Home » REMBANG

Category Archives: REMBANG

#PragenUpdate : Terpantau Padat, Monitoring Evaluasi Berjalan Lancar!

Monitoring Evaluasi Program KKN Kabupaten Rembang telah dilaksanakan. Persiapan yang sudah dirancang beberapa minggu belakangan ini akhirnya sampai pada tahap pelaksanaan. Semenjak Rabu, 5 Februari 2020 segenap panitia dan seluruh mahasiswa KKN TIM 1 UNDIP Kabupaten Rembang, khususnya Kecamatan Pamotan, yang terpilih sebagai tuan rumah pelaksanaan monitoring evaluasi, bersiap, mempersiapkan segala macam hal demi lancarnya keberlangsungan monitoring evaluasi ini. Balai Desa Pamotan sudah terpenuhi mahasiwa yang sibuk mempersiapkan sedari pagi, walaupun acara baru berlangsung pukul 13.00 WIB. Perangkat Desa Pamotan pun tak segan mengerahkan seluruh tenaga, waktu, dan bahkan biaya untuk membantu keberlangsungan acara ini.

Semakin mendekati pukul 13.00, semakin mantap persiapan yang telah dilakukan. Hal ini dapat dilihat dari sudah siapnya stand dari masing-masing desa dan kecamatan di Kabupaten Rembang yang terpilih sebagai tempat KKN kali ini. Penuh dan padat sekali, terasa saat tamu mulai berdatangan diiringi dengan alunan live music dari beberapa perwakilan teman mahasiswa yang menyalurkan bakat soft skill yang mereka miliki.

Menariknya, pelaksanaan monitoring evaluasi KKN Kabupaten Rembang ini turut serta dihadiri oleh para petinggi, baik petinggi dari Universitas Diponegoro dan Kabupaten Rembang. Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum. selaku Rektor Universitas Diponegoro bersama dengan H. Abdul Hafidz selaku Bupati Rembang secara beriringan datang untuk menyaksikan hasil nyata dari pengabdian para mahasiswa di berbagai wilayah desa selama 30 hari belakangan ini, yang utamanya adalah untuk turut serta menurunkan angka kemiskinan di wilayah Kabupaten Rembang.

Presentasi mengenai garis besar keseluruhan program dan beberapa program unggulan disampaikan oleh koordinator masing-masing kecamatan, yaitu Pamotan, Sedan, dan Sarang. Tanggapan yang cukup baik disampaikan oleh Rektor lewat pidato beliau yang mengatakan bahwa mahasiswa cukup kreatif dan inovatif. Beliau juga menyempatkan berkunjung ke stand Desa Pragen dan mengatakan bahwa program Bank Sampah sangat bagus dan bermanfaat bagi masyarakat, dan beliau berpesan agar Bank Sampah PRABAS (Pragen Bebas Sampah) harus bisa memberikan keuntungan bagi masyarakat khususnya dalam masalah financial..

M. Satya Pranata dan M. Amien Rois, Mahasiswa KKN Desa Pragen sedang Memaparkan Program Bank Sampah PRABAS

Acara penutup diakhiri dengan foto bersama mahasiwa, rektor dan jajarannya, serta jajaran pemerintahan dari Kabupaten Rembang. Melelahkan namun menyenangkan, bisa bermanfaat bagi masyarakat, dengan harapan bahwa semua program yang telah dibuat dapat memiliki keberlanjutannya dimasyarakat, dan akhirnya dapat menolong masyarakat keluar dari garis kemiskinan melalui program ekonomi kreatif.

Foto Bersama

RAIH KESEJAHTERAAN DENGAN 2 PROGRAM INI

Pada hari Selasa (28/1), bertempat di Pendopo Balai Desa Sidorejo telah berlangsung acara pertemuan ibu-ibu PKK beserta Dasa Wisma Desa Sidorejo dengan Pengurus PKK dari Kecamatan Sedan. Acara tersebut membahas mengenai kelanjutan kegiatan PKK Desa Sidorejo dan Dasa Wisma yang telah berjalan di Desa Sidorejo. Selain itu, dalam acara ini mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) Tim I Tahun 2020 Desa Sidorejo Kabupaten Sedan (selanjutnya disebut mahasiswa KKN UNDIP Tim 1 Tahun 2020) juga ikut serta dalam acara dan memberikan gagasan tentang Budidaya Ikan Lele dalam Ember (BUDIKDAMBER).1580485883414

