Home » Lokasi KKN » Kab. Pemalang (Page 2)

Category Archives: Kab. Pemalang

EDUKASI METODE ASAP CAIR UNTUK PENGOLAHAN IKAN BANDENG OLEH TIM II KKN UNDIP DESA LIMBANGAN

Limbangan

Minggu (12/08/18) – Pertambakan merupakan salah satu potensi yang ada di Desa Limbangan. Dengan adanya pertambakan ini membuat masyarakat Desa Limbangan menjadi maju dalam perekonomian. Limbangan yang dikelilingi oleh laut ini menjadi latar belakang masyarakat desa untuk membuat pertambakan. Pengelolaan tambak itu sendiri hanya bisa dilakukan di perairan yang bersalinitas asin, dikarenakan benih ikan yang akan dibudidaya adalah salah satu jenis benih ikan yang bisa hidup di salinitas asin, sebut saja ikan Bandeng (Chanos chanos). Jenis ikan ini akan tumbuh besar apabila mendapatkan nutrisi yang berasal dari air laut itu sendiri, salah satunya adalah plankton.

Benih ikan yang sudah tumbuh besar biasanya diijual masyarakat ke luar Desa Limbangan, dipasarkan dan diolah menjadi berbagai olahan makanan, salah satunya Bandeng Presto. Daging yang dimiliki ikan Bandeng ini merupakan latar belakang mahasiswa Tim II KKN Undip untuk melakukan program kerja yang bernama “Pengolahan Ikan Bandeng dengan Metode Asap Cair”. Asap cair biasanya digunakan pada daging ikan atau ayam.  Metode ini merupakan cara yang dilakukan bertujuan untuk pemberian pengawetan, cita rasa dan perubahan tekstur daging yang menjadi empuk.

Olahan Limbah Pertanian Sebagai Alternatif Pakan Ternak

Image and video hosting by TinyPic
Pamutih – Senin (13/8) sejumlah peternak kambing dari berbagai dusun di Desa Pamutih Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang berkumpul di balai desa dalam rangka program pembinaan bagi peternak kambing. Program dimaksud dilaksanakan atas kerjasama dari mahasiswa tim II Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Periode 2018 dengan Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Undip. Program berlangsung diawali dengan penyampaian materi oleh narasumber, Ir. Sutrisno, MP, selaku dosen FPP Undip. Beliau menyampaikan kepada seluruh hadirin pada acara tersebut bahwasannya Desa Pamutih memiliki potensi besar di bidang pertanian. Disaat musim panen padi seperti saat ini, pastinya terdapat banyak jerami yang kemudian menjadi limbah hasil pertanian. Persoalan yang terdapat di desa yakni jerami-jerami tersebut biasanya langsung dibakar begitu saja karena dianggap oleh para petani tidak ada gunanya. Lanjut beliau, sebenarnya jerami tersebut dapat dijadikan sebagai pakan ternak terutama ternak kambing akan tetapi kandungan protein didalamnya sangatlah kurang. Oleh karena itu, jerami tersebut dapat diolah dengan cara fermentasi agar kandungan protein didalamnya meningkat.
Proses fermentasi tersebut dengan cara mencampur bahan-bahan antara lain jerami kering (100kg), urea 4,5 kg, dedak (5kg), tetes (100 ml), dan EM4 (100 ml) yang kemudian setelah dicampur semua bahan tersebut dimasukan kedalam kantong plastik besar dan dipadatkan agar kedap udara. Proses fermentasi tersebut berlangsung selama kurang lebih tiga minggu untuk mendapatkan hasil terbaiknya.      Selain itu, terdapat juga penyampaian materi mengenai pengawetan rumput.  Pengawetan rumput dapat menjadi solusi kala musim kemarau melanda wilayah desa tersebut sebagai cadangan pakan, dimana pada kondisi seperti itu rumput tidak dapat tumbuh dengan baik sehingga akan kesulitan dalam mencari sumber pakan ternak.

Image and video hosting by TinyPic

Narasumber beserta mahasiswa KKN kemudian mengajak dan mendampingi para peternak untuk mempraktekkan pembuatan olahan jerami tersebut dan para peternak terlihat antusias mengikuti rangkaian praktek. Praktek dilakukan dengan tujuan agar para peternak dapat membuat olahan pakan ternak sendiri dan untuk memperjelas kembali materi yang telah disampaikan dengan cara mempraktekkan materi tersebut.

