Home » Lokasi KKN » Kab. Pati

Category Archives: Kab. Pati

Agenda Kegiatan

June 2018
M T W T F S S
« May    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Kegiatan yang akan datang

There are no events.

Penguatan Penguasaan Aplikasi Microsoft Excel pada Perangkat Desa Tunjungrejo

Tunjungrejo, Pati (30/1). Mahasiswa KKN Tim 1 Undip Desa Tunjungrejo, Kec. Margoyoso, Kabupaten Pati melakukan kegiatan pelatihan rutin yang dilaksanakan dengan tujuan untuk membantu para perangkat desa yang umumnya masih awam terhadap penggunaan aplikasi komputer dalam penyelesaian pekerjaannya.

 

Mahasiswa mengajari perangkat desa tentang Aplikasi yang bermanfaat untuk pendataan
Mahasiswa mengajari perangkat desa tentang Aplikasi yang bermanfaat untuk pendataan

Pada saat itu, jumlah perangkat desa yang hadir berjumlah 5 pegawai beserta Pak Inggih. Saat itu, pekerjaan yang sedang dilakukan adalah penyusunan data mengenai Pembayaran Pajak Bumi Bangunan yang telah dilakukan oleh masyarakat desa. Pendataan awal dilakukan dengan menggunakan aplikasi mesin tik. Untuk mempermudah dalam penyimpanan dan pemudahan dalam pembacaan maka pendataan tersebut akan diubah ke dalam bentuk file excel. Perangkat desa yang bertanggung jawab dalam kegiatan ini adalah Ibu Rosyidah.

 

Tidak hanya pemberian bantuan berupa pengajaran penggunaan Microsoft Excel, hingga saat ini perangkat desa Tunjungrejo juga cukup banyak meminta bantuan pengajaran dalam hal lain, seperti pembuatan surat-penyuratan hingga penggunaan Autocad. Diharapkan, kegiatan rutin yang telah dilaksanakan KKN Tim 1 Undip Desa Tunjungrejo ini dapat memberikan dampak yang positif bagi perangkat Desa Tunjungrejo dan mampu menambah kemampuan dari tiap personil perangkat desa dalam menyelesaikannya pekerjaannya sehari-hari.

 

Pelatihan Apikasi Microsoft Excel
Pelatihan Apikasi Microsoft Excel

 

Editor: Dewi Saraswati Sakariah.

Manfaat Origami dalam Memperkuat Daya Kognitif Anak-anak

Tunjungrejo, Pati (27/1). Mahasiswa KKN Tim I Universitas Diponegoro jurusan Sastra Jepang menjalankan program kerjanya berupa pengajaran pembuatan Origami (seni kertas lipat Jepang) guna melatih daya kognitif dan mengasah kreatifitas anak-anak.

Mahasiswa KKN menjelaskan cara membuat Origami
Mahasiswa KKN menjelaskan cara membuat Origami

Adapun sasaran dari kegiatan tersebut adalah siswa dari MI Manbaul Huda Tunjungrejo, Kecamatan Margoyoso, Pati.  Para siswa mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh antusias dan tak jarang dari mereka yang menambahkan hiasan pada origami yang dibuatnya sesuai dengan kreatifitas masing-masing.

Kegiatan tersebut disusul dengan menghias bak sampah. Bak sampah dibagi menjadi dua kategori, yakni sampah organik dan anorganik. Para siswa bebas meghias bak sampah sedemikian rupa sebagai perwujudan atas ide kreatif mereka.  Selama kegiatan tersebut berlangsung, siswa dilatih untuk saling bekerjasama (team work) guna menghasilkan bak sampah yang ideal.

Antusiasme anak-anak memperlihatkan karya masing-masing
Antusiasme anak-anak memperlihatkan karya masing-masing
Kreatifitas Origami salah satu siswa
Kreatifitas Origami salah satu siswa

Sebelum dilakukannya program kerja tersebut, pada hari sebelumnya dilakukan sosialisasi kepada para siswa akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya, sekaligus memperkenalkan proses pemilahan sampah di negara Jepang yang patut dicontoh untuk kemudian diterapkan di lingkungan sekolah.  Para siswa terlihat fokus mengikuti materi yang dipresentasikan. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya siswa yang bersemangat menjawab saat evaluasi di penghujung kegiatan.

