DIVERSIFIKASI PRODUK PERIKANAN BERBAHAN IKAN TONGKOL DAN BAHAYA BORAKS PADA PRODUK DIVERSIFIKASI

Pembuatan nugget ikan tongkol

Tempaling, Rembang (24/1) – Saat ini masih banyak masyarakat indonesia yang belum tau begitu tingginya kandungan protein yang ada pada ikan, karena itu masih banyak masyarakat indonesia yang belum makan ikan  sedangkan kandungan yang terdapat di dalam ikan sangatlah tinggi. Oleh karena itu perlu diadakan pelatihan tentang pengenalan produk diverifkasi.

Sebanyak 30 orang ibu ibu PKK dan perangkat desa berkumpul di Balai Desa Tempaling untuk mengikuti pelatihan mengenai pengenalan produk diversifikasi. Pengenalan produk diversifikasi ini bertujuan untuk memberi informasi kepada masyarakat khususnya masyarakat Desa Tempaling. Dengan diadakan pelatihan ini diharapkan semua masyarakat di Desa Tempaling mengetahui begitu tingginya kandungan gizi yang ada pada ikan dan supaya masyarakat di Desa Tempaling bisa memakan ikan untuk sehari hari.

Tidak sampai disitu, mahasiswa KKN TIM I UNDIP dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Alvis Chandra,  juga memperkenalkan salah satu contoh produk diversifikasi. Produk yang dikenalkan yaitu berupa nugget ikan Tongkol. Mahasiswa juga langsung mempraktekkan cara membuat nugget yang disaksikan langsung oleh ibu ibu PKK dan masyarakat yang datang pada saat pelatihan tersebut. Pelatihan produk diversifikasi di Desa Tempaling, Rembang ditutup dengan makan bersama oleh mahasiswa KKN dan ibu ibu PKK yang datang.

Selain pengenalan produk diversifikasi, mahasiswa KKN UNDIP juga memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang bahaya boraks dan cara pengenalan produk olahan ikan yang mengandung boraks. Saat ini, semakin banyak makanan yang mengandung bahan tambahan untuk memperpanjang daya awet makanan yang mereka beli di pasaran, salah satunya adalah boraks. Dengan pengedukasian mengenai makanan yang mengandung boraks tersebut, masyarakat diharapkan mampu membedakan makanan mana yang mengandung boraks dan tidak mengandung boraks.

Foto bersama dengan Ibu-Ibu PKK Desa Tempaling

Editor Hendrik A.S.