Home » 2020 » February » 17

Daily Archives: 17th February 2020

Penerangan jalan umum  bisa tingkatkan keamanan desa

Karangmangu, Sarang, Rembang (1/2). Desa Karangmangu, Kecamatan Sarang, Rembang, di Tahun 2020 ini, akan memperoleh bantuan penerangan dari pemerintah. Bantuan berupa lampu penerangan sel surya, sejumlah 100 paket, dengan tujuan untuk membantu penerangan di beberapa titik di wilayah  Desa Karangmangu.

Terkait rencana  pemberian bantuan tersebut, Drs. Eko Ariyanto, MT, DPL Mahasiswa KKN di Desa Karangmangu Sarang, Rembang, menyelenggarakan pengabdian masyarakat berjudul  “Penerangan jalan umum sebagai peningkatan keamanan dan produktivitas penduduk.  Dengan harapan, warga desa makin memahami manfaat dari keberadaan penerangan, yang antara lain dapat meningkatkan keamanan desa, karena dengan penerangan yang ada di jalan umum, berbagai gerak dan aktivitas warga desa akan terpantau, bagi mereka yang ingin berbuat tidak baik, akan mudah dilihat / diketahui. Dengan adanya penerangan  diharapkan  membuat warga desa  makin produktif terkait bidang ekonomi, dengan tetap bisa melakukan aktivitas  di malam hari.

Warga desa juga diberikan penjelasan terkait  cara-cara untuk menghindari  adanya bahaya yang bisa ditimbulkan akibat energi listrik, misal  akibat hubung singkat, kebakaran, dll. Pemasangan steker T yang benar dan tidak berlebihan, misal sampai bertumpuk-tumpuk.

Pada kesempatan yang sama,  Alfredo Bastia Bukit, mahasiswa KKN Undip di Karangmangu, memberikan penjelasan tentang “Pemberdayaan panel surya sebagai penghematan energi dan energi alternatif desa”.  Dijelaskannya, keberadaan energi surya akan membuat semakin sedikit ketergantungan pada bahan bakar fosil, tidak menimbulkan polusi, hampir bebas perawatan, terhindar dari  faktor kebisingan, karena panel surya diam dan tidak memiliki bagian yang bergerak, menghasilkan energi sendiri. (Rev / Ear)

Abdimas Eko Ariyanto ..01

Foto : : Saat pemberian materi abdimas pemanfaatan lampu penerangan

Desain Lodan Eco Park

Lodan Kulon, Sarang, Rembang (14/2) – Keindahan alam di Waduk Lodan sudah diketahui oleh masyarakat Kecamatan Sarang, namun hingga saat ini belum ada pemanfaatannya sebagai Destinasi Wisata. Terletak di dua wilayah, yaitu Desa Lodan Kulon dan Desa Lodan Wetan, Waduk Lodan sering kali menjadi tujuan masyarakat sekitar sekadar untuk menikmati indahnya alam dan menjadi tempat memancing.

Tim 1 KKN Universitas Diponegoro berdiskusi bersama Kepala Desa Lodan Kulon dan Lodan Wetan untukmerencanakan Wisata Waduk Lodan. Kedua Kepala Desa berharap Proposal Desain ini dapat membantu Desa mengembangkan Wisata di Waduk Lodan. Tak hanya dari Kepala Desa, program ini pun mendapat dukungan dari  Camat Sarang dan Bupati Rembang.

Sebelum membuat desain, Tim 1 KKN melakukan beberapa kali survey ke Waduk Lodan untuk menentukan lokasi ruang terbuka dan pengukuran jalan setapak. Pembuatan desain kemudian dikerjakan dengan mempertimbangkan banyak hal, salah satunya yaitu ramah lingkungan. Tempat wisata ini kemudian dinamakan “Lodan Eco-Park”.

