Home » Jenis KKN UNDIP (Page 2)

Category Archives: Jenis KKN UNDIP

Agenda Kegiatan

June 2018
M T W T F S S
« May    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Kegiatan yang akan datang

There are no events.

UPACARA PENERIMAAN MAHASISWA KKN UNDIP OLEH BUPATI SEMARANG

Kab. Semarang – Bupati Semarang, Dr. H. Mundjirin ES, Sp.OG menerima mahasiswa KKN Universitas Diponegoro (Undip) periode I di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Kamis (04/01/2018). Acara ini dihadiri oleh Ketua LPPM Undip, Prof. Dr.rer.nat Heru Susanto, S.T, M.M., M.T, para dosen KKN dan mahasiswa Undip yang akan melaksanakan KKN di wilayah Kabupaten Semarang.

Acara dimulai dengan sambutan dari Prof. Dr.rer.nat Heru Susanto, S.T, M.M., M.T kemudian dilanjutkan oleh Bupati Semarang Dr. H. Mundjirin ES, Sp.OG. Dalam sambutannya, beliau berpesan agar mahasiswa KKN dari Undip khususnya yang ditempatkan di wilayah Kabupaten Semarang dapat melakukan kegiatan positif untuk memberikan dampak yang lebih baik, serta program yang dilakukan dapat bersinergi dengan program pemerintah Kabupaten Semarang.

Sebagai penutup acara, Ketua LPPM Undip, Prof. Dr.rer.nat Heru Susanto, S.T, M.M., M.T secara simbolik menyematkan topi dan rompi KKN Undip kepada Bupati Semarang, Dr. H. Mundjirin ES, Sp.OG sebagai tanda kerjasama antara pihak Undip dan pemerintah Kabupaten Semarang dalam pelaksanaan program KKN periode I ini.

REMBUG DESA DI KELURAHAN BAWEN

Rabu,24 Januari 2018 tim 1 KKN Undip Kelurahan Bawen menghadiri rembug desa di kelurahan Bawen yang diadakan 1 tahun sekali, pada rembug desa di hadiri oleh perangkat kelurahan Bawen dan ketua rw masing-masing lingkungan. Disana kami langsung disambut oleh perangkat kelurahan Bawen dan berbincang-bincang dengan ketua rw yang menghadiri rembug desa sebelum acaranya di mulai. Rembug desa pada waktu itu membahas tentang masalah-masalah yang ada pada rw dan fasilitas apa saja yang belum dibangun pada masing-masing rw.

Pemaparan situasi kelurahan Bawen dari kepala kelurahan sangat hikmah di perhatikan oleh ketua rw yang menghadari rembug desa tersebut, dan di lanjut penjelasan dari setiap rw tentang masalah dan kekurangan fasilitas penunjang yang berada di rw masing-masing. Banyak masukan yang diterima kelurahan dari setiap aspirasi dan argumen yang disampaikan oleh masing-masing ketua rw. Dan di rembug desa kami bertugas untu mendokumentasikan acara tersebut.

TIDAK ADA LAHAN, “GANTUNG” TANAMAN

Image and video hosting by TinyPic

Kendal – Selasa (23/1), Masih tentang plastik, penyuluhan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Syahsur, mahasiswa Teknik Arsitektur, yang menggunakan botol plastik bekas sebagai pengganti pot untuk vertical garden. Syahsur menjelaskan ada bermacam bentuk vertical garden, salah satunya yang ia buat untuk dipameran saat penyuluhan. Pada kesempatan kali ini juga dijelasan cara membuat dan juga merawat tanaman yang ditanam secara vertikal ini. Produk contoh yang dibuat Syahsur kemudian diberikan pada ibu-ibu PKK dusun Pucungkerep.
Image and video hosting by TinyPic

Vertical garden yang dibuat juga bisa digunakan untuk menanam toga. Seperti yang disampaikan oleh Yekrita, mahasiswi Kesehatan Masyarakat, ada baiknya menanam Tanaman Obat Keluarga (Toga) di rumah. Selain untuk menghemat pengeluaran biaya dalam obat-obatan, hasil dari tanaman tersebut lebih alami dalam menyembuhkan penyakit.

Image and video hosting by TinyPic

Yekrita juga membagikan leaflet panduan untuk ibu-ibu PKK tentang apa itu Toga, manfaatnya dan cara menanamnya di rumah.

