Home » Articles posted by Kab. Pati

Author Archives: Kab. Pati

Agenda Kegiatan

June 2018
M T W T F S S
« May    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Kegiatan yang akan datang

There are no events.

Pengenalan Pangan ASUH (Aman, Sehat, Utuh, Halal) dan Pelatihan Pembuatan Bahan Pangan Olahan Berbahan Dasar Udang pada Kelompok Fatayyat Desa Cebolek Kidul, Kec. Margoyoso, Kab. Pati

(Kamis, 18/01/2018) Mahasiswa KKN Desa Cebolek Kidul menghadiri pertemuan wajib bulanan yang dilaksanakan oleh kelompok Fatayyat, yang beranggotakan perempuan dengan jangka usia 20 – 40 tahun, diantaranya sudah memiliki anak balita sehingga penting untuk segera diperkenalkan dengan kategori ASUH, yang merupakan singkatan dari Aman, Sehat, Utuh dan Halal.

Pelaksanaan kegiatan berlokasi di rumah anggota Fatayyat dan dimulai pukul 14:00, rapat yang dilaksanakan merupakan pertemuan wajib bulanan yang digunakan sebagai sarana berkumpul, arisan dan membicarakan agenda kegiatan yang kemudian diselipkan dengan pemberian materi oleh mahasiswa KKN.

pemberian materi bahan pangan kategori ASUH memiliki respon yang baik dari tiap anggota Fatayyat, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan bahan pangan olahan berbahan dasar udang, pilihan yang diberikan adalah bakso udang dan ebi furai, yang merupakan udang goreng yang dibalut oleh tepung roti. (Anqi Z. / Muslicha)


Pengenalan Kategori Pangan ASUH (Aman Sehat Utuh Halal) oleh Mahasiswa KKN Desa Cebolek Kidul


Pelatihan Pembuatan Bahan Pangan Olahan Berbasis Udang

 

Editor : Dr. Adi Nugroho M.Si

KARTINI DARI SONEYAN

Desa Soneyan, Kec. Margoyoso – Rabu (17/01/2018) Mahasiswa Tim I KKN Undip Desa Soneyan, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati melakukan sharing dengan pembina lembaga Pendidikan Putra Rahayu. Lembaga Pendidikan Putra Rahayu berdiri pada 28 februari 2012, lembaga ini merupakan lembaga pendidikan non formal seperti Pendidikan Anak Usia Dini, Taman Baca Masyarakat, Bina Keluarga Balita, Bina Keluarga Remaja, Bina Keluarga Lansia, Pusat Informasi dan Konseling Remaja, Bimbingan Belajar, Pelatihan ketrampilan dan lain sebagainya.

Desa Soneyan memiliki sebuah dusun yang terletak jauh dari balai desa, letak yang jauh dari pusat pemerintahan desa tidak membuat warga dusun tersebut merasa tersingkirkan atau terasingkan. Dusun tersebut adalah Dusun Kedung Panjang, dengan seorang Kartini yang terus berjuang untuk kemajuan dusun dan desanya, kartini tersebut bernama ibu Payatun, nama yang terdengar asing di telinga khususnya warga kota yang telah terlena dengan gemerlapnya, mengapa kami menyebut ibu Payatun sebagai Kartini dari desa Soneyan? tentunya hal tersebut berdasarkan latar belakang dari ibu Payatun sendiri.

Ibu Payatun lahir di Pati, 16 Maret 1978 dengan kondisi perekonomian keluarga yang terbilang kurang, ibu Payatun menempuh akademik di bidang jalur non-formal, karena keterbatasan dana yang khusus di alokasikan untuk pendidikan dan pemikiran masyarakat desa yang masih beranggapan bahwa anak perempuan tidak perlu sekolah tinggi karena akan menjadi ibu rumah tangga yang berurusan dengan mengurus dapur dan rumah tangganya. Ditambah dengan kondisi dusun yang terbelakang dengan stigma negatif masyarakat mengenai pemuda dusun, dengan gigih ibu Payatun mencoba untuk mengubah segala sesuatu yang berbau negatif di dusun tersebut dengan berbagai cara.

