Home » beranda

Category Archives: beranda

PENANAMAN BENIH SAYURAN BERSAMA SISWA-SISWI SDN 03 JATIWANGI, PAGERBARANG, TEGAL.

Selasa (23/7) – Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro 2019 melakukan pendampingan kepada siswa dan siswi kelas empat dan kelas lima SDN 03 Jatiwangi dalam penanaman benih sayuran. Kegiatan dilakukan di dalam ruangan kelas empat dan kelas lima SDN 03 Jatiwangi. Siswa dan siswi sebelumnya telah diminta untuk membawa botol plastik bekas pakai, tanah, dan pupuk sebagai peralatan yang dibutuhkan untuk menanam benih.

Kegiatan yang dimaksudkan untuk memanfaatkan sampah botol plastik dan memberikan pengetahuan kepada siswa dan siswi tentang penanaman benih ini dilaksanakan saat jam pelajaran berlangsung. Setelah mendapat perizinan dari pihak SD, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro langsung memberikan pendampingan untuk menanam benih sayuran. Pendampingan dilakukan oleh enam mahasiswa. Siswa-siswi SDN 03 Jatiwangi diajarkan proses penanaman benih sayuran dari mulai membuat tempat menanam benih sampai bagaimana cara menebarkan benih sayuran secara rata.

Siswa-siswi melakukan kegiatan penanaman benih sayuran dengan sangat antusias. Penanaman benih berlangsung selama kurang lebih dua jam. Setelah melakukan penanaman benih di dalam botol plastik, siswa dan siswi dibina oleh mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro untuk meletakkan botol plastik yang sudah ditanamkan benih di taman sekolah. Sebelum ditinggalkan dibawah sinar matahari, siswa dan siswi diinstruksikan untuk menyiram benih yang sudah ditanam minimal dua kali sehari pada padi dan sore hari supaya benih dapat tumbuh sebagai tanaman dengan baik dan sempurna.

 

Editor

drh. Siti Susanti, Ph.D

Penyuluhan Tentang Tanaman Purwaceng Kepada Kelompok Tani Desa Sikunang Oleh Tim II KKN Tematik Undip 2019

Wonosobo, Selasa (20/08/19)

Desa Sikunang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo merupakan daerah strategis yang cocok untuk menanam tanaman purwaceng. Tanaman ini dikenal sebagai ginseng jawa dan memiliki berbagai manfaat untuk tubuh, seperti antianalgesik (pereda nyeri), antibiotic, antipiretik (penurun demam), dan lain-lain. Potensi tanaman purwaceng untuk dikembangkan sangatlah tinggi namun pengetahuan warga yang kurang tentang tata cara budidaya purwaceng membuat populasi tanaman ini menjadi berkurang.

Untuk itu mahasiswa UNDIP yang tergabung dalam Tim II KKN Tematik Undip 2019 melakukan penyuluhan tentang tanaman purwaceng kepada kelompok tani Desa Sikunang. Penyuluhan tersebut meliputi tata cara budidaya purwaceng, pengolahan tanah untuk purwaceng, sampai bagaimana pemasarannya nanti. Hal ini dilakukan untuk menambah pengetahuan dan minat warga untuk kembali menanam tanaman purwaceng mengingat pada awal tahun 2000an masih banyak lahan purwaceng di Desa Sikunang.

Dari sosialisasi tersebut dapat terlihat bahwa warga desa sangat tertarik untuk menanam tanaman purwaceng. Hal itu dapat dilihat dari antusiasme warga pada saat sesi tanya jawab. Selain karena banyaknya manfaat dari tanaman purwaceng, harga jualnya yang tinggi yaitu sektar Rp70.000 per kg membuat minat warga terhadap tanaman purwaceng pun meningkat.

 

Aneka Produk Olahan Purwaceng Hasil Inovasi Mahasiswa KKN Tematik Tim II undip 2019

Wonosobo, Minggu (18/08/19)http://bit.ly/2mzJiMZ

Tanaman purwaceng merupakan tanaman herbal yang memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan, terutama Karena kandungan gizinya yang banyak dan harga jualnya yang tinggi.  Tanaman ini hanya dapat tumbuh di beberapa tempat saja, salah satunya di Desa Sikunang, Kecamatan kejajar, wonosobo. Purwaceng dikenal karena manfaatnya untuk menambah stamina pria, bahkan hingga mendapat julukan sebagai ‘Viagra Jawa’. Selain itu, tanaman ini memiliki manfaat lain untuk tubuh seperti melancarkan peredaran darah, pereda nyeri dan demam, serta dapat mencegah kanker dan tumor.

