Home » Lokasi KKN » Kab. Pati (Page 2)

Category Archives: Kab. Pati

ACARA PENYAMBUTAN DAN PENERIMAAN MAHASISWA KKN TIM II UNDIP 2018 DI DESA SUNDOLUHUR ,KAYEN-PATI

sundoluhur1
Upacara pelepasan Tim II KKN Undip 2018

SEMARANG,(11/7)- Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi bentuk kegiatan yang memadukan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni Pendidikan , Penelitian , dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, Universitas Diponegoro kembali mengirimkan mahasiswanya untuk mengabdi kepada masyarakat di berbagai wilayah seperti Grobogan,Temanggung, Semarang, Batang, Kendal, Pekalongan,Pemalang, Jepara , Pati  dan juga Rembang.

Sebelum diberangkatkan ke masing-masing lokasi, seluruh mahasiswa UNDIP Angkatan 2015 melakukan upacara pelepasan pada Selasa,10 Juli 2018 . Upacara ini diadakan di lapangan Widya Puraya Undip yang dipimpin oleh  Prof.Dr.Yos Johan Utama, SH., M.Hum selaku Rektor UNDIP. Setelah upacara selesai, beberapa mahasiswa KKN mulai diberangkatkan menggunakan Bis. Untuk beberapa mahasiswa  lainnya seperti Wilayah Pati Jawa Tengah akan diberangkatkan pada Rabu,11 Juli 2018.

Sesampainya di Kota Pati, mahasiswa KKN mengunjungi Balaikota dalam rangka penyambutan oleh bupati Pati yang diwakilkan oleh Wakil Bupati dan BAPPEDA. Setelah itu, semua mahasiswa diberangkatkan kembali ke Kecamatan masing-masing.

Pada pukul 14.00 WIB, diadakan Penerimaan mahasiswa KKN TIM II UNDIP untuk wilayah Kayen-Pati,Jawa Tengah. Kegiatan ini dilakukan di Kecamatan Kayen dan diikuti oleh Camat,Seluruh perangkat Desa ,Kapolsek dan Seluruh Dosen Pembimbing Lapangan. Acara ini dimulai dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya secara serentak. Selanjutnya pemberian sambutan-sambutan dari Bapak Camat dan Bp.Besar selaku Dosen Pembimbing Lapangan(DPL) KKN UNDIP. Tidak hanya itu, sebagai simbolis memakaikan Jaket  dan topi KKN kepada Bapak Camat dan perwakilan 2 mahasiswa dan ditutup dengan pembacaan doa. Acara ini bertujuan untuk menyambut mahasiswa peserta KKN serta memberikan pengarahan kepada mahasiswa dalam melakukan kegiatan KKN. Selain itu mahasiswa KKN II UNDIP resmi diterima di kecamatan dan bisa melaksanakan program kerja masing-masing individu maupun kelompok.

sundoluhur 2
Penerimaan di kecamatan Kayen

Setelah acara penerimaan KKN, para mahasiswa KKN kembali ke Desa masing-masing. Salah satunya Desa Sundoluhur, pada hari Kamis 12 Juli 2018 , mahasiswa Tim II KKN mengawali kegiatan dengan mengunjungi Kantor Kepala Desa Sundoluhur, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati. Pertemuan kami disambut oleh para perangkat desa, yang terdiri dari Djamian (Kades atau disebut Pak Inggi), Ahmad Farhan (Kadus), Chairul Anwar (Staff Adm & Umum) dan masih banyak lagi.

sundoluhur 3
Penyambutan oleh Kepala Desa

Namun,  pada hari Sabtu,14 Juli 2018 baru diadakan penyambutan secara resmi oleh Kepala desa yang menghadirkan seluruh perangkat desa Sundoluhur. Acara yang berlangsung pukul 9.00 pagi ini diawali dengan penyambutan dari perwakilan desa yang disampaikan oleh bapak Sukirman selaku pemandu acara, sambutan dari bapak Djamian selaku Kepala Desa. Kemudian dilanjut dengan perkenalan para perangkat desa, perkenalan anggota Tim KKN II Desa Sundoluhur. Perangkat desa Sundoluhur memperkenalkan diri kepada Mahasiswa KKN TIM II UNDIP ,Sabtu,14 Juli 2018 di Balai Desa Sundoluhur, Kayen, Pati.  Foto:Asri Aulia.

