Home » Pengabdian Masyarakat

Category Archives: Pengabdian Masyarakat

Departemen Teknik Komputer Memberikan Pelatihan Pembuatan Papan Informasi Digital dengan Led Dot Matrix

Semarang (15 Juni 2019), Departemen teknik komputer undip memberikan pelatihan kepada karang taruna di kelurahan Bendan Ngisor tentang penggunaan Led Dot Matrix sebagai salah satu media informasi digital. Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat di tahun 2019. Pada kegiatan ini peserta yang berasal dari karangtaruna diberikan materi mengenai dasar-dasar elektronika, mikrokontroler dan penggunaan komputer. Peserta kegiatan pengabdian masyarakat ini sebagian besar merupakan pelajar SMA, sehingga kegiatan ini dapat dijadikan sebagai salah satu kegiatan untuk membatu peseruta dalam meningkatkan kompetensi. Pada kesempatan ini Ketua pelaksana kegiatan pengabdian masyarakat Kurniawan Teguh memberikan arahan bahwa saat ini penguasaan akan teknologi digital sangat diperlukan karena era yang ada saat ini sudah berbasis digital. Sejalan dengan ketua pelaksana, salah satu peserta kegiatan juga memberikan tanggapan atau respon mengenai kegiatan ini, menurut perwakilan peserta kegiatan ini sangat menarik dan memberikan tambahan wawasan dalam dunia elektronika. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat memberikan stimulus kepada pemuda untuk dapat mengembakan ide-ide yang ada pada era digital saat ini (ktm)

 

Pendidikan dan Pelatihan Masyarakat Pesisir Dalam Mewujudkan dari Inkubator Bisnis di Kelurahan Tambakreja Kabupaten Cilacap

Kabupaten Cilacap (3/20/2017), Nilai atau tingkat ekonomi untuk masyarakat pesisir sangatlah kurang, oleh karena itu Tim KKN Mahasiswa Universitas Diponegoro melakukan kegiatan kepada para masyarakat daerah pesisir di Kelurahan Tambakreja Kabupaten Cilacam melakukan pendidikan dan pelatihan dalam mewujudkan Inkubator bisni.sehingga diharapkan melalui pendidikan dan pelatihan ini mampu meningkatkan nilai ekonomi masyarakan daerah pesisir dan mewujudkan inkubator bisnis.

222_2017

Program Monodisiplin TIM II KKN UNDIP minggu ketiga Desa Karangsari

Karangsari (2019) pada minggu ke III kegiatan TIM II KKN UNDIP diisi dengan pelaksanaan kegiatan Program Monodisiplin dilaksanakan oleh Xena Caterine Siahaan (21) pada hari Senin tanggal 21 Juli 2019 yang bertema “Pendampingan penerapan berpakaian dan tata letak kandang yang sesuai dengan SOP dalam berternak”.  Pada program ini bertujuan untuk mengajarkan dan melatih para pekerja agar belajar disiplin dan taat sesuai dengan ketentuan atau standar yang ada dalam berternak. Agar peternak dapat melakukan kegiatan selanjutnya dengan baik dan sesuai standar, maka Xena memberi wear pack, sepatu boots, dan masker. Pendampingan dalam beternak ini dilakukan dengan cara door to door mengunjungi satu per satu rumah peternak. Kemudian program mono selanjutnya bertema “Pendampingan dan pemberian edukasi kepada peternak mengenai pentingnya sanitasi”, yang juga dilakukan oleh Xena pada hari dan tanggal yang sama. Bertujuan untuk menambah pengetahuan peternak tentang pentingnya sanitasi pada area perkandangan. Edukasi pengetahuan ini juga dilakukan bersama secara door to door datang ke rumah peternak hewan.

Program mono selanjutnya juga dilakukan oleh anggota TIM II KKN UNDIP yaitu Alldo Haswandana Putra (21) bertema “Implementasi dan penyuluhan pentingnya APD pada pekerja UMKM pembuatan batu bata” yang dilakukan pada hari Selasa tanggal 22 Juli 2019 bertujuan untuk memberi pengetahuan kepada pekerja betapa pentingnya APD (Alat Pelindung Diri) disaat proses pembuatan batu bata berlangsung. Dilakukan dengan memberi alat caping, sarung tangan dan masker untuk pelindung diri. Penyuluhan ini dilaksanakan dengan cara anjangsana langsung ke tempat produksi batu bata yang ada di desa karangsari. Program mono kedua yang dilaksanakan Alldo pada hari Jumat tanggal 26 Juli 2019 bertema “Pencerdasan dan penyuluhan tentang 5R di UMKM makanan ringan” yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang 5R yaitu Resik, Rapi, Ringkas, Rajin, Rawat yang jika diterapkan dengan sesuai dapat membuat produksi terlaksana lebih baik. Program ini memberikan poster dan ditempel ke tempat produksi agar selalu mengingat tentang 5R. Penyuluhan ini dilakukan dengan cara door to door ke tempat UMKM makanan ringan.

