Home » Lokasi KKN » Kab. Grobogan

Category Archives: Kab. Grobogan

Agenda Kegiatan

May 2018
M T W T F S S
« Feb    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Kegiatan yang akan datang

There are no events.

GIZI JADIKAN MASYARAKAT BERPRESTASI

TEGOWANU, GROBOGAN (25/01/2018) – Dalam rangka mensosialisasikan program pemerintah mengenai gerakan 1000 hari pertama kehidupan, Tim I KKN UNDIP desa Kebonagung Kecamatan Tegowanu mengadakan acara sosialisasi dan edukassi tentang pentingnya 1000 hari pertama kehidupan kepada ibu hamil dan ibu menyusui yang ada di desa Kebonagung dibantu dnegan bidan desa setempat (Ibu SUSI). Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 25 januari 2018 pukul 09.00-11.30 WIB dan diawali dengan mengisi daftar hadir dan pembukaan yang dilakukan oleh moderator selanjutnya penyampaian materi dilakukan oleh mahasiswa ilmu gizi mengenai pentingnya gizi pada 1000 hari pertama kehidupan.

Kegiatan edukasi dan sosialisasi ini berlansung dengan bantuan mahasiswa TIM I KKN UNDIP Desa Kebonagung. Rangkaian materi yang disampaikan kepada peserta kegiatan meliputi pengertian 1000 HPK, sasaran 1000 HPK dan pentingnya penenuhan asupan zat gizi pada masa tersebut. Selama kegiatan berlangsung terlihat antusiasme peserta dalam mengikuti jalannya kegiatan. Setelah proses pemaparan materi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi antara mahasiswa, peserta dan bidan desa. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan program pemerintah mengenai 1000 HPK dapat terlaksana dengan baik di Desa Kebonagung Kecamatan Tegowanu serta diharapkan warga dapat memenuhi asupan zat gizi dengan pemanfaatan tanaman lokal.

Oleh: Tim I KKN UNDIP desa Kebonagung

Editor: Rachma Purwanti

PEMBUATAN LILIN AROMATERAPI

TEGOWANU, GROBOGAN (31/01/2018) – Lilin aromaterapi merupakan sebuah lilin yang bermanfaat menjadi pewangi ruangan, menenangkan fikiran, dapat pula untuk mengusir serangga. Lilin aromaterapi dapat dibuat melalui bahan-bahan yang sering kita temui dan gunakan. Kami TIM I KKN UNDIP 2018 Desa Kebonagung Kecamatan Tegowanu mengadakan program yaitu pembuatan lilin aromaterapi yang dibuat menggunakan bahan yang mudah ditemui. Dalam percobaan ini bahan utama yang diperlukan ialah parafin akan tetapi dipedesaan parafin sulit untuk ditemui, maka dari itu dapat digunakan lilin berwarna putih biasa yang biasanya memiliki fungsi sebagai lilin dikala listrik padam. Digunakannya lilin putih karena lilin tersebut tidak memili aroma khusus.

Kemudian sebagai aromaterapi diperlukan pewangi. Pewangi untuk lilin dapat dijumpai di toko kimia, akan tetapi dipedesaan susah untuk mencari pewangi untuk lilin, oleh sebab itu ada alternatif lain yaitu pewangi tersebut dapat dibuat sendiri menggunakan bahan alami yang sering kita temui. Bahan untuk pewangi tersebut ialah menggunakan limbah kulit jeruk jenis apa saja. Mula-mula limbah kulit jeruk tersebut dipotong kecil-kecil kemudian direndam menggunakan baking soda selama 10-14 jam. Setelah itu peras kulit jeruk tersebut dan diamkan selama 24 jam. Setelah 24 jam pada permukaan tempat air perasan jeruk akan ditemui minyak atsiri yang dapat digunakan sebagai pewangi lilin. Kemudian sebagai pewarna diperlulan pewarna tekstil namun karena sulit ditemukan ada pula alternatif lain yaitu menggunakan crayon/pewarna yang dihaluskan.

Program pembuatan lilin aromaterapi ini dilakukan pada tanggal 31 januari 2018 pukul 10.00-11.30 WIB. Kegiatan ini diawali dengan pemaparan materi bagaimana cara membuat lilin aromaterapi , kemudian dilakukan demonstrasi bagaimana cara pembuatan lilin aromaterapi tersebut. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan ibu-ibu lebih dapat mempraktekan ulang bagaimana cara membuat lilin aromaterapi dengan memanfaatkan bahan yang sering kita jumpai.

