Home » Lokasi KKN » Kab. Pemalang » Kec. Pemalang

Category Archives: Kec. Pemalang

Pelatihan Pembuatan Bakso Ikan Berbahan Dasar Ikan Lele.

Kebondalem, Pemalang – Minimnya pengetahuan dalam mengolah produk hasil perikanan menjadikan ibu-ibu yang berada di Kelurahan Kebodalem hanya mengonsumsi ikan seperti pada umumnya, seperti ikan goreng, ikan asin, dll,

sehingga diperlukan pelatihan dalam mengolah produk hasil perikanan. Makanan yang dapat dibuat dari daging ikan salah satunya adalah bakso ikan.

fig1. Foto bersama ibu-ibu Kelompok UMKM
fig1. Foto bersama ibu-ibu Kelompok UMKM

Mahasiswa dari Tim II KKN Universitas Diponegoro 2019 berinisiatif membuat program kerja diversifikasi pengolahan hasil perikanan pembuatan bakso dari ikan lele pada hari jumat  tanggal 19 juli 2019 dengan target sasaran ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok UMKM Kelurahan Kebondalem.

Kebondalem Squad_190723_0135
fig2. Penjelasan Materi

“Saya senang apabila ada mahasiswa KKN yang sedang menjalankan programnya, apalagi program ini melatih Ibu-ibu mengolah ikan di dapur. Semoga ilmu ini dapat dipakai meskipun nanti mahasiswa KKN sudah tidak lagi disini”, ucap Ibu Susy dari ketua kelompok UMKM yang ikut dalam pelatihan. Selain dapat menjadi produk baru yang dapat diperjual belikan, bakso ikan lele dapat dijadikan opsi olahan untuk anak-anak yang susah mengkonsumsi ikan.

RAPAT KOORDINASI PERINGATAN HARI BESAR NASIONAL KELURAHAN MULYOHARJO

Mulyoharjo, Pemalang – Kamis, 08 Agustus 2019 telah dilakukan rapat koordinasi dalam acara peringatan hari besar nasional (PHBN) yang bertepatan di kantor kelurahan mulyoharjo. Kegiatan rapat dihadiri oleh seluruh perangkat kelurahan dan mahasiswa KKN, guna membahas rangkaian acara peringatan hari besar nasional (PHBN) utamanya adalah kegiatan yang diselenggarakan oleh pihak kelurahan Mulyoharjo. Kegiatan – kegiatan PHBN yang akan diselenggarakan diantaranya adalah lomba kebersihan, ketertiban, keamanan (K3) antar RW sekelurahan Mulyoharjo, kemudian ada malam wungon atau yang biasa disebut malam tasyakuran yang diselenggarakan pada tanggal 16 Agustus malam yang rencananya akan dihadiri oleh perwakilan warga serta seluruh staff kelurahan. Selain kedua kegiatan yang telah disebut diatas rapat koordinasi turut membahas juga event jalan santai yang diselenggarakan oleh pihak kelurahan yang mana acara ini terbuka untuk umum dengan menggandeng beberapa lembaga sebagai sponsor untuk melancarkan acara jalan santai ini.

Rapat pembahasan PHBN bersama perangkat kelurahan dan mahasiswa

 

Kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat dan mahasiswa dalam rangka memeriahkan penyambutan PHBN HUT RI ke -74, masyarakat setempat dan mahasiswa KKN bergotong royong dalam melakukan kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan desa, pembuatan jalan gang dan juga pengecatan pembatas jalan. Kegiatan – kegiatan tersebut dilakukan dengan tujuan untuk menciptakan suasana lingkungan warga yang nyaman dan bersih. Kegiatan gotong royong untuk tiga kegiatan tersebut disambut meriah oleh masyarakat setempat. Hal tersebut dapat dilihat banyaknya masyarakat yang ikut berpartisipasi untuk 3 kegiatan tersebut.

 

Kegiatan kerja bakti mahasiswa dan masyarakat dalam membersihkan lingkungan.

