Home » 2020 » February » 07

Daily Archives: 7th February 2020

Bilingual, sarana siswa belajar bahasa inggris

Perpustakaan SDN 1 Lodan wetan

Foto :Perpustakaan SDN 1 Lodan Wetan

Lodan Wetan, Sarang, Rembang (02/02)- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim 1 2020 Universitas Diponegoro melaksanakan Kegiatan “Revitalisasi Perpustakaan Perpustakaan SD N 1 Lodan Wetan, Dengan Konsep Bilingual Sebagai Sarana siswa untuk belajar Bahasa Inggris”. Pelaksanaan kegiataan didasari pada perubahan yang tercantum dalam kurikulum 2013, tentang penghapusan pelajaran bahasa inggris yang telah dilakukan secara bertahap dari tahun ajaran 2014/2015, hingga tahun ajaran 2016/2017 yang telah diterapkan pada seluruh tingkat pendidikan SD untuk tidak mendapat mata pelajaran bahasa inggris. Kegiatan revitalisasi tersebut dilaksanakan oleh Muhammad Sunu Adinugroho, Mahasiswa Sastra Inggris sebagai program monodisiplin yang bertujuan untuk memanfaatkan perpustakaan sebagai sarana belajar siswa-siswi belajar secara pasif, yang dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan selama 18 hari yang dimulai pada Kamis (16/1) – Minggu (2/2), dengan rincian :

  1. Tanggal 16 Januari 2020 – 24 Januari 2020 melakukan kegiatan revitalisasi perpustakaan
  2. Tanggal 27Januari 2020 – 1 Febuari 2020 mempersiapkan bahan untuk bilingual
  3. Tanggal 2 Febuari 2020 melakukan pemasangan label berkonsep bilingual dengan melakukan mengelompokkan jenjang kelas dan nomor klasifdikasi buku

Dengan terlaksananya kegiatan ini diharapkan perpustakaan tidak dilakukan perembokan dan dapat digunakan secara berkesinambuangan.  (Rev / Ear)

 

 

Mahasiswa Undip Beraksi di Desa Cangak

Pemalang(20/1) anggota KKN TIM I Undip Desa Cangak memulai program monodisiplin mengenai Sanitasi Kandang Kambing yang dilaksanakan oleh mahasiswa dari Jurusan Peternakan Bela Tera Nurcahyanti (21). Program dilaksanakan di kandang peternak Desa Cangak. Kegiatan dilakukan untuk mengenalkan pada peternak- peternak mengenai kebersihan kandang ternak guna meningkatkan kenyamanan serta menaikan produktifitas hewan ternak. Kegiatan dimulai dengan membersihkan dalam kandang kambing, selanjutnya melakukan pengambilan sisa pakan ternak dan diganti dengan pakan yang baru. Tidak hanya membersihkan dalam kandang, tapi kebersihan lingkungan sekitar kandang juga perlu diperhatikan guna menunjang kenyamanan dan produktivitas ternak. Selain itu kegiatan dilakukan dengan pemberian EM4 peternakan kepada peternak supaya dapat di berikan kepada ternaknya agar  ternak memiliki nafsu makan yang tinggi karena EM4 mengandung vitamin dan mikrobia yang sangat membantu ternak menyediakan nutrisi bagi dirinya,.
Beberapa program sudah terlaksana pada hari jumat 24 Januari 2020 di SD N 2 Cangak, kami disambut dengan adanya apel pagi. Kami memperkenalkan diri kepada siswa dari kelas 1 hingga 6 sebelum kami memulai program masing-masing. Program mono pertama dibawakan oleh Muhammad Bagas Ramadana (22) dengan program yang berjudul “Proses Pengenalan Tentang Water Rocket Dan Mengasah Kreatifitas Anak”. Program tersebut dimulai dengan pengenalan water rocket dan dilanjutkan dengan praktek meluncurkan rocket. Di akhir sesi, pemateri mencoba bertanya tentang kesimpulan yang tadi sudah dilakukan agar siswa bisa berpikir kritis. Program mono kedua dibawakan oleh Yanuar Reza Wardana (22) dengan program yang berjudul “Penyaringan Media Sosial dan Edukasi Penggunaan Layanan Internet Yang Baik Dan Benar Untuk Anak-Anak”. Program tersebut dimulai dengan pengenalan faktor-faktor yang mempengaruhi kejahatan di dunia maya yaitu globalisasi, media social, dan cyber crime serta menunjukkan beraneka kejahatan yang ada di dunia maya. Selanjutnya dilanjutkan dengan penjelasan mengenai apa yang harus dilakukan dan dihindari saat menerima berita/memposting di media social mengingat anak kecil yang belum mengetahui banyak tentang dunia maya yang sangat kejam. Selain program monodisiplin diatas, anggota KKN TIM I Undip yang lain juga melakukan programnya, Shafira Azura Restiana (20) dengan program monodisiplinnya mengenai pengenalan dan pelatihan Ecobrick pada anak anak kelas 6. Sebagian anak-anak kelas 6 SDN 02 Cangak tidak tahu mengenai apa itu ecobrick. Ecobrick adalah botol plastik yang diisi padat dengan limbah non-biological atau limbah yang tidak akan terurai seperti kantong plastik makanan dan minuman yang sudah dikeringkan dan dipotong potong kecil yang kemudian diubah menjadi barang yang layak pakai,dijual dan dapat digunakan kembali. Kegiatan dilakukan dengan praktik secara bersama sama dengan anak anak. Anak anak merasa senang dan bahagia pada saat melakukan praktik pembuatan ecobrick. Berbagai kegiatan monodispilin dari KKN TIM I Undip Desa Cangak diterima baik oleh warga Desa Cangak
https://i.ibb.co/qyJ7QhB/Whats-App-Image-2020-01-28-at-11-14-41-AM.jpg

