR KKN DI DESA SELOMIRAH YANG BERKESAN DAN PENUH KENANGAN

Reportase Minggu ke 5 KKN UNDIP TIM II Desa Selomirah, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang

Hari Senin (8/8), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) TIM II Universitas Diponegoro (UNDIP) tahun 2016 Desa Selomirah melakukan pendataan mengenai rumah tidak layak huni dengan pergi ke kantor kepala desa untuk bertemu dengan kepala dusun yang ada di Desa Selomirah. Dan di sana kami menanyakan rumah yang tidak layak huni di setiap dusun, setelah kami mendapatkan informasi mengenai rumah tidak layak huni. Kami pergi ke rumah tersebut untuk mengambil dokumentasi setiap sisi rumah tersebut.

 

RUMAH TIDAK LAYAK HUNI DUSUN BABADAN

 

RUMAH TIDAK LAYAK HUNI DUSUN KALISAT

RUMAH TIDAK LAYAK HUNI DUSUN KALISAT

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hari Selasa (9/8), kami melanjutkan aktivitas kami dengan mengajar anak – anak PAUD Melati dalam rangka acara “Gebyar PAUD dan TK se- kecamatan Ngablak”. Dalam acara tersebut, setiap PAUD harus memberikan 3 perwakilan untuk menampilkan pentas seni bernyanyi sambil menari. Anak – anak PAUD berlatih di posko kami mulai pukul 09.00 WIB – 11.00 WIB. Mereka berlatih menyanyikan 2 lagu yaitu Balonku dan cicak – cicak di dinding. Mereka pun masih tampak malu – malu bernyanyi di depan kami. Seperti hari – hari sebelumnya, kami mengajar anak – anak di daerah sekitar posko kami yaitu di dusun kalisat untuk membantu dalam mengerjakan PR maupun mempersiapkan materi untuk besok. Mereka sangat antusias saat diajarkan oleh kami, terlihat dari semangat mereka dalam mengerjakan soal – soal yang kami berikan.

LATIHAN MENARI

LATIHAN MENARI

KESERUAN BELAJAR BERSAMA

KESERUAN BELAJAR BERSAMA

 

 

 

 

 

 

 

Hari Rabu (10/8), seperti hari sebelumnya kami mengajar anak – anak PAUD Melati untuk latihan bernyayi sambil menari. Mereka pun sudah datang dari pukul 08.30 WIB, padahal waktu latihan dimulai dari pukul 09.00 WIB. Mereka sangat tampak ceria dan bersemangat untuk latihan. Pada latihan ini anak – anak PAUD sudah hafal lagunya dan tampak lincah dalam menari dengan menggunakan microfon. Seperti malam – malam sebelumnya kami mengajar anak – anak di daerah sekitar posko kami yaitu di dusun kalisat untuk membantu dalam mengerjakan PR maupun mempersiapkan materi untuk besok. kami pun senang karena jumlah anak – anak yang datang ke posko kami pun bertambah.

LATIHAN MENYANYI DAN MENARI

LATIHAN MENYANYI DAN MENARI

MENGAJAR BERSAMA

MENGAJAR BERSAMA

 

 

 

 

 

 

 

Hari Kamis (11/8), pada pagi hari kami bersiap – siap untuk hadir dalam acara “Gebyar PAUD dan TK se- kecamatan Ngablak” yang diselengggarakan di kecamatan Ngablak. Kami sangat senang melihat anak – anak PAUD dan TK yang ingin tampil dalam acara tersebut. Mereka sangat lucu dengan kostum kelincinya dan mereka sangat percaya diri saat tampil di sana. Setelah menonton anak – anak PAUD tampil bernyayi, kami menonton dan memberikan semangat pada anak – anak JAMBORE SDN Selomirah yang di selenggarakan di SMPN 1 Ngablak. Lomba yang dilombakan yaitu menaksir tinggi pohon, mendirikan tenda dengan simpul benar, menggambar Boden Powell, dan stand up comedy. Pada siang itu suasananya sangat seru dan ramai sekali karena banyak peserta lain dari sekolah yang berasal dari kecamatan lain. Dan pada sore hari, saat pengumuman juara diumumkan SDN Selomirah menjadi juara sehingga SDN Selomirah dapat mewakili JAMBORE kecamatan Ngablak. Kami pun sangat puas dan senang atas prestasi yang didapat oleh siswa – siswa SDN Selomirah.