 

Editor: Dewi Saraswati Sakariah

Cara Kekinian Memanfaatkan Lahan Terbatas

Margotuhu Kidul, Pati (27/1),  tim 1 KKN Undip Desa Margotuhu Kidul mengadakan pelatihan pembuatan akuaponik rakit apung, hidroponik sederhana dan hidrogel. Kegiatan ini merupakan salah satu dari program kerja monodisiplin TIM 1 KKN UNDIP Desa Margotuhu Kidul. Pelatihan ini dilaksanakan di TK Darma Wanita yang dihadiri oleh ibu-ibu PKK Desa Margotuhu Kidul dengan jumlah 12 orang.

Lahan terbatas menjadi alasan bagi masyarakat tidak bisa bercocok tanam. Kebanyakan orang mengganggap bahwa untuk bercocok tanam memerlukan lahan yang cukup luas. Padahal banyak teknik-teknik penanaman yang diterapkan pada saat ini dengan cara yang lebih sederhana, murah serta tidak memerlukan lahan yang luas. Memiliki kebun sendiri diperkarangan rumah, sedikit banyak akan membantu pemenuhan kebutuhan sehari-hari rumah tangga.

Pemaparan kepada ibu-ibu
Pemaparan kepada ibu-ibu

Ibu-ibu PKK yang menghadiri pelatihan ini cukup antusias merespon materi dan demo yang disampaikan. Diharapkan dengan diadakannya pelatihan pembuatan akuaponik rakit apung, hidroponik sederhana dan hidrogel ini dapat menambah minat warga untuk mulai bercocok tanam diperkarangan sendiri.

 

Editor: Dewi Saraswati Sakariah

Kebiasaan Sehari-hari Jepang yang Membuat Maju

Margotuhu Kidul, Pati (2/2), Tim 1 KKN undip yang ditempatkan di desa Margotuhu Kidul melaksanakan kegiatan pengajaran kepada anak SD Margotuhu Kidul. Kegiatan pengajaran dengan tema “Kebudayaan Kecil Jepang yang Membuat Negara Jepang Maju” . Kegiatan ini dilaksanakan pada pukul 10.00 WIB di Kelas 6 SD Margotuhu Kidul. Kegiatan ini merupakan program monodisiplin yang dilaksanakan oleh salah satu mahasiswa KKN Margotuhu Kidul  dari jurusan Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Undip.

Kegiatan ini dilakukan dengan cara pengajaran melalui tulisan dan pemutaran video yang bertujuan untuk menghibur serta memberikan ilmu yang bermanfaat kepada anak anak SD kelas 6 SD Margotuhu Kidul.  Sesi pertama Memberikan gambaran bagaimana kehidupan di Jepang sehari hari dan mengkomparasikannya dengan kehidupan di indonesia sehari hari. Sesi ke dua yaitu pemutaran video tentang bagaimana  kebiasaan-kebiasaan sederhana masyarakat Jepang dalam kehidupan sehari hari mampu menjadikan mereka menjadi negara yang maju dalam berbagai aspek dewasa ini, dengan metode tersebut, anak anak Margotuhu kidul  secara nyata dapat memahami bagaimana kebiasaan-kebiasaan tersebut dibentuk sejak kecil.

Antusiasme anak-anak terlihat
Antusiasme anak-anak terlihat

 

Program pengajaran dengan tema “Kebudayaan Kecil Jepang yang Membuat  Negara Jepang Maju” ini berlangsung lancar. Dengan antusiasme anak anak yang membuat pengajaran sangat aktif. Kegiatan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi anak SD Margotuhu Kidul guna diterapkan pada kehidupan  keseharian mereka.  Sehingga mereka dapat meraih kesuksesan pada kemudian hari.

