Home » Lokasi KKN » Kab. Grobogan

Category Archives: Kab. Grobogan

Recycle Jelantah Menjadi Sabun Multi Fungsi Desa Sarirejo

SARIREJO – GROBOGAN (03/08/2018) — Tim KKN II Universitas Diponegoro Desa Sarirejo, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan mengadakan praktik pembuatan sabun berbahan dasar jelantah yang dihadiri oleh ibu-ibu PKK. Praktik tersebut dilaksanakan pada Jumat, 3 Agustus 2018 dan bertempat di Balai Desa Sarirejo pukul 14.00 WIB. Adapun praktek tersebut merupakan program monodisiplin Eva Heni Astuti, mahasiswi Kimia, Fakultas Sains dan Matematika.

“Minyak Jelantah merupakan limbah rumah tangga yang harus dibuang karena dapat mencemari lingkungan. Namun saya berinisiatif mengolah limbah tersebut menjadi barang yang lebih bermanfaat”, ucap Eva saat memulai praktik tersebut. Materi tersebut dipilih dengan harapan untuk memberikan pelatihan dan pengetahuan kepada ibu ibu PKK tentang bagaimana memanfaatkan limbah, dalam hal ini yaitu jelantah untuk dimanfaatkan sebagai bahan dasar dalam pembuatan sabun.

Untuk proses pembuatannya, butiran soda api dimasukkan kedalam air. Selanjutnya dimasukkan minyak jelantah dan diaduk sampai larutan homogen dan mengental. Proses ini biasanya memakan waktu 5-10 menit. Kemudian proses yang terakhir yaitu larutan yang sudah homogen dan mengental tersebut didiamkan selama 2 hari agar larutan tersebut mengeras dan sudah berbentuk menjadi sabun.

Oleh : Tim II KKN UNDIP Desa Sarirejo

Editor: Rachma Purwanti, S.KM, M.Gizi

SOSIALISASI KEPADA MASYARAKAT DESA KALANGLUNDO MENGENAI BAHAYA PENGGUNAAN DAN CARA PENGUJIAN BORAKS PADA MAKANAN DENGAN INDIKATOR ALAMI

KALANGLUNDO – GROBOGAN (19/07/2018) Pemahaman masyarakat mengenai bahaya dan dampak penggunaan boraks pada produk makanan sangatlah penting. Kurangnya pemahaman masyarakat Desa Kalanglundo mengenai bahaya dan dampak mengkonsumsi boraks bagi kesehatan membuat Tim II KKN dari UNDIP di Desa Kalanglundo, Kec. Ngaringan, Kab. Grobogan melakukan sosialisasi mengenai bahaya penggunaan dan cara pengujian boraks pada makanan.  Sosialisasi mengenai bahaya boraks telah sering disampaikan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Akan tetapi, informasi semacam ini belum banyak diketahui oleh masyarakat Desa Kalangundo. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menghimbau konsumen agar berhati-hati dalam memilih produk pangan dan memperhatikan ciri-ciri produk pangan yang mengandung boraks.

BORAKS merupakan senyawa dengan nama kimia natrium tetraborat yang berbentuk kristal lunak. Boraks bila dilarutkakn dalam air akan terurai menjadi natrium hidroksida dan asam borat. Boraks sangat berbahaya bagi kesehatan karena dapat mengganggu susunan syaraf pusat, ginjal dan hati. Boraks digunakan antara lain sebagai campuran pembuatan gelas, Pengawetan kayu, Salep kulit, Boraks gliserin (obat sariawan). Disalahgunakan antara lain sebagai pengenyal pada pangan seperti bakso dan empek-empek; dan perenyah pada kerupuk. Bakso memiliki tekstur kenyal, dengan warna cenderungn agak putih, rasa sangat gurih. Kerupuk memiliki tekstur sangat renyah dan rasa getir.

Boraks dan formalin dilarang digunakan untuk pangan sesuai dengan Peraturan menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomer 033 Tahun 2012 tentang Bahan Tambahan Pangan. Sanksi terhadap pelanggaran menurut Undang-Undang Nomer 18 Tahun 2012 tentang Pangan pasal 136: Bila sengaja menggunakan bahan yang dilarang digunakan sebagai bahan tambahan Pangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 ayat (1) dipidana dengan pidana 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp. 10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).

