Home » 2019 » January

Monthly Archives: January 2019

Kolaborasi Mahasiswa KKN Undip dan Puskesmas Paduraksa dalam Pembinaan Ibu Hamil

Mengori, Pemalang, Kamis, 17 Januari 2019 telah dilangsung kegiatan kelas ibu hamil bertempat di Balai Desa Mengori pada pukul 09.00 – 12.00 WIB.  Terdapat 15 peserta yang mengikuti kelas ibu hamil. Kelas ibu hamil di Desa Mengori ini rutin dilakukan sebulan sekali yang  bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta merubah sikap dan perilaku ibu hamil agar memahami tentang kehamilan. Kelas ibu hamil dimulai dari pengisian daftar hadir, pengecekan tensi, penimbangan berat badan, pemberian tablet Fe dan pembinaan. Kelas ibu hamil turut mengundang ibu Imama selaku bidan Desa Mengori,  bapak Abdul Rohman selaku Promkes Puskesmas Paduraksa dan Mahasiswa KKN Undip TIM I Desa Mengori.

Foto-Kegiatan-190119-0081

Pembinaan ibu hamil oleh Mahasiswa KKN Undip

Materi pertama diisi oleh Hijrah Muktisari (Mahasiswa KKN Undip) dari jurusan Kesehatan Masyarakat (FKM) mengenai Masyarakat Siaga Bumil dan Pencerdasan Ibu Hamil. Materi masyarakat siaga bumil di maksudkan supaya masyarakat dapat meningkatkan kesiagaannya terhadap ibu hamil yang memiliki tanda-tanda akan melahirkan. Sedangkan pencerdasan ibu hamil bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terhadap mitos yang diajarkan oleh orang tua mengenai pantangan makanan ibu hamil.

Materi selanjutnya diisi oleh Febiano Umara (Mahasiswa KKN Undip) dari jurusan Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan (FPIK) tentang Gerakan Masyarakat Gemar Makan Ikan (GEMARIKAN) dan Pengenalan Cara Membedakan Ikan Segar dan Tidak Segar dengan Uji Organoleptik. Materi gerakan masyarakat gemar makan ikan dimaksudkan supaya masyarakat Desa Mengori khususnya ibu hamil dapat mengetahui pentingnya konsumsi ikan karena adanya kandungan gizi yang tinggi. Selain itu, masyarakat juga dapat mengetahui perbedaan ikan segar dan ikan tidak segar melalui uji organoleptik.

Foto-Kegiatan-190119-0061

Foto bersama Mahasiswa KKN Undip dalam kelas ibu hamil

Materi terakhir diisi oleh bapak Abdul Rohman tentang pencegahan sejak dini kanker rahim dan payudara melalui IVA test dan Sadanis. IVA test merupakan deteksi dini kanker serviks dengan metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) yang dilakukan oleh dokter ahli. Metode ini dilakukan dengan mengoleskan asam asetat ke leher rahim. Setelah itu dokter dapat menyimpulkan hasilnya apakah normal atau tidak. Sedangkan Sadanis adalah Pemeriksaan Payudara Klinis oleh petugas kesehatan terlatih kesehatan dengan Metode Mammografi. Mammografi adalah pemeriksaan payudara dengan sinar rontgen. Dengan adanya pembinaan dari Mahasiswa KKN Undip dan Tim Puskesmas Paduraksa diharapkan dapat mengedukasi ibu hamil di Desa Mengori sehingga dapat mengurangi risiko tinggi akan bahaya kehamilan.

Editor : Abdul Syakur

Penggalan kisah Produksi Panggalan di Desa Wanamulya

Pada era milenial, anak – anak kini lebih memilih permainan digital pada gawai yang diberikan oleh orang tua. Meskipun beberapa permainan memiliki konsep bermain sambil belajar, namun tidak dipungkiri kegiatan motorik mereka sangat terbatas. Ditengah maraknya permainan berbasis digital, Ibu Siti Rahayu tetap memertahankan permainan tradisional yang dinamakan panggalan atau yang biasa dikenal permainan gasing. Berdiri tahun 2012 di Bogor, Ibu Siti memutuskan untuk memindahkan tempat produksinya ke RT 04 RW 01 Desa Wanamulya, Pemalang pada tahun 2016 silam. Pada awal berproduksi, panggalan yang dihasilkan hanya 70 buah perharinya dan dipasarkan berkeliling dari satu sekolah ke sekolah lainnya. Kini produksi panggalan sudah meningkat menjadi 800 buah panggalan dan 400 yoyo perharinya.