Heboh! Terjadinya pembunuhan massal di SDN 02 Pasir dengan Jumlah Korban masih belum dapat dipastikan

Pasir (29/1). Teriknya hari itu tidak menyurutkan semangat murid SDN 02 Pasir dalam melakukan pembunuhan. Konon, pembunuhan tersebut disebabkan oleh keresahan murid SDN 02 Pasir akan penyakit yang ditimbulkan dari korban. Jumlah korban sampai sekarang masih menjadi misteri. Pembunuhan tersebut dipelopori oleh mahasiswa KKN Undip dengan menampilkan video simulasi peragaan metode membunuh dengan baik dan benar yang terdiri dari 6 langkah. Tidak hanya itu, murid SDN 02 Pasir juga dibekali dengan materi yang disampaikan dalam bentuk powerpoint yang diakhiri dengan sesi tanya jawab untuk menghindari kesalahan dalam membunuh korban.

Penjelasan mengenai akibat tidak cuci tangan
Penjelasan mengenai akibat tidak cuci tangan

Setelah seluruh kegiatan simulasi selesai, murid SDN 02 Pasir dipersilahkan mempraktekan pembunuhan tersebut secara gamblang di halaman sekolah SDN 02 Pasir. Mahasiswa KKN Undip menyediakan dua alat ampuh dalam membunuh korban, diantaranya adalah sabun dan air bersih. Kegiatan tersebut diketahui membunuh korban dengan kilat. Korban diketahui berupa kuman dan bakteri dengan jumlah yang masih menjadi misteri.  Kegiatan pembasmian kuman dengan cuci tangan pakai sabun yang dilaksanakan oleh murid SDN 02 Pasir diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan mereka akan kuman dan bakteri yang ditimbulkan dari aktivitas diluar ruangan dan aktivitas yang melibatkan tangan. Tidak hanya itu, kegiatan CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun) juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran murid SDN 02 Pasir akan pentingnya PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) untuk masa depan yang lebih cerah.

