Home » 2019 » February » 09

Daily Archives: 9th February 2019

Desa Karangmangu Rutin Padam Listrik — Pelatihan Hemat Energi Solusinya!

Karangmangu, Rembang — Ketergantungan masyarakat terhadap listrik boleh dikatakan cukup tinggi sekarang ini. Sebenarnya bukan hanya listrik saja, ketergantungan masyarakat terhadap berbagai energi hasil bumi yang tidak dapat diperbaharui untuk keberlangsungan hidup kita begitu besar. Mengingat bahwa ketersediaan energi listrik dan air terbatas sementara kebutuhan kita dalam menggunakannya tidak terbatas, maka untuk meminimalisir bengkaknya tagihan listrik maupun air harus disiasati dengan pola hidup hemat. Terutama untuk energi listrik. Kerap kali kita memiliki kebiasaan yang sangat jelek dengan menggunakan listrik bahkan saat siang hari.

Oleh karena itu, masyarakat Desa Karangmangu perlu memahami pentingnya menghemat listrik. Berdasarkan persoalan tersebut, pada Selasa, 22 Januari 2019, mahasiswa S1 Teknik Elektro dan segenap kelompok KKN TIM I Undip 2019 Desa Karangmangu berinisiasi untuk melakukan pemaparan mengenai cara instalasi listrik yang benar dan tips untuk menghemat energi listrik.

Sasaran dari program ini adalah PKK Desa Karangmangu khususnya ibu-ibu rumah tangga untuk menghemat listrik yang diperlukan untuk kebutuhan sehari-hari. Tujuannya agar  daya listrik yang digunakan tidak terbuang sia-sia, serta dapat menghemat tagihan biaya listrik dari ibu-ibu PKK tersebut. Penghematan energi listrik dapat dilakukan dengan hal-hal sederhana, misalnya cabut colokan alat elekronik apapun dari stop kontak atau matikan perlatan elektronik ketika tidak digunakan. Kemudian matikan lampu ketika sinar matahari telah bersinar dan masih banyak tips-tips yang dipaparkan.

Day-15-190204-0024

Dengan diadakan kegiatan penyuluhan hemat energi listrik tersebut, diharapkan adanya kesadaran dari masyarakat Desa Karangmangu khususnya ibu-ibu PKK agar dapat bijak terhadap penggunaan listrik tiap harinya. Kemudian kegiatan yang kami sasarkan kepada ibu-ibu PKK tersebut akan menular kepada seluruh warga di Desa Karangmangu. Dengan penghematan yang di lakukan tersebut, diharapkan permasalahan mengenai listrik dapat terselesaikan.

Editor: Nurhasmadiar N.

Edukasi dan Pelatihan Etika Berkendara — Ciptakan Lalu Lintas Desa Karangmangu Tertib dan Aman

Karangmangu, Rembang – Pada hari Senin, 21 Januari 2019 telah dilakukan kegiatan edukasi dan pelatihan Etika Berkendara yang dilaksanakan di Balai Desa Karangmangu, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Kegiatan dihadiri oleh ibu-ibu rumah tangga serta ibu-ibu PKK. Kegiatan dilaksanakan pada pukul 10.00 WIB yang diawali dengan penyambutan yang dilakukan oleh Koordinator Desa Tim 1 KKN UNDIP 2019. Setelah dilakukan penyambutan dimulailah edukasi tentang etika berkendara yang dikhususkan untuk ibu-ibu.

Edukasi tentang Etika Berkendara Dalam Berlalu Lintas sendiri merupakan tingkah laku para pemakai jalan dalam melaksanakan undang-undang dan peraturan-peraturan lalu lintas serta norma-norma sopan santun antara sesama pengendara jalan. Dimana banyak sekali terutama bagi ibu-ibu yang sering mengendarai kendaraan bermotor yang tidak memiliki etika yang benar sehingga dilakukanlah pelatihan edukasi tentang cara etika berkendara yang benar terutama dalam berlalu lintas yang tentunya akan dijelaskan berbagai macam konsekuensi hukumnya sendiri dalam beretika berkendara.

Kegiatan ini dihadiri oleh 20 orang ibu-ibu PKK serta guru SDN Karangmangu, peserta sangat antusias dan semangat dalam penyampaian materi tentang etika berkendara hingga setelah selesai penyampaian materi dan pelatihan tersebut selesai masih ada ibu-ibu sempat bertanya mengenai berbagai konsekuensi hukum akibat tidak beretika yang benar, bahwasannya ada ketentuan Pidana dalam berlalu lintas bagi yang tidak mmenggunakan helm, tidak membawa SIM & STNK, serta motor tidak memenuhi kelayakan untuk berjalan dan lain-lain. Kegiatan ini berakhir pada pukul 11.00 WIB. Kegiatan ini diharapkan menjadi pembelajaran bagi ibu-ibu dalam membawa kendaraan sepeda motor di sepanjang jalan pantai utara.

danar

Editor: Nurhasmadiar N.

