Home » Lokasi KKN » Kab. Semarang

Category Archives: Kab. Semarang

Menanam Toga di Susukan

S__7544905

Dalam pelaksanaannya program ini dilakukan di minggu-minggu terakhir di kelurahan Susukan. Program dilakukan dengan cara pengenalan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) ke warga RT.04/02 Kelurahan Susukan yang memiliki lahan yang luas tetapi kurang pemanfaatanya. Cara pengenalannya yaitu mengunjungi rumah-rumah warga tersebut dan membagikan booklet Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan memberi penjelasan tentang khasiat-khasiat tanaman tersebut serta menunjukan contoh tanaman obat yang sering ditemukan di daerah Desa Wisata Bejiharjo tersebut seperti tanaman sirih. Warga pun tertarik dengan penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) ini, karena selain menambah hijau lahan sekitar pekarangan rumah.

 

Pada saat penanaman TOGA kami tim II KKN UNDIP juga membantu dalam penanaman dan cara untuk merawat tanaman TOGA tersebut. Tanaman TOGA yang kami tanam seperti Kumis Kucing, Lidah Buaya, dan tanaman obat lainnya.Kami berharap warga dapat memanfaatkan tanaman TOGA ini dengan sebaik-baiknya.

 

MERDEKA! MERDEKA!

S__7544904

Merdeka!! Merdeka!! Merdeka!!

Semangat kobarkan sang saka! Inilah semangat kami dan warga RT.04/02 di kelurahan Susukan dalam menyambut  HUT RI ke-72. Sebelumnya, terdapat rangkaian perlombaan untuk menyambut 17 Agustus seperti lomba anak-anak yang terdiri dari memasukkan pensil ke botol, mengambil koin, menggiring bola,dsb serta lomba ibu-ibu dan yang paling seru adalah lomba bapak-bapak yakni panjat pinang yang berlangsung h-5 17 Agustusan.

Pada malam  puncak HUT yakni tanggal 16 Agustus malam terdapat pergelaran meriah yang diadakan oleh warga RT.04/02 Kelurahan Susukan. Rangkaian hiburan acara yang telah dipersiapkan oleh warga seperti menyanyikan lagu nasional, tembang jawa, menari, drama dan di penghujung acara terdapat penampilan dari kami TIMII KKN UNDIP. Acara begitu meriah dan sangat merangkul antara warga dan TIM II KKN UNDIP.

EXPO KABUPATEN SEMARANG

S__7544903

Minggu, 13 Agustus 2017

Acara Kabupaten yakni Expo Kabupaten Semarang yang dihadiri oleh semua tim II KKN UNDIP yang berada di kabupaten Semarang seperti Ungaran Timur, Ungaran Barat, Sumowono, Bawen, dan Tengaran. Dengan stand-stand disetiap kecamatan yang menampilkan makanan khas atau program unggulan dari masing-masing desa atau kelurahan dii Kabupaten Semarang. Untuk Kelurahan Susukan sendiri memamerkan UMKM yang ada di Susukan seperti Batik Adisty Penggaron dan olahan Jamur dari Susukan tak lupa juga kami memamerkan program unggulan kita yakni olahan tahu berbahan dasar ikan lele dan desain lampu jalan.

Kegiatan ini berlangsung pada pukul 12.00 smpai dengan pukul 16.00 dengan berbagai hiburan menarik yang menjadi perwakilan dari setiap kecatamatan di kabupaten Semarang. Serta dihadiri oleh DPL dan Sekda atau perwakilan dari Bupati Semarang. Pada penghujung acara MC mengumumkan penghargaan yang dimenangkan oleh Ungaran Timur sebagai Stand Terbaik dan Tim terkompak.

GERAH “Gerakan Ungaran Timur Hijau”

S__7544902

Sabtu, 12 Agustus 2017.

TIM II KKN UNDIP di Kecamatan Ungaran Timur serentak melakukan penanaman pohon di kecamatan dan di 8 desa yang ada di kecamatan Ungaran Timur. Sabtu pagi pukul 08.00 dilakukan peresmian dengan upacara yang dihadiri DPL, Camat dan Lurah atau  kepala desa dan peserta dari tim II KKN UNDIP Kecamatan Ungaran Timur. Pak Camat beserta DPL dan kepala desa juga ikut dalam penanaman di kantor kecamatan Ungaran Timur.