 

 

Reviewer : DPL KKN Jazimatul Husna,SIP,. M.IP

 

MULYOHARJO SEBAGAI ROLE MODEL KOTA ANTI KUMUH (KOTAKU)

Mulyoharjo, Pemalang – Jumat, 19 Juli 2019 Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro bersama dengan warga telah melaksanakan kegiatan sosialisasi program monodisplin pukul 20.00 WIB dengan tema pengelolaan sampah, ‘kebun gizi’ guna peningkatan konsumsi sayur buah dan pemasaran UMKM melalui sosial media.

Sosialiasi pengenalan komposter bersama masyarakat

 

Sosialisasi dilakukan di lingkungan RW 01, dimana lingkungan tersebut merupakan lingkungan paling kumuh dan mendapat program KOTAKU. Peserta yang mengikuti sosialisasi merupakan warga RW 01 Kelurahan Mulyoharjo. Dalam rangkaian kegiatan ini penyampaian materi dilakukan oleh masing-masing kompetensi dasarnya. Penyampaian materi pertama oleh Faishal Falah program studi Ilmu Kelautan yang menjelaskan terkait pengelolaan sampah organik yang dijadikan komposter dan ecobrick beserta simulasinya. Kemudian dilanjutkan penyampaian materi  ‘kebun gizi’ guna peningkatan konsumsi sayur buah  oleh Rizke Noor Kharisma program studi Ilmu Gizi. Dan penyampaian terakhir oleh Arinda Thira Novia S. program studi Manajemen terkait pemasaran UMKM melalui sosial media.

Kegiatan Penanaman benih baru di lokasi kebun gizi

 

Didampingi bapak Yudi selaku ketua RW 01 dan ibu-ibu PKK acara ini berlangsung lancar dan peserta antusias.  Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada pemateri.  Tidak sampai disitu, kegiatan lanjutan dilakukan kembali pada hari Minggu, 21 Juli 2019 berupa Kerja Bakti dan Revitalisasi Kebun Gizi. Kegiatan ini dilakukan secara gotong royong oleh warga RW 01 dan seluruh mahasiswa KKN Tim II UNDIP tahun 2019. Adapun rangkaiam kegiatan yang dilakukan yaitu kerja bakti, membersihkan semak-semak, dan penanaman bibit sayur buah.

Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan di sekitar RW 01, serta diharapkan dengan adanya Kebun Gizi ini, masyarakat RW 01 mudah memperoleh dan meningkat dalam kebiasaan konsumsi sayur dan buah. Konsumsi sayur dan buah menjadi penting karena didalam sayur dan buah banyak mengandung vitamin, mineral, antioksidan dan serat pangan yang dapat mencegah timbunya penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, stroke, kanker, dll. Harapan besar lain, dari kegiatan ini bisa menimbulkan kesadaran masyarakat untuk menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Kegiatan penanaman dilakukan oleh TIM II KKN Mulyoharjo, pemalang bersama lingkungan masyarakat RW 1

 

 

 

Reviewer : DPL KKN Jazimatul Husna, SIP,. M.IP

Pengecekan Kadar Yodium Berkala Sebagai Upaya Mengurangi Stunting Di Desa Tambakrejo

Tambakrejo, 26 Juli 2019- BAPPEDA kabupaten Pemalang mengadakan tes uji kadar yodium pada garam yang beredar di took sayur dan pasar di sekitar desa Tambakrejo, Kec.Pemalang, Kab.Pemalang. kadar yodium yang terdapat pada garam di uji baik dengan kualitatif ataupun kuantitatif. Pengujian kadar yodium pada garam ini dilaksanakan di kantor Balai Desa Tambakrejo dan dihadiri oleh ibu-ibu PKK, Anggota Posyandu dan beberapa perangkat Desa.

