Home » Lokasi KKN » Kab. Pekalongan (Page 2)

Category Archives: Kab. Pekalongan

Pembuatan Olahan Ikan (Nugget) untuk Menambah Gizi Masyarakat Tunjungsari

Selasa, 25 Juli 2017 pukul 14.00 WIB, Tim II KKN Desa Tunjungsari melaksanakan kegiatan demo masak pembuatan nugget berbahan dasar ikan lele. Kegiatan demo masak ditujukan pada anggota PKK Dukuh Klanyah. Olahan ikan di kalangan anggota PKK kurang bervariasi dan kurang menarik minat anak-anak untuk mengonsumsi ikan. Pembuatan Nugget merupakan alternatif solusi untuk menambah minat anak-anak terhadap konsumsi ikan dan menumbuhkan kreativitas ibu-ibu untuk membuat variasi masakan dari ikan.

nugget ikan

Literasi Keuangan pada Anak Sekolah Dasar

Kamis, 27 Juli 2017  Ria Safitri (Manajemen / FEB) dan Yusri Amaliani (Akutansi / FEB) di SD N 01-02 Boyoteluk, melaksanakan program pengenalan mata uang dan pentingnya mengatur keuangan dengan bijak sejak dini.

Kegiatan materi pertama oleh Ria  pengenalan mata uang, mulai dari jenis – jenis uang, uang kartal dan uang giral; Pembagian uang kartal menjadi uang logam dan uang kertas; dan pengenalan mata uang asing dan kurs-nya (nilai tukar) ke mata uang Rupiah.

Materi kedua oleh Yusri Amaliani, tentang mengatur keuangan dengan bijak. Siswa dijelaskan mengenai bagaimana memperoleh uang, hidup hemat, serta bagaimana membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

Pada akhir kegiatan tersebut dibagikan celengan kepada siswa – siswa dengan harapan siswa – siswa lebih dapat menghemat uang dan membelanjakan uang dengan bijak dengan cara menabung di celengan.

 

LITERASI KEUANGAN 2LITERASI KEUANGAN 1

Konsumsi Minyak Ikan Demi Si Balita Sehat di Desa Boyoteluk

 

Tim II KKN Undip 2017 Desa Boyoteluk, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan membantu pelaksanaan kegiatan Posyandu bagi ibu hamil dan balita yang dilakukan di rumah Kepala Dusun II Boyoteluk pada hari Kamis (26/7) bersama Bu Ambar selaku Bidan Desa Boyoteluk dan kader – kader posyandu. , kegiatan  diisi dengan imunisasi campak bagi beberapa balita yang membutuhkan imunisasi, pendataan grafik pertumbuhan berat dan tinggi badan balita dan dilanjutkan dengan acara sosialisasi mengenai manfaat konsumsi minyak ikan oleh salah satu mahasiswi Tim II KKN Undip 2017 Desa Boyoteluk, Kesuma Putri (Budidaya Perairan / FPIK).

Beberapa manfaat konsumsi minyak ikan bagi balita diantaranya menambah nafsu makan, merangsang kecerdasan otak anak, meningkatkan kemampuan baca anak, membantu mengatur keseimbangan tulang anak, menjaga kesehatan mata anak, dan meningkatkan sistem imun anak.

MINYAK IKAN 1

MINYAK IKAN 2

Pos Daya Kesehatan Desa Siwalan

Tim II KKN Undip 2017 Desa Siwalan, melaksanakan kegiatan Pos Daya Kesehatan pada hari Selasa (25/7/207) di Posbindu Dusun Gemuruh dengan memberikan layanan kesehatan secara gratis bagi warga lanjut usia. Pada kegiatan tersebut, dibagikan minuman kacang hijau hangat untuk warga lansia peserta Posbindu. Pada kegiatan ini dikenalkan tentang pembuatan minuman kacang hijau menggunakan bahan-bahan alami tanpa pengawet atau pemanis buatan, sehingga sangat aman dan bagus untuk dikonsumsi. Minuman kacang hijau kaya akan vitamin untuk membantu metabolisme tubuh, protein untuk pembentukan sel-sel otot, dan juga serat yang berfungsi menurunkan kolesterol. Rasa manis dari minuman kacang hijau berasal dari gula aren sehingga kadar gulanya rendah dan tidak membahayakan kesehatan, khususnya untuk para penderita diabetes.

