Home » Lokasi KKN » kab. Tegal

Category Archives: kab. Tegal

Material Baja Ringan Menjadi Solusi Jitu dalam Pekerjaan Konstruksi Rangka Atap dan Kuda-Kuda Masa Kini

Tegal (19/1), Baja ringan merupakan material yang mudah ditemui pada bangunan-bangunan di kota besar. Berbeda dengan Desa Rajegwesi, material baja masih belum terlalu familiar. Banyak masyarakat Desa Rajegwesi masih  menggunakan material kayu konvensional.  Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan masyarakat dengan material baja ringan, sehingga masyarakat perlu diedukasi dan diajak untuk berdalih ke baja ringan. Selain itu, baja ringan  jauh lebih menguntungkan dibanding material kayu dilihat dari segi biaya, waktu, kekuatan, berat dan ketahanan.

Sosialisasi penerapan konstruksi modern rangka atap dan kuda-kuda menggunakan material baja ringan di Balai Desa Rajegwesi

Mahasiswa KKN Undip mengajak warga untuk menghadiri pendampingan penerapan konstruksi modern rangka atap dan kuda-kuda menggunakan material baja ringan di Balai Desa Rajegwesi. Sasaran dari pendampingan ini  adalah masyarakat dan perangkat desa. Kegiatan ini diharapkan memberikan pandangan baru terhadap masyarakat terkait penggunaan baja ringan dan hal-hal teknis seperti gambar kerja dan metode pelaksanaan yang perlu diperhatikan pada saat pelaksanaan di lapangan.

Peserta yang hadir tampak sangat antusias, terlihat dari peserta yang aktif bertanya saat kegiatan pendampingan dilakukan, bahkan ibu-ibu yang ikut hadir juga turut antusias mengikuti kegiatan pendampingan oleh mahasiswa KKN Undip ini.

Editor : Nurhadi Bashit, ST., M.Eng, Dr, Untung Sujianto, SKp., M.Kes., Prof. Dr. Ir. Florentina Kusmiyati, M.Sc.

MAHASISWA KKN UNDIP HILANGKAN STIGMA HIV AIDS MASYARAKAT DESA RAJEGWESI

Tegal (17/1) Banyak STIGMA masyarakat tentang HIV AIDS termasuk masyarakat Desa Rajegwesi. Banyak masyarakat  beranggapan bahwa HIV merupakan penyakit yang mudah menular. Hal ini membuat mahasiswa KKN ingin menghilangkan stigma tersebut.Sosialisasi HIV AIDS Desa Rajegwesi

HIV merupakan penyakit menular yang masih menjadi momok bagi masyarakat. Masih banyak Masyarakat yang memandang sinis penyakit ini bahkan menghindari tanpa mengetahui tentang penyakitnya terlebih dahulu. Pada Jumat, 17 Januari 2020 KKN-Undip melaksanakan penyuluhan mengenai HIV AIDS pada ibu-ibu PKK Desa Rajegwesi Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal. Ibu PKK adalah kader atau tokoh masyarakat yang dapat menjadi teladan bagi masyarakat . Sehingga diharapkan dari penyuluhan ini dapat menjadi pelopor masyarakat dalam menghilangkan STIGMA mengenai HIV-AIDS.

Kegiatan ini menjelaskan mengenai pengertian, cara penularan, pencegahan, dan pengobatan penyakit HIV. Materi tersebut diberikan dengan bahasa yang sederhana sehingga mudah dimengertin oleh masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa juga mengajak masyarakat untuk menghentingkan stigma terhadap penderita HIV.

Penyuluhan ini cukup menarik perhatian dengan dibuktikan oleh banyaknya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh masyarakat yang hadir. Di akhir penyuluhan, terdapat pegawai dinas kesehatan yang memberikan tambahan informasi terkait penanganan HIV yang dilakukan oleh dinas terkait di Kabupaten Tegal.

Kegiatan ini ditutup dengan slogan “ HIV Tidak Mudah Menular! Jauhi Penyakitnya Jangan Orangnya! STOP STIGMA DAN DISKRIMINASI!”

