Home » Lokasi KKN » Kab. Grobogan

Category Archives: Kab. Grobogan

KEGIATAN POSYANDU DESA LEMAHPUTIH

Rabu (10/07/19), telah berlangsung kegiatan posyandu di Posyandu Mugi Rahayu, Rumah Pak Paryono, Dusun Lemahputih, Desa Lemahputih. Kegiatan dilakukan pukul 09.00 – 11.30. Agenda posyandu ini merupakan salah satu agenda wajib Desa Lemahputih yang diadakan setiap bulan dan dilakukan secara bergilir tiap dusun. Minggu pertama di Dusun Mlakas, minggu kedua di Dusun Lemahputih, minggu ketiga di Dusun Ngasihan, dan minggu keempat di Dusun Kepuh Rubuh. Kegiatan dimulai dari pendataan nama anak dan orang tua, dilanjutkan dengan penimbangan berat dan tinggi badan, pengukuran lingkar kepala bayi dan balita, dan pendataan pertumbuhan anak yang dicatat dalam buku Kesehatan Ibu-Anak. Buku tersebut wajib dibawa setiap datang di Posyandu dengan tujuan untuk melihat perkembangan bayi dan balita setiap bulannya. Anggota tim II KKN Universitas Diponegoro Desa Lemahputih (Taufan, Yumnia, Dwiana, dan Anggita) turut membantu pencatatan dan penimbangan di Posyandu. Berdasarkan pada data keseluruhan tahun sebelumnya, didapatkan hasil informasi kesehatan di Desa Lemahputih berupa stunting, hipertensi, dan rendahnya kesadaran Ibu akan ASI eksklusif. Kemudian, Tim II KKN Universitas Diponegoro mendapat masukan mengenai topik penyuluhan serta melalui kunjungan sekaligus survey posyandu di dusun Lemahputih, Tim II KKN Universitas Diponedoro juga mendapatkan informasi mengenai fasilitas Posyandu yang kurang memadai untuk mendukung kegiatan. Permasalahan ini menjadi dasar untuk merancang program monodisiplin yang akan dilaksanakan oleh tim KKN.

Pendataan nama anak dan nama orang tua
Pendataan nama anak dan nama orang tua
Penimbangan berat badan bayi
Penimbangan berat badan bayi

Ditulis oleh : Maria Wike Wijaya, Novia Nur Huda

Desa Lemahputih

14 Juli 2019

Edukasi Pengolahan Hasil Laut, Deteksi Boraks, dan Pemanfaatan Komoditas Lokal di Desa Lemahputih

Sabtu (20/07/19) telah dilaksanakan program monodisiplin Pembuatan Bakso Rumput Laut yang dibawakan oleh Lailatul Atiqoh, mahasiswi dari Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan di kediaman Pak Darman (Ketua RT 7), Dusun Lemahputih, Desa Lemahputih. Program dilaksanakan dengan pemaparan materi berupa latar belakang, cara pembuatan, dan  pemutaran video cara mendapatkan dana dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam rangka mendorong minat para Ibu PKK untuk membuat produk berbasis hasil kelautan dan perikanan. Salah satu produk basis kelautan dan perikanan adalah pemanfaatan rumput laut menjadi bahan pembuatan bakso, sehingga tekstur bakso menjadi lebih crunchy seperti bakso urat. Selain itu, penambahan rumput laut dapat meningkatkan nilai serat pangan dalam bakso, yang bermanfaat untuk melancarkan pencernaan dalam tubuh. Cara membuatnya adalah dengan rumput laut yang telah direndam selama kurang lebih 12 jam dicincang agak halus, dicampurkan pada adonan bakso, dan bakso direbus hingga matang. Para Ibu PKK cukup antusias dengan program ini karena bakso merupakan makanan yang digemari semua kalangan dan penambahan rumput laut dapat memperbaiki tekstur dan nilai gizi.

Pemaparan cara mendapatkan dana dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk membuat produk berbasis hasil kelautan dan perikanan.
Pemaparan cara mendapatkan dana dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk membuat produk berbasis hasil kelautan dan perikanan oleh saudari Lailatul Atiqoh.

