Home » 2020 » February » 03

Daily Archives: 3rd February 2020

PELATIHAN DIVERSIFIKASI PRODUK HASIL PERIKANAN UNTUK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA KUMBO, KECAMATAN SEDAN, KABUPATEN REMBANG

Rembang. Jum’at (31/01/2020). Desa Kumbo adalah salah satu desa di Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang Jawa Tengah. Secara Geografis, letaknya ada di sebelah selatan kota Rembang. Kondisi daerah secara umum, di desa Kumbo banyak terdapat lahan perkebunan dan pertanian, tetapi berdasarkan letak geogerafisnya, sebenarnya Desa Kumbo terletak tidak jauh dari laut utara Jawa atau pelabuhan Perikanan Rembang. Kondisi daerah Desa Kumbo ini tentunya menguntungkan untuk mendapatkan sumber bahan baku yang berasal dari pertanian, perkebunan dan perikanan.

Hal ini menarik bagi Tim pengabdian kepada masyarakat dari Undip bersama dengan mahasiswa KKN tim I Undip untuk tergerak ikut andil dalam memberdayakan masyarakat terutama dalam mengeksplorasi kekayaan alamnya. Untuk itu, pada hari Jumat, tanggal 31 Januari 2020 telah dilaksanakan kegiatan pelatihan diversifikasi produk hasil perikanan antara tim pengabdian dari Undip yang berkerja sama dengan mahasiswa KKN di Desa Kumbo, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang.

Pelatihan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Kumbo, perangkat desa serta ibu-ibu PKK dari Desa Kumbo. Orientasi mitra kegiatan, lebih difokuskan kepada Ibu-Ibu penggerak PKK dengan harapan dapat dikembangkan menjadi industri rumahan atau industri kreatif yang mana bisa memberdayakan masyarakat desa setempat.

Dalam materinya, Apri Dwi Anggo S.Pi, M.Sc. yang merupakan dosen dari Departemen Teknologi Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro, menyampaikan pemaparan tentang bagaimana cara produksi yang baik dan benar mulai dari persiapan bahan baku, proses produksi, sarana prasarana sampai kepada trik-trik pemasarannya. Kegiatan pelatihan disertai juga dengan praktek pembuatan produk dari bahan baku perikanan yaitu berupa ekado dan krupuk amplang sampai pada pengemasan produk yang dibuat tersebut. Instruktur pelatihan melibatkan mahasiswa KKN UNDIP TIM I Desa Kumbo yang dengan terampil membimbing dan memberikan contoh pembuatan produk tersebut.

Peserta pelatihan terlihat antusias untuk mengikuti kegiatan pelatihan dengan baik. Dengan cermat mereka memperhatikan pemaparan materi yang diberikan kepada mereka. Antusiasme peserta dibuktikan dengan keaktifan bertanya dan aktif ikut serta dalam mempraktekkan pembuatan ekado dan krupuk amplang. Seluruh peserta juga dilatih bagaimana cara membuat kemasan berbahan kertas yang menarik yang bisa digunakan untuk mengemas produk, baik produk perikanan maupun produk lainnya. Ibu Zaidah selaku ketua PKK menyampaikan bahwa pelatihan tersebut sangat berguna bagi ibu-ibu di Desa Kumbo agar mereka punya alternatif kegiatan lain yang bisa menghasilkan disamping pekerjaan bertani.

 

604

Gambar 1. Apri Dwi Anggo, S.Pi, M.Sc memaparkan tentang metode pengolahan produk perikanan yang baik dihadapan ibu-ibu PKK Desa Kumbo, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang.

DSC_0201-min

Gambar 2. Puad Amin bersama KKN Tim I Undip sebagai Instruktur dalam praktek pengolahan produk berbasis perikanan.

540

Gambar 3. Penyerahan peralatan pengolahan oleh Apri Dwi Anggo, S.Pi, M.Sc kepada Jami’an Ahmad selaku Kepala Desa Kumbo.