Pengujian kadar yodium pada garam yang beredar di masyarakat ini dilakukan setiap setahun sekali oleh BAPPEDA. Pengecekan kadar yodium ini juga merupakan sarana dan upaya untuk mengurangi jumlah angka stunting yang terdapat di desa Tambakrejo, yang mana desa Tambakrejo dikenal sebagai desa stunting di Kecamatan Pemalang. Tidak hanya sebagai upaya pengurangan angka stunting, pengecekan kadar yodium pada garam di lakukan agar ibu-ibu rumah tangga lebih cekatan lagi dalam memilih garam yang akan dikonsumsi di rumah sebagai campuran dalam makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

BAPPEDA Kabupaten Pemalang menyarankan pada ibu-ibu peserta agar lebih baik menggunakan garam halus dibandingkan dengan garam batu untuk dikonsumsi oleh rumah tangga. Dikarenakan, kandungan yodium di garam halus cenderung lebih tinggi sekitar 30-80 % dibandingkan dengan kadar yodium pada garam batu.

Editor              : Fathin Nisa Muthia Harahap

Reviewer         : DPL KKN Jazimatul Husna, SIP, M.IP

Panen Raya, Mahasiswa TIM II KKN UNDIP 2019 Turun Langsung Kesawah

            Tambakrejo, 27 Juli 2019- Musim panen sedang berlangsung di desa Tambakrejo terhitung sejak pertengahan Juli 2019. Beberapa tanaman padi di Desa Tambakrejo, sudah mulai menguning dan sudah mulai di panen oleh pemiliknya. Beberapa dari pemilik sawah menawarkan TIM KKN untuk membantu memanen dan turut ikut ke sawah, tak hanya memanen, TIM KKN juga diberikan kesempatan untuk ikut langsung dalam memanen padi menggunakan alat combin.

Alat combin digunakan sebagai alat pemanen modern di desa Tambakrejo, alat combin di nilai lebih efisien dibandingkan harus menggunakan tenaga hewan. Sepertinya, hampir seluruh petani di Desa Tambakrejo sudah menggunakan alat combin untuk memanen pada pada musim panen.

Padi yang sudah di panen melalui alat combin langusung di masukkan kedalam karung goni yang langsung dijahit selama proses pemanenan berlangsung di atas combin, setelah itu padi yang sudah di panen dan masih dalam bentuk gabah di bawa ketempat penjemuran untuk di proses lebih lanjut.

Teman teman TIM KKN sangat berterimakasih kepada pak Sekretaris desa dikarenakan di izinkan untuk menaiki combin dan ikut memanen padi di sawah milik pak sekretaris desa.

Editor              : Fathin Nisa Muthia Harahap

Reviewer         : DPL KKN Jazimatul Husna, SIP, M.IP

Deteksi Kanker Payudara, Dapat Dilakukan dengan SADARI

Tambakrejo – Rabu, 06 Agustus 2019 Dalam rangka pemberantasan permasalahan stunting di Desa Tambakrejo, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sejak dini guna mencegah peningkatan populasi anak yang menderita stunting. Beberapa hal awal yang perlu diperhatikan adalah ANC ( Ante Natal Care) atau pemeriksaan kehamilan untuk ibu hamil. Pentingnya pengetahuan ibu hamil terhadap cara – cara pencegahan stunting bisa dimulai sejak perencanaan kehamilan maupun pada saat masa awal kehamilan. Maka dari itu informasi tentang gizi, nutrisi, makronutrient ,serta micronutrient baiknya diberikan sedini mungkin sehingga ibu hamil dapat merencanakan masa depan anak dengan baik.

Beberapa alasan mengenai tingkat kejadian stunting ini sebagian besar karena ibu kurang memperhatikan asupan gizi dan nutrisi sejak awal kehamilan, ibu yang biasanya bekerja menjadi cepat lelah serta ASI tidak lancar, kurangnya pengetahuan ibu tentang hal hal yang harus dilakukan jika ASI kurang lancar, serta kurangnya pengetahuan ibu tentang cara menampung dan menyimpan ASI.

