Home » Pengabdian Masyarakat

Category Archives: Pengabdian Masyarakat

Program Monodisiplin TIM II KKN UNDIP minggu ketiga Desa Karangsari

Karangsari (2019) pada minggu ke III kegiatan TIM II KKN UNDIP diisi dengan pelaksanaan kegiatan Program Monodisiplin dilaksanakan oleh Xena Caterine Siahaan (21) pada hari Senin tanggal 21 Juli 2019 yang bertema “Pendampingan penerapan berpakaian dan tata letak kandang yang sesuai dengan SOP dalam berternak”.  Pada program ini bertujuan untuk mengajarkan dan melatih para pekerja agar belajar disiplin dan taat sesuai dengan ketentuan atau standar yang ada dalam berternak. Agar peternak dapat melakukan kegiatan selanjutnya dengan baik dan sesuai standar, maka Xena memberi wear pack, sepatu boots, dan masker. Pendampingan dalam beternak ini dilakukan dengan cara door to door mengunjungi satu per satu rumah peternak. Kemudian program mono selanjutnya bertema “Pendampingan dan pemberian edukasi kepada peternak mengenai pentingnya sanitasi”, yang juga dilakukan oleh Xena pada hari dan tanggal yang sama. Bertujuan untuk menambah pengetahuan peternak tentang pentingnya sanitasi pada area perkandangan. Edukasi pengetahuan ini juga dilakukan bersama secara door to door datang ke rumah peternak hewan.

Program mono selanjutnya juga dilakukan oleh anggota TIM II KKN UNDIP yaitu Alldo Haswandana Putra (21) bertema “Implementasi dan penyuluhan pentingnya APD pada pekerja UMKM pembuatan batu bata” yang dilakukan pada hari Selasa tanggal 22 Juli 2019 bertujuan untuk memberi pengetahuan kepada pekerja betapa pentingnya APD (Alat Pelindung Diri) disaat proses pembuatan batu bata berlangsung. Dilakukan dengan memberi alat caping, sarung tangan dan masker untuk pelindung diri. Penyuluhan ini dilaksanakan dengan cara anjangsana langsung ke tempat produksi batu bata yang ada di desa karangsari. Program mono kedua yang dilaksanakan Alldo pada hari Jumat tanggal 26 Juli 2019 bertema “Pencerdasan dan penyuluhan tentang 5R di UMKM makanan ringan” yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang 5R yaitu Resik, Rapi, Ringkas, Rajin, Rawat yang jika diterapkan dengan sesuai dapat membuat produksi terlaksana lebih baik. Program ini memberikan poster dan ditempel ke tempat produksi agar selalu mengingat tentang 5R. Penyuluhan ini dilakukan dengan cara door to door ke tempat UMKM makanan ringan.

Anggota lain dari TIM II KKN UNDIP yang menjalankan program mono pada minggu ketiga yang lain adalah Anindhiati Restu Wardhani (21) yang bertema “Pengenalan E-commerce, khususnya jual beli online kepada UMKM”, yang dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 26 Juli 2019 dengan berkunjung secara door to door ke UMKM yang ada di Desa Karangsari, yang bertujuan untuk memberikan solusi kepada masyarakat sebagai peningkatan perekonomian, dan memperluas pemasaran produk. Pengenalan ini dilakukan dengan cara membuat akun baru kepada UMKM makanan ringan ke salah satu ecommerce dan mengupload produk yang dijual ke akun yang telah tersedia. Program monodisiplin dari Anin selanjutnya yaitu “Pelatihan pembukuan laporan keuangan sederhana untuk UMKM dengan aplikasi Android”, yang bertujuan untuk mempermudah kelompok UMKM menghitung pengeluaran selama berjalannya produksi.  Pelatihan ini dilakukan secara bersamaan dengan program sebelumnya. Saat berkunjung, Anin melakukan pelatihan kepada salah satu anggota UMKM dengan cara menggunakan smartphone android dan melakukan langkah-langkah yang telah dibuat sebelumnya.Penyerahan Peralatan SOP Peternakan Pengenalan dan Pendaftaran ke E-commerce Melakukan pelatihan Pembukuan dengan Android Memberikan poster 5R

