Home » Articles posted by dosenKKN Kab. Batang

Author Archives: dosenKKN Kab. Batang

Gerakan Desa Sehat Selokarto Bebas HIV

BATANG, Kamis, 27 Juli 2017- Mahasiswa KKN UNDIP Tim II yang ditempatkan di Desa Selokarto, Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang melakukan penyuluhan akan pentingnya pencegahan dan penanggulangan penyakit HIV/AIDS di Dusun Manggunan. Kegiatan ini dilaksanakan di Dusun Manggungan karena terdapat beberapa warga tunasusila di dusun tersebut dan dilatarbelakangi adanya beberapa kasus meninggalnya warga setempat akibat terjangkit penyakit HIV/AIDS. Tim KKN Desa Selokarto juga dibantu oleh pihak Puskesmas Kecamatan Pecalungan, yaitu Pak Wahyu.

25

Antusiasme warga Desa Manggunan mengikuti kegiatan penyuluhan

Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB, bertempat di kediaman Bapak Wasmadi selaku Kepala Dusun Manggunan. Beliau kemudian memberikan sambutan untuk membuka acara. Selanjutnya Tim KKN Desa Selokarto menyampaikan materi mengenai HIV/AIDS seperti pengenalan virus dan penyakit  HIV/AIDS, bagaimana cara virus HIV menjadi penyakit AIDS, bagaimana penularan, pencegahan, dan test HIV serta cara menyikapi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Selama pemyampaian materi, warga cukup antusias dengan memberikan tanggapan secara langsung.

25a25b

Penyampaian materi HIV/AIDS oleh mahasiswa KKN Undip

Kemudian dilanjutan dengan penyuluhan kesehatan oleh Pak Wahyu dari Puskesmas Kecamatan Pecalungan. Pak Wahyu beberapa kali memberikan masukan mengenai pencegahan virus HIV. “ibu-ibu, cara pencegahan yang utama yaitu menjaga kesetiaan. Bojone ojo oleh njajan nggih bu. (suaminya jangan diperbolehkan “njajan” ya bu.)” ucapnya disambut gelak tawa dari warga.

25c

Pak Wahyu dari Puskesmas Kecamatan Pecalungan memberikan materi mengenai hidup sehat

Acara berjalan dengan lancar dan berakhir pada pukul 11.00 WIB.  Diharapkan warga yang mengikuti sosialisasi ini dapat mencegah dan mengurangi resiko terjangkit virus HIV agar desa Selokarto menjadi desa yang sehat bebas HIV/AIDS. “Saya berterima kasih kepada mbak-mbak dan mas-mas KKN yang telah memfasilitasi kegiatan ini dan berharap dapat menjadi penggerak bagi warga Desa Manggunan untuk lebih baik lagi.” Ucap Pak Wasmadi menutup kegiatan penyuluhan bebas HIV/AIDS.

 

Cegah Pelecehan Seksual pada Anak

Mahasiswa KKN UNDIP Tim II memberikan edukasi mengenai bagian tubuh yang boleh disentuh dan tidak boleh disentuh kepada siswa kelas 1, 2 dan 3. Kegiatan yang dilakukan di SDN Selokarto 03 pada hari Jumat, 28 Juli 2017 tersebut bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada anak tentang bagian-bagian tubuh mana dari diri sendiri yang tidak boleh disentuh maupun diperlihatkan kepada orang asing agar terhindar dari pelecehan seksual.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 tersebut diawali dengan perkenalan mahasiswa KKN. Pemberian materi diawali dengan siswa diminta menyebutkan nama bagian tubuh secara umum dari gambar yang ditampilkan, setelah itu mulai dijelaskan bagian tubuh mana saja yang tidak boleh disentuh. Selain itu dijelaskan juga siapa orang yang bisa menyentuh bagian pribadi selain diri sendiri dan langkah yang harus dilakukan apabila ada orang asing mencoba menyentuh bagian yang tidak boleh disentuh. Di akhir kegiatan diberikan kuis untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan dan mengulangi kembali secara bersama-sama materi yang telah disampaikan. Kegiatan yang berakhir pada pukul 10.00 tersebut diakhiri dengan menyanyi bersama.

