Home » Lokasi KKN » Kab. Pekalongan

Category Archives: Kab. Pekalongan

Kenalkan Menabung Sejak Dini, Mahasiswa Undip Ajak Siswa SD Bebel Kreasikan Celengan Sendiri

Desa Bebel, Kec. Wonokerto, Kab. Pekalongan (22/08).   Menabung merupakan perilaku yang dapat mengasah manajemen diri pada anak. Anak berusia 8-10 tahun telah mengenal fungsi uang dan mampu mengalokasikan keuangan secara mandiri. Masa SD merupakan waktu yang tepat untuk mengajak anak menyisihkan uang yang dimiliki untuk ditabung.

Mengajak anak menabung tentunya memiliki teknik yang berbeda.  Mahasiswa Tim II KKN Undip 2018 memiliki cara tersendiri dalam mengajarkan kebiasaan menabung pada anak. Melalui rangkaian kegiatan “Nabung, Yuk !” yang digagas oleh Yuhana Era Pamela, Tim KKN Desa Bebel menanamkan kebiasaan menabung kepada siswa SDN 01 Bebel.

Kegiatan “Nabung, Yuk !” ditujukan kepada siswa kelas 4 SD. Kegiatan dimulai Rabu (03/08/2018) dengan penyampaian materi menggunakan media video, lagu, dan permainan. Materi yang disampaikan terdiri dari pengertian menabung, pentingnya menabung bagi diri dan tips agar siswa bersemangat dalam menabung. Antusiasme para siswa begitu tinggi, beberapa siswa bahkan berani tampil kedepan untuk memperagakan kembali lagu yang telah diajarkan. Sebelum mengakhiri pertemuan para siswa diberi PR untuk membawa barang bekas dari rumah masing-masing.

Kegiatan kembali dilanjutkan pada Rabu (10/08/2018). Kali ini, tim “Nabung, Yuk !” mengajak adik-adik untuk membuat kreasi celengan yang lucu. Barang bekas dari rumah masing-masing akan dirombak menjadi celengan yang menarik, sehingga adik-adik lebih bersemangat untuk terus menabung. Selain barang bekas yang dibawa dari rumah, para siswa dapat mendekorasi celengan karyanya dengan hiasan yang telah disediakan oleh tim KKN. Adik-adik begitu semangat membuat celengan sesuai kreasi mereka, tak jarang tim KKN dibuat gemas melihat tingkahnya. Diharapkan antusiasime yang tinggi ini dapat dilanjutkan menjadi kebiasaan menabung hingga dewasa.

Penulis : Annisa Permatasari (F.Psi), Yuhana Era Pamela (FEB)

Direview oleh : Martini

PENGUATAN KELEMBAGAAN ORGANISASI KEPEMUDAAN DESA API – API WONOKERTO

pelatihan
Minggu, 5 Agustus 2018, mahasiswa dari manajemen Tim II KKN Undip telah melaksanakan kegiatan pendampingan Pengaktifan Kembali Struktur Organisasi sebagai Penguatan Kelembagaan. Sasaran dalam acara ini adalah organisasi pemuda IPNU dan IPPNU di Desa Api – Api yang terdiri dari 5 orang pengurus inti. Kegiatan diawali dengan memberikan materi tentang Penguatan Kelembagaan dan Peran penting pemuda dalam organisasi. Acara dilanjutkan dengan sesi diskusi yang meliputi perbaikan jobdesc, membuat bagan struktur organisasi serta membantu melakukan pencatatan kas yang baik kepada pengurus inti dari IPNU dan IPPNU.

Alasan adanya program ini karena pemuda–pemuda yang tergabung dalam organisasi IPNU dan IPPNU terkesan belum aktif dan kerja pengurus yang belum optimal dalam melaksanakan fungsinya.  Pendampingan ini sangat diperlukan sebagai penguatan kelembagaan yang dimulai dari perbaikan pada struktur organisasi itu sendiri.

