Home » Lokasi KKN » Kab. Jepara

Category Archives: Kab. Jepara

Eksplorasi Desa Muryolobo!

Desa Muryolobo bukanlah sebuah desa yang terkenal karena pariwisatanya. Seperti Desa Sade dengan wisata kampung tradisional dan tenun di Lombok, atau desa-desa di Bali yang menawarkan wisata pesawahan dan alam khas Bali. Sekilas, Desa Muryolobo memang sama seperti desa-desa pada umumnya, hanya tempat bermukim dan tempat tumbuh padi, tebu, ketela dan tanaman lainnya. Tapi bukan berarti desa ini tidak seindah desa-desa yang terkenal itu.

Seperti halnya mutiara didalam kerang; keindahan tidak nampak begitu saja. Permukaan kerang yang melapisi mutiara itu mungkin tidak cantik, tapi kalau kita lihat lebih dalam, ada mutiara yang cantik tersimpan rapi. Kita hanya perlu mencari lebih cermat. Pun, Desa Muryolobo. Kalau kita telusuri lebih dalam, ada keindahan yang menunggu untuk ditemukan. Mari kita telusuri!

1. Pesawahan.

IMG-1602Foto ini diambil saat Bapak dan Ibu petani sedang membiarkan kerbau-kerbaunya memakan rumput yang sudah terlalu panjang di lapangan desa. Dibelakangnya adalah lukisan alam yang luas di Desa Muryolobo

IMG-1637

 

2. Pemandangan yang cantik!
Screenshot-92Tempat favorit! Kalau sedang ingin menikmati sore-sore yang tenang, bisa datang ke tempat peternakan ayam di Desa ini. Bukan untuk melihat ayam, tapi dari tempat itu kita bisa melihat pemandangan yang cantik.

Screenshot-96

3. Sapi disini dipelihara di depan rumah!
IMG-1858-Copy
4. Sunset dari sela-sela bunga jagung,
Screenshot-100Sebelum masuk ke Desa Muryobo dari arah selatan, tidak ada salahnya berhenti sebentar diantar kebun jagung dan tebu. Sore-sore saat matahari sedang terbenam, dari sela-sela bunga jagung kita bisa melihat langit yang memerah jingga.

Itu hanya beberapa dari keindahan yang bisa kita temukan di Desa Muryolobo. Masih ada banyak keindahan dan kecantikan alam khas desa yang menunggu untuk ditemukan!

 

Direview Oleh:

Maharani Patria Ratna

Aku Ingin Menjadi Fotografer!

120219-1-190212-0016

Salah satu program yang dijalankan oleh TIM KKN Desa Muryolobo adalah pendidikan karakter. Pendidikan karakter adalah hal yang kita yakini tidak bisa berhasil dengan hanya satu kali tatap muka. Dari hal tersebut maka kami membuka kelas kreatif tiap minggunya, banyak hal-hal positif yang kami ajarkan kepada anak-anak Desa Muryolobo yang hampir sebagian besar belum pernah mereka ketahui. Minggu itu kami membuka kelas fotografi setelah di minggu sebelumnya kami membuka kelas ilustrasi digital. Kelas fotografi memang sudah ada dalam agenda kami, tetapi kami memutuskan untuk melaksanakannya minggu ini karena desakan dari anak-anak. Anak-anak begitu antusias dan bersemangat, dapat dilihat dari pertanyaan yang selalu mereka lontarkan tiap anggota kami memegang kamera. “Kak itu kamera ya? Kak itu pakenya gimana? Kak aku pengen coba, kak aku pernah lihat orang yang kerjaannya ngfoto-foto gitu keren ya” begitulah beberapa perkataan yang sering mereka katakana.

120219-1-190212-0005

Hari itu anak-anak sudah duduk dengan rapi di ruang belajar kami. Pertama-tama kemi memberi penjelasan tentang seni memotret atau fotografi, juga tentang profesi fotografer. Ditengah-tengah keheningan ketika jeda ada yang berteriak, “Aku mau jadi fotografer kak!” teriak salah satu anak perempuan. Kamipun menjadi lebih semangat dalam memberi materi hari itu. Materi dilanjutkan dengan pengenalan komponen-komponen dari kamera dan terakhir dilanjutkan dengan uji coba memfoto oleh mereka sendiri. Anak-anakpun sangat antusias saat mencoba memotret dengan kamera.

 

Direview Oleh:

Maharani Patria Ratna

Pemanfaatan Limbah Tebu Di Desa Karangnongko menjadi Briket.

