Home » Articles posted by kkn-ppm undip

Author Archives: kkn-ppm undip

HUT ke-72 Republik Indonesia: TIM KKN-PPM TEMATIK II Batang Melaksanakan Rangkaian Kegiatan

IMG_2999

Batang- Berbagai rangkaian kegiatan dilaksanakan dalam rangka HUT ke-72 Republik Indonesia. TIM KKN-PPM TEMATIK II Batang turut berpartisipasi di berbagai kegiatan. Kegiatan – kegiatan tersebut diantaranya: Jalan sehat dan bersih – bersih pelabuhan TPI (Tempat Pelelangan Ikan).

IMG_2892

IMG_3234

IMG_2897

IMG_3302

Kegiatan jalan sehat dilaksanakan oleh 2 penyelanggara yang berbeda, yang pertama diselenggarakan oleh pihak Kelurahan Karangasem Utara dan yang kedua dilselenggarakan oleh pihak HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) cabang Batang.

Kegiatan Jalan Sehat yang diselenggarakan oleh Kelurahan Karangasem Utara dilaksanakan pada hari Minggu, 20 Agustus 2017 dengan sangat meriah. Antusiasme warga sebagai peserta jalan sehat sangat tinggi hal ini terlihat dari banyaknya jumlah warga yang ikut berpartisipasi. Acara ini juga berlangsung sangat meriah ditambah dengan kehadiran penyanyi – penyanyi yang diundang pihak penyelenggara dan banyaknya doorprize yang diberikan.

HNSI cabang Batang menyelenggarakan serangkaian kegiatan yaitu bersih – bersih TPI dan jalan sehat. TIM KKN-PPM TEMATIK II Batang berparitsipasi dalam kedua kegiatan tersebut. Pada kesempatan ini dalam acara bersih – bersih TPI TIM KKN-PPM TEMATIK II Batang memberikan beberapa pasang tempat sampah organik dan non organik lengkap dengan penyangganya secara simbolis dan tempat sampah dipasang disekitar perumahan warga pesisir dekat pelabuhan.

TIM KKN- PPM TEMATIK II BATANG Pamit Pulang

IMG_3128

Batang- Setelah selesai melaksanakan pemberdayaan, TIM KKN-PPM TEMATIK II Batang memberikan beberapa kenangan untuk galangan kapal CV. Laksana Abadi berupa poster – poster yang mengkampanyekan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) dan profil dari Galangan Kapal. Selain itu, TIM KKN-PPM TEMATIK II Batang memberikan satu unit telivisi untuk menayangkan video company profile serta memberikan kotak P3K lengkap.

IMG_3082

20170819_170821_0026

Byebye batangs_170821_0010

Byebye batangs_170821_0021

 

Pelepasan TIM KKN-PPM TEMATIK II Batang diselenggarakan pada hari Senin, 21 Agustus 2017 yang dihadiri oleh perwakilan dosen dan pemilik galangan kapal CV. Laksana Abadi. Sebelum TIM KKN-PPM TEMATIK II Batang berpamitan, sosialisasi software fishipro dan keselamatan kerja diselenggarakan dan pekerja di galangan kapal dibagikan masker agar digunakan pada saat bekerja.

Setelah berpamitan ke pihak galangan kapal CV. Laksana Abadi,  TIM KKN-PPM TEMATIK II Batang berpamitan ke Kelurahan Karangasem Utara. Acara pelepasan ini dihadiri oleh Bapak Lurah dan beberapa staff dari kelurahan serta perwakilan dosen. TIM KKN-PPM TEMATIK II Batang menyampaikan rasa terimakasih atas diterimanya kami dengan baik di kelurahan Karangasem Utara untuk melaksanakan pengabdian dan harapannya dengan kehadiran TIM KKN-PPM TEMATIK II Batang warga kelurahan Karangasem Utara terbantu dan dapat merasakan perubahan kearah yang lebih baik.

Diskusi Interaktif Bersama Warga Pesisir Kelurahan Karangasem Utara, Batang

IMG_2626

Batang, Jumat (12/8)- Membantu mengenali potensi daerah yang dimiliki serta mencari solusi – solusi permasalahan di darerah pesisir Karangasem Utara merupakan tujuan diadakannya diskusi interaktif yang diadakan oleh TIM KKN-PPM TEMATIK II Batang.

