Home » Lokasi KKN » Kab. Jepara

Category Archives: Kab. Jepara

MENUJU DESA DIGITAL, APLIKASI MYTELUKAWUR BERHASIL DICIPTAKAN MAHASISWA KKN TEMATIK TIM 2 UNTUK MEMPROMOSIKAN DESA TELUK AWUR KE MASYARAKAT LUAS

Tahunan, Jepara – Senin, 19 Agustus 2019 Demi meningkatkan nilai dari potensi alam yang ada di desa Teluk Awur serta mempersiapkan desa ini menjadi desa digital, aplikasi myTelukAwur diciptakan untuk mengembangkan konsep pariwisata di desa Teluk Awur.

IMG-1798

Program yang diadakan tim KKN Tematik ini berupa penyuluhan penggunaan aplikasi dan pelatihan dalam perawatan system tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan di Pendopo Balai Desa Teluk Awur dengan peserta program adalah para perangkat Desa Teluk Awur.

IMG-1808

myTelukAwur merupakan suatu aplikasi yang bisa dipasang di gawai Anda dengan syarat gawai anda berbasis Android. Aplikasi ini diciptakan dengan berlatar belakang tidak adanya aplikasi digital untuk mempromosikan desa. Untuk mengunduh aplikasi ini, hanya cukup mengunjungi laman s.id/kknapp dan langsung mengunduh aplikasi yang ada di sana.

Isi dari aplikasi ini berupa daftar – daftar potensi wisata yang ada di desa ini, mulai dari potensi wisata alam, wisata religi, tempat pusat oleh – oleh, tempat kuliner, feedback dari para pengguna aplikasi sampai daftar nomor – nomor penting yang ada di Teluk Awur, mulai dari nomor telefon Pemadam Kebakaran, RSUD Kartini dan lain – lain.

app

Hasil dari program pelatihan ini adalah para perangkat desa sudah mulai terbiasa dengan aplikasi myTelukAwur. Dengan adanya aplikasi ini, diharapkan warga interlocal desa Teluk Awur bisa dengan mudah untuk menjelajah desa ini dan perangkat desa bisa merawat system ini dengan baik.

Sambut Iduladha dengan ‘Tong Tek’

Kawak, Jepara (10/8) – Pada hari Minggu, 11 Agustus 2019 yang bertepatan dengan Hari Raya Iduladha, seluruh umat Islam di Indonesia memperingati hari raya tersebut. Di Indonesia, hampir setiap wilayah menyemarakkan hari raya tersebut dengan kegiatan takbir keliling. Tak lupa pula di Desa Kawak, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, masyarakat di desa ini memperingati malam takbir dengan mengadakan kegiatan perlombaan takbir keliling yang memiliki sebutan ‘Tong Tek.’

Kegiatan Tong Tek ini sudah diselenggarakan sejak lebih dari 3 tahun yang lalu, dimana panitianya sebagian berasal dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Ranting Desa Kawak. Untuk kegiatan perlombaan ini, para peserta dalam satu tim terdiri dari minimal 10 orang dan tidak terbatas oleh usia maupun gender.

Adapun alat musik yang digunakan tidak boleh menggunakan sistem kelistrikan. Para peserta diwajibkan menggunakan ide kreatifitas mereka untuk mencari peralatan penunjang perlombaan. Berbagai macam properti pun dipakai: kaleng cat bekas, drum untuk air, ember, gir motor, hingga panci yang biasa digunakan untuk memasak.

“Untuk kegiatan Tong Tek ini biasanya kami lombakan setiap hari raya Idulfitri dan Iduladha.” ujar Syarif, salah satu panitia. Karena antusiasme dari warga cukup tinggi, akhirnya setiap tahun kegiatan ini diselenggarakan secara berpindah-pindah sesuai urutan Rukun Warga (RW) di Desa Kawak.

Para peserta pun dinilai oleh juri yang berasal dari desa lain untuk menjunjung tinggi sportifitas. Adapun indikator penilaian adalah kreatifitas peserta, pelafalan kalimat takbir, serta kesesuaian dengan irama atau aransemennya.