Sayangnya olahan tanaman purwaceng yang sudah ada masih terbatas pada olahan serbuk seperti olahan serbuk murni purwaceng, teh purwaceng, dan kopi purwaceng. Olahan-olahan seperti itu hanya mampu menarik kalangan tertentu saja, seperti kalangan dewasa.

Untuk memperluas cakupan konsumen dari produk olahan purwaceng, Tim II KKN Tematik Undip 2019 melakukan diversifikasi produk dengan menciptakan beberapa inovasi olahan tanaman purwaceng. Olahan tersebut berupa Coklat purwaceng, jelly purwaceng, permen purwaceng, dan minyak urut purwaceng. Pembuatan produk-produk ini dibuat di rumah produksi milik Ibu Uswatun, salah satu perintis usaha olahan purwaceng di Desa Sikunang. Produk-produk tersebut kemudian disosialisasikan ke warga dan mendapatkan respon yang positif.2mzJiMZ

KUNJUNGAN TIM II KKN TEMATIK UNDIP KE KANTOR DESA SIKUNANG

Wonosobo, Senin (29/07/19)

Hari pertama tim II KKN Tematik UNDIP 2019 di Desa Sikunang Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo diisi dengan melakukan kunjungan ke Kantor Balai Desa. Kunjungan ini diterima langsung oleh Kepala Desa Sikunang, Bapak Nur Amin dan dilakukan perkenalan dengan perangkat desa. Dari kunjungan ini diperoleh banyak informasi mengenai kondisi terkini dari Desa Sikunang, baik potensi desa, kegiatan desa, kendala pengembangan desa, dan lain sebagainya.

Menurut Pak Amin selaku kepala desa, mayoritas penduduk Desa Sikunang bekerja sebagai buruh tani dengan komoditas utama tanaman kentang. Untuk masalah terbesar di Desa Sikunang adalah sampah. Hal ini dikarenakan kurangnya kesadaran warga tentang sampah dan tidak adanya tempat pembuangan akhir sampah di desa tersebut. Salah satu gerakan mengurangi sampah di desa ini dilakukan dengan pembentukan KPSM (Kelompok Pengelola Sampah Mandiri) yang baru dibentuk sekitar satu bulan lalu, namun kegiatan KPSM masih terbatas pada sampah botol plastik dan belum mampu mengelola sampah jenis lain.

Di Desa Sikunang sudah terdapat PKD (Poliklinik Kesehatan Desa) yang didampingi satu bidan desa. Untuk masalah pendidikan , hanya terdapat bangunan SD di Desa Sikunang dan masih banyak penduduk desa yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya.

Bapak Zainal selaku KAUR (Kepala Urusan) Pembangunan mengatakan bahwa salah satu potensi dari Desa Sikunang adalah tanaman purwaceng. Namun, dalam beberapa tahun terakhir petani mulai enggan menanam tanaman purwaceng karena ketidakjelasan pasar untuk purwaceng. Salah satu usaha untuk meningkatkan minat warga untuk kembali menanam purwaceng yang telah dilakukan adalah pemberian bibit tanaman purwaceng oleh dinas pertanian Kabupaten Wonosobo, namun tidak ada follow up dari kegiatan tersebut.

PENYULUHAN PRODUK HASIL OLAHAN JAMBU BIJI GETAS MERAH, STRATEGI PEMASARAN, DAN PERIZINAN USAHA

Dokumentasi : http://bit.ly/DokumentasiPenyuluhanKKNDesaTlogowungu

Kaloran – Senin (19/08) lalu, mahasiswa KKN PPM Tematik Tim II Desa Tlogowungu melakukan penyuluhan mengenai produk hasil olahan jambu biji getas merah, strategi pemasaran, dan perizinan usaha yang bertempat di Pendopo Kantor Kecamatan Kaloran. Sasaran dalam penyuluhan ini adalah perangkat desa, pelaku usaha, dan masyarakat yang berasal dari 7 (tujuh) desa di Kecamatan Kaloran yakni Desa Tleter, Desa Getas, Desa Gandon, Desa Tlogowungu, Desa Kalimanggis, Desa Kwarakan, serta Desa Geblog.