 

Editor: Dewi Saraswati Sakariah

Tumbuhkan Minat dan Motivasi Siswa untuk Belajar Menulis serta Memahami Seni Menulis Huruf Aksara Jawa

Semerak, Pati(2/2). Mahasiswa KKN TIM1 UNDIP 2018, Desa Semerak, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati mengadakan kegiatan praktek mengajar di SDN Semerak. Kegiatan belajar dan mengajar berlangsung selama kurang lebih 2 jam untuk memberikan materi kepada para siswa – siswi kelas 5 SDN Semerak. Kurangnya pemahaman para siswa dalam mempelajari serta melestarikan budaya seni menulis huruf aksara jawa, menjadi perhatian besar sebagai hal yang harus dijadikan prioritas ke depannya.

Seni menulis huruf Aksara Jawa adalah salah satu warisan budaya peninggalan nenek moyang bangsa Indonesia, sangatlah penting bagi generasi selanjutnya untuk tetap melestarikannya. Sebagai penerus bangsa, para siswa harus memahami pentingnya melestarikan budaya Indonesia agar tidak hilang begitu saja. Setelah memberikan dasar – dasar dan pengenalan huruf aksara jawa, rangkaian kegiatan belajar – mengajar terus berlanjut. Kegiatan belajar mengajar berlangsung lancar, mulai dari mengenalkan seni menulis huruf aksara Jawa hingga praktik menulis huruf  oleh para siswa.  Konsep pengajaran materi yang diberikan kepada para siswa, dengan menggunakan metode 5M ( Memperhatikan, Menghafalkan, Melafalkan, Menulis  dan Memahami ).  Dengan menggunakan metode 5M ini, diharapkan dapat memudahkan para siswa untuk belajar menulis serta memahami seni menulis huruf Aksara Jawa. Lebih dari itu, penulisan huruf aksara jawa oleh nenek moyang mempunyai filosofi akan kebaikan – kebaikan dalam setiap hurufnya.

Suasana mengajar
Suasana mengajar

Setelah para siswa memahami seni menulis huruf aksara jawa, mereka kemudian diberi tugas sebagai evaluasi dari kegiatan belajar mengajar ini. Sesuai dengan metode 5M, para siswa mulai mengerjakan tugas yang penulis berikan. Setelah kegiatan beljar mengajar selesai, penulis memberikan sedikian kenang – kenangan berupa poster aksara Jawa. Harapan penulis, poster aksara Jawa ini bisa membantu menambah minat dan motivasi para siswa untuk memahami dan mempelajari seni menulis aksara jawa.  Kegiatan berlanjut dengan serah terima poster Aksara Jawa secara simbolis, dengan Bapakk H. Suhono S.pd.,

Penyerahan poster dan foto bersama
Penyerahan poster dan foto bersama

Wah, ini bagus ini mas, Pemahaman para siswa memang sangatlah kurang tentang seni menulis Aksara Jawa. Semoga dengan adanya poster ini bisa membantu para siswa di SDN Semerak ini”, ujar bpk H. Suhono selaku kepala sekolah SDN Semerak.

 

Editor: Dewi Saraswati Sakariah

Mari Bangkitkan Kembali Semangat Gotong Royong Warga Desa!

Semerak, Pati (2/2). Tim 1 KKN Undip Desa Semerak bersama warga setempat melakukan kerja bakti bersama untuk memperbaiki sistem drainase (saluran air) yang merusak jalan di sekitar desa Semerak. Hari Jumat setelah menjalankan sholat Jumat merupakan hari yang tepat untuk melaksanakan kerja bakti di lingkungan desa, karena warga Desa Semerak merupakan desa santri yang hanya mempunyai waktu libur bekerja pada Hari Jumat saja. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya warga yang hadir pada kegiatan yang jarang dilaksanakan tersebut.

Kegiatan kerja bakti dilaksanakan pada pukul 13.00 WIB saat-saat di mana terik matahari menyengat di atas kepala. Dalam kegiatan kerja bakti yang dikoordinir oleh masing-masing ketua RT, mahasiswa KKN Undip mendapatkan banyak informasi yang berhubungan dengan masalah drainase dan masalah sulitnya koordinasi warga untuk melakukan kerja bakti.

