Home » Jenis KKN UNDIP

Category Archives: Jenis KKN UNDIP

Agenda Kegiatan

June 2018
M T W T F S S
« May    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Kegiatan yang akan datang

There are no events.

ROSIPAH Si Anti Sampah

Sukorejo (8/2) – Rabu, 8 Februari 2018 bertempat di Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Tim 1 KKN UNDIP berkunjung ke SD Negeri 3 Sukorejo untuk melakukan serangkaian kegiatan salah satunya adalah mengasah kreativitas siswa siswi untuk memanfaatkan sampah untuk menjadi sebuah teknologi roket air. Tim KKN UNDIP Desa Sukorejo memilih SD Negeri 3 karena sekolah ini terletak jauh didalam Dusun Ngrancah yang belum pernah di isi oleh kakak-kakak KKN UNDIP sebelumnya.


Antusiasme siswa sangat besar dalam membuat ROSIPAH (ROket penguSIr samPAH) hal ini terlihat saat adik adik sekolah dasar diajak membuat roket bersama-sama. Rosipah sendiri terbuat dari botol aqua 1,5 liter dan potongan kardus yang digunakan sebagai sayap dari roket ini sendiri. Kemudian batu yang digunakan sebagai pemberat pada ujung mulut roket.

Setelah roket selesai dibuat roket diterbangkan menggunakan bantuan pompa sepeda dan diisi air didalamnya. Anak-anak merasa senangdan sangat antusias untuk saling berlomba-lomba menerbangkan roket.

Review by Satriyo

JUMANTIK : Sukorejo Bebas Jentik

Sukorejo – Sabtu, 3 Februari 2018 Tim I Universitas Diponegoro Semarang Desa Sukorejo dari jurusan Kesehatan Masyarakat sebagai pelaksana program mono disiplin yaitu Wildan Nur Aiman mengajak ibu ibu PKK untuk menjadi Jumantik (Juru Pemantau Jentik) Desa Sukorejo. Menurut Ketua PKK Desa Sukorejo ibu Raharjo, banyaknya terjangkit demam berdarah (DBD) dikarenakan faktor lingkungan setempat maupun penyakit bawaan dari luar daerah desa Sukorejo. Kasus demam berdarah (DBD) mengalami peningkatan di sejumlah dusun karena kondisi cuaca.

Dengan informasi tersebut program untuk pengkaderan jumantik di Desa Sukorejo. Peran serta masyarakat dan kerja sama dengan perangkat desa sangat dibutuhkan agar penyakit DBD dapat diberantas. Program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dapat dilakukan melalui gerakan Juru Pemantau Jentik (Jumantik) yang beranggotakan masyarakat yang dilatih oleh pembicara dan Puskesmas setempat untuk memantau keberadaan dan perkembangan jentik nyamuk guna mengendalikan penyakit DBD di suatu daerah melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus, yaitu: Menguras bak mandi, Menutup tempat penampungan air, Memanfaatkan barang bekas, Plus cegah gigitan nyamuk. Tapi sayangnya kegiatan jumantik tidak ditemukan kembali dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat dan sumber tenaga yang ada.

Dari beberapa rumah yang telah di lakukan pemeriksaan masih banyak warga yang membiarkan adanya jentik jentik nyamuk beradaa di bak mandi rumah mereka. Ketua PKK Desa Sukorejo Ibu Raharjo, sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Tim KKN, menurut beliau “Dengan adanya program kegiatan ini, semoga warga desa bisa menjadi lebih peduli terhadap lingkungan dan kebersihan setempat dan juga mengurangi resiko dari penyakit demam berdarah.”