KEGIATAN MONODISIPLIN OLEH KELOMPOK KKN UNDIP TIM II TAHUN 2019 DESA KARANGSARI

(more…)

CERDASKAN PEMUDA DESA MENGENAI PARTISIPASI POLITIK DAN UU ITE UNTUK DESA BANDING YANG LEBIH BAIK

 

 

20190723121901 20190723122444

Desa Banding (21/7/2019) Program monodisiplin Tim II KKN Undip berlangsung di Aula Balai Desa Banding mengenai peningkatan pemahaman pemuda desa yang diwakili oleh karang taruna, program tersebut berlangsung dengan antusias yang ditandai dengan beberapa pertanyaan yang diajukan oleh audiens. Pemaparan dilakukan oleh dua orang mahasiswi yaitu Astri Kurniawati dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik dan Bella Annisa Fadhilah dari Fakultas Hukum, keduanya memaparkan mengenai pentingnya partisipasi pemuda desa yang bertujuan membangun motivasi membangun desa, serta pengetahuan mengenai Undang Undang ITE, Hoax, hatespeech yang diharapkan kedepannya pemuda desa dapat dengan bijak menyerap informasi yang tersebar di internet dan berinisiatif membangun desa secara partisipatif.

Editor: Nikie

BERSAMA MENGURAS SUMBER AIR DUSUN JATISARI DESA BANDING

IMG_20190718_151322 IMG_20190718_152558

Desa Banding (18/7/2019) Warga Dusun Jatisari melaksanakan kegiatan bersih-bersih bersama  dengan menguras salah satu penampungan air yang merupakan sumber kehidupan di desa Banding sebelum sumber air dari PDAM dialirkan ke desa tersebut, namun penampungan tersebut masih berfungsi sebagai sumber pengairan lahan pertanian warga sekitar. Agar warga antusias dan semangat mengikuti kegiatan satu tahun sekali, Kepala Dusun Jatisari memasukkan ikan lele kedalam sumber air tersebut. Kegiatan tersebut berlangsung cukup lama dimulai pukul 13.30 WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB karena lumpur yang banyak mengendap di dasar penampungan tidak dapat di sedot dengan pompa, sehingga warga harus mengangkut secara manual menggunakan ember. Setelah kegiatan bersih-bersih selesai, dilakukan doa bersama sebagai bentuk rasa bersyukur warga setempat dilanjutkan dengan makan ketupat bersama beralaskan daun pisang.

Editor: Nikie

TRANSFORMASI GEMBLONG MENJADI MAKANAN KHAS KEKINIAN WUJUDKAN POTENSI BISNIS DESA BANDING

Kab. Semarang– Maraknya berbagai macam makanan kekinian yang memadati industri kuliner serta ketatnya persaingan bisnis kuliner saat ini menuntut setiap pelaku bisnis dalam bidang tersebut untuk membuat inovasi dan kreasi tanpa menghilangkan ciri khas dari produk pangan itu sendiri. Di desa Banding, kecamatan Bringin sendiri terdapat potensi makanan khas berbahan dasar olahan singkong yang dikenal dengan istilah ‘Gemblong’. Namun kurangnya pengetahuan dan wawasan akan inovasi produk serta analisis bisnis membuat potensi makanan khas desa ini belum berkembang sejak puluhan taun silam dan justru semakin terabaikan. Hal ini lah yang mendorong Mahasiswa Tim II KKN UNDIP Desa Banding yang terdiri dari berbagai mahasiswi dengan latar belakang disiplin ilmu yang berbeda yaitu Ilma Nur Hayati (Fakultas Kedokteran), Citra Cahaya Yustika (Fakultas Pertanian), Dhita Yulianda (Fakultas Ekonomika dan Bisnis), Bella Annisa (Fakultas Hukum) dan Astri Kurniawati (Fakultas Ilmu Sosial dan Politik). untuk menyelenggarakan perencanaan pengembangan inovasi potensi makanan khas desa Banding menjadi makanan khas yang dapat  dilirik oleh kalangan masyarakat modern saat ini.

