Home » Lokasi KKN » Kab. Batang

Category Archives: Kab. Batang

HUT ke-72 Republik Indonesia: TIM KKN-PPM TEMATIK II Batang Melaksanakan Rangkaian Kegiatan

IMG_2999

Batang- Berbagai rangkaian kegiatan dilaksanakan dalam rangka HUT ke-72 Republik Indonesia. TIM KKN-PPM TEMATIK II Batang turut berpartisipasi di berbagai kegiatan. Kegiatan – kegiatan tersebut diantaranya: Jalan sehat dan bersih – bersih pelabuhan TPI (Tempat Pelelangan Ikan).

IMG_2892

IMG_3234

IMG_2897

IMG_3302

Kegiatan jalan sehat dilaksanakan oleh 2 penyelanggara yang berbeda, yang pertama diselenggarakan oleh pihak Kelurahan Karangasem Utara dan yang kedua dilselenggarakan oleh pihak HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) cabang Batang.

Kegiatan Jalan Sehat yang diselenggarakan oleh Kelurahan Karangasem Utara dilaksanakan pada hari Minggu, 20 Agustus 2017 dengan sangat meriah. Antusiasme warga sebagai peserta jalan sehat sangat tinggi hal ini terlihat dari banyaknya jumlah warga yang ikut berpartisipasi. Acara ini juga berlangsung sangat meriah ditambah dengan kehadiran penyanyi – penyanyi yang diundang pihak penyelenggara dan banyaknya doorprize yang diberikan.

HNSI cabang Batang menyelenggarakan serangkaian kegiatan yaitu bersih – bersih TPI dan jalan sehat. TIM KKN-PPM TEMATIK II Batang berparitsipasi dalam kedua kegiatan tersebut. Pada kesempatan ini dalam acara bersih – bersih TPI TIM KKN-PPM TEMATIK II Batang memberikan beberapa pasang tempat sampah organik dan non organik lengkap dengan penyangganya secara simbolis dan tempat sampah dipasang disekitar perumahan warga pesisir dekat pelabuhan.

TIM KKN- PPM TEMATIK II BATANG Pamit Pulang

IMG_3128

Batang- Setelah selesai melaksanakan pemberdayaan, TIM KKN-PPM TEMATIK II Batang memberikan beberapa kenangan untuk galangan kapal CV. Laksana Abadi berupa poster – poster yang mengkampanyekan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) dan profil dari Galangan Kapal. Selain itu, TIM KKN-PPM TEMATIK II Batang memberikan satu unit telivisi untuk menayangkan video company profile serta memberikan kotak P3K lengkap.

IMG_3082

20170819_170821_0026

Byebye batangs_170821_0010

Byebye batangs_170821_0021

 

Pelepasan TIM KKN-PPM TEMATIK II Batang diselenggarakan pada hari Senin, 21 Agustus 2017 yang dihadiri oleh perwakilan dosen dan pemilik galangan kapal CV. Laksana Abadi. Sebelum TIM KKN-PPM TEMATIK II Batang berpamitan, sosialisasi software fishipro dan keselamatan kerja diselenggarakan dan pekerja di galangan kapal dibagikan masker agar digunakan pada saat bekerja.

Setelah berpamitan ke pihak galangan kapal CV. Laksana Abadi,  TIM KKN-PPM TEMATIK II Batang berpamitan ke Kelurahan Karangasem Utara. Acara pelepasan ini dihadiri oleh Bapak Lurah dan beberapa staff dari kelurahan serta perwakilan dosen. TIM KKN-PPM TEMATIK II Batang menyampaikan rasa terimakasih atas diterimanya kami dengan baik di kelurahan Karangasem Utara untuk melaksanakan pengabdian dan harapannya dengan kehadiran TIM KKN-PPM TEMATIK II Batang warga kelurahan Karangasem Utara terbantu dan dapat merasakan perubahan kearah yang lebih baik.

Diskusi Interaktif Bersama Warga Pesisir Kelurahan Karangasem Utara, Batang

IMG_2626

Batang, Jumat (12/8)- Membantu mengenali potensi daerah yang dimiliki serta mencari solusi – solusi permasalahan di darerah pesisir Karangasem Utara merupakan tujuan diadakannya diskusi interaktif yang diadakan oleh TIM KKN-PPM TEMATIK II Batang.

IMG_2647

IMG_2522

IMG_2602

IMG_2573

Diskusi berlangsung dengan sangat hidup dimana peserta sangat antusias dalam membahas beberapa tema yang diberikan. Tema – tema yang diangkat adalah kebijakan – kebijakan pemerintah dalam mewujudkan Indonesia sebaga poros maritim dunia, dampak dan mitigasi dari perubahan iklim khususnya yang terjadi di wilayah pesisir, serta pengenalan ekosistem mangrove.

REPORTASE REGULAR TIM II KKN UNDIP 2016/2017 DESA DLIMAS, KEC. BANYUPUTIH, KAB. BATANG

Tim KKN Desa Dlimas: Keluarga Baru

Selasa, 18 Juli 2017 | 15.30 WIB

Selasa, 11 Juli 2017 pukul 09.00 WIB, selepas mengikuti upacara pelepasan TIM II KKN UNDIP tahun 2016/2017 oleh Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Yos Johan Utama, Tim KKN Desa Dlimas berkumpul bersama untuk membahas keberangkatan dan saling mengingatkan akan barang bawaan yang dibutuhkan saat melaksanakan Kuliah Kerja Nyata selama 42 hari di Desa Dlimas, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang. Pada saat kami berkumpul bersama tidak lupa kami menyempatkan berfoto bersama di Lapangan Widyapuraya Universitas Diponegoro, dan setelah itu kami pulang kembali ke kos masing-masing untuk mempesiapkan keberangkatan esok hari. Rabu, 12 Juli 2017 pukul 10.00 WIB, Tim KKN Desa Dlimas berangkat menuju Desa Dlimas, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, 6 orang anggota tim berangkat menuju lokasi menggunakan bus yang sudah disiapkan oleh Universitas Diponegoro, 1 orang anggota tim berangkat menuju lokasi dengan menggunakan pick up bersama dengan 1 orang anggota tim Desa Banyuputih sekaligus membawa barang bawaan kami menuju lokasi KKN di Desa Dlimas, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang. Pada hari sebelumnya telah diberangkatkan motor yang kami gunakan untuk transportasi selama KKN di lokasi dengan menggunakan truk. Transportasi keberangkatan dan pengangkutan motor sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak universitas untuk meminimalisir resiko yang tidak diinginkan selama pemberangkatan, mengingat lokasi KKN Tim II Tahun 2016/2017 yang berbeda-beda tempat lokasi dan jarak. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam akhirnya sampailah kami di Desa Dlimas, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang.