Oleh : TIM I KKN UNDIP 2018 Desa Kebonagung

Editor: Rachma Purwanti

OPTIMASI WEBSITE SIDEKA DESA KEBONAGUNG

TEGOWANU, GROBOGAN (Jan-Feb 2018) – Website SIDEKA merupakan website yang diberikan oleh pemerintah kepada desa dan kawasan, SIDEKA itu sendiri merupakan wadah yang tepat untuk mempromosikan dan memberi informasi kepada masyarakat luas mengenai potensi dan kabar terbaru dari Desa Kebonagung khususnya. TIM 1 KKN UNDIP 2018 Desa Kebonagung Kecamatan Tegowanu mengadakan program optimasi website SIDEKA dengan memperbarui informasi profil desa, potensi desa, kabar desa, kegiatan dan statistik kependudukan.

Program ini mulai dilakukan dari tanggal 16 Januari 2018 dan selai pada tanggal 2 Februari 2018 dengan mendemokan hasil dari optimasi website SIDEKA kepada perangkat desa Kebonagung. Kegiatan demostrasi hasil optimasi website dibantu mahasiswa TIM 1 KKN UNDIP Desa Kebonagung, kegiatan ini dilakukan dengan menjelaskan hak akses dari setiap aktor, menjelaskan menu-menu yang ada dan menjelaskan mengenai pengisian informasi pada website, merubah tampilan dan lain-lain.

Selama kegiatan berlangsung terlihat antusiasme perangkat desa dalam mengikuti jalannya kegiatan dari demostrasi optimasi website SIDEKA. Dengan dilakukannya optimasi website SIDEKA diharapkan Desa Kebonagung lebih dikenal masyarakat luas seperti potensi, kabar berita, data statistik kependudukan Desa Kebonagung dan khususnya masyarakat Desa Kebonagung dalam transparansi informasi, kabar terbaru yang ada di desa, dan kegiatan yang akan berlangsung.

Oleh: TIM 1 KKN UNDIP 2018 Desa Kebonagung

Editor: Rachma Purwanti

Gebangan Ber-Akta

TEGOWANU, GROBOGAN (Feb, 2018) – Saat ini di Indonesia terutama di Desa Gebangan, kesadaran orangtua untuk membuat akta kelahiran anak masih minim. Padahal, anak yang tidak memiliki akta kelahiran dihadapkan pada sejumlah resiko. Anak yang tidak tercatat identitas dirinya melalui akta kelahiran, sangat mungkin dipalsukan identitasnya untuk berbagai kepentingan. Resiko lainnya, terutama anak-anak di pedesaan yang tidak memiliki akta kelahiran menjadi sasaran empuk perdagangan anak.

Pembuatan dokumen kependudukan gratis

Selain itu, masih banyak masyarakat yang membuat dokumen kependudukan seperti akta kelahiran melalui calo. Akibatnya, masyarakat harus mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk pembuatan akta kelahiran.

Sosialisasi kepada masyarakat Desa Gebangan terkait pentingnya akta kelahiran

Melihat hal itu Tim 1 KKN UNDIP 2018 Desa Gebangan Kecamatan Tegowanu melaksanakan program Gebangan Ber-Akta. Bentuk program ini adalah berupa sosialisasi mengenai pentingnya akta kelahiran bagi setiap warga negara, yang kemudian dilanjutkan dengan memfasilitasi masyarakat Desa Gebangan dalam pembuatan akta kelahiran bagi masyarakat yang belum memiliki akta kelahiran.

Pengambilan akta kelahiran di Disdukcapil Grobogan

Oleh: Tim 1 KKN UNDIP 2018 Desa Gebangan

Editor: Rachma Purwanti

ASI Eksklusif dan MPASI sebagai Kunci Sukses Penerus Bangsa

Tegowanu, Grobogan – Minggu (14/1) Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional (HGN) mahasiswa TIM I KKN UNDIP TH 2018 mengadakan penyuluhan dan edukasi terkait ASI Eksklusif dan MPASI. Kegiatan yang diketuai oleh Berliana Sella Agusta, mahasiswa jurusan Ilmu Gizi ini dilaksanakan di posko KKN dengan sasaran ibu dan bayi balita di Desa Tlogorejo. Tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut agar ibu-ibu mengerti dan tahu pentingnya ASI eksklusif bagi tumbuh kembang bayi dan merubah kebiasaan memberikan susu formula daripada ASI serta mengerti pengaturan pembuatan dan pemberian MPASI menurut frekuensi, porsi, jumlah dan jenis sesuai usia anak.