Pelatihan diakhiri dengan penyerahan seperangkat alat pengolahan oleh Apri Dwi Anggo S.Pi., M.Sc. berupa food processor, timbangan digital dan alat pengemas plastik sealer kepada ibu-ibu PKK yang diterima oleh Jami’an Ahmad selaku Kepala Desa Kumbo. Peralatan selanjutnya akan digunakan oleh ibu-ibu PKK Desa Kumbo untuk kegiatan mereka. Pemberian hibah peralatan produksi ini bertujuan agar menjadi stimulus berkembangnya industri rumahan Desa Kumbo menuju industri yang inovatif kreatif dan maju.

Editor: Apri Dwi Anggo

KKN UNDIP TOLOKAN UBAH LIMBAH KENTANG JADI BRIOBITANG

Selain diolah menjadi kuliner, ternyata kentang juga dapat menjadi bahan utama pembuatan briket. Menariknya lagi, yang dibutuhkan merupakan kulit kentang. Celah ini diambil oleh Tim 1 KKN Undip tahun 2020 Desa Tolokan. Hal tersebut tentu menjadi alternatif terbaik pengelolaan limbah di Desa Tolokan yang menempatkan kentang sebagai komoditas terbaik mereka. Dipaparkan pada Senin (27/1) di Balai Desa, BIOBRITANG (Bio-Briket dari Kulit Kentang) yang menjadi program unggulan tim terkait pun mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Khoirul Anam  (Fisika angkatan 2016) yang menjadi penanggungjawab dari program ini rupanya telah melakukan berbagai eksperimen untuk menemukan takaran yang tepat dari bahan-bahan pembuat briket. Beruntung, panen kentang tengah terjadi secara bergantian di Desa Tolokan, sehingga tidak kekurangan bahan dasar pembuatan briket yang berasal dari kulit kentang.

Sebelum melakukan eksperimen, Khoirul dan anggota tim KKN di desa terkait sempat melakukan survei di daerah perkebunan warga untuk mengamati komoditas utama di Desa Tolokan. Setelah mengetahui potensi perkebunan Desa Tolokan yang tak jauh dari produk kentang, barulah ide pembuatan briket tercetus.

Walaupun begitu, pembuatan sampel briket sempat mengalami kendala cuaca ketika masuk tahap pengeringan. Pada KKN dilaksanakan, Desa Tolokan hampir setiap hari mengalami hujan dan kabut, berdampak pada suhu dingin pegunungan yang semakin menjadi.

Tetapi, sebagai solusi, Khoirul mengeringkan bahan-bahan yang dibutuhkan menggunakan oven yang dibuat dari kaleng bekas. Hal tersebut dikarenakan produksi yang dilakukan masih dalam skala kecil. Jika produksi sudah berkembang, maka dapat digunakan oven sungguhan yang lebih besar.

Hasil dari eksperimen yang dilakukan oleh Tim 1 KKN Undip tahun 2020 di Desa Tolokan pun dipresentasikan di Balai Desa pada senin (27/1). Tentunya, mendapat sambutan baik dari aparatur desa maupun komunitas masyarakat setempat.

Kedepannya, inovasi produk briket ini diharapkan dapat menjadi solusi pengelolaan limbah kentang. Agar semakin sedikit bagian kentang yang terbuang, sehingga potensi komoditas perkebunan ini dapat dimanfaatkan secara optimal.

 

TIM KKN UNDIP TOLOKAN PERKENALKAN PELUANG BISNIS BUDIDAMBER

Budidaya ikan dalam kolam mungkin acap kali kita temui, tetapi bagaimana dengan media ember? Lalu bagaimana jika dipadukan dengan akuaponik? Tim 1 KKN Undip tahun 2020 Desa Tolokan menjawab pertanyaan itu dengan melakukan program budidaya lele dalam ember di bawah tajuk “BUDIDAMBER”, pada  Senin (21/1).

Dilaksanakan pada acara rutin Kelompok Tani Dusun Bagongan yang dihadiri 20 orang, Achmad Yusril K. (Ilmu Perikanan angkatan tahun 2016) yang bertanggungjawab pada program terkait pun memaparkan prosedur memelihara ikan lele dalam ember yang dipadukan dengan akuaponik. Mulai dari kriteria pakan lele yang baik hingga tanaman yang bagus untuk akuaponik.

Desa Tolokan yang cenderung bersuhu dingin memiliki problema tersendiri jika bicara tentang budidaya lele. Beberapa anggota Kelompok Tani menyampaikan bahwa setelah berulang kali mencoba memelihara ikan lele, warga dikecewakan dengan hasil lele yang besar kepalanya dan berbadan kecil.

