Home » Lokasi KKN » Kab. Temanggung

Category Archives: Kab. Temanggung

ANAK – ANAK YOSOREJO: KEBUN KECILKU

Pekalongan (27/07) , Mahasiswa dari Tim II KKN Universitas Diponegoro Desa Yosorejo, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan melakukan pendidikan praktik menanam sejak usia dini di SDN 02 Yosorejo pada hari Kamis, 27 Juli 2017. Kami melakukan pendidikan praktik menanam pada anak kelas 3. Kami memilih anak usia dini, karena ingin menanamkan sifat cinta alam, peduli lingkungan, dan menjadi pribadi yang lebih aktif. Selain itu, anak – anak juga diajarkan terbiasa menanam dan merawat tanaman. Program ini sekaligus mengajarkan bahwa dengan menanam dapat mengurangi kerusakan dan polusi yang terdapat pada lingkungan Desa Yosorejo.

yosorejo (kebun kecil) 3

Praktik menanam benih tomat dimulai dengan menyiapkan tanah yang sudah dibawa masing – masing oleh anak – anak, pupuk kandang, air, pot, dan benih tomat itu sendiri. Cara menanam benih tomat yaitu pertama memasukkan tanah yang telah dicampur dengan pupuk kandang ke dalam pot. Kedua memasukkan benih tomat ke dalam media tanam. Setelah itu tanah disiram. Agar tanah subur dilakukan penyiraman sebanyak 2x sehari secara rutin. Benih tomat mulai tumbuh kecambah pada saat 7 – 10 HST (hari setelah tanam). Tomat diharapkan mulai bisa dipanen pada umur 60 – 90 HST.

Yosorejo(kebun kecil)

 

“Gemar Bertani Sejak Dini” Pemberdayaan Siswa-Siswi SDN Kedawung untuk Memanfaatkan Sampah Botol Plastik sebagai Media Tanam Secara Vertikultur

20170812_111622

Temanggung, 12 Agustus 2017.

Sampah botol merupakan suatu hal yang sangat mengganggu keindahan maupun kebersihan di lingkungan sekitar. Dari survey TIM II KKN UNDIP yang dilakukan di Desa Kedawung, banyak di temukan sampah botol plastik bekas minum yang berserakan dan berada di tempat sampah. Sampah-sampah itu belum termanfaatkan menjadi barang yang lebih berguna. Oleh karenanya, salah satu TIM II KKN UNDIP Desa Kedawung membuat suatu program bertajuk “Gemar Bertani Sejak Dini”. Sebuah program monodisiplin sebagai suatu bentuk Pemberdayaan Siswa-Siswi SDN Kedawung untuk Memanfaatkan Sampah Botol Plastik sebagai Media Tanam Secara Vertikultur yang direncanakan oleh mahasiswi dari jurusan Agroekoteknologi. Sasaran dari kegiatan ini adalah siswa-siswi SD kelas 5 dan anak-anak dusun kedawung. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan cara menyampaikan materi tentang lingkungan dan juga dasar-dasar ilmu bercocok tanam. Anak-anak dusun kedawung dilatih dengan cara membagi kelompok anak-anak yang datang saat pelatihan dan satu kelompok tersebut dilatih membuat vertikultur sederhana dari botol bekas, dipilih satu kader untuk mengajari teman-teman yang lain. Sasaran SD Kelas 5 yaitu satu kelas dibagi menjadi 3 kelompok yang beranggotakan 4 orang. kader dari anak dusun kedawungyang juga siswa kelas 5 SD tadi menceritakan apa yang sudah dilatih dalam pembuatan vertikultur kemudian dilakukan pelatihan pembuatan vertikultur secara bersama-sama. Setelah dilatih membuat vertikultur, satu kelompok tersebut saling bekerjasama untuk praktek membuat vertikultur dari botol bekas dengan kreasi masing-masing. Tujuannya adalah agar siswa-siswi belajar bekerjasama dan juga meningkatkan kreativitas mereka disamping untuk menjaga lingkungannya.

20170730_114124

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran anak-anak untuk menjaga dan mencintai lingkungan dengan cara mendaur ulang sampah botol plastik menjadi barang yang lebih berguna. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengenalkan kepada anak-anak tentang edukasi pertanian seperti pemanfaatan botol bekas menjadi media untuk menanam serta apa saja yang dibutuhkan dalam membudidayakan suatu tanaman.

