Home » Lokasi KKN

Category Archives: Lokasi KKN

Peningkatan Keterampilan dan Kesehatan Masyarakat dalam Pemanfaatan Pekarangan Rumah Melalui Budidaya Tanaman Hias Bunga Lavender

https://ibb.co/hWXbVp

Werdi, Pekalongan – Rabu (25/7) Mahasiswa KKN TIM II UNDIP 2018 Desa Werdi Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah mengadakan pelatihan tentang budidaya tanaman hias  bunga lavender di pekarangan rumah dengan media polybag yang dilakukan pada tanggal 25 Juli 2018 di Balai Desa Werdi yang dihadiri oleh para Ibu-Ibu PKK.

Bunga lavender memiliki beberapa manfaat antara lain sebagai pengusir nyamuk, pengendali mood dan stress karena aromanya yang khas dapat dijadikan sebagai relaxasi, selain itu budidaya tanaman hias bunga lavender sangat mudah dilakukan oleh siapa saja. Bunga lavender dapat ditanam di polybag dan diletakkan dipekarangan rumah yang sekaligus untuk memanfaatkan pekarangan rumah yang kurang dapat bermanfaat dan terawat dengan baik. Maka dari itu pelatihan budidaya tanaman hias bunga lavender sangatlah perlu dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang indah dan bermanfaat.

Penulis : Intan Witiasari (FPP)

Bank Sampah DARLING Desa Menganti “Ayo Rubah Sampah Jadi Rupiah!”

Mahasiswi KKN Undip di Bank Sampah
JEPARA – Minggu, 5 Agustus 2018 Warga Desa Menganti, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara melaksanakan kegiatan bulanan yaitu “Bank Sampah DARLING”. Bank sampah ini merupakan kegiatan yang rutin dilakukan setiap satu bulan sekali dan diadakan di hari minggu di minggu pertama bulannya. Kegiatan Bank sampah ini secara mendasar mengubah kebiasaan warga yang sebelumnya sampah dikumpulkan alih-alih untuk dibuang begitu saja, tetapi dengan adanya Bank Sampah kini sampah menjadi sumber uang, dibagi antara bank dan nasabahnya.

Mekanisme Sistem Bank Sampah ini adalah: 1) Pemilahan sampah skala rumah tangga 2) Penyetoran 3) Penimbangan 4) pencatatan 5) Hasil sampah dilaporkan ke dalam buku tabungan. Sampah yang disetorkan lebih banyak berasal dari sampah rumah tangga yaitu berupa botol-botol plastik, kardus-kardus, kaleng-kaleng, kertas dan buku-buku yang sudah tidak terpakai. Harga tiap sampah pun berbeda-beda tergantung jenis sampah. terdapat dua jenis sampah yaitu Sampah Logam dan Sampah Plastik. Harga per Kilogram sampah juga berbeda jika nasabah ingin uang hasil penjualan sampahnya ditabung atau secara tunai. Misalnya untuk jenis plastik Gelas Bening, harga per Kilogram jika uang hasil penjualannya ingin ditabung adalah Rp 2.500,- dan jika ingin secara tunai adalah Rp 2.000,-

Kegiatan Bank Sampah ini sudah memiliki susunan pengurus, yang diketuai oleh Bapak Abdul Rosyid yang juga dibantu oleh Sekertaris serta Bendahara. Serta terdapat juga Sie. Administrasi, Sie. Penimbangan, Sie. Pencatatan dan Sie. Pengepakan.
Mahasiswa KKN Undip sedang menimbang sampah
Dengan adanya Bank Sampah DARLING di Desa Menganti ini sangat membantu bagi perekonimian masyarakat desa sendiri dan juga bagi pemerintah, karena dapat mengurangi limbah plastik rumah tangga. Selain itu Bank Sampah juga merupakan suatu aplikasi model dari konsep 3-Re yaitu Reduce (Mengurangi), Reuse (Menggunakan Kembali), Recycle (Mendaur Ulang) dan juga lingkungan menjadi lebih bersih karena berkurangnya sampah yang dibakar atau dibuang ke alam.

