Home » Lokasi KKN » Kab. Semarang

Category Archives: Kab. Semarang

Agenda Kegiatan

June 2018
M T W T F S S
« May    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Kegiatan yang akan datang

There are no events.

Keindahan Curug Glawe Desa Duren

salah satu pesona Wisata Desa Duren Curug Glawe

Duren – Air Terjun Curug Glawe di Desa Duren, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, kini mulai mendapat perhatian warga sekitar. Curug ini terletak pada koordinat -7.21273966 Latitude dan 110.26421228 Longitude. Salah satu tujuan mahasiswa KKN TIM 1 UNDIP menuju curug tersebut adalah adanya program pembuatan peta desa yang membutuhkan titik koordinat tersebut agar muncul pada peta dan program pembuatan akses jalan menuju curug tersebut. Mahasiswa KKN desa Duren bersama warga sekitar menuju Curug Glawe untuk menikmati keindahan Air Terjun Curug Glawe yang sangat luar biasa. Kondisi Air Terjun Curug Glawe masih sangat terawat, hal ini membuat banyak warga desa mengaku takjub dan ingin terus bermain di air terjun desa tersebut.

Air Terjun Curug Glawe yang semula tidak dikenal oleh banyak orang dapat dikembangkan menjadi wisata potensial. Air terjun yang berada di Desa Duren tersebut cukup jauh dijangkau dari dusun terdekat. Sebelum melaksanakan program, dosen KKN TIM 1 UNDIP 2018 yaitu Arnis Rochma Harani, S.T., M.T memberi pengarahan mengenai program tersebut. Salah satu hasil dari kegiatan ini adalah terbentuknya peta desa Duren yang lengkap dengan sarana dan prasarananya. Selain itu juga dapat terpetakan nya akses jalur menuju Air Terjun Curug Glawe . Akses jalannya yang rusak lumayan parah dan sering longsor membuat banyak wisatawan mengeluh karena tidak ada perbaikan berarti. Padahal daerah tersebut merupakan salah satu Desa yang sangat berpotensi sebagai Desa Wisata Alam di Kabupaten Semarang. Selain Air Terjun Curug Glawe, wisata lain di Desa Duren adalah Curug Bedut di Dusun Sekeper. Lokasinya hanya beberapa kilometer saja dari rumah warga sekitar, dan keindahan alam nya juga tidak kalah dengan Curug Glawe.

Sosialisasi Peningkatan Pengetahuan Kader untuk Desa Kemitir yang Lebih Sehat

 

Kemitir – Rendahnya kesadaran masyarakat desa Kemitir akan pentingnya kesehatan  berdampak pada tingginya angka kejadian penyakit baik menular ataupun penyakit tidak menular , maka dari itu diperlukan peran kader untuk mengajak masyarakat untuk lebih mewaspadai dan meningkatkan pola hidup sehat. TIM 1 KKN Undip Desa Kemitir Kecamatan Sumowono mengadakan program sosialisasi dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader (18/01/2018). Dalam sosialisasi tersebut disampaikan berbagai terkait tingginya kasus penyakit yang ada di desa Kemitir. Sebelum pelaksanaan program, telah dilakukan survey terlebih dahulu ke Puskesmas Kecamatan Sumowono serta Bidan Desa Kemitir.  Berdasarakn hasil survey dan data puskesmas, masalah yang ditemukan antara lain gizi kurang, rendahnya ASI ekskusif, ISPA, demam thyfoid, PMS serta TB. Selain pemaparan materi ada juga demo mengenai pembuatan makanan tambahan bagi balita dengan gizi kurang serta pembagian leaflet. Sosialisai ini dilaksanakan di bawah bimbingan dosen KKN Kecamatan Sumowono, yakni Pak Kusyogo Cahyo, Ibu Arnis dan Ibu Dewi.

