Home » Pengabdian Masyarakat

Category Archives: Pengabdian Masyarakat

MEMBASMI HAMA PEPAYA CALIFORNIA MENGGUNAKAN PESTISIDA RAMAH LINGKUNGAN

Mojosari, Senin 27 Januari 2020 telah berlangsung sosialisasi pengenalan Pestisida nabati ramah lingkungan kepada masyarakat Desa Mojosari. Pestisida nabati ramah lingkungan ini dibuat dengan memanfaatkan umbi bawang putih yang kemudian dicampur dengan sabun. Kegiatan diawali dengan wawancara langsung dengan Kepala Desa mengenai kondisi lingkungan Desa, dilanjutkan dengan survei langsung untuk melihat kondisi pertanian. Kemudian diilanjutkan dengan pencarian literatur serta pengujian produk yang berasal dari umbi bawang putih. Sosialisasi dilakukan di Balai Desa Mojosari yang dihadari oleh ketua kelompok tani dari berbagai dukuh, para kelompok tani dan beberapa perangkat desa lainnya.

20200127101303_IMG_0743

Pengenalan pestisida nabati ramah lingkungan ini dapat dimanfaatkan oleh para kelompok tani ataupun masyarakat Desa Mojosari, selain harganya yang tebilang ekonomis, bahan-bahan yang digunakan juga sangat mudah ditemukan begitu juga dengan cara pembuatannya yang sangat mudah dan tidak membutuhkan waktu yang lama. Setelah melakukan sosialisasi kepada kelompok tani dan berbagi pengetahuan tentang bagaimana cara membuat serta penggunaan pestisida, dilanjutkan dengan melakukan uji coba pestisida disalah satu lahan kelompok tani yaitu tanaman Buah Pepaya California yang diserang hama sehingga banyak daun-daun dari pepaya yang rusak dan tidak dapat tumbuh secara sempurna.

MLAGEN STORY 4 : MLAGEN WASPADA!!! BERANTAS JENTIK SERENTAK

Desa Mlagen, Rembang – Senin, 27 Januari 2020 diselenggarakan kegiatan rutin Pemberantasan Jentik Nyamuk (PJN). Kegiatan ini berlangsung di Desa Mlagen dan dilakukan pada setiap RT dengan tujuan untuk mengontrol dan mendeteksi dini faktor resiko penyebab penyakit DD, DB, dan DBD serta untuk alasan kebersihan dan kesehatan masyarakat. Kegiatan berlangsung selama 4 jam dari pukul 08.00 – 12.00 WIB. Kegiatan pertama yang dilakukan adalah pembagian tim untuk masing-masing RT. Pemeriksaan jentik dilakukan oleh para kader kesehatan Desa Mlagen  dibantu oleh mahasiswa KKN TIM 1 UNDIP 2020. Kegiatan pemeriksaan berlangsung tanpa pemberitahuan sebelumnya sehingga hasil pemeriksaan murni apa adanya.

Kegiatan meliputi pemeriksaan jentik nyamuk di dalam genuk (tempat air untuk memasak), bak mandi, dan genuk untuk cuci piring kotor. Hasil pemeriksaan yang positif terdapat jentik dapat dilakukan tindakan langsung berupa pembuangan air. Hasil yang didapat dari pemeriksaan jentik dalam bak mandi negatif, karena adanya ikan yang dibagikan pada kegiatan ikanisasi dari pihak Kecamatan. Selain pengecekan jentik nyamuk yang ada di setiap rumah, dilakukan kegiatan pengecekan kesehatan rumah tangga berkala. Pengecekan yang dilakukan seperti apabila di rumah ada yang merokok atau tidak merokok, mencuci tangan menggunakan sabun sebelum makan atau tidak, dan pengecekan kesehatan rumah tangga lainnya. Kemudian semua hasil pengecekan didata dan dikumpulkan jadi satu. Kegiatan PJN ini menghasilkan data bahwa masih banyak rumah yang tidak memperdulikan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang jentik nyamuk. Hal tersebut mengakibatkan banyak rumah yang positif terdapat jentik nyamuk, buktinya pada salah satu dari tiga tempat penyimpanan air atau bahkan semua tempat penyimpanan air tersebut terdapat jentik nyamuk.