 

Telah dilaksanakan pula pogram monodisiplin Deteksi Boraks dan Tempe Kahi (Kacang Hijau) yang dibawakan oleh Maria Wike Wijaya, mahasiswi dari Teknologi Pangan, Fakultas Peternakan dan Pertanian. Program Deteksi Boraks dilaksanakan dengan melakukan demonstrasi pengujian bakso positif boraks dan negatif boraks menggunakan tusuk gigi yang telah ditusukkan sebelumnya pada kunyit segar. Hasilnya, bakso positif boraks akan merubah warna kuning kunyit menjadi kuning kemerahan, sedangkan bakso negatif boraks tidak akan merubah warna yang sudah ada (tetap berwarna kuning). Deteksi boraks dengan metode indikator kunyit ini tidak hanya dapat dilakukan pada produk bakso, namun juga pada produk daging lainnya seperti sosis. Para Ibu PKK cukup antusias dengan program ini karena boraks membahayakan kesehatan sehingga penting untuk dideteksi keberadaannya dengan bahan yang mudah ditemukan di dapur.

Pemaparan perbedaan hasil makanan yang diberi boraks dan tidak diberi boraks.
Pemaparan perbedaan hasil makanan yang diberi boraks dan tidak diberi boraks oleh saudari Maria Wike Wijaya.

Program selanjutnya adalah Tempe Kahi yang dilaksanakan dengan pemaparan materi berupa latar belakang, cara pembuatan, dan pemberian contoh tempe yang sudah jadi. Inovasi Tempe Kahi didasari empat tujuan: (1) Memanfaatkan kacang hijau yang merupakan komoditas yang dibudidayakan di Desa Lemahputih; (2) Menurunkan penggunaan kedelai yang umumnya diimpor; (3) Mendapatkan nilai gizi lebih baik karena kacang hijau rendah lemak dan tinggi karbohidrat; (4) Meningkatkan nilai jual dengan diversifikasi pangan. Cara membuatnya adalah kacang hijau direndam kurang lebih 12 jam, kulit arinya dikelupas, dikukus selama 20 menit, dicampur dengan ragi tempe (Rhizopus oligosporus), dikemas, dan diperam selama 2 hari. Hasilnya, tempe kahi memiliki kenampakan fisik yang mirip dengan tempe dari kedelai. Para Ibu PKK cukup antusias dengan program ini karena tempe kahi merupakan produk yang jarang dibuat dan belum ada di pasaran.

Ditulis oleh : Maria Wike Wijaya, Novia Nur Huda

21 Juli 2019

 

UPAYA MENJAGA KESEHATAN DARI SEJAK DINI DI DUSUN BONGANGIN, DESA TEMON : TEKA-TEKI SILANG SEBAGAI MEDIA BERMAIN DAN BELAJAR MENGENAI KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK SD SERTA 6 LANGKAH CUCI TANGAN YANG BAIK DAN BENAR

Desa Temon

GROBOGAN, 26 Juli 2019 – Minggu ketiga TIM II KKN UNDIP 2019 Desa Temon melakukan edukasi mengenai kesehatan gigi dan mulut oleh Muhammad Rizka Hidayat yang dilakukan di SD Negeri 3 Bogangin, Desa Temon dengan peserta para siswa kelas V yang berjumlah 37 siswa. Edukasi mengenai kesehatan gigi dan mulut ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut serta tatacara yang baik dan benar dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Hal yang mendasari dari adanya kegiatan ini dikarenakan masih banyak dari siswa SD yang tidak menggosok gigi secara rutin sehingga kebanyakan dari mereka sing mengalami sakit gigi. Warga Dusun Bongangin, Desa Temon dalam hal menjaga kebersihan di kehidupan sehari-hari masih dibilang kurang dan kondisi lingkungan di Dusun Bogangin yang masih terdapat tempat-tempat yang kumuh sehingga perlu adanya sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan khususnya kesehatan gigi dan mulut bagi anak-anak agar mereka dapat terhindar dari banyak macam penyakit yang dapat menyerang. Edukasi mengenai kesehatan gigi dan mulut yang dilakukan di SD Negeri 3 Bogangin menggunakan media berupa teka-teki silang dikarenakan media teka-teki silang lebih familiar dan banyak disenangi oleh anak-anak SD. Kegiatan edukasi  ini juga dilakukan kuis di sesi terakhir untuk menambah semangat dan untuk mengetahui seberapa besar mereka dapat memahami ilmu yang telah diberikan oleh TIM KKN UNDIP 2019 Desa Temon. Antuasias para siswa dalam mengikuti kegiatan tersebut sangatlah tinggi, terbukti dari banyaknya siswa yang ingin mendapat kesempatan untuk menjawab kuis yang diberikan.

