Home » Lokasi KKN » Kab. Pati

Category Archives: Kab. Pati

PERINGATI HUT RI, MAHASISWA KKN DESA DURENSAWIT ADAKAN LOMBA BERSAMA SISWA SD

hut riPATI – Mahasiswa Tim II KKN Undip Tahun 2019 di Desa Durensawit, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati menyelenggarakan perlombaan dengan siswa – siswa SDN Durensawit 02 untuk memeringati HUT RI ke – 74  (7/8/2019).

Perlombaan dilaksanakan di lapangan voli SDN Durensawit 02. Kegiatan ini merupakan salah satu cara untuk melatih jiwa sportivitas sekaligus membangkitkan jiwa nasionalisme siswa. “perlombaan ini bertujuan untuk memeringati HUT RI ke – 74 sekaligus menumbuhkan jiwa nasionalisme siswa,” kata Bapak Supatmadi selaku Kepala Sekolah SDN Durensawit 02.

Kegiatan yang dipandu oleh Tim II KKN Undip Tahun 2019 bersama dengan guru SDN Durensawit 02 ini dimulai dengan apel pagi dan pembacaan asmaul husna. Setelah itu dilanjutkan dengan briefing dengan guru – guru mengenai teknis pelaksanaan perlombaan. Jenis lomba dibagi menjadi 2 kategori, yaitu lomba indoor dan outdoor. Lomba indoor meliputi lomba menyanyi Lagu Indonesia Raya, membaca Pembukaan UUD 1945 dan lomba mewarnai. Lomba menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan membaca Pembukaan UUD 1945 diikuti oleh perwakilan kelas 4, 5 dan 6. Sedangkan lomba mewarnai diikuti oleh seluruh siswa SDN Durensawit 02 dari mulai kelas 1 hingga kelas 6.

Lomba outdoor meliputi lomba makan kerupuk, memasukkan pensil kedalam botol, balap kelereng , joget balon dan pecah air. Lomba makan kerupuk diikuti oleh 30 siswa perwakilan kelas 1, 2 dan 3. Lomba memasukkan pensil kedalam botol, balap kelereng  dan pecah air diikuti oleh 30 siswa perwakilan kelas 4, 5, dan 6. Sedangkan untuk lomba joget balon diikuti oleh 18 pasang siswa perwakilan kelas 4, 5, dan 6.

Dalam kegiatan ini terlihat siswa – siwa yang sangat antusias dengan setiap perlombaan yang diselenggarakan dan bersorak sorai saat perwakilan kelas mereka memenangkan perlombaan. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 07. 30 WIB hingga pukul 11.00 WIB ini diharapkan dapat memupuk jiwa nasionalisme siswa dan untuk mengenang jasa para pahlawan khususnya pahlawan kemerdekaan karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawan.

 

 Direview Oleh:

Maharani Patria Ratna

TIM II KKN DURENSAWIT UNDIP AJARKAN CARA MEMBUAT KERAJINAN DARI BONGGOL JAGUNG BERNILAI JUAL TINGGI

MULTIPATI – Tim II KKN Undip Tahun 2019 mengajarkan cara membuat kerajinan tangan bernilai jual tinggi dari bonggol jagung. (8/8/2019)

Program yang digagas oleh Tim II KKN Undip Tahun 2019 di Desa Durensawit, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati ini merupakan program multi disiplin dengan judul “Diversifikasi Bonggol Jagung Menjadi Kerajinan Tangan”. Program yang diikuti oleh ibu – ibu PKK Desa Durensawit ini bertujuan untuk mengurangi adanya limbah bonggol jagung yang hanya dibakar atau dijadikan bahan campuran makan ternak.

“jagung merupakan produk unggulan di Desa Durensawit ini, namun belum ada pengolahan limbah jagung yang dihasilkan. Selama ini limbah jagung seperti kulit dan bonggolnya hanya dijadikan makan ternak atau dibakar,” kata Ibu Evi selaku Ketua PKK Desa Durensawit.

Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Desa Durensawit ini selain untuk mengolah limbah jagung juga untuk mengurangi adanya pencemaran udara akibat pembakaran bonggol dan meningkatkan perekonomian masyarakat desa. Kegiatan ini diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars PKK. Setelah itu dilanjutkan dengan pemaparan langkah – langkah pembuatan, prospek pasar dan  materi mengenai 5M yang merupakan aspek – aspek yang berhubungan dengan pembuatan kerajinan. 5M tersebut adalah market, man, material, machines, method dan money. Setelah pemaparan selesai, dilanjutkan dengan praktik pembuatan kerajinan.