By : Dwi Ayu Ratna Puspitasari

Peningkatan Keterampilan dan Kesehatan Masyarakat dalam Pemanfaatan Pekarangan Rumah Melalui Budidaya Tanaman Hias Bunga Lavender

https://ibb.co/hWXbVp

Werdi, Pekalongan – Rabu (25/7) Mahasiswa KKN TIM II UNDIP 2018 Desa Werdi Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah mengadakan pelatihan tentang budidaya tanaman hias  bunga lavender di pekarangan rumah dengan media polybag yang dilakukan pada tanggal 25 Juli 2018 di Balai Desa Werdi yang dihadiri oleh para Ibu-Ibu PKK.

Bunga lavender memiliki beberapa manfaat antara lain sebagai pengusir nyamuk, pengendali mood dan stress karena aromanya yang khas dapat dijadikan sebagai relaxasi, selain itu budidaya tanaman hias bunga lavender sangat mudah dilakukan oleh siapa saja. Bunga lavender dapat ditanam di polybag dan diletakkan dipekarangan rumah yang sekaligus untuk memanfaatkan pekarangan rumah yang kurang dapat bermanfaat dan terawat dengan baik. Maka dari itu pelatihan budidaya tanaman hias bunga lavender sangatlah perlu dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang indah dan bermanfaat.

Penulis : Intan Witiasari (FPP)

Dulu Sampah Sekarang Jadi Berkah

KARANGANYAR, Minggu (6/8) — Salah satu penyebab belum terselenggaranya sistem pengelolaan sampah dengan baik di kawasan perdesaan adalah regulasi-regulasi yang mengatur tentang persampahan kebanyakan mengacu pada sistem pengelolaan sampah perkotaan.  Kawasan perdesaan pada umumnya memiliki kondisi geografis yang kompleks, keterbatasan sarana dan prasarana pelayanan desa, infrastruktur dan transportasi. Seperti halnya di Desa Karanganyar, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, belum tersedia sarana dan prasarana pelayanan desa khusus menangani masalah persampahan.

Selama ini sampah masih dikelola dengan cara konvensional yang dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan. Kebanyakan masyarakat masih membakar sampah di pekarangan, membuangnya di saluran air, bahkan membiarkannya begitu saja di pekarangan rumah. Pola pikir bahwa sampah dapat dimanfaatkan kembali hingga menghasilkan uang belum mengakar. Melihat peluang ini, Tim II KKN  Undip di Desa Karanganyar mencoba untuk memberikan solusi pengelolaan sampah yang cocok diterapkan di Desa Karanganyar.report 7b

Bank Sampah adalah suatu sistem pengelolaan sampah kering  secara kolektif yang diharapkanmampu mendorong masyarakat untuk berperan serta aktif di dalamnya. Sistem ini akan menampung, memilah, dan menyalurkan bernilai ekonomi sehingga masyarakat mendapat keuntungan dari menabung sampah. Sebagai tahap awal, dilakukan sosialisasi mengenai sistem Bank Sampah kemudian dilanjutkan dengan pendampingan pemilahan sampah organik dan anorganik. Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Karanganyar tersebut dihadiri kurang lebih 30anggota PKK Desa Karanganyar. Antusiasme terlihat dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan mengenai teknis Bank Sampah.report 7

Pertama-tama, warga memisahkan sampah organik dan anorganik di rumah masing-masing. Setelah sampah terkumpul, warga bisa langsung menyetorkannya ke posko Bank Sampah  yang ada di daerah Perdukuhan Kulo. Setelah itu sampah akan ditimbang dan dicatat dalam buku catatan yang telah diberi pada saat pendaftaran. Uang dapat dicairkan setelah sampah mencapai jumlah tertentu. Hal ini dikarenakan harga sampah anorganik di pasaran bersifat fluktuatif.