Modul ASI Eksklusif dan MPASI

Kegiatan dilaksanakan pada pukul 10.00 WIB dengan diawali mengisi daftar hadir diikuti dengan pengisian materi terkait edukasi ASI Eksklusif dan MPASI. Umumnya masyarakat Desa Tlogorejo mengetahui istilah ASI Eksklusif, namun dalam pelaksanaannya kurang tepat. Sebagian besar masyarakat hanya mengerti pemberian ASI Eksklusif sebatas memberikan susu kepada bayinya baik ASI maupun susu formula. Oleh karena itu, penyuluhan dan edukasi terkait ASI Eksklusif sangatlah bermanfaat agar ibu mengerti aturan pemberian ASI Eksklusif untuk bayinya. ASI Eksklusif merupakan kegiatan pemberian makanan kepada bayi usia 0 – 6 bulan berupa ASI tanpa tambahan makanan maupum minuman lain. Karena, pada usia tersebut bayi belum mampu memproduksi enzim untuk mencerna makanan selain ASI. Setelah bayi berusia 6 bulan, mulai dikenalkan makanan pendamping ASI yang dikenal sebagai MPASI.

MPASI merupakan makanan pendampimg ASI yang diberikan kepada bayi usia 6 – 24 bulan untuk melengkapi kebutuhan zat gizi bayi. Karena pada usia tersebut pemberian ASI saja tidak cukup. Edukasi mengenai MPASI meliputi cara pembuatan MPASI serta pemberian MPASI menurut frekuensi, porsi, jumlah dan jenis sesuai usia anak. Diharapkan ibu-ibu di Desa Tlogorejo dapat melaksanakan ASI Eksklusif dengan tepat dan pembuatan serta pemberian MPASI dengan tepat.

Ibu-Ibu Sedang Memperhatikan Materi ASI Eksklusif dan MPASI

Oleh : Berliana Sella, KKN Tim I UNdip Desa Tlogorejo, Kec Tegowanu, Kab. Grobogan

Editor: Rachma Purwanti

Workshop Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik melalui Survei Kepuasan Masyarakat di Kantor Kecamatan Godong

Pelayanan publik yang baik adalah kunci dari produktivitas masyarakat yang tinggi. Produktivitas masyarakat yang tinggi adalah awal dari peningkatan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu perbaikan pelayanan publik yang lebih efisien dan efektif sangat penting apalagi pada era globalisasi saat ini. Seiring dengan semakin tingginya mobilitas dan banyaknya aktivitas masyarakat maka kualitas pelayanan publik juga harus terus ditingkatkan.

Salah satu bentuk pelayanan publik yang disediakan pemerintah adalah pelayanan administrasi dan perizinan untuk berbagai aktivitas masyarakat. Instansi penyedia pelayanan publik salah satunya adalah kantor kecamatan. Berbagai dokumen kependudukan dan perizinan yang dibutuhkan masyarakat harus melalui kantor kecamatan terlebih dahulu, misalnya seperti kepengurusan Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Oleh karena itu, kantor kecamatan dapat juga disebut sebagai garda terdepan proses pelayanan di masyarakat. Apabila proses pelayanan administrasi di kecamatan baik, maka proses di instansi selanjutnya juga akan baik pula.

Peningkatan kualitas pelayanan harus berorientasi pada kepuasan masyarakat (consumer oriented). Artinya peningkatan kualitas pelayanan harus berdasarkan kebutuhan masyarakat dan harus ditujukan untuk kepuasan masyarakat. Oleh karena itu sebelum peningkatan kualitas pelayanan dilakukan, perlu dilakukan survei kepuasan masyarakat terhadap pelayanan administrasi di suatu instansi.

