Home » desa kesesirejo

Category Archives: desa kesesirejo

Pelatihan Seni Budaya Tradisional di Kesesirejo

KKN Undip 2019 TIM 1, Desa Kesesirejo – Kuntulan merupakan salah satu kesenian tradisional desa Kesesirejo yang terfokus dalam bela diri. Kuntulan ini dapat dimainkan oleh anak-anak yang masih duduk dibangku sekolah dasar maupun orang-orang yang telah dewasa. Seni beladiri ini dimainkan apabila terdapat acara tertentu, misalnya acara pagelaran seni, peringatan-peringatan di desa, dan lain sebagainya. Kuntulan ini sangat mirip dengan pencak silat, namun disetiap gerakannya diiringi oleh alunan musik, sholawat, atau bahkan doa-doa. Pada saat pelatihan yang dilakukan di Balai Desa Kesesirejo pada tanggal 16 Februari 2019 pemain kuntulan berseragam memakai pakaian putih serta dilengkapi dengan peci yang juga berwarna putih.

Kesenian bela diri kuntulan
Kesenian bela diri kuntulan

Pelatihan Seni Budaya Tradisional yang dilakukan di Balai Desa ini bertujuan untuk tetap melestarikan budaya khas daerahnya kepada masyarakat terutama generasi muda yang mulai berkurang ketertarikannya terhadap hal-hal yang berbau tradisional. Antusiasme warga desa Kesesirejo terlihat pada saat sebelum acara dimulai, masyarakat datang berbondong-bondong ke balai desa untuk menyaksikan kesenian kuntulan.

Pelatihan seni budaya tradisional tidak hanya menampilkan seni bela diri kuntulan saja, namun juga adanya penampilan kesenian kuda lumping. Kuda lumping ini dimainkan oleh orang dewasa, baik laki-laki maupun perempuan. Dalam sebuah tim kuda lumping terdapat berbagai macam bagian pekerjaan yang harus dilakukan pemainnya. Misalnya pemain alat musik, penyair, pemain kuda lumping, pemain barong, serta pemain yang mengenakan riasan. Kesenian kuda lumping ini juga diiringi musik tradisional dengan syair bahasa jawa kuno serta sholawat ataupun doa-doa. Kesenian ini juga dilengkapi dengan debus, dimana pemainnya tahan apabila terkena api ataupun benda-benda yang membahayakan. Pada saat ditengah-tengah acara terdapat beberapa pemain yang kerasukan dan dapat disadarkan sesegera mungkin. Kegiatan pelatihan seni budaya tradisional ini rutin dilakukan di desa Kesesirejo setidaknya setahun sekali.

Kuda Lumping khas Kesesirejo
Kuda Lumping khas Kesesirejo

Pembuatan Sabun dari Minyak Sisa Penggorengan dengan Metode Penjernihan menggunakan Arang Kayu di Desa Kesesirejo

KKN Undip 2019 TIM 1, Desa Kesesirejo – Minyak jelantah merupakan minyak yg dihasilkan lebih dari dua atau  tiga kali penggorengan. Masyarakat desa kesesirejo, terutama ibu-ibu sangat minim pengetahuan akan bahaya penggunaan minyak sisa penggorengan (minyak jelantah) yang digunakan secara berulang kali.

Hampir semua ibu rumah tangga menggunakan minyak goreng hmpir 5 sampai 6 kali penggorengan . Apabila digunakan berulang kali, minyak jelantah sangat berbahaya bagi kesehatan seperti dapat menyebabkan kanker, tenggorokan gatal, dan penyakit lainnya. Dalam sebuah penelitian di Cina,Asap hasil penggorengan ketika terhirup juga lama kelamaan dapat menyebabkan kanker paru-paru.

Limbah minyak tidak dapat dibuang sembarangan dilingkungan karena dapat merusak kesubuan tanah. Nah, bagaimana solusinya? Minyak jelantah dapat diubah menjadi bahan bakar bio solar. Selain itu juga dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan sabun.