Setelah itu membuka diskusi mengenai permasalahan yang ada di desa serta pemberian pesan dari perangkat desa dalam rangka memajukan perekonomian Desa Sundoluhur kepada anggota Tim KKN II untuk dijadikan masukan dalam perencanaan program KKN. Acara ini ditutup dengan foto bersama dengan perangkat desa. Adanya acara ini diharapkan dapat menjalin silaturahmi yang baik antara mahasiswa dengan masyarakat, sehingga permasalahan di desa Sundoluhur dapat teratasi dan bermanfaat bagi masyarakat.

Reporter : Asri Aulia Rachmawati

Editor: Dewi Saraswati Sakariah

Potensi Desa Boloagung yang Belum Disadari: Sari Kacang Hijau.

 

Pati (23/7). Kacang hijau sebagai salah satu bahan makanan favorit di kalangan masyarakat manapun di Indonesia tidak hanya dapat diolah menjadi bubur saja, tetapi juga dapat dijadikan menjadi minuman segar yang bergizi baik. Salah satunya yaitu minuman sari kacang hijau. Di Desa Boloagung sendiri banyak warga yang menanam kacang hijau tetapi pemanfaatan kacang hijau belum maksimal hanya dijual ke tengkulak ketika panen, padahalhal tersebut merupakan potensi yang cukup besar. Hal ini membuat salah satu mahasiswa KKN Undip bernama Luthfiana Machmudah termotivasi untuk mengadakan pelatihan pengolahan kacang hijau. Mahasiswi Jurusan Pertanian Fakultas Peternakan dan Pertanian mengajak ibu-ibu PKK untuk membuat diversifikasi kacang hijau yaitu  sari kacang hijau pada hari Sabtu, 21 Juli 2018. Cara pembuatan sari kacang hijau sangat mudah sehingga mudah diikuti oleh ibu-ibu.

Pemaparan materi
Pemaparan materi

Cara membuat sari kacang hijau cukup mudah pertama-tama bersihkan dahulu kacang hijau kemudian rebus kacang hijau bersama gula dan pandan. Setelah mendidih, kacang hijau tersebut dihaluskan dengan menggunakan blender setelah itu disaring. setelah disaring sari kacang hijau dapat disajikan hangat maupun dingin sesuai selera.

 

 

Reporter: Tim KKN desa Boloagung

Editor: Dewi Saraswati Sakariah

Kegiatan di Posyandu Lansia, Cek Kesehatan hingga Senam Bersama

PATI (27/7)– Posyandu tidak hanya berkutat seputar kesehatan anak dan balita saja, tetapi juga seputar kesehatan orang lanjut usia atau lansia. Salah satunya di Desa Pasuruhan, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati yang rutin mengadakan posyandu untuk para lansia.

“setiap bulan kita adakan pemeriksaan gratis dan cek kesehatan lansia di halaman TPQ An-Najjah,” tutur Istikhomah, Bidan Desa Pauruhan.

Dibantu oleh tenaga medis dari puskesmas kecamatan Kayen, kegiatan posyandu yang diadakan dari jam 09.00-11.00 WIB diisi dengan berbagai kegiatan mulai dari cek kesehatan gratis, pemberian makanan, hingga senam lansia seperti gerakan tangan membuka tutup yang bertujuan agar tangan tidak kaku, serta gerakan memutar pinggang untuk mengurangi pegal-pegal.

Senam bersama para lansia

Diikuti oleh sekitar 10 lansia, dengan adanya cek kesehatan gratis dan senam sehat ini diharapkan para lansia dapat mengetahui kondisi kesehatanya dan tetap sehat walau sudah lanjut usia.

Reporter: Tim KKN Desa Pasuruhan

Editor: Dewi Saraswati Sakariah

Gerakan SADAS (Sadar Cerdas) Menonton Televisi bersama Orang Tua dan Siswa PAUD Desa Sundoluhur

sundoluhur 8
Pemaparan oleh Dwi Nugrahini

PATI, 27/07/2018-Mahasiswa KKN UNDIP TIM II Jurusan Ilmu Komunikasi menyampaikan program mengenai “Sadar Cerdas Menonton TV” kepada orang tua dan siswa PAUD di desa Sundoluhur,Pati,Jawa Tengah.

