Home » Lokasi KKN » Kab. Pemalang (Page 2)

Category Archives: Kab. Pemalang

Agenda Kegiatan

June 2018
M T W T F S S
« May    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Kegiatan yang akan datang

There are no events.

Mahasiswa KKN UNDIP Gandeng Petani Bojongnangka Manfaatkan Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos

 


Pemalang – Jumat, 26 Januari 2018 Tim KKN I Undip melaksanakan kegiatan pemanfaatan limbah rumah tangga dan sampah organik untuk diolah menjadi pupuk kompos.  Kegiatan yang berbentuk sosialisasi dan praktek lapangan ini menggandeng Kelompok Tani Desa Bojongnangka, Kecamatan Pemalang.

Program tersebut dilaksanakan karena masih banyak petani yang belum memanfaatkan secara optimal penggunaan limbah rumah tangga dan sampah organik untuk dijadikan pupuk kompos. Petani Desa Bojongnangka selama ini hanya bergantung pada pupuk bersubsidi dari pemerintah. Melalui kegiatan KKN, mahasiswa mengajak para petani untuk dapat mengolah pupuk kompos sendiri dengan bahan-bahan yang ada di sekitar lingkungannya. Awal kegiatan dikemas dengan model sosialisasi dan diskusi bersama kelompok tani tentang Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga  dan Pertanian serta Cara Pembuatan Pupuk Kompos dari Sampah Organik menggunakan EM4. EM4 dipilih karena merupakan bakteri fermentasi bahan organik  untuk menyuburkan tanaman dan menyehatkan tanah.

Pembuatan pupuk kompos dilakukan secara anaerobik (tanpa udara) dengan media tanah. Bahan baku meliputi : sampah limbah rumah tangga yang sudah di sortir, sampah hijau (limbah pertanian), EM4, larutan gula dan tanah.

Usai kegiatan sosialisasi, Tim KKN Undip mengajak para petani untuk praktek langsung pembuatan kompos melalui limbah rumah tangga dan sampah organik. Kegiatan praktek dilaksanakan di lahan milik salah satu petani Desa Bojongnangka. Anggota kelompok tani terlihat antusias saat berada di lokasi praktek pembuatan kompos.

Dochari, selaku Ketua Kelompok Tani Desa Bojongnangka menyambut baik inisiatif Tim KKN Undip dalam penyelenggaraan kegiatan pemanfaatan pupuk kompos dengan EM4, hal ini dapat membantu para petani untuk menghasilkan pupuk dengan kualitas baik dan bisa diperoleh melalui sampah serta tidak dapat menimbulkan masalah lingkungan, tuturnya.

Editor : Abdul Syakur

Mahasiswa KKN Undip Bantu Optimalisasi Tata Ruang Perpustakaan Desa Sewaka

Pemalang, Sabtu, (27/01/2018) – Dalam rangka meningkatkan minat baca  masyarakat Desa Sewaka, Mahasiswa KKN TIM 1 UNDIP 2017/2018 mengadakan kegiatan kerja bakti diperpustakaan desa. Mulai dari bersih-bersih dan penataan ruangan sampai penataan buku-buku berdasarkan klasifikasinya. Perpustakaan Desa ini awalnya berada di Balai Desa Sewaka, namun sekarang dipindahkan di MI (Madrasah Ibtidaiyah) Desa Sewaka. Buku-buku diperpustakaan tersebut adalah bantuan dari Pemerintah Daerah Jawa Tengah. Isinya pun bermacam-macam, ada buku pembelajaran anak sekolah, buku pengetahuan seputar islami, novel, dll.


Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari, yaitu hari sabtu siang dan minggu pagi. Hal ini bertujuan supaya kegiatan ini tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar di MI tersebut. Selain itu, untuk menambah daya tarik di perpustakaan, akan ditambahkan hiasan-hiasan serta poster yang bertemakan gemar membaca. Sekarang perpustakaan Desa Sewaka sudah bersih dan rapi. Diharapkan untuk kedepannya minat baca masyarakat Desa Sewaka terus meningkat dan semakin maju.

