Home » Lokasi KKN

Category Archives: Lokasi KKN

KEGIATAN POSYANDU DESA LEMAHPUTIH

Rabu (10/07/19), telah berlangsung kegiatan posyandu di Posyandu Mugi Rahayu, Rumah Pak Paryono, Dusun Lemahputih, Desa Lemahputih. Kegiatan dilakukan pukul 09.00 – 11.30. Agenda posyandu ini merupakan salah satu agenda wajib Desa Lemahputih yang diadakan setiap bulan dan dilakukan secara bergilir tiap dusun. Minggu pertama di Dusun Mlakas, minggu kedua di Dusun Lemahputih, minggu ketiga di Dusun Ngasihan, dan minggu keempat di Dusun Kepuh Rubuh. Kegiatan dimulai dari pendataan nama anak dan orang tua, dilanjutkan dengan penimbangan berat dan tinggi badan, pengukuran lingkar kepala bayi dan balita, dan pendataan pertumbuhan anak yang dicatat dalam buku Kesehatan Ibu-Anak. Buku tersebut wajib dibawa setiap datang di Posyandu dengan tujuan untuk melihat perkembangan bayi dan balita setiap bulannya. Anggota tim II KKN Universitas Diponegoro Desa Lemahputih (Taufan, Yumnia, Dwiana, dan Anggita) turut membantu pencatatan dan penimbangan di Posyandu. Berdasarkan pada data keseluruhan tahun sebelumnya, didapatkan hasil informasi kesehatan di Desa Lemahputih berupa stunting, hipertensi, dan rendahnya kesadaran Ibu akan ASI eksklusif. Kemudian, Tim II KKN Universitas Diponegoro mendapat masukan mengenai topik penyuluhan serta melalui kunjungan sekaligus survey posyandu di dusun Lemahputih, Tim II KKN Universitas Diponedoro juga mendapatkan informasi mengenai fasilitas Posyandu yang kurang memadai untuk mendukung kegiatan. Permasalahan ini menjadi dasar untuk merancang program monodisiplin yang akan dilaksanakan oleh tim KKN.

Pendataan nama anak dan nama orang tua
Pendataan nama anak dan nama orang tua
Penimbangan berat badan bayi
Penimbangan berat badan bayi

Ditulis oleh : Maria Wike Wijaya, Novia Nur Huda

Desa Lemahputih

14 Juli 2019

Edukasi Pengolahan Hasil Laut, Deteksi Boraks, dan Pemanfaatan Komoditas Lokal di Desa Lemahputih

Sabtu (20/07/19) telah dilaksanakan program monodisiplin Pembuatan Bakso Rumput Laut yang dibawakan oleh Lailatul Atiqoh, mahasiswi dari Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan di kediaman Pak Darman (Ketua RT 7), Dusun Lemahputih, Desa Lemahputih. Program dilaksanakan dengan pemaparan materi berupa latar belakang, cara pembuatan, dan  pemutaran video cara mendapatkan dana dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam rangka mendorong minat para Ibu PKK untuk membuat produk berbasis hasil kelautan dan perikanan. Salah satu produk basis kelautan dan perikanan adalah pemanfaatan rumput laut menjadi bahan pembuatan bakso, sehingga tekstur bakso menjadi lebih crunchy seperti bakso urat. Selain itu, penambahan rumput laut dapat meningkatkan nilai serat pangan dalam bakso, yang bermanfaat untuk melancarkan pencernaan dalam tubuh. Cara membuatnya adalah dengan rumput laut yang telah direndam selama kurang lebih 12 jam dicincang agak halus, dicampurkan pada adonan bakso, dan bakso direbus hingga matang. Para Ibu PKK cukup antusias dengan program ini karena bakso merupakan makanan yang digemari semua kalangan dan penambahan rumput laut dapat memperbaiki tekstur dan nilai gizi.

Pemaparan cara mendapatkan dana dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk membuat produk berbasis hasil kelautan dan perikanan.
Pemaparan cara mendapatkan dana dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk membuat produk berbasis hasil kelautan dan perikanan oleh saudari Lailatul Atiqoh.

