Home » Lokasi KKN » Kab. Pati

Category Archives: Kab. Pati

Perayaan Unik HUT RI Srikaton

 

Desa Srikaton, Kecamatan Kayen, Pati (Agustus 2018), lomba untuk merayakan HUT RI sudah memilikitempat tersendiri di hati anak-anakBeberapa Pemuda yang sudah beranjakdewasa pun memiliki kenangan tersendiri tentangLomba 17an di kampung halaman. Kenangan inilah yang menjadi motivasi Karang Taruna Desa Srikaton untuk menyelenggarakan lomba perayaan Hari Kemerdekaan RI tingkat desa.

Berbagai lomba diselenggarakan dalam rangka memeriahkan pesta kemerdakaan di Desa Srikaton pada hari Senin (13/08). Lomba balap Karung dengan Helm menjadi primadona bagi anak-anak desa, kelucuan dan antusiasme peserta mengundang tawabagi warga yang turut menyaksikan keseruan saatlomba dilaksanakan. Peserta harus berlomba-lomba untuk lebih dulu mencapai garis finish dengan posisi jongkok didalam karung, tentunya dengan menggunakan helm untuk keselamatan para peserta.

Perayaan Kemerdekaan RI yang baru pertama kali diselenggarakan sejak tahun 2005 ini tentu menjadi pembuka semangat baru bagi para penduduk desa, khususnya bagi para pemuda yang ikut antusias membantu Karang Taruna untuk mempersiapkanrangkaian acara perayaan HUT RI ke 73 di Desa Srikaton.

Penulis: Richard Jeremy (Srikaton)

Edit by: Nikie Astorina YD

HUT Bhayangkara: Membuat Kabupaten Pati Lebih Aman Lagi

Akhir Juli lalu, warga Desa Srikaton, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, dihebohkan dengan kedatangan 2 unit mobil polisi dari Polsek Kayen. Awalnya, warga menduga adanya tindakan kriminal di Desa Srikaton. Setelah ditelusur, pernyataan salah seorang polisi bahwa tujuan kedatangan aksi tersebut adalah untuk memberi apresiasi kepada warga Desa Srikaton atas kondusifitasnya saat momen Pilkada serentak lalu, dimana Jawa Tengah sendiri merupakan salah satu wilayah yang menggelar Pemilihan Gubernur untuk periode 2018-2023. “Kegiatan ini merupakan rangkaian acara dari Hari Ulang Tahun Bhayangkara Polres Pati, dimana Desa Srikaton menjadi salah satu desa yang menjadi target kegiatan ini” ujarnya.

Tak kurang dari 50 paket bingkisan yang berisikan sajadah dan kain sarung diberikan secara cuma-cuma oleh aparat kepolisian Polres Pati dan Polsek Kayen kepada warga Desa Srikaton yang dipilih secara acak oleh salah seorang perangkat desa yang ikut dalam kesempatan ini. Pesan salah satu aparat kepolisian untuk warga agar menguatkan sinergitas antara polisi dan masyarakat sehingga Kabupaten Pati ini dapat meneruskan situasi kondusif yang telah dibangun selama ini.

Fenomena tersebut, menunjukkn kemampuan warga Desa Srikaton dalam menjaga daerahnya sendiri dalam kegiatan-kegiatan yang yag berpotensi terjadinya konflik. Hal itu menjadi potensi keunggulan tersendiri bagi Desa Srikaton yang menurut pengakuan warga memang menjadi desa yang disegani, setidaknya dalam tingkat Kecamatan Kayen.Harapannya bahwa warga Desa Srikaton ini bisa tetap menjadi desa yang aman dan kondusif atau bahkan mampu untuk menyebarkan suasana tersebut hingga ke desa-desa lain sehingga Desa Srikaton ini terus menjadi pilihan bagi Polres Pati dan Polsek Kayen sebagai salah satu mitra kerjasama sinergitas antara polisi dan masyarakat.