Seiring berkembangnya zaman, kreativitas seseorang juga semakin beragam yang artinya kebebasan berekpresipun tidak bisa dibatasi. Saat ini, dunia pertelevisian menampilkan berbagai tayangan dan menjadikan anak-anak kadang terlepas dari pengawasan orangtua saat menontonnya, begitu pula pengetahuan orangtua yang terbatas mengenai simbol-simbol yang ditampilkan dapat menimbulkan sifat & sikap yang negatif bagi anaknya.

Pada hari Jumat, 27 juli 2018 dilakukan kegiatan Literasi Media “Gerakan SADAS (Sadar Cerdas) Menonton Televisi” oleh Mahasiswa KKN Tim II Undip Desa Sundoluhur. Kegiatan ini bertempat di balai desa Sundoluhur, kecamatan Kayen yang dihadiri oleh 45 siswa PAUD beserta walinya, serta 5 orang guru pendamping.

sundoluhur 9
Peserta yang menyimak dengan baik pemaparan materi

Alasan dan tujuan diadakannya kegiatan ini adalah dapat dilihat dari banyaknya anak yang masih duduk dibangku PAUD/TK/SD di Desa Sundoluhur menampilkan sikap agresif, seperti menendang, memukul, berbicara kasar terhadap orang lain, serta banyaknya orangtua yang membebaskan anaknya melihat tayangan ber-genre apa saja yang sebenarnya tidak boleh dilihat diusianya.

Selain bebas menonton tayang televisI, anak-anak dibawah umur Desa Sundoluhur yang dengan bebas dan tanpa batas waktu bermain gadget, dan alasan orangtua membiarkannya supaya anakanya tidak menangis dan tidak keluar rumah. Padahal alasan seperti itu adalah alasan yang tidak benar, tanpa mereka sadari akan menimbulkan masalah seperti sikap agresif sebab pada usia ini “Golden Age” sikap meniru apa yang ia lihat  dan dengar sedang berjalan. Hal negatif lainya adalah penurunan kapasitas otak, obesitas, sikap anti sosial, peningkatan kriminalitas. Oleh karena itu salah satu mahasiswa KKN Desa Sundoluhur Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP bernama Dwi Nugrahini memberikan pemahaman yang lebih mengenai bijak memilih tayangan televisi dan untuk menunjang serta mengingatkan akan simbol televisi kepada para orang tua, diberikan poster untuk ditempel dan dibawa pulang ke rumahnya, supaya selalu ingat simbol-simbol tersebut. Kegiatan ini berjalan dengan lacar serta para orangtua memerhatikan dengan seksama, dan diharapkan dapat merubah sedikit demi sedikit kebiasaan orangtua supaya lebih berhati-hati serta selalu mengawasi apa saja yang ditonton anaknya.

Reporter : Dwi Nugrahini

Editor: Dewi Saraswati Sakariah

Kombinasi Daging Sapi dan Kedelai dalam Pembuatan Nugget untuk Tingkatkan Pendapatan Petani

PATI,21/07/2018– Mahasiswa KKN UNDIP TIM II Jurusan Pertanian Madelin Christin Libriani Sinaga menyampaikan program mengenai kombinasi daging sapi dengan kacang kedelai dalam pembuatan nugget untuk peningkatan pendapatan petani kepada ibu-ibu PKK dan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Sundoluhur,Pati,Jawa Tengah.

Pertanian merupakan salah satu sektor pertumbuhan ekonomi di Desa Sundoluhur. Namun, kondisi pertanian di Desa tersebut kurang berkembang karena pengolahan produk hasil pertanian yang masih sangat lemah dan minim bahkan produk hasil pertanian hanya dipasarkan secara mentah tanpa dilakukan pengolahan terlebih dahulu sehingga hanya memiliki harga jual yang rendah.
sundoluhur 12

Pada hari Sabtu, 21 Juli 2018 dilakukan kegiatan Pembuatan Nugget “Kombinasi Daging Sapi dengan Kacang Kedelai” oleh Mahasiswa KKN Tim II Undip Desa Sundoluhur. Kegiatan ini bertempat di balai desa Sundoluhur, kecamatan Kayen yang dihadiri oleh ibu-ibu PKK dan Kelompok Wanita Tani (KWT).