 

Telah dilaksanakan pula pogram monodisiplin Deteksi Boraks dan Tempe Kahi (Kacang Hijau) yang dibawakan oleh Maria Wike Wijaya, mahasiswi dari Teknologi Pangan, Fakultas Peternakan dan Pertanian. Program Deteksi Boraks dilaksanakan dengan melakukan demonstrasi pengujian bakso positif boraks dan negatif boraks menggunakan tusuk gigi yang telah ditusukkan sebelumnya pada kunyit segar. Hasilnya, bakso positif boraks akan merubah warna kuning kunyit menjadi kuning kemerahan, sedangkan bakso negatif boraks tidak akan merubah warna yang sudah ada (tetap berwarna kuning). Deteksi boraks dengan metode indikator kunyit ini tidak hanya dapat dilakukan pada produk bakso, namun juga pada produk daging lainnya seperti sosis. Para Ibu PKK cukup antusias dengan program ini karena boraks membahayakan kesehatan sehingga penting untuk dideteksi keberadaannya dengan bahan yang mudah ditemukan di dapur.

Pemaparan perbedaan hasil makanan yang diberi boraks dan tidak diberi boraks.
Pemaparan perbedaan hasil makanan yang diberi boraks dan tidak diberi boraks oleh saudari Maria Wike Wijaya.

Program selanjutnya adalah Tempe Kahi yang dilaksanakan dengan pemaparan materi berupa latar belakang, cara pembuatan, dan pemberian contoh tempe yang sudah jadi. Inovasi Tempe Kahi didasari empat tujuan: (1) Memanfaatkan kacang hijau yang merupakan komoditas yang dibudidayakan di Desa Lemahputih; (2) Menurunkan penggunaan kedelai yang umumnya diimpor; (3) Mendapatkan nilai gizi lebih baik karena kacang hijau rendah lemak dan tinggi karbohidrat; (4) Meningkatkan nilai jual dengan diversifikasi pangan. Cara membuatnya adalah kacang hijau direndam kurang lebih 12 jam, kulit arinya dikelupas, dikukus selama 20 menit, dicampur dengan ragi tempe (Rhizopus oligosporus), dikemas, dan diperam selama 2 hari. Hasilnya, tempe kahi memiliki kenampakan fisik yang mirip dengan tempe dari kedelai. Para Ibu PKK cukup antusias dengan program ini karena tempe kahi merupakan produk yang jarang dibuat dan belum ada di pasaran.

Ditulis oleh : Maria Wike Wijaya, Novia Nur Huda

21 Juli 2019

 

UPAYA MENJAGA KESEHATAN DARI SEJAK DINI DI DUSUN BONGANGIN, DESA TEMON : TEKA-TEKI SILANG SEBAGAI MEDIA BERMAIN DAN BELAJAR MENGENAI KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK SD SERTA 6 LANGKAH CUCI TANGAN YANG BAIK DAN BENAR

Desa Temon

GROBOGAN, 26 Juli 2019 – Minggu ketiga TIM II KKN UNDIP 2019 Desa Temon melakukan edukasi mengenai kesehatan gigi dan mulut oleh Muhammad Rizka Hidayat yang dilakukan di SD Negeri 3 Bogangin, Desa Temon dengan peserta para siswa kelas V yang berjumlah 37 siswa. Edukasi mengenai kesehatan gigi dan mulut ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut serta tatacara yang baik dan benar dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Hal yang mendasari dari adanya kegiatan ini dikarenakan masih banyak dari siswa SD yang tidak menggosok gigi secara rutin sehingga kebanyakan dari mereka sing mengalami sakit gigi. Warga Dusun Bongangin, Desa Temon dalam hal menjaga kebersihan di kehidupan sehari-hari masih dibilang kurang dan kondisi lingkungan di Dusun Bogangin yang masih terdapat tempat-tempat yang kumuh sehingga perlu adanya sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan khususnya kesehatan gigi dan mulut bagi anak-anak agar mereka dapat terhindar dari banyak macam penyakit yang dapat menyerang. Edukasi mengenai kesehatan gigi dan mulut yang dilakukan di SD Negeri 3 Bogangin menggunakan media berupa teka-teki silang dikarenakan media teka-teki silang lebih familiar dan banyak disenangi oleh anak-anak SD. Kegiatan edukasi  ini juga dilakukan kuis di sesi terakhir untuk menambah semangat dan untuk mengetahui seberapa besar mereka dapat memahami ilmu yang telah diberikan oleh TIM KKN UNDIP 2019 Desa Temon. Antuasias para siswa dalam mengikuti kegiatan tersebut sangatlah tinggi, terbukti dari banyaknya siswa yang ingin mendapat kesempatan untuk menjawab kuis yang diberikan.

