Home » Lokasi KKN » Kab. Semarang (Page 2)

Category Archives: Kab. Semarang

Barukan Peduli Lansia

Kegiatan Penyuluhan Kesehatan Bagi Lansia
Rabu, 26 juli 2018, Bertempat di Balai Desa Barukan, Kader PKK, Puskesmas Tengaran, serta anggota PKK yang terkait mengadakan penyuluhan serta memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat lansia yang ada di Desa Barukan.Adapun tujuan diadakannya penyuluhan dan pelayanan kesehatan terhadap lansia tsb adalah untuk menambah wawasan masyarakat desa mengenai pentingnya kesehatan serta pola hidup yang baik dan teratur. Antusias warga Desa Barukan sangatlah baik atas diadakannya kegiatan penyuluhan dan pemberian layanan kesehatan terhadap lansia tsb dilihat dari banyaknya jumlah warga desa yang turut berpartisipasi.

Pada pukul 11.00 dilakukann proses pemeriksaaan terhadap kesehatan masyarakat lansia di Desa Barukan disertai dengan pemberian obat dari pihak puskesmas yang di wakili oleh ibu Lala selaku bidan desa.Dengan adanya kegiatan penyuluhan tsb,warga lansia di Desa Barukan kini dapat menyadari arti pentingnya waktu untuk beristirahat.

Barukan Semanis Aren

Potensi Pohon Kelapa di Desa Barukan
22/07/2018 Desa Barukan merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Tengaran yang kaya akan sumberdaya pohon kelapa. Masyarakat di 3 dusun di desa ini yakni Dusun Duren,Karanglo dan Barukan banyak yang berprofesi sebagai “penderes” selain berprofesi sebagai buruh, pegawai negeri dan petani. Penderes memanfaatkan potensi sumberdaya pohon kelapa yang ada di desa Barukan dengan mengolah nira kelapa menjadi gula merah agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Nderes merupakan proses yang dilakukan untuk mendapatkan nira kelapa yang akan digunakan sebagai bahan baku untuk membuat gula merah.Di desa ini,kata lain dari “nderes” adalah menyadap yaitu sebuah proses dimana kulit bunga kelapa diiris sehingga nira kelapa dapat keluar dan tertampung pada wadah bambu yang telah dikaitkan dibawah kulit bunga kelapa.

Salah satu penderes dan pembuat gula merah di Dusun Duren,yakni Bapak Roslin mengatakan bahwa “Nira kelapa diambil setiap pagi dan sore kemudian dimasak hingga mejadi gula merah”. Proses pengolahan nira kelapa hingga menjadi gula merah membutuhkan waktu yang tidak sedikit.Karena,nira kelapa harus diaduk sampai mengental hingga akhirnya dapat dicetak menjadi gula merah. “Adapun harga satu kilo gula merah yaitu Rp. 14.000 dan dijual ke warung-warung di sekitar Desa Barukan” tambah Bapak Roslin.

Bapak Roslin merasa bahwa profesinya sebagai penderes cukup untuk memenuhi kebutuhannya dikarenakan melimpahnya sumberdaya pohon kelapa yang ada di Desa Barukan.Oleh karena itu, sangat disayangkan bila potensi tsb tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal. Namun,profesi penderes yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tsb tidak sebanding dengan resiko berbahaya yang mungkin dapat menimpa mereka.Karena,hampir semua penderes di Desa Barukan masih menggunakan cara tradisional dan alat pengaman yang seadanya dan bahkan ada juga yang tidak menggunakan alat pengaman sama sekali.Para penderes yang kurang memerhatikan prinsip K3 (Keamanan, Kesehatan, dan Keselamatan Kerja) ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman dan pengetahuan para penderes dikarenakan belum pernah adanya penyuluhan atau edukasi tentang pentingnya K3.

Desa Bagaikan Keluarga

Kali pertama TIM @ KKN UNDIP menempati posko di Dusun Duren Desa Barukan

Tanggal 11 juli 2018 untuk pertama kali TIM 2 KKN UNDIP menempati posko di Dusun Duren Desa Barukan.Desa Barukan merupakan Desa yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Semarang  dan Salatiga.Desa ini memiliki 3 Dusun yaitu Dusun Duren,Karanglo, dan Barukan.

Desa ini sangat indah karena banyak pepohonan yang rindang seperti pohon kelapa dan pohon-pohon lainnya.Selain itu, desa ini juga memiliki masyrakat dan perangkat desa yang sangat ramah.

