Home » Lokasi KKN » Kab. Kendal (Page 2)

Category Archives: Kab. Kendal

KKN UNDIP MENGABDI MENINGKATKAN KESEHATAN WARGA DESA GETAS BLAWONG

Pageruyung. Getas Blawong – Kamis, 18 Januari 2018, mahasiswa KKN UNDIP Desa Getas Blawong membantu acara kesehatan yang ada di masyarakat, antara lain program imunisasi dan skrinning hipertensi lansia.
Program imunisasi ini ditujukkan kepada anak-anak dan ibu hamil Desa Getas Blawong. Imunisasi ditujukkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh sehingga mencegah terjadinya penyakit. Imunisasi dilaksanakan oleh Bidan Desa dan dibantu mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Imunisasi di Getas Blawong merupakan program Pemerintah yang difasilitasi oleh Puskesmas dan diadakan setiap tanggal 18. Imunisasi yang diberikan antara lain mencakup imunisasi dasar dan imunisasi TT untuk ibu hamil.

Imunisasi

Selain program imunisasi, mahasiswa KKN UNDIP Desa Getas Blawong juga melakukan skrinning hipertensi pada lansia. Skrinning ini ditujukkan untuk mengetahui kondisi kesehatan warga Getas Blawong terutama yang berusia lanjut.
Dari hasil skrinning didapatkan, hampir sebagian besar lansia Getas Blawong memiliki Hipertensi. Hipertensi pada warga Getas Blawong disebabkan karena makanan dan pola hidup. Mahasiswa KKN UNDIP memberikan edukasi terkait pola hidup yang baik dan mengurangi makanan yang mengandung garam. Kurangnya aktifitas dan tingginya makanan yang mengandung garam menjadi penyebab utamadari Hipertensi warga Desa Getas Blawong.

Skrinning Hipertensi

UMKM Tahu Pak Tamyis yang Legendaris

Kendal, Rabu (10/1/2018) mahasiswa KKN Tim I Undip melakukan observasi ke UMKM yang berada di sekitar Dusun Gajahan, Desa Kebon Gembong, Kecamatan Pageruyung, Kabupaten Kendal. Salah satu UMKM yang legendaris di Dusun ini adalah usaha pembuatan tahu. Usaha ini telah berdiri sejak 15 tahun yang lalu dan menjadi satu-satunya produsen tahu yang ada di Dusun Gajahan. Usaha milik Pak Tamyis ini terletak di RT 03 RW 01 yang berada tidak jauh dari Balai Desa Kebon Gembong.

Pembuatan tahu masih sangat tradisional dengan hanya menggunakan mesin penggiling kedelai. Proses pembuatan tahu dimulai dengan penggilingan kedelai, yang kemudian direbus sebanyak lima kali agar tahu yang dihasilkan tidak asam. Proses selanjutnya yaitu penyaringan sari kedelai menggunakan kain penyaring dan dilakukan pengendapan. Setelah sari kedelai mengendap, dilakukan proses pencetakan tahu dengan menggunakan kain saring dan cetakan tahu yang ditekan hingga air berkurang dan terbentuknya tahu yang padat. Pembuatan tahu membutuhkan waktu kurang lebih selama 2 jam dengan menghasilkan sekitar 1000 buah tahu dalam sekali produksi.

Adapun permasalahan yang dihadapi adalah sulitnya mendapatkan bahan baku karena letak pasar yang jauh di Kecamatan lain. Selain itu, pemasaran produk yang dilakukan masih dalam lingkup kecil dan tidak mempekerjakan pekerja sehingga tahu yang dihasilkan hanya dalam skala kecil.

Tahu Pak Tamyis, Salah Satu UMKM Legendaris

Proses Penyaringan Kedelai Setelah Perebusan

Survei Curug KKN Tim 1 UNDIP Desa Getas Blawong

Kendal, Senin (8/1/2018) Tim 1 KKN Undip Desa Getas Blawong memutuskan untuk mengunjungi suatu objek wisata yang sempat terkenal di kalangan penduduk lokalnya yaitu Curug Sujan. Curug ini terletak di sekitar daerah pertanian warga Desa Getas Blawong. Curug Sujan merupakan objek wisata yang masih sangat natural. Bagi yang ingin mengunjungi objek wisata ini, hendaknya mengajak warga setempat sebagai pemandu arah.