Ibu Payatun memulai perjalananya melalui pembentukan playgroup untuk anak – anak usia dini sebelum memasuki usia TK (taman kanak – kanak) di dusun Kedung Panjang, namun halangan pun menerpa Ibu Payatun dengan tidak adanya peserta dari playgroup  yang di ciptakannya, namun hal tersebut tidak mengurungkan bahkan menumbangkan semangat ibu Payatun yang pada akhirnya ibu Payatun membuat sebuah taman bermain yang terletak di rumahnya dengan tanggapan yang positif dari warga setelah ibu payatun membuat taman bermain di rumahnya dan peserta playgroup  yang seiring waktu bertambah, ibu payatun tidak serta merta merasa puas dengan membuat perpustakaan yang bisa berguna bagi ibu – ibu yang mengantar anaknya, dengan secara tidak langsung ibu Payatun juga meningkatkan minat baca bagi warga dusunnya.

Perjuangan ibu Payatun tidak terhenti disitu, Ibu payatun membuat BKR, posyandu lansia, PIK-R, Bimbingan belajar dan lain sebagainya. Semua program yang di lakukan Ibu Payatun berhasil berjalan dan di terima oleh masyarakat berkat dukungan keluarga dan sosialisasi yang terus menerus dilakukan oleh beliau dan timnya. Ibu payatun tentunya tidak bekerja sendirian, beliau dibantu oleh berbagai pihak salah satunya adalah karang taruna desa.

Cita – Cita dari Ibu payatun adalah menjadikan Desa Soneyan menjadi desa percontohan dengan segala sumber daya alam dan manusia yang ada, meningkatkan dan memaksimalkan potensi – potensi yang ada dengan berjuang untuk merubah pola pikir masyarakat mengenai pendidikan yang formal dan non – formal serta kesehatan masyarakat.

Prestasi yang telah di capai oleh Ibu Payatun dan warga desa adalah menjuarai perlombaan gotong royong tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2017, meningkatkan potensi dari pemuda desa dengan mengadakan pentas drama dari pemuda desa dengan dengan tema lansia yang mengikuti Posyandu, guna meningkatkan apresiasi dari masyarakat yang telah berumur lansia dan hal tersebut telah menjadi motivasi bagi warga yang berumur lansia untuk mengikuti Posyandu Lansia.

Artikel ini mengenai pahlawan masa kini yang berada dan terlahir di desa Soneyan, hal tersebut kami nilai dengan standarisasi dan penilaian yang kami buat bersama Team KKN Desa Soneyan 2018.

 

Editor : Shary Charlotte H.P, M.AKARTINI DARI SONEYANKARTINI SONEYAN

Pelatihan TIK Dasar bagi Siswa SD/MI Desa Pangkalan, Kec. Margoyoso, Kab. Pati

Gambar 1. Suasana Pelatihan TIK Dasar di Kantor Kepala Desa Pangkalan

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Tim 1 Desa Pangkalan, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Jawa Tengah telah melaksanakan program pemberian pelatihan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) dasar bagi siswa SD dan MI.  Kegiatan ini  berlangsung pada hari jumat, 12 januari 2018 dari pukul 10.00 WIB sampai dengan pukul 11.30 WIB. Tujuan pelatihan tersebut guna melatih siswa sekolah dasar agar lebih mengenal dan terbiasa menggunakan aplikasi Microsoft Word melihat kondisi di lapangan bahwa di sekolah dasar mata pelajaran Teknologi Informasi Komunikasi jarang diajarkan melalui praktek, guru-guru lebih sering mengajarkan teori saja, sedangkan mempraktekkan ilmu TIK khususnya dasar harus dikenalkan sejak dini mengingat pesatnya perkembangan Teknologi dalam ranah pendidikan.

Gambar 2. Beberapa Siswa/i SD/MI tampak memperhatikan penjelasan dari Mahasiswa KKN

Kegiatan ini dilaksanakan atas kesadaran perangkat desa akan pentingya pengenalan dini terhadap Teknologi pada siswa/I SD dan MI di Desa Pangkalan. Hal yang menjadi alasan selanjutnya adalah agar anak-anak sekolah dasar kreatif sejak dini dalam menulis karangan. Dalam pelaksanaanya, para siswa sangat berantusias dengan diadakannya pelatihan TIK ini, mereka begitu semangat dan aktif. Harapan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kecerdasan dan kreatifitas dalam mengaplikasikan Microsoft Word bagi siswa SD dan MI.