IMG_2647

IMG_2522

IMG_2602

IMG_2573

Diskusi berlangsung dengan sangat hidup dimana peserta sangat antusias dalam membahas beberapa tema yang diberikan. Tema – tema yang diangkat adalah kebijakan – kebijakan pemerintah dalam mewujudkan Indonesia sebaga poros maritim dunia, dampak dan mitigasi dari perubahan iklim khususnya yang terjadi di wilayah pesisir, serta pengenalan ekosistem mangrove.

MAHASISWA KKN PPM TEMATIK KUNINGAN MENGADAKAN PELATIHAN DAN EXPO UMKM KUNINGAN KECAMATAN JUWANA

Pemerintah melalui Kementrian Riset, Teknologi, Pendidikan menyadari akan pentingnya pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa dan dosen. Hal inilah yang mendasari adanya kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKNPPM) bagi mahasiswa pada beberapa universitas di Indonesia. KKN PPM ini merupakan sebagai metode pemberian pengalaman pembelajaran dan bekerja kepada mahasiswa. Mahasiswa dituntut untuk terjun langsung ke masyarakat, membaur dengan masyarakat, hidup bersama masyarakat serta membantu menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat.

Kecamatan Juwana yang terletak di Kabupaten Pati merupakan salah satu desa yang dijadikan tempat melaksanakan kegiatan KKN PPM oleh tim Universitas Diponegoro Mahasiswa Lintas fakultas. KKN PPM ini dibimbing oleh Yudhy Dharmawan, SKM, M.Kes,  Aji Prasetyaningrum, S.T., M.T dan DR. Ratnawati yang merupakan dosen Universitas Diponegoro. Pelaksanaanya dilakukan di tiga desa yaitu Desa Karang Rejo, Desa Tluwah dan Desa Beringin sebanyak 32 Mahasiswa dari 5 Fakultas di UNDIP, yakni Fakultas Teknik ( FT) , Fakultas Kesehatan Masyarakat ( FKM), Fakultas Ekonomi & Bisnis ( FEB ), Fakultas Ilmu Sosial & Politik ( FISIP), dan Fakultas Ilmu Budaya ( FIB ). Program pengabdian yang dilakukan fokus pada UMKM Kuningan yang berada di 3 desa tersebut. Tema KKN Tematik ini adalah “Peningkatan Kesehatan Kerja & Lingkungan Masyarakat Pengrajin Kuningan Berbasis Teknologi Bersih Ramah Lingkungan “. KKN PPM Tematik ini dilakukan mulai tanggal 5 Agustus 2017 – 5 September 2017. KKN PPM Tematik ini dilakukan dibawah LPPM UNDIP dengan mendapat pendanaan dari KEMRISTEKDIKTI.

Setelah menjalani program KKN PPM selama 3 minggu, Tim KKN PPM Tematik UMKM Kuningan Universitas Diponegoro menunjukkan hasil karya mereka di sebuah acara yang disaksikan oleh berbagai khalayak umum. Kegiatan tersebut bernama “JBI Expo” yang merupakan singkatan dari Juwana Brass Industry Expo pada tanggal 26 Agustus 2017 bertempat di Balai Kecamatan Juwana. Acara dimulai dengan Persemian Pos-UKK yang merupakan salah satu program multi serta ikon utama dalam Expo dan juga kegiatan tim KKN Universitas Diponegoro.

Kemudian rangakaian acara dilanjutkan dengan Sosialisasi Teknologi bersih Elektroplating,  perbaikan bak elektroplating serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Pemaparan materi Teknologi bersih Elektroplating dipaparkan langsung oleh Dosen Teknik Kimia Universitas Diponegoro yaitu Luqman Buchori, ST. MT. Salah satu masalah yang dihadapi oleh para pekerja UMKM Kuningan Kecamatan Juwana adalah pengolahan limbah buangan proses electroplating. Oleh karena itu, adanya sosialisai tentang Teknologi bersih Elektroplating diharapkan masyarakat pekerja UMKM Kuningan dapat memahami salah satu cara teknologi terbaru yang dapat mengolah limbah electroplating agar tidak berbahaya apabila dibuang ke lingkungan.