Track menuju Curug Sujan cukup terjal dan licin. Belum ada akses jalan yang bersifat permanen sehingga perjalanan menuju Curug Sujan dapat terasa sulit bagi mereka yang jarang melintasi area-area terjal. Untungnya, Tim 1 KKN UNDIP Desa Getas Blawong ditemani oleh salah satu warga asli yang dikenal akrab dengan sapaan Mas Iko.

Perjalanan kami pun dimulai dengan memasuki daerah perkebunan warga. Banyak rintangan yang dilewati selama perjalanan, namun semua itu tidak menyurutkan semangat kami untuk sampai ke Curug Sujan. Terdapat dua tempat peristirahatan yang dapat disinggahi selama perjalanan menuju curug, namun tempat peristirahatan yang pertama merupakan tempat peristirahatan yang paling berkesan karena dari sana kita dapat melihat pemandangan yang indah, seperti pemandangan hamparan sawah warga dari kejauhan serta bukit nan hijau.

Pemandangan di perjalanan

Sesampainya di lokasi air terjun Curug Sujan, pengunjung dapat menikmati pemandangan air terjun serta bermain air. Untuk yang memiliki nyali lebih, pengunjung dapat mendaki suatu lereng sehingga dapat melihat air terjun dengan lebih dekat. Kira-kira pukul 16.30, hujan gerimis mulai membasahi Curug Sujan dan sekitarnya. Saat itu juga lah kami memutuskan untuk menyudahi kunjungan kami ke Curug Sujan. Walaupun akses jalan yang masih tergolong minim, sangat disarankan untuk mengunjungi Curug Sujan di Desa Getas Blawong, karena pemandangan yang ditawarkan sangat sayang untuk dilewatkan.

” alt=”Curug Sujan” />

KKN UNDIP Getas Blawong Ajak Lansia untuk Senam Anti Rematik

Pageruyung, Kamis (11/01/18), Mahasiswa KKN Tim I Undip kembali berpartisipasi dalam posyandu di desa Getas Blawong yang kali ini bertempat di dusun Getas Kidul di Rumah Bapak Lurah yaitu Bapak Ibnu Su’ud. Di desa Getas Blawong posyandu diadakan empat kali di setiap bulannya yaitu posyandu dusun Getas Kulon, dusun Getas Kidul, dusun Sukolilan dan dusun Getas Lor. Kegiatan Posyandu diadakan oleh Ibu Yuni yang merupakan Bidan Desa dan beberapa kader Posyandu di desa Getas Blawong.Posyandu Getas Blawong mempunyai layanan untuk menimbang berat badan anak serta posyandu lansia (penimbangan berat badan dan cek tekanan darah).

” alt=”Pemeriksaan Tekanan Darah” />

” alt=”Penimbangan Berat Badan” />
Pada posyandu kali ini mahasiswa KKN Undip ikut berpartisipasi dalam posyandu serta mengajak para lansia dusun Getas Kidul dan dusun Salam yang tergabung dalam posyandu Getas Kidul untuk mengikuti senam anti rematik oleh Azkiya Ulki Fadhilla Fakultas Kedokteran Undip.

Pengadaan senam anti rematik ini dilatarbelakangi karena status kesehatan lansia yang berisiko dan/ mengeluhkan rasa nyeri pada otot/sendi yang mengalami peradangan dan pembengkakan. Lansia Posyandu Getas Kidul terlihat sangat antusias dan semangat dalam mengikuti senam tersebut. Beberapa lansia menyarankan agar senam dapat diadakan dalam tiga kali selama seminggu.

Mengingat tingginya tingkat kesadaran mempertahankan kebugaran tubuh pada lansia, maka mahasiswa berencana untuk membuat jadwal senam lansia rutin yang terbentuk dalam program Gerakan Lansia Sehat yang akan dilakukan di posyandu yang di adakan di setiap dusun di desa Getas Blawong.

Diharapkan dengan adanya program ini, dapat meningkatkan kesadaran untuk mempertahankan kebugaran dan kesehatan tubuh pada lansia  dan membentuk perilaku budaya hidup sehat dengan melakukan senam lansia rutin setiap minggunya.