Sosialisasi tersebut dihadiri oleh 20 Kader dari dusun Kemitir serta dusun Ngoho. Acara tersebut berlangsung pukul  13.00 WIB di balai desa Kemitir. Sebelum acara dimulai, terdapat sambutan awal oleh bapak Camat  Suharnoto, S.Sos, M.M sebagai pembuka acara. Selama pemaparan materi oleh masing-masing pemateri diselipkan pula tanya jawab serta pemberian hadiah untuk meningkatkan antusiasme peserta. Diharapkan dengan adanya program sosisalisasi ini para kader mampu berbagi dan menyampaikan pada masyarakat desa Kemitir untuk meningkatkan derajat kesehan masyarakat serta menekan angka kematian.

 

 

Ayah ASIK – Ayah Sayang Istri dan Keluarga

Ngadikerso – Pentingnya peran ayah dalam memotivasi sang istri dalam memberikan ASI Eksklusif pada bayinya saat usia 0 hingga 6 bulan merupakan faktor reinforcing (penguat) untuk istri. Upaya peningkatan kesadaran dan pengetahuan seorang ayah dalam memberikan dukungan dan semangat kepada sang ibu dalam menyusui diberikan melalui Sosialisasi Ayah ASI dan Keluarga Sehat di Balai Desa Ngadikerso (18/01/2018). Sosialisasi ini dihadiri oleh suami yang memiliki istri yang sedang hamil, bidan desa, kader-kader posyandu, perangkat desa, serta mahasiswa KKN Tim 1 Undip 2018. Kegiatan ini bekerjasama dengan Puskesmas Sumowono yang dihadiri oleh Ibu Panunggal Jati.

Kegiatan tersebut diawali dengan sambutan dari Bapak Sugiyono selaku Kepala Desa Ngadikerso kemudian sambutan dari Puskesmas yang diwakilkan oleh Ibu Panunggal Jati yang dilanjutkan dengan sesi materi dan diskusi. Materi yang diberikan kepada peserta adalah tentang pentingnya peranan ayah dalam memotivasi istrinya untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Materi kedua membahas mengenai Keluarga Sehat dimana sosialisasi ini disampaikan dengan tujuan agar peserta paham mengenai kebijakan Program Indonesia Sehat yang dicanangkan oleh Pemerintah. Kegiatan yang telah dilaksanakan diharapkan dapat mewujudkan masyarakat yang sadar dan berpartisipasi aktif dalam mewujudkan pembangunan kesehatan Indonesia yang dimulai dari tingkat Desa atau Kelurahan.

ng3

Senyum Ceria Siswa SD Ngadikerso 2

ng12Ngadikerso – Tim I KKN Undip memulai salah satu program pengabdian masyarakat untuk mengembangkan sumber daya manusia di desa Ngadikerso. Kali ini, program yang dilaksanakan adalah PHBS yaitu materi tentang cara mencuci tangan yang benar dengan sabun yang diikuti oleh adik adik SD kelas 1. Kegiatan berlangsung setelah pulang sekolah selama kurang lebih 1 jam (16/01/2018). Atensi dari murid-murid sangat besar terlihat dari kegembiraan yang ada saat materi berlangsung. Program ini merupakan salah satu dari serangkaian program yang telah disusun oleh Mahasiswa KKN Tim 1 UNDIP yang ditujukan khusus untuk siswa SDN Ngadikerso 2 dan telah dijadwalkan sebanyak 6 kali pertemuan dalam kurun waktu 1 bulan. Tidak sekedar memmberikan edukasi kepada anak-anak SDN Ngadikerso 2, mahasiswa KKN Tim 1 Undip 2018 juga mengajak para siswa mempraktikkan dan mengingat kembali materi yang telah disampaikan.

ng 22Salah satu institusi pendidikan yang terdapat di Desa Ngadikerso adalah SDN Ngadikerso 2 yang terletak di area Dusun Jlegong Desa Ngadikerso. Jumlah siswa yang dimiliki sebanyak 116 murid. Sasaran dari pengabdian masyarakat ini dari kelas 1 sampai dengan kelas 5. Kegiatan yang dilakukan sampai saat ini adalah sosialaisasi CTPS (Cuci tangan Pakai Sabun) dan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). Metode yang digunakan metode pedagogik serta mengikutsertakan peran siswa dalam melakukan praktik secara aktif. Materi yang diberikan kepada sasaran telah diperhitungkan terkait pengetahuan yang relevan serta tingkatan pemahaman seorang murid dalam menerima materi. Harapan kami kepada para murid SDN Ngadikerso 2 setelah menerim materi yang diberikan dapat meningkatkan pengetahun, memberikan manfaat dalam kehidupan sehari-hari, serta dapat mengaplikasikannya dengan benar.

