Home » Articles posted by kkn Kab. Batang

Author Archives: kkn Kab. Batang

REPORTASE REGULAR TIM II KKN UNDIP 2016/2017 DESA DLIMAS, KEC. BANYUPUTIH, KAB. BATANG

Tim KKN Desa Dlimas: Keluarga Baru

Selasa, 18 Juli 2017 | 15.30 WIB

Selasa, 11 Juli 2017 pukul 09.00 WIB, selepas mengikuti upacara pelepasan TIM II KKN UNDIP tahun 2016/2017 oleh Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Yos Johan Utama, Tim KKN Desa Dlimas berkumpul bersama untuk membahas keberangkatan dan saling mengingatkan akan barang bawaan yang dibutuhkan saat melaksanakan Kuliah Kerja Nyata selama 42 hari di Desa Dlimas, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang. Pada saat kami berkumpul bersama tidak lupa kami menyempatkan berfoto bersama di Lapangan Widyapuraya Universitas Diponegoro, dan setelah itu kami pulang kembali ke kos masing-masing untuk mempesiapkan keberangkatan esok hari. Rabu, 12 Juli 2017 pukul 10.00 WIB, Tim KKN Desa Dlimas berangkat menuju Desa Dlimas, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, 6 orang anggota tim berangkat menuju lokasi menggunakan bus yang sudah disiapkan oleh Universitas Diponegoro, 1 orang anggota tim berangkat menuju lokasi dengan menggunakan pick up bersama dengan 1 orang anggota tim Desa Banyuputih sekaligus membawa barang bawaan kami menuju lokasi KKN di Desa Dlimas, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang. Pada hari sebelumnya telah diberangkatkan motor yang kami gunakan untuk transportasi selama KKN di lokasi dengan menggunakan truk. Transportasi keberangkatan dan pengangkutan motor sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak universitas untuk meminimalisir resiko yang tidak diinginkan selama pemberangkatan, mengingat lokasi KKN Tim II Tahun 2016/2017 yang berbeda-beda tempat lokasi dan jarak. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam akhirnya sampailah kami di Desa Dlimas, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang.

Minggu pertama kami di Desa Dlimas, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang kami melakukan perkenalan dengan perangkat desa, kepala dusun Desa Dlimas, waarga sekitar, dan tidak lupa survey permasalah yang ada di Desa Dlimas. Survey dilakukan di minggu petama karena sebelum pemberangkatan tidak ada survey yang dilakukan mengingat lokasi yang jauh dan demi meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan selama perjalanan survey, dan ini adalah kebijakan dari pihak universitas. Kami tinggal di rumah Bapak Lurah Desa Dlimas, alhamdulillah keluarga Bapak Lurah sangat ramah dan baik terhadap kami seakan kami adalah anak sendiri. Masyarakat Desa Dlimas juga baik dengan kami yang merupakan orang baru di lingkungan mereka, di sini kami merasa seperti menemukan keluarga baru yang hangat dan menyambut kami dengan keramahan dan kebaikan mereka. Tim II KKN Tahun 2016/2017 di Desa Dlimas, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang memiliki 7 anggota dimana kami sudah seperti keluarga, saling membantu satu sama lain, saling  menjaga, kedekatan dan keakraban kami yang menjadikan kami menjadi sebuah keluarga baru. Setelah survey kami melakukan penyusunan program dan berdiskusi dengan perangkat desa mengenai program yang akan kami laksanakan di Desa Dlimas.

Awal minggu kedua kami mulai mempersiapkan bahan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan program yang akan dijalankan. Kami membeli bahan-bahan di Kota Limpung dimana di Limpung adalah pusat alun-alun di Banyuputih, yang menjual berbagai macam barang-barang yang tidak bisa kami dapatkan di Desa Dlimas. Waktu tempuh dari Desa Dlimas menuju Limpung kurang lebih 20 menit, lumayan dekat karena mengingat di Limpung lebih lengkap dan sekaligus sebagai tempat hiburan kami jika ingin melihat keramaian. Pada awal minggu kedua ini kami melakukan persiapan untuk mendukung pelaksanaan program yang akan dijalankan.

Tim KKN Desa Dlimas: Sambutan Hangat

Jumat, 21 Juli 2017 | 15.30 WIB

Pada awal minggu ini kami mulai menjalankan program kami. Kami mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan dalam mendukung program yang akan dijalankan. Kami saling bahu – membahu dalam membantu anggota kami yang akan menjalankan programnya pada minggu ini. Persiapan bahan, materi, serta mental sudah disiapkan dengan matang. Akhirnya, tibalah hari dimana program pertama dari salah satu anggota kami dilaksanakan. Program pertama yang kami jalankan sasaran utamanya adalah perangkat desa, bertempat di balai desa program kami berjalan dengan sistematika presentasi dan diskusi ringan dengan para perangkat desa. Perangkat desa terlihat antusias dan menyambut kami dengan ramah dan hangat dalam mengikuti materi program yang disampaikan, karena memang materi yang disampaikan adalah materi yang dibutuhkan oleh warda Desa Dlimas khususnya para perangkat desa. Materi yang disampaikan mengenai hukum pidana, hukum perdata, yang dimana memang di Desa Dlimas terkadang terjadi tindak kejahatan seperti tawuran, pencurian, dll, dan perangkat desa yang notabene bukan lulusan hukum sulit untuk menangani kasus-kasus kriminal tersebut sesuai dengan undang-undang yang telah ada. Atas dasar itulah program ini dibuat untuk membantu perangkat desa lebih tanggap dalam menyikapi tindak kriminal yang ada dan diharapkan tidak adanya makin hakim sendiri oleh warga.