25119-PKK-desa-briket

Jepara, Jumat (25/01/2019), Desa Karangnongko mempunyai lahan pertanian tebu yang luas sehingga mahasiswa KKN Tim 1 Undip 2019 memberikan pelatihan kepada ibu-ibu PKK untuk membuat briket dengan memanfaatkan limbah tebu. Dimas Satria, mahasiswa Teknik Mesin, FT, Undip menjelaskan dengan membuat briket ini salah satu inovasi yang bisa kita lakukan dalam pemanfaatan bahan alami di sekitar kita yang bisa dijadikan sebagai bahan bakar alternatif. Briket arang biasanya diproduksi dengan menggunakan bahan tempurung kelapa. Menggunakan ampas tebu, tidak memiliki banyak perbedaan karena memiliki kalori yang cukup tinggi, jadi bisa menghasilkan panas yang tinggi dan juga daya tahan nyala api yang lama, serta ramah lingkungan. Selain pembuatannya yang sederhana kelebihan, ekonomis dan bertujuan memanfaatkan limbah. Selain itu jika dikelola dengan baik briket arang mampu menjadi bisnis yang menjanjikan.

 

Direview Oleh:

Maharani Patria Ratna

Kokedama, Seni Merangkai Tanaman dari Jepang untuk Desa Karangnongko

25-01-19-PKK-desa-Kokaydama
Jepara, Jumat (25/01/2019), Mitta Ety Haryanti, mahasiswa jurusan Bahasa dan Kebudayaan Jepang, FIB, Undip mengenalkan budaya tata cara menanam berasal dari masyarakat Jepang bernama kokedama kepada ibu-ibu PKK Desa Karangnongko. Kokedama sendiri berasal dari bahasa Jepang, koke (lumut) dan dama (bola). Jadi, tanaman diolah dengan membungkus akar menggunakan tanah dan lumut kering sehingga berbentuk bulat. Kokedama sudah berusia berabad-abad lamanya dan erat kaitannya dengan seni bonsai. Mitta sendiri tidak menggunakan lumut sebagai media tanamnya, melainkan diganti dengan serabut kelapa atau cocopeat. Hal ini dikarenakan lumut yang dipakai langka dan susah dicari, jika menggunakan lumut pun kita akan merusak habitat lumut itu sendiri. Penggunaan serabut kelapa atau cocopeat juga memanfaatkan limbah yang ada. Metode tanam ini utamanya dijadikan alternatif penghijauan lingkungan dengan kondisi keterbatasan lahan. Selain itu perawatan yang mudah hanya cukup dijemur sekali seminggu. Untuk penyiraman cukup direndam air, juga bisa disemprot degan air secukupnya. Tanaman yang digunakan biasanya menggunakan tanaman berukuran kecil seperti Lidah Mertua, Kaktus, Tanduk Rusa, Lidah Buaya dan lain-lain. Ibu-ibu PKK yang hadir di balai desa senang dengan wawasan baru yang didapat sehingga mampu menambah inovasi dalam mempercantik halaman atau ruangan rumah mereka.

 

Direview Oleh:

Maharani Patria Ratna

MUSYAWARAH KOORDINATOR DESA DALAM MERUMUSKAN PROGRAM KECAMATAN

REPORTASE-1
Gemiring Kidul, Jepara (19/1/2019) – KKN Tim I Universitas Diponegoro Kecamatan Nalumsari mengadakan rapat koordinasi dengan semua koordinator desa se-kecamatan Nalumsari. Rapat ini dihadiri oleh 15 kordes sebagai perwakilan tiap desa masing-masing dan satu Dosen Pembimbing Lapangan yakni bapak Karnoto, S.T, M.T. Rapat tersebut dilaksanakan di salah satu posko, yakni bertempat di desa Gemiring Kidul.

Rapat Koordinasi tersebut membahas mengenai program yang akan diajukan ke kecamatan Nalumsari, terlebih dahulu setiap kordes di 15 desa menyampaikan kabar-kabar mengenai keadaan desa tersebut dan permasalahan apa saja yang ada di desa tersebut. Dari ke-15 desa tersebut bisa disimpulkan bahwa masalah sampah adalah masalah yang global di 15 desa. Pengelolaan sampah yang sangat buruk dan juga tidak adanya tempat pembuangan akhir (TPA) di kecamatan/desa menjadi problem se-kecamatan.

