Home » Lokasi KKN » Kab. Magelang

Category Archives: Kab. Magelang

Warga Antusias Pendataan RTLH

Magelang – Program Kerja mahasiswa KKN sudah berjalan kurang lebih 3 minggu, jangka waktu tersebut memungkinkan banyak program kerja yang terlaksana. Program kerja baik monodisiplin maupun multidisiplin sebisa mungkin dilaksanakan secara maksimal untuk memberikan yang terbaik bagi warga desa.

Tim II KKN Undip Ds. Bondowoso Kec. Mertoyudan melaksanakan program monodisiplin dan multidisiplin secara bergatian untuk dapat memberikan hasil maksimal. Kegiatan monodisiplin yang dilaksanakan adapun diantaranya pemeriksaan kesehatan berupa cek tensi dan gula darah oleh mahasiswa pendidikan dokter, serta diadakannya pertemuan untuk membahas tata cara  pendaftaran tanah oleh mahasiswa hukum.

Program multidisiplin Ds. Bondowoso yakni pendataan UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) dan Pendataan RTLH (rumah tidak layak huni). RTLH sendiri adalah program yang diusulkan oleh BAPPEDA Kab. Magelang untuk mendata rumah yang tidak layak huni. Jumat (29/08) Pendataan RTLH Ds. Bondowoso telah dimulai dan mendapatkan respon positif dari warga desa.

 

RTLH

Dirgahayu RI, Warga Antusias Berlomba

 

Reportase Dirgahayu RI

 

 

Magelang – Memasuki minggu terakhir penerjunan KKN TIM II Undip dan juga memasuki peringatan Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71 banyak acara yang terselenggara.

Kemeriahan Kemerdekaan RI tersebar keseluruh Nusantara, bentuk acara untuk memperingati kemerdekaanpun sangat beragam, mulai dari gerak jalan, jalan santai, sepeda santai, lomba tradisional, dst.

Seperti di Ds. Bondowoso Kec. Mertoyudan (7/8) banyak acara yang diselenggarakan guna memperingati Dirgahayu Kemerdekaan RI ini. Bersamaan dengan partisipasi TIM II KKN Undip disetiap acara, antusias warga sangat tinggi untuk ikut serta.

TIM KKN Desa Pucungrejo Meriahkan Perayaan Hari Kemerdekaan Dusun Growong

Muntilan – Menyambut peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-71 Dusun Gerowong mengadakan berbagi lomba. Salah satu lomba yang menarik adalah lomba cerdas cermat antar anak SD kelas 3,4,5, dan 6. Lomba yang diusung dari sebuah acara televisi “Ranking 1” ini sangat menarik minat anak-anak Desa Growong. Tak hanya anak-anak, namun para orang tua dan rema juga berkumpul untuk menyaksikan acara tersebut. Acara yang bertempatkan di lapangan Dusun Growong ini berlangsung pukul 16.00 WIB hingga 18.00 WIB dan dipimpin langsung oleh mahasiswa KKN yang diberi kesemoatan untuk menjadi MC. Acara ini sangat menyedot perhatian masyarakat, karena merupakan lombacerdas cermat pertama di Dusun Growong yang di prakarsai oleh Mahasiswa KKN Undip.

Antusias anak-anak terlihat ketika lomba akan dimulai, seluruh anak yang merasa siswa kelas 3,4,5,dan 6 langsung mendaftar untuk mengikuti lomba ini. Setelah mendaftar mereka pun segera duduk rapi dan kemudian dibagikan kertas sebagai alat bantu jawab. Perlombaan Ranking 1 ini menggunakan sistem gugur, yaitu apabila setelah diberi pertanyaan dan ada peserta yang salah menjawab maka ia akan dikeluarkan dari arena perlombaan. Jumlah peserta yang mencapai kurang lebih 50 anak membuat suasana perlombaan semakin ramai. Diringi pula dengan suara-suara pendukung dari keluarga mereka yang datang untuk menonton perlombaan.