Untuk menjawab permasalahan itu, Achmad pun berdalih bahwa keadaan lele yang ‘stunting’ tersebut dapat terjadi karena kurangnya gizi dalam pakan yang diberikan. Misalnya dengan memberikan pakan lele berprotein tinggi.

Selain tentang budidaya lele, Achmad juga memaparkan materi tentang akuaponik. Ia menjelaskan bahwa tanaman-tanaman sayur yang cocok untuk media tanam air adalah tomat, kangkung dan sawi sendok. Hal ini menjadi perhatian peserta yang juga merupakan anggota dari Kelompok Tani.

Bersama dengan program ini, Achmad menyampaikan keinginannya untuk membuka peluang ekonomi warga Desa Tolokan. Terutama dalam bidang perternakan ikan lele, ditambah lagi dapat dipadukan dengan bercocok tanam menggunakan teknik akuaponik.

KKN UNDIP TOLOKAN UBAH TANAH BENGKOK JADI WISATA AIR

Perencanaan Membik sebagai sumber air minum dan wisata Desa Tolokan rencananya akan di bangun di Tanah Bengkok dari kepengurusan Bapak Dwi Wahono (Kepala Desa Tolokan Tahun 2020). “Pada dasarnya tanah bengkok yang diperuntukan sebagai pengganti gaji saya, akan dialihkan untuk kepentingan ekonomi Desa yaitu pembuatan wisata air,yang insyaallah lokasinya di sekitar Dusun Tolokan”, Jelas Dwi Wahono selaku Kepala Desa Tolokan. Membik dipilih sebagai prioritas pembangunan jangka panjang dikarenakan minimnya potensi wisata yang ada di Desa Tolokan, yang mana wisata sendiri dianggap dapat menjadi katalisator dalam menumbuhkan ekonomi di suatu daerah termaksud di Desa Tolokan.

Membik sebagai sumber Air Minum dan Wisata di Desa Tolokan sudah di rencakan sejak awal tahun kepengurusan dari Bapak Dwi Wahono yaitu sekitar tahun 2019, bukti keseriusan dari perencanaan ini adalah sudah adanya masterplan yang menekankan pada prinsip berkelanjutan yang berbasis alam serta kemasyarakatan untuk memberi manfaat sebesar-besarnya dengan tidak merusak alam desa. Masterplan membik sebagai sumber air minum dan wisata di Desa Tolokan sudah terdiri dari desain kawasan dan pembentukan organisasi yang berupa Kelompok Sadar Wisata sebagai penggerak untuk menciptakan iklim yang kondusif bagi berkembangnya kepariwisataan di Desa Tolokan serta mewujudkan sapta pesona.

Namun, keterbatan pendanaan menjadi penghambat dalam merealisasikan Membik sebagai sumber air minum dan wisata di Desa Tolokan. Selain keterbatasan dana, pembangunan proyek ini juga terkendala dari Sumber Daya Manusia dan kurangnya pemanfaatan teknologi dan sistem informasi. Pak Dwi Wahono menilai semua permasalahan tersebut sebenarnya bisa diatasi melalui skema KPBU, tapi tidak tau harus mulai dari mana ?

KWENTANG: INOVASI KULINER KHAS DESA TOLOKAN

Tidak hanya mewujud dalam donat maupun keripik, ternyata kentang juga dapat diolah menjadi kwitiau seperti inovasi kuliner yang dikembangkan oleh Tim 1 KKN Undip tahun 2020 di Desa Tolokan. Kwentang (Kwitiau Kentang) yang juga merupakan produk dari program multi-disiplin tersebut mendapat sambutan sangat baik dari warga, Tim KKN terkait bahkan diminta untuk dua kali mengisi kegiatan Kelompok Wanita Tani (KWT) yang melibatkan lima RT setelah kegiatan selesai dilakukan di Balai Desa pada Senin (27/1).

Selain melakukan demo masak terkait Kwentang, Tim 1 KKN UNDIP Desa Tolokan juga memaparkan pembuatan briket dari kulit kentang. Keduanya merupakan satu kesatuan dari ‘Pengembangan Ekonomi Lokal’ yang sebenarnya menjadi jantung dari program multi-disiplin dari tim KKN terkait.

