Home » Lokasi KKN » Kab. Rembang

Category Archives: Kab. Rembang

Penerangan jalan umum  bisa tingkatkan keamanan desa

Karangmangu, Sarang, Rembang (1/2). Desa Karangmangu, Kecamatan Sarang, Rembang, di Tahun 2020 ini, akan memperoleh bantuan penerangan dari pemerintah. Bantuan berupa lampu penerangan sel surya, sejumlah 100 paket, dengan tujuan untuk membantu penerangan di beberapa titik di wilayah  Desa Karangmangu.

Terkait rencana  pemberian bantuan tersebut, Drs. Eko Ariyanto, MT, DPL Mahasiswa KKN di Desa Karangmangu Sarang, Rembang, menyelenggarakan pengabdian masyarakat berjudul  “Penerangan jalan umum sebagai peningkatan keamanan dan produktivitas penduduk.  Dengan harapan, warga desa makin memahami manfaat dari keberadaan penerangan, yang antara lain dapat meningkatkan keamanan desa, karena dengan penerangan yang ada di jalan umum, berbagai gerak dan aktivitas warga desa akan terpantau, bagi mereka yang ingin berbuat tidak baik, akan mudah dilihat / diketahui. Dengan adanya penerangan  diharapkan  membuat warga desa  makin produktif terkait bidang ekonomi, dengan tetap bisa melakukan aktivitas  di malam hari.

Warga desa juga diberikan penjelasan terkait  cara-cara untuk menghindari  adanya bahaya yang bisa ditimbulkan akibat energi listrik, misal  akibat hubung singkat, kebakaran, dll. Pemasangan steker T yang benar dan tidak berlebihan, misal sampai bertumpuk-tumpuk.

Pada kesempatan yang sama,  Alfredo Bastia Bukit, mahasiswa KKN Undip di Karangmangu, memberikan penjelasan tentang “Pemberdayaan panel surya sebagai penghematan energi dan energi alternatif desa”.  Dijelaskannya, keberadaan energi surya akan membuat semakin sedikit ketergantungan pada bahan bakar fosil, tidak menimbulkan polusi, hampir bebas perawatan, terhindar dari  faktor kebisingan, karena panel surya diam dan tidak memiliki bagian yang bergerak, menghasilkan energi sendiri. (Rev / Ear)

Abdimas Eko Ariyanto ..01

Foto : : Saat pemberian materi abdimas pemanfaatan lampu penerangan

Desain Lodan Eco Park

Lodan Kulon, Sarang, Rembang (14/2) – Keindahan alam di Waduk Lodan sudah diketahui oleh masyarakat Kecamatan Sarang, namun hingga saat ini belum ada pemanfaatannya sebagai Destinasi Wisata. Terletak di dua wilayah, yaitu Desa Lodan Kulon dan Desa Lodan Wetan, Waduk Lodan sering kali menjadi tujuan masyarakat sekitar sekadar untuk menikmati indahnya alam dan menjadi tempat memancing.

Tim 1 KKN Universitas Diponegoro berdiskusi bersama Kepala Desa Lodan Kulon dan Lodan Wetan untukmerencanakan Wisata Waduk Lodan. Kedua Kepala Desa berharap Proposal Desain ini dapat membantu Desa mengembangkan Wisata di Waduk Lodan. Tak hanya dari Kepala Desa, program ini pun mendapat dukungan dari  Camat Sarang dan Bupati Rembang.

Sebelum membuat desain, Tim 1 KKN melakukan beberapa kali survey ke Waduk Lodan untuk menentukan lokasi ruang terbuka dan pengukuran jalan setapak. Pembuatan desain kemudian dikerjakan dengan mempertimbangkan banyak hal, salah satunya yaitu ramah lingkungan. Tempat wisata ini kemudian dinamakan “Lodan Eco-Park”.

Desain Waduk Lodan ...01

Foto: Desain Lodan Eco-Park

Wilayah perencanaan wisata ini terdiri dari parkiran, bendungan, dan main spot. Parkiran mobil berada 765 m dari lokasi, sehingga untuk mencapai main spot, pengunjung dapat menumpang Tossa yang tersedia di tempat parkir. Selanjutnya, badan bendungan yang merupakan area steril yang tidak dapat dibangun suatu bangunan lagi,  agar tetap berfungsi sebagaimana mestinya. Yang ketiga yaitu mainspot Lodan Eco-Park. Main spot ini dibagi menjadi beberapa zona, yaitu titik kumpul, zona edukasi, zona kuliner,  teater terbuka, dan instalasi.