LOMBA TK DAN PAUD

LOMBA TK DAN PAUD

1470984973351 1470984663575

 

 

 

 

 

 

 

LOMBA PRAMUKA

LOMBA PRAMUKA

LOMBA PRAMUKA

LOMBA PRAMUKA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jumat (12/8), mendekati telah berakhirnya KKN ini maka kami pun memulai untuk mengerjakan laporan KKN. Pada hari itu kami menghabiskan waktu seharian hanya di posko. Laporan ini membahas bagaimana program monodisiplin dan multidisiplin berjalan. selain mengerjakan laporan, kami juga mengerjakan tugas pos daya kami yaitu pembuatan diary pos daya. Saat menulis diary pos daya, kami menjadi sedih karena kami menjadi ingat kenangan kami selama KKN di Desa Selomirah.

MENGERJAKAN LAPORAN

MENGERJAKAN LAPORAN

 

 

 

 

 

 

 

Sabtu (13/8), pada pagi itu hujan gerimis turun namun kami tetap bersiap – siap untuk jalan sehat. Sambil menunggu hujan reda, kami pun sarapan terlebih dahulu. Setelah reda kami pun langsung berjalan menuju ke kecamatan Ngablak. Sesampai di sana, suasana di kecamatan Ngablak sangat ramai karena banyak masyarakat Desa Selomirah mengikuti jalan sehat tersebut. Setelah kegiatan jalan sehat selesai, kami pun kembali ke posko kami. Pada siang hari sekitar pukul 14.00 WIB, kami dikunjungi Dosen Pembimbing Lapangan yaitu Bapak Ariza untuk dilakukannya evaluasi. Dan evaluasi pun berjalan dengan lancar.

1471181715619

 

 

 

 

 

 

Minggu (14/8), pada pagi hari kami melanjutkan pengerjaan laporan. Pengerjaan laporan ini sudah hampir selesai, sehingga tidak menghabiskan waktu yang banyak. Setelah laporan selesai, kami pun membantu ibu kadus Kalisat untuk memasak dalam rangka persiapan arisan ibu PKK. Kami pun membantu membuat arem – arem, memasak terong balado, kue lapis, dan tahu isi. Pada sore harinya, kami pun berpamitan pada beberapa kepala dusun yang berada di Desa Selomirah dan pada malam harinya kami berkemas-kemas.

JALAN SEHAT KECAMATAN

JALAN SEHAT KECAMATAN

MEMBANTU IBU MEMASAK

MEMBANTU IBU MEMASAK

1471181793956

PERKUMPULAN IBU-IBU PKK

1471181851362

REPORTASE MINGGU KELIMA TIM II KKN UNIVERSITAS DIPONEGORO DESA GIRIREJO KECAMATAN NGABLAK KABUPATEN MAGELANG

REPORTASE MINGGU KELIMA TIM II KKN UNIVERSITAS DIPONEGORO DESA GIRIREJO KECAMATAN NGABLAK KABUPATEN MAGELANG
Minggu, 7 Agustus 2016
Hari ini kami datang ke desa Katekan kabupaten Temanggung untuk mengikuti Monev yang diadakan oleh PUPR
Senin, 8 Agustus 2016
Hari ini kami isi dengan istirahat
Selasa, 9 Agustus 2016
Pagi ini kami datang ke kantor desa Girirejo untuk melaksanakan salah satu program mono dari kami berupa penyerahan piramida penduduk ke kepala desa Girirejo
Rabu, 10 Agustus 2016
Seharian ini ada kegiatan kerja bakti di dusun Mantran Kulon pelebaran jalan, kami ikut kerja bakti bersama warga
Pada malam harinya kami mengikuti pengajian yasin rutin ibu-ibu di dusun Mantran Kulon
Dan setelahnya kami silaturahmi ke salah satu warga yang dirumahnya membuka pendeteksi penyakit dan menjual teh herbal
Kamis, 11 Agustus 2016
Hari ini kami mengikuti kerja bakti kembali pelebaran jalan di desa Mantran Kulon
dan siangnya kami mengunjungi pengemboran pompa sumur di dusun Gondangan Wetan

20160811_144003

 

 

 

 

Dan hari ini kami mengerjakan Laporan Pelaksanaan Kegiatan
Pada malam harinya kami mengikuti pengajian yasin
Jumat, 12 Agustus 2016
Hari ini kami masih mengikuti kerja bakti pelebaran jalan di desa Mantran Kulon, pada hari ini kami juga sudah menyicil mengerjakan laporan-laporan pelaksanaan kegiatan, Dan pada malam harinya kami mengikuti pengajian yasin orang meninggal
Sabtu, 13 Agustus 2016
Hari ini kami kedatangan dosen KKN ke posko,
2016-08-13 11.31.22