Editor : Abdul Syakur

ASI Eksklusif Untuk Generasi Cemerlang Banjarmulya

Senin (22/1/2017) bertempat di kediaman ibu Cartinah, dukuh Kecepit desa Banjarmulya diadakan pertemuan ibu hamil membahas tentang pentingnya pemberian ASI Eksklusif. Pertemuan ini merupakan pertemuan lanjutan dari pertemuan pertama yang telah diadakan pada tanggal 15 Januari, dalam pertemuan yang dihadiri oleh 16 orang yang terdiri dari ibu hamil dan kader posyandu dibahas hal – hal yang berkaitan dengan keberhasilan pemberian ASI secara eksklusif.
Mahasiswa KKN dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa ada tiga hal yang mempengaruhi keberhasilan dalam menyusui yaitu ; posisi badan ibu, posisi badan ibu dan bayi dan posisi mulut bayi dan payudara ibu (perlekatan). Dalam penjelasan materi dibantu dengan lembar balik panduan konseling menyusui. Di jelaskan juga tanda – tanda bayi dengan kecukupan ASI diantaranya adalah kenaikan berat badan bayi sesuai dengan kenaikan berat badan minimal (KBM) yang ada di KMS, dilhat dari pipis bayi,bayi yang ASInya cukup buang air kecilnya sehari 5 – 6 kali dengan warna pipis yang jernih dan tidak berbau tajam.
Acara pertemuan ibu hamil kemudian dilanjutkan dengan saling tukar pengalaman sesama ibu hamil, bu Warniti selaku dari Pokja IV PKK menyampaikan bahwa di dusun kecepit masih banyak budaya yang kurang baik terkait dengan kehamilan diantaranya adalah budaya ‘ngasrep’ bagi orang yang baru melahirkan, masyarakat beranggapan dengan ngasrep atau makan makanan yang tidak ada rasanya, luka setelah persalinan akan cepat sembuh dan ketika empat puluh hari akan terlihat cantik, kemudian beliau menjelaskan bahwa dengan ngasrep kebutuhan gizi ibu tidak akan tercukupi sehingga kualitas ASI kurang, ibu kelihatan cantik, sebenarnya bukan cantik melainkan pucat karena kekurangan darah karena asupan gizi yang kurang, untuk itu ibu hamil bisa menyiasatinya dengan makan makanan yang mengandung cukup zat gizinya.
Pertemuan ibu hamil ini diharapkan dapat menjadi suatu cara mendukung terciptanya generasi yang sehat diawali dari perhatian gizi dimasa kehamilan, pemberian inisiasi menyusu dini,pemberian ASI secara eksklusif dan memperhatikan makanan tambahan yang optimal untuk tumbuh kembang bayi dan balita. Sebagai pengingat Mahasiswa KKN membagikan kalender yang berisikan pesan tentang pentingnya pemberian ASI secara eksklusif bagi ibu hamil. Di akhir pertemuan bu – ibu hamil yang hadir sepakat akan berusaha memberikan ASI secara eksklusif untuk menciptakan generasi yang cemerlang bagi kemajuan desa Banjarmulya.

