Home » KKN Tematik-Posdaya (Page 2)

Category Archives: KKN Tematik-Posdaya

Tingkatkan Minat Panganan Lokal Melalui Bazaar Desa

r2

Panganan lokal menjadi salah satu makanan legendaris bagi sebagian masyarakat. Selain harganya yang mudah terjangkau, citarasanya yang khas membuat kesan tersendiri bagi pemburu kuliner. Namun, di era modernisasi saat ini, banyak masyarakat yang mulai meninggalkan makanan berlabel lokal tersebut. Bahkan masyarakat rela membayar lebih demi makanan ala luar negeri. Perlu disadari bahwa tak selamanya makanan berharga ‘selangit’ memiliki kandungan gizi yang baik bagi tubuh, salah satu contohnya adalah junk food yang sayangnya masih digandrungi oleh mayoritas masyarakat. Ditambah dengan gengsi sosial masyarakat yang memiliki persepsi bahwa makanan lokal adalah makanan wong ndeso, membuat makanan ini semakin miris keberadaannya. Padahal makanan lokal tak selalu identik dengan makanan orang desa, justru makanan lokal sesungguhnya memiliki nilai gizi serta citarasa yang khas bila dibandingkan dengan makanan olahan serba luar negeri.

r1

Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk memperkenalkan makanan lokal dengan harapan masyarakat dapat mengenal sekaligus mulai membudayakan konsumsi makanan lokal dibandingkan dengan junk food. Tim KKN Tematik Posdaya 1 Undip Desa Tlompakan bekerja sama dengan ibu-ibu PKK RW 04 kemudian berinisiatif untuk menggelar bazaar seiring dengan adanya problematika tersebut. Olahan pangan yang telah dibuat oleh warga setempat kemudian dijajakan sebagai barang dagangan dalam bazaar tersebut. Adapun panganan lokal tersebut meliputi kripik talas, kripik pisang, bothok sayur, oseng kangkung, serta abon lele. Bazaar kemudian diselenggarakan pada hari Sabtu, 21 Mei 2016, bertepatan dengan pertemuan ibu-ibu RW 04 Desa Tlompakan, berlokasi di TPA Al-Hikmah Dusun Krajan Barat.

r3

Untuk menambah variasi komoditas bazaar, ibu-ibu PKK juga menyelenggarakan sembako murah diantaranya mie instan, gula, dan minyak goreng. Dengan harga terjangkau, ibu-ibu dapat membeli sembako tanpa harus bersusah payah pergi ke pasar, sebab pasar terdekat dari desa Tlompakan yaitu pasar Bringin yang berjarak 4 kilometer. Antusiasme warga juga terlihat dengan adanya transaksi jual beli selama bazaar diselenggarakan. Harga olahan panganan lokal yang dijual berkisar antara Rp 3.500,00 hingga Rp 20.000,00. Di lain pihak, keuntungan yang diperoleh dari penjualan barang pada bazaar tersebut akan dimasukkan ke dalam uang kas warung Posdaya Tunas Manunggal, dimana warung Posdaya tersebut nantinya menjadi rintisan koperasi Posdaya. Kas tersebut akan dikelola oleh pengurus warung Posdaya supaya kegiatan yang berkaitan dengan Posdaya Tunas Manunggal memiliki anggaran dana tersendiri. Kedepannya, kegiatan bazaar akan dilaksanakan secara rutin sebagai pemasukan bagi kas warung Posdaya. Selain itu, bazaar tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat warga terhadap panganan lokal sekaligus memberdayakan kreatifitas masyarakat dalam mengolah bahan baku setempat untuk mengolah panganan yang sehat dan bergizi tinggi.