BUDIKDAMBER adalah kegiatan membudidayakan ikan dengan mudah. BUDIDAMBER ini merupakan program multidisiplin dari Mahasiswa KKN Undip Tim I Tahun 2020 dengan tujuan agar masyarakat Desa Sidorejo dapat memanfaatkan lahan sempit untuk memenuhi kebutuhan jasmani. Bahan yang dibutuhkan untuk membuat BUDIKDAMBER diantaranya: ember, kawat kecil, gelas aqua bekas, arang, batang kangkung, dan lele. Ember digunakan sebagai wadah utama dari ikan lele yang akan dibudidayakan. Ikan yang dibudayakan tidak harus ikan lele dan dapat disubstitusikan ikan apa saja, namun pada kesempatan kali ini KKN UNDIP Tim 1 Tahun 2020 memilih jenis ikan lele karena ikan lele memiliki peluang hidup yang lebih tinggi dalam BUDIKDAMBER serta lebih mudah dan murah untuk dibudidayakan. Ikan yang dibudidayakan juga dapat disubstitusikan antara benih ikan atau ikan yang sudah tumbuh. Kawat kecil ini digunakan untuk mengkaitkan gelas aqua bekas dengan ember. Kegunaan gelas aqua bekas adalah sebagai wadah untuk diisi dengan arang dan batang kangkung dimana batang kangkung dapat tumbuh nantinya agar kangkung tersebut dapat dimakan oleh manusia serta akar dari kangkung tersebut dapat dimakan oleh ikan lele. aqua gelas bekas ini nantinya diisi dengan arang beserta batang kangkung. Jenis sayuran yang ingin ditumbuhkan tidak harus kangkung, namun dapat disubstitusikan dengan tanaman hidroponik lainnya. Namun pada kesempatan ini, KKN UNDIP Tim 1 Tahun 2020 memilih kangkung karena lebih mudah dan murah didapatkan serta perawatannya. Tanaman yang ditumbuhkan juga dapat disubstitusikan antara benih tanaman atau tanaman yang sudah tumbuh. Sementara arang tersebut berguna sebagai sumber makanan tumbuhan yang ditumbuhkan.1580485886734

Masyarakat memberi respon dengan antusias terhadap BUDIKDAMBER ini. Selain ibu-ibu PKK dan Dasa Wisma Desa Sidorejo, Pengurus PKK dari Kecamatan Sedan pun sangat tertarik untuk mengikuti pembahasan BUDIKDAMBER dan memberi respon yang positif terhadap gagasan BUDIKDAMBER ini. Mereka berharap, BUDIKDAMBER dapat diterapkan secara pribadi sehingga dapat meringankan pengeluaran mereka dan ikut menyejahterakan  masyarakat Desa Sidorejo.

Selain Program Kerja BUDIKDAMBER, Mahasiswa KKN Undip Tim I Tahun 2020 juga telah melaksanakan kegiatan Edukasi Perkawinan Dini di tempat dan waktu yang berbeda. Kedua program ini sangat diterima warga serta terlihat antusias ketika sedang berlangsung.1580300931853Pada hari Rabu (29/1) bertempat di Dusun Kedungdowo, Desa Sidorejo, Kecamatan Sedan, Mahasiswa KKN Undip Tim I Tahun 2020 bersama dengan Kelompok Perlindungan Anak Desa (KPAD) Desa Sidorejo telah melaksanakan Edukasi Perkawinan Dini. Edukasi yang bertajuk  “TUNDA USIA NIKAH DINI” ini dilakukan di rumah-rumah warga yang sekiranya memilki anak dibawah usia 19 tahun dan berpotensi untuk melakukan pernikahan dibawah umur. Kegiatan tersebut berupa penyampaian permasalahan dan bahawa perkawinan dini yang dilangsungkan dari rumah warga ke rumah warga lainnya diikuti dengan penempelan stiker di rumah-rumah warga tersebut. Tujuan dari kegiatan ini ialah untuk mencegah adanya pernikahan dibawah umur, terkhususnya di Desa Sidorejo yang tinngi akan potensi perkawinan dini. Adapun dari pemaparan materi yang disampaikan, perkawinan dini dapat berdampak pada mental suami istri yang belum matang dalam berkeluarga, belum siapnya materi untuk menunjang hidup berkeluarga, rentannya perceraian, dan lain-lain sehingga keluarga tidak sejahtera. Respon warga terhadap kegiatan ini pun sangat positif dan mendukung, sehingga kegiatan berjalan dengan lancar.

