Home » KKN Tematik-PPM

Category Archives: KKN Tematik-PPM

TIM KKN Tematik Lerak Batik Undip Ciptakan Sampo Alami dari Ekstrak Lerak

Pedurungan (24/8) – TIM KKN Tematik Lerak Batik Pedurungan, melaksanakan program multidisiplin berupa pembuatan sampo alami dari ekstrak buah lerak. Buah lerak diketahui kaya akan saponin yang mana saponin ini merupakan salah satu komposisi yang harus dimiliki oleh produk pencuci, salah satunya yaitu sampo. Kegunaan dari saponin yaitu sebagai penghasil busa ketika dilarutkan dalam air.

Kegiatan ini  dimulai dengan persiapan bahan-bahan sampo yang sesuai SNI dan ditambah ekstrak buah lerak. Proses pembuatannya cukup sederhana. Hasil dari sampo ekstrak lerak ini di uji coba secara langsung untuk mencuci rambut. Hasilnya rambut lebih lembut dan bersih.

Sampo dari ekstrak lerak ini kaya akan manfaat, diantara-Nya sebagai sampo anti ketombe. Karena berasal dari bahan alami, limbah dari sampo lerak tidak berbahaya ketika dibuang dilingkungan. Alasan tersebut menjadikan sampo ekstrak lerak lebih ramah lingkungan. Sampo ekstrak lerak diharapkan menjadi alternatif produk lain dari CV Rena selain sabun cuci batik yang sebelumnya telah ada. Selain itu, produsen penghasil sampo ekstrak buah lerak juga masih minim.

Perpisahan Mahasiswa KKN Tematik Tim II UNDIP dengan Masyarakat Dusun Pledokan Sumowono

Sumowono (24/8) – Sehubungan dengan berakhirnya kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat, Mahasiswa KKN Tematik Tim II UNDIP yang memiliki tema Pemasaran Gula Aren melakukan perpisahan kepada masyarakat Dusun Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang. Perpisahan dilakukan ke rumah Kepala Dusun, Ketua Karang Taruna, SDN Pledokan, serta KUB Arum Sari. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mengucapkan terimakasih atas kerjasama masyarakat Dusun Pledokan selama kegiatan KKN berlangsung. Selain itu, mahasiswa juga melaporkan hasil dari kegiatan yang selama ini dilaksanakan. Dari hasil tersebut, diharapkan akan memberikan dampak yang positif terhadap masyarakat khususnya Dusun Pledokan dan menjadi evaluasi untuk kegiatan KKN UNDIP mendatang.

Salah satu dari beberapa hasil program kerja yang telah dilaksanakan oleh Mahasiswa KKN Tematik Tim II UNDIP selama KKN berlangsung adalah pengemasan ulang terhadap produk KUB Arum Sari. Pengemasan ulang ini dilakukan dengan harapan dapat meningkatkan nilai jual produk KUB Arum Sari serta dapat menarik masyarakat untuk mencoba dan membeli produk. Upaya ini dilakukan mulai dari pembaharuan tempat kemasan hingga label kemasan yang diperbaharui menjadi lebih lengkap dan informatif.

Dikarenakan jauhnya lokasi produksi KUB Arum Sari dengan pasar maka proses pengiriman memakan waktu yang cukup lama. Kemasan sirup yang sebelumnya menggunakan botol kaca diubah menjadi botol plastik yang lebih tahan benturan, hal ini dimaksudkan agar pengiriman produk lebih mudah dan aman, sehingga tidak mudah pecah. Hal ini juga bertujuan agar produk dapat lebih mudah dipasarkan sehingga proses pengemasan ulang ini menjadi salah satu fokus utama Mahasiswa KKN Tematik Tim II UNDIP sebelum memasarkan produk kepada masyarakat. Selain itu, permintaan pasar saat ini memandang kemasan sebagai hal paling penting, adanya kelengkapan No. P-IRT, Sertifikasi Halal, tanggal/bulan kadaluwarsa dan komposisi menjadi hal esensial yang harus ada pada label kemasan produk.