Pemanfaatan minyak jelantahmenjadi  sabun
Pemanfaatan minyak jelantahmenjadi sabun

Bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan sabun dari minyak jelantah sangat mudah. Sebelum dibuat menjadi bahan dasar sabun, minyak jelantah harus dimurnikan terlebih dahulu untuk menghilangkan sisa gorengan, menghilangkan bau , serta warna keruh dari minyak jelantah.

Bahan yang digunakan untuk memurnikan minyak sisa penggorengan (jelantah) yaitu arang kayu. Arang kayu digunakan karena mudah ditemukan di desa kesesirejo. Minyak jelantah dimurnikan dengan cara menghaluskan arang sampai menjadi serbuk kemudian dimasukkan ke dalam minyak jelantah , di campur dan di endapkan selama semalaman. Setelah itu minyak jelantah tsb disaring menggunakan kertas saring, sehingga minyak jelantah menjadi lebih baik dari sebelumnya , tanpa bau dan lebih jernih. Minyak yg telah dimurnikan tadi dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan sabun. Bahan pembuatan sabun meliputi NaOH (soda api), pewarna makanan , serta bibit parfum. Minyak jelantah yang sudah murni, dicampur dengan larutan NaOH dengan perbandingan 1 : 1. Pada segelas air, dimasukkan 3 sdm NaoH.

NaOH atau soda api dapat ditemukan di toko bangunan maupun toko kue. Setelah minyak jelantah dicampur dengan larutan NaOH, bahan diaduk selama kurang lebih 30 menit sampai berubah warna menjadi keputihan dan mengental. Bahan yang telah telah diaduk kemudian di beri tambahan perwarna makanan serta bibit parfum. Bibit parfum dapat diganti dengan minyak zaitun. Setelah semua bahan dicampur, cetak bahan dan di diamkan selama semalam untuk proses pengerasan. Atau dapat juga di simpan dalam lemari es supaya memercepat proses pengeringan. Sabun yang telah mengering dikemudian di simpan kedalam plastik dalam beberapa hari yang disebut dengan proses saponifikasi (proses penyabunan). sabun yang digunakan lebih aman dan murah dibanding dengan sabun dipasaran. Setelah di pakai untuk mencuci tangan, tangan menjadi lebih keset dan bersih.

Selain menanggulangi dampak negatif dari limbah minyak sisa penggorengan, sabun yang berasal dari minyak jelantah ini juga dapat digunakan untuk meningkatkan perekonomian ibu rumah tangga di desa kesesirejo apabila digunakan untuk home industry.

Siswa-siswi SD di Kesesirejo Membuat Maket

Bodeh, Tim 1 KKN UNDIP Desa Kesesirejo – Untuk meningkatkan minat pelajar sekolah dasar di Desa Kesesirejo dalam mengejar tingkat pendidikan yang lebih tinggi, salah satu mahasiswa TIM 1 KKN Undip Desa Kesesirejo berinisiatif untuk mengajarkan bagaimana caranya membuat maket.

 

Selaku kepala sekolah SDN 02 Kesesirejo, Biyana menerima usulan kegiatan pelatihan maket dengan terbuka dan berharap dengan adanya pelatihan maket ini dapat meningkatkan minat siswa siswi SDN 02 Kesesirrejo untuk mengenyam pendidikan yang lebih jauh lagi karena kesadaran masyarakat di Desa Kesesirejo ini akan pentingnya pendiidkan masih rendah.