MLAGEN STORY5: LANSIA DIGOYANGG

pemaparan materi

MLAGEN, Rembang (02/02) Telah dilaksanakan acara Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kader Tribina (BKB, BKR, BKL). Kegiatan ini memprioritaskan lansia beserta keluarganya sebagai sasaran kegiatannya. Seperti kegiatan kesehatan lainnya, pelatihan ini juga dilaksanakan di Balai Desa Mlagen. Kegiatan dilaksanakan pukul 09.00-12.00 WIB.

Acara dimulai dengan doa dan sambutan-sambutan dari kepala desa, ketua FKK, serta ketua pelaksana. Kemudian acara dilanjutkan dengan transparansi keuangan dan pemberian materi terkait kesehatan lansia. Pada kesempatan ini mahasiswa KKN Undip khususnya dengan jurusan Kesehatan Masyarakat memberikan materi pencerdasan kepada masyarakat. Materi yang diberikan ialah  mengenai Ostheoarthritis atau kerapuhan tulang. Materi ini dianggap penting untuk diberikan karena besarnya kemungkinan para lansia dapat mengalami penyakit ini. Namun, dengan minimnya pengetahuan masyarakat, kesalahan dalam penangan rentan terjadi. Sehingga kami mahasiswa KKN UNDIP memutuskan untuk memberikan materi tersebut. Selain itu harapannya lansia dan keluarganya dapat mencegah terjadinya penyakit ini sehingga semakin sedikitnya angka kesakitan khususnya pada penyakit Ostheoarthritis. Senangnya kami, dikarenakan selama pemberian materi masyarakat yang hadir antusias untuk bertanya dan menanggapi. Harapannya masyarakat dapat menerapkan mater yang telah diberikan di kehidupan sehari-hari.

melakukan senam lansia

Acara dilanjut dengan senam lansia. Semua audiens turut serta mengikuti gerakan instruktur senam yang dipimpin oleh salah satu mahasiswa KKN UNDIP. Euforia yang dirasakan selama senam sungguh terasa. Selain menyenangkan senam juga baik untuk kesehatan para lansia.  Sebagai penutup acara ini dibacakan tahlil yang diikuti oleh seluruh peserta acara. Dengan demikian acara selesai dilaksanakan.

(TIM KKN MLAGEN)

Editor : Diar

MLAGEN STORY 5 : EKADO LUDES DIBORONG REKTOR UNDIP

Desa Pamotan, Rembang – Kamis, 6 Februari 2020 diselenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi yang bertemakan “Rembang Berkembang”. Tujuan acara ini adalah untuk memperlihatkan seberapa jauh program KKN Tim 1 yang berada di Kabupaten Rembang berjalan. Acara ini dihadiri oleh Rektor Universitas Diponegoro Prof. Dr. Yos Johan Utama S. H.,M. Hum., Bupati Kabupaten Rembang H. Abdul Hafidz serta jajarannya dan rombongan dari UNDIP yang terdiri dari pimpinan LPPM sampai Dekan setiap fakultas pun turut hadir.

Kunjungan Rektor Undip di Stand Desa Mlagen

Acara berlangsung pukul 13.00-15.00 WIB. Pertama-tama Prof. Yos dan Bapak Abdul datang ke lokasi kemudian langsung menuju ke stand pameran yang sudah dipersiapkan oleh mahasiswa. Setiap mahasiswa yang berada pada stand tersebut menjelaskan produk yang dipamerkan kepada Prof. Yos dan Bapak Abdul secara rinci. Tidak jarang Pak Yos membeli semua produk yang ada pada stand untuk dinikmati bersama pengunjung lainnya. Tim KKN Desa Mlagen memamerkan produk unggulan yaitu Ekado. Ekado merupakan produk makanan yang berbahan baku ikan yang dicampur dengan bumbu-bumbu dapur pada umumnya seperti bawang putih, bawang bombay, wortel dll, kemudian dibalut dengan kulit lunpia lalu digoreng. Ekado terjual habis langsung dibeli semua oleh Pak Yos dan pengunjung lainnya menikmati produk dari Tim KKN Desa Mlagen. Tidak hanya Ekado yang dipamerkan, tim KKN Desa Mlagen juga memamerkan pembuatan pupuk cair yang berasal dari limbah ikan, leaflet dan booklet yang merupakan luaran dari pelatihan ibu-ibu PKK serta ibu-ibu hamil yang berada di Desa Mlagen, dan juga peta citra satelit.