Terdapat dua sekolah dasar di Desa Dlimas yaitu SD 02 Dlimas dan MI, serta dua taman kanak kanak yaitu TK dan RA. Program kami selanjutnya dengan sasaran siswa-siswi sekolah dasar di SD 02 Dlimas dan MI. Siswa-siswi diberikan pembelajaran mengenai pentingnya keselamatan berkendara di jalan karena di Desa Dlimas ini banyak masyarakatnya yang berkendara di jalan menggunakan sepeda motor tetapi tidak menggunakan helm, padahal masyarakat melewati jalan raya pantura dimana setiap hari menjadi tempat lalu-lalang bus luar kota dan truk-truk besar. Kemudian siswa-siswi akan diberi pembelajaran mengenai bahaya narkoba dan menghindarinya sedini mungkin, siswa-siswi perlu tahu akan bahaya dari narkoba sejak dini yang diharapkan dapat mencegah dan mengurangi rusaknya generasi muda karena narkoba. Selian itu siswa-siswi juga diberi pembelajaran mengenai pentingnya menjaga kebersihan tempat wisata yang dikunjungi, yang diharapkan agar anak-anak dapat memahami pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekitar terutama tempat wisata yang dikunjungi. Diharapkan siswa-siswi dapat turut andil dalam menjaga lingkungan sejak dini seperti membuang sampah pada tempatnya, tidak mencoret coret fasilitas umum, dan lebih menghargai para pekerja yang bertugas untuk menjaga dan merawat lingkungan tersebut. Jadi pada akhir minggu pertama ini kami sudah menjalankan beberapa program dari serangkaian program yang akan kami jalankan.

 

Tim KKN Desa Dlimas: Home Visit

Selasa, 25 JULI 2017 | 15.30 WIB

Pada awal minggu kedua ini masih sama seperti minggu pertama kami disibukkan dengan program-program yang kami jalankan. Awal minggu kedua ini kami berencana untuk mengunjungi para perangkat desa dan kepala dusun yang ada di Desa Dlimas. Terdapat tiga dusun di Desa Dlimas sendiri diantaranya Dusun Jetis, Dusun Dlimas, dan Dusun Kebonsari. Kami mengunjungi rumah para kepala dusun dengan maksud silaturahmi dan menyapa warga di setiap dusun, agar masyarakat juga mengetahui akan keberadaan kami Tim KKN UNDIP di Desa Dlimas dan nantinya kami harapkan agar para warga mau dan ikut berpartisipasi dengan program yang akan kami jalankan di Desa Dlimas. Kami disambut hangat oleh para kepala dusun dan masyarakat sekitar, masyarakat sangat antusias akan keberadaan kami di Desa Dlimas dan menunjukkan dukungan akan program yang akan kami jalankan. Pertama kami mengunjungi rumah Kepala Dusun Jetis, rumah bapak kadusJetis dekat dengan MI dan RA dan terletak cukup strategis karena dipinggir jalan. Kami mengobrol dengan bapak kadus Jetis guna membahas program-program yang akan kami jalankan selama di Desa Dlimas dan mengenai permasalahan yang ada di Dusun Jetis sendiri. Kunjungan kedua kami menuju rumah Kepala Dusun Dlimas yang terletak di dekat posko kami, hanya berbeda gang dengan posko kami. Bapak kadus Dlimas sangat terbuka dan menyambut kami dengan hangatnya. Beliau menanyakan program-program kami selama di Desa Dlimas dan memberikan saran serta masukan yang menurut kami sangat bermanfaat sekali bagi kami. Beliau juga terbuka dan menceritakan setiap permasalahan yang ada di Dusun Dlimas sendiri, dimana masih adanya tawuran pemuda antar dusun yang sering dipicu karena masalah sepele seperti adu mulut, lomba, atau hanya sekedar gurauan yang berujug pada pertengkaran. Beliau sangat ramah dan memperkenalkan kami kepada warga yang tinggal di sekitar rumah beliau, tak jauh berbeda dengan kadus Dlimas masyarakat sekitar juga menyambut kami dengan sangat ramah. Kemudian kunjungan ketiga yaitu ke Kepala Dusun Kebonsari. Dusun Kebonsari terletak paling jauh dari posko kami dimana kami harus melewati perkebunan jagung dan tebu. Kami melakukan kunjungan ke rumah Kepala Dusun Kebonsari sekitar ba’da maghrib karena Kepala Dusun Kebonsari memang sering berkegiatan di luar rumah dan biasanya beliau berada di rumah saat hari mulai petang. Seperti halnya di Dusun Jetis dan Dusun Dlimas, kami juga disambut baik di rumah bapak kadus Kebonsari. Beliau adalah orang yang sangat kritis dan sangat antusias terhadap program-program yang akan kami jalankan. Terlihat jelas banyaknya harapan beliau dengan kehadiran kami Tim KKN UNDIP di Desa Dlimas. Beliau mengharapkan dengan kedatangan kami di Desa Dlimas mampu membawa sedikit perubahan dan dorongan motivasi kepada masyarakat Desa Dlimas khususnya para pemudanya. Karena di Desa Dlimas khususnya di Dusun Kebonsari sendiri mayoritas pemudanya bekerja di bengkel karena pendidikan yang rendah. Minat pemuda untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi masih rendah. Oleh sebab itu beliau mengharapkan dengan adanya Tim KKN UNDIP mampu memberi motivasi kepada pemuda untuk mengejar impian dan mau untuk bersekolah setinggi mungkin. Begitulah di awal minggu kedua ini kami melakukan kunjungan ke rumah perangkat Desa Dlimasa dan masyarakat sekitar untuk lebih mengakrabkan diri kepada masyarakat Desa Dlimas.