Kesehatan gigi dan mulut

Setelah dilakukan edukasi mengenai kesehatan gigi dan mulut, TIM II KKN UNDIP 2019 Desa Temon melakukan edukasi dan pelatihan mengenai 6 langkah cuci tangan yang baik dan benar di SD Negeri 3 Bogangin. Edukasi dan pelatihan mengenai 6 langkah cuci tangan yang baik dan benar dilakukan pada siswa kelas V yang berjumlah sekitar 37 siswa. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk memberikan pengetahuan terhadap para siswa mengenai cuci tangan yang benar dengan harapan nantinya para siswa dapat menerapkannya di kehidupan sehari-hari. Masyarakat Desa Temon khususnya Dusun Bogangin termasuk kurang peduli terhadap kebersihan tangan, mereka terbiasa tidak cuci tangan setelah melakukan suatu aktivitas terutama anak-anak, hal tersebutlah yang melatarbelakangi adanya kegiatan edukasi mengenai cuci tangan yang baik dan benar. Kebersihan tangan yang tidak dijaga dapat berdampak buruk bagi kesehatan seperti timbulnya sakit diare, hepatitis A, keracunan makanan, dan mudah terserang flu yang disebabkan oleh kuman yang banyak menempel ditangan setelah melakukan aktivitas. Acara dimulai dengan menonton video mengenai cara cuci tangan yang baik dan benar, kemudian dilakukan praktek bersama, dan pada sesi terakhir dilakukan kuis. Para siswa sangat berantusias dalam mendapatkan kesempatan untuk bisa mempraktekan tatacara cuci tangan yang benar di depan kelas.

                                     hh             Desa Temon Kesehatan gigi dan mulut

Kegiatan edukasi mengenai kesehatan gigi dan mulut serta 6 langkah cuci tangan yang baik dan benar ditutup dengan pembagian susu dan stiker mengenai himbauan untuk menggosok gigi bagi para siswa serta sesi foto bersama.

Program Monodisiplin TIM II KKN UNDIP minggu ketiga Desa Karangsari

Karangsari (2019) pada minggu ke III kegiatan TIM II KKN UNDIP diisi dengan pelaksanaan kegiatan Program Monodisiplin dilaksanakan oleh Xena Caterine Siahaan (21) pada hari Senin tanggal 21 Juli 2019 yang bertema “Pendampingan penerapan berpakaian dan tata letak kandang yang sesuai dengan SOP dalam berternak”.  Pada program ini bertujuan untuk mengajarkan dan melatih para pekerja agar belajar disiplin dan taat sesuai dengan ketentuan atau standar yang ada dalam berternak. Agar peternak dapat melakukan kegiatan selanjutnya dengan baik dan sesuai standar, maka Xena memberi wear pack, sepatu boots, dan masker. Pendampingan dalam beternak ini dilakukan dengan cara door to door mengunjungi satu per satu rumah peternak. Kemudian program mono selanjutnya bertema “Pendampingan dan pemberian edukasi kepada peternak mengenai pentingnya sanitasi”, yang juga dilakukan oleh Xena pada hari dan tanggal yang sama. Bertujuan untuk menambah pengetahuan peternak tentang pentingnya sanitasi pada area perkandangan. Edukasi pengetahuan ini juga dilakukan bersama secara door to door datang ke rumah peternak hewan.