Mahasiswa Berinovasi              

Dalam penyuluhan tersebut mahasiswa menjelaskan kepada audiens mengenai berbagai macam olahan produk jambu biji getas merah menjadi produk yang bernilai jual tinggi serta jarang dijumpai sebelumnya. Diantaranya, kerupuk jambu, selai jambu, sirup jambu, cendol jambu, es kopi jambu, sabun jambu, manisan jambu, pestisida nabati, brownis kukus jambu, teh herbal daun jambu, dan toner jambu. Ide kreatif mengolah jambu biji getas merah menjadi berbagai macam produk pangan dan produk kecantikan muncul di karenakan masyarakat selama ini hanya menjual jambu dalam bentuk mentahan, dalam artian tidak di olah menjadi produk lain yang lebih bernilai secara ekonomis. Maka bila panen jambu telah tiba petani cenderung merugi karena harga jambu dapat mencapai Rp. 500/Kg tidak sebanding dengan biaya perawatan dan pengairan yang selama ini dikeluarkan.

Niat mahasiswa ini disambut baik oleh masyarakat dan audiens yang hadir saat penyuluhan, terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang dilontarkan mengenai bagaimana cara pengolahan jambu biji getas merah menjadi produk yang bermanfaat di masyarakat serta laku dijual di pasaran. Sejumlah audiens memberikan pernyataan bahwa “benar, selama ini banyak keterbatasan dalam mengolah jambu biji getas merah, saat panen tiba kami hanya bisa menjual jambu dalam keadaan mentah (tanpa diolah terlebih dahulu), adanya penyuluhan ini membuka pikiran kami bahwa ternyata jambu biji getas merah bisa diolah menjadi berbagai macam produk yang bernilai jual, sehat, dan memiliki banyak manfaat serta kandungan bagi tubuh.”

Tidak hanya penyuluhan saja, sejumlah mahasiswa juga membawa produk yang telah dibuat di posko untuk di coba audiens yang saat itu hadir dalam penyuluhan lengkap dengan label dan packaging nya. Selain itu, juga ada yang membuka stand produk olahan dari jambu biji getas merah yakni es kopi jambu dan teh herbal daun jambu yang langsung dibuat saat itu juga ketika ada yang ingin mencoba, istilahnya produk yang disajikan masih fresh karena dibuat secara langsung sesuai permintaan.

Perlunya Strategi Pemasaran Yang Menarik              

Disampaikan pula bagaimana strategi pemasaran yang tepat untuk produk hasil olahan jambu biji getas merah. Sebelum sampai di situ, ada mahasiswa yang memberikan penyuluhan mengenai bagaimana tata cara foto produk yang benar supaya lebih menarik dan sesuai dengan standar penjualan melalui media online dengan instrument studio foto produk yang dibuat dengan menggunakan kardus dan karton, sangat simpel, murah, dan siapa saja dapat membuatnya. Saat penyuluhan tersebut berlangsung, masyarakat juga mengeluhkan sulitnya memasarkan produk yang selama ini sudah di produksi, hingga akhirnya mereka bertanya mengenai “Strategi pemasaran seperti apa yang bisa di lakukan supaya produk bisa dikenal dan laku di pasaran.”

Media online masih menjadi salah satu solusi paling efektif, karena di era globalisasi ini lebih banyak masyarakat yang tertarik untuk belanja online dengan alasan belanja online lebih praktis, tidak perlu membuang waktu untuk datang ke tempat, bisa di akses dimana saja dan kapan saja, serta banyak potongan harga yang ditawarkan. Maka dari itu, penyuluhan mengenai pembuatan Google My Bussiness, Instagram Bisnis, dan Facebook Page juga dilakukan sebagai media pemasaran produk olahan jambu biji getas merah kedepannya. Minimnya pengetahuan masyarakat di Kaloran mengenai media online sebagai media pemasaran yang menarik, maka mahasiswa KKN akan memberikan pendampingan secara efektif dan berkala melalui Whatsapp Group.