 

#KKNUndip2019

#DesaKawak

#Jepara

_______________________________

KKN TIM II UNIVERSITAS DIPONEGORO

DESA KAWAK, KECAMATAN PAKIS AJI

KABUPATEN JEPARA

Belajar Bersama PKK

Kawak, Jepara (9/8) – Sekitar 30 ibu-ibu PKK dan TIM 2 KKN Undip Desa Kawak mengadakan pertemuan di Balai Desa Kawak. Pertemuan tersebut diadakan untuk kegiatan sharing session antara mahasiswa dan PKK. Adapun beberapa tema yang disampaikan antara lain:

  1. Pemahaman mengenai gender quality
  2. Pelatihan pembuatan spray anti-nyamuk dari tanaman serai

3.. Pelatihan pembuatan sabun ekonomis dari minyak goreng bebas pakai (jelantah)

 

Terlihat para ibu-ibu PKK sangat antusias mendengarkan presentasi dari para mahasiswa. Hal tersebut dikarenakan beberapa warga di Desa Kawak kurang memahami tentang apa bedanya jenis kelamin dan gender.

Selain itu, kurangnya pemahaman terhadap pemanfaatan limbah rumah tangga seperti minyak jelantah serta belum mengetahui cara pengolahannya. Pada saat demo pembuatan sabun, banyak ibu-ibu yang tertarik untuk membuat sabun bersama. Bahkan, beberapa ibu juga meminta produk sabun dan spray anti nyamuk untuk di coba di rumah.

 

Kegiatan itu ditutup sekitar pukul 15.00 WIB dengan melakukan foto bersama antara mahasiswa dan ibu-ibu PKK.

 

#KKNUndip2019

#DesaKawak

#Jepara

_______________________________

KKN TIM II UNIVERSITAS DIPONEGORO

DESA KAWAK, KECAMATAN PAKIS AJI

KABUPATEN JEPARA

Desa Kawak hadir di Expo KKN Kabupaten Jepara

Kawak, Jepara (13/08) – Pada hari Selasa, 13 Agustus 2019, Tim 2 KKN Universitas Diponegoro yang ditempatkan di Kabupaten Jepara mengadakan kegiatan expo. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Wanita RA. Kartini, Kabupaten Jepara. Adapun kegiatan dibuka sekitar pukul 08.30 oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Jepara dan ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua Panitia Expo yang diberikan kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Jepara.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penampilan pentas seni oleh para mahasiswa dan perwakilan dari PAUD di Desa Lebak. Kegiatan expo ini menampilkan pameran produk dari setiap kegiatan monodisiplin maupun multidisiplin yang telah dilaksanakan oleh para mahasiswa di desanya masing-masing. Stand terdiri dari 26 meja, yang terbagi untuk Kecamatan Tahunan 10 desa, Kecamatan Pakis Aji 8 desa, dan Kecamatan Mlonggo 8 desa.

Desa Kawak menampilkan beberapa program unggulannya, diantaranya ialah insiasi Bank Sampah di Desa Kawak, olahan makanan ikan menjadi tekwan, pameran anyaman dari Desa Kawak, dan sebagainya.

Kegiatan ditutup dengan pengumuman kecamatan terbaik dimana Kecamatan Pakis Aji menjadi pemenangnya, dan Desa Suwawal menjadi desa terbaik. Adapun pemenang ini ditentukan berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh seluruh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan juga perwakilan LPPM Universitas Diponegoro.

 

#KKNUndip2019

#DesaKawak

#Jepara

_______________________________

KKN TIM II UNIVERSITAS DIPONEGORO

DESA KAWAK, KECAMATAN PAKIS AJI

KABUPATEN JEPARA

Gerakan Cinta Lingkungan, Mahasiswa KKN Undip Menyulap Botol Plastik Menjadi Alat Hidroponik

Mlonggo, Jepara- Sampah plastik adalah barang buangan yang berupa plastik yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun rumah tangga. Permasalahan yang cukup besar di desa Jambu adalah plastik yang menumpuk banyak yang dibuang bahkan dibakar sehingga berdampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Hal ini mendorong Mahasiswa KKN Undip Tim II Desa Jambu untuk berinovasi melalui pemanfaatan sampah menjadi alat yang lebih berguna.

