Home » Lokasi KKN » Kab. Pemalang

Category Archives: Kab. Pemalang

Wow, Desinfektan dengan Bahan Kulit Nanas Madu Karya Tim II KKN Tematik UNDIP

PEMALANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tim II Universitas Diponegoro yang diterjunkan di Desa Beluk, Kecamatan Belik, Pemalang mampu ciptakan inovasi produk dengan pemanfaatan limbah kulit nanas menjadi desinfektan alami untuk kandang. Pembuatan desinfektan dengan bahan baku kulit nanas ini dilatarbelakangi oleh banyaknya sampah kulit nanas yang dibiarkan begitu saja. Melihat potensi sumber daya yang ada, memunculkan ide untuk menjadikan limbah kulit nanas ini menjadi suatu produk yang dapat dimanfaatkan menjadi suatu produk yang memiliki manfaat lebih.

KKN Tematik Undip Tim II tahun 2019 mengajak masyarakat Desa Beluk untuk peduli terhadap lingkungan dari sampah-sampah organik yang ada. Sampah organik limbah kulit buah nanas dengan kolaborasi antara mahasiswa KKN Undip dan masyarakat disulap menjadi desinfektan alami yang bernilai ekonomis.

Desinfektan ini memiliki manfaat untuk menghambat dan membasmi mikroorganisme seperti jamur, virus dan bakteri yang ada di dalam kandang ternak. Desinfektan diciptakan untuk menunjang pemeliharaan kandang yang sehat, sehingga hewan ternak dapat hidup sehat dengan tumbuh kembang yang produktif.

 

Penulis: Nisa Nurokhati

Desa Beluk, 24 Agustus 2019

Inovatif, Mahasiswa KKN Undip Ubah Limbah Daun Nanas menjadi Hasta Karya

PEMALANG – Desa Beluk, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang merupakan salah satu daerah penghasil nanas madu terbesar, melihat potensi tersebut mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tim II Universitas Diponegoro melakukan inovasi produk dengan pemanfaatan limbah daun nanas menjadi kerajinan hasta karya. Daun nanas yang mempunyai bentuk memanjang seperti pedang dengan tepi berduri ini disulap menjadi kerajinan yang memiliki nilai jual dan merupakan terobosan inovasi yang baru. Inovasi produk dari program multidisiplin yang dibuat oleh para mahasiswa bersama dengan ibu-ibu Kelompok wanita Tani “Berkah Tani” berupa hasta karya aksesori gelang.

Pembuatan produk hasta karya ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pemanfaatan limbah daun nanas oleh masyarakat menjadi produk yang mempunyai nilai ekonomis. Bagian dari daun nanas yang dimanfaatkan dalam pembuatan hasta karya ini ialah bagian serat daun. Hal ini dikarenakan serat daun nanas dikenal memiliki tekstur halus dan berkualitas tinggi sehingga cocok dibuat menjadi hasta karya. Selain itu daun nanas dikenal memiliki kandungan selulosa yang tinggi sehingga dapat menghasilkan serat daun yang bagus pula. Hasta karya berupa aksesori gelang ini diharapkan dapat menjadi produk ikonik khas bagi Desa Beluk dan menjadi salah satu produk unggulan yang dapat dipasarkan hingga keluar daerah. Kesabaran dan ketekunan menjadi kunci dalam pembuatan hasta karya ini.

terutama dalam pengambilan serat daun nanas. Daun nanas yang digunakan yakni daun tumbuhan nanas yang sudah berbuah atau yang sudah tua. Untuk mengambil serat daun, daun nanas harus dikerok hingga terlihat serat daunnya untuk kemudian diambil seratnya. Serat yang dihasilkan tiap daun kemudian dipilin dan dicelupkan kedalam cairan pewarna tekstil berwarna-warni. Tiap pilinan yang telah diberi pewarna lantas dijemur hingga kering untuk selanjutnya dikepang. Setelah kepangan selesai, gelang sudah dapat dibuat dengan membuat simpul pada kedua ujung tali kepangan. Agar lebih menarik gelang dibuat dengan rangkaian warna tali kepangan yang apik.

