Home » Articles posted by kknppm undip

Author Archives: kknppm undip

Penyuluhan Tentang Tanaman Purwaceng Kepada Kelompok Tani Desa Sikunang Oleh Tim II KKN Tematik Undip 2019

Wonosobo, Selasa (20/08/19)

Desa Sikunang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo merupakan daerah strategis yang cocok untuk menanam tanaman purwaceng. Tanaman ini dikenal sebagai ginseng jawa dan memiliki berbagai manfaat untuk tubuh, seperti antianalgesik (pereda nyeri), antibiotic, antipiretik (penurun demam), dan lain-lain. Potensi tanaman purwaceng untuk dikembangkan sangatlah tinggi namun pengetahuan warga yang kurang tentang tata cara budidaya purwaceng membuat populasi tanaman ini menjadi berkurang.

Untuk itu mahasiswa UNDIP yang tergabung dalam Tim II KKN Tematik Undip 2019 melakukan penyuluhan tentang tanaman purwaceng kepada kelompok tani Desa Sikunang. Penyuluhan tersebut meliputi tata cara budidaya purwaceng, pengolahan tanah untuk purwaceng, sampai bagaimana pemasarannya nanti. Hal ini dilakukan untuk menambah pengetahuan dan minat warga untuk kembali menanam tanaman purwaceng mengingat pada awal tahun 2000an masih banyak lahan purwaceng di Desa Sikunang.

Dari sosialisasi tersebut dapat terlihat bahwa warga desa sangat tertarik untuk menanam tanaman purwaceng. Hal itu dapat dilihat dari antusiasme warga pada saat sesi tanya jawab. Selain karena banyaknya manfaat dari tanaman purwaceng, harga jualnya yang tinggi yaitu sektar Rp70.000 per kg membuat minat warga terhadap tanaman purwaceng pun meningkat.

 

Aneka Produk Olahan Purwaceng Hasil Inovasi Mahasiswa KKN Tematik Tim II undip 2019

Wonosobo, Minggu (18/08/19)http://bit.ly/2mzJiMZ

Tanaman purwaceng merupakan tanaman herbal yang memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan, terutama Karena kandungan gizinya yang banyak dan harga jualnya yang tinggi.  Tanaman ini hanya dapat tumbuh di beberapa tempat saja, salah satunya di Desa Sikunang, Kecamatan kejajar, wonosobo. Purwaceng dikenal karena manfaatnya untuk menambah stamina pria, bahkan hingga mendapat julukan sebagai ‘Viagra Jawa’. Selain itu, tanaman ini memiliki manfaat lain untuk tubuh seperti melancarkan peredaran darah, pereda nyeri dan demam, serta dapat mencegah kanker dan tumor.

Sayangnya olahan tanaman purwaceng yang sudah ada masih terbatas pada olahan serbuk seperti olahan serbuk murni purwaceng, teh purwaceng, dan kopi purwaceng. Olahan-olahan seperti itu hanya mampu menarik kalangan tertentu saja, seperti kalangan dewasa.

Untuk memperluas cakupan konsumen dari produk olahan purwaceng, Tim II KKN Tematik Undip 2019 melakukan diversifikasi produk dengan menciptakan beberapa inovasi olahan tanaman purwaceng. Olahan tersebut berupa Coklat purwaceng, jelly purwaceng, permen purwaceng, dan minyak urut purwaceng. Pembuatan produk-produk ini dibuat di rumah produksi milik Ibu Uswatun, salah satu perintis usaha olahan purwaceng di Desa Sikunang. Produk-produk tersebut kemudian disosialisasikan ke warga dan mendapatkan respon yang positif.2mzJiMZ

KUNJUNGAN TIM II KKN TEMATIK UNDIP KE KANTOR DESA SIKUNANG

Wonosobo, Senin (29/07/19)

Hari pertama tim II KKN Tematik UNDIP 2019 di Desa Sikunang Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo diisi dengan melakukan kunjungan ke Kantor Balai Desa. Kunjungan ini diterima langsung oleh Kepala Desa Sikunang, Bapak Nur Amin dan dilakukan perkenalan dengan perangkat desa. Dari kunjungan ini diperoleh banyak informasi mengenai kondisi terkini dari Desa Sikunang, baik potensi desa, kegiatan desa, kendala pengembangan desa, dan lain sebagainya.

