Home » Jenis KKN UNDIP (Page 2)

Category Archives: Jenis KKN UNDIP

REPORTASE TIM II KKN UNDIP TAHUN AKADEMIK 2017/2018 DESA KUMEJING, KECAMATAN SUBAH, KABUPATEN BATANG

Tim KKN Desa Kumejing: Pendampingan Ibu-ibu PKK

Pada tanggal 28 Juli 2018 pukul 15.00 WIB, kami menghadiri acara rapat konsultasi TP PKK Desa Kumejing yang bertempat di Balai Desa Kumejing. Kehadiran kami dalam acara tersebut sekaligus dalam rangka pelaksanaan program dari kami Tim II KKN UNDIP. Sebanyak 25 orang ibu hadir dalam acara tersebut. Setelah sambutan yang disampaikan oleh wakil ketua TP PKK Desa Kumejing, acara dilanjutkan oleh sambutan serta pelaksanaan program dari kami Tim II KKN UNDIP. Acara terbagi menjadi beberapa sesi. Sesi pertama adalah pemberian pendampingan ibu PKK dalam menyusun anggaran rumah tangga keluarga secara sederhana. Para ibu PKK sangat antusias dengan kegiatan yang kami adakan. Berlanjut di sesi kedua, kami memberikan pendampingan untuk meningkatkan motivasi mengenai pendidikan anak di sekolah pada orangtua. Kemudian kegiatan diakhiri dengan sesi pembinaan ekonomi kreatif ibu PKK untuk menghasilkan produk bernilai tambah.
<img src="1533090710817
account deletion page
” alt=”Gambar 4. Foto Kegiatan PKK Desa Kumejing” />

ACARA PENYAMBUTAN DAN PENERIMAAN MAHASISWA KKN TIM II UNDIP 2018 DI DESA SUNDOLUHUR ,KAYEN-PATI

sundoluhur1
Upacara pelepasan Tim II KKN Undip 2018

SEMARANG,(11/7)- Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi bentuk kegiatan yang memadukan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni Pendidikan , Penelitian , dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, Universitas Diponegoro kembali mengirimkan mahasiswanya untuk mengabdi kepada masyarakat di berbagai wilayah seperti Grobogan,Temanggung, Semarang, Batang, Kendal, Pekalongan,Pemalang, Jepara , Pati  dan juga Rembang.

Sebelum diberangkatkan ke masing-masing lokasi, seluruh mahasiswa UNDIP Angkatan 2015 melakukan upacara pelepasan pada Selasa,10 Juli 2018 . Upacara ini diadakan di lapangan Widya Puraya Undip yang dipimpin oleh  Prof.Dr.Yos Johan Utama, SH., M.Hum selaku Rektor UNDIP. Setelah upacara selesai, beberapa mahasiswa KKN mulai diberangkatkan menggunakan Bis. Untuk beberapa mahasiswa  lainnya seperti Wilayah Pati Jawa Tengah akan diberangkatkan pada Rabu,11 Juli 2018.

Sesampainya di Kota Pati, mahasiswa KKN mengunjungi Balaikota dalam rangka penyambutan oleh bupati Pati yang diwakilkan oleh Wakil Bupati dan BAPPEDA. Setelah itu, semua mahasiswa diberangkatkan kembali ke Kecamatan masing-masing.