Dengan adanya program Bank Sampah, diharapkan warga dapat berperan aktif mengelola sampahnya secara mandiri sejak di rumah dan dapat memanfaatkannya dengan menabung sampah yang memiliki nilai ekonomis sehingga dapat menambah pemasukan.

PEMBUKUAN KOPERASI SIMPAN PINJAM

KARANGANYAR, Rabu (8/8) – Koperasi merupakan badan usaha yang beranggotakan orang – orang atau badan hukum yang melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berasaskan kekeluargaan. Koperasi didirikan demi kesejahteraan anggotanya. Koperasi simpan pinjam ialah koperasi yang hanya melayani penyimpanan dan peminjaman dana serta mengelola dana yang diberikan oleh anggota koperasi. Kurangnya ketrampilan dalam penyusunan pembukuan dan pembuatan laporan keuangan bagi Koperasi Simpan Pinjam menjadi salah satu permasalahan utama koperasi yang di Desa Karanganyar, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan.

Oleh karena itu, TIM II KKN UNDIP 2017 berkesempatan untuk mengadakan Pelatihan Pembukuan Keuangan dan Penyusunan Laporan Keuangan bagi Koperasi Simpan Pinjam Desa Karanganyar. Pelatihan ini dimaksudkan agar pengurus dan anggota koperasi ini memiliki kompetensi dan keahlian dalam menyusun pembukuan dan laporan keuangan yang sangat berguna demi keberlangsungan usahanya. Laporan keuangan merupakan catatan informasi keuangan suatu perusahaan atau badan pada suatu periode yang menggambarkan posisi keuangan dan kinerja suatu usaha. Sehingga pemilik usaha atau owner dapat mengetahui aset, kewajiban, modal, kontribusi biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan sesuai tujuan perusahaan dan pengambilan keputusan dalam bisnis

Pentingnya dilakukan pembukuan dan penyusunan laporan keuangan bagi koperasi ialah sebagai bentuk transaparansi dan akuntabilitas atas transaksi dan aktivitas operasi selama periode tahun berjalan. Pada umumnya perusahaan atau badan usaha yang telah go public melakukan penyusunan laporan keuangan karena kompleksitas usaha dan kapabilitas perusahaan yang dimiliki, sedangkan perusahaan atau usaha kecil seperti halnya koperasi secara mayoritas belum memiliki laporan keuangan karena belum mengalami permasalahan bisnis dan menganggap bahwa usaha masih bisa ditangani secara individu selama masih menguntungkan secara cash flow.report 8

 Oleh sebab itu, laporan keuangan menjadi sangatlah penting bagi suatu usaha kecil yang akan beranjak menjadi suatu usaha besar. Suatu usaha akan memperoleh manfaat yang besar apabila secara rutin melakukan penyusunan laporan keuangan. Diantaranya laporan keuangan dapat menjadi proyeksi bisnis dan pengembangan bisnis bagi usaha koperasi dan pedoman dalam pengambilan keputusan bisnis. Selain itu dengan adanya laporan keuangan dapat mengetahui aset dan kewajiban yang dimiliki serta mengetahui kontribusi biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh profitabilitas sesuai yang diharapkan. Keuntungan lain yang akan diperoleh yaitu laporan keuangan sebagai pengendalian internal untuk mencegah penggelapan dan pengamanan aset perusahaan.report 8b

                  Untuk itu sebuah badan usaha khusunya koperasi tidak harus menunggu mengalami kerugian dan gagal dalam memperoleh peluang bisnis hanya karena kurangnya kapabilitas dan ketidakmampuan dalam dalam melakukan penyusunan laporan keuangan sebagai informasi yang diperlukan koperasi dalam mengambil keputusan. Oleh karena itu penyusunan laporan keuangan sejak dini diperlukan agar mencegah hal-hal yang merugikan bagi keberlangsungan usaha itu sendiri.