Menurut Pak Amin selaku kepala desa, mayoritas penduduk Desa Sikunang bekerja sebagai buruh tani dengan komoditas utama tanaman kentang. Untuk masalah terbesar di Desa Sikunang adalah sampah. Hal ini dikarenakan kurangnya kesadaran warga tentang sampah dan tidak adanya tempat pembuangan akhir sampah di desa tersebut. Salah satu gerakan mengurangi sampah di desa ini dilakukan dengan pembentukan KPSM (Kelompok Pengelola Sampah Mandiri) yang baru dibentuk sekitar satu bulan lalu, namun kegiatan KPSM masih terbatas pada sampah botol plastik dan belum mampu mengelola sampah jenis lain.

Di Desa Sikunang sudah terdapat PKD (Poliklinik Kesehatan Desa) yang didampingi satu bidan desa. Untuk masalah pendidikan , hanya terdapat bangunan SD di Desa Sikunang dan masih banyak penduduk desa yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya.

Bapak Zainal selaku KAUR (Kepala Urusan) Pembangunan mengatakan bahwa salah satu potensi dari Desa Sikunang adalah tanaman purwaceng. Namun, dalam beberapa tahun terakhir petani mulai enggan menanam tanaman purwaceng karena ketidakjelasan pasar untuk purwaceng. Salah satu usaha untuk meningkatkan minat warga untuk kembali menanam purwaceng yang telah dilakukan adalah pemberian bibit tanaman purwaceng oleh dinas pertanian Kabupaten Wonosobo, namun tidak ada follow up dari kegiatan tersebut.

PENYULUHAN PRODUK HASIL OLAHAN JAMBU BIJI GETAS MERAH, STRATEGI PEMASARAN, DAN PERIZINAN USAHA

Dokumentasi : http://bit.ly/DokumentasiPenyuluhanKKNDesaTlogowungu

Kaloran – Senin (19/08) lalu, mahasiswa KKN PPM Tematik Tim II Desa Tlogowungu melakukan penyuluhan mengenai produk hasil olahan jambu biji getas merah, strategi pemasaran, dan perizinan usaha yang bertempat di Pendopo Kantor Kecamatan Kaloran. Sasaran dalam penyuluhan ini adalah perangkat desa, pelaku usaha, dan masyarakat yang berasal dari 7 (tujuh) desa di Kecamatan Kaloran yakni Desa Tleter, Desa Getas, Desa Gandon, Desa Tlogowungu, Desa Kalimanggis, Desa Kwarakan, serta Desa Geblog.

Mahasiswa Berinovasi              

Dalam penyuluhan tersebut mahasiswa menjelaskan kepada audiens mengenai berbagai macam olahan produk jambu biji getas merah menjadi produk yang bernilai jual tinggi serta jarang dijumpai sebelumnya. Diantaranya, kerupuk jambu, selai jambu, sirup jambu, cendol jambu, es kopi jambu, sabun jambu, manisan jambu, pestisida nabati, brownis kukus jambu, teh herbal daun jambu, dan toner jambu. Ide kreatif mengolah jambu biji getas merah menjadi berbagai macam produk pangan dan produk kecantikan muncul di karenakan masyarakat selama ini hanya menjual jambu dalam bentuk mentahan, dalam artian tidak di olah menjadi produk lain yang lebih bernilai secara ekonomis. Maka bila panen jambu telah tiba petani cenderung merugi karena harga jambu dapat mencapai Rp. 500/Kg tidak sebanding dengan biaya perawatan dan pengairan yang selama ini dikeluarkan.

Niat mahasiswa ini disambut baik oleh masyarakat dan audiens yang hadir saat penyuluhan, terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang dilontarkan mengenai bagaimana cara pengolahan jambu biji getas merah menjadi produk yang bermanfaat di masyarakat serta laku dijual di pasaran. Sejumlah audiens memberikan pernyataan bahwa “benar, selama ini banyak keterbatasan dalam mengolah jambu biji getas merah, saat panen tiba kami hanya bisa menjual jambu dalam keadaan mentah (tanpa diolah terlebih dahulu), adanya penyuluhan ini membuka pikiran kami bahwa ternyata jambu biji getas merah bisa diolah menjadi berbagai macam produk yang bernilai jual, sehat, dan memiliki banyak manfaat serta kandungan bagi tubuh.”

