Home » Jenis KKN UNDIP

Category Archives: Jenis KKN UNDIP

UPAYA MENJAGA KESEHATAN DARI SEJAK DINI DI DUSUN BONGANGIN, DESA TEMON : TEKA-TEKI SILANG SEBAGAI MEDIA BERMAIN DAN BELAJAR MENGENAI KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK SD SERTA 6 LANGKAH CUCI TANGAN YANG BAIK DAN BENAR

Desa Temon

GROBOGAN, 26 Juli 2019 – Minggu ketiga TIM II KKN UNDIP 2019 Desa Temon melakukan edukasi mengenai kesehatan gigi dan mulut oleh Muhammad Rizka Hidayat yang dilakukan di SD Negeri 3 Bogangin, Desa Temon dengan peserta para siswa kelas V yang berjumlah 37 siswa. Edukasi mengenai kesehatan gigi dan mulut ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut serta tatacara yang baik dan benar dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Hal yang mendasari dari adanya kegiatan ini dikarenakan masih banyak dari siswa SD yang tidak menggosok gigi secara rutin sehingga kebanyakan dari mereka sing mengalami sakit gigi. Warga Dusun Bongangin, Desa Temon dalam hal menjaga kebersihan di kehidupan sehari-hari masih dibilang kurang dan kondisi lingkungan di Dusun Bogangin yang masih terdapat tempat-tempat yang kumuh sehingga perlu adanya sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan khususnya kesehatan gigi dan mulut bagi anak-anak agar mereka dapat terhindar dari banyak macam penyakit yang dapat menyerang. Edukasi mengenai kesehatan gigi dan mulut yang dilakukan di SD Negeri 3 Bogangin menggunakan media berupa teka-teki silang dikarenakan media teka-teki silang lebih familiar dan banyak disenangi oleh anak-anak SD. Kegiatan edukasi  ini juga dilakukan kuis di sesi terakhir untuk menambah semangat dan untuk mengetahui seberapa besar mereka dapat memahami ilmu yang telah diberikan oleh TIM KKN UNDIP 2019 Desa Temon. Antuasias para siswa dalam mengikuti kegiatan tersebut sangatlah tinggi, terbukti dari banyaknya siswa yang ingin mendapat kesempatan untuk menjawab kuis yang diberikan.

Kesehatan gigi dan mulut

Setelah dilakukan edukasi mengenai kesehatan gigi dan mulut, TIM II KKN UNDIP 2019 Desa Temon melakukan edukasi dan pelatihan mengenai 6 langkah cuci tangan yang baik dan benar di SD Negeri 3 Bogangin. Edukasi dan pelatihan mengenai 6 langkah cuci tangan yang baik dan benar dilakukan pada siswa kelas V yang berjumlah sekitar 37 siswa. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk memberikan pengetahuan terhadap para siswa mengenai cuci tangan yang benar dengan harapan nantinya para siswa dapat menerapkannya di kehidupan sehari-hari. Masyarakat Desa Temon khususnya Dusun Bogangin termasuk kurang peduli terhadap kebersihan tangan, mereka terbiasa tidak cuci tangan setelah melakukan suatu aktivitas terutama anak-anak, hal tersebutlah yang melatarbelakangi adanya kegiatan edukasi mengenai cuci tangan yang baik dan benar. Kebersihan tangan yang tidak dijaga dapat berdampak buruk bagi kesehatan seperti timbulnya sakit diare, hepatitis A, keracunan makanan, dan mudah terserang flu yang disebabkan oleh kuman yang banyak menempel ditangan setelah melakukan aktivitas. Acara dimulai dengan menonton video mengenai cara cuci tangan yang baik dan benar, kemudian dilakukan praktek bersama, dan pada sesi terakhir dilakukan kuis. Para siswa sangat berantusias dalam mendapatkan kesempatan untuk bisa mempraktekan tatacara cuci tangan yang benar di depan kelas.