Selain management laktasi dan pengertian tentang periode emas terhadap anak, dipaparkan juga materi tentang pentingnya mengetahui cara mendeteksi kanker payudara sejak dini, mengerti apa yang harus dilakukan jika menemukan tanda tanda abnormal pada payudara seperti pembengkakan , kemerahan, benjolan, keluarmya cairan berwarna kemerahan/ kecoklatan dari putting.

Dengan demikian program pengedukasian ibu ibu serta kader kesehatan diharapkan dapat memberi informasi yang bermanfaat sehingga pencegahan stunting sejak dini dan deteksi dini kanker payudara dapat terlaksana.

 

Editor              : Devi Saviera Firnanda

Reviewer         : DPL KKN Jazimatul Husna, SIP, M.IP

Angka Kecelakaan Kerja Tinggi Pada Nelayan, Kartu KUSUKA Menjadi Solusi yang Tepat

Tambakrejo – Rabu, 02 Agustus 2019 Program sosialisai pembuatan Kartu Pelaku Usaha Bidang Kelautan dan Perikanan (KUSUKA) bagi warga Nelayan Desa Tambakrejo telah dilaksanakan oleh mahasiswa TIM II KKN UNDIP 2019. Program ini merupakan proses kerjasama yang di jalin oleh Mahasiswa TIM II KKN UNDIP 2019 dengan pihak Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pemalang. Program ini bertujuan untuk memaparkan pentingnya kartu KUSUKA sehingga warga Nelayan Desa Tambakrejo memiliki kesadaran untuk memiliki kartu tersebut.

Selain berfungsi sebagai asuransi kecelakaan kerja, kartu KUSUKA juga berfungsi agar para nelayan dapat terdata secara administatif oleh pihak kementrian serta mendapat pelatihan lanjut dari pihak Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP). Sehingga lewat kehadiran kartu KUSUKA tersebut dapat meningkatkan kemampuan nelayan dengan berbagai softskill dan meningkatkan kesejahteraan.

Pembuatan kartu KUSUKA sendiri di peruntukkan bagi mereka yang memiliki profesi sebagai Nelayan yang tertera di KTP dan KK. Sehingga oleh ketua HNSI Kabupaten Pemalang Bapak Abdul Wahid menghimbau agar para Nelayan Desa Tambakrejo untuk mengganti KTP dan KK sehingga profesi sesuai dengan persyaratan. Proses pengajuan pembuatan kartu KUSUKA memakan waktu 1 bulan dari awal pendaftarannya.

Kartu KUSUKA merupakan program dari Kementrian Kelautan dan Perikanan untuk meningkatkan kesejahteraan Nelayan di Seluruh Indonesia. Hal ini merupakan tindak lanjut program nawacita yang di canangkan oleh Presiden Republik Indonesia yaitu Bapak Ir. Joko Widodo.

 

Editor                    : Jeriko Michael Gunadi Siagian

Reviewer             : DPL KKN Jazimatul Husna, SIP, M.IP

https://www.instagram.com/p/B0yTwX8Hzjo/?utm_source=ig_web_copy_link

Olahan Susu Etawa Desa Tambakrejo, Jadi Sorotan Di EXPO Kabupaten Pemalang

PEMALANG – Susu merupakan produk olahan yang kaya akan manfaat bagi kesehatan.  Produk susu kebanyakan berasal dari hewan sapi perah. Susu sapi disebut juga darah putih bagi tubuh karena memiliki banyak vitamin dan berbagai macam asam amino. Tidak kalah pentingnya, susu dari kambing etawa juga memiliki segudang manfaat. Bahkan susu kambing etawa memiliki kadar nutrisi dan komposisi gizinya hampir setara dengan ASI. Menurut penelitian dari Journal of American Medicine, susu kambing etawa memiliki kandungan nutrisi dan gizi yang paling lengkap. Bahkan susu kambing etawa  hampir dapat disetarakan dengan Air Susu Ibu (ASI). Hal itu disebabkan dalam susu kambing ini terdapat vitamin, mineral, elektrolit, unsur kimiawi, protein dan asam lemak yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Kambing etawa merupakan kambing hasil perkawinan silang antara kambing Jamnapari dari India dengan kambing lokal Indonesia. Satu ekor kambing etawa yang berkualitas bisa mencapai harga ratusan juta rupiah.