Salah satu mahasiswa KKN Undip telah menyulap sampah botol plastik yang tidak bernilai menjadi suatu alat hidroponik sederhana yang sangat bermanfat, adalah Rizqi Fadlia Julianti dari Jurusan Biologi Universitas Diponegoro,  yang melaksanakan program monodisiplin bertempat di SDN Jambu bersama ibu-ibu PKK RT 16 dan didampingi oleh Anggota Pokja 3 Desa Jambu. Program ini diawali dengan memberikan informasi mengenai bahaya dan dampak plastik bagi lingkungan serta keuntungan pemanfaatan sampah plastik. Kemudian dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan alat hidroponik sistem wick/sistem sumbu dari sampah botol plastik.

Sistem sumbu merupakan salah satu sistem yang paling sederhana. Dinamakan sistem sumbu karena dalam pemberian asupan nutrisi melewati akar tanaman disalurkan dengan media atau bantuan berupa sumbu. Alat dan bahan yang dibutuhkan tergolong mudah untuk dicari serta tidak memerlukan biaya yang mahal. Alat yang dibutuhkan yaitu sampah botol plastik ukuran 600 ml, cutter, gunting, dan gelas ukur. Bahannya yaitu bibit sayur, media tanam, nutrisi AB Mix dan kain flanel yang berguna untuk mengalirkan nutrisi. Cara pembuatannya pun sangat mudah yaitu dengan memotong menjadi 2 bagian dan buat lubang di tutup botol untuk sumbu kain kemudian pasang sumbu yang menjulur dari atas sampai ke dasar botol, isi bagian atas botol dengan media tanam lalu masukkan bibit yang sudah siap tanam dan isi bagian bawah botol dengan air nutrisi.

Mahasiswa KKN Tim II Undip bersama ibu-ibu PKK mempraktikkan secara langsung pembuatan alat hidroponik sederhana ini sehingga dapat diterapkan dirumah masing-masing. Proses pelatihan berjalan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari ibu-ibu PKK. Hal ini dapat dilihat dari banyak yang memperhatikan dan mengajukan pertanyaan, bahkan mengajak untuk berdiskusi.

Program pembuatan alat hidroponik ini mendapat apresiasi yang tinggi dari para ibu PKK karena alat ini memiliki banyak keuntungan diantaranya dapat mengurangi sampah plastik dan sebagai alternatif budidaya tanaman sayur di pekarangan rumah, mudah, dan murah. Program ini telah membuka wawasan mengenai pentingnya pengelolaan sampah dan pemanfaatan lahan pekarangan sehingga meningkatkan kesadaran masyarakat untuk senantiasa mencintai lingkungan

editor : Romadhon S.Pi,M.Biotech

qq reportase

Sinanggul Menuju Desa “Go Green” dengan Produk Tas Lipat Ramah lingkungan

Pemaparan Informasi Mengenai Tas Belanja Lipat Beserta Cara Pembuatan dan Kegunaannya.
Pemaparan Informasi Mengenai Tas Belanja Lipat Beserta Cara Pembuatan dan Kegunaannya.

Jepara (4/8) – KKN Tim II Undip Desa Sinanggul, Kecamatan Mlonggo memberikan pembinaan mengenai pembuatan tas belanja lipat kepada sejumlah ibu-ibu PKK RT 04 RW 01. Didalam kegiatan yang terlaksana pada kamis sore tersebut, selain mendengarkan prosedur pembuatannya, ibu-ibu pkk juga mendapatkan contoh tas lipat yang sudah jadi. Dengan bertempat di mushola, acara dimulai pukul 14.00 WIB dengan perkenalan diri mahasiswa KKN dan berakhir pada pukul 15.30 WIB ditutup dengan sesi foto bersama.

