Home » Jenis KKN UNDIP

Category Archives: Jenis KKN UNDIP

Kopi Stlerep, Produk Andalan Desa Purwosari, Kecamatan Wonoboyo, Kabupaten Temanggung

DSC-0024
Senin (15/01/2019) – Sore yang cerah, saat itu sedang turun hujan. Kelima Mahasiswa KKN yang ditempatkan di Desa Purwosari, Kecamatan Wonoboyo, Kabupaten Temanggung berkunjung ke salah satu rumah produksi kopi yang terkenal se-Temanggung bernama Kopi Stlerep. Bapak Supriyono pemilik rumah produksi tersebut memulai usahanya sejak tahun 2015, sedangkan nama Stlerep diambil dari nama perbukitan di daerah temanggung dekat dengan rumahnya.

DSC-0016

Awal mulanya, Bapak Supriyono tidak pernah terpikiran akan membuka usaha Kopi, hanya berdasar pada keyakinan tentang “the power of kepepet” akhirnya Pak Supriyono berani mendirikan usaha kopi yang tidak disangka-sangka akan terkenal hingga mampu mengirim produknya hingga ke luar jawa. Biji Kopi yang digunakan berasal dari petani kopi di daerah Temanggung dan sekitarnya serta mesin produksinya pun dibuat sendiri. Hal itu diyakini dapat mengangkat nilai ekonomi masyarakat setempat, bahkan para pegawainya juga berasal dari penduduk sekitar tempat rumah produksi milik Pak Supriyono.

Kopi Stlerep sudah sering masuk media seperti koran, majalah hingga diliput oleh stasiun tv nasional. Kopi Stlerep memproduksi jenis kopi seperti Arabica dan Robusta. Namun, yang paling khas dan membedakan Kopi Stlerep dengan yang lain yaitu jenis kopi yang dinamai Kopi Lanang. Kata beliau, kopi ini dari biji kopi yang berkeping satu dan memiliki rasa asam kopi yang cukup tajam. Saat mahasiswa KKN berkunjung, beliau menunjukkan cara segelas kopi panas langsung dari biji kopi yang telah di-roasting dan digiling menggunakan alat yang sederhana, rasanya pun memang beda karena biji kopi yang digunakan juga masih segar.

DSC-0030

Pak Supriyono bercerita bahwa beliau memiliki impian ingin memasarkan produknya hingga ke luar negeri. Impian yang tentu tidak mudah mengingatkan hasil produksi kopi dari kebun kopi milik petani kopi di daerah Temanggung yang belum memenuhi, namun juga tidak sulit karena beliau diusianya yang mungkin semakin bertambah masih semangat untuk menunjukkan bahwa Kopi Asli Indonesia tidak kalah dengan Kopi Luar Negeri.

Rasa Nyaman dari Masyarakat Desa Purwosari, Kecamatan Wonoboyo, Kabupaten Temanggung

Selasa (08/01/2019) – Mahasiswa KKN Tim 1 tahun 2019 sebanyak 76 orang berangkat menuju tempat lokasi pengabdian yaitu di Kecamatan Wonoboyo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Selama 42 hari Mahasiswa Undip akan beradaptasi, bercengkrama, bersosialisasi dan beraktivitas bersama dengan masyarkat sembari mengabdikan diri di 13 Desa yang ada Kecamatan Wonoboyo, Kabupaten Temanggung. Salah satunya yaitu Desa Purwosari yang terdiri dari 6 dusun (karanganyar, sembir, senet, gilangan jurang, gilangan gunung dan batur), 5 orang mahasiswa di tempatkan untuk belajar bersama tentang kehidupan bermasyarakat.

Rabu (09/01/2019) – 5 Mahasiswa KKN melakukan survey ke Kantor Balai Desa Purwosari pukul 11.00 WIB, saat datang ternyata seluruh perangkat desa telah menunggu dan menyambut kami dengan senyuman selalu terpancar dari wajah masyarakat desa. Duduk bersama, berbincang dan tertawa membahas tentang budaya, tradisi, keunikan, keunggulan hinggga permasalahan yang ada di Desa Purwosari selagi menyeruput secangkir teh yang masih panas. Tetapi, sebelum ke kantor balai desa mahasiswa KKN sempat diajak ke tempat kediaman Ibu Lurah untuk mengikuti kegiatan rutin Posyandu.