Screenshot-1Hasil produksi panggalan dan yoyo

IMG-1322Bahan baku Panggalan atau Gasing

Bahan dasar pembuatan panggalan dan yoyo merupakan kayu yang memiliki sifat keras, salah satunya adalah kayu mahoni. Pengerjaan panggalan ini masih diakukan dengan gergaji dan ukir manual yang dikerjakan oleh suami dan anak dari Ibu Siti. Pemasaran panggalan saat ini sudah tidak lagi dijajakan secara keliling namun diambil pengepul mainan yang sudah memesan dengan jumlah ratusan. Omset yang semula hanya berkisar 30 ribu rupiah per hari, kini sudah mencapai 500 ribu rupiah. Selama memproduksi panggalan dan yoyo, terdapat beberapa hambatan yang muncul mulai dari kurangnya daya listrik, kurangnya modal, dan pemotongan yang masih manual sehingga memakan waktu yang lebih lama. Semangat Ibu Siti serta keluarganya untuk tetap memproduksi permainan tradisional ini patut kita apresiasi. Semoga nantinya panggalan yang di produksi di Desa Wanamulya ini dapat dipasarkan lebih luas lagi. Kita perlu melestarikan dan memperkenalkan kepada anak-anak, agar permainan panggalan tidak hilang ditelan zaman.

Editor : Abdul Syakur

Manfaatkan Lahan Kosong Dengan Budidaya TOGA

Surajaya, Pemalang, Sabtu (19/1/2019), Mahasiswa KKN Tim I UNDIP di desa Surajaya  mulai melaksanakan program kerja yang pertama yaitu penanaman TOGA di lahan kosong milik warga  Dusun Surajaya.

TOGA adalah singkatan dari tanaman obat keluarga yang berguna untuk memenuhi keperluan obat – obatan dalam keluarga yang berasal dari tumbuhan. Tujuan dari penanaman  TOGA ini  agar para warga dusun  Surajaya yang mengalami gangguan kesehatan dengan gejala yang secara umum  tidak lagi  harus membeli obat – obatan dari apotek tetapi langsung mengambil dari tanaman yang ada di lahan kosong.

Whats-App-Image-2019-01-19-at-11-02-16-1

Mahasiswa KKN dalam kegiatan Budidaya TOGA

Tanaman TOGA yang ditanam di lahan kosong warga desa Surajaya adalah tanaman kemuning, jahe, kunyit, lempuyang dan sebagainya. Tanaman TOGA  tersebut berfungsi untuk pengobatan gangguan kesehatan keluarga yang secara umum seperti batuk, demam panas, sakit perut, dan gatal – gatal. Dalam menjalankan kegiatan penanaman TOGA ini berjalan dengan lancar dan warga sangat antusiasdengan diselnggarakannya kegiatan ini. Diharapkan dengan penanaman TOGA oleh tim I KKN UNDIP ini bermanfaatkan untuk masyarakat Dusun Surajaya dan bisa dikembangkan lebih baik lagi untuk kedepannya.

Editor : Jazimatul Husna

Kesenian Karawitan yang Masih Terjaga di Desa Kramat

Kramat, Pemalang – Jumat (18/01/2019) mahasiswa KKN Tim I Undip Desa Kramat mengunjungi kediaman Pak Winarno yang merupakan ketua RW 01 Desa Kramat untuk mengikuti kegiatan latihan rutin karawitan.

IMG-1426Mahasiswa KKN Undip bersama Pemuda Desa Kramat Berlatih Karawitan

Karawitan merupakan seni suara daerah baik vokal maupun instrumental yang mempunyai klarifikasi dan perkembangan dari daerahnya masing-masing. Di Desa Kramat terdapat sanggar karawitan yang digunakan para pemuda Desa Kramat dan sekitarnya untuk berlatih karawitan setiap hari jumat malam. Latihan karawitan ini bertujuan untuk membuat para pemuda aktif dan dapat melestarikan kesenian daerah jawa. Latihan karawitan dimulai pukul 21.00 hingga selesai sekitar pukul 01.00 dini hari. Di sanggar karawitan Desa Kramat terdapat berbagai jenis alat musik khas Jawa seperti kenong, gong, gambang, bedug, bonang dan kendang.