Editor : Nurhadi Bashit, ST., M.Eng, Dr, Untung Sujianto, SKp., M.Kes., Prof. Dr. Ir. Florentina Kusmiyati, M.Sc.

Pemanfaatkan Kotoran Kambing, KKN UNDIP Mengajarkan Pembuatan Pupuk Organik Padat Dari Kotoran Kambing

Tegal (18/01) – Mahasiswa KKN TIM I UNDIP Desa Rajegwesi, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal melakukan pendampingan tentang pembuatan pupuk organik padat dari kotoran ternak kambing. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 18 Januari 2020 pukul 16.00 di kandang salah satu peternak di Desa Rajegwesi Pak Mulyono. Sasaran dalam kegiatan ini adalah peternak di Desa Rajegwesi.Peendampingan pembuatan pupuk organik padat dari kotoran kambing

Pupuk organik  adalah pupuk organik berbentuk padat dan cair yang berasal dari hewani dan nabati. Sumber bahan organik dapat berupa kompos, pupuk hijau, pupuk kandang, limbah ternak, limbah pertanian dan limbah kota (sampah). Manfaat dari pupuk organik yaitu dapat meningkatkan produktivitas tanaman, menyuburkan tanah dalam jangka panjang, memperbaiki struktur tanah, dan menjaga kelembapan tanah. Peternak di Desa Rajegwesi kurang pengetahuan dalam pemanfaatan kotoran ternak yang dapat diolah menjadi pupuk organik padat. Setiap hari kotoran ternak hanya ditumpuk dikandang. Selain itu, peternak sering membiarkan kotoran ternak hingga menumpuk. Kotoran ternak yang tidak dikelola dapat menimbulkan penyakit pada ternak dan ketidaknyamanan ternak.

Pada kegiatan ini mahasiswa menjelaskan tentang proses pembuatan  pupuk organik pada peternak di Desa Rajegwesi. Salah satu cara pembuatan pupuk organik dari kotoran ternak yaitu pupuk padat. Setelah dilakukan pendampingan proses pembuatan pupuk organik dari kotoran kambing terdapat  sesi tanya jawab yang berlangsung dengan antusias. Dilakukannya kegiatan Pembuatan pupuk organik padat dari kotoran ternak, diharapkan peternak di Desa Rajegwesi dapat memanfaatkan kotoran ternak dengan baik dan benar sehingga dapat menghasilkan pupuk untuk penyubur tanah dan tanaman , dan mengurangi penumpukan kotoran yang dapat menimbulkan penyakit pada ternak.

Editor : Nurhadi Bashit, ST., M.Eng, Dr, Untung Sujianto, SKp., M.Kes., Prof. Dr. Ir. Florentina Kusmiyati, M.Sc.

Mahasiswa KKN UNDIP Ajarkan Cara Pembuatan Kompos Cair Kepada Masyarakat Desa Rajegwesi

Tegal (24/01) – Kompos cair merupakan pupuk organik berbentuk cair yang berasal dari pembusukan bahan-bahan organik, sisa tanaman, maupun kotoran hewan. Masyarakat kurang memahami tentang pemanfaatan sampah organik dalam kehidupan sehari-hari. Di Desa Rajegwesi sampah rumah tangga masih belum dimanfaatkan, sehingga masyarakat memerlukan edukasi tentang pengelolaan sampah organik, salah satunya dijadikan sebagai kompos cair. Kelebihan dari kompos cair adalah lebih mudah dibuat sehingga mahasiswa mengambil topik tersebut untuk pendampingan dalam pemanfaatan sampah organik menjadi kompos cair.Pembuatan kompos cair Desa Rajegwesi

Pelatihan pembuatan kompos cair ini dilaksanakan pada hari Jumat, 24 Januari 2020 pukul 09.00-11.00 bertempat di rumah Ibu Wasri, salah satu anggota PKK. Sasaran dalam kegiatan ini adalah ibu-ibu PKK dan masyarakat Desa Rajegwesi. Jumlah peserta dalam pelatihan pembuatan kompos cair ini sejumlah 15 orang.