Dalam membuat kerajinan tangan ini langkah pertama yang dilakukan adalah memilih bonggol jagung. Bonggol yang dipilih adalah bonggol yang diameternya besar, tidak busuk dan tidak berjamur. Langkah kedua yaitu menyerut bonggol jagung untuk meratakan permukaan bonggol jagung menggunakan pisau. Setelah itu bonggol jagung diamplas agar halus. Langkah keempat yaitu memotong bonggol jagung dengan ketebalan yang sama. Langkah kelima adalah melubangi bagian tengah bonggol jagung dengan ujung gunting. Setelah dilubangi potongan bonggol jagung dirangkai sesuai keinginan. Antusias ibu – ibu dalam merangkai bonggol jagung terlihat dari banyaknya ide yang muncul untuk membuat kerajinan tangan seperti membuat asbak, vas bunga, tempat pesil, dll. Langkah terakhir yang dilakukan adalah memvernis rangkaian bonggol jagung dengan politur.

Dengan adanya kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat mengurangi pencemaran udara, menambah keterampilan ibu – ibu PKK dan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat karena hasil kerajinan ini dapat diekspor dan memiliki nilai jual yang tinggi.

 

 Direview Oleh:

Maharani Patria Ratna

FESTIVAL DAN PASAR MURAH BEKETEL

            Pati (15/8) – Mahasiwa KKN (Kuliah Kerja Nyata) Tim 2 Undip tahun 2019 yang ditempatkan di desa Beketel, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, memanfaatkan minggu terakhir KKN untuk melaksanakan program multidisiplin. sebelum melaksanakan program tersebut, mahasiswa KKN telah melakukan survei ke rumah-rumah warga desa untuk mengetahui apa saja masalah yang terdapat desa tersebut. Beberapa masalah utama yang terdapat di desa Beketel adalah pertama, mengenai masyarakat yang masih suka buang sampah sembarangan dan kedua, tentang Pasar Beketel yang sepi.

Adapun untuk menjalankan program multidisiplin mereka mengangkat permasalahan kedua yaitu mengenai sepinya Pasar Beketel. Pasar Beketel itu sendiri telah dibangun dengan apik sejak 10 Agustus 2016. Menurut informasi yang diberikan warga setempat, dulunya pasar tersebut sempat ramai dan menjadi pusat perekonomian masyarakat desa Beketel. Namun, sejak jalan desa direnovasi pasar tersebut menjadi mati. Hal ini dikarenakan masyarakat yang lebih memilih berbelanja sembako dan bahan atau barang lainnya di Pasar Kayen yang memiliki jarak cukup jauh tapi isinya lebih lengkap.

Kegiatan multidisiplin itu sendiri diberi nama Festival Pasar Murah Beketel yang dilaksanakan pada 15 Agustus 2016 di Pasar Beketel. Dalam Festival dan Pasar Murah Beketel ini dihadiri Bapak Drs. Didik Rusdiartono selaku Camat Kecamatan Kayen, Bapak Sutikno selaku Kepala Desa Beketel, serta beberapa teman-teman dari kelompok desa lain seperti kelompok Desa Brati dan kelompok Desa Duren Sawit. Kegiatan dimulai dengan lomba memasak yang dipesertai oleh perwakilan dari tiap RW pada pukul 10.00 WIB. Lalu dilanjut dengan pembagian sembako murah pada pukul 13.00 WIB dan diakhiri dengan adanya penampilan Wayang Kulit Dalang Cilik hingga pukul 16.00 WIB. Sepanjang kegiatan berlangsung pula diselingi tampilan orkes dangdut untuk menghibur pengunjung yang datang. Selain adanya lomba dan Wayang Kulit, dalam kegiatan tersebut pula terdapat banyak pedagang yang menjual jajanan pasar. Saat masyarakat datang, mereka dibagikan karcis potongan harga senilai ratusan ribu untuk membeli jajanan di dalamnya. Masyarakat terlihat antusias saat hadir dalam kegiatan Festival dan Pasar Murah ini. Mereka pula merasa terhibur atas adanya penampilan orkes dangdut serta wayang kulit dalang cilik. Mereka berharap setelah adanya kegiatan ini membuat Pasar Beketel menjadi jaya seperti sedia kala.

