Edukasi Gizi Kesehatan Reproduksi : Si RaTiH Tolak Nikah Dini !

Tempaling, Rembang (19/1), Angka pernikahan dini di Indonesia masih cukup tinggi terutama di daerah pedesaan. Ada sejumlah alasan yang melatari fenomena ini, salah satunya dalih untuk menghindari zina. Pernikahan dini sejatinya adalah kekerasan terhadap anak. Haknya untuk tumbuh dan berkembang menjadi terhambat. Sistem reproduksi mereka juga belum siap untuk mengandung dan melahirkan. Menikah di usia anak kerap memperburuk masalah terutama masalah kesehatan.

Untuk menghindari fenomena tersebut pada remaja putri di Desa Tempaling, maka perlu diadakan pendidikan seks sejak dini. Hal tersebut adalah kunci agar anak terhindar dari perilaku seksual beresiko. Tim I KKN Undip di Desa Tempaling, Kecamatan Pamotan memberikan perhatian khusus dalam hal ini. Oleh karena itu, tim KKN Undip membuat suatu kegiatan guna mengedukasi para remaja putri terkait bahaya pernikahan dini serta pentingnya pemenuhan asupan gizi yang cukup dan optimal bagi remaja putri. Kegiatan edukasi “Si RaTiH Tolak Nikah Dini” ini dilakukan oleh Riris Rahmatanti (Fakultas Kesehatan Masyarakat) yang bertempat di Balai Desa Tempaling, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang diikuti oleh remaja putri serta didukung oleh pengurus KPAD (Kelompok Perlindungan Anak Desa) Desa Tempaling dalam pelaksanaan programnya.

Gambar. Pemaparan materi

Kegiatan edukasi dilakukan dengan tujuan memberi informasi dan mengajak remaja putri Desa Tempaling untuk mengetahui bahaya pernikahan dini dan pentingnya pemenuhan asupan gizi bagi remaja putri. Diskusi dua arah diterapkan dalam kegiatan ini. Selama kegiatan berlangsung, diadakan tanya jawab agar remaja putri Desa Tempaling dapat lebih memahami materi yang disampaikan. Harapan dari dilaksanakannya program ini yaitu remaja putri Desa Tempaling terbekali informasi terkait kesehatan reproduksi dan bahaya melakukan seks bebas sehingga hal tersebut akan memicu remaja untuk mencari informasi lebih banyak saat ia beranjak dewasa. Selain itu, dalam kegiatan ini remaja putri juga diberikan semangat untuk meraih pendidikan, hal lain yang bisa dilakukan untuk menghindari zina tanpa harus menikah di usia remaja. Pendidikan menjadi hal penting karena dapat membuat remaja memiliki pengetahuan, dapat meraih cita-citanya saat dewasa sehingga dapat berdampak positif bagi negara.

Foto Bersama dengan Remaja Putri Desa Tempaling

Editor: Hendrik A.S.