Pada tanggal 13 juli 2018 untuk pertama kalinya kami mengikuti kegiatan PKK ibu-ibu RT 23 di Dusun Duren Desa Barukan. Dimana kami memperkenalkan diri untuk pertama kalinya kepada warga dan masyarkatnya sangat antusia dalam menyambut kami TIM 2 KKN UNDIP di Desa Barukan.

Di desa barukan memiliki banyak kegiatan masyarakat seperti rabu siang dan jumat siang ada pengajian ibu-ibu,2 minggu sekali ada perkumpulan PKK di setiap RT dan untuk malam minggu ada perkumpulan bapak-bapak maupun karang taruna.

Desa barukan memiliki kesenian yang sampai sekarang di lestarikan yaitu kesenian Reog. Kesenian ini di lakukan oleh karang taruna setiap 1 bulan 2 kali dan itu akan di tonton oleh  masyarakat desa.

Masyarakat Desa Barukan juga sangat pintar dalam megelola hasil sumber daya alam di sekitar desa seperti pohon kelapayang dibuat menjadi gula aren yang dapat di jual dan menambah penghasilan masyarakat yang ada di Desa Barukan.

Dan masyarakat Desa Barukan bukan hanya sekedar masyarakat tetapi juga seperti keluarga selama 42 hari. Karena keluarga bukan hanya di ikat akan darah saja tetapi juga karena memberikan sedikit kebahagiaan dalam kehidupan sehari-hari.

Barukan Bersahaja Beras

Pembagian Beras
Beras merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia. Beras juga merupakan makanan yang sangat di butuhkan manusia agar tubuh dapat beraktifitas.Maka dari itu Pemerintah memiliki program pembagian beras bagi orang-orang yang membutuhkan di desa.
Pada tanggal 2 Agustus 2018 bertempat di Balai Desa Barukan diadakan pembagian beras yang selalu dilakukan setiap tahun. Dimana beras ini di bagikan oleh pemerintah dan di salurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Setiap warga akan di berikan 1 karung beras seberat 10 kg yang dapat bertahan 3 bulan yang setiap tahunnya akan diberikan sebanyak 3 kali sesuai kebutuhan warga.
Masyarakat Desa Barukan sangat antusias saat penerimaan beras tsb.Masyarakat yang menerima bantuan ini akan di berikan kartu elektronik dari BNI sebagai entitas untuk melakukan transaksi.
Bapak Dirman merupakan perangkat Desa Barukan yang bertanggung jawab dalam menyalurkan beras dari pemerintah ke warga.Bapak Dirman sangat antusias saat TIM KKN II UNDIP datang untuk membantu menyalurkan beras ke warga-warga yang datang.
Pembagian beras ini telah berhasil di salurkan di 63 KK yang ada di Desa Barukan.Tetapi masih banyak juga warga di Desa Barukan yang belum mendapatkan bantuan dikarenakan banyaknya masyarakat yang belum memiliki Kartu keluarga. Maka satu kata terakhir:
Beras sangat bermanfaat untuk menjalani hidup tetapi kartu keluarga juga sangat berguna untuk menjalani aktifitas di jaman modern ini.

Atos Atos Desa Barukan

Atos-atos makanan ringan di Desa Barukan

01/08/2018.Tim II KKN Undip Desa Barukan Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang berkunjung di salah satu UMKM yang terdapat di desa ini. UMKM tsb menghasilkan makanan ringan yang begitu lumayan terkenal. Atos-atos merupakan salah satu makanan ringan dari desa barukan yang memiliki tekstur renyah,gurih,dengan rasa yang enak,Atos-atos terbuat dari komposisi Tepung terigu, tepung tapioka, bawang, garam dan penyedap rasa.Pemilik usaha Atos-Atos ini sudah memulai usahanya sejak 12 tahun yang lalu.Produk Atos-atos yang diberi merek Semoga Jaya tersebut terletak di dusun karanglo, Barukan.Pesanan datang dari berbagai daerah sekitar Desa Barukan.Pemasarannya sudah mencapai Kecamatan Suruh dan Kota Salatiga.Namun,Masih sulit untuk memasarkannya  di pasar luar daerah karena ongkos kirim yang lebih mahal daripada harga jual produk atos-atos. Ada 3 kemasan atos-atos dengan ukuran dan harga yang berbeda yaitu, kemasan dengan harga Rp.10.000, kemasan harga Rp.5.000 dan kemasan harga Rp. 500.Produk Atos-atos ini juga telah mendapat sertifikat MUI dan P-IRT. Pemilik atos-atos “SEMOGA JAYA” adalah Pak ratno.
Pak Ratno  mengatakan bahwa rahasia rasa atos-atos yang memiliki rasa renyah dan gurih adalah cara menggorengnya yang masih dengan cara tradisional dan menggunakan kayu bakar. Dalam sehari pak ratno dapat menghasilkan ratusan bungkus atos-atos dari kemasan kecil hingga yang besar.
Makanan Atos-Atos merupakan makanan yang rendah kalori serta menyehatkan.
”Atos-atos makanan ringan,enak,dan gurih”