Tim KKN Desa Dlimas: Dlimas Sehat

Jum’at, 28 JULI 2017 | 15.30 WIB

Pada minggu kedua ini kami menjalankan program kami kembali. Setelah melakukan kunjungan ke perangkat desa dan menyapa masyarakat sekitar, kami melanjutkan untuk menjalankan program kami. Sasaran program kami selanjtnya masih sama yaitu siswa-siswi SD 02 Dlimas dan MI. Program yang akan dijalankan adalah pengenalan dunia pertanian kepada siswa-siswi sekolah dasar. Pemilihan program ini dikarenakan rendahnya minat pemuda untuk terjun bekerja di bidang pertanian, padahal Desa Dlimas memiliki potensi pertanian yang cukup baik dengan hamparan sawah dan perkebunan yang cukup banyak. Program ini diadakan dengan tujuan agar siswa-siswi dapat melihat potensi yang ada di Desa Dlimas sejak dini dan merubah pola pikir anak sejak dini bahwa bekerja di bidang pertanian tidak hanya serta merta menjadi petani saja, namun dapat menjadi seorang pengusaha olahan produk hasil pertanian. Selain itu juga siswa-siswi diberikan pembelajaran mengenai pentingnya menghargai para petani yang telah bekerja keras, mengajarkan anak untuk makan makanan bergizi seperti sayur dan buah. Kegiatan yang dilakukan adalah mewarnai gambar petani bersama di ruang kelas masing-masing sebagai bentuk apresiasi terhadap para petani yang telah bekerja keras. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan menanam bersama, di SD 02 Dlimas terdapat pekarangan sekolah yang terletak di belakang sekolah dan  dibiarkan begitu saja, oleh sebab itu kami membuat program ini selain mengenalkan siswa-siswi bagaimana cara budidaya tanaman juga mempercantik penampilan sekolah dengan adanya kebun sayur di belakang sekolah. Hasil produksi kebun nantinya dapat dimanfaatkan oleh pihak sekolah dan hal ini juga dapat mengajarkan siswa-siswi untuk disiplin dalam merawat dan memelihara tanaman yang ada di sekolah mereka. Siswa-siswi terlihat sangat antusias terhadap kegiatan menanam bersama, bibit yang ditanam meliputi tanaman cabai, tanaman terong, dan tanaman tomat. Setelah kegiatan menanam bersama siswa-siswi kami bagikan bibit tanaman cabai untuk masing-masing siswa agar dapat ditanam oleh siswa-siswi di rumah mereka masing-masing. Selanjutnya di MI karena memang di sana tidak memiliki pekarangan seperti di SD 02 Dlimas, kami tidak dapat melakukan kegiatan menanam bersama di MI. Namun sebagai gantinya kami tetap memberikan kegiatan mewarnai bersama dan membagikan bibit tanaman cabai kepada masing-masing siswa agar dapat ditanam di rumah masing-masing. Kemudian kami memberikan pengertian akan pentingnya mengkonsumsi susu setiap hari, terutama untuk anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Siswa-siswi diberikan pembelajaran mengenai kandungan yang terdapat dalam susu dan berbagai macam susu seperti susu sapi, susu kambing, susu kerbau, susu kuda, dll. Tidak lupa setelah penyampain materi siswa-siwi masing-masing diberikan susu untuk diminum bersama, sebagai langkah awal utnuk membiasakan anak dalam mengkonsumsi susu setiap hari agar pertumbuhan otak dan tubuh dapat maksimal, dan terpenuhnya kebutuhan gizi anak. Program kami minggu ini diharapkan dapat menjadikan generasi muda Dlimas yang sehat dan pintar.