Selama seminggu kedepan sejak hari rabu tanggal 9 januari sampai selasa tanggal 15 januari, mahasiswa KKN full melakukan kegiatan survey ke 6 dusun dan lokasi potensi wisata dari pagi hingga malam. Potensi wisata Desa Purwosari antara lain yaitu, wisata religi (2 makam ziarah), wisata alam (curug kepyur dan bukit sigandul) dan wisata kulier yang terkenal sampai luar jawa – kopi stlerep. Berkunjung ke setiap rumah kepala dusun, mengenal keluarga dan kebiasaan sehari-hari mereka. Ketika lewat di jalan pun, ada satu kalimat yang sering diucapkan oleh masyarakat setempat yang saat ini sudah jarang ditemukan di daerah perkotaan yaitu “monggo pinarak mas, mba.” – artinya “mari silahkan mampir mas, mba”.

Tradisi tersebut mengisyaratkan kalau masyarakat setempat ingin memberikan rasa nyaman bagi tetangga maupun orang pendatang seperti mahasiswa KKN. Satu hal yang dipelajari yaitu, selama disana mahasiswa KKN berbuat baik, memberikan senyum, salam, sapa maka, akan dibalas dengan kebaikan pula oleh masyarakat Desa Purwosari, Kecamatan Wonoboyo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

PKK Guyub Rukun Gayeng Tentrem Desa Purwosari, Kecamatan Wonoboyo, Kabupaten Temanggung

DSC-0095

Minggu (20/01/2019) – Sore hari yang cerah di Desa Purwosari, kelima Mahasiswa KKN bersiap-siap berangkat ke rumah salah satu perangkat desa untuk menghadiri acara Selapanan PKK. Semangat pun masih terus dibawa oleh kelima Mahasiswa tersebut, karena ini untuk ketiga kalinya diundang untuk mengikuti rutinitas mereka.

DSC-0034

Slapanan PKK adalah kegiatan khas tiap desa yang diadakan 35 hari sekali, dihadiri oleh perwakilan PKK tiap dusun guna membahas segala sesuatu yang bakal dilakukan kedepannya, membahas masalah-masalah yang terjadi dan bagaimana solusinya. Ibu PKK sangat ramah menyambutkan kehadiran mahasiswa KKN, tanpa rasa sungkan mahasiswa KKN pun diberi waktu untuk memperkenalkan diri. Sungguh pengalaman yang luar biasa tentunya bagi mahasiswa yang mungkin lebih sering menghabiskan waktunya untuk belajar di kelas atau di kost.

DSC-0087

Mengikuti Posyandu yang emang lagi gencar-gencarnya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan keluarga. Mulai dari penimbangan balita, imunisasi, kelas ibu hamil dan pengobatan murah dilakukan oleh posyandu bekerjasama dengan kader-kader wanita di desa Purwosari

Belajar Bermain Bersama Siswa-Siswi Desa Purwosari, Kecamatan Wonoboyo, Kabupaten Temanggung

DSC-0070

Senin (21/01/2019) – Siang hari yang terik namun sejuk, kelima mahasiswa KKN di Desa Purwosari, Kecamatan Wonoboyo, Kabupaten Temanggung berkesmpatan untuk mengunjungi salah satu Sekolah Dasar yang terletak di Dusun Gilangan Jurang, lebih tepatnya di SD Purwosari 1 dan 2. Tanpa berlama-lama kelima mahasiswa KKN masuk ke ruang guru untuk menyapa para tenaga pengajar yang ada dan siswa-siswi disana pada berkumpul karena penasaran dengan kelima mahasiswa yang datang.

DSC-0136

Namun, kalau dilihat-lihat, untuk Sekolah Dasar yang cukup besar di Desa Purwosari, tenaga pendidik nya tidaklah banyak. Bagaimanapun anak-anak di Desa Purwosari butuh sekali pendidikan formal agar nanti jika mereka besar dapat membantu perekonomian keluarga bahkan memajukan desa tempat tinggalnya. Maka dari itu, kelima mahasiswa tersebut diberi kesempatan untuk membantu pekerjaan para guru untuk mengajari murid-murid, terutama pelajaran tentang pramuka.