Pembentukan Rintisan Koperasi Posdaya Tunas Manunggal

a9

Untuk menjawab permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat desa Tlompakan mengenai peminjaman dana UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), tim KKN Tematik Posdaya 1 Universitas Diponegoro melakukan rapat dengan pengurus Posdaya Tunas Manunggal guna membentuk pengurus koperasi Posdaya. Rapat yang dihadiri oleh seluruh pengurus Posdaya beserta kepala desa Tlompakan, Bapak Sunardi, berlangsung pada hari Minggu, 24 April 2016, bertempat di posko KKN Tematik Posdaya 1 Desa Tlompakan. Rapat perdana yang dihadiri oleh mahasiswa KKN Universitas Diponegoro ini menjadi suatu kesan tersendiri bagi pengurus Posdaya Tunas Manunggal. Rapat bersama pengurus Posdaya dilaksanakan dalam 2 periode. Untuk periode pertama, rapat berlangsung pada hari Minggu, 24 April 2016, pukul 15:00 WIB, berlokasi di Posko KKN Tematik Posdaya 1 Desa Tlompakan, sedangkan untuk periode kedua, rapat berlangsung pada hari dan jam yang sama di tanggal 15 Mei 2016, berlokasi di TPA Al-Hikmah Dusun Krajan Barat.

            Hal yang dibahas selama berlangsungnya rapat periode pertama yaitu kendala yang ditemui pengurus Posdaya Tunas Manunggal terkait dengan adanya pembentukan rintisan koperasi Posdaya. Kendala tersebut diantaranya adalah adanya macet usaha yang dialami oleh warga yang disebabkan oleh kekurangan pasokan bahan baku. Untuk solusi dari permasalahan tersebut, berlangsung musyawarah antara mahasiswa KKN dengan pengurus Posdaya, salah satunya yaitu Ibu Dwi Kadarwati selaku ketua Posdaya Tunas Manunggal. Beliau menuturkan, bahwasannya warga desa Tlompakan, khususnya warga yang berada di wilayah RW 04 kembali diberdayakan dan diberikan pelatihan untuk mengolah jenis produk lain, dengan syarat bahan baku yang mudah ditemui dan jumlahnya tidak tergantung pada cuaca (tidak bersifat musiman). Selain itu, pengurus Posdaya Tunas Manunggal juga mengeluhkan teknik pemasaran yang belum dikuasai oleh masyarakat, menyebabkan barang yang telah diproduksi tidak dapat terjual secara optimal. Dengan adanya problema tersebut, mahasiswa KKN berupaya untuk melakukan pelabelan produk yang bertujuan agar produk memiliki identitas sehingga konsumen diharapkan lebih mengenal produk tersebut, serta pendistribusian produk di berbagai tempat wisata di kota Salatiga. Upaya tersebut juga ditambah dengan adanya pelatihan pemasaran produk secara online yang akan diajarkan oleh mahasiswa KKN. Selain permasalahan di atas, kegiatan administrasi tak luput dibahas pada rapat periode pertama, yaitu adanya usulan mengenai sistem simpan pinjam pada rintisan koperasi Posdaya yang berfungsi sebagai modal awal dari Posdaya Tunas Manunggal, dimana kegiatan tersebut akan dimulai pada bulan Mei 2016, dengan simpanan wajib sebesar Rp 5.000,00 dan simpanan pokok sebesar Rp 25.000,00. Kegiatan simpan pinjam akan diawali oleh pengurus Posdaya, kemudian baru diterapkan kepada masyarakat RW 04 desa Tlompakan. Rapat periode pertama kemudian ditutup dengan kesepakatan mengenai pembentukan rintisan koperasi Posdaya berupa warung Posdaya, dengan kepengurusan sebagai berikut: Pak Gus Danial sebagai ketua, Ibu Sri Kadarwati sebagai sekretaris, Ibu Yuliani dan Ibu Riswiketi (Ibu Riris) sebagai bendahara warung Posdaya.

