Home » Lokasi KKN » Kab. Magelang (Page 2)

Category Archives: Kab. Magelang

Green House untuk Kentangan Berseri

reportase3

KAB. MAGELANG—Lingkungan tidak hanya milik individu atau kelompok tertentu, melainkan seluruh elemen sosial yang menginjakkan kaki dan menetap di lingkungan tersebut. Maka kesadaran untuk memelihara lingkungan diperlukan agar keseimbangan antara manusia dan alam tetap terjaga.

Sebagai bentuk nyata dari pelestarian lingkungan yang dilakukan oleh Paguyuban Warga Kelompok Peduli Lingkungan Terpadu (PWK-PLT) Dusun Kentangan, Desa Banjarnegoro, adalah dengan menciptakan kawasan hijau yang disebut green house. Pembuatan kawasan ini dilandasi oleh keinginan warga untuk dapat membuat suatu wadah bagi warga sekitar untuk melestarikan Sumber Daya Alam tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai kebutuhan konsumsi sehari-hari serta memiliki nilai estetika yang memikat mata para pengunjung green house.

Pengadaan “rumah hijau” yang bersamaan dengan pembentukan kawasan Bank Sampah ini dimaksudkan supaya warga yang berada di lingkungan desa tertarik untuk melakukan kegiatan pelestarian ligkungan dengan melakukan penanaman tumbuhan di sekitar rumah agar terlihat lebih hijau dan asri. Selain itu, warga juga diajak untuk menanam tanaman yang memberikan manfaat secara ekonomis, terutama dalam hal pemanfaatan tanaman sebagai kebutuhan konsumsi sehari-hari, sehingga warga tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli bahan masakan yang sebenarnya dapat ditanam sendiri di pekarangan rumah. Saat ini green house Dusun Kentangan sudah memiliki berbagai macam jenis tanaman untuk kebutuhan konsumsi, seperti obat-obatan dan bahan masakan, fasilitas komposter sebagai salah satu media tanam, serta tanaman hias yang terpajang di sisi depan green house.reportase31

Sebagai salah satu upaya untuk mendukung usaha pelestarian lingkungan dan juga mempertahankan green house  sebagai sentra pembibitan serta penanaman, Tim II Kuliah Kerja Nyata Universitas Diponegoro pada hari Minggu (31/7), melakukan pengadaan media tanam biopori, membuat pembibitan tanaman obat, serta menghias kawasan Dusun Kentangan untuk menjadikan dusun Kentangan sebagai lokasi green house menjadi lebih hidup dan mendukung slogan dusun Kentangan, yaitu “Kentangan Berseri”. Diharapkan dengan adanya partisipasi tersebut, mahasiswa juga semakin sadar akan lingkungan yang semakin tidak tertata akibat perilaku antipati akan pentingnya kawasan hijau yang bersih dari sampah dan mahasiswa dapat memberikan contoh kepada masyarakat di sekitar mereka untuk tidak meremehkan permasalahan lingkungan yang selama ini tidak menjadi prioritas utama. (Banjarnegoro/Mertoyudan)

Peresmian Kesenian Campur Setyo Mudo Budoyo dan Fun Outbound di Desa Ngawen

IMG_4102 (FILEminimizer)

Ngawen, Muntilan – Minggu keempat di desa Ngawen, hampir seluruh anggota Tim KKN Undip telah melaksanakan program kerja monodisiplin mereka masing-masing. Namun masih ada beberapa program mono yang baru dijalankan. Beberapa program monodisiplin yang masih dijalankan di minggu ini diantaranya adalah pembuatan blog desa oleh Annisha Destyanna dan pelatihan teknologi informasi kepada siswa-siswi SD Ngawen yang dilakukan oleh Afin Muhammad.

Selain menyelesaikan program-program monodisiplin yang masih belum terlaksana, di minggu keempat ini Tim KKN Undip juga turut memeriahkan serta membantu pelaksanaan beberapa event besar yang digelar di desa Ngawen. Event-event tersebut antara lain adalah Jalan Sehat yang diadakan oleh kecamatan Muntilan, Peresmian Kesenian Campur Setyo Mudo Budoyo, dan Fun Outbound.