Reviewed by:

Maharani Patria Ratna

Melatih Jiwa Kewirausahaan Sejak Dini di SDN 3 Menganti

Mahasiswi KKN Undip dan Siswi SDN 3 Menganti
JEPARA – Jum’at, 3 Agustus 2018 Tim II KKN Undip telah melaksanakan program monodisiplin yang dilaksanakan di SDN 3 Menganti, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara. Acara ini diadakan oleh Mahasiswi Administrasi Bisnis Undip dengan judul “Melatih Jiwa Kewirausahaan Sejak Usia Dini”. Anak-anak dilatih membuat kerajinan tangan menggunakan gelas plastik dan kardus bekas yang hasil akhirnya dijadikan sebagai keranjang buah.

Acara diawali dengan perkenalan kepada siswa dan siswi Sekolah Dasar yang kemudian dilanjutkan dengan Ice Breaking dengan tujuan agar suasana menjadi lebih cair dan tidak tegang saat mengikuti kegiatan. Kemudian siswa dan siswi dibuat menjadi beberapa kelompok, setiap kelompok terdiri dari enam orang. Lalu siswa dan siswi diajarkan cara membuat keranjang buah dengan menggunakan gelas plastik dan kardus bekas. Alat dan bahan yang digunakan yaitu: gelas plastik, kardus, benang wol, spidol, jarum dan gunting. Siswa dan siswi sangat antusias mengikuti kegiatan pelatihan membuat kerajinan tangan ini, bahkan kardus-kardus sisa yang tidak terpakai, mereka dibentuk sedemikian rupa sesuai dengan keinginannya dan hal ini dapat melatih kreativitas siswa.
siswa-siswi SDN 3 Menganti
Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan agar kreativitas dapat terlatih sejak dini, termasuk melalui berbagai kegiatan kewirausahaan yang menjadi modal utama produktivitas dan kemandirian anak ketika ia dewasa. Anak-anak yang mengenal dunia wirausaha sejak dini, akan mendapat manfaat untuk bekal masa depan kelak. Pada tahapan usia yang terbilang belia, anak-anak yang belajar menumbuhkan jiwa wirausaha, akan tumbuh menjadi pribadi yang kreatif.

Reviewed by:

Maharani Patria Ratna

Pemuda Rau Sadar Hukum

mboh_180730_0128

Pada hari Minggu, 22 Juli 2018 berbarengan dengan kegiatan Rapat Kepanitiaan Sedekah Bumi di lingkungan Desa Rau yang dihadiri oleh mahasiswa KKN dan IPNU-IPPNU, bertempat di kediaman salah satu perangkat desa yakni Trisno dan kediaman salah satu anggota IPNU-IPPNU yakni Hisni Syaifullah, S.Pd., dua orang mahasiswa hukum yang KKN di Desa Rau mengadakan program kerja monodisiplin berupa sosialisasi hukum, yang dihadiri oleh pemuda Desa Rau.

mboh_180730_0125

Wildan Azkal Fikri menerangkan tentang Pencerdasan Bangsa dan Negara serta Penanaman Budaya Politik yang Baik. Seperti diketahui bahwa pemuda adalah tonggak utama bangsa ini dan generasi masa depan. Penanaman Budaya Politik juga dimaksudkan dalam rangka menyambut Pemilihan Umum 2019. Sementara Muhammad Iqbal Ramadhan menerangkan tentang Desain Industri serta Ujaran Kebencian. Seperti diketahui bahwa Desa Rau sebagian besar penduduknya merupakan pekerja mebel. Ujaran Kebencian juga disampaikan dalam rangka menyambut Pemilihan Umum 2019, agar pemuda bisa mengetahui mana yang baik dan mana yang tidak baik.

 

Reviewed by:

Maharani Patria Ratna

Dulu Sampah Sekarang Jadi Berkah

KARANGANYAR, Minggu (6/8) — Salah satu penyebab belum terselenggaranya sistem pengelolaan sampah dengan baik di kawasan perdesaan adalah regulasi-regulasi yang mengatur tentang persampahan kebanyakan mengacu pada sistem pengelolaan sampah perkotaan.  Kawasan perdesaan pada umumnya memiliki kondisi geografis yang kompleks, keterbatasan sarana dan prasarana pelayanan desa, infrastruktur dan transportasi. Seperti halnya di Desa Karanganyar, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, belum tersedia sarana dan prasarana pelayanan desa khusus menangani masalah persampahan.

