Home » 2019 » February » 07

Daily Archives: 7th February 2019

PENDAMPINGAN PEMBUATAN SELEMPUK (SEMPOLAN LELE EMPUK)

2812019-PKK-lele-190202-0002

Klero, Tengaran (28/01/2019) – Tim I KKN UNDIP 2019, melakukan kegiatan pendampingan pembuatan selempuk (sempolan lele empuk) kepada ibu-ibu PKK RT 03. Kegiatan ini berlangsung di kediaman Kepala Desa Klero, Pak Winarno.

Dewasa ini, persaingan usaha di bidang kuliner semakin sengit. Para pengusaha berlomba-lomba menciptakan inovasi kuliner dari mulai proses, rasa hingga bentuk makanan dan minuman agar masyarakat tertarik untuk mengonsumsinya. Contohnya adalah sempolan. Sempolan sudah tak asing lagi di telinga kita bahkan sudah banyak inovasi didalam memproduksi sempolan tersebut , maka dari itu saya termotivasi untuk membuat sempolan dengan cita rasa yang berbeda yang berbahan dasar  lele.

Bahan-bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan selempuk (sempolan lele empuk) :

  1. Tusuk bambu/ tusuk sate
  2. Lele (1kg) (diperoleh 50-60% daging Fillet, 300 gram)
  3. Telur (1butir)
  4. Tepung tapioka (200 gram)
  5. Tepung terigu (100 gram)
  6. Bawang merah (5 butir)
  7. Bawang putih (3 butir)
  8. Gula (1 sdt)
  9. Garam (1 sdt)
  10. Merica/ladaku ( 1 sdt)
  11. Air (5 sdm)
  12. Minyak Goreng secukupnya

Adapun tahap-tahap pembuatannya :

  1. Pertama bawang merah, bawang putih, garam, merica, dan gula dihaluskan.
  2. Setelah halus, masukan kedalam mangkuk besar lalu tambahkan 5 sdm air.
  3. Kemudian, tambahkan daging lele yang telah di fillet dan 1 butir telur diaduk dan tambahkan dengan tepung terigu dan tepung tapioka hingga merata.
  4. Setelah adonan semua merata, adonan dibentuk dengan menggunakan tusuk bambu/sate ( agar tidak lengket lapisi tangan dengan menggunakan minyak goreng).
  5. Rebus selama 5-10 menit.
  6. Setelah direbus Tambahankan 2 butir telur dikocok, lalu celupkan sempolan kedalam telur kemudian di goreng.
  7. Sempolan siap di hidangkan.

CEPAT TANGGAP BASMI DBD DENGAN OVITRAP

27012019-PKK-Gumuk-190202-0013

Klero, Tengaran (27/01/2019) – Tim I KKN UNDIP 2019, melakukan kegiatan pendampingan tentang bahaya demam berdarah dan pembuatan Ovitrap  kepada bu-ibu PKK Dusun Gumuk.

Penyakit Demam Berdarah Dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albocpictus. Habitat nyamuk ini adalah pada air-air yang bersih dan tergenang seperti kolam, bak kamar mandi yang terbuka.

Demam berdarah ditularkan pada manusia melalui gigitan nyamuk betina Aedes yang terinfeksi virus dengue. Penyakit ini tidak dapat ditularkan langsung dari orang ke orang, sehingga dibutuhkan sebuah alat untuk mencegah gigitan nyamuk yaitu dengan menangkap/ menjebak nyamuk itu sendiri. Yaitu menggunakan Ovitrap.

Bahan- bahan :

– Botol plastik bekas ukuran 1,5 liter.

– 200 ml air

– 50 gram gula merah

– 1 gram ragi (beli di toko makanan kesehatan, warung, atau pasar)

Langkah-langkah pembuatan:

  1. Potong botol plastik di tengah. Simpan bagian atas/mulut botol.
  2. Campur gula merah dengan air panas. Biarkan hingga dingin dan kemudian tuangkan di separuh bagian potongan bawah botol.
  3. Tambahkan ragi. Tidak perlu diaduk. Ini akan menghasilkan karbon-dioksida.
  4. Pasang/masukkan potongan botol bagian atas dengan posisi terbalik seperti corong.
  5. Bungkus botol dengan sesuatu yang berwarna hitam, kecuali bagian atas, dan letakkan di beberapa sudut rumah.