Reportase I Desa Siwalan

Vertikultur Desa Siwalan

Sabtu (23/7/2017), Tim II KKN Undip Desa Siwalan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, melaksanakan program kerja monodisiplin Pengolahan Sampah Menjadi Media Tanam dengan Metode Vertikultur yang bertujuan untuk memberikan solusi mudah bagi warga untuk memanfaatkan sampah botol bekas serta memberikan edukasi pada masyarakat Desa Siwalan, bahwa sampah botol plastik dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomis. Botol plastik dimanfaatkan sebagai tempat tanam vertikultur, yaitu penanaman secara naik keatas (vertikal). Manfaat program adalah mengurangi polusi akibat sampah plastik, perolehan nilai ekonomis dari sampah botol plastik, menghemat lahan, sekaligus untuk fungsi estetika.

Pelaksanaan program bertempat di Balai Desa Siwalan pada pukul 16.00 dalam acara KBRT Dusun Siwalan. Ibu-ibu peserta di Balai Desa Siwalan praktek langsung pembuatan dan cara penanaman metode vertikultur menggunakan sampah botol plastik.

Reportase I Desa Siwalan (2)

MENGOLAH BAKSO DARI DAGING IKAN, SIAPA TAKUT?!

mengolah bakso dari daging ikan, siapa takut

Wonosari, Siwalan (26/7) – Minimnya pengetahuan dalam mengolah produk hasil perikanan menjadikan ibu-ibu yang berada di Desa wonosari hanya mengonsumsi ikan yang digoreng, meskipun mengonsumsi ikan olahan. Ikan olahan tersebut sudah diolah di pasar contohnya seperti ikan panggang, ikan asin, ikan pindang, dan bandeng presto,sehingga diperlukan pelatihan dalam mengolah produk hasil perikanan. Makanan yang dapat dibuat dari daging ikan salah satunya adalah bakso ikan.

Rosi, mahasiswa jurusan perikanan berinisiatif membuat program kerja diversifikasi pengolahan hasil perikanan pembuatan bakso dari ikan lele pada hari rabu tanggal 26 juli 2017 dengan target sasaran ibu-ibu kader posyandu.

“Saya senang apabila ada mahasiswa KKN yang sedang menjalankan programnya, apalagi program ini melatih Ibu-ibu mengolah ikan di dapur. Semoga ilmu ini dapat dipakai meskipun nanti mahasiswa KKN sudah tidak lagi disini”, ucap Ibu Rini dari dusun Tegalborang yang ikut dalam pelatihan. (rosi)

SENAM LANSIA, AGAR TUBUH TETAP SEHAT DAN AKTIF

Wonosari, Siwalan (27/7) – TIM II KKN UNDIP mengadakan program kerja multidisiplin Senam Bugar Lansiadi Desa Wonosari

Senam diikuti oleh para lansia pada hari Kamis, 27 Juli 2017 pukul 09.00. Usai senam para peserta pun mendapatkan penjelasan materi mengenai Lansia secara umum.

Acara senam dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan para lansia yang ditangani oleh bidan Desa Wonosari

“Saya senang ikut senam dimana pun apalagi ini kelas khusus untuk lansia. Tadi juga dapat materi yang lumayan nambah pengetahuan, insya Allah mau rutin ikutnya,” ungkap Yayah salah satu peserta senam. (rosi)

SENAM LANSIA, AGAR TUBUH TETAP SEHAT DAN AKTIF

Vertikultur & Pupuk Organik di Desa Tengengkulon

 

Tengengkulon, Siwalan, Pekalongan (23/07/2017) –Pada umumnya masyarakat di desa Tengengkulon telah mampu memisahkan sampah anorganik dan organik. Kesempatan bagi Mahasiswa KKN Tim II UniversitasDiponegorountukmengenalkanpotensibarupemanfaatansampahanoragnik. Inovasi yang dilakukan adalah teknik vertikultur dengan memanfaatkan sampah anorganik rumah tangga berupa botol plastik bekas. Mahasiswa KKN Tim II untuk Desa Tengengkulon melakukan trial pembuatan media tanaman dan sosialisasi kepada warga desa tentang inovasi vertikultur.

Selain itu, inovasi untuk sampah organik rumah tangga ialah pembuatan pupuk cair organik. Pembuatan pupukcair organik membutuhkan modal sekitar Rp.  20.000,-sesuai dengan perbandingan sampah dan stater. Pengetahuan tentang inovasi pupuk cair organik yang memiliki nilai jual tinggi, memberikan pengetahuan peluang wirausaha sehingga bisa membuat masyarakat lebih mandiri dalam mendapatkan penghasilan dan menjadi berani dalam memulai usaha baru.

Vertikultur di Desa Tengengkulon

 

 

 

 

 

melakukan trial pembuatan  vertikultur.

