Home » Lokasi KKN » Kab. Kendal

Category Archives: Kab. Kendal

Agenda Kegiatan

June 2018
M T W T F S S
« May    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Kegiatan yang akan datang

There are no events.

Edukasi K3 : UMKM Tampingwinarno


Kalian pasti tau kan tentang K3? Yaitu kesehatan dan keselamatan kerja. Tentu hal ini sangatlah dibutuhkan apalagi di sebuah usaha teknis. Mengapa? Karena, keselamatan pekerja adalah hal utama sebagai penentu nasib perusahaan. Nah maka dari itu, TIM 1 KKN Undip melakukan penyuluhan K3 pada tanggal tanggal 5 Februari 2018. Penyuluhan ini bersifat door to door, yakni TIM KKN menyambangi 1 per satu UKM yang ada kemudian melakukan pencerdasan mengenai K3 ini.

Di dalamnya, mereka pun juga menyadarkan betapa pentingnya cuci tangan menggunakan sabun. Bagaimana tidak, jika yang diolah adalah bahan makanan lalu tangan yang bekerja masih penuh kuman apakah produk yang diolahnya akan bersih? Maka, hal ini tentu juga menjadi perhatian bagi kesehatan produksi. Uniknya, ada penyuluhan tentang strategi mencegah kutu air di salah satu UMKM yaitu pengusaha tahu. Caranya adalah dengan memberi minyak goreng pada bawang. Waah sangat mudah ya! Acara diakhiri dengan pembagian stiker CTPS dan poster K3 oleh yang memprakarsai acara ini, yaitu saudara Annisa Rachmah yang merupakan anggota TIM 1 KKN Undip Desa Tampingwinarno.

Review by Satriyo

Kader Posyandu Desa Tampingwinarno

Hari ini, tanggal 30 Januari KKN TIM 1 Undip desa Tampingwinarno mengadakan pelatihan untuk para kader di desa sukorejo. Tidak seperti eperti biasanya, jika ada acara maka kemungkinan besar diadakan di balai desa. Pelatihan kali ini cukup unik karena salah satu rangkaiannya diadakan di posyandu. Pelatihan diawali dengan pemaparan tentang antropemetri. Ibu bidan tentu turut andil dalam acara ini, yaitu sebagai pengisi acara di sesi pelatihan pengisian laporan posyandu.

Para kader mengikuti acara dengan serius dan antusias. Hal ini menunjukan butuhnya mereka akan ilmu untuk menjalankan pekerjaannya terseut. Tidak hanya pelatihan, TIM KKN 1 Undip pun turut membagikan buku saku posyandu. Isinya tentu berupa informasi-informasi tertentu dan juga jadwal atau absensi kapan saja si kecil melakukan pengecekan di posyandu. Kemudian acara dilanjutkan oleh deteksi risiko tinggi terhadap ibu hamil. Tentu hal ini sangatlah dibutuhkan mengingat demi keselamatan sang janin. Acara diakhiri dengan pembagian buku resep tambahan yang akan sangat membantu si kecil. Waaah, bermanfaat sekali ya acara pada hari ini !

Review by Satriyo

Tampingwinarno nge-Blog

Zaman sekarang, sudah bukan hal baru lagi jika manusia bersahabat dengan internet. Ya, era globalisasi ini membuat kehidupan manusia begitu akrab dengan dunia digital. Dari mulai urusan besar seperti bisnis perusahaan ternama, hingga hal-hal ‘receh’ seperti memesan makananpun menggunakan internet. Maka sudah seharusnya sebuah lembaga memiliki ruang tersendiri di internet demi kepentingan lembaganya. Blog atau website misalnya. Hal ini tentu sebuah keniscayaan yang patut dimiliki sebuah lembaga, apalagi lembaga resmi seperti pemerintahan. Namun sayang, jangankan punya, perangkat administratif di kelurahan Tampingwinarno pun belum paham bagaimana membuat apalagi menggunakannya. Hal ini membuat salah satu anggota KKN TIM 1 Undip Desa Tampingwinarno, Farhah, terdorong untuk melakukan sebuah hal yang dapat membantu Desa Tampingwinarno maju dalam hal teknologi. Maka, ia pun memutuskan untuk mengadakan sebuah pelatihan. Ya, pelatihan wordpress.