 

Editor:

Dewi Saraswati Sakariah

 

Edukasi Mengenai Peta Oleh TIM 1 KKN UNDIP 2018 kepada Siswa SD Negeri Purwodadi

https://scontent.fcgk9-1.fna.fbcdn.net/v/t1.0-9/26992644_1199298606867730_996929403172003039_n.jpg?_nc_eui2=v1%3AAeGc7H5W_DukiCNCyOWW1Fsl3gYUnu6u8TLGn59ALql96kLAKJzVEt34c-kUNdAJdAeVSRkhBU4xMuHCH6bHvg58Y16Cp1OKm2YNgoKe0C6Yuw&oh=fc045c6a3471e6d130a47001bd99761e&oe=5AEFE030

Desa Purwodadi, Kec. Margoyoso, Kamis (25/01/2018) Tim 1 KKN UNDIP Melakukan kegiatan Edukasi mengenai pentingnya peta yang dilaksanakan pada pagi hari pukul 07.30 WIB, bertempat di SD N Purwodadi, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati. Kegiatan diawali dengan pembacaan doa oleh siswa serta menyanyikan lagu wajib nasional yang dilengkapi dengan yel yel. Kemudian oleh ibu guru yang sedang betugas  diserahkan kepada Mahasiswa Tim 1 KKN UNDIP. Tim KKN  melakukan pemaparan ilmu pengetahuan mengenai peta  baik dari segi arti, manfaat, serta jenis- jenis peta. Selain itu juga dilengkapi dengan penjelasan mengenai tahapan untuk mendapatkan sebuah peta. Tahapan tersebut diantaranya melakukan survey untuk memperoleh data baik itu melalui darat, udara, laut dan luar angkasa. Pada kegiatan ini juga menjelaskan alat-alat yang digunakan dan dilanjutkan dengan tahap pengolahan data dan penyajian sehingga peta itu ada. Pemaparan terus  berlanjut diselingi dengan tanya jawab yaitu mengenai komponen yang perlu ditampilkan dalam peta sehingga peta itu dapat memberi informasi dengan baik dan jelas bagi kalangan masyarakat.

Kegiatan ini berjalan dengan baik dimana siswa-siswi mendengarkan pemaparan materi serta meperhatikan informasi yang disampaikan. Antusias mereka sangat tinggi dalam menjawab pertanyaan yang muncul  serta kegiatan bermain yang berhubungan dengan peta diikuti dengan baik sesuai dengan peraturan yang telah dibuat oleh Tim KKN UNDIP. Edukasi ini juga dilengkapi dengan penjelaskan mengenai luasan negara Indonesia, jumlah pulau yang ada yang sudah bernama dan beerkoordinat, peta Provinsi jawa tengah, Peta Kabupaten Pati, Peta kecamatan Margoyoso dan diakhiri dengan peta Desa Purwodadi.  Sebelum berakhirnya kegiatan ini TIM 1 KKN UNDIP mengajak siswa- siswa untuk melakukan permainan dengan menggunakan puzzle yang dibuat sebelumnya sesuai kreativitas mahasiswa KKN dimana dalam permainan ini siswa- siswi antusias dan tertarik mengikutinya.

https://scontent.fcgk9-1.fna.fbcdn.net/v/t1.0-9/27540249_1199298643534393_6613701395780035182_n.jpg?_nc_eui2=v1%3AAeEV09OJECB7W8WwU1HeuPQP77ta2KDLSdxX1uj_c38lTlCo1frMKWv99oN3HFn0gBqHBRNW7Tc7D5wz1ujFzADEV4CfSVBbjsZBMMaB7bmamQ&oh=8f2ea0b3d038bcfd6a8f0d52309f7d1f&oe=5AD8184D

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan ilmu pengetahuan siswa dan perkembangan teknologi yang ada dalam dunia pemetaan. Siswa akan dapat memberi informasi kepada orang tua masing-masing sehingga rencana untuk pengadaan pemetaan di Indonesia berjalan lancar, sehingga manfaat peta itu benar-benar dirasakan oleh kalangan masyarakat bukan hanya sekedar kalangan pemerintah. Kedepannya diharapkan konflik mengenai pertanahan semakin berkurang akibat adanya peta yang akan memberikan informasi sehingga masyarakat aman dan sejahtera. Kegiatan ditutup  dengan foto bersama siswa-siswi SD Negeri Purwodadi dengan mahasiswa TIM 1 KKN Undip dan diakhiri dengan berdoa bersama.