Minggu pertama kami di Desa Dlimas, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang kami melakukan perkenalan dengan perangkat desa, kepala dusun Desa Dlimas, waarga sekitar, dan tidak lupa survey permasalah yang ada di Desa Dlimas. Survey dilakukan di minggu petama karena sebelum pemberangkatan tidak ada survey yang dilakukan mengingat lokasi yang jauh dan demi meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan selama perjalanan survey, dan ini adalah kebijakan dari pihak universitas. Kami tinggal di rumah Bapak Lurah Desa Dlimas, alhamdulillah keluarga Bapak Lurah sangat ramah dan baik terhadap kami seakan kami adalah anak sendiri. Masyarakat Desa Dlimas juga baik dengan kami yang merupakan orang baru di lingkungan mereka, di sini kami merasa seperti menemukan keluarga baru yang hangat dan menyambut kami dengan keramahan dan kebaikan mereka. Tim II KKN Tahun 2016/2017 di Desa Dlimas, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang memiliki 7 anggota dimana kami sudah seperti keluarga, saling membantu satu sama lain, saling  menjaga, kedekatan dan keakraban kami yang menjadikan kami menjadi sebuah keluarga baru. Setelah survey kami melakukan penyusunan program dan berdiskusi dengan perangkat desa mengenai program yang akan kami laksanakan di Desa Dlimas.

Awal minggu kedua kami mulai mempersiapkan bahan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan program yang akan dijalankan. Kami membeli bahan-bahan di Kota Limpung dimana di Limpung adalah pusat alun-alun di Banyuputih, yang menjual berbagai macam barang-barang yang tidak bisa kami dapatkan di Desa Dlimas. Waktu tempuh dari Desa Dlimas menuju Limpung kurang lebih 20 menit, lumayan dekat karena mengingat di Limpung lebih lengkap dan sekaligus sebagai tempat hiburan kami jika ingin melihat keramaian. Pada awal minggu kedua ini kami melakukan persiapan untuk mendukung pelaksanaan program yang akan dijalankan.

Tim KKN Desa Dlimas: Sambutan Hangat

Jumat, 21 Juli 2017 | 15.30 WIB

Pada awal minggu ini kami mulai menjalankan program kami. Kami mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan dalam mendukung program yang akan dijalankan. Kami saling bahu – membahu dalam membantu anggota kami yang akan menjalankan programnya pada minggu ini. Persiapan bahan, materi, serta mental sudah disiapkan dengan matang. Akhirnya, tibalah hari dimana program pertama dari salah satu anggota kami dilaksanakan. Program pertama yang kami jalankan sasaran utamanya adalah perangkat desa, bertempat di balai desa program kami berjalan dengan sistematika presentasi dan diskusi ringan dengan para perangkat desa. Perangkat desa terlihat antusias dan menyambut kami dengan ramah dan hangat dalam mengikuti materi program yang disampaikan, karena memang materi yang disampaikan adalah materi yang dibutuhkan oleh warda Desa Dlimas khususnya para perangkat desa. Materi yang disampaikan mengenai hukum pidana, hukum perdata, yang dimana memang di Desa Dlimas terkadang terjadi tindak kejahatan seperti tawuran, pencurian, dll, dan perangkat desa yang notabene bukan lulusan hukum sulit untuk menangani kasus-kasus kriminal tersebut sesuai dengan undang-undang yang telah ada. Atas dasar itulah program ini dibuat untuk membantu perangkat desa lebih tanggap dalam menyikapi tindak kriminal yang ada dan diharapkan tidak adanya makin hakim sendiri oleh warga.

Terdapat dua sekolah dasar di Desa Dlimas yaitu SD 02 Dlimas dan MI, serta dua taman kanak kanak yaitu TK dan RA. Program kami selanjutnya dengan sasaran siswa-siswi sekolah dasar di SD 02 Dlimas dan MI. Siswa-siswi diberikan pembelajaran mengenai pentingnya keselamatan berkendara di jalan karena di Desa Dlimas ini banyak masyarakatnya yang berkendara di jalan menggunakan sepeda motor tetapi tidak menggunakan helm, padahal masyarakat melewati jalan raya pantura dimana setiap hari menjadi tempat lalu-lalang bus luar kota dan truk-truk besar. Kemudian siswa-siswi akan diberi pembelajaran mengenai bahaya narkoba dan menghindarinya sedini mungkin, siswa-siswi perlu tahu akan bahaya dari narkoba sejak dini yang diharapkan dapat mencegah dan mengurangi rusaknya generasi muda karena narkoba. Selian itu siswa-siswi juga diberi pembelajaran mengenai pentingnya menjaga kebersihan tempat wisata yang dikunjungi, yang diharapkan agar anak-anak dapat memahami pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekitar terutama tempat wisata yang dikunjungi. Diharapkan siswa-siswi dapat turut andil dalam menjaga lingkungan sejak dini seperti membuang sampah pada tempatnya, tidak mencoret coret fasilitas umum, dan lebih menghargai para pekerja yang bertugas untuk menjaga dan merawat lingkungan tersebut. Jadi pada akhir minggu pertama ini kami sudah menjalankan beberapa program dari serangkaian program yang akan kami jalankan.

 