Perizinan dan Rekomendasi Produk

Kepercayaan masyarakat mengenai kualitas produk masih menjadi suatu hal yang sangat penting, dari situ maka diperlukan perizinan produk sebelum di pasarkan. Saat ini mengurus perizinan sudah dipermudah, dimana pengusaha bisa langsung datang ke Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, lalu mempersiapkan persyaratan yang ditetapkan, kemudian langsung bisa mendaftar izin usaha melalui sistem terpadu satu pintu yang disebut Single Sign On (SSO) melalui e-mail yang dibuat oleh pengusaha itu sendiri. Tidak perlu khawatir, industri kecil dengan omzet di bawah Rp.50.000.000 bisa mendaftarkan produk usahanya seperti halnya usaha besar atau pabrik. Saat semua syarat telah terpenuhi, pusat akan menyeleksi dan nantinya produk akan mendapat nomor P-IRT, pelaku usaha nya pun akan diberikan keterampilan untuk menghasilkan produk yang berstandar guna di pasarkan.

Tak berhenti sampai disitu, mahasiswa KKN PPM Tematik Tim II Jambu Merah juga memberikan rekomendasi kepada perangkat desa agar produk olahan jambu biji getas merah ini dapat menjadi produk unggulan dari BUMDESA. Setiap desa di tuntut untuk dapat menggali potensi yang dimiliki oleh desa tersebut, maka dari itu guna mewujudkan desa pintar atau smart village salah satunya harus memiliki pengelolaan BUMDESA yang baik dan produk unggulan yang menonjol dari desa tersebut.

Harapan kedepannya, semoga program KKN Tematik Tim II Jambu Merah ini dapat menjadi tumpuan masyarakat untuk mengembangkan produk olahan jambu biji getas merah yang mampu meningkatkan lapangan pekerjaan dan juga mendatangkan kesejahteraan masyarakatnya karena mampu menciptakan industri yang mandiri.

KEGIATAN POSYANDU DESA LEMAHPUTIH

Rabu (10/07/19), telah berlangsung kegiatan posyandu di Posyandu Mugi Rahayu, Rumah Pak Paryono, Dusun Lemahputih, Desa Lemahputih. Kegiatan dilakukan pukul 09.00 – 11.30. Agenda posyandu ini merupakan salah satu agenda wajib Desa Lemahputih yang diadakan setiap bulan dan dilakukan secara bergilir tiap dusun. Minggu pertama di Dusun Mlakas, minggu kedua di Dusun Lemahputih, minggu ketiga di Dusun Ngasihan, dan minggu keempat di Dusun Kepuh Rubuh. Kegiatan dimulai dari pendataan nama anak dan orang tua, dilanjutkan dengan penimbangan berat dan tinggi badan, pengukuran lingkar kepala bayi dan balita, dan pendataan pertumbuhan anak yang dicatat dalam buku Kesehatan Ibu-Anak. Buku tersebut wajib dibawa setiap datang di Posyandu dengan tujuan untuk melihat perkembangan bayi dan balita setiap bulannya. Anggota tim II KKN Universitas Diponegoro Desa Lemahputih (Taufan, Yumnia, Dwiana, dan Anggita) turut membantu pencatatan dan penimbangan di Posyandu. Berdasarkan pada data keseluruhan tahun sebelumnya, didapatkan hasil informasi kesehatan di Desa Lemahputih berupa stunting, hipertensi, dan rendahnya kesadaran Ibu akan ASI eksklusif. Kemudian, Tim II KKN Universitas Diponegoro mendapat masukan mengenai topik penyuluhan serta melalui kunjungan sekaligus survey posyandu di dusun Lemahputih, Tim II KKN Universitas Diponedoro juga mendapatkan informasi mengenai fasilitas Posyandu yang kurang memadai untuk mendukung kegiatan. Permasalahan ini menjadi dasar untuk merancang program monodisiplin yang akan dilaksanakan oleh tim KKN.

Pendataan nama anak dan nama orang tua
Pendataan nama anak dan nama orang tua
Penimbangan berat badan bayi
Penimbangan berat badan bayi

Ditulis oleh : Maria Wike Wijaya, Novia Nur Huda

Desa Lemahputih

14 Juli 2019

UPAYA MENJAGA KESEHATAN DARI SEJAK DINI DI DUSUN BONGANGIN, DESA TEMON : TEKA-TEKI SILANG SEBAGAI MEDIA BERMAIN DAN BELAJAR MENGENAI KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK SD SERTA 6 LANGKAH CUCI TANGAN YANG BAIK DAN BENAR

