Home » beranda

Category Archives: beranda

Ayo Belajar Meubel di Ngabenrejo!

Grobogan (20/1), Desa Ngabenrejo terletak di Kecamatan Grobogan dengan produksi mebel yang cukup terkenal, UMKM mebel Desa Ngabenrejo pernah berjaya pada akhir tahun 90an, bahkan dapat bertahan dan meningkat pada saat krisis moneter terjadi di Indonesia. Produk Mebel Desa Ngabenrejo sangat terkenal dan diekspor hingga ke mancanegara, Akan tetapi pada masa sekarang ini produksinya cenderung kalah bersaing dengan produk mebel dari Jepara. Penyebabnya adalah harga kayu dari Jepara cenderung murah, dan variasi ukiran yang dimiliki oleh produk mebel dari Jepara lebih diminati konsumen. Hal ini membuat Mebel Desa Ngabenrejo umumnya Mebel Grobogan redup atau kalah pamor. Penyebab lain diantaranya tidak ada ikatan atau organisasi antar produsen mebel yang kuat serta belum adanya keunikan khusus yang ditonjolkan dari produk Mebel Grobogan.

2Ngabenrejo

Berdasarkan hasil wawancara dengan Pak Jasmin, salah satu pengusaha Mebel Grobogan di Dukuh Ngabenrejo, produk mebel pernah sangat berjaya sebab mendapat bantuan atau subsidi operasional dari pemerintah. Bantuan atau subsidi operasional dari berbagai institusi pemerintahan seperti PLN, Perhutani, maupun dari TNI, sangat meringankan usahanya dan mendorong pertumbuhan dan perkembangan usaha Mebel Grobogan. Menurut Pak Jasmin, tanpa dimintai proposal, pihak institusi tersebut mendatangi sendiri tempat usaha Pak Jasmin dan tempat-tempat usaha mebel lainnya untuk menyalurkan bantuan.

KKN Tim I Desa Ngabenrejo, Kecamatan Grobogan berkesempatan berinteraksi langsung dengan para pelaku usaha mebel di Desa Ngabenrejo. Interaksi tersebut dimanfaatkan untuk menggali sejarah perkembangan dan produksi mebel Desa Ngabenrejo. Hal tersebut berhubungan dengan salah satu program multidisiplin dari Tim I Desa Ngabenrejo untuk membuat video profil mengenai keunggulan Desa Ngabenrejo. Untuk itu Tim KKN mengangkat UMKM Mebel sebagai salah satu keunggulan Desa Ngabenrejo. Diharapkan dengan adanya video profil keunggulan Desa Ngabenrejo dapat mengangkat kembali Mebel Grobogan ke dunia luar.

Editor : Amni Zarkasyi Rahman, M.Si

Makanan Seimbang VS Kelebihan Susu terhadap Resiko Stunting di Ngabenrejo

Grobogan (15/1), TIM I KKN UNDIP 2019 Desa Ngabenrejo mengadakan sosialisasi tentang ketidakseimbangan asupan gizi pada balita akibat kelebihan konsumsi susu yang meningkatkan risiko terjadinya kasus stunting. Acara dilaksanakan di Pendopo Balai Desa Ngabenrejo dengan keseluruhan peserta ibu yang mempunyai bayi dan balita berjumlah 68 orang.

1Ngabenrejo

Kegiatan ini bersamaan dengan Posyandu Balita Dusun Ngabenrejo. Acara dimulai pukul 09.00 WIB dengan mengisi daftar peserta. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pengukuran berat badan bayi dan balita. Dalam sosialisasi ini pembicara memaparkan tentang bagaimana konsumsi susu dapat mengganggu asupan gizi pada balita. Kecukupan gizi pada balita yang terganggu dapat menjadikan risiko penyakit stunting. Tanda dan gejala balita dengan stunting yaitu lelah tanpa alasan yang jelas, balita mudah marah, kurang respon sosial, gagal berkembang di bawah usia 2 tahun, wajah lebih muda dari usia, terjadi penurunan berat badan (di bawah garis merah). Penanganan stunting dengan memberikan asupan gizi yang seimbang pada balita, dan pencegahannya tertuju pada keseimbangan asupan gizi ibu hamil.

