Home » Lokasi KKN » Kab. Semarang

Category Archives: Kab. Semarang

TIM 2 KKN TEMATIK CIPTAKAN ALAT PENGERING KULIT KAYU MAHONI DALAM MENJAGA PRODUKTIVITAS PEWARNA ALAMI BATIK LAWUNG AGENG

Gemawang (23/8) TIM 2 KKN Tematik Undip menciptakan alat pengering kulit kayu mahoni dalam rangka meningkatkan produktivitas usaha batik Lawung Ageng. Kulit kayu mahoni digunakan sebagai salah satu pewarna alami. Secara tradisional, kulit kayu mahoni perlu dikeringkan oleh sinar matahari kurang lebih waktu yang diperlukan adalah 1 minggu. Terjadi masalah apabila saat cuaca sedang sinar matahari tidak terik atau hujan.

TIM 2 KKN Tematik Undip memberikan solusi untuk permasalahan ini, dengan alat pengering mahoni ini dapat mengeringkan kulit kayu mahoni disegala kondisi cuaca. Alat ini dapat mengeringkan kurang lebih dari 20 Kg kulit kayu mahoni dalam waktu kurang lebih 5 jam. Dengan ini produktivitas pewarna alami tetap terjaga walaupun kondisi cuaca sedang tidak baik.

Program ini dibuat oleh teman -teman dari  fakultas yakni FSM dan FEB. anggota tim nya Syifa Avicenna – Fisika’16 bertugas untuk merancang desain dari alat ini, Muhammad Rizky Ananda – Fisika’16  membuat rancangan mekanik dan elektrik alat pengering ini ke dalam bentuk alat, Pergina Astuti Timbo – Managemen’16 membuat standar operasional prosedur pemakaian dan Rahmat Rizal Muafig – Akuntansi’16 membuat anggaran dari pembuatan alat ini.

Pembuatan Alat ini diakhiri dengan demo alat Bersama dengan Bu Umi Khalifa sebagai pemilik dari usaha batik Lawung Ageng yang berlangsung pada Jumat, 23 Agustus 2019 dari jam 08.00 – 12.00. Kegiatan ini ditutup dengan foto Bersama pemilik harapannya dengan dibuatnya alat ini dapat membantu mengembangkan usaha batik Lawung Ageng

pengering-kayu-mahoni

TIM 2 KKN TEMATIK UNDIP CIPTAKAN CANTING LISTRIK DENGAN PENGONTROL SUHU UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIFTAS KERJA PARA PECANTING USAHA BATIK GEMAWANG

Gemawang (21/8) Mahasiswa KKN Tematik Undip Tim 2 membuat alat canting listrik dengan pengontrol suhu guna meningkatkan efektifitas dan efisiensi untuk para pecanting usaha batik gemawang. Untuk pembuatan alat ini memakan waktu kurang lebih 1 bulan.  Alat ini dirancang dengan pengendali PID yang mana dapat menjaga suhu optimal untuk melelehkan malam dan suhu optimal yang diperlukan untuk melelehkan malam yang digunakan di usaha ini ialah 130 derajat celcius.

Program ini merupakan program multidisiplin yang dibuat dengan kerja sama antara 3 fakultas yakni FSM, FT, dan FEB. anggota tim nya Syifa Avicenna – Fisika’16 bertugas untuk merancang desain dari alat ini, Aliska Nuriya Aziza – Fisika’16 dibagian analisis sitem kendali yang digunakan untuk mendapatkan nilai konstanta PID agar bisa menjada suhu optimal, Muhammad Rizky Ananda – Fisika’16  dibagian rancangan diagram blok sistem dan skematik rangakaian listrik, Yogie Meysa Tama – Teknik Komputer’16 mengimplementasikan PID ke dalam mikrokontroller, Annisa Nilam Cahaya – IESP’16 membuat evaluasi proyek yang berisi hasil pengamatan baik buruk nya projek ini, dan Siti Sofiyatun –  fisika’16 membuat Standar operasional prosedur penggunaan dari alat ini.

Pembuatan Alat ini diakhiri dengan demo alat Bersama dengan Pak Fauzi sebagai pemilik dari usaha batik gemawang yang berlangsung pada Rabu, 21 Agustus 2019 dari jam 08.00 – 12.00. kegiatan ini ditutup dengan foto Bersama pemilik harapannya dengan dibuatnya alat ini dapat membantu mengembangkan usaha batik gewamang.