Hari itu, pada tanggal 24 Januari 2018 pelatihan diadakan. Acara dibuka dengan sambutan oleh Pak Kepala Desa Ibadi yang tentu sangat mengapresiasi acara ini. Ini gagasan yang baik, tentu. Maka sungguh wajar jika peserta yang terdiri dari beberapa perangkat desa menyambut dengan antusias rangkaian acara padi hari itu. Sederhana saja, pelatihan diberikan oleh Farhah sendiri. Pengalamannya selama berkiprah di dunia pendidikan membuat skillnya tidak usah diragukan lagi. Dengan kesabarannya, Farhah pun menjawab dan membimbing satu per satu peserta yang merasa kesulitan dalam mengikuti pelatihan. Hal ini membuat peserta nyaman dan mudah memahami ilmu baru yang diberikan. Mereka berharap, setelah berakhirnya pelatihan hari itu, portal digital keluahan Tampingwinarno dapat dibangun dan dijalankan dengan baik. Tidak berhenti hanya pada memberikan pelatihan, sebelum acara berakhir Farhah memberi sebuah kenang-kenangan berupa data grafis grafik piramida kependudukan Desa Tampingwinarno yang didesain dan dibingkai sangat cantik. Farhah  berharap, bingkisan sederhana ini akan sangat bermanfaat untuk Desa Tampingwinarno kedepannya. Semangat, Farhah!

Review by Satriyo

ROSIPAH Si Anti Sampah

Sukorejo (8/2) – Rabu, 8 Februari 2018 bertempat di Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Tim 1 KKN UNDIP berkunjung ke SD Negeri 3 Sukorejo untuk melakukan serangkaian kegiatan salah satunya adalah mengasah kreativitas siswa siswi untuk memanfaatkan sampah untuk menjadi sebuah teknologi roket air. Tim KKN UNDIP Desa Sukorejo memilih SD Negeri 3 karena sekolah ini terletak jauh didalam Dusun Ngrancah yang belum pernah di isi oleh kakak-kakak KKN UNDIP sebelumnya.


Antusiasme siswa sangat besar dalam membuat ROSIPAH (ROket penguSIr samPAH) hal ini terlihat saat adik adik sekolah dasar diajak membuat roket bersama-sama. Rosipah sendiri terbuat dari botol aqua 1,5 liter dan potongan kardus yang digunakan sebagai sayap dari roket ini sendiri. Kemudian batu yang digunakan sebagai pemberat pada ujung mulut roket.

Setelah roket selesai dibuat roket diterbangkan menggunakan bantuan pompa sepeda dan diisi air didalamnya. Anak-anak merasa senangdan sangat antusias untuk saling berlomba-lomba menerbangkan roket.

Review by Satriyo

JUMANTIK : Sukorejo Bebas Jentik

Sukorejo – Sabtu, 3 Februari 2018 Tim I Universitas Diponegoro Semarang Desa Sukorejo dari jurusan Kesehatan Masyarakat sebagai pelaksana program mono disiplin yaitu Wildan Nur Aiman mengajak ibu ibu PKK untuk menjadi Jumantik (Juru Pemantau Jentik) Desa Sukorejo. Menurut Ketua PKK Desa Sukorejo ibu Raharjo, banyaknya terjangkit demam berdarah (DBD) dikarenakan faktor lingkungan setempat maupun penyakit bawaan dari luar daerah desa Sukorejo. Kasus demam berdarah (DBD) mengalami peningkatan di sejumlah dusun karena kondisi cuaca.

Dengan informasi tersebut program untuk pengkaderan jumantik di Desa Sukorejo. Peran serta masyarakat dan kerja sama dengan perangkat desa sangat dibutuhkan agar penyakit DBD dapat diberantas. Program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dapat dilakukan melalui gerakan Juru Pemantau Jentik (Jumantik) yang beranggotakan masyarakat yang dilatih oleh pembicara dan Puskesmas setempat untuk memantau keberadaan dan perkembangan jentik nyamuk guna mengendalikan penyakit DBD di suatu daerah melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus, yaitu: Menguras bak mandi, Menutup tempat penampungan air, Memanfaatkan barang bekas, Plus cegah gigitan nyamuk. Tapi sayangnya kegiatan jumantik tidak ditemukan kembali dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat dan sumber tenaga yang ada.