Dalam pelaksanaan kegiatan, terlihat antusiasme dari ibu-ibu PKK dan Kelompok Wanita Tani (KWT) terhadap pelaksanaan program pembuatan nugget. Pembuatan nugget menggunakan daging sapi yang juga diternakan dan kedelai menggunakan hasil tanam oleh petani (bapak), sehingga kegiatan ini mampu meningkatkan produktivitas wanita-wanita istri petani dan meningkatkan pendapatan keluarga petani karena hasil produk nugget dapat dijual dengan harga yang jauh leih tinggi dibandingkan hanya dengan menjual produk mentah.

Nugget yang dibuat menggunakan daging sapi, kedelai, tepung terigu, tepung panir, tepung maizena, telur, bawang putih, bawang merah dan garam. Untuk 250 gr daging sapi, diperlukan 100 gr kedelai, 200 gr tepung terigu, 250 gr tepung panir, ½ sdm tepung maizena, 2 butir telur, 3 siung bawang putih, 1 siung bawang merah dan garam secukupnya sesuai selera. Proses pembuatan nugget dengan menghaluskan daging sapi dan kedelai dengan blender, kemudian mencampurkan daging sapi dan kedelai yang telah halus dengan telur, bawang putih, bawang merah, penyedap rasa. Setelah rata, campurkan tepung terigu dan air hingga merata. Menambahkan maizena, kemudian diaduk hingga merata. Menuang adonan ke dalam loyang secara merata dan dikukus sekitar 30 menit. Mengiris adonan menjadi bentuk persegi. Hasil irisan dicelup kedalam telur yang telah dikocok hingga menutupi seluruh permukaan nugget. Menggulirkan nugget yang telah dilapisi telur ke tepung panir. Terakhir, menggoreng nugget di dalam minyak goreng panas atau menyimpan nugget di dalam freezer.

Hasil nugget kombinasi

Reporter : Madelin Christin Libriani Sinaga

Editor: Dewi Saraswati Sakariah

Penguatan Penguasaan Aplikasi Microsoft Excel pada Perangkat Desa Tunjungrejo

Tunjungrejo, Pati (30/1). Mahasiswa KKN Tim 1 Undip Desa Tunjungrejo, Kec. Margoyoso, Kabupaten Pati melakukan kegiatan pelatihan rutin yang dilaksanakan dengan tujuan untuk membantu para perangkat desa yang umumnya masih awam terhadap penggunaan aplikasi komputer dalam penyelesaian pekerjaannya.

 

Mahasiswa mengajari perangkat desa tentang Aplikasi yang bermanfaat untuk pendataan
Mahasiswa mengajari perangkat desa tentang Aplikasi yang bermanfaat untuk pendataan

Pada saat itu, jumlah perangkat desa yang hadir berjumlah 5 pegawai beserta Pak Inggih. Saat itu, pekerjaan yang sedang dilakukan adalah penyusunan data mengenai Pembayaran Pajak Bumi Bangunan yang telah dilakukan oleh masyarakat desa. Pendataan awal dilakukan dengan menggunakan aplikasi mesin tik. Untuk mempermudah dalam penyimpanan dan pemudahan dalam pembacaan maka pendataan tersebut akan diubah ke dalam bentuk file excel. Perangkat desa yang bertanggung jawab dalam kegiatan ini adalah Ibu Rosyidah.

 

Tidak hanya pemberian bantuan berupa pengajaran penggunaan Microsoft Excel, hingga saat ini perangkat desa Tunjungrejo juga cukup banyak meminta bantuan pengajaran dalam hal lain, seperti pembuatan surat-penyuratan hingga penggunaan Autocad. Diharapkan, kegiatan rutin yang telah dilaksanakan KKN Tim 1 Undip Desa Tunjungrejo ini dapat memberikan dampak yang positif bagi perangkat Desa Tunjungrejo dan mampu menambah kemampuan dari tiap personil perangkat desa dalam menyelesaikannya pekerjaannya sehari-hari.

 

Pelatihan Apikasi Microsoft Excel
Pelatihan Apikasi Microsoft Excel

 

Editor: Dewi Saraswati Sakariah.