DSC-0158

Pramuka = Praja Muda Karana, salah satu pendidikan penting untuk membantu perkembangan fisik sampai psikomotrik dari anak-anak. Berisi permain permainan yang harus diselesaikan dengan kebersamaan dan kecerdasan. Bermain bersama murid-murid SD membuat kelima Mahasiswa harus mengeluarkan energi extra, sebab mereka sangat aktif. Mulai dari pelajaran baris berbaris, sandi-sandi, tali-temali dan permainan bola. Semua dilakukan dengan hati senang riang gembira

Kerja Bakti Ala Masyarakat Desa Purwosari, Kecamatan Wonoboyo, Kabupaten Temanggung

DSC-0014

Selasa (29/01/2019) – Pagi yang cerah dan hangat menemani kelima mahasiswa KKN di Desa Purwosari dalam menjalani aktivitas. Hari itu cukup padat, mengingat ada 2 kegiatan yang berlangsung, pertama ada kegiatan kerja bakti yang di sekitar posko dan kedua kegiatan musyawarah di kecamatan. Akhirnya mau tidak mau, harus dapat membagi waktu, laki-laki ikut kerja bakti sedangkan yang perempuan ikut musyawarah di kecamatan agar keduanya sama-sama tidak ada yang terlewatkan.

DSC-0024

Kerja bakti dimulai pukul 08.00 WIB bertempat disamping dan belakang posko KKN Desa Purwosari, diikuti oleh seluruh perangkat desa dan warga sekitar serta ketiga laki-laki dari mahasiswa KKN. Kegiatan yang dilakukan yaitu mengeruk tanah untuk dimasukkan ke dalam bak kolam yang nantinya akan dijadikan tempat beternak. Baik yang tua dan muda bersama sama saling gotong royong, ada yang mengeruk tanah dengan cangkul, ada yang mengangkut tanahnya menggunakan gerobak dan lain-lain.

DSC-0032

Namun, uniknya disini warga tidak canggung dalam berinteraksi walaupun perbedaan umur yang cukup jauh. Mereka bekerja dengan nyaman dan senang, tidak nampak ekspresi paksaan atau tertekan. Ketiga mahasiswa KKN pun juga merasa menjadi bagian dari masyarakat, saling melempar senyum, bercanda tertawa dan berbagi pengalaman

KKN Undip Tim I TA 2018/2019, Dari Kecamatan Groboan untuk Indonesia

kkn1
Kuliah kerja Nyata Universitas Diponegoro merupakan suatu bentuk kegiatan yang memadukan Dharma pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dalam suatu kegiatan. Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata di Universitas Diponegoro dilakukaan selama 45 hari. Tempat pelaksanaan Tim 1 Tahun  2019 tersebar pada sepuluh kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yaitu Kabupaten Temanggung, Semarang, Jepara, Pati, Kendal, Grobogan, pekalongan, Pemalang, Batang, Rembang. Grobogan terbagi menjadi 3 kecamatan salah satunya yaitu kecamatan Grobog

Upacara pelepasan KKN Universitas Diponegoro Tim 1 tahun akademik 2018/2019 dilaksanakan hari senin 7 januari 2019. Tim 1 KKN UNDIP tahun 2019 untuk Kecamatan Grobogan diberangkat pada hari senin 7 januari 2019 pukul 09.30 WIB dan sampai Dikantor kecamatan Pukul 11.30 WIB. Acara Penerimaan Mahasiswa Tim 1 KKN Undip 2019 Kecamatan Grobogan dilaksanakan di ruang Aula Kantor Kecamatan Grobogan yang dihadiri oleh kepala kecamatan Grobogan, Komando rayon militer, kepala polsek Grobogan, dan perwakilan dari setiap desa dikecamatan Grobogan. Selesai acara penerimaan semua tim KKN UNDIP 2019 menuju ke desa masing-masing bersama perwakilan dari setiap desa.