DEDIKASI MAHASISWA UNDIP DALAM PENDIDIKAN DI DESA TRAYU

Trayu – Kegiatan KKN TIM 1 Undip 2018 Desa Trayu, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang di pekan kedua yaitu mengajar di SD Trayu dengan mata pelajaran Bahasa Inggris, Matematika dan IPA untuk kelas 4,5,6. Kegiatan diawali dengan upacara pagi di halaman sekolah SD Trayu. Pembina upacara (Moch.Sowir), guru agama di SD Trayu memberikan nasihat yang membangun karakter anak-anak. Selepas upacara, kegiatan dilanjutkan dengan mengajar Bahasa Inggris kelas 4 dan kelas 5. Kelas 4 terdiri dari 12 murid dan kelas 5 terdiri dari 10 murid. Semua murid tampak sangat antusias pada saat proses pembelajaran dengan TIM KKN.

SD Trayu merupakan satu-satunya SD yang ada di Desa Trayu yang terletak di dusun Trayu, dengan jumlah murid dari kelas 1 hingga kelas 6 yang tidak lebih dari 86 murid. Seluruh murid tersebut berasal dari 4 dusun yang berbeda (Wonosari, Gelaran, Kalitumpang dan Trayu). SD Trayu memiliki ekstrakulikuler berupa pramuka siaga dan UKS. “Perlu diketahui bahwa jarak dari Dusun Trayu ke Kalitumpang lebih dari 2 km dan dari Dusun Trayu ke Wonosari juga lebih dari 2 km, tetapi tidak menghalangi mereka untuk tetap bersekolah dan menggapai cita-cita mereka walaupun harus berjalan kaki”, ujar Pak Margono.

Trayu 7

GELARAN YANG PENUH PAGELARAN

trayu 5

Trayu – Mahasiswa TIM I KKN Undip 2018 Desa Trayu, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang mengikuti kegiatan perkumpulan rutin Karang Taruna Dusun Gelaran yang dilaksanakan di kediaman Kepala Dusun Gelaran, Bapak Kusdar Djoko (13/01/2018). Acara tersebut dimulai dengan pembukaan oleh Wahyu selaku Ketua Karang Taruna Dusun Gelaran yang dilanjutkan dengan perkenalan dari seluruh anggota Karang Taruna serta mahasiswa TIM I KKN Undip 2018. Acara ini bertujuan sebagai wadah bagi pemuda Dusun Gelaran serta mahasiswa untuk saling berbagi pengalaman serta ilmu dalam hal manajemen organisasi.

trayu 6

Aktivitas perkumpulan Karang Taruna dilanjutkan dengan latihan karawitan bersama warga Dusun Gelaran yang ditujukan untuk meningkatkan potensi warga Dusun Gelaran dalam bidang kesenian. Berdasarkan penuturan dari salah satu penggiat kesenian Karawitan di Dusun Gelaran, kegiatan ini telah berlangsung sejak tahun 1986 dan tetap eksis hingga saat ini terbukti dari antusiasme warga setempat baik anak-anak, remaja hingga lansia. Selain karawitan, ada beberapa kesenian yang aktif di Dusun Gelaran, seperti Reog dan Campur Sari. Acara ini berakhir pada pukul 22.00 dan ditutup oleh perwakilan mahasiswa TIM I KKN Undip 2018, Aditya Dwi Wahyu N.

