Home » 2019 » February » 12

Daily Archives: 12th February 2019

Kenalkan Teknik Plant Growth Promoting Rhizobacter dan Jajar Legowo, Mahasiswa KKN Undip dapat Apresiasi Kelompok Tani Desa Muncang

DSC04210

Bodeh-Pemalang, 4 Februari 2019 – Mahasiswa Tim I KKN  Undip Desa Muncang, Kecamatan Bodeh telah melakukan kegiatan edukasi tentang pola tanam jajar legowo dan pembuatan biang murni PGPR bersama dengan Kelompok Tani Ujungalit, Desa Muncang.

Melimpahnya tanaman bambu menjadi potensi tersendiri di Desa Muncang. Hal ini dikarenakan bakteri-bakteri baik yang hidup di perakaran akar bambu dapat menjadi zat pengatur tumbuh yang baik bagi tanaman padi. Bakteri-bakteri tersebut sering dinamai dengan Plant Growth Promoting Rhizobacter (PGPR). Tanaman padi yang diberi PGPR akan tumbuh lebih optimal dan maksimal karena penyerapan unsur hara tanaman akan dibantu dengan bakteri yang ada. Namun, petani di Kelompok Tani Ujungalit, Desa Muncang masih belum menggunakan PGPR sebagai zat pengatur tumbuh bagi padinya.

Petani di Kelompok Tani Ujungalit juga masih menggunakan pola tanam padi konvensional. Dimana, pada pola tanam padi konvensional tidak memperhatikan jarak antar tanaman. Sehingga perbandingan penggunaan benih dan hasil produksi padi tidak sebanding.

Dengan permasalahan di atas, Hafidz Fikri Asyari mahasiswa Tim I KKN Undip 2019 dari Program Studi Agroekoteknologi melakukan pendampingan cara membuat hingga mengaplikasikan PGPR serta pola tanam jajar legowo. Kedua hal tersebut apabila dikombinasikan dapat meningkatkan produksi padi di Desa Muncang.

PGPR dibuat dengan cara mengambil akar bambu secukupnya, kemudian direndam dalam air matang selama 3 hari. Setelah direndam, air rendaman akar bambu tersebut dicampur dalam 1 tangki air dan siap diaplikasikan dengan cara disemprot atau dikocor pada tanaman padi.

DSC04203

Pola tanam jajar legowo merupakan pola tanam yang memperhitungkan jarak antar tanaman padi, sehingga anakan yang tumbuh akan lebih banyak dibandingkan dengan pola tanam konvensional. Pola tanam jajar legowo memberikan 1 “legowo” atau gang setiap 2 hingga 4 baris tanaman padi.

DSC04174

Selama kegiatan, petani antusias dengan materi yang disampaikan. Hal ini ditunjukkan dengan adanya banyak pertanyaan dan diskusi yang terjadi. Pada akhir sesi, para petani tertarik untuk menggunakan kedua metode ini dikarenakan cara pembuatan dan pengaplikasian yang mudah serta alat dan bahan yang dapat diperlukn tidak rumit.

Harapan setelah berlangsungnya program ini petani di kelompok tani Ujungalit dapat menerapkan PGPR dan jajar legowo untuk meningkatkan hasil produksi dari padi di Desa Muncang.

Editor: Dr. Sunarno, S.Si, M.Si

Wungon, Ajang Silaturahmi Desa Muncang Sekaligus Refleksi Hari Jadi Kota Pemalang

Rabu, 23 Januari 2019. KKN Undip Tim I mendapatkan undangan untuk menghadiri acara Wungon di Balai Desa Muncang. Wungon merupakan pada malam tersebut bertujuan untuk memperingati Hari Jadi Kota Pemalang yang ke-444.