Tidak hanya penyuluhan saja, sejumlah mahasiswa juga membawa produk yang telah dibuat di posko untuk di coba audiens yang saat itu hadir dalam penyuluhan lengkap dengan label dan packaging nya. Selain itu, juga ada yang membuka stand produk olahan dari jambu biji getas merah yakni es kopi jambu dan teh herbal daun jambu yang langsung dibuat saat itu juga ketika ada yang ingin mencoba, istilahnya produk yang disajikan masih fresh karena dibuat secara langsung sesuai permintaan.

Perlunya Strategi Pemasaran Yang Menarik              

Disampaikan pula bagaimana strategi pemasaran yang tepat untuk produk hasil olahan jambu biji getas merah. Sebelum sampai di situ, ada mahasiswa yang memberikan penyuluhan mengenai bagaimana tata cara foto produk yang benar supaya lebih menarik dan sesuai dengan standar penjualan melalui media online dengan instrument studio foto produk yang dibuat dengan menggunakan kardus dan karton, sangat simpel, murah, dan siapa saja dapat membuatnya. Saat penyuluhan tersebut berlangsung, masyarakat juga mengeluhkan sulitnya memasarkan produk yang selama ini sudah di produksi, hingga akhirnya mereka bertanya mengenai “Strategi pemasaran seperti apa yang bisa di lakukan supaya produk bisa dikenal dan laku di pasaran.”

Media online masih menjadi salah satu solusi paling efektif, karena di era globalisasi ini lebih banyak masyarakat yang tertarik untuk belanja online dengan alasan belanja online lebih praktis, tidak perlu membuang waktu untuk datang ke tempat, bisa di akses dimana saja dan kapan saja, serta banyak potongan harga yang ditawarkan. Maka dari itu, penyuluhan mengenai pembuatan Google My Bussiness, Instagram Bisnis, dan Facebook Page juga dilakukan sebagai media pemasaran produk olahan jambu biji getas merah kedepannya. Minimnya pengetahuan masyarakat di Kaloran mengenai media online sebagai media pemasaran yang menarik, maka mahasiswa KKN akan memberikan pendampingan secara efektif dan berkala melalui Whatsapp Group.

Perizinan dan Rekomendasi Produk

Kepercayaan masyarakat mengenai kualitas produk masih menjadi suatu hal yang sangat penting, dari situ maka diperlukan perizinan produk sebelum di pasarkan. Saat ini mengurus perizinan sudah dipermudah, dimana pengusaha bisa langsung datang ke Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, lalu mempersiapkan persyaratan yang ditetapkan, kemudian langsung bisa mendaftar izin usaha melalui sistem terpadu satu pintu yang disebut Single Sign On (SSO) melalui e-mail yang dibuat oleh pengusaha itu sendiri. Tidak perlu khawatir, industri kecil dengan omzet di bawah Rp.50.000.000 bisa mendaftarkan produk usahanya seperti halnya usaha besar atau pabrik. Saat semua syarat telah terpenuhi, pusat akan menyeleksi dan nantinya produk akan mendapat nomor P-IRT, pelaku usaha nya pun akan diberikan keterampilan untuk menghasilkan produk yang berstandar guna di pasarkan.

Tak berhenti sampai disitu, mahasiswa KKN PPM Tematik Tim II Jambu Merah juga memberikan rekomendasi kepada perangkat desa agar produk olahan jambu biji getas merah ini dapat menjadi produk unggulan dari BUMDESA. Setiap desa di tuntut untuk dapat menggali potensi yang dimiliki oleh desa tersebut, maka dari itu guna mewujudkan desa pintar atau smart village salah satunya harus memiliki pengelolaan BUMDESA yang baik dan produk unggulan yang menonjol dari desa tersebut.

Harapan kedepannya, semoga program KKN Tematik Tim II Jambu Merah ini dapat menjadi tumpuan masyarakat untuk mengembangkan produk olahan jambu biji getas merah yang mampu meningkatkan lapangan pekerjaan dan juga mendatangkan kesejahteraan masyarakatnya karena mampu menciptakan industri yang mandiri.

TIM KKN Tematik Lerak Batik Undip Ciptakan Sampo Alami dari Ekstrak Lerak

Pedurungan (24/8) – TIM KKN Tematik Lerak Batik Pedurungan, melaksanakan program multidisiplin berupa pembuatan sampo alami dari ekstrak buah lerak. Buah lerak diketahui kaya akan saponin yang mana saponin ini merupakan salah satu komposisi yang harus dimiliki oleh produk pencuci, salah satunya yaitu sampo. Kegunaan dari saponin yaitu sebagai penghasil busa ketika dilarutkan dalam air.