Image and video hosting by TinyPic

Produk contoh Toga yang sudah Yekrita buat ditunjukkan pada ibu-ibu PKK saat penyuluhan, yang kemudian diserahkan untuk menjadi Toga pertama di Pojok Toga yang akan dibangun di desa Pesaren nantinya.

Image and video hosting by TinyPic

Review by Satriyo

PEMUDA SEHAT, NEGARA KUAT : PESAREN TERBAIK

Kendal – Selasa (16/1), KKN Tim 1 Undip melaksanakan Program Bantu dengan sasaran siswa SD di Desa Pesaren, Kecamatan Sukorejo, Kendal. Sebelumnya kepala SD 1 Pesaren menghubungi Tim KKN bahwa sekolah membutuhkan tenaga pengajar bantuan dalam bidang kesehatan dan matematika.

Program bantu yang dilakukan pada hari ini adalah program bidang kesehatan. Dimulai pada pukul 7.15, Tim KKN bersama dengan 60 siswa-siswi SD 1 Pesaren melakukan senam bersama. Senam yang dilakukan adalah senam SKJ 2012. Senam terlaksana dengan baik, dilihat dari antusias siswa-siswi dalam mengikuti gerakan yang dicontohkan tim KKN di depan barisan.

Image and video hosting by TinyPic

Kegiatan selanjutnya ialah belajar cuci tangan pakai sabun (CTPS). Kegiatan dilakukan di dalam ruangan kelas, dimana dua kelas digabung menjadi satu, yaitu kelas 1 dan 2, kelas 3 dan 4, juga kelas 5 dan 6. Tim KKN sebelumnya telah menyiapkan materi berupa tahapan cuci tangan yang benar, lengkap dengan lagu yang bertujuan agar siswa dapat dengan mudah paham dan ingat.

Image and video hosting by TinyPic

Setelah belajar cuci tangan, siswa-siswi SD 1 Pesaren diajak untuk belajar menggosok gigi dengan benar. Sebelumnya mereka telah diminta untuk membawa sikat gigi, pasta gigi, dan gelas dari rumah untuk praktik menggosok gigi. Siswa-siswi SD 1 Pesaren dengan sangat antusias mengikuti arahan tim KKN saat praktik menggosok gigi di lapangan sekolah.

Image and video hosting by TinyPic

Tepat pukul 9 kegiatan berakhir, bersamaan dengan dibunyikan alarm tanda istirahat pertama. Siswa-siswi SD 1 Pesaren kemudian mengganti seragam olahraga ke seragam putih merah lalu melanjutkan kegiatan belajar mengajar.

Image and video hosting by TinyPic

Review by Satriyo

PESAREN “BEBAS” PLASTIK


Kendal – Senin (22/01), berangkat dari melimpahnya limbah plastik dan pembakaran sampah di desa Pesaren, Tim KKN Undip melakukan pemberdayaan ibu PKK dalam pemilahan macam-macam plastik, bahayanya dan pemanfaatan plastik.
Image and video hosting by TinyPic

Penyuluhan pertama oleh Nita Anggraeni, mahasiswa Kimia, yang memaparkan jenis-jenis plastik berdasarkan kode resin yang tertera pada alas botol plastik. Nita juga menjelaskan kode resin yang aman untuk digunakan sebagai wadah makanan atau minuman. Contoh yang dibawa Nita membantu ibu-ibu PKK dusun Pucungkerep agar mudah memahami ilmu yang dibagikan. Dari penyuluhan ini, ibu-ibu PKK jadi bisa memilah wadah plastik apa yang aman digunakan dan bahayanya jika membakar sampah plastik.
Image and video hosting by TinyPic
Setelah mengetahui jenis-jenis plastik dan bahaya sampah plastik jika dibakar, penyuluhan kemudian dilanjutkan dengan cara pemanfaatan limbah plastik. Penyuluhan disampaikan oleh Shinta, mahasiswi Teknik Industri, dengan judul implementasi 3R. Shinta menjelaskan perlunya 3R yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle, agar sampah plastik di desa Pesaren tidak lagi dibakar, tapi bisa digunakan kembali.

Image and video hosting by TinyPic

Shinta juga membawa hasil-hasil karyanya yang me-recycle botol-botol plastik bekas minuman menjadi barang-barang serbaguna. Selain itu, ibu-ibu PKK juga diberikan tontonan video pembuatan berbagai macam kerajinan dan alat serbaguna yang terbuat dari botol plastik bekas.