Sosialisasi kedua dilanjutkan dengan sosialisasi tentang perbaikan bak electroplating. Materi ini disampaikan oleh Ir. Hargono, M.T yang merupakan dosen Teknik Kimia Universitas Diponegoro. Electroplating merupakan salah satu tahapan akhir dalam proses pembuatan kuningan yang bertujuan memberikan tampilan yang lebih baik pada tahap akhir pembuatan kuningan agar layak dan menarik untuk dipasarkan. Materi ini juga sangat penting untuk para pekerja agar para pekerja mengetahui tahapan yang baik dan benar mengenai teknologi electroplating termasuk perbaikan bak electroplating di UMKM Kuningan.

Selain pengolahan limbah, masalah kerja yang dihadapi oleh para pekerja UMKM Kuningan Kecamatan Juwana adalah keselamatan dan kesehatan kerja. Hal ini lah yang mendorong mahasiswa tim KKN PPM Tematik Undip mengadakan sosialisasi mengenai pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja di UMKM Kuningan. Materi tersebut disampaiakan langsung oleh Dr. Yuliani Setyaningsih, SKM, M.Kes yang merupakan dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro. Beliau juga menyampaikan bahwa pengendalian dan pengobatan kecelakaan kerja yang salah dapat menyebabkan efek yang panjang di masa depan bahkan dapat menyebabkan penyakit bawaan pada keturunan.      Melalui program-program KKN PPM Tematik UMKM  Kuningan oleh mahasiswa Universitas Diponegoro, telah diresmikan sebuah POS Unit Kesehatan Kerja di UMKM Saestu Makaryo di Desa Karangrejo. Pengadaan POS UKK tersebut juga merupakan salah satu upaya pencegahan dan promosi kesehatan  kerja yang terjadi di UMKM Kuningan.

Setelah kegiataan sosialisasi berakhir, peserta diarahkan untuk  mengunjungi Expo yang akan menampilkan produk-produk yang diproduksi oleh UKM  yakni, UKM Saestu Makaryo, Sinar Padi dan Sunar Logam. Expo tersebut juga menampilkan karya-karya mahasiswa KKN Undip yang telah menjalankan program mereka, berkolaborasi dengan UKM yang menjadi mitra KKN Tematik ini. Diantaranya, ialah Pos-UKK, pengolahan limbah secara elekrokoagulasi,  Teknik Elektroplatting, Pemasaran Produk, Good House Keeping, dll

Sambutan Dosen pemboimbing, Aji Prasetyaningrum, ST, MT

Sambutan Dosen pembiimbing, Aji Prasetyaningrum, ST, MT

 

Presentasi Elektroplatting oleh Lukman Buchori, MT

Presentasi Elektroplatting oleh Lukman Buchori, MT

Presentasi Dr. Yuliani S , SKM, M.Kes tentang K3

Presentasi Dr. Yuliani S , SKM, M.Kes tentang K3

Sambutan Perwakilan Bappeda

Sambutan Perwakilan Bappeda

Foto Ekspo KKN Tematik Kuningan Juana

Foto Ekspo KKN Tematik Kuningan Juana

Foto Bersama peserta pelatihan, Tamu Undangan dan Mahasiswa KKN

Foto Bersama peserta pelatihan, Tamu Undangan dan Mahasiswa KKN

Panitia Mahasiswa KKN Tematik Juana

Panitia Mahasiswa KKN Tematik Juana

 

Acara ini melibatkan seluruh Tim KKN PPM Tematik Undip Kecamatan dan juga mengundang seluruh jajaran Dosen-dosen Undip serta Pejabat-pejabat berwenang untuk turut menyaksikan karya-karya dari mahasiswa-mahasiwa Tim KKN PPM Tematik Undip Kecamatan Juwana. Adanya expo UKM ini dinilai diharapkan dapat menjadi wadah untuk memperkenalkan berbagai potensi dari Industri Kuningan Kecamatan Juwana Kepada para pemangku kepentingan yang diundang.