Review by Satriyo

Desa Tlogomulyo Temanggung merasa senang menjadi petani Holticultura

Pada hari Sabtu, 6 Januari 2018 , tim KKN Undip  mengunjungi lahan hortikultura warga Dusun Gelangan,Desa Togomulyo.Warga Dusun Gelangan yang lebih memilih menanam tanaman hortikultura dibandingkan tembakau  , Hal ini dikarenakan tembakau lebih banyak mengandung permainan dalam jual beli sehingga kurang menguntungkan bagi petani. Jenis yang ditanam mereka seperti  tanaman cabai ,  tomat ,  terong ,  mentimun dan kacang panjang. Semua tanaman hortikultura ditanam di tegalan . Semangat wwarga tersebut terkait dengan kenyamanan pada jual beli tanaman yang dilakukan lelang dari kelompok tani , dengan syarat siapa yang menawarkan dengan harga tinggi ,merekalah yang dapat dengan pembayaran kontan , walaupun ada kelompok tani yang menawarkan dengan harga tinggi namun pembayaran tidak kontan , pemilik tananaman panen hortikultura tidak akan memberikannya .

Secara teknis tanam untuk semua tanaman hortikultura , tanah ditutup dengan plastik  polybag untuk melindungi dari tanaman pengganggu seperti rumput liar  . Untuk tanaman cabai , masalah yang dihadapi yaitu hama daun yang dapat mengganggu aktivitas fotosintesis tumbuhan tersebut.Tanaman cabai panen setiap 105 hari sekali .Sehingga bisa dapat menggagalkan panen . Untuk tanaman tomat ,perawatannya lebih mudah dibandingkan dengan tanaman hortikultura lainnya  . Tanaman tomat panen setiap 3 hari sekali. Tomat dapat dijual tiap kg sebesar Rp 2500,- .Setiap lahan dapat panen hingga mencapai puluhan kwintal.Masalah yang dihadapi tanaman tomat sama seperti tanaman cabai yaitu hama wereng daun .

Untuk tanaman kacang panjang , tanaman terong dan tanaman mentimun masalah yang dihadapi sama yaitu rumput liar dan hama wereng daun . Petani menanam hortikultura lebih menguntungkan dibandingkan menanam tanaman tembakau .Dengan menanam tanaman hortikultura dapat dijadikan sambilan setelah bekerja. Hasil panen yang dihasilkan cukup menguntungkan dan kerkelanjutan untuk kehidupan sehari hari mereka.  Oleh karena itu , warga Dusun Gelangan lebih memilih sebagai petani hortikultura. Praktek ini patut dijadikan contoh desa lain yang fanatik dengan komoditas tembakau saja, khususnya dalam hal ketahanan pangan

panen hasill holticultura desa tlogomulyo

Malam Jumat Berfaedah: Warga Antusias Memahami K3 dan P3K

pagergunungPagergunung (18/01/2018), suasana malam Jumat di Desa Pagergunung tepatnya Dusun Sokokarang tak seperti malam Jumat biasanya. Malam Jumat yang biasa diisi dengan kegiatan tahlilan bapak-bapak dan diskusi dengan para pengurus  RT di Dusun Sokokarang ini diramaikan dengan kehadiran 7 mahasiswa KKN Undip. Tak hanya mengikuti kegiatan tahlilan, para mahasiswa ini turut berbagi ilmu kepada warga Dusun Sokokarang khususnya bapak-bapak sebagai pekerja tambang galian pasir maupun petani mengenai Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K). Warga terlihat antusias memahami materi yang disampaikan. Disini mahasiswa memaparkan risiko yang mungkin terjadi saat bekerja di tambang galian dan mengajak para pekerja untuk menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) saat bekerja seperti helm, sarung tagan dan sepatu boots. Selain itu mahasiswa juga memaparkan bahaya penyakit ISPA yang banyak terjadi di Desa Pagergunung dan mengajak warga turut berpartisipasi dalam pencegahan ISPA dengan pemakaian masker bagi pekerja. Cara pemakaian masker pun dipraktekkan oleh mahasiswa disertai dengan pembagian masker kepada warga. Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi Pertolongan Pertama pada Kecelakaan yaitu penanganan awal ketika tergigit ular dan penanganan pada kejadian trauma patah tulang. Pemaparan materi tak hanya secara teoritis melainkan juga dengan praktek langsung yaitu demonstrasi yang disambut dengan antusiasme warga Dusun Sokokarang. Tak terasa hari sudah larut hingga pukul 21.30, acara malam itu ditutup dengan beberapa patah kata dari Kepala Dusun Sokokarang Pak Pujio dan warga pun pulang ke rumah masing-masing dengan membawa ilmu untuk diterapkan di kehidupan sehari-hari. Malah Jumat yang berfaedah