 

 

 

 

 

Dan hari ini kami isi dengan mengikuti kerja bakti kembali dan pada pukul 1 siang kami mengikuti pengajian yasin orang meninggal

2016-08-13 13.11.27

 

 

 

 

 

 

dan setelahnya kami melanjutkan kembali mengerjakan laporan pelaksanaan kegiatan
Minggu, 14 Agustus 2016
Hari ini kami isi dengan menyelesaikan LPK dan berbenah barang yang akan kami bawa pulang besok

ANTUSIASME IBU-IBU DESA PAGERGUNUNG DALAM LOMBA PERINGATAN 17-AN

Senin, 8 Agustus 2016, kami tim II KKN UNDIP Desa Pagergunung Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang menghadiri dalam lomba peringatan 17-an yang bertempatan di seberang Balai Desa Pagergunung tepatnya di Pasar Losari.  Acara dihadiri oleh banyak warga Desa Pagergunung dari berbagai dusun, mulai dari dusun Losari, dusun Daru, dusun Krajan, dusun Bongos, dan dusun Sijaran. Baik orang tua maupun anak kecil turut hadir memeriahkan lomba tersebut. Peserta lomba 17-an adalah ibu-ibu dari Desa Pagergunung.

1471150136530Kami diberi kesempatan oleh warga setempat untuk menjadi panitia dalam perlombaan tersebut. Dengan banyaknya lomba yang akan dilakukan kami mencoba untuk  membagi diri menjadi beberapa kelompok atau bagian. Setelah kita diskusikan oleh ketua lomba yaitu ibu lurah akhirnya Panitia dari Tim II KKN UNDIP terbagi menjadi beberapa 5 bagian.  Lima bagian tersebut yaitu ada yang menjadi juri, ada yang menjadi penerima tamu atau loket pendaftaran, ada yang menjadi pengawas perlombaan, ada yang menjadi bagian dokumentasi, dan juga ada yang menjadi wasit.

Terdapat berbagai macam perlombaan pada hari itu. Perlombaan yang dilakukan yaitu lomba merias wajah teman tanpa melihat, lomba makan kerupuk, lomba balap karung, lomba balap bakiak, lomba tarik tambang, lomba senam, lomba joget balon, dan lain-lain. banyaknya lomba tersebut tidak membuat kita merasa capek karena banyaknya warga yang berantusias dalam perlombaan tersebut apalagi banyak dari desa lain yang menyempatkan  diri untuk datang melihat lomba tersebut. Sehingga membuat kita lebih bersemangat dalam menjalankan tugas sebagai panitia.

Perlombaan berjalan dengan lancar, diawali dengan lomba merias wajah teman. Lomba dilaksanakan pada pukul 13.00 WIB. Setelah lomba merias wajah teman berlangsung, dilanjutkan dengan lomba balap karung, lomba balap bakiak, lomba makan kerupuk, lomba joget balon, dan yang terakhir yaitu lomba tarik tambang. Tak lupa juga kita Tim KKN disuruh untuk mengikuti perlombaan tersebut. Hal ini merupakan permintaan dari Ibu Lurah sehingga kita membagi diri yaitu perwakilan untuk mengikuti perlombaan tersebut.

1471150134007

Para warga terlihat sangat antusias dalam mengikuti perlombaan ini. Mereka terlihat sangat bergembira, bersenda gurau, bercanda tawa satu sama lain. Aura kekecewaan juga nampak dari para peserta yang kalah dalam perlombaan.  Namun hal tersebut tidak membuat warga yang kalah berkecil hati. Mereka tetap mengikuti perlombaan yang lainnya dengan harapan akan menang dalam perlombaan tersebut.

Perlombaan berakhir pada pukul 17.00 WIB. Semua panitia membereskan semua peralatan yang ada. Tak lupa para warga turut membantu panitia dalam membereskan kursi dan membersihkan halaman pasar Losari. Pada akhir perlombaan juga adanya sambutan dari Kepala Desa tentang permulaan dalam perlombaan tersebut.