Editor : Abdul Syakur

Ovitrap: Strategi Pemutus Siklus Hidup Vektor Penyakit DBD di Desa Banjarmulya

Banjarmulya, Pemalang (23/1) – Dalam rangka mengantisipasi terjadinya kejadian luar biasa (KLB) DBD di desa Banjarmulya, mahasiswa KKN TIM I Universitas Diponegoro melakukan kegiatan pendampingan kader dalam pemutusan rantai penularan DBD. Kasus demam berdarah dengue merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan di desa Banjarmulya. Hampir setiap tahun kasus demam berdarah dengue terjadi, terlebih lagi pada musim penghujan yang sedang berlangsung saat ini.
Kegiatan dilaksanakan pada saat pertemuan kader di dusun Tamansari, desa Banjarmulya tepatnya pada hari Selasa, 16 Januari 2017 pukul 16.00 WIB. Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi empat sesi yaitu pemberian materi mengenai DBD, pelatihan pembuatan ovitrap, simulasi penggunaan ovitrap dan evaluasi.
Pada sesi pertama dilakukan pemberian materi mengenai penyakit DBD secara umum oleh Dwi Nikmah Lestari yang merupakan salah satu mahasiswi jurusan kesehatan masyarakat. Pada sesi ini, Tari menjelaskan tentang bagaimana transmisi penyakit DBD, tanda dan gejala yang muncul pada penderita DBD, serta berbagai macam tindakan pencegahan penyakit demam berdarah dengue. Melalui sesi ini diharapkan dapat menambah wawasan bagi peserta mengenai penyakit demam berdarah serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya melakukan tindakan pencegahan.
Selanjutnya pada sesi kedua dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan ovitrap. Ovitrap adalah salah satu alat yang digunakan untuk menjebak atau memerangkap telur nyamuk. Penggunaan ovitrap merupakan salah satu teknik pengendalian nyamuk yang ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan kimia. Bahan dan peralatan penyusun ovitrap cukup sederhana dan mudah ditemukan diantaranya yaitu botol plastik bekas, plastik berwarna gelap, lem perekat, kertas saring, label dan gunting.
Pengaplikasian ovitrap cukup sederhana yaitu dengan meletakkan ovitrap di dalam rumah dan diluar rumah. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan adanya telur nyamuk yang terperangkap setelah 3 hari peletakan. Jika dalam ovitrap ditemukan telur, maka telur tersebut dapat langsung dibuang atau dimusnahkan sehingga dapat memutus siklus hidup vektor. Pada sesi ini peserta terlihat sangat antusias dan bersemangat karena peserta dapat langsung mempraktikkan bagaimana membuat ovitrap yang mana belum pernah dilakukan sebelumnya.
Selesai ovitrap berhasil dibuat, masuk ke sesi berikutnya yaitu simulasi survei telur menggunakan ovitrap. Pada sesi ini, para peserta dipandu agar memasang ovitrap tersebut dirumah masing-masing. Setiap peserta membawa dua ovitrap untuk dipasang di dalam dan di luar rumah. Ovitrap diletakkan pada tempat-tempat gelap dan lembab yang berpotensi sebagai tempat perindukan nyamuk seperti kolong meja dekat toilet, sudut ruangan maupun dibawah semak-semak yang ada diluar rumah.
Setelah ovitrap dipasang, langkah selanjutnya adalah monitoring dan evaluasi. Kegiatan monitoring dilakukan dengan memeriksa setiap ovitrap yang dipasang. Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui ovitrap positif telur dan jumlah telur yang terperangkap dalam ovitrap. Kegiatan monitoring dapat dilakukan setelah 3-7 hari pemasangan. Namun dalam program kali ini, monitoring dilaksanakan pada hari kelima, tepatnya pada hari Sabtu (20/1). Dari 8 ovitrap yang dipasang, semuanya tidak ditemukan adanya telur yang terperangkap. Namun hal tersebut tidak menurunkan antusiasme peserta untuk mengikuti hingga sesi terakhir yaitu evaluasi.

Editor : Abdul Syakur

Bantuan Bupati Pemalang kepada Korban Puting Beliung di Desa Bojongnangka

Pemalang, 2 Februari 2018. Hari Selasa, 30 Januari 2018 Desa Bojongnangka Kecamatan Pemalang mendapat kunjungan dari Bupati Pemalang, yaitu  Bapak H. Junaedi, SH,MM. Kunjungan tersebut bertujuan untuk menyapa sekaligus memberikan bantuan kepada korban bencana Puting Beliung yang telah terjadi di Desa Bojongnangka pada akhir tahun 2017 kemarin. Warga yang hadi pada acara tersebut adalah warga Desa Bojongnangka, Desa Bojongbata, Desa Kebondalem dan Desa Tambakrejo. Keempat desa tersebut terkena dampak terjadinya bencana puting beliung, namun yang paling parah terkena dampak puting beliung berada di Desa Bojongnangka. Acara bertempat di Balai Desa Bojongnangka, diawali dengan sambutan Kepala Desa Bojongnangka Bapak Wahmu, SH dilanjutkan dengan Sambutan Bupati Pemalang. Terdapat tiga poin penting yang disampaikan oleh Bapak Bupati, yang pertama adalah diharapkan warga desa khususnya yang terkena bencana puting beliung untuk bangkit kembali dan semangat untuk menjalani kehidupan, yang kedua bantuan yang diberikan dari siapapun itu jadikanlah sebagai motivasi untuk bergerak dan melanjutkan kehidupan dengan sebaik-baiknya, yang terakhir adalah bangkitkan kembali jiwa gotong royong yang sudah pudar. Kemudian, Bapak H. Junaedi, SH,MM memberikan bantuan secara simbolis kepada 10 warga korban bencana puting beliung. Acara berjalan dengan khidmat, lancar dan ditutup dengan doa.Penyerahan bantuan secara simbolis oleh Bupati Pemalang