Setelah smua peserta siap, perlombaanpun segera dimulai. Perlombaan ini dipimpin oleh mahasiswa KKN yaitu Gita dan Audy. Mereka merupakan MC yang sekaligus mengatur jalannya acara. Selain itu, mahasiswa lainnya bertugas sebagai juri dimana mereka yang mengawasi apabila ada peserta yang jawabannya salah atau curang untuk dikeluarkan dari arena.

Lomba pun dimulai dengan pertanyaan-pertanyaan yang cukup mudah. Satu-per satu peserta gugur dalam lima pertanyaan pertama. Sekita 25 anak perlahan-lahan meninggalkan arena. Kemeriahan lomba juga ikut mengiringi berjalannya acara, semua orang tua peserta berlomba-lomba menyemangati anak-anaknya. Tak kalah seru, peserta yang tadinya gugur ikut menyoraki peserta yang bertahan dan terkadang suka mengganggu agar peserta di arena kalah. Hal itu menambah seru dan membuat persaingan semakin sengit. Kemudian lomba terus bergulir dan gugur kembali satu per satu peserta Hingga akhirnya pertanyaan ke 7 yaitu tentang ibukota dari Amerika Serikat, membuat 19 peserta gugur seketika. 19 peserta tersebut menjawab New York, padahal seharusnya adalah Washington D C. Kemeriahan semakin bertambah, karena banyak peserta yang merasa gagal dan mengeluh.

Kemudian sisa peserta adalah 6 peserta. Dari 6 peserta ini kemudian diberikan pertanyaan lagi hingga disisihkan 3 untuk final. Ketiga peserta ini adalah Anas kelas 3, Dava kelas 5, dan ibnu kelas 6. Ketiga peserta ini merupakan peserta tertangguh dari Dusun Growong yang berhasil bertahan. Mereka merupakan bibit-bibit siswa yang cerdas karena berhasil menyingkirkan 47 temannya.

Persaingan di final ini juga tak kalah menarik. Yang awalnya panitia mengira bahwa dapat memutuskan juara dengan 3 pertanyaan saja, namun smua anak berhasil menjawab hingga 5 pertanyaan. Hasil seri didapat setelah 5 pertanyaan yang cukup sulit terjawab, hingga akhirnya di pertanyaan ke 6 munculah anak dengan skor tertinggi yaitu Ibnu. Setelah itu tinggal 2 peserta lagi dan akhirnya panita kembal melanjutkan lomba hingga mendapatkan juara ke 2 dan 3. Hasil seri selalu ditunjukan oleh mereka. Hingga akhirnya pada 5 pertanyaan terakhir setelah diakumulasi hasilnya terlihatlah sang juara ke 2 yaitu anas, dan juara ke 3 yaitu dava. Pengumuman juara tak langsung diberikan kepada peserta itu, karena akan jadi kejutan pada puncak acara Hari Kemerdekaan di tanggal 17 Agustus 2016 nanti

 

SD Berkarya, SMP Berjaya, Masyarakat Bersahaja (Minggu ke III)-Desa Donorojo-Kecamatan Mertoyudan-Kabupaten Magelang

Bangsa yang baik ditentukan oleh bagaimana penerus bangsa tersebut dapat membangun dan memberikan kontribusi aktif dan nyata untuk Bangsanya. penerus-penerus inilah yang akan menjadi penentu bagus atau rusaknya suatu Bangsa. Oleh karena itu, bibit-bibit penerus itu sepatutnya dappat membangun bangsanya dengan bekal yag ia dapatkan.