Desain Waduk Lodan ...02

Foto: Pembagian Zonasi Main Spot Lodan Eco-Park

Pada hari Jumat (14/2), Tim KKN 1 Universitas Diponegoro memaparkan hasil desain perencanaan Wisata Waduk Lodan ke Kepala Desa dan Perangkat Desa Lodan Kulon. Harapannya ke depan, Desain ini dapat dijadikan acuan untuk kemudian diajukan ke  tingkat kabupaten dan dapat direalisasikan. (Rev / Ear)

Desain Waduk Lodan ...03

Foto: Foto bersama usai penyerahan Proposal Desain Wisata

Waduk Lodan “Lodan Eco-Park”

Mahasiswa KKN UNDIP Sulap Minyak Goreng Bekas Menjadi Sabun

WhatsApp Image 2020-01-25 at 4.23.36 PMGandrirojo-Remabang (25/1) sabun mandi, pada umumnya sabun mandi dapat kita temukan pada beberapa pusat perbelanjaan diantaranya pasar, toko, swalayan dll. Sabun mandi yang dibuat oleh Mahasiswa KKN UNDIP ini Memanfaatkan Limbah Minyak Bekas Menjadi Sabun Mandi. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilaksanakan Di Balai Desa Gandrirojo oleh Mahasiswa S1 Teknik Kimia Universitas Diponegoro, Erwin Ade Pratama Pangihutan Sagala.

Pembuatan sabun dari bahan minyak bekas dilaksanakan dengan alasan agar ibu-inu PKK Desa Gandrirojo dapat mengetahui dampak penggunaan minyak bekas yang berkali-kali. Penggunaan minyak goreng berkali-kali dengan suhu yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada minyak goreng dan menurunkan nilai gizi, Minyak jelantah yang apabila digunakan terus menerus secara berulang akan memberikan dampak bagi kesehatan dan berdasarkan hasil penelitian sebagai pemicu penyakit kanker. Namun jika minyak goreng bekas tersebut dibuang sangat tidak efisien (rugi) dan dapat mencemari lingkungan. Minyak bekas dapat diolah menjadi berbagai macam olahan salah satunya adalah menjadi produk sabun rumahan. Proses produksi sabun dari bahan minyak jelantah cukup mudah dilakukan dan cocok dilakukan oleh ibu rumah tangga. Minyak goreng yang sudah tidak terpakai dapat diolah kembali untuk membantu perekonomian keluarga. Dalam sosialisasi ini, diberikan materi mengenai bahaya minyak bekas yang digunakan berkali-kali, proses pembuatan sabun dari minyak goreng bekas, dan peluang bisnis sabun. Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab. Ibu-ibu PKK Desa Gandrirojo sangat antusias dengan adanya program kerja sosialisasi yang diadakan oleh Mahasiswa KKN TIM I Undip 2020. Acaranya sangat bermanfaat dan menambah wawasan.

KENALKAN CARA PENCEGAHAN DBD DENGAN MEMELIHARA IKAN PEMAKAN JENTIK NYAMUK, MAHASISWA UNDIP INI VIRAL DIKALANGAN IBU- IBU

Pada hari kamis (23/01), bertempat di Balai Desa Karangasem, diadakan kegiatan program monodisplin .Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat Desa Karangasem mengenai pencegahan nyamuk demam berdarah  sekaligus pengenalan jenis- jenis ikan yang dapat digunakan sebagai upaya pencegahan.

1

Edukasi Pencegahan DBD

Acara ini dimulai dengan pemaparan mengenai apa itu penyakit DBD, ciri-ciri nyamuk penyebab DBD, pencegahannya dan jenis- jenis ikan pemakan jentik nyamuk serta pemeliharaannya. Acara ini dilaksanakan oleh Opal Oktapiana dari jurusan Perikanan tangkap, Selama proses pemaparan ibu-ibu Desa Karangasem terlihat antusias dan mengaku baru mengetahui ikan ikan yang selama ini mereka kenal ternyata dapat membantu dalam pencegahan perkembangan nyamuk DBD. Ikan yang dijadikan contoh sebagai upaya pencegahan DBD yaitu ikan-ikan yang mudah di jumpai, berukuran kecil sehingga tidak memekan banyak tempat dan tidak menghasilkan banyak kotoran seperti ikan cupang (Ctenopus vittatus), ikan julung julung (Dermogenys pusilla) dan ikan cere (Resbora sp.) yang banyak ditemu di sawah sawah. Selanjutnya kegiatan dilakukan dengan memberikan beberapa ikan cupang dan julung julung kepada ibu ibu yang hadir untuk ditruh di bak mandi masing masing atau ditaruh di penampungan air dimana biasanya menjadi sarang jentik nyamuk.