Penulis: Bhakti Putra Utama (Srikaton)

ANDENG-ANDENG : Abon Bandeng Andalan Desa Guyangan

Abon Bandeng Andalan Desa GuyanganGuyangan (28/7) – Pada Sabtu tanggal 28 Juli 2018, Tim II KKN Universitas Diponegoro mengadakan Pelatihan Pembuatan Abon Bandeng kepada masyarakat di Desa Guyangan, Kecamatan Trangkil, Pati. Acara yang dihadiri oleh Ketua PKK Desa Guyangan ini disambut meriah oleh seluruh peserta yang hadir. Pelatihan yang digelar di Balai Desa Guyangan ini selain memperkenalkan olahan bandeng berupa abon, acara ini juga diisi dengan materi pembuatan katsu bandeng serta pengenalan pemasaran dalam jaringan (online marketing) untuk mendorong warga desa memulai berwirausaha.

Ikan bandeng merupakan salah satu hasil pertambakan yang menjadi komoditas lokal Desa Guyangan. Sebagian besar warga desa Guyangan bekerja sebagai petani tambak bandeng sehingga ketersediaan bandeng di desa Guyangan terbilang melimpah. Sayangnya, seluruh ikan bandeng dari desa Guyangan sebagian besar langsung dijual dalam kondisi ikan segar, tanpa pengolahan terlebih dahulu. Padahal, dengan mengolah bandeng sebelum penjualan secara tepat, harga jual bandeng akan naik sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Guyangan.

Berdasar hal tersebut di atas, Tim II KKN Universitas Diponegoro Tahun 2018 berinisiatif untuk mengenalkan olahan bandeng berupa Abon Bandeng yang mampu meningkatkan nilai jual bandeng itu sendiri. Rasa Abon Bandeng yang dikenalkan oleh Tim II KKN ini cukup unik, lezat dan menyehatkan. Hal inilah yang membuat produk ini dapat diterima oleh seluruh kalangan masyarakat.

 

Editor: Ratih Indraswari, S.K.M., M.Kes.

Saling Sapa, Biar Kenal.

Pekan ini (minggu pertama) tepatnya hari Rabu, 12 Juli 2018 TIM KKN Undip Desa Boloagung melakukan silaturahmi ke warga sekitar Desa Boloagung dengan tujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkenalkan diri kepada warga sekitar. Kunjungan tersebut juga memberikan banyak informasi bagi tim KKN, baik permasalahan di Desa Boloagung dan keadaan lingkungan di sekitar posko. Berdasarkan informasi dari warga Desa Boloagung diketahui air yang tersedia terbatas dikarenakan sedang musim kemarau sehingga jumlah air di rumah penduduk dibatasi. Walau begitu mahasiswa KKN tetap menikmati keadaan di desa Boloagung. Selain itu penduduk di sekitar desa Boloagung sangat ramah sehingga mahasiswa KKN Desa Boloagung merasa disambut dengan baik.

Keluarga baru di desa Boloagung
Keluarga baru di desa Boloagung

Selain untuk mengetahui keadaan sekitar, tim mahasiswa KKN Desa Boloagung juga mengunjungi beberapa UMKM yang ada seperti UMKM ceriping tempe dan UMKM roti robet. Namun sebelum berkunjung ke UMKM, mahasiswa terlebih dahulu bertemu dengan Bapak Sunaryo selaku Kasi Kesra Desa Boloagung untuk mengantar mahasiswa ke UMKM. “saya senang apabila kalian mahasiswa dapat meningkatkan UMKM yang ada di Desa Boloagung ini baik pemasarannya maupun profitnya.” Kata Bapak Sunaryo.

 

 

Reporter: Tim II KKN Undip desa Boloagung

Editor: Dewi S

Keluarga Baru di Desa Pesagi

Pati (12/7) – Kedatangan mahasiswa KKN Tim II Undip 2018 di Kecamatan Kayen di sambut oleh Drs. Jabir, M.H., selaku Pak Camat Kecamatan Kayen beserta ketua daerah masing-masing. Kemudian penerimaan mahasiswa KKN Tim II Undip 2018 di desa Pesagi dilaksanakan pada tanggal 12 Juli 2018, yang di hadiri oleh Suep, S.Pd.I., selaku Bapak Kepala Desa  dan segenap perangkat Desa Pesagi.