Tim II KKN Desa Donorojo menggebrak penerus itu dari usia dini, yaitu usia SD dimana masa-masa ia mulai mengenal dan memahami lebih banyak dari hanya sekedar bermain. sehingga Tim Donorojo memilih siswa/i SD untuk mendapatkan sosialisasi yang tentunya bemanfaat dan meningkatkan kreatifitas mereka. Dimulai oleh sosialisasi mengenai cerdas memilih program televisi yang mana inti dari sosialisasi ini adalah pengenalan tentang simbol-simbol pada televisi sehingga anak-anak dapat memilih program televisi yang sesuai oleh umurnya. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 26 Juli 2016.

Kegiatan berikutnya adalah pengenalan mengenai wirausaha dini dan latihan untuk menabung sejak dini yang disosialisasikan oleh mahasiswi dari fakultas ekonomi. Kegiatan ini dilakukan di lokasi SD yang sama yaitu SDN Donorojo dan berlangsung selama 3 hari, dimulai dari sosialisasi materi wirausaha dini pada tanggal 28 Juli pada siswa/i kelas 5 SD, penyampaian mengenai kiat-kiat dan manfaat menabung pada tanggal 29 Juli pada siswa/i kelas 6 SD hingga praktik membuat kerajian tangan dan membuat celengan dari bahan bakas pada tanggal 30 Juli 2016. kegiatan ini dilaksanakan berkelanjutan agar adannya praktik langsung yang dapat memotivasi mereka untuk mengaplikasikan materi yang disosialiasikan.

pada hari yang sama pula, pda tanggal 30 Juli ini, mahasiswa dari fakultas hukum mlakukan sosialisasi di SMP N 3 Mertoyudan mengenai Bela Negara, Anti Narkoba, PerUUan ITE, dan mengenai Peraturan Lalu Lintas. sosialisasi ini ditutup dengan penyerahan stiker yang telah disiapkan untuk dibagikan.

Tidak ketinggalan, bukan hanya siswa/i SD dan SMP saja yang mendapatkan penyuluhan, melainkan warga sekitar Donorojo juga mendapatkan sosialisasi mengenai Pelatihan Usia Reproduksi & Bahaya Narkoba pada tanggal 27 Juli dan pada tanggal 28 Juli 2016 dilaksanakan sosialisasi mengenai Pengolahan Lahan Cabe yang dilaksanakan di Balai Desa Donorojo

20160730_100841_resized 1470355829889_resized

Pekan Lingkungan Jogonegoro, Tumbuhkan Jiwa Bersih Dan Peduli Lingkungan

MERTOYUDAN-Lingkungan hidup dan manusia merupakan dua elemen yang tidak dapat dipisahkan. Lingkungan akan meningkat kualitasnya karena usaha manusia melestarikannya, namun juga bisa sebaliknya. Tim KKN Undip di Desa Jogonegoro menjadikan Program Bakti Lingkungan sebagai Program Multidisiplin yang dilaksanakan Pada 1-6 Agustus 2016.IMG_20160801_163705_HDR

Pengkaderan pengurus Bank Sampah merupakan Program Utama dalam Kegiatan Bakti Lingkungan yang dilakukan mahasiswa. Desa Jogonegoro memang masih berkutat dengan masalah tentang pengelolaan sampah karena tidak memiliki manajemen sampah yang baik. Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro memilih untuk membantu pendirian Bank Sampah sebagai wujud nyata kepedulian lingkungan utamanya soal pengelolaan sampah yang bisa berlanjut.

Bank Sampah yang mahasiswa KKN dan warga bangun berpusat di Dusun Saren dengan nama Bank Sampah Saren Resik. Bank Sampah ini naninya menjadi pemantik untuk munculnya kepedulian dan pengelolaan sampah yang lebih baik di Desa Jogonegoro.

Selain melalui Bank Sampah, Mahasiswa juga mengajak warga Desa Jogonegoro untuk melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan sebagai upaya penyadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggungjawab bersama sekaligus menyabut prayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 71.