Anggota lain dari TIM II KKN UNDIP yang menjalankan program mono pada minggu ketiga yang lain adalah Anindhiati Restu Wardhani (21) yang bertema “Pengenalan E-commerce, khususnya jual beli online kepada UMKM”, yang dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 26 Juli 2019 dengan berkunjung secara door to door ke UMKM yang ada di Desa Karangsari, yang bertujuan untuk memberikan solusi kepada masyarakat sebagai peningkatan perekonomian, dan memperluas pemasaran produk. Pengenalan ini dilakukan dengan cara membuat akun baru kepada UMKM makanan ringan ke salah satu ecommerce dan mengupload produk yang dijual ke akun yang telah tersedia. Program monodisiplin dari Anin selanjutnya yaitu “Pelatihan pembukuan laporan keuangan sederhana untuk UMKM dengan aplikasi Android”, yang bertujuan untuk mempermudah kelompok UMKM menghitung pengeluaran selama berjalannya produksi.  Pelatihan ini dilakukan secara bersamaan dengan program sebelumnya. Saat berkunjung, Anin melakukan pelatihan kepada salah satu anggota UMKM dengan cara menggunakan smartphone android dan melakukan langkah-langkah yang telah dibuat sebelumnya.Penyerahan Peralatan SOP Peternakan Pengenalan dan Pendaftaran ke E-commerce Melakukan pelatihan Pembukuan dengan Android Memberikan poster 5R

KEGIATAN MONODISIPLIN OLEH KELOMPOK KKN UNDIP TIM II TAHUN 2019 DESA KARANGSARI

(more…)

CERDASKAN PEMUDA DESA MENGENAI PARTISIPASI POLITIK DAN UU ITE UNTUK DESA BANDING YANG LEBIH BAIK

 

 

20190723121901 20190723122444

Desa Banding (21/7/2019) Program monodisiplin Tim II KKN Undip berlangsung di Aula Balai Desa Banding mengenai peningkatan pemahaman pemuda desa yang diwakili oleh karang taruna, program tersebut berlangsung dengan antusias yang ditandai dengan beberapa pertanyaan yang diajukan oleh audiens. Pemaparan dilakukan oleh dua orang mahasiswi yaitu Astri Kurniawati dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik dan Bella Annisa Fadhilah dari Fakultas Hukum, keduanya memaparkan mengenai pentingnya partisipasi pemuda desa yang bertujuan membangun motivasi membangun desa, serta pengetahuan mengenai Undang Undang ITE, Hoax, hatespeech yang diharapkan kedepannya pemuda desa dapat dengan bijak menyerap informasi yang tersebar di internet dan berinisiatif membangun desa secara partisipatif.

Editor: Nikie

BERSAMA MENGURAS SUMBER AIR DUSUN JATISARI DESA BANDING

IMG_20190718_151322 IMG_20190718_152558

Desa Banding (18/7/2019) Warga Dusun Jatisari melaksanakan kegiatan bersih-bersih bersama  dengan menguras salah satu penampungan air yang merupakan sumber kehidupan di desa Banding sebelum sumber air dari PDAM dialirkan ke desa tersebut, namun penampungan tersebut masih berfungsi sebagai sumber pengairan lahan pertanian warga sekitar. Agar warga antusias dan semangat mengikuti kegiatan satu tahun sekali, Kepala Dusun Jatisari memasukkan ikan lele kedalam sumber air tersebut. Kegiatan tersebut berlangsung cukup lama dimulai pukul 13.30 WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB karena lumpur yang banyak mengendap di dasar penampungan tidak dapat di sedot dengan pompa, sehingga warga harus mengangkut secara manual menggunakan ember. Setelah kegiatan bersih-bersih selesai, dilakukan doa bersama sebagai bentuk rasa bersyukur warga setempat dilanjutkan dengan makan ketupat bersama beralaskan daun pisang.