Kesehatan gigi dan mulut

Setelah dilakukan edukasi mengenai kesehatan gigi dan mulut, TIM II KKN UNDIP 2019 Desa Temon melakukan edukasi dan pelatihan mengenai 6 langkah cuci tangan yang baik dan benar di SD Negeri 3 Bogangin. Edukasi dan pelatihan mengenai 6 langkah cuci tangan yang baik dan benar dilakukan pada siswa kelas V yang berjumlah sekitar 37 siswa. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk memberikan pengetahuan terhadap para siswa mengenai cuci tangan yang benar dengan harapan nantinya para siswa dapat menerapkannya di kehidupan sehari-hari. Masyarakat Desa Temon khususnya Dusun Bogangin termasuk kurang peduli terhadap kebersihan tangan, mereka terbiasa tidak cuci tangan setelah melakukan suatu aktivitas terutama anak-anak, hal tersebutlah yang melatarbelakangi adanya kegiatan edukasi mengenai cuci tangan yang baik dan benar. Kebersihan tangan yang tidak dijaga dapat berdampak buruk bagi kesehatan seperti timbulnya sakit diare, hepatitis A, keracunan makanan, dan mudah terserang flu yang disebabkan oleh kuman yang banyak menempel ditangan setelah melakukan aktivitas. Acara dimulai dengan menonton video mengenai cara cuci tangan yang baik dan benar, kemudian dilakukan praktek bersama, dan pada sesi terakhir dilakukan kuis. Para siswa sangat berantusias dalam mendapatkan kesempatan untuk bisa mempraktekan tatacara cuci tangan yang benar di depan kelas.

                                     hh             Desa Temon Kesehatan gigi dan mulut

Kegiatan edukasi mengenai kesehatan gigi dan mulut serta 6 langkah cuci tangan yang baik dan benar ditutup dengan pembagian susu dan stiker mengenai himbauan untuk menggosok gigi bagi para siswa serta sesi foto bersama.

Program Monodisiplin TIM II KKN UNDIP minggu ketiga Desa Karangsari

Karangsari (2019) pada minggu ke III kegiatan TIM II KKN UNDIP diisi dengan pelaksanaan kegiatan Program Monodisiplin dilaksanakan oleh Xena Caterine Siahaan (21) pada hari Senin tanggal 21 Juli 2019 yang bertema “Pendampingan penerapan berpakaian dan tata letak kandang yang sesuai dengan SOP dalam berternak”.  Pada program ini bertujuan untuk mengajarkan dan melatih para pekerja agar belajar disiplin dan taat sesuai dengan ketentuan atau standar yang ada dalam berternak. Agar peternak dapat melakukan kegiatan selanjutnya dengan baik dan sesuai standar, maka Xena memberi wear pack, sepatu boots, dan masker. Pendampingan dalam beternak ini dilakukan dengan cara door to door mengunjungi satu per satu rumah peternak. Kemudian program mono selanjutnya bertema “Pendampingan dan pemberian edukasi kepada peternak mengenai pentingnya sanitasi”, yang juga dilakukan oleh Xena pada hari dan tanggal yang sama. Bertujuan untuk menambah pengetahuan peternak tentang pentingnya sanitasi pada area perkandangan. Edukasi pengetahuan ini juga dilakukan bersama secara door to door datang ke rumah peternak hewan.

Program mono selanjutnya juga dilakukan oleh anggota TIM II KKN UNDIP yaitu Alldo Haswandana Putra (21) bertema “Implementasi dan penyuluhan pentingnya APD pada pekerja UMKM pembuatan batu bata” yang dilakukan pada hari Selasa tanggal 22 Juli 2019 bertujuan untuk memberi pengetahuan kepada pekerja betapa pentingnya APD (Alat Pelindung Diri) disaat proses pembuatan batu bata berlangsung. Dilakukan dengan memberi alat caping, sarung tangan dan masker untuk pelindung diri. Penyuluhan ini dilaksanakan dengan cara anjangsana langsung ke tempat produksi batu bata yang ada di desa karangsari. Program mono kedua yang dilaksanakan Alldo pada hari Jumat tanggal 26 Juli 2019 bertema “Pencerdasan dan penyuluhan tentang 5R di UMKM makanan ringan” yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang 5R yaitu Resik, Rapi, Ringkas, Rajin, Rawat yang jika diterapkan dengan sesuai dapat membuat produksi terlaksana lebih baik. Program ini memberikan poster dan ditempel ke tempat produksi agar selalu mengingat tentang 5R. Penyuluhan ini dilakukan dengan cara door to door ke tempat UMKM makanan ringan.

