Home » Lokasi KKN » Kab. Semarang (Page 2)

Category Archives: Kab. Semarang

PERLUNYA MENJAGA KEBERSIHAN DAN MEMBUANG SAMPAH PADA TEMPATNYA DI LINGKUNGAN DESA NYATNTONO

1503004620470[1]

Nyatnyono(15/08/2017)Kebersihan adalah sebagian dari iman,begitu kata pepatah orang tua,tak bisa dipungkiri bahwa lingkungan yang bersih,rapi,dapat membawa pengaruh baik bagi orang yang tinggal di lingkungan tersebut,dengan lingkungan yang bersih dapat berdampak padabaiknya kualitas kesehatan orang yang tinggal di lingkungan tersebut sehingga nantinya berdampak pada timbulnya pengaruh pengaruh positif lainnya,seperti dengan lingkungan yang bersih dan sehat dapat membuat warganya betah dan semakin bersemangat untuk menjalani aktivitas sehari-hari,bekerja secara maksimal,sehingga secara tidak langsung dapat mensejahterakan kehidupan warganya.

Namun untuk mewujudkan hal tersebut diutuhkan usaha dan pemikiran yang matang dan benar.butuh kerja keras untuk mewujudkan lingkungan asri dan bersih,namun ada hal yang paling mudah yang dapat dilakukan dalam menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan,yaitu dengan membuang sampah pada tempatnya,dan tidak membuang sampang di sembarang tempat,sampah sendiri terbagi dalam dua jenis,yaitu sampah organik dan anorganik,sampah organik adalah sampah yang berasal dari alam dan dapat terurai oleh bakteri dengan sendirinya seiring waktu berjalan,seperti limbah makanan,dedaunan,dan sebagainya,sementara sampah anorganik adalah sampah yang berasal dari manusia,sampah ini tidak dapat atau sulit terurai,seperti sampah plastik,besi,bahan kimia berbahaya,bahan radioaktif dan sebagainya,diperlukan usaha yang lebih untuk agar sampah jenis anorganik ini dapat terurai oleh alam

Untuk itu demi terwujudnya lingkungan yang bersih dan asri di lingkungan di lingkungan desa Nyatnyono, Mahasiswa Tim II KKN Universitas Diponegoro memasang papan plang peringatan pelarangan membuang sampah di sembarang tempat di beberapa titik di Desa Nyatnyono,pemasangan ini dilakukan di titik- titik yang rawan akan obyek pembuangan sampah yang bukan tempatnya,selain pemasangan plang peringatan,diadakan juga pemberian tempat sampah di beberapa titik pada fasilitas Desa Nyatnyono seperti di kantor desa,masjid,objek vital desa,dan sebagainya,diharapkan nantinya dengan adanya plang dan tempat sampah yang mudah dijangkau,akan memancing warga untuk membuang sampah pada tempatnya atau paling tidak mengurangi jumlah sampah yang tidak dibuang pada tempatnya.sehingga terwujud lingkungan yang bersih,sehat,dan asri di Desa Nyatnyono.

Kosmetik Asli atau Palsu-Desa Doplang

Kosmetik Asli atau Palsu

 DSC09360

 Doplang 23 Juli-Pertemuan rutin PKK dusun candi, desa doplang diadakan pada hari Minggu tanggal 23 Juli 2017 pada pukul 15.00-17.00. Pertemuan Rutin ini dihadiri oleh 25 orang yang terdiri dari 21 anggota PKK dan 4 mahasiswa Tim II KKN Universitas Diponegoro. Pertemuan dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia raya, Mars kabupaten dan Mars PKK. Materi pertama dilakukan oleh perwakilan PKK membahas mengenai perlombaan 17 agustus.

DSC09469

Mahasiswa KKN Undip menyampaikan beberapa materi yaitu, sosialisasi peran ibu rumah tangga dalam pencegahan pemakaian narkoba, sosialisasi pengenalan kriteria pangan yang aman, sehat utuh dan halal (ASUH) pada kehidupan sehari-hari dan pengenalan kosmetik dan sosialisasi bahaya kosmetik. Sosialisasi berjalan seru dan ada timbal balik antara mahasiswa dan Ibu PKK. Dimulai dengan sosialisasi peran ibu rumah tangga dalam mencegah penyebaran dan penyalah gunaan narkoba, dilanjutkan dengan pengenalan kriteria pangan yang baik atau mengandung 4 unsur yaitu Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH). Pengenalan kosmetik dilakukan dengan memberitahu cara membedakan kosmetik asli atau palsu. Setelah dilakukan pengenalan, dilanjutkan dengan dilakukan demo (contoh) melakukan make-up dengan baik dan benar.