24 24a 24b 24c

Generasi Penerus Bangsa butuh Literasi Media Desa Selokarto

BATANG, 27/07/17- Puluhan siswa di SD N 01 Selokarto Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang mengikuti kegiatan Literasi Media Generus Penerus Bangsa yang diadakan oleh mahasiswa Tim II Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip). Jenis media yang dibahas dalam kegiatan tersebut adalah televisi. Para siswa begitu antusias dalam mengikuti pembelajaran yang diberikan oleh Fajrina Aulia yang merupakan mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi. Hal tersebut terlihat dari banyaknya siswa yang aktif dalam menjawab pertanyaan yang diberikan. Namun ketika ditanya mengenai jenis-jenis media, terdapat hal unik yang terjadi. Rata-rata mereka menjawab jenis media seperti Facebook, Youtube, Google, WhatsApp dan berbagai media online lainnya. Tak ada satupun yang menjawab televisi.

23a 23b 23c

Penyampaian materi literasi media oleh Fajrina Aulia

Kemudian Fajrina memberikan penjelasan lengkap mengenai media. Setelah itu, siswa menjawab pertanyaan mengenai tayangan televisi yang mereka tonton. Mirisnya, banyak siswa yang menonton sinetron dengan berbagai adegan yang tidak sesuai dengan umur mereka. “Dunia Terbalik! Anak Langit! Roman Picisan!” jawab Topa, salah satu siswa kelas 5 ketika ditanya sinetron apa yang ditonton setiap harinya. Kemudian anak-anak diberikan informasi dan pengarahan mengenai simbol-simbol di dalam tayangan televisi yang boleh mereka tonton dan tidak boleh ditonton beserta jenis adegan yang tidak boleh ditiru.

Selain di SD N 1 Selokarto, literasi media juga dilakukan di Sekolah Juara yang merupakan wadah belajar yang dikelola seacara swadaya oleh masyarakat Desa Selokarto. Sekolah Juara ini memiliki belasan siswa yang telah berprestasi baik di bidang akademik maupun non akademik.

23e 23d

Pembelajaran di sekolah juara yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat

Literasi media merupakan kemampuan memahami dunia media massa sehingga kritis dan selektif dalam menerima informasi dari media serta tidak mudah terpengaruh pesan terang-terangan dan adegan yang tidak pantas ditiru di media. Pembekalan sejak dini terhadap media perlu diterapkan. Harapannya, anak dapat memilih tayangan televisi yang baik dan menjadi generasi penerus yang pintar dalam pendidikan media. Kegiatan pun berakhir dengan sesi foto bersama.

23f

Foto bersama dengan siswa SD N 01 Selokarto

Kiat Menyusun Pembukuan Rumah Tangga di Desa Pretek

Permasalahan yang sering terjadi di rumah tangga terkadang berhubungan dengan masalah keuangan, bukan berapa banyak penghasilan yang diterima namun yang terpenting adalah bagaimana cara mengelola keuangan rumah tangga. Alasan itulah membuat Annisa’ Fatkha Laila Fajar, seorang mahasiswi jurusan akuntansi FEB, membuat program monodisiplin mengenai pembukuan sederhana dalam rumah tangga sebagai upaya dalam mengelola keuangan rumah tangga. Program yang dilakukan pada tanggal 25 Juli 2017 di Balai Desa Pretek dihadiri oleh ibu-ibu PKK Desa Pretek.

Dalam program tersebut dipaparkan tujuan pembukuan adalah untuk mengetahui secara rinci berapa jumlah biaya yang diterima maupun biaya yang dikeluarkan dalam suatu periode guna menghindari ‘menguapnya’ uang yang dimiliki. Langkah dalam membuat pembukuan ini juga mudah, hanya perlu mempersiapkan buku/kertas dan alat tulis. Lalu, bagi satu halaman buku/kertas menjadi enam kolom yang berisi no, tanggal, keterangan, debit, kredit dan saldo akhir. Pada akhir periode, bandingkan jumlah uang yang berada ditangan dengan uang yang berada dalam perhitungan pembukuan. Jika jumlahnya sama berarti semua transaksi yang terjadi telah tercatat dalam pembukuan. Walaupun mudah, namun perlu ketelitian dalam melakukan pembukuan ini.

22 22a

Penyuluhan Rumah Sehat dan Bank Sampah di Desa Pretek

Pada hari selasa tanggal 25 Juli 2017 telah berlangsung suatu program monodisiplin dari salah satu mahasiswa atas nama David Prastya dengan program Penyuluhan Rumah Sehat dan Bank Sampah di Kantor Balai Desa Pretek. Program  ini ditujukan untuk ibu-ibu PKK yang ada di Desa Pretek dan bertujuan untuk mengenalkan bagaimana cara mengatur dan mengelola rumah dengan benar dan sehat. Kemudian jika terdapat banyak sampah yang tidak terpakai di rumah bisa dimanfaatkan lagi ataupun bisa menghasilkan uang tambahan. Terlebih lagi agar tetap menjaga lingkungan sekitar rumah tetap bersih dan sehat sehingga layak untuk dihuni dan berbahaya bagi anak-anak.

