Home » 2020 » February » 09

Daily Archives: 9th February 2020

MELIHAT HOME INDUSTRY DI DESA KUTA

tempe3tempe2 tempe

Rabu, 8 Januari 2020 Mahasiswa Tim 1 KKN Universitas Diponegoro (UNDIP) tahun 2020 menggunjungi beberapa home industry yang berada di Desa Kuta Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang. Home industry yang pertama kali dikunjungi adalah pembuatan keripik tempe, termasuk kategori home industry kecil. Tingkat pemasaran masih dibeberapa toko yang berada di sekitar Desa Kuta. Setiap satu kali produksi bisa menghabiskan 15 kg kedelai dan tepung sagu. Harga keripik tempe pun bervariasi sesuai dengan ukuran kemasan, harga keripik tempe kisaran 5 ribu untuk kemasan dan 45 ribu untuk 1 kg.

Home Industry kedua yang dikunjungi oleh Mahasiswa KKN adalah pembuatan tempe. Home industry ini adalah usaha keluarga, termasuk kategori besar karena tingkat produksi yang cukup besar. Setiap harinya  memproduksi 3 kwintal kedelai yang dijual ke beberapa pasar yang berada diKecamatan Belik. Harga tempe pun bervariasai sesuai dengan ukuran mulai dari 1500, 2000, serta 3000. Tempe yang akan dipasarkan harus diproduksi sehari sebelumnya. Home industry ini walaupun masuk kategori besar belum memiliki keinginan untuk menjadi UMKM dikarenakan kesulitan dalam mengurusi berkas administrasi UMKM.

Editor :

Naintina Lisnawati, S.K.M., M.Gizi

Ir. Sulistyo, MT, PhD

Jazimatul Husna, S.IP, M.IP

Pemanfaatan Pangan Lokal, Mahasiswa KKN Undip Olah Alpukat Jadi “PMT” Lezat untuk Ibu Hamil

IMG_20200128_095731

Dalam kegiatan kelas ibu hamil yang diselenggarakan pada tanggal 28 Januari 2020, salah satu mahasiswa Kkn Tim I Undip yang berada di Desa Gunungtiga membuat olahan alpukat untuk “PMT” ibu hamil,olahan ini berupa puding alpukat. Adapun sasaran dari kelas ibu hamil ini adalah para ibu-ibu dengan rentang usia kehamilan 1-9 bulan. Acara ini dilaksanakan di Balai Desa Gunungtiga dengan jumlah peserta sebanyak 23 orang,yakni Ibu-ibu yang mayoritas masih berusia muda . Acara dimulai pukul 09.00 pagi ,dengan dibuka oleh Kepala Desa,kemudian dipimpin bidan desa Gunungtiga. Adapun rangkaian acaranya yaitu dimulai dengan pendaftaran. Saat pendaftaran ini, para calon ibu juga dapat sekaligus memeriksakan tensi,berat badan ,dll. Lalu acara berlangsung dengan diisi pemaparan materi oleh Bu Bidan,dan dari mahasiswa Kkn Tim I Undip mengenai pemanfaatan pangan lokal, yaitu mengolah alpukat menjadi “PMT” untuk Ibu Hamil. Pendampingan ini juga menjadi salah satu program monodisiplin dari mahasiswa gizi Kkn Tim I Undip yang berada di Desa Gunungtiga. Acara berakhir pada pukul 11.30 ,ditutup dengan senam ibu hamil,dipimpin oleh bidan desa, Ibu-ibu tampak semangat mengikuti senam ini. Dengan adanya acara tersebut,diharapkan para Ibu akan semakin sadar mengenai pentingnya kesehatan Ibu dan bayi,salah satunya dengan pengolahan alpukat sebagai “PMT” bagi ibu hamil. Buah alpukat ini dipilih mengingat alpukat mudah ditemukan di Gunungtiga. Selain lezat,buah alpukat juga kaya akan viatamin dan memiliki kekayaan manfaat yang baik untuk ibu hamil. Di antaranya adalah mengurangi resiko pre-eklamsia,dan membantu perkembangan otak janin.

Editor :

Naintina Lisnawati, S.K.M., M.Gizi

Ir. Sulistyo, MT, PhD

Jazimatul Husna, S.IP, M.IP

Tim KKN Undip Terapkan Metode Belajar Sambil Bermain di TK Pertiwi Simpur

IMG_5779

Jumat, 31 Januari 2020 Tim KKN Undip di Desa Simpur, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang menjalankan program tambahan dengan mengisi materi di TK Pertiwi Simpur. Kegiatan ini dilakukan untuk mengajak anak-anak dapat belajar dengan riang gembira tanpa mendapatkan tekanan untuk belajar. Penerapan metode ini dilakukan melalui edukasi dengan metode belajar sambil bermain. Antusias anak-anak di TK Pertiwi Simpur sangat tinggi, mereka mampu mengikuti materi yang diberikan.