Desa Temon

GROBOGAN, 26 Juli 2019 – Minggu ketiga TIM II KKN UNDIP 2019 Desa Temon melakukan edukasi mengenai kesehatan gigi dan mulut oleh Muhammad Rizka Hidayat yang dilakukan di SD Negeri 3 Bogangin, Desa Temon dengan peserta para siswa kelas V yang berjumlah 37 siswa. Edukasi mengenai kesehatan gigi dan mulut ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut serta tatacara yang baik dan benar dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Hal yang mendasari dari adanya kegiatan ini dikarenakan masih banyak dari siswa SD yang tidak menggosok gigi secara rutin sehingga kebanyakan dari mereka sing mengalami sakit gigi. Warga Dusun Bongangin, Desa Temon dalam hal menjaga kebersihan di kehidupan sehari-hari masih dibilang kurang dan kondisi lingkungan di Dusun Bogangin yang masih terdapat tempat-tempat yang kumuh sehingga perlu adanya sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan khususnya kesehatan gigi dan mulut bagi anak-anak agar mereka dapat terhindar dari banyak macam penyakit yang dapat menyerang. Edukasi mengenai kesehatan gigi dan mulut yang dilakukan di SD Negeri 3 Bogangin menggunakan media berupa teka-teki silang dikarenakan media teka-teki silang lebih familiar dan banyak disenangi oleh anak-anak SD. Kegiatan edukasi  ini juga dilakukan kuis di sesi terakhir untuk menambah semangat dan untuk mengetahui seberapa besar mereka dapat memahami ilmu yang telah diberikan oleh TIM KKN UNDIP 2019 Desa Temon. Antuasias para siswa dalam mengikuti kegiatan tersebut sangatlah tinggi, terbukti dari banyaknya siswa yang ingin mendapat kesempatan untuk menjawab kuis yang diberikan.

Kesehatan gigi dan mulut

Setelah dilakukan edukasi mengenai kesehatan gigi dan mulut, TIM II KKN UNDIP 2019 Desa Temon melakukan edukasi dan pelatihan mengenai 6 langkah cuci tangan yang baik dan benar di SD Negeri 3 Bogangin. Edukasi dan pelatihan mengenai 6 langkah cuci tangan yang baik dan benar dilakukan pada siswa kelas V yang berjumlah sekitar 37 siswa. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk memberikan pengetahuan terhadap para siswa mengenai cuci tangan yang benar dengan harapan nantinya para siswa dapat menerapkannya di kehidupan sehari-hari. Masyarakat Desa Temon khususnya Dusun Bogangin termasuk kurang peduli terhadap kebersihan tangan, mereka terbiasa tidak cuci tangan setelah melakukan suatu aktivitas terutama anak-anak, hal tersebutlah yang melatarbelakangi adanya kegiatan edukasi mengenai cuci tangan yang baik dan benar. Kebersihan tangan yang tidak dijaga dapat berdampak buruk bagi kesehatan seperti timbulnya sakit diare, hepatitis A, keracunan makanan, dan mudah terserang flu yang disebabkan oleh kuman yang banyak menempel ditangan setelah melakukan aktivitas. Acara dimulai dengan menonton video mengenai cara cuci tangan yang baik dan benar, kemudian dilakukan praktek bersama, dan pada sesi terakhir dilakukan kuis. Para siswa sangat berantusias dalam mendapatkan kesempatan untuk bisa mempraktekan tatacara cuci tangan yang benar di depan kelas.

                                     hh             Desa Temon Kesehatan gigi dan mulut

Kegiatan edukasi mengenai kesehatan gigi dan mulut serta 6 langkah cuci tangan yang baik dan benar ditutup dengan pembagian susu dan stiker mengenai himbauan untuk menggosok gigi bagi para siswa serta sesi foto bersama.

HEBAT… Mahasiswa KKN Grobogan adakan Pelatihan K3 Pengelasan

Menduran (22/7) – Telah dilaksanakan program mono disiplin berupa penyuluhan K3 Pengelasan di bengkel las Desa Menduran oleh M. Aulia Zahril, mahasiswa Teknik Perkapalan Undip. Program ini diadakan karena ada permasalahan mengenai kurangnya pemahaman pekerja di bengkel las tentang keselamatan kerja pada bidang pengelasan.