a10

           Selanjutnya, hal yang dibahas pada rapat periode kedua yaitu penyusunan konsep warung Posdaya dan rancangan pelaksanaan bazaar Tlompakan yang akan diadakan pada tanggal 22 Mei 2016 mulai pukul 16:00 WIB hingga pukul 18:00 WIB. Warga nantinya akan diundang dalam acara bazaar Tlompakan sekaligus pameran produk berlabel warung Posdaya, dengan tujuan agar masyarakat sekitar mengenal terlebih dahulu aktivitas dan produk yang dihasilkan dari warung Posdaya sebagai bentuk rintisan koperasi Posdaya. Dengan adanya bazaar tersebut, diharapkan dapat menjadi batu loncatan dari kegiatan administrasi Posdaya Tunas Manunggal, sekaligus sebagai modal awal dari Posdaya Tunas Manunggal. Selain itu, berkaitan dengan dibentuknya rintisan koperasi Posdaya, Ibu Dwi Kadarwati mengutarakan tentang keanggotaan koperasi Posdaya beserta laporan keuangan simpan pinjam. Anggota tetap koperasi Posdaya yaitu pengurus Posdaya Tunas Manunggal sebanyak 17 orang, kemudian warga RW 04 berinisiatif untuk ikut andil dalam kegiatan koperasi Posdaya, diantaranya 3 orang warga RT 01. Di lain pihak, mengenai laporan keuangan simpan pinjam, seperti yang disampaikan oleh Ibu Riris dan Ibu Yuliani, pencairan dana dilakukan dengan tempo 1 bulan dan diangsur 15 kali dengan bunga sebesar 2%, dengan jumlah uang yang terkumpul pada saat itu sebesar Rp 510.000,00. Nantinya, jumlah uang yang terkumpul diharapkan dapat meningkat seiring dengan adanya pelaksanaan bazaar Tlompakan mendatang.

AKSI TALAS: Say No To Hipertensi

a1

Salah satu mahasiswa yang tergabung dalam Tim KKN Tematik Posdaya 1 Undip berhasil mendapat dukungan dan mengundang antusis warga Tlompakan untuk ikut berpartisipasi aktif dalam progam pecegahan tekanan darah tinggi (hipertensi). Progam tersebut adalah Aktifitas Fisik Senam Lansia dan Terapi Labu Siam atau yang sering dikenal dengan sebutan AKSI TALAS. Penanggung jawab dari program AKSI TALAS yaitu Hafidzoh Najwati, atau  lebih akrab disapa Hafi, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro.

a2

Gagasan adanya program ini berangkat dari keprihatianan terhadap Desa Tlompakan yang sebagian besar warga lansianya menderita hipertensi dan belum adanya progam khusus dari Posyandu yang serius untuk memperhatikan masalah ini. Apabila hipertensi tidak serius diperhatikan untuk segera ditangani, maka dapat mengakibatkan kompikasi stroke, Penyakit Jantung Koroner (PJK), dan gangguan ginjal berakibat kelemahan fungsi otak, kecacatan bahkan sampai kematian.

a3

Serangkaian progam ini terdiri dari pengadaan senam rutin setiap minggu, Membuat Jus Labu siam untuk Hipertensi , dan edukasi cara pencegahan hipertensi kepada masyarakat yang dilaksanakan selama masa bakti KKN 9 mei-29 April 2016 di Rumah Ibu Rusmiyati, selaku salah salah satu kader Kesehatan. Menurut Hafi, AKSI TALAS turut membantu pemerintah Indonesia dalam menurunkan prevalensi Kejadian Penyakit Tidak Menular, yaitu hipertensi yang menempati urutan pertama pada rawatan jalan dan peringkat kedua pada layanan rawat inap berdasarkan data yang dirilis Kemenkes tahun 2012 lalu, dan melalui progam ini diharapkan dapat mengoptimalkan peran Posyandu, khususnya dalam menangani masalah hipertensi pada Lansia di Desa Tlompakan.

a4

“Dengan adanya pelatihan intensif kepada kader, pelatihan senam rutin kepada masyarakat, Buku panduan dan CD-AKSI TALAS yang telah diberikan selama masa bakti Tim KKN diharapkan progam ini dapat dilaksanakan secara kontinyu kedepannya” ujar Pak Firman selaku Pelatih (Kader) Kesehatan, yang sekaligus menjadi Ketua dalam Senam Sehat Indonesia (SSI) Desa Tlompakan.