Editor : Abdul Syakur

Peluncuran Produk “SADEWA” Handsanitizer Desa Sewaka dari Batang Pelepah Pisang


Kamis, 1 Februari 2018 pukul 16.00 WIB, mahasiswa TIM I KKN Undip yang berada di Desa Sewaka, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang meluncurkan produk unggulan desa yang bernama SADEWA. SADEWA merupakan kepanjangan dari handSAnitizer DEsa seWAka. Produk diluncurkan pertama kali di Balai Desa dalam menjalankan program multidisiplin yang diikuti oleh ibu-ibu PKK Desa Sewaka.

Handsanitizer adalah produk kesehatan yang secara instan dapat mematikan kuman tanpa air. Dapat digunakan kapan saja dan dimana saja. Misalnya setelah memegang uang, sebelum makan, setelah dari toilet dan setelah membuang sampah. Karena bakteri dan kuman berada di mana saja. SADEWA (Handsanitizer Desa Sewaka) memiliki kemampuan sebagai antibakteri dalam menghambat hingga membunuh bakteri. SADEWA ini merupakan Handsanitizer yang mulai popular digunakan karena praktik penggunaan yang mudah serta tidak membutuhkan air dan sabun. SADEWA ini menjadi alternative yang nyaman bagi siapa saja yang tidak sempat mencuci tangan dengan sabun dan air. Maka dari itu produk SADEWA memudahkan anda dan keluarga untuk tetap menjaga kebersihan.

Editor : Abdul Syakur

MAHASISWA KKN UNDIP PEDULI PEKAN POSYANDU GUNA TEKAN ANGKA KEMATIAN IBU DAN ANAK DI DESA BODEH

Kegiatan Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan sendiri dari, oleh, untuk dan bersama dalam masyarakat. Posyandu menunjang pembangun kesehatan dengan  memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan masyarakat untuk mengakses pelayanan kesehatan, khususnya untuk membantu menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Ada beberapa kelompok sasaran dari Posyandu di Desa Bodeh, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemarang, yaitu bayi, balita, ibu hamil dan warga lansia. Mahasiswa Tim 1 KKN UNDIP 2018 bertempat di Desa Bodeh, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang membantu kegiatan Posyandu yang dilaksanakan di salah satu rumah warga. Kegiatan Posyandu dilaksanakan sebanyak 4 kali dalam 1 bulan di pos kesehatan desa, dan rumah warga.

Salah satu kegiatan Posyandu di mana mahasisaw KKN Undip ikut berpartisipasi dilaksanakan pada 12 Januari 2018 pukul 08.00 hingga 11.00 WIB. Kegiatan posyandu dimulai dengan pendataan nama balita dan dilanjutkan dengan melakukan penimbangan berat dan tinggi badan oleh petugas Posyandu yaitu para kader PKK Desa Bodeh. Kegiatan Posyandu berjalan ramai lancar diikuti oleh ibu – ibu dengan membawa bayi maupun balita dan lansia. Selain kegiatan rutin Posyandu, mahasiswa KKN memberikan tambahan materi penyuluhan dan peragaan tentang ASI eksklusif, pemberian makanan tambahan, serta pemantauan dan stimulasi tumbuh kembang bayi dan balita.

Kegiatan dilaksanakan dengan baik, lancar dan diikuti oleh Ibu balita dan Lansia. Dengan adanya kegiatan poromosi kesehatan melalui Pposyandu ini diharapkan tingkat kesehatan warga desa Bodeh membaik.