” alt=”Senam Anti Rematik” />

POSYANDU RUTIN KRAJAN DI DESA KRIKIL

Pemantauan berat badan secara teratur sangat penting untuk mengetahui pertumbuhan anak. Pertambahan berat badan pada anak mencerminkan kesehatan anak karena anak yang sehat adalah anak yang semakin bertambah umur semakin bertambah pula berat badannya. Hal ini dapat dilihat dari grafik KMS yang semakin meningkat melalui kegiatan posyandu yang dilakukan setiap bulan di setiap desa.
Di Desa Krikil, khususnya Dukuh Krajan, kegiatan posyandu dilaksanakan setiap tanggal 13. Kegiatan posyandu ini didampingi oleh beberapa kader dan seorang bidan desa. Sebanyak ± 25 orang tua/pengasuh membawa balita mereka ke posyandu. Orang tua/pengasuh dating ke posyandu pada jam 08.30 – 10.00 WIB. Kegiatan posyandu meliputi pendaftaran balita, penimbangan, pencatatan hasil penimbangan, pelayanan gizi/pemberian PMT, dan pelayanan kesehatan/KB/Imunisasi.
Saat KKN Tim 1 desa krikil mengunjungi posyandu pada tanggal 13 januari 2018, PMT yang diberikan adalah bubur kacang hijau. Bidan desa bertugas di pelayanan kesehatan. Jika terdapat bayi atau balita yang sakit, bidan desa dapat memberikan obat yang diberikan oleh puskesmas dengan biaya Rp 3.000,-.
Secara keseluruhan, kegiatan posyandu di Dusun Krajan, Desa Krikil sudah sesuai dengan standar prosedur yang ada, hanya saja menurut bidan desa, minat dan antusias orang tua yang memiliki balita berusia 3 – 5 tahun kurang sehingga diperlukan sosialisasi nantinya supaya orang tua/pengasuh tetap membawa balita mereka ke posyandu sampai usia 5 tahun sesuai yang direkomendasikan.

posyandu

Edukasi daging ASUH bagi ibu rumah tangga didesa krikil

Hidup sehat sangatlah penting bagi setiap manusia, dengan tubuh yang sehat manusia dapat beraktifitas dengan baik dan maksimal. Untuk memperoleh tubuh sehat, dibutuhkan olahraga yang cukup dan juga mengonsumsi makanan yang sehat. makanan sehat sangatlah mudah didapatkan karena hampir setiap tempat ada yang menyediakannya. Makanan dikatakan sehat jika masih dalam keadaan segar, kondisi baru, tidak terkontaminasi bahan-bahan kimia dan juga asli, maksud dari asli yaitu bukan makanan tiruan seperti beras plastik, telor ayam palsu, dan juga daging palsu, dimana daging babi dikatakan babi sapi.

Kasus dalam kurun waktu 2 dekade ini, selalu terjadi sebuah kasus dimana daging yang diperjualbelikan adalah daging palsu, daging babi dikatakan daging sapi, dimana penjual ingin mendapatkan laba yang lebih, namun sangat merugikan bagi pembeli, terutama bagi pembeli beragama Islam karena daging babi itu haram dalam ajaran Islam.

Karena kondisi ini yang masih selalu terjadi sampai sekarang, sangat dibutuhkan sebuah kebijakan yang sangat tegas dan juga edukasi yang mengajarkan bagaimana itu makanan sehat dengan mengetahui ciri-cirinya. Dengan alasan itu, maka mahasiswa undip yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata di Desa Krikil, melakukan edukasi pengenalan akan daging ASUH ( Aman, Sehat, Utuh dan Halal).

Edukasi pengenalan daging ASUH ( Aman, Sehat, Utuh dan Halal) ini dilakukan tanggal 12 januari, jam 13:00-16:30 bertempat salah satu rumah warga. Jumlah ibu rumah tangga yang mengikuti mencapai 80 orang, hal yang luar biasa  bisa dikatakan karena melihat sulitnya mahasiswa dalam mengumpulkan warga desa.

Kegiatan yang ada meliputi pemaparan akan ciri-ciri daging yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal itu seperti apa dan juga menunjukan video berisi tentang bagaimana membedakan antara daging babi dengan daging sapi. Edukasi ini tentu sangat menarik bagi ibu rumah tangga karena mereka sangat ini tahu cara membedakan daging babi dan daging sapi yang menjadi hal utamanya dan  mereka sangat antusias dalam mengikuti setiap tahap yang diajarkan serta senang ada video yang membuat kegiatan lebih menarik.