Tim KKN Desa Dlimas: Home Visit

Selasa, 25 JULI 2017 | 15.30 WIB

Pada awal minggu kedua ini masih sama seperti minggu pertama kami disibukkan dengan program-program yang kami jalankan. Awal minggu kedua ini kami berencana untuk mengunjungi para perangkat desa dan kepala dusun yang ada di Desa Dlimas. Terdapat tiga dusun di Desa Dlimas sendiri diantaranya Dusun Jetis, Dusun Dlimas, dan Dusun Kebonsari. Kami mengunjungi rumah para kepala dusun dengan maksud silaturahmi dan menyapa warga di setiap dusun, agar masyarakat juga mengetahui akan keberadaan kami Tim KKN UNDIP di Desa Dlimas dan nantinya kami harapkan agar para warga mau dan ikut berpartisipasi dengan program yang akan kami jalankan di Desa Dlimas. Kami disambut hangat oleh para kepala dusun dan masyarakat sekitar, masyarakat sangat antusias akan keberadaan kami di Desa Dlimas dan menunjukkan dukungan akan program yang akan kami jalankan. Pertama kami mengunjungi rumah Kepala Dusun Jetis, rumah bapak kadusJetis dekat dengan MI dan RA dan terletak cukup strategis karena dipinggir jalan. Kami mengobrol dengan bapak kadus Jetis guna membahas program-program yang akan kami jalankan selama di Desa Dlimas dan mengenai permasalahan yang ada di Dusun Jetis sendiri. Kunjungan kedua kami menuju rumah Kepala Dusun Dlimas yang terletak di dekat posko kami, hanya berbeda gang dengan posko kami. Bapak kadus Dlimas sangat terbuka dan menyambut kami dengan hangatnya. Beliau menanyakan program-program kami selama di Desa Dlimas dan memberikan saran serta masukan yang menurut kami sangat bermanfaat sekali bagi kami. Beliau juga terbuka dan menceritakan setiap permasalahan yang ada di Dusun Dlimas sendiri, dimana masih adanya tawuran pemuda antar dusun yang sering dipicu karena masalah sepele seperti adu mulut, lomba, atau hanya sekedar gurauan yang berujug pada pertengkaran. Beliau sangat ramah dan memperkenalkan kami kepada warga yang tinggal di sekitar rumah beliau, tak jauh berbeda dengan kadus Dlimas masyarakat sekitar juga menyambut kami dengan sangat ramah. Kemudian kunjungan ketiga yaitu ke Kepala Dusun Kebonsari. Dusun Kebonsari terletak paling jauh dari posko kami dimana kami harus melewati perkebunan jagung dan tebu. Kami melakukan kunjungan ke rumah Kepala Dusun Kebonsari sekitar ba’da maghrib karena Kepala Dusun Kebonsari memang sering berkegiatan di luar rumah dan biasanya beliau berada di rumah saat hari mulai petang. Seperti halnya di Dusun Jetis dan Dusun Dlimas, kami juga disambut baik di rumah bapak kadus Kebonsari. Beliau adalah orang yang sangat kritis dan sangat antusias terhadap program-program yang akan kami jalankan. Terlihat jelas banyaknya harapan beliau dengan kehadiran kami Tim KKN UNDIP di Desa Dlimas. Beliau mengharapkan dengan kedatangan kami di Desa Dlimas mampu membawa sedikit perubahan dan dorongan motivasi kepada masyarakat Desa Dlimas khususnya para pemudanya. Karena di Desa Dlimas khususnya di Dusun Kebonsari sendiri mayoritas pemudanya bekerja di bengkel karena pendidikan yang rendah. Minat pemuda untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi masih rendah. Oleh sebab itu beliau mengharapkan dengan adanya Tim KKN UNDIP mampu memberi motivasi kepada pemuda untuk mengejar impian dan mau untuk bersekolah setinggi mungkin. Begitulah di awal minggu kedua ini kami melakukan kunjungan ke rumah perangkat Desa Dlimasa dan masyarakat sekitar untuk lebih mengakrabkan diri kepada masyarakat Desa Dlimas.

Tim KKN Desa Dlimas: Dlimas Sehat

Jum’at, 28 JULI 2017 | 15.30 WIB

Pada minggu kedua ini kami menjalankan program kami kembali. Setelah melakukan kunjungan ke perangkat desa dan menyapa masyarakat sekitar, kami melanjutkan untuk menjalankan program kami. Sasaran program kami selanjtnya masih sama yaitu siswa-siswi SD 02 Dlimas dan MI. Program yang akan dijalankan adalah pengenalan dunia pertanian kepada siswa-siswi sekolah dasar. Pemilihan program ini dikarenakan rendahnya minat pemuda untuk terjun bekerja di bidang pertanian, padahal Desa Dlimas memiliki potensi pertanian yang cukup baik dengan hamparan sawah dan perkebunan yang cukup banyak. Program ini diadakan dengan tujuan agar siswa-siswi dapat melihat potensi yang ada di Desa Dlimas sejak dini dan merubah pola pikir anak sejak dini bahwa bekerja di bidang pertanian tidak hanya serta merta menjadi petani saja, namun dapat menjadi seorang pengusaha olahan produk hasil pertanian. Selain itu juga siswa-siswi diberikan pembelajaran mengenai pentingnya menghargai para petani yang telah bekerja keras, mengajarkan anak untuk makan makanan bergizi seperti sayur dan buah. Kegiatan yang dilakukan adalah mewarnai gambar petani bersama di ruang kelas masing-masing sebagai bentuk apresiasi terhadap para petani yang telah bekerja keras. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan menanam bersama, di SD 02 Dlimas terdapat pekarangan sekolah yang terletak di belakang sekolah dan  dibiarkan begitu saja, oleh sebab itu kami membuat program ini selain mengenalkan siswa-siswi bagaimana cara budidaya tanaman juga mempercantik penampilan sekolah dengan adanya kebun sayur di belakang sekolah. Hasil produksi kebun nantinya dapat dimanfaatkan oleh pihak sekolah dan hal ini juga dapat mengajarkan siswa-siswi untuk disiplin dalam merawat dan memelihara tanaman yang ada di sekolah mereka. Siswa-siswi terlihat sangat antusias terhadap kegiatan menanam bersama, bibit yang ditanam meliputi tanaman cabai, tanaman terong, dan tanaman tomat. Setelah kegiatan menanam bersama siswa-siswi kami bagikan bibit tanaman cabai untuk masing-masing siswa agar dapat ditanam oleh siswa-siswi di rumah mereka masing-masing. Selanjutnya di MI karena memang di sana tidak memiliki pekarangan seperti di SD 02 Dlimas, kami tidak dapat melakukan kegiatan menanam bersama di MI. Namun sebagai gantinya kami tetap memberikan kegiatan mewarnai bersama dan membagikan bibit tanaman cabai kepada masing-masing siswa agar dapat ditanam di rumah masing-masing. Kemudian kami memberikan pengertian akan pentingnya mengkonsumsi susu setiap hari, terutama untuk anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Siswa-siswi diberikan pembelajaran mengenai kandungan yang terdapat dalam susu dan berbagai macam susu seperti susu sapi, susu kambing, susu kerbau, susu kuda, dll. Tidak lupa setelah penyampain materi siswa-siwi masing-masing diberikan susu untuk diminum bersama, sebagai langkah awal utnuk membiasakan anak dalam mengkonsumsi susu setiap hari agar pertumbuhan otak dan tubuh dapat maksimal, dan terpenuhnya kebutuhan gizi anak. Program kami minggu ini diharapkan dapat menjadikan generasi muda Dlimas yang sehat dan pintar.