Praktik langsung cuci tangan pakai sabun bersama dengan murid SDN 02 Pasir
Praktik langsung cuci tangan pakai sabun bersama dengan murid SDN 02 Pasir

Mahasiwa KKN Tim 1 UNDIP Kerja Bakti Bersama Kepala Desa dan Perangkat Desa Gunungbatu

Jumat (31/01/2020) – Kerja bakti adalah kegiatan yang biasa dilakukan oleh warga ditiap desa dan menjadi agenda mingguan. Hal tersebut juga terjadi di Desa Gunungbatu, Bodeh, Pemalang. Namun jika biasanya kerja bakti dilakukan oleh warga desa, kali ini ada yang berbeda di Desa Gunungbatu yakni peserta kerja bakti adalah Kepala Desa dan Seluruh Perangkat Desa serta Mahasiswa KKN UNDIP Tim 1 Tahun 2020.

kerja bakti desa gunungbatu

     Kerja bakti yang dilakukan ini berupaya untuk membersihkan lahan-lahan di Desa Gunungbatu untuk dimanfaatkan dan dikembangkan lebih baik lagi. Salah satu lahan yang menjadi fokus utama kebakti Mahasiwa KKN UNDIP Tim 1 bersama Kepala Desa dan Perangkat Desa adalah lahan di pinggir jalan masuk Desa Gunungbatu. Lahan tersebut kedepannya akan digunakan untuk pembuatan bank sampah sebagai salah satu cara mengurangi sampah yang ada di Desa Gunungbatu dengan memanfaatan sampah-sampah anorganik yang dapat dijual kembali. Selain dapat dijual, sampah-sampah anorganik yang ada di Desa Gunungbatu juga dapat dikreasikan sebagai kerajinan tangan seperti meja dari botol plastik, bunga hiasan dari sedotan dan plastik-plastik bekas dipakai.

Pembersihan aliran air di Desa Gunungbatu juga tidak lepas dari peran aktif Kepala Desa dan Perangkat Desa terhadap Mahasiswa KKN Tim 1 UNDIP Tahun 2020, yang bertujuan agar aliran air di Desa Gunungbatu tetap lancar dan bebas dari sampah-sampah. Dengan dilakukannya kerja bakti oleh Mahasiswa KKN Tim 1 UNDIP Tahun 2020 yang petinggi-petinggi Desa langsung turun ke lapangan, harapannya menjadi contoh bagi warga lainnya untuk semangat membangun desa.  Kepala Desa Gunungbatu menyampaikan terimakasih kepada Mahasiswa KKN Tim 1 UNDIP Tahun 2020 dan mengajak seluruh warganya untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan dan memanfaatkan lahan tak terpakai di lahan bernilai lebih tinggi. (AZ-TL)

Tak kenal, maka tak tahu. Mari mengenal Kayu.

IMG-20200202-WA0005

Menoro (02/02), Kapal nelayan merupakan kapal yang berbahan kayu untuk membantu nelayan menangkap ikan dan atau mengolah hasil tangkapan. Di desa Menoro, terdapat banyak hutan kayu, utamanya kayu jati. Hal ini membuat Ir. Imam Pujo Mulyatno, M.T., AMRINA selaku dosen dari Teknik Perkapalan melakukan pengenalan material kayu sebagai bahan dasar kapal nelayan.

Kegiatan bertema “Sosialisasi tentang Pengenalan Kayu Untuk Material Kapal Nelayan” dilaksanakan di Balai Desa Menoro pada tanggal 02 Februari 2020. Sosialisasi ini ditujukan kepada masyarakat desa Menoro agar mengetahui jenis kayu yang dapat digunakan serta proses pembuatan kapal nelayan. Kegiatan dimulai dengan pembukaan dan sambutan oleh Arif Budi selaku Koordinator Desa Menoro KKN TIM I Universitas Diponegoro. Ir. Imam Pujo Mulyatno, M.T., AMRINA memberikan sambutan serta memberi pengenalan kapal secara umum.

20200202_101657

Kapal terdiri dari 3 jenis, kapal barang, kapal penumpang serta kapal perang. Dari 3 jenis kapal tersebut, terbagi lagi menjadi beberapa macam kapal. Kapal nelayan merupakan kapal barang, karena mengangkut serta membantu para nelayan dalam menangkap ikan. Di Indonesia, kapal nelayan menggunakan material kayu. Berbeda dengan negara-negara maju di dunia, mereka menggunakan fiber glass sebagai material kapal nelayan.