Ibu-ibu PKK disini diberikan sedikit materi tentang bagaimana seharusnya mengatur rumah agar menjadi kategori rumah yang sehat. Kemudian tentang bank sampah diberikan pengetahuan tentang sampah apa saja yang dapat dipakai lagi ataupun didaur ulang. Karena sebagian besar ibu rumah tangga di desa Pretek belum mengetahui tentang pengolahan sampah rumah tangga yang ada saat ini.

Selanjutnya pemapar materi menjelaskan mengenai alur dari bank sampah:

  1. Pemilahan sampah yang ada dirumah
  2. Penyetoran
  3. Penimbangan
  4. Pencatatan hasil sampah dalam buku tabungan
  5. Penjualan sampah ke pengepul sampah dan mendapatkan hasil

Kemudian langkah mudah untuk membentuk Bank Sampah:

  1. Membentuk Kelompok Kerja

Yaitu dengan membuat organisasi/kepengurusan dari Bank Sampah secara sederhana

  1. Sosialisasi Mengenai Manfaat Bank Sampah

Yaitu dengan membuat forum formal/informal guna memberikan pengetahuan tentang pentingnya penglolaan sampah secara mandiri.

  1. Bentuk Sentra Pengumpulan Sampah

Yaitu membuat tempat untuk tempat penampungan dan pengumpulan sampah untuk sementara sebelum disalurkan ke pengepul ataupun dapat dijadikan tempat pameran untuk hasil daur ulang kreasi dari masyarakat yang bisa kemudian dijual.

Untuk lingkungan yang bersih dan sehat pastinya akan menjadi idaman bagi setiap warga. Oleh karena itu perlu adanya sebuah gerakan yang nyata untuk mewujudkan hal tersebut. Dan bank sampah menjadi sebuah solusi dimana setiap elemen masyarakat dapat berpartisipasi dalam menjaga lingkungannya tersebut.

21

Gambar 1. Sosialisasi mengenai rumah sehat

21a

 

Gambar 2. Penyuluhan bank sampah

Penanaman Nilai-nilai Pancasila dan Rasa Cinta Tanah Air serta Pengenalan UUD NRI 1945 sebagai Konstitusi Negara di Desa Pretek

Pada hari selasa, 25 juli 2017 telah dilaksanakan program monodisiplin atas nama Adeka Andari Pernia, (Fakultas Hukum, 2014) dengan Program “Penanaman Nilai-nilai Pancasila dan Rasa Cinta Tanah Air serta Pengenalan UUD NRI 1945 sebagai dasar Negara” di MI Islamiyah Pretek. Program ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan jiwa patriotisme berdasarkan nilai-nilai Pancasila pada anak-anak mulai dari usia dini. Sebagai generasi penerus bangsa di masa mendatang, maka sekiranya sangat diperlukanlah hal tersebut.

Siswa-siswi di berikan beberapa materi dalam bentuk kemasan menarik seperti ppt, video, musik gambar dan games. Yang mana hal ini dilakukan guna membangun suasana belajar yang mengasikkan, sehingga materi akan lebih jauh mudah di ingat oleh para siswa-siswi di MI Islamiyah Pretek tersebut.

Dalam Pemaparan materi anak-anak diberikan tontonan video mengenai Pancasila dan pengamalannya beserta konstitusi negara. Selain itu anak-anak juga dilatih untuk lebih menyukai lagu-lagu kebangsaan dengan pemaparan games tebak lajut lirik lagu (Lagu Nasional Indonesia). Adapun games lainnya yaitu anak-anak diminta untuk menyusun puzzle Aku Cinta Indonesia (peta Indonesia) dengan menyanyikan lagu wajib nasional, hal ini bertujuan untuk menumbuhkan kekompokkan serta kerjasama yang baik antar generasi penerus, dan menumbuhkan kepekaan rasa cinta tanah air. Serta pengembangan wawasan mengenai UUD NRI 1945 sebagai konstitusi negara.

 

20

Gambar 1. Pemberian Materi Nilai-Nilai Pancasila dan dasar Konstitusi

20a

Gambar 2. Quiz tentang tentang Pancasila beserta Lambang dan contoh pengamalannya

20b 20bb

Gambar 3. Games Menyusul puzzle Aku Cinta Indonesia dengan menyanyikan lagu wajib Nasional

20c

Gambar 4. Pemenang penyusunan puzzle

20d

Gambar 5. Menyanyikkan lagu Nasional

20e

Gambar 6. Antusiasme Peserta didik.