Target dari program ini yaitu pekerja di bengkel las yang ada di Desa Menduran, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan. Output yang diberikan berupa poster tentang K3 yang akan ditempel di bengkel las. Program ini dilaksanakan di bawah bimbingan Ari Wibawa Budi Santosa sebagai salah satu Dosen KKN yang juga mengampu teknologi pengelasan. Dari program ini, diharapkan para pekerja di bengkel las bisa memahami dan menerapkan keselamatan kerja dalam kesehariannya bekerja di bengkel las serta mengurangi angka kecelakaan kerja pengelasan di desa menduran. Para pekerja las sangat berterimakasih kepada tim KKN UNDIP yang telah memberikan edukasi tentang keselamatan kerja dalam pengelasan.

TIM KKN Tematik Lerak Batik Undip Ciptakan Sampo Alami dari Ekstrak Lerak

Pedurungan (24/8) – TIM KKN Tematik Lerak Batik Pedurungan, melaksanakan program multidisiplin berupa pembuatan sampo alami dari ekstrak buah lerak. Buah lerak diketahui kaya akan saponin yang mana saponin ini merupakan salah satu komposisi yang harus dimiliki oleh produk pencuci, salah satunya yaitu sampo. Kegunaan dari saponin yaitu sebagai penghasil busa ketika dilarutkan dalam air.

Kegiatan ini  dimulai dengan persiapan bahan-bahan sampo yang sesuai SNI dan ditambah ekstrak buah lerak. Proses pembuatannya cukup sederhana. Hasil dari sampo ekstrak lerak ini di uji coba secara langsung untuk mencuci rambut. Hasilnya rambut lebih lembut dan bersih.

Sampo dari ekstrak lerak ini kaya akan manfaat, diantara-Nya sebagai sampo anti ketombe. Karena berasal dari bahan alami, limbah dari sampo lerak tidak berbahaya ketika dibuang dilingkungan. Alasan tersebut menjadikan sampo ekstrak lerak lebih ramah lingkungan. Sampo ekstrak lerak diharapkan menjadi alternatif produk lain dari CV Rena selain sabun cuci batik yang sebelumnya telah ada. Selain itu, produsen penghasil sampo ekstrak buah lerak juga masih minim.

TIM 2 KKN TEMATIK CIPTAKAN ALAT PENGERING KULIT KAYU MAHONI DALAM MENJAGA PRODUKTIVITAS PEWARNA ALAMI BATIK LAWUNG AGENG

Gemawang (23/8) TIM 2 KKN Tematik Undip menciptakan alat pengering kulit kayu mahoni dalam rangka meningkatkan produktivitas usaha batik Lawung Ageng. Kulit kayu mahoni digunakan sebagai salah satu pewarna alami. Secara tradisional, kulit kayu mahoni perlu dikeringkan oleh sinar matahari kurang lebih waktu yang diperlukan adalah 1 minggu. Terjadi masalah apabila saat cuaca sedang sinar matahari tidak terik atau hujan.

TIM 2 KKN Tematik Undip memberikan solusi untuk permasalahan ini, dengan alat pengering mahoni ini dapat mengeringkan kulit kayu mahoni disegala kondisi cuaca. Alat ini dapat mengeringkan kurang lebih dari 20 Kg kulit kayu mahoni dalam waktu kurang lebih 5 jam. Dengan ini produktivitas pewarna alami tetap terjaga walaupun kondisi cuaca sedang tidak baik.

Program ini dibuat oleh teman -teman dari  fakultas yakni FSM dan FEB. anggota tim nya Syifa Avicenna – Fisika’16 bertugas untuk merancang desain dari alat ini, Muhammad Rizky Ananda – Fisika’16  membuat rancangan mekanik dan elektrik alat pengering ini ke dalam bentuk alat, Pergina Astuti Timbo – Managemen’16 membuat standar operasional prosedur pemakaian dan Rahmat Rizal Muafig – Akuntansi’16 membuat anggaran dari pembuatan alat ini.

Pembuatan Alat ini diakhiri dengan demo alat Bersama dengan Bu Umi Khalifa sebagai pemilik dari usaha batik Lawung Ageng yang berlangsung pada Jumat, 23 Agustus 2019 dari jam 08.00 – 12.00. Kegiatan ini ditutup dengan foto Bersama pemilik harapannya dengan dibuatnya alat ini dapat membantu mengembangkan usaha batik Lawung Ageng

pengering-kayu-mahoni