“Buta Naga-Ibu Tau, Anak Bahagia” Program Penyuluhan Tumbuh Kembang Anak Pada Masa Balita atau Masa Golden Age Serta Pentingnya Awarness Pada Anak.

20170807_091904Temanggung, 8 Agustus 2017.. Anak merupakan harta yang sangat berharga bagi orang tua. Tumbuh kembang anak tidak lepas dari lingkungan dimana mereka berada. Usia 2-8 Tahun merupakan masa emas anak dimana anak memiliki potensi luar biasa dalam dirinya.Lingkungan keluarga kemdian lingkungan sosial merupakan lingkungan dimana anak membentuk perilaku serta pencarian jatidiri untuk penentuan identitas anak. Peran orang tua pada proses ini sangat penting. Orang tua dituntut untuk dapat mengasuh anak serta mengawasi anak dengan baik agar anak dapat menjadi pribadi yang baik. Pada Desa Kedawung terlihat banyak anak yang memiliki perilaku yang seharusnya tidak dilakukan pada usianya.Orang tua atau instansi pendidikanlah yang dapat mengembangkan potensi yang ada didalam diri anak. Anak ibarat kertas kosong dimana lingkungan sekitar yang akan mengisi kertas tersebut dengan segala sesuatu hal yang akan membentuk pribadi anak. Apabila sejak dini anak tidak ditanamkan nilai-nilai kebajikan ataupun nilai kebaikan, anak akan menjadi pribadi yang kurang baik yang akan mempengaruhi masa depannya kelak.

20170807_081843

“Buta Naga-Ibu Tau Anak Bahagia” merupakan program pemberdayaan ibu-ibu untuk mengetahui lebih dalam mengenai tumbuh kembang anak serta pentingnya kelekatan antara anak dan orang tua. Banyak orang tua yang bekerja sebagai petani dan pekerja yang memang harus meninggalkan desa dan anaknya, sehingga waktu untuk bersama anak hanya sedikit. Ketika pulang bekerja orang tua akan terasa lelah dan menghabiskan banyak waktu untuk istirahat serta kegiatan yang lain. Maka dari itu program ini direncanakan serta dilaksanakan demi membuka wawasan serta kesadaran orang tua akan pentingnya anak serta tumbuh kembangnya.

Tujuan dari program adalah memberikan informasi akan pentingnya mengetahui tumbuh kembang anak dan hubungan anak dengan lingkungan sekitar. Permasalahan yang terjadi pada lingkungan Desa Kedawung orang tua belum mengetahui pentingnya bentuk pola asuh yang sesuai dengan pribadi anak masing-masing serta pengawasan anak pada lingkungan dimana anak berada. Sehingga pentingnya memberikan kesadaran kepada orang tua dengan pelatihan kepada guru PAUD Bintang Kecil yang nantinya akan terus melanjutkan keberlangsungan program ini selama berada di Desa Kedawung. Sasaran program ini adalah guru PAUD serta orang tua/wali murid siswa/siswi PAUD Bintang Kecil.

 

Upacara Memperingati Hari Kemerdekaan 17 Agustus

Pada hari Kamis, 17 Agustus 2017 diadakan upacara bendera untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia yang ke-72. Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Kecamatan Jumo yang berlaku sebagai inspektur upacara. Seluruh perangkat Kecamatan Jumo dan perangkat desa masing-masing yang ada di Kecamatan Jumo juga turut hadir sebagai tamu undangan. Selain itu upacara juga dihadiri pegawai negeri di Kecamatan Jumo, Tim KKN Undip, Tim KKN ISI, dan siswa-siswa sekolah di Kecamatan Jumo.

Upacara memperingati hari kemerdekaan Indonesia ini berlangsung di halaman kantor Kecamatan Jumo, dimulai pukul 09.00 WIB dan berakhir pukul 10.50 WIB. Pada pukul 10.00 WIB diperingati detik – detik kemerdekaan Indonesia. SMP 1 Jumo terpilih sebagai petugas pengibar bendera. Sedangkan paduan suara terdiri dari siswa – siswi SMK 1 Jumo. Koramil dan Kapolsek bertugas sebagai komandan upacara dan komandan pluton.