Tim KKN Desa Dlimas: Carnaval

Selasa, 01 Agustus 2017 | 15.30 WIB

Pada awal minggu ketiga ini kami sudah memasuki bulan baru yaitu Bulan Agustus. Kami mulai disibukkan dengan serangkaian rapat dengan perangkat desa maupun pemuda Desa Dlimas guna membahas acara yang akan dilaksanakan untuk meramaikan kemerdekaan Indonesia. Setiap dua tahun sekali di Desa Dlimas selalu diadakan acara carnaval, dan tepat pada tahun ini adalah pelaksaan carnaval tersebut. Carnaval diadakan di setiap desa yang ada di Kecamatan Banyuputih, termasuk Desa Dlimas. Namun, untuk waktu pelaksanaan carnaval berbeda-beda tergantung dengan keputusan dari masing-masing desa. Kami mendapat undangan dari pemuda Desa Dlimas untuk menghadiri rapat guna membahas acara carnaval yang akan diadakan pada tahun ini. Rapat tersebut membahas sistematika carnaval yang akan dilaksanakan. Rencana awal carnaval diadakan pada satu hari di Bulan Agustus. Dimulai dari konvoi kendaraan mengelilingi desa dan sekitarnya menggunakan kaos yang seragam. Jika pada dua tahun lalu kaos yang digunakan pada saat konvoi berbeda-beda motif dan warna tiap RT. Namun, pada tahun ini akan diseragamkan untuk warna dan motifnya agar tidak ada perbedaan karena merupakan satu Desa Dlimas. Biasanya konvoi selesai siang hari, kemudian dilanjutkan dengan persiapan carnaval malam harinya. Jika di desa lain carnaval diadakan pada siang hari, berbeda di Desa Dlimas karena carnaval diadakan pada malam hari. Kami ditunjukkan video dokumentasi carnaval dua tahun lalu, kami melihat carnaval Desa Dlimas begitu meriah hingga dihadiri oleh Bupati Batang. Setiap RT memberikan penampilan terbaik ada Drum Band, arak-arakan patung yang dibuat sendiri oleh masing-masing RT, kemudian ada penampilan dari SD 02 Dlimas, MI, Tk, dan RA, penampilan dari Ibu PKK dan bapak-bapak, tak lupa penampilan dari para pemuda. Carnaval dilaksanakan dengan berjalan kaki mengelilingi Desa Dlimas dengan warna-warni lampu yang sangat menakjubkan. Kami sangat tidak sabar menantikan acara carnaval tahun ini, kami juga ingin ikut berpasrtisipasi dalam memeriahkan acara carnaval, dan dari pihak pemuda maupun masyarakat juga mengharapkan bantuan dan dukungan dari kami mengenai konsep acara dan hiburan yang meriah. Kami dengan senang hati akan membantu untuk berlangsungnya acara carnaval tahun ini.

Tahun ini akan diadakan caarnaval, oleh sebab itu tidak adanya lomba-lomba yang biasanya diadakan menjelang kemerdekaan Indonesia, karena masyarakat disibukkan dengan persiapan carnaval tahun ini. Setiap hari kami selalu melihat aktivitas masyarakat yang begitu semangat mempersiapkan carnaval. Para pemuda melakukan rapat setiap malam, latihan drum band di setiap dusun maupun sekolah, pembuatan properti untuk arak-arakan, dll. Begitu terasa antusias warga dalam menyambut carnaval tahun ini dan membuat kami makin tidak sabar untuk menantikan carnaval Desa Dlimas tahun ini.

Tim KKN Desa Dlimas: Maafkan Kami DPL, Kami Main ke Dieng

 Sabtu, 5 Agustus 2017. Pada hari ini kita menjalankan proker tentang makan-makan yang ASUH dan keuangan keluarga di dukuh Jetis, setelah menjalankan proker kita diajak oleh guru MI untuk ikut silaturahmi ke ustad yang akan mengikuti ibadah haji pada tahun ini.

Bersilaturahmi memang membawa rizki. Rizki memang tidak selalu berbentuk materi, info yang bermanfaat juga termasuk rizki. Pada saat silaturahmi tentunya kita dapat doa dari pak ustad dan juga kita mendapat info tentang DIENG CULTURE FESTIVAL atau yang biasa di singkat DCF. Mendengar adanya acara tersebut, kita sangat tertarik dengan adanya acara tersebut dan kita berencana untuk datang ke acara tersebut.

Dengan modal izin dari pak lurah dan orang tua kita semua, kita memutuskan untuk berangkat ke Dieng. Namun sayang, salah satu teman kita tidak bisa ikut dengan kita ke Dieng karena dia harus balik ke Semarang untuk mengurus KRS. Kita ber-6 berangkat dari desa Dlimas sekitar pukul 5 sore. Kita berangkat dengan berbekal GPS dan bertanya kepada warga sekitar. Dikarenakan perjalnan kita pada malam hari, maka kita memutuskan untuk melawati jalur Parakan, memutari gunung sindoro dan melewati kota Wonosobo. Ketika sampai di Parakan, rencana yang awalnya akan melewati Kledung dirubah dengan jalur tercepat berhubung pelepasan lampion dimulai pukul 19.30 dan berakhir pukul 21.00. Ketika sampai di pintu masuk, kita sempat berkecil hati tidak bisa mengikuti acara pelepasan lampion karena masih membutuhkan sekitar 30 menit lagi untuk sampai dilokasi.

Sesampainya di lokasi yaitu Kawasan Candi Arjuna, betapa senangnya kita karena acara tersebut belum selasai. Disana kita menerbangkan 3 lampion ditemani dinginnya Dieng dan juga lantunan musik yang merdu. Setelah menerbangkan lampion, kita berencana untuk masuk ke depan panggung, teteapi kita tidak bisa masuk dikarenakan lokasi telah penuh, sehingga kita memutuskan untuk menikmati suasana itu ditepian panggung, sampai akhirnya pukul 23.00.

Dikarenakan sudah malam, kita berencana untuk tidur di bascamp guung Prau. Ketika kita sampai di basecamp. Kondisi parkiran telah penuh oleh motor dan kondisi bascamp telah penuh oleh para pendaki. Namun nasib kita memang beruntung. Masih tersisa tempat tidur untuk kita ber-6.