Warga bergotong royong merapikan saluran air
Warga bergotong royong merapikan saluran air
Mengeluarkan kotoran yang menumpuk di saluran
Mengeluarkan kotoran yang menumpuk di saluran

“Kerja bakti memang sangat jarang dilaksanakan, biasanya satu tahun sekali, itu pun hanya pada waktu lebaran saja”, tutur salah satu warga yang mengikuti kerja bakti.

Padahal seharusnya, kegiatan kerja bakti dianjurkan dilakukan secara rutin oleh warga desa, karena terdapat masalah utama, yaitu drainase yang buruk yang memerlukan beberapa perbaikan. Bisa dibayangkan dengan drainase yang hanya dibersihkan ataupun ditata hanya dalam 1 kali setahun bisa membawa dampak yang buruk bagi lingkungan sekitar apalagi jika dalam keadaan hujan terus menerus.

 

Editor: Dewi Saraswati Sakariah

 

Pengenalan Pangan ASUH (Aman, Sehat, Utuh, Halal) dan Pelatihan Pembuatan Bahan Pangan Olahan Berbahan Dasar Udang pada Kelompok Fatayyat Desa Cebolek Kidul, Kec. Margoyoso, Kab. Pati

(Kamis, 18/01/2018) Mahasiswa KKN Desa Cebolek Kidul menghadiri pertemuan wajib bulanan yang dilaksanakan oleh kelompok Fatayyat, yang beranggotakan perempuan dengan jangka usia 20 – 40 tahun, diantaranya sudah memiliki anak balita sehingga penting untuk segera diperkenalkan dengan kategori ASUH, yang merupakan singkatan dari Aman, Sehat, Utuh dan Halal.

Pelaksanaan kegiatan berlokasi di rumah anggota Fatayyat dan dimulai pukul 14:00, rapat yang dilaksanakan merupakan pertemuan wajib bulanan yang digunakan sebagai sarana berkumpul, arisan dan membicarakan agenda kegiatan yang kemudian diselipkan dengan pemberian materi oleh mahasiswa KKN.

pemberian materi bahan pangan kategori ASUH memiliki respon yang baik dari tiap anggota Fatayyat, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan bahan pangan olahan berbahan dasar udang, pilihan yang diberikan adalah bakso udang dan ebi furai, yang merupakan udang goreng yang dibalut oleh tepung roti. (Anqi Z. / Muslicha)


Pengenalan Kategori Pangan ASUH (Aman Sehat Utuh Halal) oleh Mahasiswa KKN Desa Cebolek Kidul


Pelatihan Pembuatan Bahan Pangan Olahan Berbasis Udang

 

Editor : Dr. Adi Nugroho M.Si

Stik Duri Lele sebagai Bentuk Diversifikasi Produk Ikan Lele

Pati – Sabtu, (27/1). Tim I KKN UNDIP Tahun 2018/2019 yang ditempatkan di Kabupaten Pati, Kecamatan Margoyoso, Desa Margotuhu Kidul telah menyelenggarakan kegiatan pelatihan dengan tema “Pengolahan Ikan Lele Menjadi Stik Duri Lele Sebagai Diversifikasi Produk Guna Meningkatkan Daya Kreatifitas Industri“. Kegiatan pelatihan ini diselenggarakan di TK Dharma Wanita Margotuhu Kidul dengan jumlah peserta 12 orang. Kegiatan demo pembuatan ini merupakan suatu bentuk program monodisiplin yang dilaksanakan oleh mahasiswa Ahmad Fariz Hadyan dari jurusan Teknik Industri Undip. Diselenggarakannya kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat khususnya ibu-ibu PKK tentang diversifikasi olahan berbahan ikan lele, yaitu pemanfaatan dari durinya. Diharapkan dari pelatihan ini dapat menjadi sebuah ide baru untuk ibu-ibu agar lebih kreatif dalam mendirikan industri rumahan.