Kegiatan ini  dimulai dengan persiapan bahan-bahan sampo yang sesuai SNI dan ditambah ekstrak buah lerak. Proses pembuatannya cukup sederhana. Hasil dari sampo ekstrak lerak ini di uji coba secara langsung untuk mencuci rambut. Hasilnya rambut lebih lembut dan bersih.

Sampo dari ekstrak lerak ini kaya akan manfaat, diantara-Nya sebagai sampo anti ketombe. Karena berasal dari bahan alami, limbah dari sampo lerak tidak berbahaya ketika dibuang dilingkungan. Alasan tersebut menjadikan sampo ekstrak lerak lebih ramah lingkungan. Sampo ekstrak lerak diharapkan menjadi alternatif produk lain dari CV Rena selain sabun cuci batik yang sebelumnya telah ada. Selain itu, produsen penghasil sampo ekstrak buah lerak juga masih minim.

Perpisahan Mahasiswa KKN Tematik Tim II UNDIP dengan Masyarakat Dusun Pledokan Sumowono

Sumowono (24/8) – Sehubungan dengan berakhirnya kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat, Mahasiswa KKN Tematik Tim II UNDIP yang memiliki tema Pemasaran Gula Aren melakukan perpisahan kepada masyarakat Dusun Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang. Perpisahan dilakukan ke rumah Kepala Dusun, Ketua Karang Taruna, SDN Pledokan, serta KUB Arum Sari. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mengucapkan terimakasih atas kerjasama masyarakat Dusun Pledokan selama kegiatan KKN berlangsung. Selain itu, mahasiswa juga melaporkan hasil dari kegiatan yang selama ini dilaksanakan. Dari hasil tersebut, diharapkan akan memberikan dampak yang positif terhadap masyarakat khususnya Dusun Pledokan dan menjadi evaluasi untuk kegiatan KKN UNDIP mendatang.

Salah satu dari beberapa hasil program kerja yang telah dilaksanakan oleh Mahasiswa KKN Tematik Tim II UNDIP selama KKN berlangsung adalah pengemasan ulang terhadap produk KUB Arum Sari. Pengemasan ulang ini dilakukan dengan harapan dapat meningkatkan nilai jual produk KUB Arum Sari serta dapat menarik masyarakat untuk mencoba dan membeli produk. Upaya ini dilakukan mulai dari pembaharuan tempat kemasan hingga label kemasan yang diperbaharui menjadi lebih lengkap dan informatif.

Dikarenakan jauhnya lokasi produksi KUB Arum Sari dengan pasar maka proses pengiriman memakan waktu yang cukup lama. Kemasan sirup yang sebelumnya menggunakan botol kaca diubah menjadi botol plastik yang lebih tahan benturan, hal ini dimaksudkan agar pengiriman produk lebih mudah dan aman, sehingga tidak mudah pecah. Hal ini juga bertujuan agar produk dapat lebih mudah dipasarkan sehingga proses pengemasan ulang ini menjadi salah satu fokus utama Mahasiswa KKN Tematik Tim II UNDIP sebelum memasarkan produk kepada masyarakat. Selain itu, permintaan pasar saat ini memandang kemasan sebagai hal paling penting, adanya kelengkapan No. P-IRT, Sertifikasi Halal, tanggal/bulan kadaluwarsa dan komposisi menjadi hal esensial yang harus ada pada label kemasan produk.

Pengemasan ulang ini harapannya bisa menjadi langkah awal untuk dapat menarik dan meningkatkan minat masyarakat untuk membeli produk hasil olahan KUB Arum Sari. Tidak lupa, Mahasiswa KKN Tematik Tim II UNDIP juga melakukan sesi foto produk untuk mendukung upaya pemasaran produk secara online di berbagai platform e-commerce serta media sosial, khususnya Instagram (@kubarumsari.sumowono) serta Google My Business, yaitu Gula Aren Gula Semut Sumowono. Pemasaran produk KUB Arum Sari dan Tazakka dilakukan dengan menitipkan produk untuk dapat dijual di tempat-tempat wisata diantaranya seperti Dusun Semilir, Kampoeng Kopi Banaran, Tahu Serasi Bandungan, dan toko-toko ataupun rumah makan disekitar Kabupaten Semarang.

Selain dijual ditempat-tempat tersebut, bagi siapapun yang tertarik untuk membeli produk KUB Arum Sari, maka dapat langsung melakukan pemesanan ke Ibu Yatimah, selaku ketua KUB Arum Sari melalui nomor kontak 081325365003.

