Home » Lokasi KKN » Kab. Pekalongan

Category Archives: Kab. Pekalongan

Inovasi Bioteknologi “SILASE” pada Pakan Ternak Desa Pegandon-Karangdadap

Imagen3 Imagen4

INOVASI BIOTEKNOLOGI: Contoh produk pakan dengan teknologi silase persembahan Fachur Rochman, mahasiswa KKN Undip Tim I 2020 Area Desa Pegandon dari prodi S1 Ilmu Peternakan

Pegandon, Karangdadap – Pakan merupakan komponen penting dalam kegiatan peternakan. Mengandung komponen nutrien yang dibutuhkan tentu akan mempengaruhi produktivitas dan kesehatan sehingga dibutuhkan manajemen pakan yang baik. Peternak diharuskan memberikan pakan yang memenuhi kebutuhan nutrisi ternak untuk mendapatkan produktivitas yang optimal, namun banyak peternak lokal yang belum menyadari hal tersebut sehingga memberikan pakan seadanya saja.

Desa Pegandon memiliki beberapa peternak kambing dan domba lokal yang dipelihara sebagai pekerjaan sampingan. Ternak tersebut hanya diberikan pakan seadanya seperti rumput lapang tanpa tambahan konsentrat. Rumput lapang merupakan pakan alami namun belum cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dari ternak karena kualitasnya yang rendah. Dibutuhkan pengolahan khusus sehingga kualitas tersebut dapat meningkat. Silase merupakan teknologi pengolahan pakan yang cukup mudah dilakukan.

Fachur Rochman merupakan mahasiswa KKN Undip yang menyadari permasalahan tersebut. Melihat kondisi tersebut, Fachur berinisiatif untuk memberikan pelatihan kepada peternak desa Pegandon untuk membuat produk silase untuk ternak. Adapun kegiatan dilaksanakan langsung dengan praktek langsung di kandang peternak kambing. Rumput difermentasi minimal selama 2 minggu untuk mendapatkan hasil yang bagus. Silase selain meningkatkan kandungan nutrien pakan juga dapat mengawetkan sampai setahun.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan peternak mengenai teknologi pengolahan pakan sehingga ternak yang diberikan pakan silase dapat meningkat produktivitas dan kesehatannya.

Editor : Solikhin

Pemanfaatan E-Commerce pada pemasaran Produk UMKM Desa Pegandon-Karangdadap

WhatsApp Image 2020-01-26 at 18.28.03

Pegandon, Karangdadap – Diera digital saat ini, kita dituntut untuk  mengikuti perkembangan digital. Tidak dapat dipungkiri, bahwa perkembangan zaman saat ini sangatlah pesat. Semua serba menggunakan alat digital, media sosial, media online sebagai salah satu untuk komunikasi. Media sosial merupakan salah satu media online yang mana para penggunanya sangat mudah untuk berpartisipasi, berbagi, membuat konten, tulisan atau lainnya. Menurut data, hampir sepertiga pengguna internet menggunakan media sosial.

Tidak hanya sekedar itu, media sosial juga digunakan sebagai sarana pemasaran. Karena melalui media ini, jutaan pengguna dapat dengan mudah melihat produk-produk yang ditampilkan. Sehingga memungkinkan besar untuk bertransaksi melalui media sosial/ media online.

Desa Pegandon merupakan salah satu desa di Kecamatan Karangdadap Kabupaten Pekalongan. Sebagian besar masyarakatnya menggeluti Usaha Menengah, Kecil, dan Mikro (UMKM), seperti konveksi, batik, dan sebagainya. Beberapa usaha yang mereka kerjakan, sebagian besar dalam pemasarannya belum memanfaatkan media online sehingga informasi produk-produknya belum tersebar luas.

Rabu (5/2), Tim I KKN Undip yang didampingi Dosen KKN-Solikhin, melakukan pendampingan dalam hal pemasaran produk kepada para pelaku UMKM Desa Pegandon, Kecamatan Karangdadap Kabupaten Pekalongan. Pendampingan yang dilakukan adalah memanfaatkan media online untuk pemasaran produk UMKM.

“Kami akan memanfaatkan media online sebagai sarana pemasaran produk UMKM”, Tutur Solikhin.

Melalui saran media online ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Pegandon.

“iya, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat” Tambah Nizar Fahmi mahasiswa Departemen Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (IESP) Undip.

