Home » beranda (Page 2)

Category Archives: beranda

Agenda Kegiatan

June 2018
M T W T F S S
« May    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Kegiatan yang akan datang

There are no events.

Siapa Sayang Anak, Ayo buat Akta Kelahiran!

Muncang, Senin (5/2/018) – Dewasa ini banyak fenomena kelahiran tanpa adanya perkawinan yang sah. Hal itu tidak terkecuali di Kabupaten Pemalang, Kecamatan Bodeh. Tidak adanya ayah yang sah menjadi alasan beberapa orangtua dari anak untuk tidak membuat akta kelahiran, sehingga anak tidak memiliki akte kelahiran.  Selain itu, ternyata banyak pula anak dari perkawinan yang sah tidak memiliki akte kelahiran. Dalam hal ini orang tua beralasan belum punya waktu atau biaya untuk mengurus akta kelahiran. Sebenarnya pemerintah pusat maupun daerah telah melakukan sosialisasi tentang  seluk-beluk akta kelahiran untuk anak, tetapi ternyata masih banyak masyarakat desa, khususnya Desa Muncang, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang, yang belum memahami betapa pentingnya akte kelahiran bagi pemenuhan hak-hak anak dan betapa mudahnya mengurus akte kelahiran.

Bertolak dari temuan di atas, maka Tim 1 KKN Desa Muncang menyelenggarakan program Edukasi Pentingnya Akta Kelahiran dalam Rangka Perlindungan Hak Anak. Acara ini diikuti oleh ibu-ibu dari Desa Muncang yang diselenggarakan dalam rangkaian acara posyandu dan pengecekan kesehatan kepada ibu hamil. Dalam sosialisasi ini disampaikan mengenai pentingnya manfaat mempunyai akta kelahiran dan masalah-masalah terkait dengan akta kelahiran seperti akta kelahiran yang hilang, salah pencatuman nama, prosedur pendaftaran akta kelahiran, dan lain sebagainya.

Image and video hosting by TinyPic
(Gambar 1. Sosisalisasi tentang pentingnya akta kelahiran anak)

Antusiasme masyarakat khususnya ibu-ibu yang datang di Desa Muncang sangat baik. Hal ini terlihat dari banyaknya peserta yang hadir serta tingginya rasa ingin tahu peserta terhadap materi yang disampaikan oleh narasumber. Kegiatan ini diharapkan memotivasi masyarakat untuk membuat akta kelahiran bagi anak-anak mereka, sehingga tidak ada lagi anak yang tidak memiliki akte kelahiran. Kegiatan ini juga diharapkan dapat membantu pemerintah dalam upaya penginputan data kependudukan.

Pewarta : Kharisma Alifyanda

Editor    : Helmia Farida

Kreatif dengan Kain Perca bersama UMKM Desa Muncang

Muncang, Minggu (11/2/018) – Tim I KKN UNDIP Desa Muncang melaksanakan rangkaian salah satu program multidisiplin dengan tema “Pengembangan UMKM untuk Pembuatan Kangaroo Mother Care Carrier”. Program ini ditujukan kepada beberapa UMKM Konveksi yang ada di Desa Muncang, salah satunya yaitu Konveksi milik bapak Caridi.

Image and video hosting by TinyPic
(Gambar 1. Suasana pembuatan Kangoroo Mother Carier)

Program dimulai pukul 14.00 WIB di rumah bapak Caridi, kegiatan dimulai dengan sosialisasi tentang pembuatan perjanjian jual beli barang hasil UMKM dan perlindungan hukum terhadap pekerja anak dan perempuan oleh mahasiswa Fakultas Hukum. Selanjutnya, dilanjutkan sosialisasi dari mahasiswa Fakultas Kedokteran tentang pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Penyuluhan selanjutnya adalah tentang perhitungan keuntungan secara ekonomis dari produk konveksi serta pembuatan blogspot UMKM yang dilaksanakan oleh mahasiswa Fakultas Sains dan Matematika. Penyuluhan terakhir dari mahasiswa Fakultas Teknik yaitu tentang desain logo pemasaran dan pemanfaatan limbah perca.  Diakhir kegiatan mahasiswa memberikan ringkasan materi berupa leaflet dan poster kepada pemilik UMKM dengan harapan materi tersebut dapat diaplikasikan pada usaha beliau.