Acara Wungon dihadiri oleh beberapa elemen masyarakat, diantaranya kepala desa beserta jajarannya, pengurus BPD beserta jajarannya, penggiat PKK beserta jajarannya, tokoh-tokoh masyarakat seperti ulama, ketua gapoktan, bapak-ibu guru, serta warga biasa. Acara dimulai pada puku 21.00 di Balai Desa Muncang dengan pembacaan doa dari tokoh agama Desa Muncang, dilanjutkan dengan tahlil bersama. Setelah selesai tahlil bersama, acara dilanjutkan dengan mendengarkan sambutan dari kepala desa sebelum menginjak ke acara inti. Acara inti dari Wungon ini adalah pemotongan tumpeng oleh kepala desa dan diserahkan kepada ketua BPD selaku perwakilan masyarakat.

Sebagai acara penutup, seluruh peserta Wungon menyantap soto khas Pemalang ditemani dengan film “Babad Tanah Pemalang”. Harapannya dengan diadakan Wungon ini, silaturahmi antar warga dan pengurus pemerintahan dapat terjalin dengan harmonis, serta refleksi bagi warga Pemalang akan kota kelahirannya sendiri.

IMG20190123205632 IMG20190123205658

Manfaatkan Limbah Cucian Beras Menjadi Pupuk Cair, Mahasiswa Undip Berharap Pertanian Desa Muncang semakin Maju

Whats-App-Image-2019-02-11-at-12-43-16

Bodeh-Pemalang, 9 Februari 2019 – telah dilaksanakan program monodisiplin dari Tim I KKN UNDIP oleh Malikhatul Khuriyah dari Program Studi Teknik Kimia pada acara Senam Prolanis yang bertempat di Balai Desa Muncang. Acara tersebut dihadiri oleh ibu-ibu desa Muncang anggota senam Prolanis sebanyak 60 orang. Program yang dibawakan yaitu pengenalan dan pembuatan pupuk cair dari air cucian beras. Acara dimulai dengan sambutan dari Ibu Kepala Desa Muncang yang dilanjutkan dengan pemaparan program.
Kebanyakan masyarakat desa Muncang bermatapencaharian sebagai petani. Sebagian besar petani desa Muncang masih menggunakan pupuk anorganik sebagai penyubur tanaman. Penggunaan pupuk anorganik yang dilakukan secara terus menerus akan mengurangi kesuburan tanah. Oleh sebab itu dengan adanya pengenalan pupuk cair dari air cucian beras diharapkan dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik.
Whats-App-Image-2019-02-11-at-12-31-10Pupuk cair dari limbah air cucian beras dibuat dengan cara mencampur air cucian beras dengan EM4 dan gula jawa. Apabila semua bahan telah dipastikan tercampur kemudian campuran tersebut dimasukkan ke dalam wadah dan ditutup rapat. Pupuk akan jadi setelah 7 hari fermentasi. Pupuk yang sudah jadi ditandai dengan aroma yang menyengat dan juga warna pupuk berubah dari putih menjadi orange bening. Pupuk yang sudah jadi dapat langsung digunakan untuk tanaman disekitar rumah maupun untuk tanaman palawija. Cara penggunaan pupuk ini adalah dengan menyiramkan secara langsung pupuk cair ke tanaman yang akan diberi pupuk.
Anggota senam prolanis tertarik dengan pembuatan pupuk cair dari air cucian beras. Sebagian dari mereka meminta EM4 untuk mencoba membuat sendiri pupuk organic dirumah. Acara pemaparan program diakhiri dengan pembagian pupuk organik yang sudah jadi ke beberapa ibu-ibu Desa Muncang serta pembagian EM4. Acara kemudian dilanjutkan dengan senam Prolanis dan pemeriksaan kesehatan.