Dari beberapa rumah yang telah di lakukan pemeriksaan masih banyak warga yang membiarkan adanya jentik jentik nyamuk beradaa di bak mandi rumah mereka. Ketua PKK Desa Sukorejo Ibu Raharjo, sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Tim KKN, menurut beliau “Dengan adanya program kegiatan ini, semoga warga desa bisa menjadi lebih peduli terhadap lingkungan dan kebersihan setempat dan juga mengurangi resiko dari penyakit demam berdarah.”

Review by Satriyo

Untuk PRAU Yang Lebih Hijau

Sukorejo , telah dilakukan konservasi di lereng Gunung Prau. Konservasi yang dilakukan oleh Karang Taruna Desa Sukorejo bersama teman-teman TIM I KKN UNDIP 2018 didasari atas rasa ingin menghijaukan lereng gunung prau yang sempat terkena banjir bandang setahun yang lalu dan kurangnya tingka kesadaran masyarakat sekitar dan para pendaki dalam melestarikan lereng Gunung Prau.

Kegiatan yang dilakukan adalah penanaman bibit bibit pohon oleh pihak Karang Taruna Desa Sukorejo beserta mahasiswa KKN UNDIP TIM I 2018 kemudian pembersihan curug curug yang ada disekitar lereng Gunug Prau. Total curug yang dibersihkan adalah sebanyak 7 curug. Walaupun dengan medan yang curam dan tidak mudah namun tidak menggugurkan niat kami untuk melakukan konservasi pada lereng Gunung Prau.

Review by Satriyo

Ikan Pemusnah Limbah Plastik Rumah Tangga

Sukorejo,Setiap hari banyak dari kita mengkonsumsi kopi,susu hingga detergen untuk kebutuhan sehari-hari. Dengan begitu maka tentu banyak sampah plastik yang dihasilkan dari sisa penggunaan barang-barang tersebut. Limbah plastik sisa rumah tangga yang berasal dari  berbagai macam produk,baik produk deergent,produk bungkus minuman sachet,produk pelembut pakaian,dan masih banyak produk lainnya. Jika plastik-plastik tersebut ditumpuk di tempat sampah maka plastik sisa rumah tangga tersebut hanya dapat mengotori dan membuat kumuh lingkungan sekitar Desa Sukorejo.

Karna banyaknya sisa sampah plastik hasil penggunan benda-benda rumah tangga Tim I KKN UNDIP 2018 Desa Sukorejo berinisiatif memanfaatkan sampah-sampah plastik sisa limbah rumah tangga untuk membuat kerajinan yang lebih berguna. Kegiatan ini dilakukan kepada warga desa sukorejo khususnya anak-anak Sekolah Dasar Negeri 1 Sukorejo yang sering mengkonsumsi berbagai minuman sachet yang meninggalkan sampah plastik.

Pemanfaatan plastik yang dilakukan adalah dengan pembuatan gantungan kunci berbentuk yang berasal dari berbagai macam limbah plastik rumahtangga khususnya bungkus kopi. Kegiatan yang pertama dilakukan adalah pembagian bungkus kopi tersebut menjadi 2 bagian sama besar kemudian membuat sayatan sebanyak 3 buah yang kemudian akan dianyam satu dan yang lainnya. Setelah mendapatkan bentuk yang sesuai,maka isi badan ikan menggunakan kapas agar mengembung. Kemudian beri mata pada bagian sisi depan agar lebih menyerupai ikan. Kemudian beri seutas tali yang kemudian bisa digunakan untuk mengikatkan ikan ditempat yang sesuai dengan keinginan kita.

Anak anak SD  N 1 Sukorejo merasa antusias mengikuti kegiatan ini,dimana terlihat dari mereka yang membawa berbagai macam plastik sisa limbah rumahtangga yang berbagai macam. Kegiatan ini dilakukan untuk memanfaatkan plastik sisa limbah rumahtangga menjadi menarik dan dapat mengurangi sampah plastik dilingkungan.

Review by Satriyo

KKN Tim I UNDIP Sosialisasi HIV AIDS Bersama Panembahan Agus Sakti

null

Sukorejo (31/1),anggota Karang Taruna Desa Sukorejo bersama Tim I KKN Undip Desa Sukorejo mengadakan acara penyuluhan mengenai bahaya Bahaya HIV AIDS bersama dengan Karang Taruna Desa Sukorejo pada tanggal 31 Januari 2018 bertempat di Balaidesa Desa Sukorejo. Dengan 2 orang anggota KKN Undip Tim1 2018 Desa Sukorejo sebagai mc dalam acara ini.