Pengemasan ulang ini harapannya bisa menjadi langkah awal untuk dapat menarik dan meningkatkan minat masyarakat untuk membeli produk hasil olahan KUB Arum Sari. Tidak lupa, Mahasiswa KKN Tematik Tim II UNDIP juga melakukan sesi foto produk untuk mendukung upaya pemasaran produk secara online di berbagai platform e-commerce serta media sosial, khususnya Instagram (@kubarumsari.sumowono) serta Google My Business, yaitu Gula Aren Gula Semut Sumowono. Pemasaran produk KUB Arum Sari dan Tazakka dilakukan dengan menitipkan produk untuk dapat dijual di tempat-tempat wisata diantaranya seperti Dusun Semilir, Kampoeng Kopi Banaran, Tahu Serasi Bandungan, dan toko-toko ataupun rumah makan disekitar Kabupaten Semarang.

Selain dijual ditempat-tempat tersebut, bagi siapapun yang tertarik untuk membeli produk KUB Arum Sari, maka dapat langsung melakukan pemesanan ke Ibu Yatimah, selaku ketua KUB Arum Sari melalui nomor kontak 081325365003.

Perpisahan Mahasiswa KKN Tematik Tim II UNDIP juga ditandai dengan pemberian kenang-kenangan kepada pihak-pihak yang telah terlibat selama proses KKN berlangsung. Pemberian kenangan ini juga disertai dengan serah terima berkas-berkas dan barang-barang yang mendukung upaya pemasaran produk KUB Arum Sari dimana salah satunya yaitu pemberian botol kemasan serta label kemasan untuk KUB Arum Sari dan Tazakka.

Wow, Desinfektan dengan Bahan Kulit Nanas Madu Karya Tim II KKN Tematik UNDIP

PEMALANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tim II Universitas Diponegoro yang diterjunkan di Desa Beluk, Kecamatan Belik, Pemalang mampu ciptakan inovasi produk dengan pemanfaatan limbah kulit nanas menjadi desinfektan alami untuk kandang. Pembuatan desinfektan dengan bahan baku kulit nanas ini dilatarbelakangi oleh banyaknya sampah kulit nanas yang dibiarkan begitu saja. Melihat potensi sumber daya yang ada, memunculkan ide untuk menjadikan limbah kulit nanas ini menjadi suatu produk yang dapat dimanfaatkan menjadi suatu produk yang memiliki manfaat lebih.

KKN Tematik Undip Tim II tahun 2019 mengajak masyarakat Desa Beluk untuk peduli terhadap lingkungan dari sampah-sampah organik yang ada. Sampah organik limbah kulit buah nanas dengan kolaborasi antara mahasiswa KKN Undip dan masyarakat disulap menjadi desinfektan alami yang bernilai ekonomis.

Desinfektan ini memiliki manfaat untuk menghambat dan membasmi mikroorganisme seperti jamur, virus dan bakteri yang ada di dalam kandang ternak. Desinfektan diciptakan untuk menunjang pemeliharaan kandang yang sehat, sehingga hewan ternak dapat hidup sehat dengan tumbuh kembang yang produktif.

 

Penulis: Nisa Nurokhati

Desa Beluk, 24 Agustus 2019

Manfaatkan Buah Lerak, Tim KKN Tematik Lerak Batik Undip Ciptakan Gel Rambut dan Masker Peel Off

Pedurungan (21/08) – Dwi Cahya Prihandoko, Mahasiswa Perikanan KKN Tematik Universitas Diponegoro melaksanakan program monodisiplin “Pembuatan gel rambut dan masker peel off dengan penambahan ekstrak buah lerak”. Kegiatan ini dilaksanakan dengan harapan dapat menambah varian produk dari CV. Rena.

Kegiatan monodisiplin ini dimulai dengan pemilihan bahan baku yang alami dan meminimalkan penggunaan bahan kimia pada kedua produk yang berbasis kosmetik tersebut, kemudian trial and error juga dilakukan untuk mengetahui konsentrasi dari setiap bahan yang dibutuhkan pada pembuatan gel rambut dan masker peel off dengan tujuan untuk mendapatkan hasil terbaik, kemudian akan dilakukan praktik secara langsung untuk menjelaskan cara pembuatan kepada pemilik CV Rena.

Menurut penelitian sebelumnya, bahwa ekstrak buah lerak sebagai obat jerawat. Selain itu, penambahan ekstrak lerak yang dilakukan pada pembuatan gel rambut juga memberikan efek lembut pada rambut setelah dibilas dengan air yang biasanya hal tersebut dilakukan setelah pemakaian gel rambut, percobaan tersebut juga telah dilakukan oleh mahasiswa Perikanan lainnya yaitu Alip (24) “Tekstur sudah menyerupai gel rambut yang berada di pasaran, memberikan efek keras saat digunakan ke rambut layaknya kegunaan umum gel rambut, namun mudah dibilas dan memberikan efek lain yang berbeda dengan gel rambut lain yaitu lembut pada rambut setelah pembilasan”.