Pada pukul 14.00 WIB, diadakan Penerimaan mahasiswa KKN TIM II UNDIP untuk wilayah Kayen-Pati,Jawa Tengah. Kegiatan ini dilakukan di Kecamatan Kayen dan diikuti oleh Camat,Seluruh perangkat Desa ,Kapolsek dan Seluruh Dosen Pembimbing Lapangan. Acara ini dimulai dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya secara serentak. Selanjutnya pemberian sambutan-sambutan dari Bapak Camat dan Bp.Besar selaku Dosen Pembimbing Lapangan(DPL) KKN UNDIP. Tidak hanya itu, sebagai simbolis memakaikan Jaket  dan topi KKN kepada Bapak Camat dan perwakilan 2 mahasiswa dan ditutup dengan pembacaan doa. Acara ini bertujuan untuk menyambut mahasiswa peserta KKN serta memberikan pengarahan kepada mahasiswa dalam melakukan kegiatan KKN. Selain itu mahasiswa KKN II UNDIP resmi diterima di kecamatan dan bisa melaksanakan program kerja masing-masing individu maupun kelompok.

sundoluhur 2
Penerimaan di kecamatan Kayen

Setelah acara penerimaan KKN, para mahasiswa KKN kembali ke Desa masing-masing. Salah satunya Desa Sundoluhur, pada hari Kamis 12 Juli 2018 , mahasiswa Tim II KKN mengawali kegiatan dengan mengunjungi Kantor Kepala Desa Sundoluhur, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati. Pertemuan kami disambut oleh para perangkat desa, yang terdiri dari Djamian (Kades atau disebut Pak Inggi), Ahmad Farhan (Kadus), Chairul Anwar (Staff Adm & Umum) dan masih banyak lagi.

sundoluhur 3
Penyambutan oleh Kepala Desa

Namun,  pada hari Sabtu,14 Juli 2018 baru diadakan penyambutan secara resmi oleh Kepala desa yang menghadirkan seluruh perangkat desa Sundoluhur. Acara yang berlangsung pukul 9.00 pagi ini diawali dengan penyambutan dari perwakilan desa yang disampaikan oleh bapak Sukirman selaku pemandu acara, sambutan dari bapak Djamian selaku Kepala Desa. Kemudian dilanjut dengan perkenalan para perangkat desa, perkenalan anggota Tim KKN II Desa Sundoluhur. Perangkat desa Sundoluhur memperkenalkan diri kepada Mahasiswa KKN TIM II UNDIP ,Sabtu,14 Juli 2018 di Balai Desa Sundoluhur, Kayen, Pati.  Foto:Asri Aulia.

Setelah itu membuka diskusi mengenai permasalahan yang ada di desa serta pemberian pesan dari perangkat desa dalam rangka memajukan perekonomian Desa Sundoluhur kepada anggota Tim KKN II untuk dijadikan masukan dalam perencanaan program KKN. Acara ini ditutup dengan foto bersama dengan perangkat desa. Adanya acara ini diharapkan dapat menjalin silaturahmi yang baik antara mahasiswa dengan masyarakat, sehingga permasalahan di desa Sundoluhur dapat teratasi dan bermanfaat bagi masyarakat.

Reporter : Asri Aulia Rachmawati

Editor: Dewi Saraswati Sakariah

Gerakan SADAS (Sadar Cerdas) Menonton Televisi bersama Orang Tua dan Siswa PAUD Desa Sundoluhur

sundoluhur 8
Pemaparan oleh Dwi Nugrahini

PATI, 27/07/2018-Mahasiswa KKN UNDIP TIM II Jurusan Ilmu Komunikasi menyampaikan program mengenai “Sadar Cerdas Menonton TV” kepada orang tua dan siswa PAUD di desa Sundoluhur,Pati,Jawa Tengah.

Seiring berkembangnya zaman, kreativitas seseorang juga semakin beragam yang artinya kebebasan berekpresipun tidak bisa dibatasi. Saat ini, dunia pertelevisian menampilkan berbagai tayangan dan menjadikan anak-anak kadang terlepas dari pengawasan orangtua saat menontonnya, begitu pula pengetahuan orangtua yang terbatas mengenai simbol-simbol yang ditampilkan dapat menimbulkan sifat & sikap yang negatif bagi anaknya.

