Home » KKN Tematik-Posdaya

Category Archives: KKN Tematik-Posdaya

Penyerapan Aspirasi Warga Desa Sedan serta Pengarahan Oleh Ketua DPRD Kabupaten Rembang

DPRD

Sedan, Rembang (14/7)  – TIM II KKN Universitas Diponegoro beserta perangkat Desa Sedan menerima kunjungan Ketua DPRD Kabupaten Rembang, Majid Kamil pada hari Sabtu, 14 Juli 2018 pada pukul 10.00 – 11.30 di Balai Desa Sedan guna untuk pengarahan mengenai rancangan pembangunan program Desa Sedan, penjelasan mengenai tugas pokok fungsi DPR antara lain fungsi  pengawasan (controlling), fungsi anggaran (budgeting), fungsi legislasi (pembuatan undang-undang) serta penyerapan aspirasi dari warga Desa Sedan yang diwakili dan disampaikan secara langsung oleh perangkat Desa Sedan.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Rembang tiba di Balai Desa Sedan dengan didampingi oleh beberapa orang ajudan. Kegiatan tersebut dibuka oleh Moch. Syaikhu selaku Kepala Desa Sedan yang kemudian dilanjutkan oleh  M. Dzawinnuha selaku Sekertaris Desa Sedan, yang membahas mengenai budaya Desa Sedan dan program kerja yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Setelah pembahasan selesai, kegiatan dilanjutkan oleh Ketua DPRD Kabupaten Rembang mengenai penjelasan fungsi DPRD sekaligus pengarahan sistematis mengenai program desa yang akan diajukan dan dilaksanakan.

Terkait dengan fungsi anggaran desa, Ketua DPRD Kabupaten Rembang mengatakan bahwa untuk dana anggaran setiap desa yang akan diajukan untuk pemenuhan program desa harus jelas pelaksanaannya dan sesuai dengan kebutuhan, karena hal tersebut menentukan besaran dana yang akan di berikan kepada desa. Apabila dalam pengajuan dana tersebut tidak cukup jelas atau tidak terserap secara maksimal maka anggaran yang telah diberikan akan ditarik kembali yang kemudian akan diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Selanjutnya, terkait dengan fungsi legislasi (pembuatan undang-undang) Ketua DPRD Kabupaten Rembang juga menyatakan bahwa beberapa peraturan-peraturan daerah telah disahkan sesuai dengan aspirasi masyarakat desa untuk menjamin kesejahteraan di setiap desa.

Kegiatan tersebut berlangsung cukup interaktif dimana Ketua DPRD Kabupaten Rembang memberikan kesempatan kepada mahasiswa KKN TIM II dan perangkat Desa Sedan untuk menyampaikan beberapa pertanyaan dan usulan. Setelah kegiatan tersebut selesai, para mahasiswa KKN TIM II dan perangkat Desa Sedan berkesempatan untuk berfoto bersama dengan Ketua DPRD Kabupaten Rembang di depan Balai Desa Sedan.

Dosen Pembimbing Lapangan KKN UNDIP TIM II Kecamatan Sedan Menghadiri Jamuan Makan Siang Bersama Perangkat Desa Sedan

Jamuan

Sedan, Rembang – TIM II KKN Universitas Diponegoro mendapat undangan jamuan makan siang dari perangkat Desa Sedan pada hari Kamis, 19 Juli 2018 pukul 12.45 WIB yang bertempat di salah satu rumah warga rekanan dari salah satu perangkat Desa Sedan. Jamuan makan siang ini juga dihadiri oleh DPL( Dosen Pembimbing Lapangan) yaitu Ir.Arif Hidayat, CES.,MT dan Mas’ut, S.Ag.,M.S.I.,

Dalam jamuan makan siang ini tersedia beberapa menu makanan yang disediakan, antara lain Nasi Jagung, Pindang Pedas, Sayur Gudangan, Ikan Teri, serta buah khas Rembang yaitu buah Kawis. Buah Kawis ini diolah beberapa warga menjadi sirup Kawis yang menjadi salah satu sektor usaha unggulan di wilayah Rembang sekitarnya.

Di sela-sela jamuan makan siang tersebut, perangkat Desa Sedan dan DPL berbincang-bincang mengenai masalah umum yang ada di Desa Sedan serta bertukar informasi lainnya seperti halnya UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), potensi usaha, serta prestasi-prestasi yang dicapai khususnya bidang keagamaan. Selain itu, tak luput juga dari pembicaraan mengenai program perkuliahan Universitas Diponegoro yang akan dilaksanakan di Rembang.