Image and video hosting by TinyPic
(Gambar 2. Mahasiswa TIM 1 KKN UNDIP sedang memilah kain sisa konveksi)

Dalam kegiatan penyuluhan program multidisiplin ini, kami memfokuskan pembuatan Kangaroo Mother Care Carrier. Kegiatan ini didasarkan pada hasil survei yang sudah kami lakukan, yaitu  ada begitu banyak kain perca yang belum dimanfaatkan secara optimal. Kain sisa yang sudah tidak terpakai dibakar begitu saja dan tidak dimanfaatkan kembali. Melihat hal tersebut, kami memberikan inovasi pemanfaatan kain perca menjadi produk yang bernilai jual. Dengan adanya pembuatan Kangaroo Mother Care Carrier ini, diharapkan warga mampu memanfaatkan limbah kain sisa konveksi yang melimpah menjadi sebuah produk yang memiliki nilai jual sehingga mampu meningkatkan pendapatan warga.

Pewarta : Kharisma Alifyanda

Editor   : Helmia Farida

ENRICHMENT KNOWLEDGE IBU HAMIL DALAM PENINGKATAN CAPAIAN PROGRAM ASI EKSKLUSIF

Siwalan, Pekalongan (6/2)Dosen KKN Undip bersama dengan Tim I KKN Desa Rembun melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di Balai Desa Rembun Kecamatan Siwalan Kabupaten Pekalongan pada hari Selasa 6 Februari 2018. Acara berlangsung dari jam 13.00 sampai dengan 16.30 WIB. Sasaran kegiatan adalah wanita usia subur, ibu hamil, dan kader kesehatan yang ada di Desa Rembun. Peserta yang hadir sangat antusias dengan acara ini. Terbukti dari 50 undangan yang disebarkan terdapat 46 peserta yang hadir. Turut hadir dalam acara ini adalah Ketua PKK sekaligus Ibu Lurah Desa Rembun.
enrichment1
Tiap peserta mendapat brosur mengenai ASI Eksklusif dan souvenir berupa alat tulis yang diberikan saat registrasi. Sebelum pemaparan materi peserta mengerjakan soal pre-test. Kegiatan  berjalan cukup kondusif, terlihat dari antusiasme peserta yang terlibat dalam sesi tanya jawab. Walaupun di tengah pelaksanaan acara listrik padam, namun tidak menyurutkan semangat dari para pemberi materi dan audiens yang hadir pada acara itu. Materi pertama disampaikan oleh Theresia Gultom dari Tim KKN mengenai pengetahuan dasar mengenai ASI Eksklusif dan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Dilanjutkan dengan pemberian materi kedua oleh Aditya Kusumawati, S.KM, M.Kes mengenai Tantangan ASI Eksklusif dan Kiat-Kiat Memperlancar Produksi ASI pada Ibu Menyusui. Acara dirangkai dengan sesi tanya jawab.
enrichment2
Sesi tanya jawab berlangsung cukup menyenangkan diselingi dengan sharing pengalaman. Diharapkan dengan terlaksananya acara ini bisa memberikan kesadaran pada wanita usia subur, terutama pada ibu hamil di Desa Rembun tentang pentingnya pemberian ASI Eksklusif sekaligus bisa memberikan informasi yang cukup mengenai ASI Eksklusif dan mitos yang berkembang di lingkungan mereka. Acara diselingi dengan pemberian doorprize bagi peserta yang bisa menjawab pertanyaan dan memberikan pertanyaan, serta hasil dari undian nomor sesuai dengan daftar hadir. Acara diakhiri dengan penyerahan X-Banner yang berisi mengenai informasi tentang ASI Eksklusif untuk menjadi media edukasi kesehatan di Desa Rembun, yang direncanakan akan diletakkan di PKD setempat.  Sesuai dengan jargon pada acara ini, semoga dengan ASI Eksklusif bisa “mewujudkan generasi gemilang” di Desa Rembun pada khususnya, dan bagi Negara Indonesia pada umumnya. (Editor: Aditya Kusumawati)
e3
e4

GIZI JADIKAN MASYARAKAT BERPRESTASI

TEGOWANU, GROBOGAN (25/01/2018) – Dalam rangka mensosialisasikan program pemerintah mengenai gerakan 1000 hari pertama kehidupan, Tim I KKN UNDIP desa Kebonagung Kecamatan Tegowanu mengadakan acara sosialisasi dan edukassi tentang pentingnya 1000 hari pertama kehidupan kepada ibu hamil dan ibu menyusui yang ada di desa Kebonagung dibantu dnegan bidan desa setempat (Ibu SUSI). Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 25 januari 2018 pukul 09.00-11.30 WIB dan diawali dengan mengisi daftar hadir dan pembukaan yang dilakukan oleh moderator selanjutnya penyampaian materi dilakukan oleh mahasiswa ilmu gizi mengenai pentingnya gizi pada 1000 hari pertama kehidupan.