(JOGONEGORO/MERTOYUDAN)

Pekan Remaja Jogonegoro, Tumbuh Bersama Generasi Muda

MERTOYUDAN-Remaja merupakan generasi harapan yang nantinya menentukan arah bangsa. Remaja menjadi salah satu kunci yang dianggap penting dalam sebuah negara. Tim  KKN Undip di Desa Jogonegoro bersama 2 kelompok remaja desa ; Karang Taruna Desa Jogonegoro juga Forum Anak Desa Jogonegoro, melaksanakan program berupa forum diskusi pada  23 Juli dan 30 Juli 2016.

IMG_20160724_200019_HDRPekan Remaja Jogonegoro dibuka dengan Forum Diskusi oleh Mahasiswa Ilmu Pemerintahan dan Mahasiswa Hukum Universitas Diponegoro bersama Karang Taruna Desa Jogonegoro. Diskusi ini membahas soal Pemerintahan Desa dan Undang Undang Desa. Kegiatan ini dilaksanakan dalam model dialog dua arah untuk membahas tema tersebut.

IMG_20160730_163308_HDRPekan Remaja Jogonegoro juga dilanjutkan dengan Forum bersama Forum Anak Desa Jogonegoro pada 30 Juli 2016. Forum ini berisi pelatihan menulis kreatif dan diskusi. Forum ini diawali dengan pemaparan tentang UU Perlindungan Anak dan Pendidikan Anti Korupsi, lalu dari diskusi tersebut remaja diajak menuangkan pemikirannya lewat tulisan kreatif.

(JOGONEGORO/MERTOYUDAN)

Pekan Anak Jogonegoro, Dari Anak Untuk Indonesia

MERTOYUDAN-Pekan kedua Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro di Desa Jogonegoro diisi oleh program program yang menyasar kegiatan bersama anak-anak. Terdapat 4 program pengabdian yang berpusat pada 2 Sekolah Dasar (SD) di Desa Jogonegoro yaituSDN Jogonegoro 1 dan SDN Soroyudan.

4 program kegiatan tersebut dilakukan setiap hari Jumat dan Sabtu pada tanggal 21 dan 22 Juli 2016. Kegiatan diawali dengan program Jumat Hemat dan Jumat  Hebat bersama siswa siswi SDN Jogonegoro 1 dan SDN Soroyudan. Kegiatan dilanjutkan esok hari melalui program Sabtu Sehat dan Sabtu Kreatif di dua SD yang sama.20160722_145334

Kegiatan Jumat Hemat bersama siswa siswi kelas 3 dan 4 SDN Jogonegoro 1 menekankan pentingnya menabung dan manajemen uang sejak kecil. Kegiatan ini diisi dengan pemaparan materi dan juga pemutaran video. Diselipkan juga kuis berhadiah untuk menambah semangat anak anak mendengarkan materi.

Sedang KegiatanJumat Hebat dilaksanakan di SDN Soroyudan bersama siswa kelas 4. Dalam kegiatan ini dipaparkan materi materi nasionalisme dan pancasila dalam format yang menariksehingga dapat menarik minat belajar Anak Anak.IMG-20160723-WA0002

Kegiatan Pekan Anak ditutup dengan Kegiatan Sabtu Sehat dan Sabtu Kreatif. Kegiatan Sabtu Sehat dilaksanakan di SDN Jogonegoro 1 bersama siswa kelas 5. Dalam kegiatan Sabtu Sehat ini dipaparkan materi tentang Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) dan praktek Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). Diakhir materi, Tim KKN membagikan susu sapi murni kepada masing masing siswa hasil kerjasama dengan peternakan sapi SMA Taruna Nusantara di Desa Jogonegoro.IMG-20160723-WA0004

Sedangkan di SDN Soroyudan, Kegiatan Sabtu Kreatif dilakukan bersama siswa kelas 5 SDN Soroyudan. Dalam Kegiatan Sabtu Sehat ini, siswa siswi kelas 5 diajak untuk berfikir kreatif sekaligus bisa memanfaatkan barang bekas untuk menjadi mainan, dalam hal ini roket air.