Arif Budi selaku pembicara kedua menyampaikan jenis-jenis kayu yang dapat digunakan sebagai material kapal nelayan. Ada 5 jenis kayu, yaitu kayu kempas, kayu ketapang, kayu merbau, kayu jati, dan kayu mahoni. Jenis-jenis kayu tersebut mempunyai kriteria kelas awet dan kelas kuat, yang masing-masing terbagi menjadi 5 kelas, kelas I, II, III, IV, dan V. Kelas awet merupakan kondisi serta perlakuan terhadap kayu tersebut dan tahan hingga berapa lama. Dengan kondisi kayu selalu dibawah atap dan dipelihara dengan baik, dicat dsb, kayu kelas awet I memiliki awet yang tak terbatas waktunya, salah satunya adalah kayu Jati. Kelas kuat merupakan kriteria kekuatan yang dapat ditahan oleh kayu. Untuk kayu kelas kuat I, dapat menahan beban seberat lebih dari 1100 kg per cm2, yaitu kayu merbau. Selain itu, dijelaskan juga proses pembuatan kapal nelayan, mulai dari peletakan lunas, pembuatan kulit lambung, hingga yang terakhir proses pengecatan sebelum kapal launching.

Kegiatan disambut positif oleh warga desa Menoro. Peserta dengan antusias memperhatikan materi dari awal hingga akhir. Di akhir acara, dilakukan foto bersama.

20200202_105213

editor : Imam Pujo M.

Jangan renggut Hak Kami dengan Pernikahan Dini

Sedan, Rembang – (30/1) Seperti kisah yang pernah ngetop di televisi nasional sekitar tahun 90 an, Pernikahan dini masih sering terjadi di Kabupaten Rembang. Pernikahan dini merupakan pernikahan diusia yang menurut aturan pemerintah belum di”perkenan”kan untuk menikah. Pernikahan dini terkadang bisa menimbulkan suatu problematika yang rumit didalam sebuah keluarga. Salah satu desa yang masih masuk dalam daftar angka pernikahan dini yang tinggi adalah di Desa Sedan, Kecamatan Sedan. Hal ini menggerakkan dosen Fakultas Hukum Universitas Diponegoro  Mas’ut, S.Ag., M.S.I dan Tim kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk melakukan sosialisasi mengenai perubahan undang-undang perkawinan, berkolaborasi dengan program  mahasiswa KKN Tim I Universitas Diponegoro 2020 Desa Sedan yaitu Zulfyar Ilham Ramadhan dari Fakultas Hukum.

Sosialisasi bertajuk “Peningkatan Pemahaman Hukum di Masyarakat mengenai Pernikahan Dini”  ini dilaksanakan pada hari Selasa, 28 Januari 2020 yang bertempat di Pendopo Balai Desa Sedan. Sosialisasi ini ditujukan bagi ibu-ibu anggota Program Keluarga Harapan (PKH) Desa Sedan untuk memahami bahaya pernikahan dini dan menghimbau tidak menikahkan anaknya pada usia dini. Acara ini juga dihadiri oleh  Perangkat Desa Sedan, para pendamping PKH Desa Sedan serta Apri Dwi Anggo, S.Pi, M.Sc dan Ir. Imam Pujo Mulyatno, M.T., AMRINA selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Undip di Kecamatan Sedan.

Zulfyar sebagai pembicara pertama menjelaskan mengenai azas/prinsip hukum perkawinan Islam yang tertuang dalam UU Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974 (dan diperkuat dalam Kompilasi Hukum Islam). Lalu, penjelasan mengenai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan serta hak anak yang dilanggar jika terjadi pernikahan dini.

Mahasiswa KKN Sedan memaparkan program monodisiplin
Gambar 1. Zulfyar Ilham ramadhan dari KKN Undip Desa Sedan memaparkan materi tentang perubahan UU Perkawinan.