Dengan adanya kegiatan edukasi pengenalan daging ASUH ( Aman, Sehat, Utuh dan Halal) ini diharapkan adanya peningkatan mutu makanan sehat disetiap keluarga dan menumbuhkan kesadaran pentingnya makanan sehari-hari untuk pertumbuhan dan kesehatan jasmani/rohani dalam membentuk keluarga yang sehat, cerdas dan kuat.

Edukasi Daging ASUH

Edukasi Daging ASUH 2

Edukasi Daging ASUH 3

Pengecoran Membelah Tebing, Aksesibilitas Antar Dua Dusun Semakin Membaik

20180106_101307

Surokonto Wetan, Pageruyung, Kendal (10/1/2018) – Aksesibilitas merupakan salah satu faktor penting dalam suatu pembangunan di suatu daerah. Pembangunan sarana transportasi dan jalan merupakan faktor penting dalam peningkatan aksesibilitas. Hal ini pula yang menjadi salah satu fokus dari pemerintah desa Surokonto Wetan saat ini. Pemerintah sedang memulai untuk melakukan peningkatan dan juga perbaikan aksesibilitas antar dusun dengan melaksanakan pembangunan jalan penghubung diantara lima dusun yang ada di desa ini.
Pada Selasa, 2 Januari 2018 kemarin pemerintah desa Surokonto Wetan telah memulai program pembangunan jalan yang menghubungkan antara dusun Pengkok menuju dusun Mbongkol. Dusun Mbongkol dan dusun Pengkok sendiri merupakan objek tempat yang memiliki potensi wisata yaitu Tebing Tawing yang nantinya akan dipromosikan menjadi objek wisata dari Surokonto Wetan ini sendiri. Perencanaa pembangunan jalan ini sendiri berupa pengecoran jalan sejauh 450 meter dari total pelaksanaan sejauh 760 meter. Hal ini dikarenakan akses jalan yang menghubungkan dua dusun ini sebelumnya masih berupa jalan tanah yang sangat rawan dan berbahaya untuk dilalui oleh kendaraan roda dua. Ditambah lagi apabila hujan turun, jalanan akan semakin basah dan licin dan sangat sulit untuk dilalui kendaraan. Pengecoran jalan ini nantinya akan memudahkan masyarakat dusun Mbongkol untuk berpergian menuju ke balai desa ataupun kecamatan. Pengecoran jalan ini pelaksanaannya dibantu oleh warga desa Surokonto Wetan yang bekerja secara bergilir per RT nya. Pengecoran dilaksanakan dengan dibantu dengan alat-alat seperti molen portable yang merupakan inventaris desa.

20180106_101316

Proses pengecoran ini dilakukan secara gotong royong. Sistem gotong royong ini dilakukan oleh seluruh masyarakat desa surokonto wetan. Dalam pelaksanaannya, masyarakat secara bergantian dan terjadwal dengan setiap RT mendapatkan setiap shift. Setiap harinya, pekerjaan dilakukan dengan dua gelombang, yakni pagi hingga siang dan digantikan RT lain dari siang hingga sore.
Dengan pengecoran jalan ini diharapkan nantinya dapat mempermudah warga desa Surokonto Wetan dalam melakukan aktivitas sehari-hari nya. Selain itu pengecoran jalan ini diharapkan juga akan mempermudah aksesibilitas warga dusun Mbongkol menuju dusun-dusun lain atau ke kecamatan Pageruyung dan perbaikan maupun pembangunan akses jalan di dusun lainnya.

TIM 1 KKN Universitas Diponegoro di Desa Surokonto Kulon

[PRESS RELEASE]

Setelah disambut di Kantor Kecamatan Pageruyung, Kabupaten Kendal, TIM 1 KKN Universitas Diponegoro di Desa Surokonto Kulon langsung melanjutkan perjalanan yg seru dan menarik. Kami berkunjung ke usaha yang dimiliki masyarakat di Desa Surokonto Kulon. Penasaran dengan keseruannya dan keindahan Desa Surokonto Kulon? Yuk! Check our video! #kknkendal #explorepageruyung #indahnyasurokontokulon

https://web.facebook.com/melvina.januar/videos/10204215056014654/

Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (MUSRENBANGDES) Kebon Gembong

Kegiatan MUSRENBANGDES dilaksanakan pada tanggal 11 Januari 2018 yang dihadiri BPD (Badan Permusyawaratan Desa), perangkat desa, LPMD (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa), Tokoh Pemuda, Tokoh Masyarakat, dengan mengikutsertakan mahasiswa KKN Tim I Undip merupakan musyawarah pengembangan desa untuk tahun anggaran 2019. Sebelum dilaksanakannya MUSRENBANGDES ini, terlebih dahulu diadakan musyawarah pada masing-masing dusun untuk menentukan rencana pembangunan dusun. Kegiatan ini diadakan untuk transparansi anggaran rencana pembangunan desa untuk tahun 2019.