 Direview Oleh:

Maharani Patria Ratna

JALAN SEHAT DESA BEKETEL

            Pati (16/8) – Mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) Tim 2 Undip tahun 2019 yang ditempatkan di desa Beketel, Kecamatan Kayen memanfaatkan minggu terakhir kegiatan KKN untuk melakukan beberapa kegiatan menjelang Hari Kemerdekaan, salah satunya adalah Jalan Sehat Desa Beketel. Jalan Sehat ini sendiri merupakan kegiatan yang rutin dilakukan setiap satu tahun sekali dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia.

            Jalan sehat dilakukan pada hari Jumat 16 Agustus 2019 di Balai Desa Beketel. Kegiatan ini bertujuan untuk menyehatkan masyarakat sekitar dengan berjalan Bersama mengitari Desa Beketel. Selain itu juga kegiatan ini dilakukan untuk memperkuat silaturahmi antar warga Desa Beketel. Terdapat hadiah jutaan rupiah yang dibagikan dalam kegiatan Jalan Sehat ini serta beberapa doorprize menarik lainnya. Kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB di Balai Desa Beketel. Adapun rute Jalan Sehat Desa Beketel ini adalah Balai Desa, Sendang, Jeruk Wangi, Beketel, Bonagung dan kembali lagi ke Balai Desa.

            Kegiatan dihadiri kurang lebih 63 orang warga dan dihadiri pula Bapak Sutikno selaku Kepala Desa Beketel beserta istri serta perangkat Perangkat Desa Beketel. Para peserta terlihat antusias dalam mengikuti kegiatan jalan sehat ini. Terlebih lagi mereka juga senang saat mendapatkan hadiah-hadiah yang diundi di akhir sesi kegiatan. Tak sedikit pun adanya keluhan dari mereka saat berjalan untuk mengitari Desa Beketel.

 Direview Oleh:

Maharani Patria Ratna

Penerimaan Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro 2019 di Desa Pesagi, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah

_MG_0878

Foto bersama bapak camat beserta jajaranya dan perwakilan dari mahasiswa KKN

Pati, (9/7) Pada tahun ini Universitas Diponegoro telah mengadakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan menerjunkan mahasiswanya ke beberapa lokasi di Jawa Tengah untuk mengabdi pada masyarakat yaitu di daerah Grobogan, Temanggung, Semarang, Batang, Kendal, Pekalongan, Pemalang, Jepara, Pati, Rembang dan juga Tegal. Pada hari Senin, 8 Juli 2019 bertempat di lapangan Widya Puraya Universitas Diponegoro dilakukan upacara yang berlangsung sekitar pukul 06.30 – 09.00 dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum. dan dihadiri pula pihak Kepolisian Jawa Tengah. Dalam sambutannya, Prof. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum. menyampaikan bahwa tujuan dari adanya KKN yaitu sebagai perwujudan pelaksanaan dari salah satu Tri Dharma perguruan tinggi yaitu pengabdian, memberikan program yang menghasilkan output konkret dan bermanfaat untuk masyarakat desa tersebut. Pada pemberangkatan mahasiswa kali ini dibagi menjadi dua jadwal yaitu kloter pertama pada hari Senin setelah upacara, sedangkan kloter kedua diberangkatkan keesokan harinya pada Selasa, 9 Juli 2019.

Mahasiswa peserta KKN yang termasuk kloter kedua dikelompokkan sesuai dengan desanya yang kemudian akan langsung diberangkatkan dengan menggunakan mobil Elf sesuai dengan desa masing-masing. Mahasiswa peserta KKN yang ditempatkan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah diberangkatkan pada pukul 05.00 pagi yang sebelumnya dikumpulkan di Vokasi Universitas Diponegoro. Keberangkatan menuju Pendopo Kabupaten Pati untuk menghadiri upacara penyambutan mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro menempuh jarak 90 km yang memakan waktu kurang lebih 2 jam. Acara yang berlangsung mulaipukul 08.30 – 10.00 ini turut dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Pati, dan perwakilan dari Universitas Diponegoro serta beberapa pihak lainnya yang berkepentingan di Kabupaten. Selanjutnya pemberian sambutan, pemakaian jaket dan topisebagai simbolis kepada mahasiswa.