Pada hari Jumat, 27 juli 2018 dilakukan kegiatan Literasi Media “Gerakan SADAS (Sadar Cerdas) Menonton Televisi” oleh Mahasiswa KKN Tim II Undip Desa Sundoluhur. Kegiatan ini bertempat di balai desa Sundoluhur, kecamatan Kayen yang dihadiri oleh 45 siswa PAUD beserta walinya, serta 5 orang guru pendamping.

sundoluhur 9
Peserta yang menyimak dengan baik pemaparan materi

Alasan dan tujuan diadakannya kegiatan ini adalah dapat dilihat dari banyaknya anak yang masih duduk dibangku PAUD/TK/SD di Desa Sundoluhur menampilkan sikap agresif, seperti menendang, memukul, berbicara kasar terhadap orang lain, serta banyaknya orangtua yang membebaskan anaknya melihat tayangan ber-genre apa saja yang sebenarnya tidak boleh dilihat diusianya.

Selain bebas menonton tayang televisI, anak-anak dibawah umur Desa Sundoluhur yang dengan bebas dan tanpa batas waktu bermain gadget, dan alasan orangtua membiarkannya supaya anakanya tidak menangis dan tidak keluar rumah. Padahal alasan seperti itu adalah alasan yang tidak benar, tanpa mereka sadari akan menimbulkan masalah seperti sikap agresif sebab pada usia ini “Golden Age” sikap meniru apa yang ia lihat  dan dengar sedang berjalan. Hal negatif lainya adalah penurunan kapasitas otak, obesitas, sikap anti sosial, peningkatan kriminalitas. Oleh karena itu salah satu mahasiswa KKN Desa Sundoluhur Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP bernama Dwi Nugrahini memberikan pemahaman yang lebih mengenai bijak memilih tayangan televisi dan untuk menunjang serta mengingatkan akan simbol televisi kepada para orang tua, diberikan poster untuk ditempel dan dibawa pulang ke rumahnya, supaya selalu ingat simbol-simbol tersebut. Kegiatan ini berjalan dengan lacar serta para orangtua memerhatikan dengan seksama, dan diharapkan dapat merubah sedikit demi sedikit kebiasaan orangtua supaya lebih berhati-hati serta selalu mengawasi apa saja yang ditonton anaknya.

Reporter : Dwi Nugrahini

Editor: Dewi Saraswati Sakariah

Kombinasi Daging Sapi dan Kedelai dalam Pembuatan Nugget untuk Tingkatkan Pendapatan Petani

PATI,21/07/2018– Mahasiswa KKN UNDIP TIM II Jurusan Pertanian Madelin Christin Libriani Sinaga menyampaikan program mengenai kombinasi daging sapi dengan kacang kedelai dalam pembuatan nugget untuk peningkatan pendapatan petani kepada ibu-ibu PKK dan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Sundoluhur,Pati,Jawa Tengah.

Pertanian merupakan salah satu sektor pertumbuhan ekonomi di Desa Sundoluhur. Namun, kondisi pertanian di Desa tersebut kurang berkembang karena pengolahan produk hasil pertanian yang masih sangat lemah dan minim bahkan produk hasil pertanian hanya dipasarkan secara mentah tanpa dilakukan pengolahan terlebih dahulu sehingga hanya memiliki harga jual yang rendah.
sundoluhur 12

Pada hari Sabtu, 21 Juli 2018 dilakukan kegiatan Pembuatan Nugget “Kombinasi Daging Sapi dengan Kacang Kedelai” oleh Mahasiswa KKN Tim II Undip Desa Sundoluhur. Kegiatan ini bertempat di balai desa Sundoluhur, kecamatan Kayen yang dihadiri oleh ibu-ibu PKK dan Kelompok Wanita Tani (KWT).