Image and video hosting by TinyPic

Harapannya dengan berlangsungnya program seperti ini, para petani maupun peternak dapat memanfaatkan potensi yang ada di desa nya, salah satunya jerami kering tersebut karena ternyata yang selalu dianggap oleh masyarakat sebagai limbah yang tak dapat lagi digunakan jika diolah dapat menjadi salah satu alternatif pakan bagi ternak mereka sehingga potensi baik itu di bidang pertanian dan juga peternakan dapat dimanfaatkan dan berkembang dengan baik untuk memajukan wilayah desa, khususnya Desa Pamutih.  Narasumber juga mengajak masyarakat untuk menanami lahan disekitar rumahnya, di pembatas lahannya dan dipinggir jalan desa dengan tamanan yang menghasilkan hijauan pakan.

Pengenalan Ekosistem Laut, Pengelolaan Sampah, dan Bantuan Hukum Gratis kepada Masyarakat Desa Saradan

Saradan, Pemalang, Kamis (26/7/2018) pukul 16.00 WIB Tim II KKN UNDIP melaksanakan program monodisiplin mengenai “Pengenalan Ekosistem Laut pada Anak-Anak Usia Dini” yang diadakan di balai desa. Pengisi materi yaitu Febriana Nilamia Syahri dan Nurul Falah dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK). Anak-anak yang hadir berjumlah 30 orang dan semuanya merupakan anak kelas 6 SD. Mereka sangat antusias dengan materi yang diberikan terlihat pada saat mereka fokus dalam memperhatikan materi, memberikan pertanyaan serta dapat menjawab pertanyaan yang diberikan dengan baik. Pengenalan ekosistem laut kepada anak usia dini dinilai sangat penting agar mereka tahu dari sekarang bahwa ekosistem laut dapat memberikan banyak menfaat terhadap kehidupan manusia sehingga harus dijaga dengan baik. Apabila kita tidak dapat menjaga ekosistem laut dengan baik, maka kita juga tidak dapat merasakan manfaatnya lagi.

ekosistem laut

Pengenalan Ekosistem Laut kepada Anak Usia Dini

Ekosistem laut terbagi menjadi tiga, yaitu ekosistem mangrove, ekosistem terumbu karang dan rumput laut. Hal yang ditekankan kepada anak-anak yaitu kita bersama-sama harus menjaga ekosistem laut dengan cara tidak membuang sampah di laut, tidak menginjak terumbu karang, tidak menangkap ikan dengan bom, dan tidak boleh menangkap ataupun membunuh hewan yang dilindungi, sebab bila itu terjadi maka akan terjadi kerusakan pada ekosistem dan mengancam kelangsungan hidup manusia.

sampah
Pemberian Materi Mengenai Pengolahan Sampah

hukum
Pemberian Materi Mengenai Bantuan Hukum Secara Gratis (Prodeo) di Pengadilan Negeri

Hari Sabtu (28/7/2018) pukul 16.00 WIB Tim II KKN UNDIP kembali melaksanakan program monodisiplin mengenai “Pengolahan Sampah” yang disampaikan oleh Faradiba dari Fakultas Teknik jurusan Teknik Lingkungan dan “Bantuan Hukum Secara Gratis (Prodeo) di Pengadilan Negeri” yang disampaikan oleh Eti Eliza Chorunnisak dari Fakultas Hukum. Peserta yang hadir yaitu Ibu-Ibu PKK Desa Saradan sejumlah 30 orang. Acara ini juga dihadiri oleh kepala Desa yaitu Bapak Siswoyo dan Sekretaris Desa yaitu Ibu Leny. Pengolahan terhadap sampah penting dilakukan agar sampah tidak berserakan dan dibuang sembarangan serta pengolahan sampah yang tepat bisa bernilai ekonomis dan menambah pendapatan. Terdapat isitilah 3R yaitu Reduce (mengurangi penggunaan plastik), Reuse (menggunakan kembali) dan Recycle (mendaur ulang sampah menjadi bentuk barang lain yang lebih berguna). Dari materi tersebut diharapkan masyarakat sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan agar tidak merusak lingkungan serta mengurangi penggunaan sampah plastik karena sulit untuk terurai. Kemudian bantuan hukum secara gratis (prodeo) di pengadilan negeri dapat diajukan dalam bentuk perdata, pidana maupun tata usaha negara. Syarat agar mendapat bantuan hukum secara gratis yaitu harus memiliki SKTM (Surat Keterangan Tanda Miskin) yang bisa didapatkan dari desa setempat. Lalu, pengajuan dapat diajukan ke pengadilan negeri setempat. Materi tersebut sangat penting diketahui oleh masyarakat yang sekiranya tidak mampu agar mendapat bantuan hukum secara gratis.