Manfaat Origami dalam Memperkuat Daya Kognitif Anak-anak

Tunjungrejo, Pati (27/1). Mahasiswa KKN Tim I Universitas Diponegoro jurusan Sastra Jepang menjalankan program kerjanya berupa pengajaran pembuatan Origami (seni kertas lipat Jepang) guna melatih daya kognitif dan mengasah kreatifitas anak-anak.

Mahasiswa KKN menjelaskan cara membuat Origami
Mahasiswa KKN menjelaskan cara membuat Origami

Adapun sasaran dari kegiatan tersebut adalah siswa dari MI Manbaul Huda Tunjungrejo, Kecamatan Margoyoso, Pati.  Para siswa mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh antusias dan tak jarang dari mereka yang menambahkan hiasan pada origami yang dibuatnya sesuai dengan kreatifitas masing-masing.

Kegiatan tersebut disusul dengan menghias bak sampah. Bak sampah dibagi menjadi dua kategori, yakni sampah organik dan anorganik. Para siswa bebas meghias bak sampah sedemikian rupa sebagai perwujudan atas ide kreatif mereka.  Selama kegiatan tersebut berlangsung, siswa dilatih untuk saling bekerjasama (team work) guna menghasilkan bak sampah yang ideal.

Antusiasme anak-anak memperlihatkan karya masing-masing
Antusiasme anak-anak memperlihatkan karya masing-masing
Kreatifitas Origami salah satu siswa
Kreatifitas Origami salah satu siswa

Sebelum dilakukannya program kerja tersebut, pada hari sebelumnya dilakukan sosialisasi kepada para siswa akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya, sekaligus memperkenalkan proses pemilahan sampah di negara Jepang yang patut dicontoh untuk kemudian diterapkan di lingkungan sekolah.  Para siswa terlihat fokus mengikuti materi yang dipresentasikan. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya siswa yang bersemangat menjawab saat evaluasi di penghujung kegiatan.

 

Editor: Dewi Saraswati Sakariah

Cara Kekinian Memanfaatkan Lahan Terbatas

Margotuhu Kidul, Pati (27/1),  tim 1 KKN Undip Desa Margotuhu Kidul mengadakan pelatihan pembuatan akuaponik rakit apung, hidroponik sederhana dan hidrogel. Kegiatan ini merupakan salah satu dari program kerja monodisiplin TIM 1 KKN UNDIP Desa Margotuhu Kidul. Pelatihan ini dilaksanakan di TK Darma Wanita yang dihadiri oleh ibu-ibu PKK Desa Margotuhu Kidul dengan jumlah 12 orang.

Lahan terbatas menjadi alasan bagi masyarakat tidak bisa bercocok tanam. Kebanyakan orang mengganggap bahwa untuk bercocok tanam memerlukan lahan yang cukup luas. Padahal banyak teknik-teknik penanaman yang diterapkan pada saat ini dengan cara yang lebih sederhana, murah serta tidak memerlukan lahan yang luas. Memiliki kebun sendiri diperkarangan rumah, sedikit banyak akan membantu pemenuhan kebutuhan sehari-hari rumah tangga.

Pemaparan kepada ibu-ibu
Pemaparan kepada ibu-ibu

Ibu-ibu PKK yang menghadiri pelatihan ini cukup antusias merespon materi dan demo yang disampaikan. Diharapkan dengan diadakannya pelatihan pembuatan akuaponik rakit apung, hidroponik sederhana dan hidrogel ini dapat menambah minat warga untuk mulai bercocok tanam diperkarangan sendiri.

 

Editor: Dewi Saraswati Sakariah

Kebiasaan Sehari-hari Jepang yang Membuat Maju

Margotuhu Kidul, Pati (2/2), Tim 1 KKN undip yang ditempatkan di desa Margotuhu Kidul melaksanakan kegiatan pengajaran kepada anak SD Margotuhu Kidul. Kegiatan pengajaran dengan tema “Kebudayaan Kecil Jepang yang Membuat Negara Jepang Maju” . Kegiatan ini dilaksanakan pada pukul 10.00 WIB di Kelas 6 SD Margotuhu Kidul. Kegiatan ini merupakan program monodisiplin yang dilaksanakan oleh salah satu mahasiswa KKN Margotuhu Kidul  dari jurusan Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Undip.