EDUKASI PADA IBU-IBU PKK DESA LANJAN: SOLUSI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT LANJAN

Pada kuliah kerja nyata kali ini, tim desa Lanjan telah meyusun beberapa program kerja dengan jumlah sebanyak 22 program. Program-program yang telah disusun memiliki beberapa sasaran. Salah satu sasaran program yaitu ibu-ibu PKK. Program yang dilakukan pada ibu-ibu PKK ini berlangsung pada tanggal 31 Juli 2017 dan 1 Agustus 2017. Program ini dilakukan pada kesempatan yang berbeda yaitu pengajian rutin senin malam serta pertemuan rutin PKK setiap tanggal 1.

_DSC0095

Program yang dilakukan pada tanggal 31 Juli 2017 yang bertempat di rumah Ibu Alipah oleh Intan Permata Sany (FPIK) yang berjudul Pendidikan mengenai kandungan gizi dalam ikan sebagai alternative protein pengganti daging dalam kebutuhan gizi keluarga pada ibu-ibu PKK serta Pendidikan mengenai perbedaan fisik produk perikanan yang mengandung formalin dan yang tidak mengandung formalin pada ibu-ibu PKK. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu-ibu PKK yang merupakan penentu gizi dalam rumah tangga, akan bagusnya kandungan gizi pada ikan serta manfaat yang diberikan apabila mengkonsumsi ikan. Program kedua yang ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu PKK dalam memilih ikan segar serta ikan asin yang memiliki kualitas terbaik serta tidak memiliki kandungan formalin.

_DSC0159 (2)

Program yang dilakukan pada tanggal 1 Agustus 2017 yang bertempat di rumah Ibu Juwariah yaitu terdapat 3 program yang berjudul pendidikan mengenai pentingnya berwirausaha sebagai upaya untuk meningkatkan ekonomi desa oleh Anisqe Adita (FEB), pendidikan mengenai bagaimana cara minimalisasi risiko dalam usaha kecil oleh Agustya Hafidza (FEB), dan pendidikan berwirausaha yang tepat melalui POAC (Planning, Organizing, Actuating, and Controlling) oleh Farah Adlina (FEB). Ketiga program ini bertujuan untuk meningkatkan keinginan ibu-ibu untuk berwirausaha sebagai pemenuh ekonomi keluarga, serta bagaimana cara mengatasi macetnya usaha untuk ibu-ibu yang telah memiliki usaha. Usaha yang sudah didirikan ibu-ibu di desa Lanjan ini antara lain yaitu usaha kayu manis, usaha criping, usaha rengginang pohung dan usaha kerupuk. Program yang dilakukan ini berjalan dengan lancar dan bermanfaat bagi ibu-ibu yang memiliki usaha.

_DSC0186 (2)

PEMBERDAYAAN KARANG TARUNA DESA LANJAN

Tanggal 2 Agustus 2017 telah dilaksanakan program-program yang ditujukan kepada Karang Taruna Tunas Bangsa dusun Tegalroto. Kegiatan tersebut bertempat di rumah Bapak Ismun selaku Kepala Dusun Tegalroto. Terdapat dua program yang dilaksanakan pada hari itu, yang pertama mengenai pendidikan Undang-Undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika di Karang Taruna. Kedua yaitu program pendidikan kepada Karang Taruna Mengenai Teknologi Pirolisis sebagai Solusi dalam Pereduksian Sampah Plastik.