Sambutan Hangat Masyarakat di Desa Pandanarum terhadap Tim II KKN Universitas Diponegoro Tahun 2018

 

 

Rabu, 11 Juli 2018

Di pagi hari sekitar pukul 9.00 WIB kami berjalan kaki dari Posko KKN menuju  Balai Desa Pandanarum, kami memilih berjalan kaki agar dalam perjalanan sekalian menyapa warga sekitar. Sesampainya di Balai Desa kami disambut oleh mas Muslimin selaku perangkat Desa. Beliau menyampaikan banyak hal, mulai dari kultur masyarakat, UMKM yang ada di desa, dan permasalahan yang ada di desa Pandarum.

Kultur masyarakat desa Pandanarum sangat agamis dengan 100% penduduk beragama Islam, mengenai pekerjaan rata-rata bekerja sebagai Buruh dan Tani. UMKM yang ada di desa Pandarum rata-rata adalah home industry di bidang konveksi dan batik. Permasalahan yang ada di desa Pandanarum adalah terkait kebersihan karena di desa Pandanarum terdapat pabrik jeans yang limbahnya berdampak pada desa Pandanarum.

Setelah itu kami ditawari oleh mas Muslimin untuk mengantar parsel sebagai seserahan lamaran yang dibuat oleh istrinya ke salah satu warga. Kesempatan tersebut jelas tidak kami sia-siakan, karena bisa sekalian berkenalan dengan warga sekitar. Dikarenakan kami tidak membawa kendaraan maka kami naik mobil pick up, yang disini akrab disebut doplak. Selama perjalanan sampai kembali ke Posko menggunakan doplak mas Muslimin tak henti-hentinya kami menebar senyum kepada masyarakat yang masih asing dengan wajah kami. Begitulah hari pertama kami mulai berkegiatan, wah betapa menyenangkannya hari itu.

 

Kamis, 12 Juli 2018

Sekitar pukul 10.00 WIB kami mengunjungi Balai Desa Pandanarum kembali. Kali ini kami berkesampatan menemui ibu Munariyah selaku Kepala Desa. Kali ini kami menggali permasalahan Desa Pandanarum lebih dalam lagi. Beberapa permasalahan yang kami dapat dari kesempatan kali itu diantaranya kesadaran untuk kebersihan lingkungan warga Desa Pandanarum maupun kesadaran akan pelaku industri dalam membuang limbah.

Untuk permasalahan tentang kesadaran terhadap kebersihan lingkungan pada periode kkn sebelumnya telah diberikan solusi dengan mengadakan bank sampah naum karena program tersebut dilaksanakan pada akhir – akhir masa kkn maka penyuluhan kurang efektif sehingga program tidak berjalan lagi ketika ditinggalkan mahasiswa kkn. Sedangkan dalam permasalahan limbah industry untuk sementara pelaku industry hanya menyelesaikan permasalahan terhadap ketersediaan air bersih bagi warga yang terdampak limbah industry dengan pembuatan sumur artesis dengan kedalaman kurang lebih 20m sehingga didapatkan air bersih yang tidak tercemar limbah.

 

Jum’at, 13 Juli 2018

Dipagi hari sekitar pukul 09.00 WIB kami kembali menuju Balai Desa untuk bertemu Mas Muslimin. Di Balai Desa Pandanarum ia memberitahu bahwa PKK Desa Pandanarum berhasil meraih PKK terbaik se Kabupaten dan akan mengikuti kompetisi antar Kabupaten. Beliau menyampaikan dalam lomba se-Kabupaten sesuatu yang dihasilkan harus memiliki Value lebih. Beberapa Ide yang disampaikan mas Muslimin adalah daur ulang popok bayi menjadi gantungan kunci, kaligrafi dari limbah cd, dan Parsel untuk lamaran dari berbagai macam limbah seperti sachet kopi dll. Terbukti Parsel yang dibuat oleh Istri dari mas Muslimin laku keras, sampai pembeli dari Bandung pun membelinya.