Anggota lain dari TIM II KKN UNDIP yang menjalankan program mono pada minggu ketiga yang lain adalah Anindhiati Restu Wardhani (21) yang bertema “Pengenalan E-commerce, khususnya jual beli online kepada UMKM”, yang dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 26 Juli 2019 dengan berkunjung secara door to door ke UMKM yang ada di Desa Karangsari, yang bertujuan untuk memberikan solusi kepada masyarakat sebagai peningkatan perekonomian, dan memperluas pemasaran produk. Pengenalan ini dilakukan dengan cara membuat akun baru kepada UMKM makanan ringan ke salah satu ecommerce dan mengupload produk yang dijual ke akun yang telah tersedia. Program monodisiplin dari Anin selanjutnya yaitu “Pelatihan pembukuan laporan keuangan sederhana untuk UMKM dengan aplikasi Android”, yang bertujuan untuk mempermudah kelompok UMKM menghitung pengeluaran selama berjalannya produksi.  Pelatihan ini dilakukan secara bersamaan dengan program sebelumnya. Saat berkunjung, Anin melakukan pelatihan kepada salah satu anggota UMKM dengan cara menggunakan smartphone android dan melakukan langkah-langkah yang telah dibuat sebelumnya.Penyerahan Peralatan SOP Peternakan Pengenalan dan Pendaftaran ke E-commerce Melakukan pelatihan Pembukuan dengan Android Memberikan poster 5R

KEGIATAN MONODISIPLIN OLEH KELOMPOK KKN UNDIP TIM II TAHUN 2019 DESA KARANGSARI

(more…)

TIM 2 KKN TEMATIK CIPTAKAN ALAT PENGERING KULIT KAYU MAHONI DALAM MENJAGA PRODUKTIVITAS PEWARNA ALAMI BATIK LAWUNG AGENG

Gemawang (23/8) TIM 2 KKN Tematik Undip menciptakan alat pengering kulit kayu mahoni dalam rangka meningkatkan produktivitas usaha batik Lawung Ageng. Kulit kayu mahoni digunakan sebagai salah satu pewarna alami. Secara tradisional, kulit kayu mahoni perlu dikeringkan oleh sinar matahari kurang lebih waktu yang diperlukan adalah 1 minggu. Terjadi masalah apabila saat cuaca sedang sinar matahari tidak terik atau hujan.

TIM 2 KKN Tematik Undip memberikan solusi untuk permasalahan ini, dengan alat pengering mahoni ini dapat mengeringkan kulit kayu mahoni disegala kondisi cuaca. Alat ini dapat mengeringkan kurang lebih dari 20 Kg kulit kayu mahoni dalam waktu kurang lebih 5 jam. Dengan ini produktivitas pewarna alami tetap terjaga walaupun kondisi cuaca sedang tidak baik.

Program ini dibuat oleh teman -teman dari  fakultas yakni FSM dan FEB. anggota tim nya Syifa Avicenna – Fisika’16 bertugas untuk merancang desain dari alat ini, Muhammad Rizky Ananda – Fisika’16  membuat rancangan mekanik dan elektrik alat pengering ini ke dalam bentuk alat, Pergina Astuti Timbo – Managemen’16 membuat standar operasional prosedur pemakaian dan Rahmat Rizal Muafig – Akuntansi’16 membuat anggaran dari pembuatan alat ini.

Pembuatan Alat ini diakhiri dengan demo alat Bersama dengan Bu Umi Khalifa sebagai pemilik dari usaha batik Lawung Ageng yang berlangsung pada Jumat, 23 Agustus 2019 dari jam 08.00 – 12.00. Kegiatan ini ditutup dengan foto Bersama pemilik harapannya dengan dibuatnya alat ini dapat membantu mengembangkan usaha batik Lawung Ageng

pengering-kayu-mahoni

Wow, Desinfektan dengan Bahan Kulit Nanas Madu Karya Tim II KKN Tematik UNDIP

PEMALANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tim II Universitas Diponegoro yang diterjunkan di Desa Beluk, Kecamatan Belik, Pemalang mampu ciptakan inovasi produk dengan pemanfaatan limbah kulit nanas menjadi desinfektan alami untuk kandang. Pembuatan desinfektan dengan bahan baku kulit nanas ini dilatarbelakangi oleh banyaknya sampah kulit nanas yang dibiarkan begitu saja. Melihat potensi sumber daya yang ada, memunculkan ide untuk menjadikan limbah kulit nanas ini menjadi suatu produk yang dapat dimanfaatkan menjadi suatu produk yang memiliki manfaat lebih.