Selanjutnya produk-produk ini akan di teliti di laboratorium berkaitan dengan keamanannya untuk digunakan oleh masyarakat umum. Penelitian meliputi syarat-syarat yang dibutuhkan untuk memperoleh sertifikat layak edar seperti SNI, BPOM dan Halal.

Dengan dilaksanakannya kegiatan monodisiplin ini diharapkan CV. Rena yang merupakan UMKM sasaran KKN Tematik Lerak Batik dapat menambah varian produk baru berbasis kosmetik, untuk menarik minat konsumen terhadap produk dengan bahan baku lerak karena alami dan diyakini mampu bersaing dengan produk kosmetik berbahan baku alami lainnya.

Rapat Koordinasi Pengembangan Wisata Rawa Tim KKN Tematik Bersama Perangkat Desa Tegowanuh

Senin, 5 Agustus 2019 – Tim KKN Tematik desa Tegowanuh bersama tim gravit desa dan perangkat desa Tegowanuh berkumpul bersama guna membahas keberlanjutan perkembangan wisata rawa sendang sari. Bekerja sama dengan tim dari KKN UGM dan UNY, masing-masing pihak memberikan gagasan perkembangan rawa sendang sari yang akan di renovasi agar menjadi tempat wisata unggulan di desa Tegowanuh.

 

Rencana survei lapangan akan dilaksanakan bersama semua pihak pada hari Jum’at 9 Agustus 2019. Survei lapangan juga meliputi hal-hal apa saja yang perlu ditambahkan dan dibangun supaya Rawa Sendang Sari dapat menarik minat masyarakat umum untuk datang berkunjung dan memperkenalkan desa Tegowanuh sebagai desa Wisata.

Rawa Sendang Sari merupakan salah satu destinasi tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi. Biasanya warga memakai rawa untuk memancing ikan dan juga beberapa keong. Tetapi ketika musim kemarau air dan rawa kering dan tidak bisa dipakai untuk beraktivitas.

 

Maka dari itu besar harapan dari desa agar mahasiswa KKN dapat menjadi pionir dalam pengembangan rawa agar layak dikunjungi sebagai tempat wisata yang menarik.

MENUJU DESA DIGITAL, APLIKASI MYTELUKAWUR BERHASIL DICIPTAKAN MAHASISWA KKN TEMATIK TIM 2 UNTUK MEMPROMOSIKAN DESA TELUK AWUR KE MASYARAKAT LUAS

Tahunan, Jepara – Senin, 19 Agustus 2019 Demi meningkatkan nilai dari potensi alam yang ada di desa Teluk Awur serta mempersiapkan desa ini menjadi desa digital, aplikasi myTelukAwur diciptakan untuk mengembangkan konsep pariwisata di desa Teluk Awur.

IMG-1798

Program yang diadakan tim KKN Tematik ini berupa penyuluhan penggunaan aplikasi dan pelatihan dalam perawatan system tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan di Pendopo Balai Desa Teluk Awur dengan peserta program adalah para perangkat Desa Teluk Awur.

IMG-1808

myTelukAwur merupakan suatu aplikasi yang bisa dipasang di gawai Anda dengan syarat gawai anda berbasis Android. Aplikasi ini diciptakan dengan berlatar belakang tidak adanya aplikasi digital untuk mempromosikan desa. Untuk mengunduh aplikasi ini, hanya cukup mengunjungi laman s.id/kknapp dan langsung mengunduh aplikasi yang ada di sana.

Isi dari aplikasi ini berupa daftar – daftar potensi wisata yang ada di desa ini, mulai dari potensi wisata alam, wisata religi, tempat pusat oleh – oleh, tempat kuliner, feedback dari para pengguna aplikasi sampai daftar nomor – nomor penting yang ada di Teluk Awur, mulai dari nomor telefon Pemadam Kebakaran, RSUD Kartini dan lain – lain.

app

Hasil dari program pelatihan ini adalah para perangkat desa sudah mulai terbiasa dengan aplikasi myTelukAwur. Dengan adanya aplikasi ini, diharapkan warga interlocal desa Teluk Awur bisa dengan mudah untuk menjelajah desa ini dan perangkat desa bisa merawat system ini dengan baik.