Acara setelah kunjungan stand adalah makan bersama kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Alvis ketua panitia, Bapak Mahfudz sebagai Camat Kecamatan Pamotan dan Prof. Yos selaku Rektor Universitas Diponegoro yang kemudian acara dibuka oleh Prof. Yos. Setelah pembukaan acara, terdapat presentasi dari setiap kecamatan yang mendapatkan program KKN, yaitu Kecamatan Sedan, Sarang dan Pamotan. Presentasi setiap kecamatan diwakili oleh koordinator kecamatan masing-masing. Kecamatan Pamotan diwakili oleh Ahmad Musawwir, kemudian Kecamatan Sedan diwakili oleh Fega Frendiansyah dan Kecamatan Sarang diwakili oleh Angga Satria Wicaksana. Presentasi berisikan program-program unggulan dari setiap kecamatan. Presentasi ditanggapi positif oleh pengunjung yang hadir. Presentasi pun berakhir, kemudian acara ditutup dengan foto bersama.

 (TIM KKN Desa Mlagen)

Editor : Diar

#PragenUpdate : Rangkul Remaja Jauhi Rokok!

Pragen, Rembang – Semakin meningkatnya perokok aktif di Indonesia, semakin meningkat pula kekhawatiran mengenai banyaknya penyakit akibat rokok yang mengintai masyarakat. Tak henti hentinya para petugas kesehatan dan promotor kesehatan mengkampanyekan mengenai bahaya rokok dan tips untuk berhenti merokok. Menurut Global Youth Tobacco Survey (GYTS) menyatakan Indonesia sempat berada pada kondisi dimana memiliki jumlah perokok usia remaja tertinggi di dunia pada tahun 2014 yaitu, sebagian besar laki-laki pada umur 12 – 13 tahun, sedangkan perempuan 14 – 15 tahun.

Melihat adanya permasalahan tersebut ditambah dengan melihat kondisi dimana usia remaja memang masih rentan untuk menjadi sasaran empuk menjadi perokok, Eldrajune Agnes Sriratih, mahasiswa FKM UNDIP 2016 melakukan edukasi pada remaja di MTs Hidayatul Mubtadiin mengenai bahaya merokok yang mengintai di sekitar kita. Edukasi ini dilakukan pada hari Kamis, 23 Januari 2020. Dalam kesempatan edukasi ini, dipaparkan mengenai perokok aktif, pasif dan perokok tersier. Dimana para siswa mengaku baru mengetahui mengenai ketiga jenis perokok ini. Para siswa yang termasuk dalam usia remaja ini diberikan edukasi lewat materi dan juga video mengenai kampanye berhenti merokok yang dibuat kreatif oleh beberapa pihak. Hampir sebagian besar isi kelas mengaku bahwa di rumah mereka terdapat peokok, dan merasa terganggu karena asap rokok tersebut.

Pemaparan Materi Mengenai Bahaya Rokok

Mengutip dari salah satu jurnal menyampaikan bahwa “1 jam per hari berada dalam 1 ruangan dengan perokok, akan menyebabkan perokok pasif berada dalam kondisi 100x lipat lebih mudah terjangkit kanker paru disbanding dengan 20 tahun menetap di bangunan yang terpapar asbes”.

Dengan adanya pemaparan materi kali ini diharapkan para siswa tidak mencoba untuk terjerumus dalam dunia merokok dan dapat juga saling mengingatkan antara teman sebaya dan orang di sekitar mengenai bahaya merokok. Fokus pada kesehatan remaja juga, Eldrajune memberikan modul berisi seputar materi kesehatan remaja kepada Kepala Sekolah MTs Hidayatul Mubtadiin agar mempunya pedoman program edukasi siswa mengenai kesehatan dan dapat seterusnya dilanjutkan.

Penyerahan Modul Seputar Kesehatan Remaja

 

Editor : Diar

Aktif dan Efektif, Internet Beri Keuntungan Positif!