 

[ Reportase Minggu ke-5 ] Gebyar PAUD memeriahkan peringatan HUT RI ke-71

Salah satu peserta sedang tampil di atas panggung

Salah satu peserta sedang tampil di atas panggung

Dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 71, Kecamatan Ngablak mengadakan Gebyar PAUD pada Kamis 11 Agustus 2016, dimana berisikan kegiatan lomba menari bagi anak-anak PAUD dan TK serta pencanangan bank sampah bagi masyarakat. Lomba menari tersebut diikuti PAUD dan TK dari berbagai desa yang berada di kecamatan Ngablak. Tiap-tiap sekolah membawakan tarian-tarian tradisional yang dikembangkan dan juga mengenakan kostum yang di desain sendiri untuk menunjukkan kreatifitas masing-masing sekolah.

Acara tersebut dibuka dengan sambutan dari Bapak Kecamatan. Acara berlangsung ramai dari pagi hingga sore dan dihadiri oleh guru-guru dan juga orang tua murid yang bersangkutan, diharapkan dengan adanya acara ini dapat menanamkan dan menumbuhkan rasa cinta pada tanah air kepada masyarakat.

ARAK-ARAK KHITANAN ALA PAGERGUNUNG NGABLAK

Rabu, 3 Agustus 2016, Tim II KKN UNDIP yang berada di Desa Pagergunung Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang ini dikejutkan oleh suatu acara di salah satu dusun pagergunung yaitu dusun Losari. Acara ini mungkin membuat mahasiswa terkejut karena mungkin belum pernah dilihat sebelumnya di daerah masing-masing mahasiswa. Acara tersebut yaitu acara khitanan.

Khitan merupakan suatu kewajiban bagi umat muslim yang dilakukan oleh semua pria. Khitan merupakan sebuah awal anak sudah mulai beranjak dewasa. Sehingga diharapkan setelah khitanan anak bisa merubah sikap kekanak-kanakannya dan berusaha menjadi pria dewasa baik dalam sifat dan tindakannya. Dengan demikian acara khitanan merupakan sebuah acara yang dilakukan oleh semua pria muslim dengan suka cita dan diadakan secara meriah.

Acara khitan pada umumnya dilakukan secara meriah, namun acara khitanan di dusun Losari ini sangat unik. Kemeriahan acara tersebut berbeda dengan daerah lainnya yaitu terdapat berbagai acara dan dilakukan selama seharian penuh yaitu pengajian, rabbana, ceramah ustad dan mengaji. Namun yang paling unik dalam acara khitan tersebut yaitu arak-arak dan menyalakan petasan yang sangat banyak.

14708032171061470803209484Arak-Arak berlangsung setelah sholat isyak yaitu mulai jam 7 malam. Arak-Arak ini berarti anak yang dikhitan akan diarak keliling desa dengan menunggangi kuda. Anak yang dikhitan akan didandani layaknya seorang yang sudah dewasa. Arak-Arak ini dihadiri oleh banyak orang yang mengikutinya dari belakang dengan sholawat sedangkan di depan kuda aka nada pertunjukkan bola api yang dilakukan oleh beberapa orang yang ahli. Baik anak yang dikhitan maupun pemain bola api, mereka semua didandani dengan meriah dan unik. Arak-Arak ini dilakukan dengan tujuan untuk menunjukkan kepada semua warga desa bahwa anak ini akan dikhitan dan merupakan awal dalam kedewasaannya.

 

Setelah Arak-Arak selesai, acara selanjutnya adalah menyalakan petasan. Petasan yang dinyalakan tidak tanggung-tanggung yaitu sangat banyak dengan petasan ditali dan digerek sampai ke atas setara dengan atap rumah. Lebih lagi petasan yang dinyalakan bukan petasan biasa tetapi petasan yang dibuat khusus dengan suara yang amat keras. Secara tidak langsung semua orang yang melihat petasan tersebut tutup telinga karena memang petasan yang dinyalakan sangat keras berbeda dengan petasan-petasan lainnya.

Kami merasa senang sekali meihat acara tersebut secara langsung dan merasakannya. Bagi kami dengan kami melihat dan merasakan acara secara langsung akan membuat kesan tersendiri bagi kami. Acara ini merupakan acara yang paling unik bagi kami dan dapat membuat pengalaman yang sulit bagi kami untuk melupakannya. Hal ini juga menyadarkan kami bahwa budaya di Indonesia sangatlah beragam dan patut untuk dilestarikan karena budaya tersebut akan menjadi kebanggaan tersendiri yang belum tentu semua orang memilikinya.