Review by Satriyo

TA’ARUF KE MASYARAKAT DESA PESAREN


Kendal – Jumat, 5 Januari 2018, Tim 1 KKN Undip melakukan survey pertamanya di desa Pesaren, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal. Survey dilakukan selama satu minggu pertama, yaitu sejak tanggal 4 Januari 2018 hingga 11 Januari 2018. Dari survey yang dilakukan diharapkan didapat permasalahan-permasalahan yang kemudian akan diselesaikan melalui pelaksanaan program mono dan multi dari Tim 1 KKN Undip.
Survey pertama yaitu mengunjungi rumah ketua RT 2, Dusun Pucungkerep. Hasil survey adalah mengetahui potensi dan permasalahan masyarakat desa Pesaren. Khususnya pada RT 2, masalah yang dialami adalah kotornya air yang digunakan sehari-hari. Air yang digunakan bersumber dari sungai dan air hujan yang ditampung dalam penampungan yang hanya ditutupi seng. Dari penampungan air dialirkan ke rumah-rumah warga di pucungkerep menggunakan pipa-pipa kecil. Kondisi penampungan air yang hanya ditutupi seng terlihat kotor dan berlumut, oleh karenanya warga desa membutuhkan alat untuk menyaring air sehingga didapat air yang bersih.

Image and video hosting by TinyPic

Survey hari kedua dilaksanakan pada tanggal 6 Januari 2018. Ditemani kepala desa, Pak Ngahadi, Tim KKN pergi ke rumah Pak Kepala Dusun Dayunan. Dari diskusi bersama pak Kadus, didapatkan data masalah warga desa yaitu harga jual jambu yang menurun akibat panen serentak dan dalam jumlah banyak.

Selain itu, masalah yang dihadapi warga adalah jalan utama yang belum diaspal. Oleh karena itu dengan bantuan Tim KKN Undip, dilakukan pengukuran jalan yang akan diperbaiki.

Image and video hosting by TinyPic

Kegiatan hari itu dilanjutkan pada malam hari, yaitu pendampingan ibu PKK Dusun Pucungkerep untuk latihan menari Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Tujuan lain dari kegiatan ini adalah berkenalan dengan ibu PKK yang nantinya akan menjadi sasaran dari program mono masing-masing mahasiswa.
Image and video hosting by TinyPic
Kegiatan survey diselingi juga dengan kegiatan bantu-bantu warga desa. Seperti pada hari Sabtu, 7 Januari 2018, KKN Tim 1 bersama dengan warga melakukan kerja bakti di jalan utama Desa Pesaren karena akan dilakukan pelebaran jalan. Bantuan yang dilakukan Tim KKN adalah menyapu jalan dari rumput dan mencangkul tanah untuk melebarkan jalan.

Image and video hosting by TinyPic

Kegiatan membantu warga desa lain yang dilakukan oleh Tim KKN adalah acara pelantikan sekretaris desa. Tim KKN bertugas membantu menjadi Master Ceremonial, pembaca surat keputusan, dirigen dan penerima tamu. Pada kesempatan ini juga, Tim KKN memperkenalkan diri pada warga desa mengenai program, tujuan, dan pelaksanaan KKN di desa Pesaren.

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic
Review by Satriyo

Selokaton : Pusat Jajanan Sehat dan Aman


Selokaton (26/01). Fenomena banyaknya kelompok home industry pengolah makanan yang ada di desa Selokaton membuat seorang mahasiswi asal Fakultas Kesehatan Masyarakat bergerak untuk memperkenalkan perilaku hygienitas dan sanitasi untuk penjamah makanan. Pentingnya seorang penjamah makanan mengetahui, memahami serta mempraktikan hygienitas dan sanitasi dalam mengolah makanan agar makanan yang dibuatnya tetap aman dan sehat. Selain itu juga, pernah adanya kasus keracunan jajanan pada anak sekolah melatarbelakangi bagaimana mengolah makanan agar tetap aman, bebas dari zat kontaminan seperti bakteri, kuman, virus dan lain sebagainya.
Penyampaian Materi tentang Sanitasi dan Hygienitas bagi Penjamah Makanan