Penulis: Arvita Kusuma
Desa Beluk, 20 Agustus 2019

KKN Tematik Undip Desa Cibelok Ikuti Expo di Pemalang

Penggarit, Taman- 14 Agustus 2019. Bertempat di Benowo Park, Desa Penggarit  menjadi tuan rumah dalam acara Expo TIM II KKN Undip Kabupaten Pemalang tahun 2019. Acara Expo kali ini mengusung Tema “Nunggal Bangsa, Nunggal Budaya, Kagem Pemalang Ingkang Mulya“ . Acara diawali dengan pembagian voucher Doorprize kepada para pengunjung expo mulai pukul 08.00 WIB dan dilanjutkan penampilan mahasiswa KKN per kecamatan mulai pukul 09.00 WIB. Expo kali ini sangat menarik, karena juga dihadiri oleh Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum, selaku rektor Universitas Diponegoro serta Bapak H Junaedi, S.H., M.M selaku bupati Kabupaten Pemalang.

Acara expo dimulai pada pukul 11.00 WIB setelah kedatangan bapak rektor Universitas Diponegoro. Pada pembuka acara ini dilakukan dengan adanya sambutan oleh ketua expo Kabupaten Pemalang, kemudian sambutan dari bupati Kabupaten Pemalang  dan sambutan bapak rektor Universitas Diponegoro sekaligus pemukulan gong sebagai tanda resmi pembukaaan expo KKN Tim II Undip serta ditutup do’a.

Dalam laporan pertanggungjawabannya, Dimas Mahendra Gani selaku ketua expo Tim II Undip menyampaikan bahwa terdapat kurang lebih 50 stan yang diisi oleh masing-masing kecamatan di Kabupaten Pemalang yang diikutsertakan dalam expo KKN kali ini, yaitu Kecamatan Petarukan, Kecamatan Ulujami, Kecamatan Bodeh, Kecamatan Taman, dan Kecamatan Pemalang. Setiap kecamatan menunjukkan berbagai potensi-potensi desa di dalam kecamatan tersebut dan merupakan ajang mempromosikan berbagai produk yang memiliki nilai jual.

Pada kesempatan kali ini, Tim KKN Undip di Desa Cibelok juga ikut berpartisipasi. Produk yang ditampilkan adalah semua produk karya mahasiswa sendiri. Mulai dari alat ozonizer pengolah limbah, baju batik, sapu tangan teknik celup, selendang ecoprint, briket sampah organik, tampak meja, hijab batik, bros batik, totebag, bantal batik, website dan dream catcher batik.  Acara semakin ramai dengan kedatangan siswa-siswi serta masyarakat sekitar.

Hiburan juga disediakan dalam acara ini yakni adanya penampikan orcer dan artis lokal.  Pengisi terakhir dari rangkaian kegiatan adalah pembagian doorprize atau hadiah.

 

Inovasi Pasta Gigi Nanas Madu KKN Tematik UNDIP

PEMALANG — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNDIP di Desa Beluk, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang ajarkan masyarakat membuat pasta gigi. Pasta gigi menggunakan bahan dasar yang sangat mudah ditemukan di Desa Beluk yaitu nanas madu yang merupakan tanaman budidaya paling banyak ditanam oleh masyarakat Beluk.

Buah nanas madu yang sangat berlimpah ruah belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Oleh karena itu Tim II KKN Undip 2019 mencanangkan program pembuatan pasta gigi sebagai inovasi olahan nanas madu non-pangan. Program tersebut diharapkan dapat dikembangkan oleh masyarakat setempat melalui kader-kader anggota Kelompok Wanita Tani (KWT).

Nanas madu sendiri mengandung zat yang mampu membunuh bakteri streptococus mutans yang merupakan anaerob fakultatif gram-positif yang bisa ditemukan dalam rongga mulut manusia dan menjadi kontributor yang signifikan untuk kerusakan gigi. Masyarakat diedukasi mengenai bahan dan alat serta cara pembuatan pasta gigi dengan harapan kedepan masyarakat bisa secara mandiri mengelola program ini.

Ide pasta gigi ini merupakan inovasi baru dari olahan nanas yang biasanya hanya dijadikan olahan pangan. Produk olahan non-pangan ini menjadi terobosan baru sebagai pasta gigi herbal yang memiliki kandungan yang sangat baik untuk kesehatan mulut. Produk yang diinisiasi oleh mahasiswa kedokteran gigi ini sedang diuji laboratorium untuk menjamin mutu produk yang higienis.