Kecamatan Grobogan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Grobogan yang mempunyai sejarah khusus terbentuknya kabupaten groboan. Kecamatan Grobogan mempunyai Luas wilayah 104,556 Km². Kecamatan Grobogan mempunyai 12 Desa yaitu desa Rejosari, karangrejo, Teguhan,Kelurahan Grobogan, Tanggungharjo, Sumber jati pohon, Sedayu, Ngabenrejo, Getasrejo, Putatsari, Lebak, dan Lebengjumuk.  Selama 1 minggu pertama Mahasiswa KKN UNDIP Tahun 2019 telah melaksanakan kegiatan  survey untuk melihat masalah dan potensi yang ada di kecamatan Grobogan

Potensi yang terdapat di desa-desa yang ada di Kecamatan Grobogan terdiri dari berbagai sektor, namun secara keseluruhan sektor yang paling unggul di setiap desa memiliki adalah sektor pertanian. Potensi di sektor pertanian disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya mayoritas lahan yang ada di Kecamatan Grobogan merupakan lahan peruntukan pertanian dengan mayoritas masyarakat Kecamatan Grobogan bekerja sebagai petani. Hal tersebut, mendorong keunggulan sektor pertanian.

Luas Areal Intensifikasi Padi Menurut Jenis Intensifikasi

Musim Tanam 2017 ( Hektar )

kkn2
kkn3

Desa Sumber Jatipohon merupakan salah satu desa yang memiliki sektor unggulan yang potensial untuk dikembangkan, yaitu sektor pariwisata. Sektor pariwisata di desa ini, yaitu Puncak Lamping menjadi percontohan bagi desa-desa di Kecamatan Grobogan. Desa Sumber Jatipohon yang merupakan 1 dari 3 desa yang berada di dataran tinggi di Kecamatan Grobogan menjadikan pariwisata Puncak Lamping potensial untuk dikembangkan.
kkn4

Selain Desa Sumber Jatipohon, terdapat keunggulan di desa lain, seperti Desa Ngabenrejo yang memiliki potensi usaha mebel.Usaha mebel di Desa Ngabenrejo saat ini sedang lesu akibat kalah saing dengan produk mebel Jepara yang terkenal lebih murah dan memiliki kekhasan tersendiri.
kkn5
Desa lainnya yang memiliki potensi yang dapat diunggulkan, yaitu Kelurahan Grobogan dengan tradisi Boyong Grobog yang dilakukan setiap tahunnya di Bulan Maret. Tradisi Boyong Grobog sangat berkaitan erat dengan asal-usul Kabupaten Grobogan.
kkn6
Desa lainnya yang memiliki potensi adalah Desa Tanggungharjo dengan potensi berupa embung. Embung yang ada di desa ini mampu menjadi daya tarik wisata, sehingga mengangkat nama desa ini.
kkn7
Selanjutnya Desa Getasrejo, yang memiliki potensi pengembangan pariwisata melalui 5 pilar wisata yaitu Batik Pajale, wisata kolam air, wisata agrikultural, peternakan, pemerahan dan pengolahan susu, industri tahu dan tempe, serta pasar desa.
kkn8

Tim KKN UNDIP 2018/2019 Kec. Groboan

Pembuatan Sabun dari Minyak Sisa Penggorengan dengan Metode Penjernihan menggunakan Arang Kayu di Desa Kesesirejo

KKN Undip 2019 TIM 1, Desa Kesesirejo – Minyak jelantah merupakan minyak yg dihasilkan lebih dari dua atau  tiga kali penggorengan. Masyarakat desa kesesirejo, terutama ibu-ibu sangat minim pengetahuan akan bahaya penggunaan minyak sisa penggorengan (minyak jelantah) yang digunakan secara berulang kali.

Hampir semua ibu rumah tangga menggunakan minyak goreng hmpir 5 sampai 6 kali penggorengan . Apabila digunakan berulang kali, minyak jelantah sangat berbahaya bagi kesehatan seperti dapat menyebabkan kanker, tenggorokan gatal, dan penyakit lainnya. Dalam sebuah penelitian di Cina,Asap hasil penggorengan ketika terhirup juga lama kelamaan dapat menyebabkan kanker paru-paru.

Limbah minyak tidak dapat dibuang sembarangan dilingkungan karena dapat merusak kesubuan tanah. Nah, bagaimana solusinya? Minyak jelantah dapat diubah menjadi bahan bakar bio solar. Selain itu juga dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan sabun.

