Home » Lokasi KKN » Kab. Pekalongan

Category Archives: Kab. Pekalongan

KKN Undip Ikut Lestarikan Budaya Hari Raya Kurban di Desa Kwasen, Kecamatan Bodeh Kabupaten Pemalang

VideoCapture_20190812-195824Pemalang – Minggu, 11 Agustus 2019, bersama dengan masyarakat di Desa Kwasen, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang Tim II KKN Undip berpartisiapsi pada kegiatan penyembelihan hewan kurban setelah menunaikan sholat pada hari raya Idul Adha 1440H. Jumlah hewan kurban yang disembelih berjumlah 1 ekor sapi dan 5 ekor kambing. Kegiatan penyembelihan hewan kurban dilanjutkan dengan acara makan bersama. Budaya makan bersama setiap hari raya Idul Adha telah dilaksanakan secara turun temurun dan merupakan bentuk kearifan lokal dengan mengikuti salah satu dari sunah Nabi Muhammad Sholallohualaihiwassalam. Salah satu manfaat dari pelestarian budaya ini adalah dapat mempererat tali silaturahmi, persaudaraan, kebersamaan, dan gotong- royong. Tidak hanya bapak-bapak, ibu-ibu, pemuda, dan remaja, anak-anak pun sangat antusias menghadiri acara penyembelihan hewan kurban bersama dengan Tim KKN Undip. Warga masyarakat tampak kompak berbagi tugas, ada yang menyembelih hewan kurban, memproses daging, dan membagi daging. Ibu-ibu bertugas menyiapkan masakan bagi bapak-bapak, pemuda, remaja maupun anak-anak yang ikut hadir pada acara tersebut. Pembagian tugas terorganisasi dengan baik sehingga dapat berjalan dengan lancar dan efisien. Setelah prosesi pemotongan hewan dan pembagian daging hewan kurban, dilanjutkan dengan makan bersama dengan menu masakan olahan daging hewan kurban.

Tim II KKN Undip memberi apresiasi atas kelancaran kegiatan penyembelihan dan pendistribusian daging hewan kurban sampai kepada pihak yang berhak menerimanya. Pengalaman makan bersama dengan menu olahan daging hewan kurban menjadi pengalaman hidup yang tidak akan terlupakan. KKN Undip Desa Kwasen, Jaya!!!

Editor: Sunarno

Masyarakat Desa Kedungkebo Mengenal TOGA-Tanaman Obat Keluarga

 

Mahasiswa KKN Tim II UNDIP sedang mendemonstrasikan deteksi sederhana pada makanan
Mahasiswa KKN Tim II UNDIP sedang mendemonstrasikan deteksi sederhana pada makanan.

 

 

Kedungkebo-Karangdadap (28/7) – Sebagian besar masyarakat Desa Kedungkebo memiliki pekarangan yang luas. Sayangnya, beberapa dari pekarangan yang luas tersebut masih belum dimanfaatkan secara maksimal. Tim KKN II UNDIP di Desa Kedungkebo berusaha untuk mengefisienkan lahan pekarangan tersebut agar bermanfaat bagi masyarakat dengan memberdayakan melalui Tanaman Obat Kelurga (TOGA).

Mahasiswa Tim KKN II UNDIP di Desa Kedungkebo memberdayakan masyarakat dengan berbagai macam pemanfaatan TOGA mengingat fungsi TOGA sebagai apotek hidup. Pemberdayaan masyarakat ini meliputi aplikasi TOGA berdasarkan continuum of care, seperti mengurangi dismenore pada wanita usia subur. Aplikasi pemanfaatan TOGA tersebut dilakukan dalam skala keluarga sehingga pengolahan TOGA dapat dilakukan secara sederhana. Harapannya, masyarakat dapat mengaplikasikannya di rumah dan berkelanjutan. Di sisi lain, TOGA juga juga memiliki manfaat non-medis seperti estetika lingkungan, ekonomi, dan sosial-budaya.