Oleh Tim II KKN Undip Desa Kalanglundo

Editor: Rachma Purwanti, S.KM, M.Gizi

Download Full Text dan Foto-foto Dokumentasi

PELEPASAN MAHASISWA KKN TIM II UNDIP

NGARINGAN – GROBOGAN (10/07/2018) Selasa, 10 Juli 2018 Mahasiswa KKN UNDIP Tim II 2018 melaksanakan upacara pelepasan mahasiswa KKN. Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Diponegoro dan dihadiri pula oleh seluruh jajaran Rektorat. Setelah pelaksaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan pemberangkatan Mahasiswa ke daerah masing-masing.

Sesampainya di Kecamatan Ngaringan Kab. Grobogan, Mahasiswa KKN UNDIP diterima langsung oleh Camat Kec. Ngaringan, Drs. Teguh Harjokusumo, M.Si beserta para kepala Desa dari masing-masing Desa yang akan dijadikan tempat KKN. Mahasiswa juga didampingi oleh dosen pembimbing lapangan. Dalam penerimaan mahasiswa tersebut Camat Kec. Ngaringan menyampaikan beberapa hal terkait pelaksanaan KKN dan tidak lupa pula menyemangati Mahasiswa untuk dapat menyelesaikan KKN dengan baik.

Oleh: Tim II KKN UNDIP Desa kalangdosari

Editor: Rachma Purwanti, S.KM, M.Gizi

 

KKN Tim II Universitas Diponegoro fokus mencerdaskan siswa-siswi SMP di Desa Kalanglundo

KALANGLUNDO – GROBOGAN (17/07/2018) Pada Selasa, 17 Juli 2018, KKN tim II UNDIP Kelompok 11, yang bertugas di Desa Kalanglundo, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, bekerjasama mengadakan kegiatan Workshop tentang Peraturan dan Dampak Perkawinan Usia Dini dan Peraturan dan Dampak Narkoba yang dibahas dari segi kesehatan dan hukum yang diperuntukkan bagi siswa-siswi SMP, yaitu siswa-siswi SMPN 2 Ngaringan. Kegiatan Workshop tersebut diadakan dari pukul 8-12 siang dan dilaksanakan di ruangan kelas siswa-siswi SMPN 2 Ngaringan, dan diperuntukkan bagi seluruh siswa-siswi SMPN 2 Ngaringan, yaitu siswa kelas 7, 8, dan 9.

Kegiatan ini didasarkan pada latar belakang dan masalah yang ada di Desa Kalanglundo, yang diperoleh melalui survey oleh mahasiswa dan mahasiswi yang bertugas di desa Kalanglundo melalui informasi dari perangkat desa dan masyarakat desa, yaitu tingginya angka kematian ibu di Kabupaten Grobogan, tingginya angka perkawinan usia dini (<18 tahun) di Desa Kalanglundo dan bahkan pada usia 15 tahun, tingginya potensi pengaruh narkoba masuk ke dalam desa dikarenakan wilayah Jawa Tengah yang luas, transportasinya mudah, banyak pendatang dari luar Jawa Tengah, dan sikap permisif masyarakat Jawa Tengah.

Alasan mahasiwa-mahasiswi memutuskan untuk mengadakan kegiatan bagi siswa-siswi SMP adalah karena perkawinan usia dini ada yang dimulai pada usia 15 tahun, pengetahuan siswa-siswi SMP yang belum luas terutama mengenai Narkoba dan sangat mudah untuk dipengaruhi orang lain, dan setelah lulus SMP kemungkinan banyak yang akan merantau dan belum mengerti bahaya dan pengaruh yang ada dari dunia luar. Kegiatan Workshop ini diawali terlebih dahulu dengan melakukan survei masalah yang ada di masyarakat, kemudian melakukan survei SMP yang bersedia untuk dikunjungi, melakukan persiapan materi yang akan disampaikan, dan melaksanakan kegiatan Workshop.

Kegiatan Workshop yang dilaksanakan berjalan dengan lancar dan seluruh siswa-siswi SMP mendapatkan informasi dan materi yang telah disediakan. Harapan dari mahasiswa KKN yang menyelenggarakan workshop adalah semoga informasi dan edukasi yang diberikan dapat bermanfaat bagi siswa-siswi SMP khususnya SMPN 2 Ngaringan dalam memahami peraturan dan dampak dari Perkawinan Usia Dini dan Narkoba sehingga dampak negatif dari perkawinan usia dini dan narkoba dapat dicegah dan dihindari.

Oleh: Tim II KKN UNdip Desa Kalanglundo, Kec Ngaringan kab Grobogan

Editor: Rachma purwanti, S.KM, M.Gizi

Membentuk Siswa-Siswi Madrasah yang Berjiwa Pancasila dan Mengerti Hukum

NGARINGAN, GROBOGAN (21/07/18) – Mahasiswa TIM II KKN UNDIP Desa Ngaringan, Kec. Ngaringan pada hari Sabtu pagi hari, melanjutkan kegiatan KKN dengan mengunjungi Madrasah Aliyah Al-Mubarok desa Ngaringan. Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan sosialiasi tentang Pendidikan Anti Korupsi (PAK) dan sosialisasi tentang batas umur cakap hukum di Indonesia.