Kegiatan ini dilaksanakan di TK Pertiwi Simpur yang berlangsung pukul 09.00 WIB pada saat kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas masih berlangsung. Acara dimulai dengan melakukan perkenalan satu persatu dari tim kkn undip dan anak-anak dari TK Pertiwi Simpur. Kemudian dilanjutkan dengan permainan tebak-tebakan dengan tema kendaraan. Lalu dilanjutkan dengan ice breaking dengan cara menyanyikan lagu sambil menggerakan anggota badan. Setelah itu dilanjutkan dengan hafalan doa-doa keseharian serta hadist dan makna yang tertuang didalamnya. Serta sesi terakhir adalah waktu membaca dan persiapan pulang.

Kegiatan belajar mengajar bersama tim kkn undip tentu saja tidak terlepas dari arahan guru-guru di TK Pertiwi Simpur. Para guru-guru senantiasa membantu tim kkn undip untuk mengarahkan anak-anak agar dapat fokus dan tenang saat mendapatkan materi. Karena anak-anak yang duduk di bangku Taman Kanak-kanak ini memasuki usia pada masa keemasan (golden ages), dimana pada masa ini anak mengalami pertumbuhan otak yang pesat sekali. Oleh sebab itu harus tetap didampingi oleh tenaga pendidik yang baik yaitu yang mampu menyampaikan informasi berkualitas dengan cara yang mudah dan tepat di serap oleh anak-anak.

Berikut adalah beberapa tips mengajar anak TK yang menyenangkan:

1. Pemberian Pendidikan Agama

Pemberian pendidikan agama ini berperan penting dalam menentukan akhlak dan perilaku anak, karena anak pada usia TK akan menyerap informasi lebih cepat. Hal ini dapat diterapkan misalnya sebelum belajar berdoa bersama-sama terlebih dahulu dan membaca doa sehari-hari maupun hadist. Selain itu anak juga perlu diajarkan cara menghormati orang yang lebih tua, menghargai dan menyayangi orang lain.

Membaca Doa Sehari-Hari
Membaca Doa Sehari-hari

2. Menggabungkan Musik dalam Pembelajaran

Anak usia TK sangat menyukai musik, mereka sangat senang untuk bernyanyi. Kondisi ini dapat dimanfaatkan untuk mengajarkan berbagai hal mengenai abjad, nama hari, nama bulan, nama hewan, dan lain sebagainya dengan cara dinyanyikan. Dengan bernyanyi akan dapat menambah rasa semangat pada anak tersebut. Menggabungkan musik dalam kegiatan pembelajaran merupakan cara mengajar anak TK yang efektif.

Bernyanyi bersama
Bernyanyi dan menari bersama

3. Latihan Keterampilan Anak

Mengajar anak TK juga dapat dengan melatih keterampilannya seperti menggambar, mewarnai, menyanyi, menulis, membaca, melipat dan menggunting kertas, serta olahraga. Hal ini sangat berguna bagi anak untuk mengetahui bakat yang dimilikinya. Setiap anak terlahir dengan potensi yang dimiliki di dalam dirinya dan potensi tersebut harus dapat dikembangkan untuk mendapatkan hasil yang optimal di masa depan.

IMG_5752
Tim KKN Undip Membantu Proses Membaca

Kegiatan mengisi materi yang dilakukan oleh tim kkn undip di Desa Simpur terlaksana dengan sukses. Kegiatan ini diakhiri dengan tanya jawab dan foto bersama. Kegiatan ini mendapatkan antusias yang baik dari para peserta di TK Pertiwi Simpur.

Editor :

Naintina Lisnawati, S.K.M., M.Gizi

Ir. Sulistyo, MT, PhD

Jazimatul Husna, S.IP, M.IP

Tingkatkan Daya Jual Produk, Mahasiswa Undip Kenalkan Marketplace pada Kelompok Tani

Mahasiswa KKN Undip Bersama Kelompok Wanita Tani Sumber Rezeki Usai Sosialisasi Optimalisasi Pemasaran

PEMALANG (30/01/2020), Kamis (30/1), Mahasiswa KKN Undip melakukan kegiatan sosialisasi mengenai optimalisasi pemasaran guna meningkatkan daya jual produk olahan. Kegiatan diawali dengan pengenalan mengenai pemasaran, lalu kemudian penjelasan mengenai branding produk, packaging, serta penggunaan marketplace atau situs belanja online. Dalam pengenalan marketplace, mahasiswa KKN Undip menunjukan tata cara  salah satunya adalah langkah mengunggah (upload) produk pada situs marketplace. Melalui sosialisasi tersebut diharapkan KWT Sumber Rezeki dapat meningkatkan daya jual produk olahan dan dikenal diberbagai kalangan masyarakat tidak hanya di wilayah Desa Gombong.