Setelah penerimaan mahasiswa KKN Tim II Undip 2018 di Desa Pesagi, Kec. Kayen, Kab. Pati selesai, Survey dimulai dengan mengunjungi balai desa untuk perkenalan kepada seluruh perangkat desa. Selanjutnya berkeliling desa pesagi bersama kepala desa. Desa Pesagi memiliki beberapa bangunan sekolah seperti TK, MI, SDN II Pesagi dan beberapa pesantren serta bangunan masjid. Jalanan yang ada di sepanjang desa Pesagi tidak semua aspal masih ada jalan yang berbatuan yang menyebabkan akses jalan menjadi tidak lancar, penerangan pada malam hari belum maksimal karena ada beberapa titik jalan yang belum ada lampu jalan.

Bersama warga desa Pesagi
Bersama warga desa Pesagi

Diketahui masyarakat desa pesagi mayoritas bermata pencaharian sebagai petani. Lahan pertanian di desa Pesagi masih tergolong produktif. Desa pesagi sekarang sedang musim tanam kedelai dan kacang-kacangan. Kelompok tani yang ada di desa pesagi terdiri dari 4 Kelompok yaitu Sido Rukun, Sido Makmur, Gotong Royong dan Pangudi Luhur.

Kegiatan yang ada di desa Pesagi yaitu PKK dan Karang Taruna. Kegiatan PKK dilaksanakan setiap satu minggu sekali oleh ibu-ibu rumah tangga sedangkan kegiatan Karang Taruna dirasa belum aktif karena pemuda pemudi di desa Pesagi mayoritas merantau ke luar kota sehingga dalam kepengurusannya menjadi tidak aktif.

 

Reporter: Tim II KKN Undip desa Pesagi

Editor: Dewi Saraswati S

Yuk Kenalan dengan Desa Srikaton!

PATI(31/7).Desa Srikaton terletak di Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati Jawa Tengah. Srikaton merupakan desa terbesar yang ada di Kecamatan Kayen dan desa terbesar kedua di Kabupaten Pati. Mata pencaharian masyarakat di desa ini 90% yaitu bertani dan beternak. Hewan-hewan yang diternakan berupa ayam, sapi, kerbau, dan kambing. Sedangkan sumber penghasilan utama masyarakat di desa yang memiliki 15 RT ini yaitu bertani dengan pengahsilan berupa jagung padi, cabai, kubis, wortel, dan buah-buahan sperti semangka.

Desa Srikaton
Desa Srikaton

Desa ini dipimpin oleh Bapak Sarjono, panggilan Kepala Desa di Pati berupa Pak Inggi. Sudah tiga tahun Pak Inggi dipercaya oleh msyarakat Desa Srikaton memipin desa ini. Pembagian wilayah di Desa Srikaton berupa 4 buah RW dan 1 dukuh. Namun satu dukuh yang masuk dalam wilayah Srikaton ini memiliki jarak yan cukup jauh dari Desa Srikaton, wilayahnya berada di perbatasan Kudus-Pati.
Tradisi di sini beberapa ada yang luntur, namun ada tradisi yang masih dijaga hingga saat ini yaitu Tradisi Sedekah Bumi, yang mana merupakan acara tahunan wujud syukur para warga petani kepada Tuha yang Maha Esa karena telah diberi kelimpahan di bidang pertanian.

 

Reporter: Tim II KKN Undip desa Srikaton

Editor: Dewi Saraswati

 

Tingkatkan Produktivitas Masyarakat melalui Pameran UMKM

TIM KKN II UNDIP bersama Kelompok UMKM dan Kepala Desa PauruhanPATI (15/7)- Car Free Day yang berarti satu hari tanpa kendaraan sudah banyak dilakukan hampir diseluruh wilayah di Indonesia, salah satunya di Kabupaten Pati. Pada 15 Juli 2018, Tim II KKN Universitas Diponegoro, Desa Pasuruhan, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati bersama kelompok UMKM Desa Pasuruhan melakukan pameran berbagai produk olahan makanan dari ikan tawar. Adapun berbagai produk tersebut seperti krupuk ikan sepat, kripik keong, pastel keong, steak ikan pindang, dan wader crispy. Kegiatan pameran tersebut dilakukan di Alun-Alun Pati mulai dari pukul 05.00 – 08.30 WIB.