Kegiatan edukasi dan sosialisasi ini berlansung dengan bantuan mahasiswa TIM I KKN UNDIP Desa Kebonagung. Rangkaian materi yang disampaikan kepada peserta kegiatan meliputi pengertian 1000 HPK, sasaran 1000 HPK dan pentingnya penenuhan asupan zat gizi pada masa tersebut. Selama kegiatan berlangsung terlihat antusiasme peserta dalam mengikuti jalannya kegiatan. Setelah proses pemaparan materi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi antara mahasiswa, peserta dan bidan desa. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan program pemerintah mengenai 1000 HPK dapat terlaksana dengan baik di Desa Kebonagung Kecamatan Tegowanu serta diharapkan warga dapat memenuhi asupan zat gizi dengan pemanfaatan tanaman lokal.

Oleh: Tim I KKN UNDIP desa Kebonagung

Editor: Rachma Purwanti

Gebangan Ber-Akta

TEGOWANU, GROBOGAN (Feb, 2018) – Saat ini di Indonesia terutama di Desa Gebangan, kesadaran orangtua untuk membuat akta kelahiran anak masih minim. Padahal, anak yang tidak memiliki akta kelahiran dihadapkan pada sejumlah resiko. Anak yang tidak tercatat identitas dirinya melalui akta kelahiran, sangat mungkin dipalsukan identitasnya untuk berbagai kepentingan. Resiko lainnya, terutama anak-anak di pedesaan yang tidak memiliki akta kelahiran menjadi sasaran empuk perdagangan anak.

Pembuatan dokumen kependudukan gratis

Selain itu, masih banyak masyarakat yang membuat dokumen kependudukan seperti akta kelahiran melalui calo. Akibatnya, masyarakat harus mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk pembuatan akta kelahiran.

Sosialisasi kepada masyarakat Desa Gebangan terkait pentingnya akta kelahiran

Melihat hal itu Tim 1 KKN UNDIP 2018 Desa Gebangan Kecamatan Tegowanu melaksanakan program Gebangan Ber-Akta. Bentuk program ini adalah berupa sosialisasi mengenai pentingnya akta kelahiran bagi setiap warga negara, yang kemudian dilanjutkan dengan memfasilitasi masyarakat Desa Gebangan dalam pembuatan akta kelahiran bagi masyarakat yang belum memiliki akta kelahiran.

Pengambilan akta kelahiran di Disdukcapil Grobogan

Oleh: Tim 1 KKN UNDIP 2018 Desa Gebangan

Editor: Rachma Purwanti

ASI Eksklusif dan MPASI sebagai Kunci Sukses Penerus Bangsa

Tegowanu, Grobogan – Minggu (14/1) Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional (HGN) mahasiswa TIM I KKN UNDIP TH 2018 mengadakan penyuluhan dan edukasi terkait ASI Eksklusif dan MPASI. Kegiatan yang diketuai oleh Berliana Sella Agusta, mahasiswa jurusan Ilmu Gizi ini dilaksanakan di posko KKN dengan sasaran ibu dan bayi balita di Desa Tlogorejo. Tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut agar ibu-ibu mengerti dan tahu pentingnya ASI eksklusif bagi tumbuh kembang bayi dan merubah kebiasaan memberikan susu formula daripada ASI serta mengerti pengaturan pembuatan dan pemberian MPASI menurut frekuensi, porsi, jumlah dan jenis sesuai usia anak.