Desa Gombong mempunyai potensi sayur mayur yang sangat besar, alhasil mayoritas masyarakat desa memilih bekerja sebagai petani sayur, selain petani tidak sedikit juga masyarakat yang memilih sebagai peternak. Mengingat banyaknya petani sayur di desa mengakibatkan pada menumpuknya sayuran hasil panen yang tidak laku terjual dipasaran. Hasil panen yang tidak laku tersebut kemudian dibuang atau bahkan dibiarkan membusuk. Dari latar belakang tersebut kini telah banyak kelompok-kelompok tani yang sadar dan memanfaatkan sayuran yang menumpuk tersebut. Salah satu langkah memanfaatkan hasil pertanian adalah dengan membuat produk olahan.

Kelompok Wanita Tani (KWT) Sumber Rezeki merupakan kelompok tani yang terletak di Dukuh Silemped, dan termasuk dalam salah satu kelompok tani yang memproduksi produk olahan. Beberapa produk yang dihasilkan adalah keripik singkong, kerupuk wortel, stik labu siam, dan yang paling menarik, dodol labu siam. Kelompok tani yang telah menjuarai kompetisi Desa Mandiri Pangan Provinsi Jawa Tengah ini diketuai oleh Ibu Watri. Meskipun telah menjuarai salah satu kompetisi tingkat provinsi, kelompok tani ini masih kesulitan dalam memasarkan produk olahan. Produk olahan yang ada masih banyak dipasarkan di dalam Desa Gombong sendiri. Pemasaran yang belum maksimal ini hanya dilakukan secara langsung dengan cara menitipkan produk pada warung maupun toko. “Ini dijualnya masih di warung-warung sini sih, sama biasanya nunggu dari pesenan orang juga” ujar Ibu Watri, Ketua KWT Sumber Rejeki kepada mahasiswa KKN Undip. Dari masalah tersebut, mahasiswa KKN Undip kemudian tergerak untuk memberikan sosialisasi mengenai pemasaran produk supaya kelompok tani penjualan produk dapat dilakukan dengan maksimal.

Editor :

Naintina Lisnawati, S.K.M., M.Gizi

Ir. Sulistyo, MT, PhD

Jazimatul Husna, S.IP, M.IP

TIM KKN 1 UNDIP INGATKAN PROGRAM KB PADA PASANGAN USIA SUBUR (PUS) DALAM PROGRAM SOSIALISASI KELUARGA BERDESA

TIM 1 KKN DESA BADAK

Kegagalan dalam konsumsi KB menjadi masalah utama dalam program Keluarga Berencana. Faktor kegagalan bisa karena alat KB yang kurang tepat atau pemakaian yang kurang tapat, pengetahuan pengguna sangat dibutuhkan. Masalah ini juga berkaitan dengan masalah-masalah lainnya dalam survey yaitu persepsi tujuan pernikahan dan kehamilan risiko tinggi. Melakukan edukasi KB pada masyarakat dapat dilakukan khususnya untuk PUS, WUS dan kader kesehatan, penyuluhan ini dilaksanakan pada hari Senin 27 januari 2020 bertepat di balai Desa Badak. Output dari program ini adalah Buku Saku Kader Kesehatan Desa Badak. Buku ini berisi tentang informasi seputar keluarga berencana.

Editor :

Naintina Lisnawati, S.K.M., M.Gizi

Ir. Sulistyo, MT, PhD

Jazimatul Husna, S.IP, M.IP

 