Setelah acara jamuan makan selesai, para mahasiswa KKN dan DPL berpamitan serta menyampaikan terima kasih kepada perangkat Desa Sedan atas jamuan tersebut. Tak lupa pula DPL menyampaikan pesan kepada para perangkat Desa Sedan untuk senantiasa membina dan menegur para mahasiswa KKN apabila melakukan kesalahan.

Pengurus Remaja Masjid Syatho’ Desa Sedan Mendukung Program Pemberdayaan SDM

rbg

Sedan, Rembang (13/7) – TIM II KKN UNDIP Desa Sedan melakukan pertemuan dengan para pengurus remaja masjid Desa Sedan yang berlangsung di Masjid Syatho’ Desa Sedan, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang. Para pengurus remaja masjid yang turut hadir dalam pertemuan ini yaitu, Abdul Mukti (Pembina Remaja Masjid Syatho’), Imron (Ketua Remaja Masjid Syatho’), H. Ni’am (Wakil Ketua Remaja Masjid Syatho’), dan Supardi.

Pertemuan ini dilakukan sebagai salah satu bentuk perkenalan dan pendekatan kepada masyarakat Desa Sedan untuk mengetahui garis besar permasalahan yang dialami oleh masyarakat Desa Sedan khususnya di kalangan remaja. Menurut Ni’am, kehadiran TIM II KKN UNDIP diharapkan dapat memberdayakan masyarakat Desa Sedan serta ikut membangun iklim kegiatan positif yang lebih khususnya di kalangan remaja Desa Sedan. Pertemuan berlangsung dengan diawali perkenalan oleh anggota TIM II KKN UNDIP Desan Sedan, perkenalan para pengurus remaja masjid, serta dilanjutkan oleh pembahasan mengenai tujuan dan perencanaan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh TIM II KKN UNDIP.

Pertemuan yang berlangsung dengan singkat ini menginisiasikan satu konsep program kerja TIM II KKN UNDIP dimana program yang akan dilaksanakan nantinya akan membangun kualitas SDM dari masyarakat khususnya remaja di Desa Sedan. Pihak pengurus remaja  Masjid Syatho’ secara kooperatif akan membantu program kerja yang akan dilaksanakan oleh TIM II KKN UNDIP. “Setiap hasil musyawarah program dari teman-teman KKN silahkan disampaikan ke kita, kita akan diskusikan dengan takmir dan kita bantu”, ujar Imron.

Kunjungan Tim 1 KKN UNDIP Desa Sidomukti ke Home Industry Tepung Tapioka

HOMEINDU1Sidomukti, Kec. Margoyoso, Kabupaten Pati (Kamis, 11 Januari 2018)

Desa Sidomukti, Margoyoso – Kamis (11/01/2018) Seminggu setelah penerjunan KKN, tim mahasiswa KKN Desa Sidomukti mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi industri tepung tapioka. Desa Sidomukti merupakan salah satu desa di kecamatan Margoyoso yang memiliki banyak home industry khususnya industri tepung tapioka. Sebagian besar masyarakat Sidomukti memanfaatkan industri tepung tapioka sebagai mata pencaharian utamanya. Salah satu home industry tepung tapioka yang kami kunjungi adalah milik Pak Karwito, Kepala Desa Sidomukti.

Home industry milik Pak Karwito dapat memproduksi hingga 50 ton per hari nya. Jumlah ini disesuaikan dengan kondisi cuaca dan musim di Desa Sidomukti, dimana hal tersebut berpengaruh dengan jumlah dan kualitas ketela sebagai bahan baku utama untuk pembuatan tepung tapioka. Apabila saat musim penghujan, produksi tepung tapioka menurun dikarenakan kualitas ketela yang kurang baik, hal tersebut juga akan berpengaruh pada jumlah pekerja yang dipekerjakan.

HOMEINDUS2

Proses produksi yang dilakukan di home industry tepung tapioka meliputi pencucian ketela, pengupasan kulit ari, dilanjutkan dengan penggilingan ketela hingga halus sampai terpisah antara pati dan kulit ari nya. Tahap terakhir adalah penjemuran pati tapioka hingga kering. Pati yang sudah mengering diayak hingga halus kemudian dikemas dan siap untuk didistribusikan kepada pengepul.