KKN Tematik Undip Tim II tahun 2019 mengajak masyarakat Desa Beluk untuk peduli terhadap lingkungan dari sampah-sampah organik yang ada. Sampah organik limbah kulit buah nanas dengan kolaborasi antara mahasiswa KKN Undip dan masyarakat disulap menjadi desinfektan alami yang bernilai ekonomis.

Desinfektan ini memiliki manfaat untuk menghambat dan membasmi mikroorganisme seperti jamur, virus dan bakteri yang ada di dalam kandang ternak. Desinfektan diciptakan untuk menunjang pemeliharaan kandang yang sehat, sehingga hewan ternak dapat hidup sehat dengan tumbuh kembang yang produktif.

 

Penulis: Nisa Nurokhati

Desa Beluk, 24 Agustus 2019

TIM 2 KKN TEMATIK UNDIP CIPTAKAN CANTING LISTRIK DENGAN PENGONTROL SUHU UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIFTAS KERJA PARA PECANTING USAHA BATIK GEMAWANG

Gemawang (21/8) Mahasiswa KKN Tematik Undip Tim 2 membuat alat canting listrik dengan pengontrol suhu guna meningkatkan efektifitas dan efisiensi untuk para pecanting usaha batik gemawang. Untuk pembuatan alat ini memakan waktu kurang lebih 1 bulan.  Alat ini dirancang dengan pengendali PID yang mana dapat menjaga suhu optimal untuk melelehkan malam dan suhu optimal yang diperlukan untuk melelehkan malam yang digunakan di usaha ini ialah 130 derajat celcius.

Program ini merupakan program multidisiplin yang dibuat dengan kerja sama antara 3 fakultas yakni FSM, FT, dan FEB. anggota tim nya Syifa Avicenna – Fisika’16 bertugas untuk merancang desain dari alat ini, Aliska Nuriya Aziza – Fisika’16 dibagian analisis sitem kendali yang digunakan untuk mendapatkan nilai konstanta PID agar bisa menjada suhu optimal, Muhammad Rizky Ananda – Fisika’16  dibagian rancangan diagram blok sistem dan skematik rangakaian listrik, Yogie Meysa Tama – Teknik Komputer’16 mengimplementasikan PID ke dalam mikrokontroller, Annisa Nilam Cahaya – IESP’16 membuat evaluasi proyek yang berisi hasil pengamatan baik buruk nya projek ini, dan Siti Sofiyatun –  fisika’16 membuat Standar operasional prosedur penggunaan dari alat ini.

Pembuatan Alat ini diakhiri dengan demo alat Bersama dengan Pak Fauzi sebagai pemilik dari usaha batik gemawang yang berlangsung pada Rabu, 21 Agustus 2019 dari jam 08.00 – 12.00. kegiatan ini ditutup dengan foto Bersama pemilik harapannya dengan dibuatnya alat ini dapat membantu mengembangkan usaha batik gewamang.

Canting-Listrik

Dosen & Mahasiswa KKN UNDIP Desa Surokidul Sulap Sampah Menjadi Barang Tepat Guna

Tegal – Mahasiswa KKN Tim II Undip 2019 Desa Surokidul mengangkat permasalahan sampah menjadi program utama dalam pelaksanaan KKN. Program ini di dasari oleh terbatasnya fasilitas pembuangan sampah di Desa Surokidul, sehingga masyarakat mengambil jalan pintas dengan membakar sampah-sampah tersebut. Padahal hasil pembakaran sampah dapat menyebabkan timbulnya masalah baru seperti polusi udara hingga menipisnya lapisan ozon di atmosfer. Program penanganan sampah ini dilakukan dengan tujuan memberikan edukasi pengenalan mengenai jenis-jenis sampah, pemilahan sampah serta praktik pengolahan sampah organik dan anorganik menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat kepada masyarakat Desa Surokidul. Program ini menjadi salah satu program interaksi Dosen KKN dengan masyarakat dalam program Pengabdian Kepada Masyarakat, mahasiswa KKN Tim II Undip 2019 yang di komandoi Ariany dosen Fakultas Teknik yang memiliki konsentrasi di bidang Teknik Sistem dan Pengendalian Kelautan.

Program penanganan dan pengolahan sampah yang dilakukan oleh Tim Pengabdian Kepada Masyarakat dan mahasiswa KKN Tim II meliputi pengolahan sampah organik menjadi starter MOL (Mikro Organisme Lokal), pupuk kompos padat hingga pupuk organik cair (POC). Disamping itu, kegiatan ini juga membuat komposter sederhana dari ember cat bekas dan drum sampah untuk dimanfaatkan sebagai tempat sampah organik limbah rumah tangga yang akan menghasilkan pupuk kompos padat dan cair untuk dimanfaatkan dalam bidang pertanian. Selain itu pengolahan sampah anorganik juga dilakukan dengan memanfaatkan sampah dan botol plastik menjadi kursi melalui Ecobrick.

Pada dasarnya sampah terbagi menjadi tiga, yaitu sampah organik, sampah anorganik dan sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Disamping itu, pemanfaatan sampah organik juga dilalukan dengan memasang Biopori di tiga SD Desa Surokidul. Kemudian dalam rangka sinkronisasi program antara mahasiswa KKN dengan Pemerintah Desa, terkait dengan rencana pembangunan Tempat Pembuangan Sementara (TPS), mahasiswa KKN Tim II Desa Surokidul membuat suatu rancangan desain TPS yang nantinya akan dibangun dan menjadi pusat tempat pembuangan sampah sementara di Desa Surokidul.IMG_7513 IMG_6001

Pelaksanaan KKN di Desa Surokidul mendapatkan respon positif dari masyarakat. Rosikin selaku Kepala Desa Surokidul menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang dilakukan mahasiswa KKN, serta berharap program yang telah dilakukan dapat diaplikasikan oleh masyarakat.

ReviewByAriany

SELAPANAN DINA DESA SEMBOJA

Semboja (14/7) – Mahasiswa KKN Tim 2 Undip tahun 2019 berkesempatan untuk menghadiri acara Selapanan Dina yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Semboja. Selapanan Dina merupakan suatu acara yang diadakan setiap 3 bulan sekali untuk melakukan dialog dengan masyarakat. Selapanan Dina merupakan program inovasi yang dilakukan oleh Kepala Desa Semboja yaitu Bapak Untung Basuki. Acara ini berlangsung di balai desa yang dihadirin oleh masyarakat desa, Kepala Desa, Perangkat Desa, Ketua Badan Permusyawaratan (BPD) Desa Semboja, Ketua PKK, Ketua Karang Taruna dan seluruh lembaga desa yang ada. Pada kesempatan kali ini, Bapak Untung Basuki selaku Kepala Desa mengundang Unit Pelaksana Teknis Daerah Pertanian dan Ketahanan Pangan (UPTD TAN-KP) Kecamatan Pagerbarang, dan Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Pagerbarang.

Gambar 1: perangkat desa dan tamu undangan
Gambar 1: perangkat desa dan tamu undangan

Kehadiran UPTD TAN-KP membuat antusias dari masyarakat desa semakin meningkat dikarenakan pada kesempatan kali ini warga dapat menyampaikan usulan dan keluh kesah yang saat ini dirasakan oleh petani dikarenakan kekeringan sehingga petani banyak yang merasakan gagal panen. Desa Semboja memiliki potensi lahan yang dapat digunakan untuk budidaya tanaman pajale. Akan tetapi keterbatasan irigasi membuat petani hanya dapat menanam padi dari bulan Desember – Agustus. Selapanan Dina juga bertujuan untuk menyampaikan penjabaran pengelolaan keuangan, menyusun Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) 2020 dan menyampaikan aspirasi mengenai pemerintahan desa yang sedang berlangsung.

Gambar 2: masyarakat desa yang menghadiri Selapanan Dina
Gambar 2: masyarakat desa yang menghadiri Selapanan Dina

Dalam acara Selapanan Dina kali ini Kepala Desa Bapak Untung Basuki menyambut kehadirian Mahasiswa KKN Tim 2 Undip tahun 2019. Kepala Desa juga memberi kesempatan kepada Mahasiswa KKN Tim 2 Undip tahun 2019 untuk memperkenalkan diri dan menyampaikan program yang akan dilaksanakan di Desa Semboja.

Gambar 3: Mahasiswa KKN Tim 2 Undip tahun 2019
Gambar 3: Mahasiswa KKN Tim 2 Undip tahun 2019

Editor: Daniel Perwiratama Sinaga

ReviewByAriany