Kunjungan diawali dengan silaturahmi dengan pengurus serta tenaga pengajar di Madrasah tersebut. Setelah silaturahmi mahasiswa melanjutkan dengan masuk ke kelas X dan XI untuk memperkanalkan diri serta melakukan tanya jawab singkat mengenai kegiatan KKN dan Undip. Setelah memperkenalkan diri, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi Pendidikan Anti Korupsi di kelas X, sosialisasi berlangsung dengan baik karena minat peserta untuk mengetahui dan belajar tentang korupsi yang cukup tinggi. Peserta juga terbilang aktif saat diadakan sesi tanya jawab. Berikutnya dilanjutkan dengan sosialiasi batas umur cakap hukum, sosialisasi tetap berjalan tertib dan baik, tak lupa peserta mengajukan beberapa pertanyaan seputar hukum yang ada di Indonesia.

Kedatangan kami di Madrasah Aliyah Al-Mubarok diakhiri dengan mengenalkan siswa/i kelas XII Madrasah tentang Universitas Diponegoro. Walaupun tidak semua siswa/i kelas XII berminat untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat perguruan tinggi, tetapi masih ada beberapa yang sangat ingin untuk melanjutkan ke PTN terutama Universitas Diponegoro.

Oleh: Tim II KKN Undip Desa Ngaringan, Kec. Ngaringan, Kab. Grobogan

Editor: Rachma Purwanti, S.KM, M.Gizi

KKN TIM II UNDIP LAKUKAN EDUKASI UNTUK SISWA-SISWI SD 01 SENDANGREJO

sdn sendangrejo 1_180722_0041

Ngaringan – Grobogan (20/07/2018) TIM II KKN UNDIP desa Sendangrejo melaksanakan tiga kegiatan monodisiplin, yang dilaksanakan pada pagi pukul 08.00 WIB bertempatan di SDN 01 Sendangrejo. Pada sesi 1 : program yg dilaksanakan oleh Khairunissa mahasiswa Fakultas Hukum bertema Peningkatan  pemahaman tentang pentingnya pendampingan orangtua dalam hal penggunaan gadget oleh anak-anak, bertujuan untuk memberikan pemahaman padan siswa-siswi bahwa pemanfaatan teknologi harus dilaksanakan dengan asas kepastian hukum, manfaat, dan kehati-hatian sedangkan  di desa Sendangrejo kurang pengawasan dari orangtua maka dapat pula menjadi pengaruh negatif bagi anak-anak.

Sesi 2 : Program yang dilaksanakan oleh Bintang Novella yang bertema Edukasi ‘Internet Sehat dan Pelatihan Komputer” yang bertujuan untuk memberikan edukasi untuk anak-anak SD dalam mengakses internet yg baik dan benar dan agar para siswa memahami penggunaan komputer yang baik dan benar beserta komponen-komponennya.

Pada sesi ke 3 : program yang dilakukan oleh Avita Nendy yang bertema Gerakan anti bullying sedari dini dan pengaturan perlindungan anak-anak untuk melahirkan generasi yang sadar hukum dan menghormati sesama karena masih banyaknya anak-anak yang tidak sadar  telah melakukan tindakan pembulian dan tidak mengetahui apa itu bullying pada saat di sekolah padahal tindakan ini dapat dicegah dengan melakukan pengenalan macam-macam bullying dan pengaturannya dalam hukum di indonesia sehingga anak-anak sedari dini telah sadar hukum dan dapat menghargai harkat martabat sesama manusia.

Pada sesi ke 4 : program yang dilakukan oleh Arrilia Putri yang bertema Pelatihan dokter kecil dan edukasi mengenai hidup bersih dan sehat untuk siswa-siswi sd yang bertujuan untuk memberikan pemahaman bagi anak-anak untuk lebih banyak memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup tentang kesehatan sehingga dapat berperan aktif menjadi penggerak upaya hidup sehat dan bersih melalui pelatihan sebagai dokter kecil.

