Home » Lokasi KKN » Kab. Pekalongan (Page 2)

Category Archives: Kab. Pekalongan

Pelatihan Kewirausahaan bagi Ibu-ibu PKK Desa Ketitanglor, Kecamatan Bojong, Pekalongan

Desa Ketitanglor, Bojong – Kamis (2/08.2018). Mahasiswa KKN Tim II Undip memberikan pelatihan kewirausahaan kepada  ibu-ibu PKK Desa Ketitanglor. Potensi pangan desa Ketitanglor yang dapat dikembangkan adalah makanan olahan dari kedelai, seperti tempe dan susu kedelai. Bersamaan dengan banyaknya ibu-ibu PKK yang memiliki usaha olahan kedelai maka mahasiswa KKN memilih untuk memberikan mereka referensi atau informasi mengenai cara untuk memulai usaha dengan baik serta untuk meningkatkan jiwa kewirausahaan ibu-ibu PKK Desa Ketitanglor.

Kegiatan pelatihan kewirausahaan diadakan bertepatan dengan kegiatan rutin ibu-ibu PKK yaitu dawis yang diadakan di Balai Desa pada hari Kamis, 2 Agustus 2018 mulai dari pukul 15.30-17.30 WIB. Dalam kegiatan pelatihan kewirausahaan ini terdapat 3 materi utama yang disampaikan, yaitu kewirausahaan, branding produk dan cara peningkatan UMKM serta materi tambahan dan demo masak nugget tempe telur dan puding susu kedelai. Antusiasme dalam acara tersebut cukup mendapat perhatian dari ibu-ibu PKK terlihat dari jumlah ibu-ibu PKK yang hadir serta banyaknya tanggapan berupa pertanyaan seputar perencanaan dalam memulai usaha yang baik

Dengan adanya pelatihan kewirausahaan diharapkan dapat memberikan informasi dan wawasan mengenai perencanaan dalam memulai usaha yang baik, selain itu diharapkan dapat terjalin silaturahmi antara mahasiswa KKN dengan warga Desa Ketitanglor terutama ibu-ibu PKK sehingga suatu hari nanti tali silaturahmi ini dapat memberikan manfaat yang baik bagi semuanya.

ANTUSIASME TINGGI ANAK-ANAK DESA SEMUT DALAM KEGIATAN BELAJAR BERSAMA

SEMUT – Sejak awal kedatangan, TIM II KKN UNDIP di Desa Semut Kecamatan Wonokerto disambut hangat oleh warga sekitar termasuk dari kalangan anak-anak. Di hari kedua (12/07/2018) beberapa anak sudah mulai berdatangan untuk meminta diajarkan berbagai mata pelajaran. Awal mulanya hanya sekitar 7 anak yang datang diposko tim Desa Semut, namun seiring berjalannya waktu hingga kini (23/07/2018) sudah mencapai 29 anak dari kelas 1-6 SD.

Kegiatan belajar bersama ini diadakan setiap hari Senin-Kamis dimulai pukul 13.30-15.30 WIB dengan jadwal  pengajar dan materi yang sudah disusun oleh tim Desa Semut. Mata pelajaran yang diajarkan yaitu matematika, IPA, IPS, bahasa Inggris, dan bahasa Indonesia. Selain materi yang diberikan, terkadang anak-anak juga membawa PR dari sekolah untuk meminta bantuan dalam mengerjakan PR tersebut.

Semangat belajar anak-anak di Desa Semut sangatlah tinggi berdasarkan banyaknya yang datang ke posko untuk belajar dan antusias anak-anak dalam mengikuti bimbingan belajar. Soal latihan yang diberikan dikerjakan dengan baik. Kegiatan belajar bersama ini diselingi dengan beberapa permainan agar anak-anak tidak merasa bosan. Tidak lupa dalam membuka dan mengakhiri kegiatan belajar bersama ini didahului dengan berdo’a bersama. Tetap rajin belajar ya anak-anak, supaya menjadi tunas bangsa yang dapat dibanggakan ! 

 

Rabu Cerdas Bersama Ibu-Ibu PKK Desa Pegaden Tengah

Pegaden Tengah, Pekalongan – Pada hari Rabu 1 Agustus 2018 telah dilaksanakan kegiatan oleh mahasiswa KKN Undip dengan Ibu-Ibu PKK Desa Pegaden Tengah. Kegiatan ini terdiri dari Pengenalan Uji Sederhana Boraks, Penjernihan Air Limbah Sederhana, Pembuatan Alat Komposter dan Pembuatan Sabun Cuci Piring dari Minyak Jelantah.