Pragen, Rembang – Kamis, 30 Januari 2020 di Balai Desa Pragen, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah dilaksanakan edukasi mengenai pengintegrasian data dengan internet. Materi ini disampaikan oleh M. Satya Pranata (Teknik Perkapalan 2016). Satya menjelaskan mengenai cara pengoptimalan penggunaan Microsoft Excel dan penggunaan Google Drive sebagai salah satu bagian dalam pengarsipan file. Para perangkat desa menjadi sasaran dalam pelatihan dan pendampingan kali ini.

Pelatihan pada Perangkat Desa

Pembuatan google form dan google spreadsheet bertujuan untuk transparasi data yang ingin dipublikasikan, sehingga semua orang dapat mengakses data tersebut dan mengurangi adanya pembohongan sekaligus menjadi tempat back up data apabila sewaktu-waktu perangkat keras seperti komputer yang digunakan untuk menyimpan arsip file rusak. Kepala Desa dan perangkat desa cukup antusias dalam pelatihan kali ini. Perangkat desa memanfaatkan pelatihan tersebut untuk membuat sistematika mempersingkat alur pembuatan KK dan akte dengan begitu perangkat desa menjadi lebih fleksibel dalam mengolah data di luar kantor karena adanya integrase antara komputer dengan smartphone melalui internet.

Penyerahan Modul dan Poster Kepada Perangkat Desa

Editor : Diar

Stop Angka Kematian Ibu dan Bayi, Harus..!

Pragen, Rembang – Kelas ibu hamil Desa Pragen kembali dibuka, Selasa, 28 Januari 2019 di Balai Desa Pragen, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang. Pada kelas ibu hamil kali ini dilaksanakan edukasi ibu hamil mengenai PHBS. Materi ini disampaikan oleh Eldrajune Agnes Sriratih (FKM UNDIP 2016). Pentingnya PHBS disampaikan kepada ibu hamil berkaitan dengan maraknya penyakit yang dapat menyerang ibu saat hamil, dimana saat hamil ibu lebih rentan terkena berbagai macam penyakit khususnya penyakit yang berasal dari virus atau bakteri. Materi yang disampaikan juga mengenai kesehatan ibu saat sedang mengalami nifas, mengingat beberapa ibu hamil sudah berada dalam kondisi hamil 8 bulan dimana sebentar lagi akan menjalani persalinan.

Penyampaian Materi Mengenai PHBS

Ibu hamil diberikan beberapa tips menjaga kebersihan tubuh untuk mengurangi kesempatan bakteri dan virus tumbuh dan berkembang di tubuh ibu. Diantaranya yaitu cara menggosok gigi yang benar, cara mencuci tangan dan memotong kuku, dikarenakan tangan menjadi salah satu perantara bakteri atau virus yang paling mudah untuk masuk ke tubuh, lewat tangan seringkali tidak sengaja menyentuh barang yang kotor yang jika tidak dibersihkan sebelumnya dapat masuk ke dalam tubuh lewat makanan yang dikonsumsi dengan menggunakan tangan.

Terkhususnya untuk bagian kewanitaan, dimana harus selalu dijaga dengan :

  1. Mengganti celana dalam secara rutin berkala, apabila sudah terasa tidak nyaman atau lembab, minimal diganti 2 – 3 kali dalam sehari
  2. Menjaga kondisi kewanitaan untuk tetap kering atau tidak basah agar tidak menjadi tempat perkembangbiakan bakteri atau jamur
  3. Membersihkan daerah kewanitaan dari arah depan ke belakang, supaya kotoran yang ada di belakang tidak menempel pada daerah kewanitaan

Untuk masa nifas sendiri, ibu dianjurkan untuk selalu menjaga kebersihan daerah kewanitaan dengan selalu mengganti pembalut nifas secara berkala. Saat masa nifas ibu juga dianjurkan untuk menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi makanan bergizi dan menjaga kesehatannya dengan selalu mandi teratur, menggosok gigi teratur, dan membersihkan daerah bekas jalan lahir dengan teratur, dan apabila ada jahitan pasca persalinan juga harus dirawat dengan baik sesuai dengan anjuran dokter.

Para ibu nampak sangat antusias dan diharapkan kedepannya ibu dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat untuk ibu sendiri dan calon anaknya kelak, karena tidak ada cara untuk menjadi ibu yang sempurna, tetapi ada sejuta cara untuk menjadi ibu yang baik. Diharapkan kedepannya langkah menjaga kebersihan ini dapat mengurangi risiko kematian ibu dan bayi. Seperti slogan kelas ibu hamil desa Pragen, “Stop Angka Kematian Ibu dan Bayi, Harus…!”