Program yang ditujukan kepada semua lapisan masyarakat desa baik dari perangkat desa, petani, pengrajin gemblong dan pemuda karang taruna desa ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 10 Agustus 2019 pada pukul 20.00 WIB di aula Balai Desa Banding. Pelaksanaan program perencanaan ini disambut dengan antusias oleh tiap kalangan peserta yang hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut. Sebab banyak pihak yang berharap potensi makanan khas desa ini dapat dioptimalkan dan di-branding sebagai salah satu produk pangan olahan singkong yang khas dari desa Banding serta dikenal tidak hanya oleh warga sekitar, tetapi juga oleh masyarakat luar daerah maupun provinsi.

Kegiatan perencanaan optimalisasi ini terdiri dari berbagai aspek sesuai dengan prioritas permasalahan yang didapat yakni, mulai dari penyuplaian bahan baku, perogranisasian Sumber Daya Manusia yang baik dan benar analisis bisnis marketing, perizinan produk pangan hingga pertimbangan kandungan nilai gizi dari produk pangan tersebut. Dimana setiap penjelasan aspeknya, dipaparkan oleh mahasiswi dengan disiplin ilmu berkaitan. Kegiatan tersebut juga dilanjutkan dengan percobaan pembuatan inovasi produk Gemblong dari kreasi varian rasa, segi pengemasan dan juga merek dagang yang akan digunakan. Hasil inovasi yang telah dibuat kemudian dipamerkan dalam program pameran Expo se-Kabupaten Semarang yang diselenggarakan pada hari Selasa tanggal 13 Agustus 2019, dimana acara tersebut melibatkan  pula banyak pihak serta pseserta KKN dari berbagai daerah di kabupaten Semarang,

Editor: Nikie

PERINGATI HUT RI, MAHASISWA KKN DESA DURENSAWIT ADAKAN LOMBA BERSAMA SISWA SD

hut riPATI – Mahasiswa Tim II KKN Undip Tahun 2019 di Desa Durensawit, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati menyelenggarakan perlombaan dengan siswa – siswa SDN Durensawit 02 untuk memeringati HUT RI ke – 74  (7/8/2019).

Perlombaan dilaksanakan di lapangan voli SDN Durensawit 02. Kegiatan ini merupakan salah satu cara untuk melatih jiwa sportivitas sekaligus membangkitkan jiwa nasionalisme siswa. “perlombaan ini bertujuan untuk memeringati HUT RI ke – 74 sekaligus menumbuhkan jiwa nasionalisme siswa,” kata Bapak Supatmadi selaku Kepala Sekolah SDN Durensawit 02.

Kegiatan yang dipandu oleh Tim II KKN Undip Tahun 2019 bersama dengan guru SDN Durensawit 02 ini dimulai dengan apel pagi dan pembacaan asmaul husna. Setelah itu dilanjutkan dengan briefing dengan guru – guru mengenai teknis pelaksanaan perlombaan. Jenis lomba dibagi menjadi 2 kategori, yaitu lomba indoor dan outdoor. Lomba indoor meliputi lomba menyanyi Lagu Indonesia Raya, membaca Pembukaan UUD 1945 dan lomba mewarnai. Lomba menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan membaca Pembukaan UUD 1945 diikuti oleh perwakilan kelas 4, 5 dan 6. Sedangkan lomba mewarnai diikuti oleh seluruh siswa SDN Durensawit 02 dari mulai kelas 1 hingga kelas 6.

Lomba outdoor meliputi lomba makan kerupuk, memasukkan pensil kedalam botol, balap kelereng , joget balon dan pecah air. Lomba makan kerupuk diikuti oleh 30 siswa perwakilan kelas 1, 2 dan 3. Lomba memasukkan pensil kedalam botol, balap kelereng  dan pecah air diikuti oleh 30 siswa perwakilan kelas 4, 5, dan 6. Sedangkan untuk lomba joget balon diikuti oleh 18 pasang siswa perwakilan kelas 4, 5, dan 6.