Kegiatan ini diawali dengan sosialisasi terkait manfaat kompos cair, alat dan bahan yang digunakan untuk membuat kompos cair, serta langkah-langkah pembuatan kompos cair. Pada saat sosialisasi, mahasiswa menggunakan poster untuk menjelaskan materi terkait kompos cair. Setelah sosialisasi, peserta langsung diajak untuk membuat kompos cair. Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat kompos cair disediakan oleh mahasiswa. Bahan-bahan dasar yang digunakan untuk membuat kompos cair adalah sisa sayuran dan sisa buah-buahan. Peserta memotong-motong buah dan sayur bersama-sama menggunakan talenan dan pisau yang mereka bawa.

Dalam kegiatan ini, peserta sangat antusias terlihat dari para peserta yang aktif bertanya kepada mahasiswa saat pembuatan kompos cair. Kegiatan ini mengajak masyarakat agar dapat memilah dan mengelola sampah organik rumah tangga menjadi sesuatu yang bermanfaat, salah satunya adalah kompos. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat mendapatkan wawasan baru tentang pemanfaatan sampah organik melalui pembuatan kompos dan masyarakat mulai memilah sampah rumah tangganya agar dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Editor : Nurhadi Bashit, ST., M.Eng, Dr, Untung Sujianto, SKp., M.Kes., Prof. Dr. Ir. Florentina Kusmiyati, M.Sc.

3R Solusi Efektif dalam Mengurangi Jumlah Sampah Rumah Tangga

Tegal (17/01) – Mahasiswa KKN TIM I UNDIP Desa Rajegwesi, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal melakukan sosialisasi tentang pengelolaan sampah rumah tangga dengan prinsip 3R. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 17 Januari 2020 pukul 14.00 di Balai Desa Rajegwesi pada acara pertemuan rutin PKK. Sasaran dalam kegiatan ini adalah ibu-ibu PKK Desa Rajegwesi sebanyak 25 orang.Sosialisasi 3R di Desa Rajegwesi

Masyarakat Desa Rajegwesi masih banyak yang belum mengetahui cara pengelolaan sampah rumah tangga yang baik. Hal ini terlihat dari banyaknya sampah organik maupun anorganik yang dibuang ke tempat sampah dan sampah-sampah tersebut dipisahkan berdasarkan jenisnya terlebih dahulu. Selain itu, terkadang ada beberapa tong sampah yang penuh melebihi kapasitas tong sampah sehingga sampah berserakan di lingkungan. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan banyak permasalahan, baik dari segi kesehatan maupun lingkungan. Berdasarkan hal tersebut, perlu adanya edukasi terkait pengelolaan sampah rumah tangga agar masyarakat jadi mengetahui cara pengelolaan sampah yang baik.

Pada kegiatan ini, mahasiswa menjelaskan tentang cara pemilahan dan pengelolaan sampah pada tingkat rumah tangga. Salah satu cara pengelolaan sampah pada tingkat rumah tangga yaitu dengan menerapkan prinsip 3R. 3R merupakan cara yang paling efektif dalam mengurangi sampah melalui sumbernya yang terdiri dari Reduce, Reuse dan Recycle. Setelah dilakukan sosialisasi, kemudian ditayangkan video cara pemilahan sampah. Setelah itu dibuka sesi tanya jawab oleh mahasiswa. Ibu-ibu PKK mengikuti kegiatan ini dengan antusias, terlihat dari beberapa peserta yang mau bertanya terkait materi yang disampaikan oleh mahasiswa. Salah satu pertanyaan yang ditanyakan oleh peserta adalah bagaimana cara mengolah sampah organik. Mahasiswa menjawab pertanyaan tersebut secara detail. Dengan adanya kegiatan ini, harapannya masyarakat Desa Rajegwesi dapat memilah sampah yang dihasilkan dan mengolah sampah dengan prinsip 3R sehingga jumlah sampah yang dihasilkan oleh masing-masing rumah tangga dapat berkurang.