IMG_4022 (FILEminimizer)

Acara jalan sehat yang digelar pihak kecamatan pada Jum’at, 5 Agustus 2016 menjadikan desa Ngawen sebagai salah satu titik pos pemberhentian para peserta jalan sehat. Tepat di depan balai desa Ngawen, disediakan kotak pengumpulan kupon doorprize. Selain itu, disediakan pula berbagai panganan yang bisa dibeli para peserta jalan sehat untuk melepas dahaga atau mengganjal perut setelah melakukan jalan sehat. Tim KKN Undip pun membantu menjualkan berbagai panganan yang dibuat oleh warga desa Ngawen. Acara berlangsung lancar dan semua panganan yang dijajakkan oleh Tim KKN Undip berhasil terjual.

Selanjutnya ada acara peresmian kesenian campur Setyo Mudo Budoyo. Setelah pada hari jummat melakukan kerjabakti membersihkan lapangan untuk pagelaran kesenian campur, pada hari pertunjukkan dan peresmian kesenian campur, yakni hari Sabtu 6 Agutus 2016, TIM KKN Undip sedari pagi telah membantu persiapan acara agar dapat berjalan lacar. Mulai dari menyiapkan panganan untuk para tamu undangan dari Dinas Pariwisata Magelang, hingga membantu menata berbagai perlengkapan acara. Acara berjalan lancar dan ramai penonton. Walaupun dipenghujung acara hujan sempat mengguyur arena pertunjukkan, namun hal tersebut tidak menyurutkan antusiasme penonton untuk tetap menikmati pagelaran kesenian campur Setyo Mudo Budoyo.

IMG_4327 (FILEminimizer)Di penghujung minggu keempat, yakni pada Minggu 7 Agustus 2016, Tim KKN Undip membantu pelaksanaan Outbound yang diadakan oleh para pemuda Muhammadiyah. Acara yang dimulai pada pukul delapan pagi ini diawasi oleh trainer-trainer berpengalaman. Para peserta yang mayoritas berasal dari MI Ngawen mengaku senang dengan diadakannya acara Outbound seperti ini. “Yaa seneng to mbak wong dolan karo kanca-kanca. Sampe basah semua ini” Ujar Fajar (11). Bertempat di lahan bumi perkemahan, Dusun Kesaran, Desa Ngawen, outbound yang terbagi kedalam 4 pos ini berjalan lancar tanpa ada peserta yang cedera. IMG_4204 (FILEminimizer)

Seiring dengan Pelaksanaan Program Monodisiplin, Tim KKN Undip Juga Tak Lupa Lakukan Pendataan UMKM dan Rumah Tak Layak Huni

 

Ngawen, Muntilan – Menjalani minggu ketiga di desa Ngawen, tim KKN Undip lakukan pendataan UMKM dan rumah tak layak huni. Agar pendataan dapat berlangsung efektif dan efisien, tim KKN Undip yang berjumlah 12 orang dibagi kedalam 6 pasukan yang dikerahkan untuk mendata UMKM dan rumah tak layak huni yang tersebar di 10 dusun yang terdapat di desa Ngawen. Pendataan yang dilakukan oleh Tim KKN Undip terbilang berjalan cukup lancar sebab para warga yang masuk kedalam daftar pemilik UMKM dan rumah tak layak huni berlaku kooperatif ketika didata oleh para pasukan tim KKN Undip. Tercatat sebanyak 41 pemilik UMKM dan 64 pemilik rumah tak layak huni telah berhasil didata oleh Tim KKN Undip.

Selain melaksanakan pendataan UMKM dan rumah tak layak huni, di minggu ketiga ini tim KKN Undip juga melaksanakan beberapa program mono. Diantaranya adalah melakukan pendataan kependudukan yang dilakukan oleh Aprianna Marselina Sinabutar, melakukan pelatihan pembuatan laporan keuangan UMKM yang dilakukan oleh Tioro Simbolon, dan melakukan perencanaan gapura dan sarana prasarana bumi perkemahan desa wisata Ngawen yang dilakukan oleh Ambarisqia Dining Dwifa. Terakhir, terdapat dua anggota tim KKN Undip yang melakukan pelatihan jurnalistik dan mendapuk karang taruna desa Ngawen untuk menjadi audience pelatihan tersebut.