Dari kegiatan ini diharapkan ibu hamil dan ibu dengan balita mendapatkan pengetahuan mengenai stunting, khususnya perilaku tidak memberikan susu berlebihan sebagai pengganti asupan gizi seimbang (4 sehat 5 sempurna).

Editor : Amni Zarkasyi Rahman, M.Si

Mari Belajar Bersama Tim I KKN Tanggungharjo

Grobogan (16/1), Tanggungharjo Mengajar merupakan salah satu gerakan sosial yang dilakukan oleh mahasiswa Tim I KKN Undip Desa Tanggungharjo. Tanggungharjo mengajar ini pertama kali dilakukan di SDN 04 Tanggungharjo tepatnya dilakukan di kelas 5. Tanggungharjo Mengajar dimulai dengan perkenalan mahasiswa Tim I KKN Undip terlebih dahulu dan disusul dengan perkenalan siswanya. Perkenalan siswa dipimpin oleh sang ketua kelas yaitu Guntur. Antusias siswa sudah terlihat sejak awal Tim KKN masuk ke dalam kelas. Para siswa  menyambut dengan suka cita kehadiran mahasiswa.

2Tanggungharjo

Materi yang diberikan untuk siswa kelas 5 yaitu tentang pengenalan bahasa inggris karena siswa tersebut belum pernah mendapatkan pelajaran bahasa inggris sebelumnya. Materi bahasa inggris dimulai dari pengenalan huruf, angka, dan juga nama – nama hari. Pemberian materi dikemas dengan konsep yang menyenangkan yaitu dengan dilagukan. Sehingga siswa lebih mudah untuk menghafal kosakata. Ditengah pemberian materi, kegiatan juga diselingi dengan pemberian icebreaking yang bertujuan supaya siswa tidak bosan dalam belajar.

Editor : Amni Zarkasyi Rahman, M.Si

Hiasan Bunga, Cara Kreatif Dharma Wanita Tanggungharjo sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi

Grobogan (15/8), Dharma Wanita di Desa Tanggungharjo, Kecamatan Grobogan punya cara unik dalam mengisi waktu luang. Mereka secara rutin berkumpul dua kali dalam sebulan untuk melakukan pelatihan berbagai jenis keterampilan. Yang terbaru, Dharma Wanita berkumpul untuk melakukan kegiatan pelatihan pembuatan hiasan bunga dari sabun di Dusun Sidomulyo. Pada kegiatan kali ini, selain Dharma Wanita turut bergabung juga Mahasiswa dari TIM 1 KKN Undip yang bertugas mengabdi di Desa Tanggungharjo. Hal ini sekaligus menjadi ajang pengenalan bagi Mahasiswa KKN dengan organisasi Dharma Wanita tersebut. Harapannya melalui kegiatan ini, para anggotanya dapat memberdayakan masyarakat dengan skill yang telah diperoleh.

1Tanggungharjo

Hasil dari hiasan bunga dari sabun akan dipajang di ruang PKK Desa Tanggungharjo sebagai aset dan kenang – kenangan desa. Hasil akhir bunga dari sabun diberi packaging yang menarik dan dihias dengan beberapa tambahan assesoris seperti pita dan bebatuan.

Editor : Amni Zarkasyi Rahman, M.Si

MAHASISWA KKN TIM 1 TAHUN 2019, SIAP MENGABDI!

Tunggak, Selasa (8/1) sebanyak 8 mahasiswa Universitas Diponegoro  telah sampai untuk memulai kegiatan Kuliah Kerja Nyata di Desa Tunggak Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan Jawa Tengah. Setelah itu dilakukan penerimaan KKN Tim 1 Universitas Diponegoro Tahun 2019 oleh plt. Kepala Desa Tunggak  di Kantor Desa Tunggak   beserta perangkat desa lainnya pukul 10.00 – 12.30 WIB. Acara dibuka oleh  Bpk. Dimiyati selaku Kepala Urusan Desa Tunggak, beliau memperkenalkan tim kepada Kepala Desa Tunggak beserta perangkat desa lainnya. Acara selanjutnya diserahkan kepada Bp. Sudarmin selaku Sekretaris Desa Tunggak sekaligus sebagai plt. Kepala Desa Tunggak. Beliau menyampaikan tentang selayang pandang Desa Tunggak serta memperkenalkan perangkat desa dan kepala dusun setempat.