                                     hh             Desa Temon Kesehatan gigi dan mulut

Kegiatan edukasi mengenai kesehatan gigi dan mulut serta 6 langkah cuci tangan yang baik dan benar ditutup dengan pembagian susu dan stiker mengenai himbauan untuk menggosok gigi bagi para siswa serta sesi foto bersama.

KETAHUI BAHAYA RADIASI HP DAN CARA PENCEGAHANNYA!

Rogomulyo(31/7) – Program monodisiplin yang terlaksana pada 31 Juli 2019 pukul 12.30 WIB yaitu “Bahaya Radiasi Handphone(HP)” di SMP Negeri 2 Kayen, Kabupaten Pati. Bahaya radiasi handphone (HP) merupakan sosialisasi tentang efek radiasi yang diakibatkan oleh HP. Penggunaan teknologi yang bernama HP semakin canggih akan membuat anak-anak kecanduan akan permainan di dalamnya termasuk fitur dan kegunaanya. Pada siswa-siswi SMP Negeri 2 Kayen biasanya HP digunakan sebagai sarana komunikasi dan bermain game khususnya game online.

Radiasi adalah perambatan energi berupa pancaran energi menuju ke lingkungan tanpa membutuhkan medium atau zat perantara sehingga radiasi tergolong gelombang elektromagnetik. Contohnya cahaya matahari sampai ke bumi. Maksud dari radiasi berasal dari kata gelombang, gelombang adalah getaran yang bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Melalui perambatannya gelombang dibagi menjadi dua macam, yaitu gelombang mekanik–gelombang yang dapat merambat melalui medium dan gelombang elektromagnetik–gelombang yang dapat merambat tanpa melalui medium. Spektrum yang ada pada gelombang elektromagnetik yaitu gelombang radio, gelombang mikro, inframerah, cahaya tampak, ultraviolet, sinar x dan sinar gamma. Spektrum elektromagnetik yang dapat dilihiat manusia hanya cahaya tampak. HP merupakan alat elektronik yang  mudah dibawa kemana saja dengan memanfaatkan gelombang radio sebagai media komunikasi. Oleh karena itu, HP dapat memancarkan gelombang elektromagnetik berupa gelobang radio dan cahaya tampak. Biasanya energi yang dipancarkan berupa panas tetapi wujud dari radiasi tidak dapat dilihat dan hanya dapat dirasakan panasnya.

HP memiliki banyak fungsi seperti memudahkan komunikasi jarak jauh, memuat berita, menambah teman dan lain sebagainya. Dampak yang dihasilkan oleh penggunaan HP secara umum ada dua, yaitu positif dan negatif. Dampak positif penggunaan HP yaitu mempermudah komunikasi dengan orang lain yang berada di tempat yang jauh, menambah pengetahuan dengan mengakses atau mencari situs, menambah teman melalui jejaring sosial, dan munculnya metode pembelajaran yang baru yang lebih sederhana dan mudah, sedangkan dampak negatif yang diterima yaitu dapat merusak mata, dapat mengurangi konsentrasi belajar dan daya ingat, mengubah postur tubuh, kulit wajah menjadi kendur, mengganggu pendengaran, menyebabkan insomia, dapat menimbulkan kanker dan memicu adanya pemborosan. Contoh dampak negatif yang ditimbulkan yaitu dapat merusak mata karena mata terlalu lama menatap HP sedangkan HP memancarkan radiasi sehingga mata lama-kelamaan akan menjadi kering bahkan kelopak mata bisa menjadi hitam akibat paparan radiasi yang berlebihan, jika terus berlanjut akan menyebabkan pecahnya pembuluh darah dalam mata. Oleh karena itu, dibutuhkan pemecahan masalah berupa saat menggunakan HP harus selalu didampingi oleh orang tua, batasan waktu menggunakan HP yang ideal, 4 jam 17 menit dalam tiap harinya, menggunakan HP seperlunya untuk komunikasi, sosial maupun pendidikan dan menggunakan kacamata antiradiasi saat menggunakan HP sebagai pencegahan untuk mengurangi radiasi yang diterima oleh tubuh. Radiasi yang diterima tidak dapat dihilangkan atau dimusnahkan karena radiasi merupakan energi yang sesuai dengan hukum kekekalan energi.