Dalam bahasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa masalah sampah akan menjadi program utama di kecamatan. Langkah awal yang akan dilakukan adalah membuka pembicaraan terlebih dahulu dengan bapak camat Nalumsari dan menyampaikan solusi-solusi dari teman-teman yakni pembuatan bank sampah, menciptakan tempat sampah yang ekonomis, dan juga mengadakan tukang sampah keliling di setiap desa. Jika masalah tersebut tidak dapat diselesaikan dikecamatan maka perlunya bantuan pemerintah daerah atau kabupaten jepara dalam menyelesaikan permasalahan tersebut.

 

Direview Oleh:

Maharani Patria Ratna

SOSIALISASI PENGHEMATAN ENERGI LISTRIK DAN AIR

REPORTASE-2
Gemiring Lor, Jepara (4/2/2019) – Dalam rangka mendukung program pemerintah mengenai penghematan energi, KKN Tim I Universitas Diponegoro kecamatan Nalumsari mengadakan sosialisasi mengenai penghematan energi air dan listrik yang dilaksanakan di SMAN 1 Nalumsari. Kegiatan tersebut meliputi pemberian materi yang disampaikan oleh bapak Karnoto, S.T, M.T selaku narasumber dalam materi penghematan energi tersebut.

Dalam kegiatan tersebut, kami mengajak para siswa untuk melakukan penghematan listrik yakni salah satu contohnya dengan mematikan lampu ketika siang hari diganti dengan membuka jendela, penghematan air berupa menghidupkan keran setengah atau seperempat untuk wudlu. Kegiatan tersebut langsung dipraktekkan di tempat sehingga para siswa sadar akan penghematan energi air dan listrik. Di akhir acara kami memberikan kenang-kenangan berupa lampu hemat energi dan juga keran air yang mampu menghemat air.

Sehubungan dengan hal itu pemerintah provinsi juga mengadakan lomba dengan tema Hemat Energi. Dengan demikian kami berharap SMAN 1 Nalumsari dapat berpartisipasi dalam lomba tersebut, terlebih SMAN 1 Nalumsari juga merupakan salah satu SMA yang menerima penghargaan Adiwiyata.

 

Direview Oleh:

Maharani Patria Ratna

KESELAMATAN KERJA YANG TERLUPAKAN

1549005205770-1

Keselamatan kerja merupakan aspek penting dalam sebuah pekerjaan. Namun oleh beberapa pihak keselamtan kerja sering diabaikan yang disebabkan oleh kurangnya kesadaran maupun pengetahuan mengenai keselamatan kerja. Hal ini menjadi perhatian oleh Mahasiswa KKN UNDIP Tim 1 Tahun 2019 Desa Gemiring Kidul Kecamatan Nalumsari, Jepara. Penyadaran akan pentingnya keselamatan kerja dirasa sangat penting agar tidak terjadi kecelakaan kerja khususnya pada pekerja bengkel las.
Sosialiasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), telah terlaksana di beberapa bengkel las yang terdapat di Desa Gemiring Kidul pada 23 Januari 2019. Kegiatan ini memberikan pengetahuan kepeda pekerja las akan pentingnya kesehatan dan keselamatan kerja demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Diharapkan kedepannya para pekerja las dapat memenuhi kriteria keselamatan kerja seperti menggunakan sarung tangan, sepatu, helm, dan pelindung mata.

 

Direview Oleh:

Maharani Patria Ratna

PKK YANG MULAI HILANG

97407

Minggu, 13 Januari 2019 bertempat di Dukuh Kidul Kali Desa Gemiring kidul menjadi acara rutin bagi para ibu  rumah tangga PKK di setiap minggunya . KKN Tim I UNDIP yang di tempatkan di desa Gemiring Kidul mendapat kehormatan untuk menghadiri acara tersebut .Kegiatan ini menjadi tempat bersilaturahmi sekaligus arisan bagi mereka yang  berlangsung pada pukul 16.30 WIB hingga Selesai.

Kedatangan mahasiswa KKN disambut dengan hangat oleh para ibu rumah tangga PKK . Pengucapan Asmaul Husna adalah tanda bahwa kegiatan telah dimulai dan dilanjutkan dengan Tahlilan. Kemudian mahasiwa diperkanankan untuk memperkenalkan diri serta maksud dan tujuan dari kedatangan tersebut. Acara diakhiri dengan pengundian nama pemenang arisan.

PKK yang ada di dukuh Kidul Kali adalah  satu-satunya yang masih aktif berkegiatan di desa Gemiring Kidul Kecamatan Nalumsari. Dari lima dukuh yang ada di desa, PKK ini telah berlansung selama 9 tahun terakhir. Dimana di setiap 3 tahun sekali akan diadakan untuk berlibur ke beberapa tempat. Jakarta menjadi destinasi terakhir yang mereka kunjungi dari sekian daerah yang telah dikunjungi. Hal ini menjadi motivasi bagi anggota untuk terus aktif dalam PKK.