Di samping itu, TOGA juga dapat dimanfaatkan sebagai deteksi sederhana boraks (natrium tetraborat dekahidrat) yang biasa ditemukan dalam beberapa makanan seperti bakso, lontong, kerupuk, dan mie basah. Deteksi ini dapat dilakukan dengan menggunakan tusuk gigi dan kunyit. Tujuan dari deteksi kandungan boraks ini sendiri untuk meminimalisir konsumsi boraks pada makanan yang dapat mengganggu kesehatan pada kadar tertentu dalam waktu yang lama. Masyarakat Desa Kedungkebo sangat antusias mendemostrasikan dan mengapresiasi program aplikasi TOGA secara sederhana dan deteksi boraks pada makanan. Editor Solikhin

Mahasiswa KKN Tim II UNDIP Tanamkan Nilai Antikorupsi Sejak Dini di SDN Kedungkebo

Perwakilan Siswa SDN Kedungkebo mencoba menjelaskan antikorupsi 'berani' untuk maju ke depan kelas dan menjelaskan nilai-nilai antikorupsi lainnya.
Perwakilan Siswa SDN Kedungkebo mencoba menjelaskan antikorupsi ‘berani’ untuk maju ke depan kelas dan menjelaskan nilai-nilai antikorupsi lainnya.

Kedungkebo-Karangdadap (24/7) – Anak merupakan sumberdaya bagi Negara di masa depan. Menariknya, Indonesia akan mengalami bonus demografi yang akan diproyeksikan di masa mendatang sehingga menjadi sebuah kewajiban bagi seluruh masyarajat Indonesia untuk berinvestasi pada generasi mendatang, khususnya anak-anak baik dari sisi kesehatan, moral, dan lain sebagainya. Harapannya, investasi yang dilakukan saat ini akan membentuk sumber daya manusia berkualitas di masa depan.

Maraknya korupsi di Indonesia menjadi tantangan tersendiri untuk pemerintah dan masyarakat dalammencegah generasi berikutnya untuk terpapar bahkan melakukan tindak korupsi sehingga diperlukan sebuah pencagahan dini. Oleh karena itu, mahasiswa KKN Tim II UNDIP menanamkan nilai-nilai antikorupsi sejak dini di sekolah. Mahasiswa KKN Tim II UNDIP memberikan contoh-contoh perilaku korupsi yang dapat dijumpai di lingkungan sekolah yang bersinggungan dengan siswa untuk memantik minat dan pengetahuan  siswa SDN Kedungkebo terkait perilaku korupsi seperti terlambat  datang ke sekolah, tidak mengerjakan pekerjaan rumah, dan berbohong.

Selain itu, mahasiswa KKN Tim II UNDIP mewanti-wanti dan menanamkan nilai-nilai antikorupsi meliputi jujur, peduli, disiplin, tanggungjawab, kerja sama, sederhana, kerja keras, berani dan adil. Untuk memantik dalam mengingat dan implementasi nilai-nilai tersebut, mahasiswa KKN Tim II UNDIP juga mengajak siswa SDN Kedungkebo untuk menyanyi beberapa lagu yang mengandung nilai-nilai antikorupsi dan bermain games dan membawa pesan antikorupsi. Para siswa SDN Kedungkebo menyambuat dengan baik dan antusias dalam pelaksanaan penanaman nilai-nilai antikorupsi tersebut. Selain itu, bernyanyi dan bermain games mahasiwa KKN Tim II UNDIP juga memberikan hadiah untuk mengapresiasi antusiasme siswa.

Editor Solikhin

Mahasiswa KKN bersama SMP Islam Pegandon lakukan Deteksi Dini Kelainan Buta Warna Berbasis Windows

Pada hari MInggu tanggal 21 Juli 2019 telah terlaksana program monodisiplin Deteksi Dini Kelainan Buta Warna Menggunakan Auto Color Blind “Aplikasi buta warna otomatis berbasis windows” oleh Alysia Puteri Cahyarani, mahasiswa fisika Universitas Diponegoro. Sasaran dalam kegiatan ini adalah anak-anak Desa Pegandon di SMP Islam Pegandon yang berjumlah 46 siswa dari kelas VIII-A dan VIIII-B. Program ini bertujuan memberikan informasi kepada anak-anak mengenai kesehatan pada mata (buta warna) dan melakukan pendeteksian dini melalui program berbasis windows.