2

Foto Bersama Ibu-Ibu Setelah Edukasi

Acara ini diakhiri dengan sesi foto bersama ibu-ibu yang hadir pada acara tersebut. Harapannya kegiatan ini dapat membuka wawasan serta menambah kesadaran tentang pentingnya pencegahan DBD. Menurut ibu sunarti, acara ini sangat bermanfaat beliau juga mengatakan perlu adanya acara-acara semacam ini supaya menambah pengetahuan dan beliau mengaku akan menjaga dengan baik ikan-ikan pemakan jentik nyamuk tersebut serta menempatkannya ditempat penampungan air.

Masyarakat Bajingjowo Tanggap Kebakaran melalui PENTANA

Bajingjowo, Sarang, Rembang (27/1). Bencana kebakaran merupakan salah satu hal yang sering terjadi di masyarakat. Namun sayangnya tidak semua masyarakat memiliki bekal pengetahuan mengenai cara pencegahan maupun penanganan ketika terjadi kebakaran. Hal itu mendorong Diana Wulandari dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, untuk memberikan sosialisasi Pelatihan Tanggap Bencana Kebakaran (PENTANA), sebagai salah satu program monodisiplin pada KKN di Desa Bajingjowo yang dibantu oleh Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Rembang.
Pada sosialisasi ini, materi dilakukan di ruang kelas dan demo penanganan kebakaran gas dilakukan di halaman SDN 2 Bajingjowo. Teguh Wiwoho, pemateri dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Rembang, memberikan sedikit penjelasan mengenai apa-apa saja yang menjadi penyebab kebakaran, cara penanganan awal jika terjadi kebakaran, dan cara-cara pencegahan agar dapat meminimalisir kebakaran. Target utama dalam sosialisasi ini adalah ibu-ibu Desa Bajingjowo yang notabene merupakan orang-orang yang paling sering bersinggungan langsung dengan kompor gas, yang menjadi salah satu penyebab kebakaran.

Foto : Saat pemateri, Teguh sedang memberikan demo mengenai kebocoran gas
16777
Foto : Foto bersama para petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Rembang,
beserta ibu – ibu yang memperoleh pelatihan
Tidak hanya materi, namun pemateri Teguh juga memberikan demo langsung mengenai kebakaran yang terjadi pada kompor gas. Salah satu demo yang dipraktikkan adalah cara yang salah dan benar ketika memasang regulator gas. Ketika demo berlangsung, ibu-ibu tidak hanya memerhatikan, namun mereka juga diminta untuk mempraktikkan langsung, agar dapat lebih mengerti dan memahami cara untuk menangani kebakaran tersebut. (Rev / Ear)

PENINGKATAN KUALITAS MASYARAKAT BABAKTULUNG MELALUI PEMBERDAYAAN PKK

Babaktulung, Sarang, Rembang (29/1) – Mahasiswa KKN Undip Desa Babaktulung menyelenggarakan kegiatan pemberdayaan masyarakat bersama kader PKK. Kegiatan tersebut yakni ‘Gerakan Cinta Keluarga dan Praktik Sederhana Penyimpanan Arsip Keluarga’ beserta ‘Pelatihan Pembuatan OTAKI (Otak-Otak Ikan) dalam Upaya Perbaikan Gizi’. Kegiatan berlangsung Rabu (29/01) mulai pukul 10.00-12.00 WIB di Balai Desa Babaktulung. Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

Picture1
Nunung DA, menyerahkan media penyimpanan arsip keluarga kepada peserta pelatihan

Kegiatan diawali dengan pemaparan materi tentang mengkampanyekan gerakan cinta arsip keluarga dan praktik sederhana penyimpanan arsip keluarga, yang dibawakan Nunung Dwi Aminawati, mahasiswa Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya mengelola arsip keluarga dengan baik. Praktik penyimpanan arsip dilakukan dengan media penyimpanan berupa document keeper dan perwakilan dari PKK mempraktikan cara menyimpan arsip tersebut.