Pemanfaatan minyak jelantahmenjadi  sabun
Pemanfaatan minyak jelantahmenjadi sabun

Bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan sabun dari minyak jelantah sangat mudah. Sebelum dibuat menjadi bahan dasar sabun, minyak jelantah harus dimurnikan terlebih dahulu untuk menghilangkan sisa gorengan, menghilangkan bau , serta warna keruh dari minyak jelantah.

Bahan yang digunakan untuk memurnikan minyak sisa penggorengan (jelantah) yaitu arang kayu. Arang kayu digunakan karena mudah ditemukan di desa kesesirejo. Minyak jelantah dimurnikan dengan cara menghaluskan arang sampai menjadi serbuk kemudian dimasukkan ke dalam minyak jelantah , di campur dan di endapkan selama semalaman. Setelah itu minyak jelantah tsb disaring menggunakan kertas saring, sehingga minyak jelantah menjadi lebih baik dari sebelumnya , tanpa bau dan lebih jernih. Minyak yg telah dimurnikan tadi dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan sabun. Bahan pembuatan sabun meliputi NaOH (soda api), pewarna makanan , serta bibit parfum. Minyak jelantah yang sudah murni, dicampur dengan larutan NaOH dengan perbandingan 1 : 1. Pada segelas air, dimasukkan 3 sdm NaoH.

NaOH atau soda api dapat ditemukan di toko bangunan maupun toko kue. Setelah minyak jelantah dicampur dengan larutan NaOH, bahan diaduk selama kurang lebih 30 menit sampai berubah warna menjadi keputihan dan mengental. Bahan yang telah telah diaduk kemudian di beri tambahan perwarna makanan serta bibit parfum. Bibit parfum dapat diganti dengan minyak zaitun. Setelah semua bahan dicampur, cetak bahan dan di diamkan selama semalam untuk proses pengerasan. Atau dapat juga di simpan dalam lemari es supaya memercepat proses pengeringan. Sabun yang telah mengering dikemudian di simpan kedalam plastik dalam beberapa hari yang disebut dengan proses saponifikasi (proses penyabunan). sabun yang digunakan lebih aman dan murah dibanding dengan sabun dipasaran. Setelah di pakai untuk mencuci tangan, tangan menjadi lebih keset dan bersih.

Selain menanggulangi dampak negatif dari limbah minyak sisa penggorengan, sabun yang berasal dari minyak jelantah ini juga dapat digunakan untuk meningkatkan perekonomian ibu rumah tangga di desa kesesirejo apabila digunakan untuk home industry.

Siswa-siswi SD di Kesesirejo Membuat Maket

Bodeh, Tim 1 KKN UNDIP Desa Kesesirejo – Untuk meningkatkan minat pelajar sekolah dasar di Desa Kesesirejo dalam mengejar tingkat pendidikan yang lebih tinggi, salah satu mahasiswa TIM 1 KKN Undip Desa Kesesirejo berinisiatif untuk mengajarkan bagaimana caranya membuat maket.

 

Selaku kepala sekolah SDN 02 Kesesirejo, Biyana menerima usulan kegiatan pelatihan maket dengan terbuka dan berharap dengan adanya pelatihan maket ini dapat meningkatkan minat siswa siswi SDN 02 Kesesirrejo untuk mengenyam pendidikan yang lebih jauh lagi karena kesadaran masyarakat di Desa Kesesirejo ini akan pentingnya pendiidkan masih rendah.

 

Pelaksanaan pelatihan pembuatan maket disambut antusias oleh siswa siswi kelas 5 SDN 02 Kesesirejo. Maket yang dibuat merupakan model dari tenda perkemahan dengan kelengkapannya seperti kursi lipat dan kotak es. Hal ini dilakukan agar anak-anak dapat membayangkan bagaimana suasana liburan di alam. Setelah dilakukannya pelatihan maket terlihat beberapa anak yang membuat maket dengan hasil memuaskan. Antusiasme siswa siswi kelas 5 sd juga dapat dilihat pada saat sesi pelatihan telah selesai. Siswa siswi kelas 5 membawa pulang maketnya dengan senang hati dan menjaga maketnya agar tidak hancur terkena benturan.