GERAKAN ANTI REUMATIK DESA PAGERGUNUNG

Pagergunung merupakan sebuh desa yang terletak di kabupaten kendal, seperti namanya wilayah Desa Pagergunung mengelilingi bukit dan htan. Matapencaharian penduduk desa pun tidak jauh dari lingkungan hutan. Mulai dari berkebun hingga menanam pohon yang nantinya akan dijual kayunya. Penduduk Desa Pagergunung harus berjalan kaki melewati medan yang naik turun dengan jarak yang relative jauh untuk mencapai tujuannya ke hutan guna mencari penghasilan. Hampir 80% penduduk Desa Pagergunung, khususnya Dusun Sokokarang bermatapencaharian sebagai petani, hal ini menimbulkan banyaknya penduduk yang mengeluh nyeri pada persendian atau reumatik. Mahasiswa KKN Tim 1 Desa Pagergunung melakukan diskusi dengan warga guna mendapatkan solusi dari permasalahan tersebut hingga disepakati hasil bahwa akan dilakukan senam reumatik bersama guna menekan angka reumatik di Dusun Sokokarang dan selanjutnya dapat dicontoh oleh Dusun Sokokranen dan Dusun Krajan.

Sokokarang, Minggu (14/01/2018) mahasiswa KKN Tim 1 Undip melaksanakan program Senam Rematik bersama dengan anggota PKK Dusun Sokokarang.

 

Seluruh anggota PKK sangat antusias dalam mengikuti senam reumatik bersama Mahasiswa KKN Tim 1 Undip.

 

Anggota PKK mengatakan tertarik dengan senam reumatik yang telah dilakukan bersama dan meminta file hasil rekaman senam untuk dipelajari dirumah masing-masing dan selanjutnya dapat dipraktikkan secara mandiri saat waktu luang bersama keluarga.

Pemuda Selokaton : Anti Hipertensi

Praktik Penggunaan Tensimeter digital

Ada yang berbeda pada Sabtu Malam di Balai Desa Selokaton. Insani Kamilia Tanjung, mahasiswi asal jurusan kesehatan masyarakat yang tergabung dalam TIM 1 KKN UNDIP desa selokaton mengajak Karang Taruna Desa Selokaton untuk belajar bersama bagaimana cara mencegah hipertensi sejak dini. Dalam kegiatan tersebut juga, Lia sapaan akrabnya juga mengajarkan cara mengukur tekanan darah secara mandiri menggunakan tensimeter digital. Acara berlangsung mulai pukul 20.00 – 21.15 di Balai Desa Selokaton. Adapun beberapa hal penting yang dibahas mengenai hipertensi ialah gejala dan tanda, faktor risiko, klasifikasi tekanan darah, serta cara pencegahannya. Tak lupa, mahasiswi KKN juga mengadakan praktik bersama pemuda karang taruna untuk menggunakan tensimeter digital tipe wrist blood pressure monitor (monitor tekanan darah yang dipakai di pergelangan tangan).

Bersamaan dengan praktik penggunaan tensimeter digital tersebut, tak lupa Lia mengajak pemuda pemudi untuk lebih mengatur pola makan dan menjaga gaya hidup yang sehat. Tujuan diadakannya pengenalan hipertensi di kalangan pemuda pemudi Desa Selokaton dikarenakan banyaknya jumlah penderita hipertensi yang semakin tinggi di desa tersebut. Walaupun hipertensi erat kaitannya dengan penuaan usia, namun penyakit ini semakin sering menyerang usia muda. Oleh karena itu, diharapkan dengan mengetahui tanda dan gejalanya lebih awal, kemungkinan untuk terjangkit hipertensi di akan semakin rendah.

