Home » Articles posted by KKN Kab. Pemalang

Author Archives: KKN Kab. Pemalang

Kepala Desa Danasari Kecamatan Pemalang sambut Tim I KKN Undip 2018

Pemalang (4/1) – Setelah melalui perjalanan panjang yang memakan waktu hingga 4 jam dari Semarang, mahasiswa TIM KKN 1 Undip 2018 sampai di Pemalang. Kedatangan kami disambut hangat oleh kepala desa Danasari, H. Sanuri S.Ip, dan perangkat desa lainnya. Dalam penyambutan tersebut, bapak Syamsudin sebagai lebe desa danasari memandu acara penyambutan memperkenalkan mahasiswa TIM KKN 1 Undip 2018 kepada perangkat desa yang hadir. Suasana peyambutan berlangsung secara sederhana, namun tidak luput rasa kehangatan dan keramahan di dalamnya.

Mahasiswa KKN Undip disambut oleh perangkat Desa Danasari

Selain penyambutan, kami sekaligus bertanya seputar permasalahan yang ada di desa danasari. Permasalahan yang didapat selama penyambutan adalah permasalahan umum yang sedang dialami masyarakat desa danasari seperti di bidang pendidikan, kesehatan, dan lainnya. Potensi desa juga menjadi salah satu bahan perbincangan dalam penyambutan kami, dimana diketahui potensi desa danasari berasal dari pertanian, perkebunan dan perikanan dan lain-lain. Informasi awal yang didapat mahasiswa Tim KKN ! Undip menjadi panduan untuk survey lanjut kami di kemudian hari.

Editor : Dr. Abdul Syakur, ST.MT.

Mahasiswa KKN Desa Lawangrejo adakan Kunjungan Sosial Ke Lokasi Bencana Puting Beliung

Pemalang–Kamis (4/1, 2018) Pukul 10.00 WIB diselanggarakan penerimaan mahasiswa KKN TIM I Undip oleh Bupati Pemalang. Setelah acara tersebut selesai, peserta KKN disambut kembali oleh pengurus Kecamatan Pemalang yang diwakilkan oleh Sekretaris Camat di kantor Kecamatan Pemalang. Masih di hari yang sama, para mahasiswa KKN tim I Undip Desa Lawangrejo melakukan kunjungan ke Balai Desa Lawangrejo yang disambut langsung oleh Kepala Desa Lawangrejo dan beberapa pengurus desa. Di balai desa tersebut dilakukan pengenalan dengan beberapa perangkat desa. Selain itu juga berbicara mengenai apa saja potensi dan permasalahan Desa Lawangrejo yang perlu diketahui oleh para mahasiswa KKN. Kedatangan mahasiswa KKN TIM I Undip Desa Lawangrejo disambut dengan sangat antusias oleh masyarakat setempat terutama anak-anak yang tinggal di desa.

Bantuan Sosial dari Desa Lawangrejo diserahkan untuk Desa Tambakrejo

Pada hari berikutnya, 5 januari 2018 pukul 9.30 WIB, mahasiswa KKN Tim I Undip Desa Lawangrejo bersama dengan ibu kepala desa dan beberapa perangkat desa mengadakan kunjungan sosial ke Desa Tambakrejo dan Bojongnangka yang merupakan wilayah yang terkena bencana alam puting beliung pada 31 Desember 2017. “Bantuan ini akan saya sampaikan kepada para korban bencana. Bantuan ini sangat bermanfaat dan sangat membantu para korban,” ujar Sekaretaris Desa Tambakrejo.

Kegiatan Bhakti Sosial KKN Desa Lawangrejo untuk Korban Bencana

Para perangkat Desa Lawangrejo dan mahasiswa KKN mengunjungi tempat pengungsian sementara korban bencana di desa tersebut serta turut membantu para relawan yang ada di posko pengungsian. Dari hasil kunjungan di Desa Bojongnangka, telah didirikan tenda-tenda posko bencana alam. Di dalam posko pengungsian, terlihat masih terdapat beberapa pengungsi yang rumahnya rusak sebagian sampai rusak parah. Selain itu, di posko tersebut juga disediakan dapur darurat untuk menyediakan makanan bagi para korban dan terdapat juga paramedis untuk mengobati dan merawat korban yang mengalami luka-luka.

Editor : Dr. Abdul Syakur, ST.,MT.