Editor : Nurhadi Bashit, ST., M.Eng, Dr, Untung Sujianto, SKp., M.Kes., Prof. Dr. Ir. Florentina Kusmiyati, M.Sc.

Mahasiswa KKN Tim I Undip Sadarkan Para Juru Las Mengenai Pentingnya K3 Untuk Mencegah Kecelakaan dalam Bekerja

Tegal (21/01), Mata pencaharian sebagai juru las sangat berpotensial di daerah pertanian dan daerah pemukiman seperti di Desa Rajegwesi. Profesi yang berhubungan dengan listrik dan benda-benda berat ini mempunyai resiko terjadinya kecelakaan kerja yang tinggi.Pentingnya K3 untuk Juru Las

Salah satu juru las bengkel pengelasan di Desa Rajegwesi, Pak Kholik dari Bengkel Jaya Mandiri, mengaku masih mengabaikan dan kurang memperhatikan mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada proses pekerjaan. Selama bekerja, Ia tidak menggunakan alat perlindungan diri (APD) untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja.

Untuk itu, Mahasiswa KKN Tim I Undip melakukan sosialisasi dan pendampingan di bengkel tersebut untuk menyadarkan pada juru las akan pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan penggunaan alat perlindungan diri (APD) untuk menghindari kecelakaan kerja. Disini, Mahasiswa KKN memaparkan mengenai bahaya pengelasan dan upaya pencegahannya serta menjelaskan alat perlindungan diri (APD) yang harus digunakan dalam proses pengelasan.

Proses pendampingan juga dilakukan oleh Mahasiswa KKN dengan memberikan Alat Perlindungan Diri (APD) pada proses pengelasan, seperti Kacamata las, Kacamata gerinda, Sarung tangan khusus, dan sebagainya agar nantinya bisa dipergunakan dalam proses pengelasan Dari pendampingan ini diharapkan para juru las dapat memahami dan menerapkan pentingnya K3 untuk mencegah kecelakaan dalam bekerja.

Editor : Nurhadi Bashit, ST., M.Eng, Dr, Untung Sujianto, SKp., M.Kes., Prof. Dr. Ir. Florentina Kusmiyati, M.Sc.

Untuk Meningkatkan Kualitas Hasil Pengelasan, Mahasiswa KKN Tim I Undip Ajarkan Standarisasi Pengelasan pada Juru Las Desa Rajegwesi

 

Tegal (21/01), Juru las merupakan salah satu mata pencaharian warga di Desa Rajegwesi yang memiliki potensi besar untuk berkembang . Juru las yang berada di Desa Rajekwesi masih melakukan pekerjaannya hanya sebatas keterampilan otodidak, tidak melalui pelatihan khusus sehingga belum mengetahui mengenai standar pengelasan yang standart. Untuk meningkatkan kualitas maupun produktivitas pengelasan, Mahasiswa KKN Tim I Undip 2020 mengajarkan mengenai standarisasi pengelasan pada juru las di Desa RajegwesiStandarisasi Pengelasan Desa Rajegwesi

Di Desa Rajegwesi ini terdapat beberapa bengkel pengelasan, salah satunya Bengkel Las Jaya Mandiri. Di bengkel ini, mahasiswa KKN Tim I Undip mengajarkan pada juru las dengan melakukan sosialisasi dan pendampingan pada juru las mengenai prosedur pengelasan yang baik, standarisasi pengelasan, jenis-jenis cacat las serta cara mencegah cacat las tersebut. Dengan sosialisasi dan pendampingan standarisasi pengelasan ini diharapkan juru las dapat mengembangkan usaha sesuai dengan standart, sehingga dapat meningkatkan hasil pengelasan.

Editor : Nurhadi Bashit, ST., M.Eng, Dr, Untung Sujianto, SKp., M.Kes., Prof. Dr. Ir. Florentina Kusmiyati, M.Sc.