Kegiatan ini melibatkan pemilik UMKM Desa pegandon Kec. Karangdadap Kab. Pekalongan. Terkhusus para pemilik UMKM yang belum memasarkan hasil produksinya di platform e-commerce. Jika ada yang sudah memasarkan hasil produksinya di platform e-commerce maka akan dilakukan pendampingan supaya hasil produksinya bisa terjual lebih banyak lagi dan bisa diketahui oleh masyarakat yang luas lagi

 

Editor : Solikhin

Pengentasan Stunting di Desa Kalilembu

 

Pemaparan Materi
Pemaparan Materi Antropometri dan ASI Eksklusif

Rabu (29/01/2020)Kalilembu-Karangdadap, dilaksanakan pelatihan antropometri dan edukasi ASI Eksklusif kepada kader kesehatan serta

 

ibu bayi dan balita Desa Kalilembu. Pelatihan dan edukasi ini bertempat di Balai Desa Kalilembu. Ibu bayi dan balita sangat antusias untuk mengikuti pelatihan dan edukasi ini, terlihat dari kedatangan ibu-ibu yang tepat waktu. Selain ibu-ibu yang diundang dalam acara ini hadir pula bayi dan balita. Dosen pembimbing lapangan dr. Siti Fatimah, M.Kes ikut datang dan mendampingi dalam penyampaian materi.

Pelatihan antropometri yang diberikan berupa pemberian edukasi terkait bagaimana cara pengukuran yang tepat terutama pada pengukuran panjang badan bayi. Pelatihan ini diberikan karena masih digunakannya meteran dalam pengukuran panjang badan bayi yang mengakibatkan tidak validnya hasil pengukuran. Selain itu, baru adanya inventaris tikar panjang badan yang diberikan oleh puskesmas dan belum diketahui cara penggunaannya oleh kader kesehatan.

Pemberian Materi Tambahan oleh Dosen Pembimbing Lapangan
Pemberian Materi Tambahan oleh Dosen Pembimbing Lapangan

 

Edukasi terkait ASI Eksklusif ditekankan pada manfaat dan pentingnya ASI Eksklusif untuk bayi usia 0-6 bulan. Banyaknya masyarakat yang memiliki budaya ‘ndulang’ atau menyuapi anak ketika menangis sehingga banyaknya anak yg tidak ASI secara eksklusif. Adanya alternatif lain dengan pemberian ASI perah yang diberikan oleh ibu bayi atau anggota keluarga lainnya.

Editor : Solikhin

Cegah penyakit Zoonosis, Mahasiswa KKN mencontohkan cara sanitasi yang baik

   Imagen1 Imagen2

 Pegandon, Karangdadap – Maraknya penyakit menular dari hewan ke manusia (Zoonosis) akhir akhir ini menjadi perbincangan hangat. Kasus virus corona yang mewabah di china dan menyebar ke negara negara asia tenggara menjadi perhatian dari masyarakat. Virus corona diduga berasal dari hewan hewan liar yang dijual di pasar kemudian menular ke manusia. Hal ini terjadi karena lingkungan yang kotor menyebabkan bibit penyakit mudah muncul dan menular antar hewan kemudian menular ke manusia.

Masyarakat desa Pegandon selain memiliki usaha UMKM konveksi juga banyak yang memelihara ternak berupa unggas dan ternak besar seperti kambing. Pola pikir masyarakat yang menganggap ternak adalah harta berharga membuat mereka membangun kandang berdekatan bahkan bersebelahan dengan rumah tinggal. Kondisi tersebut menyebabkan lingkungan kotor serta bau saat kandang tidak dibersihkan dengan baik dan teratur. Lingkungan yang kotor dan berdekatan dengan pemukiman warga menyebabkan penyakit mudah menular antar ternak maupun ternak ke manusia.

Melihat kondisi tersebut membuat Fachur Rochman, mahasiswa Fakultas Peternakan dan Pertanian sekaligus mahasiswa KKN Undip TIM I berinisiatif melaksanakan program Sanitasi Kandang yang baik dan benar guna mencegah munculnya penyakit menular hewan ke manusia karena lingkungan yang kotor. Adapun kegiatan dilaksanakan langsung di kandang kandang milik warga desa dengan cara penyampaian materi kemudian melakukan pembersihan kandang yang baik dan benar.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan peternak mengenai kebersihan lingkungan disekitar kandang sehingga mencegah munculnya bibit penyakit menular yang berbahaya.

 

Editor : Solikhin

LIMBAH SAMPAH JADI BERKAH MEWAH

Karangdadap, Pekalongan(31/1). Jumat 31 Januari 2020 Tim 1 Kuliah Kerja Nyata Universitas Diponegoro (KKN UNDIP) berhasil melaksanakan program multidisiplin bertajuk “Bimbingan Teknis Pembentukan BUMDes Berbasis Pengolahan Sampah” yang berlangsung di Balai Desa Desa Kebonrowopucang dihadapan perangkat desa dan juga masyarakat.