Pelatihan Jurnalistik yang dilakukan oleh dua anggota tim KKN Undip, yakni Ahmad Nursani dan Ardha Fadhilla, merupakan paket pelatihan yang terdiri dari dua pelatihan yang berbeda, yakni pelatihan citizen journalism dan pelatihan membuat script film pendek. Pelatihan yang diselenggarakan di MI Ngawen ini dimulai pukul delapan pagi. Dengan jumlah peserta sebanyak dua puluh orang, pelatihan berjalan cukup lancar. Para peserta pun mengaku antusias mengikuti pelatihan yang diberikan. “Ya menurut saya , kalo menurut saya sih materinya itu yaa….. membantu banget ya.  Yaa dari kita sebelumnya gak tau jadi dikasih tau. Yaa….membantu banget sih” Ujar Febry (20), salah satu peserta pelatihan yang berasal dari dusun Ngawen.

 

REPORTASE TIM KKN II 2016 UNIVERISTAS DIPNEGORO Desa Menayu, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Masa kanak-kanak adalah masa paling tepat untuk melakukan penanaman serta penerapan pendidikan karakter. Berdasarkan pada hal tersebut, tim KKN II Universitas Diponegoro yang bertugas di Desa Menayu, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang membentuk rangkaian program mengenai pendidikan karakter serta penambahan wawasan pada minggu ke-2 kegiatan KKN yang berlangsung, yakni dimulai dari tanggal 18 Juli 2016.

Pada hari pertama dan kedua, 18-19 Juli, dimanfaatkan oleh tim KKN II Desa Menayu untuk melakukan perkenalan diri sekaligus meneliti lingkungan di SDN Menayu 01 dan SDN Menayu 02. Selain itu, tim KKN II juga melakukan permohonan ijin terhadap perangkat sekolah yang melingkupi Kepala Sekolah serta jajaran guru agar segala macam program yang telah disusun dapat dilaksanakan sesuai rencana.

Dimulai pada tanggal 20 Juli 2016, program kerja Bangga Budaya dilaksanakan di SDN Menayu 02. Dalam program tersebut diselipkan penanaman budaya dan juga kearifan local sebagai sarana untuk memperkokoh karakter generasi penerus bangsa. Melalui program ini, diharapkan dengan mengenal budaya lokal serta memahami bagaimana nilai-nilai yang diajarkan dalam kebudayaan tersebut bisa memberikan dampak positif pada siswa/i SDN Menayu 02.

Keesokan harinya, program dilanjutkan dengan pengenalan dengan menggunakan media story telling melalui program kerja “Introduction to short story telling” di SDN Menayu 02 juga. Program ini bertujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan membaca dan menulis dalam berbahasa inggris. Rangkaian program kemudian dilanjutkan dengan pengenalan Negara-Negara di Dunia dengan judul program “See The World” di mana program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetehauan siswa/i SDN Menayu 02 tentang Negara-Negara yang ada di dunia beserta letaknya. Wawasan yang terselip pada program ini adalah tentang pengenalan mengenai profesi diplomat sehingga siswa/i di SDN Menayu 02 dapat memiliki variatif tambahan sebagai pilihan profesi cita-cita mereka.

Sehari setelahnya, rangkaian program kerja pendidikan karakter untuk siswa/i ditutup dengan pelatihan public speaking di mana kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa percaya diri serta keberanian bagi siswa/i agar mampu berbicara di depan umum serta siap berhadapan dengan publik.

Dengan rangkaian program kegiatan mengenai pendidikan karakter serta penambahan wawasan di SD yang ada di Desa Menayu, tim KKN II Universitas Diponegoro berharap siswa/i dapat mencerminkan nilai-nilai positif yang ada dalam kehidupan sehari-hari mereka, dan dapat bermanfaat baik dalam lingkup individu maupun lingkup sosial dan lingkunganmenayu

Bioskop Anak-anak, Ajak Anak Cerdas Nonton TV

Rabu 20 Juli 2016, mahasiswa KKN Tim II Desa Tamanagung Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang, kembali melaksanakan salah satu kegiatan monodisiplin yang dipandu oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro, Ahmad Maulana yang bertemakan literasi media. Kegiatan yang berjudul “Bioskop Anak-anak” ini berlangsung dari pukul 08.00 sampai dengan pukul 10.00 WIB dan dilaksanakan di SD Tamanagung 1. Kegiatan ini disambut antusisas oleh siswa kelas lima dan kelas 6 SD tersebut.