Mahasiswa KKN UNDIP Mengunjungi UMKM di desa Banjarmulya

PEMALANG – Sabtu, (6/1) mahasiswa Tim I KKN Universitas Diponegoro berkunjung ke beberapa lokasi UMKM yang terdapat di desa Banjarmulya. Terpusat di dusun Lokbongkok, UMKM di desa banjarmulya meliputi konveksi tas dan dompet, konveksi pakaian, dan mebel. Terdapat juga bengkel yang memproduksi mesin perontok jagung.

Produk UMKM Desa Banjarmulya

UMKM yang pertama kali dikunjungi adalah konveksi tas dan dompet, Restu Jaya. Konveksi yang memproduksi tas dan dompet berbahan kulit sintetis ini telah mempekerjakan 5 orang karyawan. Usaha ini berkembang setelah berhasil menarik banyak perhatian konsumen pada acara Expo Kabupaten Pemalang beberapa tahun lalu.
Selain konveksi tas dan dompet, terdapat pula konveksi pakaian. Produk dari konveksi pakaian tersebut adalah celana panjang formal dan kaos berbahan katun. Konveksi tersebut juga melayani pemesanan seragam karyawan. Sebagian besar produk-produk konveksi ini dikirim ke Jakarta.

UMKM Mesin Perontok Jagung Desa Banjarmulya

Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan petani di desa ini, salah satu warga berinisiatif untuk memproduksi mesin perontok jagung. Mesin ini membantu para petani untuk memanen jagung secara lebih efektif. Diproduksi sejak tahun 2006, mesin ini telah dikirim ke berbagai daerah di pulau Jawa antara lain Tegal, Brebes, dan Pemalang.

UMKM Mebel Berbahan Utama Kayu Jati

Terakhir, mahasiswa KKN berkunjung ke lokasi produksi mebel. Mebel MJB telah beroperasi selama 20 tahun. Dengan bahan utama kayu jati, Mebel MJB memproduksi berbagai macam perabotan rumah tangga dan ukiran.
Hampir semua UMKM masih terkendala masalah yang kurang lebih sama. Sebagian besar dari mereka hanya memasarkan produknya dari mulut ke mulut. Pemanfaatan teknologi informasi untuk mengembangkan usaha-usaha tersebut masih sangat minim. Selain itu, kurangnya fasilitas permodalan juga menghambat para pelaku usaha untuk menghasilkan produk dalam jumlah besar.

Editor : Dr. Abdul Syakur, ST. MT.

Jelajahi Potensi Desa Pegongsoran : Sedapnya Aroma TPA hingga Nostalgia Bukit Teletabis

Pemalang – Selasa (9/1), selama beberapa hari tinggal di Desa Pegongsoran, mahasiswa KKN Tim I Undip telah melakukan observasi lingkungan ke beberapa lokasi di seluruh wilayah desa. Berdasarkan peta wilayah desa, Desa Pegongsoran dibagi menjadi tiga dusun bagian, antara lain Dusun Mingkrik, Dusun Pegongsoran, dan Dusun Pesalakan.

Dusun Mingkrik merupakan dusun yang memiliki luas wilayah paling kecil, namun memiliki lokasi yang paling strategis. Banyak dari warga Desa Pegongsoran di Dusun Mingkrik yang memiliki Usaha Kecil dan Menengah (UKM), diantaranya di bidang konveksi, olahan makanan, dan jasa. Meskipun dalam pelaksanaan kegiatan usaha belum memanfaatkan swadaya masyarakat secara luas. Namun adanya berbagai kegiatan usaha tersebut terus mendorong warga desa untuk selalu mencari ptensi desa yang bias dikembangkan.

Bukit Teletabis

Keindahan aliran air sungai sebagai alternatif destinasi wisata

Dusun Pegongsoran yang berada diantara dua dusun lainnya merupakan lokasi pusat kegiatan pemerintahan Desa Pegongsoran. Wilayah Dusun Pegongsoran yang didominasi wilayah hutan bambu dan hutan jati menyimpan potensi alam yang luar biasa. Keindahan alam hutan yang masih lestari dan keelokan sungai yang mengairi desa, berpotensi untuk menjadikan Desa Pegongsoran sebagai desa destinasi wisata di Kabupaten Pemalang. Bagi sebagian kalangan remaja Kota Grombyang, nama “Bukit Teletabis” mungkin terdengar cukup populer. Banyak para anak muda datang berkunjung meskipun hanya sekedar hunting foto untuk diunggah dan dipopulerkan di media sosial mereka.