Tim KKN Desa Dlimas: Last Proker, Minggu Terproduktif

Senin, 7 Agustus 2017. Proker terakhir kordes Sony Lesmana dengan sasaran perangkat dilaksanakan di balai desa Dlimas denagan materi pelatihan RAB dan Rumah Sehat. Pemberian materi dimulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB.

Kamis, 10 Agustus 2017. Proker terakhir milik Wildan pemberian materi Manajemen Aset Daerah dengan sasaran perangkat desa dilaksanakan di balai Desa Dlimas. Pemberian materi dimulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB.

Jumat, 11 Agustus 2017. Proker terakhir kita semua dengan memberi materi UMKM dengan sasaran ibu-ibu PKK yang dilaksanakan di balai desa Dlimas. Pemberian materi diberikan setelah ibu-ibu PKK selesai berdiskusi tentang lomba 17an PKK.

Dihari yang sama juga dilaksanakan proker dari teman kita tuan putri Eka tentang pemanfaatan pekarang rumah yang dilanjutakan dengan pemberian bibit terong, cabai, tomat dan bayam kepada ibu-ibu PKK.

Tim KKN Desa Dlimas: Api Kita Sudah Menyala

Selasa, 15 Agustus 2017, pada akhir minggu ke-5, tim II KKN Undip 2017 desa Dlimas diberi amanat oleh SD dan MI desa Dlimas untuk mengawal acara pramuka yang diselenggarakan 2 tahun sekali. Jambore tingkat Kecamatan Banyuputih.

Sore hari kita menyiapkan untuk peralatan pentas seni MI desa Dlimas. Nasib lelaki pada waktu itu memang kurang beruntung. Mereka dijadikan bahan percobaan untuk dicorat-coret mukanya, seperti adat orang Papua. Setelah sholat maghrib sekitar pukul 18.30 WIB (Waktu Indonesia bagian Batang), tim KKN desa Dlimas bersiap-siap menuju lapangan desa Kaliballik kecamatan Banyuputih. Sekitar 10 menit kearah timur, melawati ladang tebu dan ladang padi kita sampai di lokasi Jambore.

Sesampai dilokasi, kami segera untuk merias siswa MI Dlimas. Imah dan Wildan bertugas merias pakaian sedangkan Anan dan Eka merias wajah. Tidak sesuai rencana, hanya 9 anak yang mau dirias, ada 1 anak yang tidak mau dihias dan dipastikan gagal untuk mengikuti pentas seni. Sebelum itu, tim KKN beserta para guru telah membujuk siswa tersebut untuk mengikuti pentas seni tersebut, tetapi usaha kita gagal. Selagi merias, api unggun yang disiapkan panitia jambore dinyalakan, hal ini membuat susana menjadi kurang kondusif karena para siswa ingin melihat proses api ungun itu menyala.

Api unggun telah menyala dan siswa telah selesai dirias. Waktu yang ditunggu akan segera datang, waktu untuk pentas seni MI Dlimas. MI tampil dengan nomor urut 29 dari 29 peserta. Ya kita tampil terakhir. Dengan sabar kita menunggu nomor urut kita dipanggil. Sampai pada akhirnya waktu yang ditunggu itu datang. Siswa dan siswi MI Dlimas menampilkan 3 tarian yang dipadukan dengan indah

Tim KKN Desa Dlimas: Mencari Sang Juara

 Jumat, 18 Agustus 2017. Untuk membuat kesan baik, kita berusaha membuat acara perpisahan untuk warga desa dengan membuat rencana. Rencana awal kita akan membuat lomba memancing. Rencana telah disusun dengan rapi, dari rencana anggaran sampai waktu pelakasanaan, tetapi rencana itu pupus setelah kita akan meminta izin untuk tempat. Bukan tidak boleh tetapi kita menyadari bahwa air sedang susah, sehingga kita membatalkan niatan awal kita.

Walau gagal sebelum berperang pada rencana awal, kita membuat rencana kedua, yaitu lomba 17an. Dengan persiapan yang sangat mepet kita berhasil membuat acara yang cukup ramai. Kita membuat beberapa cabang lomba seperti tarik tambang, estafet tepung, pecah air, makan kerupuk, balap kelereng.  Lomba tarik tambang, estafet tepung dan pecah air langsung diseleseaikan pada hari itu dan diikuti oleh bapak-bapak dan ibu-ibu sedangkan untuk lomba yang lain diikuti oleh anak anak dan diselesaikan pada hari selanjutnya karena terbatasnya waktu.

Tim KKN Desa Dlimas: Waktunya Berpisah

Sabtu, 19 Agustus 2017. Tetap pukul 09.00 Waktu Indonesia bagian Batang, Tim KKN desa Dlimas menuju ke SD dan MI. Pertama kita menuju SD, sebelum menuju ruang guru kita menemui para siswa terlebih dahulu untuk membayar janji. Janji untuk membelikan jajan jika bisa menjadi juara untuk pentas seni pada jambore tingkat kecamatan kemaren.

Setelah menemui sang juara, kita menuju ruang kepala sekolah. Namun  sayangnya kepala sekolah SD Dlimas sedang menjalankan tugas di luar sekolah, sehingga kita tidak bisa menemui sang kepala sekolah. Walaupun tidak bisa bertemu dengan kepala sekolah, kita tetap disambut hangat oleh para guru. Setelah itu kita berkumpul di ruang tamu kepala sekolah. Disitulah kita menyampaikan maksud kita, yaitu pamitan yang kemudian dilanjutkan foto bersama guru dan siswa.