Kelas Ibu Hamil Desa Pragen, Januari 2020

Editor : Diar

LANJUTKAN DAN PROMOSIKAN GEMARIKAN!

Pragen, Rembang – Gemarikan yaitu Gerakan memasyarakatkan makan ikan, Gerakan ini di Indonesia dimulai tahun 2010an, dimana saat itu minat masyarakat untuk makan ikan masih rendah dibandingkan dengan negara ASEAN seperti Singapura dan Malaysia. Moh, Amin sebagai mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP, merasa perlu  untuk dapat menyampaikan materi mengenai manfaat makan ikan, gizi ikan yang baik untuk tubuh, dan pengolahan ikan menjadi makanan olahan. Seperti mengolah ikan bandeng menjadi otak-otak bandeng dan nugget bandeng. Selain itu juga disampaikan tips dalam memilih ikan yang masih segar dan ikan tidak berformalin.

Pemaparan Materi GEMARIKAN

Pendampingan pengolahan ikan dilakukan dengan mendemonstrasikan cara membuat masakan ikan bandeng menjadi otak-otak dan nugget. Pembuatan olahan ini dimaksudkan agar ibu-ibu hamil, anak-anak dan masyarakat gemar makan ikan. Ibu-ibu hamil biasanya tidak suka makan ikan ataupun olahan seafood karena berbau amis, dengan adanya permasalahan ini, pembuatan olahan ikan menjadi otak-otak dan nugget dimaksudkan dengan tujuan agar dapat mengurangi bau amis dari ikan.. Ada pula manfaat untuk kesehatan dan pertumbuhan ibu dan kandungannya untuk menambah gizi. Sedangkan untuk balita dan anak-anak memakan ikan merupakan salah satu langkah untuk membuat tubuh mendapatkan gizi yang baik untuk masa perkembangan, pertumbuhan, khususnya untuk pertumbuhan otak, karena ikan mengandung Omega 3 yang dapat mengoptimalkan pertumbuhan otak. Saat menyampaikan materi ibu-ibu sangat antusias mendengarkan dan juga tidak segan untuk melakukan tanya jawab.

Para Ibu Hamil Menikmati Hasil Olahan Ikan Berupa Nugget dan Otak-otak Bandeng

Editor : Diar

MLAGEN STORY 4: SEMAKIN HEBAT KADER POSYANDU MLAGEN

Foto Bersama Kades, Ketua PKK, dan Kader Posyandu

Mlagen, Rembang – (29/01/2020) Tim KKN Desa Mlagen melaksanakan program keilmuan atau monodisiplin untuk pemberdayaan dan pelatihan kader posyandu yang dimulai pada pukul 09.00 WIB hingga 12.00 WIB dan bertempat di Balai Desa Mlagen. Sasaran kegiatan ini adalah para kader kesehatan posyandu. Kegiatan diawali dengan berdoa dan dilanjutkan dengan beberapa sambutan. Sambutan pertama diberikan oleh Bapak Ali Miftah, S.S. selaku Bapak Kepala Desa Mlagen, kemudian dilanjut dengan Ibu Kholidah, S.S. selaku Ibu Ketua PKK Desa Mlagen. Dalam pelatihan kader posyandu terdapat dua materi pelatihan, yaitu mengenai Public Speaking guna penyuluhan kader dan pelatihan pembuatan kreasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

pelatihan public speaking

Materi yang pertama disampaikan adalah Public Speaking. Latar belakang diberikannya pelatihan ini dikarenakan kurangnya pelatihan Public Speaking yang didapatkan para kader. Dampak yang ditimbulkan antara lain kurang maksimalnya penyampaian materi penyuluhan yang diberikan kepada masyarakat. Sehingga, dengan diadakanya pelatihan Public Speaking diharapkan para kader akan semakin berkompetensi dalam melakukan penyuluhan lebih baik. Diakhir materi dilakukan sesi sharing dengan para kader. Sesi ini dilakukan untuk mengetahui masalah dan hambatan yang dirasakan kader saat melakukan penyuluhan. Sesi ini ditutup dengan slogan Ayo Kader jangan grogi, PD degan Public Speaking.