Biogas

Lokasi Pengolahan Kotoran Ternak Sapi menjadi Biogas

Diantara sekian puluh desa di Kabupaten Pemalang, Desa Pegongsoran menjadi salah satu desa yang sudah memiliki fasilitas pengolahan kotoran ternak menjadi biogas. Hasilnya berupa biogas sebagai sumber energi, pupuk organik padat, dan pupuk cair. Namun, akibat kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) dan modal yang memadai menyebabkan fasilitas ini berhenti beroperasi selama enam bulan terakhir.

Sawah di Pesalakan

Pertanian di Desa Pegongsoran

Dusun Pesalakan memiliki lokasi yang paling jauh terpisah dari pusat kegiatan pemerintahan desa. Akses jalan ke lokasi dusun pun harus melewati hutan lebat yang mengelilingi lembah. Sampai di depan area dusun, tim disuguhi pemandangan hijau sawah dan kebun yang sangat luas. Terdapat jurang dalam di wilayah desa yang dimaanfaatkan oleh pemerintah Kabupaten Pemalang sebagai Tempat Pembuangan Akhir (TPA) se-Kabupaten Pemalang selama dua dekade terakhir.

TPA

Penanganan Sampah Terpadu

Tumpukan sampah yang terus menggunung setiap harinya membawa dampak buruk bagi masyarakat sekitar, khususnya warga Dusun Pesalakan. Masyarakat seolah sudah terbiasa dengan pencemaran udara akibat bau sampah yang menyengat. Pemaanfaatan sampah serta pengolahan sampah yang ada sampai saat ini dirasa masih belum optimal. Kondisi ini diperburuk akibat pabrik pengolah sampah plastik berupa pirolisis yang terpasang di TPA belum pernah beroperasi hingga saat ini. Padahal pabrik tersebut merupakan harapan terbesar warga untuk mengurangi dampak polusi yang ditimbulkan oleh sampah-sampah yang terdapat di TPA.

Editor : Dr. Abdul Syakur, ST., MT.

Sambutan Hangat Perangkat Desa Pegongsoran atas Kedatangan TIM I KKN Undip 2018

Pemalang, Kamis (4/1) Mahasiswa KKN Undip Tim 1 Tahun 2018 sampai di Desa Pegongsoran, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang. Setibanya di lokasi, tim melakukan kunjungan pertama kali ke Balai Desa Pegongsoran lalu disambut oleh para perangkat Balai Desa Pegongsoran. Acara penyambutan dibuka oleh Bapak Turitno selaku perwakilan perangkat desa dikarenakan Kepala Desa sedang berhalangan untuk hadir.

Penyambutan Perangkat Desa

Sambutan diawali dengan perkenalan dan dilanjutkan dengan pembahasan awal terkait pembagian wilayah desa, potensi desa kegiatan – kegiatan masyarakat serta berbagai permasalahan yang ada di Desa Pegongsoran. Selain itu, para perangkat desa menyampaikan harapan – harapan kedatangan tim KKN Undip dapat memberikan perubahan bagi Desa Pegongsoran menjadi lebih baik lagi. Pembahasan diakhiri dengan penyerahan simbolis berupa topi KKN kepada perwakilan kepala desa sebagai bukti telah diterimanya mahasiswa KKN Undip Tim 1 di Desa Pegongsoranu perwakilan perangkat desa dikarenakan Kepala Desa sedang berhalangan untuk hadir.

Serah Terima Topi

Musyawarah Perangka Desa dengan Mahasiswa Tim 1 KKN Undip

Sambutan diawali dengan perkenalan dan dilanjutkan dengan pembahasan awal terkait pembagian wilayah desa, potensi desa kegiatan – kegiatan masyarakat serta berbagai permasalahan yang ada di Desa Pegongsoran. Selain itu, para perangkat desa menyampaikan harapan – harapan kedatangan tim KKN Undip dapat memberikan perubahan bagi Desa Pegongsoran menjadi lebih baik lagi. Pembahasan diakhiri dengan penyerahan simbolis berupa topi KKN kepada perwakilan kepala desa sebagai bukti telah diterimanya mahasiswa KKN Undip Tim 1 di Desa Pegongsoran.

Editor : Dr. Abdul Syakur, ST. MT.