Untuk mempersingkat waktu kita pamit kepada guru dan melanjutkan pamitan menuju MI Dlimas. Suasana di MI tak jauh beda dengan di SD, kepala sekolah sedang bertugas diluar sekolah juga tetapi kita juga tetap disambut hangat oleh guru-guru. Setelah pamitan dilanjutkan dengan foto-foto.

Memang pertemuan selalu diakhiri dengan perpisahan, berhubung kami tidak suka dengan adanya pepisahan sekian dulu ya reportase kita hari ini.

Pelatihan Jambanisasi Desa Wringingintung

wringingintung jambanisasi

Batang (5/8/17) Setelah survey di minggu awal kedatangan Tim II KKN Undip di Desa Wringingintung, survey permasalahan di Desa Wringingintung yang ditemukan, yaitu  masalah jambanisasi yang belum meluas serta BABS ( Buang Air Besar Sembarangan ) yang masih sering terjadi di Desa Wringingintung. Ditemukan lebih dari setengah rumah warga di Desa Wringingintung belum memiliki jamban, sehingga BABS masih sering terjadi dimana – mana di Desa Wringingintung. Kesadaran untuk membuat jamban di rumah masih rendah di Desa Wringingintung. Menindak lanjuti hal tersebut, maka Tim II KKN Undip melaksanakan pelatihan pembuatan jamban yang baik bagi Warga Desa Wringingintung. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan pada sabtu, 5 Agustus 2017 di Balai Desa Wringingintung. Sasaran kegiatan ini adalah seluruh warga Desa Wringingintung.

Kegiatan pelatihan jambanisasi ini dihadiri sekitar 32 orang selaku anggota PKK serta anggota FKD Wringingintung. Kegiatan berisi tentang pelatihan mengenai bagaimana konstruksi pembuatan jamban yang baik serta bagaimana perawatan jamban yang baik bagi warga. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim II KKN Undip Desa Wringingintung dari Fakultas Teknik Sipil, Reandy Haganta, bersama anggota Tim II KKN Undip lainnya juga ikut turun tangan dalam hal ini. Warga Desa Wringingintung sangat antusias dalam kegiatan ini. Banyak warga yang bertanya dalam kegiatan ini, salah satunya bagaimana cara perawatan jamban yang baik, salah satunya penggunaan pembersih jamban yang ternyata tidak baik bagi lingkungan karena kandungan kimia dalam bahan tersebut dapat membunuh bakteri pengurai yang ada di septictank.  Solusinya sebagai pengganti pembersih jamban adalah dengan menjaga kebersihan jamban serta menyikat dengan bersih dan diguyur air sebagai pengurangan dampak yang tidak baik terhadap lingkungan. Setelah kegiatan ini Tim II KKN Undip Desa Wringingintung berharap warga menjadi sadar akan pentingnya jamban yang sehat dan baik serta tidak BABS lagi karena hal tersebut tidak baik bagi kesehatan warga dan mengganggu lingkungan. Kegiatan ini sendiri dinilai sangat membantu warga, karena setelah kegiatan ini diketahui dari perangkat Desa bahwa akan diadakannya bantuan bagi warga untuk pembangunan jamban yang sehat dan baik.

 

 

Input Data Kependudukan Melalui Program VBA Ms. Excell

Wringingintung VBA ms excel

Kamis (3/8), Tim II KKN Undip melaksanakan program pembuatan dan pengisian VBA Ms. Excell yang ditujukan bagi perangkat Desa Kebumen. Program VBA Ms. Excell merupakan solusi yang tepat bagi masalah pemasukan data kependudukan yang masih dilakukan secara manual oleh perangkat desa sehingga menjadi lebih praktis.

Dian Indirasari, mahasiswa Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro melaksanakan program VBA Ms. Excell ini dalam tiga tahap. Tahap pertama yaitu pengenalan atau sosialisasi program VBA Ms. Excell. Tahap kedua adalah demonstrasi pendataan Kependudukan desa Kebumen,. Tahap ketiga berupa pelatihan pembuatan progran VBA Ms. Excell kepada perangkat desa. Manfaat dari program ini langsung dirasakan oleh perangkat Desa Kebumen saat program telah selesai dibuat. Kotak dialog dalam program tersebut sangat membantu dalam pemasukan data tiap warga Desa Kebumen.

Azizin, perangkat Desa Kebumen bagian kependudukan menuturkan bahwa dengan dilaksanakannya program ini lebih memudahkan dan menghemat waktu dalam pemasukan data kependudukan. Jika terjadi perubahan data tiap orang pun lebih mudah dilakukan tanpa membuang-buang waktu.

Pengoptimalan Produk UMKM Sale Pisang “Sekar”

Simbangjati UMKM Simbangjati UMKM 2

 

 

 

 

 

 

Gambar: Pak Yatin, pemilik Sale Pisang “Sekar” sedang diberikan pelatihan membuat dan mengoperasikan sosial media serta memilih bahan untuk kemasan produk

Sebagai UMKM Desa Simbangjati, Tulis yang baru berjalan selama 6 bulan, Sale Pisang “Sekar” terbilang cukup popular di Batang, Pekalongan dan sekitarnya. Sayangnya kepopuleran Sale Pisang “Sekar” baru tersebar melalui mulut ke mulut saja. Selain bungkus yang terbilang masih sederhana, UMKM ini juga belum mempunyai inovasi dan logo design yang menarik untuk produknya.