Inovasi Baru Pupuk Cair Organik di Desa Tengengkulon

Kuncup “Sekar” Penghasil Dollar

Selasa 25 Juli 2017, TIM II KKN UNDIP Desa Blacanan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan telah melaksanakan survei kegiatan program kerja multidisiplin tentang pemanfaatan tanaman melati (Jasmimum officianale) yang ditanam oleh warga. Survei yang dilakukan adalah mengunjungi pemilik perkebunan melati dan para pengepul atau bakul melati. Melati (Jasmimum officianale) merupakan tanaman potensial yang banyak manfaatnya. Para petani di desa Blacanan memanfaatkan hasil produksi melatinya untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku industri parfum dan teh.

Bagian dari melati yang dimanfaatkan untuk bahan baku industri adalah bagian kuncup bunga yang belum mekar. Sedangkan bagian lainnya seperti bunga yang sudah terlanjur mekar, serta kuncup yang rusak, tidak termanfaatkan. Harga kuncup melati di pasaran pun beragam tergantung dari musimnya. Rentang harganya berkisar antara Rp 10 ribu hingga paling mahal mencapai Rp 150 ribu per kg.

Mahasiswa dari Tim II KKN Undip Desa Blacanan melihat potensi tidak termanfaatkannya sisa panen melati tersebut menjadi sebuah inovasi untuk dijadikan obat nyamuk. Berkaca pula dari lingkungan Desa Blacanan yang kurang bersih, mengakibatkan banyaknya nyamuk-nyamuk di rumah warga.

Proses pengolahan sisa panen melati menjadi obat nyamuk terdiri dari beberapa metode, yaitu menggunakan air rebusan melati kering kemudian dicampur dengan serai wangi (Cymbopogon citratus). Air rebusan tersebut lalu didiamkan selama 1 x 24 jam untuk didapatkan aroma anti nyamuk serta warna yang tidak terlalu pekat. Rebusan melati yang menjadi obat nyamuk ini dikemas dalam bentuk botol plastik.

Cara kerja rebusan melati yang digunakan terdiri dari dua cara, yaitu sebagai pengusir (repellent) nyamuk dan sebagai pengering bentol di kulit akibat gigitan nyamuk. Wangi yang dihasilkan dari bunga melati berperan sebagai pengusir nyamuk, sedangkan kandungan zat yang ada di melati mampu mengeringkan bentol-bentol merah akibat gigitan nyamuk. Obat nyamuk alami ini dapat meningkatkan nilai ekonomis bagi para petani melati di Desa Blacanan.

Seperti pada prinsipnya, “sekar” dalam bahasa jawa artinya adalah bunga. Sekar di Desa Blacanan merupakan potensi yang dapat dimanfaatkan untuk menjadi rupiah dengan pengolahan skala industri seperti parfum dan teh, atau dalam skala rumah tangga seperti pembuatan obat nyamuk yang diusulkan oleh Mahasiswa Tim II KKN Undip. Selain itu, sekar melati Desa Blacanan juga dapat diekspor ke negara lain seperti Singapura untuk menjadi dollar.melati blacanan

Simulasi Bazaar untuk Melatih Jiwa Wirausaha Sejak Dini

Mahasiswa Tim II KKN Desa Tunjungsari mengadakan simulasi bazaar bagi siswa kelas 5 SDN Tunjungsari. Simulasi bazaar dilakukan selama 2 hari yaitu pada hari Kamis, 27 Juli 2017 dan Jumat, 28 Juli 2017. Hari pertama diisi oleh pemaparan materi dan penjelasan mengenai jiwa wirausaha, sistematika pencatatan pendapatan dan pengeluaran serta mengenai bazaar itu sendiri beserta tata cara pelaksanaannya. Setelah pemaparan materi, siswa diminta untuk mengkreasikan celengan dan hidrogel untuk tanaman yang akan dijual pada simulasi bazaar di hari selanjutnya.

Pemaparan materi tentang wirausaha (Simulasi Bazaar untuk Melatih Jiwa Wirausaha Sejak Dini)

 

 

 

 

 

 

ke dalam 6 kelompok dan diberi modal awal bagi masing-masing kelompok, kemudian para siswa melakukan transaksi Hari kedua, dilaksanakan simulasi bazaar di dalam ruang kelas 5 SDN Tunjungsari. Siswa dibagi jual-beli antar kelompok. Kegiatan simulasi bazaar ini dilakukan dengan tujuan membentuk jiwa wirausaha anak sejak dini dan melatih kebiasaan melakukan pencatatan dalam setiap transaksi.

Foto bersama dengan siswa kelas 5 SDN Tunjungsari (Simulasi Bazaar untuk Melatih Jiwa Wirausaha Sejak Dini)