IMG-1472
Salah Satu Mahasiswa yang Sedang Belajar Memainkan Kenong

(more…)

Resmi Dilantik, Kepala Desa Wanamulya Sambut Mahasiswa KKN Undip Tim I 2019

Wanamulya, Pemalang, 12 Januari 2019. Sebanyak 76 mahasiswa KKN Undip Tim I telah diterjunkan di Kecamatan Pemalang pada Senin (7/1) dan di distribusikan ke sebelas desa terpilih yaitu Sewaka, Mengori, Sungapan, Wanamulya, Surajaya, Kramat, Saradan, Lawangrejo, Banjarmulya, Danasari, danb Bojongnangka. Dalam sambutanya, Bu Yus mewakili Camat Pemalang berharap nantinya kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa memberikan kebermanfaatan dan dampak positif bagi pemberdayaan masyarakat.

IMG-0960

Mahasiswa KKN Undip bersama Kepala Desa Wanamulya Bapak Ribut Triyono.

Desa Wanamulya menjadi salah satu desa yang dipilih untuk menjadi lokasi KKN Undip untuk ketiga kalinya. Tahun ini sebanyak tujuh mahasiswa dari beberapa fakultas dan jurusan diterjunkan langsung untuk mengatasi beberapa masalah yang timbul didalam masyarakat. Rabu (9/1) Bapak Ribut Triyono resmi dilantik sebagai Kepala Desa Wanamulya Kecamatan Pemalang Kabupaten Pemalang periode 2019-2025. Beliau menduduki jabatan untuk periode yang ketiga. Pelantikan hari ini dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Pemalang dan dipimpin langsung oleh Bupati Pemalang, Bapak H. Junaedi, S.H., M.M. Upacara pelantikan diikuti oleh kurang lebih 45 Kepala Desa hasil pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak Tahun 2018 dengan menggunakan sistem E-Voting. Pilkades dengan sistem E-Voting pertama kali dilaksanakan pada tahun 2016, dan pada tahun 2018 dilaksanakan kembali secara serentak. Sebagai informasi Bapak Ribut Triyono terpilih sebagai Kepala Desa Wanamulya periode 2019-2025 setelah memperoleh suara terbanyak. Pemungutan Suara Pemilihan Kepala Desa secara E-Voting pada hari Minggu tanggal 23 September 2018 yang diikuti oleh tiga kandidat Calon Kepala Desa. Sebanyak 68,72% warga Desa Wanamulya melakukan pemilihan secara E-Voting yang bertempat di Halaman Balai Desa Wanamulya. Bapak Ribut Triyono terpilih dengan memperoleh dukungan suara sebanyak 1592 dari 2997 jumlah suara sah.
Pada malam harinya, para mahasiswa diundang ke balai desa dalam acara Serah Terima Jabatan BPD dan Penerimaan Mahasiswa KKN Undip 2019 yang dihadiri oleh jajaran perangkat desa. Ribut Triyono, selaku Kepala Desa Wanamulya dalam sambutannya menyampaikan agar kegiatan yang dilakukan oleh teman-teman KKN nantinya dapat memberikan manfaat dan inovasi baru kepada masyarakat. Beliau juga berharap nantinya teman-teman lebih giat dalam melaksanakan program yang telah dirancang, agar memberikan kebermanfaatan yang besar serta dapat mengatasi masalah di dalam masyarakat dalam berbagai bidang, serta dapat berinteraksi dalam berbagai kegiatan sosial yang diadakan oleh masyarakat Desa Wanamulya.

Editor : Abdul Syakur

Dengan Posbindu, menuju Wanamulya Sehat

Wanamulya, Pemalang, Selasa (15/1) Posbindu PTM merupakan pos pembinaan terpadu untuk mendeteksi penyakit tidak menular sedini mungkin. Sasaran dari Posbindu PTM itu sendiri merupakan masyarakat yang memiliki usia 15 tahun keatas. Posbindu PTM bisa dikatakan sebagai kegiatan UKBM yaitu Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat yang biasanya dilakukan oleh kader masyarakat. Tingginya angka penderita diabetes dan hipertensi di Desa Wanamulya menjadi masalah kesehatan yang telah lama dihadapi. Dengan adanya Posbindu PTM, masyarakat dapat melakukan pengecekan penyakit tidak menular seperti kolesterol, kadar gula darah, dan asam urat.