(JOGONEGORO/MERTOYUDAN)

Pekan UMKM Jogonegoro, Bersama Membangun Ekonomi Desa

MERTOYUD20160714_112527AN-UMKM Merupakan faktor penting dalam roda perekonomian suatu negara. UMKM merupakan bentuk sebuah upaya kemandirian ekonomi pada suatu daerah. Hal ini yang menjadi dasar Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro di Desa Jogonegoro untuk melakukan pengembangan dan pemberdayaan UMKM di Desa Jogonegoro.

Minggu pertama pelaksanaan KKN di Desa Jogonegoro, Tim KKN Universitas Diponegoro berfokus pada 4 program ekonomi yaitu Pemetaan dan Pemberdayaan UMKM, Pembukuan dalam berwirausaha, dan melaksanakan sosialisasi pentingnya berwirausaha. Rangkaian program ini dilaksanakan dalam Pekan UMKM sejak tanggal 14 Juli hingga 21 Juli 2016.

Pekan UMKM dimulai dengan pendataan dan pemetaan UMKM di 9 dusun di wilayah Desa Jogonegoro meliputi Dusun Punduhan, Dusun Pringtali, Dusun Sogaten, Dusun Djetakan, Dusun Jogopranan, Dusun Soroyudan, Dusun Saren, Dusun Kemaran dan Dusun Honggosari. Selain mendata, Tim KKN Universitas Diponegoro juga melakukan penyuluhan dalam pembukuan yang dilakukan oleh UMKM tersebut. Pekan UMKM ini ditutup dengan melaksanakan sosialisasi pentingnya berwirausaha di Dusun Jogopranan.

Nantinya, hasil dari ketiga program ini diharapkan bisa meningkatkan pengetahuan ekonomi warga Desa Jogonegoro, utamanya tentang UMKM dan wirausaha. Terkhusus program Pemetaan dan Pemberdayaan UMKM, akan diberikan analisa dan rekomendasi kepada pemerintah Desa Jogonegoro nantinya.

(JOGONEGORO/MERTOYUDAN)

Perayaan HUT RI 71 Semarak Sraten untuk Donorojo (Minggu ke IV)-Desa Donorojo-Kecamatan Mertoyudan-Kabupaten Magelang

Kemerdekaan Indonesia tak terasa akan menginjak usia 71 tahun pada tanggal 17 Agustus 2016 ini. Angka 71 tersebut memberikan bukti bahwa sudah 71 tahun tradisi untuk perayaan HUT Kemedekaan RI berlangsung. Dusun Sraten Desa Donorojo melaksanakan perayaan untuk kemerdekaan RI yang ke 71 pada  tanggal 07 dan 17 Agustus 2016. Perayaan ini tentu memerlukan persiapan yan tidak hanya sekejap. Persiapan demi persiapan mulai dari persiapan teknis, jenis perlombaan hingga hadiah yang akan diterima peserta lomba nantinya. Kegiatan ini diadakan oleh Karang Taruna Dusun Sraten yan bekerjasama dengan Ibu PKK dan Tim II KKN UNdip Desa Donorojo. Tim KKn Desa Donorojo ikut berpartisipasi dari rapat penentuan tanggal pelaksanaan perayaan, jenis perlombaan yang akan diadakan, hadiah yang akan diterima peserta, hingga segala sesuatunya termasuk dekorsi dan latihan persiapan senam yang akan dilaksanakan pada hari perayaan.

Perayaan yang berlangsung pada tanggal 7 Agudtus 2016 ini disambut meriah oleh warga dan antusiasme yang tinggi. Hal ini dibuktikan dengan ramainya warga dan anak-anak yang mengikuti lomba dan juga senam bersama meskipun hujan turun dengan derasnya di tengah-tengah perayaan berlangsung.