 

Penulis: Nisa Nurokhati

Desa Beluk, 18 Agustus 2019

 

Pelatihan Pembuatan Bakso Ikan Berbahan Dasar Ikan Lele.

Kebondalem, Pemalang – Minimnya pengetahuan dalam mengolah produk hasil perikanan menjadikan ibu-ibu yang berada di Kelurahan Kebodalem hanya mengonsumsi ikan seperti pada umumnya, seperti ikan goreng, ikan asin, dll,

sehingga diperlukan pelatihan dalam mengolah produk hasil perikanan. Makanan yang dapat dibuat dari daging ikan salah satunya adalah bakso ikan.

fig1. Foto bersama ibu-ibu Kelompok UMKM
fig1. Foto bersama ibu-ibu Kelompok UMKM

Mahasiswa dari Tim II KKN Universitas Diponegoro 2019 berinisiatif membuat program kerja diversifikasi pengolahan hasil perikanan pembuatan bakso dari ikan lele pada hari jumat  tanggal 19 juli 2019 dengan target sasaran ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok UMKM Kelurahan Kebondalem.

Kebondalem Squad_190723_0135
fig2. Penjelasan Materi

“Saya senang apabila ada mahasiswa KKN yang sedang menjalankan programnya, apalagi program ini melatih Ibu-ibu mengolah ikan di dapur. Semoga ilmu ini dapat dipakai meskipun nanti mahasiswa KKN sudah tidak lagi disini”, ucap Ibu Susy dari ketua kelompok UMKM yang ikut dalam pelatihan. Selain dapat menjadi produk baru yang dapat diperjual belikan, bakso ikan lele dapat dijadikan opsi olahan untuk anak-anak yang susah mengkonsumsi ikan.

RAPAT KOORDINASI PERINGATAN HARI BESAR NASIONAL KELURAHAN MULYOHARJO

Mulyoharjo, Pemalang – Kamis, 08 Agustus 2019 telah dilakukan rapat koordinasi dalam acara peringatan hari besar nasional (PHBN) yang bertepatan di kantor kelurahan mulyoharjo. Kegiatan rapat dihadiri oleh seluruh perangkat kelurahan dan mahasiswa KKN, guna membahas rangkaian acara peringatan hari besar nasional (PHBN) utamanya adalah kegiatan yang diselenggarakan oleh pihak kelurahan Mulyoharjo. Kegiatan – kegiatan PHBN yang akan diselenggarakan diantaranya adalah lomba kebersihan, ketertiban, keamanan (K3) antar RW sekelurahan Mulyoharjo, kemudian ada malam wungon atau yang biasa disebut malam tasyakuran yang diselenggarakan pada tanggal 16 Agustus malam yang rencananya akan dihadiri oleh perwakilan warga serta seluruh staff kelurahan. Selain kedua kegiatan yang telah disebut diatas rapat koordinasi turut membahas juga event jalan santai yang diselenggarakan oleh pihak kelurahan yang mana acara ini terbuka untuk umum dengan menggandeng beberapa lembaga sebagai sponsor untuk melancarkan acara jalan santai ini.

Rapat pembahasan PHBN bersama perangkat kelurahan dan mahasiswa

 

Kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat dan mahasiswa dalam rangka memeriahkan penyambutan PHBN HUT RI ke -74, masyarakat setempat dan mahasiswa KKN bergotong royong dalam melakukan kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan desa, pembuatan jalan gang dan juga pengecatan pembatas jalan. Kegiatan – kegiatan tersebut dilakukan dengan tujuan untuk menciptakan suasana lingkungan warga yang nyaman dan bersih. Kegiatan gotong royong untuk tiga kegiatan tersebut disambut meriah oleh masyarakat setempat. Hal tersebut dapat dilihat banyaknya masyarakat yang ikut berpartisipasi untuk 3 kegiatan tersebut.

 

Kegiatan kerja bakti mahasiswa dan masyarakat dalam membersihkan lingkungan.