Kegiatan ini dimulai pada pukul 13.30 WIB. Kegiatan diawali dengan Pengenalan Uji Sederhana Boraks oleh mahasiswa KKN Undip dari jurusan kimia. Boraks atau yang lebih dikenal dengan nama bleng merupakan bahan yang sering digunakan sebagai bahan pengawet makanan. Konsumsi boraks dalam jumlah sedikit tidak berdampak parah bagi tubuh, namun dalam skala besar menyebabkan kerusakan jaringan tubuh. Boraks yang dikonsumsi akan menjadi asam borat, senyawa ini ketika dikonsumsi dalam tubuh menyebabkan muntah, sakit perut, kerusakan ginjal dan otak. Boraks dapat dideteksi dengan cara yang sederhana dengan bantuan kunyit dan tusuk gigi. Tusuk gigi ditusukkan ke dalam kunyit dan didiamkan sebentar. Setelah itu tarik tusuk gigi dan tusukkan ke dalam makanan, diamkan sebentar dan tarik tusuk gigi kembali. Apabila terjadi perubahan warna menjadi merah kecoklatan maka makanan positif mengandung boraks. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan para ibu PKK dapat memilih makanan dengan bijak.

 

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan Penjernihan Air Limbah Sederhana oleh mahImage and video hosting by TinyPic

asiswa KKN Undip dari jurusan kimia Air limbah merupakan salah satu masalah yang ada di desa Pegaden Tengah. Air limbah ini bersal dari air cucian pakaian jeans sehingga air limbah ini berawarna biru pekat. Zat warna yang ada apada air limbah dapat mencemari lingkunga sekitarnya khususnya tanah. Penjernihan air limbah ini dilakukan dengan bahan-bahan yang sederhana yaitu botol plastik, kapas, pasir zeolit dan karbon aktif. ALat penjernih limbah terdiri dari kapas, karbon aktif dan pasir zeolit yang disusus dengan urutan dari bawah adalah kapas, karbon aktif, kapas dan pasir zeolit. Air limbah berwarna dituangkan ke dalam botol yang berisi bahan-bahan tersebut. Air yang keluar dari botol akan menjadi jernih karena karbon aktif dan zeolit telah mengadsorpsi zat waarna yang ada pada air limbah sehingga air limbah dapat menjadi jernih.

Image and video hosting by TinyPic

Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan Pembuatan Alat Komposter oleh mahasiswa KKN Undip dari jurusan teknik mesin. Alat komposter yang dibuat oleh mahasiswa KKN Undip ini terbuat dari ember dan pipa paralon. Alat komposter adalah alat yang digunkan untuk mempermudah pengolahan sampah organik menjadi kompos yang kemudian bisa digunakan sebagai pupuk. Cara penggunaan alat ini pun cukup mudah. Sampah organi seperti kulit buat, daun kering dan lain lain dimasukkan ke dalam alat dan dibasahi dengan larutan air gula. Kemudian sampah dibalik tau diaduk supaya air gula dapat merata dan ember ditutup dengan rapat. Setiap 2-3 hari sekali ember dibuka dan sampah dibalik. Lamanya waktu yaang dibutuhkan untuk sampah organik berubah menjadi kompos sekitar 1-2 bulan.

Kegiatan yang terakhir adalah Pembuatan Sabun Cuci Piring dari Minyak Jelantah oleh mahasiswa KKN Undip desa Pegaden Tengah. Minyak jelantah yang meruakan limbah rumah tangga biasanya langsung dibuang dan tidak dimanfaatkan. Mahasiswa KKN Undip memberikan pengetahuan untuk memanfaatkan minyak jelantah tersebut, salah satunya dalah dengan menjadikannya sabun cuci piring. Bahan – bahan yang dibutuhkan pun sangat sederhana yaitu minyak jelantah, soda api dan air. Pembuatannya pun cukup mudah, minyak jelantah dicampurkan dengan larutan soda api dan diaduk sampai mengental kemudian dituang ke dalam cetakan dan didiamkan hingga mengeras. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan para ibu PKK dapat mengembangkannya menjadi usaha dan menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan minyak jelantah.