Media televisi merupakan salah satu media yang paling banyak dikonsumsi oleh warga desa Tamanagung, termasuk anak-anak. Intensitas menonton televisi yang cukup tinggi inilah yang membuat Ahmad selaku mahasiswa Ilmu Komunikasi Undip, perlu untuk memperkenalkan mengenai dampak dari acara televisi yang ditonton, baik itu positif maupun negatif. Mengingat, saat ini banyak sekali acara televisi yang kurang baik untuk dicontoh namun tetap ditonton oleh anak-anak.

Kegiatan tersebut diawali dengan nonton bareng cuplikan dari beberapa film kartun anak-anak, yang diantaranya film Doraemon, Crayon Shincan, Tom & Jerry, dan Spongebob Squarepants. Pemutaran film kartun tersebut dilakukan guna memperkenalkan beberapa symbol yang harus diketahui oleh anak-anak ketika menonton televisi. Salah satunya adalah “R-BO” yang berarti Remaja Bimbingan Orangtua. Simbol ini memiliki arti ketika menonton tayangan televisi dan terdapat symbol tersebut, anak-anak harus didampingi oleh orangtua. Selain memperkenalkan symbol-simbol yang ada di televisi, Ahmad juga memperlihatkan beberapa adegan yang tidak pantas untuk ditiru oleh anak-anak melalui cuplikan film kartun tersebut. Contohnya, terdapat adegan Suneo salah satu pemain di film Doraemon yang bersifat pamer karena selalu menunnjukkan kekayaannya. Adegan yang tidak pantas lainnya terdapat pada cuplikan film Tom & Jerry, dimana terdapat banyak sekali adegan kekerasan seperti menedang, memukul, melempar benda, dan lain sebagainya. Beberapa adegan tersebut merupakan adegan yang tidak pantas ditiru oleh anak-anak, dan dapat memberikan dampak negatif dikehidupan nyata mereka. Tetapi film kartun tersebut tetap ditayangkan di televisi, sehingga anak-anak tersebutlah yang harus pintar menyeleksi adegan mana yang pantas atau tidak pantas untuk ditiru.

Selain menonton film, Ahmad juga mengajak anak-anak kelas lima dan enam untuk cerdas menonton film melalui beberapa games kreatif yang sudah dipersiapkan. Ahmad juga membagikan beberapa hadiah kepada siswa dan siswi yang berani maju ke depan kelas untuk menjawab beberapa pertanyaan mengenai adegan yang pantas atau tidak pantas untuk ditiru.

Kegiatan ini disambut antusias baik oleh para siswa maupun para guru di sekolah tersebut. “Program ini sangat bagus, karena cukup banyak siswa dan siswi yang sering menonton sinetron Anak Jalanan dirumah. Semoga besok-besok mereka paham mana yang baik dan tidak baik ditutup”, ujar salah satu guru Bahasa Indonesia di SD Tamanagung 1.

Kegiatan “Bioskop Anak-anak” diakhiri dengan pembagian stiker dan merchandise dan juga foto bersama dengan siswa siswi kelas  lima dan enam. Ahmad selaku mahasiswa tim II KKN Undip berharap, kedepannya anak-anak bisa lebih bijak dan cerdas dalam menonton tayangan televisi. (Ahmad/Asri)

 

Seiring dengan Pelaksanaan Program Monodisiplin, Tim KKN Undip Juga Tak Lupa Lakukan Pendataan UMKM dan Rumah Tak Layak Huni

IMG_3078 (FILEminimizer)

Ngawen, Muntilan – Menjalani minggu ketiga di desa Ngawen, tim KKN Undip lakukan pendataan UMKM dan rumah tak layak huni. Agar pendataan dapat berlangsung efektif dan efisien, tim KKN Undip yang berjumlah 12 orang dibagi kedalam 6 pasukan yang dikerahkan untuk mendata UMKM dan rumah tak layak huni yang tersebar di 10 dusun yang terdapat di desa Ngawen. Pendataan yang dilakukan oleh Tim KKN Undip terbilang berjalan cukup lancar sebab para warga yang masuk kedalam daftar pemilik UMKM dan rumah tak layak huni berlaku kooperatif ketika didata oleh para pasukan tim KKN Undip. Tercatat sebanyak 41 pemilik UMKM dan 64 pemilik rumah tak layak huni telah berhasil didata oleh Tim KKN Undip.