PEDULI KUALITAS KESEHATAN MASYARAKAT, MAHASISWA UNDIP GANDENG IBU-IBU PKK DESA BODEH PRAKTIKKAN EMPAT PILAR GIZI SEIMBANG

Kualitas kesehatan masyarakat merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan sumberdaya manusia. Di Indonesia,  kondisi kesehatan masyarakat belum seperti yang diharapkan, diantaranya,  masih ditemukannya beberapa kasus gizi buruk di masyarakat khusunya pada anak – anak.Walaupun secara kuantitas angka temuan gizi buruk tidak banyak, tetapi sangat mungkin ini adalah suatu fenomena puncak gunung es, yang merupakan representasi bahwa masalah sesungguhnya lebih besar dari temuan angka gizi buruk.

Atas dasar hal tersebut Mahasiswa KKN Undip Tim I / 2018  mencoba menanamkan pengetahuan dan ketrampilan untuk mempraktikkan empat pilar gizi seimbang dengan sasaran ibu-ibu PKK Desa Bodeh. Kegiatan telah dilaksanakan berlokasi di Ruang PKK Balai Desa Bodeh pada tanggal 10 Januari 2018. Sebagai salah satu pilar rumah tangga, seorang ibu memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga secara optimal, karena ibu mempersiapkan makanan di rumah. Dengan demikian, seorang ibu perlu diajarkan tentang  untuk mengenali dan memberi penanganan awal yang praktis dan cepat  terhadap kasus-kasus terkait kesehatan individu dan keluarga.

Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan meliputi perkenalan anggota KKN Tim 1 UNDIP yang selanjutnya diikuti dengan penyampaian materi mengenai Empat Pilar Gizi Seimbang yang masih belum banyak dikenal masyarakat. Empat Pilar Gizi Seimbang merupakan penyempurnaan pedoman lama seperi 4 Sehat 5 Sempurna yang sudah tidak sesuai dengan perkembangan IPTEK. Empat Pilar tersebut adalah 1) mengonsumsi makanan beragam 2) membiasakan perilaku hidup bersih 3) melakukan aktivitas fisik 4) mempertahankan dan memantau berat badan ideal. Kegiatan ini diikuti dengan antuasias oleh ibu – ibu, terbukti dengan adanya feedback beberapa pertanyaan. Diharapkan kegiatan tersebut dapat dilanjutkan dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat di Desa Bodeh khususnya kalangan ibu – ibu.

 

KEDATANGAN KKN UNDIP TIM I DI DESA PATEMON

KEDATANGAN KKN UNDIP TIM I DI DESA PATEMON

KKN TIM 1 UNDIP. Desa Patemon, Kecamatan Tengaran

Periode 3 s.d. 7 Januari 2018

Rabu, 3 Januari 2018, Tim I KKN Undip tahun 2018 mengadakan Upacara Pemberangkatan ke desa masing-masing sesuai yang telah ditentukan oleh LPPM.  Upacara dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Yos Johan Utama, SH. M.HUM. Pada periode ini, para mahasiswa diberangkatkan menggunakan bus yang telah disediakan oleh P2KKN Undip pada pukul 14.00. TIM I KKN Undip tiba di Kecamatan Tengaran  Pukul 16.00 WIB dan langsung disambut dengan upacara penyambutan yang diadakan di kantor Kecamatan dan dipimpin langsung oleh Bapak Camat yakni Drs. Sigit Suripno. Dengan upacara penerimaan di Kecamatan Tengaran, maka mahasiswa Tim I KKN Undip resmi diterima oleh kecamatan dansiap untuk melaksanakan program kerja di desa masing-masing guna pengabdian terhadap warga desa.

Pada hari Kamis, 4 Januari 2018, mahasiswa melaksanakan upacara penerimaan peserta KKN Tim I 2018oleh Bupati Semarang, Dr.H.Mundjirin ES, Sp.OG. diRumah Dinas Bupati Semarang, Kabupaten Semarang. Setelah itu, peserta KKN Tim I Desa Patemon mengadakan survey ke beberapa tempat di sekitar Desa Patemon sebagai kegiatan pengenal daerah Desa Patemon.