Editor: Solikhin

Selangkah Lebih Maju Menuju Desa Jetak Kidul Bebas Sampah

Wonopringgo, Pekalongan (29/07) – Seperti yang kita ketahui, pemuda masa kini merupakan pemimpin masa depan. Pemuda dapat dikatakan sebagai agen perubahan, dimana setiap tindakan kecil dari pemuda dapat menimbulkan dampak yang besar bagi masyarakat sekitar. Hal ini juga terjadi di lingkungan Desa Jetak Kidul. Dikarenakan banyaknya sampah yang dibuang sembarangan di lingkungan desa, maka dari itu diperlukan pemahaman yang lebih mengenai dampak dari membuang sampah sembarangan oleh pemuda desa sehingga para pemuda desa dapat membawa perubahan terhadap masyarakat.

Image and video hosting by TinyPic
(more…)

Gerakan Masyarakat Sehat Desa Legokgunung

gemas

Legokgunung-Wonopringgo. Senin, 30 Juli 2018. KKN Tim II UNDIP Kecamatan Wonopringgo, Pekalongan, memiliki serangkaian program yang salah satunya merupakan program Gerakan Masyarakat Sehat (GEMAS). GEMAS merupakan program yang ditujukan untuk masyarakat dan mahasiswa KKN Tim II UNDIP di Kecamatan Wonopringgo. Acara GEMAS bertujuan untuk meningkatkan hubungan dan interaksi antara mahasiswa KKN dengan masyarakat. GEMAS terdiri dari dua acara, yaitu senam bersama dan dilanjutkan dengan sepak bola.

Pada hari Minggu, 29 Juli 2018, GEMAS pertama kali diselenggarakan di lapangan sepak bola Desa Legokgunung. Semua mahasiswa KKN Tim II UNDIP di kecamatan Wonopringgo ikut berpartisipasi dalam acara ini. Tidak hanya itu, ibu – ibu dan pemuda warga Desa Legokgunung juga ikut serta dalam acara senam dan sepak bola.

Acara ini berjalan dengan lancar dan ramai. Pelaksanaan acara GEMAS akan dilakukan secara bergantian di desa – desa yang berketepatan menjadi tempat KKN Tim II UNDIP di Kecamatan Wonopringgo.

TIM KKN II UNDIP

Desa Legokgunung Melaporkan

Editor : Solikhin

“Gak Tertib Gak Keren“ Generasi Kids Jaman Now-Tertib Lalu Lintas

Wonopringgo, Pekalongan (27/7) – Generasi zaman sekarang, atau yang lebih dikenal warganet sebagai generasi Kids Jaman Now merupakan generasi penerus bangsa. Namun, telah kita ketahui bahwa generasi penerus bangsa ini banyak yang bertindak tidak sesuai usianya. Hal ini dapat terlihat dari banyaknya siswa SMP dan SMA yang mengendarai sepeda motor ke sekolah khususnya di Desa Jetak Kidul. Mereka mengendarai sepeda motor ke sekolah dengan alasan jarak yang jauh antara rumah ke sekolah. Padahal mereka masih di bawah umur sehingga belum memiliki SIM. Oleh karena itu diperlukannya pemahaman yang lebih mengenai tata tertib berkendara. Pada hari Jumat, 27 juli 2018 dilakukan sosialisasi “Arti rambu dan marka jalan serta keselamatan dalam berkendara” oleh Mahasiswa KKN Tim II Undip Desa Jetak Kidul. Kegiatan ini bertempat di Mushola RT 12 Dukuh Karang Asri Desa Jetak Kidul. Kegiatan ini dihadiri oleh 20 siswa/siswi SMP dan SMA di Desa Jetak Kidul.

Image and video hosting by TinyPic (more…)

Kumpul Akrab Bersama Karang Taruna Desa Wonorejo

Image and video hosting by TinyPic“Pertemuan Pertama dengan Karang Taruna Desa Wonorejo”
Wonorejo, Pekalongan. Pada senin,16 Juni 2018. Tim II KKN Undip diberi kesempatan untuk berdiskusi dengan perwakilan karang taruna dan badan perangkat desa mengenai perencanaan proker-proker ke depannya. Karang taruna, diwakili oleh Mas sigit (Ketua), muarif (Wakil Ketua), serta musyafa (Sekretaris). Sedangkan perangkat desa diwakili oleh Pak sugiyarto selaku salah satu kepala dusun. Acara dimulai dengan perkenalan antar anggota kelompok kemudian disambung dengan membuka semua rencana kegiatan KKN kepada semua yang hadir di forum tersebut.