Perpisahan Mahasiswa KKN Tematik Tim II UNDIP juga ditandai dengan pemberian kenang-kenangan kepada pihak-pihak yang telah terlibat selama proses KKN berlangsung. Pemberian kenangan ini juga disertai dengan serah terima berkas-berkas dan barang-barang yang mendukung upaya pemasaran produk KUB Arum Sari dimana salah satunya yaitu pemberian botol kemasan serta label kemasan untuk KUB Arum Sari dan Tazakka.

TIM 2 KKN TEMATIK CIPTAKAN ALAT PENGERING KULIT KAYU MAHONI DALAM MENJAGA PRODUKTIVITAS PEWARNA ALAMI BATIK LAWUNG AGENG

Gemawang (23/8) TIM 2 KKN Tematik Undip menciptakan alat pengering kulit kayu mahoni dalam rangka meningkatkan produktivitas usaha batik Lawung Ageng. Kulit kayu mahoni digunakan sebagai salah satu pewarna alami. Secara tradisional, kulit kayu mahoni perlu dikeringkan oleh sinar matahari kurang lebih waktu yang diperlukan adalah 1 minggu. Terjadi masalah apabila saat cuaca sedang sinar matahari tidak terik atau hujan.

TIM 2 KKN Tematik Undip memberikan solusi untuk permasalahan ini, dengan alat pengering mahoni ini dapat mengeringkan kulit kayu mahoni disegala kondisi cuaca. Alat ini dapat mengeringkan kurang lebih dari 20 Kg kulit kayu mahoni dalam waktu kurang lebih 5 jam. Dengan ini produktivitas pewarna alami tetap terjaga walaupun kondisi cuaca sedang tidak baik.

Program ini dibuat oleh teman -teman dari  fakultas yakni FSM dan FEB. anggota tim nya Syifa Avicenna – Fisika’16 bertugas untuk merancang desain dari alat ini, Muhammad Rizky Ananda – Fisika’16  membuat rancangan mekanik dan elektrik alat pengering ini ke dalam bentuk alat, Pergina Astuti Timbo – Managemen’16 membuat standar operasional prosedur pemakaian dan Rahmat Rizal Muafig – Akuntansi’16 membuat anggaran dari pembuatan alat ini.

Pembuatan Alat ini diakhiri dengan demo alat Bersama dengan Bu Umi Khalifa sebagai pemilik dari usaha batik Lawung Ageng yang berlangsung pada Jumat, 23 Agustus 2019 dari jam 08.00 – 12.00. Kegiatan ini ditutup dengan foto Bersama pemilik harapannya dengan dibuatnya alat ini dapat membantu mengembangkan usaha batik Lawung Ageng

pengering-kayu-mahoni

Wow, Desinfektan dengan Bahan Kulit Nanas Madu Karya Tim II KKN Tematik UNDIP

PEMALANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tim II Universitas Diponegoro yang diterjunkan di Desa Beluk, Kecamatan Belik, Pemalang mampu ciptakan inovasi produk dengan pemanfaatan limbah kulit nanas menjadi desinfektan alami untuk kandang. Pembuatan desinfektan dengan bahan baku kulit nanas ini dilatarbelakangi oleh banyaknya sampah kulit nanas yang dibiarkan begitu saja. Melihat potensi sumber daya yang ada, memunculkan ide untuk menjadikan limbah kulit nanas ini menjadi suatu produk yang dapat dimanfaatkan menjadi suatu produk yang memiliki manfaat lebih.

KKN Tematik Undip Tim II tahun 2019 mengajak masyarakat Desa Beluk untuk peduli terhadap lingkungan dari sampah-sampah organik yang ada. Sampah organik limbah kulit buah nanas dengan kolaborasi antara mahasiswa KKN Undip dan masyarakat disulap menjadi desinfektan alami yang bernilai ekonomis.

Desinfektan ini memiliki manfaat untuk menghambat dan membasmi mikroorganisme seperti jamur, virus dan bakteri yang ada di dalam kandang ternak. Desinfektan diciptakan untuk menunjang pemeliharaan kandang yang sehat, sehingga hewan ternak dapat hidup sehat dengan tumbuh kembang yang produktif.