Bugar dan Segar Bersama Gebyar Tlompakan

P5080491

Pagi itu menjadi pagi yang tak biasa bagi masyarakat Tlompakan. Lapangan yang sepi tiba-tiba dikerumuni oleh masyarakat dari berbagai kalangan maupun usia. Pada hari itu, Minggu, 8 Mei 2016, remaja yang tergabung dalam Karang Taruna Desa Tlompakan menyelenggarakan Gebyar Tlompakan sebagai ajang silaturahmi warga Tlompakan RW 03 dan RW 04 sekaligus pelaksanaan senam untuk kebugaran jasmani. Dengan koordinasi antara Karang Taruna dan tim KKN Tematik Posdaya 1 Universitas Diponegoro di desa Tlompakan, acara tersebut berlangsung sangat meriah. Banyak warga yang antusias dan mulai berdatangan ke lapangan meski terik matahari mulai menyengat.

P5080488

Acara pada pagi itu diawali oleh senam aerobik yang langsung dipandu oleh instruktur senam aerobik setempat. Meski beberapa warga terengah-engah saat mengikuti gerakan senam, namun mayoritas dari ibu-ibu dan remaja serta anak-anak desa Tlompakan tetap bersemangat dalam mengikuti acara tersebut. Pukul 07:30 WIB, musik senam aerobik mulai terdengar, sontak warga sekaligus instruktur senam beraksi dengan gerakan dasar dari senam aerobik. Walaupun gerakan senam bertempo cepat, namun masyarakat tidak mengeluh, justru mereka semakin bersemangat. Acara senam berakhir pukul 09:00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan sarapan bersama yang telah disediakan oleh panitia. Tak lupa panitia juga membagikan kupon doorprize yang nantinya akan diumumkan di akhir acara.

P5080546

Tidak hanya senam aerobik, panitia juga menyelenggarakan games bagi ibu-ibu dan anak-anak untuk menambah keseruan acara. Games tersebut dibagi menjadi 2 sesi, dimana sesi awal akan diisi dengan games khusus ibu-ibu. Games pertama yaitu games melatih kekompakan dan koordinasi, dimana setiap kelompok ibu-ibu terdiri dari 4 orang, dan salah satu kaki diikat dengan kaki orang lain menggunakan tali rafia, kemudian ibu-ibu ditantang untuk berjalan sampai ke garis finish. Aksi ini mengundang gelak tawa dari seluruh khalayak, karena beberapa diantaranya kebingungan untuk melangkahkan kaki satu dengan yang lain. Kemeriahan acara tersebut kemudian ditutup oleh games anak-anak yaitu games goyang pinguin dan lomba makan kerupuk serta pembagian hadiah kepada pemenang games. Tak lupa, di akhir acara, panitia mengumumkan doorprize berdasarkan kupon yang dipilih secara acak.

Seluruh rangkaian acara tersebut usai tepat pukul 12:00 WIB. Meski warga terlihat lelah dan berkeringat, namun warga merasa terhibur dengan terselenggaranya acara tersebut. Acara juga berlangsung lancar dan meriah. “Saya salut kepada Karang Taruna dan tim KKN Undip, sebab jarang generasi mudah yang ingin memperhatikan kami (re:warga Tlompakan), niat kalian luar biasa walau usia masih muda tapi sudah punya kesadaran untuk membangun kerukunan warga, tak semua generasi muda mau berkorban waktu dan tenaga, apalagi hari ini bertepatan dengan rangkaian long weekend, di saat yang lain sibuk berlibur dan plesir, ternyata para remaja dan mahasiswa berusaha mengumpulkan warga untuk meningkatkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan. Saya harap acara ini bisa dijadikan kegiatan rutin di desa Tlompakan, karena acara ini mengemas hiburan sekaligus kebugaran dengan adanya games dan senam seperti ini, “ tutur Ibu Nik, warga RT 04 desa Tlompakan.