butawarna2

 

 

Pada dasarnya, kelainan pada mata (buta warna) adalah berkurangnya kualitas penglihatan terhadap warna yang umumnya diturunkan kepada anak dari orang tua sejak dilahirkan. Penglihatan buta warna cenderung mengalami kesulitan saat melihat warna merah, hijau, biru, atau campuran warna-warna tersebut. Anak –anak yang mengalami buta warna akan merasa kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari di rumah maupun di lingkungan luar rumah. Seperti yag diketahui bahwa anak- anak merupakan calon penerus di Desa Pegandon yang pastinya harus mempunyai bekal pendidikan yang baik. Maka dari itu penting bagi orang tua untuk dapat mengenali dan memberikan pengetahuan kepada anak tentang gejala dan pendeteksain buta warrna sejak dini.

Program ini diawali dengan memberikan pengenalan awal mengenai buta warna, gejala- gejala dan memberikan pamflet buta warna yang telah dibuat. Setelah  itu dilakukan pendeketeksian buta warna setiap individu siswa dengan maju persatu dan membaca angka dan lainnya sesuai standar tes ishihara untuk tes buta warna menggunakan program Auto Colour Blind berbasis windows pada laptop yang telah dsiapkan. Setelah semuanya melakukan tes buta warna tersebut. Diumumkan hasil setiap individu dan memberi sedikit pengetahuan mengenai hasil yang didapat. Diakhir acara diberikan pengarahan mengenai hal-hal yang harus dilakukan apabila mengelami kelainan buta warna. Disampaikan juga kepada guru dan kepala sekolah mngenai hasil tiap individu siswa dan memberi rekomendasikan untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh puskesmas desa agar lebih ditangani lebih dalam.

tes buta

Setelah dilakukan deteksi dini kelainan buta warna, dari 46 siswa yang mengikuti deteksi buta warna, 10 orang siswa mengalami buta warna parsial.  Siswa yang diketahui mengalami kelainan buta warna juga direkomendasikan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke pihak puskemas Desa Pegandon yang lebih mendalam. Beberapa hari setelahnya dilakukan pengecekan kembali oleh puskesmas desa untuk siswa-siswa SMP tersebut. Siswa-siswa pun yang telah melakukan deteksi dini berwarna mengetahui kondisi matanya normal atau terdapat kelainan buta warna. Siswa tersebut juga mengetahui tindakan apa yang harus dilakukan terhadap hasil tersebut dan menjaga kesehatan matanya yang kemudian harus diberitahukan ke orang tua masing-masing.

Setelah dilakukan program deteksi dini kelainan buta warna menggunakan Auto Color Blind “Aplikasi buta warna otomatis berbasis windows” diharapkan siswa mengetahui apakah mengalami kelainan atau tidak dan mengerti apa yang harus ia lakukan setelah lakukan terhadap hasil yang diterima serta mulai mengerti bagaimana pentingnya menjaga kesehatan mata. Guru dan orangtuanya tentu juga harus mengerti tentang keadaan anaknya terkait buta warna atau tidak sehinga dapat menindaklanjuti keadaan kesehatan mata anaknya dan membantu anak-anak untuk mengarahkan mengetahui cita-citanya di kemudian hari sesuai kondisi anaknya.

 

Editor Solikhin

Pemeriksaan Gula dan Tekanan Darah Warga Desa Pegandon

Pegandon, Karangdadap – Jumat (2/8) diadakan kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan dalam pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) terutama Diabetes Melitus (DM) dan Hipertensi di Aula Balai Desa Pegandon. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan gula darah dan pemeriksaan tekanan darah. Mahasiswa KKN Undip Tim II di desa Pegandon bernama Almaarif dari prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran melakukan penyuluhan terkait DM dan Hipertensi kepada masyarakat di Desa Pegandon.

dm

Penyuluhan Terkait DM dan Hipertensi

Kegiatan tersebut dihadiri oleh 25 warga dengan usia lebih dari 40 tahun, dilatar belakangi karena dari survei dan data puskesmas didapatkan banyak warga desa Pegandon yang menderita Hipertensi dan DM.

gula

Pemeriksaan Gula Darah dan Tekanan Darah kepada Warga Desa

Harapannya dari kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan DM Hipertensi ini, masyarakat Desa Pegandon menyadari pentingnya memperbaiki gaya hidup dalam mencegah dan mengendalikan PTM, terutama DM dan Hipertensi.