Desain Waduk Lodan ...01

Foto: Desain Lodan Eco-Park

Wilayah perencanaan wisata ini terdiri dari parkiran, bendungan, dan main spot. Parkiran mobil berada 765 m dari lokasi, sehingga untuk mencapai main spot, pengunjung dapat menumpang Tossa yang tersedia di tempat parkir. Selanjutnya, badan bendungan yang merupakan area steril yang tidak dapat dibangun suatu bangunan lagi,  agar tetap berfungsi sebagaimana mestinya. Yang ketiga yaitu mainspot Lodan Eco-Park. Main spot ini dibagi menjadi beberapa zona, yaitu titik kumpul, zona edukasi, zona kuliner,  teater terbuka, dan instalasi.

Desain Waduk Lodan ...02

Foto: Pembagian Zonasi Main Spot Lodan Eco-Park

Pada hari Jumat (14/2), Tim KKN 1 Universitas Diponegoro memaparkan hasil desain perencanaan Wisata Waduk Lodan ke Kepala Desa dan Perangkat Desa Lodan Kulon. Harapannya ke depan, Desain ini dapat dijadikan acuan untuk kemudian diajukan ke  tingkat kabupaten dan dapat direalisasikan. (Rev / Ear)

Desain Waduk Lodan ...03

Foto: Foto bersama usai penyerahan Proposal Desain Wisata

Waduk Lodan “Lodan Eco-Park”

GERAKAN MENANAM TOGA MENUJU DESA SEHAT

toga

Pada (28/01) mahasiswa KKN Undip di desa Clapar bersama warga menanam TOGA. TOGA atau tanaman obat keluarga merupakan tanaman rumahan yang berkhasiat untuk dijadikan obat. TOGA biasanya ditanam di sebidang tanah, baik di halaman rumah, kebun ataupun ladang. TOGA sangat berguna untuk dijadikan obat-obatan untuk keperluan keluaraga.

Selain itu, menanam TOGA juga untuk mengurangi atau meminimalisir mengonsumsi obat-obatan kimia. “TOGA bisa digunakan untuk meramu obat-obatan herbal yang bisa disediakan sendiri di rumah dengan cukup hanya merawat tanaman obat keluarga.” kata Ihzam, Mahasiswa KKN Desa Clapar.

Ihzam juga menjelaskan, program ini merupakan salah satu tahapan program multidisiplin, bertujuan untuk mengoptimalkan toga di Desa Clapar khususnya Dusun Gondangsari melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan pada beberapa aspek. Mulai dari pemanfaatan pekarangan, pengolahan toga serta pembudidayaan toga.

Pada kegiatan yang mengajak warga ini mendapatkan antusias dari warga sekitar. Warga juga mengakui bahwa penanaman toga ini juga belum pernah dilakukan sebelumnya.

“Penanaman toga sangat perlu dilakukan untuk mengingatkan kembali kepada masyarakat Indonesia bahwa kita memiliki alam yang kaya akan obat-obatan herbal” kata pak Mubari, Kepala Dusun Gondangsari desa Clapar.

Kegiatan ini diakhiri dengan penanaman bibit toga yang berasal dari Dinas Pertanian yang berada di desa Clapar.

editor: nikie

WARGA CLAPAR MENCUCI DENGAN MINYAK JELANTAH

tes

Minyak jelantah merupakan salah satu limbah cair yang sudah tidak asing bagi masyarakat terutama para ibu rumah tangga. Minyak yang dihasilkan dari proses penggorengan ini merupakan minyak yang kotor dan sudah bercampur dengan lemak makanan yang digoreng sehingga memiliki warna, rasa, dan aroma yang berbeda.

 

“Minyak jelantah ini sering terbuang mbak, jadi tidak terpakai” kata ketua karangtaruna desa Clapar, Pak Muhtadin saat ditemui di rumahnya.

 

Mengamati permasalahan ini, Fauziah, mahasiswa KKN Desa Clapar pun memutar otaknya agar limbah jelantah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Salah satunya dengan mengubahnya menjadi sabun cuci. Upaya ini lalu dilanjutkan melalui pelatihan kepada Karangtaruna desa Clapar pada hari Jum’at, 24 Januari 2020.

 

Di kegiatan ini, Fauziah menerangkan, proses pengubahan minyak jelantah menjadi sabun kepada karangtaruna. Sebelumnya Fauziah juga meminta agar karangtaruna membawa minyak jelantah.