Upacara berlangsung cukup hikmat dan tertib, namun ada beberapa anggota upacara yang sakit disebabkan cuaca yang cukup terik. Untuk menanggulangi hal tersebut, sudah disiapkan PMR dan beberapa petugas dari dinas kesehatan yang siap dipinggir lapangan.KK KK2

Program Pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP) di Balai Desa Padureso

Pembuatan Standar Operasional Prosedur untuk Balai Desa Pdureso Kecamatan Jumo merupakan salah satu program monodisiplin dari anggota Tim II KKN Undip. Kegiatan ini dilakukan karena kurangnya media pada bagian SOP di Desa Padureso. Hal tersebut menyebabkan kurangnya pemahaman masyarakat desa mengenai alur pelayanan yang ada di Kantor Desa.

Kurangnya standar mutu pelayanan di kantor desa juga menjadi faktor lain yang mendukung dibuatnya program monodisiplin oleh anggota Tim KKN II Undip. SOP tersebut diserahkan pada hari Selasa, 15 Agustus 2017 bertempat di Kantor Desa.JJ JJ2

SAMIRANAN PUNYA HAJAT

Bertepatan dengan hari ulang tahun Republik Indonesia ke 72 th, Desa Samiranan menyelenggarakan acara pengajian yang diikuti oleh seluruh warga masyarakat Desa Samiranan terdiri dari 4 dusun yaitu Samiranan, Sendang , Maguwo dan Tegesan. Rasa aIMG_8432ntusias yang tinggi dari masyarakat membuat acara pengajian tersebut sangatlah meriah, terdapat penampilan rebana dari Dusun Samiranan dan ceramah dari bapak H.Rochimin. Acara pengajian tersebut dilaksanakan pada tanggal 19 Agustus 2017, acara pengajian tersebut diikuti oleh Tim II KKN Undip Desa Samiranan. Tak lupa Tim II KKN Undip Desa Samiranan ikut berpartisipasi dalam acara tersebut karena telah tergabung dalam kepanitiaan. Pada pukul 15:00 WIB sudah terlihat para masyarakat berduyun-duyun menuju ke lapangan untuk mengikuti pengajian. Meskipun ada masyarakat yang tidak terbagi tempat, namun tidak menyurutkan rasa antusias masyarakat untuk mengikuti pengajian dengan khidmat.

Jalan Sehat Bikin Sehat

Dalam rangka memperingati hari ulang tahun Republik Indonesia ke 72 th, kami dari Tim II KKN Undip Desa Samiranan mengadakan kegiatan jalan sehat yang di selenggarakan pada hari Jum’at tanggal 18 Agustus 2017 di depan kediamaJalan Sehat 1n pak Kades Samiranan.Dalam kegiatan jalan sehat tersebut di ikuti 300 peserta diantaranya TK dan RA Samiranan, SDN Samiranan dan MI Alma’arif Samiranan yang tentunya di dampingi oleh bapak/ibu guru. Rangkaian kegiatantersebut meliputi jalan sehat mengelilingi Desa Samiranan , hiburan dari para peserta jalan sehat serta undian berhadiah. Rasa antusias dari para peserta jalan sehat sangat tinggi dikarenakan panitia TIM II KKN Undip telah menyediakan hadiah-hadiah untuk para peserta lomba jala sehat. Tujuan kegiatan jalan sehat tersebut untuk  memperingati hari ulang tahun Republik Indonesia ke 72 th dan meningkatkan rasa nasionalisme terhadap bangsa dan negara agar para peserta lomba mengingat jasa-jasa para pahlawan.

BRASTO ANGKORO ON FIRE

Siapa yang tidak kenal dengan Brasto Angkoro? Sudah pasti semua masyarakat di daerah Temanggung dan sekitarnya kenal bahkan terlanjur sayang dengan kesenian yang berasal dari Desa Samiranan ini. Tidak heran jika di moment-moment tertentu Brasto Angkoro akan diminta untuk tampil turut serta memeriahkan moment tersebut. Seperti beberapa waktu lalu, kesenian topeng loreng ini tampil di Desa Mungseng pada tanggal 16 Agustus 2017 untuk menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72.