Penyerahan Tensimeter Ke Karangtaruna

Sebagai bentuk persembahan TIM 1 KKN UNDIP, mahasiswa menyerahkan tensimeter pergelangan digital beserta buku panduan menggunakan alat tersebut yang disusun oleh mahasiswa KKN sendiri agar pemuda pemudi Desa Selokaton dapat menggunakannya sewaktu-waktu kapan saja jika dibutuhkan. Semoga dengan ini, karang taruna bisa menjadi tonggak kesehatan pemuda di Desa Selokaton.

(Ratu Aam A)

Review by Satriyo

Selokaton : “Recycle” Minyak Jelantah Jadi Sabun Mandi

Pemaparan Materi

Selokaton – Saat ini, ada yang menarik dari kegiatan yang dilakukan oleh ibu-ibu PKK di desa Selokaton. Kegiatan tersebut diprakarsai oleh Anindita Indiriana, mahasiswi asal jurusan Teknik Kimia yang tergabung dalam TIM 1 KKN UNDIP dengan mengajarkan kelompok ibu PKK Desa Selokaton mengubah minyak jelantah menjadi sabun mandi padat. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 26 Januari 2018 di Balai Desa Selokaton dengan peserta yang hadir berasal dari pengurus PKK tingkat desa dan perwakilan PKK tingkat RT.

Tujuan dari pelaksanaan program kerja ini adalah untuk meningkatkan kreatifitas dan memberikan pengetahuan  pada ibu – ibu mengenai pemanfaatan limbah minyak jelantah yang biasanya di buang langsung ke lingkungan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi yaitu sabun mandi padat.

Anin, sapaan akrabnya menjelaskan mengenai bahaya penggunaan minyak jelantah secara berlebihan,cara pemurnian minyak jelantah, cara pembuatan sabun dan praktik pembuatan sabun. Antusias peserta yang hadir sangat tinggi pada program ini, hal ini di tunjukkan dengan tingkat kehadiran yang tinggi dan komunikasi dua arah yang berjalan dengan baik.

Selain itu pada program ini juga dibagikan brosur tentang proses pembuatan sabun minyak jelantah dan ditunjukan pula contoh – contoh sabun minyak jelatah yang sudah jadi yang kemudian dibagikan ke peserta yang hadir.

Praktik Pembuatan Sabun

Masitoh selaku Ketua Pokja 3 PKK desa Selokaton mengapresiasi kegiatan ini.  Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat dan Masitoh juga sangat berterimakasih kepada TIM 1 KKN UNDIP karena sudah memberikan ilmu pengetahuan yang baru langsung dengan praktik pembuatannya, beliau juga berharap agar program ini bisa di lanjutkan secara mandiri oleh ibu- ibu desa Selokaton.

Penyampaian ke Kelompok Wanita Tani

Tingginya antusias warga desa Selokaton dengan program kerja ini ditunjukan juga dengan adanya undangan untuk praktik pembuatan sabun dari minyak jelantah di Kelompok wanita tani “Selosari” dan PKK RT 09 secara langsung yang kemudian di laksanaan pada tanggal 27 Januari dan 10 Februari 2018 nanti.

Harapannya dengan adanya kegiatan tersebut ibu – ibu desa Selokaton bisa menambah pemasukan keluarga dengan membuka usaha membuat sabun padat untuk di pasarkan di sekitar desa Selokaton.

(Ratu Aam A)

Review by Satriyo

Sehatnya “Ular Tangga”

Dua Mahasiswa KKN Tim I Desa Kalibogor melakukan intervensi dengan ibu-ibu kader Desa Kalibogor. Kegiatan ini dilakukan di tempat wisata Curug Sewu (22/01/2018). Adapun intervensi yang disampaikan adalah tentang Pemberdayaan Kader dalam Upaya Pencegahan Ibu Hamil KEK dan Upaya Penanggulangan Balita Gizi Buruk yang disampaikan oleh saudari Fifi dan Pemberdayaan Kader dalam Upaya Peningkatan Prilaku PHBS di Desa Kalibogor yang disampaikan oleh saudari Maulina.