OPTIMALISASI POSYANDU SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PELAYANAN KESEHATAN DASAR MASYARAKAT DESA DUREN

commercial photography locationsPemberian materi kepada warga yang datang ke Posyandu

Sebagai salah satu upaya kesehatan masyarakat, Posyandu memiliki peranan penting dalam menyediakan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat, khususnya  bagi ibu hamil dan balita. Berdasarkan survei pendahuluan yang telah dilaksanakan, salah satu permasalahan kesehatan yang ada pada Desa Duren adalah kurang optimalnya pelaksanaan Posyandu. Beberapa kondisi yang menyebabkan kurang optimalnya pelaksanaan Posyandu antara lain minimalnya jumlah kader posyandu, kurangnya pengetahuan kader dan warga mengenai kesehatan, dan rendahnya partisipasi warga untuk mengikuti kegiatan Posyandu.

Kurang optimalnya pelaksanaan Posyandu tersebut mengakibatkan timbulnya masalah kesehatan lain, seperti banyaknya balita yang tidak menerima ASI Ekslusif, tidak tepatnya pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) pada balita, dan ditemukannya balita gizi kurang. Oleh karena itu, perwakilan KKN TIM I UNDIP Desa Duren, Kecamatan Sumowono dari Fakultas Kedokteran menjalankan salah satu rangkaian program pengoptimalan posyandu balita pada hari Selasa, 17 Januari 2018.

Rangkaian program tersebut diawali dengan pelaksanaan posyandu yang kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi mengenai pentingnya pelaksanaan Posyandu, pentingnya ASI Eksklusif dan pemberian MP ASI yang tepat dan benar, cara pengelolaan gizi seimbang dan pemantauan status gizi balita. Warga tampak sangat antusias terhadap program kegiatan yang diadakan.

commercial photography locationsPemberian materi kepada kader posyandu

Sebelum pelaksanaan Posyandu, TIM KKN I UNDIP memberikan pembekalan kepada kader Posyandu mengenai pelaksanaan posyandu yang sesuai dengan standar Kemenkes RI yaitu pelaksanaan posyandu 5 meja, peran kader dalam posyandu, pelatihan pembacaan KMS dan edukasi mengenai gizi seimbang dibawah bimbingan Ibu Dewi Marfu’ah K. S.Gz, M.Gz, dosen Ilmu Gizi Undip. Program pengoptimalan posyandu ini nantinya juga akan dilanjutkan dengan agenda advokasi kepada perangkat desa untuk memberikan dukungan terhadap keberlangsungan posyandu dan peningkatan jumlah kader posyandu.

PELAYANAN KESEHATAN DASAR MASYARAKAT LANSIA DESA DUREN MELALUI POSYANDU LANSIA

commercial photography locationsPenyuluhan dan Pengecekan Kesehatan Masyarakat Lansia di Posyandu Lansia

Tingginya jumlah lansia pada Desa Duren tentunya memerlukan pendampingan kesehatan, dikarenakan lansia memiliki kerentanan terhadap penyakit degeneratif, seperti diabetes dan hipertensi. Layanan kesehatan terdekat terlalu jauh untuk didatangi tiap bulan karena terletak di Desa Sumowono. Pos Pelayanan Terpadu Lansia pada tiap dusun di Desa Duren dapat menjadi tempat pemantauan kesehatan lansia tiap bulan, sehingga dapat menurunkan angka morbiditas pada Desa Duren.

Pada hari Selasa dan Rabu tanggal 16 dan 17 Januari 2018, KKN TIM I UNDIP Desa Duren, Kecamatan Sumowono, melaksanakan pemberian materi mengenai pentingnya POKSILA atau yang sering disebut sebagai Posyandu Lansia kepada masyarakat yang telah berumur lebih dari 45 tahun. Program ini berjalan dengan bimbingan dari Ibu Dewi Marfu’ah Kurniawati, S.Gz., M.Gz. selaku dosen pembimbing lapangan KKN UNDIP di Kecamatan Sumowono.

Sebelum memberikan sosialisasi kepada lansia yang hadir di Posyandu Lansia secara langsung, KKN TIM 1 UNDIP juga memberikan pembekalan kepada Posyandu mengenai pelaksanaan POKSILA yang sesuai dengan standar pelayanan POKSILA yang terdiri dari pengajaran pengisian KMS lansia, pelatihan pengukuran nadi dan pelatihan pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter. Hal ini dilakukan sebagai bekal bagi para kader untuk memberikan pelayanan Posyandu dengan baik kepada warga Desa Duren.