Yuk! Mengenal Keanekaragaman Hayati Baran

Tanaman Baran

Baran – Selasa, 24 Juli 2018 mulai dilaksanakan survei dan pendataan keanekaragaman tumbuhan oleh Ramadhebi Monalita, Mahasiswa KKN Undip Tim II 2017/2018 dari Jurusan Biologi FSM. Pendataan dilakukan secara merata di seluruh Kelurahan Baran dengan mengunjungi setiap perkebunan dan penjual tanaman. Masyarakat Baran menerima kunjungan dengan senang dan ikut membantu menyukseskan program tersebut.

Keanekaragaman hayati yang terdapat di Baran antara lain adalah Cemara Rentes (Casuarina sp.), Cemara Papua (Cupressus L.), Cemara Udang (Casuarina equisetifolia L.), Cemara Embun (Casuarina equisetifolia L.), Cemara Norfolk (Araucaria heterophylla (Salisb.)), Cemara Kuning (Casuarina sumatrana), Pucuk Merah (Syzygium oleana), Pakis (Cycas L.), Ketapang Kencana (Terminalia L.), Kemuning (Murraya exotica L), Paku Kawat (Lycopodium L.), Glodongan (Genus Polyalthia), Palem Kuning (Dypsis lutescens), Anggrek (Dendrobium Sw.) dan Rumput Gajah (Pennisetum purpureum Schumach.). Dengan tanaman yang sedang tren saat ini yaitu Pucuk Merah (Syzygium oleana). Baran dengan letak geografis strategis yaitu di dataran tinggi memiliki udara yang sejuk sehingga bagus untuk bercocok tanam dan mengembangkan berbagai varietas tanaman. Tanaman dapat tumbuh dengan baik menjadi tanaman unggulan dan berkembang menjadi tanaman yang memiliki kualitas tinggi. (Jamila)

Telah direview oleh

BogiBJ

PEMBUATAN PERMEN JELLY SEBAGAI CAMILAN YANG ENAK DAN SEHAT

Permen Jelly

Bejalen – Makan utama tidak lengkap rasanya tanpa ngemil atau makan camilan sesudahnya. Namun camilan yang akan dimakan lebih baik yang menyehatkan bagi tubuh. Banyak orang yang sering memakan camilan yang tak terkontrol jumlahnya. Oleh karena itu dianjurkan membuat snack atau camilan homemade.

Foto Bersama Warga Desa Bejalen

Salah satu camilan homemade yang dapat dibuat yaitu permen jelly, yang merupakan salah satu program mahasiswa KKN Universitas Diponegoro supaya masyarakat Desa Bejalen dapat membuat camilan sendiri dengan bahan-bahan yang murah dan menyehatkan. Cara pembuatannya pun dijelaskan secara detail. Masyarakat sangat tertarik untuk membuat permen jelly di rumah. Mereka juga sempat berpikir bahwa ini merupakan peluang bagi warga desa untuk membuka bisnis permen jelly. Kegiatan ini merupakan program monodisiplin mahasiswa fakultas perikanan dan ilmu kelautan yang diselenggarakan di rumah warga RT 08 RW 04 Desa Bejalen pada hari Senin, 30 Juli 2018.

Telah direview oleh

BogiBJ

Ajak Perdalam Agama, Tim II KKN Kranggan Ikut Ajari Anak-Anak Mengaji

Image and video hosting by TinyPic
SEMARANG – Salah satu kewajiban bagi umat Islam adalah menuntut ilmu, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Menuntut ilmu merupakan kewajiban atas setiap muslim” (HR. Ibnu Majah). Mengaji merupakan bentuk dari menuntut ilmu agama untuk memperdalam keimanan bagi muslim. Kelurahan Kranggan sendiri, khususnya di RW 3 pun rutin diadakan mengaji setiap Minggu-Rabu sehabis sholat Magrib.