Editor: Dr. Sunarno, S.Si, M.Si

Bersih Kali Muncang dengan Belalai (Alat Filter Air Double Filter)

Whats-App-Image-2019-02-07-at-13-47-09

Pemalang (2 Februari 2019) – telah dilaksanakan program monodisiplin dari KKN Tim I UNDIP oleh Malikhatul Khuriyah dari Jurusan Teknik Kimia pada acara Senam Prolanis yang bertempat di Balai Desa Muncang. Program yang dibawakan adalah pengenalan dan pembuatan alat filtrasi limbah detergen. Alat ini dibuat dengan harapan dapat mengurangi pencemaran air akibat pembuangan libah detergen secara langsung ke lingkungan. Limbah detergen merupakan salah satu limbah yang paling banyak dihasilkan dalam sektor rumah tangga. Setiap hari limbah ini dihasilkan dan dibuang secara langsung kealiran air. Kandugan bahan kimia berbahaya didalam limbah detergen dapat mencemari lingkungan. Salah satu dampak akibat pembuangan limbah detergen kealiran sungai yaitu dapat menyebabkan ledakan pertumbuhan enceng gondok ( Eutrofikasi ). Apabila terjadi eutrofikasi maka sungai akan menjadi dangkal dan alirannya tidak lancer, selain itu ikanikan yang ada didalam aliran sungai akan mati karena kekurangan oksigen.

Desa Muncang merupakan salah satu desa yang dlewati oleh aliran sungai tersier yang digunakan sebagai irigasi. Kebutuhan air untuk sektor pertanian di desa Muncang di suplai oleh sungai tersier tersebut. Aliran sungai akan lancar apabila bersih dari pengotor seperti sampah dan enceng gondok. Untuk itu perlu adanya suatu alat yang dapat mengolah limbah detergen sebelum dibuang kesaluran air. Salah satu alat yang dapat mengatasi pengolahan limbah detergen adalah alat filtrasi air yang memiliki double filter.

Whats-App-Image-2019-02-07-at-13-49-12

Alat filtrasi air double filter terbuat dari pipa PVC yang disusun sedemikian rupa sehingga mampu memfilter limbah detergen. Bahan untuk membuat alat filtrasi air yaitu pipa pvc ukuran 3 in, busa aquarium, batu kerikil, batu zeolit, dana rang aktif. Pipa PVC berfungsi sebagai tempat mengalirnya air. Busa aquarium berfungsi untuk menyaring partikel yang berukuran besar dan juga sebagai pembatas antara bahan yang satu dengan bahan yang lain.batu kerikil berfungsi untuk meyaring kotoran halus yang terdapat dalam air. Batu zeolit berfungsi untuk meningkatkan kadar oksigen dalam air dan menyerap zat kapur dan zat kimia berbahaya yang terkandung didalam sabun. Arang aktif berfungsi untuk menyerap warna dan menghilangkan rasa yang dihasilkan oleh klorin.

Cara membuat alat ini yaitu potong pipa pvc menjadi beberapa ukuran yaitu 90 cm, 40 cm (2 buah ), 20 cm, dan 15 cm.  Untuk filter yang pertama masukan bahan pada pipa yang berukuran 40 cm dengan susunan dari bawah sebagai berikut : busa aquarium, batu kerikil, busa aquarium, batu zeolit, busa aquarium, arang aktif dan busa aquarium. Sedangkan untuk filter yang kedua susuna dari bawah seperti berikut ini:busa aquarium, arang aktif, busa aquarium, batu zeolit, busa aquarium, batu kerikil dana rang aktif. Susunan dari kedua filter berbeda karena bergantung pada arah alirn air yang masuk kedalam filter. Pada filter yang pertama arah aliran air dari bawah keatas, sedangkan pada filter yang kedua air masuk dari atas kebawah. Prinsip kerja alat filtrasi air ini adalah air masuk dari pipa yang berukuran paling tiggi kemudian air akan mengalir melalui filter yang pertama. Setelah air melalui filter yang pertama kemudian air akan mengalir melalui filter yang kedua. Hasi dari penyaringan ini terbukti bahwa kandungan busa yang terdapat pada air hasil filtrasi erkurang.