Setelah itu kami diajak mas Muslimin untuk datang ke salah satu UMKM di desa Pandanarum. UMKM yang kami datangi pagi hari itu adalah pembuatan tempe. Disana kami dijelaskan mengenai proses pembuatan tempe dari awal yang menggunakan tangan sendiri, sehingga kualitasnya terjamin. Saat kami ingin pamit kami juga diberi beberapa sampel tempe, yang setelah sore hari kami masak, ternyata memang rasanya sungguh nikmat.

Setelah itu, kami mengunjungi ketua PKK desa Pandanarum disana beliau menjelaskan kalau memang kesadaran tentang kebersihan lingkungan desa Pandanarum memang masih kurang, dan beliau berharap teman-teman KKN bisa mengisi acara di PKK agar lebih peduli terhadap kesehatan dan kebersihan lingkungan.

Siang harinya sekitar pukul 11.00 WIB kami diajak Bu Munariyah selaku kepala desa Pandanarum untuk membantu mempersiapkan acara Halal Bihalal yang diadakan oleh FKSP (Forum Komunikasi Santri Pandanarum) dan FKPM (Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat) Intinya Halal Bihalal tersebut dilaksanakan untuk berupaya meningkatkan minat anak-anak sebagai generasi penerus bangsa dalam hal-hal keagamaan.

 

Sabtu, 15 Juli 2018

Kegiatan TIM II KKN Undip Desa Pandanarum, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan hari ini adalah menghadiri undangan dari IPNU (Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama) dan IPPNU (Ikatan Pelajar Putri Nahdatul Ulama) dalam rangka pembukaan kegiatan rutin di Mushola RT. 08 Desa Pandanarum. Pukul 19.00 kami sudah berada di lokasi untuk membantu persiapan acara dan jam 19.30 acara pun dimulai. Acara dimulai dengan memainkan Rebana lalu dilanjut oleh Tahlil, Shalawat Nariyah, dan Thausiyah yang dipimpin oleh Ustad Ilyas. Setelah acara selesai sekitar 21.00 dilanjut dengan acara lain-lain, yaitu saling berkenalan sambil menyantap makanan yang sudah disediakan oleh panitia. Beberapa peserta yang hadir juga menyampaikan beberapa hal yang diharapkan TIM KKN bisa membantu yaitu persiapan 17 Agustusan dan Teater untuk 17 Agustusan, sayangnya teater baru bisa diadakan tahun depan, semoga tim KKN selanjutnya bisa membantu Desa Pandanarum dalam menyiapkan teater.

 

Minggu, 16 Juli 2018

Pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB, Tim KKN II Undip Desa Pandanarum 2018 mengunjungi Balai Desa Pandanarum untuk menghadiri Musyawarah Kesehatan Desa (MKD) dan Forum Kesehatan Desa (FKD) yang dihadiri oleh pihak bidan, dan masyarakat. Disana dibahas mengenai pemetaan faktor resiko dari beberapa penyakit yang ada di Pandanarum, dan yang menjadi prioritas adalah TBC.

Beberapa dari kami pada pukul 10.00 WIB mengunjungi UMKM pembuatan tahu di Desa Pandanarum, disana kami menyaksikan proses pembuatan tahu dari proses penggilingan sampai pemotongan tahunya. Seperti biasa, tak lupa kami membeli beberapa tahu disana untuk santapan kami, hehe.

Sorenya pada pukul 16.00 WIB kami mengunjungi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang terletak di sebelah Balai Desa Pandanarum, disana kami menyaksikan bagaimana proses belajar-mengajar. Menyenangkan sekali melihat anak-anak belajar, dan kami sangat mengapresiasi tenaga pengajar disana yang sangat berusaha sekali mendekati anak-anak. Setelah itu kami menemui pihak PAUD, disana kami berkenalan dan meminta pandangan untuk rencana program multidisiplin kami. Tanggapan dari pihak PAUD sangat mendukung program multidisiplin kami, yaitu bank sampah, karena memang tim KKN sebelumnya sudah mengadakan program serupa, namun setelah Tim KKN sudah meinggalkan desa, program tersebut berhenti. Padahal masalah pencemaran lingkungan di Desa Pandanarum ini cukup banyak, semoga dengan adanya program multidisiplin kami akan sedikit membantu permasalahan di Desa Pandanarum ini.