Penerimaan mahasiswa KKN berkahir dengan acara simbolis yang berada di Pendopo Kabupaten Pati, dan dilanjut berangkat ke kantor kecamatan Kayen yang disambut oleh Pak Didik Selaku camat dari Kecamatan Kayen beserta jajaranya yang ada disana. Kemudian juga ada perwakilan desa yang ikut menyambut di acara penerimaan mahasiswa KKN di Kantor Kecamatan Kayen. Penerimaan mahasiswa KKN berlangsung selama 2 jam dari pukul 11.00-13.00 WIB. Acara berkahir dengan pemakaian jaket dan topi KKN kepada mahasiswa KKN, kemudian setelah acara berakhir masing-masing mahasiswa KKN di antar ke desa yang bersangkutan.

KETAHUI BAHAYA RADIASI HP DAN CARA PENCEGAHANNYA!

Rogomulyo(31/7) – Program monodisiplin yang terlaksana pada 31 Juli 2019 pukul 12.30 WIB yaitu “Bahaya Radiasi Handphone(HP)” di SMP Negeri 2 Kayen, Kabupaten Pati. Bahaya radiasi handphone (HP) merupakan sosialisasi tentang efek radiasi yang diakibatkan oleh HP. Penggunaan teknologi yang bernama HP semakin canggih akan membuat anak-anak kecanduan akan permainan di dalamnya termasuk fitur dan kegunaanya. Pada siswa-siswi SMP Negeri 2 Kayen biasanya HP digunakan sebagai sarana komunikasi dan bermain game khususnya game online.

Radiasi adalah perambatan energi berupa pancaran energi menuju ke lingkungan tanpa membutuhkan medium atau zat perantara sehingga radiasi tergolong gelombang elektromagnetik. Contohnya cahaya matahari sampai ke bumi. Maksud dari radiasi berasal dari kata gelombang, gelombang adalah getaran yang bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Melalui perambatannya gelombang dibagi menjadi dua macam, yaitu gelombang mekanik–gelombang yang dapat merambat melalui medium dan gelombang elektromagnetik–gelombang yang dapat merambat tanpa melalui medium. Spektrum yang ada pada gelombang elektromagnetik yaitu gelombang radio, gelombang mikro, inframerah, cahaya tampak, ultraviolet, sinar x dan sinar gamma. Spektrum elektromagnetik yang dapat dilihiat manusia hanya cahaya tampak. HP merupakan alat elektronik yang  mudah dibawa kemana saja dengan memanfaatkan gelombang radio sebagai media komunikasi. Oleh karena itu, HP dapat memancarkan gelombang elektromagnetik berupa gelobang radio dan cahaya tampak. Biasanya energi yang dipancarkan berupa panas tetapi wujud dari radiasi tidak dapat dilihat dan hanya dapat dirasakan panasnya.

HP memiliki banyak fungsi seperti memudahkan komunikasi jarak jauh, memuat berita, menambah teman dan lain sebagainya. Dampak yang dihasilkan oleh penggunaan HP secara umum ada dua, yaitu positif dan negatif. Dampak positif penggunaan HP yaitu mempermudah komunikasi dengan orang lain yang berada di tempat yang jauh, menambah pengetahuan dengan mengakses atau mencari situs, menambah teman melalui jejaring sosial, dan munculnya metode pembelajaran yang baru yang lebih sederhana dan mudah, sedangkan dampak negatif yang diterima yaitu dapat merusak mata, dapat mengurangi konsentrasi belajar dan daya ingat, mengubah postur tubuh, kulit wajah menjadi kendur, mengganggu pendengaran, menyebabkan insomia, dapat menimbulkan kanker dan memicu adanya pemborosan. Contoh dampak negatif yang ditimbulkan yaitu dapat merusak mata karena mata terlalu lama menatap HP sedangkan HP memancarkan radiasi sehingga mata lama-kelamaan akan menjadi kering bahkan kelopak mata bisa menjadi hitam akibat paparan radiasi yang berlebihan, jika terus berlanjut akan menyebabkan pecahnya pembuluh darah dalam mata. Oleh karena itu, dibutuhkan pemecahan masalah berupa saat menggunakan HP harus selalu didampingi oleh orang tua, batasan waktu menggunakan HP yang ideal, 4 jam 17 menit dalam tiap harinya, menggunakan HP seperlunya untuk komunikasi, sosial maupun pendidikan dan menggunakan kacamata antiradiasi saat menggunakan HP sebagai pencegahan untuk mengurangi radiasi yang diterima oleh tubuh. Radiasi yang diterima tidak dapat dihilangkan atau dimusnahkan karena radiasi merupakan energi yang sesuai dengan hukum kekekalan energi.