Editor : Besar Tirto Husodo
tennia3 tennia4

Pelatihan Kader Kesehatan Desa Rogomulyo

Rogomulyo(3/8) Mahasiswa KKN Tim II Undip Desa Rogomulyo, Kayen, Pati mengadakan sosialisasi bersama ibu-ibu kader kesehatan setempat. Kegiatan dilaksanakan pukul 13.00 WIB di Balai Desa Rogomulyo. Rangkaian acara dimualai dengan pemaparan mengenai “BUSA SIPASI” yaitu pelatihan Ibu Sadar ASI Eksklusif dan MPASI sebagai langkah antisipasi stunting pada 1000 Hari Pertama Kehidupan, dilanjut dengan demo pembuatan makanan tambahan dari bahan ikan, pelatihan pengukuran tumbuh kembang balita, dan ditutup dengan pelatihan skrining untuk lansia.

Program “BUSA SIPASI” dan demo pembuatan makanan tambaan dai bahan ikan dipaparkan oleh Ika Nanda. Diawali dengan pelatihan ibu sadar ASI ekslusif dan MPASI, para kader kesehatan diberikan edukasi bahwa ASI ekslusif sangatlah penting untuk pertumbuhan bayi, khususnya pada bulan 0-6. Tidak lupa juga diberikan edukasi tentang MPASI, jenis jenis bahan makanan, bagaimana cara mengolahnya, dan juga contoh makanan pendamping ASI. Setelah itu dilanjutkan dengan demo mengolah ikan lele menjadi bakso ikan, setelah demo selesai bakso lele yang sudah jadi tersebut dibagikan untuk dicoba.

382019_190806_0033 Pada program selanjutnya, yaitu pelatihan screening tumbuh kembang anak yang dipaparkan oleh Saniya Milatina diberikan edukasi mengenai cara untuk melakukan pengukuran tumbuh kembang anak dengan benar menggunakan instrumen Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK).

382019_190806_0016

Program terakhir, yaitu pelatihan kader kesehatan untuk mengecek tanda vital dan status mental pada lansia, dipaparkan oleh Primaditya. Pada program ini diberikan edukasi menggunakan berbagai macam kuesioner, yaitu Mini Mental Status Examination (MMSE), Geriatri Depresion Scale (GDS), Clock Drawing Test (CDT) dan lain lainya.

382019_190806_0009

Selama acara berlangsung ibu-ibu kader antusias dan aktif selama materi diberikan. Mereka cukup terbuka dengan segala pelatihan yang diberikan.  Melalui pelatihan ini, para kader dilatih untuk lebih peka dan menyadarkan betapa sangat berharganya peran kader kesehatan di lingkungan setempat.

382019_190806_0055

Kader merupakan lapisan pertama yang dekat dengan masyarakat sehingga dengan adanya kegiatan dan pelatihan ini diharapkan para kader bertambah wawasannya terkait kesehatan mulai dari daur bayi hingga lansia dan dapat menularkan informasi yang didapatkan kepada masyarakat sekitar untuk meningkatkan status gizi dan kesehatan di lingkungan desa Rogomulyo.

Editor : Besar Tirto Husodo

PROGRAM UNGGULAN TIM II KKN UNDIP 2019 DESA TEMON : PENINGKATKAN MINAT PEMUDA MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN VERTIKULTUR BOTOL BEKAS MINUMAN UNTUK PENGHIJAUAN DESA TEMON

vertikultur desa temon

vertikultur desa temon

GROBOGAN, 28 Juli 2019 – TIM II KKN UNDIP 2019 Desa Temon, Kec. Brati, Kab. Grobogan melakukan pelatihan berupa pemanfaatan botol bekas minuman manjadi media berkebun secara vertikal atau biasa disebut dengan vertikultur yang juga termasuk dalam program monodisplin dari Kharisma Nurhakiki, mahasiswi program studi Agroekoteknologi.