Manajemen Persampahan untuk Menambah Pundi – Pundi Keuangan Keluarga

Rabu, 25 Juli 2018 diadakan Sosialisasi Tabungan Bank Sampah (oleh Khusnul Umi Fatimah dari Departemen Statistika) dan Pendampingan Pengelolaan Keuangan Keluarga (oleh Alifah Zulfa Husna Amalia dari Departemen Akuntansi) yang bertempat  di Balai Desa Ketitanglor, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan. Acara tersebut dihadiri oleh ibu-ibu anggota PKK Desa Ketitanglor dan beberapa perwakilan dari Karang Taruna Desa Ketitanglor. Kegiatan ini diawali dengan pemaparan pemahaman mengenai Tabungan Bank Sampah, hal-hal yang dibutuhkan untuk mendirikan Tabungan Bank Sampah, pemaparan teknis pelaksanaan Tabungan Bank Sampah serta pemilihan pengurus untuk setiap Rukun Tetangga ( RT). Pendirian Tabungan Bank Sampah ini diperlukan untuk menambah nilai jual sampah dan mengurangi pembakaran sampah terutama sampah anorganik yang ada di Desa Ketitanglor. Di Desa Ketitanglor belum terdapat tempat pengelolahan sampah terutama sampah anorganik, sampah dari warga Desa Ketitanglor biasanya dikumpulkan dalam suatu lahan di dekat rumah masing-masing kemudian dibakar. Hampir setiap sore terdapat warga yang membakar sampahnya di sekitar rumah mereka sehingga menyebabkan polusi udara. Dengan adanya Tabungan Bank Sampah ini diharapkan dapat mengurangi jumlah pembakaran sampah yang ada di Desa Ketitanglor dan juga dapat menambah pendapatan warga Desa Ketitanglor.

Memasuki sesi yang kedua, acara dilanjutkan dengan Pendampingan Pengelolaan Keuangan Keluarga. Acara ini dilakukan dengan dasar bahwa kebanyakan masyarakat di Desa Ketitanglor masih belum memiliki pengelolaan keuangan dengan baik. Pada awal pemaparan dijelaskan mengenai masalah utama keuangan dalam keluarga, dilanjutkan dengan alasan utama pentingnya pengelolaan keuangan dalam keluarga dan diakhiri dengan pendampingan pengisian form keuangan keluarga untuk mengetahui berapa anggaran dan realisasi dari masing masing keluarga yang hadir dalam acara tersebut. Dengan adanya kedua acara ini, diharapkan ibu – ibu PKK sebagai perwakilan dari warga Desa Ketitang Lor mampu menerapkan baik Bank Sampah maupun Pengelolaan Keuangan Keluarga kepada seluruh warga masyarakatnya sehingga dapat memajukan kualitas warga Desa Ketitanglor sendiri.

Sosialisasi tanda bahaya kehamilan, ASI Eksklusif, cara menyusui yang benar

Jajarwayang – Kamis 29 Juli 2018 Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro Desa Jajarwayang, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, Indah Mustikasari, jurusan Kedokteran Umum angkatan 2015 melakukan kegiatan pogram kerja monodisipliner, yaitu  sosialisasi tanda bahaya kehamilan, cara menyusui yang benar, ASI Eksklusif di Kelas Ibu Hamil Desa Jajarwayang, Kecamatan Bojong

Program ini diawali dengan perkenalan peserta KKN Tim II Undip Desa Jajarwayang. Setelah dilakukan perkenalan, kemudian Indah Mustikasari melakukan edukasi tentang pentingnya ASI Eksklusif, tanda bahaya kehamilan dan cara menyusui yang benar. Indah Mustikasari mempraktikkan cara menyusui yang benar, lalu setelah itu dilaksanakan tanya jawab antara ibu hamil dengan Indah Mustikasari mengenai tanda bahaya hamil dan dampak positif maupun negatif apabila tidak dilakukan ASI Eksklusif.