Kesenian yang terasa kental akan kekluargaan ini menampilkan tarian yang dimuali dengan anak-anak kecil terlebih dahulu, kemudian disusul dengan variasi yang ditarikan oleh bapak-bapak, dan dilanjutkan dengan variasi gabungan dari ibu-ibu dan bapak-bapak yang juga dimeriahkan oleh dua mahasiswi TIM II KKN Undip 2017 Desa Samiranan. Penonton terlihat sangat antusias dan menikmati satu per satu tarian yang ditampilkan oleh Brasto Angkoro, ditambah dengan tarian monolan yang mengundang gelak tawa dari penonton. Di akhir acara, penonton disuguhkan dengan tarian dayakan yang merupakan tarian penutup dari serangkaian tarian dalam kesenian topeng loreng. Gelak tawa penonton seketika berubah menjadi ketakutan yang didukung oleh suasana yang mencekam, karena saat tarian dayakan ada beberapa penari yang mengalami kesurupan dan sempat terjadi kejar-kejaran. Sekitar pukul 01.00 dini hari acara pun selesai dan penari topeng loreng pulang ke desa tercinta, Desa Samiranan.brasto angkoro

Belajar Bersama “Si Gembul”

Desa Samiranan, Kec Kandangan, Temanggung –“Si Gembul”(Gemar Menabung Untung Langsung) merupakan salah satu program yang digagas oleh Tim II KKN UNDIP di Desa Samiranan, program ini melibatkan siswa-siswi SD dan MI di SamiranIMG20170812100332an sebagai peserta serta pihak BRI sebagai pembicaranya. Mengapa pihak BRI? Karena program Si Gembul ini mengajarkan serta mengenalkan literasi keuangan sejak dini salah satunya dengan menabung. Nah, dalam acara yang diadakan pada hari Sabtu, 12 Agustus 2017 tepatnya pukul 10.00 WIB di aula balai desa Samiranan, pihak BRI mengisi dengan materi mengenai bagaimana cara menabung di bank, apa saja fasilitas yang diperuntukkan untuk anak kecil, dll. Setelah pihak BRI memberikan materi kemudian acara diselingi dengan ice breaking yang dipandu oleh Tim II KKN UNDIP Desa Samiranan dan diikuti oleh semua peserta dengan semangat lalu dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Sesi tanya jawab diikuti peserta dengan antusias, ada beberapa siswa yang menjawab pertanyaan dari pihak BRI dan ada beberapa siswa yang mengajukan pertanyaan kepada pihak BRI.

Acara “Belajar Bersama Si Gembul” ini selesai pukul 12.00 dan diharapkan dengan adanya acara ini, para siswa dapat lebih termotivasi dan semangat untuk rajin menabung.

Kroktal Miranan

Dewasa ini banyak ibu-ibu rumah tangga yang membuat makanan yang bahan bakunya didapat dari alam dengan alasan lebih hemat dan sehat jika membuatnya sendiri.Dari alasan tersebut kami dari Tim II KKN Undip Desa Samiranan berinovasi untuk mengolah bahan-bahan alam yang ada di sekitar dengan menyulapnya menjadi makanan yang  lezat dan pastinya bergizi untuk kesehatan. Kami berinovasi untuk mengembangkan makanan yang berbahan baku talas. Kami membuatnya menjadi kroktal (kroket talas). Harapannya dengan kroket talas ini mampu menjadi ciri khas Desa Samiranan yang nantinya menjadi makanan ringan nan lezat. Banyak ibu-ibu rumah tangga yang tertarik dengan olahan kroket talas tersebut.Pada tanggal 15 Agustus 2017 di Kecamatan diadakan lomba kudapan non beras dan non terigu.Bu Neva dan bu Yuni mengikut sertakan kroket talas tersebut untuk dijadikan lomba kudapan tersebut. Setelah dilihat-lihat makanankroket talas ini sangat berbeda karena pada umumnya desa-desa lain banyak yang membuat makanan ringan berupa cake. Setelah beberapa waktu menunggu akhirnya diumumkan dan alhasil Desa Samiranan mendapatkan juara 3 lomba Kudapan tingkat Kecamatan. kroket-ragout-daging