Oleh: KKN UNDIP Tim II Desa Sendangrejo, Kec. Ngaringan, Kab. Grobogan

Editor: Rachma Purwanti, S.KM, M.Gizi

Pelatihan Microsoft Word dan Microsoft Excel

SARIREJO – GROBOGAN (19/07/2018) — Tim KKN II Universitas Diponegoro Desa Sarirejo, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan melakukan pelatihan Microsoft Word dan Microsoft Excel di Balai Desa Sarirejo. Pelatihan ini dilakukan karena Perangkat Desa Sarirejo belum terlalu menguasai Microsoft Word dan Microsoft Excel. Pelatihan ini dilaksanakan pada hari Kamis19 Juli 2018 pukul 10.00 – 12.00 WIB. Pelatihan ini merupakan program monodisiplin dari Kristiawan Agma Bima Setyanto, mahasiswa Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dan Yunanur Hanikmah, mahasiswa Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro.

Materi ini dipilih karena sesuai dengan keadaan yang ada pada Perangkat Desa Sarirejo. Pengenalan Microsoft Word dan Excel dibutuhkan oleh Perangkat Desa untuk memudahkan kegiatan di Balai Desa. Banyak Perangkat Desa yang belum memahami penggunaan simbol didalam microsoft word dan juga penggunaan rumus di microsoft excel. Dalam pelaksanaan program ini, Kristiawan dan Yuna memberikan modul untuk memudahkan pelatihan lanjutan pada Perangkat Desa Sarirejo. Handbook tersebut memuat simbol dalam Microsoft Word dan juga fungsi dari simbol, cara untuk menginsert gambar pada microsoft word dan juga cara pembuatan diagram, sedangkan untuk handbook milik Yuna berisi tentang rumus dalam pengoperasian Microsoft Excel serta pembuatan tabel.

Oleh : KKN UNDIP Tim II Desa Sarirejo

Editor: Rachma Purwanti, S.KM, M.Gizi

Sedekah Bumi: Wujud rasa syukur dan penyambung silaturahmi

TRUWOLU, GROBOGAN (20/07/2018) – Mahasiswa KKN Tim II yang bertugas di Desa Truwolu menghadiri acara Sedekah Bumi pada Jum’at 20 Juli 2018. Acara ini sudah diadakan secara turun temurun oleh penduduk setempat. Acara Sedekah Bumi ini biasanya diadakan pada bulan Zulqa’dah setiap tahunnya pada hari Jum’at wage. Namun karena pada tahun ini tidak ada Jum’at wage pada bulan Zulqa’dah maka pada tahun ini diadakan pada Jum’at legi. Pada acara tersebut, berbagai kalangan dan berbagai usia turut hadir.

Mengenai tujuan dari acara ini, Rukmini(50) Sekretaris PKK Desa Truwolu, menjelaskan bahwa acara ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas hasil panen yang diberikan dan menjaga tali silaturahim antara warga desa, “Acara ini bertujuan untuk menjaga tali silaturahmi sesama warga desa dan juga merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Kebetulan tahun ini panen lagi bagus”.

Acara dimulai setelah Shalat Jum’at dengan mengumpulkan sumbangan yang diberikan oleh masing-masing rumah ke tempat yang ditentukan oleh panitia, lalu setelah terkumpul acara dilanjutkan dengan mengambil makanan tersebut oleh peserta, setiap peserta boleh mengambil makanan milik siapapun dengan jumlah berapapun tanpa ada aturan tertentu. Acara berkhir ketika semua makanan habis. Secara keseluruhan, acara berlangsung sekitar 1 jam.

Oleh: KKN Tim II Undip Desa Truwolu, Kec Ngaringan, Kab. Grobogan

Editor: Rachma Purwanti, S.KM, M.Gizi

Tim II KKN Undip Desa Truwolu mengadakan pemberdayaan kader Posyandu

      Ngaringan, Grobogan – Bersamaan dengan acara Koordinasi dan Sosialisasi pemberian obat pencegahan masal yang diselenggarakan oleh Puskesmas Kecamatan Ngaringan, dua mahasiswa Fakultas Kedokteran Undip peserta KKN Tim II yang bertugas di Desa Truwolu, pada Selasa, 17 Juli 2018, mengadakan pemberdayaan kader Posyandu. Acara yang diadakan di Balai Desa Truwolu ini dihadiri oleh kader Posyandu dari berbagai dusun di Desa Truwolu.