Komputer Sejak Dini

 

Komputer merupakan salah satu media yang memiliki beberapa manfaat untuk kehidupan sehari-hari. Manfaat komputer yaitu mempermudah pekerjaan, alat komunikasi, alat untuk hiburan, sebagai alat pendidikan, membantu dalam bidang kesehatan, sebagai sarana informasi dan lain sebagainya. Pada jaman sekarang, komputer merupakan sesuatu yang familiar. Desa Pretek merupakan salah satu desa yang memiliki warga dengan pengetahuan rendah mengenai komputer.

Pada tanggal 24 Juli 2017 telah dilaksanakan program monodisiplin oleh Shiva Twinandilla di MI Islamiyah Pretek. Program tersebut yaitu Sosialisasi Pengenalan Komputer Sejak Dini. Program ini ditujukan kepada siswa/i kelas IV supaya mereka mengenal dengan komputer lebih awal serta mengetahui penggunaan komputer dengan sehat.

19

Sosialisasi diawali dengan pengenalan komputer serta komponen-komponen komputer. Tak hanya itu, saat sosialisasi diberikan pula pengetahuan mengenai jenis-jenis dari masing-masing komponen. Hal ini bertujuan supaya siswa/i benar-benar paham bentuk, jenis dari masing-masing komponen komputer. Selain itu, dilakukan sosialisasi penggunaan komputer dengan sehat. Penggunaan komputer terlalu lama dapat mengganggu kesehatan khususnya mata, dan lainnya.

19a

Setelah dilakukan sosialisasi, dilakukan kuis mengenai komputer serta penggunaan komputer dengan sehat. Ini bertujuan untuk memastikan bahwa siswa/i benar-benar paham mengenai komputer, komponen-komponen komputer serta kegunaannya, dan penggunaan komputer dengan sehat. Dari kuis ini, siswa lebih antusias dalam mengingat semua pengetahuan yang telah diberikan.

Dari program yang dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa kini siswa/i dapat mengetahui komputer serta komponen-komponennya dan mengetahui penggunaan komputer dengan sehat. Hal ini dapat bermanfaat supaya mereka dapat memakai komputer dengan baik dan sehat.

 

Pupuk Leri

18a

Di desa Pretek banyak ditemukan fenomena limbah organik berupa air leri atau air cucian beras yang dibuang begitu saja tanpa ada pemanfaatan lebih lanjut. Limbah organik lainnya yang selama ini banyak dimanfaatkan untuk dijadikan makanan ternyata memiliki potensi lain yang juga memiliki nilai guna lebih. Salah satu limbahnya yaitu berupa sisa nasi. Banyak warga yang menjemur sisa nasi untuk dijadikan nasi aking dan belum ada pemanfaatan lainnya.

Pada tanggal 25 Juli 2017 telah dilaksanakan program monodisiplin oleh Dwiyani Anjar Martitik di Balai desa yang dihadiri oleh kader ibu-ibu PKK desa Pretek. Program tersebut yaitu Sosialisasi Pembuatan Pupuk Organik Cair. Bahan yang digunakan untuk pupuk organik cair yaitu air leri, sisa nasi dan larutan gula. Bahan-bahan yang ada dicampur di suatu wadah dan dibiarkan selama 7 hingga 10 hari

18b

Tujuan dari program ini yaitu memberikan alternatif untuk mendapatkan pupuk hasil buatan sendiri dengan bahan yang setiap harinya bisa didapatkan dengan mudah daripada harus membeli ke toko pupuk. Pemanfaatan limbah organik ini sangat mudah dipraktekkan dan warga sangat antusias mencoba membuatnya untuk digunakan di kebun pribadi yang mereka miliki.

Bioindikator Lingkungan Bersih

17

 

Pada hari Senin, 24 Juli 2017 Tim II KKN Undip di desa Pretek kembali melakukan salah satu program monodisiplin atas nama Dwiyani Anjar Martitik di MI Islamiyah Pretek yaitu Sosialisasi Pengenalan Bioindikator Lingkungan Bersih dan Praktek Pembuatan Perangkap Nyamuk.  Program ini bertujuan untuk membangun kesadaran serta kepedulian siswa/i terhadap kebersihan lingkungan.