Tim KKN Desa Dlimas: Carnaval

Selasa, 01 Agustus 2017 | 15.30 WIB

Pada awal minggu ketiga ini kami sudah memasuki bulan baru yaitu Bulan Agustus. Kami mulai disibukkan dengan serangkaian rapat dengan perangkat desa maupun pemuda Desa Dlimas guna membahas acara yang akan dilaksanakan untuk meramaikan kemerdekaan Indonesia. Setiap dua tahun sekali di Desa Dlimas selalu diadakan acara carnaval, dan tepat pada tahun ini adalah pelaksaan carnaval tersebut. Carnaval diadakan di setiap desa yang ada di Kecamatan Banyuputih, termasuk Desa Dlimas. Namun, untuk waktu pelaksanaan carnaval berbeda-beda tergantung dengan keputusan dari masing-masing desa. Kami mendapat undangan dari pemuda Desa Dlimas untuk menghadiri rapat guna membahas acara carnaval yang akan diadakan pada tahun ini. Rapat tersebut membahas sistematika carnaval yang akan dilaksanakan. Rencana awal carnaval diadakan pada satu hari di Bulan Agustus. Dimulai dari konvoi kendaraan mengelilingi desa dan sekitarnya menggunakan kaos yang seragam. Jika pada dua tahun lalu kaos yang digunakan pada saat konvoi berbeda-beda motif dan warna tiap RT. Namun, pada tahun ini akan diseragamkan untuk warna dan motifnya agar tidak ada perbedaan karena merupakan satu Desa Dlimas. Biasanya konvoi selesai siang hari, kemudian dilanjutkan dengan persiapan carnaval malam harinya. Jika di desa lain carnaval diadakan pada siang hari, berbeda di Desa Dlimas karena carnaval diadakan pada malam hari. Kami ditunjukkan video dokumentasi carnaval dua tahun lalu, kami melihat carnaval Desa Dlimas begitu meriah hingga dihadiri oleh Bupati Batang. Setiap RT memberikan penampilan terbaik ada Drum Band, arak-arakan patung yang dibuat sendiri oleh masing-masing RT, kemudian ada penampilan dari SD 02 Dlimas, MI, Tk, dan RA, penampilan dari Ibu PKK dan bapak-bapak, tak lupa penampilan dari para pemuda. Carnaval dilaksanakan dengan berjalan kaki mengelilingi Desa Dlimas dengan warna-warni lampu yang sangat menakjubkan. Kami sangat tidak sabar menantikan acara carnaval tahun ini, kami juga ingin ikut berpasrtisipasi dalam memeriahkan acara carnaval, dan dari pihak pemuda maupun masyarakat juga mengharapkan bantuan dan dukungan dari kami mengenai konsep acara dan hiburan yang meriah. Kami dengan senang hati akan membantu untuk berlangsungnya acara carnaval tahun ini.

Tahun ini akan diadakan caarnaval, oleh sebab itu tidak adanya lomba-lomba yang biasanya diadakan menjelang kemerdekaan Indonesia, karena masyarakat disibukkan dengan persiapan carnaval tahun ini. Setiap hari kami selalu melihat aktivitas masyarakat yang begitu semangat mempersiapkan carnaval. Para pemuda melakukan rapat setiap malam, latihan drum band di setiap dusun maupun sekolah, pembuatan properti untuk arak-arakan, dll. Begitu terasa antusias warga dalam menyambut carnaval tahun ini dan membuat kami makin tidak sabar untuk menantikan carnaval Desa Dlimas tahun ini.

Tim KKN Desa Dlimas: Maafkan Kami DPL, Kami Main ke Dieng

 Sabtu, 5 Agustus 2017. Pada hari ini kita menjalankan proker tentang makan-makan yang ASUH dan keuangan keluarga di dukuh Jetis, setelah menjalankan proker kita diajak oleh guru MI untuk ikut silaturahmi ke ustad yang akan mengikuti ibadah haji pada tahun ini.

Bersilaturahmi memang membawa rizki. Rizki memang tidak selalu berbentuk materi, info yang bermanfaat juga termasuk rizki. Pada saat silaturahmi tentunya kita dapat doa dari pak ustad dan juga kita mendapat info tentang DIENG CULTURE FESTIVAL atau yang biasa di singkat DCF. Mendengar adanya acara tersebut, kita sangat tertarik dengan adanya acara tersebut dan kita berencana untuk datang ke acara tersebut.

Dengan modal izin dari pak lurah dan orang tua kita semua, kita memutuskan untuk berangkat ke Dieng. Namun sayang, salah satu teman kita tidak bisa ikut dengan kita ke Dieng karena dia harus balik ke Semarang untuk mengurus KRS. Kita ber-6 berangkat dari desa Dlimas sekitar pukul 5 sore. Kita berangkat dengan berbekal GPS dan bertanya kepada warga sekitar. Dikarenakan perjalnan kita pada malam hari, maka kita memutuskan untuk melawati jalur Parakan, memutari gunung sindoro dan melewati kota Wonosobo. Ketika sampai di Parakan, rencana yang awalnya akan melewati Kledung dirubah dengan jalur tercepat berhubung pelepasan lampion dimulai pukul 19.30 dan berakhir pukul 21.00. Ketika sampai di pintu masuk, kita sempat berkecil hati tidak bisa mengikuti acara pelepasan lampion karena masih membutuhkan sekitar 30 menit lagi untuk sampai dilokasi.

Sesampainya di lokasi yaitu Kawasan Candi Arjuna, betapa senangnya kita karena acara tersebut belum selasai. Disana kita menerbangkan 3 lampion ditemani dinginnya Dieng dan juga lantunan musik yang merdu. Setelah menerbangkan lampion, kita berencana untuk masuk ke depan panggung, teteapi kita tidak bisa masuk dikarenakan lokasi telah penuh, sehingga kita memutuskan untuk menikmati suasana itu ditepian panggung, sampai akhirnya pukul 23.00.

Dikarenakan sudah malam, kita berencana untuk tidur di bascamp guung Prau. Ketika kita sampai di basecamp. Kondisi parkiran telah penuh oleh motor dan kondisi bascamp telah penuh oleh para pendaki. Namun nasib kita memang beruntung. Masih tersisa tempat tidur untuk kita ber-6.

Tim KKN Desa Dlimas: Last Proker, Minggu Terproduktif

Senin, 7 Agustus 2017. Proker terakhir kordes Sony Lesmana dengan sasaran perangkat dilaksanakan di balai desa Dlimas denagan materi pelatihan RAB dan Rumah Sehat. Pemberian materi dimulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB.

Kamis, 10 Agustus 2017. Proker terakhir milik Wildan pemberian materi Manajemen Aset Daerah dengan sasaran perangkat desa dilaksanakan di balai Desa Dlimas. Pemberian materi dimulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB.

Jumat, 11 Agustus 2017. Proker terakhir kita semua dengan memberi materi UMKM dengan sasaran ibu-ibu PKK yang dilaksanakan di balai desa Dlimas. Pemberian materi diberikan setelah ibu-ibu PKK selesai berdiskusi tentang lomba 17an PKK.

Dihari yang sama juga dilaksanakan proker dari teman kita tuan putri Eka tentang pemanfaatan pekarang rumah yang dilanjutakan dengan pemberian bibit terong, cabai, tomat dan bayam kepada ibu-ibu PKK.