Kegiatan pameran tersebut dilaksanakan guna membangkitkan semangat produktivitas para kelompok UMKM di seluruh desa yang ada di Kabupaten Pati. Pameran yang dimulai dengan senam bersama ini, juga mendapatkan dukungan dan apresiasi dari beberapa pihak yang turut hadir di CFD tersebut, seperti dari Dinas Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup, dan berbagai warga masyarakat Pati. Diharapkan pameran ini dapat menjadi sarana untuk mempromosikan produk UMKM yang ada di seluruh desa di Kabupaten Pati, sehingga kedepannya mampu meningkatkan perekonomian masyarakat Pati.

 

Reporter: Tim II KKN Undip desa Pasuruhan

Editor: Dewi Saraswati S

Pentingnya Rutin Cek Kesehatan Ibu Hamil melalui Posyandu

Bidan Desa Pauruhan Kec. Kayen Melakukan Penyuluhan Kepada Ibu HamilPATI (13/7) – Posyandu merupakan wadah pemeliharaan kesehatan yang dilakukan dari, oleh, dan untuk masyarakat yang dibimbing petugas kesehatan. Pada tanggal 13 Juli 2018, Tim II KKN Universitas Diponegoro Desa Pasuruhan bersama Bidan Istikhomah dan dibantu oleh petugas medis dari puskesmas Kecamatan Kayen, Pati, melakukan kegiatan posyandu ibu hamil. Kegiatan yang mulai pada pukul 08.30-11.00 WIB ini, dilaksanakan di rumah desmigrasi Desa Pasuruhan dan diikuti oleh 15 ibu hamil.

Selain dilakukan pemeriksaan, Bidan Istikhomah juga memberikan penyuluhan yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan janin yang ada dalam kandungan, mulai dari menghadapi awal kehamilan, mengatur pola makan yang sehat untuk ibu hamil, serta persiapan sebelum dan sesudah melahirkan.

Kegiatan yang rutin dilakukan setiap satu bulan sekali ini, diharapkan dapat menekan angka kematian ibu hamil dan bayi, khusunya di Desa Pauruhan Kecamatan Kayen, Pati. Selain itu, diharapkan kepada ibu hamil untuk memeriksakan kehamilanya minimal satu bulan sekali di posyandu maupun di bidan desa, sehingga kondisi kesehatan ibu dan bayinya bisa terpantau.

Reporter: Tim II KKN desa Pasuruhan

Editor: Dewi Saraswati S

 

 

Beradaptasi dengan Keluarga Baru di Desa Rogomulyo

 

Image and video hosting by TinyPic

Pati (31/7)-Mahasiswa melakukan kegiatan dengan berkunjung ke Balai Desa Rogomulyo untuk bersilaturahmi dengan Kepala Desa, Ketua BPD (Badan Permusyawaratan Desa) dan Perangkat Desa lainnya. Saat berkunjung di Balai Desa sedang berlangsung Posyandu rutin bulanan yang diikuti oleh balita di Desa Rogomulyo dipandu oleh ibu-ibu kader posyandu. Kegiatan yang dilakukan saat berkunjung di Balai Desa yaitu perkenalan dan tanya jawab mengenai permasalahan serta potensi yang ada di Desa Rogomulyo. Mahasiswa melanjutkan kunjungan ke ketua RT dan organisasi desa untuk bersilaturahmi dan meminta izin hidup berdampingan selama 42 hari dan melaksanakan kegiatan yang diharapkan dapat bermanfaat dan memberi dampak positif bagi masyarakat. Selanjutnya, survey dilakukan oleh mahasiswa sesuai dengan bidang keilmuan yang diambil dalam perkuliahan untuk identifikasi secara langsung dari masyarakat terhadap masalah dan potensi yang ada di Desa Rogomulyo.