Program mono selanjutnya juga dilakukan oleh anggota TIM II KKN UNDIP yaitu Alldo Haswandana Putra (21) bertema “Implementasi dan penyuluhan pentingnya APD pada pekerja UMKM pembuatan batu bata” yang dilakukan pada hari Selasa tanggal 22 Juli 2019 bertujuan untuk memberi pengetahuan kepada pekerja betapa pentingnya APD (Alat Pelindung Diri) disaat proses pembuatan batu bata berlangsung. Dilakukan dengan memberi alat caping, sarung tangan dan masker untuk pelindung diri. Penyuluhan ini dilaksanakan dengan cara anjangsana langsung ke tempat produksi batu bata yang ada di desa karangsari. Program mono kedua yang dilaksanakan Alldo pada hari Jumat tanggal 26 Juli 2019 bertema “Pencerdasan dan penyuluhan tentang 5R di UMKM makanan ringan” yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang 5R yaitu Resik, Rapi, Ringkas, Rajin, Rawat yang jika diterapkan dengan sesuai dapat membuat produksi terlaksana lebih baik. Program ini memberikan poster dan ditempel ke tempat produksi agar selalu mengingat tentang 5R. Penyuluhan ini dilakukan dengan cara door to door ke tempat UMKM makanan ringan.

Anggota lain dari TIM II KKN UNDIP yang menjalankan program mono pada minggu ketiga yang lain adalah Anindhiati Restu Wardhani (21) yang bertema “Pengenalan E-commerce, khususnya jual beli online kepada UMKM”, yang dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 26 Juli 2019 dengan berkunjung secara door to door ke UMKM yang ada di Desa Karangsari, yang bertujuan untuk memberikan solusi kepada masyarakat sebagai peningkatan perekonomian, dan memperluas pemasaran produk. Pengenalan ini dilakukan dengan cara membuat akun baru kepada UMKM makanan ringan ke salah satu ecommerce dan mengupload produk yang dijual ke akun yang telah tersedia. Program monodisiplin dari Anin selanjutnya yaitu “Pelatihan pembukuan laporan keuangan sederhana untuk UMKM dengan aplikasi Android”, yang bertujuan untuk mempermudah kelompok UMKM menghitung pengeluaran selama berjalannya produksi.  Pelatihan ini dilakukan secara bersamaan dengan program sebelumnya. Saat berkunjung, Anin melakukan pelatihan kepada salah satu anggota UMKM dengan cara menggunakan smartphone android dan melakukan langkah-langkah yang telah dibuat sebelumnya.Penyerahan Peralatan SOP Peternakan Pengenalan dan Pendaftaran ke E-commerce Melakukan pelatihan Pembukuan dengan Android Memberikan poster 5R

KEGIATAN MONODISIPLIN OLEH KELOMPOK KKN UNDIP TIM II TAHUN 2019 DESA KARANGSARI

(more…)

Pembelajaran Interaktif dan Menyenangkan di SD Lemahputih

Telah dilaksanakan pembelajaran interaktif pada hari Kamis (01/08/19) di SDN 1 Lemahputih, pada hari Sabtu (03/08/19) di SDN 3 Lemahputih dan pada hari Senin (05/08/19) di SDN 2 Lemahputih, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan. Materi yang disampaikan adalah tentang cita-cita. Pemilihan materi didasarkan oleh banyaknya anak di SD Lemahputih yang tidak memiliki cita-cita dan banyaknya penduduk di Desa Lemahputih yang tidak melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi. Kebanyakan latar belakang penduduk di Desa Lemahputih merupakan lulusan SD dan SMP. Pembelajaran dilakukan di kelas 4,5 dan 6. Pembelajaran dimulai dengan menanyakan cita-cita yang mereka punya dan yang mereka tahu, kemudian dilanjutkan dengan games tebak gambar. Tidak hanya sekedar games, Tim II KKN Universitas Diponegoro juga melakukan sharing dengan anak-anak terkait setiap profesi yang ada di gambar tersebut, sehingga dapat meningkatkan wawasan anak-anak. Setelah dilakukan pembelajaran, setiap anak akan mendapatkan kertas origami dan setiap anak menuliskan nama, cita-cita, dan pesan di atas kertas tersebut. Harapannya, anak-anak yang sebelumnya tidak memiliki cita-cita dapat memilikinya, dan yang sebelumnya ragu terhadap cita-citanya dapat menjadi yakin, sehingga memotivasi mereka untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.