Tingkatkan Hasil Panen Padi Dengan Jajar Legowo

DSC04214

Pemalang – Mahasiswa KKN Undip Tim I Desa Muncang Kecamatan Bodeh melakukan edukasi dan workshop tentang metode tanam modern yaitu jajar legowo menggunakan alat bantu sederhana kepada kelompok tani Ujung Alit, Desa Muncang. Kegiatan tersebut dilakukan pada hari Senin, 4 Februari 2019, pukul 08.00 WIB, bertempat di pelataran sawah.

Para petani di Desa Muncang kebanyakan masih menggunakan metode tanam konvensional dimana mementingkan kerapatan jarak antar padi, hal itu menyebabkan pemborosan dari mulai bibit hingga perawatan. Padahal jika menggunakan metode tanam jajar legowo yang mementingkan jarak untuk bertanam dapat menghasilkan panen yang optimal, sekaligus mempermudah petani dalam merawat, dan juga mengurangi biaya perawatan.

Untuk meyakinkan para petani untuk mengubah kebiasaannya itu, mahasiswa TIM I KKN Undip 2019 di Desa Muncang yang bernama Sabilly Rasyad, jurusan Teknik Mesin membuatkan alat sederhana untuk mempermudah petani melakukan metode tanam jajar legowo, sekaligus mengadakan sosialisasi sekaligus diskusi dengan para petani akan penting nya menggunakan metode tanam jajar legowo ini.

Alat sederhana ini mudah dan murah untuk dibuat, karena berasal dari bahan dasar bambu yang keberadaannya banyak sekali di Desa Muncang ini. Selanjutnya batang bambu dipotong sesuai bentuk dan ukuran seperti yang sudah di desain sebelumnya.

Selama kegiatan petani terlihat antusias dengan materi dan alat yang disampaikan. Banyak sekali pertanyaan yang ditanyakan oleh para petani seputar metode tanam maupun masalah pertanian lainnya. Dalam program ini, juga dibantu oleh Hafidz Fikri Asyari dari jurusan Pertanian.

Harapannya para petani dapat beralih menggunakan metode tanam jajar legowo pada musim tanam selanjutnya, dan dapat merasakan manfaat dari metode tanam tersebut. Dan juga dapat menyebarkan ilmu dan pengalaman yang telah di dapat kepada petani-petani lain di Desa Muncang.

Mahasiswa KKN Undip Ciptakan Solusi Pemanfaatan Sampah Plastik Menjadi Bahan Bakar

Untitled

PEMALANG – Mahasiswa KKN Undip Tim I Desa Muncang Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang mengadakan pemaparan program monodisiplin sekaligus sosialisasi alat pengubah sampah plastik menjadi bahan bakar mentah dilaksanakan pada hari Sabtu, 2 Februari, pukul 08.00 WIB, bertempat di Balai Desa Muncang.

Pemaparan materi disampaikan oleh Sabilly Rasyad yang berasal dari jurusan Teknik Mesin. Diri nya mengaku mengangkat program ini karena melihat masalah sampah yang terjadi di Desa Muncang. Berawal dari banyaknya sampah yang berserakan di pinggir jalan terutama sampah plastic, dan juga masalah polusi udara yang diakibatkan dari pembakaran sampah plastik.

Alat dibuat dengan memanfaatkan kaleng biskuit bekas dan pipa logam berdiameter kurang lebih 1 inci serta panjang 50cm. Pipa logam dihubungkan dengan kaleng secara horizontal dengan sudut kemiringan pipa sebesar 45 derajat. Sampah plastik yang sudah dicacah, dimasukkan ke kaleng kemudian ditutup rapat, lalu dibakar dengan kompor atau tungku.

Pipa logam dibalut dengan kain bekas yang ditetesi air dingin sebagai kondensor (pendingin) agar dapat mendinginkan gas yang mengalir dari pemanasan plastik dalam kaleng dan berubah menjadi minyak. Gas dan minyak tersebut merupakan produk dari alat pengolah sampah plastik sederhana yang dapat dijadikan bahan bakar alternatif.