Desa Babaktulung Bebas Pungli dan Melek Teknologi

Sarang, Rembang – Sabtu, 02/02/2019 dilaksanakan Edukasi mengenai batasan pungli dan Pelatihan Microsoft Excel bagi Perangkat Desa Babaktulung di Balai Desa Babaktulung.

2019-02-03-09-13-11-1

Tim 1 KKN Undip melaksanakan edukasi mengenai batasan pungli kepada perangkat Desa Babaktulung. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Babaktulung yang mana dihadiri oleh 8 dari 10 perangkat desa. Mengenai pungli atau pungutan liar, belakangan menjadi perhatian khusus karena masih minimnya pengetahuan perangkat desa mengenai batasan terjadinya pungli. Kurangnya sosialisasi dan panjangnya proses layanan seringkali mengakibatkan masyarakat terpaksa meminta bantuan langsung kepada perangkat desa diluar kewajibannya dengan imbalan tertentu. Dalam beberapa kasus, bantuan dan imbalan ini dapat masuk kategori pungli. Harapannya dengan penyuluhan ini, perangkat desa dapat memahami batasan pungli dalam pelayanan ke masyarakat dan dalam melayani masyarakat para perangkat desa lebih mengedepankan asas profesionalitas sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Selain edukasi mengenai batasan pungli, mahasiswa Tim 1 KKN Undip juga melakukan pelatihan Microsoft Excel. Program ini diambil karena seperti yang kita ketahui bahwa pada era ini semua hal sudah berbasis online tak terkecuali dalam proses penyelenggaraan negara baik dalam tingkat pusat maupun tingkat daerah, tentunya dalam pelayanannya akan lebih cepat dan efisien akan tetapi hal tersebut tidak diimbangi dengan kemampuan para perangkat desa dalam mengoperasikan komputer, yang perlu digaris bawahi disini adalah pengoperasian Microsoft Excel karena pelayanan yang dilakukan di balai desa lebih banyak berhubungan dengan data dan angka sehingga akan lebih efektif apabila memahami rumus dan fungsi pada Microsoft Excel. Para perangkat desa mendapat materi mengenai perintah-perintah dasar serta penggunaan rumus dan fungsi dalam pengerjaan Microsoft Excel. Harapannya dengan pelatihan ini, kinerja pelayanan di perangkat desa akan lebih efektif dan efisien.

2019-02-03-07-37-51-1

Editor: Nurhasmadiar N.

Gerakan tanganku bersih tanpa kuman di SD Negeri 1 Bajingjowo Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang

Gerakan tanganku bersih tanpa kuman di SDN 1 Bajingjowo Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang

Sarang, Rembang – Pada hari Rabu, 23 Januari 2019 telah dilaksanakan kegiatan gerakan tanganku bersih tanpa kuman di SD Negeri 1 Bajingjowo Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang oleh UPT Puskesmas Sarang 1 dan mahasiswa KKN Tim 1 Universitas Diponegoro. Kegiatan ini dilaksanakan pukul 09.00 WIB. Kegiatan dilakukan sebagai kampanye cuci tangan dengan sabun dan air mengalir pada anak. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kebiasaan cuci tangan pada anak untuk menurunkan angka kematian yang disebabkan oleh diare pada anak dan sebagai upaya preventif penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme. Kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai upaya pembangunan faslitas sanitasi di sekolah.

Mencuci tangan dengan sabun adalah salah satu tindakan sanitasi dengan membersihkan tangan dan jari jemari menggunakan air dan sabun oleh manusia untuk menjadi bersih dan memutuskan rantai kuman. Mencuci tangan dengan sabun juga sebagai salah satu upaya pencegahan penyakit. hal ini dilakukan karena tangan menjadi agen yang membawa kuman dan menyebabkan kuman berpindah dari satu orang ke orang lain baik dengan kontak langsung maupun tidak langsung (melalui permukaan lain seperti handuk, benda yang tersentuh).
Gerakan tanganku bersih tanpa kuman diawali dengan edukasi manfaat, cara cuci tangan dikelas dan simulasi cuci tangan bersama di halaman sekolah oleh petugas UPT Puskesmas 1 Sarang dan mahasiswa KKN Tim I Universitas Diponegoro. Pada awal sesi, petugas UPT Puskesmas 1 Sarang dan mahasiswa KKN Tim 1 Universitas Diponegoro memasuki kelas untuk mengajarkan materi tentang cuci tangan seperti lima waktu cuci tangan, harus mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, tujuh langkah cara cuci tangan.

Sesi selanjutnya, petugas UPT Puskesmas 1 dan mahasiswa KKN Tim 1 Universitas Diponegoro mengumpulkan siswa di lapangan untuk melakukan simulasi cara cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Simulasi dilakukan dengan mengoleskan lem kertas dan bedak ditangan siswa, kemudian siswa mencuci tangan di air kobokan dan air mengalir denga sabun. Selanjutnya, siswa menyebutkan perbedaan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dengan air kobokan yang tidak mengalir.