Editor : Abdul Syakur

Inilah yang Membuat Tim II KKN Undip Bojongbata Tersesat di Widuri

Bojongbata, Pemalang, Jumat (10/8) 2018, jarum jam masih pukul 09.30. Tim II KKN Undip Bojongbata masih mengerjakan dokumen kelengkapan KKN dengan santai. Tanpa disangka tiba-tiba ada suara “ibu-ibu” mengucapkan salam dari depan pintu. Dengan sedikit rasa penasaran salah seorang anggota menjawab salam itu dan menuju ke depan posko. Selepas itu kami kaget karena ternyata yang barusan mengucap salam adalah Ibu Ima -salah satu dosen pembimbing lapangan kami- yang segera masuk ke posko dan melihat kondisi ruangan posko KKN kami yang masih… berantakan…

Image and video hosting by TinyPic

Kedatangan Ibu Ima hari ini bermaksud untuk mengecek kondisi kami sekaligus menanyakan kabar program kerja yang kebanyakan telah diselesaikan. Selain itu Ibu Ima juga berpesan agar kami segera menyusun Laporan Pelaksanaan Kegiatan karena lebih cepat diselesaikan akan membuat kami lebih tenang. Tidak lama setelah mengobrol ringan dan berfoto, Ibu Ima melanjutkan kunjungannya ke desa lain. Setelah itu kami segera menuju ke widuri untuk melaksanakan puncak dari Program Multidisiplin kami yaitu Manajemen Pengelolaan Sampah dalam bentuk Pemisahan Jenis Sampah dan Pemanfaatan Sampah Organik dan Anorganik.

Image and video hosting by TinyPic

Botol bekas, sampah daun dan kerang yang sudah kami sulap menjadi boneka-boneka lucu dibawa ke sana dan menjadi pajangan, hadiah dan souvenir. Beberapa boneka juga disulap lagi menjadi properti story telling yang menceritakan tentang asal-usul pantai widuri. Kegiatan di lingkungan widuri berlangsung meriah dan tak terasa waktu sudah menunjukan pukul tiga sore, akhir dari rangkaian acara. Kami pun pulang dan beristirahat walau tidak lama kemudian banyak anak-anak berdatangan untuk les. Dari kelas satu SD hingga kelas tujuh SMP.

Image and video hosting by TinyPic

Hari minggu (12/8), kami melakukan kesibukan baru. Kantor Kelurahan Bojongbata melaksanakan rangkaian kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-73. Kegiatan hari ini adalah lomba paduan suara Ibu-Ibu PKK dan penilaian K3 (Kebersihan, Kesehatan dan Keindahan) antar RW. Kami mengambil peran sebagai juri di kedua lomba tersebut. Ibu-Ibu PKK dari setiap RW lengkap dengan seragam rapi dan baru saling bertanding menunjukkan performa terbaiknya dalam membawakan lagu Mars PKK, dan lagu pilihan. Setelah bertanding dengan sengit, juara lomba paduan suara dimenangkan oleh RW 02.

Lain halnya dengan lomba Paduan Suara, tim penilai untuk lomba K3 mengunjungi setiap RW masing-masing. Materi yang dinilai meliputi kelengkapan bendera, penerangan rumah dan jalan, kebersihan dan jumlah tempat sampah. Sebanyak tujuh belas RW dikunjungi satu per satu sekaligus langsung diberikan penilaian. Ada yang menarik di RW 16 karena bapak-ibu warga yang tinggal disana menghias jalan didepan rumahnya dengan lukisan 3 dimensi yang menarik. Tim penilai mengambil banyak waktu disana untuk berfoto bersama. Gambar kartun hingga pemandangan tersedia disana dan menarik untuk dipandang. Untuk kalangan perumahan, lingkungan RW 16 sepertinya layak untuk menjadi juara. Kegiatan berlangsung hingga pukul 2 siang dan selepas itu seperti biasa kami menutup pekan ini dengan pengajian di rumah induk semang yang kebetulan menjadi Posko KKN kami.