Editor : Shary Charlotte Henriette P., M.A

Mengenal Rambu Lalu Lintas Sejak Dini

P_20170127_083406Wonosari (27/1) Salah satu program kerja dari Tim I KKN Universitas Diponegoro yang berada di Desa Wonosari, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal ialah dengan mengenalkan rambu-rambu lalu lintas kepada anak sekolah tingkat sekolah dasar.

P_20170127_084933Program ini dilaksanakan di dua sekolah dasar yang berada di Desa Wonosari yakni SDN 1 dan SDN 2 Wonosari  yang berada di Dusun Mijen dan Dusun Tanjung dan telah berlangsung selama 3 hari sejak hari Rabu. Pengenalan rambu-rambu lalu lintas pada anak sekolah dasar ini dilaksanakan selama 2 hari di masing-masing sekolah dan disambut dengan semangat dan antusias dari para siswa.

Diharapkan dari pengenalan rambu-rambu lalu lintas yang diberikan oleh Tim I KKN UNDIP Desa Wonosari ini dapat memberikan pengetahuan mengenai rambu-rambu lalu lintas yang ada di jalan kepada anak sekolah dasar.

 

Materi Pembekalan KKN

Materi KKN dapat didownload pada tautan beriku

  1. soft-skill-kkn-tim-i-2016-2017
  2. teknik-penyusunan-lrk-lpk
  3. rekapan-data-posdaya
  4. pupr-laporan-7-november-2017
  5. laporan-posdaya
  6. panduan-survey-kkn-tim-i-2016-2017
  7. pembekalan-dan-pengorganisasian-kkn-tot-7-okt-2016
  8. ppt-kkn-permasalahan
  9. pupr-konsep-dan-pelaksanaan-kkn-tematik-final
  10. formulir-posdaya-sekar-arum-1
  11. format-laporan-posdaya-2016
  12. filosofi-tata-tertib-kkn-undip-tot-nov-2016
  13. compelet-kkn-tim-i-2016-2017
  14. materi-participatory-rural-appraisal

survei lapangan di rw 8,10 di kelurahan mulyoharjo di minggu ke 4

S__5521419S__5521418

pada minggu ke-4 tepatnya pada tanggal 29-07-2016 anggota kami melakukan survei lapangan di  rw 10 , dimana di survei ini dilakukan guna menambahkan dokumentasi serta data yang digunakan untuk program PUPR yang akan digunakan untuk fgd 3 . Disini anggota kami yang melakukan survei adalah Nauval Rabbani dan Muhammad Ardhian .

Di rw 10 sendiri kita memfokuskan pada kondisi sungai yang akan di paparkan , dimana  sungai gempol itu se

ndiri masih banyak tumpukan sampah yang dibuang di sungai itu sendiri . Dan juga masih di temukanya masyarakat sekitar yang sedang membuang hajatnya di jamban pinggir kali , yang sering disebut sama masyarakat sekitar adalah jamban “Helikopter” , kondisi ini terjadi ternyata bukan hanya saja faktor seseorang itu tidak memiliki jamban . ada masyarakat yang memiliki jamban di rumahnya namun dia masih memilih untuk membuang hajatnya di jamban helikopter tersebut . hal ini disebabkan adalah faktor turun temurun dari luhur terdahulunya , yang mana menjadi adat istiadat masyarakat setempat

Dan ditanggal 30-07-2016 2 anggota kami tersebut juga mensurvei rw 8 , yang mana di rw 8 ini sendiri infrastruktur jalanya sudah bagus dan cuma ada beberapa saja rumah yang tidak layak huni namun yang jadi kendala juga di sungai yang berada di rw 8 yaitu sungai banger . yang menjadi kendala adalah tumpukan sampah yang ada di sungai tersebut yang mengakibatkan meluap apabila terjadi hujan yang tidak lumayan lebat .