Selama ini sampah masih dikelola dengan cara konvensional yang dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan. Kebanyakan masyarakat masih membakar sampah di pekarangan, membuangnya di saluran air, bahkan membiarkannya begitu saja di pekarangan rumah. Pola pikir bahwa sampah dapat dimanfaatkan kembali hingga menghasilkan uang belum mengakar. Melihat peluang ini, Tim II KKN  Undip di Desa Karanganyar mencoba untuk memberikan solusi pengelolaan sampah yang cocok diterapkan di Desa Karanganyar.report 7b

Bank Sampah adalah suatu sistem pengelolaan sampah kering  secara kolektif yang diharapkanmampu mendorong masyarakat untuk berperan serta aktif di dalamnya. Sistem ini akan menampung, memilah, dan menyalurkan bernilai ekonomi sehingga masyarakat mendapat keuntungan dari menabung sampah. Sebagai tahap awal, dilakukan sosialisasi mengenai sistem Bank Sampah kemudian dilanjutkan dengan pendampingan pemilahan sampah organik dan anorganik. Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Karanganyar tersebut dihadiri kurang lebih 30anggota PKK Desa Karanganyar. Antusiasme terlihat dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan mengenai teknis Bank Sampah.report 7

Pertama-tama, warga memisahkan sampah organik dan anorganik di rumah masing-masing. Setelah sampah terkumpul, warga bisa langsung menyetorkannya ke posko Bank Sampah  yang ada di daerah Perdukuhan Kulo. Setelah itu sampah akan ditimbang dan dicatat dalam buku catatan yang telah diberi pada saat pendaftaran. Uang dapat dicairkan setelah sampah mencapai jumlah tertentu. Hal ini dikarenakan harga sampah anorganik di pasaran bersifat fluktuatif.

Dengan adanya program Bank Sampah, diharapkan warga dapat berperan aktif mengelola sampahnya secara mandiri sejak di rumah dan dapat memanfaatkannya dengan menabung sampah yang memiliki nilai ekonomis sehingga dapat menambah pemasukan.

PEMBUKUAN KOPERASI SIMPAN PINJAM

KARANGANYAR, Rabu (8/8) – Koperasi merupakan badan usaha yang beranggotakan orang – orang atau badan hukum yang melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berasaskan kekeluargaan. Koperasi didirikan demi kesejahteraan anggotanya. Koperasi simpan pinjam ialah koperasi yang hanya melayani penyimpanan dan peminjaman dana serta mengelola dana yang diberikan oleh anggota koperasi. Kurangnya ketrampilan dalam penyusunan pembukuan dan pembuatan laporan keuangan bagi Koperasi Simpan Pinjam menjadi salah satu permasalahan utama koperasi yang di Desa Karanganyar, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan.

Oleh karena itu, TIM II KKN UNDIP 2017 berkesempatan untuk mengadakan Pelatihan Pembukuan Keuangan dan Penyusunan Laporan Keuangan bagi Koperasi Simpan Pinjam Desa Karanganyar. Pelatihan ini dimaksudkan agar pengurus dan anggota koperasi ini memiliki kompetensi dan keahlian dalam menyusun pembukuan dan laporan keuangan yang sangat berguna demi keberlangsungan usahanya. Laporan keuangan merupakan catatan informasi keuangan suatu perusahaan atau badan pada suatu periode yang menggambarkan posisi keuangan dan kinerja suatu usaha. Sehingga pemilik usaha atau owner dapat mengetahui aset, kewajiban, modal, kontribusi biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan sesuai tujuan perusahaan dan pengambilan keputusan dalam bisnis

Pentingnya dilakukan pembukuan dan penyusunan laporan keuangan bagi koperasi ialah sebagai bentuk transaparansi dan akuntabilitas atas transaksi dan aktivitas operasi selama periode tahun berjalan. Pada umumnya perusahaan atau badan usaha yang telah go public melakukan penyusunan laporan keuangan karena kompleksitas usaha dan kapabilitas perusahaan yang dimiliki, sedangkan perusahaan atau usaha kecil seperti halnya koperasi secara mayoritas belum memiliki laporan keuangan karena belum mengalami permasalahan bisnis dan menganggap bahwa usaha masih bisa ditangani secara individu selama masih menguntungkan secara cash flow.report 8