(TIM KKN Desa Mlagen)

Editor : Diar

Mahasiswa KKN Undip Ajarkan Perangkat Desa Pamotan Cara Membuat Peta Berbasis Digital

Foto 1Pelatihan Pembuatan Peta Berbasis Digital Desa Pamotan

Desa Pamotan, Kecamatan Pamotan, Rabu (22/1) – Dilaksanakan pelatihan pembuatan peta menggunakan software ArcGIS dengan sasaran sepuluh orang perangkat Desa Pamotan. Pelatihan ini merupakan salah satu program monodisiplin Putri Ramadhini, mahasiswa KKN Tim I tahun 2020 yang berasal dari jurusan Perencanaan Wilayah & Kota. Selama pelatihan, perangkat Desa Pamotan diberi pengetahuan mengenai cara mendapatkan citra Google Earth dari internet sebagai data awal dalam pembuatan peta. Selain itu perangkat juga diajarkan cara mendigitasi menggunakan software ArcGIS sehingga dihasilkan peta administrasi Desa Pamotan.

Foto 2

Penyerahan Peta kepada Perangkat Desa Pamotan

Pelatihan dilaksanakan di Balai Desa Pamotan pukul 14.30 WIB dan diikuti dengan antusias oleh perangkat. Antusiasme perangkat meningkat pada saat pembuatan deliniasi batas administrasi desa dan Kadus. Beberapa berpendapat bahwa sebagian tanah milik Desa Pamotan yang berada di desa lain agar dimasukkan ke dalam peta. Acara ditutup dengan penyerahan peta administrasi yang telah dibuat oleh mahasiswa kepada perwakilan perangkat Desa Pamotan.

#PragenUpdate : Terpantau Padat, Monitoring Evaluasi Berjalan Lancar!

Monitoring Evaluasi Program KKN Kabupaten Rembang telah dilaksanakan. Persiapan yang sudah dirancang beberapa minggu belakangan ini akhirnya sampai pada tahap pelaksanaan. Semenjak Rabu, 5 Februari 2020 segenap panitia dan seluruh mahasiswa KKN TIM 1 UNDIP Kabupaten Rembang, khususnya Kecamatan Pamotan, yang terpilih sebagai tuan rumah pelaksanaan monitoring evaluasi, bersiap, mempersiapkan segala macam hal demi lancarnya keberlangsungan monitoring evaluasi ini. Balai Desa Pamotan sudah terpenuhi mahasiwa yang sibuk mempersiapkan sedari pagi, walaupun acara baru berlangsung pukul 13.00 WIB. Perangkat Desa Pamotan pun tak segan mengerahkan seluruh tenaga, waktu, dan bahkan biaya untuk membantu keberlangsungan acara ini.

Semakin mendekati pukul 13.00, semakin mantap persiapan yang telah dilakukan. Hal ini dapat dilihat dari sudah siapnya stand dari masing-masing desa dan kecamatan di Kabupaten Rembang yang terpilih sebagai tempat KKN kali ini. Penuh dan padat sekali, terasa saat tamu mulai berdatangan diiringi dengan alunan live music dari beberapa perwakilan teman mahasiswa yang menyalurkan bakat soft skill yang mereka miliki.

Menariknya, pelaksanaan monitoring evaluasi KKN Kabupaten Rembang ini turut serta dihadiri oleh para petinggi, baik petinggi dari Universitas Diponegoro dan Kabupaten Rembang. Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum. selaku Rektor Universitas Diponegoro bersama dengan H. Abdul Hafidz selaku Bupati Rembang secara beriringan datang untuk menyaksikan hasil nyata dari pengabdian para mahasiswa di berbagai wilayah desa selama 30 hari belakangan ini, yang utamanya adalah untuk turut serta menurunkan angka kemiskinan di wilayah Kabupaten Rembang.

Presentasi mengenai garis besar keseluruhan program dan beberapa program unggulan disampaikan oleh koordinator masing-masing kecamatan, yaitu Pamotan, Sedan, dan Sarang. Tanggapan yang cukup baik disampaikan oleh Rektor lewat pidato beliau yang mengatakan bahwa mahasiswa cukup kreatif dan inovatif. Beliau juga menyempatkan berkunjung ke stand Desa Pragen dan mengatakan bahwa program Bank Sampah sangat bagus dan bermanfaat bagi masyarakat, dan beliau berpesan agar Bank Sampah PRABAS (Pragen Bebas Sampah) harus bisa memberikan keuntungan bagi masyarakat khususnya dalam masalah financial..