Tim KKN Desa Dlimas: Api Kita Sudah Menyala

Selasa, 15 Agustus 2017, pada akhir minggu ke-5, tim II KKN Undip 2017 desa Dlimas diberi amanat oleh SD dan MI desa Dlimas untuk mengawal acara pramuka yang diselenggarakan 2 tahun sekali. Jambore tingkat Kecamatan Banyuputih.

Sore hari kita menyiapkan untuk peralatan pentas seni MI desa Dlimas. Nasib lelaki pada waktu itu memang kurang beruntung. Mereka dijadikan bahan percobaan untuk dicorat-coret mukanya, seperti adat orang Papua. Setelah sholat maghrib sekitar pukul 18.30 WIB (Waktu Indonesia bagian Batang), tim KKN desa Dlimas bersiap-siap menuju lapangan desa Kaliballik kecamatan Banyuputih. Sekitar 10 menit kearah timur, melawati ladang tebu dan ladang padi kita sampai di lokasi Jambore.

Sesampai dilokasi, kami segera untuk merias siswa MI Dlimas. Imah dan Wildan bertugas merias pakaian sedangkan Anan dan Eka merias wajah. Tidak sesuai rencana, hanya 9 anak yang mau dirias, ada 1 anak yang tidak mau dihias dan dipastikan gagal untuk mengikuti pentas seni. Sebelum itu, tim KKN beserta para guru telah membujuk siswa tersebut untuk mengikuti pentas seni tersebut, tetapi usaha kita gagal. Selagi merias, api unggun yang disiapkan panitia jambore dinyalakan, hal ini membuat susana menjadi kurang kondusif karena para siswa ingin melihat proses api ungun itu menyala.

Api unggun telah menyala dan siswa telah selesai dirias. Waktu yang ditunggu akan segera datang, waktu untuk pentas seni MI Dlimas. MI tampil dengan nomor urut 29 dari 29 peserta. Ya kita tampil terakhir. Dengan sabar kita menunggu nomor urut kita dipanggil. Sampai pada akhirnya waktu yang ditunggu itu datang. Siswa dan siswi MI Dlimas menampilkan 3 tarian yang dipadukan dengan indah

Tim KKN Desa Dlimas: Mencari Sang Juara

 Jumat, 18 Agustus 2017. Untuk membuat kesan baik, kita berusaha membuat acara perpisahan untuk warga desa dengan membuat rencana. Rencana awal kita akan membuat lomba memancing. Rencana telah disusun dengan rapi, dari rencana anggaran sampai waktu pelakasanaan, tetapi rencana itu pupus setelah kita akan meminta izin untuk tempat. Bukan tidak boleh tetapi kita menyadari bahwa air sedang susah, sehingga kita membatalkan niatan awal kita.

Walau gagal sebelum berperang pada rencana awal, kita membuat rencana kedua, yaitu lomba 17an. Dengan persiapan yang sangat mepet kita berhasil membuat acara yang cukup ramai. Kita membuat beberapa cabang lomba seperti tarik tambang, estafet tepung, pecah air, makan kerupuk, balap kelereng.  Lomba tarik tambang, estafet tepung dan pecah air langsung diseleseaikan pada hari itu dan diikuti oleh bapak-bapak dan ibu-ibu sedangkan untuk lomba yang lain diikuti oleh anak anak dan diselesaikan pada hari selanjutnya karena terbatasnya waktu.

Tim KKN Desa Dlimas: Waktunya Berpisah

Sabtu, 19 Agustus 2017. Tetap pukul 09.00 Waktu Indonesia bagian Batang, Tim KKN desa Dlimas menuju ke SD dan MI. Pertama kita menuju SD, sebelum menuju ruang guru kita menemui para siswa terlebih dahulu untuk membayar janji. Janji untuk membelikan jajan jika bisa menjadi juara untuk pentas seni pada jambore tingkat kecamatan kemaren.

Setelah menemui sang juara, kita menuju ruang kepala sekolah. Namun  sayangnya kepala sekolah SD Dlimas sedang menjalankan tugas di luar sekolah, sehingga kita tidak bisa menemui sang kepala sekolah. Walaupun tidak bisa bertemu dengan kepala sekolah, kita tetap disambut hangat oleh para guru. Setelah itu kita berkumpul di ruang tamu kepala sekolah. Disitulah kita menyampaikan maksud kita, yaitu pamitan yang kemudian dilanjutkan foto bersama guru dan siswa.

Untuk mempersingkat waktu kita pamit kepada guru dan melanjutkan pamitan menuju MI Dlimas. Suasana di MI tak jauh beda dengan di SD, kepala sekolah sedang bertugas diluar sekolah juga tetapi kita juga tetap disambut hangat oleh guru-guru. Setelah pamitan dilanjutkan dengan foto-foto.

Memang pertemuan selalu diakhiri dengan perpisahan, berhubung kami tidak suka dengan adanya pepisahan sekian dulu ya reportase kita hari ini.

REPORTASE DESA KALANGSONO 1

Reportase Desa Kalangsono Minggu 123451. Pengenalan Awal Desa Kalangsono Bersama para Perangkat Desa
Reportase Minggu – 1
Hari Rabu, 12 Juli 2017 adalah hari pertama kami melakukan kegitan di lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Kalangsono, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang. Tidak banyak yang kami lakukan pada minggu pertama KKN ini dikarenakan aturan baru dari Universitas bahwa pada minggu pertama ini kami diharuskan untuk melakukan survey pendahuluan sebagai bahan untuk penyusunan Laporan Rencana Kegiatan (LRK). Kegiatan yang banyak kami lakukan pada minggu pertama KKN adalah mengunjungi Ketua – ketua RW dan warga warga sekitar untuk lebih dekat dan lebih mengenal dengan warga desa Kalangsono.
Pada hari kamis 13, Juli 2017 kami mengikuti pengajian rutin yang diselenggarakan secara bergantian setiap kamis malam, saat itu pengajian dilakukan di rumah bapak Kepala Dusun Gandu yaitu Pak Kasturi. Pada agenda pengajian tersebut, kami selaku mahasiswa KKN sekaligus melakukan perkenalan masing masing dari anggota TIM II KKN undip. Dikarenakan pengajian dilakukan di rumah pak kadus Gandu, yaitu dusun yang kami tinggali, maka kami sekaligus mengobrol bersama warga sekitar dan keluarga bapak Kadus hingga hampir larut malam.