Lebih lanjut tentang Kwentang, inovasi ini juga tidak muncul dengan tiba-tiba. Tim 1 KKN UNDIP terkait melakukan survei dan analisis  sebelum menemukan bahwa kentang adalah komoditas yang sangat berpotensi di Desa Tolokan.

Terkait komoditas yang mendominasi perkebunan Desa Tolokan, ternyata kentang yang dimaksud bukan yang biasa ditemui di pasar. Melainkan, kentang tipe putih (white potato) atau kentang tes yang khusus untuk olahan gorengan seperti keripik dan perkedel.

Usut punya usut, Desa Tolokan telah memiliki perjanjian kerjasama dengan Indofood dalam perkebunan kentang. Indofood memberikan benih kentang kepada warga, lalu kemudian membelinya dengan harga sekitar 7.000 rupiah per kilo.

Setelah adanya perjanjian tersebut, pendapatan warga Desa Tolokan di bidang perkebunan menjadi lebih konsisten. Sebelumnya, para petani berkali-kali ditipu tengkulak. Mulai dari hasil panen tembakau hingga budidaya tanaman hias.

Dengan kondisi demikian, masyarakat seperti di’nina-bobo’kan dengan kerjasama kentang oleh Indofood. Mereka pun enggan untuk mengolah komoditas tersebut selain menjadi keripik. Padahal, banyak kentang hasil panen warga yang tidak sesuai grade atau kriteria Indofood. Tentu hal itu menyebabkan potensi ekonomi yang dimiliki Desa Tolokan tidak dapat dirasakan secara optimal.

Tim 1 KKN UNDIP Desa Tolokan pun melakukan inovasi kuliner berupa Kwentang (kwitiau kentang). Inovasi ini adalah pertama di Indonesia, memadukan mie kwitiau dengan kentang. Setelah melalui ujicoba sebanyak enam kali, akhirnya resep pembuatan kwitiau yang lebih kenyal pun dapat ditemukan.

Tidak seperti kwitiau pada umumnya, Kwentang memiliki tekstur yang lebih kenyal namun kaya akan serat. Sehingga, sangat cocok menjadi alternatif diet yang sehat karena konsumen tidak perlu takut berat badannya akan naik. Tidak berhenti disitu, Kwentang juga menyajikan proyein dengan kualitas yang tinggi karena kandungan kentang putih yang dimilikinya.  Selain itu, produk inovasi ini juga ramah untuk penderita diabetes.

Inovasi Kuliner Kwentang ini diharapkan dapat menstimulus perekomonimian masyarakat Desa Tolokan. Kemudian juga menjadi pematik kreatifitas warga dalam mengoptimalkan potensi desa.

MAHASISWA UNDIP AJAK ANAK DESA TOLOKAN BERMAIN GAME ANTI KORUPSI

Sapugarut-Buaran, Kamis (25/7) TIM II KKN Undip Kelurahan Sapugarut mengadakan program di SD Negeri Sapugarut. Program tersebut berupa sosialisasi mengenai nilai-nilai anti korupsi yang ditujukan kepada siswa SD Negeri Sapugarut. Program tersebut bertujuan agar para siswa mengetahui dan memahami mengenai nilai-nilai anti korupsi sejak dini. Sosialisasi tersebut merupakan program monodisiplin dari mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Nurul Khusna. Sasaran yang dituju yakni siswa kelas 4,5 dan 6. Sosialisasi tersebut berlangsung selama 1,5 jam yang dimulai dari pukul 09.30-11.00 WIB.

Para siswa menunjukkan antusiasme yang baik terhadap materi yang diberikan. Antusiasme ini ditunjukkan dengan keaktifan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh pemberi materi. TIM II KKN Undip juga memberikan hadiah-hadiah kecil untuk siswa yang dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan berupa susu dan wafer.