Berdasarkan pemahaman tersebut, mahasiswa KKN UNDIP di Desa Bringin dibantu Dosen Pembina Lapangan (DPL) berinisiatif melakukan survei kepuasan masyarakat serta memaparkan hasil survei pada acara Workshop Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik melalui Survei Kepuasan Masyarakat di Kantor Kecamatan Godong yang dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 7 Februari 2018 di Pendopo Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan. Survei dilakukan dengan menyebar 100 lembar kuesioner yang berisi pertanyaan-pertanyaan seputar indikator kepuasan masyarakat seperti dari segi waktu, biaya, kesopanan & keramahan pegawai serta kemampuan pegawai dalam melayani masyarakat. Setelah data diperoleh, selanjutnya data diolah dan dibuat diagram untuk dipaparkan pada acara workshop. Dengan demikian maka perangkat kecamatan mampu mengetahui kelemahan dari pelayanan administrasi yang dilakukan sehingga mampu menentukan perbaikan dan peningkatan apa yang harus dilakukan.
null
null

UMKM “Emping Jagung Bu Riyah” yang menjadi ikon desa tlogorejo

Bu Riyah sedang melakukan penjemuran Emping Jagung

Camilan emping jagung mungkin tidak asing bagi warga Desa Tlogorejo. Camilan yang renyah, gurih, dan menyehatkan, juga bernilai jual tinggi. Bahan bakunya mudah didapat, berupa biji jagung yang dipilih sedemikian rupa.

Jagung yang biasa digunakan adalah jenis p21 yang memiliki kualitas bagus, biji jagung sebelum menjadi emping yang renyah terlebih dahulu diolah melalui beberapa proses mulai dari pencucian, pengkukusan, perebusan, penjemuran, penggilingan dan yang terakhir adalah penggorengan .

Khoiriyah Alifah (48), Salah satu pengusaha emping jagung asal Dusun Tlogotanjung, Desa Tlogorejo, Kecamatan Tegowanu yang mendirikan usaha emping jagung sejak 2012 menuturkan bahwa beliau memuli bisnisnya karena melihat banyaknya tumbuhan jagung di desa yang setelah pasca panen hanya dujual dalam bentuk biji jagung tua sebagai bahan dasar tepung, melihat kejadian ini beliau akhirnya berinisiatif untuk mengolah biji jagung menjadi bahan utama camilan emping jagung. Akhirnya setelah berjalan beberapa tahun usaha emping jagung beliau akhirnya mulai dikenal banyak orang. Bu Riyah sapaan akrab beliau selain menjadi pengusaha emping jagung , beliau juga aktif dalam organisasi kegamaan muslimat dan fatayat tegowanu, dan dari situlah usaha emping beliau juga banyak dikenal oleh masyarakat sekitar terutama daerah tegowanu.

Emping Jagung Bu Riyah hingga saat menjadi salah satu ikon atau ciri khas desa tlogorejo. Selain emping jagung bu riyah juga memproduksi berbagai macam cemilan mulai kripik talas, macaroni, dan kripik pisang.

Oleh: KKN Tim 1 Desa Tlogorejo

Editor: Rachma Purwanti

Skrining Buta Warna pada Anak melalui Aplikasi Komputer


Mahasiswa KKN Undip melakukan pendampingan tes buta warna di SDN Karangpasar, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Jumat (19/01). Kegiatan yang diinisiasi oleh mahasiswa Jurusan Fisika, Muhamat Nurkolis ini bertujuan untuk mengenalkan siswa-siswi sekolah dasar tentang pentingnya pemeriksaan buta warna sejak dini sebagai salah satu persiapan jika akan melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi kelak. Tidak hanya sebagai syarat masuk perguruan tinggi, bahkan untuk mendaftar kerja di beberapa bidang tertentu banyak yang mencantumkan “tidak buta warna” sebagai salah satu persyaratannya.

Buta warna merupakan berkurangnya kualitas penglihatan terhadap warna yang umumnya diturunkan kepada anak dari orang tuanya sejak dilahirkan. Penderita buta warna cenderung mengalami kesulitan saat melihat warna merah, hijau, biru, atau campuran warna-warna lainnya. Jarang ditemukan kasus buta warna total dan kebanyakan penderita buta warna bisa beradaptasi dengan kondisi ini sehingga tidak selalu dianggap sebagai kondisi yang serius. Maka dari itu perlu adanya wawasan dan pengetahuan akan buta warna.