_DSC0395 (3)

Program pertama dilakukan oleh Sheila Anwar (FH) dan ditujukan kepada Karang Taruna karena kurangnya pemahaman tentang bahaya Narkotika dan obat/bahan berbahaya (Narkoba) sejak masa remaja.  Kegiatan tersebut terlaksana dengan lancar, tingginya partisipasi aktif dari Karang Taruna menyebabkan program menjadi sangat interaktif. Dengan pemberian informasi tentang narkoba beserta peraturan yang mengaturnya, diharapkan warga desa Lanjan khususnya para Karang Taruna dapat terus mengingat mengenai peraturan yang menjelaskan larangan keras terhadap narkoba beserta bahayanya.

_DSC0423 (3)

_DSC0417 (3)

Program kedua dilakukan oleh Luqman Adi Nugroho (FT). Program tersebut dilaksanakan karena kebiasaan masyarakat desa yang mana dalam mengolah sampah plastik mereka membakarnya atau membuangnya di sungai. Teknologi Pirolisis merupakan teknologi pengkonversian sampah plastik menjadi bahan bakar melalui proses pembakaran dan kondensasi sederhana sehingga sampah yang dibakar tidak mencemari lingkungan dan memberikan hasil berupa bahan bakar minyak yang bermanfaat bagi masyarakat. Dipilihnya Karang Taruna sebagai sasaran yaitu agar para Karang Taruna sebagai generasi muda di desa Lanjan tidak lagi meniru kebiasaan buruk yang dilakukan oleh masyarakat-masyarakat yang lebih tua. Selain itu mereka dapat mempraktikan teknologi pirolisis sendiri sebagai solusi jangka panjang.

_DSC0450 (3)

Selanjutnya tanggal 3 Agustus 2017 telah terlaksana satu program yang dijalankan oleh Yohanes Putra Pamungkas (FH). Program tersebut mengenai pendidikan dan pemahaman hukum nasional dan hukum adat di dusun Jambon. Alasan dilakukannya program tersebut karena berdasarkan keterangan perangkat desa, banyak ditemui permasalahan mengenai terbenturnya hukum nasional dan hukum adat, misalnya mengenai sengketa tanah. Banyak yang belum paham bagaimana penyelesaiannya. Dengan terlaksananya program dari Yohanes, diharapkan permasalahan sengketa tanah di Desa Lanjan menjadi suatu masalah yang tidak berlarut-larut hingga masa yang akan datang.

BELAJAR SAMBIL BERMAIN: DEDIKASI UNTUK SDN 2 LANJAN

Setelah melaksanakan program monodisiplin di SDN 1 Lanjan, mahasiswa KKN tim II Universitas Diponegoro Desa Lanjan melanjutkan pelaksanakan programnya di SDN 2 Lanjan. Terdapat empat program yang dilaksanakan di SDN 2 Lanjan dalam dua hari yaitu pada tanggal 28 – 29 Juli 2017. Program pertama yang dilaksanakan di SDN 2 Lanjan yaitu program dengan judul ‘Edukasi tentang pentingnya menabung sejak dini bagi anak-anak SD 02 Lanjan’ oleh Farah Adlina (FEB). Pada program ini dijelaskan mengenai manfaat menabung sejak dini dan diberikan games interaktif mengenai menabung. Program monodisiplin yang dilaksanakan di SDN 02 Lanjan dimulai sejak pukul 09.30 WIB hingga pukul 12.00 WIB pada kelas 3, 4, dan 5.

_DSC0994 (2)

Program kedua yang dilaksanakan yaitu program ‘Pendidikan Lalu Lintas Sesuai Undang-Undang No. 22 Th. 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pada Siswa di SD Lanjan 02’ oleh Sheila Anwar (FH). Program ini menjelaskan mengenai rambu-rambu lalu lintas yang berlaku di Indonesia. Pengenalan pada rambu-rambu lalu lintas ini dilakukan dengan tujuan agar siswa dapat mengetahui dan menaati rambu lalu lintas.

_DSC0066 (2)

Pada tanggal 29 Juli 2017, dilanjutkan dengan program ‘Edukasi perihal gerakan cinta Rupiah dan edukasi mata uang asing pada siswa-siswi SDN 02 Lanjan’. Program yang dilaksanakan oleh Anisqe Adita (FEB) ini mengenalkan kepada siswa-siswa mengenai mata uang asing dan penanaman nilai-nilai cinta rupiah. Program edukasi mata uang asing dikenalkan pada siswa kelas 3 SD Negeri Lanjan 02. Setelah dilaksanakannya program ini diharapkan siswa dapat mengenal mata uang asing namun tidak melupakan mata uang Indonesia, yaitu Rupiah.