Amar, salah satu siswa yang belajar membuat maket mengatakan, bahwa kegiatan ini sangat menyenangkan. Ia terlihat sangat menikmati saat menggunting, melipat dan merekatkan setiap potongan kertas tersebut. Menurut Amar, kegiatan ini selain meningkatkan kreatifitas, juga melatih kerapian, ketelitian dan kesabaran. Sebab untuk membuat maket terlihat rapi dibutuhkan kesabaran agar potongan kertas tetap mengikuti garis petunjuk yang ada.

Mutiara, mahasiswi Tim KKN 1 Undip sebagai pencetus kegiatan ini mengatakan, bahwa kegiatan ini selain sederhana, berbiaya murah, bermanfaat, juga sangat efektif untuk mengenal lebih dekat siswa-siswi SD. Ia berharap, dengan mengenal dekat siswa-siswi SD, maka akan lebih mudah pula meningkatkan semangat belajar dan keinginan sekolah anak-anak Kesesirejo.111394 111383

Mahasiswa Undip Paparkan Gagasan Pengembangan BUMDES “Rejo Makmur” Desa Kesesirejo

BODEH, Tim 1 KKN UNDIP Desa Kesesirejo – Tim KKN 1 UNDIP yang ditugaskan di Desa Kesesirejo memaparkan gagasan pengembangan BUMDES “Rejo Makmur” Desa Kesesirejo. Leony, salah satu mahasiswa yang tergabung dalam tim KKN mengatakan, bahwa gagasan ini timbul saat tim KKN melakukan survey pada minggu pertama KKN.

Waluyo, Kepala Urusan Pemerintahan Desa Kesesirejo saat itu menyatakan, bahwa Desa Kesesirejo memang sudah memiliki BUMDES yang bergerak di bidang simpan pinjam. Hanya saja, pengelolaan BUMDES ini belum berjalan maksimal sehingga BUMDES pun belum memberi kontribusi yang besar bagi perekonomian Desa Kesesirejo.

Imam Khodir, Kepala Desa Kesesirejo juga menyatakan keinginannya untuk mengembangkan BUMDES Rejo Makmur salah satunya dengan perombakan kepengurusan BUMDES. Ia menilai, pengelola BUMDES sudah bekerja dengan baik, hanya saja masih perlu dioptimalkan.

Untuk itu BPD dan Pemerintah Desa Kesesirejo mengadakan Rapat BUMDES pada Sabtu (19/01/2019) yang dihadiri oleh pelaksana operasional BUMDES, pengawas, penasehat, pemerintah desa serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Rapat ini bertujuan sebagai forum pertanggungjawaban pelaksana operasional BUMDES dan perombakan struktur BUMDES.

Pada kesempatan ini, tim KKN UNDIP diberi kesempatan untuk memaparkan gagasan yang dimiliki sebagai solusi dari permasalahan yang dialami BUMDES Rejo Makmur. Tim KKN memberi gagasan, bahwa pengoptimalan BUMDES tidak hanya berkaitan dengan perombakan kepengurusan semata, melainkan dapat dilakukan pengembangan jenis bidang usaha sesuai potensi Kesesirejo, serta memperkenalkan program-program yang dimiliki pemerintah dan BUMN terkait permodalan BUMDES.

Tim KKN berharap, gagasan yang dipaparkan ini dapat menjadi titik cerah dari pengembangan BUMDES Rejo Makmur agar nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan Desa Kesesirejo dan ekonomi desa.

Ikuti Lomba Memasak Tanpa Beras Desa Mlatiharjo Cipatakan Makanan Lezat dari Singkong dan Jagung

DESA MLATIHARJO, KECAMATAN PATEAN 04/02/2019 Tim KKN UNDIP Desa Mlatiharjo ikut serta dalam kegiatan memasak tanpa beras yang diselengarakan oleh EXPO SMK 6 Kendal. Terdapat 5 tim dari Desa Mlatiharjo yang mengikuti lomba tersebut. Tujuan dari kegiatan ini yaitu agar ibu-ibu dapat berkreasi menciptakan makanan selain beras dengan mengkreasikan potensi umbi-umbian dan jagung di desa masing-masing. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menjalin silatuhrahmi antar desa.

(more…)