Berdasarkan permasalahan tersebut, TIM II KKN Universitas Diponegoro memberikan pendampingan dan pelatihan untuk membantu mengembangkan UMKM tersebut. Pelatihan yang akan diberikan yaitu meliputi beberapa hal seperti branding, promotion, inovasi rasa, pengolahan limbah, dan alternatif alat pengeringan. Minggu lalu, 6 Agustus 2017, Pak Yatin selaku pemilik usaha tersebut diberikan pelatihan untuk membuat dan mengoperasikan sosial media sebagai langkah awal untuk memperluas jangkauan pasar. Instagram, official account LINE, Facebook, dan Tokopedia adalah beberapa media sosial yang digunakan. Pelatihan pembuatan design untuk brand produknya pun juga diberikan sehingga terciptalah merk produk Sale Pisang “Sekar” dengan tampilan yang lebih menarik dari sebelumnya. Selain itu TIM II KKN juga membantu memilihkan kemasan yang lebih berkualitas namun tetap ekonomis sehingga bisa membuat produk lebih tahan lama. (Hesti / TIM II KKN 2017, UNIVERSITAS DIPONEGORO)

Kelas Menulis Karang Taruna Simbangjati

simbangjati kelas menulis

 

 

 

 

 

 

Gambar: remaja karang taruna sedang menjalani program kelas menulis

Sebagai generasi penerus bangsa, tak salah jika remaja karang taruna dianggap sebagai agen perubah dan pengembang desa. Melihat adanya potensi untuk memberdayakan para pemuda-pemudi karang taruna dalam membantu pembuatan profil desa serta menghidupkan kembali majalah dinding di Balai Desa Simbangjati, Faqih Sulthan, mahasiswa Sastra Indonesia bersama Hesti Mainingrum, mahasiswi Sastra Inggris Universitas Diponegoro membuat program kelas menulis ini.

Sabtu, (5/8) merupakan tahap awal dimana para remaja karang taruna tersebut dilatih untuk bisa menuangkan pemikiran mereka ke dalam bentuk tulisan. Kelas menulis ini tak hanya ditujukan untuk membuat karya tulis semata, namun juga membuat tajuk opini, menulis berita, membuat informasi, serta pelatihan pembuatan mading dwi-bahasa, dll. Setelah para pengurus kelas menulis dan rencana kegiatan terbentuk, mereka akan dilatih untuk bisa membaharui konten mading secara berkesinambungan. “Program kelas menulis ini saya harap bisa menjadi terobosan besar supaya menghidupkan kembali minat anak dan remaja untuk menulis dan membaca, agar nantinya perpustakaan dan mading desa yang sempat mati bisa kembali aktif”, ujar Pak Amat Rochim selaku Kepala Desa Simbangjati. Besar harapan beliau agar program ini akan tetap bisa berlanjut meski selepas dampingan Tim II KKN Universitas Diponegoro. (Hesti / TIM II KKN 2017, UNIVERSITAS DIPONEGORO)

Pelatihan Pembuatan Bakso dan Nugget Ikan

siberuk buat nugget

Sabtu (5/8) Tim II KKN UNDIP yang diterjunkan ke desa Siberuk, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, melaksanakan program monodisiplin yakni pembuatan bakso ikan dan naget ikan.  Program yang dijalankan tersebut menyasar pada warga desa Siberuk khususnya ibu-ibu desa Siberuk dan Kedung Langgar. Anggota Tim II KKN desa Siberuk yang menjadikan ibu-ibu sebagai sasaran program mereka antara lain berasal dari jurusan perikanan. Kegiatan program monodisiplin ini dilakukan di Balai Desa Siberuk.

Para mahasiswa Tim II KKN UNDIP Desa Siberuk disambut hangat oleh ibu-ibu Desa Siberuk. Setelah mempersiapkan peralatan dan bahan untuk program, para mahasiswa mulai menjelaskan satu per satu mengenai bahan dan langkah-langkah membuat bakso ikan dan naget ikan. Setelah memberikan penjelasan, para mahasiswa TIM II KKN UNDIP tidak menunggu lama untuk melakukan pelatihan secara langsung kepada ibu-ibu mulai dari membuat adonan hingga menjadi naget dan bakso ikan siap makan. Ibu-ibu desa Siberuk sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Disela-sela melakukan praktek beberapa mahasiswa juga memberikan ide yang menarik tentang kemasan dan pemasaran produk bakso dan naget ikan ini. Hal itupun disambut baik oleh para Ibu-ibu Desa Siberuk dan mereka berterima kasih untuk segala pengetahuan yang telah diberikan oleh mahasiswa TIM II KKN UNDIP. Kegiatan pun berakhir dengan foto bersama antara mahasiswa TIM II KKN UNDIP dengan ibu-ibu Desa Siberuk. Pertemuan dimulai pada pukul 14.00 WIB dan berakhir pada pukul 17.00 WIB.

Restocking Ikan di Sungai Desa Kedunglanggar

Senin (7/8), Berawal dari keluhan penduduk desa setempat akan kurangnya ikan di sungai membuat Tim II KKN Undip mencanangkan restocking ikan di sungai desa kedunglanggar. Pada awalnya restocking terhalang oleh kebiasaan para penduduk desa memasukkan obat-obatan kimiawi sejenis pestisida untuk menyuburkan tanaman pad mereka. Hal ini dinilai sangat menghambat program restocking.