Peserta kegiatan menyimak pemaparan mahasiswa KKN
Peserta kegiatan menyimak pemaparan mahasiswa KKN
Demo pembuatan Stik ikan Lele
Demo pembuatan Stik ikan Lele

Kegiatan ini diisi dengan memberikan materi pengenalan kepada ibu-ibu mengenai olahan diversifikasi produk ikan lele. Pengolahan duri ikan ini dilakukan sebagai upaya untuk memberikan nilai tambah pada hasil perikanan yang ada di Desa Margotuhu Kidul. Selain itu, program ini memiliki tujuan untuk meningkatkan ekonomi warga dengan cara meningkatkan daya kreatifitas industri rumahan. Terdapat 2 sesi dalam kegiatan ini, sesi pertama diisi dengan pemaparan materi tentang diversifikasi produk olahan berbahan duri ikan Lele dan sesi kedua diisi dengan demo memasak stik duri Lele dan pengemasannya.

Praktik pembuatan stik ini berlangsung dengan lancar dan penuh antusias oleh ibu-ibu PKK Desa Margotuhu Kidul. Pada akhirnya, kegiatan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi warga dan ibu-ibu rumah tangga di Desa Margotuhu Kidul, dan hasilnya dapat meningkatkan ekonomi warga serta meningkatkan daya saing industri rumahan yang berasal dari desa MargotuhuKidul.

Editor: Dewi Saraswati Sakariah

Reorganisasi Karang Taruna Desa Margotuhu Kidul

Pati, Selasa (23/1). Tim I KKN Undip bersama dengan perangkat Desa Margotuhu Kidul melaksanakan Temu Karya untuk reorganisasi Karang Taruna Desa. Temu Karya ini dihadiri oleh Kepala Desa dan perangkatnya, ketua FPKT tingkat Kecamatan, ketua FPKT tingkat Kabupaten, perwakilan dari setiap RT/RW, pengurus Karang Taruna periode 2017, para calon Ketua Karang Taruna periode 2018.

Mahasiswi KKN beserta perangkat desa memberikan pemaparan awal
Mahasiswi KKN beserta perangkat desa memberikan pemaparan awal
Para peserta mendengarkan pemaparan
Para peserta mendengarkan pemaparan

Temu karya ini dibuka dengan sambutan dari Kepala Desa, Ketua FPKT Kabupaten dan Kecamatan. Kemudian dilanjutkan dengan mengusulkan beberapa nama untuk dijadikan calon Ketua periode 2018. Setelah melalui proses voting, ditentukan Ketua periode 2018 adalah Suwondo, Aniq Ubaidillah sebagai wakil ketua, sekretaris I dan II yaitu Sri Widiyanto dan EriSofyani, bendahara I, II dan III adalah Ngarpani, KukuhKumara, danSuharyanto.

 

Tujuandari reorganisasi ini, diharapkan di kemudian hari KarangTaruna Margotuhu Kidul dapat lebih aktif lagi melaksanakan kegiatan dan kewajibannya sebagai pemuda Indonesia, lebih banyak menyetak prestasi di berbagai bidang, dan lebih mandiri di bidang ekonomi.

 

 

Editor: Dewi Saraswati Sakariah

KARTINI DARI SONEYAN

Desa Soneyan, Kec. Margoyoso – Rabu (17/01/2018) Mahasiswa Tim I KKN Undip Desa Soneyan, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati melakukan sharing dengan pembina lembaga Pendidikan Putra Rahayu. Lembaga Pendidikan Putra Rahayu berdiri pada 28 februari 2012, lembaga ini merupakan lembaga pendidikan non formal seperti Pendidikan Anak Usia Dini, Taman Baca Masyarakat, Bina Keluarga Balita, Bina Keluarga Remaja, Bina Keluarga Lansia, Pusat Informasi dan Konseling Remaja, Bimbingan Belajar, Pelatihan ketrampilan dan lain sebagainya.