Games Tebak Gambar
Games Tebak Gambar
Hasil Pembelajaran Interaktif di SDN 2 Lemahputih
Hasil Pembelajaran Interaktif di SDN 2 Lemahputih

Ditulis oleh : Maria Wike Wijaya, Novia Nur Huda

5 Agustus 2019

Kelas Ibu Balita di Dusun Gedong, Desa Tegalsumur

kelas balita

Kelas Ibu Balita adalah kelas dimana para ibu yang mempunyai anak berusia antara 0 sampai 5 tahun secara bersama-sama melakukan diskusi, tukar pendapat, tukar pengalaman akan pemenuhan pelayanan kesehatan, gizi pada anak balita, stimulasi pertumbuhan dan perkembangannya yang dibimbing oleh seorang fasilitator, yakni dr. Musa, dokter dari puskesmas Kecamatan Brati.

Acara ini dilakukan pada hari Rabu, 24 Juli 2019 di rumah Bapak Suparyono, Dusun Gedong Desa Tegalsumur yang mana dimulai pukul 09.00 WIB. Peserta yang mengikuti kelas Ibu Balita berjumlah sepuluh orang. Kegiatan yang dilakukan yaitu pemberian materi tentang kesehatan balita dan dilanjutkan dengan pemeriksaan balita oleh dr. Musa. Hasil pemeriksaan dicatat dalam buku pegangan individu yang berisi data-data kesehatan masing-masing balita.

Maksud dan tujuan diadakan kelas ibu balita yaitu untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku ibu dengan menggunakan Buku KIA dalam mewujudkan tumbuh kembang Balita yang optimal. Target Sasarannya yaitu terlaksananya Kelas Ibu Balita di seluruh wilayah Desa Tegalsumur.  Acara dibuka oleh pembawa acara, dengan diawali do’a bersama dan dilanjutkan dengan penyampaian tujuan pelaksanaan Kelas Ibu Balita. Kemudian diisi dengan perkenalan dari dr. Musa.

Pada sesi selanjutnya, dilakukan Pre test untuk penjajagan pengetahuan peserta. Teknik penyampaian materi secara diskusi  atau curah pendapat, dengan membahas buku KIA. Lalu dilakukan Post test sebagai evaluasi hasil pelaksanaan kegiatan kelas ibu balita, dengan tujuan untuk mengetahui peningkatan penyerapan materi yang dibahas bersama  atau yang disampaikan fasilitator. Acara ditutup oleh pembawa acara dengan do’a bersama-sama dan ucapan salam.

kelas balita2

Manajemen UMKM dengan ‘4P & Branding’ dan Pembuatan Kerajinan Kerangka Daun di Desa Lemahputih

GROBOGAN, 15 juli 2019 – telah dilaksanakan program kerja pertama yaitu manajemen UMKM dengan 4P yang diisi oleh Dwiana Apriesti dan pembuatan kerajinan dari kerangka daun sirsak yang diisi oleh Faika Rauda Adhania. Kegiatan dihadiri sebanyak 24 orang ibu PKK Desa Lemahputih. Kegiatan dilaksakan pukul 10.00 di rumah Ibu Lurah yang bertempat di Dusun Ngasihan, Desa Lemahputih, Kec. Brati.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Ibu PKK. Kemudian dilanjutkan diisi Sosialisasi Puskesmas tentang PMBA (Pemberian Makanan Bayi dan Balita) . Materi yang diberikan dari puskesmas bagaimana cara menyusui bayi yang tepat, adanya himbauan untuk memberikan ASI hingga berumur 2 tahun dan pemberian MP ASI ketika sudah berumur 6 bulan. Sosialisasi ini dilandasi dari penemuan masalah stunting/ masalah tinggi badan/ kerdil di daerah Grobogan. Adanya stunting ini karena salah pemberian gizi sehingga menyebabkan gizi buruk sejak bayi.