 

 

Reviewer : DPL KKN Jazimatul Husna,SIP,. M.IP

 

MULYOHARJO SEBAGAI ROLE MODEL KOTA ANTI KUMUH (KOTAKU)

Mulyoharjo, Pemalang – Jumat, 19 Juli 2019 Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro bersama dengan warga telah melaksanakan kegiatan sosialisasi program monodisplin pukul 20.00 WIB dengan tema pengelolaan sampah, ‘kebun gizi’ guna peningkatan konsumsi sayur buah dan pemasaran UMKM melalui sosial media.

Sosialiasi pengenalan komposter bersama masyarakat

 

Sosialisasi dilakukan di lingkungan RW 01, dimana lingkungan tersebut merupakan lingkungan paling kumuh dan mendapat program KOTAKU. Peserta yang mengikuti sosialisasi merupakan warga RW 01 Kelurahan Mulyoharjo. Dalam rangkaian kegiatan ini penyampaian materi dilakukan oleh masing-masing kompetensi dasarnya. Penyampaian materi pertama oleh Faishal Falah program studi Ilmu Kelautan yang menjelaskan terkait pengelolaan sampah organik yang dijadikan komposter dan ecobrick beserta simulasinya. Kemudian dilanjutkan penyampaian materi  ‘kebun gizi’ guna peningkatan konsumsi sayur buah  oleh Rizke Noor Kharisma program studi Ilmu Gizi. Dan penyampaian terakhir oleh Arinda Thira Novia S. program studi Manajemen terkait pemasaran UMKM melalui sosial media.

Kegiatan Penanaman benih baru di lokasi kebun gizi

 

Didampingi bapak Yudi selaku ketua RW 01 dan ibu-ibu PKK acara ini berlangsung lancar dan peserta antusias.  Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada pemateri.  Tidak sampai disitu, kegiatan lanjutan dilakukan kembali pada hari Minggu, 21 Juli 2019 berupa Kerja Bakti dan Revitalisasi Kebun Gizi. Kegiatan ini dilakukan secara gotong royong oleh warga RW 01 dan seluruh mahasiswa KKN Tim II UNDIP tahun 2019. Adapun rangkaiam kegiatan yang dilakukan yaitu kerja bakti, membersihkan semak-semak, dan penanaman bibit sayur buah.

Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan di sekitar RW 01, serta diharapkan dengan adanya Kebun Gizi ini, masyarakat RW 01 mudah memperoleh dan meningkat dalam kebiasaan konsumsi sayur dan buah. Konsumsi sayur dan buah menjadi penting karena didalam sayur dan buah banyak mengandung vitamin, mineral, antioksidan dan serat pangan yang dapat mencegah timbunya penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, stroke, kanker, dll. Harapan besar lain, dari kegiatan ini bisa menimbulkan kesadaran masyarakat untuk menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Kegiatan penanaman dilakukan oleh TIM II KKN Mulyoharjo, pemalang bersama lingkungan masyarakat RW 1

 

 

 

Reviewer : DPL KKN Jazimatul Husna, SIP,. M.IP

Pengecekan Kadar Yodium Berkala Sebagai Upaya Mengurangi Stunting Di Desa Tambakrejo

Tambakrejo, 26 Juli 2019- BAPPEDA kabupaten Pemalang mengadakan tes uji kadar yodium pada garam yang beredar di took sayur dan pasar di sekitar desa Tambakrejo, Kec.Pemalang, Kab.Pemalang. kadar yodium yang terdapat pada garam di uji baik dengan kualitatif ataupun kuantitatif. Pengujian kadar yodium pada garam ini dilaksanakan di kantor Balai Desa Tambakrejo dan dihadiri oleh ibu-ibu PKK, Anggota Posyandu dan beberapa perangkat Desa.

Pengujian kadar yodium pada garam yang beredar di masyarakat ini dilakukan setiap setahun sekali oleh BAPPEDA. Pengecekan kadar yodium ini juga merupakan sarana dan upaya untuk mengurangi jumlah angka stunting yang terdapat di desa Tambakrejo, yang mana desa Tambakrejo dikenal sebagai desa stunting di Kecamatan Pemalang. Tidak hanya sebagai upaya pengurangan angka stunting, pengecekan kadar yodium pada garam di lakukan agar ibu-ibu rumah tangga lebih cekatan lagi dalam memilih garam yang akan dikonsumsi di rumah sebagai campuran dalam makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

BAPPEDA Kabupaten Pemalang menyarankan pada ibu-ibu peserta agar lebih baik menggunakan garam halus dibandingkan dengan garam batu untuk dikonsumsi oleh rumah tangga. Dikarenakan, kandungan yodium di garam halus cenderung lebih tinggi sekitar 30-80 % dibandingkan dengan kadar yodium pada garam batu.