Mahasiswi KKN TIM 1 Undip ini mengajak kerjasama dengan pihak pusksesmas dan paguyuban PPKS Mergobutuh. PPKS Mergobutuh merupakan kelompok yang menghimpun para produsen pengolah makanan atau jajanan dan penjual jajan keliling baik yang menggunakan kendaraan bermotor maupun yang menggunakan bakul punggung. Kegiatan yang dilakukan antara lain pengenalan tentang Bahan Tambahan Pangan (BTP) dan bahayanya bagi kesehatan, praktik penentuan jenis pewarna BTP alami dan buatan secara sederhana dan demonstrasi penggunaan APD bagi penjamah makanan.
Praktik Cara Membedakan Bahan Makanan yang Menggunakan Pewarna Alami dan Pewarna Buatan
Kegiatan ini dilakukan di rumah salah satu pengurus dari PPKS Mergobutuh. Metode penyampaian tidak hanya ceramah saja, tetapi ada simulasi dan demonstrasi. Simulasi dilakukan untuk menunjukkan kepada peserta bagaimana cara membedakan bahan minuman atau makanan yang menggunakan pewarna alami dan pewarna buatan dengan menggunakan alat dan bahan yang sederhana. Selain simulasi demonstrasi penggunaan APD untuk penjamah makanan juga dilakukan agar peserta dapat mempraktikan juga saat nanti mengolah makanan. Kegiatan ini juga bertujuan agar desa selokaton bisa menjadi pusat pengolah jajanan yang aman dan sehat.
Selain penyampaian dari mahasiswa, pada kesempatan ini juga pihak puskesmas turut hadir untuk mensosialisasikan sertifikat P-IRT (Pangan Industri Rumah Tangga). Dalam penyampaiannya diselipkan harapan dari pihak puskesmas agar para produsen pengolah makanan bisa mendaftarkan produknya untuk mendapatkan sertifikat P-IRT. Tujuannya yaitu untuk mengetahui kualitas dari olahan makanan atau jajanan yang dibuat dan dapat mengembangkan sasaran pasar agar dapat masuk ke mini market. Kemudian, pihak puskesmas juga mengucapkan terimakasih atas terselenggaranya kegiatan ini.
Antusias dari para peserta terlihat dengan aktifnya peserta untuk menanyakan terkait dari topic bahasan ini dan meminta agar kegiatan ini bisa berjalan lagi. Selain itu juga, salah satu dari pengurus PPKS Mergobutuh juga mengharapkan bahwa kegiatan ini dilakukan kembali di kesempatan berikutnya. Melalui kegiatan ini juga menjadi jembatan penghubung antara pihak puskesmas dengan produsen pengolah makanan yang ada di desa selokaton.
(Ratu Aam A)

Review by Satriyo

Potensi Wisata Selokaton Sukorejo Kendal

Selokaton (28/01). Desa tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan tetapi harus menjadi pelaku dalam kegiatan pembangunan itu sendiri. Perlunya penggalian potensi di desa yang mampu dikelola dan dikembangkan bersama oleh pemerintah desa dan masyarakat desa itu sendiri.

Salah satu sektor potensi yang dapat dikembangkan yaitu parawisata. Terdapatnya sungai sepanjang 2 Km merupakan potensi desa yang saat ini masih belum dikembangkan oleh masyarakat desa. Desa selokaton yang sudah unggul dalam sektor pertanian maupun peternakan, sedang mencoba potensi sebagai desa wisata.

Menurut pernyataan dari salah satu pengurus karang taruna di desa ini, rencananya sungai tersebut akan dijadikan sebagai lokasi untuk wisata arum jeram atau rafting. Pembentukan desa wisata ini dapat membuat desa selokaton mandiri, karena pendapatan yang didapatkan dari mengembangkan potensi alam yang dimiliki oleh desa. Untuk mendukung rencana tersebut,  mahasiswa KKN TIM 1 Undip bersama dengan pemuda dan pengurus karang taruna desa melakukan kegiatan bersih-bersih sungai. Kegiatan tersebut terdiri dari membersihkan sampah-sampah yang terbawa arus sungai maupun berada di pinggir sungai, selain itu juga merapihkan bebatuan supaya tidak mengganggu jalur arum jeram nantinya.