Editor: Nikie

TRANSFORMASI GEMBLONG MENJADI MAKANAN KHAS KEKINIAN WUJUDKAN POTENSI BISNIS DESA BANDING

Kab. Semarang– Maraknya berbagai macam makanan kekinian yang memadati industri kuliner serta ketatnya persaingan bisnis kuliner saat ini menuntut setiap pelaku bisnis dalam bidang tersebut untuk membuat inovasi dan kreasi tanpa menghilangkan ciri khas dari produk pangan itu sendiri. Di desa Banding, kecamatan Bringin sendiri terdapat potensi makanan khas berbahan dasar olahan singkong yang dikenal dengan istilah ‘Gemblong’. Namun kurangnya pengetahuan dan wawasan akan inovasi produk serta analisis bisnis membuat potensi makanan khas desa ini belum berkembang sejak puluhan taun silam dan justru semakin terabaikan. Hal ini lah yang mendorong Mahasiswa Tim II KKN UNDIP Desa Banding yang terdiri dari berbagai mahasiswi dengan latar belakang disiplin ilmu yang berbeda yaitu Ilma Nur Hayati (Fakultas Kedokteran), Citra Cahaya Yustika (Fakultas Pertanian), Dhita Yulianda (Fakultas Ekonomika dan Bisnis), Bella Annisa (Fakultas Hukum) dan Astri Kurniawati (Fakultas Ilmu Sosial dan Politik). untuk menyelenggarakan perencanaan pengembangan inovasi potensi makanan khas desa Banding menjadi makanan khas yang dapat  dilirik oleh kalangan masyarakat modern saat ini.

Program yang ditujukan kepada semua lapisan masyarakat desa baik dari perangkat desa, petani, pengrajin gemblong dan pemuda karang taruna desa ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 10 Agustus 2019 pada pukul 20.00 WIB di aula Balai Desa Banding. Pelaksanaan program perencanaan ini disambut dengan antusias oleh tiap kalangan peserta yang hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut. Sebab banyak pihak yang berharap potensi makanan khas desa ini dapat dioptimalkan dan di-branding sebagai salah satu produk pangan olahan singkong yang khas dari desa Banding serta dikenal tidak hanya oleh warga sekitar, tetapi juga oleh masyarakat luar daerah maupun provinsi.

Kegiatan perencanaan optimalisasi ini terdiri dari berbagai aspek sesuai dengan prioritas permasalahan yang didapat yakni, mulai dari penyuplaian bahan baku, perogranisasian Sumber Daya Manusia yang baik dan benar analisis bisnis marketing, perizinan produk pangan hingga pertimbangan kandungan nilai gizi dari produk pangan tersebut. Dimana setiap penjelasan aspeknya, dipaparkan oleh mahasiswi dengan disiplin ilmu berkaitan. Kegiatan tersebut juga dilanjutkan dengan percobaan pembuatan inovasi produk Gemblong dari kreasi varian rasa, segi pengemasan dan juga merek dagang yang akan digunakan. Hasil inovasi yang telah dibuat kemudian dipamerkan dalam program pameran Expo se-Kabupaten Semarang yang diselenggarakan pada hari Selasa tanggal 13 Agustus 2019, dimana acara tersebut melibatkan  pula banyak pihak serta pseserta KKN dari berbagai daerah di kabupaten Semarang,

Editor: Nikie

PERINGATI HUT RI, MAHASISWA KKN DESA DURENSAWIT ADAKAN LOMBA BERSAMA SISWA SD

hut riPATI – Mahasiswa Tim II KKN Undip Tahun 2019 di Desa Durensawit, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati menyelenggarakan perlombaan dengan siswa – siswa SDN Durensawit 02 untuk memeringati HUT RI ke – 74  (7/8/2019).

Perlombaan dilaksanakan di lapangan voli SDN Durensawit 02. Kegiatan ini merupakan salah satu cara untuk melatih jiwa sportivitas sekaligus membangkitkan jiwa nasionalisme siswa. “perlombaan ini bertujuan untuk memeringati HUT RI ke – 74 sekaligus menumbuhkan jiwa nasionalisme siswa,” kata Bapak Supatmadi selaku Kepala Sekolah SDN Durensawit 02.