Sebelum dilanjutkan materi selanjutnya, di sela-sela materi diselipkan senam sebagai pembangkit semangat ibu-ibu kader. Kemudian materi kedua yaitu mengenai Pelatihan Pembuatan Kreasi PMT atau Pemberian Makanan Tambahan. Setelah melakukan analisis situasi dan observasi ditemukan bahwa belum ada kreasi Pemberian Makanan Tambahan yang diberikan pada balita. “PMT yang diberikan selama ini biasanya hanya berupa bubur kacang hijau, rebusan telur, pisang, dll yang biasanya juga beli, Mbak” tutur Ibu Rondiyah, salah satu kader kesehatan desa.

pelatihan pembuatan Kreasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT)

Pelatihan Pembuatan PMT diawali dengan pemberian materi gambaran umum tentang gizi buruk balita yang bertujuan menambah pengetahuan untuk mencegah adanya kejadian gizi buruk. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan resep kreasi PMT. Ada dua resep kreasi PMT yang dipaparkan yaitu Puding Kacang Hijau dan Bola-bola meses. Setelah itu dilakukan pemutaran video mengenai resep kreasi PMT dan dilanjutkan sesi sharing dan tanya jawab bersama kader. Acara diakhiri dengan pembagian kreasi PMT. Harapannya setelah acara ini berakhir, kompetensi kader posyandu akan meningkat, khususnya pada kemampuan public speaking dan kreasi pembuatan PMT. Sehingga kader posyandu mlagen akan semakin baik dalam pelayanan kepada masyarakat.

(Tim KKN Desa Mlagen)

Editor : Diar

Bumil Sehat, Anak Kuat, Keluarga Bahagia!

Pragen, Rembang – 28 Januari 2020, Telah dilaksanakan program monodisiplin yang kedua dari Cika Hanjani Pratiwi (FKM), mengenai Edukasi Mitos dan Fakta tentang Kehamilan, serta Pelatihan senam ibu hamil yang dilaksanakan bersamaan dengan kelas ibu hamil yang bertempat di Balai Desa Pragen. Program ini diambil atas dasar masih terdapat bumil risti di Desa Pragen, serta masih banyak mitos-mitos yang tersebar di masyarakat mengenai kehamilan. Kegiatan kelas ibu hamil ini diawali dengan pemaparan materi dan diskusi bersama mengenai mitos dan fakta kehamilan. Dari hasil diskusi bersama ibu hamil warga Desa Pragen, bahwasanya masih terdapat mitos-mitos tentang kehamilan yang tersebar di warga desa seperti makan minyak kelapa (blondo) untuk memperlancar persalinan, tidak boleh makan buah nanas karna takut anak yang dikandung keguguran, dan lain sebagainya. Edukasi ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan, informasi serta fakta dari mitos-mitos tentang kehamilan yang tersebar di warga desa  khususnya ibu hamil. Setelah berdiskusi dan pemaparan materi juga dibuka sesi tanya jawab atau sharing yang dipandu oleh bidan desa setempat.

Pelatihan Senam Hamil Bersama Bidan Desa

Selain itu juga dilaksanakan pelatihan senam bu hamil, dengan tujuan ibu hamil dapat tetap melakukan aktifitas fisik ringan setiap harinya guna membantu melancarkan persalinan kehamilan ibu nantinya. Adapun manfaat dari senam hamil antara lain :

  1. Membantu menyediakan energi
  2. Menurunkan risiko komplikasi kehamilan
  3. Membantu mengurangi stress dan membangkitkan suasana hati
  4. Mengurangi ketidaknyamanan saat hamil
  5. Membuat tidur lebih nyenyak
  6. Membantu tubuh mempersiapkan kelahiran
  7. Membantu pemulihan tubuh lebih cepat setelah melahirkan, dan lain lain.

Dari kegiatan ini terlihat antusias ibu hamil yang tinggi untuk mau belajar dan mencoba mempraktikkan senam hamil. Diharapkan dari kegiatan ini ibu hamil khususnya warga Desa Pragen dapat menjadi bumil yang sehat dan pintar, sehingga tidak terdapat lagi bumil risti di Desa Pragen serta dapat meningkatkan kualitas anak yang dilahirkan yang nantinya dapat meningkatkan kualitas hidup serta memberantas kemiskinan.

Foto Bersama Seusai Kelas Ibu Hamil

Editor : Diar