IMG-E1267

Pengecekan kadar kolesterol, kadar gula darah dan asam urat

Screenshot-2

Mahasiswa KKN melakukan pengecekan tekanan darah peserta Posbindu

Pengecekan kesehatan umum meliputi berat badan, tinggi badan, tensi, lingkar perut, kadar lemak perut, usia tubuh, hingga kebutuhan kalori juga dapat diketahui yaitu dengan menggunakan alat Karada Scan. Sampai saat ini kegiatan Posbindu PTM di Desa Wanamulya baru dilaksanakan di Dusun Wanasari saja namun tetap bisa diikuti oleh semua warga Desa Wanamulya. Warga Desa Wanamulya berharap kegiatan Posbindu PTM ini dapat diadakan disemua dusun. Menurut keterangan dari perangkat desa dan bidan yang bertugas, minat masyarakat untuk mendatangi Posbindu PTM ini masih rendah dikarenakan informasi simpang siur tentang pemeriksaan berbayar. Padahal sebenarnya untuk pengecekan kesehatan umum masyarakat tidak perlu membayar alias gratis. Pembayaran hanya dilakukan apabila masyarakat menghendaki untuk pengecekan memakai alat seperti cek kolesterol, asam urat, dan diabetes. Seluruh warga yang mengikuti kegiatan Posbindu berharap kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap bulan dan dapat dilaksanakan di empat dusun yang ada di Desa Wanamulya.

Editor : Abdul Syakur

Posyandu Dusun Karangsambung Antisipasi Penderita Asam Urat dan Tekanan Darah Tinggi Lansia

Banjarmulya, Pemalang, Selasa (15/1/2019), Tim KKN Undip I Desa Banjarmulya, Pemalang, berpartisipasi dalam kegiatan posyandu lansia yang diadakan di Dusun Karangsambung pada Selasa (15/01/2019). Kegiatan ini diisi dengan cek tekanan darah, senam, pemaparan mengenai asam urat dan tekanan darah tinggi, serta makanan yang harus dihindari bagi penderita. Materi disampaikan oleh Bidan Endah, selaku Bidan Desa banjarmulya.
Mayoritas warga Dusun Karangsambung menderita penyakit asam urat dan tekanan darah tinggi.”Dari hasil pemeriksaan, ternyata banyak yang tekanannya tinggi, diatas 150. Mungkin kurang piknik ya ibu-ibu..” kata Bidan Endah. “Untuk yang memiliki asam urat dan tekanan darah tinggi, kurangi makan-makanan yang asin dan gorengan, ya.” lanjut Bidan Endah.

pemeriksaan tekanan darah lansia

Posyandu lansia juga menyediakan pemeriksaan lebih lanjut dengan bidan. Selain itu juga memberikan pelayanan pemberian obat gratis dengan syarat melampirkan KIS / Kartu BPJS. Akan tetapi, pemberian fasilitas tersebut dikhususkan adanya rujukan Puskesmas Paduraksa. Lansia di Desa Banjarmulya, khususnya di Dusun Karangsambung dimudahkan dalam pemeriksaan dengan adanya fasilitas tersebut.

 pemaparan mengenai asam urat dan tekanan darah tinggi oleh bidan

Kegiatan posyandu ditutup dengan senam untuk peregangan badan dan anti-stress yang dipandu oleh Bidan Endah, kemudian diikuti oleh anggota yang lainnya.