Pada kesempatan ini Tim KKN UNDIP mencoba untuk menggerakan warga Desa Kebonrowopucang untuk membentuk BUMDes berbasis pengolah sampah yang nantinya diharapkan dapat mengurangi limbah sampah rumah tangga dan mengubahnya menjadi suatu bentuk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi yang  keuntunganya dapat dimanfaatkan untuk kemajuan masyarakat Desa Kebonrowopucang.

Kegiatan ini diawali dengan materi bagaimana bahaya yang dapat ditimbulkan sampah ketika tidak dikelola dengan baik. Lalu,dilanjutkan mengenai system pengelolaannya menggunakan alat pengubah sampah anorganik menjadi minyak tanah berbasis pirolisis. Selain itu, sampah plastik juga diolah menjadi plastic cacahan dengan menggunakan mesin pencacah sampah. Plastik cacahan ini memiliki nilai jual lebih. Kegiatan selanjutnya merupakan pemberian informasi mengenai apa itu BUMDes dan juga apa saja yang diperlukan dalam pembuatan BUMDes tersebut.

Kegiatan yang berlangsung pukul 19.30 ini berjalan dengan penuh antusias warga yang ditunjukan dengan menariknya diskusi dua arah yang berlangsung antara peserta dan juga Tim KKN UNDIP. Dengan antusias yang ditunjukan, diharapkan nantinya program BUMDes ini dapat berjalan dan membantu perihal pengelolaan sampah di Desa Kebonrowopucang.

 

Editor : Solikhin

IBU PINTAR, SEHAT, DAN SEJAHTERA CERMINAN BUDAYA BANGSA

Karangdadap, Pekalongan(26/1). Minggu, 26 Januari 2020. Pada kesempatan ini Tim 1 Kuliah Kerja Nyata Universitas Diponegoro (KKN UNDIP) melangsungkan kegiatan yang dilaksanakan dihadapan ibu-ibu rumah tangga Desa Kebonrowopucang. Kegiatan ini bertujuan untuk berbagi infomasi dan ilmu untuk kehidupan sehari-hari para ibu rumah tangga.

Pendampingan Ibu Menyusui dalam Memenuhi Program ASI Eksklusif merupakan salah satu materi yang dibagikan khususnya untuk para ibu menyusui di Desa Kebonrowopucang. Kegiatan ini bertujuan untuk menginformasikan betapa pentingnya konsumsi ASI bagi kesehatan bayi. Pendampingan ini juga mengulas tentang mitos atau fakta yang biasa dipercaya para ibu untuk merawat para anak-anaknya.

Kegiatan selanjutnya adalah mengenai Women Empowerment dalam Rangka Mencapai SDGs Mengenai Kesetaraan Gender. Dengan adanya pemberian informasi ini diharapkan para ibu dapat mendapat kesetaraan gender dengan memperbedayakan para ibu untuk pembuatan kerajinan berupa hanger kerudung dari olahan daur ulang. Dengan adanya kegiatan pembuatan kerajinan ini, diharap para ibu di Desa Kebonrowopucang mendapat kesetaraan gender yang layak.

Demi menghindari bahaya nyamuk yang beredar, maka Tim 1 KKN UNDIP berinisiatif untuk memberikan informasi mengenai Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga dalam Pembuatan Perangkap Nyamuk Skala Rumah Tangga dalam Mewujudkan UN SDGs. Dengan bahan dasar sederhana seperti botol air mineral bekas, air gula, dan ragi diharap dapat membantu penduduk Desa Kebonrowopucang dari bahaya gigitan nyamuk, khususnya nyamuk DBD. Alat ini mudah dibuat karena diharap dapat digunakan disaat-saat genting dengan keadaan terbatas.

Banyaknya informasi diimbangi dengan besarnya antusias warga terhadap kegiatan ini. Diharapkan dengan adanya pemberian informasi-informasi ini dapat menyejahterakan kehidupan para warga Desa Kebonrowopucang.

 

Editor : Solikhin

POSBINDU bersama Masyarakat Desa Kalilembu

Senin (27/01/2020) Kalilembu-Karangdadap, telah dilaksanakan kegiatan POSBINDU oleh Puskesmas Karangdadap di Balai Desa Kalilembu. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap senin minggu ke-4 setiap bulannya. Masyarakat yang mengikuti POSBINDU hampir mencapai 100 orang, hal ini membuktikan bahwa masyarakat Desa Kalilembu peduli akan kesehatannya. Tingginya animo masyarakat acara yang dimulai pukul 08.00 WIB yang harusnya selesai pada pukul 11.00 WIB mundur menjadi jam 12.00 WIB.