Dalam pelaksanaan kegiatan, terlihat antusiasme dari ibu-ibu PKK dan Kelompok Wanita Tani (KWT) terhadap pelaksanaan program pembuatan nugget. Pembuatan nugget menggunakan daging sapi yang juga diternakan dan kedelai menggunakan hasil tanam oleh petani (bapak), sehingga kegiatan ini mampu meningkatkan produktivitas wanita-wanita istri petani dan meningkatkan pendapatan keluarga petani karena hasil produk nugget dapat dijual dengan harga yang jauh leih tinggi dibandingkan hanya dengan menjual produk mentah.

Nugget yang dibuat menggunakan daging sapi, kedelai, tepung terigu, tepung panir, tepung maizena, telur, bawang putih, bawang merah dan garam. Untuk 250 gr daging sapi, diperlukan 100 gr kedelai, 200 gr tepung terigu, 250 gr tepung panir, ½ sdm tepung maizena, 2 butir telur, 3 siung bawang putih, 1 siung bawang merah dan garam secukupnya sesuai selera. Proses pembuatan nugget dengan menghaluskan daging sapi dan kedelai dengan blender, kemudian mencampurkan daging sapi dan kedelai yang telah halus dengan telur, bawang putih, bawang merah, penyedap rasa. Setelah rata, campurkan tepung terigu dan air hingga merata. Menambahkan maizena, kemudian diaduk hingga merata. Menuang adonan ke dalam loyang secara merata dan dikukus sekitar 30 menit. Mengiris adonan menjadi bentuk persegi. Hasil irisan dicelup kedalam telur yang telah dikocok hingga menutupi seluruh permukaan nugget. Menggulirkan nugget yang telah dilapisi telur ke tepung panir. Terakhir, menggoreng nugget di dalam minyak goreng panas atau menyimpan nugget di dalam freezer.

Hasil nugget kombinasi

Reporter : Madelin Christin Libriani Sinaga

Editor: Dewi Saraswati Sakariah

Mengulik Fakta Desa Gondang Kecamatan Subah Kabupaten Batang

Subah Batang, Selasa, 10/07/2018. Sekitar 108 Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro diterima di Kecamatan Subah, Kabupaten Batang. Acara penerimaan berlangsung secara khidmat yang bertepatan di pendopo Balai Kecamatan Subah, yang di pimpin langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Camat Subah Bapak Wahyu Utomo, serta Perangkat Desa/Kelurahan di wilayah Kecamatan Subah, Kabupaten Batang.

Adapun beberapa hal yang disampaikan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) terkait dengan pelaksanaan KKN Tim II Tahun 2017/2018 di Kecamatan Subah, antara lain mengenai kegiatan-kegiatan selama 42 Hari kerja di desa masing-masing. Begitupun sejalan dengan DPL, Camat Kecamatan Subah Bapak Wahyu Utomo mengungkapkan berbagai masalah secara kompleks di berbagai desa di wilayah Kecamatan Subah, Kabupaten Batang dengan memberikan pesanan khusus terhadap permasalahan sampah dan mencoba menantang Mahasiswa Undip untuk menggali potensi desa dan keunggulan komparatif produk desa setempat.

Dalam menyikapi berbagai hal-hal yang menjadi acuan LPPM Universitas Diponegoro, Kelompok KKN Mahasiswa Undip Kecamatan Subah, Desa Gondang yang berjumlah enam orang dalam minggu pertama telah melakukan survey dan perkenalan dengan perangkat desa maupun warga Desa Gondang. Dengan langsung terjun dalam masyarakat Mahasiswa KKN Undip yang ditugaskan di Desa Gondang mampu menyerap aspirasi warga setempat dan mampu mengidentifikasi masalah secara kompleks. Tidak lupa, koordinasi dan pemaparan Kepala Desa Gondang Bapak Diyanto yang secara mendalam memberikan informasi secara terperinci, begitupun dengan perangkat desa terkait.