Setelah Tim KKN mencari cara untuk menyaring air dengan menggunakan media tanaman serta obat kimiawi, barulah Tim KKN dapat menjalankan program restocking ikan di sungai. Bibit-bibit ikan yang didapatkan dari BBI Batang (Balai Benih Ikan). Tim KKN terlebih dahulu mengajukan proposal ke Dinas Kelautan dan Perikanan Batang. Tidak lama setelah proposal di setujui, Tim KKN segera melakukan restocking sungai dibantu oleh karang taruna dan beberapa perangkat desa.

Siberuk kali 2Siberuk kali

Polikultur dan Pergiliran Tanaman untuk Pertanian Berkelanjutan

kenconorejo pergiliran tanaman 2

Mahasiswa Tim II KKN Undip Desa Kenconorejo melakukan edukasi mengenai pertanian berkelanjutan kepada masyarakat Desa Kenconorejo pada Jumat (4/ 8) bertempat di  Dukuh Winongsari. Tema yang diambil adalah polikultur dan pergiliran tanaman.

Pertanian berkelanjutan adalah pertanian yang memperhatikan dampak negatif terhadap lingkungan. Pertanian di Indonesia saat ini masih belum menerapkan pertanian berkelanjutan, karena petani Indonesia masih menerapkan sistem monokultur dan menggunakan pupuk kimia untuk pengelolaan lahan pertanian. Latar belakang tersebut kemudian dijadikan sebagai topik untuk mengedukasi masyarakat desa kenconorejo khususnya dukuh winongsari. Adalah Hamid Safrijal (21),  mahasiswa Biologi Universitas Diponegoro yang menggagas pertanian berkelanjutan.

Edukasi kepada  masyarakat petani tersebut dimulai dengan penyampaian materi tentang polikultur dan pergiliran tanaman untuk pertanian berkelanjutan. Kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung pembutan “lighttrap” sederhana sebagai perangkap serangga pengganggu padi sperti wereng.Praktik tersebut bertujuan agar petani dapat membuat lightrap secara individu. Lighttrap tersebut dibuat dari pipa, ember yang berisi detergent dan alkohol, serta lampu senter untuk menarik serangga.

Kegiatan tersebut diikuti dengan antusias oleh para peserta, “Praktik pembuatan perangkap wereng itu bermanfaat sekali untuk kami mas sebagai petani, soalnya disini hama wereng sering menyerang tanaman padi.”

Ovitrap, Pembasmi Nyamuk Demam Berdarah

kenconorejo pembasmi nyamuk

Mahasiswa Tim II KKN Undip Desa Kenconorejo melakukan praktik langsung pembuatan perangkap jentik – jentik nyamuk dengan metode ovitrap kepada Anggota Forum Kesehatan Desa (FKD) Kenconorejo di Balai Desa Kenconorejo pada Sabtu (5/ 8).

Demam berdarah merupakan penyakit yang berbahaya yang dapat mematikan. Penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegepty tersebut sampai saat ini belum ada obat dan vaksinnya. Namun penyakit tersebut dapat dicegah dengan cara melakukan gerakan 3M dan pembasmian terhadap jentik – jentik nyamuk. Hal tersebut dijadikan sebagai dasar untuk melakukan edukasi tentang penyakit yang disebabkan oleh nyamuk.

Dalam kegiatan tersebut, Hamid Safrijal (21), mahasiswa Biologi Universitas Diponegoro juga mempraktikkan langsung pembuatan ovitrap. Berbahan botol bekas, gula merah, dan ragi tape, alat tersebut dapat digunakan sebagai perangkap jentik – jentik nyamuk. Selama kegiatan tersebut para perserta merasa antusias dengan kegiatan tersebut.

 

Hidroponik: Solusi Atasi Pengeluaran Bulanan

kebumen solusi bulanan

Minggu (6/8), bertempat di rumah Ibu Mulyasaroh, Dukuh Kristal, Desa Kebumen, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang telah dilaksanakan program penanaman sayuran dengan sistem hidroponik oleh Tim II KKN Undip. Program yang digadang oleh mahasiswa Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro,  Novera Natasia, ini ditujukan bagi ibu-ibu di Desa Kebumen sebagai bentuk pemanfaatan barang rumah tangga seperti baskom dan saringan yang digunakan sebagai wadah penanaman sayuran, dalam kesempatan ini bayam dan kangkung dengan sistem hidroponik.

Sebanyak dua puluh orang menghadiri program penanaman sayuran dengan sistem hidroponik. Acara dimulai dengan edukasi mengenai kelebihan dan manfaat dari sistem tanam hidroponik. Praktik pembuatan hidroponik dilaksanakan setelah edukasi selesai. Para peserta terlihat antusias mengikuti program ini. Tanya jawab dilakukan sembari praktik hidroponik dilaksanakan.

Ibu Retno, salah satu peserta dalam program ini mengatakan bahwa sistem tanam hidroponik ini sangat bermanfaat bagi kalangan ibu-ibu sehingga kedepannya ibu-ibu dapat mengonsumsi sayuran tanpa harus membelinya dan pengeluaran juga ikut berkurang.