 

Penerapan Rumah Ikan sebagai teknologi tepat guna di kawasan pesisir pantai Morodemak oleh mahasiswa KKN PPM Tematik UNDIP

DEMAK  –   Tiga puluh orang  mahasiswa yang tergabung dalam KKN-PPM UNDIP 2017 dengan tema pemberdayaan masyarakat dalam upaya peningkatan potensi wilayah berwawasan lingkungan dikawasan pesisir pantai Morodemak yang dibimbing oleh Berlian Arswendo A,ST.MT , melakukan aksi  nyata dalam pemberdayaan masyarakat pesisir khususnya di Desa Purworejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak. Salah satu aksi nyatanya adalah penerapan rumah ikan di kawasan pesisir pantai morodemak. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa didampingi oleh tokoh masyarakat setempat.

Menurut ketua dosen pembimbing lapangan, Berlian Arswendo A,ST.MT bahwasanya “Rekayasa teknologi rumah ikan ini dirancang menggunakan komponen partisi plastic dengan menggunakan jenis Polypropylene yang ramah lingkungan”

Rumah Ikan ini dirancang serta mempunyai banyak celah atau sekat seperti layaknya bangunan Apartemen yang terdiri atas 123 partisi yang bermanfaat untuk melindungi telur dan larva serta anak-anak ikan, sekaligus menjadi tempat berkumpulnya berbagai jenis ikan sehingga mem udahkan paran Nelayan untuk menangkap ikan pada radius 100- 200 meter di luar areal Rumah Ikan, daya tahan Rumah Ikan ini diperkirakan bisa mencapai 30-50 tahun. Mayoritas penduduk desa Purworejo bekerja sebagai nelayan, sehingga diharapkan dapat meningkatkan hasil tangkapan ikan. Pelaksanaan program ini didampingi oleh tokoh desa dan kelompok nelayan desa Purworejofoto rumah ikan web lppm rumik web

Mahasiswa KKN PPM Undip menerapkan Teknologi lampu celup dengan bantuan Solar Cell di kawasan pesisir pantai Morodemak

DEMAK  –   Tiga puluh orang  mahasiswa yang tergabung dalam KKN-PPM UNDIP 2017 dengan tema pemberdayaan masyarakat dalam upaya peningkatan potensi wilayah berwawasan lingkungan dikawasan pesisir pantai Morodemak yang dibimbing oleh Berlian Arswendo A,ST.MT , melakukan aksi  nyata dalam pemberdayaan masyarakat pesisir khususnya di Desa Purworejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak. Salah satu aksi nyatanya adalah Penerapan Lampu celup dengan bantuan solar cell . Dengan tujuan meningkatkan hasil tangkapan ikan untuk masyarakat desa Purworejo serta diharapkan dapat mengurangi penggunaan BBM untuk kebutuhan kapal disaat mencari ikan. Menurut ketua dosen Pembimbing lapangan, Berlian Arswendo A ,ST .MT , bahwa “alat bantu penangkapan ikan dengan metode lampu celup atau solar cell sangat efektif untuk diterapkan pada nelayan di pesisir pantai Morodemak . Karena dengan memasukan lampu dikedalaman air 2-3 m dari permukaan air maka cahaya lampu langsung akan masuk 100% didalam air tanpa ada cahaya yang hilang karena tidak ada proses pemantulan cahaya, dengan demikian jangkauan cahaya dalam air akan semakin luas, ikan yang datangpun akan semakin banyak sehingga hasil tangkapan ikan dari para Nelayan akan meningkat pula”Pelaksanaan program ini mendapatkan sambutan hangat dari kelompok para nelayan desa Purworejo serta antusiasme nelayan Purworejo yang sangat tinggi dalam mengetahui proses penangkapan ikan dengan menggunakan lampu celup.