2. Pendalaman dan Survey Lapangan
Reportase Minggu – 1
Masih di minggu pertama kami KKN di Desa Kalangsono, setelah kami melakukan pengenalan bersama warga dan perangkat desa, kami selanjutnya melakukan survey lapangan untuk menemukan permasalahan yang terdapat di desa yang akan kami rangkai dalam Laporan Rencana Kegiatan (LRK) dan sebagai bekal untuk kegiatan yang akan kami laksanakan untuk pemenuhan tugas KKN.
Pada hari Jumat, 14 Juli 2017, kami melakukan survey UMKM kepada salah satu pengusaha keripik nangka di desa Kalangsono dan melakukan pendataan serta menanyakan kendala dan permasalahan yang dihadapi oleh pengusaha tersebut sehingga kami dapat mencari solusi untuk penyelesaian kendala dan masalah tersebut.

Hari sabtu, 15 Juli 2017, kami diundang untuk ikut rapat karang taruna guna membahas kegiatan 17 Agustus yang kebetulan dilaksanakan secara besar besaran setiap 2 tahun sekali, maka kami diajak untuk ikut andil serta dapat memberikan gagasan dan ide untuk pelaksanaan kegiatan 17an yang rencananya akan dilaksanakan pada 20 Agustus 2017.

1. Penyusunan Program Kerja KKN
Reportase minggu – 2
Pada minggu kedua kami telah selesai menyusun dan membuat LRK, kemudian selanjutnya kami melakukan persiapan perlengkapan dan perizinan untuk melaksanakan kegiatan di desa Kalangsono,
Pada hari Jumat, 21 Juli 2017 kami diminta untuk ikut melaksanakan kegiatan kerja bakti bersama pemuda dan warga desa Kalangsono di dusun Slatri. Kerja bakti tersebut bertujuan untuk membuat rencana jalan yang akan menghubungkan dusun Slatri dengan Dusun Kalinyamat. Kerja bakti dilakukan agar jalan tersebut dapat di ajukan bantuan kepada pemerintah
Hari Senin, 24 Juli 2017 kami mengadakan pemaparan rencana program KKN yang akan kami laksanakan kepada Kepala Desa dan Perangkat Desa. Pada saat pemaparan, Kepala Desa dan Perangkat sangat antusias dan mengapresiasi rencana kerja program kami dan mendukung penuh program KKN yang akan dilaksanakan

2. Pelaksanaan Program MONO – 1
Reportase Minggu – 2
Masih di minggu kedua, kami melakukan sebagian program monodisiplin di SMP Ma’arif Desa kalangsono
Hari selasa, 25 Juli 2017 kedua teman kami Estiani dan Satria Putra Pamungkas melaksanakan program monodisiplin di SMP Ma’arif Kalangsono. Program dilakukan dengan cara penyampaian materi dan pemberian sesi tanya jawab kepada siswa SMP, kemudian para siswa juga diberikan pertanyaan seputar materi yang disampaikan supaya materi dapat dipahami dengan baik.
Hari berikutnya, tepatnya hari rabu, 26 Juli 2017 masih di tempat yang sama yaitu SMP Ma’arif, salah satu teman kami Miwaheka Prarosy memberikan materi dan pendampingan terhadap siswa untuk taat lalu berlalu lintas. Pemberian materi juga diselingi tanya jawab berhadiah sehingga para siswa dapat memahami materi dan mengaplikasikannya dengan baik. Pada akhir sesi program juga diberikan stiker dan pengukuhan salah satu siswa sebagai pelopor keselamatan lalu lintas di SMP Ma’arif agar dapat mengingatkan dan membantu menjaga teman temannya agar selalu taat lalu lintas.

1. Pelaksanaan Program Mono – 2
Reportase Minggu – 3
Kali ini kami memasuki minggu ketiga yaitu minggu yang sangat sibuk karena kita sudah masuk ke tahap pelaksanaan program. Hari Jumat 28 Juli kami melaksanakan 3 program mono yang di lakukan oleh teman kami Dzulfiqar, Estiani dan Satria Putra. Program kami laksanakan di balai desa bersama ibu ibu PKK. Pada saat pelaksanaan program ibu ibu sangat antusias dan sangat memperhatikan program yang kami berikan.
Keesokan harinya tepatnya hari sabtu 29 Juli, kami diajak makan malam bersama pak Kepala desa dan sebagian perangkat di Mie Jago daerah Limpung. Kata pak kades mie tersebut paling enak di wilayah tersebut, setelah kami mencobanya ternyata memang mie tersebut sangat enak.

2. Pelaksanaan Program Mono-Multi
Reportase Minggu – 3
Hari ini masih di minggu ketiga, yaitu hari sabtu 29 Juli 2017, kami melakukan program lanjutan yaitu program mono teman kami Miwaheka Prarosy tentang pendampingan ijin usaha UMKM di desa kalangsono. Sasaran program kali ini adalah pelaku usaha keripik gadung yang sangat dikenal di desa kalangsono. Pada program tersebut kami fokus ke masalah perizinan, karena di desa masih banyak yang belum punya ijin usaha maka kami memutuskan untuk memberikan edukasi dan pendampingan tentang pentingnya ijin usaha dalam melakukan kegiatan usaha karena selain taat hukum juga lebih memiliki rasa aman dalam menjalankan usaha karena mendapat ijin dari pemerintah.
Masih di minggu ketiga tepatnya hari rabu 2 agustus 2017 kami melanjutkan program kerja gabungan antara program mono dan program multi. Pada program kali ini kami fokus ke budidaya dan pengolahan dari bahan baku ikan lele. Ada yang diolah menjadi Ekado, kerupuk dan stick dari tulang lele. Pelaksanaan program kali ini berjalan lancar karena ibu ibu PKK sangat antusias dan aktif dalam pelaksanaan program sehingga timbal balik yang dihasilkan sangat positif.

1. Pelaksanaan Program Kerja Lanjutan
Reportase Minggu – 4
Tidak terasa KKN sudah memasuki minggu ke 4 yaitu minggu yang sangat padat karena kami harus segera menyelesaikan program kerja sehingga bisa segera menyelesaikan laporan.
Hari kamis 3 agustus 2017, teman kami Aamalia Ramadina mempersiapkan program mononya yaitu pemmbuatan kompos. Sebelum melakukan kegiatan, teman kami bersama pak Kadus Slatri mengambil kotoran hewan sebagai bahan kompos di peternakan warga.
Ke esokan harinya, Jumat 4, agustus 2017 teman kami Amel melaksanakan program pembentukan kompos di dusun Slatri yang dihadiri oleh bapak bapak petani di dukuh tersebut. Program berjalan lancar dan warga pun antusias untuk bertanya jawab seputar materi dan contoh yang dim praktekan. Program tersebut diharapkan dapat merubah mindset warga yang menggunakan pupuk kimia menjadi beralih ke pupuk organik yang lebih sehat.