Ada beberapa hal yang kami dapat selaku Tim KKN Undip di Desa Gondang, yaitu tentang permasalahan pemasaran hasil sumber daya alam. Serta permasalahan desain infrakstruktur pembangunan talut, jembatan, ataupun infrakstruktur lainya. Namun begitu ternyata Desa Gondang juga memiliki potensi yang cukup banyak, seperti hasil bumi berupa kayu, pisang, dan palawija. Begitupun secara sumber daya manusia yang sebagian kecil penduduk bekerja atau mempunyai keahlian dalam pengolahan dan ukiran kayu untuk perabotan dan sarana dekorasi rumah, seperti kusen, almari, dan lainya.

Dengan melihat masalah dan keunggulan maupun potensi yang ada, kami dengan keahlian bidang keilmuan secara masing-masing berfikir dan menyatukan gagasan untuk kemajuan dan pembangunan sumber daya manusia di Desa Gondang yang berkelanjutan.tatan

MENELISIK GERABAH- POTENSI TERPENDAM DESA WONOREJO

Wonorejo, Pekalongan (11/07/2018)  Desa Wonorejo merupakan desa yang dikenal sebagai pusat kerajinan gerabah di daerah Pekalongan dan sekitarnya. Atas dasar hal tersebut, Tim II KKN Undip Desa Wonorejo berinisiatif mengunjungi salah satu pengrajin gerabah di Wonorejo yaitu Ibu Sumarsanah. Berdasarkan pengakuan dari narasumber diketahui bahwa di Desa Wonorejo, ada pembagian jenis atau bentuk kerajinan grabah, ada yang khusus membuat celengan, kendi,  obongan menyan  dan lain-lain.  Gerabah sendiri merupakan kerajinan yang dibuat dari tanah liat dan masyarakat setempat memanfaatkan tanah desa untuk memperoleh bahan baku gerabah tersebut. Namun, berdasarkan informasi yang didapat, apabila pengrajin gerabah tersebut perempuan, ada dua cara yang dapat mereka lakukan untuk mendapatkan bahan baku tersebut. Bagi pengrajin gerabah yang memiliki tenaga bantuan dari laki-laki (seperti suami,anak,atau lainnya) mereka akan mengambil tanah liat tersebut sendiri,  namun pengrajin gerabah perempuan yang bekerja sendiri akan lebih memilih untuk membeli bahan baku langsung dari supplier seharga ± Rp4.000 per karung besar.

Image and video hosting by TinyPic“Ibu Sumarsanah Pengrajin Gerabah dari Wonorejo”

Menurut hasil percakapan antara Tim II KKN Undip dengan Ibu Sumarsanah, diketahui bahwa gerabah merupakan mata pencaharian utama yang diandalkan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Beliau juga mengatakan bahwa  telah menjadi pengrajin gerabah selama kurang lebih 40 tahun. Beliau juga menceritakan pengalaman suka dukanya menjadi pengrajin Grabah kepada Tim II KKN Undip, seperti: kerajinan gerabah dapat laku keras apabila dipesan menyesuaikan dengan kegiatan-kegiatan tertentu. Pembuatannya juga cukup rumit yang disebabkan oleh cara tradisional yang masih dipakai, terutama dalam proses pembakaran gerabah, dimana produk sering pecah karena prosedur yang seadanya. Namun disamping segala kendala dan keterbatasan yang ada, beliau tetap menekuni profesinya sebagai pengrajin gerabah karena beliau masih bisa meraup keuntungan yang cukup dari penjualannya. Gerabah biasanya dijual 1.500 perbuah.

Image and video hosting by TinyPic“Gerabah Kendi Wonorejo”

 

Editor : Solikhin

ROSIPAH Si Anti Sampah

Sukorejo (8/2) – Rabu, 8 Februari 2018 bertempat di Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Tim 1 KKN UNDIP berkunjung ke SD Negeri 3 Sukorejo untuk melakukan serangkaian kegiatan salah satunya adalah mengasah kreativitas siswa siswi untuk memanfaatkan sampah untuk menjadi sebuah teknologi roket air. Tim KKN UNDIP Desa Sukorejo memilih SD Negeri 3 karena sekolah ini terletak jauh didalam Dusun Ngrancah yang belum pernah di isi oleh kakak-kakak KKN UNDIP sebelumnya.