Kegiatan bersih-bersih sungai ini merupakan permulaan dari pembentukan desa wisata di Desa Selokaton. Rencananya, setelah kegiatan bersih-bersih sungai ini akan diadakan uji coba jalur arum jeram. Uniknya, wisata arum jeram yang direncanakan di desa ini nantinya akan menggunakan bekas ban dalam mobil atau truk. Kemudian setelah nantinya terbentuk wisata arum jeram di desa ini, program ini akan dimasukkan ke dalam bagian dari BUMDes (Badan Usaha Milik Desa).

                                                                                                            (Ratu Aam A)

Review by Satriyo

Sabun Aroma Kopi – Bahan Dasar Minyak Jelantah : Menuju Wirausaha PKK Damarjati


Sabtu, 20 Januari 2018 merupakan agenda untuk menghadiri rapat ibu-ibu PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga). Organisasi Ibu-Ibu PKK di Desa Damarjati bisa dikatakan cukup aktif, karena sering mengadakan kegiatan-kegiatan yang positif untuk masyarakat.
Rapat pleno kali ini diadakan di kediaman Ibu Sri Wahyuni yang bertempat di Dusun Kalidamar. Dalam kegiatan dihadiri kurang lebih oleh 20 orang Ibu-Ibu anggota PKK Desa Damarjati. Dengan membahas kegiatan pertanggung jawaban akhir tahun 2017, sekaligus memperkenalkan warga baru Desa Damarjati yang juga istri dari Sekretaris Desa Damarjati yang baru.
Dalam rapat pleno tersebut, mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) Tim 1 Universitas Diponegoro melakukan programnya. Mahasiswa tersebut adalah Kiki Marvina yang memberi pelatihan cara penyaringan minyak jelantah, lalu dilanjutkan oleh Lya Wulandari yang memberi pelatihan membuat sabun dengan bahan dasar minyak jelantah yang telah disaring tadi.
Penyaringan minyak jelantah oleh Kiki Marvina dengan memanfaatkan arang atau karbon aktif. Penyaringan ini dilakukan bertujuan menjernihkan minyak jelantah dengan bantuan arang aktif untuk mengikat kotoran yang terdapat dalam minyak jelantah sehingga minyak jelantah yang tadinya berupa limbah dapat dimanfaatkan lagi dengan merubahnya menjadi produk yang lainnya. Penyaringan ini dilakukan hingga minyak jelantah terlihat jernih. Hasil penyaringan minyak jelantah tadi kemudian di buat sabun yang di lakukan oleh Lya Wulandari. Dalam pembuatan sabun yang berbahan dasar minyak jelantah ini menggunakan bahan kimia Natrium Hidroksida (NaOH) yang berfungsi sebagai pengemulsi dengan tambahan minyak kelapa sebagai pembuat busa dan juga kopi sebagai pemberi aroma. Proses yang dilakukan adalah NaOH dimasukkan ke dalam wadah yang telah disediakan, kemudian ditambahkan sedikit air dan diaduk, tunggu hingga larutan NaOH sesuai dengan suhu ruangan, lalu minyak ditambahkan ke dalam wadah dan diaduk, jika larutan sudah mengental tambahkan kopi lalu dimasukan kedalam cetakan dan tunggu hingga mengeras.
Ibu-ibu PKK Desa Damarjati tampak antusias dalam pelatihan pembuatan sabun aroma kopi dari minyak jelantah. Pelatihan tersebut diberikan oleh Mahasiswa KKN Tim 1 Universitas Diponegoro. Hasil karya dari pelatihan ini pun dapat dibawa pulang oleh ibu-ibu PKK Desa Damarjati.

Review by Satriyo

Ventikultur Trimulyo Sukorejo Kendal … Asik …


Kegiatan dilaksanakan pada sore hari bertepatan dengan pertemuan rutin bulanan Rt 01 Ibu PKK Dusun Margosono Desa Trimulyo. Rangkaian kegiatan meliputi sambutan dari ibu sekertaris desa beserta jajarannya, perkenalan mahasiswa, pemaparan program oleh salah satu mahasiswa yaitu “Memanfaatkan Lahan Pekarangan Sempit Dengan Barang Bekas Sebagai Media Tanam Untuk Ventikultur” yang meliputi cara pembuatan media tanam dari bahan bekas, jenis – jenis tanaman yang cocok untuk ventikultur, dan cara perawatan tanaman dengan ventikultur. Diakhir pemaparan program diadakan diskusi bersama ibu – ibu mengenai program yang sudah di paparkan.

Review by Satriyo