Mengenal Lebih Dekat Budidaya Jamur Tiram Desa Cukil

Tengaran – Mahasiswa KKN Tim 1 Undip melakukan kunjungan ke UMKM yang ada di Desa Cukil pada hari Kamis (31/01/2019). Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mengetahui potensi unggulan Desa Cukil, yang mana ini merupakan bagian dari program multi yang telah direncanakan. Salah satu UMKM yang dikunjungi adalah usaha budidaya jamur tiram.
Jumlah pembudidaya jamur tiram di Desa Cukil ada 6 orang, tiga berada di Dusun Banjari dan Tiga lagi di Dusun Cukil. Salah satu pembudidaya yang dikunjungi mahasiswa KKN Desa Cukil adalah Bapak To’in. Budidaya jamur Pak To’in ini berada di Dusun Banjari, RT 18/RW 07. Proses panen jamur pada tempat budidaya ini dilakukan tiga hari sekali. Dalam sekali panen biasanya dapat menghasilkan sebanyak 25 kg jamur tiram segar. Untuk waktu panennya dilakukan jam 3-4 dini hari agar paginya dapat langsung dijual dalam keadaan segar. Hasil panen jamur biasanya dijual di Pasar Pagi Salatiga, dengan harga jual Rp 12.000/kg. Selain dijual langsung dipasar, terkadang hasil jamur ini juga dijual kepada pengusaha jamur Crispy yang berda di Dusun banjari.
Budidaya jamur di Desa Cukil ini pada umumnya menggunakan serbuk kayu sebagai bahan dasar media tanamnya. Prosesnya pembuatan media tanamnya sederhana, awalnya serbuk kayu dikukus selama 6 jam pada suhu 100o Celsius. Setelah dikukus, serbuk kayu tersebut di diamkan selama 48 jam baru kemudian di masukan kedalam plastik atau botol sebagai wadahnya. Setelah itu bibit jamur di masukkan kedalam media tanam tersebut dan jamur didiamkan lagi selama 3 – 4 minggu untuk proses fermentasi. Proses fermentasi ini sangat penting dilakukan untuk membunuh pertumbuhan jamur-jamur liar yang berpotensi menganggu pertumbuhan jamur tiram. Setelah proses fermentasi berhasil baru jamur dapat dipindahkan ketempat budidaya.
31068
Pak To’in menunjukkan jamur yang masih dalam proses fermantasi kepada mahasiswa KKN Desa Cukil

Selain menjual jamur mentah, Pak To’in juga menjual media tanam jamur yang siap pakai. Harga media tanamnya sendiri persatuan adalah Rp 4 ribu untuk wadah plastik dan Rp 5 ribu untuk wadah botol. (Rahma)

Insan Kampus Peduli Terhadap Dunia Usaha

Minggu-Ke-4-190202-0003

       Pada hari Selasa, 29 Januari 2019 TIM 1 KKN UNDIP Desa Tengaran, Kecamatan tengaran, Kabupaten Semarang melaksanakan program pelatihan penggunaan E-Commerce sebagai media pemasaran produk tas dan dompet, kegiatan tersebut dilaksanakan di kediaman rumah Ibu Reni atau biasa disebut sebagai owner dari pemilik produksi tas dan dompet. Kegiatan tersebut berlangsung selama kurang lebih 1 jam, kegiatan dihadiri oleh 4 orang peserta meliputi Ibu Reni (owner pemilik produksi tas dan dompet), Sutini (pegawai Ibu Reni), Puput Nugraheni, Sukiman.

          Seperti yang diutarakan oleh Aditya Caesarali selaku Pembina program tersebut dan sebagai Mahasiswa TIM 1 KKN UNDIP “ Kegiatan program ini bertujuan untuk sebagai media pemasaran produk, karena terdapat potensi yang besar pada UMKM pengrajin tas dan dompet merek “PINKA CUTE” untuk dipasarkan secara online khususnya dipasarkan melalui aplikasi “shopee” yang dengan sangat mudah dapat diunduh melalui smartphone android.

Minggu-Ke-4-190202-0005

         Dalam kegiatan program ini, saudara Aditya Caesarali memberikan materi mengenai penjelasan E-Commerce, Manfaat E-Commerce, Cara menggunakan E-Commerce berupa pembuatan akun melalui aplikasi “shopee”, dan cara melakukan penjualan dan pemrosesan pesanan, program ini sangat penting bagi pemilik UMKM tersebut karena penting untuk kemajuan produksi tas dan dompet di masa akan datang melihat dengan kondisi sekarang ini persaingan usaha semakin ketat.