Editor Solikhin

Google My Business (GMB) Di Desa Pegandon Sebagai Rekam Jejak Digital

Pegandon-Karangdadap. Sabtu, 20 Juli 2019 berlokasi di Balai Desa Pegandon pada pukul 19.00 WIB  telah dilakukan pengenalan dan pendampingan UMKM terkait Google My Bisnis For Your Business oleh mahasiswa KKN Tim II Undip Desa Pegandon.  Acara ini dihadiri oleh segenap owner UMKM di Desa Pegandon maupun oleh masyarakat umum di Desa Pegandon dengan antusias yang cukup baik. Maraknya UMKM di Desa Pegandon seharusnya mampu menjadi kekuatan yang besar untuk memajukan perekonomian di Desa Pegandon. Sayang sekali, beberapa UMKM di Desa Pegandon belum tersentuh dengan teknologi internet. Oleh sebab itu, mahasiswa KKN Tim II Undip menawarkan solusi untuk melakukan listing bisnis di Google untuk memperluas pangsa pasar.

Google My Business (GMB) merupakan aplikasi yang dapat di akses melalui perangkat komputer maupun smartphone (Android maupun IOS), yang dapat digunakan untuk mendaftarkan (listing) bisnis di Google. Melalui Google My Business (GMB), bisnis kita dapat dilihat oleh jutaan orang di dunia yang terhubung dalam dunia digital. Semua orang dapat mencari dan menemukan kehadiran bisnis kita.

pemaparan gmb

Pemaparan Google My Bisnis oleh Eriesta Novia Purwandari

Melalui aplikasi Google My Business (GMB) pemilik UMKM di Desa Pegandon dapat meninggalkan rekam jejak digital bisnis mereka.  GMB menawarkan fasilitas informasi yang detail untuk bisnis kita, mulai dari Lokasi yang dapat dikoneksikan langsung dengan Google Maps, jam operasional, fasilitas yang disediakan, contact person yang dapat dihubungi, ulasan dari pelanggan, serta foto-foto terkait UMKM tersebut. Hal ini, akan meningkatkan keyakinan orang-orang untuk melohat bisnis kita dan menjadikan bahan pertimbangan untuk melakukan kegiatan Purchasing.

Saat ini, hampir setiap hari orang-orang menggunakan internet dan google untuk keperluan mereka. Melalui listing bisnis di Google diharapkan orang-orang akan semakin mengenal UMKM yang ada di Pegandon, sehingga pangsa pasar akan meningkat dan hal ini berdampak pada perekonomian di Desa Pegandon. Harapannya, pangsa pasar UMKM di Desa Pegandon, terutama konveksi maupun batik dapat menjangkau pasar yang lebih luas daripada sebelumnya yang berada di area Solo.

Editor Solikhin

gmb

Pendampingan Penggunaan Akuntansi UKM : Perencanaan Keuangan yang Baik (Keluarga dan Usaha Konveksi Batik)

akuntansi ukm

Pegandon-Karangdadap. Desa Pegandon merupakan salah satu desa yang berkecimpung di dalam industri konveksi batik. Hal ini diikuti dengan banyaknya masyarakat yang menjadi pelaku usaha ataupun bekerja sebagai buruh dalam suatu konveksi batik. Di Desa Pegandon, kebanyakan jenis batik yang diproduksi adalah batik cap. Para pelaku usaha konveksi batik biasanya bertindak sebagai supplier atau pemasok ke beberapa toko di daerah Solo dan Yogyakarta.