Setelah acara penerimaan selesai, tim menuju ke rumah ibu Ketua PKK untuk menggali informasi mengenai kegiatan PKK di Desa Tunggak antara lain Posyandu balita dilaksakan di 5 dusun setiap satu bulan sekali di masing-masing dusun. Sedangkan posyandu lansia dilaksanakan di 2 dusun setiap satu bulan sekali yaitu di Dusun Tunggak 1 dan di Dusun Tunggak 2. Selain itu di Desa Tunggak terdapat BKB (Bina Keluarga Balita) yaitu wadah untuk memberikan pendampingan kepada ibu yang mempunyai bayi di bawah 5 tahun, kegiatan dilakukan sesuai dengan kelompok umur. (LN)

Pelatihan Pembuatan Makanan Aman Sehat Utuh Halal (ASUH) dari Olahan Jagung di Desa Sugihan, Toroh, Gorbogan

Multi-190120-0003

Desa Sugihan. (Jumat, 19 Januari 2019) Tim I KKN UNDIP Desa Sugihan, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan telah melangsungkan acara Pelatihan Pembuatan Manakan Aman Sehat Utuh Halal (ASUH) dengan berbagai macam jenis produk makanan serba olahan jagung. Acara diadakan di Pendopo Balai Desa Sugihan yang dihadiri oleh 37 orang ibu-ibu PKK. Acara ini dilaksanakan setelah pertemuan rutin ibu-ibu PKK Desa Sugihan yang dimulai pada pukul 15.00 WIB.

Pada acara pelatihan ini dimulai dari pemaparan bahan-bahan yang diperlukan  dalam pembuatan Makanan ASUH. Makanan ASUH serba olahan jagung ini antara lain puding jagung, susu jagung, sirup jagung, kue talam, tortilla, bola-bola jagung, bolu kukus jagung. Pada pertengahan acara, dijelaskan mengenai prosedur pembuatan sampai cara packaging produk yang menarik dan baik agar dapat menarik perhatian pembeli. Selain itu juga ada pembagian booklet yang berjudul “Panduan Praktis Olahan Jagung” kepada ibu-ibu PKK. Pada kegiatan pelatihan ini ibu-ibu PKK sangat antusias serta penasaran akan pengolahan dari jagung tersebut dan mereka juga bisa mencicipi makanan yang didemokan pada kegiatan pelatihan ini. Produk makanan yang didemokan antara lain bola-bola jagung, kue talam, susu jagung, sirup jagung, dan tortilla jagung.

157087

Selain demo memasak dalam program multi terdapat juga pemaparan materi tentang Perijinan Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT) dengan mendatangkan Ibu Mei Sugiharti selaku pemilik UMKM Lestari Snack di Dusun Dawung, Desa Sugihan. Ibu Mei ini merupakan salah satu contoh pemilik UMKM yang sukses memasarkan produknya di Kabupaten Grobogan. Kegiatan pelatihan yang diberikan , diharapkan dapat meningkatkan minat ibu-ibu PKK membuka usaha pengolahan makanan rumah tangga berbasis jagung  yang tertifikasi P-IRT, sehingga dapat meningkatkan pendapatan dari warga Desa Sugihan itu sendiri.