Inovatif, Mahasiswa KKN Undip Ubah Limbah Daun Nanas menjadi Hasta Karya

PEMALANG – Desa Beluk, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang merupakan salah satu daerah penghasil nanas madu terbesar, melihat potensi tersebut mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tim II Universitas Diponegoro melakukan inovasi produk dengan pemanfaatan limbah daun nanas menjadi kerajinan hasta karya. Daun nanas yang mempunyai bentuk memanjang seperti pedang dengan tepi berduri ini disulap menjadi kerajinan yang memiliki nilai jual dan merupakan terobosan inovasi yang baru. Inovasi produk dari program multidisiplin yang dibuat oleh para mahasiswa bersama dengan ibu-ibu Kelompok wanita Tani “Berkah Tani” berupa hasta karya aksesori gelang.

Pembuatan produk hasta karya ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pemanfaatan limbah daun nanas oleh masyarakat menjadi produk yang mempunyai nilai ekonomis. Bagian dari daun nanas yang dimanfaatkan dalam pembuatan hasta karya ini ialah bagian serat daun. Hal ini dikarenakan serat daun nanas dikenal memiliki tekstur halus dan berkualitas tinggi sehingga cocok dibuat menjadi hasta karya. Selain itu daun nanas dikenal memiliki kandungan selulosa yang tinggi sehingga dapat menghasilkan serat daun yang bagus pula. Hasta karya berupa aksesori gelang ini diharapkan dapat menjadi produk ikonik khas bagi Desa Beluk dan menjadi salah satu produk unggulan yang dapat dipasarkan hingga keluar daerah. Kesabaran dan ketekunan menjadi kunci dalam pembuatan hasta karya ini.

terutama dalam pengambilan serat daun nanas. Daun nanas yang digunakan yakni daun tumbuhan nanas yang sudah berbuah atau yang sudah tua. Untuk mengambil serat daun, daun nanas harus dikerok hingga terlihat serat daunnya untuk kemudian diambil seratnya. Serat yang dihasilkan tiap daun kemudian dipilin dan dicelupkan kedalam cairan pewarna tekstil berwarna-warni. Tiap pilinan yang telah diberi pewarna lantas dijemur hingga kering untuk selanjutnya dikepang. Setelah kepangan selesai, gelang sudah dapat dibuat dengan membuat simpul pada kedua ujung tali kepangan. Agar lebih menarik gelang dibuat dengan rangkaian warna tali kepangan yang apik.

Penulis: Arvita Kusuma
Desa Beluk, 20 Agustus 2019

Memperkenalkan Produk Detergen Lerak pada Masyarakat Umum

Pedurungan (19/8) – Tim KKN Tematik Lerak Batik Semarang melakukan kegiatan memperkenalkan produk utama dari CV. Rena yaitu detergen lerak dengan merek RIEZA kepada masyarakat umum yang mengikuti car free day ( CFD ) pada hari Minggu, 18 Agustus 2019 di Simpang lima kota Semarang.

Latar belakang dari kegiatan ini untuk memperkenalkan keunggulan dari detergen buah lerak yang kebanyakan masyarakat umum masih kurang mengetahuinya. Pengenalan keunggulan ini diharapkan dapat menarik minat masyarakat untuk beralih ke detergen alami dari buah lerak. Detergen lerak RIEZA dijadikan sebagai produk yang ditawarkan karena telah dilakukan beberapa penelitian yang meliputi kelayakan produk untuk dipasarkan dan aman untuk digunakan.

Kegiatan terdiri dari 2 rangkaian kegiatan yaitu pengenalan produk yang dilakukan berjalan mengelilingi simpang lima Semarang dan menawarkan produk pada satu titik tetap. Kegiatan ini dapat berlangsung dengan lancar walaupun masih sedikit penjualan yang terjadi tetapi tujuan utama dari kegiatan yaitu untuk memperkenalkan produk RIEZA sudah cukup baik.

Selanjutnya akan dilakukan pendampingan untuk pemasaran produk RIEZA menggunakan sosial media dengan harapan produk unggulan detergen dari buah lerak ini dapat dikenal oleh masyarakat luas dan dapat meningkatkan keuntungan dari CV. Rena selaku produsen dari detergen ini.