Suasana Saat Menunggu Antrian dalam POSBINDU
Suasana Saat Menunggu Antrian dalam POSBINDU
Pemeriksaan Tekanan Darah, Gula Darah Sewaktu, dan Kolesterol
Pemeriksaan Tekanan Darah, Gula Darah Sewaktu, dan Kolesterol

Hasil POSBINDU di Desa Kalilembu dapat disimpulkan bahwa masyarakat Desa Kalilembu memiliki taraf kesehatan yang cuup baik, terutama dalam masalah kesehatan gula dan kolesterol. Hal ini dibuktikan dengan jumlah masyarakat yang mendapat rujukan untuk ke Puskesmas dibawah 10 atau kurang dari 10% dari peserta yang hadir. Selain itu POSBINDU juga menjadi ajang bagi masyarakat untuk bersilahturahmi terutama bagi ibu-ibu yang bekerja sebagai ibu rumah tangga.

Editor : Solikhin

MENDUKUNG PROGRAM DESA SEHAT BUGANGAN, MAHASISWA KKN UNDIP KENALKAN BUDIDAYA TOGA SEJAK DINI

Edi 1

Bugangan, Kedungwuni, Pekalongan (14/1/2020) – Kedatangan tim KKN Undip Tim I Tahun 2020 di Desa Bugangan disambut baik oleh anak-anak Desa Bugangan. Pada hari Selasa (14/1), Tim KKN Undip menyelenggarakan kegiatan bersama santriwan santriwati TPQ Manbaul Huda Jilid 4 dan 5 tentang cara menanam ‘TOGA’, Tanaman Obat Keluarga atau Apotek Hidup. Kegiatan yang diprakarsai oleh Edi Purwono Sunarko, mahasiswa Peternakan 2016 dilaksanakan di lahan Desa Bugangan yang berada tepat di belakang Gedung TPQ Manbaul Huda. Pada kegiatan tersebut, Tim KKN menyediakan bibit, media tanam, dan polybag yang akan ditanam oleh para santri. Tanaman Obat Keluarga yang ditanam adalah rimpang-rimpangan yang berupa temulawak, jahe, lengkuas, kunyit putih, kunyit merah, dan kencur.

Edi 2

Menurut Edi, gerakan menanam Tanaman Obat Keluarga tersebut memang sangat penting dilakukan karena saat ini banyak anak-anak yang menggunakan waktu luangnya untuk bermain game di handphone maupun game online. Kegiatan tersebut salah satunya bertujuan untuk melatih anak-anak agar dapat menggunakan waktu luangnya dengan kegiatan yang bermanfaat. Selain itu, kegiatan ini mengajak anak-anak untuk mendukung terwujudnya desa sehat yang selama ini sudah diusahakan oleh perangkat Desa Bugangan sekaligus memanfaatkan lahan milik desa yang tidak dimanfaatkan.

Anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Terlihat dari respon anak-anak yang menginginkan membawa pulang tanaman obat yang sudah ditanamnya. Harapannya, kegiatan ini bisa bermanfaat untuk kebaikan anak-anak dan Desa Bugangan sendiri” tuturnya.

Editor : Yuni Dwi Hastuti

Mahasiswa UNDIP Ajak Perangkat Desa Membangun Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani dalam Pengesahan APBDesa 2020 di Desa Podo