 

foto lampu celup upload webcelup upload webcelup upload web 22

Manfaatkan lahan Kosong, Tim KKN UNDIP Kembangkan Budidaya Lele

Klaten – Sehubungan dengan adanya lahan kosong di sebelah Pabrik Tahu Sari Klaten, Tim KKN Tematik Cokro bekerjasama dengan mitra untuk mengoptimalkan lahan tersebut untuk kegiatan budidaya ikan lele. Seperti yang telah diketahui bahwasanya ikan lele merupakan salah satu ikan yang sangat digemari oleh masyarakat sehingga menyebabkan semakin meningkatnya kebutuhan jumlah produksi lele, atas dasar inilah budidaya ikan lele menjadi usaha yang menguntungkan dan potensial yang bisa dikembangkan di masyarakat.

Adapun ada beberapa langkah yang dilakukan oleh para mahasiswa KKN Tematik Undip ini antara lain persiapan lahan yang akan digunakan sebagai lokasi budidaya ikan lele. Persiapan lahan ini kurang lebih membutuhkan waktu seminggu, mengingat lahan yang akan digunakan untuk kegiatan budidaya sangat banyak rerumputan dan tanahnya tidak rata sehingga perlu dilakukan pemotongan rumput dan pemerataan tanah lahan budidaya. Selain itu, supaya usaha budidaya lele ini bisa berhasil tentu diperlukan perencanaan yang baik dan matang. Alhasil, para mahasiswa KKN melakukan kunjungan ke beberapa tempat untuk mengetahui cara budidaya ikan yang baik dan benar antara lain kunjungan ke Balai Pembenihan Ikan Air Tawar (BPIAT) Janti Klaten dan Daerah Kampung Lele Boyolali yang terkenal dengan daerah yang menjadi inspirasi budidaya lele yang sukses.

Setelah lahan sudah diratakan dan siap untk kegiatan budidaya, langkah selanjutnya adalah pemasangan kolam terpal lele bentuk bulat dilokasi dan pengisian air bersih kedalam kolam. Dasar pemilihan kolam terpal bentuk bulat dengan konstruksi besi ini dalam budidaya ikan lele salah satunya praktis yang bisa dipindah-pindahkan. Satu atau dua hari kemudian baru dilakukan penebaran benih ikan lele.  Adapun dalam kegiatan ini, kami juga didampingi oleh Bapak Sugiyatno selaku pembenih dari Kampung Lele, Boyolali. Sehingga dalam keberjalanan program sangat banyak terbantu dengan bimbingan beliau perihal budidaya ikan lele yang baik dan benar.

Ada 3 hal penting dalam pelaksanaan KKN Tematik ini yaitu Kompetensi, Profesional, dan Kewirausahaan. Sudah banyak program mahasiswa yang sudah selesai dan bermanfaat bagi masyarakat salah satunya adalah pengembangan budidaya lele di samping Pabrik Tahu Sari. Saya mengucapkan terimakasih kepada mahasiswa yang telah membantu segala program sehingga bisa terlaksana dengan baik. Jelas Imam Pudjo

Dilain sisi, Bapak Suryo selaku Pemilik Pabrik Tahu Sari dan mitra kerja KKN juga menuturkan “Kami sangat terbantu dengan adanya KKN disini dan bisa memberikan manfaat buat kemajuan pabrik. Saya berharap program ini bisa ada berkelanjutannya. Kegiatan ini diharapkan bisa bersinergi antara program sudah terlaksana dengan program selanjutnya sehingga program ini bisa dijadikan momentum untuk mengangkat perekonomian masyarakat setempat secara riil.

Disamping itu, untuk memanfaatkan limbah tahu agar lebih memberikan nilai kebermanfaatan lebih maka di sekitar pabrik juga dibuat media untuk budidaya cacing sutra. Hal ini dikarenakan, cacing sutra merupakan pakan alami yang sangat penting dalam kegiatan pembenihan ikan lele. Dengan memanfaatkan ampas tahu pabrik, air limbahnya pun bisa dimanfaatkan untuk budidaya cacing sutra.DSC_0873

KEREN, PROGRAM KERJA TIM KKN TEMATIK DAPAT MENGURANGI PENCEMARAN LAUT

1501930501171

1502969422593Batang, Pada Kamis  (13/7/2017) tim KKN Tematik Batang melaksanakan rancang bangun alat oil water sperator.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk memisahkan air laut dengan limbah minyak dan oli dengan alat yang tepat guna dan ramah lingkungan. Diharapkan alat ini dapat membantu masyarakat untuk mengurangi tingkat pencemaran air laut di TPI ( Tempat Pelelangan Ikan ).