Editor : Ima Wijayanti

TIM II KKN UNDIP Di Kelurahan Mulyoharjo Sosialisasikan Pentingnya Pengelolaan Sampah Dan Dampak Sampah Terhadap Lingkungan

Mulyoharjo, Pemalang – Selasa (7/08) – Terkait keluhan perangkat desa dengan banyaknya sampah yang berserakan dan dibuang di sungai di Kelurahan Mulyoharjo, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang, para mahasiswa KKN TIM II UNDIP melaksanakan Sosialisasi Penanganan Sampah yang merupakan salah satu program lain dari mereka. Sosialisasi Penanganan Sampah dilaksanakan di Kelurahan Mulyoharjo pada hari Selasa, 7 Agustus 2018 pada pukul 14.00 – 16.00 WIB. Dalam acara ini turut hadir Ketua RT dan Ketua RW dari masing-masing dusun di Kelurahan Mulyoharjo, yang semuanya berjumlah 32 orang.

kknundip

Dalam acara Sosialisasi Penanganan Sampah ini, masing-masing mahasiswa KKN TIM II UNDIP menyampaikan materi sesuai dengan bidangnya. Bidang Teknik Geologi menyampaikan materi tentang hubungan sampah dengan Teknik Geologi. Di sini dijelaskan bahwa penting sekali menanamkan nilai-nilai peduli lingkungan dalam diri setiap orang sejak dini serta pembiasaan diri untuk membuang sampah pada tempatnya. Bidang Hukum menjelaskan tentang UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah serta penyebab adanya peningkatan sampah dan adanya ketentuan pasal yang menyebut adanya tindak pidana,bagi yang membuang sampah tidak pada tempatnya, dan dalam sosialisasi ini hal yang paling terpenting yang dibahas adalah tentang Pentingnya Memiliki Kesadaran Mengelola Sampah.

Pengelolaan sampah bukanlah hal yang terlampau sulit untuk dilakukan oleh individual secara mandiri. Kunci yang harus dipegang adalah kemauan yang kuat untuk memulai dan melestarikannya kepada kelompok masyarakat lainnya.

Pentingnya kepemilikan kesadaran untuk melakukan pengelolaan sampah terletak pada efek yang dihasilkan oleh sampah terhadap lingkungan. Pendeknya, pengelolaan sampah akan meminimalisir atau bahkan menghilangkan dampak negatif yang selama ini lebih sering tertuju pada pencemaran yang berujung kerusakan lingkungan.

kknundip

Dengan mengetahui cara pengelolaan sampah yang baik dan benar, kita bisa mengambil langkah tepat terkait bagaimana ‘memperlakukan’ sampah sehingga tidak merugikan orang per orang berikut lingkungannya.

Poin berikutnya terkait pentingnya kesadaran pengelolaan sampah adalah fakta bahwa di sekitar kita atau – dalam cakupan yang lebih luas — di negara kita, sebagian besar tempat pembuangan dan pengelolaan sampah belumlah bisa dikatakan memenuhi persyaratan untuk membangun kesehatan dan keamanan lingkungan berikut penghuninya. Banyak yang bahkan bisa membahayakan masyarakat dengan gunungan sampahnya yang terlampau tinggi.

Oleh karena itu, jika orang per orang telah memiliki kesadaran untuk mengelola sampah di lingkungannya sendiri dan/atau sekitarnya, kerja berat pusat-pusat pembuangan dan pegelolaan sampah ini menjadi lebih ringan. Paling tidak, potensi pencemaran dan kerugian lainnya bisa diperkecil.

Dan dalam hal sosialisasi ini juga menyebutkan dampak buruk sampah bagi lingkungan,Dikarenakan sampah merupakan salah satu penyebab tidak seimbangnya lingkungan hidup,yang umumnya terdiri dari komposisi sisa makanan,daun-daun,plastik,kain bekas,karet dan lain-lain.Karena bila dibuang dengan cara ditumpuk saja maka akan menimbulkan bau dan gas yang berbahaya bagi kesehatan manusia,Bila dibakar akan menimbulkan pengotoran udara.Selain itu tradisi warga Kelurahan Mulyoharjo yang membuang sampah disungai dapat mengakibatkan pendangkalan yang demikian cepat,dan banjir juga dapat mencemari sumber air permukaan karena pembusukan sampah tersebut. Dan dengan hal ini, memang untuk mewujudkan Kecamatan Pemalang yang bebas dari sampah, khususnya Kelurahan Mulyoharjo ini, dibutuhkan sinergitas yang baik serta dukungan dari seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya masing-masing. Marilah kita berdayakan pola hidup bersih dan sehat dimulai dari diri sendiri, buanglah sampah pada tempatnya.