Modul ASI Eksklusif dan MPASI

Kegiatan dilaksanakan pada pukul 10.00 WIB dengan diawali mengisi daftar hadir diikuti dengan pengisian materi terkait edukasi ASI Eksklusif dan MPASI. Umumnya masyarakat Desa Tlogorejo mengetahui istilah ASI Eksklusif, namun dalam pelaksanaannya kurang tepat. Sebagian besar masyarakat hanya mengerti pemberian ASI Eksklusif sebatas memberikan susu kepada bayinya baik ASI maupun susu formula. Oleh karena itu, penyuluhan dan edukasi terkait ASI Eksklusif sangatlah bermanfaat agar ibu mengerti aturan pemberian ASI Eksklusif untuk bayinya. ASI Eksklusif merupakan kegiatan pemberian makanan kepada bayi usia 0 – 6 bulan berupa ASI tanpa tambahan makanan maupum minuman lain. Karena, pada usia tersebut bayi belum mampu memproduksi enzim untuk mencerna makanan selain ASI. Setelah bayi berusia 6 bulan, mulai dikenalkan makanan pendamping ASI yang dikenal sebagai MPASI.

MPASI merupakan makanan pendampimg ASI yang diberikan kepada bayi usia 6 – 24 bulan untuk melengkapi kebutuhan zat gizi bayi. Karena pada usia tersebut pemberian ASI saja tidak cukup. Edukasi mengenai MPASI meliputi cara pembuatan MPASI serta pemberian MPASI menurut frekuensi, porsi, jumlah dan jenis sesuai usia anak. Diharapkan ibu-ibu di Desa Tlogorejo dapat melaksanakan ASI Eksklusif dengan tepat dan pembuatan serta pemberian MPASI dengan tepat.

Ibu-Ibu Sedang Memperhatikan Materi ASI Eksklusif dan MPASI

Oleh : Berliana Sella, KKN Tim I UNdip Desa Tlogorejo, Kec Tegowanu, Kab. Grobogan

Editor: Rachma Purwanti

SEMARAK SOSIALISASI PILKADA DESA MENGGORO

Desa Menggoro memiliki sekitar 80% pemilh aktif yang menyuarakan pesta demokrasi di Indonesia. Sosialisasi yang berlangsung Kamis, 11 Januari 2018 berlangsung lancar meskipun hujan mendera. Semangat para perangkat desa untuk mengawal pesta demokrasi Pilkada yang akan berlangsung pada bulan Juli 2018.

Para pengawas pemilu menghimbau Pilkada berlangsung dengan lancar dan tidak ada saling konflik antar pendukung pasangan calon. Pemilihan calon kepala daerah dapat berjalan dengan lancar. Diharap kepala desa mampu mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilih dan setidaknya pemilih aktif di desa Menggoro dapat lebih dari 80%.

PENIMBANGAN BALITA DAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN BALITA DAN IBU HAMIL DI POSYANDU DESA SRIWUNGU KABUPATEN TEMANGGUNG

penimbangan balita di desa sriwungu

Temanggung, (10/01), Penimbangan balita dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 10 Januari 2018 pada pagi hari di Posyandu Desa Sriwungu, Tlogomulyo,Temanggung. Kegiatan yang melibatkan para ibu-ibu desa Sriwungu dan anak anaknya dilaksanakan dalam ranka penimbangan rutin setiap bulan, penimbangan balita yang di bantu oleh tim KKN I Desa Sriwungu berjalan dengan tertib dan dimaksudkan untuk memantau pertumbuhan anak setiap bulan.

penimbangan balita yang dibantu oleh TIM KKN I desa Sriwungu

setelah bayi dan balita ditimbang hasil penimbangan di catat di buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak), dan akan terlihat perkembangan berat badan balita sehingga bisa diketahui gizi balita, Pada saat penimbangan juga diberi makanan tambahan untuk balita yang berbentuk biskuit balita yang penuh dengan gizi dan juga diberikan makanan berbentuk biskuit blok bagi ibu yang hamil.