Podo, Kedungwuni, Pekalongan – Jumat (17/01/20) Korupsi kian hari semakin menjadi kekhawatiran bagi kita semua. Korupsi adalah musuh bersama. Perbuatan yang bertujuan memperkaya diri sendiri ini perlu dihadapi bukan hanya dengan upaya represif, tetapi juga dengan upaya preventif. Salah satu upaya preventif adalah dengan memberikan edukasi dan pengenalan tentang korupsi kepada perangkat dan lembaga di tingkat desa yang terdiri dari BPD dan LPMD, agar terbentuk komitmen untuk mengatasi permasalahan tersebut. Hal ini penting dikarenakan penyelenggaraan pemerintahan desa adalah melalui Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDesa) yang transparan dan terbuka untuk masyarakat.
WhatsApp Image 2020-01-17 at 5.30.16 PMMelalui program Kuliah Kerja Nyata, mahasiswa Tim I KKN Universitas Diponegoro melakukan edukasi berjudul “Membangun Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani”. Program ini digagas dan disampaikan oleh Ahmad Hizam Fajri, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Diponegoro di Balai Desa Podo pada tanggal 17 Januari 2020. Menurutnya, permasalahan korupsi adalah permasalahan yang sangat merugikan masyarakat. Oleh karena itu perlu adanya solusi berupa komitmen pemerintah desa untuk berpedoman pada Asas Umum Pemerintahan yang Baik, yaitu prinsip-prinsip dalam penyelenggaraan pemerintahan yang harus dipenuhi dalam setiap tindakan, keputusan dan kebijakan. Contoh dari asas-asas ini adalah keterbukaan yang berarti transparan kepada masyarakat, kepastian hukum yang berarti kebijakan harus berdasarkan pada peraturan dan hukum, dan lain-lain.
Sosialisasi dan edukasi yang bertempat di Balai Desa Podo ini diikuti oleh Perangkat Desa, BPD, LPMD, serta Bhabinsa. Sosialisasi dimulai dengan pengenalan tentang tindak pidana korupsi, yaitu berupa latar belakang mengapa seseorang bisa melakukan korupsi, dampak negatif dari korupsi dan jenis-jenis korupsi. Kemudian, disampaikan pula bahwa solusi dari permasalahan korupsi adalah dengan menanamkan komitmen kepada etika kejujuran dan pelaksanaan pemerintahan dengan Asas Umum Pemerintahan yang Baik. Bertepatan dengan program ini pula, Kepala Desa Podo yaitu Pak Mulyadi melakukan pengesahan APBDesa Tahun Anggaran 2020 yang disosialisasikan kepada tokoh masyarakat dan lembaga masyarakat seperti Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD). Diharapkan dengan adanya program ini dapat tercipta ruang komunikasi antara masyarakat dan perangkat desa dalam membangun desa serta menciptakan kesadaran untuk masyarakat dan pemerintahan yang membangun wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih melayani.

Editor : Yuni Dwi Hastuti

Mari Cek Kesehatan, Jangan hanya Cek HP aja..!!!

Karangdowo, Kedungwuni, Pekalongan (7/1/2020) – Pada era sekarang ini banyak orang yang tak lupa mengecek status handphone setiap saat namun hanya sedikit orang yang sadar pentingnya melakukan cek status kesehatan.

Kesehatan merupakan salah satu elemen terpenting dalam kehidupan. Setiap orang pasti menginginkan selalu dalam kondisi sehat baik secara jasmani maupun rohani. Terdapat pepatah yang mengatakan, “Di dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat”. Pepatah ini memiliki makna yang sangat luas. Setiap orang yang sehat tentu diharapkan dapat melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat produktif.

Selasa (7/1) Bidan Desa Karangdowo dibantu oleh Tim KKN I Universitas Diponegoro tahun 2020 melaksanakan kegiatan Poliklinik Desa (POLINDES) yang diadakan di Balai Desa Karangdowo, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan ini dilakukan untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat Desa Karangdowo akan pelayanan kesehatan yang murah dan terjangkau. Setiap warga yang periksa hanya dikenakan tarif Rp. 3000 saja, harga yang sangat terjangkau bukan?
5fafc8d8-961a-467b-a2db-948801a004af

Mengingat jarak antara Desa Karangdowo dengan fasilitas kesehatan seperti Puskesmas cukup jauh maka kegiatan ini dinilai sangat bermanfaat bagi warga Desa Karangdowo. Dalam kegiatan yang berlangsung 1 minggu sekali ini mulai jam 08.00 hingga 11.00 tercatat ada 17 warga yang hadir untuk memeriksakan kesehatannya. Berbagai kalangan masyarakat turut hadir untuk memeriksakan kesehatannya mulai dari balita hingga para lansia. Pengukuran tanda vital, berat badan, dan penyuluhan kesehatan menjadi suatu hal yang wajib dilakukan selain upaya pengobatan yang dilakukan oleh Bidan Desa. Penyakit yang dikeluhkan warga cukup beragam mulai dari batuk-pilek pada balita hingga keluhan nyeri sendi dan hipertensi pada lansia. Semua keluhan warga yang hadir dapat teratasi dengan baik karena Bidan Desa yang ramah, tangkas, dan kompeten serta ditunjang dengan ketersediaan obat yang cukup memadai di Poskesdes Karangdowo ini.

Mari kita jaga kesehatan kita dengan memanfaatkan setiap fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di sekitar kita. Jika bukan diri Anda sendiri maka siapa lagi yang akan memperhatikan kesehatan Anda?

Editor : Yuni Dwi Hastuti