Pembuatan tas belanja lipat ini dilakukan dengan memanfaatkan kain perca yang sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya dapat mengurangi bahan tidak terpakai menjadi lebih bernilai, pembuatan tas belanja lipat ini juga berguna untuk mengurangi pemakaian tas plastik. Seringkali tas plastik tersebut lalu dibuang dan menjadi sampah yang membutuhkan waktu yang lama untuk bisa didaur ulang secara alami sehingga mengotori linkungan. Dalam rangka mendukung gerakan Go Green, diharapkan nantinya lebih banyak warga sinanggul yang menggunakan tas lipat ini ketimbang tas plastik untuk berbelanja.

editor : Romadhon S.Pi,M.Biotech

Alat infantometer Dari Kayu Bekas Limbah Industri Mebel

58199Jepara (4/8) – Sarana dan prasarana yang memadai sudah barang tentu dapat membantu meningkatkan validitas pengukuran antropometri yang dilakukan pada bayi/balita di posyandu. Kurangnya sarana dan prasarana dapat menyebabkan efek domino berupa alur kerja yang kurang teratur, mekanisme kerja yang kurang baik, hasil pengukuran yang tidak valid, kesalahan interpretasi, dan akhirnya dapat menyebabkan pola asuh yang salah.

58198Berawal dari keresahan tersebut Tim KKN II Undip di Desa Sinanggul, mengadakan pelatihan pembuatan infantometer sederhana berbahan dasar limbah kayu produksi mebel. Komang Gde Ardi Pradnya Septiawan, salah satu mahasiswa KKN dari program studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Melihat limbah kayu dari produksi mebel di Desa SInanggul yang sangat melimpah, namun belum dapat dimanfaatkan dengan baik. Sedangkan di sisi lain, sarana dan prasarana di posyandu masih sangat kurang.

58201Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu yang tergabung dalam kader posyandu di seluruh Desa Sinanggul dengan jumlah peserta kurang lebih 45 orang. Dengan bertempat di Aula Balai Desa pada Rabu, 1 Agustus 2019, kegiatan dimulai pada pukul 10.00 hingga 11.30 WIB. Kedepannya, diharapkan tidak ada lagi munculnya permasalahan yang diakibatkan oleh kinerja kader yang kurang baik termasuk pengukuran yang kurang tepat yang dapat menyebabkan hasil pengukuran tidak valid serta berdampak pada pelaporan yang tidak sesuai keadaan lapangan, tidak lengkap dan salah interpretasi status gizi yang nantinya juga dapat menyebabkan adanya kesalahan pola asuh.

editor : Romadhon S.Pi,M.Biotech

58200

Deteksi Dini Pewarna Buatan Menggunakan Bahan Alami

 

IMG_1254Jambu Timur, Mlonggo, Jepara-  29 juli 2019 mahasiswa KKN Undip Tim II yang ditempatkan di Desa Jambu Timur, Kecamatan Mlonggo Kabpaten jepara melakukan edukasi deteksi dini pewarna kuning buatan pada produk perikanan di pertemuan rutin PKK RW 17 pada pukul 14.30 WIB. Tujuan dari edukasi deteksi dini pewarna kuning buatan adalah sebagai pencegahan awal menggunakan bahan yang mudah ditemukan  terhadap bahaya pewarna tekstil yang disalahgunakan untuk aplikasi pangan yang beredar luas dan meresahkan ibu-ibu.

Penggunaan kunyit untuk bahan pewarna memang sudah dilakukan sejak lama. Namun beberapa oknum justru tidak menggunakan kunyit sebagai pewarna yang kemudian diganti dengan pewarna tekstil methanol yellow sebagai gantinya. Produk hasil perikanan yang diberi pewarna umumnya adalah ikan bandeng. Deteksi dini pewarna buatan dilakukan dengan melarutkan soda kue dengan air (1:1). Larutan soda kue kemudian diteteskan pada produk yang berwarna kuning. Produk yang berubah warna menjadi kecoklatan yaitu menggunakan kunyit, sedangkan produk dengan pewarna buatan akan tetap berwarna kuning terang.

 

Editor: Alifa Nur Fauziah

Tim KKN II Undip Desa Jambu Timur Gelar Kampanye Ketertiban Berlalu Lintas

395166

Jepara – Minggu, 4 Agustus 2019 KKN Tim II Undip tahun 2019 desa Jambu Timur, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara bekerja sama dengan Karang Taruna desa setempat melakukan pemasangan poster keselamatan berlalu lintas sebanyak 10 buah pada beberapa lokasi yang dianggap strategis. Pemasangan poster ini dilakukan guna meningkatkan kesadaran para pengguna kendaraan khususnya sepeda motor akan pentingnya keselamatan dalam berlalu lintas.