Program ini dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan kepada ibu hamil tentang apa saja tanda bahaya kehamilan, manfaat ASI Ekslusif dan cara menyusui yang benar agar warga desa jajarwayang dapat memberikan ASI ekslusif terhadap bayinya dan memberikan ASI yang benar agar pertumbuhan dan perkembangan bayi yang optimal.

1

2

Pelatihan Keterampilan Pemanfaatan Kain Perca Jeans Menjadi Kerajinan Tangan

Jajarwayang – Minggu 05 Agustus 2018 Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro Desa Jajarwayang, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, Nurvita Retnama Dewi, jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, angkatan 2015 melakukan kegiatan pogram kerja monodisipliner, yaitu pelatihan keterampilan pemanfaatan kain perca jeans menjadi kerajinan tangan kepada ibu-ibu PKK  Desa Jajarwayang, Kecamatan Bojong

 Program ini diawali dengan perkenalan peserta KKN Tim II Undip Desa Jajarwayang. Setelah dilakukan perkenalan, kemudian Nurvita Retnama Dewi memberikan penjelasan mengenai potensi pemanfaatan kain perca dan produk kerajinan tangan yang dapat dihasilkan dari kain perca. Nurvita Retnama Dewi mempraktikkan cara pembuatan produk kerajinan tangan dari kain perca salah satu contohnya yaitu kotak pensil, lalu setelah itu ibu-ibu PKK dipersilakan untuk mencoba mempraktikkan produk kerajinan tangan.

Program ini dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan kepada ibu-ibu PKK mengenai potensi pemanfaatan kain perca khususnya kain perca jeans dan juga memberikan pelatihan kepada ibu-ibu PKK mengenai produk kerajinan tangan yang dapat dihasilkan dari kain perca jeans sehingga dapat menambah pendapatan keluarga.

1

2

Ibu Cerdas Untuk Janin Yang Sehat

hh
Bojong – Pekalongan, 3 Agustus 2018. Bidan Desa Sembung Jambu, Ibu Mila bersama dengan Tim II KKN Undip 2018 melaksanakan kelas ibu hamil di salah satu rumah warga yang dihadiri oleh 8 orang ibu hamil. Kelas ibu hamil ini rutin diadakan setiap awal bulan dengan tujuan untuk mempersiapkan kehamilan, persalinan, dan masa nifas ibu dengan baik sehingga diharapkan angka kematian anak dan ibu menurun. Kelas ibu hamil ini selalu diawali dengan melakukan pretest materi yang akan disampaikan. Kemudian membahas beberapa materi yang berkaitan dengan kehamilan, persalinan dan masa nifas, diantaranya adalah tanda-tanda persalinan, Inisasi Menyusu Dini (IMD), ASI Eksklusif pada bayi selama 6 bulan, posisi menyusui dan lain sebagainya. Materi ini disampaikan oleh bidan desa Sembungjambu dan dilanjutkan oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran UNDIP yang merupakan salah satu anggota Tim II KKN UNDIP 2018. Para ibu hamil terlihat sangat antusias, mendengarkan dengan seksama materi yang disampaikan, dan aktif untuk bertanya seputar materi yang disampaikan. Setelah materi sudah selesai disampaikan, kelas ibu hamil ditutup dengan post test yang berkaitan dengan materi yang sudah disampaikan, dengan tujuan untuk melihat bagaimana pemahaman para ibu hamil atas materi yang telah diberikan.