Antusiasme siswa sangat besar dalam membuat ROSIPAH (ROket penguSIr samPAH) hal ini terlihat saat adik adik sekolah dasar diajak membuat roket bersama-sama. Rosipah sendiri terbuat dari botol aqua 1,5 liter dan potongan kardus yang digunakan sebagai sayap dari roket ini sendiri. Kemudian batu yang digunakan sebagai pemberat pada ujung mulut roket.

Setelah roket selesai dibuat roket diterbangkan menggunakan bantuan pompa sepeda dan diisi air didalamnya. Anak-anak merasa senangdan sangat antusias untuk saling berlomba-lomba menerbangkan roket.

Review by Satriyo

JUMANTIK : Sukorejo Bebas Jentik

Sukorejo – Sabtu, 3 Februari 2018 Tim I Universitas Diponegoro Semarang Desa Sukorejo dari jurusan Kesehatan Masyarakat sebagai pelaksana program mono disiplin yaitu Wildan Nur Aiman mengajak ibu ibu PKK untuk menjadi Jumantik (Juru Pemantau Jentik) Desa Sukorejo. Menurut Ketua PKK Desa Sukorejo ibu Raharjo, banyaknya terjangkit demam berdarah (DBD) dikarenakan faktor lingkungan setempat maupun penyakit bawaan dari luar daerah desa Sukorejo. Kasus demam berdarah (DBD) mengalami peningkatan di sejumlah dusun karena kondisi cuaca.

Dengan informasi tersebut program untuk pengkaderan jumantik di Desa Sukorejo. Peran serta masyarakat dan kerja sama dengan perangkat desa sangat dibutuhkan agar penyakit DBD dapat diberantas. Program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dapat dilakukan melalui gerakan Juru Pemantau Jentik (Jumantik) yang beranggotakan masyarakat yang dilatih oleh pembicara dan Puskesmas setempat untuk memantau keberadaan dan perkembangan jentik nyamuk guna mengendalikan penyakit DBD di suatu daerah melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus, yaitu: Menguras bak mandi, Menutup tempat penampungan air, Memanfaatkan barang bekas, Plus cegah gigitan nyamuk. Tapi sayangnya kegiatan jumantik tidak ditemukan kembali dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat dan sumber tenaga yang ada.

Dari beberapa rumah yang telah di lakukan pemeriksaan masih banyak warga yang membiarkan adanya jentik jentik nyamuk beradaa di bak mandi rumah mereka. Ketua PKK Desa Sukorejo Ibu Raharjo, sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Tim KKN, menurut beliau “Dengan adanya program kegiatan ini, semoga warga desa bisa menjadi lebih peduli terhadap lingkungan dan kebersihan setempat dan juga mengurangi resiko dari penyakit demam berdarah.”

Review by Satriyo

Desa Tlogomulyo Temanggung merasa senang menjadi petani Holticultura

Pada hari Sabtu, 6 Januari 2018 , tim KKN Undip  mengunjungi lahan hortikultura warga Dusun Gelangan,Desa Togomulyo.Warga Dusun Gelangan yang lebih memilih menanam tanaman hortikultura dibandingkan tembakau  , Hal ini dikarenakan tembakau lebih banyak mengandung permainan dalam jual beli sehingga kurang menguntungkan bagi petani. Jenis yang ditanam mereka seperti  tanaman cabai ,  tomat ,  terong ,  mentimun dan kacang panjang. Semua tanaman hortikultura ditanam di tegalan . Semangat wwarga tersebut terkait dengan kenyamanan pada jual beli tanaman yang dilakukan lelang dari kelompok tani , dengan syarat siapa yang menawarkan dengan harga tinggi ,merekalah yang dapat dengan pembayaran kontan , walaupun ada kelompok tani yang menawarkan dengan harga tinggi namun pembayaran tidak kontan , pemilik tananaman panen hortikultura tidak akan memberikannya .