Bekerjasama dengan Karang Taruna merupakan langkah yang tepat. Karang Taruna sebagai organisasi pemuda yang ada di masyarakat, dianggap sebagai sumber daya masyarakat yang sangat berpotensi untuk dikolaborasikan dengan jalannya program-program KKN dari mahasiswa.

Dari pertemuan tersebut, Karang Taruna Desa Wonorejo dengan tangan terbuka menerima Tim KKN Undip dan berkomitmen untuk membantu Mahasiswa KKN Tim II Undip dalam menyukseskan kegiatan KKN  yang sedang berlangsung.

Pertemuan antara Karang Taruna dan Tim KKN tidak berhenti sampai di acara tersebut, tetapi berlanjut di pertemuan kedua pada tanggal 19 Juli 2018 bertempatan di Posko KKN Tim II Undip. Pertemuan kedua tersebut bertujuan untuk semakin mengakrabkan hubungan antara karang taruna dan tim KKN serta untuk melaksanakan rapat koordinasi yang membahas mengenai penjabaran program-progran mono dan multi peserta KKN.

Image and video hosting by TinyPic“Pertemuan Kedua dengan Karang Taruna Wonorejo Guna Membahas Koordinasi program KKN”

Dalam pertemuan kedua tersebut, Karang Taruna banyak sekali memberikan saran yang membangun dan mempermudah terlaksananya program-program seluruh peserta KKN Undip desa Wonorejo. Karang Taruna juga berencana untuk melibatkan peserta KKN Undip untuk ikut serta dalam memeriahkan acara Kirab Budaya atau Festival desa yang akan dilaksanakan sekitar bulan Agustus 2018.

 

Editor : Solikhin

Tumbuhkan Modal Sosial Generasi Muda Desa Galang Pengampon

 

Image and video hosting by TinyPic

Galang Pengampon-Wonopringgo-Kamis, 26 Juli 2018| 19.00 WIB. Generasi muda merupakan cerminan dari kondisi negara di kemudian hari atau bisa disebut cerminan masa depan bangsa. Sebagai salah satu cara untuk meningkatkan keterampilan para pemuda tentunya diperlukan kegiatan-kegiatan yang mampu menunjang kemampuan seperti halnya karang taruna ataupun kegiatan-kegiatan lain yang berkaitan dengan keorganiasasian.

Dengan tingginya antusias pemuda desa Galang Pengampon Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan berkaitan dengan minat dalam berorganisasi dengan ditandai kembali hidupnya organisasi kemasyarakatan sebagai wadah masyarakat yaitu karang taruna. Oleh sebab itu pada tanggal 26 Juli 2017 diadakan agenda oleh mahasiswa KKN tim 2 Universitas Diponegoro yang bertujuan untuk mengumpulkan elemen pemuda desa dan memberikan pemahaman bagaimana cara berorganisasi yang baik. Tentunya tujuan diadakan kegiatan agenda tersebut dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan produktivitas karang taruna desa Galang Pengampon .

Salah satu hasil yang didapatkan pada acara tersebut adalah dalam hal kegiatan peringatan 17 Agustus dimana dengan adanya pemahaman tentang pentingnya koordinator divisi, pentingnya berbagai elemen terlibat dan klasifikasi lomba yang lebih diperjelas dari tingkatan usia. Tentunya untuk kedepannya ilmu-ilmu tersebut akan berguna bagi pelaksanaan-pelaksanaan acara yang lainnya.

Editor : Solikhin

RITUAL BUDAYA BERSIH “SUMUR KERAMAT” DESA WONOPRINGGO

sumur

Wonopringgo, Pekalongan – Mahasiswa TIM II KKN Undip Desa Wonopringgo mengikuti ritual kerja bakti bersih sumur keramat bersama warga bertempat di Desa Wonopringgo, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan pada hari Rabu, 25 Juli 2018. Ritual ini rutin dilakukan warga Wonopringgo setiap kalender Jawa menunjukkan tanggal 12 sebagai wujud pelestarian budaya turun temurun. Adapun pembersihan sumur keramat bertujuan untuk menjaga kelestarian sumur peninggalan leluhur serta sebagai wujud rasa hormat dan terima kasih kepada para leluhur atas jasanya membangun Desa Wonopringgo.