Pemaparan Sosialisasi oleh Puskesmas tentang PMBA (Pemberian Makanan Bayi dan Balita)
Pemaparan Sosialisasi oleh Puskesmas tentang PMBA (Pemberian Makanan Bayi dan Balita)

Kemudian materi sosialisasi kedua dari saudari Dwiana Apriesti tentang manajemen UMKM dengan  4P & Branding. 4P yaitu Product, Price, Place, dan Promotion.  Product artinya kita harus mengetahui produk apa yang akan kita jual dan yang akan dibranding. Price artinya kita menentukan harga sesuai dengan segmentasi pasar/ kemampuan beli masyarakat. Place artinya kita harus tahu dimana produknya akan dipasarkan, contohnya yaitu produk kerajinan di desa bisa dijual di tempat wisata karena bisa sebagai barang oleh-oleh khas desa. Kemudian Promotion yaitu bagaimana cara kita memasarkan  produk kita agar dikenal masyarakat luas. Pemberian materi sosialisasi ini didasari adanya permasalahan di desa berupa belum jalannya UMKM dan terbatasnya pengetahuan dan cara mereka membranding suatu produk yang dihasilkan di desa. Dengan memberikan sosialisasi ini diharapkan dapat mengembangkan usaha/ industri rumah tangga yang dapat menambah penghasilan masyarakat dan masyarakat tidak ragu untuk memasarkan produknya.

Pemaparan materi manajemen UMKM dengan '4P & Branding' oleh saudari Dwiana Apriesti
Pemaparan materi manajemen UMKM dengan ‘4P & Branding’ oleh saudari Dwiana Apriesti

Dan yang terakhir materi ketiga diisi oleh saudara Faika Rauda Adhania dengan mengajarkan ibu PKK membuat kerajinan dari kerangka daun. Langkah pertama dalam pembuatannya yaitu, daun sebelumnya sudah direbus dahulu di rumah selama 30 menit, kemudian kompor dimatikan. Lalu tambahkan bubuk KOH sebanyak 1 – 2 sendok makan ke dalam rebusan daun, kompor dinyalakan kembali dan daun direbus lagi selama kurang lebih 1 jam. Dalam pembuatan kerangka daun ini, saudari Faika mencontohkan menggunakan daun sirsak. Setelah 1 jam direbus dengan campuran KOH, daun ditiriskan/ diangkat dan direndam ke dalam air biasa, kemudian disikat menggunakan sikat gigi hingga daging daun luruh dan tersisa kerangka daunnya. Kerangka daun direndam bayclin (pemutih) hingga warna kerangka daun berubah menjadi putih. Setelah menjadi putih kemudian dikeringkan. Kerangka daun inilah yang dipamerkan kepada ibu PKK dan memberikan kesempatan kepada ibu PKK untuk memberikan warna pada kerangka daun. Kerangka daun diberi warna menggunakan air yang sudah diberi pewarna makanan dan dioleskan ke kerangka daun menggunakan kapas. Ketika kerangka daun yang diberi warna sudah kering, kerangka daun dapat digunakan sebagai hiasan bingkai foto. Pemberian materi sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas masyarakat desa dengan membuat produk yang mudah dibuat dengan bahan di sekitar kita seperti daun yang mudah ditemukan dimana – mana dan bisa diolah menjadi kerajinan yang bernilai jual.

Pemberian Warna pada Kerangka Daun dengan Arahan/ Instruksi Saudari Faika Rauda Adhania
Pemberian Warna pada Kerangka Daun dengan Arahan/ Instruksi Saudari Faika Rauda Adhania

 

Ditulis oleh : Maria Wike Wijaya, Novia Nur Huda

15 Juli 2019

Peningkatan Kesehatan Masyarakat Melalui Penerapan Ilmu oleh Mahasiswa Tim II KKN UNDIP pada Acara Bakti Sosial

Katekan (11/08/19) Bakti sosial atau biasa disingkat menjadi baksos yang dilaksanakan pada Jumat 9 Agustus 2019 telah menjadi ajang penerapan ilmu khususnya bagi mahasiswa kesehatan Tim II KKN UNDIP. Acara baksos tersebut terdiri dari 4 Acara Utama yaitu donor darah bersama PMI, kelas senam ibu hamil dan pijat bayi bagi ibu menyusui yang berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak, ekspo program unggulan serta cek kesehatan gratis bagi masyarakat umum khususnya masyarakat Brati oleh mahasiswa kesehatan tim II KKN UNDIP.