Tim II KKN UNDIP berharap dengan  adanya acara penanaman pohon ini kecamatan Ungaran Timur dapat menjaga dan melestarikan tanaman agar dapat bermanfaat bai masayarakt sekitar. Pohon yang di tanam beraneka ragam seperti, Pohon Trembesi, Pohon Mangga, Pohon Rambutan dsb.  Dan di setiap desa juga melakukan penanaman pohon  di sekitar desa dengan kepala desa dan masyarakat sekitar.

PODUK “Pojok Edukasi”

S__7544901

Pojok Edukasi adalah program multidisplin dari tim KKN II UNDIP di kelurahan Susukan. Progran ini diharapkan dapat memberikan  pembelajaran yang berbeda dengan yang telah diberikan oleh guru. Pojok Edukasi, nama ini diberikan karena berada di sudut-sudut sekolah di SD Negeri 04 Susukan dengan memeberikan informasi-informasi atau ilmu-ilmu yang baru dan belum pernah diberikan oleh bapak atau ibu guru. Adik-adik di SD Negeri 04 Susukan ini juga diajarkan bagaimana membuat bahan pojok edukasi di setiap minggunya.

Dengan ha ini dapat melatih adik-adik di SD Negeri 04 Susukan ini lebih aktif dan membuat suasana belajar menjadi lebih asik dan tidak monoton. Banyak ilmu dari tiap-tiap jurusan yang tertuang dalam Pojok Edukasi. Dan juga kami belajar bersama tentang hal atau ilmu baru tersebut ke adik-adik SD yang setelah itu Adik-adik SD dapat mengamplikasikan ilmu yang didapat dan memeberikan ilmu-ilmu baru di minggu-minggu berikutnya.

Susukan Bebas Kaki Gajah

S__7544900

Pembasmian wabah kaki gajah (filariasis) di Kabupaten Semarang dengan cara minum obat serentak, yang dilaksanakan pada 4 Agustus 2017. Pengobatan kaki gajah serentak ini menjadi prioritas setelah sebelumnya dilakukan survei, kemudian hasilnya menunjukkan 2 warga  dinyatakan positif filariasis secara klinis Seluruh masyarakat, mulai dari usia 2 tahun sampai usia 70 tahun diwajibkan mengikuti program pengobatan masal ini. Pengecualian, bagi warga yang mengidap penyakit tertentu seperti kelainan fungsi ginjal, epilepsi, jantung, sakit berat, fillaria kronis, anak dengan marasmus (gizi buruk) disarankan tidak meminum obat anti-filaria ini.

Sebelumnya diadakan sosialisasi oleh  petugas kesehatan desa/kecamatan ke ibu-ibu rw dan rt di kelurahan Susukan. Tim KKN II UNDIP juga berperan serta dalam sosialisasi ataupun saat pengobatan serentak Kaki gajah di kelurahan Susukan. Di kelurahan Susukan sendiri terdiri dari 8 rw yang masing-masing mendirikan pos pengobatan kaki gajah.

Air yang Bersih, Panenpun Melimpah

S__7544897

Salah satu program  keilmuan tim KKN II UNDIP di desa Susukan  ini ingin membantu permasalahan usaha budidaya lele di Susukan. Diketahui permasalahan yang ada adalah banyaknya ikan mati sebelum waktu panen tiba yang membuat kerugian materi bagi pemilik usaha budidaya ikan lele. Setelah di cermati  dan dilakukan survei tentang indikasi masalah yang ada dapat di simpulkan dari permasalahan tersebut akibat air yang keruh dan tingkat asam yang lebih besar dari basa.

Untuk itu dilakukan pengecekan rutin oleh tim KKN II UNDIP di kelurahan Susukan untuk diberikan solusi dari permasalahan yang ada. Dan dari solusi yang diberikan setelah 2 minggu diberikan obat untuk air menjadi lebih basa maka mempengaruhi berkurangnya ikan mati. Dengan cara tersebut pembudidaya tidak merugi atas permasalahan yang ada.