mahasiswa KKN juga mengikuti senam yang dipimpin oleh Bidan Endah

Editor : Jazimatul Husna

PENGRAJIN WAYANG GOLEK DESA WONOTUNGGAL

Wonotunggal – Senin (14/1/2019), berdasarkan saran dan informasi yang diberikan oleh perangkat Desa Wonotunggal, mahasiswa KKN Tim I Undip Desa Wonotunggal melakukan kujungan ke salah satu rumah warga di Dukuh Sumber yang merupakan rumah milik Bapak Subandi. Kunjungan ini merupakan survey primer yang bertujuan untuk mengetahui dan menggali potensi yang ada di Desa Wonotunggal secara langsung. Pak Subandi adalah seorang pengrajin atau pembuat wayang golek yang merupakan satu-satunya warga Desa Wonotunggal yang memiliki keahlian tersebut. Keahlian tersebut diperoleh oleh Pak Subandi dari kakeknya yang juga seorang pembuat atau pengrajin wayang golek.

kunjungan ke rumah Pak Subandi
Wayang golek yang dibuat oleh Pak Subandi berbahan dasar kayu, kain dan cat, dengan bentuk berbagai tokoh pewayangan jawa. Karya Pak Subandi ini pernah beberapa kali dipamerkan dalam expo Kabupaten Batang dan diliput dalam media koran lokal Pekalongan. Menjadi pengrajin wayang golek hanyalah pekerjaan sampingan Pak Subandi, dan saat ini pekerjaan utama Pak Subandi adalah sebagai penjahit di salah konveksi.
Pak Subandi sendiri sebenarnya telah lama tidak membuat wayang golek, meskipun telah ada beberapa permintaan dari pembeli. Hal tersebut disebabkan oleh faktor modal serta alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan wayang golek. Pak Subandi menjelaskan bahwa modal yang dibutuhkan dalam pembuatan wayang golek tidaklah sedikit, karena bahan dasar seperti cat dan kain yang digunakan tidak bisa dibeli dalam ukuran yang sedikit, terlebih cat merupakan bahan yang mudah mengering. Sehingga jika pesanan wayang golek tidak dalam jumlah yang banyak atau cukup, akan merugikan Pak Subandi. Kendala lain yang dirasakan oleh Pak Subandi sebagai pengrajin wayang golek adalah dalam hal pemasaran produk. Beliau tidak menjual wayang golek buatannya ke tempat atau toko lain, melainkan hanya dirumahnya saja yaitu hanya jika ada pesanan dari pembeli.

wayang golek karya Pak Subandi
wayang golek karya Pak Subandi
Pada dasarnya wayang golek merupakan kerajinan tradisional khas Indonesia yang saat ini keberadaannya sangat langka atau jarang ditemui. Wayang golek yang digunakan sebagai media hiburan pada suatu pertunjukan di masa lampau saat ini telah meredup kepopulerannya karena kalah saing dengan keberadaan pertunjukan modern seperti konser dengan berbagai genre musik seperti dangdut, pop, rock dan lainnya. Sebagai salah satu peninggalan budaya Indonesia, wayang golek harus tetap dilestarikan keberadaan dan eksistensinya meskipun tidak sepopuler pada masa lampau. Maka potensi yang dimiliki oleh Pak Subandi di Desa Wonotunggal ini tidak boleh disia-siakan dan perlu dikembangkan sebaik-baiknya. (Tim Desa Wonotunggal)

Editor : Ragil Saputra

PELATIHAN LAMPU EMERGENCY HEMAT ENERGI DAN PEMBERDAYAAN KEWIRAUSAHAAN UNTUK DESA KREYO YANG LEBIH BERSINERGI

Pelatihan dan pemberdayaan kewirausahaan

Jumat, 18 Januari 2019, 2 orang mahasiswa Tim I KKN UNDIP telah berhasil melaksanakan program monodisiplin dalam rangka pengembangan dan pemberdayaan masyarakat. Dua orang mahasiswa tersebut adalah Anthony Elmo Setiawan (S1 – Teknik Elektro) dan Aryandra Anantama (S1 – Akuntansi). Elmo telah melaksanakan program pelatihan pembuatan lampu emergency dan Ryan telah melaksanakan program pemberdayaan kewirausahaan. Kedua program ini melibatkan mitra desa yakni karang taruna. Setelah berkunjung dan sowan kepada para perangkat desa dan ketua karang taruna, ditemukanlah permasalahan berupa karang taruna yang kurang aktif, kurang pengetahuan dan ketrampilan, serta kurang motivasi. Dari permasalahan inilah diputuskan untuk mengaktifkan kembali karang taruna dengan kegiatan pelatihan guna mengenalkan iklim riset dan diskusi serta semangat berwirausaha  pada kalangan muda, terutama karang taruna di Desa Kreyo.