Pelatihan Kader Posbindu dan Posyandu Lansia di Desa Tengaran

            Pada hari Senin, 28 Januari 2019 TIM 1 KKN UNDIP Desa Tengaran, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang melaksanakan program Pelatihan Kader Posbindu di Ruang Sekretariat Balai Desa Tengaran. Program ini merupakan salah satu bentuk kepedulian mahasiswa KKN TIM 1 UNDIP terhadap kesehatan lansia yang ada di Desa Tengaran untuk meningkatkan kemampuannya mencapai derajat kesehatan yang optimal sebagai perwujudan kesejahteraan umum. Kegiatan berlangsung selama kurang lebih 2 jam, dimulai dari pukul 09.00 – 11.00, selama kegiatan berlangsung para peserta yang hadir di dalam pelatihan tersebut terlihat sangat antusias sekali dimulai sejak dibukanya berbagai pertanyaan dari peserta yang dilontarkan kepada saudara Alfiko Aditya Mailana selaku Pembina Program Pelatihan Kader Posbindu (Mahasiswa KKN TIM 1 UNDIP).

           Dalam kegiatan program ini, ada beberapa sasaran yang dituju meliputi : faktor resiko penyakit tidak menular, konsep Posbindu, Administrasi, Pengorganisasian, resiko PTM (Penyakit Tidak Menular), dan IMT (Indeks Masa Tubuh), program ini sangat penting buat masyarakat terutama untuk usia produktif 15 – 64 tahun dan untuk mencapai kesehatan yang maksimal, Kata Alfiko Aditya selaku Pembina Program Pelatihan tersebut.

Pembagian Bantuan Beras untuk Keluarga Penerima Manfaat di Desa Barukan

Jumat (25/01/2019) Desa Barukan, Kecamatan Tengaran. Mahasiswa KKN UNDIP Tim 1 Desa Barukan ikut berpartisipasi dalam  kegiatan bulanan yaitu pembagian bantuan beras yang di selengarakan di Balai Desa Barukan. Pembagian bantuan ini ditujukan kepada keluarga penerima manfaat (KPM). Desa Barukan sendiri memiliki sekitar 165 KPM.

Kegiatan bantuan beras ini untuk Desa Barukan dikelola oleh BUMDes. “pemerintah memberikan bantuan Rp. 11.000,- /  kpm yang tidak bisa dicairkan dengan uang, tetapi hanya bisa dicairkan dengan makanan pokok dengan sistem menyerahkan atm khusus yang telah diberikan kepada KPN” kata pak  Agus Triwoyono sebagai pendamping bantuan pangan non tunai (BPNT), tenaga sosial dari kementerian sosial. Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan setiap warga yang terdaftar dalam KPM mendapatkan bantuan beras sesuai dengan kebutuhannya.

Tempat Ibadah Bersih, Ibadah jadi Nyaman

Nyamat, Tengaran (3/2/19) Karang taruna Dusun Pandansari, Desa Nyamat melakukan kegiatan kerja bakti untuk membersihkan tempat ibadah. Tempat ibadah di dusun ini terdiri dari satu gereja dan satu masjid. KKN Tim 1 Undip juga turut serta dalam kegiatan ini. Kegiatan ini rencananya akan dilakukan setiap dua kali dalam seminggu dan ini merupakan kali pertama di bulan februari tahun 2019.
1549244402825
Diharapkan dengan keadaan tempat ibadah yang bersih, akan membuat warga Dusun Pandansari dan sekitarnya lebih nyaman untuk beribadah. Selain kegiatan bersih tempat ibadah, dilaksanakan juga kegiatan pengambilan sampah plastik dan kertas di tiap rumah di Dusun Pandansari di hari yang sama.  Kegiatan pengambilan sampah plastik dan kertas di tiap rumah sangat didukung oleh warga sekitar, untuk kemudian dapat diumanfaatkan kembali ataupun dijual dan hasil dari penjualan sampah nantinya akan digunakan untuk kegiatan-kegiatan berikutnya.
1549244445988

Pengenalan Alat Pendeteksi Kebocoran Gas, Solusi Dini Pencegah Kebakaran

Nyamat, Tengaran (2/1/19) Antusiasme karang taruna Dusun Pandansari Desa Nyamat terlihat saat pemaparan materi oleh KKN Tim 1 Undip mengenai alat pendeteksi kebocoran gas. Joyanto Sitohang, dari Teknik Mesin, memperlihatkan dan mempraktekan pembuatan alat pendeteksi ini. Alat pendeteksi kebocora gas ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk mencegah kebakaran akibat kebocoran gas.

ok ik