M. Satya Pranata dan M. Amien Rois, Mahasiswa KKN Desa Pragen sedang Memaparkan Program Bank Sampah PRABAS

Acara penutup diakhiri dengan foto bersama mahasiwa, rektor dan jajarannya, serta jajaran pemerintahan dari Kabupaten Rembang. Melelahkan namun menyenangkan, bisa bermanfaat bagi masyarakat, dengan harapan bahwa semua program yang telah dibuat dapat memiliki keberlanjutannya dimasyarakat, dan akhirnya dapat menolong masyarakat keluar dari garis kemiskinan melalui program ekonomi kreatif.

Foto Bersama

MARI JADIKAN DESA PAMOTAN YANG TANGGUH DAN RESPONSIF TERHADAP BENCANA!

IMG-20200209-WA0019
Desa Pamotan, Kecamatan Pamotan, Minggu (9/2) – Telah dilaksanakan program monodisiplin yang berjudul “Edukasi Desa Tangguh Bencana & Pelatihan Penanggulangan Kebakaran”, pada hari Minggu, 9 Februari 2020 dan bertempat di Balai Desa Pamotan. Kegiatan ini diadakan sebagai langkah edukasi awal bagi pengurus BPBD Desa Pamotan serta seluruh lapisan masyarakat di Desa Pamotan, dan mengetahui cara menanggulangi bencana yang benar, dalam hal ini kebakaran. Kegiatan ini diisi oleh Muhammad Fadhil Evan Pratama dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, dan bekerja sama dengan Bapak Redi Susilo selaku ketua BPBD Desa Pamotan.
Pada kegiatan ini terdapat 2 materi yang disampaikan. Materi pertama terkait “Desa Tangguh Bencana”, yang menjelaskan terkait pentingnya sebuah desa menerapkan aspek aspek untuk menanggulangi bencana, termasuk pembentukan forum/organisasi penanggulangan bencana. Setelah itu, dilanjut mengenai materi terkait “Kebakaran dan Penanggulangannya”, dimana dijelaskan terkait konsep terjadinya suatu kebakaran, dan metode-metode penanggulangan kebakaran. Materi ini diambil karena kebanyakan bencana yang terjadi di pemukiman padat yaitu kebakaran, dan sebagai langkah preventif dan edukasi bagi masyarakat.
IMG-20200209-WA0030
Lalu dilanjut dengan kegiatan praktik penanggulangan kebakaran menggunakan 2 alat, yaitu Alat Pemadam Api Ringan (APAR), dan karung goni sebagai Alat Pemadam Api Tradisional. Dipandu oleh pemateri pada saat simulasi, peserta yang datang diberikan kesempatan untuk mencoba memadamkan api dengan kedua alat ini. Setelah simulasi, dilanjut dengan pemberian buku pedoman kepada Bapak Redi Susilo selaku ketua BPBD Desa Pamotan dan Ibu Khori’ah selaku perwakilan perangkat Desa Pamotan, serta foto bersama. Harapannya, semoga seluruh lapisan masyarakat mampu mewujudkan Desa Pamotan yang tangguh dan responsif jika suatu saat terjadi bencana.
IMG-20200209-WA0020

Mahasiswa KKN Undip Ajarkan Karang Taruna Desa Pamotan Cara Membuat Filter Air Dari Bahan-Bahan Sederhana

WhatsApp Image 2020-02-09 at 20.56.49
Desa Pamotan, Kecamatan Pamotan, Rabu (26/1) – Dilaksanakan pelatihan pembuatan filter air sederhana untuk rumahan dengan sasaran kegiatan yaitu Karang Taruna Desa Pamotan. Pelatihan ini merupakan salah satu program monodisiplin mahasiswa KKN Tim I tahun 2020 Desa Pamotan. Selama pembuatan filter air, Karang Taruna diberi pengetahuan mengenai alat dan bahan serta tata cara pembuatan filter air sederhana untuk rumahan.
II
Pelatihan dilaksanakan di TK Pertiwi Desa Pamotan pukul 10.00 WIB dan diikuti dengan antusias oleh para Karang Taruna, dimana dengan adanya kegiatan ini masyarak dapat mengetahui pembuatan filter air dari alat-alat yang sangat mudah didapatkan serta dapat membantu warga desa dalam menangani air berbau, keruh dan kotor yang sering kali menjadi permasalahan warga Desa Pamotan dalam konsumsi air sehari-hari. Kegiatan pun ditutup dengan penyerahan filter air sederhana untuk rumahan yang telah dibuat oleh mahasiswa KKN kepada perwakilan Karang Taruna Desa Pamotan.