Prinsip kerja dari alat ini adalah mengubah asap dari pembakaran sampah plastik menjadi cair dengan cara pendinginan secara cepat. Alat pengolah sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif memanfaatkan proses pirolisis. Setelah alat selesai, selanjutnya proses uji coba dengan cara memasukan sampah plastik ke dalam kaleng sampai padat, kemudian tutup kaleng dengan rapat dan usahakan tidak terjadi kebocoran pada kaleng. Selanjutnya siapkan kayu bakar kemudian bakar sampai api nya besar. Letakan alat diatas api yang terbakar besar. Usahakan asap tidak keluar dari kaleng agar mengalir melalui pipa besi dan selang air, yang didingikan dengan air dingin dan es batu. Kemudian tunggu beberapa jam hingga butiran-butiran air terkumpul dan sampah habis terbakar di dalam kaleng.

Ibu-ibu yang hadir terlihat antusias dengan pemaparan yang dilakukan, banyak yang tertarik dan bertanya terkait alat tersebut. “Diharapkan dengan program ini, lingkungan Desa Muncang bersih dan terbebas dari sampah plastik, karena dapat dimanfaatkan menjadi bahan bakar” Ujar Ibu Lurah Desa Muncang.

Pentingnya Kebersihan selama pemeliharaan untuk Kesehatan Ternak

27 Januari 2019, Mahasiswa KKN UNDIP Tim 1 Tahun 2019 melaksanakan program edukasi dan pelatihan teknik sanitasi kandang dan peternak, Desa Babakan, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang. Iga Selli Arianti, seorang mahasiswi Peternakan UNDIP mengutarakan bahwa sanitasi kandang dan peternak secara rutin dapat memberikan solusi mengenai pencegahan penyebaran penyakit ke ternak lain maupun peternak . “Melakukan sanitasi kandang ini sangat sederhana, kandang di bersihkan dengan sapu, kotoran di buang melalui saluran drainase kemudian di siram air (bila alas terbuat dari semen) dan dilakukan penyemprotan cairan pembersih pada kandang “, ujar selli.

IMG_1949

Penggunaan cairan pembersih ini dapat dilakukan terlebih lagi pada musim penghujan, sehingga dapat meminimalisir penyebaran penyakit kulit ada ternak terutama kudis dan pembusukan kuku. Tidak hanya itu, selli juga berpendapat bahwa sanitasi dilakukan pagi dan sore dengan cairan pembersih ini diberikan saat sanitasi lebih efisien dibanding dengan membersihkan kandang hanya pagi saja. Biaya yang digunakan tidak lebih dari Rp. 6600,00 untuk 100 liter air. Harapannya adalah warga Desa Babakan terutama peternak dapat melakukan sanitasi secara rutin untuk pencegahan penyakit pada masing-masing ternak.

IMG_1996

Babakan Jumat Bersih

Pemalang, Babakan– Sabtu (12/1) pada hari Jumat(11/1/2019) Tim KKN desa Babakan mengadakan Jumat bersih yang dilaksanakan di balai desa Babakan, kegiatan ini dilaksanakan setiap hari jumat guna melaksanakan program kebersihan yang sudah diagendakan.

Day 3,4_190112_0004

Tim KKN  juga diajak untuk mendatangi Staff Meeting di Gedung Balai Desa Babakan, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang dilakukan dikarenakan terpilihnya Bapak Kustoni Br. S.H. sebagai Kepala Desa yang terpilih pada periode 2019. Dalam kegiatan pertemuan ini adanya pembahasan berbagai permasalahan yang ada di Desa Babakan dan pembagian Anggota Tim KKN desa Babakan dengan perangkat desa yang bersangkutan.

EE53F194-BBC3-490E-8DC7-B27740891465