Tujuan perubahan norma dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan ini menjangkau batas usia untuk melakukan perkawinan, perbaikan norma menjangkau dengan menaikkan batas minimal umur perkawinan bagi wanita. Dalam hal ini batas minimal umur perkawinan bagi wanita dipersamakan dengan batas minimal umur perkawinan bagi pria, yaitu 19 (sembilan belas) tahun. Batas usia dimaksud dinilai telah matang jiwa raganya untuk dapat melangsungkan perkawinan agar dapat mewujudkan tujuan perkawinan secara baik tanpa berakhir pada perceraian dan mendapat keturunan yang sehat dan berkualitas.

Hak anak yang dilanggar, antara lain (1) pendidikan; 80% perempuan yang menikah sebelum 18 tahun tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, (2) bebas dari kekerasan; 44% pelaku pernikahan dini mengalami KDRT, dan (3) kesehatan; risiko kematian (ibu & anak) dari persalinan dini karena badan ibu belum cukup matang, bayi berpotensi lebih tinggi mengalami stunting.

Bapak Mas'ut menyampaikan materi.
Gambar 2. Penyampaian materi oleh Mas’ut, S.Ag, M.S.I tentang bahaya pernikahan dini.

Sebagai pembicara kedua, Mas’ut, S.Ag, M.S.I  menghimbau agar para ibu tidak menikahkan anaknya pada usia dini dikarenakan melanggar hak anak seperti yang sudah dijelaskan. Pembicara mengatakan bahwa pendidikan tinggi itu penting agar anak berpendidikan dan menaikkan derajat anak sehingga kelak mendapatkan pasangan yang sederajat atau lebih tinggi. Mas’ut, S.Ag, M.S.I memberikan perumpamaan, jika menikah di usia yang matang layaknya berlayar di laut menggunakan kapal besar yang dapat menerjang ombak. Sebaliknya, jika menikah diusia dini layaknya berlayar menggunakan kapal kecil yang mudah terombang-ambing oleh ombak.

Foto bersama DPL Kecamatan Sedan, Perangkat Desa Sedan dan hadirin.
Gambar 3. Foto bersama DPL Kecamatan Sedan, Perangkat Desa Sedan dan hadirin.

Sosialisasi ini mendapatkan respon positif, baik dari perangkat desa maupun ibu-ibu PKH peserta sosialisasi. Peserta sosialisasi aktif dalam berinteraksi dengan pembicara, bahkan salah satu warga mengemukakan pendapatnya di akhir acara mengenai kalimat “JANGAN RENGGUT HAK KAMI” yang tercetak pada backdrop. Acara ini ditutup dengan foto bersama.

Editor: Mas’ut

Ibu-Ibu PKK Desa Menoro Tambah Pintar

IBU-IBU PKK MENORO TAMBAH PINTAR

       Menoro, Sedan (20/01)- Mahasiswa KKN Undip Tim I 2020 Desa Menoro melakukan sosisalisasi kepada Perkumpulan Ibu PKK Desa Menoro. Dalam kegiatan tersebut terdapat beberapa materi yang disampaikan oleh Rizki Adhyasa (Fakultas Hukum), Timothius Adrian (Fakultas Teknik), dan Maria Kinarta (Fakultas Perikanan), materi yang diberikan oleh Rizki mengenai pentingnya mengenal dan mencegah Hoax dan Hatespeech di dalam bermedia social agar ibu-ibu pkk Desa Menoro lebih pintar dalam menanggapi berita-berita yang ada di dalam media social seperti Facebook dan Whatsapp.

Selain materi tersebut Timotius juga menyampaikan materi yang tidak kalah penting yaitu membuat obat nyamuk dari bahan kulit jeruk, cengkeh, dan sereh, dan membuat pestisida alami dari bahan sisa makanan yang bertujuan menciptakan lingkungan sehat tanpa bahan kimia yang berbahaya.

IMG-20200120-WA0000

Gambar1. Keceriaan Ibu-ibu PKK berpose bersama mahasiswa KKN Tim I Undip setelah kegiatan pembelajaran.

Materi selanjutnya yang disampaikan oleh Maria adalah membuat aquascape dari limbah botol plastik bekas dan pembuatan pupuk tanaman berbahan utama dari limbah pencucian ikan, yang bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat dengan mengurangi limbah menjadi produk-produk yang bermanfaat.

Editor: Imam Pujo M