Desa Soneyan memiliki sebuah dusun yang terletak jauh dari balai desa, letak yang jauh dari pusat pemerintahan desa tidak membuat warga dusun tersebut merasa tersingkirkan atau terasingkan. Dusun tersebut adalah Dusun Kedung Panjang, dengan seorang Kartini yang terus berjuang untuk kemajuan dusun dan desanya, kartini tersebut bernama ibu Payatun, nama yang terdengar asing di telinga khususnya warga kota yang telah terlena dengan gemerlapnya, mengapa kami menyebut ibu Payatun sebagai Kartini dari desa Soneyan? tentunya hal tersebut berdasarkan latar belakang dari ibu Payatun sendiri.

Ibu Payatun lahir di Pati, 16 Maret 1978 dengan kondisi perekonomian keluarga yang terbilang kurang, ibu Payatun menempuh akademik di bidang jalur non-formal, karena keterbatasan dana yang khusus di alokasikan untuk pendidikan dan pemikiran masyarakat desa yang masih beranggapan bahwa anak perempuan tidak perlu sekolah tinggi karena akan menjadi ibu rumah tangga yang berurusan dengan mengurus dapur dan rumah tangganya. Ditambah dengan kondisi dusun yang terbelakang dengan stigma negatif masyarakat mengenai pemuda dusun, dengan gigih ibu Payatun mencoba untuk mengubah segala sesuatu yang berbau negatif di dusun tersebut dengan berbagai cara.

Ibu Payatun memulai perjalananya melalui pembentukan playgroup untuk anak – anak usia dini sebelum memasuki usia TK (taman kanak – kanak) di dusun Kedung Panjang, namun halangan pun menerpa Ibu Payatun dengan tidak adanya peserta dari playgroup  yang di ciptakannya, namun hal tersebut tidak mengurungkan bahkan menumbangkan semangat ibu Payatun yang pada akhirnya ibu Payatun membuat sebuah taman bermain yang terletak di rumahnya dengan tanggapan yang positif dari warga setelah ibu payatun membuat taman bermain di rumahnya dan peserta playgroup  yang seiring waktu bertambah, ibu payatun tidak serta merta merasa puas dengan membuat perpustakaan yang bisa berguna bagi ibu – ibu yang mengantar anaknya, dengan secara tidak langsung ibu Payatun juga meningkatkan minat baca bagi warga dusunnya.

Perjuangan ibu Payatun tidak terhenti disitu, Ibu payatun membuat BKR, posyandu lansia, PIK-R, Bimbingan belajar dan lain sebagainya. Semua program yang di lakukan Ibu Payatun berhasil berjalan dan di terima oleh masyarakat berkat dukungan keluarga dan sosialisasi yang terus menerus dilakukan oleh beliau dan timnya. Ibu payatun tentunya tidak bekerja sendirian, beliau dibantu oleh berbagai pihak salah satunya adalah karang taruna desa.

Cita – Cita dari Ibu payatun adalah menjadikan Desa Soneyan menjadi desa percontohan dengan segala sumber daya alam dan manusia yang ada, meningkatkan dan memaksimalkan potensi – potensi yang ada dengan berjuang untuk merubah pola pikir masyarakat mengenai pendidikan yang formal dan non – formal serta kesehatan masyarakat.

Prestasi yang telah di capai oleh Ibu Payatun dan warga desa adalah menjuarai perlombaan gotong royong tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2017, meningkatkan potensi dari pemuda desa dengan mengadakan pentas drama dari pemuda desa dengan dengan tema lansia yang mengikuti Posyandu, guna meningkatkan apresiasi dari masyarakat yang telah berumur lansia dan hal tersebut telah menjadi motivasi bagi warga yang berumur lansia untuk mengikuti Posyandu Lansia.

Artikel ini mengenai pahlawan masa kini yang berada dan terlahir di desa Soneyan, hal tersebut kami nilai dengan standarisasi dan penilaian yang kami buat bersama Team KKN Desa Soneyan 2018.

 

Editor : Shary Charlotte H.P, M.AKARTINI DARI SONEYANKARTINI SONEYAN