Dalam rancang bangun alat OWS tim KKN Tematik Undip melewati beberapa tahap yaitu :  desain, perakitan, pengecatan, finishing, uji coba, dll.

Hasil dari uji coba alat ini adalah jernihnya air yang disebabkan oleh karbon aktif yang menadsobsi kotoran pada larutan.

Kesuksesan pelaksanaan program kerja ini tidak terlepas dari bantuan pihak mitra setempat. Mereka sangat berterimakasih kepada Undip karena telah berperan serta dalam mengurangi limbah yang ada di sekitar lingkungan mereka.

Kegiatan KKN ini dimulai pada Selasa (11/7) ditandai dengan diadakanya upacara pembukaan yang dihadiri oleh Lurah Kelurahan Karangasem Utara bapak Bandriyono, SH, sejumlah dosen pembimbing lapangan,

Drs. Mochamad Hadi, M.Si, Dr. Sc. Anindya Wirasatriya, S.T, M.Si, M.Sc, Eko sasmito Hadi ST, MT dan juga yang dihadiri oleh pemilik mitra CV. Laksana Abadi yaitu H. Nur Abadi,

Menurut Krisna Bayu Setiawan selaku koordinator KKN Tematik Batang optimis jika program-program yang diusulkan dan dilaksanakan oleh timnya akan bermanfaat bagi masyarakat, setidaknya sedikit bisa membantu mengatasi permasalahan-permasalahan yang dialami oleh desa Karangsari, Kecamatan Karangasem Utara, Kabupaten Batang.

150193049683215019304997311501930502949

Menetaskan Asa Bangsa di Bidang Pertanian, Mahasiswa KKN UNDIP Bersama Warga Manfaatkan Limbah Biogas (Bioslurry) sebagai Upaya Mewujudkan Kemandirian Pangan Nasional

Kendal, Sabtu (19/8)-Mengacu pada pengertian kemandirian pangan berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, maka kemandirian pangan di tingkat rumah tangga akan menjadi faktor kunci untuk mewujudkan Kemandirian Pangan Nasional. Oleh sebab itu, kesadaran akan pemenuhan pangan secara mandiri masih perlu terus didorong dan ditingkatkan bagi anak-anak Sekolah Dasar, remaja Karang Taruna, ibu-ibu Rumah Tangga, perangkat Desa, dan seluruh komponen warga masyarakat.

Dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional, Tim KKN Tematik-PPM UNDIP “Pemberdayaan Masyarakat Kelompok Tani Padi melalui Teknologi SRI-Bioslurry Plus di Desa Montongsari Kabupaten Kendal Provinsi Jawa Tengah” bersama seluruh warga memanfaatkan limbah biogas (bio-slurry) sebagai alternatif dalam pemupukan tanaman. Selain itu, Tim KKN Tematik-PPM UNDIP bersama warga juga membentuk Rumah Pangan Lestari (RPL) dengan memanfaatkan pekarangan rumah warga untuk ditanami sejumlah jenis sayuran. Kegiatan ini juga dilakukan dalam rangka menyambut HUT RI ke-72. Dalam menyambut peringatan nasional ini, Tim KKN Tematik-PPM UNDIP bersama warga menitihkan harapan besar pada terwujudnya Kemandirian Pangan Nasional.

Warga Desa Montongsari, khususnya petani jagung di Dusun Montong Tambak, mulai sadar terhadap dampak negatif aplikasi pupuk anorganik sintetis selama bertahun-tahun. Oleh karena itu, petani jagung pun turut antusias pada saat pengaplikasian pupuk organik bioslurry cair yang langsung didampingi mahasiswa Tim KKN Tematik-PPM UNDIP.

Jagung merupakan komoditas yang saat ini tengah ramai ditanam oleh warga desa, setelah beberapa tahun silam petani mengalami kerugian akibat harga tembakau yang anjlok. Sehingga sudah kurang lebih 2 tahun ini petani beralih ke komoditas jagung. Kegiatan ini pun diakhiri dengan penyerahan bioslurry cair kepada ketua RW 03 yang juga merupakan salah satu petani jagung di desa Montongsari.