2. Pasar Malam dan Lomba Gerak Jalan
Reportase Minggu – 4
Masih di minggu ke empat, di desa kami, Kalangsono mengadakan hiburan rakyat yaitu pasar malam yang setiap hari ramai pengunjung. Dikarenakan kesibukan kami, kami baru sempat mengunjungi pasar malah pada hari sabtu, 5 agustus 2017. Di sana kami bermain dan menikmati hiburan pasar malam sebagai obat kepenatan akan program yang belum kunjung usai.
Kemudian hari rabu 9 agustus 2017 kami di beri amanat oleh kecamatan untuk mendampingi siswa siswi SD dan MI di desa kami untuk lomba gerak jalan yang dilaksanakan di desa Banyuputih. Lomba tersebut sangat ramai dan di ikuti oleh seluruh sekolah dasar di lingkup kecamatan banyuputih.

1. Expo dan Program Multi
Reportase Minggu – 5
Tidak terasa sudah memasuki minggu kelima, di minggu khususnya hari jumat 11 agustus 2017 ini kami melakukan program terakhir kami yaitu program aquaponik, yaitu program yang memiliki tujuan untuk pelatihan terhadap warga tentang manfaat akuaponik yang menggabungkan antara budidaya tanaman dan budidaya ikan lele. Program ini sangat lancar dan bermanfaat karena warga khususnya para pemuda desa sangat antusias dan memiliki keinginan untuk melanjutkan dan mengembangkan program kami ini menjadi lebih besar lagi.
Pada hari berikutnya yaitu sabtu 12 agustus 2017, TIM KKN undip mengadakan expo yang dilaksanakan di kecamatan Subah yang dihadiri 4 Kecamatan sekaligus sehingga acara tersebut sangat ramai dan meriah. Pada acara expo tersebut ada beberapa rangkaian acara maupun hiburan diantaranya ada penampilan dari masing kecamatan dan terdapat pula donor darah oleh PMI. Pada kesempatan expo kali ini, kecamatan kami yaitu Banyuputih mendapat kemenangan atas stand terbaik di expo tersebut.

2. Persiapan 17an dan Lomba tingkat SD
Reportase Minggu – 5
Masih di minggu kelima, hari minggu 13 agustus 2017 kami persiapan untuk lomba lomba agustusan yang akan di adakan di desa Kalangsono. Kami 1 TIM membantu perangkat desa memasang baliho dan MMT peringatan acara 17an dan Baliho Lomba lomba anak anak SD dan MI. Lomba lomba tersebut akan di selenggarakan dan dipandu oleh guru guru masing masing SD sehingga kami hanya bertugas mendampingi kegiatan tersebut.
Keesokan harinya yaitu hari senin 14 agustus 2017, kami di minta oleh apak Kepala Desa untuk ikut serta membantu perangkat desa membersihkan lapangan untuk digunakan sebagai lapangan upacara 17 agustus. Lapangan tersebut sangat kotor karena sebelumnya lapangan tersebut dipakai untuk pasar malem yang berlangsung selama 12 hari sehingga lapangan tersebut sangat kotor dan banyak sampah berserakan.

KEREN, PROGRAM KERJA TIM KKN TEMATIK DAPAT MENGURANGI PENCEMARAN LAUT

1501930501171

1502969422593Batang, Pada Kamis  (13/7/2017) tim KKN Tematik Batang melaksanakan rancang bangun alat oil water sperator.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk memisahkan air laut dengan limbah minyak dan oli dengan alat yang tepat guna dan ramah lingkungan. Diharapkan alat ini dapat membantu masyarakat untuk mengurangi tingkat pencemaran air laut di TPI ( Tempat Pelelangan Ikan ).

Dalam rancang bangun alat OWS tim KKN Tematik Undip melewati beberapa tahap yaitu :  desain, perakitan, pengecatan, finishing, uji coba, dll.

Hasil dari uji coba alat ini adalah jernihnya air yang disebabkan oleh karbon aktif yang menadsobsi kotoran pada larutan.

Kesuksesan pelaksanaan program kerja ini tidak terlepas dari bantuan pihak mitra setempat. Mereka sangat berterimakasih kepada Undip karena telah berperan serta dalam mengurangi limbah yang ada di sekitar lingkungan mereka.

Kegiatan KKN ini dimulai pada Selasa (11/7) ditandai dengan diadakanya upacara pembukaan yang dihadiri oleh Lurah Kelurahan Karangasem Utara bapak Bandriyono, SH, sejumlah dosen pembimbing lapangan,

Drs. Mochamad Hadi, M.Si, Dr. Sc. Anindya Wirasatriya, S.T, M.Si, M.Sc, Eko sasmito Hadi ST, MT dan juga yang dihadiri oleh pemilik mitra CV. Laksana Abadi yaitu H. Nur Abadi,

Menurut Krisna Bayu Setiawan selaku koordinator KKN Tematik Batang optimis jika program-program yang diusulkan dan dilaksanakan oleh timnya akan bermanfaat bagi masyarakat, setidaknya sedikit bisa membantu mengatasi permasalahan-permasalahan yang dialami oleh desa Karangsari, Kecamatan Karangasem Utara, Kabupaten Batang.

150193049683215019304997311501930502949

Gerakan Desa Sehat Selokarto Bebas HIV

BATANG, Kamis, 27 Juli 2017- Mahasiswa KKN UNDIP Tim II yang ditempatkan di Desa Selokarto, Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang melakukan penyuluhan akan pentingnya pencegahan dan penanggulangan penyakit HIV/AIDS di Dusun Manggunan. Kegiatan ini dilaksanakan di Dusun Manggungan karena terdapat beberapa warga tunasusila di dusun tersebut dan dilatarbelakangi adanya beberapa kasus meninggalnya warga setempat akibat terjangkit penyakit HIV/AIDS. Tim KKN Desa Selokarto juga dibantu oleh pihak Puskesmas Kecamatan Pecalungan, yaitu Pak Wahyu.

25

Antusiasme warga Desa Manggunan mengikuti kegiatan penyuluhan

Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB, bertempat di kediaman Bapak Wasmadi selaku Kepala Dusun Manggunan. Beliau kemudian memberikan sambutan untuk membuka acara. Selanjutnya Tim KKN Desa Selokarto menyampaikan materi mengenai HIV/AIDS seperti pengenalan virus dan penyakit  HIV/AIDS, bagaimana cara virus HIV menjadi penyakit AIDS, bagaimana penularan, pencegahan, dan test HIV serta cara menyikapi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Selama pemyampaian materi, warga cukup antusias dengan memberikan tanggapan secara langsung.