BUNGA RAMPAI KEGIATAN KKN UNDIP DESA KEROKAN, KECAMATAN TLOGOMULYO, KABUPATEN TEMANGGUNG

Temanggung, 28 Januari 2018
Tim I kuliah kerja nyata (KKN) Universitas Diponegoro Desa Kerokan, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung. Desa kerokan terdiri dari 4 dusun dan 8 RT. Dusun Kuwadakan yang terdiri dari 2 RT, Dusun Jambon yang terdiri dari 2 RT, Dusun Kerokan yang terdiri dari 2 RT, dan Dusun Ngaglik ang terdiri dari 2 RT.
Pada minggu ketiga Januari 2018 Desa Kerokan melakukan beberapa kegiatan baik monodisiplin maupun multidisiplin. Pada hari Senin, 22 Januari 2018 telah dilaksanakan kegiatan yaitu “Math Fun” yang dilaksanakan di SDN Kerokan. Latar Belakang kegiatan ini adalah kurangnya inovasi metode pembelajaran matematika sehingga siswa SD merasa kurang tertarik dengan pelajaran matematika.  Perlu diterapkanlah metode pembelajaran baru yang menarik menggunakan “Math-o-poly” dan “Kotak Romawi”. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan minat siswa SD Kerokan terhadap pelajaran matematika dan merubah pola pikir siswa terhadap matematika, bahwa sebenarnya matematika itu bisa dipelajari secara mudah dan menyenangkan.
Kegiatan ini terlaksana dengan baik, dengan antusiasme siswa cukup tinggi dikarenakan metode ini cukup menyenangkan karena menyisipkan matematika kedalam sebuah permainan.

matfun

Tanggal 23 Januari 2018 KKN melakukan program kerja “Peningkatan Pengetahuan Remaja Mengenai Kanker Serviks dan Pengobatannya menggunakan Radioterapi menggunakan Radiasi Pengion”. Latar belakang kegiatan ini adalah tingginya tingkat pernikahan dini yang dapat memicu penyakit kronis seperti kanker serviks serta kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pengobatan kanker serviks dengan teknik radioterapi menggunakan radiasi pengion. Disamping itu juga kurangnya pengetahuan masyarakat tentang manfaat pengobatan kanker serviks menggunakan teknik radioterapi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menambah pengetahuan para remaja Desa Kerokan tentang bahayanya kanker serviks dan cara mengobatinya. Kegiatan ini dilaksanakan pada saat perkumpulan remaja putri. Kegiatan ini berjalan dengan baik karena apa hal yang disampaikan sesuai dengan pesertanya karena tingkat pergaulan di Kecamatan Tlogomulyo cukup rentan. Langkah ini diambil sebagai langkah pencegahan remaja Desa Kerokan agar tak melakukan seks bebas karena dapat menyebabkan kanker serviks.
Tanggal 25 Januari 2018 dilaksanakan 3 program kerja pada Balai Desa Kerokan. Tiga proker ini sasarannya sama, yaitu petani di Desa Kerokan. Acara ini dibuka oleh kepala desa Kerokan Bapak Suwanto serta dihadiri oleh Perangkatnya dan para Ketua Tani per- dusun se-desa dan juga dihadiri oleh anggota kelompok tani Desa Kerokan. Program kerja pertama dilakukan oleh Syaugi yang berjudul adalah Workshop “Tani Bisa”. Latar belakang kegiatan ini adalah petani adalah pekerjaan mayoritas di Desa Kerokan, dan tingkat kesejahteraannya rendah. Hal ini disebabkan oleh beberapa alasan, yaitu kurangnya pendidikan, belum disahkannya RUU Pertembakauan oleh DPR yang melindungi petani, masih banyaknya penggunaan tembakau impor dan yang lainnya. Program kedua yaitu tentang area wajib kretek.Tujuannya adalah memberikan pengetahuan serta solusinya harus bersikap bagaimana terhadap rokok impor. Salah satunya adalah penyebaran poster dan stiker tentang “Area Wajib Kretek” sebagai salah satu langkah mengurangi penggunaan tembakau impor. Kretek adalah produk sejarah dan budaya Indonesia yang harus dilestarikan, Hal ini disepakati oleh para petani dan kepala desa untuk penempelan stiker dirumah masing-masing dan penempelan poster di rumah ketua kelompok tani per-dusun. Hal ini disambut baik oleh petani dan stiker pun telah ditempel dirumah para petani, hal ini bukanlah kewajiban seseorang untuk merokok, melainkan apabila ingin merokok, “tolong merokoklah kretek, karena kretek adalah Indonesia”.
Program kerja yang kedua pada kesempatan itu disampaikan KKN yang bertema “Pentingnya Perjanjian Jual Beli Tertulis dalam Kegiatan Usaha”. Latar belakang kegiatan ini adalah banyaknya kegiatan jual beli antara petani dan pembeli yang tak sesuai dengan perjanjian awalnya, Hal ini tidak menguntungkan untuk petani. Oleh sebab itu maka diperlukan suatu perjanjian yang jelas agar semua pihak untung. Dengan diberikan selembaran tentang cara membuat perjanjian dan betapa pentingnya membuat perjanjian tertulis agar tak terjadi wanprestasi dalam jual beli usaha.