Pada hari Sabtu, 20 Juli 2019, KKN Tim II Undip yang ditugaskan untuk mengabdi di desa Pegandon melaksanakan satu program monodisiplin yang merupakan bagian dari bidang ekonomi dan berfokus pada akuntansi. Program yang berjudul Pendampingan Penggunaan Akuntansi UKM : Membantu Perencanaan Keuangan yang Baik (Keluarga dan Usaha Konveksi Batik) dibawakan oleh Gaby Laura Dwi Putri Tindaon dari S1 Akuntansi 2016. Berdasarkan survei dan observasi yang telah dilakukan pelaksana program selama minggu pertama, ditemukan data bahwa terdapat usaha konveksi batik di Desa Pegandon yang belum melakukan pembukuan, pencatatan, dan perhitungan persediaan yang seharusnya wajib dilaksanakan.

Dalam kegiatan ini, KKN Tim II Undip Desa Pegandon mengundang para pelaku usaha yang berasal dari kalangan pemuda/i desa yang lebih memiliki waktu luang untuk berpartisipasi dalam program. Kegiatan ini diawali dengan pengenalan pentingnya pembukuan dan pencatatan di dalam perencanaan keuangan. Lalu, pelaksana memperkenalkan sistem pembukuan dan pencatatan yang prakti dengan menggunakan aplikasi Akuntansi UKM yang dapat diunduh melalui Google Playstore. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan sesi simulasi, dimana pelaksana meminta seluruh pelaku usaha untuk mengunduh aplikasi tersebut dan memulai pengerjaan transaksi yang disediakan oleh pelaksana.

pencatatan akuntansi ukm

(Pelaksana mengajarkan peserta mengenai langkah-langkah dari pendaftaran usaha hingga pencatatan transaksi umum yang terjadi dalam suatu usaha konveksi.)

Kegiatan ini berjalan lancar dimana antusiasme para pelaku usaha terlihat sangat baik ketika pelaksana memulai sesi simulasi yang terdiri atas 3 bagian utama, yaitu :

  1. Pendaftaran usaha, pengaturan nama akun dan saldo awal sebelum pencatatan transaksi.
  2. Pencatatan transaksi yang umum terjadi dalam suatu usaha konveksi.
  3. Memperlihatkan output berupa laporan keuangan yang secara otomatis dapat dilihat setelah pencatatan transaksi selesai.

Pelaksana juga memberikan modul yang disesuaikan dengan materi presentasi dan simulasi yang dipaparkan. Modul tersebut dapat menjadi pedoman atau acuan bagi para pelaku usaha konveksi batik di Desa Pegnadon untuk melakukan pembukuan dan pencatatan melalui aplikasi Akuntansi UKM. Harapannya, para pelaku usaha juga mampu melakukan perencanaan keuangan yang baik untuk pribadi dan usaha serta membantu pengembangan kinerja operasional usaha secara keseluruhan.

Editor Solikhin

Pentingngnya Pendaftaran Merek para Pelaku UMKM

Pegandon-Karangdadap, Pada tanggal 25 Juli 2019, tepatnya pada hari Kamis pukul 19.00 WIB, telah terlaksana program monodisiplin dari TIM KKN UNDIP 2019 DESA PEGANDON, yaitu program yang berjudul “Peningkatan Pemahaman Masyarakat Akan Pentingnya Pendaftaran Merk Melalui Presentasi Mengenai Proses Pendaftaran Merk Beserta Pendampingan Terhadap Masyarakat”. Yang bertempatan di balai desa pegandon yang di hadiri oleh warga desa pegandon khsusunya para pelaku UMKM yang ada di desa pegandon.  Acara tersebut di laksanakan dengan tujuan untuk mewujudkan cita- cita para pelaku usaha khususnya usaha batik yang ada di desa pegandon agar lebih maju dan terus berkembang.

merk

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut warga yang datang cukup antusias dalam mengikuti pemaparan kegiatan tersebut, dengan adanya sesi tanya jawab di akhir pemaparan materi, hal tersebut memberi kesmepatan warga untuk menanyakan mengenai materi yang telah di sampaikan yaitu tentang apa itu Merek dan apa keauntungan jika para pelaku usaha mendaftarkan merek usaha mereka ke DJKI (Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual) hak tersebut juga memberi kelegalan bagi produk usaha para pelaku usaha dan yang pasti jika merek para pelaku uasha sudah terdaftarkan merek para pelaku usaha akan mendapatkan perlindungan hak cipta jadi misalkan ada pihak lain yang meniru baik dari segi nama, bentuk, suara, dari label merek yang kita miliki maka kita berhak untuk melaporkannya ke DJKI.