Picture3
Edwina PB, saat praktik pembuatan OTAKI (Otak-Otak Ikan)

Kegiatan berikutnya yakni pemaparan materi tentang stunting dan pengolahan ikan laut serta praktik pembuatan OTAKI (Otak-Otak Ikan) bersama kader PKK yang dibawakan  Edwina Permata Bidari, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat. Kegiatan ini bertujuan mengolah ikan laut untuk mengupayakan perbaikan gizi dalam penanggulangan stunting. Praktik pembuatan dilakukan oleh perwakilan kader PKK yang didampingi oleh mahasiswa. (Rev / Ear).

Pelatihan Penyimpanan Awan untuk Pengarsipan Berkas di Kantor Kepala Desa Kalipang

Kalipang, Kab. Rembang – Peserta Tim I KKN Undip 2020 di Desa Kalipang telah mengadakan Pelatihan Penggunaan Google Drive bagi Perangkat Desa Kalipang pada tanggal 24 Januari 2020.  Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Kalipang pada pukul 09.30 WIB ini diikuti oleh seluruh Perangkat Desa Kalipang. Pelatihan ini dipandu oleh Tendi Nugeraha Wijaya, mahasiswa Departemen Teknik Komputer, Fakultas Teknik Angkatan 2016.

Diselenggarakannya pelatihan ini dilatar belakangi oleh penyimpanan dokumen dan arsip yang belum dikelola dengan baik di Kantor Kepala Desa Kalipang. Pada saat ini, masih banyak dokumen yang disimpan secara manual di dalam folder-folder dalam komputer masing-masing perangkat desa. Hal ini menyebabkan pelayanan administrasi desa berjalan kurang optimal, seperti lamanya waktu tunggu warga ketika sedang mendapatkan pelayanan karena perangkat desa lupa meletakan arsip surat.P1240464

Permasalahan itulah yang membuat Tendi beserta Tim I KKN Undip 2020 berinisiatif untuk mengadakan Pelatihan Penggunaan Google Drive bagi Perangkat Desa Kalipang. Dengan memanfaatkan penyimpanan awan, dokumen-dokumen penting desa tidak lagi disimpan secara manual ke dalam folder-folder komputer, melainkan penyimpanan dilakukan ke dalam server yang terhubung ke internet, yaitu Google Drive.

P1240485

Google Drive adalah sebuah layanan Google untuk penyimpanan awan yang dapat menyimpan file-file berupa dokumen, gambar, audio, ataupun video dengan kapasitas sebesar 15 gigabyte. Keuntungan yang didapat jika menggunakan penyimpanan awan adalah media penyimpanan yang tidak mudah rusak, data dapat digunakan kapanpun dan dimanapun, serta data tersimpan aman.

Tendi menjelaskan bagaimana penyimpanan awan dapat meningkatkan optimalisasi pengarsipan administrasi desa. Menurutnya, Google Drive dapat mengurangi resiko kehilangan file karena kasus kerusakan komputer, hard disk, flash disk dan tempat penyimpanan lainnya. Penggunaan Google Drive juga dapat mengefisiensi file untuk masing-masing perangkat desa (1 file untuk Kades, Sekdes, Kaur dan Kasie). Mengenai keamanan, Google Drive dapat membuat hak akses pada akun tertentu, sehingga bisa lebih aman dari tindakan pencurian file.

P1240488

Dengan adanya kegiatan pelatihan ini, Tendi dan Tim I KKN Undip 2020 berharap dapat membantu perangkat desa mengelola arsipnya menjadi lebih efisien.

MANAJEMEN ARSIP UNTUK DESA BONJOR

Bonjor, Sarang, Rembang (31/1). Tim KKN Undip di Desa Bonjor, Jumat (31/1) memberikan sosialisasi kepada kepala desa beserta perangkatnya mengenai pentingnya manajemen arsip dalam pengelolaan dokumen-dokumen di Balai Desa.

Foto : Sosialisasi mengenai pentingnya manjemen arsip di balai desa

Sebelumnya, dijelaskan perlunya mengetahui apa itu manajemen kearsipan. Manajemen kearsipan modern dapat diartikan sebagai suatu proses tata kelola arsip atau dokumen yang tidak lagi menggunakan cara–cara manual, namun dengan menerapkan teknologi sebagai penunjang kegiatan untuk mempercepat proses pengolahan data menjadi informasi, akses informasi yang cepat dan akurat serta pengamanan penyimpanan dokumen yang lebih baik. Manajemen kearsipan modern, melakukan fungsi analisis dan kontrol atas suatu kebijakan yang akan dituangkan dalam suatu keputusan sebelum diedarkan atau didistribusikan kepada lembaga atau institusi yang bersangkutan sampai dengan menarik kembali dokumen tersebut, karena sudah tidak valid atau kedaluwarsa yang disebabkan adanya keputusan baru yang menggantikannya.