Susu kambing etawa juga diklaim dapat melancarkan produksi ASI. Manfaat lain dari susu kambing etawa juga dapat digunakan untuk kecantikan dan perawatan kulit. Beragam manfaat susu kambing etawa tersebut membuat Mahasiswa KKN Tim II Undip Semarang yang berada di Desa Tambakrejo, Kabupaten Pemalang mencanangkan program pengolahan susu kambing etawa dari BUmDes (Badan Usaha milik Desa). Program ini diharapkan dapat dikembangkan oleh masyarakat setempat hingga dapat memperoleh manfaat baik di bidang kesehatan maupun ekonomi. Sasaran dari program ini adalah kader ibu-ibu PKK di Desa Tambakrejo. Saat ini, BumDes Desa Tambakrejo memiliki kurang lebih 20 kambing etawa yang masih aktif diternakan. Selama ini, susu yang dihasilkan kambing BUmDes tersebut belum diolah secara lebih lanjut sehingga masih berbentuk susu segar. Belum banyak warga yang mengerti cara pengolahan susu kambing etawa. Kebanyakan olahan susu kambing etawa hanya di minum secara langsung maupun dibekukan di dalam freezer. Selanjutnya susu tersebut dijual di BUmDes di Desa Tambakrejo. Selain pemanfaatan susu kambing etawa yang belum optimal, konsumsi dari susu tersebut juga masih sedikit. Belum banyak warga yang mengkonsumsi susu kambing etawa padahal susu tersebut memiliki manfaat yang sangat banyak. Dari survey yang telah dilakukan, banyak anak yang mengalami stunting di Desa Tambakrejo. Penyebab utama stunting adalah kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan hingga masa awal anak lahir yang biasanya tampak setelah anak berusia 2 tahun.

Maka dari itu, TIM II KKN Undip di Desa Tambakrejo memberikan program pengolahan susu kambing etawa untuk menambah nilai guna produk susu kambing etawa dan mengurangi masalah stunting. Mereka memberikan edukasi cara mengolah susu mulai dari pasteurisasi hingga pengemasan produk susu. Produk susu kambing etawa tersebut diberi nama “Susu Ketawa” sebagai singkatan dari susu kambing etawa. Dari segi pemasaran susu kambing etawa akan di pasarkan di BUmDes dan juga lewat online. Susu kambing etawa dikemas dalam bentuk botol minum 500 gram dan juga dalam bentuk cup. Selain itu susu tersebut diberi berbagai varian rasa yaitu vanilla, coklat, dan pandan.

Susu yang telah dibuat oleh Tim II KKN Undip di Desa Tambakrejo juga sudah berhasil dipamerkan pada Expo KKN Undip Kabupaten Pemalang yang dilaksanakan di Taman Benowo, Desa Penggarit, Kecamatan Taman pada tanggal 14 Agustus 2019.“Susu kambing adalah susu yang sangat berkhasiat bagi kesehatan. Jika dibandingkan dengan susu sapi, susu kambing memiliki jumlah kolesterol yang lebih sedikit, proteinnya sangat lembut sehingga tidak menimbulkan diare, lemak yang terkandung dalam susu lebih mudah dicerna, dan lain-lain,” ujar Alfin, Mahasiswa jurusan Kedokteran yang tergabung dalam KKN TIM II Undip pada Expo KKN Undip kemarin.