Editor : Shary Charlotte Henriette P., M.A

Penyuluhan Mengenai Hipertensi dan Diabetes Mellitus pada Kegiatan Posyandu Lansia Desa Purwodadi

https://scontent.fcgk9-1.fna.fbcdn.net/v/t1.0-9/27067818_1199298300201094_3056052242051769200_n.jpg?_nc_eui2=v1%3AAeGILjHWt1wlh1ZZWs637wqLfBgCMmg9K08XJTtJzPTbGo1mLh_MfvlPCG3oMIrYB2fmsN_a-xlSH1EYiF40Wr25Bqseh3CTK6-Zqnvyy6Je4w&oh=e48ff9c53a45d769031b957ca3807537&oe=5AEB5A31
Tesa Cahyaningsih, pemateri pada kegiatan Penyuluhan mengenai Hipertensi dan Diabetes Mellitus pada Kegiatan Posyandu Lansia Desa Purwodadi.

Desa Purwodadi, Kec. Margoyoso – Jumat (19/01/2018) Tim I KKN Undip mengisi materi penyuluhan mengenai pencegahan dan penanganan penyakit degeneratif khususnya Hipertensi dan Diabetes Mellitus pada kegiatan Posyandu Lansia Desa Purwodadi, Kec. Margoyoso, Kab. Pati. Kegiatan yang dimulai dari pukul 8 pagi tersebut dihadiri oleh lebih dari 70 lansia dari seluruh penjuru desa. Kegiatan ini dilaksanakan bersama kader posyandu Desa Purwodadi dan beberapa petugas dari puskesmas yang memeriksa kesehatan para peserta posyandu. Kegiatan posyandu lansia ini dilaksanakan untuk meningkatkan derajat kesehatan lansia dengan pemeriksaan kesehatan yanga terdapat pada rangkaian kegiatan meliputi penimbangan, pengukuran tekanan darah, konsultasi dan pemberian obat.

https://scontent.fcgk9-1.fna.fbcdn.net/v/t1.0-9/26907953_1199298410201083_1462334053214251387_n.jpg?_nc_eui2=v1%3AAeHxuOPaWiEiXwPPsGjV-Af6-wireHTppzr3m5DKBo7irtCqgMuuvr-kDorO-K6uBJmxX6G-EEUZ-k4aUcAEJgFyYzicdkxHlIDPKu12LMe5Jg&oh=d15a147f32ae72f1de82b37fdb42d65d&oe=5AF0C1CB

Penyakit degeneratif merupakan penyakit akibat pola hidup yang tidak baik sehingga pengetahuan mengenai pencegahan dan penanganan penyakit Hipertensi dan Diabetes Mellitus ini menjadi sangat penting bagi para lansia mengingat penyakit ini sering menyerang orang yang sudah berusia diatas 40 tahun. Kedua penyakit tersebut merupakan penyakit yang masuk dalam daftar penyebab kematian dan dikenal sebagai silent killer. Penyakit hipertensi menjadi salah satu pemicu terjadinya komplikasi penyakit degeneratif lainnya seperti penyakit jantung koroner, stroke, diabetes mellitus dan penyakit lainnya. Begitu pula dengan diabetes mellitus jika terjadi komplikasi maka dapat mengakibatkan kematian.

Penyebab terjadinya hipertensi dan diabetes mellitus kurang lebih hampir sama yaitu akibat gaya hidup yang tidak sehat seperti kurangnya aktivitas fisik terutama olahraga, merokok dan makan makanan yang tinggi lemak atau minuman berkarbonasi. Gaya hidup yang tidak sehat ini masih sering diabaikan karena tanda-tanda penyakit yang muncul pada usia lanjut dan tidak adanya pengawasan di usia muda atau usia produktif. Oleh karenanya, pemeriksaan kesehatan sangat penting dilakukan karena dapat mengurangi risiko terjadinya penyakit dengan melakukan pencegahan yang tepat. Perilaku /gaya hidup yang sehat merupakan kunci utama kesehatan manusia.

Penyampaian materi dengan media pamflet yang dibagikan kepada peserta menjelaskan mengenai penyebab hingga penanggulangan penyakit Hipertensi dan Diabetes Mellitus beserta penjelasannya disampaikan secara presentasi oral agar lebih dapat dipahami oleh peserta posyandu. Antusias lansia yang mengikuti kegiatan cukup tinggi namun sayang masih cukup banyak lansia yang tidak dapat hadir karena kendala cuaca dan jarak.

Dari kegiatan ini diharapkan pengetahuan masyarakat Purwodadi mengenai penyakit Hipertensi dan Diabetes Mellitus meningkat, khususnya untuk kelompok risiko sehingga kejadian penyakit tersebut berkurang.