Tim KKN Desan Donorojo tentu tidak ingin ketinggalan berpartisipasi baik sebagai panitia pelaksana lomba yang membantu karang taruna memperisapkan teknis dan jalannya lomba yang berlangsung, sebagai peserta lomba masak yang diadakan, sebagai instruktur senam jantung sehat dan senam poco-poco hingga menjadi juri tim penilai lomba masak yang dilaksanaan khusus untuk Ibu-Ibu PKK dan Tim KKN Undip. Penilaian ini sangat adil karena tim juri tidak akan tahu piring mana yang merupakan piring dari peserta kenalan, teman atau bahkan keluarganya yang ikut lomba.

Acara perayaan ini akan ditutup denan karnaval yang akan diadakan pada tanggal 17 Agustus 2016 nantinya. Namun disayangkan, Tim KKN Desa Donorojo tidak dapat ikut serta dalam perayaan karnaval tersebut karena telah ditarik dari pennugasan tanggal 15 Agustus 2016.20160807_105914_resized 20160807_141433_resized 20160807_150138_resized

Lansia Mertan Siaga Hipertensi

 

reportase

KAB. MAGELANG—Pencegahan penyakit Hipertensi pada usia lanjut menjadi salah satu konsentrasi para pelaku dunia medis untuk menekan angka kematian yang tinggi dan meningkatkan angka harapan hidup masyarakat.

Penyakit tekanan darah tinggi atau Hipertensi menjadi momok bagi orang dewasa dan juga para lansia di mana pola hidup yang tidak sehat dan kurang melakukan kegiatan olahraga menjadi faktor utama timbulnya penyakit tersebut. Sebagai upaya pencegahan, Tim II Kuliah Kerja Nyata Universitas Diponegoro 2016 mengadakan sosialisasi bersama dengan para lansia di Dusun Mertan, Desa Banjarnegoro, Kecamatan Mertoyudan, yang notabene merupakan dusun dengan jumlah lansia terbanyak, pada Jumat (5/8). Pada kesempatan tersebut, mahasiswa Fakultas Kedokteran, Aldora Putri Tammy, menjelaskan bagaimana penyakit Hipertensi dapat terjadi serta pencegahan da penanggulangan.

Ia menjelaskan bahwa sifat tempramen memungkinkan seseorang untuk terserang penyakit Hipertensi. Selain itu juga makanan dengan kadar garam yang tinggi juga mendorong timbulnya penyakit tersebut. Tammy, sapanya, juga memberikan pemahaman bagi para lansia tentang pentingya berolahraga untuk menjaga tubuh agar tetap bugar dan mengurangi resiko tekanan darah tinggi. Ia juga menambahkan, aktivitas fisik yang dilakukan oleh warga sehari-hari bukan termasuk dalam olahraga, karena tubuh sudah terbiasa dengan aktivitas tersebut, sementara kebiasaan hidup yang buruk, seperti pola makan yang tidak sehat dengan kadar garam yang tinggi, merokok, minum minuman beralkohol, dan mudah tempramen tidak dapat terimbangi.

Sehingga kegiatan olahraga perlu dilakukan untuk menjaga agar penyakit tidak mudah masuk dan membahayakan tubuh. Dalam sosialisasi itu juga, warga Dusun Mertan berkonsultasi dengan Tammy terkait masalah kesehatan yang mereka alami. Seusai konsultasi, warga diajak utuk melakukan senam lansia dengan tujuan mendorong warga untuk membiasakan diri untuk berolahraga. Warga lansia dusun Mertan menyambut kegiatan ini degan antusias da diharapkan dengan adanya pengetahuan mengenai bahaya penyakit tekanan darah tinggi ini, warga Mertan pada umumnya dapat menjaga kesehatan dengan memulai pola hidup yang baik dan giat berolahraga secara rutin. (Banjarnegoro/Mertoyudan)