Editor: Nurhasmadiar N.

Pelatihan & Penyuluhan Kader Posyandu dan Ibu PKK Desa Lodan Wetan

Sarang, Rembang – Kurangnya pemahaman kader posyandu terhadap pelaksanaan posyandu yang baik melatarbelakangi kegiatan Tim I KKN Uiversitas Diponegoro di Desa Lodan Wetan. Hal ini diketahui ketika mahasiswa KKN mengikuti kegiatan posyandu di Desa Lodan Wetan, dimana pada kegiatan tersebut, posyandu yang dilakukan belum lengkap, seperti tidak adanya pengukuran tinggi badan pada bayi dan balita dan kurangnya pemahaman kader posyandu dalam menginterpretasikan KMS. Maka dilaksanakan kegiatan Pelatihan Kader posyandu oleh mahasiswa S1 Ilmu Gizi pada Kamis (24/01) pukul 09.00-11.30 WIB.

298819

Pada pelatihan kader ini, dilakukan pemaparan tentang bagaimana alur Posyandu yang baik dan benar, cara membaca KMS, serta cara antropometri. Dengan adanya kegiatan pelatihan kader tersebut, diharapkan kegiatan posyandu di Desa Lodan Wetan dapat dilaksanakan dengan baik dan benar kedepannya.
Disamping kegiatan pelatihan kader, dihari yang sama juga dilakukan kegiatan Pelatihan Pembuatan Sabun Mandi oleh mahasiswa S1 Teknik Kimia yang ditujukan untuk ibu-ibu PKK. Kegiatan ini dilakukan sebagai cara untuk menambah wawasan tentang produk yang dapat di produksi secara rumahan, dan sebagai salah satu cara untuk mengembangkan UMKM yang terdapat di Desa Lodan Wetan. Mudahnya cara untuk mengumpulkan bahan pembuatan juga menjadi salah satu pertimbangan pelaksanaan kegiatan ini.

298822

Pada pembuatan sabun hanya dibutuhkan dua bahan utama yaitu NaOH (Soda Api) dan Minyak, dengan bahan tambahan seperti parfume dan pewarna. Kegiatan pelatihan pembuatan sabun ini dimulai dengan pemaparan tentang reaksi Saponifikasi/Penyabunan sebagai dasar pengetahuan tentang produk sabun, serta reaksi yang dapat digunakan, apakah reaksi dingin atau panas, kemudian dilanjutkan dengan demo pembuatan sabun.

298821
298823

Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Kamis (24/01) terlaksana dengan baik dan diikuti oleh kader posyandu, ibu PKK serta perangkat desa.

Editor: Nurhasmadiar N.

SAMPAH = BERKAH

Sebagian masyarakat Indonesia masih ada yang belum membuang sampah pada tempatnya. Adapun yang masih membuang sampah dilaut dan sungai-sungai yang ada disekitarnya. Sampah-sampah yang dibuang pada sembarangan ini ada yang dapat terurai ada pula yang tidak dapat terurai. Kebanyakan dari sampah yang tidak dapat terurai ini merupakan sampah berbahan plastik. Sampah plastik merupakan salah satu limbah yang berbahaya bagi lingkungan dan sekitarnya yang dapat membunuh hewan dan merusak lingkungan yang ada disekitar kita.

Dampak sampah plastik ini sangat berbahaya bagi lingkungan. Ketika sampah-sampah plastik ini dibuang ke laut maupun ke sungai kebanyakan dari sampah plastik ini tidak dapat terurai sehingga dapat melukai hewan – hewan yang berada didalam laut maupun sungai. Sedangkan efek dari pencemaran sampah plastik ini pada lingkungan adalah dimana tanah yang dicemari akan tercemari oleh zat kimia yang digunakan dalam pembuatan plastik tersebut. Bukan hanya itu saja, dikarenakan proses yang susah diuraikan maka sampah plastik ini juga dapat membunuh pengurai yang ada ditanah. (more…)

Pelatihan dari Hulu ke Hilir Mengembangkan Potensi Lokal Desa Mlatiharjo

DESA MLATIHARJO, KECAMATAN PATEAN 05/02/2019 Tim KKN UNDIP Desa Mlatiharjo mengadakan pelatihan untuk karang taruna mengenai pengembangan potensi lokal dari produksi hingga pemasaran. Potensi lokal yang dibahas dalam pelatihan karang taruna adalah potensi produksi kopi pasca panen. Pascapanen adalah tahap penanganan hasil tanaman pertanian segera setelah pemanenan. Tujuan melakukan kegiatan pelatihan pascapanen yaitu agar karang taruna termotivasi mengolah kopi sehingga dapat meningkatkan masa simpan kopi, meningkatkan kualitas dari biji kopi, dan meningkatkan cita rasa kopi. Hal ini dilakukan karena Desa Mlatiharjo memiliki potensi kopi yang melimpah namun masih sedikit yang tertarik melakukan kegiatan pascapanen kopi. (more…)