Pengenalan dan penerapan konsep budaya 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke) pada UMKM

Sosialisasi 5S pada pelaku UMKM di Desa Menawan, Kabupaten Grobogan.

GROBOGAN- Program 5S telah banyak diadopsi oleh berbagai industri di berbagai negara. Popularitas 5S ini tak lepas dari kesuksesan industri Jepang yang selama ini memusatkan  perhatiannya terhadap pengurangan segala  pemborosan (waste). 5S adalah landasan untuk membentuk perilaku manusia agar memiliki kebiasaan (habit) mengurangi pembororsan di tempat kerjanya.

Program 5S pertama kali diperkenalkan di Jepang sebagai suatu gerakan kebulatan tekad untuk mengadakan pemilahan (seiri), penataan (seiton), pembersihan (seiso), penjagaan kondisi yang mantap (seiketsu), dan penyadaran diri akan kebiasaan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan dengan baik (shitsuke). 

“Kebiasaan baik yang dilakukan di negara maju tidak menutupkemungkinan diaopsi pada usaha rumah tangga atau UMKM untuk lebih maju,” ungkap Nurlaili Makarita Bangun mahasiswa KKN Undip di Desa Menawan, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan pada Rabu 6 Februari 2019. 5S di Jepang, bisa diadopsi dengan 5R di Indonesia yaitu Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin. “Keberhasilan melakukan program 5S ditempat kerja dapat dilihat dari perilaku kebiasaan dari semua pekerja dan pelaku UMKM,” ungkapnya.