Canting-Listrik

Keanekaragaman Produk Desa Gemawang oleh Tim KKN Tematik Undip

Gemawang (20/8) Di dalam meningkatkan pemasukan, diversifikasi produk merupakan salah satu upaya untuk mencapai hal tersebut. Hal tersebut dikarenakan peningkatan pangsa pasar yang lebih luas yang menyesuaikan permintaan para konsumen. Sama halnya dengan apa yang dilakukan teman – teman Tim KKN Tematik Undip Desa Gemawang. Pada minggu ketiga, Tim KKN Tematik Undip Desa Gemawang melalui karang taruna menerapkan diversifikasi produk yang memanfaatkan potensi di Desa Gemawang. Hal tersebut tidak lain dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah dan pemasukan.    Produk – produk tersebut antara lain scrub yang terbuat dari kopi, lilin yang aromanya terbuat dari kopi, horta yang terbuat dari limbah kulit, dan briket yang terbuat dari kayu.

Terkait dengan scrub, produk tersebut dibuat dari kopi yang dapat merawat kulit kita seperti dari kusam, berminyak, berjerawat, dan lain – lain. Kemudian sama halnya dengan scrub, lilin beraroma kopi juga menawarkan aroma yang dapat memperbaiki mood. Tidak juga lupa horta yang merupakan boneka lucu yang menggunakan limbah kulit kopi sebagai pengganti dakron. Dan yang terakhir penyulapan limbah bambu menjadi briket sebagai pengganti arang untuk memasak.

Limbah kulit kopi di sini juga dapat dimanfaatkan menjadi horta. Horta merupakan boneka lucu yang berisikan limbah kopi dengan bibit rumput diatasnya, bibit rumput tersebut dapat tumbuh dan menyerupai rambut.  .  Proses pembuatan horta menggunakan jaring – jaring yang digunakan sebagai wadah limbah kulit kopi dan bibit rumput tersebut. Kemudian diikat menyesuaikan bentuk boneka yang diinginkan.
keanekaragaman-produk1

Kemudian untuk pengganti arang adalah briket dari serbuk bambu yang digunakan sebagai pengganti arang . Melalui proses pengumpulan serbuk kayu yang akan dibakar di dalam wadah logam. Kemudian hasil dari bakaran tersebut menjadi arang yang nantinya akan dihaluskan kemudian diberi campuran air hangat dan tepung tapioka agar menjadi adonan. Adonan terserbut dicetak dan dikeringkan di bawah terik sinar matahari. Briket yang kami ciptakan ini membuat limbah bambu yang tidak terpakai menjadi barang yang memiliki nilai tambah.

keanekaragaman-produk2

Tidak lupa lulur kopi yang terbuat dari biji kopi asli Desa Gemawang yang dapat membantu mengangkat sel kulit mati, mencerahkan kulit, dan mencegah penuaan dini. Hanya dengan beberapa sendok bubuk kopi yang dicampur dengan garam yang kemudian dicampur dengan sedikit air hingga kental, maka jadilah lulur kopi asli Desa Gemawang Tersebut

keanekaragaman-produk3

Dan yang terakhir adalah produk lilin aromaterapi dari kopi. Caranya kita hanya perlu memasukan sebagian lelehan kerak lilin ke dalam wadah yang telah berisi bubuk kopi. Kemudian, masukkan sumbu lilin dan setelah itu sisa lelehan kerak lilin dituangkan kembali. Tunggu hingga kering dan kemudian lilin aroma terapi tersebut siap digunakan

keanekaragaman-produk4

Dengan diperkenalkannya produk – produk baru yang menjadi diversifikasi produk, maka harapannya dapat mengurangi pengangguran, meningkatkan kreativitas, dan meningkatkan pemasukan di Desa Gemawang melalui karang taruna

CERDASKAN PEMUDA DESA MENGENAI PARTISIPASI POLITIK DAN UU ITE UNTUK DESA BANDING YANG LEBIH BAIK

 

 

20190723121901 20190723122444

Desa Banding (21/7/2019) Program monodisiplin Tim II KKN Undip berlangsung di Aula Balai Desa Banding mengenai peningkatan pemahaman pemuda desa yang diwakili oleh karang taruna, program tersebut berlangsung dengan antusias yang ditandai dengan beberapa pertanyaan yang diajukan oleh audiens. Pemaparan dilakukan oleh dua orang mahasiswi yaitu Astri Kurniawati dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik dan Bella Annisa Fadhilah dari Fakultas Hukum, keduanya memaparkan mengenai pentingnya partisipasi pemuda desa yang bertujuan membangun motivasi membangun desa, serta pengetahuan mengenai Undang Undang ITE, Hoax, hatespeech yang diharapkan kedepannya pemuda desa dapat dengan bijak menyerap informasi yang tersebar di internet dan berinisiatif membangun desa secara partisipatif.