survey di minggu ke 4 untuk melengkapi peta yang akan di presentasikan di fgd 2 di mulyoharjo

imageimagePada taggal 31-07-2016 tepatnya di hari minggu anggota kami Nauval Rabbani dan Muhammad ardhian putra melakukan survey di rw 2 guna melengkapi peta untuk fgd 3 , dimana di survey ini kita ingin mengetahui permaslahan apa saja yang terjadi RW 2 sana , Anggota kami bergerak untuk melakukan survey ini di pagi hari , Setelah se sampainya di rw tersebut anggoa kami menemukan beberapa permasalahan yang terjadi dan termasuk dalam 7 aspek BANGKIM

di RW 2 tersebut anggota kami , menemukan rumah tidak layak huni walaupun tidak terlalu banyak , dan infrastruktur jalan yang cukup rusak , terjadinya infrastruktur jalan yang rusak ini di akibatkan karena adanya kendaraan yang melewati daerah tersebut melebihi muatan seperti truk dan container . Dan juga di daerah tersebut terjadi tumpukan sampah yang banyak di sini di sebabkan karena di rw 2 sendiri terdapat pasar tradisonal yang mana bnyak dari penjual nya tersebut menumpukan kotoran daganganya di satu titik . Dan anehnya satu titik ini adaalah di tempat sungai sebagian yang akan mengakibatkan sungai mampet dan meluapa apabila terjadi hujan yang cukup lebat.Setelah mendapatkan data yang di inginkan , maka anggota kami Nauval Rabbani membuat peta untuk melengkapi kekurangan data .

Acara Perpisahan KKN Tematik Posdaya 1 Sebagai Ajang Silaturahim Dengan Warga Desa

a11

Tidak terasa selama 7 minggu, tim KKN Tematik Posdaya 1 Universitas Diponegoro di desa Tlompakan, kecamatan Tuntang, kabupaten Semarang, telah mengabdi secara langsung kepada masyarakat melalui program monodisiplin dan multidisplin yang telah dirancang sebelumnya selama pembekalan KKN. Memasuki minggu kedelapan sebagai minggu terakhir jadwal kegiatan KKN Tematik Posdaya 1, mahasiswa KKN berinisiatif untuk mengadakan rangkaian acara perpisahan yang disemarakkan oleh warga RW 04. Dengan menjalin koordinasi antara warga RW 04 dan mahasiswa KKN, acara perpisahan diawali dengan akhirussanah, yaitu acara yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 28 Mei 2016, berlokasi di TPA Al-Hikmah Dusun Krajan Barat dan diakhiri oleh silaturahim dan tasyakuran bersama pengurus Posdaya Tunas Manunggal yang dilaksanakan pada hari Minggu, 29 Mei 2016, berlokasi di Posko KKN Tematik Posdaya 1 Universitas Diponegoro.

a12

a13

Sebagai acara pembuka dalam rangkaian event perpisahan mahasiswa KKN dengan masyarakat RW 04, telah berlangsung akhirussanah wisuda Al-Qur’an (atau yang lebih dikenal dengan istilah khataman Al-Qur’an) keempat. Acara dihadiri sebanyak kurang lebih 200 orang. Dalam acara tersebut, tampak adik-adik yang telah tergabung dalam pendidikan dan kegiatan di TPA Al-Hikmah ikut meramaikan suasana. Walaupun usia tergolong belia, namun adik-adik TPA sudah fasih membaca Al-Qur’an, terbukti dengan adanya penyerahan sertifikat kepada 20 anak yang menyatakan bahwa anak tersebut telah khatam Al-Qur’an. Selain itu, panitia juga menyelenggarakan berbagai macam lomba dalam rangka menyambut bulan Ramadhan, diantaranya lomba membaca puisi, mewarnai gambar, tartil Al-Qur’an, dan masih banyak lagi. Keramaian semakin terasa ketika beberapa pemenang dari lomba tersebut diumumkan, terlebih lagi adik-adik yang berusia 4 sampai 7 tahun berebut menuju panggung untuk mengambil hadiah yang telah disediakan oleh panitia acara. Setelah pembagian hadiah usai, acara akhirusannah kemudian dilanjutkan dengan sambutan ketua panitia, Bapak Tulabi, sekaligus membuka rangkaian acara akhirusannah. Acara kemudian diisi dengan tausiyah yang diisi oleh Bapak Taufik selaku ustadz yang secara langsung didatangkan dari Semarang. Saat tausiyah berlangsung, warga sempat dikejutkan dengan aksi multitalenta dari Bapak Taufik karena pemaparan yang diberikan disampaikan melalui lantunan lagu, dan terkadang ditambah dengan candaan sehingga mengundang gelak tawa dari seluruh hadirin. Acara akhirusannah berakhir pada pukul 23:00 WIB. Meski beberapa hadirin terlihat kelelahan, namun mereka mengaku senang lantaran acara berlangsung sangat meriah sekaligus sebagai siraman qalbu dengan adanya tausiyah.