Program vertikultur dijalankan dalam bentuk pelatihan dengan sasaran para pemuda Dusun Calebung, Desa Temon. Latar belakang dari kegiatan ini dikarenakan untuk meningkatkan minat dan kreativitas pemuda Dusun Calebung dalam bidang pertanian sekaligus sebagai upaya dalam menghijaukan Desa Temon yang dapat dimulai dari setiap rumah.

Vertikultur merupakan cara bercocok tanam secara bertingkat atau vertikal dengan menggunakan botol bekas minuman sebagai tempat untuk bertanam. Vertikultur menggunakan botol bekas minuman ini sekaligus sebagai upaya dalam mengurangi adanya sampah anorganik menjadi suatu yang lebih berguna, yang diketahui bahwa di Desa Temon memiliki masalah utama berupa adanya sampah yang belum dapat diatasi dengan bijak karena masih banyak sampah yang dibuang sembarangan serta masih dilakukan pembakaran. Tema dalam pelatihan kali ini yaitu Budidaya Vertikultur Tanaman Hias dan Sayuran.

vertikultur desa temon

Vertikultur yang dibuat dalam pelatihan kali ini memanfaatkan botol bekas minuman ukuran 600 ml dengan susunan 2 tingkat dan menggunakan tanaman sayuran berupa bayam dan tanaman hias berupa bunga pukul Sembilan. Acara dimulai pada pukul 15.00 WIB di rumah Saudara Bagas selaku ketua karang taruna Dusun Calebung. Pelatihan diawali dengan pemberian materi mengenai vertikultur menggunakan media berupa video yang ditampilkan dalam bentuk powerpoint. Antusias pemuda dalam mengikuti pelatihan cukup tinggi terbukti dengan banyaknya pemuda yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan pelatihan pembuatan vertikultur.

TIM II KKN UNDIP  2019 Desa Temon berharap dengan diadakannya pelatihan ini dapat menumbuhkan minat pemuda dalam bidang pertanian dimulai dari skala yang kecil dan juga dapat membantu meningkatkan penghijauan di lingkungan Desa Temon. Acara ditutup dengan penyerahan bibit tanaman terung dan polibag untuk mendukung adanya penghijauan di Desa Temon dan sebagai bentuk pengenalan budidaya tanaman sayuran secara sederhana kepada pemuda.

PROGRAM UNGGULAN TIM II KKN UNDIP 2019 DESA TEMON : TINGKATKAN KETAHANAN PANGAN DENGAN VARIASI OLAHAN MAKANAN BURGER NASI DENGAN PATTI SUBSTITUSI NUGGET TEMPE

nungget tempe desa temon

nungget tempe desa temon

GROBOGAN, 02 AGUSTUS 2019 – Tim II KKN Undip 2019 membuat pelatihan pengolahan makanan untuk pertama kalinya di Dusun Ketitang, Desa Temon, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan. Pada program kali ini mengusung komoditas unggulan di Dusun Ketitang yaitu padi dengan hasilnya berupa beras kemudian diolah menjadi burger nasi dengan patti yang disubstitusi dengan nugget tempe. Tempe merupakan salah satu produk olahan kedelai yang kaya akan protein dengan harga yang terjangkau. Program pelatihan pembuatan burger nasi dengan patti substitusi nugget tempe diikuti oleh 15 orang dari kelompok PKK di Dusun Ketitang, Desa Temon. Kegiatan ini disampaikan oleh Sekar Anggita Cahyani, mahasiswi jurusan Teknologi Pangan. Kegiatan pelatihan pembuatan burger nasi dengan patti substitusi nugget tempe diawali dengan pembagian bahan kepada kelompok PKK yang telah disusun kelompok memasaknya dilanjutkan dengan mengolah tempe hingga menjadi nugget tempe. Bahan yang diperlukan untuk membuat nugget tempe cukup sederhana diantaranya tempe, bawang merah, bawang putih, lada bubuk, ketumbar bubuk, garam, gula, telur, tepung terigu dan tepung panir. Sedangkan bahan yang diperlukan untuk membuat burger nasi antara lain nasi, selada, tomat, timun dan saus sambal.