Editor: Nikie

BERSAMA MENGURAS SUMBER AIR DUSUN JATISARI DESA BANDING

IMG_20190718_151322 IMG_20190718_152558

Desa Banding (18/7/2019) Warga Dusun Jatisari melaksanakan kegiatan bersih-bersih bersama  dengan menguras salah satu penampungan air yang merupakan sumber kehidupan di desa Banding sebelum sumber air dari PDAM dialirkan ke desa tersebut, namun penampungan tersebut masih berfungsi sebagai sumber pengairan lahan pertanian warga sekitar. Agar warga antusias dan semangat mengikuti kegiatan satu tahun sekali, Kepala Dusun Jatisari memasukkan ikan lele kedalam sumber air tersebut. Kegiatan tersebut berlangsung cukup lama dimulai pukul 13.30 WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB karena lumpur yang banyak mengendap di dasar penampungan tidak dapat di sedot dengan pompa, sehingga warga harus mengangkut secara manual menggunakan ember. Setelah kegiatan bersih-bersih selesai, dilakukan doa bersama sebagai bentuk rasa bersyukur warga setempat dilanjutkan dengan makan ketupat bersama beralaskan daun pisang.

Editor: Nikie

TELUSUR DESA BANDING KECAMATAN BRINGIN BERSAMA TIM II KKN UNDIP

Banding (10/7/2019) –Desa Banding memiliki beberapa potensi yang belum diketahui beberapa diantaranya pasar pagi Pon Legi yang menjual berbagai kebutuhan dan makanan olahan masyarakat setempat. Makanan olahan yang dijual seperti gethuk, pecel gendar dan aneka gorengan. Tidak hanya pasar pagi, desa Banding memiliki UMKM yang bervariasi, seperti kerupuk rambak, peternakan puyuh dan produk contong es krim. Dulu, gemblong merupakan hasil olahan primadona di desa Banding. Seiring dengan berjalannya waktu, gemblong yang kurang pemasaran dan sumber daya yang kurang memadahi berdampak pada hilangnya eksistensi gemblong. Selain produksi makanan, terdapat potensi wisata berupa goa di daerah Tritis yang belum terjamah oleh masyarakat. Salah satunya karena belum ada dukungan dari Dinas Pariwisata setempat.

Dengan kondisi geografis yang ada, desa Banding mengalami kekeringan di kala musim kemarau tiba. Untuk mensiasati tanah pertanian yang tidak dapat ditanami padi, para petani membuat anyaman besek dan keranjang pindang dari bambu untuk menambah pemasukan.

Untuk meningkatkan silaturahmi antar masyarakat yang ada di desa Banding, terdapat pengajian rutin yang dilakukan setiap malam Jumat yang terbagi menjadi 4 kelompok. Tidak hanya itu, setiap malam Jumat Kliwon dilakukan sholawatan bersama di masjid dusun Krajan. Dalam dua minggu terakhir pada bulan Juli 2019, masyarakat khususnya ibu-ibu desa Banding giat melakukan senam aerobik yang dilakukan di Balai Desa setiap hari Sabtu.IMG_1955 IMG_1953 IMG_1952 IMG_1951 IMG_1949

Editor: Nikie

Menuju MTS Sudirman yang Gemilang

Truko (28/7) Pada minggu ke tiga, Tim II KKN UNDIP melaksanakan program yang melibatkan pelajar menengah pertama di Desa Truko, MTS Sudirman. Pada hari Senin (22/7), Selasa (23/7), dan Rabu (24/7), dilakukan pelatihan Microsoft Office yaitu Microsoft Word untuk pelajar kelas delapan dan Microsoft Excel untuk pelajar kelas sembilan. Pelatihan dilakukan oleh Teofilus Kurniawan, mahasiswa teknik informatika. Pelatihan berlangsung dengan antusias pelajar yang tinggi.

1_1

Foto 1. Suasana Pelatihan Microsoft Office di MTS Sudirman, Desa Truko. Kegiatan dilakukan di lab komputer

Dilanjutkann pada hari Rabu (24/7) dan Kamis (25/7), dilakukan pengenalan ilmu kimia melalui eksperimen sederhana untuk pelajar kelas sembilan oleh Cahyani Gesti Faradina, mahasiswa kimia. Eksperimen ini bertujuan untuk mengenalkan pelajar dengan reaksi kimia sederhana dan mengenalkan bahwa mata pelajaran IPA tidak sulit dipelajari dan terjadi di lingkungan sekitar.