Tingkatkan Kepedulian Masyarakat Desa Pamotan, Mahasiswa KKN Undip Membuat Tempat Sampah Cerdas Berbasis Arduino Uno

ww

UU
Desa Pamotan, Kecamatan Pamotan, Rabu (26/1) – Dilaksanakan pelatihan dan pengenalan pembuatan tempat sampah cerdas atau Smart Trash Bin yang berbasis Arduino Uno sasaran dalam kegiatan ini yaitu Karang Taruna Desa Pamotan. Kegiatan tersebut merupakan salah satu program monodisiplin mahasiswa KKN Tim I tahun 2020 Desa Pamotan. Selama pembuatan tempat sampah cerdas ini, Karang Taruna di ajarkan mengenai cara pembuatan alat dan koding untuk memasukan program ke Arduino Uno.
II
Program kegiatan dilaksanakan di TK Pertiwi Desa Pamotan pukul 10.00 WIB dan di ikuti oleh para Karang Taruna Desa Pamotan, dimana dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarak akan pentingnya kebersihan lingkungan, sehingga masyarakat setempat tidak segan untuk membuang sampah pada tempatnya. Kegiatan pun ditutup dengan foto bersama mahasiswa KKN bersama dengan Karang Taruna Desa Pamotan.

KESERUAN KADER DESA PAMOTAN BELAJAR CARA PENYULUHAN UNTUK AKTIFKAN MEJA KONSELING DI POSYANDU

IMG-20200116-WA0015

Penyampaian Materi Isi Buku Penyuluhan kepada Kader Posyandu
Desa Pamotan, Kec. Pamotan, Kab. Rembang (16/1) Mahasiswi KKN Undip, Elisabeth Valensia Rosemary, yang berasal dari Fakultas Kesehatan Masyarakat melakukan pemberdayaan kepada kader posyandu di Desa Pamotan. Pemberdayaan dilakukan guna mengoptimalisasi kegiatan posyandu dengan mengaktifkan meja konseling sebagai upaya promotif dan preventif kejadian bumil risti dan stunting. Pemberdayaan dilakukan kepada 75 orang kader dari 15 posyandu di Desa Pamotan. Pemberdayaan diisi dengan beberapa kegiatan diantaranya yaitu pembagian buku konseling, pemberian edukasi mengenai isi buku konseling agar kader memahami isi buku dengan baik dan terakhir dilakukan praktik cara melakukan konseling atau penyuluhan kepada ibu hamil dan ibu menyusui yang berkunjung ke posyandu. Setiap posyandu menerima 1 buku konseling yang berisi materi mengenai stunting, air susu ibu (ASI), makanan pendamping ASI (MP-ASI), saran bagi ibu hamil dan ibu menyusui.

IMG-20200116-WA0023
Praktik Penyuluhan yang dilakukan oleh Ibu Kader Desa Pamotan
Buku konseling ini dibuat dengan tujuan untuk membantu ibu dalam memberikan penyuluhan kepada ibu hamil dan ibu menyusui. Adapun praktik penyuluhan dilakukan guna membantu kader agar memiliki gambaran cara melakukan penyuluhan dan penggunaan buku konseling dengan optimal. Diharapkan melalui kegiatan ini, kader dapat kembali mengaktifkan meja konseling serta melakukan penyuluhan dengan baik sehingga masyarakat terutama ibu hamil dan ibu menyusui mendapat lebih banyak pengetahuan mengenai gizi dan kesehatan ibu dan bayi.

Pemeran Produk dalam Kegiatan Expo KKN Undip oleh KKN Tim I Desa Banaran

 

expo hahahihi_200212_0099

Banaran (9/2). KKN Tim I Undip 2020 menggelar kegiatan Expo KKN pada hari minggu, 9 Februari 2020 yang bertempat di Lapangan Desa Sembung, Kec. Banyuputih. Kegiatan dihadiri oleh semua mahasiswa KKN Undip Kecamatan Banyuputih, warga sekitar, kades setiap desa, perangkat kecamatan, serta dosen pembimbing lapangan dari Undip.