MAHASISWA KKN UNDIP MEMPERKENALKAN PENERAPAN BUDAYA K3 UNTUK PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PENGRAJIN TEMPE

 

Tegal (24/1) mahasiswa KKN di Desa Rajegwesi, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal. Mensosialisasikan dan memberikan pendampingan penerapan budaya K3 pada pembuat tempe dengan bungkus daun jati . Tempe dengan bungkus daun jati merupakan produk unggulan ciri khas Desa Rajegwesi . Rasa tempe yang enak dan khas berbeda dari tempe yang lain, membuat tempe dengan bungkus daun jati produksi Desa Rajegwesi digandrungi oleh banyak orang dan memiliki posisi tersendiri di hati penggemarnya.Pendampingan penerapan budaya k3 pada pembuat tempe

Permintaan tempe yang meningkat dengan pengrajin tempe yang terbatas, menimbulkan berbagai keluhan kesehatan yang dialami oleh pengrajin tempe. Mulai dai pegal-pegal pada punggung, pinggang dan lengan, mata perih , dan kesemutan. Keluhan kesehatan tersebut diakibatkan oleh aktivitas pembuatan tempe yang banyak menggunakan anggota tubuh secara langsung tanpa menggunakan alat bantu (manual handling) seperti kegiatan mengangkat, mendorong, menarik, membawa, menumpuk dan menahan. Keluhan kesehatan pada pekerja tempe dapat membatasi aktivitas , sehingga produktivitas pembuatan tempe menurun.

Adanya masalah tersebut, pada Jumat, 24 Januari 2020 Mahasiswa KKN dari peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja FKM Undip mensosialisasikan dan memberikan pendampingan dalam menerapkan budaya K3 pada pekerja pembuat tempe dengan bungkus daun jati. Mahasiswa menjelaskan mengenai apa pengertian keselamatan dan kesehatan kerja dan pentingnya bagi kesehatan dan peningkatan produktivitas atau keuntungan bagi pembuat tempe. Pada sosialisasi ini diberikan pengertian mengenai manual handling dan dampak bagi kesehatan. Sosialisasi ini pekerja tempe diajarkan bagaimana ketentuan mengangkat benda dengan beban berat agartetap aman, kemudian posisi duduk yang aman dan nyaman saat bekerja, dan juga merekomendasikan penataan dan penempatan ruang kerja agar nyaman dan aman untuk bekerja. Selain itu mahasiswa juga berdiskusi dengan pekerja mengenai penyakit yang dapat terjadi akibat kerja bagi pembuat tempe seperti penyakit musculosceletas disorder, hernia, dermatitis dan penyakit lainnya.

Mahasiswa KKN  juga memberikan materi tambahan  5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rajin dan Rawat)   . Ringkas adalah memilah dan menyingkirkan barang yang sudah tidak terpakai. Rapi adalah meletakkan barang padatempatnya. Resik adalah membersihkan lingkungan rumah. Rajin adalah disiplin dalam menjalankan 5R. Rawat adalah  mempertahankan lingkungan agar tetap rapi,ringkas, dan resik. 5R sangat penting untuk mengurangi kecelakaan kerja yang dapat terjadi seperti kebakaran, kebocoran tabung gas,  terkena benda tajam, tertimpa benda , terpeleset dan kecelakaan yang lain. Dengan 5R juga meningkatkan efisiensi dalam bekerja. Bu munah salah satu pembuat tempe mengutarakan bahwa sosialisasi mengenai manual handling dan 5R ini sangat bermanfaat, dengan sosialisasi ini pekerja tempe menjadi paham bahwa keluhan kesehatan yang selama ini dialami seperti pegal-pegal dan penyakit lain dapat dikurangi. Dan juga dengan pendampingan mengenai budaya k3 juga dapat menjadi pertimbangan untuk membuat ruang kerja yang lebih aman dan nyaman untuk bekerja.

Editor : Nurhadi Bashit, ST., M.Eng, Dr, Untung Sujianto, SKp., M.Kes., Prof. Dr. Ir. Florentina Kusmiyati, M.Sc.