Secara teknis tanam untuk semua tanaman hortikultura , tanah ditutup dengan plastik  polybag untuk melindungi dari tanaman pengganggu seperti rumput liar  . Untuk tanaman cabai , masalah yang dihadapi yaitu hama daun yang dapat mengganggu aktivitas fotosintesis tumbuhan tersebut.Tanaman cabai panen setiap 105 hari sekali .Sehingga bisa dapat menggagalkan panen . Untuk tanaman tomat ,perawatannya lebih mudah dibandingkan dengan tanaman hortikultura lainnya  . Tanaman tomat panen setiap 3 hari sekali. Tomat dapat dijual tiap kg sebesar Rp 2500,- .Setiap lahan dapat panen hingga mencapai puluhan kwintal.Masalah yang dihadapi tanaman tomat sama seperti tanaman cabai yaitu hama wereng daun .

Untuk tanaman kacang panjang , tanaman terong dan tanaman mentimun masalah yang dihadapi sama yaitu rumput liar dan hama wereng daun . Petani menanam hortikultura lebih menguntungkan dibandingkan menanam tanaman tembakau .Dengan menanam tanaman hortikultura dapat dijadikan sambilan setelah bekerja. Hasil panen yang dihasilkan cukup menguntungkan dan kerkelanjutan untuk kehidupan sehari hari mereka.  Oleh karena itu , warga Dusun Gelangan lebih memilih sebagai petani hortikultura. Praktek ini patut dijadikan contoh desa lain yang fanatik dengan komoditas tembakau saja, khususnya dalam hal ketahanan pangan

panen hasill holticultura desa tlogomulyo

Malam Jumat Berfaedah: Warga Antusias Memahami K3 dan P3K

pagergunungPagergunung (18/01/2018), suasana malam Jumat di Desa Pagergunung tepatnya Dusun Sokokarang tak seperti malam Jumat biasanya. Malam Jumat yang biasa diisi dengan kegiatan tahlilan bapak-bapak dan diskusi dengan para pengurus  RT di Dusun Sokokarang ini diramaikan dengan kehadiran 7 mahasiswa KKN Undip. Tak hanya mengikuti kegiatan tahlilan, para mahasiswa ini turut berbagi ilmu kepada warga Dusun Sokokarang khususnya bapak-bapak sebagai pekerja tambang galian pasir maupun petani mengenai Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K). Warga terlihat antusias memahami materi yang disampaikan. Disini mahasiswa memaparkan risiko yang mungkin terjadi saat bekerja di tambang galian dan mengajak para pekerja untuk menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) saat bekerja seperti helm, sarung tagan dan sepatu boots. Selain itu mahasiswa juga memaparkan bahaya penyakit ISPA yang banyak terjadi di Desa Pagergunung dan mengajak warga turut berpartisipasi dalam pencegahan ISPA dengan pemakaian masker bagi pekerja. Cara pemakaian masker pun dipraktekkan oleh mahasiswa disertai dengan pembagian masker kepada warga. Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi Pertolongan Pertama pada Kecelakaan yaitu penanganan awal ketika tergigit ular dan penanganan pada kejadian trauma patah tulang. Pemaparan materi tak hanya secara teoritis melainkan juga dengan praktek langsung yaitu demonstrasi yang disambut dengan antusiasme warga Dusun Sokokarang. Tak terasa hari sudah larut hingga pukul 21.30, acara malam itu ditutup dengan beberapa patah kata dari Kepala Dusun Sokokarang Pak Pujio dan warga pun pulang ke rumah masing-masing dengan membawa ilmu untuk diterapkan di kehidupan sehari-hari. Malah Jumat yang berfaedah