Editor : Ayu Ida Savitri

Balai Desa Tambakrejo dibanjiri Ratusan Warga Konsultasi Sertifikat Tanah

Tambakrejo, Pemalang – Sabtu (21/7) Seperti yang sudah kita ketahui bahwa mempunyai sertifikat tanah adalah suatu keharusan, karena sertifikat tanah merupakan tanda bukti hak atas tanah yang terkuat. Sekitar 70 persen warga Desa Tambakrejo belum mempunyai sertifikat tanah. Salah satu penyebabnya adalah tingginya biaya pembuatan sertifikat tanah. Mengetahui akan hal tersebut, KKN Tim II Undip berisinisiatif untuk menjembatani perangkat desa dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) terkait dengan  pembuatan sertifikat tanah.

tanah2

Langkah pertama yang dilakukan KKN Tim II Undip adalah mengadakan Sosialisasi Pertanahan dan Pembuatan Sertifikat Tanah di Balai Desa Tambakrejo. Sosialisasi tersebut dihadiri langsung oleh Deden Deni selaku perwakilan dari BPN dan Iman Ikhsanto selaku perwakilan dari Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT). Tujuan utama dari sosialisasi ini adalah untuk menyadarkan warga Desa Tambakrejo akan pentingnya memiliki sertifikat tanah.

tanah1

Selain menyampaikan materi seputar pertanahan, pihak BPN juga menyampaikan bahwa Desa Tambakrejo tahun ini dapat bergabung dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Dengan adanya program tersebut, warga desa Tambakrejo dapat membuat sertifikat tanah dengan biaya terendah.

Editor : Abdul Syakur

Terapkan Budaya Tertib Berlalu Lintas, KKN Undip Tim II Bekerjasama dengan Satlantas

Tambakrejo, Pemalang – Sabtu, (26/7) Angka kecelakaan semakin hari semakin meningkat. Upaya untuk menekan tingginya angka kecelakaan, KKN Tim II Undip Desa Tambakrejo bekerja sama dengan satuan lantas (satlantas) Polres Pemalang untuk adakan sosialisasi tertib berlalu lintas. Sosialisasi tersebut digelar di balai Desa Tambakrejo, berlangsung dengan tertib dan teratur. Satlantas Polres Pemalang menekankan kepada peserta sosialisasi bawasannya keselamatan adalah hal yang pertama dan utama. Untuk menjaga keselamatan, hal kecil yang harus kita lakukan adalah memakai helm. “Sering kali kita tidak memakai helm ketika berkendara, itu adalah hal yang salah” ujar Insinyur Dua Joko Sri, perwakilan dari Satlantas Polres Pemalang. Selain menyampaikan materi mengenai keselamatan berkendara, Satlantas Polres Pemalang juga menyampaikan info mengenai pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) di samsat keliling yang letaknya tidak jauh dari Desa Tambakrejo.

satlantas

Para peserta yang didominasi pria sangat antusias dan tidak canggung untuk bertanya. Rupanya warga Desa Tambakrejo masih banyak yang belum membuat Surat Izin Mengemudi. Setelah diadakannya sosialisasi tersebut, warga mengaku akan lakukan perlengkapan peraturan berkendara, juga menjaga keselamatan ketika berkendara. “Besok saya akan ikut pembuatan SIM, saya juga akan memakai helm ketika berkendara” ujar Bapak Slamet, warga Desa Tambakrejo.

Editor : Abdul Syakur

KKN Undip Sugihwaras : Bersih Pantai tanda Cinta Lingkungan

Sugihwaras, Jumat(13/7), Mahasiswa KKN UNDIP TIM II 2018 Bersama Warga RW 01 Kelurahan Sugihwaras melaksanakan kerja bakti membersihkan pantai sebagai wujud komitmen warga untuk membersihkan lingkungannya. Hal ini juga merupakan langkah awal dalam pembangunan sanitasi sejumlah 51 jamban yang diprakarsai oleh Direktorat Jenderal Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Image and video hosting by TinyPic