17b

17a

Praktek yang dilaksanakan dalam pelaksanaan program ini merupakan bentuk dari pemanfaatan sampah anorganik yang masih sering ditemukan di sekitar desa Pretek untuk dijadikan barang dengan nilai guna lebih. Siswa/i kelas VB belajar mengenai pentingnya menjaga lingkungan dengan mengenal hewan yang dapat dijadikan bioindikator kebersihan lingkungan serta membuat perangkap nyamuk dari botol aqua bekas dengan maksud untuk mengurangi pencemaran lingkungan. “Capung itu bisa dijadikan indikator untuk mengenali apakah lingkungan kita masih bersih ataukah sudah tercemar ya” ungkap Dwiyani Anjar M. saat program dilaksanakan.

Keniten Bebas MSG dan Minyak Jelantah

16a

Foto1 :Nur Kamila menjelaskan bahaya bahan pengawet pada makanan terhadap kesehatan

Selasa (25/7) Mahasiswa KKN Tim II Undip yang ditempatkan di Desa Keniten Kecamatan Pecalungan Kabupaten Batang, telah melaksanakan dua program monodisiplin yang berjudul Sosialisasi Dampak Penggunaan Bahan Tambahan Makanan (BTM) pada Makanan dan Sosialisasi Bahaya Penggunaan Minyak Goreng Berulang dan Pembuatan Sabun dari Minyak Jelantah. Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa Keniten pada pukul 10.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB. Kedua program tersebut digagas oleh mahasiswa bernama Nur Kamila dari Departemen Kimia, Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro Semarang.

Program ini dilaksanakan untuk memberi pemahaman pada masyarakat Desa Keniten tentang bahaya dari bahan tambahan pada makanan seperti zat pemanis buatan, pengawet buatan, pewarna buatan dan juga zat penyedap rasa yang sering terdapat pada makanan yang dikonsumsi oleh anak-anak di Desa Keniten. Kemudian program monodisiplin yang kedua bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada ibu-ibu di desa Keniten tentang dampak dari penggunaan minyak goreng berulang bagi kesehatan. Untuk mengatasi permasalahan itu, Mila memberikan solusi alternatif agar minyak bekas diolah menjadi sabun siap pakai. Namun, sabun tersebut tidak dapat diaplikasikan untuk badan dan peralatan dapur. Tujuannya adalah agar minyak bekas tersebut tidak dibuang begitu saja, yang juga dapat menyebabkan kerusakan pada lingkungan.

16b

Foto 2 : Antusiasme Ibu-Ibu PKK Mendengarkan Penjelasan Tentang Dampak Negatif BTM Dan Penggunaan Minyak Goreng Berulang

 

Kedua program monodisplin tersebut mendapatkan respon positif dari ibu-ibu PKK Desa Keniten. Hal ini ditunjukkan dari antusiasme ibu-ibu PKK mengikuti program yang telah disiapkan mahasiswa. Kegiatan yang berlangsung selama tiga jam ini, dihadiri oleh Ibu Penggerak PKK yaitu Ibu Lurah Butuk Tutur dan Ibu Bidan Nelly Arianti beserta ibu-ibu anggota PKK yang lainnya. Kegiatan diawali dengan penjelasan secara singkat tentang zat-zat yang terdapat pada makanan yang sering dikonsumsi oleh anak-anak, seperti minuman rasa-rasa, makanan dan juga penyedap rasa yang biasa digunakan oleh ibu-ibu saat memasak. Mila juga mengajak ibu-ibu PKK untuk membaca komposisi yang terdapat pada penyedap rasa dan minuman rasa-rasa yang dijadikan sampel. Selain itu, Mila juga melakukan uji coba untuk zat pengawet boraks yang terkandung dalam bakso dengan menggunakan tusuk gigi yang telah direndam kunyit. Selanjutnya Mila memberikan materi terkait dampak negatif dari penggunaan minyak secara berulang bagi kesehatan, dan dilanjutkan dengan proses pembuatan sabun dari bahan utama minyak bekas.

16c

Foto 3 : Uji Coba Zat Pengawet Makanan pada Bakso

16d

Foto 4 : Proses Pembuatan Sabun Dari Bahan Utama Minyak Jelantah

 

Diharapkan dengan diadakannya sosialisasi ini, ibu-ibu yang ada di Desa Keniten menjadi lebih selektif dalam memilih makanan yang akan disajikan kepada keluarga terutama pada anak-anak dan juga menghindari penggunaan minyak goreng secara berulang. (Vinny/Farah)

Editor: Pak Hari

28 Juli 2017