Kegiatan yang dipandu oleh Tim II KKN Undip Tahun 2019 bersama dengan guru SDN Durensawit 02 ini dimulai dengan apel pagi dan pembacaan asmaul husna. Setelah itu dilanjutkan dengan briefing dengan guru – guru mengenai teknis pelaksanaan perlombaan. Jenis lomba dibagi menjadi 2 kategori, yaitu lomba indoor dan outdoor. Lomba indoor meliputi lomba menyanyi Lagu Indonesia Raya, membaca Pembukaan UUD 1945 dan lomba mewarnai. Lomba menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan membaca Pembukaan UUD 1945 diikuti oleh perwakilan kelas 4, 5 dan 6. Sedangkan lomba mewarnai diikuti oleh seluruh siswa SDN Durensawit 02 dari mulai kelas 1 hingga kelas 6.

Lomba outdoor meliputi lomba makan kerupuk, memasukkan pensil kedalam botol, balap kelereng , joget balon dan pecah air. Lomba makan kerupuk diikuti oleh 30 siswa perwakilan kelas 1, 2 dan 3. Lomba memasukkan pensil kedalam botol, balap kelereng  dan pecah air diikuti oleh 30 siswa perwakilan kelas 4, 5, dan 6. Sedangkan untuk lomba joget balon diikuti oleh 18 pasang siswa perwakilan kelas 4, 5, dan 6.

Dalam kegiatan ini terlihat siswa – siwa yang sangat antusias dengan setiap perlombaan yang diselenggarakan dan bersorak sorai saat perwakilan kelas mereka memenangkan perlombaan. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 07. 30 WIB hingga pukul 11.00 WIB ini diharapkan dapat memupuk jiwa nasionalisme siswa dan untuk mengenang jasa para pahlawan khususnya pahlawan kemerdekaan karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawan.

 

 Direview Oleh:

Maharani Patria Ratna

TIM II KKN DURENSAWIT UNDIP AJARKAN CARA MEMBUAT KERAJINAN DARI BONGGOL JAGUNG BERNILAI JUAL TINGGI

MULTIPATI – Tim II KKN Undip Tahun 2019 mengajarkan cara membuat kerajinan tangan bernilai jual tinggi dari bonggol jagung. (8/8/2019)

Program yang digagas oleh Tim II KKN Undip Tahun 2019 di Desa Durensawit, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati ini merupakan program multi disiplin dengan judul “Diversifikasi Bonggol Jagung Menjadi Kerajinan Tangan”. Program yang diikuti oleh ibu – ibu PKK Desa Durensawit ini bertujuan untuk mengurangi adanya limbah bonggol jagung yang hanya dibakar atau dijadikan bahan campuran makan ternak.

“jagung merupakan produk unggulan di Desa Durensawit ini, namun belum ada pengolahan limbah jagung yang dihasilkan. Selama ini limbah jagung seperti kulit dan bonggolnya hanya dijadikan makan ternak atau dibakar,” kata Ibu Evi selaku Ketua PKK Desa Durensawit.

Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Desa Durensawit ini selain untuk mengolah limbah jagung juga untuk mengurangi adanya pencemaran udara akibat pembakaran bonggol dan meningkatkan perekonomian masyarakat desa. Kegiatan ini diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars PKK. Setelah itu dilanjutkan dengan pemaparan langkah – langkah pembuatan, prospek pasar dan  materi mengenai 5M yang merupakan aspek – aspek yang berhubungan dengan pembuatan kerajinan. 5M tersebut adalah market, man, material, machines, method dan money. Setelah pemaparan selesai, dilanjutkan dengan praktik pembuatan kerajinan.

Dalam membuat kerajinan tangan ini langkah pertama yang dilakukan adalah memilih bonggol jagung. Bonggol yang dipilih adalah bonggol yang diameternya besar, tidak busuk dan tidak berjamur. Langkah kedua yaitu menyerut bonggol jagung untuk meratakan permukaan bonggol jagung menggunakan pisau. Setelah itu bonggol jagung diamplas agar halus. Langkah keempat yaitu memotong bonggol jagung dengan ketebalan yang sama. Langkah kelima adalah melubangi bagian tengah bonggol jagung dengan ujung gunting. Setelah dilubangi potongan bonggol jagung dirangkai sesuai keinginan. Antusias ibu – ibu dalam merangkai bonggol jagung terlihat dari banyaknya ide yang muncul untuk membuat kerajinan tangan seperti membuat asbak, vas bunga, tempat pesil, dll. Langkah terakhir yang dilakukan adalah memvernis rangkaian bonggol jagung dengan politur.