KKN Tematik Undip Desa Cibelok Ikuti Expo di Pemalang

Penggarit, Taman- 14 Agustus 2019. Bertempat di Benowo Park, Desa Penggarit  menjadi tuan rumah dalam acara Expo TIM II KKN Undip Kabupaten Pemalang tahun 2019. Acara Expo kali ini mengusung Tema “Nunggal Bangsa, Nunggal Budaya, Kagem Pemalang Ingkang Mulya“ . Acara diawali dengan pembagian voucher Doorprize kepada para pengunjung expo mulai pukul 08.00 WIB dan dilanjutkan penampilan mahasiswa KKN per kecamatan mulai pukul 09.00 WIB. Expo kali ini sangat menarik, karena juga dihadiri oleh Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum, selaku rektor Universitas Diponegoro serta Bapak H Junaedi, S.H., M.M selaku bupati Kabupaten Pemalang.

Acara expo dimulai pada pukul 11.00 WIB setelah kedatangan bapak rektor Universitas Diponegoro. Pada pembuka acara ini dilakukan dengan adanya sambutan oleh ketua expo Kabupaten Pemalang, kemudian sambutan dari bupati Kabupaten Pemalang  dan sambutan bapak rektor Universitas Diponegoro sekaligus pemukulan gong sebagai tanda resmi pembukaaan expo KKN Tim II Undip serta ditutup do’a.

Dalam laporan pertanggungjawabannya, Dimas Mahendra Gani selaku ketua expo Tim II Undip menyampaikan bahwa terdapat kurang lebih 50 stan yang diisi oleh masing-masing kecamatan di Kabupaten Pemalang yang diikutsertakan dalam expo KKN kali ini, yaitu Kecamatan Petarukan, Kecamatan Ulujami, Kecamatan Bodeh, Kecamatan Taman, dan Kecamatan Pemalang. Setiap kecamatan menunjukkan berbagai potensi-potensi desa di dalam kecamatan tersebut dan merupakan ajang mempromosikan berbagai produk yang memiliki nilai jual.

Pada kesempatan kali ini, Tim KKN Undip di Desa Cibelok juga ikut berpartisipasi. Produk yang ditampilkan adalah semua produk karya mahasiswa sendiri. Mulai dari alat ozonizer pengolah limbah, baju batik, sapu tangan teknik celup, selendang ecoprint, briket sampah organik, tampak meja, hijab batik, bros batik, totebag, bantal batik, website dan dream catcher batik.  Acara semakin ramai dengan kedatangan siswa-siswi serta masyarakat sekitar.

Hiburan juga disediakan dalam acara ini yakni adanya penampikan orcer dan artis lokal.  Pengisi terakhir dari rangkaian kegiatan adalah pembagian doorprize atau hadiah.

 

Inovasi Pasta Gigi Nanas Madu KKN Tematik UNDIP

PEMALANG — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNDIP di Desa Beluk, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang ajarkan masyarakat membuat pasta gigi. Pasta gigi menggunakan bahan dasar yang sangat mudah ditemukan di Desa Beluk yaitu nanas madu yang merupakan tanaman budidaya paling banyak ditanam oleh masyarakat Beluk.

Buah nanas madu yang sangat berlimpah ruah belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Oleh karena itu Tim II KKN Undip 2019 mencanangkan program pembuatan pasta gigi sebagai inovasi olahan nanas madu non-pangan. Program tersebut diharapkan dapat dikembangkan oleh masyarakat setempat melalui kader-kader anggota Kelompok Wanita Tani (KWT).

Nanas madu sendiri mengandung zat yang mampu membunuh bakteri streptococus mutans yang merupakan anaerob fakultatif gram-positif yang bisa ditemukan dalam rongga mulut manusia dan menjadi kontributor yang signifikan untuk kerusakan gigi. Masyarakat diedukasi mengenai bahan dan alat serta cara pembuatan pasta gigi dengan harapan kedepan masyarakat bisa secara mandiri mengelola program ini.

Ide pasta gigi ini merupakan inovasi baru dari olahan nanas yang biasanya hanya dijadikan olahan pangan. Produk olahan non-pangan ini menjadi terobosan baru sebagai pasta gigi herbal yang memiliki kandungan yang sangat baik untuk kesehatan mulut. Produk yang diinisiasi oleh mahasiswa kedokteran gigi ini sedang diuji laboratorium untuk menjamin mutu produk yang higienis.

 

Penulis: Nisa Nurokhati

Desa Beluk, 18 Agustus 2019