 Editor : Shary Charlotte Henriette P., M.A

Kemeriahan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Margoyoso

lomba mars

Desa Margoyoso, Kec. Margoyoso – Jumat (12/01/2018) Organisasi NU Muslimat, Fatayat, dan IHM kecamatan Margoyoso mengadakan acara untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara ini dibagi dengan 2 rangkaian acara yaitu lomba dan pengajian. Lomba yang diadakan adalah lomba paduan suara untuk Muslimat, lomba merangkai uang mahar untuk Fatayat, lomba menggambar untuk TK, dan estafet air untuk Paud.

Lomba yang diselenggarakan di SD Islam Miftahul Falah Desa Margoyoso ini diikuti oleh perwakilan dari masing-masing desa di Kecamatan Margoyoso. Sebagai tuan rumah dalam acara tersebut, Desa Margoyoso berhasil meraih juara pertama dalam lomba paduan suara Muslimat dan lomba merangkai uang mahar untuk Fatayat, dan juara kedua dalam lomba estafet air tingkat TK. Perlombaan yang dilaksanakan pada hari Jumat tersebut berlangsung dengan lancar dan tertib.

Editor : Shary Charlotte Henriette P., M.A

Puncak Perayaan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Margoyoso

pengajian

Desa Margoyoso, Kec. Margoyoso – Senin (15/01/2018) Rangkaian acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW masih berlanjut pada Senin, 15 Januari 2018. Acara pada hari Senin dibagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama pada pukul 09.00 WIB berisi lomba. Sesi kedua pada pukul 12.30 WIB diisi oleh pengajian yang merupakan acara puncak dari Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Lomba yang diadakan pada hari itu adalah lomba Dai Cilik tingkat TK. Masing-masing TK yang ada di Kecamatan Margoyoso mengirimkan murid sebagai perwakilan. Lomba berlangsung dengan seru, dan tingkah malu-malu peserta membuat acara semakin meriah. Sesi pertama acara hari Minggu ini berakhir pada pukul 11.00 WIB yang kemudian dilanjutkan ishoma.

Sesi kedua dibuka dengan pemberian piagam dan piala kepada pemenang lomba, kemudian dilanjutkan oleh penampilan pemenang paduan suara yaitu Desa Margoyoso. Pengajian pada siang hari itu dipimpin oleh seorang Ustadzah dari Temanggung. Warga sangat antusias mengikuti pengajian dan berlangsung dengan khitmat.

Editor : Shary Charlotte Henriette P., M.A

CERIPING, PRODUKSI LOKAL NGEMPLAK LOR YANG RENYAH DAN ENAK

Desa Ngemplak Lor, Kec. Margoyoso – Senin (08/01/2018) Mahasiswa KKN Undip desa Ngemplak Lor mendatangi Industri rumah tangga milik Bapak/Ibu Sulis dan Ibu Sus. Di Ngemplak Lor sendiri banyak sekali perkebunan singkong, dan juga mayoritas warganya berprofesi sebagai petani singkong. Singkong hasil panen biasanya di kirim ke Pabrik Tepung Tapioka di Ngemplak Kidul atau diolah. Salah satunya Pak Sulis, yang mengolah singkong untuk dijadikan Ceriping (keripik dari singkong). Selain Ceriping, juga bisa diolah menjadi tepung mokap

Prosesnya yang pertama singkong dikupas dan dipotong melintang tipis-tipis menggunakan mesin potong, kemudian singkong yang sudah dipotong di jemur dibawah sinar matahari sampai kandungan air didalamnya hilang. Lamanya penjemuran sendiri tergantung cuaca, untuk kondisi cuaca cerah cukup satu hari penuh, akan tetapi untuk kondisi cuaca yang berubah-rubah, bisa dua sampai 4 hari proses pengeringan. Setelah kering, kemudian singkong dimasak. Terakhir ceriping diberi bumbu dan dibungkus persatukilogram. Untuk harga jual sendiri, setiap kilonya dihargai Rp 20.000,00 Dalam satu kali produksi Pak Sulis dibantu 3 karyawan bisa membuat 5 kwintal Ceriping. Namun apabila musim hujan biasanya hanya membuat 2-3 kwintal tanpa mempekerjakan karyawan dikarenakan bahan baku yang lebih sedikit.