Dalam kegiatan ini terlihat siswa – siwa yang sangat antusias dengan setiap perlombaan yang diselenggarakan dan bersorak sorai saat perwakilan kelas mereka memenangkan perlombaan. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 07. 30 WIB hingga pukul 11.00 WIB ini diharapkan dapat memupuk jiwa nasionalisme siswa dan untuk mengenang jasa para pahlawan khususnya pahlawan kemerdekaan karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawan.

 

 Direview Oleh:

Maharani Patria Ratna

TIM II KKN DURENSAWIT UNDIP AJARKAN CARA MEMBUAT KERAJINAN DARI BONGGOL JAGUNG BERNILAI JUAL TINGGI

MULTIPATI – Tim II KKN Undip Tahun 2019 mengajarkan cara membuat kerajinan tangan bernilai jual tinggi dari bonggol jagung. (8/8/2019)

Program yang digagas oleh Tim II KKN Undip Tahun 2019 di Desa Durensawit, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati ini merupakan program multi disiplin dengan judul “Diversifikasi Bonggol Jagung Menjadi Kerajinan Tangan”. Program yang diikuti oleh ibu – ibu PKK Desa Durensawit ini bertujuan untuk mengurangi adanya limbah bonggol jagung yang hanya dibakar atau dijadikan bahan campuran makan ternak.

“jagung merupakan produk unggulan di Desa Durensawit ini, namun belum ada pengolahan limbah jagung yang dihasilkan. Selama ini limbah jagung seperti kulit dan bonggolnya hanya dijadikan makan ternak atau dibakar,” kata Ibu Evi selaku Ketua PKK Desa Durensawit.

Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Desa Durensawit ini selain untuk mengolah limbah jagung juga untuk mengurangi adanya pencemaran udara akibat pembakaran bonggol dan meningkatkan perekonomian masyarakat desa. Kegiatan ini diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars PKK. Setelah itu dilanjutkan dengan pemaparan langkah – langkah pembuatan, prospek pasar dan  materi mengenai 5M yang merupakan aspek – aspek yang berhubungan dengan pembuatan kerajinan. 5M tersebut adalah market, man, material, machines, method dan money. Setelah pemaparan selesai, dilanjutkan dengan praktik pembuatan kerajinan.

Dalam membuat kerajinan tangan ini langkah pertama yang dilakukan adalah memilih bonggol jagung. Bonggol yang dipilih adalah bonggol yang diameternya besar, tidak busuk dan tidak berjamur. Langkah kedua yaitu menyerut bonggol jagung untuk meratakan permukaan bonggol jagung menggunakan pisau. Setelah itu bonggol jagung diamplas agar halus. Langkah keempat yaitu memotong bonggol jagung dengan ketebalan yang sama. Langkah kelima adalah melubangi bagian tengah bonggol jagung dengan ujung gunting. Setelah dilubangi potongan bonggol jagung dirangkai sesuai keinginan. Antusias ibu – ibu dalam merangkai bonggol jagung terlihat dari banyaknya ide yang muncul untuk membuat kerajinan tangan seperti membuat asbak, vas bunga, tempat pesil, dll. Langkah terakhir yang dilakukan adalah memvernis rangkaian bonggol jagung dengan politur.

Dengan adanya kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat mengurangi pencemaran udara, menambah keterampilan ibu – ibu PKK dan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat karena hasil kerajinan ini dapat diekspor dan memiliki nilai jual yang tinggi.

 

 Direview Oleh:

Maharani Patria Ratna

KETAHUI BAHAYA RADIASI HP DAN CARA PENCEGAHANNYA!

Rogomulyo(31/7) – Program monodisiplin yang terlaksana pada 31 Juli 2019 pukul 12.30 WIB yaitu “Bahaya Radiasi Handphone(HP)” di SMP Negeri 2 Kayen, Kabupaten Pati. Bahaya radiasi handphone (HP) merupakan sosialisasi tentang efek radiasi yang diakibatkan oleh HP. Penggunaan teknologi yang bernama HP semakin canggih akan membuat anak-anak kecanduan akan permainan di dalamnya termasuk fitur dan kegunaanya. Pada siswa-siswi SMP Negeri 2 Kayen biasanya HP digunakan sebagai sarana komunikasi dan bermain game khususnya game online.