Program yang ketiga pada kesempatan kali itu disampaikan KKN yang bertemakan “Pembuatan Pestisida dari Tembakau dan Pupuk dari Jerami”. Latar belakang kegiatan ini adalah para petani tembakau dan perkebunan masih membeli pestisida dari penjual pestisida dari bahan kimia dari toko-toko penjual pestisida, sedangkan tambakau dengan harga terendah ditimbun untuk dijual pada tahun depannya dengan harapan kualitasnya dapat meningkat dan banyaknya jerami padi yang menjadi limbah atau bahkan dibakar setelah panen padi menjadi terbuang dalam jumlah yang melimpah. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan suatu solusi kepada petani untuk lebih menghemat pengeluaran petani, karena daripada membeli pestisida, lebih baik membuat pestisida sendiri dari bahan yang ada dan juga membuat pupuk dari bahan-bahan sisa agar dapat dimanfaatkan daripada dibuang atau dibakar. Hal ini dilaksanakan juga dengan praktek kepada para petani cara membuat pestisida organik dari tembakau dan juga pupuk dari jerami dan sisa makanan.
Antusias petani sangat tinggi karena hal ini dianggap bermanfaat dan dapat dilaksanakan oleh para petani. Hal ini dilanjutkan dengan pembagian cetakan dan tata cara membuat pestisida dan pupuk kepada para petani agar dapat dipraktekkan dalam usaha pertaniannya.
Tanggal 26 Januari 2016, telah dilaksanakan pula program kerja KKN yaitu workshop “Pertolongan Pertama” yang dilaksanakan di SD Kerokan. Latar belakang kegiatan ini belum adanya pengetahuan, pelatihan dan modul tentang pertolongan pertama di SD Kerokan, hal ini untuk mengoptimalkan kerja dari dokter kecil yang sudah ada di SD Kerokan. Hal ini dilakukan dengan cara pemaparan materi pertolongan pertama yang meliputi perdarahan, patah tulang, shock, dan luka bakar serta praktek penanganannya apabila terjadi kejadian tersebut. Hal ini disertai pula dengan memberikan sebuah modul tentang pertolongan pertama kepada pihak SD Kerokan.

Masih banyak prgram lain yang segera dilakukan untuk memperkuat program dan kegiatan KKN di wilayah desa tersebut

Legokclile— Kak, Ayo Belajar!

Reportase 17

Suasana belajar anak-anak Legokclile bersama mahasiswa KKN

PEKALONGAN Legokclile, Januari 2018. Posko TIM 1 KKN UNDIP Desa Legokclile Kecamatan Bojong, Pekalongan mendadak ramai.  Anak-anak kecil menyeruak masuk ke dalam posko meminta diajari mengerjakan PR mereka. Anak – anak sekitar posko ini datang setiap pukul 7 malam sehabis sholat magrib berjamaah di masjid kampung. Mulai dari anak TK hingga kelas 6 SD berbondong-bondong membawa buku pelajaran mereka untuk belajar bersama di Posko KKN Legokclile.

“kak tematika”, teriak salah satu anak SD bernama Fina.

”kak ini gimana ngerjainnya? Yang ini sama ini”,  kata salah satu anak yang lainnya.

Begitulah keceriaan yang selalu terjadi setiap malam di Posko KKN Legokclile. Menggambar, berhitung, mengeja, membaca, membuat kalimat, bahkan hanya obrolan dan candaan santai saja sudah bisa membuat kedekatan mahasiswa dan anak-anak ini terjalin.

“Kadang riweuh juga kalo tiap hari pas siang dan malem posko ada anak-anak kecil terus, tapi ya nggak papa sih asal mereka seneng.”

Meskipun kadang sangat melelahkan, namun pada akhirnya mahasiswa mengerti bahwa keinginan belajar anak-anak di Legokclile sangat besar. Canda tawa dan keseruan ini cukup untuk membayar apa yang mahasiswa ini lakukan kepada mereka.

Dan menjelang pukul 9 malam. Ssssst sudah jam malam ya dek. Hehe.

Selamat malam ya, adik-adik!

(Frhmt)