 

Penulis: Nisa Nurokhati

Desa Beluk, 24 Agustus 2019

TIM 2 KKN TEMATIK UNDIP CIPTAKAN CANTING LISTRIK DENGAN PENGONTROL SUHU UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIFTAS KERJA PARA PECANTING USAHA BATIK GEMAWANG

Gemawang (21/8) Mahasiswa KKN Tematik Undip Tim 2 membuat alat canting listrik dengan pengontrol suhu guna meningkatkan efektifitas dan efisiensi untuk para pecanting usaha batik gemawang. Untuk pembuatan alat ini memakan waktu kurang lebih 1 bulan.  Alat ini dirancang dengan pengendali PID yang mana dapat menjaga suhu optimal untuk melelehkan malam dan suhu optimal yang diperlukan untuk melelehkan malam yang digunakan di usaha ini ialah 130 derajat celcius.

Program ini merupakan program multidisiplin yang dibuat dengan kerja sama antara 3 fakultas yakni FSM, FT, dan FEB. anggota tim nya Syifa Avicenna – Fisika’16 bertugas untuk merancang desain dari alat ini, Aliska Nuriya Aziza – Fisika’16 dibagian analisis sitem kendali yang digunakan untuk mendapatkan nilai konstanta PID agar bisa menjada suhu optimal, Muhammad Rizky Ananda – Fisika’16  dibagian rancangan diagram blok sistem dan skematik rangakaian listrik, Yogie Meysa Tama – Teknik Komputer’16 mengimplementasikan PID ke dalam mikrokontroller, Annisa Nilam Cahaya – IESP’16 membuat evaluasi proyek yang berisi hasil pengamatan baik buruk nya projek ini, dan Siti Sofiyatun –  fisika’16 membuat Standar operasional prosedur penggunaan dari alat ini.

Pembuatan Alat ini diakhiri dengan demo alat Bersama dengan Pak Fauzi sebagai pemilik dari usaha batik gemawang yang berlangsung pada Rabu, 21 Agustus 2019 dari jam 08.00 – 12.00. kegiatan ini ditutup dengan foto Bersama pemilik harapannya dengan dibuatnya alat ini dapat membantu mengembangkan usaha batik gewamang.

Canting-Listrik

Manfaatkan Buah Lerak, Tim KKN Tematik Lerak Batik Undip Ciptakan Gel Rambut dan Masker Peel Off

Pedurungan (21/08) – Dwi Cahya Prihandoko, Mahasiswa Perikanan KKN Tematik Universitas Diponegoro melaksanakan program monodisiplin “Pembuatan gel rambut dan masker peel off dengan penambahan ekstrak buah lerak”. Kegiatan ini dilaksanakan dengan harapan dapat menambah varian produk dari CV. Rena.

Kegiatan monodisiplin ini dimulai dengan pemilihan bahan baku yang alami dan meminimalkan penggunaan bahan kimia pada kedua produk yang berbasis kosmetik tersebut, kemudian trial and error juga dilakukan untuk mengetahui konsentrasi dari setiap bahan yang dibutuhkan pada pembuatan gel rambut dan masker peel off dengan tujuan untuk mendapatkan hasil terbaik, kemudian akan dilakukan praktik secara langsung untuk menjelaskan cara pembuatan kepada pemilik CV Rena.

Menurut penelitian sebelumnya, bahwa ekstrak buah lerak sebagai obat jerawat. Selain itu, penambahan ekstrak lerak yang dilakukan pada pembuatan gel rambut juga memberikan efek lembut pada rambut setelah dibilas dengan air yang biasanya hal tersebut dilakukan setelah pemakaian gel rambut, percobaan tersebut juga telah dilakukan oleh mahasiswa Perikanan lainnya yaitu Alip (24) “Tekstur sudah menyerupai gel rambut yang berada di pasaran, memberikan efek keras saat digunakan ke rambut layaknya kegunaan umum gel rambut, namun mudah dibilas dan memberikan efek lain yang berbeda dengan gel rambut lain yaitu lembut pada rambut setelah pembilasan”.

Selanjutnya produk-produk ini akan di teliti di laboratorium berkaitan dengan keamanannya untuk digunakan oleh masyarakat umum. Penelitian meliputi syarat-syarat yang dibutuhkan untuk memperoleh sertifikat layak edar seperti SNI, BPOM dan Halal.

Dengan dilaksanakannya kegiatan monodisiplin ini diharapkan CV. Rena yang merupakan UMKM sasaran KKN Tematik Lerak Batik dapat menambah varian produk baru berbasis kosmetik, untuk menarik minat konsumen terhadap produk dengan bahan baku lerak karena alami dan diyakini mampu bersaing dengan produk kosmetik berbahan baku alami lainnya.