Image and video hosting by TinyPic

Esoknya, mahasiswa KKN Desa Rogomulyo mengikuti Kelas Balita dan Ibu Hamil yang dilaksanakan di Balai Desa Rogomulyo. Kegiatan dimulai pukul 08:00 – 09:00 WIB untuk Kelas Balita yang diikuti oleh anak-anak umur 2 tahun sampai 5 tahun. Kegiatan tersebut diikuti oleh 10 ibu dengan 10 balita. Materi yang disampaikan meliputi hal yang sudah perlu diajarkan dan dilatih untuk tumbuh kembang anak antara lain memakai baju sendiru, cuci tangan dengan sabun pada air mengalir, buang air di toilet secara mandiri, menggambar, dan berhitung. Hal-hal yang perlu dihindari yaitu menghindarkan obat-obatan berbahaya dari jangkauan anak, kabel listrik, dan asap rokok. Makanan yang dikonsumsi oleh anak balita harus seimbang nilai gizinya, memakai garam yang beriodium, dan mengurangi makan maupun minum manis yang berlebih karena dapat menyebabkan diabetes. Posyandu rutin tiap bulan harus diikuti untuk imunisasi sehingga dapat menghindarkan anak dari penyakit. Misalnya, penyakit TBC yang dapat dicegah dengan imunisasi, selain itu penyakit demam berdarah dapat dicegah dengan menhaga kebersihan dengan penimbunan sampah dan menguras bak mandi rutin seminggu sekali sehingga tidak menyebabkan banyak bintik nyamuk. Obat-obat pertolongan pertama seperti betadine dan oralite juga perlu untuk dikenalkan pada anak sejak udia dini. Pukul 09:00 – 10:00 WIB dilanjutkan dengan Kelas Ibu Hamil yang diikuti oleh 5 orang ibu. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan tanda-tanda persalinan seperti terjadinya kontraksi, keluarnya lendir bercampur darah, kemudian materi mengenai proses persalinan, Inisiasi Menyusu Dini (IMD), KB pasca persalinan, pelayanan nifas, cara menjaga kesehatan ibu bersalin dan nifas, serta hal-hal yang harus dihindari ibu bersalin dan nifas. Pertemuan kelas ibu hamil di bulan yang akan mendatang akan membahas mengenai pencegahan penyakit komplikasi kehamilan, persalinan, dan nifas agar ibu dan bayi sehat.

 

Reporter: Tim KKN II desa Rogomulyo

Editor: Dewi Saraswati. S

Aksi Bakar Ikan Hidup di Kawasan Wisata Pemancingan Desa Talun

PATI (31/7) Bila sedang berkunjung ke Pati, pastikan Anda menyempatkan waktu untuk mengunjungi kawasan wisata pemancingan khas Desa Talun. Kawasan wisata pemancingan yang dibangun sejak tahun 2015 ini ramai dikunjungi masyarakat ketika akhir pekan maupun hari-hari libur nasional. Sebelum menikmati hidangan, pengunjung bisa melihat langsung proses pengolahan ikan sebelum dihidangkan di atas meja.

Salah satu pemancingan yang ada di desa Talun
Salah satu pemancingan yang ada di desa Talun

Kawasan wisata ini terdiri dari puluhan tambak milik masyarakat Desa Talun. Ikan-ikan diambil langsung dari tambak sebelum dihidangkan. Ikan yang telah ditangkap segera dibakar ataupun digoreng dengan kondisi yang masih segar. Proses pengolahan ini membuat daging ikan menjadi lebih lezat.

Kawasan wisata pemancingan Desa Talun dahulunya merupakan kawasan persawahan seluas 500 hektar yang kemudian dialih fungsikan menjadi kolam ikan air tawar seluas 300 hektar. Cara ini ternyata terbukti efektif untuk mengatasi permasalahan banjir yang kerap kali melanda Desa Talun. Petani yang kerap kali merugi akibat gagal panen, saat ini sudah mulai merasakan hasil dari budidaya dan pembenihan ikan air tawar.

Kawasan wisata pemancingan Desa Talun dapat ditempuh selama 40 menit dari Kota Pati melalui jalan utama Kayen-Sukolilo. Akses masuk ke dalam area wisata pemancingan Desa Talun dapat ditempuh sekitar 10 menit dari jalan utama. Adanya kawasan wisata tersebut terbukti dapat meningkatkan pendapatan warga Desa Talun. Masyarakat Desa Talun berharap pemerintah daerah Pati dapat mendukung pengembangan DesaWisata Pemancingan Talun agar lebih berkembang dan dapat menarik wisatawan lebih banyak lagi.

Reporter: Tim KKN desa Talun

Editor: Dewi Saraswati Sakariah