Image and video hosting by TinyPic

Kegiatan mengaji ini diikuti oleh anak-anak, mulai dari umur 4 tahun hingga yang sudah beranjak SMP. Tidak seperti di TPQ-TPA lain, kegiatan mengaji di Mushola ini bersifat tidak terlalu mengikat anak. Setelah diberikan tugas, anak-anak langsung mengaji dan pulang setelahnya. Hal tersebut dikarenakan kurangnya waktu dan tenaga pengajar ngaji di Mushola tersebut, karena di Mushola tersebut hanya ada satu pengajar, yakni Ustadz Yaqub. Selain itu, anak-anak yang sangat aktif dan susah untuk diatur pun menjadi kendala untuk memperketat aturan dalam mengaji di Mushola.

Image and video hosting by TinyPic

Tak hanya belajar membaca Al-Qur’an, dalam kegiatan mengaji pun anak-anak diajari pula mengenai ilmu fiqih, tajwid, tauhid, dan ilmu akhlaq. Dengan adanya Tim II KKN Kelurahan Kranggan ini, diharapkan dapat membantu Ustadz Yaqub untuk mengajarkan ilmu agama kepada anak-anak di Kelurahan Kranggan.

Telah direview oleh :

BogiBJ

Tim KKN Kelurahan Panjang Olah Lele Jadi Nugget

Panjang, Juli 2018 – Dusun Sumber di Kelurahan Panjang merupakan salah satu dusun yang memiliki budidaya ikan lele. Tim KKN Kelurahan Panjang melihat adanya potensi pemanfaatan ikan lele di dusun Sumber, selain diperjual belikan, ikan lele dapat diolah menjadi nugget dan bakso.

IMG_7016

Tim KKN Kelurahan Panjang mengadakan “demo masak”, bagaimana caranya mengolah ikan lele menjadi nugget. Bertempat di rumah ketua RW 07, demo masak ini dihadiri oleh ibu-ibu PKK dusun Sumber. Mahasiswa juga menerangkan apa saja kandungan gizi yang didapat dari olahan ikan lele ini. Ibu-ibu PKK dusun Sumber antusias mengikuti acara demo masak yang dilaksanakan. Acara diakhiri dengan mencoba nugget dan bakso lele yang telah dibuat.

 

IMG_7073

Telah direview oleh

BogiBJ

PELATIHAN IBU-IBU PKK KELURAHAN TAMBAKBOYO

Sabtu 29 Juli 2018 TIM I KKN UNDIP menyelesaiknan empat program  di Kelurahan Tambakboyo, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Program-program yang dilakukan antara lain Sosialisasi penggunaan plastik, Pemanfaatan minyak jelantah, Pemanfaatan ikan lele serta Pelatihan Pembuatan Hidroponik. Kegiatan ini dilakukan di Balai Pertemuan PKK Kelurahan Tambakboyo bersama dengan ibu-ibu PKK. Acara pertama adalah sosialisasi penggunaan plastik rumah tangga dimana acara tersebut berhasil menyita antusiasme ibu-ibu PKK serta diikuti dengan membagikan tas kain sebagai bentuk pencegahan memakai tas plastik, tak ketinggalan, pemanfaatan minyak jelantah menjadi sabun juga cukup membuat balai menjadi ramai, karena disertai dengan praktek pembuatan sabun dari minyak jelantah dan sabun yang dibuat ibu-ibu PKK dapat dibawa pulang kerumahnya masing-masing. Materi pemanfataan ikan lele dibagi menjadi tiga bagian ikan lele yaitu kulit, daging dan jeroan. Kulit lele dibuat menjadi kerupuk rambak, daging ikan lele dibuat nugget dan ikan asap serta jeroan ikan lele dibuat untuk pupuk cair. Di sela-sela acara, para ibu-ibu PKK dipersilahkan untuk mencicipi kerupuk ikan lele, nugget dan ikan asap yang telah dibuat. Mayoritas tamu undangan memberikan kesan yang baik dan mengatakan bahwa kerupuk ikan lele, nugget dan ikan yang telah dibuat memiliki rasa yang enak. Acara yang terakhir adalah pelatihan pembuatan hidroponik dimana hidroponik merupakan suatu metode bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya. Sistem penanaman Hidroponik ini cocok untuk diterapkan oleh ibu-ibu PKK dikarenakan sistem pembuatan Hidroponik ramah lingkungan, pemakaian air lebih efisien dikarenakan tidak dilakukan penyiraman dan juga tidak memerlukan lahan yang luas. Semua program ini bertujuan untuk memberikan edukasi ilmu serta memperkenalkan bahwa limbah yang biasanya dibuang dapat menjadi produk yang ramah lingkungan.

Telah direview oleh

Bogi BJ