alat dan bahan lampu emergency

Acara pelatihan pembuatan lampu emergency dan pemberdayaan kewirausahaan berlangsung dari sekitar pukul 14.00 hingga pukul 17.30. Peserta merupakan anggota karang taruna yang terdiri dari 6 orang pemuda dari berbagai usia dan latar belakang pendidikan. Terdapat beberapa pemuda yang telah bekerja, ada juga yang baru saja lulus SMA (Sekolah Menengah Atas), tak sedikit yang sedang mengenyam pendidikan di bangku SMK (Sekolah Menengah Kejuruan), dan terdapat satu orang yang duduk dibangku kelas 9 SMP (Sekolah Menengah Pertama). Para peserta mengikuti pelatihan dengan sangat antusias dan tentu saja segudang pertanyaan siap diajukan kepada kami para mahasiswa. Namun, itulah yang kami tunggu – tunggu, ternyata para peserta pelatihan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan semangat yang cukup berkobar. Pelatihan berlangsung lancar, diselingi dengan candaan khas anak – anak serta remaja Desa Kreyo agar suasana pelatihan tidak terlalu tegang.

Proses pelatihan lampu emergency

Proses pembuatan lampu emergency ini tergolong mudah karena telah dilengkapi pula dengan modul dan instruksi lengkap mengenai prosedur atau langkah – langkah perakitan lampu emergency ini. Lampu emergency yang telah selesai dirakit dapat membawa beberapa manfaat, yakni dapat menerangi rumah apabila terjadi mati listrik (electricity black out) dan lampu ini nantinya dapat di rebranding lebih lanjut sebagai peluang wirausaha, UMKM, maupun BUMDes yang akan membawa keuntungan ekonomis bagi banyak orang.

 

Reporter desa kreyo : Anthony Elmo Setiawan

Editor : Ragil Saputra

KOLAM RENANG DESA SODONG

    Sodong, Batang (21/1). Sodong merupakan desa yang memiliki banyak potensi wisatanya. Baik dari alam, kesenian maupun sarana prasarana tambahan yang dikelola. Namun sarana prasarana tersebut masih dalam tahap perbaikan dan peninjauan ulang, agar fasilitas yang telah dibangun memiliki seluruh unsur yang dibutuhkan oleh masyarakat. Salah satu fasilitas umum yang dimiliki oleh Sodong adalah kolam renang. Kolam renang tersebut memiliki satu kolam utama, satu kolam untuk refleksi ikan dan dua kolam tambahan yang masih dalam tahap pembangunan. Lapangan yang berada di depan kolam digunakan untuk lalu lintas truk ke Kandangsari. Bangunan tambahan yang telah dibangun yaitu mushola dan area parkir yang cukup disebelah kolam renang. Sirkulasi air yang digunakan untuk kolam renang berasal dari aliran Curug Sigandul sehingga air masih jernih dan belum terkontaminasi oleh tambahan zat kimia seperti kaporit yang digunakan untuk menjernihkan air.

    Program monodisiplin oleh Fajar Akmal, mahasiswa dari jurusan Teknik Arsitektur  yang berjudul Revitalisasi Kolam Pemandian Sindang Desa Sodong membutuhkan beberapa data yaitu luas lahan, bangunan serta akses menuju kolam renang untuk dapat dirancang masterplan pembangunan kolam renang Desa Sodong. Peninjauan serta pengukuran kolam renang dibimbing oleh perangkat desa yaitu Pak Rahwono serta Mas Yudhi. Tim mendapatkan cukup banyak informasi mengenai kolam renang yang akan dikembangkan tersebut seperti, kolam renang Sodong masih digunakan dan dikenal oleh warga lokal dan hanya dikunjungi dan digunakan oleh anak-anak kecil di Desa Sodong dan sekitarnya. Dengan adanya masterplan ini, diharapkan dapat menjadi acuan pembangunan serta pengembangan dari kolam renang Sodong agar kolam renang yang sudah ada lebih bermanfaat untuk masyarakat sekitar dan dapat dijadikan andalan rekreasi Sodong.

IMG-9043

Editor : Ragil Saputra