KENDURI, SIMBOL PENGHORMATAN ARWAH LELUHUR

Kenduri Dusun Bagongan Desa Tolokan dalam rangka mengirim arwah dilaksanakan pada Jumat (9/1).  Perhelatan yang dilakukan setiap bulan tersebut dilakukan untuk mendoakan keluarga atau kerabat yang telah meninggal.Kentongan yang dibunyikan tiga kali pada pukul empat sore memanggil warga untuk segera menuju rumah Kepala Dusun yang menjadi sumber suara. Tak lama, 30 warga sudah datang dan meletakkan makanan yang mereka bawa berjejer di teras depan.  Setelah semua terkumpul, maka seorang Kyai membacakan doa. Selepas berdoa, setiap orang mengambil kembali makanan mereka dan satu per satu pulang ke rumah masing-masing.

Selepas acara, Tim 1 KKN Undip di Desa Tolokan pun bersilaturahmi sejenak dengan tetua dusun sambil menikmati cemilan yang disediakan Ibu Kepala Dusun. Salah satu tetua mengungkapkan bahwa perhelatan ini memang merupakan agenda bulanan.“Kenduri kirim arwah seperti ini dilakukan tiap bulan setiap minggu pon,” jelas Mulyanto yang menjabat sebagai Kepala Dusun. Selain kenduri kirim arwah, Mulyanto yang acap dipanggil Pak Mul juga menyebutkan kenduri lain yang diakukan secara situasional, seperti ketika ada syukuran dan acara lain.

Perihal waktu pelaksanaan, Pak Mul berujar bahwa tidak pasti sama untuk tiap dusun. Di Dusun Bagongan sendiri, kenduri kirim arwah ini dilakukan setiap sore sekitar pukul empat. Lebih lanjut, ditandai dengan bunyi kentongan sebanyak tiga kali. Tiap warga akan berkumpul di rumah kepala dusun dengan membawa makanan yang mereka masak sendiri. Kemudian seorang pemuka agama setempat lantas mendoakan makanan-makanan tersebut seraya melantunkan doa untuk arwah keluarga terdahulu. Selepas itu, tiap warga akan mengambil kembali makanan yang mereka bawa.

Tetapi memang, Kenduri kirim arwah ini dilakukan rutin tiap bulan sebagai wujud menghormati para leluhur yang telah meninggal.  Bukan lagi menjadi sekedar kebiasaan turun temurun, tetapi mewujud sebagai budaya yang pantas untuk dilestarikan. (Elsitra)

KKN Undip Tolokan Ajak Warga Perangi Stunting

Biasa bangun dengan suara kokok ayam, Selasa (21/1) warga Dusun Bagongan dibangunkan dengan suara rengek anak. Rupanya, kegiatan Posyandu dimulai sejak pukul delapan pagi. Tetapi, ibu dan anak-anak mulai berkumpul sebelum jarum pendek tepat menunjukkan jam delapan. Kegiatan tersebut dilakukan di rumah Kepala Dusun Bagongan Desa Tolokan Kecamatan Getasan.Kegiatan Posyandu yang dilakukan di Dusun Bagongan hanya diselenggarakan pada minggu ketiga. Sedangkan Dusun Kejalan sudah melakukan kegiatan serupa seminggu sebelumnya, demikian Desa Tolokan yang mendapat giliran setiap minggu pertama.

Rangkaian kegiatan Posyandu ini merupakan pencatatan perkembangan bayi dan balita, kemudian diikuti oleh pemberian gizi tambahan dalam bentuk makanan. Pemberian asupan bergizi sangat penting bagi Desa Tolokan yang beberapa waktu lalu mendapat sorotan terkait tingginya anga stunting di wilayah terkait. Tim 1 KKN Undip lantas turut membantu rangkaian acara rutin Posyandu tersebut. Mulai dari menimbang berat dan tinggi badan hingga pembagian makan bergizi kepada anak-anak.Walaupun hanya mampu memberikan deligasi berjumlah dua orang dikarenakan pada waktu yang bersamaan ada aktivitas mengajar di Sekolah Dasar, Taman Kanak-Kanak, dan PAUD.

Ternyata, bukan hanya anak, tetapi juga kalangan lanjut usia mendapat layanan Posyandu pada hari itu. Pada pukul 10 pagi, antrean anak berganti dengan para Lansia. Lalu, diikuti oleh penimbangan berat badan dan pengukuran tensi.Setalah mendapatkan layanan, para Lansia lantas menunggu di dalam rumah Kepala Dusun untuk mendapatkan sesi sharing dan konsultasi bersama Dinas Kesehatan. Tidak ketinggalan, Tim 1 KKN Undip juga menyampai materi terkait “Hidup Sehat” yang diwakili oleh Hasoloan. Dengan pemaparan materi hidup sehat yang disampaikan oleh Tim KKN, layanan bulanan Posyandu di Dusun Bagongan pun berakhir.