Kades Sungapan Kec. Pemalang Harapkan Mahasiswa KKN Undip Lakukan Perubahan

Pemalang, Sungapan , Kamis (4/1) setelah berisitirahat sehabis menempuh perjalanan yang melelahkan dari Kota Semarang, kedatangan Tim I KKN Undip di Desa Sungapan disambut oleh sekertaris desa Sungapan, Sunarto. Sambutan oleh sekertaris desa Sungapan begitu sederhana namun terasa begitu hangat dan ramah. Selama penyambutan kami bertanya mengenai pembagian wilayah desa, serta beliau memberikan pengenalan secara singkat mengenai potensi desa yang ada di Desa Sungapan.

Keesokan harinya, Jumat (5/1) Tim I KKN Undip di Desa Sungapan melakukan kunjungan ke kantor desa. Kehadiran kami disambut oleh, Junali S.E selaku Kepala Desa, selama kunjungan kami bertanya apa saja permasalahan yang ada di Desa Sungapan dari segi pertanian, perilaku masyarakat, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan desa. Beliau juga mengutarakan kebahagiaan karena Desa Sungapan bisa kembali menjadi desa KKN di tahun 2018. Serta mengutarakan harapan-harapan kedatangan Tim I KKN Undip agar dapat memberi perubahan terhadap Desa Sungapan. Sebelum kembali ke posko, kunjungan kami di kantor desa Sungapan ditutup dengan pemberian topi Undip kepada Kepala desa.

Editor : Ayu Ida Savitri, S.S., M.Hum.

Interaksi Mahasiswa Tim I KKN Undip Desa Wanamulya Kec. Pemalang

Pemalang, Wanamulya – Kamis, (4/1)  Mahasiswa peserta KKN Tim I Desa Wanamulya sampai di Balai Desa. Kedatangan para mahasiswa KKN disambut langsung oleh kepala desa, Ribut Triyono serta sekretaris desa, Sugeng Priyadi. Kepala desa serta sekretaris desa memberi arahan tentang keadaan serta potensi desa Wanamulya, sebagai gambaran awal yang akan menjadi bahan pembuatan program kerja. Di akhir sambutan, kepala desa memberikan nasihat agar peserta KKN Tim I Wanamulya menghargai latar belakang sosial serta latar belakang budaya masyarakat desa Wanamulya.

Keesokan harinya, Jum’at (5/1, 2018) para mahasiswa mendatangi balai desa untuk menghadiri undangan bermain bulu tangkis bersama sekretaris desa. Beberapa mahasiswa bermain bulu tangkis dan sisanya melakukan pendekatan dengan anak-anak SDN 2 Wanamulya serta berjalan-jalan menyapa warga desa Wanamulya. Selanjutnya, para peserta kembali berkumpul di dalam balai desa untuk memperoleh arahan oleh kepala dusun Wanasari, Kusrin.

Kusrin, memberi penjelasan berbagai hal tentang desa Wanamulya khususnya dusun Wanasari. Di akhir pertemuan, kepala desa memberi masukan agar para mahasiswa peserta KKN Tim I Wanamulya sering melakukan interaksi dengan warga.

Editor : Dr. Abdul Syakur, ST. MT.

Mahasiswa KKN Undip bersama Warga Pulihkan Kondisi Desa Bojongnangka Pasca Musibah

KKN Tim I Undip 2018 membantu kegiatan pasca bencana di Desa BojongnangkaPemalang – Jumat, (5/1) diselenggarakan penyambutan penerimaan mahasiswa KKN Tim I Universitas Diponegoro 2018 yang dipimpin oleh Pak Wahmu selaku Kepala Desa Bojongnangka. Acara yang dilaksanakan di posko bencana angin puting beliung tersebut bertujuan untuk memberikan pengarahan terkait kegiatan KKN dan juga kegiatan terkait bencana puting beliung yang baru saja menimpa Desa Bojongnangka. Dikarenakan adanya bencana maka penyambutan dilakukan secara sederhana dan singkat.

Setelah penyambutan, peserta KKN diajak berkeliling ke lokasi bencana puting beliung. Berdasarkan informasi dari posko bencana, angin puting beliung yang terjadi pada tanggal 31 Desember 2017 menyebabkan kerusakan di beberapa desa yaitu, Desa Bojongnangka, Desa Kebondalem, Desa Tambakrejo, dan Desa Bojongbata. Di Desa Bojongnangka sendiri, bencana mengakibatkan kerusakan di 102 rumah dengan 4 rumah rusak total. Tidak ada korban jiwa, namun terdapat 2 orang mengalami luka berat dan 21 orang luka ringan.