Damandiri Lakukan Kunjungan ke Desa Tlompakan

Kunjungan dan Diskusi Pengurus DAMANDIRI Jakarta dengan Perangkat Desa Tlompakan

Demi meningkatkan informasi kepada khalayak mengenai program Damandiri yang berupa program pinjaman untuk UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) Desa ber-Posdaya (Pos Pemberdayaan Keluarga), Damandiri melakukan kunjungan serta sosialisasi ke beberapa daerah, salah satunya yaitu Desa Tlompakan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Dengan didampingi oleh salah satu dosen KKN Universitas Diponegoro, Ibu dr. Sri Winarni, M.Kes, perwakilan dari pengurus Damandiri Pusat tiba di balai desa Tlompakan pada hari Selasa, 5 April 2016,tepat pukul 11:00 WIB. Acara diawali oleh sambutan dari Bapak Sunardi, selaku kepala desa Tlompakan, kemudian dilanjutkan oleh sambutan dari Ibu Dwi Kadarwati, selaku ketua Posdaya Tunas Manunggal. Adapun yang hadir dan ikut berpartisipasi dalam acara tersebut yaitu kader Posdaya dari desa Tlompakan serta beberapa mahasiswa KKN Tematik periode April 2016 Universitas Diponegoro. Setelah sambutan usai, acara inti dari kunjungan tersebut adalah pemaparan dan diskusi oleh Bapak Firdaus selaku sekretaris Damadiri Pusat, dengan moderator Ibu dr. Sri Winarni, M.Kes.

Suasana Diskusi dan Kunjungan dari Pengurus DAMANDIRI ke Desa Tlompakan

Dalam diskusi tersebut, beberapa kader posdaya dari keempat pilar menyampaikan kendala yang terjadi di Desa Tlompakan terkait dengan pelaksanaan Posdaya Tunas Manunggal, khususnya kendala yang terjadi dalam pemasaran UMKM. Kendala tersebut berupa ketiadaan sumber modal untuk pemasaran produk UMKM, dimana warga belum memahami teknik pemasaran produk sehingga produk yang dihasilkan oleh masyarakat hanya ditawarkan kepada orang-orang terdekat. Selain itu, warga juga terkendala pada alur rancangan biaya untuk mengurus pencairan modal UMKM pada suatu instansi atau bank tertentu.

Berdasarkan hal tersebut, Bapak Firdaus selaku sekretaris dari Damandiri Pusat menjawab kendala warga dengan memperkenalkan program pinjaman dana pada UMKM. Program dari Damandiri tersebut merupakan suatu bentuk bantuan untuk memajukan UMKM Posdaya Tunas Manunggal agar warga tidak mengalami kendala pada modal serta pemasaran produk UMKM. Damandiri akan mencairkan bantuan sebesar Rp 300.000.000,00 dengan bantuan koordinator sebagai pihak ketiga yaitu Bank Perkreditan Rakyat dan Bank Pembangunan Daerah yang sebelumnya telah ditunjuk oleh pihak Damandiri. Salah satu BPD yang ditunjuk oleh Damandiri yaitu BPD Jateng, sedangkan BPR yang ditunjuk yaitu BPR Nusamba. Kedepannya, BPR Nusamba maupun BPD Jateng akan menyalurkan dana pinjaman kepada warga desa Tlompakan melalui koperasi Posdaya Tunas Manunggal sebagai wadah dari seluruh hasil produksi UMKM Desa, sehingga Damandiri tidak secara langsung memberikan biaya kepada masyarakat, melainkan melalui BPD dan BPR setempat yang bertugas untuk menyalurkan kepada masyarakat melalui koperasi Posdaya. Untuk membantu pembentukan koperasi Posdaya Tunas Manunggal, kader Posdaya Tunas Manunggal akan didampingi oleh Dinas Koperasi Kabupaten Semarang.