Selain membuat ceriping, pak Sulis juga membuat tepung mokap dari singkong. Untuk harga jual sendiri, tepung mokap lebih mahal. Akan tetapi pembuatan tepung ini untuk sekarang hanya bisa diproduksi oleh pak Sulis setiap musim panas. Dikarenakan apabila dalam proses pengeringan terlalu lama karena hujan, tepung biasanya terkena jamur, sehingga hasilnya menjadi tidak bagus, dan harga jual turun.

Ceriping

Editor : Shary Charlotte Henriette P., M.A

Partisipasi Tim KKN UNDIP dalam Pelayanan Posyandu Bulanan Desa Tanjungrejo

Proses penimbangan bayi pada kegiatan pelayanan posyandu di Desa Tanjungrejo

Desa Sidomukti, Kec. Margoyoso – Jumat (08/01/2018) Tim KKN 1 Undip di Desa Tanjungrejo mengikuti kegiatan Posyandu di Dusun Pagongan, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati yang diadakan di rumah Bapak Sundoyo selaku Kepala Dusun Pagongan. Kegiatan ini rutin dilaksanakan pada tanggal 7 setiap bulannya. Namun, jika tanggal 7 jatuh pada hari Minggu maka kegiatan posyandu dimundurkan menjadi keesokan harinya seperti pada bulan Januari ini. Kegiatan posyandu diikuti oleh 18 dari 30 anak yang terdaftar di dusun Pagongan dengan rangkaian kegiatan penimbangan berat badan dan pengisian Buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) oleh bidan desa setempat.

Kegiatan posyandu ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam kesadaran kesehatan dan memonitor kesehatan bayi dan balita yang ada di Dusun Pagongan. Selain itu kegiatan ini juga berfungsi untuk mempromosikan kesehatan kepada ibu-ibu yang hadir. Dalam pelaksanaan kegiatan posyandu ini banyak anak yang menangis saat ditimbang berat badannya. Pada akhir kegiatan, setiap bayi dan balita yang datang diberikan bubur kacang hijau, 3 buah telur puyuh, dan biskuit MP-ASI. Makanan yang diberikan kepada setiap bayi dan balita yang datang bertujuan untuk m3eningkatkan gizi dan kesehatan anak-anak.

 

Editor : Shary Charlotte Henriette P., M.A

Kunjungan Perdana Tim KKN Desa Tanjungrejo

Kunjungan Tim KKN ke balai desa Tanjungrejo

Desa Tanjungrejo, Kec. Margoyoso – Kamis (04/01/2018) Tim 1 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro telah sampai di Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati yang selanjutnya disambut dan diterima oleh perangkat Kecamatan setempat. Setelah penerimaan Tim 1 KKN UNDIP Tahun 2018 di Kecamatan Margoyoso, Tim KKN yang berjumlahkan 22 Tim terdiri dari Margoyoso 1 dan Margoyoso 2 kemudian berangkat menuju desa yang telah ditentukan sebelumnya.

Tim yang ditugaskan di Desa Tanjungrejo telah sampai pada tujuan dengan selamat. Tim ini berjumlah 8 orang terdiri dari 3 fakultas yang berbeda yaitu, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Kesehatan Masyarakat, dan Fakultas Teknik ini akan menjalani Program Kegiatan KKN selama 42 hari sejak tanggal 4 Januari 2018 dan menetap di rumah Ibu Tasni yang merupakan ibu dari bapak Hariyasit selaku Kepala Desa Tanjungrejo. Pada Jumat, 5 Januari 2018 tim melakukan kunjungan pertama kalinya ke perangkat desa untuk memperkenalkan angota tim yang melaksanakan kegiatan KKN di Desa Tanjungrejo. Kunjungan disambut ramah oleh Bapak Hariyasit selaku kepala desa beserta para staff yang ada. Saat kunjungan tersebut tim KKN Desa Tanjungrejo diperkenalkan oleh kondisi, potensi yang dimiliki, dan masalah yang ada pada Desa Tanjungrejo. Desa Tanjungrejo memiliki potensi yang besar dalam bidang pertanian dan peternakan. Dalam bidang pertanian Desa Tanjungrejo banyak menghasilkan tanaman ketela dan tebu. Sedangkan dalam bidang peternakan banyak masyarakat desa yang memelihara ternak seperti ayam, kambing, dan sapi. Oleh karena itu, dengan kedatangan tim KKN UNDIP diharapkan dapat memberikan pengaruh baik dan memajukan potensi Desa Tanjungrejo.

 

Editor : Shary Charlotte H.P, M.A