Bantuan datang dari berbagai pihak, seperti BPBD,  POLRI, TNI, PMI, BASARNAS, Puskesmas, Satpol PP, instansi lainnya, dan relawan yang datang dari berbagai daerah. Peserta KKN   turut serta membantu di posko bencana seperti kegiatan administrasi, logistik, dan dapur umum.

Kegiatan pasca bencana akan dilakukan sampai rumah penduduk dapat kembali seperti semula. Perkiraan kegiatan pasca bencana akan dilakukan sejak tanggal 1 Januari 2018 sampai dengan 27 Januari 2018. Diharapkan dalam kurun waktu tersebut, dampak bencana dapat segera ditanggulangi. Tim 1 KKN Desa Bojongnangka sendiri akan turut membantu proses pemulihan hingga selesai.

 

Editor : Dr. Abdul Syakur, ST.MT.

Kepada Desa Danasari Kecamatan Pemalang sambut Tim I KKN Undip 2018

Pemalang (4/1) – Setelah melalui perjalanan panjang yang memakan waktu hingga 4 jam dari Semarang, mahasiswa TIM I KKN Undip 2018 sampai di Pemalang. Kedatangan kami disambut hangat oleh kepala desa Danasari, H. Sanuri S.IP, dan perangkat desa lainnya. Dalam penyambutan tersebut, bapak Syamsudin sebagai Lebe Desa Danasari memandu acara dan memperkenalkan mahasiswa KKN Undip Tim I tahun 2017/2018 kepada perangkat desa yang hadir. Suasana penyambutan berlangsung secara sederhana, namun tidak luput rasa kehangatan dan keramahan di dalamnya.

Mahasiswa KKN Undip diterima Perangkat Desa Danasari

Selama penyambutan, kami sekaligus bertanya seputar permasalahan yang ada di desa Danasari. Permasalahan yang ada diantaranya adalah permasalahan umum yang sedang dialami masyarakat desa Danasari seperti di bidang pendidikan, kesehatan, dan lainnya. Potensi desa juga menjadi salah satu bahan perbincangan dalam penyambutan kami, dimana diketahui potensi desa Danasari berasal dari pertanian, perkebunan dan perikanan dan lain-lain. Informasi awal yang didapat mahasiswa Tim KKN 1 Undip tersebut dijadikan panduan untuk survey kami selanjutnya di kemudian hari.

Editor : Dr. Abdul Syakur, ST. MT.

Gali Potensi Desa Sewaka Kec. Pemalang, Mahasiswa KKN Undip Silaturahmi dengan Perangkat Desa

Pemalang, Sewaka, Jumat (5/1, 2018) Mahasiswa Undip Tim 1 KKN Desa Sewaka, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang melakukan kunjungan ke Balai Desa Sewaka. Kunjungan ke Balai Desa ini dilakukan dalam rangka untuk mengetahui potensi-potensi serta permasalahan yang ada di Desa Sewaka, sekaligus ingin bersilaturahmi dengan perangkat desa yang ada disana. Di Balai Desa para mahasiswa disambut dengan ramah oleh Sekretaris Desa, Bapak Kaprowi dan Plt. Kepala Desa, Bapak Surwandi.

Silaturahmi Mahasiswa KKN dengan Perangkat Desa Sewaka

Kepala desa dan sekretaris, menjelaskan banyak hal mengenai kondisi Desa Sewaka yang saat ini. Desa Sewaka terdiri dari 6 Dusun, dengan penduduk sekitar 6.000 orang dan mempunyai luas sekitar 227 bidang. Untuk mata pencaharian masyarakat Desa Sewaka mayoritas berprofesi sebagai seorang petani, namun ada juga yang berprofesi sebagai pegawai kantor. Hasil pertaniannya berupa jamur yang dipasarkan secara mentah. Makanan khas dari Desa Sewaka adalah gempolan. Para remaja Karang Taruna biasanya mengadakan pertandingan sepak bola antar desa agar terjalin persahabatan antara satu desa dengan desa yang lainnya. Karena akan berdekatan dengan ulang tahun Desa Sewaka, biasanya akan diadakan acara perayaan.

Editor : Dr. Abdul Syakur, ST. MT.