Batik Motif Khas Semarang

S__7544898

Di kelurahan Susukan, ternyata terdapat potensi seni yang tinggi, yakni batik tulis “Adisty Batik”. Di Adisty Batik ini kita dapat menemukan batik dengan corak atau motif yang berciri khas kota Semarang khususnya di Kabupaten Semarang, seperti Candi Gedong Songo, Hutan Penggaron, dan yang paling menarik ternyata batik yang dikenakan pegawai negeri di kab. Semarang di desain oleh Adisty Batik lho…

Nah, di Adisty Batik juga menawarkan berbagai produk seperti kain meteran motif batik, pakaian dengan desain batik dan aksesoris lucu dari batik. Untuk batik yang di produksi oleh Adisty Batik dibedakan menjadi 2 kategori yakni Batik Tulis dan Batik Cap. Masing-masing dibandrol dengan harga yang berbeda, untuk Batik cap sendiri mulai dari 150.000-250.000 rupiah sedangkan untuk batik tulis dibandrol lebih mahal yakni 500.000-2.000.000 rupiah!! Ini dikarenakan proses untuk membuat Batik Tulis memerlukan waktu yang lama dan perlu ketelitian yang tinggi.

Semangat warga Desa Branjang Berpartisipasi Menyamut HUT RI ke-72: Bukan Hadiahnya tapi Partisipasinya

edit 6

orangtua ikut berperan mengantar anak ikut serta lomba

Branjang, Menyambut datangnya hari kemerdekaan Indonesia yang ke-72, remaja Karangtaruna desa Branjang mengadakan kegiatan lomba-lomba yang akan dilakukan oleh kalangan Balita sampai Ibu-ibu. Yang membedakan dengan kegiatan perlombaan tujuhbelasan dengan daerah lain, di dusun Cemanggah Kidul, perlombaan melibatkan ibu atau orang tua dengan anak sebagai bentuk kerjasama. Kegiatan perlombaan dilakukas setiap hari minggu dimulai dari masuk bulan agustus. Perlombaan dilakukan di halaman rumah Bapak Supri, Minggu (6/8).

Berjalan diatas Kaleng Susu merupakan perlombaan yang umum, namun yang membedakan perlombaan di dusun Cemanggah Kidul adalah dilakukan oleh Anak-anak usia 8-12 tahun dan orangtuanya. Bagaimana orangtua mengkooardinasi agar anak tidak jatuh tanpa bantuan langsung dari orangtuanya menjadi ketertarikan dan keseruan penonton yang melihat saat ibu-ibu peserta lomba ulai geregetan ingin ikut membantu anak-anaknya langsung.

edit 5

Kegiatan tujuh belasan seperti ini merupakan moment yang ditunggu-tunggu oleh seluruh warga negara Indonesia sebagai bentuk paritsipasi menyambut datangnya hari kemerdekaan Indonesia. Tidak sekedar perlombaan yang berhadiah, tapi memaknai kegiatan tersebut sebagai pengingat perjuangan para pahlawan yang telah gugur memperjuangkan kemerdekaan Indonesia bukanlah hal yang mudah dan penuh perjuangan.

Partisipasi Siswa SD Branjang: Gerak Jalan Sehat sembari memungut Sampah

EDIT 8

Siswa SD Branjang Jalan sehat sembari memungut sampah

Branjang, Gerakan Jalan Sehat sebagai salah satu kegiatan yang dilakukan Tim II KKN Undip untuk menggerakan warga Desa Branjang untuk mulai hidup disiplin membuang sampah pada tempatnya sesuai jenis sampah, Rabu (16/8).

Kesadaran warga desa Branjang, khususnya Dusun Cemanggah Kidul untuk membuang sampah ditempatnya masih sangat rendah, terlihat dari banyaknya buntalan plastik kresek bahkan kasur bekas yang menyumbat saluran air sungai yang terdapat di desa tersebut. Warga menyebutkan, bahwa perilaku masyarakat ini dimulai karena tidak adanya tempat pembuangan akhir didaerah tersebut.

edit 7

Masalah yang mulai timbul dari perilaku kurang baik dalam membuang sampah ini, yang menggerakan mahasiswa KKN Tim II Undip unttuk membuat “Bank Sampah”. Masalah utama yang menjadi kendala adalah kemauan warga untuk memilah dan mengumpulkan sampah di Bank Sampah. Untuk itu kemauan tersebut dialihkan dengan memulai dengan mengajak anak-anak SD mengikuti jalan sehat sembari mengambil sampah dilingkungan desa Branjang. Kegiatan ini sebagai bentuk nyata agar  orang tua tergerak melihat perilaku disiplin yang dilakukan anak-anaknya demi masa depan yang lebih baik.