Tim KKN Undip Serukan “Generazi Z Harus Paham Etika Bersosial Media”

Kriyan, Jepara (31/1), MA Nurul Islam Desa Kriyan menjadi subyek mahasiswa KKN UNDIP TIM 1 Tahun Akademik 2020 melaksanakan program monodisiplin di bidang psikologi dan progam pengabdian dosen Fakultas Psikologi UNDIP. Praditya Phidal salah satu mahasiswa KKN UNDIP TIM 1 bersama dengan dosen dari Fakultas Psikologi UNDIP, Muhammad Zulfa Alfaruqy, S.Psi., M.A, mengemas kegiatan ini dengan judul Psikoedukasi Bimbingan karier dan Pelatihan Sosial Media Positif Untuk Meningkatkan Keterampilan Relasi Sosial Generasi Z. Sesi pertama diisi oleh Bapak Zulfa mengenai bermedia sosial yang positif pada generasi Z, seperti yang diketahui bahwa murid MA Nurul Islam yang menjadi peserta edukasi adalah para generasi Z yang telah mengenal teknologi internet semenjak lahir sehingga perlu dilakukan pelatihan dalam menggunakan sosial media dengan positif untuk meningkatkan keterampilan relasi sosial mereka. Selain membahas mengenai manfaat positif dalam bermedia sosial, Bapak Zulfa juga menyampaikan bahaya negatif dari kecanduan media sosial serta pentingnya beretika baik dalam bermedia sosial.

DSC_0172

Sesi kedua diisi oleh Praditya Phidal mengenai bimbingan karier yang bertujuan untuk memberikan bimbingan dan edukasi terkait karier kepada para murid MA Nurul Islam agar lebih memahami jurusan dan universitas yang akan dituju sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki.

DSC_0219

Selain pemberian bimbingan dan edukasi, Praditya Phidal selaku pembicara memberikan motivasi kepada para murid dengan meminta mereka menulis surat masa depan yang berisi cita-cita, harapan, kelebihan diri, kekurangan diri, dan hal yang perlu dilakukan untuk menggapai cita-cita mereka. Surat masa depan ini akan ditempel pada tembok kamar para murid dengan harapan agar mereka selalu termotivasi untuk mengejar cita-cita mereka.

Mahasiswa Undip Ciptakan Sabun Batur Susu Sapi Murni

Pada hari Kamis tanggal 23 Januari 2019, TIM I KKN Universitas Diponegoro melakukan kunjungan ke salah satu UMKM di Desa Batur tepatnya di Dusun Ngringin, yaitu pengolahan susu sapi. Kunjungan ini dilakukan dengan tunjuan melakukan survey mengenai UMKM apa saja yang terdapat di Desa Batur, sekaligus melakukan pelaksanaan Program Monodisiplin salah satu anggota tim, yaitu Sarah Listya Amalia.

Program Monodisiplin yang dilaksanakan adalah pembuatan sabun dengan bahan dasar susu sapi. Susu sapi yang digunakan untuk pembuatan sabun adalah susu sapi murni yang belum dicampur dengan zat lainnya. Bahan utama yang dibutuhkan adalah susu sapi, soda api, minyak kelapa, dan minyak goren. Sedangkan bahan tambahannya antara lain Fragrance oil,  pewarna, dan minyak sereh sebagai pengharum. Dibutuhkan waktu sekitar setengah jam untuk proses pembuatannya dan kurang lebih dua minggu untuk sabun yang telah siap digunakan.

Selain dapat digunakan untuk pembuatan sabun, manfaat dari susu sapi juga dapat digunakan untuk pembuatan masker dan body lotion. Khasiat dari susu sapi  dapat menjaga kelembaban kulit, merawat kulit sehingga lebih cerah dan kenyal, menghilangkan flek pada tubuh dan wajah

 

#Reportase3

Posted by Tim I KKN Undip Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang

S__40091714

S__40091712