 

Pelaksanaan pelatihan pembuatan maket disambut antusias oleh siswa siswi kelas 5 SDN 02 Kesesirejo. Maket yang dibuat merupakan model dari tenda perkemahan dengan kelengkapannya seperti kursi lipat dan kotak es. Hal ini dilakukan agar anak-anak dapat membayangkan bagaimana suasana liburan di alam. Setelah dilakukannya pelatihan maket terlihat beberapa anak yang membuat maket dengan hasil memuaskan. Antusiasme siswa siswi kelas 5 sd juga dapat dilihat pada saat sesi pelatihan telah selesai. Siswa siswi kelas 5 membawa pulang maketnya dengan senang hati dan menjaga maketnya agar tidak hancur terkena benturan.

Amar, salah satu siswa yang belajar membuat maket mengatakan, bahwa kegiatan ini sangat menyenangkan. Ia terlihat sangat menikmati saat menggunting, melipat dan merekatkan setiap potongan kertas tersebut. Menurut Amar, kegiatan ini selain meningkatkan kreatifitas, juga melatih kerapian, ketelitian dan kesabaran. Sebab untuk membuat maket terlihat rapi dibutuhkan kesabaran agar potongan kertas tetap mengikuti garis petunjuk yang ada.

Mutiara, mahasiswi Tim KKN 1 Undip sebagai pencetus kegiatan ini mengatakan, bahwa kegiatan ini selain sederhana, berbiaya murah, bermanfaat, juga sangat efektif untuk mengenal lebih dekat siswa-siswi SD. Ia berharap, dengan mengenal dekat siswa-siswi SD, maka akan lebih mudah pula meningkatkan semangat belajar dan keinginan sekolah anak-anak Kesesirejo.111394 111383

Mahasiswa Undip Paparkan Gagasan Pengembangan BUMDES “Rejo Makmur” Desa Kesesirejo

BODEH, Tim 1 KKN UNDIP Desa Kesesirejo – Tim KKN 1 UNDIP yang ditugaskan di Desa Kesesirejo memaparkan gagasan pengembangan BUMDES “Rejo Makmur” Desa Kesesirejo. Leony, salah satu mahasiswa yang tergabung dalam tim KKN mengatakan, bahwa gagasan ini timbul saat tim KKN melakukan survey pada minggu pertama KKN.

Waluyo, Kepala Urusan Pemerintahan Desa Kesesirejo saat itu menyatakan, bahwa Desa Kesesirejo memang sudah memiliki BUMDES yang bergerak di bidang simpan pinjam. Hanya saja, pengelolaan BUMDES ini belum berjalan maksimal sehingga BUMDES pun belum memberi kontribusi yang besar bagi perekonomian Desa Kesesirejo.

Imam Khodir, Kepala Desa Kesesirejo juga menyatakan keinginannya untuk mengembangkan BUMDES Rejo Makmur salah satunya dengan perombakan kepengurusan BUMDES. Ia menilai, pengelola BUMDES sudah bekerja dengan baik, hanya saja masih perlu dioptimalkan.

Untuk itu BPD dan Pemerintah Desa Kesesirejo mengadakan Rapat BUMDES pada Sabtu (19/01/2019) yang dihadiri oleh pelaksana operasional BUMDES, pengawas, penasehat, pemerintah desa serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Rapat ini bertujuan sebagai forum pertanggungjawaban pelaksana operasional BUMDES dan perombakan struktur BUMDES.

Pada kesempatan ini, tim KKN UNDIP diberi kesempatan untuk memaparkan gagasan yang dimiliki sebagai solusi dari permasalahan yang dialami BUMDES Rejo Makmur. Tim KKN memberi gagasan, bahwa pengoptimalan BUMDES tidak hanya berkaitan dengan perombakan kepengurusan semata, melainkan dapat dilakukan pengembangan jenis bidang usaha sesuai potensi Kesesirejo, serta memperkenalkan program-program yang dimiliki pemerintah dan BUMN terkait permodalan BUMDES.

Tim KKN berharap, gagasan yang dipaparkan ini dapat menjadi titik cerah dari pengembangan BUMDES Rejo Makmur agar nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan Desa Kesesirejo dan ekonomi desa.