Editor : Besar Tirto Husodo
tennia3 tennia4

Pelatihan Kader Kesehatan Desa Rogomulyo

Rogomulyo(3/8) Mahasiswa KKN Tim II Undip Desa Rogomulyo, Kayen, Pati mengadakan sosialisasi bersama ibu-ibu kader kesehatan setempat. Kegiatan dilaksanakan pukul 13.00 WIB di Balai Desa Rogomulyo. Rangkaian acara dimualai dengan pemaparan mengenai “BUSA SIPASI” yaitu pelatihan Ibu Sadar ASI Eksklusif dan MPASI sebagai langkah antisipasi stunting pada 1000 Hari Pertama Kehidupan, dilanjut dengan demo pembuatan makanan tambahan dari bahan ikan, pelatihan pengukuran tumbuh kembang balita, dan ditutup dengan pelatihan skrining untuk lansia.

Program “BUSA SIPASI” dan demo pembuatan makanan tambaan dai bahan ikan dipaparkan oleh Ika Nanda. Diawali dengan pelatihan ibu sadar ASI ekslusif dan MPASI, para kader kesehatan diberikan edukasi bahwa ASI ekslusif sangatlah penting untuk pertumbuhan bayi, khususnya pada bulan 0-6. Tidak lupa juga diberikan edukasi tentang MPASI, jenis jenis bahan makanan, bagaimana cara mengolahnya, dan juga contoh makanan pendamping ASI. Setelah itu dilanjutkan dengan demo mengolah ikan lele menjadi bakso ikan, setelah demo selesai bakso lele yang sudah jadi tersebut dibagikan untuk dicoba.

382019_190806_0033 Pada program selanjutnya, yaitu pelatihan screening tumbuh kembang anak yang dipaparkan oleh Saniya Milatina diberikan edukasi mengenai cara untuk melakukan pengukuran tumbuh kembang anak dengan benar menggunakan instrumen Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK).

382019_190806_0016

Program terakhir, yaitu pelatihan kader kesehatan untuk mengecek tanda vital dan status mental pada lansia, dipaparkan oleh Primaditya. Pada program ini diberikan edukasi menggunakan berbagai macam kuesioner, yaitu Mini Mental Status Examination (MMSE), Geriatri Depresion Scale (GDS), Clock Drawing Test (CDT) dan lain lainya.

382019_190806_0009

Selama acara berlangsung ibu-ibu kader antusias dan aktif selama materi diberikan. Mereka cukup terbuka dengan segala pelatihan yang diberikan.  Melalui pelatihan ini, para kader dilatih untuk lebih peka dan menyadarkan betapa sangat berharganya peran kader kesehatan di lingkungan setempat.

382019_190806_0055

Kader merupakan lapisan pertama yang dekat dengan masyarakat sehingga dengan adanya kegiatan dan pelatihan ini diharapkan para kader bertambah wawasannya terkait kesehatan mulai dari daur bayi hingga lansia dan dapat menularkan informasi yang didapatkan kepada masyarakat sekitar untuk meningkatkan status gizi dan kesehatan di lingkungan desa Rogomulyo.

Editor : Besar Tirto Husodo

PEMBUATAN PESTISIDA NABATI DARI PUNTUNG ROKOK

Purwokerto, (29/7/2019), Pestisida nabati atau dapat disebut dengan pestisida alami terbuat dari bahan-bahan alami. Jenis pestisida nabati mudah terurai di alam, sehingga tidak mencemarkan lingkungan dan relatif aman bagi manusia dan ternak, karena residunya akan terurai dan mudah hilang. Di desa Purwokerto banyak dijumpai limbah puntung rokok yang dapat dijumpai hampir di semua rumah warga. Limbah puntung rokok tidak dimanfaatkan serta dapat menjadi limbah yang mengotori lingkungan sekitar.

PESNAB

Puntung rokok terdiri dari tembakau yang mengandung senyawa niktin sebagai anti hama yang bersifat racun saraf bagi serangga. Oleh karena itu, dipilihlah program pembuatan pestisida nabati dengan memanfaatkan sisa limbah puntung rokok dari Desa Purwokerto Kecamatan Kayen Kabupaten Pati. Maksud dari kegiatan ini adalah menciptakan pestisida nabati yang dapat membantu para petani di desa purwokerto untuk membasmi hama yang menyerang tanaman serta lebih ramah lingkungan dan dapat meningkatkan hasil produksi panen tanaman.