Selain melaksanakan pendataan UMKM dan rumah tak layak huni, di minggu ketiga ini tim KKN Undip juga melaksanakan beberapa program mono. Diantaranya adalah melakukan pendataan kependudukan yang dilakukan oleh Aprianna Marselina Sinabutar, melakukan pelatihan pembuatan laporan keuangan UMKM yang dilakukan oleh Tioro Simbolon, dan melakukan perencanaan gapura dan sarana prasarana bumi perkemahan desa wisata Ngawen yang dilakukan oleh Ambarisqia Dining Dwifa. Terakhir, terdapat dua anggota tim KKN Undip yang melakukan pelatihan jurnalistik dan mendapuk karang taruna desa Ngawen untuk menjadi audience pelatihan tersebut.

IPS_5365 (FILEminimizer)

Pelatihan Jurnalistik yang dilakukan oleh dua anggota tim KKN Undip, yakni Ahmad Nursani dan Ardha Fadhilla, merupakan paket pelatihan yang terdiri dari dua pelatihan yang berbeda, yakni pelatihan citizen journalism dan pelatihan membuat script film pendek. Pelatihan yang diselenggarakan di MI Ngawen ini dimulai pukul delapan pagi. Dengan jumlah peserta sebanyak dua puluh orang, pelatihan berjalan cukup lancar. Para peserta pun mengaku antusias mengikuti pelatihan yang diberikan. “Ya menurut saya , kalo menurut saya sih materinya itu yaa….. membantu banget ya. Yaa dari kita sebelumnya gak tau jadi dikasih tau. Yaa….membantu banget sih” Ujar Febry (20), salah satu peserta pelatihan yang berasal dari dusun Ngawen.

Tim KKN Undip Edukasi Siswa-siswi MI Ngawen

IMG_2556 (FILEminimizer)Ngawen, Muntilan – Tim KKN Undip yang diterjunkan ke desa Ngawen, kecamatan Muntilan, kabupaten Magelang, mulai melaksanakan program monodisiplin masing-masing. Beberapa program yang dijalankan tersebut menyasar siswa-siswi MI, setingkat SD, sebagai sasarannya. Anggota Tim KKN desa Ngawen yang menjadikan siswa-siswi MI sebagai sasaran program mereka berasal dari tiga jurusan yang berbeda, yakni dari jurusan Sastra Indonesia, jurusan Kedokteran, dan jurusan Administrasi Publik. Dari jurusan Sastra Indonesia ada Arifa Rachmi Putri dan Nur Chasanah Isnaini. Masing-masing dari mereka mengedukasi siswa-siswi SD dengan memberikan materi mengenai musikalisasi puisi dan mendongeng. Anak-anak kelas satu dan dua sangat antusias mendengarkan pemaparan dongeng yang mereka suguhkan. Hal ini dikarenakan dalam menyampaikan dongeng, mereka juga menggunakan alat peraga yang dapat menarik perhatian anak-anak.

IMG_2231 (FILEminimizer)

Sedikit berbeda dari materi penyampaian dongeng anak-anak yang terbilang cukup ringan, Aprianna Marselina Sinabutar dari jurusan Administrasi Publik mengedukasi anak-anak kelas empat MI Ngawen dengan materi yang lebih berat bahasannya, yakni edukasi mengenai anti korupsi. Aprianna menghimbau anak-anak kelas empat di MI Ngawen untuk senantiasa berlaku jujur dan tidak curang dalam meraih prestasi mereka di sekolah. Pasalnya, perilaku curang dalam meraih prestasi di sekolah merupakan akar dari tindakan korupsi. Terakhir, edukasi jumantik cilik dan 3M diberikan oleh Alfredo dari jurusan Kedokteran kepada anak-anak kelas lima MI Ngawen. Mereka mendengarkan pemaparan yang diberikan dengan seksama. Diharapkan kedepannya mereka dapat mengamalkan penyuluhan yang diberikan sehingga kasus demam berdarah di desa Ngawen dapat menurun.