_DSC0828 (2)

Tak kalah penting dengan program-program sebelumya, program selanjutnya yang dibawakan oleh Dodi P. Sitorus (FPIK) menambah antusias siswa. Program berjudul ‘Pendidikan Kebersihan Sungai kepada Siswa Kelas 3 SDN 2 Lanjan’ ini dilakukan dengan tujuan agar siswa memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan terutama sungai. Salah satu permasalahan terbesar yang terdapat di Desa Lanjan adalah sampah. Masih banyak masyarakat yang membuang sampah di sungai, sehingga timbul solusi dari tim mahasiswa KKN dengan cara memberikan edukasi kepada generasi muda.

BELAJAR DAN BERMAIN BERSAMA SISWA SDN LANJAN 01

Mahasiswa tim II KKN Universitas Diponegoro telah melewati masa-masa penyusunan program sesuai dengan permasalahan yang terdapat di lokasi KKN masing-masing. Begitu pula dengan mahasiswa tim KKN yang berada di Desa Lanjan. Berbagai program telah dirancang sedemikian rupa agar dapat menjadi solusi dari permasalahan yang terdapat di desa.

_DSC0480 (2)

Pada tanggal 26 Juli 2017, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Desa Lanjan telah melaksanakan tiga program monodisiplin pada salah satu sekolah dasar negeri di Desa Lanjan. Sasaran dari ketiga program ini pun berbeda-beda mulai dari kelas 3, 4 dan 5. Program pertama yang dilaksanakan adalah milik Novia Ayu (F.Psikologi) yang berjudul ‘Edukasi Anti-Bullying pada Siswa SDN 1 Lanjan sebagai Solusi Preventif Mengurangi Bullying’. Program ini bertujuan agar anak-anak mampu mengidentifikasi bentuk bullying serta mengetahui tindakan yang perlu dilakukan ketika menemui peristiwa bullying. Program ini dilakukan di kelas 3 dengan jumlah siswa 21 orang.

_DSC0574 (2)

Program kedua yang dilakukan di SDN 1 Lanjan yaitu ‘Edukasi Simulasi Mekanisme Pasar dan Proses Pembentukan Harga untuk Siswa Kelas IV SDN 01 Lanjan’ oleh Agustya Hafidza (FEB). Pada program ini dijelaskan mengenai definisi pasar serta tahap pembentukan harga di pasar. Program edukasi ini dilakukan di kelas 4 SDN 1 Lanjan dan mendapatkan antusias yang sangat besar dari para siswa.

_DSC0648 (2)

Tak kalah menarik dengan program sebelumnya, program ketiga yang dilakukan di SDN 1 Lanjan oleh Silvarian A. (FEB) mengenai kejujuran dan korupsi mendapatkan atensi yang besar dari para siswa. Program ini berjudul ‘Pendidikan Anti Korupsi Sejak Dini pada Siswa SDN 1 Lanjan’. Siswa dipertontonkan video animasi mengenai korupsi dan ditanamkan nilai-nilai yang mendorong untuk berperilaku jujur.

_DSC0667 (2) _DSC0651 (2) _DSC0544 (2)

Menghindari Pernikahan Dini melalui Penyuluhan dan Perancangan Rencana Masa Depan di SMP N 6 Ungaran

262990

Lerep – Sabtu kemarin (12/08), Mahasiswa Tim II KKN Undip menyelenggarakan beberapa penyuluhan di SMP Negeri 6 Ungaran berkaitan dengan pernikahan usia dini. Tema ini diangkat karena berdasarkan informasi yang didapat dari perangkat desa dan masyarakat diketahui bahwa di Desa Lerep terdapat pernikahan di usia dini.

Pada penyuluhan ini dibagi menjadi 3 sesi. Dimana sesi pertama tema materi yang diangkat adalah “Persiapkan Masa Depanmu!” sebagai Salah Satu Upaya Preventif untuk Mengurangi Pernikahan Dini. Sesi ini menjelaskan mengenai tahap perkembangan manusia, arti menikah, faktor pernikahan dini, dampak pernikahan dini, dan cara pencegahan usia dini. Di akhir sesi pertama ini, para siswa diajak untuk membuat tangga kehidupan. Tangga kehidupan merupakan suatu kegiatan dimana para siswa akan merancang masa depannya dan menuliskan pada selembar kertas.