Membersihkan sampah di sekitar pantai

Warga RW 01 sangat antusias melakukan kerja bakti demi kelancaran program yang dicanangkan oleh PUPR. Kondisi pantai yang semula kumuh menjadi bersih, sampah-sampah dan tanaman liar dikumpulkan dan dibakar agar bisa terurai.
Image and video hosting by TinyPic

Mahasiswa KKN ikut Berperan Aktif dalam Kegiatan Bersih dan Gotong Royong

Melalui Program ini kami sebagai Mahasiswa KKN dapat menjalin komunikasi dengan baik terhadap  warga setempat sehingga terciptanya hubungan yang harmonis. Melalui kegiatan ini pula dapat melestarikan budaya gotong royong antar warga. Gotong Royong ini penting karena menumbuhkan rasa kepedulian terhadap lingkungan kesehatan masyarakat dan saling tolong-menolong antar warga.

Perangkat kelurahan merasa puas atas apa yang telah dilakukan oleh masyarakat sehingga lingkungan khususnya daerah RW 01 menjadi lebih bersih.

Editor : Ayu Ida Savitri

Tim II KKN Undip Kelurahan Widuri Melakukan Silaturahmi ke Ketua RW

Pemalang – Tim II KKN Universitas Diponegoro Kelurahan Widuri pada hari Sabtu tanggal 14 Juli 2018 mulai pukul 10.00 – 15.00 WIB telah melaksanakan silaturahmi ke beberapa ketua RW di Kelurahan Widuri. Ketua RW yang dapat ditemui antara lain RW 1, 4, 5, dan 7. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan diri sekaligus mengidentifikasi beberapa masalah beserta potensi yang terdapat pada setiap RW di Kelurahan Widuri.

Hasil yang didapatkan dari silaturahmi bahwa masalah yang terdapat antara lain, kurang sadarnya warga terhadap kebersihan lingkungan, terdapat juga beberapa warga yang hanya menuntut hak namun kurang sadar akan kewajibannya sebagai warga, masih adanya warga yang buang air besar sembarangnya akibat belum adanya jamban di setiap rumah, banyak kepala keluarga yang merantau yang berbuntut pada kurangnya pendampingan anak sehingga minat anak untuk bersekolah rendah.

Harapan dari telah dikenalinya beberapa masalah semoga Tim II KKN Universitas Diponegoro Kelurahan Widuri dapat membuat dan melaksanakan program yang dapat mengatasi masalah yang terdapat di Kelurahan Widuri.

Editor : Ima Wijayanti

Mahasiswa KKN Undip di Kebondalem Lakukan Penggalangan Dana Bersama Gerabah Mas Pemalang

Kebondalem, Pemalang – Gerakan Relawan Bedah Rumah dan Kemanusiaan (Gerabah Mas) Pemalang pada Minggu (15/7/2018) mengadakan penggalangan dana di obyek wisata Widuri. Gerabah Mas Pemalang adalah organisasi sosial yang berfokus pada penyediaan rumah layak huni. Bapak Endar, selaku ketua Gerabah Mas Pemalang, menyatakan bahwa di tahun 2017, terdapat beberapa rumah yang telah berhasil dibedah. Diantaranya di Petarukan, Kebondalem, Tambakrejo, Sugihwaras, dan Mulyoharjo.

Mahasiswa KKN Undip di Kebondalem Ikut Mensukseskan Kegiatan Aksi Sosial        

Mahasiswa KKN ikut Keliling menyanyikan lagu dalam aksi Sosial Peduli Penggalangan Dana

Penggalangan dana yang dilakukan cukup menarik yaitu dengan mengadakan orkes keliling dengan alat musik yang cukup sederhana. Para penyanyinya pun melakukan pekerjaan dengan sukarela. Bapak Endar dan kawan-kawan juga sering melibatkan masyarakat untuk ikut meramaikan penggalangan dana tersebut. Hal inilah yang dialami oleh kami, mahasiswa tim KKN II Universitas Diponegoro Kelurahan Kebondalem. Kami menyumbang dua buah lagu, diawali dengan lagu dari Slank – Ku Tak Bisa dan dilanjutkan lagu dari Elvis Presley – Can’t Help Falling in Love. Kami juga membantu mempromosikan penggalangan dana yang diadakan Gerabah Mas Pemalang. Para pengunjung obyek wisata Widuri menunjukkan antusias yang luar biasa.

Bapak Endar, selaku ketua Gerabah Mas Pemalang, menjelaskan kegiatan Aksi Sosial.

Editor : Ima Wijayanti