MAHASISWA TIM 1 KKN UNDIP DESA BADAK ADAKAN PENYULUHAN PENGELOLAAN SAMPAH DAN PEMBUATAN TRAPING LALAT

209198

Pada hari kamis tanggal 23 januari 2020 mahasiswa KKN UNDIP mengadakan penyuluhan tentang menajemen sampah dan traping lalat sederhana ,Sampah menjadi masalah yang dikeluhkan oleh seluruh masyarakat, mereka juga mengakui penanganan limbah rumah tangga di desa belum baik. Dampaknya populasi lalat sangat tinggi di lingkungan rumah mereka, terutama yang memiliki kendang ternak. Tidak banyak yang dapat mereka lakukan untuk mengusir lalat sehingga lama kelamaan cenderung dibiarkan karena tahu akan datang terus menerus. Membuat perangkap lalat sederhana dapat mencegah lalat masuk dan terbang bebas di dalam rumah. Tim KKN 1 UNDIP Desa Badak hadir dengan mngadakan penyuluhan betapa pentingnya menajemen pengelolaan sampah dan akibat buruk dari sampah yang tidak dikelola dengan baik, serta mengadakan pelatihan pembuatan perangkap lalat sederhana yang terbuat dari limbah botol bekas. Kader kesehatan desa sudah sangat aktif dan memiliki motivasi tinggi dalam penanganan kesehatan, sehingga pelatihan dan edukasi pada kader kesehatan tentang perangkat lalat dapat mempermudah informasi tersampaikan dan terlaksana di setiap dusun.

Editor :

Naintina Lisnawati, S.K.M., M.Gizi

Ir. Sulistyo, MT, PhD

Jazimatul Husna, S.IP, M.IP

LIMBAH PLASTIK DISULAP MENJADI BAHAN BANGUNAN

IMG_3745-min

PEMALANG (03/02) – Ecobata merupakan batu bata yang terbuat dari sampah plastik yang dileburkan dan diberi campuran pasir. Sampah plastik saat ini menjadi “monster” bagi bumi karena sulit untuk terurai. Kegiatan yang dilakukan oleh HPG (Himpunan Pemuda Guci) merupakan hal positif karena memanfaatkan limbah plastik menjadi barang yang dapat memiliki nilai jual. Tim I KKN UNDIP ikut serta dalam pembuatan ecobata ini. Ecobata memiliki tekstur yang lebih padat dibanding batu bata pada umumnya. Sehingga dapat dipastikan batu bata yang terbuat dari plastik bekas dan campuran pasir ini lebih kokoh dibanding batu bata pada umumnya. Namun perlu dilakukan penelitian secara mendalam lagi terkait dengan kekuatan dari ecobata tersebut.

IMG_3842-min

Alat dan bahan yang digunakan untuk membuat ecobata ini juga mudah di temukan disekitar kita dan tidak memerlukan bahan khusus. Alat dan bahan diantaranya ada kompor dan gas, ketel, oli, plastik bekas, cetakan batu bata dan alat press. Proses pembuatannya pun cukup mudah. Pertama nyalakan kompor, kemudian masukan sedikit oli kedalam ketel agar plastik tidak lengket saat dimasukan ke dalam ketel. Masukkan plastik bekas dan tunggu hingga benar-benar lebur. Setelah itu masukan pasir dan kemudian aduk hingga merata. Setelah itu masukkan kedalam cetakan batu bata dan kemudian dilakukan proses pressing agar batu bata menjadi lebih padat. Kemudian untuk menurunkan suhu dari ecobata, masukkan ecobata kedalam air, tunggu beberapa menit kemudian ecobata dapat dilepas dari cetakan.

Editor :

Naintina Lisnawati, S.K.M., M.Gizi

Ir. Sulistyo, MT, PhD

Jazimatul Husna, S.IP, M.IP

Embrio Potensi Wisata, Potensi Kesenian serta Produk Olahan Desa Gunungjaya

IMG_3925-min

PEMALANG (05/02) – TIM I KKN Universitas Diponegoro melaksanakan pemaparan program multidisiplin yang dilaksanakan di Balai Desa Gunungjaya serta dihadiri kepala desa, perangkat desa, ketua RW dan RT, BPD, Kapolsek, serta perwakilan masyarakat. Tim KKN Gunungjaya memaparkan hasil analisis selama observasi terkait potensi wisata dan kesenian serta produk olahan yang dimiliki oleh masyarakat. Di Desa Gunungjaya belum memiliki objek wisata, semuanya masih embrio saja misalnya seperti hutan pinus dan puncak penyawungan yang ada di Dukuh Penyawungan, Curug Priuk di Dukuh Depok Jingkang, Gunung Guci di Dukuh Guci. Namun dari hasil analisis kami, embrio-embrio tersebut dapat dikembangkan menjadi objek wisata yang dapat menarik pengunjung, baik itu wisatawan dalam negeri maupun luar negeri..