a14

a15

            Keesokan harinya, tepat pukul 15:30 WIB, rangkaian acara perpisahan kembali dilanjutkan dengan silaturahim antara pengurus Posdaya dengan tim KKN Tematik Posdaya 1 Universitas Diponegoro. Acara diawali dengan sambutan oleh Bapak Sunardi selaku Kepala Desa Tlompakan, dilanjutkan dengan sambutan oleh Ibu Dwi Kadarwati selaku Ketua Posdaya Tunas Manunggal serta Lutfi Yulmiftiyanto Nurhamzah selaku Koordinator Desa Tlompakan. Sambutan yang disampaikan mayoritas mengungkapkan ucapan terima kasih dan permohonan maaf selama berlangsungnya kegiatan KKN di desa Tlompakan. Acara berlangsung dengan lancar dan penuh dengan rasa haru, sebab warga merasa sangat berkesan dengan adanya program yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN, ditambah dengan keakraban yang terjalin antara mahasiswa KKN khususnya dengan warga RW 04 dan masyarakat desa Tlompakan pada umumnya, menjadi kesan tersendiri yang akan selalu diingat oleh seluruh pihak yang ada di desa Tlompakan. Meski beberapa pengurus nampak mengusap air mata, namun perpisahan tersebut berlangsung dengan haru bahagia. Tak lupa, acara perpisahan yang dibungkus dengan konsep silaturahim tersebut ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan dari mahasiswa KKN kepada Bapak Sunardi dan Ibu Kadarwati, sekaligus dilangsungkan peresmian beberapa program monodisiplin yang bergerak dalam pilar kesehatan, program bank sampah, serta peresmian Posko Posdaya Tunas Manunggal yang ditempatkan pada rumah Ibu Dwi Kadarwati.

Di akhir acara, suasana semakin akrab dengan adanya pemotongan tumpeng dan makan bersama. Hidangan yang disajikan merupakan nasi tumpeng dan lauk pauk yang dibuat sendiri oleh Ibu Puji dan Ibu Windu dengan bantuan mahasiswa KKN. Meski acara telah berakhir seiring denga berakhirnya pula pengabdian mahasiswa KKN, Bapak Sunardi berpesan agar silaturahim dan rasa kekeluargaan tetap terjalin meski mahasiswa KKN sudah kembali ke Tembalang untuk melanjutkan kegiatan akademik lainnya. “Saya atas nama seluruh masyarakat di desa Tlompakan, khususnya warga yang berada di RW 04 Dusun Krajan Barat, berterimakasih kepada adik-adik mahasiswa atas seluruh ilmu dan pelatihan yang telah diberikan. Saya berpesan semoga adik-adik kelak menjadi mahasiswa yang sukses, dan jangan lupa bahwa silaturahim ini harus tetap terjalin, rasa kekeluargaan yang telah kita bangun bersama tidak akan hilang sampai kapanpun. Selamat dan semoga berhasil saya ucapkan kepada adik-adik mahasiswa, doa kami selalu menyertai kalian”, pungkas Bapak Sunardi.

Handicraft Kresek: Mengolah Limbah Menjadi Berkah

a5

Kresek sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Mulai dari kegiatan berbelanja sampai dengan membungkus sampah mayoritas masyarakat menggunakan kresek. Selama ini, kresek hanya dibuang begitu saja, padahal limbah kresek mengancam kesehatan dan kebersihan lingkungan. Oleh karena itu, perlu adanya pengelolaan limbah kresek dengan baik, sehingga limbah kresek benar-benar mendukung kehidupan masyarakat. Tidak hanya ketika kita gunakan, namun juga setelah kita gunakan.

Tidak dipungkiri bahwa kresek dapat mudah ditemukan di segala aktivitas masyarakat, mulai dari berbelanja sampai dengan membungkus sampah rumah tangga. Sifat kresek yang tahan air dan ringan membuat masyarakat selalu menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Sayangnya, kresek yang tidak terpakai langsung dibuang tanpa adanya pengolahan terlebih dahulu. Hal ini menyebabkan jumlah limbah kresek mengalami peningkatan yang tajam setiap tahunnya. Terlebih lagi, limbah kresek memiliki sifat tidak mudah terurai dalam waktu singkat, sehingga penumpukan limbah kresek selalu tergambar nyata di sejumlah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tanpa ada solusi untuk mengurangi jumlah limbah kresek tersebut.