Diadakannya program ini merupakan tindak lanjut dari hasil survey yang dilakukan pada minggu pertama KKN, dimana banyak terlihat para pengendara kendaraan khususnya sepeda motor yang mengendarai kendaraannya dengan kecepatan cukup tinggi tanpa menggunakan helm, serta banyak pengendara sepeda motor yang berboncengan tiga bahkan empat. Mirisnya lagi mayoritas pengendara sepeda motor yang berkendara dengan kecepatan tinggi dan berbonceng tiga tersebut merupakan anak-anak usia SD.

Pemerintahan desa setempat dan karang taruna Desa Jambu Timur sebenarnya merasakan khawatir akan keselamatan pengendara tersebut, terlebih sudah sering terjadi kecelakaan lalu lintas yang didominasi oleh anak-anak. Berdasarkan hal tersebut, Indra Bagus Kurniawan yang tergabung dalam Tim II KKN Undip Desa Jambu Timur dari jurusan Ilmu Komunikasi memiliki gagasan untuk melakukan kampanye keselamatan berkendara melalui pemasangan poster keselamatan berlalu lintas di 10 titik strategis. Dalam kegiatan ini juga Tim II KKN Undip Desa Jambu Timur menggandeng remaja Karang Taruna dengan harapan memberikan sosialisasi pentingnya keselamatan berkendara dengan harapan menyadarkan para pengendara agar berkendara secara aman dengan harapan menurunkan angka kecelakaan berlalu lintas.

Karang Taruna Desa Jambu Timur sendiri nampak memperlihatkan antusiasme yang cukup tinggi, terbukti dengan banyaknya anggota karang taruna yang meluangkan waktu untuk ikut serta berkeliling desa guna menentukan lokasi strategis serta turut serta dalam proses pemasangan poster yang dilakukan. Petinggi Desa Jambu Timur, Bapak Ilal Udin mengapresiasi langkah kegiatan kampanye keselamatan lalu lintas yang dilakukan oleh Tim II KKN Undip karena merasa miris dan khawatir dengan maraknya pengendara yang memacu kendaraannya dengan cukup kencang tanpa memperdulikan keselamatannya. (Indra Bagus Kurniawan)

Sukses Menarik Perhatian Warga, Produk “Sabunan” Diminati Kader PKK Desa Jambu

Mahasiswa Tim II KKN Universitas Diponegoro melakukan sosialisasi pembuatan produk sabun dari minyak jelantah dengan nama produk “Sabunan”, sebagai pelaksanaan program multidisiplin Desa Jambu. Sosialisasi ini dilakukan beberapa kali dan sukses menarik perhatian warga Desa Jambu di RT 7 dan RT 16. Kegiatan ini dilakukan pada pertemuan Kader PKK RT 20 Desa Jambu, dengan peserta sejumlah 15 orang.

Produk “Sabunan” bertujuan untuk meningkatkan nilai guna minyak jelantah yang merupakan limbah rumah tangga, sehingga dapat digunakan lagi sebagai barang yang lebih bermanfaat. Hal ini didasarkan dari limbah rumah tangga seperti minyak jelantah yang semakin banyak, sehingga perlu ada perhatian lebih lanjut terkait pengolahan limbah rumah tangga.

Acara di kader PKK RT 20 Desa Jambu diawali dengan pengajian, kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi oleh mahasiswa dari Fakultas Sains dan Matematika, Kedokteran, dan Teknik Industri. Pembuatan sabun oleh minyak jelantah dilakukan secara langsung saat sosialisasi, dengan bahan-bahan yang mudah dicari dan langkah pembuatan yang mudah dilakukan. Bahan-bahan yang digunakan antara lain minyak jelantah, soda api, jeruk nipis, air, pewangi, alat pengaduk, dan cetakan. Selain itu, dijelaskan juga mengenai penggunaan antiseptik pada sabun dan proses labelling produk “Sabunan”.

editor : Romadhon, S.Pi,M.Biotech

_DSF1118