Pada saat pemaparan hasil analisis TIM I KKN Universitas Diponegoro, audience sangat antusias serta memberikan tanggapan positif pada hasil ini. Mereka tidak hanya diam mendengarkan, namun juga memberikan saran, bertanya, dan membantu membenarkan ketika ada yang salah. Kemudian kegiatan diakhiri dengan foto bersama.

Editor :

Naintina Lisnawati, S.K.M., M.Gizi

Ir. Sulistyo, MT, PhD

Jazimatul Husna, S.IP, M.IP

Turut Serta, Perangkat Desa Gunungtiga dalam Pelatihan Pembuatan Peta Menggunakan QGIS

Selasa 4 Februari 2020.  Mahasiswa KKN Tim I Undip Desa Gunungtiga memberikan pelatihan pembuatan peta terhadap para perangkat desa. Pelatihan yang menjadi salah satu program monodisiplin mahasiswa KKN Undip dari bidang keilmuan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota ini mengundang sejumlah tiga orang perangkat desa yaitu, bagian Kasie Pemerintahan, Kaur Perencanaan,dan Kadus 1 Desa Gunungtiga.  Sasaran pelatihan ini difokuskan bagi para perangkat desa yang memang berkecimpung di bidang informasi dan perencanaan. Aplikasi QGIS sendiri merupakan aplikasi pembuatan peta yang dapat digunakan untuk mengolah data spasial baik data berupa vektor maupun raster. Adapun pelatihan ini untuk perangkat desa adalah agar mereka dapat memiliki keahlian dalam pemetaan batas wilayah dan potensi desa. Pelatihan dilakukan dengan cara mahasiswa KKN membimbing dan para perangkat desa mengikuti secara bertahap menggunakan laptop masing-masing. Acara berjalan lancar karena para parangkat desa dapat mengikutinya dengan baik. Program ini dipilih karena belum ada pembaharuan peta dan para perangkat desa belum memiliki kemampuan dalam pembuatan peta digital. Dengan adanya pelatihan ini,maka diharapkan perangkat desa mampu membuat peta digital, membuat peta batas wilayah dan potensi desa. Sebab, peta merupakan unsur penting dalam proses perencanaan dan pembangunan desa dimana peta sebagai penunjuk lokasi perencanaan dan pembangunan akan dilaksanakan.IMG_20200204_112345

Editor :

Naintina Lisnawati, S.K.M., M.Gizi

Ir. Sulistyo, MT, PhD

Jazimatul Husna, S.IP, M.IP

Pemberdayaan Perangkat Desa Gunungtiga dalam Revitalisasi Arsip Pemerintah Desa

Masih di hari yang sama ,yaitu selasa, tanggal 4 Februari 2020,mahasiswa KKN Tim I Undip dari bidang keilmuan soshum, yaitu jurusan ke arsipan,memberikan pelatihan yang juga memiliki sasaran utama para perangkat desa. Adapun nama kegiatan ini adalah “Pemberdayaan Perangkat Desa Gunungtiga dalam Revitalisasi Arsip Pemerintah Desa”, yang merupakan salah satu dari program monodisiplin. Revitalisasi arsip ini dilakukan guna penataan kembali arsip-arsip desa ,memilah arsip lama dan baru agar lebih tertata dan  mudah dicari. Jangka penyimpanan arsip sendiri adalah 5 tahun ,setelah itu arsip bisa dimusnahkan kecuali arsip vital/penting seperti KK,KTP,Arsip tanah, Arsip surat bangunan,dan Akta Kelahiran. Selain memberikan pelatihan bagaimana cara memilah arsip, mahasiswa KKN Undip juga memberikan pelatihan bagaimana merawat arsip agar tetap rapi,baik,dan tidak mudah rusak. Adapun cara merawat arsip agar tidak mudah rusak salah satunya adalah dengan membungkus arsip dengan kertas payung. Sebelum nya arsip diurutkan terlebih dahulu dari tahun terlama arsip ditemukan ,lalu dilihat bulan berapa dokumen tersebut dibuat, lalu diurutkan dengan menaruh dokumen dengan bulan terawal di paling bawah. Selain menggunakan kertas payung, menyimpan arsip juga dapat dilakukan dengan memberi silica gel di almari tempat penyimpanan arsip. Hal ini dilakukan agar arsip tidak dimakan serangga seperti rayap. Tujuan dilakukannya pemberdayaan ini adalah agar perangkat desa dapat menata arsip penting dengan benar,sebab arsip merupakan bukti legal di mata hukum.IMG_20200204_141906

Editor :

Naintina Lisnawati, S.K.M., M.Gizi

Ir. Sulistyo, MT, PhD

Jazimatul Husna, S.IP, M.IP