Kegiatan Posyandu tersebut dimulai pada pukul 10 pagi dimulai dari pendaftaran ke posyandu, penimbangan berat badan, pengukuran tekanan darah, konsultasi kesehatan, dilanjutkan pemberian materi kepada warga. Warga-warga terlihat sangat antusias terhadap program kegiatan yang diadakan.

DASH Diet, Upaya Wujudkan Lansia Bebas Hipertensi

Losari – Kesehatan merupakan salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, perlu dilaksanakan kegiatan-kegiatan pelayanan kesehatan, seperti Posyandu. Di Desa Losari, Kecamatan Sumowono, terdapat 4 posyandu yang terbagi di 4 dusun, yaitu Dusun Losari, Dusun Kalidukuh, Dusun Kaliliseng dan Dusun Bantir. Posyandu tidak hanya melakukan pelayanan kesehatan kepada balita, tetapi juga terdapat Posyandu Lansia (lanjut usia) yang khusus melayani para lansia di desa tersebut.

Senin, 15 Januari 2018 dilaksanakan Posyandu lansia di dusun Bantir, desa Losari. Agenda ini diawali dengan pemeriksaan tekanan darah oleh bidan Desa Losari, Ibu Pudjijaningsih, A.Md.Keb. Berdasarkan survey pendahuluan yang telah dilaksanakan dan hasil pemeriksaan pada saat Posyandu Lansia, didapat salah satu permasalahan kesehatan pada lansia adalah hipertensi. Pada data kader posyandu, bulan November 2017 tercatat 5 dari 11 lansia dusun Bantir terkena tekanan darah tinggi.

Sebagai bentuk pelayanan kesehatan dari Tim 1 KKN Undip 2018, dilakukan penyuluhan dan food sample mengenai cara menurunkan hipertensi dengan DASH Diet oleh Novitasari Tribuana Tungga Dewi, mahasiswi Fakultas Kedokteran, dibimbing oleh Ibu Dewi Marfu’ah K. S.Gz, M.Gz., dosen Ilmu Gizi Undip. DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) Diet adalah diet yang diadaptasi dari the American Heart Association (AHA) yang dirancang untuk mencegah dan mengobati tekanan darah tinggi, menurunkan kolesterol jahat (LDL), risiko penyakit jantung, batu ginjal, kanker dan stroke, serta meningkatkan sensitivitas insulin. Pada kesempatan ini dijelaskan bagaimana porsi makan yang baik dalam 1 hari disertai dengan menampilkan contoh menu dalam sehari. DASH Diet ini menarik perhatian para lansia yang didominasi oleh para ibu. Hal ini terlihat dari antusiasme peserta dalam mengajukan 10 pertanyaan seputar diet yang sebaiknya dilakukan oleh usia lanjut. Program ini diharapkan dapat menurunkan masalah-masalah kesehatan yang dialami oleh para lansia di Desa Losari.

KETAHUILAH GOLONGAN DARAHMU!

Kalisidi, 15 Januari 2018 telah diadakan program pemeriksaan golongan darah di desa Kalisidi oleh tim I KKN Undip tahun 2018. Pemeriksaan golongan darah dilaksanakan dibalai desa bagi pamong desa serta guru-guru desa Kalisidi. Pemeriksaan ini diadakan karena kurangnya warga desa untuk ingin mengetahui pentingnya golongan darah dan bertujuan apabila terdapat warga yang membutuhkan donor darurat telah diketahui oleh warganya masing-masing. Golongan darah dilakukan dengan pengujian menggunakan reagen anti-A, anti-B serta anti-AB yang diteteskan pada kartu pemeriksaan dengan sampel darah warga masing-masing yang nantinya akan terdapat penggumpalan sehingga bisa mengetahui hasil golongan darah tersebut. Hasil pemeriksaan golongan darah didominasi oleh golongan darah A.

Kegiatan ini sangat diminati oleh warga dikarenakan warga cukup kurang mengenai pengetahuan golongan darah. Hal ini yang memacu untuk menghimbau warga-warga lain untuk melakukan pemeriksaan golongan darah demi sekitarmu.