 Oleh sebab itu, laporan keuangan menjadi sangatlah penting bagi suatu usaha kecil yang akan beranjak menjadi suatu usaha besar. Suatu usaha akan memperoleh manfaat yang besar apabila secara rutin melakukan penyusunan laporan keuangan. Diantaranya laporan keuangan dapat menjadi proyeksi bisnis dan pengembangan bisnis bagi usaha koperasi dan pedoman dalam pengambilan keputusan bisnis. Selain itu dengan adanya laporan keuangan dapat mengetahui aset dan kewajiban yang dimiliki serta mengetahui kontribusi biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh profitabilitas sesuai yang diharapkan. Keuntungan lain yang akan diperoleh yaitu laporan keuangan sebagai pengendalian internal untuk mencegah penggelapan dan pengamanan aset perusahaan.report 8b

                  Untuk itu sebuah badan usaha khusunya koperasi tidak harus menunggu mengalami kerugian dan gagal dalam memperoleh peluang bisnis hanya karena kurangnya kapabilitas dan ketidakmampuan dalam dalam melakukan penyusunan laporan keuangan sebagai informasi yang diperlukan koperasi dalam mengambil keputusan. Oleh karena itu penyusunan laporan keuangan sejak dini diperlukan agar mencegah hal-hal yang merugikan bagi keberlangsungan usaha itu sendiri.

Sambutan Hangat Masyarakat di Desa Pandanarum terhadap Tim II KKN Universitas Diponegoro Tahun 2018

 

 

Rabu, 11 Juli 2018

Di pagi hari sekitar pukul 9.00 WIB kami berjalan kaki dari Posko KKN menuju  Balai Desa Pandanarum, kami memilih berjalan kaki agar dalam perjalanan sekalian menyapa warga sekitar. Sesampainya di Balai Desa kami disambut oleh mas Muslimin selaku perangkat Desa. Beliau menyampaikan banyak hal, mulai dari kultur masyarakat, UMKM yang ada di desa, dan permasalahan yang ada di desa Pandarum.

Kultur masyarakat desa Pandanarum sangat agamis dengan 100% penduduk beragama Islam, mengenai pekerjaan rata-rata bekerja sebagai Buruh dan Tani. UMKM yang ada di desa Pandarum rata-rata adalah home industry di bidang konveksi dan batik. Permasalahan yang ada di desa Pandanarum adalah terkait kebersihan karena di desa Pandanarum terdapat pabrik jeans yang limbahnya berdampak pada desa Pandanarum.

Setelah itu kami ditawari oleh mas Muslimin untuk mengantar parsel sebagai seserahan lamaran yang dibuat oleh istrinya ke salah satu warga. Kesempatan tersebut jelas tidak kami sia-siakan, karena bisa sekalian berkenalan dengan warga sekitar. Dikarenakan kami tidak membawa kendaraan maka kami naik mobil pick up, yang disini akrab disebut doplak. Selama perjalanan sampai kembali ke Posko menggunakan doplak mas Muslimin tak henti-hentinya kami menebar senyum kepada masyarakat yang masih asing dengan wajah kami. Begitulah hari pertama kami mulai berkegiatan, wah betapa menyenangkannya hari itu.

 

Kamis, 12 Juli 2018

Sekitar pukul 10.00 WIB kami mengunjungi Balai Desa Pandanarum kembali. Kali ini kami berkesampatan menemui ibu Munariyah selaku Kepala Desa. Kali ini kami menggali permasalahan Desa Pandanarum lebih dalam lagi. Beberapa permasalahan yang kami dapat dari kesempatan kali itu diantaranya kesadaran untuk kebersihan lingkungan warga Desa Pandanarum maupun kesadaran akan pelaku industri dalam membuang limbah.

Untuk permasalahan tentang kesadaran terhadap kebersihan lingkungan pada periode kkn sebelumnya telah diberikan solusi dengan mengadakan bank sampah naum karena program tersebut dilaksanakan pada akhir – akhir masa kkn maka penyuluhan kurang efektif sehingga program tidak berjalan lagi ketika ditinggalkan mahasiswa kkn. Sedangkan dalam permasalahan limbah industry untuk sementara pelaku industry hanya menyelesaikan permasalahan terhadap ketersediaan air bersih bagi warga yang terdampak limbah industry dengan pembuatan sumur artesis dengan kedalaman kurang lebih 20m sehingga didapatkan air bersih yang tidak tercemar limbah.