1469335938372

Selain menyasar siswa-siswi MI Ngawen sebagai target pelaksanaan program, salah satu anggota Tim KKN Undip yang lainnya, Intan Pratama, justru menggaet anak-anak TK ABA Ngawen sebagai sasaran programnya. Intan yang berasal dari jurusan Kedokteran melaksanakan pelatihan hidup bersih dan sehat agar anak-anak TK sedari dini sudah sadar akan pentingnya hidup bersih dan sehat. Para guru yang mengajar di TK ABA pun mengaku senang mendapatkan bantuan dari Intan dalam mengedukasi anak-anak akan pentingnya kesadaran hidup bersih dan sehat. Salah satunya adalah Ibu Uswatun (40) yang menanggapi positif kehadiran Tim KKN Undip di TK nya. “Oh baik sekali. Sangat mendukung pembelajaran di TK dan itu sesuai  dengan usia anakTK, bagus sekali. Kami sangat berterimakasih karena sudah dibantu”.

1469336014257Berbeda jauh dari Intan yang menggaet anak-anak kecil sebagai sasaran program, Astrid Vivianni yang juga berasal dari jurusan Kedokteran malah menggandeng para lansia-lansia di desa Ngawen untuk melakukan Senam anti stroke. Diharapkan kedepannya para lansia secara rutin dapat melakukan senam yang diajarkan oleh Astrid supaya terhindar dari serangan stroke.

 

UMKM Di Dusun Daleman Desa Gondosuli

Gondosuli adalah desa yang memiliki berbagai potensi Usaha. Salah satu contohnya adalah di dusun Daleman. Dusun Daleman memiliki tanah yang subur dan pada kedalaman 1 meter air tanahnya sudah cukup jernih. Rata-rata setiap rumah memiliki kolam ikan, seperti ikan nila, ikan mas, ikan mujair, dll. Ikan tersebut biasanya akan di konsumsi sendiri oleh warga, tak jarang pula ada sebagian yang akan dijual. Hamparan sawah terbentang luas di dusun ini.

Selain potensi di atas, terdapat berbagai macam usaha seperti usaha bakso, bakso goreng, keripik melinjo, Roti Daleman, dll.

Senin (18/07/2016), TIM II KKN Gondosuli melaukan kunjungan ke rumah Bapak Agus Santoso selaku kepala Dusun Daleman. Pakadus mengantarkan TIM II KKN untuk melihat UMKM yang ada di Dusun tersebut. Suasana desa masih sangat kental di Dusun ini. Kami mengunjungi tempat produksi Roti Daleman, tetapi kami belum beruntung, karena adonan roti tidak tersedia pada hari itu sehingga kami tidak dapat melihat proses produksinya.

Akhirnya kami mengunjungi rumah produksi keripik melinjo. Terdapat 2 orang pekerja yang sedang mengelupas kulit melinjo yang selanjutnya akan di tumbuk dan diolah menjadi keripik. Pengerjaannya terlihat sangat mudah, tetapi ketika kami mencobanya ternyata cukup sulit.

Setelah kulit melinjo di kupas menggunakan pisau, maka tahap selanjutnya adalah menumbuk melinjo tersebut.

Kunjungan berikutnya pakadus mengantarkan TIM II KKN ke rumah produksi bakso. Bakso yang diproduksi ini sudah di jual hingga ke luar Magelang, seperti Yogyakarta, Seamarang, dan Solo. Rata-rata bakso ini dijual ke toko-toko klontong di desa.

 

Bakso ini dapat di konsumsi langsung tanpa harus di masak, bisa juga dijadikan untuk pelengkap sayur soup, pelengkap masakan lainnya, dll. Rasa bakso ini tidak kalah enak dengan bakso yang dijual di supermarket. Rasa bakso ini jauh lebih gurih.