a6

Dengan berlandaskan pada kenyataan di atas, timbul upaya untuk mengurangi jumlah limbah kresek yang menumpuk pada skala rumah tangga di desa Tlompakan, kecamatan Tuntang, sehingga tim KKN Tematik Posdaya 1 Universitas Diponegoro berinisiatif menggalakkan program monodisiplin yang digagas oleh Agritia Amana, mahasiswa jurusan Matematika, Fakultas Sains dan Matematika. Program tersebut berupa sosialisasi dan pelatihan pengolahan limbah kresek menjadi kerajinan tangan, atau yang lebih dikenal dengan istilah handicraft. Bermodalkan pada pengalamannya sebagai grand finalis kedua pada lomba pembuatan handicraft November 2015 lalu di ajang Pekan Inovasi LPP (Lembaga Penyiaran Publik) RRI (Radio Republik Indonesia) tingkat Nasional, Agritia memberikan pelatihan pembuatan handicraft dari limbah kresek kepada ibu-ibu PKK RW 04 beserta kader Posdaya Tunas Manunggal desa Tlompakan.

Pelatihan pengolahan limbah kresek menjadi handicraft berlangsung 2 kali. Pelatihan pertama berlangsung pada hari Minggu, 16 April 2016, berlokasi di rumah ibu Sri Purwati, dengan sasaran pelatihan yaitu ibu-ibu PKK RT 04 RW 04 desa Tlompakan. Sedangkan pelatihan kedua berlangsung pada hari Sabtu, 30 April 2016, berlokasi di Posko KKN Tematik Posdaya 1 RT 03 RW 04 desa Tlompakan. Pelatihan yang merupakan bagian dari kegiatan program monodisiplin KKN Tematik Posdaya 1 ini disambut baik oleh seluruh pihak, khususnya ibu-ibu PKK RT 04 dan RW 04 sekaligus kader Posdaya Tunas Manunggal. Nampak bahwa dalam pelatihan tersebut, ibu-ibu memiliki semangat belajar serta tingkat antuisiasme yang tinggi.

a7

Pengolahan limbah kresek menjadi handicraft terbilang mudah. Limbah kresek yang diperoleh dari kegiatan berbelanja awalnya dipotong ujung atas dan bawahnya, kemudian limbah kresek tersebut dipotong dengan teknik tertentu sedemikian hingga menghasilkan benang/tali dari limbah kresek. Benang dari limbah kresek tersebut digulung pada potongan berbentuk stick dari kardus bekas, kemudian benang limbah kresek siap untuk dikepang layaknya mengepang tali pada umumnya. Kepangan dari limbah kresek tersebut dapat diaplikasikan sebagai penghias atau aksen pada barang bekas, layaknya toples bekas yang sudah kusam, maupun barang bekas seperti kardus bekas dan kaleng bekas yang dapat dikreasikan sesuai dengan keinginan.

a8

Beberapa handicraft yang dihasilkan dari pelatihan pengolahan limbah kresek ini meliputi: tempat tissue, dompet, celengan (tabungan koin), tempat air mineral gelas, stationery organizer, dan accessories organizer. “Dengan adanya pelaksanaan program (re:pelatihan pengolahan limbah kresek menjadi handicraft) ini, kedepannya, saya berharap agar masyarakat dapat melanjutkan pembuatan handicraft ini sebagai kegiatan rutin. Selain mengisi waktu luang dan memanfaatkan limbah kresek yang terbuang atau hanya menumpuk sia-sia di dalam rumah, handicraft yang dihasilkan dari kepangan limbah kresek tersebut juga dapat membawa berkah dengan adanya bentuk kewirausahaan dari penjualan handicraft. Handicraft dari limbah kresek masih jarang di pasaran, dengan demikian terdapat peluang yang terbuka lebar bagi masyarakat untuk menjual produk handicraft kepada khalayak umum”, ujar Agritia. Ibu Kadarwati, selaku Ketua Posdaya Tunas Manunggal, juga sangat mengapreasiasi dengan adanya pelatihan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Tematik Posdaya 1 Universitas Diponegoro. “Kami sangat beruntung sekali, karena dengan adanya pelatihan membuat handicraft dari limbah kresek, masyarakat menjadi lebih bijak dalam mengolah limbah kresek. Ditambah dengan peluang berwirausaha melalui produksi handicraft dari limbah kresek, saya menginginkan agar produk ini dapat dipasarkan melalui warung Posdaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa Tlompakan, khususnya warga yang ada di wilayah RW 04”, imbuh beliau.