Editor : Wiludjeng Roessali

Musyawarah Masyarakat Desa Sugihan : Survei Mawas Diri

Grobogan – Jum’at, 18 Januari 2019 diselenggarakan Musyawarah Masyarakat Desa di Balai Desa Sugihan, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan. Acara ini bertujuan untuk membahas hasil Survei Mawas Diri yang telah dilakukan masyarakat desa Sugihan. Survei Mawas Diri dilakukan agar masyarakat mengenal masalah kesehatan di wilayahnya, masyarakat bersepakat untuk menanggulangi masalah kesehatan melalui pelaksanaan Desa Siaga dan Poskesdes (Puskesmas Pembantu, dan masyarakat menyusun rencana kerja untuk menanggulangi masalah kesehatan serta melaksanakan Desa Siaga dan Poskesdes. Acara berlangsung pada pukul 09.00-11.00 yang dihadiri oleh Bapak Kaswadi selaku Kepala Desa Sugihan dan Bapak dr. Arie Wibawa selaku Kepala Puskesmas Toroh I serta diikuti oleh beberapa staf Puskesmas Toroh I, Perangkat Desa, Forum Komunikasi Desa, Kader posyandu, dan Mahasiswa KKN Undip Tim I.
mmd-190120-0011 mmd-190120-0013
Acara diawali dengan pembukaan yang diisi sambutan-sambutan, pemaparan hasil Survei Mawas Diri, Diskusi, dan diakhiri dengan Penutup. Hasil dari kegiatan ini yaitu Mayoritas Ibu tidak tahu jika bumil KEK dan anemia perlu diberikan PMT pemulihan selama 60 hari, Masyarakat tidak tahu tentang kualitas air isi ulang di Depot Air Minum /DAM, Masyarakat tidak tahu tentang AKI dan AKB, Masyarakat tidak tahu tentang pengobatan TBC, Masyarakat tidak tahu tentang pencegahan TBC, Masyarakat tidak tau tentang pencegahan HIV / AIDS, Masyarakat tidak tahu tentang  posbindu Penyakit Tidak Menular / PTM, dan di pekarangan rumah warga tidak ditanami tanaman obat keluarga. Saran dan rekomendasi dari Bapak dr. Arie Wibawa terhadap hasil survei yaitu untuk dapat melakukan pengadaan ambulance sehat, memperbaiki perawatan alat-alat kesehatan di Pos Kesehatan Desa yang sudah rusak, dan melaksanakan Poabindu PTM di wilayah Desa Sugihan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kesehatan Desa Sugihan yang lebih baik lagi.

Editor : Wiludjeng Roessali

HANGATNYA SAMBUTAN WARGA DESA BEJILOR

INI

Upacara pelepasan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim I Tahun 2018/2019 Universitas Diponegoro hari Senin (7/01/2019) di lapangan Widya Puraya berlangsung hikmat. Upacara dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Diponegoro (Undip), Prof. Dr. Yos Johan Utama, S. H., M. Hum. Rektor Undip menyampaikan pesan dan himbauan pada mahasiswa agar menjaga almamater Undip dan menggunakan waktu semaksimal mungkin dalam mengabdi di masyarakat pada sepuluh Kabupaten Jawa tengah.

Selasa (8/01/2019) mahasiswa KKN Tim I Tahun 2018/2019 diberangkatkan dari  Gedung Soedarto menuju pendopo Kabupaten Semarang pada pukul 07.00 WIB untuk mengikuti apel penerimaan yang dipimpin oleh dr. H. MuhajirinES. SpOG selaku Bupati Kabupaten Semarang. Terdapat empat kecamatan yang menjadi  lokasi KKN Tim I Tahun 2019, salah satunya ialah Kecamatan Suruh. Penyambutan penerimaan juga dilakukan di Kecamatan Suruh yang diwakili oleh Sekretaris Kecamatan. Serah terima mahasiswa KKN antara UNDIP dengan seluruh kades di Kecamatan Suruh dilakukan oleh bapak Kusyogo Cahyo.

Pukul 11.00 sesampainya di Desa Beji Lor, disambut masyarakat desa yang sangat ramah nan hangat. Acara penyambutan pada hari Kamis (10/01/2019) pukul 14.00-16.00 WIB berjalan lancar,warga yang menghadiri dari seluruh elemen desa. Dihadiri oleh Bapak Subedi sebagai Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) dan Bapak Sujari selaku Babinsa (Bintara Pembina Desa) menyampaikan himbauan pada masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban menjelang masa-masa politik serta menyegerakan membuat SIM (Surat Izin Mengemudi). Setelah menyampaikan materi dan rapat koordinasi Desa Beji Lor, seluruh peserta rapat menyambut mahasiswa KKN Tim I Tahun 2019 yang berjumlah 10 orang dengan hangat. Masyarakat lebih interaktif dengan mahasiswa yang memperkenalkan diri dengan Bahasa Jawa. Acara tersebut dilanjutkan dengan penyerahan topi dan jaket KKN kepada Bapak Sugih Agus Prayitno, Kepala Desa Beji Lor. Penyerahan jaket dan topi ini dilakukan  sebagai simbol bentuk penerimaan masyarakat dan perangkat desa atas kehadiran mahasiswa KKN Tim I Tahun 2018/2019 Universitas Diponegoro. Selamat Bekerja para mahasiswa…!