25a25b

Penyampaian materi HIV/AIDS oleh mahasiswa KKN Undip

Kemudian dilanjutan dengan penyuluhan kesehatan oleh Pak Wahyu dari Puskesmas Kecamatan Pecalungan. Pak Wahyu beberapa kali memberikan masukan mengenai pencegahan virus HIV. “ibu-ibu, cara pencegahan yang utama yaitu menjaga kesetiaan. Bojone ojo oleh njajan nggih bu. (suaminya jangan diperbolehkan “njajan” ya bu.)” ucapnya disambut gelak tawa dari warga.

25c

Pak Wahyu dari Puskesmas Kecamatan Pecalungan memberikan materi mengenai hidup sehat

Acara berjalan dengan lancar dan berakhir pada pukul 11.00 WIB.  Diharapkan warga yang mengikuti sosialisasi ini dapat mencegah dan mengurangi resiko terjangkit virus HIV agar desa Selokarto menjadi desa yang sehat bebas HIV/AIDS. “Saya berterima kasih kepada mbak-mbak dan mas-mas KKN yang telah memfasilitasi kegiatan ini dan berharap dapat menjadi penggerak bagi warga Desa Manggunan untuk lebih baik lagi.” Ucap Pak Wasmadi menutup kegiatan penyuluhan bebas HIV/AIDS.

 

Cegah Pelecehan Seksual pada Anak

Mahasiswa KKN UNDIP Tim II memberikan edukasi mengenai bagian tubuh yang boleh disentuh dan tidak boleh disentuh kepada siswa kelas 1, 2 dan 3. Kegiatan yang dilakukan di SDN Selokarto 03 pada hari Jumat, 28 Juli 2017 tersebut bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada anak tentang bagian-bagian tubuh mana dari diri sendiri yang tidak boleh disentuh maupun diperlihatkan kepada orang asing agar terhindar dari pelecehan seksual.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 tersebut diawali dengan perkenalan mahasiswa KKN. Pemberian materi diawali dengan siswa diminta menyebutkan nama bagian tubuh secara umum dari gambar yang ditampilkan, setelah itu mulai dijelaskan bagian tubuh mana saja yang tidak boleh disentuh. Selain itu dijelaskan juga siapa orang yang bisa menyentuh bagian pribadi selain diri sendiri dan langkah yang harus dilakukan apabila ada orang asing mencoba menyentuh bagian yang tidak boleh disentuh. Di akhir kegiatan diberikan kuis untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan dan mengulangi kembali secara bersama-sama materi yang telah disampaikan. Kegiatan yang berakhir pada pukul 10.00 tersebut diakhiri dengan menyanyi bersama.

24 24a 24b 24c

Generasi Penerus Bangsa butuh Literasi Media Desa Selokarto

BATANG, 27/07/17- Puluhan siswa di SD N 01 Selokarto Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang mengikuti kegiatan Literasi Media Generus Penerus Bangsa yang diadakan oleh mahasiswa Tim II Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip). Jenis media yang dibahas dalam kegiatan tersebut adalah televisi. Para siswa begitu antusias dalam mengikuti pembelajaran yang diberikan oleh Fajrina Aulia yang merupakan mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi. Hal tersebut terlihat dari banyaknya siswa yang aktif dalam menjawab pertanyaan yang diberikan. Namun ketika ditanya mengenai jenis-jenis media, terdapat hal unik yang terjadi. Rata-rata mereka menjawab jenis media seperti Facebook, Youtube, Google, WhatsApp dan berbagai media online lainnya. Tak ada satupun yang menjawab televisi.

23a 23b 23c

Penyampaian materi literasi media oleh Fajrina Aulia

Kemudian Fajrina memberikan penjelasan lengkap mengenai media. Setelah itu, siswa menjawab pertanyaan mengenai tayangan televisi yang mereka tonton. Mirisnya, banyak siswa yang menonton sinetron dengan berbagai adegan yang tidak sesuai dengan umur mereka. “Dunia Terbalik! Anak Langit! Roman Picisan!” jawab Topa, salah satu siswa kelas 5 ketika ditanya sinetron apa yang ditonton setiap harinya. Kemudian anak-anak diberikan informasi dan pengarahan mengenai simbol-simbol di dalam tayangan televisi yang boleh mereka tonton dan tidak boleh ditonton beserta jenis adegan yang tidak boleh ditiru.

Selain di SD N 1 Selokarto, literasi media juga dilakukan di Sekolah Juara yang merupakan wadah belajar yang dikelola seacara swadaya oleh masyarakat Desa Selokarto. Sekolah Juara ini memiliki belasan siswa yang telah berprestasi baik di bidang akademik maupun non akademik.

23e 23d

Pembelajaran di sekolah juara yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat

Literasi media merupakan kemampuan memahami dunia media massa sehingga kritis dan selektif dalam menerima informasi dari media serta tidak mudah terpengaruh pesan terang-terangan dan adegan yang tidak pantas ditiru di media. Pembekalan sejak dini terhadap media perlu diterapkan. Harapannya, anak dapat memilih tayangan televisi yang baik dan menjadi generasi penerus yang pintar dalam pendidikan media. Kegiatan pun berakhir dengan sesi foto bersama.

23f

Foto bersama dengan siswa SD N 01 Selokarto

Kiat Menyusun Pembukuan Rumah Tangga di Desa Pretek

Permasalahan yang sering terjadi di rumah tangga terkadang berhubungan dengan masalah keuangan, bukan berapa banyak penghasilan yang diterima namun yang terpenting adalah bagaimana cara mengelola keuangan rumah tangga. Alasan itulah membuat Annisa’ Fatkha Laila Fajar, seorang mahasiswi jurusan akuntansi FEB, membuat program monodisiplin mengenai pembukuan sederhana dalam rumah tangga sebagai upaya dalam mengelola keuangan rumah tangga. Program yang dilakukan pada tanggal 25 Juli 2017 di Balai Desa Pretek dihadiri oleh ibu-ibu PKK Desa Pretek.

Dalam program tersebut dipaparkan tujuan pembukuan adalah untuk mengetahui secara rinci berapa jumlah biaya yang diterima maupun biaya yang dikeluarkan dalam suatu periode guna menghindari ‘menguapnya’ uang yang dimiliki. Langkah dalam membuat pembukuan ini juga mudah, hanya perlu mempersiapkan buku/kertas dan alat tulis. Lalu, bagi satu halaman buku/kertas menjadi enam kolom yang berisi no, tanggal, keterangan, debit, kredit dan saldo akhir. Pada akhir periode, bandingkan jumlah uang yang berada ditangan dengan uang yang berada dalam perhitungan pembukuan. Jika jumlahnya sama berarti semua transaksi yang terjadi telah tercatat dalam pembukuan. Walaupun mudah, namun perlu ketelitian dalam melakukan pembukuan ini.

22 22a