Editor              : Fathin Nisa Muthia Harahap

Reviewer         : DPL KKN Jazimatul Husna, SIP, M.IP

Merayakan Hari Raya di Desa Pegongsoran

Pegongsoran, Pemalang – Hari Raya Idul Adha 2019 (1440 H) jatuh pada hari Minggu (11/08). Hari Raya Idul Adha juga identik dengan Hari Raya Kurban. Karena pada hari ini, umat Muslim diperintahkan untuk berkurban. Tujuan dari berkurban adalah untuk mendekatkan diri, mengabdi, dan beribadah kepada Allah SWT. Perayaan hari raya ini diawali dengan Shalat Eid. Sejak pukul 06.00 WIB bersama masyarakat Desa Pegongsoran, mahasiswa KKN Tim II Undip sudah mulai merapat ke kawasan Dusun Pegongsoran atau RW 02 untuk melaksanakan Shalat Eid. Udara sejuk dan hembusan angin sepoi-sepoi melengkapi perayaan Hari Raya Idul Adha di Desa Pegongsoran tahun ini.

 

Setelah pelaksanaan shalat, kegiatan penyembelihan hewan kurban di mulai. Di Desa Pegongsoran sendiri terdapat beberapa titik penyembelihan. Mahasiswa KKN diminta bantuan menjadi bagian dari panitia kurban di RW 01 bersama dengan masyarakat setempat. Sebanyak 6 kambing dan 4 sapi dikurbankan. Mahasiswa KKN mengikuti seluruh prosesesinya, dari penyembelihan hingga pembagian hasil kurban. Antusiasme masyarakat RW 01, khususnya para pemuda, mewarnai perayaan hari raya ini. Walaupun terasa berat bagi mahasiswa KKN untuk merayakan hari raya jauh dari keluarga, rasa tersebut diobati oleh kekeluargaan yang dirasakan dari masyarakat Desa Pegongsoran.

 

Editor: Maula Nadia

Reviewer: DPL KKN Jazimatul Husna, SIP,. M. IP

Menyulap Kantong Kresek Menjadi Kerajinan Tas

Pegongsoran, Pemalang – Sampah merupakan masalah yang tak kunjung usai di Indonesia. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memperikaran bahwa pada tahun 2019 sampah di Indonesia akan mencapai 68 juta ton, dan 9.52 ton diantaranya merupakan sampah plastik. Hal ini menjadi masalah tidak hanya di skala nasional, namun juga di skala desa. Salah satunya adalah Desa Pegongsoran. Fakta bahwa Desa Pegongsoran merupakan lokasi TPA (Tempat Pembuangan Akhir) untuk seluruh Kabupaten Pemalang menambah urgensi pada masalah sampah. Sampah khususnya sampah plastik jumlahnya terus meningkat, namun belum ada upaya pengelolaan dan pemanfaatannya.

Kehidupan di rumah tangga tidak luput dari kehadiran produk-produk plastik. Salah satu produk plastik yang hampir selalu ada adalah kantong plastik atau yang umum disebut sebagai kantong kresek. Sering halnya kantong kresek hanya dibuang setelah digunakan sekali dua kali, maka jumlah sampah jenis ini terus meningkat. Mengetahui masalah ini, mahasiswa KKN memperkenalkan salah satu cara pemanfaatannya menjadi sebuah kerajinan tas.

Pada hari Kamis (08/08), mahasiswa KKN berkesempatan untuk memberikan pelatihan kepada ibu-ibu rumah tangga di kegiatan kumpul dawis RW 01. Dengan alat-alat sederhana dan metode yang mudah, para peserta pelatihan didampingi oleh mahasiswa KKN mampu mengubah kantong kresek menjadi tas serut. Para peserta pelatihan sangat tertarik, ditunjukan dengan antusiasme mereka saat mencoba praktik langsung dan banyaknya pertanyaan yang dilontarkan kepada para mahasiswa. Metode ini dapat diaplikasikan pada tidak hanya pembuatan tas, namun juga produk-produk lain seperti dompet.

Diharapkan dari pelatihan ini, ibu-ibu rumah tangga Desa Pegongsoran dapat menjadi lebih produktif dan dapat mampu menjelajahi berbagai potensi dari sampah-sampah rumah tangga untuk dijadikan produk yang bernilai ekonomis sebagai salah satu upaya pemanfaatan sampah.

 

Editor: Maula Nadia

Reviewer: DPL KKN Jazimatul Husna, SIP,. M. IP