Pada hari Jum’at, 5 Januari 2018, Mahasiswa KKN Tim I Desa Patemon mengunjungi Balai Desa Patemon untuk silaturahmi dan berkenalan dengan perangkat – perangkat Desa Patemon. Disini mahasiswa berdiskusi mengenai permasalahan – permasalahan di Desa Patemon. (foto di baldes). Kemudian sore harinya, sekitar Pukul 15.00 WIB Mahasiswa bersama Kepada Desa dan Kader Posyandu pergi ke Banyumuli, Ambarawa, di kegiatan ini Kader Posyandu membahas mengenai kesehatan bagi balita. (foto di banyumuli dan foto ibu2 lg kumpul2)

Sabtu, 6 Januari 2018, Mahasiswa mendatangi SD Negeri yang ada di Patemon. Jumlah SD Negeri yang ada di Patemon ada 2, yaitu SD 1 Patemon dan SD 2 Patemon. Guru dan murid di SD Patemon sangat antusias akan kedatangan Mahasiswa KKN dan sangat menyambut dengan baik. Rencana mahasiswa KKN adalah untuk mengadakan program sosial untuk anak SD dengan program bermain sambal belajar. Kegiatan selanjutnya adalah mengunjungi rumah ketua Karang Taruna untuk perkenalan mahasiswa KKN dan membicarakan program-program untuk Desa Patemon yang akan dibantu oleh Karang Taruna setempat. Untuk mengisi waktu, mahasiswa KKN mengunjungi rumah kepala dusun untuk silahturahmi dan berdiskusi tentang dusun tersebut.

Minggu, 7 Januari 2018, Mahasiswa dan warga Dusun Nalan Desa Patemon melaksanakan kegiatan kerja bakti Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Pukul 07.00-10.00 WIB. Kegiatan kerja bakti ini untuk membuat selokan sebagai saluran air di Dusun Nalan. Antusias warga cukup tinggi akan bantuan dari mahasiswa KKN dan mengharapkan bantuan program selanjutnya.

VBA Excel Solusi Praktis Penginputan Data

Muncang , Sabtu (20/01/018) –Tim I KKN Universitas Diponegoro melaksanakan berbagai  program monodisiplin maupun multidisiplin dengan sasaran masyarakat dan perangkat desa. Salah satu diantaranya program yang dilaksanakan oleh  mahasiswa anggota Tim KKN di Desa Muncang yang bernama Kharisma Alifyanda, yang bertema “Pelatihan Pembuatan Program VBA (Visual Basic Application) MS Excel untuk Membuat Kotak Dialog Pemasukan Data.”.

Image and video hosting by TinyPic
(Gambar 1. Sosialisasi kepada perangkat desa Muncang)

Program monodisiplin ini Alifyanda karena proses input dan analisis data oleh perangkat desa masih dilakukan secara manual, sehinnga berjalan lambat dengan akurasi kurang maksimal. Dengan melatih perangkat desa menggunakan VBA  MS  Excel maka proses input dan analisis data lebih mudah, cepat, dan akurat. Keuntungan lain dari  VBA MS Excel adalah penginputan data kedalam form dilakukan secara offline dan tidak memerlukan koneksi internet.

Kegiatan terdiri dari tiga tahap. Tahap pertama yaitu pengenalan atau sosialisasi program VBA MS Excell dengan menjelaskan fungsi dan manfaatnya. Tahap kedua adalah demonstrasi pendataan kependudukan desa Muncang. Tahap ketiga berupa pelatihan pembuatan progran VBA MS. Excel kepada perangkat desa.

Wawan, perangkat Desa Muncang bagian kependudukan menuturkan bahwa dengan dilaksanakannya program ini sangat memudahkan dan menghemat waktu dalam pemasukan data kependudukan. Jika terjadi perubahan data tiap orang pun lebih mudah dilakukukan penyesuaian dilakukan tanpa membuang waktu.
Image and video hosting by TinyPic
(Gambar 2. Pelatihan pembuatan VBA Ms. Excel kepada perangkat desa)

Pawarta : Kharisma Alifyanda

Editor : Helmia Farida