Kegiatan Mahasiswa KKN memberikan praktek cara pembuatan pestisda nabati serta pendalaman materi mengenai kelebihan dan manfaat dari mengunakan pestisida nabati dari puntung rokok. Memberikan pandangan kepada para petani mengenai keunggulan menggunakan pestisida nabati dibandingkan dengan pestisida kimia kepada para petani, serta mempraktekan cara pembuatan pestisida nabati dari limbah puntung rokok sembari dilakukan juga sesi tanya jawab. Para petani juga diberikan kesempatan melihat bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan pestisida nabati.

Cara pembuatan pestisida nabati dari limbah sisa puntung rokok yaitu menyiapkan bahan-bahan seperti sisa puntung rokok dan abunya, daun papaya, serta air. Pertama puntung rokok di potong kecil-kecil. Masukan air, selanjutnya masukan daun papaya yang telah dihaluskan. Biarkan pestisida selama satu harian, kemudian pestisida dapat digunakan pada tanaman. Pestisida nabati dapat digunakan untuk mengurangi serangan hama seperti wereng, walang sangit, dan hama kecil lainnya.

Editor : Besar Tirto Husodo

BURSA INOVASI DESA: Pelatihan, Pendampingan serta Bursa Program Inovasi Desa Bersama Tim Pelaksana Inovasi Desa (TIPD)

JUWANA, Pati –  Kegiatan pelatihan, pendampingan serta bursa program inovasi desa Bersama TIPD diadakan pada hari Rabu (31/07) bertempat di aula Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh perwakilan masing-masing desa yang berjumlah 29 desa yang ada di kecamatan Juwana kabupaten Pati. Kegiatan dimulai dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB.

Picture1

Latar belakang diadakannya kegiatan ini dikarenakan pemaksimalan program-program berinovasi yang dapat digalakkan di desa, serta pengalihan pengunaan dana desa yang diperuntukan pembangunan infrastruktur. TIPD merupakan salah satu upaya kemendesa PPDT dalam mempercepat penanggulangan kemiskinan di desa melalui pemanfaatan dana desa secara lebih berkualitas dengan strategi pengembangan kapasitas desa secara berkelanjutan, khususnya dalam bidang pengembangan ekonomi lokal dan kewirausahaan dalam pengembangan sumber daya manusia.

Untuk mendorong agar desa-desa dapat memaksimalkan pemanfaatan dana desa dengan berbagai inovasi. Sehingga pemanfatan dana desa maupun alokasi dana desa yang diterimanya tidak sekadar untuk pembangunan infrastruktur, tapi juga pembangunan sumber daya manusia (SDM). (more…)

Antusiasme Peternak Rakyat dalam TALAK Penggemukan Sapi dan Pengolahan Limbah Ternak

Sumbersari (31/7) Mahasiswa KKN Tim II UNDIP Desa Sumbersari Kecamatan Kayen Kabupaten Pati mengadakan program sosialisasi mengenai tata laksana penggemukan sapi dan pengolahan limbah ternak yang termasuk kedalam kegiatan monodisiplin di rumah Bapak Nursalim selaku ketua GAPOKTAN Desa Sumbersari. Desa Sumbersari merupakan salah satu desa di Kecamatan Kayen yang memiliki banyak peternakan penggemukan sapi. Permasalahan yang dihadapi yaitu kurangnya pengetahuan peternak terkait pemeliharaan sapi sehingga keuntungan yang diperoleh rendah. Pengolahan limbah ternak yang belum optimal juga termasuk kedalam masalah yang dihadapi peternak rakyat di Desa Sumbersari. Permasalahan tersebut diangkat dalam kegiatan sosialisasi yang dipaparkan oleh Hilma A’yunina dari jurusan Peternakan serta Mohammad Farhan Aditya dari jurusan biologi.

DSC_0838

Dalam kegiatan tersebut dijelaskan tentang cara pendugaan bobot badan sapi dengan mengukur lingkar dada dan pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan ternak dengan metode fermentasi. Selanjutnya, penjelasan mengenai perawatan alat biogas dan inovasi alat biogas skala rumah tangga serta pemberian buku modul sebagai upaya dalam pengolahan limbah ternak yang dipaparkan oleh Mohammad Farhan Aditya dari jurusan biologi. Kegiatan tersebut disambut antusiasme para peternak rakyat yang mengikuti acara tersebut dengan banyaknya pertanyaan interaktif. Acara tersebut dilaksanakan dengan tujuan salah satunya untuk bersosialisasi juga dengan kelompok tani di Desa Sumbersari.