Radiasi adalah perambatan energi berupa pancaran energi menuju ke lingkungan tanpa membutuhkan medium atau zat perantara sehingga radiasi tergolong gelombang elektromagnetik. Contohnya cahaya matahari sampai ke bumi. Maksud dari radiasi berasal dari kata gelombang, gelombang adalah getaran yang bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Melalui perambatannya gelombang dibagi menjadi dua macam, yaitu gelombang mekanik–gelombang yang dapat merambat melalui medium dan gelombang elektromagnetik–gelombang yang dapat merambat tanpa melalui medium. Spektrum yang ada pada gelombang elektromagnetik yaitu gelombang radio, gelombang mikro, inframerah, cahaya tampak, ultraviolet, sinar x dan sinar gamma. Spektrum elektromagnetik yang dapat dilihiat manusia hanya cahaya tampak. HP merupakan alat elektronik yang  mudah dibawa kemana saja dengan memanfaatkan gelombang radio sebagai media komunikasi. Oleh karena itu, HP dapat memancarkan gelombang elektromagnetik berupa gelobang radio dan cahaya tampak. Biasanya energi yang dipancarkan berupa panas tetapi wujud dari radiasi tidak dapat dilihat dan hanya dapat dirasakan panasnya.

HP memiliki banyak fungsi seperti memudahkan komunikasi jarak jauh, memuat berita, menambah teman dan lain sebagainya. Dampak yang dihasilkan oleh penggunaan HP secara umum ada dua, yaitu positif dan negatif. Dampak positif penggunaan HP yaitu mempermudah komunikasi dengan orang lain yang berada di tempat yang jauh, menambah pengetahuan dengan mengakses atau mencari situs, menambah teman melalui jejaring sosial, dan munculnya metode pembelajaran yang baru yang lebih sederhana dan mudah, sedangkan dampak negatif yang diterima yaitu dapat merusak mata, dapat mengurangi konsentrasi belajar dan daya ingat, mengubah postur tubuh, kulit wajah menjadi kendur, mengganggu pendengaran, menyebabkan insomia, dapat menimbulkan kanker dan memicu adanya pemborosan. Contoh dampak negatif yang ditimbulkan yaitu dapat merusak mata karena mata terlalu lama menatap HP sedangkan HP memancarkan radiasi sehingga mata lama-kelamaan akan menjadi kering bahkan kelopak mata bisa menjadi hitam akibat paparan radiasi yang berlebihan, jika terus berlanjut akan menyebabkan pecahnya pembuluh darah dalam mata. Oleh karena itu, dibutuhkan pemecahan masalah berupa saat menggunakan HP harus selalu didampingi oleh orang tua, batasan waktu menggunakan HP yang ideal, 4 jam 17 menit dalam tiap harinya, menggunakan HP seperlunya untuk komunikasi, sosial maupun pendidikan dan menggunakan kacamata antiradiasi saat menggunakan HP sebagai pencegahan untuk mengurangi radiasi yang diterima oleh tubuh. Radiasi yang diterima tidak dapat dihilangkan atau dimusnahkan karena radiasi merupakan energi yang sesuai dengan hukum kekekalan energi.

Editor : Besar Tirto Husodo
tennia3 tennia4

Pelatihan Kader Kesehatan Desa Rogomulyo

Rogomulyo(3/8) Mahasiswa KKN Tim II Undip Desa Rogomulyo, Kayen, Pati mengadakan sosialisasi bersama ibu-ibu kader kesehatan setempat. Kegiatan dilaksanakan pukul 13.00 WIB di Balai Desa Rogomulyo. Rangkaian acara dimualai dengan pemaparan mengenai “BUSA SIPASI” yaitu pelatihan Ibu Sadar ASI Eksklusif dan MPASI sebagai langkah antisipasi stunting pada 1000 Hari Pertama Kehidupan, dilanjut dengan demo pembuatan makanan tambahan dari bahan ikan, pelatihan pengukuran tumbuh kembang balita, dan ditutup dengan pelatihan skrining untuk lansia.