      Karena berasal dari Fakultas yang sama dan dihadapkan pada masalah yang bisa ditangani dengan bidang kelimuan masing-masing , Anggun Nur Aulia(21) dan Vita Gustin Almira(21) sepakat mengadakan program monodisiplin pada saat yang sama. Pada acara tersebut Anggun memberdayakan kader dengan mengajarkan cara menginterpretasikan tumbuh kembang anak pada KMS, sedangkan Vita mengajarkan kader mengenai gizi yang tepat untuk diberikan kepada anak sesuai dengan tingkat pertumbuhannya. Anggun,  mahasiswa Kedokteran Umum Universitas Diponegoro menjelaskan alasan diadakannya pemberdayaan ini, “berdasarkan penjelasan dari aparat desa dan kader Posyandu, masih banyak  kader yang belum bisa menginterpretasikan tumbuh kembang anak berdasarkan berat badan, kebanyakan kader masih hanya bisa melakukan plotting berat badan tanpa mengerti apakah menurut standar bisa dikatakan naik ataupun tidak maka dari itu saya akan mengajarkan cara menginterpretasikannya.” Sedangkan Vita yang merupakan mahasiswa Ilmu Gizi menjelaskan bahwa diadakannya program ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kesadaran Ibu menyusui akan pentingnya ASI eksklusif pada enam bulan pertama kehidupan bayi, “kesadaran untuk memberi ASI eksklusif masih rendah karena ketidaktahuan si Ibu, maka dirasa perlu untuk diadakan”.

      Acara ini mendapat respon yang baik dari kader Posyandu yang menghadiri acara ini, salah satunya Ibu Jawarsih (37) yang berasal dari Dusun Kedungcowek menjelaskan pentingnya program seperti ini untuk diadakan, “acara seperti ini belum pernah ada sebelumnya dan memang sesuai dengan kebutuhan kami sebagai pengurus Posyandu. Mungkin pernah ada sebelumnya yang diadakan oleh Puskesmas, namun hanya dihadiri oleh segelintir kader Posyandu mengingat jatah peserta yang ditetapkan panitia dan waktu acara diselenggarakan memungkinkan banyak kader Posyandu di Desa Truwolu tidak bisa hadir dan mendapatkan pengetahuan seperti ini.”

      Acara yang diselenggarakan pada sore hari ini dihadiri sekitar 50 orang dari kader Posyandu dan diakhiri pukul 17. 30 .

Oleh: Tim II KKN Undip Desa Truwolu Kec. Ngaringan, Kab. Grobogan

Editor: Rachma Purwanti, S.KM, M.Gizi

Bermain dan Belajar Bersama Siswa-Siswi SDN 3 Desa Ngaringan

NGARINGAN, GROBOGAN (17/07/18) – Pada hari Selasa di Minggu kedua setelah diberangkatkannya TIM II KKN Universitas DIponegoro, TIM II KKN Universitas Diponegoro Desa Ngaringan melakukan kunjungan ke SDN 3 Desa Ngaringan dengan tujuan untuk melakukan sosialisi dan penyuluhan kesehatan. Materi yang disampaikan adalah mengenai pencegahan demam berdarah dan pentingnya personal hygiene bagi siswa/i SDN 3 Ngaringan yang dilanjuti dengan pembelajaran mengenai herbarium dan pelatihan keterampilan menulis.

Sosialisasi dan penyuluhan diadakan karena mahasiswa mendapatkan informasi mengenai pernah terjadinya wabah demam berdarah di desa Ngaringan serta pentingnya kebersihan tubuh bagi anak sejak usia dini. Sosialisai berlangsung dengan baik dan menyenangkan, terutama bagi peserta yang terlihat sangat antusias. Setelah sosialiasi mengenai kesehatan, mahasiswa melanjutkan dengan mengajar serta melatih siswa/i kelas 6 mengenai herbarium dan keterampilan menulis. Pelatihan dirasa penting karena keterampilan menulis perlu untuk dipelajari sejak jenjang SD untuk melatih kreativitas siswa/i. Pengenalan Herbarium dilakukan dengan memberikan pengertian singkat tentang herbarium dan dilanjutkan dengan memperlihatkan contoh dari Herbarium itu sendiri sedangkan pelatihan keterampilan menulis dilakukan dengan mengajak tiap-tiap siswa/i untuk mengarang sebuah cerita berdasarkan gambar yang tidak memiliki narasi.

Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 dan berakhir pada pukul 11.45, semua kegiatan berjalan dengan sangat seru. Interaksi yang terjadi antara mahasiswa/i dengan siswa/i SDN 3 Ngaringan berlangsung seperti kakak yang mengajar adiknya sendiri sehingga interaksi itupun tidak hanya berhenti setelah kami keluar dari SDN 3 Ngaringan, tapi tetap berlanjut sampai sekarang.

Oleh: Tim II KKN Undip Desa Ngaringan, Kec. Ngaringan, Kab. Grobogan

Editor: Rachma Purwanti S.KM, M.Gizi