nugget tempe desa temon

Tim II KKN Undip Desa Temon, Kecamatan Brati berharap dengan adanya program ini, para anggota PKK dapat meningkatkan pemanfaatan nasi dan tempe agar turut serta membantu menunjang variasi konsumsi pangan oleh masyarakat. Selain itu, untuk memperkenalkan kepada masyarakat mengenai makanan olahan cepat saji sekaligus mengedukasi masyarakat bahwa makanan cepat saji seperti nugget dan burger juga dapat dihasilkan tanpa memerlukan bahan yang relatif mahal. Makanan cepat saji sangat membantu bagi ibu-ibu PKK yang memiliki kegiatan yang relatif cukup padat karena nugget tempe memiliki masa simpan yang lebih lama dibandingkan dengan tempe yang belum diolah.

Mahasiswa TIM II KKN UNDIP Menyulap Jagung menjadi Dessert Kekinian

Katekan 13/8/19 – Produk pangan kekinian berbasis jagung telah dikenalkan kepada masyarakat Desa Katekan pada Selasa 6 Agustus 2019 di Balai Desa Katekan. Jagung yang merupakan salah satu komoditas pangan utama Desa Katekan tergolong belum dimanfaatkan secara maksimal. Padahal, jagung memiliki potensi besar untuk dikreasikan dan manfaat yang banyak bagi kesehatan, seperti pengontrol gula darah tubuh dan menurunkan kadar kolesterol. Jagung di Desa Katekan umumnya hanya dimanfaatkan sebagai jagung bakar atau popcorn di warung – warung pinggir jalan.

Dengan adanya kondisi tersebut mahasiswa TIM II KKN UNDIP melakukan pemberdayaan masyarakat Desa Katekan melalui pengolahan jagung dengan mengkreasikannya menjadi produk bernama Cornnofee Pie. Cornnofee Pie adalah makanan penutup yang diadopsi dari pai Banoffee yang terdiri dari krim, dan toffee, dipadukan dengan basis biskuit mentega atau yang dibuat dari biskuit hancur dan mentega. Pengenalan dan pelatihan pembuatan Cornnofee Pie oleh mahasiswa KKN TIM II UNDIP dibawah bimbingan Ibu Dr. Ir. Wiludjeng Roessalli M.Si. merupakan salah satu usaha agar tercipta ekonomi kreatif di Desa Katekan karena salah satu permasalahan di Desa Katekan sendiri belum terdapat UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah). Proses pembuatan cornnofee cukup mudah dilakukan sehingga masyarakat Desa Katekan, khususnya pemudi dan ibu ibu desa dapat langsung menerapkannya. Bahan yang diperlukan untuk pembuatan cornnofee antara lain jagung, 125 ml susu kental manis, gula 200 gr, whipped cream instant, biskuit oreo, biskuit regal, mentega 50 gr, dan tepung brownies instan.

Produk ini telah dicoba dipamerkan dan dikenalkan pada pameran yang dilaksanakan tanggal 9 Agustus pada acara bakti sosial di Kecamatan Brati dan 13 Agustus 2019 pada acara pameran di Kecamatan Klambu. Pada kesempatan tersebut, produk dijual dan dipamerkan oleh mahasiswa KKN TIM II UNDIP Desa Katekan.

“produk ini sangat menarik, rasanya juga enak. Ide yang sangat baik, belum pernah ada produk seperti ini” Ujar ibu Prapti selaku petinggi kecamatan Klambu.

 

Setelah pelaksanaan program ekanomi kreatif diharapkan adanya inisiasi UMKM di Desa Katekan dan pemasaran dari produk tersebut dapat dilakukan dengan menitipkan produk di warung. Dengan terciptanya UMKM maka terbuka juga lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitar.