Editor              : Fathin Nisa Muthia Harahap

Reviewer         : DPL KKN Jazimatul Husna, SIP, M.IP

Panen Raya, Mahasiswa TIM II KKN UNDIP 2019 Turun Langsung Kesawah

            Tambakrejo, 27 Juli 2019- Musim panen sedang berlangsung di desa Tambakrejo terhitung sejak pertengahan Juli 2019. Beberapa tanaman padi di Desa Tambakrejo, sudah mulai menguning dan sudah mulai di panen oleh pemiliknya. Beberapa dari pemilik sawah menawarkan TIM KKN untuk membantu memanen dan turut ikut ke sawah, tak hanya memanen, TIM KKN juga diberikan kesempatan untuk ikut langsung dalam memanen padi menggunakan alat combin.

Alat combin digunakan sebagai alat pemanen modern di desa Tambakrejo, alat combin di nilai lebih efisien dibandingkan harus menggunakan tenaga hewan. Sepertinya, hampir seluruh petani di Desa Tambakrejo sudah menggunakan alat combin untuk memanen pada pada musim panen.

Padi yang sudah di panen melalui alat combin langusung di masukkan kedalam karung goni yang langsung dijahit selama proses pemanenan berlangsung di atas combin, setelah itu padi yang sudah di panen dan masih dalam bentuk gabah di bawa ketempat penjemuran untuk di proses lebih lanjut.

Teman teman TIM KKN sangat berterimakasih kepada pak Sekretaris desa dikarenakan di izinkan untuk menaiki combin dan ikut memanen padi di sawah milik pak sekretaris desa.

Editor              : Fathin Nisa Muthia Harahap

Reviewer         : DPL KKN Jazimatul Husna, SIP, M.IP

Deteksi Kanker Payudara, Dapat Dilakukan dengan SADARI

Tambakrejo – Rabu, 06 Agustus 2019 Dalam rangka pemberantasan permasalahan stunting di Desa Tambakrejo, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sejak dini guna mencegah peningkatan populasi anak yang menderita stunting. Beberapa hal awal yang perlu diperhatikan adalah ANC ( Ante Natal Care) atau pemeriksaan kehamilan untuk ibu hamil. Pentingnya pengetahuan ibu hamil terhadap cara – cara pencegahan stunting bisa dimulai sejak perencanaan kehamilan maupun pada saat masa awal kehamilan. Maka dari itu informasi tentang gizi, nutrisi, makronutrient ,serta micronutrient baiknya diberikan sedini mungkin sehingga ibu hamil dapat merencanakan masa depan anak dengan baik.

Beberapa alasan mengenai tingkat kejadian stunting ini sebagian besar karena ibu kurang memperhatikan asupan gizi dan nutrisi sejak awal kehamilan, ibu yang biasanya bekerja menjadi cepat lelah serta ASI tidak lancar, kurangnya pengetahuan ibu tentang hal hal yang harus dilakukan jika ASI kurang lancar, serta kurangnya pengetahuan ibu tentang cara menampung dan menyimpan ASI.

Selain management laktasi dan pengertian tentang periode emas terhadap anak, dipaparkan juga materi tentang pentingnya mengetahui cara mendeteksi kanker payudara sejak dini, mengerti apa yang harus dilakukan jika menemukan tanda tanda abnormal pada payudara seperti pembengkakan , kemerahan, benjolan, keluarmya cairan berwarna kemerahan/ kecoklatan dari putting.

Dengan demikian program pengedukasian ibu ibu serta kader kesehatan diharapkan dapat memberi informasi yang bermanfaat sehingga pencegahan stunting sejak dini dan deteksi dini kanker payudara dapat terlaksana.

 

Editor              : Devi Saviera Firnanda

Reviewer         : DPL KKN Jazimatul Husna, SIP, M.IP