Diadakannya kegiatan Expo KKN 2020 ini bertujuan untuk memaparkan program dan produk unggulan yang ada dari masing-masing desa sekaligus menjadi penilaian oleh dosen pembimbing lapangan. Rangkaian acara dimulai dengan senam pagi yang diikuti oleh Mahasiswa KKN dan ibu-ibu perkumpulan senam Desa Sembung. Dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama, dilanjutkan dengan doa pembuka. Acara berlanjut dengan pembukaan dari Ketua Expo KKN dan Bapak Sekretaris Kecamatan Banyuputih, dan dilanjut dengan peresmian pembukaan acara Expo KKN dengan memotong pita.

 

Kemudian dilanjutkan dengan acara utama Expo yaitu keliling stand oleh juri untuk penilaian agar nantinya mendapat predikat Desa Terbaik. Tiap desa sudah menyiapkan program dan produk unggulannya masing-masing. Pada stand Desa Banaran sendiri telah menyiapkan semua luaran program monodisiplin dan multidisiplin, sedangkan untuk produk unggulan Desa Banaran menjual makanan berupa manisan dan asinan dari buah nangka. Acara Expo KKN juga diisi hiburan tidak hanya dari Fortuna Music tetapi dari mahasiswa pun turut meramaikan acara

expo hahahihi_200212_0003

Editor : Ragil Saputra

 

 

 

 

Yuk Purwogondo, Kita Makan Ikan!

Purwogondo, Jepara (18/1) – Walau Jepara banyak pantai, namun Desa Purwogondo jauh dari pantai. Guna mengkonsumsi ikan, warga Desa Purwogondo membeli dari pasar. Ibu-ibu PKK di Desa Purwogondo, khususnya RT 08, merasa belum mengetahui bagaimana cara memilih ikan segar dan memberi perlakuan sebelum memasak. Padahal hal ini penting untuk menjamin mutu dari ikan yang dikonsumsi agar gizi yang terkandung dalam ikan dapat optimal saat dikonsumsi.

Kondisi ini mendorong Risma Kusuma, mahasiswa perikanan, memberi edukasi yang berkaitan dengan cara memilih ikan segar dan perlakuannya sebelum diolah. Kegiatan diadakan di Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) RT 08 yang beranggotakan ibu-ibu sebanyak dua puluh orang. Pada pukul 16.00 WIB, mahasiswa mulai perjalanan menuju tempat PKK yang terletak di dekat Water Boom Tiara.

PKK dimulai pada pukul 16.30 WIB dan diawali dengan pembacaan umul kitab serta menyanyikan lagu mars PKK dan mars Jepara, serta sambutan oleh tuan rumah dan petinggi desa. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan informasi dari Risma terkait dengan cara pemilihan ikan segar. Cara penyampaian dengan menggunakan peraga langsung, yakni ikan lele segar yang baru dibersihkan dan ikan sardenela yang tidak segar. Lalu dilakukan praktek serta memandu ibu-ibu untuk ikut membedakan ciri-ciri ikan segar. Ikan segar dibuktikan dengan mata ikan yang cerah, sisik tidak lepas dari tubuh, insang masih berwarna merah, daging ketika ditekan kembali ke posisi semula. 20200118_170746

Selanjutnya diberikan pencerdasan terkait perlakuan ikan segar saat menyimpan di rumah sebelum dikonsumsi. Risma berkata “Ikan segar dapat bertahan di freezer 2-3 hari. Setelah itu jangan dikonsumsi lagi, karena beberapa organ serta dagingnya sudah turun mutu atau rusak”. Selain dalam freezer dijelaskan juga untuk penyimpanan ikan setelah dari pasar. Caranya ikan segar di dalam plastik dikeluarkan terlebih dahulu, dibersihkan insang dan ususnya, lalu dimasukan dalam tempat makan yang kering, sehingga sudah tidak ada air yang bisa menjadi perantara bakteri. Setelah itu baru dimasukan ke freezer. Jika tidak mempunyai lemari es, dapat menggunakan es batu yang dipecahkan kecil-kecil dan diletakkan di dasar serta diatas ikan yang masih segar.

Ibu-ibu desa sangat tertarik dengan pemaparan Risma, sehingga ada beberapa yang bertanya terkait dengan pengolahan ikan dan juga daging merah. Selesai sesi tanya jawab, dibacakan kesimpulan dari penyampaian. (edzul)20200118_170946