Bumil Cerdas Ketahui Cara Memperlancar ASI dan Pentingnya ASI Eksklusif

Sidomulyo-Pagerbarang, Tegal (30/1) – Sebagai salah satu upaya pencegahan stunting, pemberian ASI eksklusif merupakan suatu hal yang sangat penting untuk dilakukan bagi para ibu menyusui. Sayangnya belum semua ibu mengetahui hal tersebut dan menyadari akan manfaat pemberian ASI eksklusif bagi bayi selama minimal 6 bulan. Masih banyak ibu yang telah memberikan makanan tambahan pada bayi sebelum mencapai usia 6 bulan. Hal tersebut tentunya berbahaya bagi sang bayi karena pada dasarnya pencernaan bayi belum siap untuk menerima jenis makanan apapun selain ASI. Untuk mengatasi masalah tersebut, mahasiswa KKN Undip bersama bidan desa melakukan sosialisasi terkait penatalaksanaan ASI eksklusif kepada para ibu-ibu hamil di Desa Sidomulyo.

Sosialisasi breastcare dan penatalaksanaan ASI Eksklusif oleh mahasiswa

Acara ini diselenggarakan bertepatan pada saat kelas ibu hamil, Sabtu (11/1) yang bertempat di balai desa Sidomulyo. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menjelaskan berbagai informasi terkait penatalaksanaan ASI eksklusif, manfaat, hingga teknik perawatan payudara / breastcare yang baik dan benar kepada para peserta yang mayoritas adalah ibu hamil.

Terlihat antusiasme peserta yang tinggi selama sosialisasi, beberapa peserta juga aktif dalam mengajukan berbagai pertanyaan seputar materi. Tidak lupa mahasiswa juga menjelaskan beberapa hal terkait mitos dan fakta tentang menyusui yang banyak beredar di masayarakat sehingga para ibu-ibu tidak dengan mudah terjerumus kedalam informasi yang salah. Diharapkan setelah adanya sosialisasi ini, pengetahuan dan pemahaman ibu hamil mengenai ASI eksklusif menjadi meningkat sebagai langkah persiapan menyambut sang buah hati.

Editor : Nurhadi Bashit, ST., M.Eng, Dr, Untung Sujianto, SKp., M.Kes., Prof. Dr. Ir. Florentina Kusmiyati, M.Sc.

Menilik Antusiasme Siswa SD N 01 Menyambut Pesta Siaga

Sidomulyo-Pagerbarang, Tegal (25/1) Menyambut datangnya Pesta Siaga gerakan pramuka yang akan diselenggarakan pada pertengahan bulan Februari mendatang, berbagai kegiatan persiapanpun dilakukan oleh sekolah terutama para peserta kegiatan. Tak mau kalah antusiasme dengan peserta pesta siaga, mahasiswa KKN Undip turut membantu kegiatan pelatihan peserta di SD N 01 Pagerbarang yang berjumlah 24 orang pada Kamis, 23 Januari 2020. Kegiatan dilaksanakan seusai KBM sejak pukul 10 pagi. Terik sinar matahari yang menyengat tidak sekalipun menyurutkan semangat para peserta untuk berlatih.

Siswa SD N 01 Pagerbarang berlatih egrang

Pada kali ini, agenda latihan yang diselenggrakan yakni berupa latihan permainan egrang. Egrang sendiri merupakan salah satu bentuk permaianan tradisional dimana pemain harus berdiri dan berjalan diatas pijakan tongkat. Permainan egrang membutuhkan tingkat keseimbangan dan keuletan yang sangat tinggi. Sehingga sangat cocok digunakan untuk melatih keterampilan seseorang.

Dalam kegiatan ini, terlihat beberapa siswa yang masih kesulitan menggunakan egrang, namun tidak satupun darinya yang menyerah untuk berlatih. Beberapa siswa yang telah mahir menggunakan egrang pun tampak ikut membantu siswa lainnya untuk berlatih. Atmosfir semangat dan antusisame yang tinggi pada peserta membuat susasan latihan semakin menyenangkan yang membuat mereka lupa akan rasa lelah yang dirasakan.

Editor : Nurhadi Bashit, ST., M.Eng, Dr, Untung Sujianto, SKp., M.Kes., Prof. Dr. Ir. Florentina Kusmiyati, M.Sc.