“Sabun dari minyak jelantah ini saya harap dapat mengurangi dampak yang diberikan pada lingkungan dan dapat berkembang lagi menjadi ajang kreatifitas masyarakat” kata Fauziah.

 

Pada tahap pengolahan, Fauziah menerangkan, untuk mengelola minyak jelantah hanya membutuhkan soda api atau NaOH yang dapat dibeli di toko bangunan.

 

Pembuatan sabun ini cukup selama 1 jam saja. Kemudian agar sabun dapat digunakan, sabun didiamkan sehingga memakan waktu hingga 30 hari.

Sabun dari minyak jelantah ini sementara baru bisa dimanfaatkan untuk mencuci kain atau piring. Efeknya pun sudah menunjukkan hasil yang baik.

 

Fauziah berharap, sabun dari minyak jelantah ini akan terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat kedepannya. Termasuk mengkaji lebih lanjut pemanfaatannya pada kulit tubuh untuk kesehatan dan kebersihanya.

 

Ketua Karangtaruna Clalpar, Muhtadin, mengaku anggotanya sangat antusias mempelajari hal baru.

“Pelatihan pembuatan sabun dari minyak jelantah dari mbak Fauziah ini sangat menarik dan unik. Masa iya jelantah bisa jadi sabun” kata Pak Muhtadin

 

Seperti diketahui, warga Clapar saat ini belum mengetahui cara mengelola limbah cair seperti minyak jelantah. Selama ini, kata Pak Muhtadin, hampir sebagian besar warga menggunakan minyak jelantah sampai habis atau membuang minyak jelantah ke selokan. Padahal cara demikian tidak baik untuk kesehatan tubuh dan sanitasi lingkungan. Oleh sebab itu, program sabun dari minyak jelantah menjadi salah satu cara tepat dalam menghadapi masalah tersebut.

editor: nikie

Mahasiswa KKN Undip Melatih Warga Clapar untuk Mengubah Sampah Rumah Tangga Menjadi Pupuk Kompos

187293

Lingkungan rumah tangga perlu kita jaga untuk mewujudkan lingkungan yang sehat untuk penghuni rumah. Dalam menjaga lingkungan ini dapat dilakukan dengan cara memanfaatkan sampah yang ada di rumah. Sampah rumah tangga seperti sisa sayuran, sisa bumbu, dan sisa buah ternyata bisa dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat pupuk.

Fauziah pada Kamis, 06 Februari 2020, mahasiswa KKN Tim 1 Undip desa Clapar, kecamatan Subah, kabupaten Batang, menjelaskan bahwa sampah rumah tangga terdiri dari dua jenis, yaitu sampah organik dan sampah non-organik. Sampah organik rumah tangga dapat diolah menjadi pupuk untuk mengurangi permasalahan pembuangan sampah yang ada di desa Clapar.

Sampah rumah tangga di desa Clapar menjadi permasalahan yang belum terselesaikan secara tuntas. Meski telah tersedia fasilitas dari desa berupa tempat pembuangan sampah (TPS), namun pada dukuh dukuh lain merasa fasilitas tersebut cukup jauh untuk dijangkau.

Kegiatan pelatihan pembuatan pupuk kompos ini memiliki sasaran yaitu ibu-ibu di dukuh Sijo. Ibu-ibu sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Ibu Umi mengatakan bahwa “sampah disini lebih sering kami bakar untuk membersihkan, saya senang karena sudah diajarin mahasiswa KKN untuk mengatasi permasalahan kami selama ini”

Kegiatan pelatihan pembuatan pupuk kompos dari sampah rumah tangga ini diakhiri dengan beberapa pertanyaan dan tips-tips. Bahwa pembuatan pupuk kompos ini ibu-ibu juga dapat mencegah penyakit demam berdarah karena pengelolaan sampah yang baik.

Editor: nikie

Pertama di Keborangan Re-stocking di Awal Tahun 2020

Picture1

Batang (23/01) Re-stocking merupakan salah satu metode memperbarui sumberdaya demi keberlangsungan ekosistem. Kegiatan re-stocking dilakukan dengan menggandeng Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Batang. Dari dinas terkait memberikan bantuan bibit berupa bibit nilai sebanyak 500 ekor. Re-stocking yang dilakukan di Kecamatan Subah adalah yang pertama kalinya, karena menurut dinas terkait yang rutin mendapatkan bantuan bibit untuk re-stocking adalah Kecamatan Gringsing dan Kecamatan Banyuputih. Kegiatan re-stocking ini dilaksanakan pada 23 Januari 2020 di Sungai Mongkong, Desa Keborangan, Kecamatan Subah. Para pemuda karang taruna ikut terjun langsung ke sungai untuk melakukan re-stocking. Terlihat mereka sangat antusias karena disungai itu sendiri menjadi lokasi kegiatan memancing.

Kegiatan re-stocking dilakukan ketika hujan deras namun para pemuda tetap terjun langsung ke sungai. Karena ini merupakan yang pertama kalinya para pemuda sangat antusias. “Ini merupakan yang pertama kali disini, dengan dijembataninya masyarakat desa dengan dinas terkait semoga untuk kedepannya masyarakat dapat melanjutkannya sendiri setelah mahasiswa KKN kembali ke kampus.” jelas Ketua Karang Taruna Krida Budaya Desa Keborangan. Jumlah pemuda yang ikut langsung ke lokasi re-stocking sebanyak 10 orang, namun hanya 3 orang yang ikut terjun langsung ke sungai untuk menebarkan bibit ikan. Ikan yang ditebar pada perairan umum tersebut sebanyak 2250 bibit nila. Nila sendiri dipilih karena dapat bertahan pada berbagai kondisi perairan dan salinitas yang beragam. Untuk keberlanjutan program sendiri, mahasiswa KKN akan memberikan format proposal pengajuan bantuan bibit untuk dapat diadakannya kegiatan re-stocking secara rutin dengan kerjasama dinas terkait.

Editor: Nikie

BANGKITNYA PEMUDA DESA KEBORANGAN DI TAHUN BARU 2020

WhatsApp Image 2020-01-28 at 10.05.54Batang (4/1). Mahasiswa KKN TIM I UNDIP mengikuti rangkaian kegiatan Karang Taruna Desa Keborangan. Kegiatan tersebut bertempat di Balai Desa Keborangan dan acara dilaksanakan tepat pada pukul 19.00 WIB. Pertemuan pertama Karang Taruna di tahun 2020 bertujuan untuk merombak ulang struktur kepengurusan dan membuat kepengurusan baru yang kokoh dan hebat. Kegiatan merombak dan membuat struktur kepengurusan baru ini diharapkan dapat mengobarkan semangat pemuda-pemuda Desa Keborangan agar lebih aktif dan berkontribusi untuk kemajuan Desa Keborangan, karena sebelumnya Karang Taruna di Desa Keborangan sempat vakum selama beberapa tahun. Kami mahasiswa KKN TIM I UNDIP membantu para karang taruna saat mempersiapkan kegiatan acara dan saat acara sedang berlangsung sebagai moderator dan pendamping Kepala Desa Keborangan.
Pada kesempatan ini juga, Kepala Desa Keborangan sebagai Pembina Karang Taruna Krida Budaya memperkenalkan mahasiswa KKN TIM I UNDIP. Mahasiswa KKN diperkenalkan sebagai bagian baru dari warga Desa Keborangan yang nantinya akan bekerja sama dan bersinergi dengan masyarakat. Pemuda Karang Taruna Krida Budaya sangat berantusias dengan adanya KKN di Desa Keborangan terutama untuk pemuda-pemudi yang masih sekolah. Selain diperkenalkan, mahasiswa KKN juga bertindak sebagai moderator dan duduk bersama Kepala Desa Keborangan serta Ketua Karang Taruna Krida Budaya untuk diskusi bersama program yang telah disusun. Dari pemerintah desa yang ada, mahasiswa KKN diharapkan ikut berkontribusi langsung dalam penerapan program-program yang telah disusun.
Kegiatan Karang Taruna bukan hanya penetapan struktur organisasi saja melainkan juga pengenalan dan diskusi bersama mahasiswa KKN TIM I UNDIP. Karang Taruna Desa Keborangan yang bernama Karang Taruna Krida Budaya memiliki pemuda-pemuda yang aktif dan produktif. Diskusi bersama yang dilakukan untuk mewujudkan Desa Keborangan yang lebih mandiri dan inovatif. Banyak program-program yang sudah disiapkan dan didiskusikan bersama dengan mahasiswa KKN TIM I UNDIP. Program yang telah disiapkan sangat menarik dan penuh hal-hal yang baru. Program tersebut ingin mewujudkan masyarakat Desa Keborangan yang beribadah, berilmu dan mandiri.

Editor: Nikie

Keborangan: Melek Pembukuan Menggunakan Aplikasi SIAPIK

WhatsApp Image 2020-01-28 at 23.03.57Batang (20/01) –  Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Tim I Tahun 2020 mengadakan pelatihan dan pendampingan pembuatan laporan keungan (pembukuan) berbasis teknologi/aplikasi SIAPIK kepada UMKM di Desa Keborangan pada hari Senin, 20 Januari 2020.

Pelaksanaan kegiatan pelatihan dan pendampingan pembuatan laporan keuangan berbasis aplikasi SIAPIK diharapakan dapat membantu dan mendukung UMKM di Desa Keborangan agar melek Laporan Keungan. Sehingga dapat memudahkan UMKM di Desa Keborangan mengetahui kegiatan keuangan mereka, agar nantinya kegiatan usaha mereka dapat beroperasi lebih efektif dan efisien.

Pelatihan dan pendampingan ini diikuti oleh beberapa UMKM di Desa Keborangan. Salah satu contohnya adalah UMKM dalam bidang kerajian yaitu membuat kotak perhiasan. Pak Slamet, Bos dari UMKM kotak perhiasaan, diberi pelatihan oleh kami mengenai aplikasi SIAPIK agar dapat memudahkan Pak Slamet dalam mengelola keuangan dari usaha kotak perhiasaan agar dapat lebih efektif dan efisien.

“Mantab aplikasinya, mudah digunakan dan sangat membantu saya dalam mengelola keuangan”, ujar Pak Slamet pemilik salah satu UMKM di Desa Keborangan.

Selain melakukan pelatihan kepada Pak Slamet, kami juga memberi kesempatan kepada Pak Slamet untuk bertanya mengenai yang belum dipahami tentang aplikasi SIAPIK. Pertanyaannya adalah mengenai bagaimana caranya dia memahami laporan yang tersedia SIAPIK. Kami, selaku penyelenggara kegiatan menjelaskan kepada Pak Slamet dan untuk membantu Pak Slamet seterusnya dalam menggunakan aplikasi SIAPIK kami pun membagikan Booklet mengenai tata cara penggunaan SIAPIK.

Program yang dilaksanakan Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Tim 1 Tahun 2020 pada hari Senin, 20 Januari 2020 berjalan lancar dan sesuai rencana. Karena antusiasme pelaku UMKM di Desa Keborangan ingin melek teknologi salah satunya mengenai pembukuan menggunakan aplikasi.

Editor: Nikie

MAHASISWA UNDIP SULAP JAGUNG JADI NUGGET: TEROBOSAN BARU BAGI IBU RUMAH TANGGA DI DESA KEBORANGAN

FOTO MAHASISWA UNDIP SULAP JAGUNG JADI NUGGETKeborangan, Batang (29/01) – Desa Keborangan memiliki hasil pertanian yang melimpah. Salah satu hasil pertanian yang unggul di desa ini yaitu jagung. Pertanian jagung menjadi mata pencaharian utama bagi para penduduk Desa Keborangan selain pertanian padi. Di berbagai daerah jagung diolah dengan berbagai macam cara sebelum digunakan sebagai bahan makanan seperti diolah menjadi tepung. Olahan lain misalnya popcorn ataupun nugget. Nugget merupakan jenis olahan makanan yang daya simpannya dalam keadaan beku relatif panjang dan pengolahan dalam keadaan beku mampu meningkatkan daya jual. Disisi lain, olahan nugget pun belum banyak dibudidayakan pengolahannya di Desa Keborangan.

Mahasiswa KKN TIM I Undip tahun 2020 Desa Keborangan, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang mengajak ibu-ibu rumah tangga khususnya yang bergabung di Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) untuk memanfaatkan hasil pertanian desa yang melimpah yaitu jagung. Jagung akan disulap menjadi nugget guna meningkatkan produktifitas ibu-ibu rumah tangga dan menambah daya kreatifitas pengolahan pangan di Desa Keborangan. Bertempat di Balai Desa Keborangan, kegiatan tersebut diawali dengan penyampaian materi mengenai potensi desa, kandungan serta manfaat nugget jagung sendiri, kemudian dilanjutkan dengan demo masak membuat nugget jagung. Ibu-ibu yang hadir terlihat sangat antusias dengan adanya kegiatan ini, terlihat ketika demo masak sedang berlangsung banyak pertanyaan yang dilontarkan. Selain mengajarkan ibu-ibu untuk menyulap jagung menjadi nugget, Mahasiswa KKN TIM I Undip juga telah membuatkan desain packaging produk nugget tersebut guna menambah daya tarik ibu-ibu dalam mempelajari pengolahan jagung sampai pada pengemasannya.

Bapak kepala desa yang kebetulan ikut hadir dalam kegiatan ini berkata bahwa “Nuggetnya enak, semoga ibu-ibu disini bisa mempraktekan di rumah dan menjualnya sehingga menambah ekonomi dan pendapatan keluarga”. Menjadi dukungan secara khusus ketika testimoni diucapkan dari mereka menyambi mengunyah nugget olahan kami. Dukungan juga dilontarkan oleh salah satu perangkat desa, “Rasanya crispy, enak! Cocok dijadikan makanan ringan sehari-hari. Terimakasih sukses untuk kalian.” Ucap Bu Ani. Terhitung kehadiran 24 anggota kader PKK lainnya secara langsung memberikan support prodak nugget jagung ini.

Kami berharap produk nugget jagung bisa menjadi terobosan terbaru bagi ibu-ibu dalam menciptakan kreatifitas pangan demi menjadikan Desa Keborangan lebih unggul kedepannya serta mengutamakan hasil olahan pertanian menjadi modal utama dalam menciptakan terobosan terbaru sehingga optimalisasi hasil pertanian pangan dapat tercapai dengan maksimal dengan berbagai ciri khas terbentuk dalam pengolahan makanan siap saji.

Editor: Nikie

Keborangan punya Emergency Lamp: Rakitan Komponen Elektronika Sederhana

WhatsApp Image 2020-01-28 at 22.50.34Desa Keborangan, Kab. Batang – (27/01/2020). Bukan hal yang tidak mungkin membuat rangkaian dengan komponen elektronika sederhana di era sekarang. Dengan memanfaatkan charger hp bekas, transistor, kapasitor, resistor dan baterai 3,7 V sudah bisa menghasilkan lampu emergency sederhana yang dapat dijadikan alternatif saat pemadaman listrik terjadi. Kegiatan yang dilaksanakan malam hari di Pendopo Balai Desa Keborangan dihadiri oleh ketua serta anggota Karang Taruna Krida Budaya yang berjumlah 18 orang. “kegiatan yang sangat bermanfaat mengenalkan produk dengan komponen asing di desa ini” ujar salah satu anggota Karang Taruna Krida Budaya. Kegiatan yang diisi oleh pengenalan rangkaian sederhana yang disebut Joule Thief ini disambut dengan baik oleh warga Desa Keborangan. Pelatihan pembuatan lampu emergency sederhana ini diharapkan dapat dimanfaatkan warga saat pemadaman listrik terjadi ataupun dijadikan pilihan usaha baru di desa ini dalam memproduksi rangkaian tersebut. Kegiatan ini dilengkapi dengan penyerahan booklet yang nantinya dapat berguna bagi warga sebagai panduan dalam membuat produk ini.

Editor: Nikie