Kegiatan tersebut terlaksana selama 2 jam yang di mulai pada pukul 19.00 – 21.00 WIB, yaitu meliputi pemaparan materi, sesi tanya jawab, dan juga pendampingan/ penjelasan khusus mengenai proses pendaftaran Merek seperti halnya prosedur pendaftaran, tahap- tahap pendaftaran, dan system pengelolaannya seprti apa. Kegiatan ini merupakan Program Monodisiplin yang dieksekusi oleh Mhasiswa KKN TIM II UNDIP 2019, yaitu Luthfi Harits Rasyad dari Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang.

Revitalisasi Papan Banner Struktur Organisasi Desa Pegandon 2019

Pegandon-Karangdadap. Rabu tanggal 24 Juli 2019 pada pukul 09.00 WIB telah terlaksana Program Monodisiplin dalam bidang kegiatan administrasi dengan tema “Pembaharuan Papan Banner Struktur Organisasi Pemerintah Desa Pegandon Tahun 2019” oleh Farras Yuri Eristiani mahasiswi jurusan Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

banner1

Dalam program ini bertujuan untuk memperbaharui struktur organisasi Pemerintah Desa Pegandon karena pada struktur organisasi yang terpampang di Balai Desa Pegandon belum sesuai dengan peraturan yang ada yang mengacu pada Permendagri No. 84 Tahun 2015 Tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Pemerintah Desa. Maka itu diperlukannya pembaharuan papan banner struktur organisasi Pemerintah Desa yang sesuai denga peraturan yang ada.

Pelaksanaan program monodisiplin diawali dengan pemaparan materi mengenai pentingnya struktur organisasi Pemerintah Desa, dimana papan informasi terkait struktur organisasi perangkat desa harus selalu diperbaharui setiap ada pergantian posisi/jabatan agar para masyarakat Desa Pegandon maupun tamu dapat megetahui informasi baik nama perangkat desa dan posisi/jabatan mereka.

banner

Pelaksanaan program monodisiplin ini dihadiri oleh Perangkat Desa dan Masyarakat Desa Pegandon, mereka sangat antusias dengan adanya pembaharuan papan banner strukur organisasi yang akan diletakkan di Balai Desa menggantikan struktur organisasi Pemerintah Desa yang lama. Pelaksanaan kegiatan program monodisplin ini diakhiri dengan diberikannya papan banner struktur organisasi Pemerintah Desa Pegandon Tahun 2019 kepada Kepala Desa Pegandon, Ibu Khabibah.

Pengenalan Radiasi untuk Kehidupan di Desa Karangdadap

Radiasi untuk kehidupan sehari-hari
Radiasi untuk kehidupan sehari-hari

Karangdadap. Persepsi yang salah bahwa radiasi selalu memiliki dampak negatif di tengah masyarakat dan selalu memandang negatif hal tersebut manjadi latar belakang dari membuat Mahasiswa KKN Tim II Undip berinisiasi untuk memberikan pengajaran lebih lanjut mengenai radiasi yang ada di sekitar kita. Kegiatan ini berlangsung di salah satu kediaman anggota Remaja  Desa Karangdadap pada tanggal 26 Agustus 2019. Kegiatan yang diisi dengan materi dan praktek ringan tersebut menyasar kelompok remaja dan pemuda Desa Karangdadap dengan tujuan bahwa mereka dapat menyebarkan informasi dan pengetahuan yang didapatkan kepada warga sekitar.

Dalam kegiatan yang berjalan dari pukul 15.00 wib ini remaja yang hadir turut menunjukan antusiasme mereka, dilihat dari beragamnya pertanyaan mengenai dampak positif lainnya dari radiasi dan cara pencegahan radiasi ringan, seperti radiasi ponsel.Angger Bagaskara selaku pemateri dan penggagas acara ini mengatakan bahwa ia berharap bahwa acara ini dapat menghilangkan persepsi yang salah di masyarakat mengenai radiasi, karena pada dasarnya radiasi itu juga memiliki manfaat positif dan bukan hanya efek negatif saja dalam kehidupan sehari-hari.

Editor Solikhin