S__12066922

Foto 2. Foto Bersama Setelah Pengenalan Ilmu Kimia di MTS Sudirman pada Rabu dan Kamis (24 dan 25 Juli 2019)

Pelajar MTS Sudirman perlu dikenalkan dengan berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga ketertarikan mereka untuk belajar dapat meningkat. Perlu adanya metode penyampaian materi yang menarik yang mudah tersampaikan dan mudah dimengerti oleh pelajar.

(Mahasiswa KKN UNDIP Tim II Tahun 2019 Desa Truko, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang)

 

Editor: Nikie

 

 

Posyandu, Teman Setia Kesehatan Masyarakat

Truko (20/7), Telah dilaksanakan beberapa posyandu di beberapa dusun di desa Truko. Pada Senin (15/7), dilaksanakan kegiatan posyandu di dusun Grogol. Posyandu dusun Grogol rutin dilaksanakan setiap bulannya pada tanggal 15. Dilanjutkan pada Selasa (16/7), dilaksanakan kegiatan posyandu di dusun Carikan. Posyandu dusun Carikan  rutin dilaksanakan setiap bulannya pada tanggal 16. Terakhir posyandu dusun Gentan pada Kamis (18/7), posyandu dusun Gentan yang rutin dilaksanakan tanggal 19 tiap bulannya dilaksanakan lebih cepat karena satu dan lain hal.

Pada kegiatan posyandu selalu dihadiri oleh balita, ibu hamil, dan lansia. Kegiatan yang dilaksanakan diantaranya pemeriksaan tinggi dan berat badan, pengukuran lingkar perut bagi ibu hamil, serta pengukuran tensi darah bagi ibu hamil dan lansia. Pemeriksaan ini, dibantu kader kesehatan posyandu tiap dusun. Ada pula, konsultasi kesehatan dan pemberian obat oleh Bu Istiqomah selaku bidan desa Truko

16

Foto 1. Suasana Posyandu Dusun Carikan, Desa Truko

Selain itu, dilakukan sosialisasi mengenai pentingnya kesehatan mulut dan gigi oleh Moch. Haldi, mahasiswa kedokteran gigi, dan pentingnya menghindari pernikahan dini oleh Diyan Shofie, mahasiswa fakultas hukum. Antusias peserta yang hadir cukup tinggi. Banyak peserta yang mengajukan pertanyaan dan tanggapan tentang materi yang disampaikan.

S__7020550

Foto 2. Penyampaian Materi oleh Moch Haldi dan Diyan Shofie

(Tim KKN Undip Tim II Tahun 2019 Desa Truko, Kec. Bringin, Kab. Semarang)

 

Editor: Nikie

Mahasiswa KKN Undip Kenalkan Cara Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut di MTsS Sudriman Desa Truko

Semarang – Kesehatan gigi dan mulut sangat penting karena gigi dan gusi yang rusak dan tidak dirawat akan menyebabkan rasa sakit, gangguan pengunyahan dan dapat mengganggu kesehatan tubuh lainnya. Mulut merupakan suatu tempat yang sangat ideal bagi perkembangan bakteri. Bila tidak dibersihkan dengan sempurna, sisa makanan yang terselip bersama bakteri akan bertambah banyak dan membentuk koloni yang disebut plak, yaitu lapisan film tipis, lengket dan tidak berwarna. Jika tidak disingkirkan dengan melakukan penyikatan gigi, asam tersebut akhirnya akan menghancurkan email gigi dan akhirnya menyebabkan gigi berlubang.

Menggosok gigi secara teratur dan benar penting dilakukan untuk menjaga kesehatan gigi. Kerusakan gigi, seperti gigi berlubang, masalah pada gusi, dan bau mulut, dapat dihindari jika rutin menyikat gigi. Dengan menggosok gigi, gigi dibersihkan dari plak dan sisa makanan yang menempel pada gigi. Agar dapat membersihkan gigi secara menyeluruh, sikat gigi pun harus dilakukan dengan benar.

KKN Tim II Undip melaksanakan program monodisiplin yaitu ‘Pelatihan Mengenai Penggunaan Sikat Gigi yang Baik dan Benar, Kapan Waktu untuk Menggosok Gigi serta Screening‘. Program tersebut dilakukan oleh Mochammad Haldi dari jurusan Kedokteran Gigi yang dilaksanakan pada hari Rabu (31/7) di Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS) Sudirman. Program tersebut diikuti oleh siswa kelas 7 sebanyak 40 siswa. Rangkaian program tersebut dimulai dengan pemaparan materi mengenai ‘Kesehatan Gigi dan Mulut serta Pentingnya Kontrol Rutin ke Dokter Gigi’, dilanjutkan simulasi menggosok gigi yang baik dan benar dan pemeriksaan gigi (screening) di kelas.