Dalam penyampaian materi intervensi, mahasiswa KKN menggunakan booklet yang dibagikan kepada ibu kader. Yang harapannya menjadi buku pedoman yang dapat dilihat kembali untuk memerhatikan ibu KEK, balita gizi buruk, dam perilaku PHBS. Mahasiwa juga menggunakan permainan ular tangga untuk melihat seberapa jauh ibu mengerti tentang hal-hal yang menyangkut kesehatan di lingkungan mereka. Ibu kader Desa Kalibogor diajak untuk bermain pemainan ini dan ditanyai hal-hal seputar kesehatan. Tujuannya untuk melihat seberapa jauh ibu-ibu kader Desa Kalibogor mengerti dan menyadari pentingnya menjaga kesehatan di lingkungan mereka. (Novena)

Review by Satriyo

 

BERTANI AMAN – PETANI NYAMAN

Kendal – Rabu (24/1), dikumpulkan bapak-bapak petani desa Pesaren di balai desa lama untuk berbagi ilmu bertani yang sehat. Berangkat dari kenyataan di lapangan petani desa Pesaren yang bekerja tanpa alat pelindung yang tepat dan membahayakan jiwa.

Penyuluhan pertama disampaikan oleh Irwan, mahasiswa Kesehatan Masyarakat. Irwan menyampaikan bahaya pestisida kimia yang pastinya digunakan oleh petani di desa Pesaren. Video juga diputar yang berisi berita tentang petani yang mengalami kecelakaan kerja akibat penggunaan pestisida dan kurangnya alat pelindung diri.
Setelah menjelaskan bahaya pestisida kimia, Irwan kemudian menjelaskan cara membuat pestisida alami yang terbuat dari bahan-bahan organik dan mudah didapatkan. Materi yang disampaikan juga terdapat pada Leaflet yang dibagikan pada petani agar mudah paham, ingat, dan dapat menyebarluaskan ilmunya pada petani lain.

Setelahnya, dilanjutkan penyuluhan tentang Alat Pelindung Diri (APD) bagi petani, disampaikan oleh Feby, mahasiswi Kesehatan Masyarakat. Feby menyampaikan ada beberapa benda yang sebaiknya digunakan guna melindungi diri dari bahaya pestisida, yaitu masker, topi, baju lengan panjang, dan sepatu boots. Ditampilkan pula video tentang bagaimana bertani yang aman untuk kesehatan, mulai dari berangkat sampai pulang dari kebun.

Dua materi sebelumnya merupakan bentuk pencegahan bahaya saat bertani, yaitu menggunakan APD dan pestisida alami. Untuk penanggulangan jika terjadi kecelakaan di kebun, Irwan mempraktekan tindakan darurat pertolongan pertama saat petani tidak sadarkan diri akibat terlalu banyak menghirup pestisida.

Tidak lengkap rasanya jika penyuluhan dilakukan tanpa ajakan nyata. Di akhir acara, Irwan dan Feby membagikan masker gratis untuk petani agar kemudian digunakan untuk melindungi diri saat bertani.

Review by Satriyo

Higienis : Menambah Nilai Jual Wortel Losari

Losari – Bentang alam yang luas serta kualitas tanah yang subur menjadikan Losari sebagai desa dengan potensi pertanian yang sesuai untuk beraneka ragam sayur dan buah-buahan. Wortel, merupakan salah satu tanaman yang menjadi komoditas unggulan desa. Disamping perawatan yang mudah, harga jual wortel juga relatif stabil, yaitu Rp 5.500,- untuk satu kilogram.

wortel losari
Harto, salah satu petani wortel di Losari melakukan inovasi untuk menambah nilai jual hasil pertaniannya. Selama 3 tahun sudah putra asli Losari ini membuat usaha pencucian wortel dan menjadi pengepul wortel dari desa-desa lainnya yang ada di Kecamatan Sumowono. “ Kelihatan bersih jadinya pembeli senang dan nilai barang lebih tinggi mas”, begitu kata Harto saat TIM KKN Undip berbincang pagi ini di usaha tempat usahanya.