 

Direview Oleh:

Maharani Patria Ratna

 

Mencari Muryolobo

Kegiatan Tim KKN Desa Muryolobo pada minggu pertama diisi dengan kegiatan survey. Survey dilakukan untuk menganalisa masalah yang ada di Desa Muryolobo serta  potensi yang dapat dikembangkan sehingga dapat digunakan untuk menyusun program kerja yang akan dilaksanakan. Sebelum melaksanakan survey, Tim KKN Desa Muryolobo melaksanakan kunjungan ke Balai Desa untuk berkenalan dengan para perangkat desa. Kegiatan di Balai Desa tidak hanya perkenalan dengan perangkat desa namun kami juga menggunakan kesempatan ini untuk mengumpulkan informasi mengenai Desa Muryolobo dan usulan dari para perangkat desa. Salah satu perangkat desa yang sempat kami ajak untuk bertukar pikiran adalah Pak Carik atau Pak Sekertaris Desa.

IMG-1200

Untuk mengumpulkan masalah dan juga potensi yang ada di Desa Muryolobo narasumber kami bukan hanya dari perangkat desa tetapi juga dari para tokoh agama serta tokoh adat. Kami ditemani oleh Pak Guntur yang merupakan salah satu perangkat desa. Kami dan Pak Guntur berkunjung kerumah salah satu tokoh agama di Desa Muryolobo yaitu Pak Mustofa. Pak Mustofa sendiri merupakan pemilik madrasah yang ada di Desa Muryolobo. Tidak hanya ke kediaman Pak Mustofa tapi kami juga melanjutkan kunjungan ke kediaman Ketua Karang Taruna Desa Muryoloba yaitu Mas Agung. Karang Taruna di Desa Muryolobo dapat dikatakan aktif, Mas Agung juga menuturkan bahwa Karang Taruna akan selalu siap untuk membantu dan bertukar pikiran dengan kami. Tak lama setelah dari kediaman Mas Agung, Mas Agung mengajak untuk mengunjungi Tempat Pembuangan Akhir yang baru selesai dibangun.

IMG-1215

Day-3-190117-0006

Day-3-190117-0030

Day-3-190117-0004

Tempat Pembuangan Akhir atau TPA merupakan salah satu fasilitas desa yang sangat penting agar sampah-sampah dari rumah tangga tidak dibuang sembarangan dan mencemari lingkungan. Kamipun menganalisa TPA tersebut dan memperhatikan jalur yang ada agar dapat memiliki gambaran mengenai bagaimana sistematika pembuangan serta pengelolaannya. Hal tersebut menjadi salah satu fokus kami karena belum adanya sistematika yang jelas tentang bagaimana pembuangan sampah di TPA. Mas Agung dan Pak Guntur juga menuturkan bahwa baiknya ada system yang jelas agar tempat tersebut tidak terbengkalai dan dapat digunakan semaksimal mungkin.

IMG-1206

Setelah mengumpulkan beberapa permasalahan dan potensi yang ada di Desa Muryolobo, pada Senin 14/01/2019 TIM KKN Desa Muryolobo melakukan Rapat Koordinasi bersama para perangkat desa bertempat di Balai Desa. Rapat Koordinasi merupakan rapat bulanan yang dilaksanakan para perangkat desa, karena waktunya bertepatan dengan kedatangan Tim KKN maka kami juga diminta untuk memaparkan program kegiatan. Tujuan dari hal tersebut adalah untuk menampung masukan, saran, dan juga untuk memberitahukan agar para perangkat desa mengetahui apa yang dapat dibantu serta dipersiapkan terkait program yang akan kami laksanakan.

Malam hari setelah pemaparan di Balai Desa, kami mendapatkan tamu. Tamu kami adalah Pak Yudhi, Pak Yudhi merupakan staff dari Dinas Ketenagakerjaan yang mengatur mengenai para masyarakat Desa Muryolobo yang bekerja di luar negeri sebagai TKI. Beliau menuturkan bahwa Pak Yudhi tidak hanya mengurusi proses dan masyarakat yang sedang bekerja tetapi juga mengurusi para purna TKI. Kedatangan Pak Yudhi ingin memberitahukan bahwa harapannya dapat ada kerjasama dengan kami untuk mengembangkan industry kreatif agar para masyarakat purna TKI tetep produktif.

 

Direview oleh:

Maharani Patria Ratna

Melihat Anak Ayam di Desa Muryolobo (Minggu 2)

(more…)