Terdapat rumah produksi bakso lain selain di atas. Bedanya adalah packging atau pengemasan produk. Pengemasan produk bakso ini menggunakan mika, sedangakan pada rumah produksi sebelumnya menggunakan plastik. Di dalam kemasan bakso ini terdapat saus sehingga bakso dapat di konsumsi langsung dan jadikan cemilan.gondosuli

Pengenalan Bahasa Inggris Dasar dan Bangun Ruang di SDN Bandungrejo

Magelang – Dalam era globalisasi saat ini peran bahasa menjadi sangat penting untuk kebutuhan informasi terutama bahasa inggris yang merupakan bahasa pengantar internasional. Oleh karena itu, bahasa inggris perlu diperkenalkan ke anak sejak dini. Kegiatan ini merupakan salah satu program monodisiplin yang dilaksanakan oleh Yohanes Lorens Situmorang mahasiswa jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro. Program ini di tujukan kepada siswa – siswi SDN Bandungrejo kelas 2. Kegiatan yang berlangsung pada hari Kamis tanggal 21 Juli 2016 ini berlangsung dengan lancar dan antusiasme para siswa sangat tinggi. Rangkaian kegiatan pengenalan bahasa inggris diawali dengan mengenalkan dasar – dasar perkenalan dalam bahasa inggris, angka dalam bahasa inggris, bulan dalam bahasa inggris, dan beberapa kosakata umum dalam bahasa inggris kemudian diselingi dengan ice breaking dan pembagian snack.

Kemudian, program monodisiplin kedua yang dilaksanakan yaitu pengenala bangun ruang beserta jarring – jaringnya kepada siswa – siswi SDN Bandungrejo kelas 4. Program ini dilaksanakan oleh  Arini Haq mahasiswa jurusan Matematika Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro. Kegiatan ini juga berlangsung pada hari Kamis tanggal 21 Juli 2016 dengan rangkaian kegiatan yaitu mengenalkan rusuk, sisi, sudut yang ada dibangun ruang yang dalam hal ini merupakan bangun ruang rusuk dan kubus, kemudian dilanjutkan dengan game membuat robot berdasarkan bangun ruang, lalu pemberian doorprize dan snack kepada anak –anak SD kelas 4.

Minggu Pertama di Menayu

menayuPada hari sabtu tanggal 16 juli 2016 mahasiswa KKN Tim  II Undip 2016 Desa Menayu Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang menghadiri Halal bi Halal rutin di Desa Menayu. Halal bi Halal ini sekaligus sebagai salah satu acara untuk merekatkan kembali silaturrahim antar warga Desa Menayu. Acara Halal bi Halal ini dilaksanakan di salah satu rumah warga di Dusun Jambean RT 10. Dengan dihadiri oleh perangkat Desa Menayu dan segenap warga Desa Menayu sendiri, acara Halal bi Halal ini berlangsung khidmat  meskipun lokasi acara sempat diguyur hujan deras. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan niat dan semangat warga Desa Menayu untuk menghadiri acara tersebut.

Acara Halal bi Halal ini dimulai pada pukul 20.00 WIB. Dibuka dengan adanya sambutan dari perangkat desa serta beberapa tokoh masyarakat setempat. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh pembawa acara demi menjaga keberlangsungan acara agar acara dapat berjalan dengan lancar. Setelah pembacaan doa, acara diteruskan dengan jamuan makan malam bersama. Pada sesi ini, mahasiswa KKN Tim II Undip 2016 mendapat pembelajaran mengenai nilai kekeluargaan dimana makan malam yang disediakan merupakan urunan dari warga setempat yang dikumpulkan dan kemudian menjadi konsumsi warga selama acara. Hal ini mengajarkan mahasiswa bahwa kekeluargaan, dan rasa saling berbabagi merupakan nilai penting dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat yang baik.

Setelah sesi jamuan makan malam selesai, acara dilanjutkan dengan tausyiah atau siraman rohani oleh Kyai Haji Nur Cholis  mengenai pentingnya menjalin tali persaudaraan dan juga aqidah islam. Sesi ini berlangsung dengan khidmat. Tausyiah diselingi dengan “guyonan” khas dari Kyai Nur Cholis namun tidak mengurangi nilai – nilai religius yang disampaikan oleh beliau. Dalam sesi inipun mahasiswa KKN Tim II Undip 2016 kembali mendapatkan pembelajaran mengenai bagaimana warga Desa Menayu menghargai tamu, baik kepada Kyai Nur Cholis, maupun kepada mahasiswa KKN sendiri. Harapan dari mahasiswa KKN adalah semoga dengan adanya acara Halal bi Halal yang penuh dengan rasa kekeluargaan  ini mahasiswa KKN bisa diterima dengan baik oleh masyarakat Desa Menayu Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang