Home » 2020 » February » 16

Daily Archives: 16th February 2020

Workshop Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Desa Sowan Kidul

Sowan Kidul, Jepara (04/02) – Tim I KKN Universitas Diponegoro mengadakan kegiatan dengan tema : Workshop “Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Desa Sowan Kidul” di Balai Desa Sowan Kidul. Kegiatan dibuka oleh Kepala Desa Sowan Kidul yaitu Bapak Ahmad Dhuri. Acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pengelolaan lingkungan sekitar agar tetap bersih, sehat dan tidak tercemar, serta memotivasi desa dalam penanganan sampah rumah tangga.  Program ini diselenggarakan terkait tingkat kepedulian masyarakat desa yang masih kurang dalam mengenai penanganan sampah di lingkungannya.  Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Tokoh masyarakat, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD), PKK, bidan desa, puskesmas dan karang taruna.

Pengelolaan sampah desa dalam bentuk Bank sampah merupakan hal wajib ada di setiap desa yang ada di Jepara khususnya Kecamatan Kedung. Hal ini disampaikan oleh Narasumber dari sanitarian Puskesmas Kedung 1, Bapak Wahid.    Harapannya Kecamatan Kedung dapat menjadi  daerah yang mandiri sampah.  Sementara dampak sampah bagi kesehatan disampaikan oleh Dr. Martini M.Kes, DPL KKN Undip.  Pengurangan volume sampah dimulai dari skala rumah tangga.  Selanjutnya disampaikan juga bahwa sampah yang dikelola dengan baik, dapat merubah barang yang tidak berguna menjadi barang yang bernilai ekonomi tinggi.  Program pengelolaan sampah di Desa Sowan Kidul harus dimulai diantaranya dengan mengaktifkan kepengurusan bank sampah yang sudah ada, dan menguatkan sistim kerja pengurus serta anggotanya. Mahasiswa KKN Tim 1 Undip turut berperan sebagai pendamping dalam membantu organisasi ini merealisasikan dan bekerja.

Analisis bank sampah diuraikan oleh Mahasiswa KKN Tim 1 Undip, yaitu tentang mekanisme kerja bank sampah, cara penyetoran sampah ke bank, penimbangan, pencatatan, pengangkutan, serta Organisasi Bank Sampah Setumbu (Bank Sampah Desa Sowan Kidul). Sistem ini dirasa sangat efektif untuk pengelolaan bank sampah di desa.  Dengan sistem seperti ini membuat masyarakat dan pengurus sama-sama diuntungkan atau dimudahkan.

IMG_3568Gambar 1. Penyampaian Materi Bank Sampah oleh Mahasiswa KKN Tim I Universitas    Diponegoro

Dalam workshop yang berlangsung setengah hari didapatkan kesepakatan pengurus serta tindak lanjut kegiatan antara lain : 1. Melakukan sosialisasi bank sampah kepada masyarakat melalui pertemuan rutin warga;, 2. Pihak desa mengusulkan pendampingan program bank sampah dengan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jepara; 3. Menjaring kerjasama dengan bank sampah desa lain yang sudah berhasil.  Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari aparat desa dalam mewujudkan Desa Sowan Kidul menjadi desa yang lebih ramah lingkungan.

IMG_3657Gambar 2.  Peserta Workshop dan Narasumber Kegiatan

 

edit by Martini

“Ayo Buang Sampah Pada Tempatnya” di SD Negeri Sowan Kidul

Sowan Kidul, Jepara (13/02). Membudayakan buang sampah harus ditanamkan sejak usia dini, terutama di usia anak sekolah. Mahasiswa KKN TIM I Undip 2020 melakukan Sosialisasi Gerakan Buang Sampah di SD Negeri Sowan Kidul, dengan diikuti oleh siswa SD kelas 1- 6 SD. Gerakan ini sekaligus mengajarkan kepada siswa dalam menjaga kesehatan lingkungan dengan membuang sampah secara benar, yaitu dengan memilah jenis sampah organik dan anorganik. Mahasiswa KKN memberikan bantuan tong sampah yang berlabel sesuai kriteria jenis sampah.  Siswa SD Negeri Sowan Kidul termotivasi membuang sampah sesuai tempat dan jenis sampahnya.  Selama pelaksanaan, siswa antusias mendengarkan dan menjawab kuis yang diberikan.  Diharapkan program ini dapat menjadi sarana yang baik membudayakan membuang sampah pada tempatnya. Orang tua dan juga para guru ikut berperan penting meneruskan kegiatan ini kepada anak didik dalam menjaga lingkungan sekolah tetap bersih dan sehat.

Edit by Martini

IMG_4419-min

Theresa Pinkan G. P. Memberikan Materi Mengenai Pentingnya Menjaga Lingkungan

IMG_4433-min

Siswa SD Negeri Sowan Kidul Berfoto Bersama dengan Kepala Sekolah dan Mahasiswa KKN Tim I Universitas Diponegoro

Desa Kecil Itu Bernama Bumen

Bumen, Sumowono (4/01) Universitas Diponegoro kembali melaksanakan Program Kuliah Kerja Nyata di Desa Bumen, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang. Kuliah Kerja Nyata sebagai salah satu program pengejawantahan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pengabdian masyarakat akan dilaksanakan selama 42 hari. Selama itu keenam mahasiswa Universitas Diponegoro dari berbagai jurusan keilmuan ; Andi Faizal (FPIK – Perikanan), Luthfi Ghaziyan (FT – Teknik Lingkungan), Farhan Gilang P & Mujahidah Umniyatul (Fakultas Hukum), Risma Apriliana (Fakultas Kesehatan Masyarakat), Dina Lutfiana S (SV – Teknologi Rekayasa Kimia Industri) akan melebur bersama masyarakat dan mengkolaborasikan keilmuannya guna memecahkan permasalahan masyarakat di Desa Bumen.

WhatsApp Image 2020-01-11 at 9.03.05 PM

 

Sebelum mulai menetap selama enam minggu di Desa Bumen, keenam mahasiswa UNDIP menemui tokoh – tokoh masyarakat dan perangkat desa guna sowan dan memperkenalkan diri sekaligus menginventarisir persoalan – persoalan yang ada di Desa Bumen. Tak lupa pula mahasiswa UNDIP mengikuti agenda – agenda rutin yang ada di masyarakat guna memperkenalkan diri sekaligus menjalin silaturahmi.

WhatsApp Image 2020-01-11 at 9.02.57 PM

Alhamdulillah, seluruh elemen masyarakat Desa Bumen mulai dari orang tua, remaja, hingga anak – anak menyambut dengan ramah mahasiswa UNDIP yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata di Desa Bumen.

 

Ragam Kegiatan di Desa Bumen

Kuliah Kerja Nyata Universitas Diponegoro Tim I di Desa Bumen, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang memasuki minggu ke – dua. Selama hampir 14 hari, enam mahasiswa Universitas Diponegoro yang melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Bumen mengikuti berbagai kegiatan bersama masyarakat. Mulai dari membantu masyarakat melakukan pengukuran jalan dan drainase desa untuk laporan pertanggungjawaban alokasi dana desa oleh Luthfi (FT – Teknik Lingkungan) dan Andi Faizal (FPIK)

Pengukuran lebar jalan oleh Luthfi & Andi

Membantu pelaksanaan Posyandu Bayi dan Balita oleh Risma Apriliana (Fakultas Kesehatan Masyarakat) & Dina Lutfiana (Teknik Kimia)

Picture1

Picture2

hingga membantu penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa oleh Farhan Gilang & Muja Umniyatul (Fakultas Hukum).

Picture3

Keseluruhan kegiatan dilaksanakan dengan penuh suka cita hingga mendapat sambutan yang hangat dari masyarakat setempat, Gabungan Kelompok Tani, Ibu – Ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Perangkat Desa, dan lain sebagainya. Menyongsong minggu ketiga, mahasiswa Universitas Diponegoro yang melaksanakan KKN di Desa Bumen focus untuk mempersiapkan program kerja monodisiplin & multidisiplin sesuai dengan analisis kondisi lapangan yang telah dilakukan pada minggu ke dua & ke tiga melalui interview dengan tokoh masyarakat setempat.

kecamatang kedung

TIM KKN UNDIP DESA MENDONGAN PERKENALKAN METODE PENGOLAHAN PUPUK ORGANIK

Proses pembuatan pupuk organik dengan metode Takakura

Memasuki minggu keempat pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), TIM I KKN Undip Desa  Mendongan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang dilakukan pengolahan sampah rumah tangga di Desa Mendongan untuk dijadikan sebagai pupuk organik. Pemilihan kegiatan pengolahan sampah untuk dijadikan sebagai suatu bahan produktif didasarkan pada permasalahan desa yaitu mengenai lingkungan dan utamanya mengenai persoalan sampah yang masih belum cukup optimal dalam hal pengelolaan dan penanganannya, sehingga tercetus ide untuk melakukan pengolahan sampah yang nantinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat desa dan disisi lain juga dapat membantu mengentaskan permasalahan desa serta dukungan penuh juga diberikan oleh Dosen Pembimbing Lapangan yakni Ir. RTD. Wisnu Broto, M.T, Dr. Dra. Wilis Ari Setyati, M.Si, Bagus Rahmanda, S.H, M.H  serta Ketua P2KKN (Pusat Pelayanan Kuliah Kerja Nyata) Fahmi Arifan, S.T, M.Eng.

Hafizh Dhani mahasiswa Teknik Lingkungan Undip mengatakan bahwa dalam pengolahan sampah yang dibuat menjadi pupuk dilakukan dengan metode Takakura Home Method Composting dimana pembuatan pupuk ini membutuhkan waktu selama dua minggu. “Proses pembuatannya menggunakan keranjang sampah yang mana pada dinding-dindingnya dilapisi oleh kardus sebagai alat utama,  kemudian bahan-bahan lain yang dibutuhkan sebagai isian seperti sekam padi dan sampah hasil kegiatan rumah tangga yang terdiri dari sayuran, buah-buahan dan sisa nasi. Untuk mempermudah pengomposan menggunakan cairan EM4 serta air secukupnya dan ditempatkan pada tempat yang teduh.”  Tutur Hafizh Dhani

Selain tujuannya untuk mengentaskan  persoalan sampah, pengenalan metode Takakura ini juga dirasa lebih efisien dan mudah diterapkan di masyarakat, hal tersebut terlihat dari antusiasme masyarakat dalam pembuatan pupuk organik dengan metode Takakura ini, karena metode ini juga mengedepankan kebersihan dan minim bau, sehingga masyarakat lebih nyaman dalam proses pengomposan.

TIM KKN yang beranggotakan Hafizh Dhani (FT), Adrian Okta (FPIK), Ihsan Fadhli (FPIK), Genio Krisna (FH),  Dhila Ayuningtyas (SV), serta Fannisa Pitamouldi (FIB) juga mendapat apresiasi yang positif dari Kepala Desa Mendongan, Yulianto S.Pd I yang mengatakan bahwa, “Pengolahan sampah rumah tangga yang dikenal dengan metode Takakura merupakan suatu program yang cukup menarik dan diharapkan dapat menjadi solusi bagi persoalan sampah di Desa Mendongan,” Ujar Yulianto di Balai Desa Mendongan.

Dengan diperkenalkannya metode pengolahan sampah untuk dijadikan pupuk organik yang tidak menimbulkan bau dan tidak menghasilkan belatung, kedepannya kegiatan pengolahan sampah dengan metode tersebut dapat dilakukan secara berkelanjutan  sehingga mampu membantu mengentaskan permasalahan sampah di lingkungan Desa Mendongan. Disamping itu apabila diolah dengan baik maka tidak menutup kemungkinan olahan pupuk tersebut akan membawa manfaat ekonomis bagi warga Desa Mendongan.

Mahasiswa KKN UNDIP Sulap Minyak Goreng Bekas Menjadi Sabun

WhatsApp Image 2020-01-25 at 4.23.36 PMGandrirojo-Remabang (25/1) sabun mandi, pada umumnya sabun mandi dapat kita temukan pada beberapa pusat perbelanjaan diantaranya pasar, toko, swalayan dll. Sabun mandi yang dibuat oleh Mahasiswa KKN UNDIP ini Memanfaatkan Limbah Minyak Bekas Menjadi Sabun Mandi. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilaksanakan Di Balai Desa Gandrirojo oleh Mahasiswa S1 Teknik Kimia Universitas Diponegoro, Erwin Ade Pratama Pangihutan Sagala.

Pembuatan sabun dari bahan minyak bekas dilaksanakan dengan alasan agar ibu-inu PKK Desa Gandrirojo dapat mengetahui dampak penggunaan minyak bekas yang berkali-kali. Penggunaan minyak goreng berkali-kali dengan suhu yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada minyak goreng dan menurunkan nilai gizi, Minyak jelantah yang apabila digunakan terus menerus secara berulang akan memberikan dampak bagi kesehatan dan berdasarkan hasil penelitian sebagai pemicu penyakit kanker. Namun jika minyak goreng bekas tersebut dibuang sangat tidak efisien (rugi) dan dapat mencemari lingkungan. Minyak bekas dapat diolah menjadi berbagai macam olahan salah satunya adalah menjadi produk sabun rumahan. Proses produksi sabun dari bahan minyak jelantah cukup mudah dilakukan dan cocok dilakukan oleh ibu rumah tangga. Minyak goreng yang sudah tidak terpakai dapat diolah kembali untuk membantu perekonomian keluarga. Dalam sosialisasi ini, diberikan materi mengenai bahaya minyak bekas yang digunakan berkali-kali, proses pembuatan sabun dari minyak goreng bekas, dan peluang bisnis sabun. Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab. Ibu-ibu PKK Desa Gandrirojo sangat antusias dengan adanya program kerja sosialisasi yang diadakan oleh Mahasiswa KKN TIM I Undip 2020. Acaranya sangat bermanfaat dan menambah wawasan.

KENALKAN CARA PENCEGAHAN DBD DENGAN MEMELIHARA IKAN PEMAKAN JENTIK NYAMUK, MAHASISWA UNDIP INI VIRAL DIKALANGAN IBU- IBU

Pada hari kamis (23/01), bertempat di Balai Desa Karangasem, diadakan kegiatan program monodisplin .Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat Desa Karangasem mengenai pencegahan nyamuk demam berdarah  sekaligus pengenalan jenis- jenis ikan yang dapat digunakan sebagai upaya pencegahan.

1

Edukasi Pencegahan DBD

Acara ini dimulai dengan pemaparan mengenai apa itu penyakit DBD, ciri-ciri nyamuk penyebab DBD, pencegahannya dan jenis- jenis ikan pemakan jentik nyamuk serta pemeliharaannya. Acara ini dilaksanakan oleh Opal Oktapiana dari jurusan Perikanan tangkap, Selama proses pemaparan ibu-ibu Desa Karangasem terlihat antusias dan mengaku baru mengetahui ikan ikan yang selama ini mereka kenal ternyata dapat membantu dalam pencegahan perkembangan nyamuk DBD. Ikan yang dijadikan contoh sebagai upaya pencegahan DBD yaitu ikan-ikan yang mudah di jumpai, berukuran kecil sehingga tidak memekan banyak tempat dan tidak menghasilkan banyak kotoran seperti ikan cupang (Ctenopus vittatus), ikan julung julung (Dermogenys pusilla) dan ikan cere (Resbora sp.) yang banyak ditemu di sawah sawah. Selanjutnya kegiatan dilakukan dengan memberikan beberapa ikan cupang dan julung julung kepada ibu ibu yang hadir untuk ditruh di bak mandi masing masing atau ditaruh di penampungan air dimana biasanya menjadi sarang jentik nyamuk.

2

Foto Bersama Ibu-Ibu Setelah Edukasi

Acara ini diakhiri dengan sesi foto bersama ibu-ibu yang hadir pada acara tersebut. Harapannya kegiatan ini dapat membuka wawasan serta menambah kesadaran tentang pentingnya pencegahan DBD. Menurut ibu sunarti, acara ini sangat bermanfaat beliau juga mengatakan perlu adanya acara-acara semacam ini supaya menambah pengetahuan dan beliau mengaku akan menjaga dengan baik ikan-ikan pemakan jentik nyamuk tersebut serta menempatkannya ditempat penampungan air.

Masyarakat Bajingjowo Tanggap Kebakaran melalui PENTANA

Bajingjowo, Sarang, Rembang (27/1). Bencana kebakaran merupakan salah satu hal yang sering terjadi di masyarakat. Namun sayangnya tidak semua masyarakat memiliki bekal pengetahuan mengenai cara pencegahan maupun penanganan ketika terjadi kebakaran. Hal itu mendorong Diana Wulandari dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, untuk memberikan sosialisasi Pelatihan Tanggap Bencana Kebakaran (PENTANA), sebagai salah satu program monodisiplin pada KKN di Desa Bajingjowo yang dibantu oleh Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Rembang.
Pada sosialisasi ini, materi dilakukan di ruang kelas dan demo penanganan kebakaran gas dilakukan di halaman SDN 2 Bajingjowo. Teguh Wiwoho, pemateri dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Rembang, memberikan sedikit penjelasan mengenai apa-apa saja yang menjadi penyebab kebakaran, cara penanganan awal jika terjadi kebakaran, dan cara-cara pencegahan agar dapat meminimalisir kebakaran. Target utama dalam sosialisasi ini adalah ibu-ibu Desa Bajingjowo yang notabene merupakan orang-orang yang paling sering bersinggungan langsung dengan kompor gas, yang menjadi salah satu penyebab kebakaran.

Foto : Saat pemateri, Teguh sedang memberikan demo mengenai kebocoran gas
16777
Foto : Foto bersama para petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Rembang,
beserta ibu – ibu yang memperoleh pelatihan
Tidak hanya materi, namun pemateri Teguh juga memberikan demo langsung mengenai kebakaran yang terjadi pada kompor gas. Salah satu demo yang dipraktikkan adalah cara yang salah dan benar ketika memasang regulator gas. Ketika demo berlangsung, ibu-ibu tidak hanya memerhatikan, namun mereka juga diminta untuk mempraktikkan langsung, agar dapat lebih mengerti dan memahami cara untuk menangani kebakaran tersebut. (Rev / Ear)

PENINGKATAN KUALITAS MASYARAKAT BABAKTULUNG MELALUI PEMBERDAYAAN PKK

Babaktulung, Sarang, Rembang (29/1) – Mahasiswa KKN Undip Desa Babaktulung menyelenggarakan kegiatan pemberdayaan masyarakat bersama kader PKK. Kegiatan tersebut yakni ‘Gerakan Cinta Keluarga dan Praktik Sederhana Penyimpanan Arsip Keluarga’ beserta ‘Pelatihan Pembuatan OTAKI (Otak-Otak Ikan) dalam Upaya Perbaikan Gizi’. Kegiatan berlangsung Rabu (29/01) mulai pukul 10.00-12.00 WIB di Balai Desa Babaktulung. Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

Picture1
Nunung DA, menyerahkan media penyimpanan arsip keluarga kepada peserta pelatihan

Kegiatan diawali dengan pemaparan materi tentang mengkampanyekan gerakan cinta arsip keluarga dan praktik sederhana penyimpanan arsip keluarga, yang dibawakan Nunung Dwi Aminawati, mahasiswa Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya mengelola arsip keluarga dengan baik. Praktik penyimpanan arsip dilakukan dengan media penyimpanan berupa document keeper dan perwakilan dari PKK mempraktikan cara menyimpan arsip tersebut.

Picture3
Edwina PB, saat praktik pembuatan OTAKI (Otak-Otak Ikan)

Kegiatan berikutnya yakni pemaparan materi tentang stunting dan pengolahan ikan laut serta praktik pembuatan OTAKI (Otak-Otak Ikan) bersama kader PKK yang dibawakan  Edwina Permata Bidari, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat. Kegiatan ini bertujuan mengolah ikan laut untuk mengupayakan perbaikan gizi dalam penanggulangan stunting. Praktik pembuatan dilakukan oleh perwakilan kader PKK yang didampingi oleh mahasiswa. (Rev / Ear).