Tujuan diadakannya program tersebut adalah agar siswa dapat mengetahui cara menyikat gigi yang baik dan benar sehingga kesehatan gigi dan mulut dapat terjaga dengan baik dan tidak megalami kerusakan gigi. Secara umum siswa telah memahami cara menggosok gigi yang baik namun ada beberapa yang perlu diperbaiki dalam cara menggosok gigi serta kapan waktu yang tepat untuk menggosok gigi. Selain itu, screening dilakukan untuk melakukan pemeriksaan indeks DMF-T atau status kesehatan gigi dan mulut dalam hal gigi berlubang mencapai angka 1,20 yang masih tergolong rendah.( keterangan: 0,0  – 1,1 = sangat rendah; 1,2 – 2,6 = rendah; 2,7 -4,4 = sedang; 4,5 – 6,5 = tinggi dan > 6,5 = sangat tinggi).

Dengan dilaksanakannya program tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan sikat gigi sebanyak dua kali sehari bagi siswa kelas 7 MTsS Sudirman Desa Truko dan mahasiswa dapat memahami cara menggosok gigi yang baik dan benar untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut.

(Mahasiswa KKN UNDIP Tim II Tahun 2019 Desa Truko, Kecamatan Bringin, Kab. Semarang)

Editor: Nikie

Reportase: Kami dan Sambirejo

DOKUMENTASI 1ST WEEK YANG AGAK LUMAYAN_190714_00046666Desa Sambirejo, 13 juli 2019 — Kami mahasiswa Tim II KKN Undip tahun 2019 dari Desa Sambirejo Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang pada hari Senin, 8 Juli 2019 melaksanakan upacara pelepasan di lapangan Widya Puraya. Sebagian mahasiswa tim KKN telah diberangkatkan saat itu juga, kemudian  pada hari Selasa, 9 Juli 2019 kembali memberangkatkan mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan KKN. Kegiatan KKN dilaksanakan selama kurang lebih 42 hari dari hari pemberangkatan. Khususnya, tim KKN II Undip Kabupaten Semarang melaksanakan upacara penerimaan mahasiswa KKN di Rumah Dinas Bupati Kabupaten Semarang. Usai melaksanakan upacara penerimaan mahasiswa, kami bergegas ke kecamatan yang akan diserahkan ke desa masing-masing, salah satunya kami yang akan menuju ke Desa Sambirejo.

Setiba kami di Desa Sambirejo, kami disambut dengan baik oleh Kepala Desa Sambirejo dan diantarkan menuju ke posko yang sudah disediakan yaitu di rumah Bu Asma. Keesokan harinya kami melaksanakan kegiatan yaitu survei lapangan di Balai Desa Sambirejo. Setiba disana kami disambut hangat oleh perangkat desa Sambirejo, kemudian kami melakukan wawancara kepada perangkat desa terkait permasalahan yang dihadapi oleh Desa Sambirejo dan kegiatan rutin oleh masyarakat. Salah satu permasalahan yang dihadapi Desa Sambirejo pada dua bulan ke depan adalah mengalami kekeringan akibat musim kemarau.

Tidak hanya itu, tetapi juga adanya masalah kesehatan pada masyarakat yang sebagian besar mengalami hipertensi dan Diabetes Melitus serta gatal-gatal akibat air yang kotor. Walaupun begitu Desa Sambirejo memiliki potensi wisata yaitu berupa pemanfaatan sungai untuk kegiatan rafting. Perangkat desa berharap pada kami untuk membawa rafting di Desa Sambirejo bisa memasuki ranah destinasi wisata Internasional.

Selain kami melakukan survei di Balai Desa, kami melakukan survei di kepala dusun yang ada di Sambirejo yaitu Dusun Bajangan, Dusun Sambirejo, dan Dusun Soklatan. Disana kami mendapatkan informasi tentang dusun-dusun tersebut. Dimana rata-rata permasalahan yang dihadapi setiap dusun adalah kurangnya kesadaran warga akan kebersihan lingkungan. Tidak hanya itu adanya juga permasalahan tentang kurangnya pendidikan pada masyarakat karena kondisi sosial ekonomi yang rendah dan jarak yang ditempuh untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi cukup jauh. Walaupun masyarakat Desa Sambirejo memiliki sosial ekonomi dan pendidikan yang rendah namun mereka telah mengenal tentang teknologi dan internet. Tetapi, mereka tidak memanfaatkan internet dengan baik seperti menambah wawasan dan potensi diri.

Penulis : Tim II KKN Undip Desa Sambirejo tahun 2019

 

Editor: Nikie