 

Jum’at, 13 Juli 2018

Dipagi hari sekitar pukul 09.00 WIB kami kembali menuju Balai Desa untuk bertemu Mas Muslimin. Di Balai Desa Pandanarum ia memberitahu bahwa PKK Desa Pandanarum berhasil meraih PKK terbaik se Kabupaten dan akan mengikuti kompetisi antar Kabupaten. Beliau menyampaikan dalam lomba se-Kabupaten sesuatu yang dihasilkan harus memiliki Value lebih. Beberapa Ide yang disampaikan mas Muslimin adalah daur ulang popok bayi menjadi gantungan kunci, kaligrafi dari limbah cd, dan Parsel untuk lamaran dari berbagai macam limbah seperti sachet kopi dll. Terbukti Parsel yang dibuat oleh Istri dari mas Muslimin laku keras, sampai pembeli dari Bandung pun membelinya.

Setelah itu kami diajak mas Muslimin untuk datang ke salah satu UMKM di desa Pandanarum. UMKM yang kami datangi pagi hari itu adalah pembuatan tempe. Disana kami dijelaskan mengenai proses pembuatan tempe dari awal yang menggunakan tangan sendiri, sehingga kualitasnya terjamin. Saat kami ingin pamit kami juga diberi beberapa sampel tempe, yang setelah sore hari kami masak, ternyata memang rasanya sungguh nikmat.

Setelah itu, kami mengunjungi ketua PKK desa Pandanarum disana beliau menjelaskan kalau memang kesadaran tentang kebersihan lingkungan desa Pandanarum memang masih kurang, dan beliau berharap teman-teman KKN bisa mengisi acara di PKK agar lebih peduli terhadap kesehatan dan kebersihan lingkungan.

Siang harinya sekitar pukul 11.00 WIB kami diajak Bu Munariyah selaku kepala desa Pandanarum untuk membantu mempersiapkan acara Halal Bihalal yang diadakan oleh FKSP (Forum Komunikasi Santri Pandanarum) dan FKPM (Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat) Intinya Halal Bihalal tersebut dilaksanakan untuk berupaya meningkatkan minat anak-anak sebagai generasi penerus bangsa dalam hal-hal keagamaan.

 

Sabtu, 15 Juli 2018

Kegiatan TIM II KKN Undip Desa Pandanarum, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan hari ini adalah menghadiri undangan dari IPNU (Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama) dan IPPNU (Ikatan Pelajar Putri Nahdatul Ulama) dalam rangka pembukaan kegiatan rutin di Mushola RT. 08 Desa Pandanarum. Pukul 19.00 kami sudah berada di lokasi untuk membantu persiapan acara dan jam 19.30 acara pun dimulai. Acara dimulai dengan memainkan Rebana lalu dilanjut oleh Tahlil, Shalawat Nariyah, dan Thausiyah yang dipimpin oleh Ustad Ilyas. Setelah acara selesai sekitar 21.00 dilanjut dengan acara lain-lain, yaitu saling berkenalan sambil menyantap makanan yang sudah disediakan oleh panitia. Beberapa peserta yang hadir juga menyampaikan beberapa hal yang diharapkan TIM KKN bisa membantu yaitu persiapan 17 Agustusan dan Teater untuk 17 Agustusan, sayangnya teater baru bisa diadakan tahun depan, semoga tim KKN selanjutnya bisa membantu Desa Pandanarum dalam menyiapkan teater.

 

Minggu, 16 Juli 2018

Pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB, Tim KKN II Undip Desa Pandanarum 2018 mengunjungi Balai Desa Pandanarum untuk menghadiri Musyawarah Kesehatan Desa (MKD) dan Forum Kesehatan Desa (FKD) yang dihadiri oleh pihak bidan, dan masyarakat. Disana dibahas mengenai pemetaan faktor resiko dari beberapa penyakit yang ada di Pandanarum, dan yang menjadi prioritas adalah TBC.

Beberapa dari kami pada pukul 10.00 WIB mengunjungi UMKM pembuatan tahu di Desa Pandanarum, disana kami menyaksikan proses pembuatan tahu dari proses penggilingan sampai pemotongan tahunya. Seperti biasa, tak lupa kami membeli beberapa tahu disana untuk santapan kami, hehe.

Sorenya pada pukul 16.00 WIB kami mengunjungi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang terletak di sebelah Balai Desa Pandanarum, disana kami menyaksikan bagaimana proses belajar-mengajar. Menyenangkan sekali melihat anak-anak belajar, dan kami sangat mengapresiasi tenaga pengajar disana yang sangat berusaha sekali mendekati anak-anak. Setelah itu kami menemui pihak PAUD, disana kami berkenalan dan meminta pandangan untuk rencana program multidisiplin kami. Tanggapan dari pihak PAUD sangat mendukung program multidisiplin kami, yaitu bank sampah, karena memang tim KKN sebelumnya sudah mengadakan program serupa, namun setelah Tim KKN sudah meinggalkan desa, program tersebut berhenti. Padahal masalah pencemaran lingkungan di Desa Pandanarum ini cukup banyak, semoga dengan adanya program multidisiplin kami akan sedikit membantu permasalahan di Desa Pandanarum ini.

KOMPOSTER ORGANIK DAN BIOPORI SEBAGAI SOLUSI LIMBAH SAMPAH RUMAH TANGGA DI DESA BAKALAN

7

Batang, Bakalan – Rabu (8/8) Tim KKN Undip dalam melakukan pengabdiannya berhasil memperkenalkan teknologi tepat guna dalam mengatasi permasalahan limbah sampah yang tidak dikelola dengan baik. Warga Desa Bakalan dalam mengatasi sampah yang ada masih sering membuang dan membakar di halaman rumah. Hal tersebut dapat menimbulkan banyak masalah, seperti halnya banjir, sarang penyakit, dan polusi udara. Maka dari itu, “Tim KKN Undip berinisiatif untuk memberikan solusi dengan memperkenalkan teknologi tepat guna, yaitu alat komposter dan sistem biopori yang nantinya dapat digunakan dan dapat bermanfaat oleh masyarakat Desa Bakalan” demikian yang disampaikan oleh Ariany sebagai dosen pendamping KKN di Kecamatan Kandeman.

9

Pada hal ini, “alat komposter dan biopori bermanfaat untuk mengurangi sampah organik dalam skala rumah tangga. Alat komposter ini  bekerja dengan cara merubah sampah organik tersebut menjadi pupuk kompos dengan bantuan bakteri pengurai. Alat Komposter ini menerapkan teknik pengomposan aerobik dan dapat menghasilkan 2 jenis pupuk yaitu pupuk cair dan pupuk kompos dalam waktu 3-4 minggu. Sedangkan, untuk biopori sendiri bermanfaat sebagai resapan air yang bisa meningkatkan kuantitas air dalam tanah. Hal ini sesuai dengan kondisi Desa Bakalan yang memiliki kondisi tanah yang gersang dan daya serap air buruk. Dengan adanya biopori ini dapat memperluas daya serap air dan memicu fauna tanah untuk mendegradasi sampah organik yang dimasukkan ke dalam lubang biopori. Aktivitas fauna tanah ini menciptakan pori-pori tanah yang dapat mengikat air dan menyuburkan tanah. Selain itu, biopori ini dapat menghasilkan pupuk kompos yang dapat digunakan warga dalam skala rumah tangga”, penjelasan dari tim KKN desa Bakalan.

8

Dengan dikenalkannya teknologi tepat guna tersebut, masyarakat Desa Bakalan sangat antusias dan menyambut baik program pengabdian tim KKN Undip. Hal itu terlihat pada saat pemberian materi dari tim KKN, banyak masyarakat Desa Bakalan yang aktif bertanya. Setelah pemberian materi juga dilanjutkan tentang praktek bagaimana kerja dari alat komposter dan penanaman biopori di lahan warga. Harapannya setelah tim KKN Undip memperkenalkan teknologi tepat guna tersebut, masyarakat Desa Bakalan selanjutnya dapat mengolah sampah-sampah organik menjadi pupuk sehingga Desa Bakalan bersih dari sampah.

6

WONOKERSO MEMIKAT HATI BUPATI BATANG

a

Batang (12/08/2018), Alun-alun Kabupaten Batang pada pukul 07.00 WIB sudah dipadati oleh Mahasiswa KKN TIM II. Pada hari Minggu tersebut akan dilakukan expo yang berisi progam unggulan dari 3 Kecamatan 40 Desa dipilih hanya 6 stand dari setiap kecamatan. Malam sebelumnya mereka telah menyiapkan segala keperluan. Pukul 09.00 WIB stand sudah tertata rapi masyarakat mulai memadati masing-masing stand perwakilan dari KKN TIM II tampak menjelaskan sedetailnya mengenai produk yang dipasarkan. Salah satu stand dari Desa Lawangaji mengenalkan produk “Brokatul” atau Brownis dari bekatul kepada masyarakat, tekstur brownisnya lembut dan sedikit kasar karena bahan dasarnya bekatul. Bakso rumput laut juga tidak kalah menonjol, dikenalkan dari Kecamatan Batang.

Selanjutnya saat menjumpai stand ketiga dari depan panggung terlihat suatu Mahasiswa dari salah satu desa yang Nampak “deg-deg-an” terlihat muka mereka yang panik dan tidak percaya diri karena melihat rival mereka yang keren!.

a

Pukul 10.00 WIB suasana menjadi sedikit lebih ramai, disudut pintu kedatangan terlihat Bapak H.Wihaji selaku bupati Kabupaten Batang dengan ajudannya memasuki stand. Ketika Bapak Wihaji memasuki stand Insektisida yang tidak lain bagian dari desa Wonokerso dan desa Juragan terlihat ketiga mahasiswa penjaga stand memaparkan dan menjawab pertanyaan dari Bapak Wihaji. “Ini sebagai produk yang praktik, efisien, sederhana dan ramah lingkungan”, Pujian dari Bapak Wihaji membuat mereka tersenyum lega.

Ahkir acara expo ditutup dengan pengumuman stand terbaik, tidak ada yang menyangka bahwa stand Desa Wonokerso dan Desa Juragan menjadi pemenangnya. “stand terbaik diberikan kepada Inteksisida Organik dari Kulit Jeruk Nipis” yang dibacakan oleh MC. Belum berhenti pada saat itu juga pengumuman selanjutnya adalah lomba fotospot, pemenang pertama jatuh didesa Kandeman, juara kedua desa Wonokerso, dan juara ketiga jatuh pada desa Karanggeneng. Rasa senang dan syukur karena Desa Wonokerso bisa bekerja kompak dalam tim dan bisa meraih yang terbaik dari yang paling baik.

Review by Ariany

 

Expo KKN Undip Batang; Kenali Potensi, Permasalahan dan Solusi di Kabupaten Batang

Batang – Minggu, 12 Agustus 2018
Cerahnya hari Minggu di Kabupaten Batang diramaikan dengan adanya Expo KKN Undip Kabupaten Batang yang bertempat di alun-alun Kota Batang. Expo diawali dengan dengan hiburan berupa lagu-lagu yang dibawakan oleh perwakilan mahasiswa Undip dari masing-masing kecamatan yaitu kecamatan Kandeman,Batang,dan Subah. Acara tersebut juga dihadiri oleh Bupati Kabupaten Batang, beliau berkeliling melihat kreativitas yang dipamerkan di masing-masing stand serta melakukan penilaian stand terbaik yang pada akhirnya dimenangkan oleh desa Wonokerso. Kemudian acara dilanjutkan dengan Qiraatil Qur’an yang dipimpin oleh perwakilan mahasiswa.

Acara semakin hangat dan meriah ditambah lagi dengan penampilan Tari Lokal Batik Gringsing. Setelah penampilan, dilanjutlan dengan sambutan dari ketua pelaksana expo, dosen koordinator Kabupaten Batang/P2KKN, sambutan bupati Kabupaten Batang dan simbolisasi pembukaan acara dengan melakukan penerbangan balon. Semakin ramai pula acara ketika diputarkan video profil Kabupaten Batang. Para petinggi Kabupaten Batang yaitu seperti bupati, menyampaikan bahwa sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN Undip dan berharap bisa mempromosikan Batang melalui media sosial, beliau juga berharap agar tahun depan ada lagi KKN Undip yang ditempatkan di kecamatan-kecamatan lain yang belum pernah menjadi lokasi KKN. Acara dilanjutkan dengan adanya talkshow bersama Duta Wisata Kabupaten Batang, perwakilan Perindag, dan perwakilan dari UMKM Batik Grinsing. Semakin memuncaknya acara dimeriahkan dengan pengumuman award dari tiap-tiap kecamatan dengan pembagian hadiah. Acara diakhiri pada pukul 12.30 WIB, mahasiswa KKN berharap agar segala kerja nyata yang telah dilakukan selama ini dapat berguna bagi masyarakat Batang dan dapat membantu memajukan Kabupaten Batang.

kkkk
kdkdkdk

 

lkkk

Review by Ariany