Pada sesi kedua, tema materi yang dibahas adalah Aku Cinta Masa Depanku! (Pendidikan Seksual untuk Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebagai Upaya Preventif Mengurangi Terjadinya Pernikahan Anak dibawah Umur). Pendidikan seksual menjadi penting diberikan kepada remaja, karena salah satu faktor pernikahan dini adalah adanya sex bebas yang dilakukan oleh para remaja. Sesi ini memaparkan mengenai pengertian seks, gender, anatomi reproduksi, menjaga kesehatan reproduksi, dan dampak pernikahan dini terhadap organ reproduksi. Sesi kedua diakhiri dengan pembuatan pohon mimpi, yaitu para siswa menuliskan pada gambar pohon mengenai rencana yang akan dilakukan pada beberapa tahun ke depan.

Tema materi sesi terakhir adalah Mengatasi Pernikahan Dini Melalui Edukasi Kebijakan Kependudukan. Pada sesi ini diberikan pengetahuan mengenai kebijakan kependudukan di Indonesia untuk membatasi pernikahan dini. Dimana salah satunya terkait dengan pendewasaan usia perkawinan. Usia ideal untuk perkawinan bagi laki-laki adalah 25 tahun dan bagi perempuan adalah 21 tahun. Pendewasaan usia perkawinan tersebut bila dilaksanakan dapat membawa banyak kesenangan, kebahagiaan bagi keluarga dan pasangan dalam jangka panjang.

Kemudian penyuluhan diakhiri dengan sesi tanya jawab. Dimana antusias para siswa pada penyuluhan pernikahan usia dini sangat tinggi. Hal ini dibuktikan dengan adanya pertanyaan-pertanyaan yang kritis dari para siswa.

Dengan diberikan penyuluhan terkait pernikahan dini, diharapkan dapat mencegah para siswa untuk melakukan seks bebas dan pernikahan dini. Selain itu, diharapkan dapat memotivasi para siswa untuk meraih mimpi dan menggapai masa depan yang cemerlang.

Perancangan Aula dan Instalasi Listrik untuk Embung Sebligo, Desa Lerep

Lerep (13/08) – Sebagai salah satu destinasi wisata andalan Desa Lerep, Embung Sebligo seyogianya memiliki fasilitas umum yang dapat digunakan sebagai pusat kegiatan. Oleh karena itu, mahasiswa Tim II KKN Undip Desa Lerep merancang design aula beserta instalasi listriknya di Embung Sebligo. Dimana nantinya aula tersebut akan digunakan sebagai pusat kegiatan, seperti penyambutan wisatawan, penampilan kesenian maupun tempat berkumpul warga.

Denah Aula Terbuka-Model 3Denah Aula Terbuka-Model 1Denah Aula Terbuka-Model 2

Gb. Design Aula Embung Sebligo

Aula yang akan dibangun di Embung Sebligo memiliki karakteristik terbuka dengan panggung yang berfungsi sebagai tempat untuk menggelar pertunjukan dan acara penyambutan tamu. Sehingga komponen utama yang digunakan dalam perancangan instalasi listrik dominan kepada instalasi penerangan dan juga untuk keperluan sound system. Dimana perancangan desing ini menggunakan perangkat lunak berupa AUTOCAD 2016. Sedangkan untuk perancangan berdasarkan Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) tahun 2000.

instalasi aula-Model

Gambar Instalasi Listrik Aula Embung Sebligo

Pie Susu Jumbo Asal Lerep

IMG-20170806-WA0006

Lerep (8/8) – Desa Lerep yang kini menjadi desa wisata diharuskan memiliki citra khusus untuk menarik wisatawan. Salah satunya ialah peternakan di Indrokilo. Susu murni yang dihasilkan sudah diolah menjadi susu kerupuk, permen susu, dan sabun susu. Namun, untuk menambah keanekaragaman olahan susu murni (diversifikasi produk) maka dibuatlah pie susu.