Pengecekan Kadar Yodium Berkala Sebagai Upaya Mengurangi Stunting Di Desa Tambakrejo

Tambakrejo, 26 Juli 2019- BAPPEDA kabupaten Pemalang mengadakan tes uji kadar yodium pada garam yang beredar di took sayur dan pasar di sekitar desa Tambakrejo, Kec.Pemalang, Kab.Pemalang. kadar yodium yang terdapat pada garam di uji baik dengan kualitatif ataupun kuantitatif. Pengujian kadar yodium pada garam ini dilaksanakan di kantor Balai Desa Tambakrejo dan dihadiri oleh ibu-ibu PKK, Anggota Posyandu dan beberapa perangkat Desa.

Pengujian kadar yodium pada garam yang beredar di masyarakat ini dilakukan setiap setahun sekali oleh BAPPEDA. Pengecekan kadar yodium ini juga merupakan sarana dan upaya untuk mengurangi jumlah angka stunting yang terdapat di desa Tambakrejo, yang mana desa Tambakrejo dikenal sebagai desa stunting di Kecamatan Pemalang. Tidak hanya sebagai upaya pengurangan angka stunting, pengecekan kadar yodium pada garam di lakukan agar ibu-ibu rumah tangga lebih cekatan lagi dalam memilih garam yang akan dikonsumsi di rumah sebagai campuran dalam makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

BAPPEDA Kabupaten Pemalang menyarankan pada ibu-ibu peserta agar lebih baik menggunakan garam halus dibandingkan dengan garam batu untuk dikonsumsi oleh rumah tangga. Dikarenakan, kandungan yodium di garam halus cenderung lebih tinggi sekitar 30-80 % dibandingkan dengan kadar yodium pada garam batu.

Editor              : Fathin Nisa Muthia Harahap

Reviewer         : DPL KKN Jazimatul Husna, SIP, M.IP

Panen Raya, Mahasiswa TIM II KKN UNDIP 2019 Turun Langsung Kesawah

            Tambakrejo, 27 Juli 2019- Musim panen sedang berlangsung di desa Tambakrejo terhitung sejak pertengahan Juli 2019. Beberapa tanaman padi di Desa Tambakrejo, sudah mulai menguning dan sudah mulai di panen oleh pemiliknya. Beberapa dari pemilik sawah menawarkan TIM KKN untuk membantu memanen dan turut ikut ke sawah, tak hanya memanen, TIM KKN juga diberikan kesempatan untuk ikut langsung dalam memanen padi menggunakan alat combin.

Alat combin digunakan sebagai alat pemanen modern di desa Tambakrejo, alat combin di nilai lebih efisien dibandingkan harus menggunakan tenaga hewan. Sepertinya, hampir seluruh petani di Desa Tambakrejo sudah menggunakan alat combin untuk memanen pada pada musim panen.

Padi yang sudah di panen melalui alat combin langusung di masukkan kedalam karung goni yang langsung dijahit selama proses pemanenan berlangsung di atas combin, setelah itu padi yang sudah di panen dan masih dalam bentuk gabah di bawa ketempat penjemuran untuk di proses lebih lanjut.

Teman teman TIM KKN sangat berterimakasih kepada pak Sekretaris desa dikarenakan di izinkan untuk menaiki combin dan ikut memanen padi di sawah milik pak sekretaris desa.

Editor              : Fathin Nisa Muthia Harahap

Reviewer         : DPL KKN Jazimatul Husna, SIP, M.IP

Deteksi Kanker Payudara, Dapat Dilakukan dengan SADARI

Tambakrejo – Rabu, 06 Agustus 2019 Dalam rangka pemberantasan permasalahan stunting di Desa Tambakrejo, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sejak dini guna mencegah peningkatan populasi anak yang menderita stunting. Beberapa hal awal yang perlu diperhatikan adalah ANC ( Ante Natal Care) atau pemeriksaan kehamilan untuk ibu hamil. Pentingnya pengetahuan ibu hamil terhadap cara – cara pencegahan stunting bisa dimulai sejak perencanaan kehamilan maupun pada saat masa awal kehamilan. Maka dari itu informasi tentang gizi, nutrisi, makronutrient ,serta micronutrient baiknya diberikan sedini mungkin sehingga ibu hamil dapat merencanakan masa depan anak dengan baik.