Paiman selaku Kepala Sekolah sangat mendukung kegiatan ini karena dapat memberikan pengetahuan kepada anak-anak tentang apa itu buta warna dan dampak dari buta warna.

Muhamat Nurkolis selaku ketua program ini berharap agar nantinya program tes buta warna ini memotivasi anak-anak untuk meraih cita-cita mereka dan tidak terpengaruh teknologi jaman sekarang yang berakibat pada rusaknya mata, demi untuk membangun sumber daya yang berkualitas di Desa dan masyarakat Desa Karangpasar. Dalam melakukan screening buta warna ini, Nurkolis menggunakan aplikasi berbasis komputer, Coding MATLAB.

Reporter: Muhamat Nurkolis

Editor: Rachma Purwanti

Membantu Penyelenggaraan Program Sosial Pada Posyandu Balita

Pada 9 Januari 2018, Tim 1 KKN UNDIP TH 2018 Desa Kebonagung, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan telah membantu penyelenggaraan Posyandu Balita yang terletak di dusun Karang Pacing. Posyandu Balita merupakan program yang dilaksanakan oleh bidan desa, dan dilakukan di setiap dusun yang ada di Desa Kebonagung. Program posyandu balita dilakukan sebagai bentuk pemantauan status gizi dan kesehatan setiap balita maupun ibunya. Sehingga diharapkan dengan dilakukannya program seperti ini, kesehatan ibu dan balita selalu terpantau dengan baik. Pelaksanaan posyandu dilakukan di setiap pos pos yang ada di setiap dusun di Desa Kebonagung.

Posyandu balita di Desa Kebonagung dilaksanakan oleh ibu ibu pegiat posyandu dengan didampingi oleh ibu bidan desa Kebonagung. Pelaksanaan posyandu balita dimulai dari Pendaftaran peserta, setelah itu dilakukan penimbangan berat badan, kemudian pemberian PMT (Produk Makanan Tambahan berupa nasi tim & sop), selanjutnya dilakukan pengisian KMS (Kartu Menuju Sehat) & Konsultasi antara bidan desa dan juga ibu balita.

Editor: Rachma Purwanti

 

Perkenalan Tim KKN dengan Perangkat Desa Pepe

Grobogan (4/1), hari kedua semenjak penerjunan KKN Undip Tim 1 tahun 2018 di Desa Pepe diawali dengan perkenalan antara Tim KKN dengan perangkat Desa Pepe yang berlangsung di ruang Kantor Balai Desa Pepe. Perangkat desa yang hadir di antaranya adalah Bapak Supriyanto selaku Kepala Desa, Mas Iwan selaku Sekretaris Desa, Bapak Hardi selaku Kasi Pemerintahan, Mas Adi selaku Kasi Kesejahteraan Masyarakat, Mas Susilo selaku Kepala Dusun, Mas Joko selaku Kasi Umum. Perkenalan diawali dengan sambutan dari Kepala Desa dan Sekretaris Desa selaku perwakilan dari perangkat desa, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Koordinator Tim KKN Undip Desa Pepe (Vivaldy Mahardhika Putra) yang kemudian dilanjutkan perkenalan diri dari masing-masing anggota Tim KKN dengan cara menyebutkan nama, jurusan, serta asal daerah tempat tinggal masing-masing. Selanjutnya, perkenalan dilanjutkan dengan obrolan santai serta disampaikan juga beberapa potensi desa dan permasalahan desa yang ada oleh pihak perangkat desa. Potensi Desa Pepe dominan di bidang pertanian, kemudian untuk permasalahan yang ada pada Desa Pepe di antaranya rendahnya kesadaran terhadap pendidikan serta permasalahan pada bidang pertanian. Kemudian dari pihak perangkat desa juga akan menjembatani perkenalan antara Tim KKN dengan lembaga serta tokoh masyarakat pada hari Sabtu mendatang dengan tujuan untuk perkenalan serta menggali lebih dalam potensi serta permasalahan yang ada di Desa Pepe. Harapan dari perangkat desa, Tim KKN dapat merealisasikan program kerja yang sederhana namun dapat memberikan manfaat secara langsung terhadap masyarakat Desa Pepe.

Penulis : Brian Adavianta