Kegiatan diversifikasi produk olahan susu ini berbentuk demo masak yang ditujukan oleh Ibu-Ibu PKK. Acara ini bertempat di rumah Ibu Umiyati RT 06, RW 03, Dusun Lerep pada 6 Juli 2017 pukul 16.00 WIB. Tujuan dari kegiatan tersebut yaitu untuk memberikan ilmu mengenai olahan produk susu murni berupa pie susu. Sehingga dapat menambah keanekaragaman olahan susu murni yang ada di Desa Lerep.

Demo masak diawali dengan pengenalan bahan-bahan dasar pie susu oleh Afnurul Widya, mahasiswi KKN Undip Tim II Lerep dari FEB. Adapun bahan tersebut dibagi menjadi dua yaitu bahan kulit dan topping. Bahan kulit terdiri atas tepung terigu, margarin, dan telur. Sedangkan bahan topping yaitu susu murni, susu kental manis, tepung maizena, dan kuning telur.

Selanjutnya bahan di atas dicampur hingga merata. Kulit yang sudah kalies kemudian dicetak pada teflon berdiameter 20 cm. Pie Susu Lerep memiliki ciri khas yaitu ukurannya yang lebih besar daripada pie susu pada umumnya. Setelah cetakan siap, topping dituangkan menggungakan saringan. Selepas itu, kompor dinyalakan dengan api kecil selama kurang lebih 60 menit. Akhirnya pie susu siap disantap.

Persiapan alat dan bahan sebelum demo masak dimulai.

Persiapan alat dan bahan sebelum demo masak dimulai.

 

Dua mahasiswa KKN Undip Tim II Lerep sedang melakukan demo masak pie susu

Dua mahasiswa KKN Undip Tim II Lerep sedang melakukan demo masak pie susu

Mencegah Remaja Hidup Konsumtif melalui Pembuatan Celengan dan Produk Notes Secara Kreatif

Lerep (12/8) – Mayoritas remaja memiliki gaya hidup konsumtif. Hal ini akan menjadi berbahaya ketika gaya hidup konsumtif ini dipenuhi dengan melakukan segala macam cara yang tidak sehat. Berdasarkan permasalahan tersebut, mahasiswa Tim II KKN Undip Desa Lerep mengadakan beberapa penyuluhan pada Sabtu (12/08) di SMP N 6 Satu Atap, Ungaran. Penyuluhan yang bersasarkan khusus untuk kelas IX ini diantaranya adalah “Ayo Menabung!!” dan “Berwirausaha Sejak Dini”.

 

15027609357881502760932124

 

 

 

 

 

 

Pada materi penyuluhan yang pertama, dijelaskan mengenai berbagai hal tentang menabung, seperti tempat untuk menabung hingga arti pentingnya menabung. Untuk menarik para siswa untuk menabung, mereka diajak untuk membuat celengan secara kreatif. Dimana bahan-bahan yang digunakan merupakan bahan yang mudah didapatkan, yaitu berasal dari barang bekas. Diantaranya botol bekas, kain flannel bekas, kertas bekas, dan gunting. Di akhir sesi, diumumkan beberapa pemenang pembuatan celengan yaitu berdasarkan kerjasama kelompok, dan kreatifitas.

1502760943008IMG_20170812_101408

Sedangkan pada materi penyuluhan ”Berwirausaha Sejak Dini” dipaparkan mengenai arti wirausaha hingga tokoh wirausaha yang telah terkenal. Wirausaha biasanya identik dengan memproduksi barang. Sehingga, pada sesi ini para siswa kembali ditantang kreativitasnya untuk membuat notes. Bahan untuk pembuatan notes yaitu kain flannel, kertas bufallo warna, kertas hvs, lem, dan gunting. Berdasarkan bahan-bahan yang dibutuhkan tersebut, pembuatan notes ini tidak membutuhkan biaya yang besar, akan tetapi layak untuk dijual.

Rangkaian kegiatan ini diikuti dengan antusias yang sangat tinggi dari para siswa. Hal ini dibuktikan dengan berpartisipasinya seluruh siswa dalam pembuatan celengan, dan notes. Diharapkan antusias tinggi dari para siswa ini dibarengi dengan penerapan materi penyuluhan di kehidupan sehari-hari.