Program “BUSA SIPASI” dan demo pembuatan makanan tambaan dai bahan ikan dipaparkan oleh Ika Nanda. Diawali dengan pelatihan ibu sadar ASI ekslusif dan MPASI, para kader kesehatan diberikan edukasi bahwa ASI ekslusif sangatlah penting untuk pertumbuhan bayi, khususnya pada bulan 0-6. Tidak lupa juga diberikan edukasi tentang MPASI, jenis jenis bahan makanan, bagaimana cara mengolahnya, dan juga contoh makanan pendamping ASI. Setelah itu dilanjutkan dengan demo mengolah ikan lele menjadi bakso ikan, setelah demo selesai bakso lele yang sudah jadi tersebut dibagikan untuk dicoba.

382019_190806_0033 Pada program selanjutnya, yaitu pelatihan screening tumbuh kembang anak yang dipaparkan oleh Saniya Milatina diberikan edukasi mengenai cara untuk melakukan pengukuran tumbuh kembang anak dengan benar menggunakan instrumen Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK).

382019_190806_0016

Program terakhir, yaitu pelatihan kader kesehatan untuk mengecek tanda vital dan status mental pada lansia, dipaparkan oleh Primaditya. Pada program ini diberikan edukasi menggunakan berbagai macam kuesioner, yaitu Mini Mental Status Examination (MMSE), Geriatri Depresion Scale (GDS), Clock Drawing Test (CDT) dan lain lainya.

382019_190806_0009

Selama acara berlangsung ibu-ibu kader antusias dan aktif selama materi diberikan. Mereka cukup terbuka dengan segala pelatihan yang diberikan.  Melalui pelatihan ini, para kader dilatih untuk lebih peka dan menyadarkan betapa sangat berharganya peran kader kesehatan di lingkungan setempat.

382019_190806_0055

Kader merupakan lapisan pertama yang dekat dengan masyarakat sehingga dengan adanya kegiatan dan pelatihan ini diharapkan para kader bertambah wawasannya terkait kesehatan mulai dari daur bayi hingga lansia dan dapat menularkan informasi yang didapatkan kepada masyarakat sekitar untuk meningkatkan status gizi dan kesehatan di lingkungan desa Rogomulyo.

Editor : Besar Tirto Husodo

Peningkatan Kesehatan Masyarakat Melalui Penerapan Ilmu oleh Mahasiswa Tim II KKN UNDIP pada Acara Bakti Sosial

Katekan (11/08/19) Bakti sosial atau biasa disingkat menjadi baksos yang dilaksanakan pada Jumat 9 Agustus 2019 telah menjadi ajang penerapan ilmu khususnya bagi mahasiswa kesehatan Tim II KKN UNDIP. Acara baksos tersebut terdiri dari 4 Acara Utama yaitu donor darah bersama PMI, kelas senam ibu hamil dan pijat bayi bagi ibu menyusui yang berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak, ekspo program unggulan serta cek kesehatan gratis bagi masyarakat umum khususnya masyarakat Brati oleh mahasiswa kesehatan tim II KKN UNDIP.

Pelaksanaan Cek Kesehatan pada Acara Bakti Sosial
Pelaksanaan Cek Kesehatan pada Acara Bakti Sosial

Pada acara ekspo program unggulan dan cek kesehatan inilah terbuka peluang bagi mahasiswa untuk berperan aktif, terjun langsung meningkatkan pengetahuan dan kesehatan masyarakat. Pramatama Andhika dari jurusan Kedokteran Umum berperan sebagai konsultan kesehatan pada acara tersebut. Saran dan solusi diberikan kepada masyarakat Kecamatan Brati dan mahasiswa setelah berbagai keluhan kesehatan serta hasil pengecekkan gula darah dan tensi disampaikan. sedangkan Putriyanny dari Jurusan Farmasi turut berperan melakukan cek antropometri, yaitu meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan dan perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT). Selain itu penerapan ilmu juga dapat disalurkan melalui Ekspo produk. Di acara ekspo tersebut mahasiswa Tim II KKN UNDIP dapat menambah pengetahuan pengunjung stand ekspo melalui penjelasan seputar produk seperti teknik pembuatan dan manfaat produk.