Beberapa alasan mengenai tingkat kejadian stunting ini sebagian besar karena ibu kurang memperhatikan asupan gizi dan nutrisi sejak awal kehamilan, ibu yang biasanya bekerja menjadi cepat lelah serta ASI tidak lancar, kurangnya pengetahuan ibu tentang hal hal yang harus dilakukan jika ASI kurang lancar, serta kurangnya pengetahuan ibu tentang cara menampung dan menyimpan ASI.

Selain management laktasi dan pengertian tentang periode emas terhadap anak, dipaparkan juga materi tentang pentingnya mengetahui cara mendeteksi kanker payudara sejak dini, mengerti apa yang harus dilakukan jika menemukan tanda tanda abnormal pada payudara seperti pembengkakan , kemerahan, benjolan, keluarmya cairan berwarna kemerahan/ kecoklatan dari putting.

Dengan demikian program pengedukasian ibu ibu serta kader kesehatan diharapkan dapat memberi informasi yang bermanfaat sehingga pencegahan stunting sejak dini dan deteksi dini kanker payudara dapat terlaksana.

 

Editor              : Devi Saviera Firnanda

Reviewer         : DPL KKN Jazimatul Husna, SIP, M.IP

Angka Kecelakaan Kerja Tinggi Pada Nelayan, Kartu KUSUKA Menjadi Solusi yang Tepat

Tambakrejo – Rabu, 02 Agustus 2019 Program sosialisai pembuatan Kartu Pelaku Usaha Bidang Kelautan dan Perikanan (KUSUKA) bagi warga Nelayan Desa Tambakrejo telah dilaksanakan oleh mahasiswa TIM II KKN UNDIP 2019. Program ini merupakan proses kerjasama yang di jalin oleh Mahasiswa TIM II KKN UNDIP 2019 dengan pihak Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pemalang. Program ini bertujuan untuk memaparkan pentingnya kartu KUSUKA sehingga warga Nelayan Desa Tambakrejo memiliki kesadaran untuk memiliki kartu tersebut.

Selain berfungsi sebagai asuransi kecelakaan kerja, kartu KUSUKA juga berfungsi agar para nelayan dapat terdata secara administatif oleh pihak kementrian serta mendapat pelatihan lanjut dari pihak Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP). Sehingga lewat kehadiran kartu KUSUKA tersebut dapat meningkatkan kemampuan nelayan dengan berbagai softskill dan meningkatkan kesejahteraan.

Pembuatan kartu KUSUKA sendiri di peruntukkan bagi mereka yang memiliki profesi sebagai Nelayan yang tertera di KTP dan KK. Sehingga oleh ketua HNSI Kabupaten Pemalang Bapak Abdul Wahid menghimbau agar para Nelayan Desa Tambakrejo untuk mengganti KTP dan KK sehingga profesi sesuai dengan persyaratan. Proses pengajuan pembuatan kartu KUSUKA memakan waktu 1 bulan dari awal pendaftarannya.

Kartu KUSUKA merupakan program dari Kementrian Kelautan dan Perikanan untuk meningkatkan kesejahteraan Nelayan di Seluruh Indonesia. Hal ini merupakan tindak lanjut program nawacita yang di canangkan oleh Presiden Republik Indonesia yaitu Bapak Ir. Joko Widodo.

 

Editor                    : Jeriko Michael Gunadi Siagian

Reviewer             : DPL KKN Jazimatul Husna, SIP, M.IP

https://www.instagram.com/p/B0yTwX8Hzjo/?utm_source=ig_web_copy_link