Kegiatan ini dilakukan dengan cara pengajaran melalui tulisan dan pemutaran video yang bertujuan untuk menghibur serta memberikan ilmu yang bermanfaat kepada anak anak SD kelas 6 SD Margotuhu Kidul.  Sesi pertama Memberikan gambaran bagaimana kehidupan di Jepang sehari hari dan mengkomparasikannya dengan kehidupan di indonesia sehari hari. Sesi ke dua yaitu pemutaran video tentang bagaimana  kebiasaan-kebiasaan sederhana masyarakat Jepang dalam kehidupan sehari hari mampu menjadikan mereka menjadi negara yang maju dalam berbagai aspek dewasa ini, dengan metode tersebut, anak anak Margotuhu kidul  secara nyata dapat memahami bagaimana kebiasaan-kebiasaan tersebut dibentuk sejak kecil.

Antusiasme anak-anak terlihat
Antusiasme anak-anak terlihat

 

Program pengajaran dengan tema “Kebudayaan Kecil Jepang yang Membuat  Negara Jepang Maju” ini berlangsung lancar. Dengan antusiasme anak anak yang membuat pengajaran sangat aktif. Kegiatan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi anak SD Margotuhu Kidul guna diterapkan pada kehidupan  keseharian mereka.  Sehingga mereka dapat meraih kesuksesan pada kemudian hari.

 

Editor: Dewi Saraswati Sakariah

Tumbuhkan Minat dan Motivasi Siswa untuk Belajar Menulis serta Memahami Seni Menulis Huruf Aksara Jawa

Semerak, Pati(2/2). Mahasiswa KKN TIM1 UNDIP 2018, Desa Semerak, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati mengadakan kegiatan praktek mengajar di SDN Semerak. Kegiatan belajar dan mengajar berlangsung selama kurang lebih 2 jam untuk memberikan materi kepada para siswa – siswi kelas 5 SDN Semerak. Kurangnya pemahaman para siswa dalam mempelajari serta melestarikan budaya seni menulis huruf aksara jawa, menjadi perhatian besar sebagai hal yang harus dijadikan prioritas ke depannya.

Seni menulis huruf Aksara Jawa adalah salah satu warisan budaya peninggalan nenek moyang bangsa Indonesia, sangatlah penting bagi generasi selanjutnya untuk tetap melestarikannya. Sebagai penerus bangsa, para siswa harus memahami pentingnya melestarikan budaya Indonesia agar tidak hilang begitu saja. Setelah memberikan dasar – dasar dan pengenalan huruf aksara jawa, rangkaian kegiatan belajar – mengajar terus berlanjut. Kegiatan belajar mengajar berlangsung lancar, mulai dari mengenalkan seni menulis huruf aksara Jawa hingga praktik menulis huruf  oleh para siswa.  Konsep pengajaran materi yang diberikan kepada para siswa, dengan menggunakan metode 5M ( Memperhatikan, Menghafalkan, Melafalkan, Menulis  dan Memahami ).  Dengan menggunakan metode 5M ini, diharapkan dapat memudahkan para siswa untuk belajar menulis serta memahami seni menulis huruf Aksara Jawa. Lebih dari itu, penulisan huruf aksara jawa oleh nenek moyang mempunyai filosofi akan kebaikan – kebaikan dalam setiap hurufnya.

Suasana mengajar
Suasana mengajar

Setelah para siswa memahami seni menulis huruf aksara jawa, mereka kemudian diberi tugas sebagai evaluasi dari kegiatan belajar mengajar ini. Sesuai dengan metode 5M, para siswa mulai mengerjakan tugas yang penulis berikan. Setelah kegiatan beljar mengajar selesai, penulis memberikan sedikian kenang – kenangan berupa poster aksara Jawa. Harapan penulis, poster aksara Jawa ini bisa membantu menambah minat dan motivasi para siswa untuk memahami dan mempelajari seni menulis aksara jawa.  Kegiatan berlanjut dengan serah terima poster Aksara Jawa secara simbolis, dengan Bapakk H. Suhono S.pd.,

Penyerahan poster dan foto bersama
Penyerahan poster dan foto bersama

Wah, ini bagus ini mas, Pemahaman para siswa memang sangatlah kurang tentang seni menulis Aksara Jawa. Semoga dengan adanya poster ini bisa membantu para siswa di SDN Semerak ini”, ujar bpk H. Suhono selaku kepala sekolah SDN Semerak.

 

Editor: Dewi Saraswati Sakariah