(Tim I KKN Undip Desa Beji Lor, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang )

Edited by Kusyogo Cahyo

Penerimaan mahasiswa KKN TIM II UNDIP 2018 oleh kabupaten dan kecamatan

kkn
Selasa, 10 juli 2018 Upacara pelepasan mahasiswa yang bertempat di lapangan Widya Puraya Undip yang dipimpin langsung oleh rektor Undip dan diikuti oleh seluruh mahasiswa KKN Tim II Undip 2018. Hari berikutnya, mahasiswa KKN berangkat dari kampus Undip menuju kantor Bupati semarang pada pukul 06.00 WIB untuk melakukan upacara penerimaan mahasiswa KKN TIM II Undip sampai pukul 09.00 WIB kemudian dilanjutkan penempatan mahasiswa KKN ke desa masing-masing. Pukul 10.30 WIB bus Desa Ketanggi sudah tiba dan langsung dikumpulkan di kantor kecamatan untuk melaksanakan acara penerimaan peserta KKN dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) kepada Kepala Kecamatan Suruh. Setelah upacara penerimaan di kecamatan, mahasiswa KKN TIM II langsung diterjunkan ke desa masing-masing. Sesampainya di desa ketanggi kami bertemu dengan Kepala Desa yaitu Bapak Sugiarto dan menuju posko yang telah disediakan. Sesampainya di posko, kami melakukan kerja bakti membersihkan posko. Malam harinya kami bersilaturahmi ke kediaman Kepala desa.

edited by Kusyogo Cahyo

Harumnya Secangkir Kopi Jowo Khas Desa Sidomulyo Kabupaten Pati

Harum, hangat dan nikmat adalah tiga kata yang menggambarkan cita rasa Kopi Jowo Desa Sidomulyo. Begitulah yang dirasakan mahasiswa KKN UNDIP Tim I 2019 ketika mengunjungi salah satu produk unggulan desa disana.  Orang-orang masa kini cukup banyak yang melirik bisnis kopi di Indonesia. Tak hanya di kalangan dewasa saja, kini konsumsi kopi diminati oleh kalangan remaja juga.

Bisnis kopi telah menjadi bisnis persaingan yang ketat. Muttaqin, warga Kabupaten Pati perlahan mencoba keberuntungan bisnis kopi dengan mengusung nama “Kopi Jowo” dimana produk ini telah berdiri sejak tahun 2015. Beliau menggarap bisnis ini di Desa Sidomulyo kecamatan Gunungwungkal. Kopi tersebut didapatkan dari kelompok tani yang kemudian dijual dengan bentuk roast bean.

Diketahui 90% kopi yang diproduksi berasal dari biji kopi robusta dimana memiliki cita rasa kuat dan cenderung lebih pahit dibanding arabika. Biasanya kopi ini sangat cocok untuk menemani konsumen yang sering begadang.

IMG-2556

Di tengah persaingan bisnis kopi, Kabupaten Pati masih belum cukup terkenal akan cita rasa kopinya. Padahal Kabupaten Pati memiliki lahan kopi sendiri seluas 450 hektar dari pemerintah dan 2300 hektar dari swasta. Sehingga dibutuhkan inovasi lebih untuk mempromosikan kopi di daerah tersebut.

 

IMG-2586

Kopi Jowo memproduksi 1 sampai 1,5 ton kopi setiap harinya. Bahkan kopi tersebut telah memasok ke beberapa daerah di Jawa yakni Kabupaten Temanggung, Kota Semarang hingga Kota Malang. Kopi Jowo dari Desa Sidomulyo sendiri telah mendapatkan juara nasional dengan skor yang cukup tinggi. Hal ini menggambarkan bahwa Kopi Jowo sudah sangat layak untuk produksi.

Meskipun begitu, kopi tersebut masih memiliki kendala dalam pemasarannya. Selain itu, rendahnya SDM petani di Desa Sidomulyo mempengaruhi produksi kopi ini. Terlebih petani yang masih aktif 80% berusia lebih dari 50 tahun. Padahal untuk meningkatkan kualitas penjualan dibutuhkan gagasan kreatif dari para petani muda supaya kualitas kopi jowo semakin meningkat. Dengan hal ini Kopi Jowo akan mengembangkan edukasi pada kelompok tani.

 

Editor: Ratih Indraswari, SKM, M.Kes