Pelaksanaan Cek Kesehatan pada Acara Bakti Sosial
Pelaksanaan Cek Kesehatan pada Acara Bakti Sosial

Pada acara ekspo program unggulan dan cek kesehatan inilah terbuka peluang bagi mahasiswa untuk berperan aktif, terjun langsung meningkatkan pengetahuan dan kesehatan masyarakat. Pramatama Andhika dari jurusan Kedokteran Umum berperan sebagai konsultan kesehatan pada acara tersebut. Saran dan solusi diberikan kepada masyarakat Kecamatan Brati dan mahasiswa setelah berbagai keluhan kesehatan serta hasil pengecekkan gula darah dan tensi disampaikan. sedangkan Putriyanny dari Jurusan Farmasi turut berperan melakukan cek antropometri, yaitu meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan dan perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT). Selain itu penerapan ilmu juga dapat disalurkan melalui Ekspo produk. Di acara ekspo tersebut mahasiswa Tim II KKN UNDIP dapat menambah pengetahuan pengunjung stand ekspo melalui penjelasan seputar produk seperti teknik pembuatan dan manfaat produk.

PROGRAM UNGGULAN TIM II KKN UNDIP 2019 DESA TEMON : PENINGKATKAN MINAT PEMUDA MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN VERTIKULTUR BOTOL BEKAS MINUMAN UNTUK PENGHIJAUAN DESA TEMON

vertikultur desa temon

vertikultur desa temon

GROBOGAN, 28 Juli 2019 – TIM II KKN UNDIP 2019 Desa Temon, Kec. Brati, Kab. Grobogan melakukan pelatihan berupa pemanfaatan botol bekas minuman manjadi media berkebun secara vertikal atau biasa disebut dengan vertikultur yang juga termasuk dalam program monodisplin dari Kharisma Nurhakiki, mahasiswi program studi Agroekoteknologi.

Program vertikultur dijalankan dalam bentuk pelatihan dengan sasaran para pemuda Dusun Calebung, Desa Temon. Latar belakang dari kegiatan ini dikarenakan untuk meningkatkan minat dan kreativitas pemuda Dusun Calebung dalam bidang pertanian sekaligus sebagai upaya dalam menghijaukan Desa Temon yang dapat dimulai dari setiap rumah.

Vertikultur merupakan cara bercocok tanam secara bertingkat atau vertikal dengan menggunakan botol bekas minuman sebagai tempat untuk bertanam. Vertikultur menggunakan botol bekas minuman ini sekaligus sebagai upaya dalam mengurangi adanya sampah anorganik menjadi suatu yang lebih berguna, yang diketahui bahwa di Desa Temon memiliki masalah utama berupa adanya sampah yang belum dapat diatasi dengan bijak karena masih banyak sampah yang dibuang sembarangan serta masih dilakukan pembakaran. Tema dalam pelatihan kali ini yaitu Budidaya Vertikultur Tanaman Hias dan Sayuran.

vertikultur desa temon

Vertikultur yang dibuat dalam pelatihan kali ini memanfaatkan botol bekas minuman ukuran 600 ml dengan susunan 2 tingkat dan menggunakan tanaman sayuran berupa bayam dan tanaman hias berupa bunga pukul Sembilan. Acara dimulai pada pukul 15.00 WIB di rumah Saudara Bagas selaku ketua karang taruna Dusun Calebung. Pelatihan diawali dengan pemberian materi mengenai vertikultur menggunakan media berupa video yang ditampilkan dalam bentuk powerpoint. Antusias pemuda dalam mengikuti pelatihan cukup tinggi terbukti dengan banyaknya pemuda yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan pelatihan pembuatan vertikultur.

TIM II KKN UNDIP  2019 Desa Temon berharap dengan diadakannya pelatihan ini dapat menumbuhkan minat pemuda dalam bidang pertanian dimulai dari skala yang kecil dan juga dapat membantu meningkatkan penghijauan di lingkungan Desa Temon. Acara ditutup dengan penyerahan bibit tanaman terung dan polibag untuk mendukung adanya penghijauan di Desa Temon dan sebagai bentuk pengenalan budidaya tanaman sayuran secara sederhana kepada pemuda.