Kegiatan kerja bakti membersihkan sumur dimulai pada pukul 06.00 WIB, diawali dengan pencabutan rumput-rumput liar dan pemotongan ranting-ranting pohon yang tumbuh subur di sekitar sumur, dilanjutkan dengan pengurasan air sumur. Berbarengan dengan kegiatan pembersihan sumur, beberapa warga lain mempersiapkan berbagai hasil bumi seperti pisang, jeruk, cabai, semangka, mangga, nanas, serta makanan lainnya seperti nasi bungkus dan beberapa jenis kue basah untuk ditata di atas tikar yang digelar di dekat sumur tua. Setelah lingkungan sekitar sumur sudah bersih, kemudian dilaksanakan doa bersama dengan duduk mengelilingi hasil bumi yang telah ditata tadi. Doa ini ditujukan kepada Tuhan Yang Maha Esa memohon keselamatan  para leluhur yang telah berpulang serta untuk keselamatan dan kesejahteraan warga Desa Wonopringgo sendiri. Kegiatan diakhiri dengan bersama-sama memakan hasil bumi dan makanan lain yang telah disiapkan tadi. Masyarakat percaya bahwa makanan yang telah didoakan tersebut mengandung keberkahan tersendiri.

Mak Tarmini, tokoh sesepuh yang juga merupakan penjaga sumur Desa Wonopringgo bercerita bahwa Desa Wonopringgo memiliki 7 sumur yang sudah ada sebelum jaman penjajahan Belanda dan masih dikeramatkan sampai sekarang. Sumur-sumur tersebut adalah sumur Sukma, sumur Sepuhan, sumur Senongko, sumur Jolotundo, sumur Semeri, sumur Coyomurco, dan sumur Sekuning. Sumur-sumur itu konon turut dibangun oleh 5 tokoh leluhur yang pada mulanya membangun Desa Wonopringgo yaitu Kiai Gedhe Atas Angin, Mbah Mayung, Tunggul Mayung, Mbah Pengklialwi, dan Mbah Syekh Subakir.  Adapun ritual kerja bakti bulan ini ditujukan untuk membersihkan sumur Sukma. Sampai saat ini tidak sedikit warga Desa Wonopringgo dan masyarakat luar desa yang masih mempercayai bahwa sumur di Desa Wonopringgo merupakan tempat yang tepat untuk berdoa kepada Sang Pencipta memohon berbagai hal seperti jodoh, rezeki, keselamatan, dan kesuksesan. Oleh karena itu hingga sekarang masih ada warga desa maupun warga luar desa yang datang ke sumur untuk berdoa atau sekedar berkunjung. Terlepas dari nuansa mistik yang melingkupinya, sumur-sumur Desa Wonopringgo merupakan icon unik desa warisan leluhur serta merupakan media pemersatu warga desa dalam kegiatan kemasyarakatan seperti kerja bakti dan doa bersama.

Editor : Solikhin

PEMBUATAN ALAT PRAKTIKUM MODERN YANG RINGKAS DI SDN JAJARWAYANG

Bojong, Kab. Pekalongan – Rabu (24/7) telah dilaksanakan pembuatan alat praktikum sederhana untuk menunjang kegiatan pembelajar di SDN Jajarwayang, Bojong, Kab. Pekalongan. Alat yang dibuat berupa thermometer digital yang dirangkai langsung oleh siswa SD kelas VI dan dipandu oleh mahasiswa program studi Fisika. Kegiatan ini merupakan program monodisiplin yang telah disusun oleh saudara Gema Nuran Utomo dari program studi Fisika yang melaksanakan KKN didesa tersebut.

Tujuan pembuatan alat praktikum tersebut selain sebagai alat penunjangan pembelajaran digunakan sebagai ajang pengenalan alat praktikum modern yang berbasis digital agar mereka mampu memahami kemajuan teknologi yang ringkas dan mudah digunakan sejak usia dini.

Sebelum proses merangkai thermometer digital, dilakukan penyampaiakan kompetensi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam yang ringkas sebagai pendahuluan guna memahami konsep dasar dari alat yang akan dirangkai. Kegiatan ini mendapat antusiasme yang baik dari siswa kelas VI SDN Jajarwayang karena keingintahuannya dalam membuat atau merangkai alat tersebut. Selain itu disambut baik pula dari guru disekolah tersebut bahwa pengenalan teknologi modern yang ringkas dirasa perlu guna meningkatkan kualitas pengetahuan siswa didesa sejak dini.

termo

termo