Selama jalannya musyawarah, masyarakat menunjukkan antusiasme yang cukup tinggi. Dalam musyawarah tersebut ditentukan prioritas pembangunan pada tiap dusun di Desa Kebon Gembong. Dalam penentuan prioritas tersebut dibentuk Tim 11 yang bertugas untuk menghimpun dan menyaring program-program yang diajukan tiap dusun. Adapun Tim 11 tersebut terdiri dari perwakilan perangkat desa dan tokoh masyarakat.

Terjadi suatu negosiasi yang cukup rumit antara karang taruna dengan LPMD dimana karang taruna berharap agar dapat menjadi bagian dari Tim 11, dan akhirnya LPMD menyetujui keinginan dari karang taruna untuk menjadi bagian dari Tim 11. Setelah itu rapat kembali berjalan lancar dengan tambahan beberapa usulan dari warga desa yang hadir ke musyawarah tersebut.

Dalam musyawara tersebut terdapat kesepakatan bahwa sebagian besar anggaran rencana pembangunan desa ditujukan untuk pembangunan infrastruktur desa. Musrenbangdes berakhir dengan lancar tanpa adanya perdebatan. Semua lapisan masyarakat dan perangkat desa sudah berkontribusi dan memberikan pendapat guna mendapatkan hasil yang baik untuk memajukan desa Kebon Gembong.

Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (MUSRENBANGDES) Kebon Gembong

Tim 1 KKN UNDIP Desa Parakan Sebaran Kecamatan Pageruyung Siap Mengabdi dan Memberikan Perubahan

87058

Pada tanggal 10 Januari 2018 telah diadakan presentasi atau pemaparan rencana program dari Tim 1 KKN Undip yang di selenggarakan di kantor Balai Desa Parakan Sebaran. Pemaparan atau presentasi dilakukan bersamaan dengan acara rutin PKK Desa Parakan Sebaran. Sebelum pemaparan program dilaksanakan sebelumnya tim 1 KKN Undip Desa Parakan Sebaran melakukan survey yang bertujuan untuk mengetahui potensi dan masalah di desa. Harapannya dengan mengetahui potensi dan masalah tersebut nantinya program yang akan dijalankan mampu membantu meningkatkan dan mengembangkan potensi serta mengatasi permasalahan yang ada di Desa Parakan Sebaran.
Desa Parakan Sebaran memiliki beberapa potensi, terutama dalam hal hasil perkebunan yaitu berupa jambu biji, jagung, dan kopi. Akan tetapi dari hasil perkebunan tersebut sampai saat ini masyarakat di Desa Parakan Sebaran belum ada yang mengolahnya menjadi bahan lain. Hal ini disebabkan karena hasil produksi yang melimpah yang membuat masyarakat enggan untuk mengolahnya dan memilih serta beranggapan bahwa dengan langsung menjualnya akan mendatangkan keuntungan yang sudah pasti dan terjamin. Berbeda halnya dengan kopi, dikarenakan hasil produksinya yang tidak sebanyak jambu dan jagung, terdapat beberapa masyarakat yang sudah mulai mengolah biji kopi menjadi bubuk kopi. Hasil olahan tersebut hanya digunakan untuk kebutuhan pribadi. Kemudian selain potensi-potensi, di Desa Parakan Sebaran juga memiliki beberapa permasalahan, diantanya adalah masih banyak masyarakat yang belum memiliki MCK pribadi. Beberapa masyarakat masih memiliki kebiasaan buang air di sungai. Hal ini menjadi permasalahan yang cukup serius mengingat air dari sungai tersebut menjadi satu-satunya sumber pengairan untuk sawah di Desa Parakan Sebaran. Penyebab dari banyaknya masyarakat yang belum memiliki MCK pribadi dikarenakan masih kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya MCK pribadi serta minimnya kemampuan masyarakat dari segi materi.