Sosialisasi RPL

Menyadari betapa pentingnya sektor pangan dan terwujudnya Kemandirian Pangan Nasional dikemudian hari, warga desa tidak tinggal diam, warga Desa Montongsari, khususnya Dusun Montongtambak tampak antusias untuk membentuk RPL. RPL yang dibentuk menggunakan konsep pertanian organik, vertikultur, dan seoptimal mungkin memanfaatkan limbah/barang bekas yang ada di lingkungan sekitar rumah warga. Contoh tanaman sayur-sayuran yang ditanam pada RPL diantaranya bayam, kangkung, sawi, tomat, terong, cabai, dsb.

Botol kemasan air mineral yang sudah menumpuk di tempat pembuangan sampah, kemudian dimanfaatkan sebagai wadah penanaman tanaman sayur. Selain itu, Tim KKN Tematik-PPM UNDIP berusaha memanfaatkan limbah biogas (bioslurry) yang terdapat di kawasan rumah warga sebagai pupuk untuk tanaman-tanaman pada RPL.

Pemanfaatan Dinding Rumah untuk RPL

Pemberdayaan warga Dusun Montongtambak menjadi kunci kesuksesan pembentukan RPL, dimana ibu-ibu Rumah Tangga dan Remaja (Anggota Karang Taruna) berperan sebagai aktor penting kesuksesan pelaksanaan program. Ibu-ibu Rumah Tangga membantu mempersiapkan tempat untuk tanaman, sementara remaja yang tergabung dalam KOMPLIT (Komunitas Remaja Peduli Tambak) membantu menghias RPL dengan lukisan yang bertemakan tentang HUT RI ke-72.

Pengembangan RPL bersama Warga

Reportase Program Multi Disiplin Pemanfaatan Bioslurry Cair untuk Tanaman Kangkung pada Pekarangan di Dusun Montongkulon

Kendal, Jumat (18/8)Sebanyak kurang lebih 25 warga mengikuti acara sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan bioslurry cair untuk tanaman kangkung yang diselenggarakan oleh Tim KKN Tematik-PPM UNDIP “Pemberdayaan Masyarakat Kelompok Tani Padi melalui Teknologi SRI-Bioslurry Plus di Desa Montongsari Kabupaten Kendal Provinsi Jawa Tengah”. Warga yang mengikuti sosialisasi tersebut terdiri dari ibu-ibu Rumah Tangga atau ibu-ibu PKK dan pemuda di Dusun Montongkulon Desa Montongsari.

Bioslurry cair yang merupakan hasil akhir yang sudah tidak terpakai dari pembuatan biogas dimanfaatkan sebagai pupuk untuk tanaman. Tanaman yang dibudidayakan berupa tanaman kangkung, karena tanaman ini sangat adaptif terhadap suhu yang panas seperti di daerah Kendal. Metode penanaman yang digunakan adalah dengan cara vertikultur menggunakan paralon bekas yang sudah dilubangi dan dicat agar terlihat menarik. Metode ini dipilih karena dianggap menarik dan mudah untuk dilakukan.

“Kami memilih metode ini karena memang dari segi estetis dapat mempercantik pekarangan, selain itu juga dapat menghemat tempat karena ditanam secara vertikal ke atas” kata Eki, koordinator KKN Dusun Montongkulon.

Penanaman Vertikultur dengan Paralon Bekas

Antusiasme warga sangat terlihat ketika warga juga turut andil ambil bagian dalam penanaman benih kangkung di media vertikultur. Mereka tampak senang karena vertikultur merupakan hal yang baru bagi mereka. Selain menanam dengan media vertikultur, Tim KKN Tematik-PPM UNDIP juga membagikan benih kangkung dan polybag serta bioslurry cair yang sudah dikemas cantik di dalam botol.

Harapannya dengan kegiatan sosialisasi serta pelatihan ini warga terutama ibu-ibu PKK dapat lebih memaksimalkan pemanfaatan pekarangannya.

Bioslurry Cair (more…)