Dengan adanya kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat mengurangi pencemaran udara, menambah keterampilan ibu – ibu PKK dan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat karena hasil kerajinan ini dapat diekspor dan memiliki nilai jual yang tinggi.

 

 Direview Oleh:

Maharani Patria Ratna

KETAHUI BAHAYA RADIASI HP DAN CARA PENCEGAHANNYA!

Rogomulyo(31/7) – Program monodisiplin yang terlaksana pada 31 Juli 2019 pukul 12.30 WIB yaitu “Bahaya Radiasi Handphone(HP)” di SMP Negeri 2 Kayen, Kabupaten Pati. Bahaya radiasi handphone (HP) merupakan sosialisasi tentang efek radiasi yang diakibatkan oleh HP. Penggunaan teknologi yang bernama HP semakin canggih akan membuat anak-anak kecanduan akan permainan di dalamnya termasuk fitur dan kegunaanya. Pada siswa-siswi SMP Negeri 2 Kayen biasanya HP digunakan sebagai sarana komunikasi dan bermain game khususnya game online.

Radiasi adalah perambatan energi berupa pancaran energi menuju ke lingkungan tanpa membutuhkan medium atau zat perantara sehingga radiasi tergolong gelombang elektromagnetik. Contohnya cahaya matahari sampai ke bumi. Maksud dari radiasi berasal dari kata gelombang, gelombang adalah getaran yang bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Melalui perambatannya gelombang dibagi menjadi dua macam, yaitu gelombang mekanik–gelombang yang dapat merambat melalui medium dan gelombang elektromagnetik–gelombang yang dapat merambat tanpa melalui medium. Spektrum yang ada pada gelombang elektromagnetik yaitu gelombang radio, gelombang mikro, inframerah, cahaya tampak, ultraviolet, sinar x dan sinar gamma. Spektrum elektromagnetik yang dapat dilihiat manusia hanya cahaya tampak. HP merupakan alat elektronik yang  mudah dibawa kemana saja dengan memanfaatkan gelombang radio sebagai media komunikasi. Oleh karena itu, HP dapat memancarkan gelombang elektromagnetik berupa gelobang radio dan cahaya tampak. Biasanya energi yang dipancarkan berupa panas tetapi wujud dari radiasi tidak dapat dilihat dan hanya dapat dirasakan panasnya.

HP memiliki banyak fungsi seperti memudahkan komunikasi jarak jauh, memuat berita, menambah teman dan lain sebagainya. Dampak yang dihasilkan oleh penggunaan HP secara umum ada dua, yaitu positif dan negatif. Dampak positif penggunaan HP yaitu mempermudah komunikasi dengan orang lain yang berada di tempat yang jauh, menambah pengetahuan dengan mengakses atau mencari situs, menambah teman melalui jejaring sosial, dan munculnya metode pembelajaran yang baru yang lebih sederhana dan mudah, sedangkan dampak negatif yang diterima yaitu dapat merusak mata, dapat mengurangi konsentrasi belajar dan daya ingat, mengubah postur tubuh, kulit wajah menjadi kendur, mengganggu pendengaran, menyebabkan insomia, dapat menimbulkan kanker dan memicu adanya pemborosan. Contoh dampak negatif yang ditimbulkan yaitu dapat merusak mata karena mata terlalu lama menatap HP sedangkan HP memancarkan radiasi sehingga mata lama-kelamaan akan menjadi kering bahkan kelopak mata bisa menjadi hitam akibat paparan radiasi yang berlebihan, jika terus berlanjut akan menyebabkan pecahnya pembuluh darah dalam mata. Oleh karena itu, dibutuhkan pemecahan masalah berupa saat menggunakan HP harus selalu didampingi oleh orang tua, batasan waktu menggunakan HP yang ideal, 4 jam 17 menit dalam tiap harinya, menggunakan HP seperlunya untuk komunikasi, sosial maupun pendidikan dan menggunakan kacamata antiradiasi saat menggunakan HP sebagai pencegahan untuk mengurangi radiasi yang diterima oleh tubuh. Radiasi yang diterima tidak dapat dihilangkan atau dimusnahkan karena radiasi merupakan energi yang sesuai dengan hukum kekekalan energi.

Editor : Besar Tirto Husodo
tennia3 tennia4