Di akhir acara, Bapak Sunardi menyampaikan ungkapan tentang kunjungan dan diskusi yang dihadiri oleh pengurus Damandiri Pusat. “Saya berterimakasih kepada pengurus Damandiri Pusat yang sudah hadir ke desa Tlompakan, serta saya juga sangat antusias dengan adanya program dari Damandiri yang telah dipaparkan oleh pengurus sewaktu berjalannya diskusi. Kami (re: warga desa Tlompakan) sangat berharap pada program Damandiri sebab kami hanya sebagai wong cilik yang tidak dapat berbuat banyak jika harus mengurus Posdaya tanpa adanya bantuan dari beberapa pihak”. Di lain pihak, Bapak Firdaus menyatakan bahwa pengurus Damandiri Pusat akan membantu semaksimal mungkin untuk memajukan Posdaya Tunas Manunggal Desa Tlompakan. “Semoga dengan adanya koperasi Posdaya Tunas Manunggal, Damandiri dapat memajukan kehidupan serta kesejahteraan keluarga di desa Tlompakan, karena Damandiri bekerja dalam bidang sosial (berupa pencairan modal pinjaman) dan dalam bidang bisnis (pemasaran UMKM Desa), “ imbuh Pak Firdaus.

Vertikultur, Paru – Paru Mini Untuk Rumah Tangga

DSC_0112Vertikultur merupakan sistem budidaya pertanian yang dilakukan secara vertikal atau bertingkat. Konsep vertikultur ini diterapkan untuk memanfaatkan batang pohon di pekarangan rumah warga. Vertikultur tidak sekadar menanam tanaman secara vertical, namun dapat memberikan keindahan suasana hijau di rumah. Selian itu hasil tanamannya dapat dimanfaatkan oleh keluarga.

Cara membuat vertikultur yang diadakan oleh Tim KKN Posdaya Desa Gogik tidaklah rumit. Alat dan bahan yang dibutuhkan mudah diperoleh, bahkan bisa memanfaatkan barang bekas. Media yang digunakan adalah botol bekas air mineral yang ukurannya 1,5 liter, tanah, bibit tanaman, dan tali untuk mengikat. Cara membuatnya juga sederhana. Botol diposisikan vertical, dan dipotong persegi panjang di atasnya, sedangkan pada bagian bawah diberi lubang kecil untuk sirkulasi penyiraman. Kemudian pada bagian pinggir botol dilubangi untuk jalannya tali. Tali digantungkkan pada dahan pohon. Satu tali bisa terdiri atas 3 sampai 5 botol dengan jarak yang disesuaikan.

Manfaat???

Tujuan mahasiswa mencetuskan pelatihan vertikultur ini karena di desa masih banyak warga yang memellihara binatang ternak. Ayam mencari makan secara liar, dan memungkinkan untuk merusak tanaman – tanaman kecil. Oleh karena itu  dibentuklah tanaman yang menggantung supaya terhindar dari incaran ayam. Selain itu, mahasiswa Tim KKN Posdaya Desa Gogik juga mengajarkan kepada warga supaya  dapat memaksimalkan pekarangan yang dimiliki. Hasil dari vertikultur tersebut tentu memliki manfaat bagi warga, yaitu untuk dikonsumsi sendiri. Karena jenis tanaman yang ditanam tak lain adalah tanaman sayur – sayuran kecil, seperti kangkung, bayam, cabai, dan lain – lain.

Kapan Pelatihannya, Sasaran, Kelanjutan Program ini Kedepannya???

DSC_0286

Ide untuk memilih program pelatihan vertikultur ini berdasarkan observasi desa pada survey pendahuluan. Banyaknya pohon pada pekarangan menjadi latar belakang diadakannya vertikultur. Pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 1 Mei 2016 di kediaman Ibu Sriyatun, salah satu warga di RT 03 RW 02 Dusun Gintungan, Desa Gogik. Pelatihan ini ditujukan kepada rumah tangga. Pada pelaksanaannya, tim KKN memberikan contoh pembuatan vertikultur pada satu rumah. Diharapkan melalui penanaman tersebut, warga lain dapat mencontoh dan mempraktekkan sendiri di rumah masing-masing.