Acara diisi oleh Bapak Thomas Mengisi tentang bahaya dan pencegahan narkoba dan Ibu Lena mengisi tentang pencegahan HIV AIDS. Diharapkan dengan diadakannya penyuluhan ini maka warga Des Sukorejo dapat terhindar dari HIV AIDS dan Narkoba

Review by Satriyo

KKN UNDIP MENGABDI MENINGKATKAN KESEHATAN WARGA DESA GETAS BLAWONG

Pageruyung. Getas Blawong – Kamis, 18 Januari 2018, mahasiswa KKN UNDIP Desa Getas Blawong membantu acara kesehatan yang ada di masyarakat, antara lain program imunisasi dan skrinning hipertensi lansia.
Program imunisasi ini ditujukkan kepada anak-anak dan ibu hamil Desa Getas Blawong. Imunisasi ditujukkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh sehingga mencegah terjadinya penyakit. Imunisasi dilaksanakan oleh Bidan Desa dan dibantu mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Imunisasi di Getas Blawong merupakan program Pemerintah yang difasilitasi oleh Puskesmas dan diadakan setiap tanggal 18. Imunisasi yang diberikan antara lain mencakup imunisasi dasar dan imunisasi TT untuk ibu hamil.

Imunisasi

Selain program imunisasi, mahasiswa KKN UNDIP Desa Getas Blawong juga melakukan skrinning hipertensi pada lansia. Skrinning ini ditujukkan untuk mengetahui kondisi kesehatan warga Getas Blawong terutama yang berusia lanjut.
Dari hasil skrinning didapatkan, hampir sebagian besar lansia Getas Blawong memiliki Hipertensi. Hipertensi pada warga Getas Blawong disebabkan karena makanan dan pola hidup. Mahasiswa KKN UNDIP memberikan edukasi terkait pola hidup yang baik dan mengurangi makanan yang mengandung garam. Kurangnya aktifitas dan tingginya makanan yang mengandung garam menjadi penyebab utamadari Hipertensi warga Desa Getas Blawong.

Skrinning Hipertensi

UMKM Tahu Pak Tamyis yang Legendaris

Kendal, Rabu (10/1/2018) mahasiswa KKN Tim I Undip melakukan observasi ke UMKM yang berada di sekitar Dusun Gajahan, Desa Kebon Gembong, Kecamatan Pageruyung, Kabupaten Kendal. Salah satu UMKM yang legendaris di Dusun ini adalah usaha pembuatan tahu. Usaha ini telah berdiri sejak 15 tahun yang lalu dan menjadi satu-satunya produsen tahu yang ada di Dusun Gajahan. Usaha milik Pak Tamyis ini terletak di RT 03 RW 01 yang berada tidak jauh dari Balai Desa Kebon Gembong.

Pembuatan tahu masih sangat tradisional dengan hanya menggunakan mesin penggiling kedelai. Proses pembuatan tahu dimulai dengan penggilingan kedelai, yang kemudian direbus sebanyak lima kali agar tahu yang dihasilkan tidak asam. Proses selanjutnya yaitu penyaringan sari kedelai menggunakan kain penyaring dan dilakukan pengendapan. Setelah sari kedelai mengendap, dilakukan proses pencetakan tahu dengan menggunakan kain saring dan cetakan tahu yang ditekan hingga air berkurang dan terbentuknya tahu yang padat. Pembuatan tahu membutuhkan waktu kurang lebih selama 2 jam dengan menghasilkan sekitar 1000 buah tahu dalam sekali produksi.

Adapun permasalahan yang dihadapi adalah sulitnya mendapatkan bahan baku karena letak pasar yang jauh di Kecamatan lain. Selain itu, pemasaran produk yang dilakukan masih dalam lingkup kecil dan tidak mempekerjakan pekerja sehingga tahu yang dihasilkan hanya dalam skala kecil.

Tahu Pak Tamyis, Salah Satu UMKM Legendaris

Proses Penyaringan Kedelai Setelah Perebusan