Kegiatan ini disambut baik dan diapresiasi oleh  Abdul Gofir, S.Pd selaku Kepala Desa Bonjor. Menurutnya, kegiatan penyuluhan dan pemberian booklet mengenai Manajemen Arsip kepada Balai Desa Bonjor ini sangat bermanfaat untuk keberlangsungan proses pelayanan di Balai Desa dan juga bagi pengelolaan dokumen yang ada di Balai Desa.

Foto : Penyerahan booklet kepada kepala Desa

Kegiatan ini diakhiri dengan sesi penyerahan beberapa booklet kepada kepala desa untuk kemudian dapat dipelajari dan digunakan sebagaimana mestinya, mengingat pentingnya ilmu manjaemen arsip bagi Desa Bonjor, yang sedang dalam proses renovasi, agar ke depannya dapat dimanfaatkan dengan lebih baik lagi. (Rev / Ear)

 

MEMBASMI HAMA PEPAYA CALIFORNIA MENGGUNAKAN PESTISIDA RAMAH LINGKUNGAN

Mojosari, Senin 27 Januari 2020 telah berlangsung sosialisasi pengenalan Pestisida nabati ramah lingkungan kepada masyarakat Desa Mojosari. Pestisida nabati ramah lingkungan ini dibuat dengan memanfaatkan umbi bawang putih yang kemudian dicampur dengan sabun. Kegiatan diawali dengan wawancara langsung dengan Kepala Desa mengenai kondisi lingkungan Desa, dilanjutkan dengan survei langsung untuk melihat kondisi pertanian. Kemudian diilanjutkan dengan pencarian literatur serta pengujian produk yang berasal dari umbi bawang putih. Sosialisasi dilakukan di Balai Desa Mojosari yang dihadari oleh ketua kelompok tani dari berbagai dukuh, para kelompok tani dan beberapa perangkat desa lainnya.

20200127101303_IMG_0743

Pengenalan pestisida nabati ramah lingkungan ini dapat dimanfaatkan oleh para kelompok tani ataupun masyarakat Desa Mojosari, selain harganya yang tebilang ekonomis, bahan-bahan yang digunakan juga sangat mudah ditemukan begitu juga dengan cara pembuatannya yang sangat mudah dan tidak membutuhkan waktu yang lama. Setelah melakukan sosialisasi kepada kelompok tani dan berbagi pengetahuan tentang bagaimana cara membuat serta penggunaan pestisida, dilanjutkan dengan melakukan uji coba pestisida disalah satu lahan kelompok tani yaitu tanaman Buah Pepaya California yang diserang hama sehingga banyak daun-daun dari pepaya yang rusak dan tidak dapat tumbuh secara sempurna.

Sekolah Siaga Bencana

Sumbermulyo, Sarang, Rembang (30/1) – Bencana merupakan suatu peristiwa yang wajib untuk diantisipasi, agar tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar dari bencana tersebut. Untuk melatih kesiap siagaan bencana gempa dan tsunami pada anak-anak Sekolah Dasar, maka Jessy Jarwono, mahasiswa Tim I KKN Undip Desa Sumbermulyo memberikan program Sekolah Siaga Bencana pada siswa siswi kelas 5 SDN Sumbermulyo.

Foto : Saat Pemberian Materi Siaga Bencana
Foto : Saat Pemberian Materi Siaga Bencana

Kegiatan ini diawali dengan pemberian materi berupa video simulasi bencana gempa dan tsunami, kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, dan terakhir dilakukan simulasi bencana gempa dan tsunami. Simulasi bencana ini dimulai pada pukul 08.00 sampai dengan pukul 09.00 WIB. Kegiatan ini diakhiri dengan foto bersama siswa siswi SDN Sumbermulyo dan penyerahan poster kepada sekolah.

Foto : Saat Bersama Siswa Siswi SDN Sumbermulyo
Foto : Saat Bersama Siswa Siswi SDN Sumbermulyo

(Rev /Ear)